Anda di halaman 1dari 9

Assalamualaikum Wr.Wb. ,. Mari kita mulai kuliah ini dengan bacaan Basmalah., dan doa mw belajar.

Kuliah kali ini dilantunkan oleh expert kita Prof. Kadarsih, klo udah baca editan sebelumnya yang tentang Nyeri bakal bantu bgt untuk memahami materi ini. at least let start..!!!

KEJANG
Seperti pada otot dan saraf adalah merupakan jaringan eksitabel (elektrik) Potensial yang terdapat pada sel saraf dinamakan impuls Membran sel pada sel saraf merupakan membran potensial: Ada perbedaan voltase di dalam membran (dalam sitosol) dan di luar membran (di CES) Keadaan demikian dinamakan potensial membran istirahat Jika terjadi perubahan ion-ion akan menghasilkan impuls (listrik) yang akan mengubah membran potensial Kanal-kanal ion dapat tertutup atau terbuka Sedikit keterangan : jadi yang dimaksud exitable itu adalah mudah dirangsang. Nah saat ada suatu stimulus yang mempengaruhi sel neuron, akan terjadi perubahan komponen ion ECS dan ICS yg dramatic sehingga mengakibatkan timbulnya loncatan listrik yang disebut potensial aksi. Potensial aksi berjalan dari badan sel ke akson. Nah itulah yang selanjutnya disebut impuls. Resting membrane potential terjadi karena ion-ion negatif di sepanjang dalam membran sel dan ion-ion positif di CES di sepanjang permukaan membran sel

Na+ = 145 mEq/L K+ = 4 mEq/L

Cl- = 107 mEq/L

Na+ = 12 mEq/L K+ = 155 mEq/L

Cl- = 8 mEq/L

Resting membrane potential antara -40 sampai -90 mV dan biasanya -70mV Disebut membrane potensial, karena ya spt kita liat pada gambar di atas bahwa ada perbedaan konsentrasi ion antara ICS dan ECS. Nah di atas udah tak coba mengilustrasikan, titik titik itu ionnya. Klo di bulletin g keliatan warnanya hanya hitam.

Saraf mempunyai potensial membran istirahat. Jika dua elektrode dihubungkan dengan amplifier dengan katode ray oscilloscope dan elektrode diletakan di permukaan axon, tidak ada potensial yang terbaca.

Akan tetapi jika salah satu elektrodenya dimasukkan ke dalam sel nampak adanya beda potensial, hal ini yang dinamakan potensial membran istirahat. Pada sel saraf (neuron) 70mV Tanda negatif ini berarti di dalam sel adalah bermuatan lebih negatif dibanding di luar sel Jika terjadi perubahan keseimbangan ion-ion CES penuh dengan ion-ion Na dan ion-ion Cl Sitosol lebih banyak ion-ion K dan anion yang diikat oleh fosfat Akibat kanal ion K bocor banyak ion K ke CES, di dalam sel makin negatif dan di luar sel makin positif Akan tetapi keadaan yang negatif di dalam sel akan menarik ion K kembali masuk ke dalam sel Kan klo dari gambar tersebut bisa kita tahu nilai nilai ion dalam sebuah sel neuron dan perbedaan konsentrasinya di dalam dan luar sel. Sehingga klo dihitung, akan tersisa ( bukan tersisa tapi tercipta) beda potensial sekitar 70 mV. Nah itulah yang dinamakan potensial membrane istirahat. Intinya pada keadaan normal akan terdapat RPM (resting potensial membrane) yang kira kira nilainya -70mV.( Tapi itu kira kira jadi rentangnya antara -40 mV sampek -90mV). RPM tersebut menyebabkan pergeseran ion2 melalui chanel (ion Chanel) yang bisa buka n tutup. Kayak tulisan di slide itu jadi K yang keluar ke CES menyebabkan sitosol lebih (-) sehingga ketarik lagi. Begitulah. Potensial aksi (AP) atau yang dinamakan impuls, suatu kejadian yang cepat terdiri dari 2 fase , fase depolarisasi dan fase repolarisasi

Kanal yang terbuka pertama adalah kanal ion Na, ion Na masuk cepat ke dalam sel, terjadi fase depolarisasi Kemudian terbuka kanal ion K dan ion K keluar sel, terjadi fase repolarisasiSekarang kita ngomongin klo ada rangsangan. Klo ada rangsangan misalnya pelepasan neurotransmitter tertentu yang akan menyebabkan peningkatan permeabilitas membrane thd Na. Jadi Na yang tadinya banyak diluar tadi akan dengan cepet masuk ke dalam dan menetralkan sebagian muatan dari RPM yang 70mV tadi (1). Inget Na kan muatannya + gan. Klo muatannya bisa nyampek -55mV atau yang disebut sbg ambang (threshold) (2), maka gerbang gerbang Na akan terbuka dengan cepat dan gerbang K juga terbuka tapi lambat. Sehingga akan semakin banyak muatan positive yang masuk dan terjadilah suatu kondisi depolarisasi (jadi lebih bermuatan Positive) (3). Saat potensial mencapai 0 mV, gerbang gerbang tadi mulai nutup dan mencapai puncaknya pada +35mV (4), sehingga klo diliat bentuknya seperti kurva naik turun tuh pada gambar (spike). Terjadilah potensial aksi temen temen.

pas dia sampek puncak (+35mV) tadi, kanal Ion K yang tadi terbuka lambat sekarang udah bener bener terbuka lebar. Kalium segera keluar karena muatan sitosol yang sangat positive. Kalium/potasium (K) yang keluar itu menetralkan muatan positive potensial aksi dari +35mV, kembali ke posisi RPM (Potensial Membrane Istirahat) yaitu -70 mV. Nah kanal K terbuka lebih lama dari kanal Na ( kan kanal Na udah mulai nutup pas dia di 0 mV tadi), sehingga lebih banyak K yang keluar dari pada Na yang masuk. Hal tsb menyebabkan muatan akan turun lebih rendah 1 2 mV dari pada kondisi RPM, sekitar -68 mV. Kondisi ini lah yang disebut hyperpolarisasi. Sekarang posisi K di ECS lebih tinggi dari biasanya. Nah disinilah terjadi fungsi glia sel e.g. Astrocyte untuk sebagai buffer agar K di ECS g terlalu tinggi. Alhasil konsentrasi kembali ke RPM. Subhanallah., Geser topic Otot adalah merupakan jaringan eksitabel Mudah menjawab dengan adanya rangsangan Jika 2 stimuli diberikan berturutan dan berdekatan, maka otot akan menjawab pada rangsang yang pertama dan tidak menjawab pada stimuli yang kedua

Jika serabut otot menerima rangsang yang cukup kuat / melebihi nilai ambang menyebabkan serabut otot tersebut akan kontraksi Sewaktu otot berkontraksi akan kehilangan eksitabilitasnya dan tidak akan menjawab jika diberi rangsang Waktu tidak mampu menjawab, periode tersebut dinamakan masa / periode tidak mampu menjawab, periode tersebut dinamakan masa / periode refraktori Merupakan sifat

dari sel otot dan saraf Panjang refraktori tergantung pada periode

macam otot yang dirangsang Otot mempunyai periode refraktori yang pendek, sedangkan otot jantung mempunyai masa refraktori yang lebih panjang Lain halnya, jika pemberian 2 rangsang dengan waktu pemberian yang cukup lama, sehingga tidak jatuh pada periode refraktori memberikan bentuk skelet

kontraksi yang lebih tinggi dari kontraksi yang hanya mendapat 1 stimuli Dan kontraksi tersebut dinamakan kontraksi sumasi

Tetanus yang masih sempat mengalami relaksasi di antara pemberian 2 rangsangan dinamakan tetanus yang tidak lengkap (inkomplet)

Tetanus lengkap terjadi jika pemberian stimuli mempunyai frekwensi 80 100 kali/detik Dalam miogram berbentuk garis dan dengan amplitudo tinggi, plateau dan bila stimuli dilepas kontraksi berhenti gambaran turun Tetanus, kejang sehingga tidak sempat mengadakann relaksasi

Jika stimuli maksimal dengan frekwensi di bawah frekwensi yang menyebabkan tetani akan memberikan bentuk seperti tangga, yang kontraksinya makin lama makin tinggi Gambaran Klinis Jika konsentrasi ion kalsium dalam plasma di bawah normal, sel saraf menjadi lebih eksitabel karena kenaikan permeabilitas membran sel terhadap ion-ion natrium dan menyebabkan mudahnya terjadi inisiasi potensial aksi Pada konsentrasi ion kalsium plasma tinggal 50% dari normal dapat

menyebabkan saraf secara spontan mengadakan potensial aksi dan impuls akan diteruskan sampai ke otot dan terjadi kontraksi tetani Harga normal konsentrasi ion kalsium dalam plasma adalah 9,4mg/dL dan sering timbul tetani pada konsentrasi ion kalsium plasma sebesar 6 mg/dL, dan dapat meninggal jika konsentrasi ion kalsium tinggal 4 mg/dL CHECK UR MUSCLES 1. Manakah pernyataan di bawah yang benar berkenaan dengan periode refraktori? A. terjadi sewaktu otot istirahat B. terjadi sewaktu otot akan mulai berkontraksi C. sewaktu otot berkontraksi dan tidak mampu menjawab rangsang D. sewaktu otot baru selesai berkontraksi E. sewaktu otot mengadakan relaksasi dalam fase kontraksi 2. Manakah pernyataan di bawah yang benar berkenaan dengan serabut otot / saraf ? A. merupakan jaringan yang mudah menjawab jika dirangsang B. merupakan jaringan yang sukar menjawab jika dirangsang C. jaringan yang dalam keadaan selalu menjawab tanpa ada rangsang D. jaringan yang tidak pernah dapat menjawab jika ada rangsang E. merupakan jaringan yang sudah menjawab tanpa ada rangsang 3. Pernyataan di bawah yang manakah adalah benar berkenaan dengan keuntungan serabut otot mempunyai periode refraksi panjang

A. mudah sekali untuk beristirahat B. pada otot jantung mudah terjadi aritmia C. pada otot jantung mudah mengadakan ekstrasistole D. mudah sekali menjawab rangsang semasa kontraksi E. tidak mudah terjadi kontraksi sumasi 4. Manakah pernyataan di bawah yang benar berkenaan dengan kontraksi sumasi serabut otot? A. B. C. D. E. kontraksi akibat adanya rangsang kontraksi tanpa mendapat perangsangan kontraksi yang lebih tinggi dibanding dengan kontraksi pemberian rangsang pertama kontraksi yang menjawab jika ada rangsang otot yang tidak pernah mengadakan kontraksi