Anda di halaman 1dari 37

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. PUSKESMAS 1.

Pengertian Puskesmas Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat di samping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok. Dengan kata lain puskesmas mempunyai wewenang dan tanggung jawab atas pemeliharaan kesehatan masyarakat dalam wilayah kerjanya. Wilayah kerja puskesmas ditetapkan berdasarkan jumlah penduduk dan mobilitasnya. Dua atau tiga puskesmas dapat didirikan di satu wilayah kecamatan. Pada umumnya satu puskesmas mempunyai penduduk binaan antara 30.000-50.000 jiwa (Munjiya, 2004). Secara nasional standar wilayah keja puskesmas adalah satu kecamatan, tetapi apabila di satu kecamatan terdapat lebih dari satu puskesmas, maka tanggung jawab wilayah kerja dibagi antar puskesmas, dengan memperhatikan konsep wilayah (desa, kelurahan maupun RW). Masing-masing puskesmas tersebut secara operasional bertanggung jawab langsung kepada dinas kesehatan kabupaten atau kota. 2. Struktur Organisasi Puskesmas Struktur organisasi puskesmas tergantung dari kegiatan dan beban tugas masing-masing puskesmas. Kriteria personalia yang mengisi struktur organisasi puskesmas disesuaikan dengan tugas dan tanggung jawab masingmasing unit puskesmas. Khusus untuk kepala puskesmas kriteria tersebut harus seorang sarjana di bidang kesehatan yang kurikulum pendidikannya mencakup kesehatan masyarakat (Keputusan Menteri Republik Indonesia,

2004). Sebagai acuan, dapat digunakan pola struktur organisasi Puskesmas sebagai berikut : 1. Kepala Puskesmas. 2. Unit tata usaha yang bertanggung jawab membantu kepala Puskesmas dalam pengelolaan : a. Data dan informasi. b. Perencanaan dan penilaian. c. Keuangan. d. Umum dan kepegawaian. 3. Unit Pelaksana Teknis Fungsional Puskesmas : a. Upaya kesehatan masyarakat, termasuk pembinaan terhadap UKBM. b. Upaya kesehatan perorangan. 4. Jaringan pelayanan Puskesmas : a. Unit Puskesmas pembantu. b. Unit Puskesmas Keliling. c. Unit bidan di desa/ komunitas. Sedangkan kriteria personalia yang mengisi struktur organisasi Puskesmas disesuaikan dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing unit Puskesmas. Khususnya untuk Kepala Puskesmas kriteria tersebut dipersyaratkan harus seorang sarjana di bidang kesehatan yang kurikulum pendidikannya menvakup Kesehatan Masyarakat. Kepala Puskesmas adlah penanggung jawab pembangunan kesehatan di tingkat Kecamatan. Sesuai dengan tanggung jawab tersebut dan besarnya peran Kepala Puskesmas dalam penyelenggraan pembangunan kesehatan di tingkat Kecamatan, maka jabatan Kepala Puskesmas setingkat dengan eselon III-B. Ketidak tersediaan tenaga kesehatan yang memenuhi syarat untuk menjabat jabatan eselon III-B, maka ditunjuk pejabat sementara yang sesuai

dengan criteria Kepala Puskesmas yakni seorang Sarjana di bidang kesehatan yang kurikulum pendidikannya mencakup bidang kesehatan masyarakat, dengan kewenangan yang setara dengan pejabat tetap. 3. Wilayah Kerja Puskesmas Wilayah kerja puskesmas bisa satu kecamatan atau sebagian dari kecamatan. Faktor kepadatan penduduk, luas daerah, keadaan geografik dan keadaan infrastruktur lainnya merupakan bahan pertimbangan dalam menentukan wilayah kerja puskesmas. Puskesmas merupakan perangkat Pemerintah Daerah Tingkat II, sehingga pembagian wilayan kerja puskesmas ditetapkan oleh Bupati KD H, mendengar saran teknis dari kepala kantor Departemen Kesehatan Kabupaten/ kodya yang telah disetujui oleh Kepala Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Propinsi. Khusus untuk kota besar, wilayah kerja puskesmas bisa satu kelurahan. Sedangkan puskesmas di ibu kota kecamatan merupakan puskesmas rujukan, yang berfungsi sebagai pusat rujukan bagi puskesmas kelurahan yang juga mempunyai fungsi koordinasi. B. PROMOSI KESEHATAN 1. Upaya Kesehatan Masyarakat Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat. Hal ini berarti,bahwa dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan ini,baik kesehatan individu, kelompok, atau masyarakat harus diupayakan.Upaya mewujudkan kesehatan ini dilakukan oleh individu, kelompok, masyarakat baik secara melembaga oleh pemerintah ataupun swadaya masyarakat (LSM). Dilihat dari sifat, upaya mewujudkan kesehatan tersebut dapat dilihat dari dua aspek, yaitu pemeliharaan kesehatan dan peningkatan kesehatan. Pemeliharaan kesehatan mencakup dua aspek, yakni

kuratif (pengobatan penyakit) dan rehabilitatif (pemulihan kesehatan setelah sembuh dari sakit atau cacat). Sedangkan peningkatan kesehatan mencakup dua aspek yakni preventif (pencegahan penyakit)dan promotif (peningkatan kesehatan). Kesehatan perlu ditingkatkan karena kesehatan seseorang itu relatif dan mempunyai bentangan yang luas. Oleh sebab itu, upaya kesehatan promotif mengandung makna kesehatan seseorang, kelompok atau undividu dan harus selalu diupayakan sampai ke tingkat kesehatan yang optimal (Notoatmodjo, 2005 : 4). 2. Promosi Kesehatan dan Pelayanan Kesehatan Sejarah disiplin tersebut perkembangan kesehatan masyarakat dan kedokteran berkembang secara paralel dan saling terkait , namun kedua pendekatan atau tidak dapat dilakukan pembedaan secara dikotomis. Meskipun demikian, agar tidak menimbulkan kesimpang siuran maka perlu ditarik garis pemisah sebagai berikut : a. pendekatan kuratif pada umumnya dilakukan terhadap sasaran atau klien secara individual, yang pada umumnya kurang intensif karena frekuensinya rendah. Jarak antara petugas kesehatan dengan pasien lebih bersifat formal, sehingga cenderung jauh. Sedangkan pendekatan preventif sasaran atau kliennya adalah komunitaas masyarakat, bukan perorangan. Oleh sebab itu, hubungan antara petugas kesehatan dengan kliennya adalah lebih informal, sehingga cenderung fleksibel. b. Pendekatan kuratif bersifat reaktif Pendekatan ini menunggu masalah datang. Oleh sebab itu, upaya upaya kuratif selalu menunggu pasien datang, melakukan kegiatan apabila ada pasien yang datanguntuk memperoleh penyembuhan. Sedangkan pelayanan preventif bersifat menjemput atau proaktif, melakukan pelayanan sebelum masalah datang, mencegah datangnyamasalah atau penyakit. Petugas kesehatan masyarakat tidak menunggu di tempat pelayanan kesehatan, tetapi mendatangi

masyarakat untuk mencari atau mengidentifikasi masalah kesehatan di masyarakat dan melakukan intervensi ataua pemecahan masalah kesehatan masyarakat. c. Pendekatan kedokteran cenderung melihat masalah kesehatan dan menangani klien lebih kepada aspek biologis manusia. Hal ini berarti pendekatan yang digunakan oleh kedokteran bersifat parsial, tidak melihat manusia atau pasien sebagai makhluk yang utuh yang terdiri dariaspek biologis, mental, dan sosial. Sedangkan kesehatan masyarakat memandang penyakit atau masalah kesehatan terjadi bukan hanya karena salah satu aspek saja, melainkan merupakan interelasi dari berbagai faktor. Oleh sebab itu, cara pendekatan masalah kesehatan masyarakat pun harus secara multidisiplin. Pendekatan kesehatan masyarakat harus secara menyeluruh atau holistik. 3. Peran Promosi Kesehatan dalam Kesehatan Masyarakat Kesehatan merupakan hasil interaksi berbagai faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal ini pun terdiri dari faktor fisik dan psikis. Demikian pula faktor eksternal, terdiri dari berbagai faktor yang antara lain sosial, budaya masyarakat, lingkungan fisik, politik, ekonomi, pendidikan dan sebagainya. Secara garis besar faktor faktor yang mempengaruhi kesehatan, baik individu, kelompok, masyarakat dikelompokkan menjadi 4 (Bloom), berturut turut besarnya pengaruh tesebut adalah sebagai berikut : a. Lingkungan, yang mencakup linkungan fisik, sosial, budaya, politik, ekonomi dan sebaginya. b. Perilaku c. Pelayanan kesehatan d. Keturunan Keempat faktor tersebut dalam mempengaruhi kesehatan tidak berdiri sendiri, namun masing masing saling mempengaruhi satu sama lain. Faktor

lingkungan selain langsung mempengaruhi kesehatan juga mempengaruhi perilaku dan perilaku sebaliknya juga mempengaruhi lingkungan dan perilaku juga mempengaruhi pelayanan kesehatan dan seterusnya. Intervensi terhadap faktor lingkungan fisik dalam bentuk perbaikan sanitasi lingkungan, sedangkan intervensi terhadap lingkungan sosial, budaya, politik, ekonomi, dalam bentuk program program peningkatan pendidikan, perbaikan sosial ekonomi masyarakat, penstabilan politik dan keamanandan sebagainya. Intervensi terhadap faktor pelayanan kesehatan adalah dalam bentuk penyediaan dan atau perbaikan fasilitas pelayanan kesehatan, perbaikan sistem dan manajemen pelayanan kesehatan dana sebagainya. Sedangkan intervensi terhadap faktor keturunan anatara lain penasihatan perkawinan, penyuluhan kesehatan khususnya bagi kelompok yang memiliki resiko penyakit penyakit herediter. Pendidikan atau promosi kesehatan merupakan bentuk intervensi terhadap faktor perilaku. Namun demikian, faktor ketiga yang lain juga memerlukan intervensi promosi kesehatan (Notoatmodjo, 2005 : 20).

4. Konsep Promosi Kesehatan Masyarakat a. Pendidikan dan Promosi Kesehatan Secara definisi istilah promosi kesehatan dalam ilmu kesehatan masyarakat mempunyai dua pengertian. Yang pertama, promosi kesehatan adalah sebagai bagian dari tingkat pencegahan penyakit (Level and Clark), yang mengatakan adanya 4 tingkat pencegahan penyakit dalam perspektif kesehatan masyarakat, yaitu : a. Health Promotion (promosi kesehatan) b. Specific Protection (perlindungan khusus melalui imunisasi) c. Early Diagnosis and Prompt Treatment (diagnosis dini dan pengobatan segera)

10

d. Disability Limitation (membatasi atau mengurangi terjadinya kecacatan) e. Rehabilitation (pemulihan) Oleh sebab itu, promosi kesehatan dalam konteks ini adalah peningkatan kesehatan. Sedangkan pengertian yang kedua, promosi kesehatan adalah sebagai upaya memasarkan , menyebarluaskan, mengenalkan atau menjual kesehatan. Dengan kata lain, promosi kesehatan adalah memasarkan atau menjual atau memperkenalkan pesan pesan kesehatan atau upaya upaya kesehatan, sehingga masyarakat menerima perilaku kesehatan atau pesan pesan kesehatan tersebut, yang akhirnya masyarakat mau berperilaku hidup sehat. Dari pengertian promosi kesehatan yang kedua ini, maka sebenarnya sama dengan pendidikan kesehatan, karena pendidikan kesehatan pada prinsipnya bertujuan agar masyarakat berperilaku sesuai dengan nilai nilai kesehatan masyarakat berperilaku sesuai dengan nilai nilai kesehatan. Memang, promosi kesehatan dalam konteks kesehatan masyarakat pada saat ini dimaksudkan sebagai revitalisasi atau pembaruan dari pendidikan kesehatan pada waktu yang lalu. Lawrence Green (1984) merumuskan definisi sebagai berikut : Promosi kesehatan adalah segala bentuk kombinasi pendididkan kesehatan dan intervensi yang terkait dengan ekonomi, politik, dan organisasi yang dirancang untuk memudahkan perubahan perilaku dan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan. Dari batasan ini jelas, bahwa promosi kesehatan adalah pendidikan kesehatan plus, atau promosi kesehatan adalah lebih dari pendidikan kesehatan. Promosi kesehatan bertujuan untuk menciptakan suatu keadaan, yakni perilaku lingkungan yang kondusif bagi kesehatan (Notoatmodjo, 2005 : 22). b. Promosi Kesehatan dan Perilaku Promosi kesehatan sebagai pendekatan terhadap faktor perilaku kesehatan, maka kegiatannya tidak terlepas dari faktor faktor yang

11

menentukan perilaku tersebut. Dengan perkataan lain, kegiatan promosi kesehatan harus disesuaikan dengan diterminan (faktor yang mempengaruhi perilaku itu sendiri). Menurut Lawrence Green, perilaku ini ditentukan oleh 3 faktor utama, yaitu : a. Faktor predisposisi Faktor faktor yang dapat mempermudah atau mempredisposisi terjadinya perilaku pada diri sesesorang atau masyarakat, adalah pengetahuan dan sikap seseorang atau masyarakat tersebut terhadap apa yang akan dilakukan. b. Faktor pemungkin Faktor pemungkin atau pendukung perilaku adalah fasilitas, sarana atau prasarana yang mendukung atau yang memfasilitasi terjadinya perilaku seseorang atau masyarakat c. Faktor penguat Pengetahuan, siakp dan fasilitas yang tersedia kadang kadang belum menjamin terjadimya perilaku seseorang atau masyarakat (Notoatmodjo, 2005 : 28). 5. Langkah-Langkah Dalam Promosi Kesehatan 1. Menentukan Kebutuhan Promosi Kesehatan a. Diagnosis Masalah Green telah mengembangkan suatu model pendekatan yang dapat digunakan untuk membuat perencanaan dan evaluasi kesehatan yang dikenal sebagai kerangka PRECEDE. PRECEDE (Predisposing, Reinforcing and Enabling Causes in Educational Diagnosis and Evaluation). PRECEDE memberikan serial langkah yang menolong perencana unutk mengenal masalah mulai dari kebutuhan pendidikan sampai pengembangan program untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Namun demikian Green menyempurnakan kerangka tersebut menjadi

12

PRECEDE-PROCEDE. Organizational Development). Construct

PROCEDE in

(Policy, and harus

Regulatory, Environmental secara

Educational

PRECEDE-PROCEDE

dilakukan

bersama sama dalam proses perencanaan, implementasi dan evaluasi. PRECEDE digunakan pada fase diagnosis masalah, PROCEDE digunakan untuk menetapkan sasaran dan kriteria kebijakan, serta implementasi dan evaluasi (Hadi, 2003). Langkah langkah PRECEDE-PROCEDE : Fase 1 : Diagnosis masalah Fase 2 : Diagnosis epidemiologi Fase 3 : Diagnosis perilaku dan lingkungan Fase 4 : Diagnosis pendidikan dan organsasional Fase 5 : Diagnosis administratif dan kebijakan Sumber data Data masyarakat yang dibutuhkan oleh seorang perencana promosi kesehatan dapat bersal dari berbagai sumber seperti : 1. 2. Dokumen yang ada Langsung dari masyarakat, dimana kita bisa

mendapatkan data mengenai status kesehatan masyarakat, perilaku kesehatan dan determinan dari perilaku tersebut. 3. 4. Petugas kesehatan di lapangan Tokoh masyarakat

b. Menetapkan Prioritas Masalah Langkah yang harus ditempuh untuk menetapkan prioritas masalah kesehatan adalah : 1. 2. ada Menentukan status kesehatan masyarakat Menentukan pola pelayanan kesehatan masyarakat yang

13

3. 4.

Menentukan hubungan antara status kesehatan dengan Menentukan determinan masalah kesehatan masyarakat

pelayanan kesehatan di masyarakat (meliputi pendidikan, umur, jenis kelamin, ras, letak geografis, kebiasaan/perilaku dan kepercayaan yang dianut.) Dalam 1. 2. 3. menentukan prioritas masalah kita harus

mempertimbangkan beberapa faktor diantaranya : Beratnya masalah dan akibat yang ditimbulkannya Pertimbangan politis Sumber daya yang ada di masyarakat. Cara pemilihan prioritas masalah banyak macamnya. Secara sederhana dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu: 1. Scoring Technique Pada cara ini pemilihan prioritas dilakukan dengan memberikan score (nilai) untuk berbagai parameter tertentu yang telah ditetapkan. Parameter yang dimaksud adalah : a. b. c. d. e. f. g. Besarnya masalah. Berat ringannya akibat yang ditimbulkan. Kenaikan prevalensi masalah. Keinginan masyarakat untuk menyelesaikan masalah tersebut. Keuntungan sosial yang dapat diperoleh jika masalah tersebut terselesaikan. Rasa prihatin masyarakat terhadap masalah. Sumber daya yang tersedia yang dapat dipergunakan untuk mengatasi masalah.

14

Secara terperinci cara-cara tersebut antara lain : 1. Cara Bryant cara ini telah dipergunakan di beberapa negara yaitu di Afrika dan Thailand. Cara ini menggunakan 4 macam kriteria, yaitu : a. b. c. d. Community Concern, yakni sejauh mana masyarakat Prevalensi, yakni berapa banyak penduduk yang Seriousness, yakni sejauh mana dampak yang menganggap masalah tersebut penting. terkena penyakit tersebut. ditimbulkan penyakit tersebut. Manageability, yakni sejauh mana kita memiliki kemampuan untuk mengatasinya. Menurut cara ini masingmasing kriteria tersebut diberi skoring, kemudian masingmasing skor dikalikan. Hasil perkalian ini dibandingkan antara masalah-masalah yang dinilai. Masalah-masalah dengan skor tertinggi, akan mendapat prioritas yang tinggi pula. 2. Cara Ekonometrik Cara ini dipergunakan di Amerika Latin. Kriteria yang dipakai adalah : a. b. c. d. Magnitude (M), yakni kriteria yang menunjukkan Importance (I), yakni ditentukan oleh jenis kelompok Vulnerability (V), yaitu ada tidaknya metode atau cara Cost (C), yaitu biaya yang diperlukan untuk besarnya masalah penduduk yang terkena masalah. penanggulangan yang efektif. penanggulangan masalah tersebut. Hubungan keempat kriteria dalam menentukan prioritas masalah (P) adalah sebagai berikut :

15

P = M.I.V 3. Metode Delbecq & Hanlon Metode Delbecq Proses penentuan kriteria diawali dengan pembentukan kelompok berasal dari : a. b. c. d. Pengetahuan dan pengalaman individual para anggota. Saran dan pendapat nara sumber. Peraturan pemerintah yang relevan. Hasil rumusan analisa keadaan dan masalah kesehatan. yang akan mendiskusikan, merumuskan dan menetapkan kriteria. Sumber informasi yang dipergunakan dapat

Langkah selanjutnya adalah menginventarisir kriteria dan menginventalisir serta mengevaluasi criteria. Metode Hanlon Metode Hanlon (Kuantitatif) Metode ini hampir sama dengan metode Delbeg, dilakukan dengan memberikan skor atas serangkaian criteria A, B, C, dan D (PEARL). Dalam metode Hanlon dibagi dalam 4 kelompok kriteria, masing-masing adalah : a. Kelompok kriteria A = besarnya masalah b. Kelompok kriteria B = tingkat kegawatan masalah c. Kelompok kriteria C = kemudahan penanggulangan masalah d. Kelompok kriteria D = Pearl faktor, dimana : P = Kesesuaian, E = Secara ekonomi murah, A = dapat diterima, R = tersedianya sumber, L = Legalitas terjamin.

16

Metode Hanlon (Kualitatif) Metode Hanlon (Kualitatif) ini lebih efektif dipergunakan dalam masalah yang bersifat kualitatif dan data/ informasi yang tersedia pun bersifat kualitatif, misalkan : peran serta masyarakat, kerja sama lintas program, kerja sama lintas sektoral, dan motivasi staf. Berikut ini contoh penggunaan metode Hanlon (kualitatif) Tabel 1 Matriks Prioritas Masalah Dengan Metode Hanlon (Kualitatif)

Masalah yang dinilai Dibandingkan dengan masalah A B C D E Total Vertikal Total Horizontal Total Prioritas Masalah Prinsip utama dalam metode ini adalah membandingkan pentingnya masalah yang satu dengan yang lainnya dengan cara matching. Langkah-langkah metode ini yaitu : A B C D E Horiz (+)

17

a. b.

Membuat matriks masalah Menuliskan semua masalah yang berhasil dikumpulkan pada sumbu vertical dan horizontal.

c.

Membandingkan (matching) antara masalah yang satu dengan yang lainnya pada sisi kanan diagonal dengan memberi tanda (+) bila masalah lebih penting dan memberi tanda (-) bila masalah kurang penting.

d.

Menjumlahkan tanda (+) secara horizontal dan masukkan ke dalam kotak total (+) horizontal.

e.

Menjumlahkan tanda (-) secara vertical dan masukkan ke dalam kotak total (-) vertical.

f.

Pindahkan hasil penjumlahan pada total (-) horizontal di bawah kotak (-) vertikal .

g.

Jumlahkan hasil penjumlahan pada total (-) horizontal di bawah kotak (-) vertical.

h. Hasil penjumlahan pada kotak total yang mempunyai nilai tertinggi adalah urutan prioritas masalah. c. Menetapkan Pemecahan Masalah Proses penentuan kriteria diawali dengan pembentukan kelompok yang akan mendiskusikan, merumuskan dan menetapkan kriteria. Berikut ini adalah bentuk tabel yang digunakan dalam metode Carl.

18

Tabel 2 Metode Carl No 1 2 3 Metode CARL merupakan metode yang cukup baru di kesehatan. Metode CARL juga didasarkan pada serangkaian criteria yang harus diberi skor 010. Criteria CARL tersebut mempunyai arti : C : A : Capability Ketersediaan sumber daya (dana dan sarana/ peralatan) Accesibility Kemudahan, masalah yang ada mudah diatasi atau tidak. Kemudahan dapat didasarkan pada ketersediaan metode/ cara/ teknologi serta pelaksanaan seperti juklak/ peraturan. R : Readiness Kesiapan dari tenaga pelaksana maupun kesiapan sasaran, seperti keahlian atau kemampuan dan motivasi. L : Leverage Seberapa besar pengaruh criteria yang satu dengan yang lain dalam pemecahan yang dibahas. Setelah masalah atau alternative pemecahan masalah diidentifikasi, kemudian dibuat table kriteria CARL dan diisi skornya. Ada beberapa pendapat tentang nilai skor yang diambil adalah rata-rata. Nilai total merupakan hasil perkalian d. Perencanaan Kegiatan Suatu rencana yang baik haruslah mengandung uraian tentang asumsi perencanaan. Maksudnya adalah untuk mengetahui dengan jelas : CXAXRXL Masalah C A R L Total Prioritas

19

berbagai faktor penopang dan ataupun penghambat yang diperkirakan akan dihadapi apabila rencana tersebut dilaksanakan. Untuk mengetahui secara lengkap berbagai faktor penopang serta penghambat, perlu dilakukan kajian yang seksama tehadap suatu perencanaan yang kemudian hari akan dilaksanakan. Kajian yang seperti ini dikenal dengan nama analisis SWOT. Pengertian analisis SWOT banyak macamnya, secara sederhana dapat diartikan sebagai suatu kajian yang dilakukan terhadap suatu kegiatan organisasi sedemikian rupa sehingga dipeoleh keterangan yang akurat tentang berbagai faktor kekuatan, kelemahan, kesempatan serta hambatan yang dimiliki. (Azrul azwar, 2002). Dari batasan sederhana ini, dalam analisis SWOT ditemukan empat unsur pokok yang perlu dipahami, keempat unsur tersebut adalah: 1. Kekuatan Kekuatan (strength) adalah berbagai kelebihan yang bersifat khas yang dimiliki oleh suatu organisasi, yang apabila dimanfaatkan akan berperan besar tidak hanya dalam memperlancar berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan oleh organisasi, tetapi juga dalam mencapai tujuan yang dimiliki oleh organisasi. 2. Kelemahan Kelemahan ( weaknesses) adalah berbagai kekurangan yang bersifat khas yang dimiliki oleh suatu organisasi, yang apabila berhasil diatasi akan berperan besar, tidak hanya dalam memperlancar kegiatan yang akan dilaksanakan organisasi, tetapi juga mencapai tujuan yang dimiliki.

3. Kesempatan

20

Kesempatan (opportunity) ialah peluang yang bersifat positif yang dhadapi oleh organisasi, yang apabila dapat dimanfaatkan akan besar perananya dalam mencapai tujuan organisasi. 4. Hambatan Hambatan (threat) ialah kendala yang bersifat negatif yang dihadapi oleh suatu organisasi, yang apabila berhasil diatasi akan besar peranannya dalam mencapai tujuan organisasi. e. Evaluasi program kesehatan A. Pengertian Evaluasi : 1. Suatu proses menentukan nilai atau besarnya sukses dalam mencapai tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya (American Public Health Association). 2. Suatu proses yang memungkinkan administrator mengetahui hasil programnya dan berdasarkan itu mengadakan penyesuaian untuk mencapai tujuan secara efektif (Klineberg). B. Terminologi Dalam Evaluasi 1) Evaluasi Formatif Evaluasi pada tahap pengembangan program, jadi sebelum program dimulai, digunakan untuk mengembangkan program, agar program itu dapat lebih sesuai dengan situasi & kondisi sasaran. 2) Evaluasi Proses Evaluasi terhadap proses untuk memberi gambaran yang sedang berlangsung dalam suatu program (tentang apa, seberapa banyak, untuk siapa, kapan dan oleh siapa). 3) Evaluasi Summatif Evaluasi untuk memantau program sesudah program dijalankan, memberikan pernyataan efektifitas suatu program dalam kurun waktu tertentu. 4) Evaluasi Dampak Program

21

Evaluasi untuk menilai keseluruhan efektifitas program dalam menghasilkan perubahan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku sasaran. 5) Evaluasi Hasil Evaluasi untuk menilai perubahan-perubahan perbaikan dalam hal morbiditas, mortalitas atau indikator status kesehatan lainnya untuk sekelompok penduduk tertentu. 6) Efektifitas Pengukuran seberapa besar program mencapai tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya. 7) Efisien Pengukuran cost dari sumberdaya yang terpakai untuk mencapai tujuan program. 8) Analisa Cost Efektif Pemantauan hubungan antara hasil yang dilihat dengan cost program, dinyatakan sebagai cost per unit dan dampak yang dicapai. 9) Intervensi Kombinasi elemen-elemen program yang dirancang untuk mencapai perubahan pengetahuan, sikap dan ketrampilan, perilaku atau status kesehatan pada sasaran secara terencana & sistematis pada tempat dan kurun waktu tertentu. 10) Validitas Internal Seberapa besar pengaruh yang terlihat disebabkan oleh intervensi yang dilakukan. 11) Validitas External Seberapa banyak pengaruh yang terlihat yang disebabkan intervensi yang diadakan.

22

6. Ruang Lingkup Promosi Kesehatan 1. Ruang lingkup promosi kesehatan berdasarkan aspek pelayanan kesehatan, secara garis besar terdapat 2 jenis pelayanan kesehatan, yaitu : a. Pelayanan preventif dan promotif, adalah pelayanan bagi kelompok masyarakat yang sehat, agr kelompok ini tetap sehat dan bahkan dapat meningkat status kesehatannya. Pada dasarnya pelayanan ini dilakukan oleh profesi kesehatan masyarakat. b. Pelayanan kuratif dan rehabilitatif, adalah pelayanan kelompok masyarakat yang sakit, agar kelompok ini sembuh dari penyakitnya dan menjadi pulih kesehatannya. Pada prinsipnya pelayanan jenis ini dilakukan oleh profesi kedokteran. 2. Ruang lingkup promosi kesehatan berdasarkan tatanan (tempat pelaksanaan) : a. Promosi kesehatan dalam tatanan keluarga (rumah tangga). Keluarga adalah unit terkecil masyarakat. Untuk mencapai perilaku sehat masyarakat, maka harus dimulai dari masing-masing tatanan keluarga. Dari teori pendidikan dikatakan bahwa keluarga adalah tempat persemaian manusia sebagai anggota masyarakat. Karena itu bila persemaian itu jelek maka jelas akan berpengaruh terhadap masyarakat.Agar masing-masing keluarga menjadi tempat yang kondusif untuk tumbuhnya perilaku sehat bagi anak-anak sebagai calon anggota masyarakat, maka promosi kesehatan sangat bermanfaat dan berperan penting. Dalam pelaksanaan promosi kesehatan keluarga ini, sasaran utamanya adalah orang tua, terutama ibu. Karena ibulah dalam keluarga itu yang sangat berperan dalam meletakkan dasar perilaku sehat pada anak-anak mereka sejak lahir.

b. Promosi kesehatan dalam tatanan sekolah

23

Sekolah merupakan perpanjangan tangan keluarga, artinya sekolah merupakan tempat lanjutan untuk meletakkan perilaku bagi anak, termasuk perilaku kesehatan. c. Promosi kesehatan pada tempat kerja Tempat kerja adalah tempat dimana orang dewasa memperoleh nafkah untuk kehidupan keluarganya melalui produktivitas atau hasil kerjanya. Promosi kesehatan di tempat kerja ini dapat dilakukan oleh pimpinan perusahaan atau tempat kerja dengan memfasilitasi tempat kerja yang kondusif bagi perilaku sehat karyawan atau pekerjanya. d Promosi kesehatan di tempat-tempat umum (TTU) Tempat umum adalah tempat dimana orang-orang berkumpul pada waktu-waktu tertentu, misalnya : pasar, terminal, stasiun kereta api, mall dan lain sebagainya. Pemasangan poster, penyediaan leaflet, atau selebaran yang berisi cara-cara menjaga kesehatan atau kebersihan adalah juga merupakan bentuk promosi kesehatan. e. Promosi kesehatan di instusi pelayanan kesehatan. Tempat-tempat pelayanan kesehatan, rumah sakit, puskesmas, balai pengobatan, poliklinik, tempat praktik dokter, dan lain sebagainya, adalah tempat yang paling strategis untuk promosi kesehatan, sebab pada saat orang sakit, maka mereka akan lebih peka terhadap informasi-informasi kesehatan terutama yang berkaitan dengan masalah kesehtannya. 7. Metode dan Teknik Promosi Kesehatan Metode dan teknik promosi kesehatan adalah suatu kombinasi caracara atau metode dan alat-alat bantu atau media yang digunakan dalam setiap pelaksanaan promosi kesehatan untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan atau mentransformasikan perilaku kesehatan kepada masyarakat. Berdasarkan sasarannya, metode dan teknik promosi kesehatan dibagi menjadi 3 yaitu : 1. Metode promosi kesehatan individual

24

Metode ini digunakan apabila promotor kesehatan dan sasaran atau kliennya dapat berkomunikasi langsung, baik bertatap muka (face to face) maupun melalui sarana komunikasi lainnya. Dalam menjelaskan masalah nkesehatan bagi kliennya petugas kesehatan dapat menggunakan alat bantu atau peraga yang relevan dengan masalahnya, metode ini lebih dikenal dengan councelling. 2. Metode promosi kesehatan kelompok Teknik ini digunakan untuk sasaran kelompok yang dibedakan menjadi dua, yakni kelompok kecil dan kelompok besar. Disebut kelompok kecil apabila kelompok sasaran terdiri antara 6-15 orang, sedang kelompok besar bila sasaran tersebut diatas 15-50 orang. Oleh sebab itu metode promosi kesehatan kelompok juga dibedakan menjadi 2 yaitu : a. Metode dan teknik promosi kesehatan untuk kelompok kecil misalnya : a) diskusi kelompok, Sama seperti diskusi, diskusi kelompok adalah pembahasan suatu topik dengan cara tukar pikiran antara dua orang atau lebih, dalam kelompok-kelompok kecil, yang direncanakan untuk mencapai tujuan tertentu. Metode ini dapat membangun suasana saling menghargai perbedaan pendapat dan juga meningkatkan partisipasi peserta yang masih belum banyak berbicara dalam diskusi yang lebih luas. Tujuan penggunaan metode ini adalah mengembangkan kesamaan pendapat atau kesepakatan atau mencari suatu rumusan terbaik mengenai suatu persoalan.Setelah diskusi kelompok, proses dilanjutkan dengan diskusi pleno. Pleno adalah istilah yang digunakan untuk diskusi kelas atau diskusi umum yang merupakan lanjutan dari diskusi kelompok yang dimulai dengan pemaparan hasil diskusi kelompok.

25

Keuntungan dan Kekurangan Metode Diskusi Kelompok Sebagai metode partisipatif, penggunaan metode diskusi memiliki banyak keuntungan. Berikut ini adalah kelebihankelebihan yang diperoleh dari metode diskusi: 1 . Aspek yang didiskusikan oleh peserta bisa berkembang bahkan melebihi aspek-aspek yang dikemukakan oleh penyuluh. 2 . Peserta adalah pengamat yang lebih baik daripada penyuluh dalam penyelesaian praktis. Hal ini terjadi karena peserta adalah orang yang merasakan langsung masalahmasalah yang mereka hadapi. 3 . Dalam diskusi kelompok ada hubungan yang kuat antara pengetahuan dengan praktek sehari-hari, yang biasanya tidak terdapat dalam metode lain seperti ceramah atau media massa. 4 . Bahasa yang digunakan dalam diskusi lebih akrab bagi peserta, sehingga memungkinkan peserta tidak malu untuk berbicara. 5 . Peserta dapat memberikan pertanyaan, menyampaikan gagasan 6 atau memperbaiki pernyataan yang pernah diungkapkannya terdahulu. . Diskusi kelompok lebih banyak mendorong kegiatan peserta apabila divariasikan dengan metode lain seperti bermain peran atau permainan kartu. 7 . Peserta diskusi berkesempatan untuk menemukan aspek masalah yang tidak diketahuinya. Hal ini akan memungkinkan peserta untuk mengadopsi pemecahan masalah yang dibicarakan dalam kelompok.

26

. Peserta biasanya lebih tertarik karena dapat memberikan kontribusi pada penentuan masalah yang akan didiskusikannya. .

. Norma kelompok dapat dilihat dan dipertimbangkan oleh penyuluh dan secara perlahan dapat diubah jika memang diperlukan.

Disamping keuntungan yang beragam, diskusi juga memiliki kelemahan, diantaranya: 1 . Alih informasi akan memerlukan waktu yang relatif lebih lama dibandingkan dengan demonstrasi atau metode ceramah, karena jumlah sasaran yang terlibat dalam diskusi terbatas. 2 . Terdapat peserta yang dominan berbicara atau bahkan kurang berbicara sama sekali, sehingga ketangkasan penyuluh sangat diperlukan untuk menghindarkan masalah seperti ini. b) curah pendapat (brain storming) Metode curah pendapat adalah suatu bentuk diskusi dalam rangka menghimpun gagasan, pendapat, informasi, pengetahuan, pengalaman, dari semua peserta. Berbeda dengan diskusi, dimana gagasan dari seseorang dapat ditanggapi (didukung, dilengkapi, dikurangi, atau tidak disepakati) oleh peserta lain, pada penggunaan metode curah pendapat pendapat orang lain tidak untuk ditanggapi. Tujuan curah pendapat adalah untuk membuat kompilasi (kumpulan) pendapat, informasi, pengalaman semua peserta yang sama atau berbeda. Hasilnya kemudian dijadikan peta informasi, peta pengalaman, atau peta gagasan (mindmap) untuk menjadi pembelajaran bersama.

27

c) Bermain peran (role play), Bermain peran pada prinsipnya merupakan metode untuk menghadirkan peran-peran yang ada dalam dunia nyata ke dalam suatu pertunjukan peran di dalam kelas/pertemuan, yang kemudian dijadikan sebagai bahan refleksi agar peserta memberikan penilaian terhadap . Misalnya: menilai keunggulan maupun kelemahan masing-masing peran tersebut, dan kemudian memberikan saran/ alternatif pendapat bagi pengembangan menekankan peran-peran terhadap tersebut. yang Metode ini lebih dalam masalah diangkat

pertunjukan, dan bukan pada kemampuan pemain dalam melakukan permainan peran d) Permainan simulasi (simulation game) Permainan (games), populer dengan berbagai sebutan antara lain pemanasan (ice-breaker) atau penyegaran (energizer). Arti harfiah ice-breaker adalahpemecah es. Jadi, arti pemanasan dalam proses belajar adalah pemecah situasi kebekuan fikiran atau fisik peserta. Permainan juga dimaksudkan untuk membangun suasana belajar yang dinamis, penuh semangat, dan antusiasme. Karakteristik permainan adalah menciptakan suasana belajar yang menyenangkan (fun) serta serius tapi santai (sersan). Permainan digunakan untuk penciptaan suasana belajar dari pasif ke aktif, dari kaku menjadi gerak (akrab), dan dari jenuh menjadi riang (segar). Metode ini diarahkan agar tujuan belajar dapat dicapai secara efisien dan efektif dalam suasana gembira meskipun membahas hal-hal yang sulit atau berat.Sebaiknya permainan digunakan sebagai bagian dari proses belajar, bukan hanya untuk mengisi waktu kosong atau sekedar permainan. Permainan sebaiknya dirancang menjadi suatu aksi atau kejadian yang dialami sendiri oleh peserta,

28

kemudian ditarik dalam proses refleksi untuk menjadi hikmah yang mendalam (prinsip, nilai, atau pelajaran-pelajaran). Wilayah perubahan yang dipengaruhi adalah rana sikap-nilai. b. Metode dan teknik promosi kesehatan untuk kelompok besar, misalnya : metode ceramah yang diikuti atau tanpa diikuti dengan tanya jawab, seminar, loka karya, dan sebagainya. Untuk mempermudah metode ini perlu dibantu pula dengan alat bantu misalnya, overhead projector, slide projektor, film, sound system, dan sebagainya. 3. Metode promosi kesehatan massal Apabila sasaran promosi kesehatan adalah massal atau publik, maka metode-metode dan teknik promosi kesehatan tersebut tidak akan efektif, karena itu harus dilakukan promosi kesehatan secara massal. Merancang metode promosi kesehatan secara massal paling sulit, sebab sasaran publik sangat heterogen, baik dilihat dari kelompok umur, tingkat pendidikan, sosial ekonomi, budaya, dan sebagainya. Metode dan promosi kesehatan untuk massa yang serin digunakan aadalah : a. Ceramah umum (public speaking), misalnya di lapangan terbuka dan tempat-tempat umum (public places) b. Penggunaan medai masa elektronik, seperti radio dan televisi. Penyampaian pesan melalui radio atau TV ini dapat dirancang dalam berbagai bentuk, misalnya sandiwara (drama), talk show, dialog interaktif, simulasi, sport dan sebagainya. c. Penggunaan media cetak, seperti koran, majalah, buku, leaflet, selebaran, poster dan sebagainya. Bentuk sajian dalam media cetak ini juga bermacam-macam, antara lain artikel, tanya jawab, komik dan sebagainya.

29

d. Penggunaan media diluar ruang, misalnya : billboard, spanduk, umbul-umbul, dan sebagainya (Notoatmodjo, 2005 : 42). 8. Media Promosi Kesehatan Penggolongan media promosi kesehatan ini dapat ditinjau dari berbagai aspek, anatara lain : - Berdasarkan bentuk umum penggunaannya: Berdasarkan pengunaan media promosi dalam rangka promosi kesehatan, dibedakan menjadi : a. b. Bahan bacaan : modul, buku rujukan / bacaan, Bahan peragaaan : poster tunggal, poster seri, folder, Leaflet, majalah, buletin dsb. Flipchahrt, transparan, slide, film dst. - Berdasarkan cara produksi : Berdasarkan cara produksinya, media promosi kesehatan di kelompokkan menjadi : a. Media cetak, yaitu suatu media statis dan mengutamakan pesan-pesan visual. Media cetak pada umumnya terdiri dari gambaran sejumlah kata, gambar atau foto dalam tata warna adapun macam-macamnya adalah : Poster, Leaflet, Brosur, Majalah, Surat Kabar. Lembar Balik, Stiker, dan pamflet.Fungsi utama media cetak ini adalah memberi informasi dan menghibur. Berikut ini adalah Kelebihan dan kelemahan media cetak. Kelebihannya : Tahan lama Mencakup banyak orang Biaya tidak tinggi Tidak perlu listrik

30

Dapat di bawa kemana-mana Dapat mengungkit rasa keindahan Mempermudah pemahaman Meningkatkan gairah belajar Kelemahannya : Media ini tidak dapat menstimulur efek suara daan efek gerak, Mudah terllipat b. Media elektronika yaitu suatu media bergerak dan dinamis, dapat dilihan dan di dengar dalam menyampaikan pesannya melalui alat bantu elektronika. Adapun macam-macam media tersebut adalah : TV Radio Film Video film Cassete CD/VCD Kelebihan dan kelemahan media elektronik : Kelebihannya : Sudah dikenal masyarakat Mengikut sertakan semua panca indra Lebih mudah di pahami Lebih menarik karna ada suara dan gambar bergerak Bertatap muka Penyajjian dapat di kendalikan Jangkauan brelatif lebih besar Seabai alat diskusi dan dapat di ulang-ulang

31

Kelemahannya : Biaya relatif tinggi Sedikit rumit Perlu listrik Perlu alat canggih untuk produksinya Perlu persiapan matang Peralatan selalu berkembang dan berubah Perlu keterampilan penyimpanan Perlu terampil dalam keterampilan Akan tetapi media brosur juga memiliki kelemahan yaitu media ini tidak dapat menstimulir efek suara dan efek gerak, mudah terlipat dan cepat rusak. 9. Pre Test dan Post Test Pre-test dilakukan terhadap peserta sasaran pada saat sebelum dilakukan penyuluhan/ penyampaian materi, untuk mengetahui tingikat pengetauan awal. Pre-test dilakukan dengan mengajukan pertanyaanpertanyaan ringan secara lisan kepada sasaran sesaat sebelum penyuluhan. Cara mengajukan pertanyaan dengan lisan ini dilakukan untuk menciptakan suasana santai, karena pertanyaan yang diajukan dengan tertulis biasanya oleh masyarakat peternak dianggap terlalu formal, akan menimbulkan kesulitan karena tidak terbiasa, dan dapat menimbulkan suasana kurang nyaman pada saat penyampaian materi. Post-test dilakukan setelah penyuluhan dan praktek tentang materi diberikan, untuk melihat sejauh mana materi yang diberikan dapat ditangkap dan dipahami oleh sasaran. Cara dan pertanyaan yang digunakan untuk post-test sama dengan cara dan pertanyaan saat pre-test. Hasil yang diperoleh dari pretest ternyata menunjukkan adanya penerimaan yang sangat baik terhadap materi yang diberikan selama penyuluhan dan praktek.

32

C. KESEHATAN LANSIA Masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia berbeda dari orang dewasa, yang menurut Kane dan Ouslander sering disebut dengan istilah 14 I, yaitu immobility (kurang bergerak), instability (berdiri dan berjalan tidak stabil atau mudah jatuh), incontinence (beser buang air kecil dan atau buang air besar), intellectual impairment (gangguan intelektual/dementia), infection (infeksi), impairment of vision and hearing, taste, smell, communication, convalescence, skin integrity (gangguan pancaindera, komunikasi, penyembuhan, dan kulit), impaction (sulit buang air besar), isolation (depresi), inanition (kurang gizi), impecunity (tidak punya uang), iatrogenesis (menderita penyakit akibat obatobatan), insomnia (gangguan tidur), immune deficiency (daya tahan tubuh yang menurun), impotence (impotensi). Masalah kesehatan utama tersebut di atas yang sering terjadi pada lansia perlu dikenal dan dimengerti oleh siapa saja yang banyak berhubungan dengan perawatan lansia agar dapat memberikan perawatan untuk mencapai derajat kesehatan yang seoptimal mungkin. Penyakit-penyakit yang biasanya timbul saat usia lanjut yaiti diantaranya seperti : 1. Kadar Kolesterol Darah Kolesterol adalah suatu zat yang dibentuk oleh hati (liver) dari lemak jenuh yang berasal dari makanan, & ditambah oleh kolesterol yang memang telah ada di makanan hewani seperti daging, kuning telur, atau produk susu. Sebenarnya, kolesterol sangat dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan, karena kolesterol adalah bahan pembentuk hormon steroid yang mengatur berbagai metabolisme tubuh, asam empedu, & komponen dari dinding sel di tubuh. Namun, jika kadar kolesterol di dalam darah terlalu tinggi, akan meningkatkan risiko terkena serangan jantung atau stroke. 2. Radang Sendi

33

Radang Sendi merupakan penyakit yang banyak dialami masyarakat, terutama oleh mereka yang berusia tua. Ada berbagai macam radang sendi, namun, yang paling sering terjadi adalah osteoartritis (OA). OA adalah penyakit kronis yang menyerang tulang rawan sendi & jaringan di sekitarnya dengan gejala nyeri, kaku, & hilangnya fungsi dari sendi. OA sering juga disebut radang sendi degeneratif, yang disebabkan oleh penuaan. OA juga dapat dialami oleh mereka yang berusia lebih muda, terutama diakibatkan oleh cedera, infeksi, atau beban terlalu berat pada sendi akibat kerja atau kegemukan. 3. Stroke Kelumpuhan separuh badan adalah gejala yang sering disebut stroke oleh masyarakat. Padahal, gejala-gejala stroke bukan hanya kelumpuhan separuh badan. Stroke terdiri dari 2 bagian besar, yaitu stroke sumbatan yang diakibatkan tersumbatnya pembuluh nadi yang membawa darah ke otak, & stroke perdarahan, yang diakibatkan oleh pecahnya pembuluh nadi di daerah otak sehingga darah tidak dapat masuk ke dalam otak. Kedua hal ini dapat mengakibatkan kerusakan bagian dari otak menjadi rusak sehingga mengakibatkan hilangnya fungsi atau kontrol bagian tubuh yang diatur oleh bagian otak yang rusak tersebut. 4. Tekanan darah adalah tekanan dari darah yang ada di dalam pembuluh nadi yang dipompakan oleh jantung ke seluruh tubuh. Satuan tekanan darah adalah milimeter air raksa (mmHg). Biasanya, tekanan darah diukur dengan alat pengukur tekanan darah (spigmomanometer) yang dipasang di lengan atas. Secara sederhana, tekanan darah yang normal adalah di bawah 120/80 mmHg, sedangkan yang disebut tekanan darah tinggi adalah paling sedikit 140/90 mmHg. Untuk angka di antara keduanya, dokter menyebutnya sebagai prehipertensi. Tekanan darah yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah, yang berakibat pada banyak penyakit lain, seperti stroke, gagal ginjal, berbagai penyakit jantung, dst. Tekanan darah tinggi tidak memiliki gejala yang khusus, sehingga penyakit-penyakit akibat tekanan

34

darah

tinggi

sering

mendadak

muncul

tanpa

gejala-gejala

awal.

Itu sebabnya, disarankan untuk melakukan pengukuran tekanan darah secara rutin sejak usia 2 tahun, karena anak-anak & remaja pun dapat terkena penyakit tekanan darah tinggi. 5. Prostat Kelenjar prostat adalah organ tubuh yang tergolong sebagai bagian dari sistem reproduksi yang hanya ada pada laki-laki, yang terletak di perut bagian bawah, yaitu di bawah kandung kemih & mengelilingi saluran kemih. Fungsi dari prostat adalah memproduksi air mani yang melarutkan sperma yang dihasilkan oleh testis (yang berada di dalam kantung zakar). Pada laki-laki usia muda, prostat kira-kira berukuran sedikit lebih besar dari kacang mete (sekitar 42cm), & akan membesar seiring usia bertambah. Ada 3 penyakit yang umum menyerang prostat, yaitu: pembesaran prostat jinak (benign prostate hyperplasia/BPH), prostatitis (radang kelenjar prostat), & kanker prostat. 6. Sembelit adalah gangguan pembuangan yang dilami seseorang dapat berupa sulit atau jarang buang air selama 3 hari berturut-turut. Kondisi ini terjadi karena lemahnya gerakan anus yang mendorong feses keluar. Dalam keadaan normal seseorang mengalami buang air besar 1-2 kali sehari. Sembelit diakibatkan sejumlah faktor seperti kerja usus yang melambat dikarenakan kurang asupan cairan, serat, sering tunda buang air besar, usia, depresi, dan sterss. Sehat di usia lanjut berarti bisa menikmati hidup di hari tua. Hidup nyaman dan bahagia, terhindar dari berbagai penyakit degeneratif. Dengan mengetahui bahwa penyakit-penyakit degeneratif sebenarnya telah terakumulasi bertahun-tahun sejak masa kanak-kanak, maka setiap orang seharusnya mampu tetap sehat di usia lanjut. D. MAKANAN

35

Yang dimaksud makanan adalah segala sesuatu yang dipakai atau dipergunakan oleh manusia supaya dapat hidup (Drs. Kus Irianto 2004). Seseorang perlu makanan untuk menjaga agar tubuhnya tetap melakukan segala proses fisiologis. Makanan berfungsi untuk menjamin kelangsungan hidup karena ada yang berfungsi sebagai sumber tenaga, pembangun, dan pelindung atau pengatur segala proses. Zat makanan yang dibutuhkan oleh tubuh manusia meliputi karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan air. Untuk melangsungkan kehidupannya, manusia memerlukan bahan-bahan asupan yang dapat dimanfaatkan. Untuk itu manusia memerlukan makanan. Dengan makanan yang ia makan, maka manusia dapat memperoleh energi atau tenaga. Bahan makanan yang dibakar dalam setiap sel hidup, membangun tubuh kita. Pembakaran dalam tubuh kita disebut oksidasi biologi. Tetapi apabila orang salah mengkonsumsi makanan maka akan menimbulkan dampak yang tidak baik, makanan yang dimakan sehari-hari hendaknya merupakan makanan yang seimbang, terdiri atas bahan makanan yang tersusun secara seimbang baikkualitas maupun kuantitas untuk memenuhi syarat hidup sehat. Bahan makanan yang sehat haruslah terkandung zat-zat makanan sebagai berikut : 1. Karbohidrat Bahan makanan pokok, biasanya merupakan sumber utama karbohidrat karena selain tinggi kadar amilumnya, juga dapat dimakan dalam jumlah besar oleh seseorang tanpa menimbulkan keluhan. Bahan makan pokok di Indonesia dapat berupa beras (serealia), akar dan umbi, serta ekstrak tepung seperti sagu. Secara umum, karbohidrat berfungsi sebagai salah satu sumber energi yang utama bagi tubuh. Simpanan energi did ala otot dan hati terdapat sebagai glikogen, salah satu bentuk karbohidrat yang mudah dimobilisasikan bila badan memerlukan banyak energi. 2. Lemak Lemak adalah sekelompok ikatan organic yang terdiri atas unsur-unsur Carbon (C), Hidrogen (H) dan oksigen (O), yang mempunyai sifat dapat larut dalam zat-zat pelarut tertentu (zat larut lemak), seperti petroleum benzene,

36

ether. Lemak yang mempunyai titik lebur tinggi bersifat padat pada suhu kamar, sedangkan yang mempunyai titik lebur rendah, bersifat cair. Lemak yang padat pada suhu kamar disebut lemak atau gaji, sedangkan yang cair pada suhu kamar disebut minyak. Menurut sumbernya, lemak dapat dibedakan menjadi lemak nabati dan hewani. Lemak nabati berasal dari tumbuhan sedangkan lemak hewani berasal dari binatang, termasuk ikan, telur dan susu. Lemak nabati mengandung lebih banyak asam lemak tak jenuh, sedangkan lemak hewani mengandung terutama asam lemak jenuh. Fungsi lemak secara umum didalam makanan yaitu untuk memberikan rasa gurih, memberikan kandungan kalori tinggi. Sedangkan fungsi lemak secara umum terhadap tubuh kita yaitu sebagai cadangan energi dalam bentuk jaringan lemak yang di timbun di tempat-tempat tertentu. Jaringan lemak juga berfungsi sebagai bantalan organ-organ tubuh tertentu. 3. Protein Berdasarkan sumbernya, protein dapat diklasifikasikan menjadi protein hewani dan protein nabati. Contoh bahan makanan yang mengandung protein hewani yaitu protein daging, dan protein susu. Sedangkan contoh bahan makanan yang mengandung protein nabati yaitu protein dari jagung (zein), dari terigu, dan sebagainya. Secara umum fungsi protein di dalam tubuh sangat erat hubungannya dengan hayat hidup sel. Dapat dikatakan bahwa setiap gerak hidup sel selalu bersangkutan dengan fungsi protein. 4. Vitamin Vitamin terbagi menjadi dua yaitu vitamin larut lemak dan vitamin larut air. Contoh vitamin larut lemak yaitu Vitamin A, Vitamin D, Vitamin E, Vitamin K. Vitamin A biasanya bersumber dari hati, ginjal, minyak ikan. Fungsi Vitamin A di dalam tubuh secara umum yaitu meliputi fungsi dalam proses melihat, fungsi dalam metabolisme umum, fungsi dalam proses reproduksi. Berbagai jenis vitamin D terdapar dari hasil penyinaran beberapa jenis

37

Kholesterol dengan sinar ultraviolet. Vitamin D merupakan satu-satunya Vitamin yang diketahui berfungsi sebagai prohormon. Vitamin D mengalami dua kali hydroksilasi untuk mendapatkan aktivitasnya sebagai hormone. Funsi utama Vitami E yang pertama yaitu berhubungan dengan sifatnya sebagai anti oksidan alamiah, yang kedua yaitu berhubungan dengan metabolisme selenium. Fungsi Vitamin K secara umum yaitu saat proses sintesa prothrombine yang diperlukan dalam pembekuan darah. Sedangkan yang termasuk vitamin larut air adalah Vitamin C. Sumber utama Vitamin C di dalam bahan makanan terutama buah-buahan segar dan didalam sayuran segar. Fungsi Vitamin C secara umum yaitu berperan serta di dalam proses metabolisme yang berlangsung di jaringan tubuh. Selain Vitamin C, terdapat Vitamin B-Kompleks lainnya yaiti seperti Thiamin, Riboflavin, Niacin, Pyridoksin, Biotin, Asam Panthotenat, Asam Folat, dan Cynacobalamin. 5. Mineral Sekitar 4% dari tubuh kita terdiri atas mineral, yang dalam analisa bahan makanan tertinggal sebagai kadar abu, yaitu sisa yang tertinggal bila suatu sample makanan dibakar sempurna didalam suatu tungku (muffle furnace). Kadar abu ini menggambarkan banyak mineral yang tidak terbakar menjadi Zat yang dapat menguap. Sumber-sumber mineral dapat berupa Zat kapur, phosphor, natrium,Zat belerang, Zat flour, yodium, chlor, Zat besi, Zat tembaga, Zat seng, selenium, dan lain-lain. Makro elemen pada umumnya berfungsi sebagai bahan dari zat yang aktif dalam metabolisme atau sebagai bagian penting dari struktur sel dan jaringan. Sedangkan muikro elemen secara umum berfungsi berhubungan dengan enzim bahkan yodium merupakan bagian dari struktur suatu hormon. Zat-zat makanan diatas harus mengalami berbagai perubahan di dalam saluran cerna hingga diperoleh bentuk-bentuk sederhana yang dapat diabsorbsi ke dalam darah untuk selanjutnya diangkut oleh darah atau limfe ke sel-sel tubuh.

38

Perubahan menjadi bentuk-bentuk sederhana ini dilakukan melalui proses pencernaan di dalam saluran cerna. Berikut ini adalah anatomi saluran cerna :

1. Mulut Proses pencernaan dimulai di mulut. Waktu kita mengunyah, gigi geligi memecah makanan menjadi bagian-bagian kecil, sementara makanan bercampur dengan cairan ludah untuk memudahkan proses menelan. Ketika ditelan, makanan melewati epiglotis, suatu katup yang mencegah makanan masuk trakea ke paru-paru. Makanan yang ditelan dinamakan bolus. 2. Esofagus ke lambung Bolus kemudian melalui pipa esofagus masuk kelambung. Dinding lambung mengeluarkan sekresi untuk keperluan pencernaan makanan. Pada pintu lambung ada sfingter kardiak yang menutup setelah bolus masuk, sehingga makanan tidak kembali masuk ke esofagus.bolus dalam lambung bercampur dengan cairan lambung dan digiling halus menjadi cairan yang dinamakan kimus (chyme). Lambung kemudian sedikit demi sedikit menyalurkan kimus melalui sfingter pilorus kedalam usus halus. 3. Usus halus Pada bagian atas usus halus, kimus melewati lubang saluran empedu, yang meneteskan cairan ke dalam usus halus berasal dari dua alat, yaitu kantong empedu dan pankreas. Kimus kemudian melalui tiga bagian dari usus halus : duodenum (usus dua belas jari), jejunum(bagian usus halus sesudah duodenum sampai ke ileum) dan ileum(ujung usus halus), yang panjangnya kurang lebih enam meter. Sebagian besar pencernaan diselesaikan di dodenum, jejunum dan ileum terutama berfungsi mengabsorpsi zat-zat gizi. 4. Usus Besar Kimus melalui sfingter lain, yaitu katup ileosekal yang berada pada awal usus besar di bagian kanan perut. Kimus kemudian melewati lubang lain yang menuju ke apendiks (usus buntu) dan berjalan melalui usus besar naik

39

(ascending colon), ke usus besar melintang (transverse colon) dan ke usus besar turun (descending colon) ke dalam rektum.

5. Rektum Sewaktu kimus melalui usus besar dan menuju ke rektum, air dikeluarkan dari kimus sehingga terdapat sisa yang semi padat. Otot-otot rektum menahan sisa makanan ini hingga tiba waktunya untuk dikeluarkan dari tubuh. Pada saat itu otot rektum mengendor dan sisa makanan keluar melalui sfingter terakhir yaitu anus yang membuka.\ E. MAKANAN SEHAT BAGI LANSIA Nutrisi merupakan hal penting dalam mempertahankan kesehatan untuk semua orang. Hal itu tidak berubah seiring dengan bertambahnya usia. Justru saat bertambah usia, beberapa zat gizi dibutuhkan lebih banyak dibandingkan sebelumnya. Misalnya, kalsium dan vitamin D untuk tulang. Hal utama yang patut diperhatikan oleh para lansia adalah asupan cairan. Yang terkadang menjadi kendala adalah, para lansia cenderung tidak suka minum. Padahal, mereka membutuhkan cairan seperti orang normal lainnya yaitu sekitar 1,5 liter atau delapan gelas air per hari. Ada beberapa hal dalam menerapkan pola makan yang perlu diketahui saat memasuki masa lanjut usia (lansia) berdasarkan panduan dari Cleveland Clinic : 1. Orang yang lanjut usia seharusnya mengonsumsi 1-1,2 gram protein per hari per kilogram (kg) berat badan. Contohnya, jika seorang lansia memiliki berat badan 70 kg maka seharusnya memperoleh 70-100 gram protein per hari. Khusus yang memiliki gangguan pada ginjal, sebaiknya konsultasi dengan dokter mengenai asupan protein yang aman. 2. Para lansia membutuhkan 1.000 miligram (mg) kalsium per hari dan 1.000 unit vitamin D per hari.

40

3. 4.

Lansia sebaiknya memerhatikan asupan buah dan sayuran Lansia seharusnya mengonsumsi multivitamin jika pola

sebagai penyeimbang makanan sehari-hari. makan mereka tidak seimbang, sehabis sakit atau berat badan berkurang. Vitamin tidak termasuk protein. 5. Ingat untuk mengonsumsi cairan yang cukup setiap hari.

41