ANTIBIOTIK 1. POLIPEPTIDA Berasal dari Bacillus polymixa.

Bersifat bakterisid berdasarkan kemampuannya melekatkan diri pada membran sel bakteri sehingga permeabilitas meningkat & akhirnya sel meletus. Antibiotik polipeptida meliputi : Polimiksin B dan polimiksin E (colistin), basitrasin dan gramisidin.Spektrumnya sempit, polimiksin hanya aktif terhadap bakteri gram negatif. Sebaliknya Basitrasin dan gramisidin aktif terhadap kuman gram positif (Prayetno, 2008).

i.

Basitrasin Basitrasin adalah antibiotika polipeptida topikal yang berasal dari isolasi strainTracy-I Bacillus subtilis, yang dikultur dari penderita dengan fraktur compound yang terkontaminasi tanah. Basi ini diturunkan dari Bacillus, dan trasin berasal dari penderita yang mengalami fraktur

compound (Tracy). Basitrasin adalah antibiotika polipeptida siklik dengan komponen multipel (A,B dan C). Basitrasin A adalah komponen utama dari produk komersial dan yang sering digunakan sebagai garam zinc. Basitrasin mengganggu sintesis dinding sel bakteri dengan mengikat atau menghambat .defosforilasi suatu ikatan membran lipid pirofosfat, pada kokus gram positif seperti stafilokokus dan streptokokus. Kebanyakan organisme gram negatif dan jamur resisten terhadap obat ini. Sediaan tersedia dalam bentuk salep basitrasin dan sebagai basitrasin zinc, mengandung 400 sampai 500 unit per gram. Basitrasin topikal efektif untuk pengobatan infeksi bakteri superfisial pada kulit seperti impetigo, furunkolosis, dan pioderma. Obat ini juga sering dikombinasikan dengan polimiksin B dan neomisin sebagai salep antibiotika tripel yang dipakai beberapa kali sehari untuk pengobatan dermatitis atopi, numularis, atau stasis yang disertai dengan infeksi sekunder. Sayangnya, aplikasi basitrasin topikal memiliki resiko untuk timbulnya sensitisasi kontak alergi dan meski jarang dapat menimbulkan syok anafilaktik.

maka penggunaan secara sistemik sudah digantikan. neomisin (Prayetno. Polimiksin B tersedia dalam bentuk salep (5000-10000 unit per gram) dalam kombinasi dengan basitrasin atau neomisin. Polimiksin B Polimiksin B adalah antibiotika topikal yang diturunkan dari B. Spektrum kerja lebih sempit dari makrolida terutama thp gram positif dan anaerob (Prayetno. Cara pemakaiannya dioleskan sekali sampai tiga kali sehari ( Ulfa. 2008). METABOLISME E.ii. keduanya merupakan polipeptida siklik. Enterobacter. dan Escherichia coli. Basitrasin B. Polimiksin B adalah campuran dari polimiksin B1 dan B2. PENGGUNAAN Penggunaan : Karena sangat toksis pada ginjal dan organ pendengaran. salep mata/tetes mata yang berisi basitrasin. STRUKTUR Gambar 1. . sehingga menghambat intergritas sel membran. LINKOMISIN Dihasilkan oleh : Streptomyces lincolnensis Sifatnya : bakteriostatis Meliputi : linkomisin dan klindamisin.polymyxa. Fungsinya adalah sebagai detergen kationik yang berinteraksi secara kuat dengan fosfolipid membran sel bakteri. neomisin sulfat. HUBUNGAN STRUKTUR AKTIVITAS C. yang asalnya diisolasi dari contoh tanah di Jepang. D.aeruginosa. MEKANISME AKSI Menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan mencegah transfer mukopeptida ke dalam dinding sel. 2008) A. 2. lebih banyak digunakan sebagai sediaan topikal (sebagai tetes telinga yang berisi polimiksin sulfat. 2008). Polimiksin B aktif melawan organisme gram negatif secara luas termasuk P.

METABOLISME E. 2011). ristosetin dan basitrasin. MEKANISME AKSI Menghambat daur ulang pembawa (carrier) yang mengangkut prekusor dinding sel melintasi membran plasma. MEKANISME AKSI menghambat sintesis protein sel mikroba. STRUKTUR Gambar 3. Struktur Kloramfenikol B. sepalosporin. vankomisin. Antibiotik ini meliputi penisilin. HUBUNGAN STRUKTUR AKTIVITAS C. Menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan mencegah transfer mukopeptida ke dalam dinding sel. 3. sehingga menyebabkan hilangnya viabilitas dan sering menyebabkan sel lisis. Antibiotik ini menghambat sintesis dinding sel terutama dengan mengganggu sintesis peptidoglikan (Anonim. PENGGUNAAN Linkomisin diindikasikan untuk pengobatan infeksi serius yang disebabkan oleh stafilokokus. streptokokus. 2010) D. Antibiotik yang merusak dinding sel mikroba dengan menghambat sintesis ensim atau inaktivasi ensim. sikloserin.A. KLORAMFENIKOL A. STRUKTUR Gambar 2. Selain itu. HUBUNGAN STRUKTUR AKTIVITAS C. Struktur linkomisin B. . linkomisin aktif terhadap Propionibacter acnes sehingga digunakan secara topikal pada acne. pneumokokus (Anonim.

wordpress. Turunan kloramfenikol yaitu tiamfenikol (Prayetno. REFERENSI : Anonim. Ulfa. diakses 11 Oktober 2011. Antibiotik. Katzung B. Antibiotika Topikal. http://www.com/2008/12/03/antibiotika-topikal/. PENGGUNAAN Obat ini dipakai dalam pengobatan infeksi-infeksi anaerob.com/Lincomycin-P555. METABOLISME E. diakses 11 Oktober 2011. Jakarta .wordpress. diakses 12 Oktober 2011 Anonim. 2008). http://zoneandra-hidingplace. Kloramfenikol dibuat dalam sediaan salep 3% tetes/salep mata 0.25-1% . 2011. . http://dprayetno. 1998. Farmakologi dasar dan klinik.html. 2008. Basitrasin. Penggunaannya secara oral sejak thn 1970-an dilarang di negara barat karena menyebabkan anemia aplastis sehingga hanya dianjurkan pada infeksi tifus (salmonella typhi) dan meningitis (khusus akibat H. Lincomycin.. 2008. Oktober 2011 M.D. 1998).dechacare. influenzae) (Katzung. Kloramfenikol dapat menyebabkan terjadinya “gray baby syndrome” jika digunakan untuk neonatus.com/2010/11/vbehaviorurldefaultvmlo. 2010.html.blogspot. Prayetno. diakses 12 http://mariasonhaji.com/antibiotik/. Adanya resiko terjadinya “gray baby syndrome” ini menyebabkan kloramfenikol tidak direkomendasikan untuk pemakaian pada trimester tiga kehamilan. EGC. 699-751.