LAMPIRAN

:

Peraturan Daerah Kabupaten Jepara Nomor : 18 Tahun 2007 Tanggal : 15 Nopember 2007

BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang, menjadi angin segar bagi Pemerintah Daerah di Indonesia. Terkait regulasi tersebut Pemerintah Daerah menerima banyak limpahan kewenangan yang lebih luas untuk menyelenggarakan pemerintahan dan kebijakan pembangunan secara otonom. Perubahan tersebut akan menjadi peluang manakala Pemerintah Daerah mampu mengoptimalkan kondisi dan potensi yang ada di wilayahnya. Berdasarkan pada hal tersebut Pemerintah Daerah perlu diperkuat dengan manajemen pemerintahan yang baik, salah satunya untuk menyusun perencanaan pembangunan daerah yang komprehensif dan aplikatif. Hal tersebut untuk mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Perencanaan pembangunan di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN), dimana didalamnya juga mengatur perencanaan pembangunan daerah. Berdasarkan pada amanat Undang-Undang SPPN tersebut, setelah Kepala Daerah (Bupati) ditetapkan maka Kabupaten atau Kota juga diwajibkan menyusun perencanaan pembangunan daerah yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah yang selanjutnya disebut

RPJMD. Berdasarkan pada hal tersebut di atas maka Pemerintah Kabupaten Jepara menyusun rencana strategis daerah dalam bentuk RPJMD, yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu lima tahun dari tahun 2007-2012. Dimana penyusunan RPJMD tersebut dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada atau mungkin timbul. RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program prioritas Bupati, serta berorientasi pada pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan yang diuraikan dalam program dan kegiatan tahunan. Dalam penyusunannya, RPJMD tersebut berpedoman pada RPJPD Kabupaten Jepara Tahun 2005-2025 yang sedang berjalan dan memperhatikan hasil evaluasi pelaksanaan pembangunan 5 (lima) tahun periode sebelumnya, serta masukan dari penjaringan aspirasi masyarakat. Penyusunan Dokumen RPJMD Kabupaten Jepara ini merupakan kelanjutan dari proses identifikasi potensi dan permasalahan yang terdapat di daerah, serta melalui suatu proses koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi antara pemangku kepentingan pembangunan daerah dan instansi terkait. Secara substansial RPJMD Kabupaten Jepara merupakan suatu upaya untuk mengoptimalisasi sumber daya daerah yang terbatas untuk pemenuhan kebutuhan yang tidak terbatas, dengan mengembangkan potensi yang ada serta membuat kesinambungan pembangunan. Dengan harapan proses pelaksanaan pembangunan berjalan efektif dan efisien, untuk memperoleh hasil pembangunan daerah yang optimal dalam rangka mensejahterakan masyarakat. RPJMD Kabupaten Jepara 2007-2012 sebagai petunjuk dan penentu arah kebijakan pembangunan serta pencapaian tujuan untuk kurun waktu lima tahun kedepan, sehingga RPJMD tersebut digunakan sebagai dasar penilaian kinerja Bupati selama masa jabatannya. Dimana progress report pelaksanaan pembangunan disampaikan dalam bentuk Laporan Keterangan

1

2

www.djpp.depkumham.go.id

Pertanggungjawaban, yang berupa informasi penyelenggaraan pemerintahan daerah selama 1 (satu) tahun anggaran dan laporan akhir masa jabatan yang disampaikan oleh Kepala Daerah kepada DPRD.

1.3 LANDASAN PENYUSUNAN Landasan Penyusunan RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 20072012 adalah sebagai berikut: 1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten dalam lingkungan Propinsi Jawa Tengah. 2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 4. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. 5. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan, Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara. 6. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. 7. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang. 8. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. 9. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 – 2025. 10. Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 1992 tentang Pembentukan Kecamatan di Wilayah Kabupaten-Kabupaten Daerah Tingkat II Purbalingga, Cilacap, Wonogiri, Jepara, dan Kendal serta Penataan Kecamatan di Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Semarang dalam wilayah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Tengah.

1.2 MAKSUD DAN TUJUAN RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 ini dimaksudkan sebagai pedoman atau panduan dalam penyelenggaraan pembangunan yang dilakukan oleh unsur Pemerintah beserta pemangku kepentingan pembangunan daerah dalam kurun waktu lima tahun kedepan. Sedangkan RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 bertujuan untuk: 1. Memberikan pemahaman kepada pemangku kepentingan pembangunan dan unsur Pemerintah tentang mekanisme, proses dan substansi perencanaan pembangunan selama lima tahun dengan baik. 2. Sebagai acuan dalam perencanaan pembangunan tahunan periode 2007-2012, sehingga setiap tahapan perencanaan pembangunan sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan. 3. 4. 5. Memberikan arahan kebutuhan program dan kegiatan prioritas yang jelas, dengan harapan pelaksanaan pembangunan daerah dapat berjalan secara optimal. Sebagai tolok ukur dalam penilaian kinerja Pemerintah Kabupaten Jepara selama lima tahun. Sebagai dasar komitmen bersama antara eksekutif, legislatif dan pemangku kepentingan pembangunan terhadap programprogram pembangunan daerah yang akan dilaksanakan kurun waktu lima tahun dalam rangka pencapaian visi misi daerah.

3

4

www.djpp.depkumham.go.id

11. 12. 13. 14. 15.

16. 17. 18. 19. 20.

21. 22.

Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 Tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Masyarakat. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009. Peraturan Daerah Propinsi Jawa Tengah Nomor 11 Tahun 2003 tentang Rencana Strategis Propinsi Jawa Tengah Tahun 20032008. Peraturan Daerah Kabupaten Jepara Nomor 10 Tahun 2006 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Jepara. Peraturan Daerah Kabupaten Jepara Nomor 2 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Jepara Tahun 2005-2025. Peraturan Daerah Propinsi Jawa Tengah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Pelaksanaan Perencanaan Pembangunan Propinsi Jawa Tengah. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 16 Tahun 2006 Tentang Prosedur Penyusunan Produk Hukum Daerah.

23.

Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor : 050/2020/SJ Tanggal 11 Agustus 2005 tentang Petunjuk Penyusunan Dokumen RPJP Daerah dan RPJM Daerah.

1.4 HUBUNGAN ANTARA RPJMD KABUPATEN JEPARA TAHUN 2007-2012 DENGAN DOKUMEN PERENCANAAN LAINNYA
Hirarki perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Jepara dimulai dari RPJPD untuk kurun waktu 20 tahun, yang terjabarkan dalam RPJMD untuk kurun waktu 5 tahun dan kemudian diwujudkan dalam perencanaan jangka pendek untuk kurun waktu 1 (satu) tahun. Gambar berikut adalah hubungan RPJMD Kabupaten Jepara sampai tersusunnya Renja SKPD.

Gambar 1.1. Bagan Hubungan RPJMD dengan dokumen perencanaan lainnya
RPJPD Kab. Jepara Th. 2005-2025

RPJM Nasional Th. 2004-2009

RPJMD (Renstrada) Prov. Jateng Th. 2003-2008

RPJMD Kab. Jepara Th. 2007-2012

Renstra SKPD Th. 2007-2012

RKPD Kab. Jepara

Renja SKPD

5

6

www.djpp.depkumham.go.id

2. Misi Kedua 7.3.1.3.5 SISTEMATIKA PENYUSUNAN RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 disusun dengan sistematika sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN 1. Misi BAB IV STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH 4.7. Program Transisi 8. serta Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dengan tetap memperhatikan RKP dan RKPD Provinsi Jawa Tengah.1. Sosial Budaya Daerah 2.1. Arah Pengelolaan Pendapatan Daerah 5.2. Faktor-Faktor Kunci dan Asumsi Keberhasilan BAB V ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH 5.4. Isu-Isu Pembangunan VISI DAN MISI 3. Demografi 2.6.depkumham.6.2. BAB III 1. Kaidah Pelaksanaan BAB II 7 8 www. Misi Keenam BAB VIII PENUTUP 8. Perekonomian Daerah 2.2.2.4. Misi Kelima 7. Pemerintahan Umum 2.go. Visi 3. Maksud Dan Tujuan 1.5.2. Sistematika Penyusunan KONDISI UMUM DAERAH 2.1. Kemudian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jepara digunakan sebagai pedoman untuk penyusunan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD). Latar Belakang 1. Misi Keempat 7.djpp.1. Kondisi Geografis Dan Tata Ruang Wilayah 2.1. Strategi Pembangunan Kabupaten Jepara 4. Misi Ketiga 7.1.5.4. Landasan Penyusunan 1.3. Arah pengelolaan Belanja Daerah 5.2. Kebijakan Umum Anggaran BAB VI KEBIJAKAN UMUM DAERAH BAB VII PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH 7.5. Misi Pertama 7.3. Hubungan Antara RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 Dengan Dokumen Perencanaan Lainnya 1.id .Dari bagan di atas dapat dijelaskan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Jepara Tahun 2005-2025 adalah dokumen perencanaan daerah yang digunakan sebagai dasar untuk penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jepara Tahun 20072012 dengan tetap memperhatikan RPJM Nasional dan RPJMD Provinsi Jawa Tengah (Renstrada Provinsi Jawa Tengah Tahun 20032008). Prasarana Dan Sarana Daerah 2.

Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di Barat dan Utara.30%).1 KONDISI GEOGRAFIS DAN TATA RUANG WILAYAH 2. Musim penghujan antara bulan Nopember-April dipengaruhi oleh musim Barat sedang musim kemarau antara bulan Mei-Oktober yang dipengaruhi oleh angin musim Timur. yang berada di Laut Jawa. dimana untuk menuju ke wilayah tersebut sekarang dilayani oleh kapal ferry dari Pelabuhan Jepara dan kapal cepat dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Kabupaten Pati dan Kabupaten Kudus di Timur. dengan jumlah hari hujan 89 hari.40" Bujur Timur.67" sampai 6° 47' 25. dengan jarak tempuh ke Ibukota Provinsi sekitar 71 km dan dapat ditempuh dengan kendaraan lebih kurang 2 jam. Selain itu di Kepulauan Karimunjawa juga terdapat lapangan terbang perintis yang dapat didarati pesawat terbang berjenis kecil dari Semarang.6 km². 9 10 www. Berdasar letak geografis wilayah. serta Kabupaten Demak di Selatan. sebesar 264. sebesar 740. dengan kelembaban udara rata-rata sekitar 84%. Sedangkan sebagian besar wilayah perairan tersebut dilindungi dalam Cagar Alam Laut Karimunjawa.1. Gambar 2.179 km2) sedangkan wilayah terluas adalah Kecamatan Keling (231. Pada lautan tersebut terdapat daratan kepulauan sejumlah 29 pulau.004.70%) sisanya merupakan tanah sawah.BAB II KONDISI UMUM DAERAH 2.132 km2 dengan panjang garis pantai 72 km.758 km2). maka Kabupaten Jepara beriklim tropis dengan pergantian musim penghujan dan kemarau. Suhu udara Kabupaten Jepara terendah pada 21. Laut Jawa Pati Kudus Demak Semarang Dari wilayah Kabupaten Jepara juga mencakup luas lautan sebesar 1.1 Kondisi Geografis Luas wilayah daratan Kabupaten Jepara 1.1 Letak Kabupaten Jepara dalam Konstalasi Jawa Tengah JEPARA Secara geografis Kabupaten Jepara terletak pada posisi 110° 9' 48.052 km2 (73.id .71 °C. dengan 5 pulau berpenghuni dan 24 pulau tidak berpenghuni. 5° 43' 20. yakni gugusan pulau-pulau yang ada di Laut Jawa dengan dua pulau terbesarnya adalah Pulau Karimunjawa dan Pulau Kemujan. Wilayah tersempit adalah Kecamatan Kalinyamatan (24. Kabupaten Jepara merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang beribukota di Jepara.080 km2 (26. Wilayah Kabupaten Jepara juga meliputi Kepulauan Karimunjawa. Wilayah kepulauan tersebut merupakan Kecamatan Karimunjawa yang berada di gugusan Kepulauan Karimunjawa.go. 02" sampai 110° 58' 37.depkumham.djpp.464 mm. sehingga merupakan daerah paling ujung sebelah utara dari Provinsi Jawa Tengah. Sebagian besar luas wilayah merupakan tanah kering.55 °C dan tertinggi sekitar 33.83" Lintang Selatan. Sedangkan jumlah curah hujan ± 2.845.

Keling 0 . Kecamatan Luas (km2) Desa/Kel RW RT 1. Batealit 88. Mayong 13 – 438 10. Jepara 24. Jepara 0 – 50 2.540 Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2005 Secara topografi Kabupaten Jepara dapat dibagi dalam empat wilayah yaitu wilayah pantai di bagian pesisir Barat dan Utara.004.132 18 20 11 18 16 15 12 15 15 194 63 116 77 75 89 78 58 74 44 990 250 551 324 383 509 365 333 315 216 4.063 231.352 12 120 433 3. wilayah dataran rendah di bagian tengah dan Selatan.758 108. Kedung 0–2 7.id . 13.132 km² tersebut terdiri atas 14 kecamatan yang dibagi lagi atas sejumlah 183 desa dan 11 kelurahan.1.2 Peta Kabupaten Jepara 6.Gambar 2.go. Bangsri 85. Kembang 0 . 11. 8.965 35. Batealit 68 – 378 4. Kedung Keling Kembang Mayong Mlonggo Nalumsari Pecangaan Tahunan Welahan Jumlah 43.depkumham.124 65. Karimunjawa 71.955 56. Kalinyamatan 24.000 9.642 1.179 12 50 236 5. Kalinyamatan 2 – 29 5. Bangsri 0 – 594 3. Tabel 2.2 Ketinggian Permukaan Tanah Kecamatan Ketinggian No Kecamatan (mdpl) 1.1 Jumlah Kecamatan.301 8.1.200 3 14 52 11 12 www.879 11 51 282 4. Mlonggo 0 – 300 Secara administratif wilayah seluas 1.399 38. 7.906 27. 10. 9. Desa/Kelurahan. wilayah pegunungan di bagian Timur yang merupakan lereng Barat dari Gunung Muria dan wilayah perairan atau kepulauan di bagian utara merupakan serangkaian Kepulauan Karimunjawa. 14. Karimunjawa 0 – 100 6.043 102. 12.004. Tabel 2.667 16 81 291 2. seperti terlihat dalam tabel berikut. RW dan RT No.djpp. Luas.

hal ini mengacu pada petunjuk perencanaan pembangunan dari Pemerintah Pusat.327. Variasi ketinggian tersebut menyebabkan Kabupaten Jepara terbagai dalam empat kemiringan lahan. Berdasar data tersebut di atas.659. 13. 3. Nalumsari Pecangaan Tahunan Welahan 13 – 736 2 – 17 0 – 46 2–7 Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2005 Dengan kondisi topografi demikian.776 Ha dan sangat curam 10. bagian daratan utama Kabupaten Jepara terdiri dari dataran rendah dan dataran tinggi yang merupakan kawasan pada lereng Gunung Muria.700.126. Pada daratan Kabupaten Jepara terdapat beberapa jenis tanah.060 Ha. SWP II : Bangsri Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan Bangsri. Jarakan. Tahunan. curam 10. SWP I : Jepara Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan Jepara. Alluvial terdapat di sepanjang pantai utara seluas 9. yaitu datar 41. bergelombang 37. Banjaran.2 mdpl yang merupakan dataran pantai.972 Ha. Bakalan. Keling. dan barat laut) yaitu daerah hilir (laut Jawa). perikanan dan pariwisata. 13 14 www. SWP III : Pecangaan Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan Pecangaan. Daratan utama Kabupaten Jepara berdasarkan sistem hidrologi merupakan kawasan yang berada pada lereng Gunung Muria bagian barat yang mengalir sungai-sungai besar yang memiliki beberapa anak sungai. terdapat diperbukitan bagian utara dan puncak Gunung Muria seluas 3. Wiso. Asosiasi Mediterian terdapat di pantai barat seluas 19.689.djpp. Dimana karakteristik kontur wilayah.917 Ha. Pecangaan. Jinggotan. menyebabkan sungai mengalir dari daerah hulu di bagian timur dan selatan ke daerah hilir bagian utara dan barat. 2. daerah terendah adalah Kecamatan Kedung antara 0 .857 Ha. Kedung dan Batealit. Sungai-sungai besar tersebut antara lain Sungai Gelis.id . barat. Gung.go. Potensi pengembangan meliputi sektor industri kerajinan dan pertanian tanaman pangan. aliran sungai relatif dari daerah hulu dibagian timur (Gunung Muria) ke arah barat (barat daya. 4. Mayong dan Tunggul. yang dapat diklasifikasikan menjadi 4 jenis tanah berikut Andosol coklat.525.400.433 Ha.1.212 Ha. 14. Berdasarkan karakteristik topografi wilayah. Kalinyamatan dan Welahan. pengembangan wilayah Kabupaten Jepara terbagi dalam 6 Sub Wilayah Pembangunan (SWP) berikut ini: 1. Kondisi ini menyebabkan sistem hidrologinya mengalir beberapa sungai besar yang memiliki beberapa anak sungai.301 m dpl (dari permukaan laut). sedangkan daerah yang tertinggi adalah Kecamatan Keling antara 0-1. Kembang dan Mlonggo.depkumham.301 mdpl merupakan perbukitan. Regosol terdapat dibagian utara seluas 2. Potensi pengembangan meliputi sektor industri kerajinan.11. Dalam dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Bagian Wilayah Kabupaten Jepara. Mlonggo. 12. SWP IV : Karimunjawa Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan 2.458 Ha dan Latosol yang merupakan jenis tanah paling dominan di Kabupaten Jepara terdapat di perbukitan Gunung Muria seluas 65.2 Tata Ruang Wilayah Tata ruang wilayah merupakan salah satu hal yang penting diperhatikan dalam perencanaan pembangunan Kabupaten Jepara.469 Ha.620. Kabupaten Jepara memiliki variasi ketinggian antara 0 m sampai dengan 1. Potensi pengembangan meliputi sektor pertanian tanaman pangan dan peternakan serta sektor energi (PLTU).

Tambak Hutan Perkebunan Penggunaan lainnya Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2005 1.014 • Tadah Hujan 5.408. Lahan Luas (Ha) 1. tegalan.id . Kemudian disusul berturutturut berikutnya adalah luas sawah yang mencapai 26.380.005. 3. perekonomian. tambak dan perkebunan. Tengah dan Selatan wilayah Kabupaten Jepara. perdagangan. Tegalan / Kebun 18.3 Pola Tata Guna Lahan Kabupaten Jepara No.087 • Pengairan Non PU 2.203 19. industri dan lain sebagainya.004 • Pengairan Tehnis 5.718 2. 2.185 • Tanah Bangunan dan 28. hutan sekitar 19. peternakan. Penggunaan lahan Urban atau Pusat Keramaian yang meliputi penggunaan tanah perumahan. kebun campur.382 Halaman • Tegalan 18. Sebagai gambaran proporsi pola tata guna lahan Kabupaten Jepara seperti terlihat pada tabel berikut: Tabel 2. SWP V : Keling Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan Keling.269. Sedangkan yang lain seperti tambak.depkumham.djpp.26% dari luas Jepara. jasa. yang menyebar pada beberapa bagian wilayah Kabupaten Jepara. Bangunan / Pekarangan 28.40%.096 3. Potensi pengembangan meliputi sektor perikanan. pola tata guna lahan tersebut di atas dapat dirinci dalam penggunaan tanah (untuk tanah sawah dan tanah kering) sebagai berikut: Tabel 2.096. SWP VI : Mayong Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan Mayong dan Nalumsari.4 Penggunaan Tanah Sawah dan Tanah Kering No. peternakan dan perikanan. Potensi pengembangan meliputi sektor kerajinan. Potensi pengembangan meliputi sektor perkebunan. perdagangan dan pertanian tanaman pangan.Karimunjawa.411 Dari data diatas diketahui bahwa luas bangunan dan pekarangan sudah mendominasi tata guna lahan di Kabupaten Jepara atau mencapai 28. 6. perkebunan dan penggunaan lainnya luasnya relatif kecil atau dibawah lima persen.000 15 16 www.364 • Padang Rumput 15.000 • Rawa tidak ditanami 21. Tanah Sawah 26. Penggunaan lahan Enviromental Conservation atau konservasi lingkungan yang meliputi penggunaan lahan pada daerah perairan Kepulauan Karimunjawa. Sebagai gambaran saat ini penggunaan lahan di Kabupaten Jepara dibedakan menjadi 3 (tiga) yaitu: 1. 5. yang tersebar di bagian Utara.312 3.935 • Pengairan Setengah Teknis 3.311.795 6. pengelolaan sumber daya alam. pelestarian lingkungan hidup serta perhubungan laut. pariwisata. 5.269 2.954 2.250 • Pengairan Sederhana PU 10.144. 4.388. Penggunaan tanah Luas 1 2 3 1. 7. Tanah Kering 74.08% dan tegalan atau kebun seluas 18. Penggunaan lahan Rural atau Pedesaan yang meliputi penggunaan tanah sawah. Sawah 26.go.398. Selanjutnya.30%.

Desakan globalisasi yang terjadi sangat berpengaruh terhadap aspek-aspek pembangunan di Kabupaten Jepara.700 diusahakan • Tanah untuk Kayu-Kayuan 1. Kesadaran masyarakat untuk memiliki kepastian hukum tentang pemilikan hak atas tanah cenderung meningkat. hal ini ditunjukkan dengan makin bertambahnya jumlah tanah yang bersertifikat. Aspek lain yang terkait dengan tata ruang adalah aspek pertanahan.954. jenis usaha.562.288 • Tanah untuk Lainnya 2.5 Jumlah Sertifikat Tanah Jumlah Penerbitan Sertifikat s.depkumham.413.202. Penggunaan lahan tersebut merupakan cerminan atau perwujudan interaksi antara manusia dengan tingkat teknologi yang dimiliki.793.748 atau meningkat sebesar 9%. Tanah Bersertifikat s. maka Kabupaten Jepara dijadikan salah satu daerah produksi pangan. pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan.282 • Kolam 9.d 2003 2004 2005 2006 2002 No.3 Skenario Pengembangan Wilayah Kabupaten Jepara Guna menjaga keseimbangan ekosistem dan ketahanan pangan nasional.id .271 2 3 • Perkebunan Negara 3.545 • Tanah yang tidak 330. Apabila pada tahun 2002 sertifikat tanah yang diterbitkan untuk semua jenis hak berjumlah 235.djpp.503. Gambar 2. Tabel 2. Berdasar hal-hal tersebut sudah saatnya diperlukan penyusunan RTRW dan RDTR untuk periode 10 (sepuluh) tahun ke depan dengan memperhatikan lingkungan yang keberlanjutan.d 2006 17 18 www.535. Hal ini sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 21 Tahun 2003 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Tengah.go.462 • Hutan Negara 17. sehingga menyebabkan terjadinya perubahan yang sangat cepat dalam pengembangan wilayah serta berpengaruh kuat pada kebutuhan lahan untuk pembangunan. kondisi fisik dan jumlah penduduk yang ada dalam wilayah tersebut. pada tahun 2006 menjadi 256.1 • Tambak 1. agar dalam lima tahun kedepan dicapai pertumbuhan wilayah tertinggal. Perda tersebut diperkuat dengan adanya kesepakatan antara Bupati atau Walikota se-Jawa Tengah untuk mempertahankan lahan sawah yang produktif dari alih fungsi lahan. maka skenario pengembangan wilayah Kabupaten Jepara mengarah pada wilayah utara yaitu pada Kepulauan Karimunjawa dan ke arah timur dari Jepara sepanjang garis pantai.891 Jumlah 100. Sehingga pola penggunaan lahan tersebut akan mencirikan kegiatan masyarakat yang mendiami daerah yang bersangkutan.189 Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2005 Dalam kerangka tata guna lahan.

304 1. hal ini ditandai dengan bertambahnya lahan kritis. untuk itu isu ini harus mendapat perhatian khusus agar dampak yang ditimbulkan dapat dieliminir. sedangkan masalah pertanahan adalah masih banyaknya petak tanah yang belum bersertifikat.386 6. 3.254 6.511 256. Sedangkan pada tahun 2006 bertambah menjadi 56. 2. Hak Milik Hak Guna Bangunan Hak Guna Usaha Hak Pakai Jumlah 234. atau mengalami peningkatan sebesar 27. rendahnya kesadaran masyarakat dan kurang konsistennya penegakan hukum. hutan lindung 2 buah dan cagar budaya 4 buah. Berdasarkan data diketahui bahwa luas lahan kritis semakin meningkat.id . akibat pemanfaatan sumber daya alam yang tidak ramah lingkungan.252 752 13 3. baik saat ini maupun masa mendatang. Ini menunjukkan.6 Jumlah Bencana Alam Frekuensi 12 15 20 13 18 6 Sumber: Bakesbanglinsos Kabupaten Jepara.depkumham.71 km2. Salah satu indikator kualitas lingkungan hidup ditunjukkan dari luasnya lokasi lahan kritis.037 jiwa pada tahun 2005. Tabel 2.66 Ha menjadi 47.1. 2.025 jiwa pada tahun 2002 menjadi 1.227 14 0 5.2 DEMOGRAFI Jumlah penduduk Kabupaten Jepara 5 (lima) tahun terakhir meningkat dari jumlah 979.094 5..36%. hutan negara dan lahan tanaman kayu-kayuan seluas 190.3 Lingkungan Hidup Tahun 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Kondisi lingkungan hidup dalam waktu satu dasa warsa terakhir cenderung mengalami penurunan kualitas.923 123 0 4.go. tahun 2003 seluas 37. Namun ternyata secara kualitas kondisi hutan jauh Permasalahan pokok pengembangan lingkungan hidup adalah penurunan kualitas lingkungan hidup.183 Ha pada tahun 2004.96 km2 serta hutan lindung seluas 42. Namun secara umum jumlah bencana pada tahun 2006 menurun menjadi 6 kali. dan berkurangnya hutan produktif serta terjadinya bencana alam. Akibat kondisi tersebut terjadi peningkatan kejadian bencana alam berupa banjir dan erosi. Pada masa datang kerusakan lingkungan yang disebakan oleh hal-hal diatas akan semakin banyak. Tahun 2006 Permasalahan umum tata ruang adalah peningkatan perubahan peruntukan lahan pertanian menjadi non pertanian dan ketidakkonsistenan penggunaan lahan sesuai fungsi yang ditetapkan dalam perencanaan tata ruang.djpp. Kondisi hutan pada tahun 2006 secara kuantitas tidak terjadi pengurangan luas lahan.748 berkurang dimana pada saat ini hampir sebagian besar hutan dalam kondisi gundul akibat penebangan liar.440 km2 dan hutan suaka alam dan wisata 0.921 524 0 254. cagar alam 2 buah. 2006 Sumber: Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Jepara. 2.1. dimana pada tahun 2000 jumlah banjir terjadi 7 kali dan tahun 2005 meningkat menjadi 18 kali.799 13 486 13 48 19 66 632 235. meningkatnya pencemaran lingkungan. Jumlah kawasan lindung yang ada di Kabupaten Jepara pada tahun 2006 terdiri dari taman nasional 1 buah.046.120 Ha. 4. bahwa terjadi 19 20 www.981 386 0 5.503 3.078. Lingkungan hidup menjadi isu sentral hampir disemua daerah.

483 0.546 523.55% per tahun. Gambaran sosial ekonomi masyarakat memang dapat ditentukan oleh tingkat kepadatan penduduk suatu wilayah.001 1.071 826 2. 21 22 www.767 68.071 826 2.752 0.999 1. 2.059. Pemerintah Kabupaten Jepara menyadari bahwa ukuran kepadatan penduduk suatu Kabupaten akan lebih bermakna bila dikaitkan dengan potensi Kabupaten dan kondisi penduduk antar kecamatan di Kabupaten Jepara yang bervariasi.410 2.055 Jumlah 75.527 1.987 yang berarti setiap 1.600 491 588 1. 7.527 1.21 2004 526. namun dengan angka sementara (2006) ternyata terjadi pertumbuhan yang meningkat.292 8.059. Atas dasar data di atas penyebaran penduduk Kabupaten Jepara masih terkonsentrasi di wilayah Kecamatan Jepara dan yang terendah adalah Kecamatan Karimunjawa. Berdasar hasil registrasi penduduk pada tahun 2005.594 1.586 70.224 1.6 38 Kepadatan 2.083 2.132 1.000 penduduk laki-laki terdapat 987 penduduk perempuan.281 1. Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2004-2005 dan *Disnakerdukcapil Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2005 dan *Disnakedukcapil Berdasar data di atas menunjukkan pertumbuhan penduduk tiga tahun terakhir (2003-2005) cenderung menurun.8 Jumlah dan Kepadatan Penduduk No 1.007 74.664 81. 6.120 1.083 2.078. 2.997 0.757 1.158 69. 3.037 1.527 1.776 63.951 515. 4.007 91.387 533.367 53.039.064 1. 3.251 1.685 No.951 69.078.224 1.633 125.852 1.076 73.980 91.195 2.265 93.780 2.999 1.74 2006* 512.977 2. 5.03 7 2005 Kepadatan 2.243 1.564 8.012 jiwa dalam waktu lima tahun atau mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 2.91 Juta jiwa).439 68.410 2.073 Jumlah 67. 5.546 490.025 2003 516. Namun sejak tahun 2006 jumlah penduduk laki-laki lebih besar dari perempuan. 1.510 laki-laki dan 535.283 79. 9.028.428 18. 4.734 93.288 119 1.7 Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Pertumbuhan Tahun Laki-laki Perempuan Jumlah (%) 2002 488.112 115.195 2.527 perempuan.827 6.844 70.600 491 588 1. Tabel 2.638 1.362 2.222 1.depkumham. Sedangkan proporsi jumlah penduduk Kabupaten Jepara hanya sekitar 3. Namun demikian tingkat kepadatan yang ideal di Kabupaten Jepara tidak dapat ditentukan dengan pasti karena tergantung pada potensi yang dimiliki dan kemampuan penduduk di Kabupaten tersebut dalam memanfaatkan potensi yang ada.510 535. Hal tersebut menunjukkan rasio jumlah penduduk laki-laki terhadap jumlah penduduk perempuan (rasio jenis kelamin) sekitar 0.27% dari jumlah penduduk Jawa Tengah (32.222 1.215 0.014 95.478 979.656 56.pertambahan penduduk sebesar 99.288 119 1.382 111.go.772 69. 8.713 3.djpp.904 85.382 55.972 64.400 71.016 127.258 75.332 8.23 Tabel 2.518 0.035 123.577 70. 10 11 12 13 14 Kec Jepara Bangsri Batealit Kalinyamata n Karimunjawa Kedung Keling Kembang Mayong Mlonggo Nalumsari Pecangaan Tahunan Welahan Jumlah 2004 Jumlah 73.752 64.id .028.215 0.585 65.560 79. jumlah penduduk Kabupaten Jepara berdasar jenis kelamin terdiri dari 542.71 3 2006* Kepadatan 2.898 67.91 2005 542.915 113.420 73. Proporsi jumlah penduduk perempuan sampai dengan tahun 2004 lebih besar daripada laki-laki.

709 22. Dari sudut pandang ini.87%.681 2008 1.028. yang berarti 1 orang penduduk usia produktif menanggung 2 orang penduduk tidak produktif.698 2006* 296.587 2010 1.Tabel 2. maka dapat dilihat bentuk struktur atau piramida penduduknya. Prosentase tersebut menunjukan angka beban tanggungan.328 2005 314. Perbandingan penduduk yang datang dengan yang pergi pada tahun 2006 (angka sementara) menunjukan rasio 1 : 5. serta adanya rencana pembangunan pembangkit listrik energi alternatif.128.421 pada tahun 2005.738 dengan angka ketergantungan 44.844 50. Dari data yang ada menunjukkan bahwa migran ke Kabupaten Jepara tiga tahun terakhir naik dari 224 jiwa tahun 2002 menjadi 2.059.41.206. 23 24 www.720 Angka Tahun Jumlah 979.025 1.445 Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2002-2005.4 Piramida Penduduk Tahun 2005 11981 70 – 74 60 – 64 50 – 54 40 – 44 30 – 34 16317 22411 33921 34395 42873 52554 66943 81876 85444 98513 20 -24 10 – 14 0 – 4 0 20000 40000 60000 80000 101798 114313 107065 105137 102496 100000 120000 140000 Untuk dapat mengetahui perbandingan antara penduduk usia produktif dengan penduduk usia tidak produktif.depkumham.540 2011 1. penduduk Kabupaten Jepara tergolong dalam ciri Expansive yakni sebagian besar penduduknya berada dalam kelompok usia muda atau produktif (15-64 tahun) yaitu sekitar 66. yaitu perbandingan antara penduduk usia produktif dengan penduduk usia tidak produktif (0-14 dan 65 th keatas) pada tahun 2006 (menggunakan angka sementara) Jepara sebagai pusat perdagangan dan industri furnitur atau meubelair.492 2012 1.258. membawa konsekuensi daerah ini sebagai tujuan mobilitas penduduk baik karena alasan pekerjaan maupun alasan usaha.713 2002-2005 Sumber: Jepara Dalam Angka 2005.232.10 Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia Tahun 0 –14 2002 285. Diolah sebesar 331.430 712. maka dapat dilihat jumlah penduduk berdasarkan komposisi umur. Diolah dan Berdasarkan komposisi umur penduduk.037 1. Tabel 2.604 Sumber: Jepara *Disnakerdukcapil Usia 15 – 64 647.602 1.630 709.djpp.373 700.910 49.039.634 2009 1. Hal tersebut menunjukkan penduduk yang datang lebih besar daripada penduduk yang pergi keluar Jepara.id .544 2004 309. Gambar 2.389 Dalam 65 keatas 46.9 Prediksi Jumlah Penduduk Tahun Jumlah Penduduk 2007 1.go.069 47.762 2003 303.180.078.154.827 1.194 688.1%.

952 (37.3%.29% dari jumlah penduduk sedangkan tahun 2006 (angka sementara) sebesar 101.227 13.439 2003-2005 dan Tahun 2002 2003 2004 2005 2006* Tabel 2.6% 1.7% 1. Apabila dirinci dari sisi tahapan keluarga sejahtera tampak bahwa jumlah keluarga Pra Sejahtera pada tahun 2001 sebesar 105.871 KK atau 36. kepadatan penduduk.Tabel 2.640 KK atau 42. Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa terjadi penurunan jumlah keluarga Pra Sejahtera sebesar 1.118.881 2006* 6 101. jumlah penduduk pencari kerja dan banyaknya penduduk migran.11 Jumlah Penduduk Migrasi Migran Laki-laki Perempuan Penduduk Datang 2003 127 97 2004 132 170 2005 1.80% dari jumlah penduduk.296 61.761 7. Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jepara pada tahun 2002 sebanyak 142. sehingga selama tiga tahun jumlah penduduk miskin naik sebesar 817 iwa.3% Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2002-2005 Dari data pertumbuhan jumlah penduduk. Tabel II.907 13.489 (41.039.12 Jumlah Penduduk Miskin Jumlah Penduduk Persentase Penduduk Miskin 979. Namun dilihat dari proporsi penduduk miskin terhadap jumlah penduduk.911* 16.djpp.15) 36. artinya terjadi sedikit peningkatan kesejahteraan masyarakat dari sisi ekonomi.597 Jiwa atau 13.5% dari jumlah penduduk dan pada tahun 2006 (dengan menggunakan angka sementara) naik menjadi 148.273 14.depkumham. beban tanggungan penduduk non produktif.431 6.116 (40.582 (38.828* 24.570* 62.872 144.go.871 (36.4%.638 143.380 59.875 7.780 13.056* 41.784 32.802 23. Permasalahan umum di bidang kependudukan adalah pertambahan jumlah penduduk yang cukup tinggi dan masih tingginya jumlah keluarga Pra Sejahtera.273 Jiwa atau 14.973* Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2001-2005 dan *Kantor KB Daerah 25 26 www.225 1.9% 1.111 34.025 142. hal ini berpengaruh secara tidak langsung terhadap jumlah penduduk miskin.80) 48.401 6.421 937 293 381 491 1.828 37.33) 39.856 23.196 2006* 546 397 Penduduk Pergi 2003 152 141 2004 207 174 2005 262 230 2006* 737 702 Sumber: Jepara Dalam *Disnakerdukcapil Angka Tahun Jumlah 224 202 2.98) 44.984 Tahun 2004 4 102.52) 41.325 36.597 13.344 148. persentase penduduk miskin turun sebesar 0.637 61.id .081 KK.108 22.095 2005 5 102.5% 1.984 2003 3 105.13 Penduduk Menurut Tahapan Keluarga Sejahtera Tahap Keluarga Sejahtera 1 Pra Sejahtera Sejahtera I Sejahtera II Sejahtera III Sejahtera III+ KK Berumah Tidak layak 2002 2 105.554 59.037 147.219 24.078.059.

dalam rangka merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi Kabupaten Jepara kurun waktu lima tahun kedepan. serta proporsi PDRB Kabupaten Jepara pada PDRB Provinsi Jawa Tengah berdasarkan harga berlaku dan harga konstan tahun 2000. tahun 2001 sebanyak 181. Pada tahun 2001 peserta KB Aktif yang menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) mencapai 20. Hal ini dapat dilihat pada tahun 2001 persentase peserta KB mencapai 73.31% dari PUS tetapi pada tahun 2005 mengalami penurunan yang cukup besar karena hanya mencapai 18. berkembangnya usaha kecil dan besar. 2. maka sektor unggulan pertama adalah industri pengolahan. maka berikut akan disajikan melalui indikator perkembangan Produk Domestik Regional Bruto yang selanjutnya disingkat PDRB. 27 28 www. Hasil analisis tersebut merupakan pijakan. Apabila diurutkan. Dari analisis ini. sosial dan budaya masyarakat. sektor-sektor unggulan. Hasil perhitungan PDRB atas dasar harga berlaku dapat menjelaskan besamya peran masing-masing sektor ekonomi. serta meningkatnya pendapatan daerah. pertumbuhan dan disparitas pertumbuhan ekonomi wilayah. Pada bidang ekonomi pembangunan pembangkit listrik energi alternatif akan meningkatkan perputaran roda perekonomian daerah.Dilihat dari sisi keluarga berencana. Hal ini berarti akan meningkatkan potensi fertilitas. Permasalahan pokok Keluarga Berencana adalah makin menurunnya persentase cakupan peserta KB aktif dan menurunnya pencapaian peserta KB MKJP.96%. besaran kesempatan kerja.3. 2. hotel dan restoran merupakan andalan utama Kabupaten Jepara saat ini karena kontribusinya cukup besar. hotel dan restoran hampir menduduki urutan berikutnya.846 PUS sedangkan tahun 2005 sebanyak 198. Kemudian sektor pertanian dan sektor perdagangan. diharapkan diperoleh pengetahuan mengenai karakteristik perekonomian wilayah dan ciriciri ekonomi kawasan dengan mengidentifikasi basis ekonomi kabupaten. Berdasarkan gambaran sepintas tentang perekonomian daerah di atas berikut akan diuraikan tentang struktur perekonomian daerah terkait kontribusinya terhadap wilayah dan ciri-ciri ekonomi wilayah. analisis indikator ekonomi diarahkan untuk menciptakan keterkaitan ekonomi antar kawasan di dalam wilayah kabupaten dan keterkaitan ekonomi antar wilayah kabupaten. dimana pembangunan kedua hal tersebut akan membawa dampak yang sangat luas baik dalam ekonomi.depkumham.id . sarana prasarana (transportasi dan pelabuhan batubara).1 Struktur Perekonomian Untuk melihat pertumbuhan perekonomian Kabupaten Jepara secara umum. Kondisi ini tidak sejalan dengan peningkatan jumlah peserta KB Aktif yang cenderung menurun. Analisis ekonomi dilakukan untuk mewujudkan ekonomi wilayah yang sustainable melalui keterkaitan ekonomi lokal dalam sistem ekonomi wilayah yang lebih luas.09% tetapi sebaliknya pada tahun 2005 mengalami penurunan hingga 74.42% dari PUS. berdasar basis ekonomi dan sektor-sektor unggulan.354 PUS.go. Sedangkan hal yang akan mempengaruhi kondisi ekonomi Kabupaten Jepara lima tahun kedepan adalah adanya rencana pembangunan pembangkit listrik energi alternatif dan pembangunan Jepara The World Carving Centre.djpp. Berikut akan diuraikan pertumbuhan PDRB dan kontribusi sektor PDRB selama empat tahun terakhir (2002-2005). Berdasar hal tersebut. hal tersebut berdampak pada peningkatan penyerapan tenaga kerja.3 PEREKONOMIAN DAERAH Dalam rangka penyusunan perencanaan pembangunan jangka menengah Kabupaten Jepara dibutuhkan analisis indikator ekonomi berbagai sektor pembangunan. kondisi Kabupaten Jepara menunjukkan jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. maka dapat diketahui bahwa ketiga sektor yaitu sektor industri pengolahan. sektor pertanian serta sektor perdagangan. Dalam pengertian tersebut.

0670 2006* 0.2639 0.02 158.344 4. 9.2274 0. 6. 7.128991 1.17 4.658. Gas dan Air Bersih Bangunan Perdagangan. sektor pertanian serta sektor perdagangan. maka berikut akan digambarkan masing-masing Kontribusi PDRB menurut lapangan usaha pada tahun 2006.58 404. 5. Sektor Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.984. JEPARA (BPS Kab.2356 0. Bangunan.335. Hotel Dan Restoran Keu. 8.2144 0.87 63. Persewa.078.0060 0. 2.124.348.396. Bangunan.2076 0.867.2593 0.69 1.405.56 256.2172 0.00 Sumber: PDRB Kab.58 21.00 871.151.167.0588 0.14 PDRB Menurut Atas Dasar Harga Berlaku No 1.00 0.118.0930 1.453.0063 0. 3.12 30.324.go.97 24.057.13 0.0053 0.638 4.058. 8.0396 0.357.018. 4. Gambar 2.0922 1. JEPARA) (diolah) Untuk mengetahui kondisi terkahir.037 4.27 498.827 3.djpp.0602 Tahun 2004 2005 0.293.182.436. karena kontribusinya yang besar.039.89 1.83 336. 7.0628 0.136 2005 1.Tabel 2.48 33.79 1.0511 0.79 241.37 292. Jasa Persh 2003 0.494.87 9.2326 0.097242 1.0639 0.001.87 254.07 5.726.710.059. 5.435.32 4.0725 21% 6% 1% 26% Pertanian Industri Pengolahan Bangunan Pengangkutan dan Komunikasi Jasa-Jasa Pertambangan dan Penggalian Listrik.949. 1. 3.0580 0.19 236.id .789.20 337.2108 0.383.67 320.0132 0.47 0. Ketiga sektor utama yaitu sektor industri pengolahan.0118 0.716. Persewa Bang.0905 1.00 0.04 293. Jasa-Jasa PDRB 0.2698 0.084.196.05 5. 2.79 195.925. Gas dan Air Bersih Bangunan Perdagangan.233. Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.091. Jasa Persh Sedangkan berdasarkan atas dasar harga konstan 2000.008.15 0. sumbangan tertinggi terhadap pembentukan PDRB empat tahun 29 30 www.733.547.46 939.563.969. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keu.164.223.382. Tabel 2. 6. Jasa Prsh Jasa-Jasa PDRB Pertumbuhan PDRB (%) Jumlah Penduduk (Jiwa) Pdpt Per Kapita (Juta Rp) Tahun (dalam jutaan) 2003 979.00 0.2722 0.711. Hotel Dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keu.434.25 1. hotel dan restoran kontribusinya selama empat tahun menunjukkan angka yang relatif besar atau diatas 20% dari PDRB.481.36 74. Gas dan Air Bersih Perdagangan.0145 0.29 1.0445 0.023.738.003.82 57.654 2006* 1.69 0.33 47.856 2004 1. 4.032.92 363.410.093065 1.010.316.97 462.324.depkumham.59 1. Persewa.5 Kontribusi PDRB Menurut Dasar Harga Berlaku Tahun 2006* Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 9% 7% 6% 23% 1% Secara rinci kontribusi masing-masing lapangan usaha terhadap PDRB selama empat tahun ditunjukkan pada tabel berikut.686.0057 0. Dengan demikian dapat terlihat dengan jelas sektor-sektor yang merupakan andalan utama saat ini.144728 1.30 380.15 Kontribusi Sektor PDRB Atas Dasar Harga Berlaku No.2442 0.0921 1.0126 0.0667 0.0570 0.

687.76 700.0612 0.037600 1.0546 0.72 189.110. 5.894.00 1. 9.73 3.2167 0.0402 0.078. hotel dan restoran.66 0.0549 0. berikut akan digambarkan masing-masing sektor seperti pada gambar berikut ini.214. 6.0060 0.0578 0. Namun ketiga sektor utama pembentuk PDRB tersebut.332.0463 0.0048 0.48 199. Lapangan Usaha 2 Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.531.2518 0.63 17.509.598.838.32 21. 3.83 301. 4.2204 0. 4.844. 8.34 186. Hotel Dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keu. Secara rinci PDRB menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000 dapat dilihat pada tabel berikut.0553 0.026 Tahun (dalam Jutaan) 2004 2005 4 5 809.042305 1.63 291.039.631.146.938.827 3.159 PDRB 1.5 3. Sumber : PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 Dilihat dari kontribusi terbesar dari PDRB Kabupaten Jepara atas dasar harga konstan tahun 2000 adalah sektor industri pengolahan. Jasa-Jasa 2003 0.239.15 PDRB Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000 No.0434 0.904.10 214.16 Kontribusi Sektor PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 No.22 315.0584 0.272. 8.042254 1118343.2477 0.83 3.703.080.96 23.003.836.2775 0.depkumham.go.0547 0. 2. Gas dan Air Bersih Bangunan Perdagangan.0515 0.226. Hotel dan Resto Pengangkutan dan Komunikasi Keu. Dengan demikian dapat diketahui besarnya proposi sektor-sektor pada tahun 2006 (angka sementara) yang memberikan kontribusi terhadap PDRB Kabupaten Jepara. 6.58 0.55 191.terakhir juga pada sektor industri pengolahan.2690 0.247.159. sektor pertanian serta sektor perdagangan.182. 3.059. Tabel 2.381.49 172. Persewa Bangunan.2195 0. hotel dan restoran.887.0890 0. Persewa Bang Jasa Prsh Jasa-Jasa PDRB Pertumbuhan PDRB (%) Jumlah Penduduk (Jiwa) Pdpt Per Kapita (Juta Rp) 2003 3 792. 1.0054 0.2755 0.02 748.id .2227 0.785.0542 0. 2. Gas dan Air Bersih Bangunan Perdagangan.0052 0.53 3.0050 0.17 3.0071 0. 5.304.91 721.22 173.671.625.654.47 0.411. 7.00 1.192. 31 32 www.2474 0.99 274.009.19 19.63 179. 7.87 126.708. Sektor Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.95 15.djpp.04 16.00 1.875.0871 Tahun 2004 2005 0.088 931.812.328.110.29 952.90 24.037 3.2730 0. sektor pertanian serta sektor perdagangan.22 157.39 766.399.00 Sumber : PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 Untuk mengetahui proporsi tiap sektor pembentuk PDRB berdasar harga konstans pada tahun 2000. 9.0884 2006* 0.039999 1.0894 Tabel 2.0068 0.507.0066 0.47 844. Sedangan kontribusi terendah terhadap PDRB adalah sektor Pertambangan dan Penggalian.349.48 873.24 141. 1 1.638 3.164 2006* 6 868.52 178. Jasa Persh.533. pada tahun 2005 dibanding empat tahun sebelumnya tahun 2002 kontribusinya turun.75 901.09 18.2457 0.72 0.311.

11% Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 612% 542% 894% 2457% 54% Dari data tersebut di atas tampak bahwa PDRB Kabupaten Jepara mengalami peningkatan rata-rata 11.877.542. Pertumbuhan sektor ekonomi menurut lapangan usaha tidak semuanya menunjukan pertumbuhan yang positif. persewaan dan jasa perusahaan sebesar 10.04 193.010.00 2. dan sektor pertambangan dan penggalian sebesar 8.056.825.164.go.27% 2. hotel dan restoran sebesar 8.17 Perbandingan PDRB Harga Berlaku Jepara-Jateng Tahun 2002 Jepara 3.481. Hal ini menunjukkan bahwa PDRB Kabupaten Jepara tumbuh di bawah nilai PDRB Jawa Tengah. Sehingga akan dapat diketahui besarnya proporsi PDRB Kabupaten dalam membentuk PDRB Provinsi Jawa Tengah yang ditunjukkan pada tabel berikut.435. 33 34 www.716. Dengan performa pertumbuhan tersebut.383. 2. kontribusi terbesar didominasi oleh sektor Keuangan.63%. namun apabila dibandingkan dengan PDRB Jawa Tengah selama empat tahun terakhir mengalami penurunan. namun sebagian besar mengalami pertumbuhan diantaranya adalah sektor pertanian tumbuh sebesar 6.48%.05 234.881. 2690% Dalam melihat perkembangan struktur ekonomi daerah dalam konstalasi regional Provinsi Jawa Tengah. Jasa Persh. sehingga sektor ini juga selama ini memberikan kontribusi yang cukup baik bagi pendapatan daerah.435. Hotel Dan Restoran Keu. sedangkan sektor konstruksi sudah mulai tumbuh sebesar 1.13 5.47 5. sektor perdagangan. dimana terdapat sentra kerajinan ukiran kayu (Pusat kerajinan ini di Kecamatan Tahunan dan Jepara) yang ketenarannya hingga ke luar negeri. maka proporsi PDRB Kabupaten Jepara dibandingkan dengan PDRB Provinsi Jawa Tengah.14 171.08%.16%.6 Kontribusi PDRB menurut lapangan usaha berdasarkan Angka Dasar Harga Konstan Tahun 2006* 2003 2004 2005 2006* 4.djpp. Persewa Bangunan. Tabel 2.depkumham.31 255. Selain itu. Banyaknya usaha mebelair ternyata mampu mendongkrak sektor industri pengolahan. Gas dan Air Bersih Perdagangan. sehingga menjadi leading sector dalam perekonomian.14% 2.33% 2. di Kabupaten Jepara juga banyak terdapat tempat pariwisata yang sangat memikat wisatawan.41% Kondisi ekonomi di Kabupaten Jepara selama ini didukung oleh kebesaran industri mebelair sehingga Jepara dikenal sebagai kota ukir. Sektor ini dibanding delapan sektor lainnya memberikan kontribusi paling besar bagi produk domestik regional bruto (PDRB).263.168.id .3.494.Gambar 2.2 Pertumbuhan Ekonomi Sektoral 2167% 515% 71% Pertanian Industri Pengolahan Bangunan Pengangkutan dan Komunikasi Jasa-Jasa Pertambangan dan Penggalian Listrik.018.74 2.323.45 PDRB (Dalam Juta Rupiah) Jateng % PDRB Jepara thd Jateng 151.968.382.54%.655.56%.69 4.

22 0. kenaikan PDRB tersebut sejalan dengan kenaikan Pendapatan Perkapita setiap tahun rata-rata naik sebesar 7.19 0.13 0.085 0. Bahkan nilai LQ tidak lebih dari satu.14 1.84 0. Persewaan dan Jasa Prsh 2002 1.14 0.0401 2004 0. Jasa-jasa 0.185 0. 1.05 1.10 0.15 1.83 0. Sektor Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.0376 2005 0.08 0.12 0. Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.18 Pertumbuhan Ekonomi Sektoral Menurut Harga Konstan 2000 No.48 0.33 0.13 0.125 0.79 1.88 Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005.87 0. 3.15 0.go. 7.17 0. 2. 8.11 0. 2. ternyata untuk tingkat Jawa Tengah sektor ini bersaing dengan daerah lain.88 0.id .05 0.07 0.3 Pendapatan Domestik Regional Bruto Per Kapita Perkembangan pembangunan ekonomi Kabupaten Jepara tidak hanya dilihat dari PDRB sektoral.10 0.96 0.depkumham. Diolah 35 36 www.87 0. Persewaan dan Jasa Perusahaan. 4. 6.04 1. 3.115 0. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan. 6.115 0.65 9. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.06 1. 7. 2.70%.89 0.12 0. 8.42 2003 1.79 0. 4.23 0.0399 2006* 0.3. Disusul kemudian oleh sektor pertanian.67 1.21 0.08 0.20 0. Pertumbuhan PDRB Kabupaten Jepara selama empat tahun terakhir mengalami kenaikan rata-rata sebesar 11. Gambaran mengenai PDRB per kapita merupakan salah satu indikator kesejahteraan masyarakat suatu daerah. Sedangkan beberapa sektor basis lainnya nilainya dibawah satu. Melalui perhitungan nilai LQ.77 0.08 0.75 1. 9.26 0. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan.35 0.0423 Berdasar nilai LQ dapat diketahui bahwa beberapa sektor basis dapat atau berpotensi untuk dikembangkan di Kabupaten Jepara.18 0.31 0.52 2004 1.165 0. tetapi juga harus diperhatikan perkembangan PDRB per kapita dan pendapatan per kapita dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat. hotel dan restauran. 5. dapat diketahui sektor basis Kabupaten Jepara.85 0.13 0.12 1.20 0.17%. Hasil dari penghitungan LQ menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan walaupun memberikan sumbangan terbesar pada PDRB Kabupaten Jepara. Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 Untuk mengetahui sektor ekonomi basis dilakukan penghitungan nilai LQ (Location Quotient) dengan mempertimbangkan kondisi PDRB Kabupaten Jepara terhadap PDRB Provinsi Jawa Tengah. Tabel 2. 1.08 0.215 0.47 0.12 0. 2. Persewaan dan Jasa Prsh Jasa-jasa PDRB Total 2003 0.07 0.51 0. sektor pengangkutan dan komunikasi serta sektor perdagangan. Sesuai data PDRB tahun 2005 sektor yang paling utama adalah Keuangan.19 Nilai LQ Menurut Harga Konstan Tahun 2000 No.51 0.83 1. karena sektor tersebut memiliki nilai LQ tertinggi.Tabel.16 0.djpp. 5.09 0.04 1. Selama empat tahun perkembangan PDRB per kapita atas dasar harga berlaku dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan yang cukup berarti.17 1.64 2005 1.37 0.85 0.

2005 4. 5.07 0.856.654.72 3.22 Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi Tahun No (%) 1. 4.118.782.344 PDRB Per Kapita 3.742 3.62 4. 2007 4.15 Jumlah Penduduk 979.159.039. Peningkatan pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi pada tahun 2004.id .01 2.806. 2003 3.309.00 4.344 PDRB Per Kapita 3.059.23 Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi No Tahun Pertumbuhan Ekonomi (%) 1.997 4.363.159.716.164.85 6.638 1.097.164.47 5.13 5.411.276 3.74 5.037 1.44 4. maka optimalisasi kebijakan pembangunan Kabupaten Jepara diarahkan pada pilihan alternatif kebijakan di bidang ekonomi yang dapat menciptakan multiplier effect dan peningkatan sumber pembiayaan pembangunan daerah.025 1. 2008 4. Penduduk dan PDRB Perkapita Menurut Harga Berlaku No.827 1.34 3. 2011 4.97 Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005.31%.28 Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2006 -0. 2.856.531.383.078.3.depkumham.814 3.039. Tabel 2.827 1. Walaupun demikian ternyata selama empat tahun terakhir secara rata-rata PDRB per kapita Kabupaten Jepara menunjukkan kenaikan sebesar 2.136.078.733.39 2.056. 2002 4.382. 3. 3. 2006 4. Tahun 2002 2003 2004 2005 2006* PDRB Berlaku 3.djpp.272.4 Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 dan Jepara Dalam Angka 2002-2005 Pertumbuhan Ekonomi Secara Agregat Tabel 2. 2012 4.324 3.037 1.873. Tahun 2002 2003 2004 2005 2006* PDRB Berlaku 3.021 Berdasarkan tabel di atas pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jepara setiap tahun mengalami peningkatan.110. 2010 4.655. 4.010. dan kenaikan PDRB Perkapita atas dasar harga konstan selama empat tahun naik rata-rata sebesar 3.47 3.146.58 3. 2004 4.638 1.05 Sedangkan perkembangan PDRB per kapita atas dasar harga konstan selama empat tahun tidak selalu naik.088.059.232.032.23 5. Oleh karena itu dibutuhkan dorongan investasi pada berbagai sektor yang potensial untuk mendorong peciptaan 37 38 www.494. Penduduk dan PDRB Perkapita Menurut Harga Konstan No.708.51 3.724. 2. Diolah Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 dan Jepara Dalam Angka 2002-2005 Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang diharapkan pada Tahun 2012 dengan skenario optimis sebesar 4.97%.Tabel 2.908.398 4. Tabel 2.27%.99%.324 2.21 PDRB. 1.994.118.970 4.026.018. Pada tahun 2003 PDRB perkapita mengalami penurunan 2.66 Jumlah Penduduk 979.025 1.745 3. kecuali pada tahun 2003 yang mengalami penurunan.20 PDRB.76 3.838.481.go. 1.599. 5.42 0. 2009 4.19 0.69 4.515.

Nilai inflasi terendah pada tahun 2004 sebesar 5.go. Kondisi PMA dan PMDN jumlahnya selalu naik empat tahun terakhir. Proses investasi di Kabupaten Jepara lima tahun terakhir berlangsung cukup baik. sedangkan PMD pada tahun 2002 sebanyak 5 buah dan tahun 2006 menjadi 8 buah.34%.29 2006* 14.PDRB yang diikuti dengan peningkatan efisiensi terhadap pembiayaan investasi.3.65 2005 16.depkumham.88 2004 5.6 Investasi Berdasarkan data diatas perkembangan inflasi Kabupaten Jepara secara grafis selama lima tahun (2002-2006) terlihat sebagai berikut.65% sedangkan inflasi tertinggi sebesar 14.36 2. Rata-rata laju perkembangan inflasi selama empat tahun adalah sebesar 10.id .5 Inflasi 20 15 10 5 0 Series1 Gambar 2.3.36 Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 Series1 2002 9.51 2003 5.7 Grafik Laju Perkembangan Inflasi Selama empat tahun terakhir (2002-2005) laju perkembangan inflasi Kabupaten Jepara menunjukan angka yang fluktuatif tiap tahunnya. PMA tahun 2003 sejumlah 84 buah bertambah menjadi 99 buah pada tahun 2006. menyusul prestasi yang pernah diraih pada tahun 2005 sebagai Juara II yang pro investasi dari 35 kota atau kabupaten di Jawa Tengah. Investasi yang ada di Kabupaten Jepara terdiri atas investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA). yang mana investasi tersebut mendukung perekonomian tumbuh dengan baik. Nilai persetujuan penerimaan modal bersih PMDN diperkirakan akan semakin meningkat pada 39 40 www.36% terjadi pada tahun 2006.24 Laju Inflasi Tahun Laju Inflasi (%) 2002 9.djpp. Tabel 2. Hal ini diperkuat dengan Kabupaten Jepara berhasil meraih prestasi sebagai Juara I Pro Investasi Tahun 2006.29 2006 14. serta investasi Non PMA dan PMDN.51 2003 5. 2.65 2005 16.88 2004 5.

depkumham. kelapa.652.6 8.0 Sumber: Dinas Indagkoppm Kab.8 Perindustrian Untuk pembiayaan investasi Non PMDN atau PMA ini. sprei. industri pertambangan (batu gamping. Jepara Tahun 2005 2. Perkembangan investasi PMA dan PMDN tersebut dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 2.373 8.044.574. Dimana jenis produk yang diperdagangkan terdiri dari berbagai macam produk.178.201.834. ukiran.074. Jepara Tahun 2005. monel).233.40 Sumber: Dinas Indagkoppm Kab. kayu. Sehingga diharapkan Kabupaten Jepara dalam lima tahun ke depan dapat mengalami perkembangan investasi yang signifikan.6 8.156. Bahkan industri mebel ukir yang kini berkembang menjadi industri furniture merupakan industri andalan Jepara.4 8.691.go.174.574.6 8. bahan baju).0 2008 242. Selain itu didukung oleh keadaan daerah yang kondusif.133. korden. baik jumlah kegiatan yang akan dibiayai maupun nilai investasinya. sehingga mampu menjadi penopang ekonomi kerakyatan. Sedangkan produk Kabupaten Jepara yang diekspor terdiri dari mebel.6 139. namun selama lima tahun terakhir menunjukkan kondisi penurunan. Produk Kabupaten Jepara yang diperdagangkan pada tingkat lokal maupun regional yang menonjol berupa tenun ikat troso dari sutra dan katun (sarung. peningkatan program-program promosi investasi.djpp.070.307. juga telah merambah pasar ekspor.999. ikan. dan sudah menjadi produk unggulan Jawa tengah dan Nasional serta mampu menerobos pangsa pasar di 58 negara. propinsi maupun daerah lainnya.314. 2. Kontribusi sub sektor industri terhadap PDRB atas dasar harga konstan menunjukkan grafik peningkatan sejak krisis ekonomi tahun 1998. ukiran.104.3.60 PMA 7.0 2011 338.019.25 Jumlah Nilai PMDN dan PMA Jenis 2003 2004 2005 2006* PMDN 60. diharapkan mengalami kenaikan secara signifikan dengan tingkat efisiensi yang tinggi.6 139. Pada tahun 2003 jumlah usaha industri kecil menengah 41 42 www.tahun 2011 sebesar 2 kali dari jumlah sebelumnya.873 8. Diolah Secara umum baik investasi PMA dan PMDN maupun Non PMA dan PMDN. serta membangun kemitraan yang kuat dengan berbagai dunia usaha maupun instansi pemerintah pusat.26 Proyeksi PMA dan PMDN Tahun PMDN PMA 2007 211.3.034.608 orang meningkat tajam selama empat tahun terakhir. kerajinan emas putih (monel) dan kerajinan anyaman (rotan dan bambu).111. Perdagangan yang mendukung perekonomian daerah dibedakan dalam perdagangan di dalam negeri dan ke luar negeri.846.554.6 8.6 8. diharapkan pada tahun 2011 akan mengalami peningkatan.088. Seperti halnya pengusaha kecil. yaitu Timur Tengah dan Eropa. produk kerajinan daerah (mebel. beras dan sapi.0 2010 306.id .230. Tabel 2.0 2012 369.7 Perdagangan Prospek perdagangan di Kabupaten Jepara cukup baik. Jumlah pengusaha kecil pada tahun 2006 sebanyak 9. Beberapa jenis perdagangan juga keluar masuk pelabuhan Jepara antara lain kayu.6 8. Di samping itu yang tak kalah membanggakan adalah keberadaan logam monel dalam bentuk kerajinan emas putih.0 2009 274.769.574. jumlah pengusaha menengah juga meningkat empat tahun terakhir menjadi 613 orang.794.385. pasir dan marmer).517. selengkapnya ada dalam tabel berikut.6 139.

673 354. baik diobyek wisata yang ada di Jepara terutama di Taman Nasional Laut Karimunjawa.) 2002 599. Taman Nasional Laut Karimunjawa sekarang telah menjadi icon kepariwisataan unggulan di Jawa Tengah.446 340. karena sektor pariwisata mempunyai sifat multi player effect terhadap sektor lain seperti industri. Kabupaten Jepara mempunyai potensi kepariwisataan yang sangat lengkap apabila dibandingkan dengan daerah lain.id .895 unit.000 2006 873.djpp. tenun ikat troso. dan pameranpameran wisata baik lokal maupun internasional. Penyediaan sarana prasarana dan fasilitas penunjang diharapkan akan memperbesar peluang investor untuk menanamkan modalnya di Karimunjawa. Berbagai obyek wisata yang ada di Kabupaten Jepara yang menjadi daerah tujuan wisata diantaranya berupa : 43 44 www. Sarana dan prasarana penunjang kepariwisataan yang ada belum maksimal.628. Sektor pariwisata di Kabupaten Jepara perlu mendapatkan penanganan secara serius dan terpadu. elektronik. sehingga para wisatawan diharapkan semakin banyak membelanjakan uangnya.513 unit. baik melalui media cetak.000 2005 831. karena fasilitas-fasilitas tersebut akan meningkatkan pelayanan kepada wisatawan yang berkunjung.682 355. Namun jumlah perusahaan industri sedang atau besar meningkat dari 24 unit (2004) naik menjadi 35 unit (2006).sebanyak 14. konveksi.984 381.416. yang pada akhirnya akan berdampak positif bagi PAD.608 Ha.000 2003 776. Dalam menunjang keberadaan obyek wisata diperlukan fasilitas pendukung berupa sarana dan prasarana yang memadai. Jenis industri yang berkembang dan merupakan komoditi unggulan.go. potensi tersebut apabila ditangani secara maksimal akan mampu menjadi salah satu andalan yang dapat memberikan kontribusi yang cukup besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan Pendapatan Asli Daerah. tahun 2006 meningkat menjadi 15. terutama wisatawan manca negara yang berkunjung ke Karimunjawa.3.229.000 2004 790. sedangkan keunggulan kompetitifnya antara lain kualitas produk industri yang sudah dikenal di manca negara. antara lain kerajinan mebel.323 394.27 Jumlah Kunjungan Wisatawan dan Pendapatan Sektor Pariwisata Kunjungan Wisatawan Pendapatan Pariwisata Tahun (orang) (Rp. karena icon pariwisata Jepara terutama Karimunjawa telah menjadi tujuan wisata bahari yang telah dikenal masyarakat internasional. Tabel 2. Luas kawasan industri selama empat tahun terakhir (2003-2006) tidak berubah yaitu seluas 832. keramik/gerabah.depkumham. kerajinan. penyerapan tenaga kerja dan sektor-sektor lainnya. hal tersebut perlu ditekankan karena sektor pariwisata bersifat lintas sektoral dan lintas wilayah.200 Sumber: Sistem Informasi Profil Daerah 2006 Kepariwisataan yang ada di Kabupaten Jepara merupakan salah satu Daerah Tujuan Wisata (DTW) yang ada di Jawa Tengah hal tersebut sesuai dengan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Jawa Tengah. 2. Kabupaten Jepara memiliki beberapa keunggulan komparatif antara lain jumlah tenaga kerja sektor industri mebel sangat besar.9 Pariwisata lokasi.159.927. Untuk meningkatkan arus kunjungan wisatawan di masa datang ke Jepara diperlukan langkah-langkah strategis terutama dalam bidang promosi pariwisata. Lengkapnya fasilitas obyek wisata akan membuat wisatawan menjadi semakin nyaman dan lama tinggal di Secara umum arus kunjungan wisatawan baik domestik maupun manca negara setiap tahun mengalami kenaikan.

dan Sentra Kerajinan Relief Desa Senenan.465 ekor. dari tahun 2004 hingga tahun 2006 jumlah konsumsi meningkat dari 120. terdiri dari: Pendopo Kabupaten. Sedangkan untuk jenis unggas pada ayam buras dan ayam pedaging mengalami penurunan populasi. Wisata Budaya. Kemudian pada tahun 2006 populasi menurun untuk ayam buras 508.djpp. Sentra Kerajinan Patung Mulyoharjo. Pada tahun 2003 populasi ayam buras 565. padi. sayur-sayuran. Terumbu Karfang dan Boiota Laut.470. Pulau Panjang. dan Snorkling. kacang tanah. Pada sektor pertanian jenis komoditi potensial tanaman bahan makanan unggulan Kabupaten Jepara yang dapat dikembangkan adalah buah-buahan. dan Klenteng Hian Thian Siang Tee (Welahan).845 ton (2004) menjadi 158. terdiri dari: Pantai Pasir Putih. pada tahun 2003 sebanyak 24.3.483 ekor.536 ekor.123 orang dan anggota Koperasi Non KUD 34. Sedangkan komoditi potensial peternakan yang memiliki nilai produksi cukup besar adalah: ayam.820 ekor.000 juta. Volume usaha KUD sampai Desember 2006 sebesar Rp. dan kerbau.11 Pertanian dan Peternakan Kontribusi sektor pertanian tanaman bahan makanan dan peternakan terhadap PDRB atas dasar harga konstan cenderung mengalami peningkatan yang signifikan sejak tahun 2001 hingga 2005.429 ekor. dan ayam petelur serta itik mengalami kenaikan populasi. Museum Kartini. Pada sektor peternakan dilihat dari jumlah populasi untuk ternak besar (sapi potong dan perah) mengalami kenaikan. Benteng Portugis.go. dan ketela pohon.735 ton. Dalam pengembangan sektor pertanian dirasakan masih kurang 2. Jumlah anggota KUD 20. Untuk ternak kecil (kambing dan domba) populasi tahun 2003 sejumlah 61. Khusus untuk tanaman padi.depkumham. Pulau Panjang. Koperasi Non KUD 518 unit. terdiri dari: Pesta Lomban (Syawalan). terdiri dari: Air Terjun Songgo Langit. 56. kambing.691 unit.106 orang.640 ton menjadi 122. Sentra Kerajinan Ukir. Permasalahan koperasi dan UKM adalah rendahnya struktur permodalan. Kerajinan Gerabah. UKM 31. Boating. Tayub dan Emprak.3.910.000 juta sedangkan untuk Koperasi Non KUD sebesar Rp. Pantai Kartini. Tracking.223 ekor bertambah menjadi 24. dan Pulau Mandalika. ayam pedaging 114.10 Koperasi dan UKM Jumlah Koperasi dan UKM tahun 2004 jumlah Koperasi Unit Desa (KUD) 17 unit. Pusat Koperasi 4 unit. Diving.165 ekor dan itik 59. Kerajinan Monel. ayam petelur 54. Makam Syeh Abu Bakar (Pulau Panjang). Pantai Tirto Samudro. Hutan Manggrove.270 ekor dan pada tahun 2006 meningkat menjadi 78. sapi. Kerajinan Keramik. Jambul Tulakan.091 ekor.582 Ha (2006). Pantai Kartini. ayam pedaging 216. dan prasarana teknologi informasi. Sun Bathing.207 ekor.id . Koperasi Primer Non KUD 471 unit dan sampai Desember 2006 jumlah Koperasi menjadi 539 unit dengan KUD 17 unit. dari 193.189 ton (2006). Wisata Bahari Terpadu (Obyek Wisata Taman Laut Nasional Laut Karimunjawa). daya inovasi dan kreatifitas serta etos kerja dan profesionalisme. Memancing. Pantai Tirto Samodro.670 ekor dan itik 67. dan Hutan Sreni Indah.• • • • • Wisata Alam (pantai dan pegunungan).896 ekor pada tahun 2006. Hal ini menyebabkan jumlah produksi berkurang. peluang pasar serta kurangnya kemitraan antar UKM. Wisata Sejarah. Kerajinan Rotan. ayam petelur 55. 2.306 Ha (2004) menjadi hanya 35. Glass Bottom Board. Namun hal ini tidak dimbangi luas areal produksi yang menurun dari 38. Wisata Bahari terdiri dari Taman Laut Nasional Karimun Jawa. terbatasnya akses terhadap sarana 45 46 www. Kerajinan Kain Troso. Oboroboran Tegalsambi. Masjid dan Makam Ratu Kalinyamat/Sultan Hadirin. 18. Wisata Sejarah (Makam Syeh Amir Hasan/Sunan Nyamplungan).

namun sektor ini tetap merupakan lapangan pekerjaan yang menyerap tenaga kerja cukup besar.811 buah. Sedangkan untuk produksi perikanan darat/budidaya dari 1. Permasalahan yang masih dihadapi pada sektor perikanan dan kelautan adalah kondisi fluktuatif dalam grafik kontribusi terhadap PDRB dan nilai produksi dalam lima tahun terakhir.36 ton pada tahun 2006.3. Hal ini menunjukan bahwa pasokan kayu yang berasal dari luar daerah Jepara cukup besar untuk memenuhi kebutuhan kayu olahan tersebut. ketabahan dan kegigihannya.id . ikan kembung. dan arang rakyat.go. tebu.003. Produksi perikanan baik perikanan laut maupun darat meningkat tiga tahun terakhir. Sedangkan untuk perkebunan.537. Untuk hasil laut non ikan meningkat dari tahun 2003 sebesar 413. dan kecenderungan menguatnya semangat otonomi daerah pada sisi yang lain.740. bambu.879.55 m³ (2006). 2. peranan sub sektor ini cenderung meningkat walaupun tidak terlalu signifikan.776 ton naik menjadi 5. hal ini dapat disebabkan antara lain karena Daya Dukung Lingkungan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan dan sudah terjadi gejala overfishing pada jalur I daerah penangkapan ikan di laut.4 SOSIAL BUDAYA DAERAH Sejarah Jepara menunjukkan bahwa pada tahun 1470 Jepara merupakan kota pantai yang baru dihuni oleh 90-100 orang serta dipimpin oleh Aryo Timur.investasi di bidang agro industri.13 Perikanan dan Kelautan Kontribusi sub sektor perikanan terhadap PDRB atas dasar harga konstan menunjukkan grafik peningkatan.59 m³ (2003) menjadi 1. Kebesaran Kabupaten Jepara pada masa lalu serta potensi sosial budaya dan ekonomi yang dimiliki. Dengan ketekunan.3. antara lain pada aspek 47 48 www. Jenis komoditi kehutanan yang memiliki nilai produksi terbesar adalah kayu bakar rakyat. Komoditas andalan sektor perikanan dan kelautan dari hasil tangkapan ikan di laut adalah ikan tongkol. menuntut adanya paradigma pembangunan yang adaptatif terhadap dua kutub kecenderungan tersebut sebagai upaya untuk menempatkan Kabupaten Jepara tetap menjadi Kabupaten yang terkemuka.300 m³ (2005).djpp. Hal tersebut dapat disebakan oleh menurunnya Hasil hutan non Hak Pemilikan Hutan (HPH) untuk kayu bulat dari 1. namun ternyata jumlah kayu olahan naik dari 1. Permasalahan pokok sub sektor kehutanan dan perkebunan adalah khusus untuk sub sektor kehutanan cenderung semakin menurun kontribusinya terhadap PDRB selama 5 tahun. Jumlah tangkapan ikan laut pada tahun 2003 sebanyak 3.081.75 ton tahun 2006.8 ton pada tahun 2006. menjadi sebuah bandar yang cukup besar. saat ini dihadapkan pada perubahan yang dinamis dalam konteks globalisasi pada satu sisi. Permasalahan umum pertanian dan peternakan adalah secara ekonomis. Sedang untuk produksi budidaya perikanan darat adalah ikan bandeng dan udang.8 ton pada tahun 2006.depkumham. Aryo Timur berhasil mengembangkan kota pantai kecil yang dikelilingi benteng berupa kayu dan bambu ini.49 ton tahun 2003 naik menjadi 2. untuk itu lahan penghijauan untuk penanaman pohon bahan kayu olahan perlu ditingkatkan.862.729.12 Kehutanan Kontribusi sektor kehutanan terhadap PDRB atas dasar harga konstan cenderung mengalami peningikatan selama lima tahun terakhir. jambu mete dan coklat. keuletan. dan ikan teri. produksi penangkapan di perairan umum pada tahun 2003 sebesar 1.658. komoditi unggulannya adalah kapuk randu. karet. Sampai tahun 2006 industri pengolahan kayu di Jepara sebanyak 3. 2. Terkait hal tersebut berikut akan diuraikan kondisi sosial budaya daerah.50 ton menjadi 2. berturut-turut kemudian kelapa.6 ton meningkat menjadi 1.021. 2.442. kayu hutan rakyat.71 m³ (2003) menjadi 9. Di Kabupaten Jepara saat ini terdapat empat situs bersejarah.

pariwisata. maka SDM tersebut dapat menentukan karakter dari pembangunan ekonomi.19 62. kebudayaan dan Indeks Pembangunan Manusia. Sejak pendidikan menjadi kewenangan wajib daerah.53 2. kesehatan. Dari beberapa indikator pendidikan secara umum. serta jumlah Sekolah berdasarkan jenjang pendidikan. Oleh karena itu apabila suatu daerah memiliki SDM yang baik. pendidikan dasar (SD/MI dan SMP/MTs) serta pendidikan menengah (SMU/SMK/MA). Dalam rangka memajukan pendidikan. 2. serta untuk pemeliharaan maupun pengembangan sekolah.00 99. sedangkan Pemerintah Pusat pada tahun 2009.70 1.15 86. Kabupaten berwenang dalam jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).69 1. Tabel 2.73%.go. Kabupaten Jepara akan secara bertahap memenuhi anggaran pendidikan sesuai amanah Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional sebesar 20%.18 98.1 Pendidikan Tabel 2. karena SDM merupakan subyek atau pelaku dari pelaksanaan pembangunan.19 62. Untuk melihat perkembangan urusan pendidikan pada lima tahun berjalan (2002-2006).27 2. 49 50 www.4.djpp.29 Angka Putus Sekolah Prosentase dan Jumlah Angka Putus Sekolah Tahun SD/MI SLTP/MTs SMU/SMK/MA 2003 0.05%. maupun penyediaan sarana dan prasarana pendukung pendidikan. Angka Putus Sekolah.52 63. baik fisik maupun non fisik.53% dan SMU/SMK/MA sebesar 2.60 Pengembangan pendidikan yang selama ini dilaksanakan di Kabupaten Jepara bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Terkait hal tersebut harus diketahui dengan pasti jumlah siswa dan sekolah yang ada pada suatu wilayah. Berdasar hal tersebut Kabupaten Jepara pada 5 tahun kedepan akan memajukan pendidikan dalam semua tingkatan.28 APK dan APM masing-masing Jenjang Pendidikan Pendidikan SD/MI SMP/MTs SMU/SMK/MA 2003 APK APM 110.pendidikan.05 2004 0.73 1. sosial dan budaya daerah.15 Sumber: Dinas P dan K Kabupaten Jepara. Namun pada tahun 2006 angka putus sekolah menunjukkan penurunan pada ketiga jenjang pendidikan sekolah dasar.67 1. 2006 Data jumlah siswa putus sekolah pada tahun 2003 menujukkan SD/MI sebesar 0. Provinsi Jawa Tengah baru akan menerapkan anggaran pendidikan 20 persen pada tahun 2008. salah satu yang penting diketahui adalah Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM).id . SLTP/MTs sebesar 1. Sumber: Dinas P dan K Kabupaten Jepara. 2006 Dalam penyelenggaraan pendidikan. sekolah menengah pertama dan sekolah menengah umum. agama.12 2005 0. pada umumnya penyelenggaraan pendidikan di Jepara juga diselenggarakan oleh swasta.depkumham.93 2004 APK APM 110. Seperti daerah lain.40 2. maka berikut akan diuraikan tentang APK dan APM masing-masing Jenjang Pendidikan.0 0 2005 APK APM 86.37 2. biaya terbesar dialokasikan untuk proses pembelajaran siswa.15 2006 APK APM 88.11 2006* 0. kesejahteraan sosial.

guru SD/MI sebanyak 4. tahun 2006 menjadi 1. guru SMP/MTs tahun 2002 sebanyak 1.338 Permasalahan pendidikan di Kabupaten Jepara antara lain masih rendahnya kualitas pendidikan. sedangkan kenaikan jumlah guru tidak sebanding dengan jumlah siswa. Untuk itu dalam rangka menuju Indonesia Sehat tahun 2010. Kematian Neonatal 106 102 89 82 76 5.675 orang (2002) menjadi 4.492 66 22. Tabel 2.31 Jumlah Guru TK. yaitu sarana kesehatan dan sumber daya aparatur kesehatan.095 orang. SD/MI rasio 20%.410 17 6.277 Swasta Sekolah Siswa 325 13. meningkatnya persentase Kunjungan Ibu Hamil (KIH). Gizi 2002 2003 2004 2005 2006 1.034 orang menjadi 1.095 1.2 Kesehatan Sumber: Jepara Dalam Angka 2005 Berdasarkan jumlah yang ada pada setiap jenjang.depkumham. SMP/MTs rasio 40% dan SMU/SMK/MA rasio 37%.675 4. Kunjungan ke-4 Bumil 81 88.813 orang (2006). SD/MI. Gizi Buruk 94 113 115 212 75 Sumber: Jepara Dalam Angka 2001-2004. SD/MI rasio 24%.801 13 6.32 Kondisi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Tahun Indikator Kesga dan No.337 1. SMP/MTs rasio 15% dan SMU/SMK/MA rasio 14%. 51 52 www.04 3. 2.813 Guru SMP/MTs 1.121 orang.201 1.30 2. Jumlah guru TK tahun 2002 sebanyak 1. Tabel 2.171 1. yang terdiri dari dua aspek.9 91.615 Guru SMU/SMK/MA 761 819 929 929 996 Sumber: Jepara dalam Angka 2005 Keberhasilan pembangunan pada urusan kesehatan salah satu indikator keberhasilannya dapat dilihat dari kualitas pelayanan.124 1. menurunnya angka kematian ibu. dan tingginya angka putus sekolah. Sehingga lima tahun kedepan diharapkan sarana kesehatan yang ada akan ditingkatkan. maka rasio siswa per kelas pada tahun 2006 sebagai berikut : TK rasio 20%.121 Guru SD/MI 4. Sistem Informasi Profil Daerah Dari data diatas diketahui rasio guru per siswa pada tiap jenjang tahun 2006 seperti berikut : TK rasio 17%.30 Jumlah Sekolah dan Siswa Menurut Jenjang Pendidikan Jenjang Pendidikan TK SD/MI SMP/MTs SMU/SMK/MA Negeri Sekolah Siswa 1 27 589 97.615 orang tahun 2006.201 1. dan SMU/SMK/MA Tahun Keterangan 2002 2003 2004 2005 2006 Guru TK 1.4 84. sedangkan guru SMU/SMK/MA sebanyak 761 (2002) dan menjadi 996 pada tahun 2006.6 87 82.Tabel 2.146 30 4.djpp. rendahnya kualitas tenaga pengajar.868 4.843 599 98.346 36 17. SMP/MTs. Persalinan Nakes 80.034 1. Kabupaten Jepara juga akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakatnya.4. rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam pendidikan.868 4.2 tahun (2002) menjadi 70 tahun (2004). Hal tersebut ditandai dengan meningkatnya angka harapan hidup masyarakat dari 69.337 1. namun demikian masalah gizi buruk masih menunjukkan kondisi yang memprihatinkan dan sangat perlu mendapatkan perhatian.061 Jumlah Sekolah Siswa 326 13.1 90.828 4.go. Rasio guru per siswa dimasa datang akan semakin kecil manakala jumlah siswa akan terus naik sejalan dengan pertambahan penduduk. terbatasnya sarana prasarana pendidikan. Da aspek tersebut bertujuan untuk meningkatkan dan memelihara mutu pelayanan kesehatan masyarakat. Kondisi indikator utama kesehatan Kabupaten Jepara menunjukkan perkembangan yang positif.id .31 83.211 30 12.816 10 1. Kematian Ibu 15 20 20 17 12 4.87 85.

Tabel 2. 2. 1.35%.078. 2.102.id .872 1.34 5.000 Penduduk 5. Puskesmas 15 15 13 11 20 6. Penurunan angka rasio hanya terjadi pada tahun 2004. Jumlah sarana kesehatan di Kabupaten Jepara selama lima tahun terakhir belum menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.728* Ratio Dokter Per 100. 4. RS Khusus 1 1 1 1 1 4.djpp. 1. RSUD Kartini 2006 Jumlah dokter umum pada tahun 2002 berjumlah 41 orang dan menjadi 136 orang pada tahun 2005. Puskesmas Pembantu 44 44 44 44 44 Sumber: Jepara Dalam Angka 2001-2005.71%.2005.000 Penduduk No.47 9. Cat : jumlah penduduk* merupakan prediksi.039. 20 20 26 Dukun Anak 571 560 550 Tabel 2. Sistem Informasi Profil Daerah 2006. 9.33 Jumlah Tenaga Kesehatan Tahun Tenaga Medis 2002 2003 2004 2005 2006 Dokter Umum 41 52 43 81 138 Dokter Gigi 2 6 5 12 15 Dokter Spesialis 11 14 15 17 17 Perawat 242 239 132 430 435 Bidan 195 265 222 295 296 Ahli Kesehatan Masy. Hal tersebut dikarenakan kenaikan angka gizi buruk dari tahun 2001 hingga 2005 cukup tinggi.31 6.go.09 14.35 Perkembangan Sarana Kesehatan 2006 No Jenis Fasilitas 2002 2003 2004 2005 1.059.34 Ratio Dokter Per 100. 7. 5. 18 18 24 31 Apoteker 14 25 31 35 Ahli Gizi 21 21 27 30 Analisis Laboratorium 13 23 25 29 Ahli Penyehatan Lingk. 11.025 1. 3. Tahun 2002 2003 2004 2005 2006 Jumlah Dokter 52 66 58 98 155 Jumlah Penduduk 979. kemudian dokter spesialis naik dari 11 pada tahun 2002 menjadi 17 pada tahun 2006. DKK Jepara 2006 Berdasar data diatas kondisi gizi masyarakat. 3. 4. 53 54 www. 10. Sumber: Jepara Dalam Angka 2001-2004. 5. 6. namun setelah itu sampai dengan tahun 2006 angka rasio selalu naik.037 1. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan jumlah sarana sedikit mengalami peningkatan kuantitas selama lima tahun.000 penduduk selama lima tahun mengalami fluktuasi naik turun. merupakan hal utama yang perlu mendapat perhatian khusus. 8.depkumham.05 No. Tabel 2. RS Negeri Type B 1 1 1 1 1 2. Puskesmas Rawat Inap 5 5 7 9 9 5. yaitu rata-rata per tahun sekitar 31. Bahkan pada tahun 2004 ke tahun 2005 kenaikannya mencapai 84.638 1. Sistem Informasi Profil Daerah 2005 Berdasarkan pada tabel diatas tampak bahwa rasio dokter per 100. RS Swasta 3 3 3 4 4 3.

jadi sifat penanganan tidak parsial hanya di Dinas Kesehatan.639 38.000 jiwa selama lima tahun.014 19 5 1 2003 11 1. 10. Anak terlantar 4. Kesejahteraan 2002 2003 2004 2005 2006 Sosial 1.807 6.56. Jumlah kasus kejadian luar biasa (KLB) menunjukkan kenaikan selama empat tahun terakhir. Jenis Fasilitas BP Swasta Posyandu Apotik Toko Obat Laborat 2002 11 1. Pengemis 41 46 59 79 59 8.183. Selain itu untuk meningkatkan pelayanan kesehatan perlu diupayakan penambahn puskesmas ke semua wilayah.940 56.780 10. Jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial ini akan semakin bisa ditanggulangi manakala ada upaya pemberdayaan yang efektif terhadap berbagai kelompok organisasi sosial kemasyarakatan yang selama ini ada di Kabupaten Jepara.135 71.791 5. Kedepan KLB ini perlu penanganan komprehensif seluruh komponen masyarakat dan aparat.3 Kesejahteraan Sosial Meskipun pendapatan per kapita secara makro penduduk Kabupaten Jepara tergolong cukup. Sistem Informasi Profil Daerah 2006.520 48.539 5.7%. Tuna susila 66 37 38 21 6. 9.573 5.36 Perkembangan Penyandang Masalah kesejahteraan Sosial Jenis Masalah Tahun No.. DKK Jepara 2006 Perkembangan sarana kesehatan yang menunjukkan bertambah hanya posyandu dan apotik. Namun pada tahun 2006 jumlah kasus naik menjadi 42 kasus dengan 287 penderita dan menyebar pada 12 kecamatan.depkumham. 2. namun masalah kemiskinan dan pengangguran tetap merupakan salah satu faktor penghambat pembangunan daerah. Bekas narapidana 484 495 386 378 Jumlah 54.701 5.049 30 4 3 2006 28 1.116 5. Penyandang cacat 5.032 22 5 3 2004 14 1. Gelandangan 2 5 5 5 5 7. Dengan adanya penduduk miskin sebesar rata-rata 144.935 4.645 Sumber: Jepara Dalam Angka 2002-2006 Nilai rata-rata kebutuhan hidup minimum pada tahun 2003 sebesar Rp.070 4.863 2.502. 8. Lanjut usia terlantar 4. Kenaikan nilai kebutuhan hidup minimum sebesar 25.064 35 4 3 Sumber: Jepara Dalam Angka 2001-2004.813 6. Secara persentase angka penduduk miskin dibanding yang tidak miskin 13. 55 56 www.846 54.55% selama empat tahun ini merupakan salah satu penyebab naiknya jumlah penduduk miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial lainnya..go.No 7.djpp.756 42.951 5. Untuk itu upaya yang perlu dilakukan dalam meningkatkan sarana kesehatan adalah meningkatkan type rumah sakit dari type B menjadi type A. Untuk penyandang masalah kesejahteraan sosial yang paling banyak adalah penyandang lanjut usia terlantar dan paling kecil jumlahnya adalah gelandangan.210 5.naik menjadi Rp.933 5.id . Tabel 2. Keluarga miskin 38.630.003 59.4.044 26 5 3 2005 28 1. tahun 2002 terjadi 3 kasus dengan 71 penderita dan jumlah kecamatan yang terkena 3 kecamatan.pada tahun 2006.594 38. 11. ternyata berdampak pada adanya penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Kabupaten Jepara.316 4.500.451 3.

Partisipasi perempuan di instansi pemerintah pada tahun 2001 sebanyak 4.806 36. 1.751 2005 540.977 orang). Pada tahun 2003 besarnya rata-rata upah minimum Rp.977 orang. namun hal tersebut juga diimbangi dengan bertambahnya angka pengangguran. tahun 2005 sebanyak 314. Pramuka. Jumlah pemuda (usia 15-30 tahun) tahun 1995 sebanyak 224. Faktor-faktor lain yang menyebabkan bertambahnya pengangguran. Data tersebut menunjukkan adanya peningkatan partisipasi perempuan di instansi pemerintah sebesar 3.227 orang atau 35.221 orang atau 34. Tabel 2. Hal ini disebabkan kenaikan angkatan kerja tidak sebanding dengan penyediaan lapangan kerja.85% per tahun.555 37.prasarana.017 orang (22.115 1.5%).. 57 58 www.500.4.29% dari seluruh jumlah pegawai (11. 2006 No.376.837 2006 543. menunjukkan peningkatan.369 1. pembinaan dan kegiatan (event) olah raga. Organisasi yang menampung aktivitas kepemudaan antara lain Karang Taruna.4 2005 1. 2.37 Perkembangan Organisasi Sosial Tahun Jenis Organisasi Sosial 2001 2002 2003 2004 Pekerja sosial masyarakat 1.384 2003 529.go.-. karena besarnya angka usia produktif pencari kerja dan banyaknya perusahaan yang mengurangi jumlah produksinya sehingga mengurangi pegawainya.130 Karang taruna 194 194 194 194 Organisasi sosial & panti sosial 27 27 27 29 Sumber: Bakesbanglinsos Kabupaten Jepara. pada tahun 2005 sebanyak 5. Sedangkan rata-rata upah minimum dari tahun 2003 sampai tahun 2006 menunjukkan kenaikan rata-rata 11.40% dari seluruh jumlah pegawai (15.606 38. 2.624 orang.399 36.902 37.djpp.176 orang (24. Tabel 2. menjadi 796 pada tahun 2005. Berikut ditunjukkan data angkatan kerja dan pengangguran selama lima tahun.525. Masalah pokok pemberdayaan perempuan adalah adanya persepsi sebagian masyarakat bahwa perempuan lebih inferior dari pada laki-laki.458 1. Permasalahan pokok kepemudaan dan olah raga adalah masih terbatasnya jumlah kelembagaan dan aktivitas kepemudaan dan terbatasnya sarana dan Pertumbuhan angkatan kerja selama empat tahun terakahir (2002-2005) menunjukkan kenaikan.053 Sumber: Sistem Informasi Profil Daerah Kabupaten Jepara. dan lain-lain seperti organisasi olah raga dan kesenian. Jumlah perempuan usia dewasa (usia 20-54 tahun). tahun 1995 sebanyak 189.86%.id . belum adanya kesetaraan gender dalam berbagai pembangunan.98% per tahun. atau meningkat rata-rata sebesar 3.depkumham.38 Angkatan Kerja dan Pengangguran Tahun Angkatan Kerja Pengangguran 2002 519.918 2004 538.dan pada tahun 2006 menjadi Rp. tahun 2005 menjadi 264. 3.145 194 31 Tenaga Kerja Aspek yang cukup penting dalam rangka peningkatan kesejahteraan sosial adalah pemberdayaan perempuan.174 orang). 2006 Dari data diatas menunjukkan bahwa bertambahnya angkatan kerja berkorelasi dengan bertambahnya jumlah pengangguran.000. KNPI. Kondisi bidang olah raga menunjukkan bahwa jumlah cabang olah raga prestasi sebanyak 15 cabang dengan jumlah kelompok olah raga sebanyak 719 buah (2001).6%).

028.004 2.5 PRASARANA DAN SARANA DAERAH Pembangunan infrastruktur akan dihadapkan pada terbatasnya kemampuan pemerintah Kabupaten Jepara untuk menyediakannya. air bersih dan listrik. Islam 1.004 tempat ibadah. Hal ini menunjukkan bahwa kehidupan religius mewarnai kehidupan masyarakat Jepara. Penduduk menurut pemeluk agama berdasarkan hasil sensus penduduk terakhir menunjukkan bahwa penduduk Kabupaten Jepara mayoritas beragama Islam sebanyak 1.289 orang dengan jumlah tempat ibadah sebanyak 4.depkumham.39 Jumlah Pemeluk Agama dan Tempat Ibadah No. Kristen 23.446 KK. 2.2.028. 59 60 www.256 pada tahun 2006. Sedangkan untuk masyarakat menengah kebawah melalui KPR/BTN. menurunnya pelayanan transportasi dan peningkatan permintaan tenaga listrik dan air bersih.5 Agama Dilihat dari penduduknya. Perkembangan pembangunan di bidang spritual dapat dilihat dari banyaknya sarana peribadatan masing-masing agama. Budha 7.528. pada tahun 2004 sebanyak 830 unit dan pada tahun 2006 menjadi 1. Sedangkan untuk pemenuhan kebutuhan perumahan bagi masyarakat menengah ke atas sudah dilakukan oleh pengembang swasta. Agama Pemeluk Tempat (orang) Ibadah 1.5.822 86 3.667 11 4. Hindu 2.4. Konghucu 19 Sumber: Sistem Informasi Profil Daerah Kabupaten Jepara Tahun 2006 2.301 unit. Urutan kedua adalah pemeluk agama Kristen sebesar 23. tahun 2006 menjadi 7.822 orang dengan tempat ibadah sebanyak 86 tempat ibadah.532.545 24 6. dan keterbatasan kemampuan masyarakat. Luas kawasan permukiman pada tahun 2004 adalah 22. misalnya pembangunan jalan. Mayoritas penduduk yang beragama Islam. pertumbuhan rumah tidak sebanding dengan pertumbuhan penduduk.984 KK. semakin keterbatasan lahan.id . Tabel 2. Dilihat dari kelayakan rumah. tahun 2002 jumlah KK berumah tak layak huni sebanyak 6. pemerintah masih bertanggungjawab terhadap pembangunan dan pemeliharaannya.256 Ha bertambah menjadi 22.502 3 5. salah satunya adalah perumahan yang mana Pemerintah Kabupaten Jepara perlu mengembangkan pola kemitraan dengan pihak pengembang perumahan untuk memenuhi kebutuhan perumahan bagi masyarakat menengah kebawah.go. Pada sebagian infrastruktur.289 4.djpp. Disamping itu masih banyak perumahan kumuh serta masih banyaknya bangunan yang menempati tanah negara. Permasalahan pokok perumahan dan permukiman adalah kurang konsistennya pelaksanaan tata ruang. Katolik 1. Beberapa masalah infrastruktur yang perlu mendapat perhatian antara lain meningkatnya permintaan perumahan.1 Perumahan Untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. diikuti dengan tumbuhnya pondok pesantren dari 154 pada tahun 2003 meningkat menjadi 196 pada tahun 2006. Kabupaten Jepara mempunyai penduduk yang heterogen dilihat dari agama dan keyakinan mereka.

5.224 5.3 Jaringan Transportasi Panjang jalan di Kabupaten Jepara sampai tahun 2006 cenderung tetap. 2006 seyogyanya di Kabupaten Jepara diperlukan suatu regulasi yang mengatur keberdaan pasar modern.2 Pasar Sarana perdagangan yang ada di Kabupaten Jepara pada tahun 2006 ditunjukkan berkut : pasar tradisionil 21 buah. Penerangan jalan umum tersebar di seluruh wilayah. 2002 6. mengalami peningkatan rata-rata sebesar 51. apabila tahun 1995 seluas 6. dalam penanganan keberadaan pasar tradisionil yang mulai terdesak oleh pasar modern (supermarket. Untuk trayek Angkota dan Angkudes cenderung mengalami peningkatan dan diharapkan pelayanan angkutan umum semakin optimal.984 2. Keluarga Berumah Tidak Tahun Layak 1. 2006* 7.djpp.095 3. Tabel 2. Sedangkan transportasi darat dalam pelayanan transportasi khususnya pelayanan angkutan umum yang terdaftar di Kabupaten Jepara terdiri dari beberapa trayek. Perkembangan taman kota dilihat dari luasan taman mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. 61 62 www. 2006 Pesatnya keramaian wilayah tertentu di Kabupaten Jepara akibat dari adanya proyek-proyek besar yang kontinuitasnya lama. Jalan Provinsi dan Jalan Kabupaten atau lokal. Berdasar hal tersebut lima tahun kedepan perlu dipikirkan keberadaan terminal dan sub terminal baru di wilayah pengembangan.881 4. 2. 2005 7.40 Perkembangan Keluarga Berumah Tidak Layak No. Dari panjang jalan tersebut terdiri dari Jjalan Negara. Angkota dan Angkudes Trayek No 1.id .69% tiap tahun. Kondisi 2002 2003 2004 2005 2006 Angkota 12 13 13 14 15 Angkudes 18 19 21 30 32 Armada Angkota 195 207 207 214 223 Angkudes 263 214 308 397 419 Jumlah Angku Angkota des 30 456 32 421 34 515 44 611 47 642 Aspek lain yang sangat erat kaitannya dengan perumahan adalah aspek pertamanan dan penerangan Jalan. 2. pasar swalayan 1 buah.156 m2.41a Trayek dan Armada. 3.Tabel 2. 5. tahun 1995 sebanyak 343 titik dan pada tahun 2005 sebanyak 1. Permasalahan pertamanan dan penerangan jalan adalah keterbatasan jumlah ruang terbuka di perkotaan. Berdasar hal tersebut Sumber: Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara.5% per tahun. hipermarket). 2003 7.5. AKDP maupun Angkutan Perkotaan (Angkota) dan Angkutan Pedesaan (Angkudes). 2. tahun 2005 sudah mencapai 38.200 m2.go. pasar grosir 1 buah dan mini market 18 buah. terbatasnya titik penerangan jalan umum dan pemeliharaan oleh masyarakat. Kondisi pasar tradisionil di Kabupaten Jepara masih didominasi oleh pasar tradisionil. Klasifikasi tersebut sesuai dengan kewenangan penanganannya.264 titik atau rata-rata mengalami peningkatan sebesar 2. Hal ini dikarenakan dalam kurun waktu lima tahun mendatang akan lebih banyak muncul pasar-pasar modern baru. menyebabkan munculnya terminal-terminal bayangan.446 Sumber: Badan Kesbanglinmas Kabupaten Jepara. 4. belum optimalnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan maupun perawatan taman. Saat ini hampir diseluruh daerah mengalami hal yang sama. yang meliputi AKAP.depkumham. 2004 7.

62 728. mengingat air bersih merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi masyarakat.62 810. 2.850 3.3 703.589 ton.68 km. Kondisi transportasi laut menunjukkan adanya peningkatan aktifitas pelayaran yang direpresentasikan pada tingkat kunjungan kapal serta produktifitas angkutan orang dan barang yang mengalami peningkatan.90 87.16 5. 2006 Permasalahan pokok transportasi dan telekomunikasi adalah masih banyak jalan dalam kondisi belum baik dan penurunan kualitas jalan. 4 pelabuhan khusus (nasional) dan 2 buah kapal penyeberangan.763 1.26 105.05 623.41b Panjang dan Kondisi Jalan Tahun 2002 2003 2004 2005 675.22 703.28 27.22 km. pada tahun 2006 jumlah kunjungan 63 64 www.62 702.358 Ket. berdasarkan kondisi jalan.105 orang.3 703. dan rusak 5. Tabel 2. tahun 2001 sebanyak 3.843 2.850 ton. diketahui jalan baik 570.328 2.go.91 728. Aspal 2.21 28. berdasarkan kondisi jalan.356. tahun 2001 kunjungan kapal sebanyak 470. Baik 2.41c Kunjungan Kapal dan Produksi Angkutan No.18 728. terbatasnya prasarana dan sarana perhubungan. Jumlah pelanggan PDAM mengalami peningkatan. Permasalahan pokok air bersih adalah masih banyak penduduk atau rumah tangga yang belum Sumber: Sistem Informasi Profil Daerah Kabupaten Jepara. Permasalahan klasik yang dihadapi berkaitan dengan air bersih adalah masih rendahnya kinerja pelayanan air bersih.798 1.69 728. No. Kondisi 2006 785.52 80. penumpang 35. TAHUN 2002 2003 2004 2005 2006 KUNJUNGAN KAPAL 483 491 561 582 591 PRODUKSI ANGKUTAN Penumpang Barang Kendaraan (orang) (ton) R-2 R-4 33. Sedang 3. baik untuk keperluan rumah tangga ataupun non rumah tangga.78 35. 4.150 m3.77 703.308 2. panjang jalan Kabupaten 703. sedang 105. rusak 28.69 574.73 kapal menjadi 621.43 17.095 1.093.088 922 42.30 570. Kerikir 3.85 km.31 km.4 Jaringan Air Bersih Kebutuhan air bersih pada masa mendatang harus menjadi perhatian Kabupaten Jepara. sedang 74. diketahui jalan baik 623. tahun 2001 sebanyak 11.05 Kelas Jalan 1. Tanah Jumlah Kondisi Jalan 1.40 129.328 orang dan barang 2.619 274 39.801 2. menjadi 18.547 203 33. yaitu belum meratanya sistem jaringan air bersih dan masih minimnya kapasitas air bersih.91 728.803 2.43 17. Pelabuhan Jepara sebagai bagian dari pelabuhan laut Indonesia dalam kerangka negara maritim merupakan garda depan yang harus dibenahi untuk meningkatkan pengelolaan potensi laut dan lingkungan sekitarnya. Pada tahun 2006 panjang jalan menjadi 703. penumpang 42. Volume air PDAM yang disalurkan juga mengalami peningkatan.577 pelanggan tahun 2006 (angka sementara). 2006 Transportasi laut di Kabupaten Jepara ditunjang keberadaannya dengan adanya 2 pelabuhan laut (regional).00 17.21 km. 2.depkumham.73 615.40 129.68 km.00 7. 1.152 2.52 km.983 m3 tahun 2006 (angka sementara) Data tersebut menunjukkan bahwa semakin lama tingkat kebutuhan akan air bersih dari PDAM semakin meningkat.00 20.118 pelanggan. Rusak Jumlah Sumber: Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara.85 810. menjadi 4.30 574.Kondisi prasarana jalan tahun 2001.id . Tabel 2.djpp.626 2. 5. 3.5. barang 2.28 27. 2 pelabuhan penyeberangan (lokal).68 7.68 7.92 17.095 365 40.68 7.62 729.00 7.26 km.

628 8. dari tahun ke tahun mengalami kenaikan sejalan dengan makin bertambahnya aktivitas masyarakat. Irigasi Teknis 8.573. Fungsi irigasi sangat diperlukan mengingat untuk menunjang penyediaan bahan pangan.473 2.090 827.360. Jumlah sampah terangkut ke TPA tahun 2002 sebesar 165.000 No. Tabel 2.05 m3.597.702 8. Tabel 2. 1.3 m3.213 4. Bangunan Lainnya 480 487 495 495 495 Sungai 38 38 38 38 38 Sumber: Dinas PU.855. tahun 2006 menjadi 569. Bangunan Air dan Sungai TAHUN Jenis Data 2001 2002 2003 2004 2005 Luas sawah irigasi : 1.id . 4.749 3. Volume sampah padat tahun 2001 sebesar 175. 3.749 12.000 12. Irigasi ½ teknis 12. Primer 8.702 b. baik sampah cair maupun sampah padat. 65 66 www.000 17.090 827.41 Banyaknya Pelanggan Air Bersih Jumlah Pelanggan Air yang Disalurkan (m3) 11. Hal inim menjadi tanggung jawab Pemerintah dan Pemerintah Daerah untuk menjamin hak setiap orang dalam mendapatkan air minum sebagai kebutuhan pokok minimal sehari-hari guna memenuhi kehidupan yang sehat dan bersih.630 8.090 3. Jepara 2006 2.114.090 827.625 8.000 14.725 12. Sekunder 827.mendapatkan air bersih.853 2. Saluran a. tahun 2006 menjadi 713.702 8.008 5.5 Jaringan Irigasi Lahan pertanian yang masih cukup luas di Kabupaten Jepara. Permanen 260 260 260 260 260 b. 5. 2.391 2.810 12.118 3. perlu dukungan pengairan yang baik.6 Persampahan Volume sampah.djpp.5 m3. Rumpon 272 272 269 259 259 2.577 5.5 m3. irigasi sederhana Bangunan Air : 1. Bendung a. Tahun 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Sumber: Jepara Dalam Angka 2001-2005 2.5.41 Luas Sawah.853 2.709 12.go.702 8. 6.660 8.487 2.000 15.700 4.702 8. Permasalahan persampahan adalah masih rendahnya cakupan pelayanan persampahan dan bertambahnya volume sampah yang didaur ulang serta belum optimalnya tingkat kesadaran masyarakat tentang kebersihan.090 827.depkumham.000 18.5.749 3.067. Bronjong 114 114 127 137 137 c.660 2.

5 713.605 4.744.162 Sumber: Jepara Dalam Angka 2002-2006 2. berupa kewenangan yang lebih besar untuk mengelola pembangunan secara mandiri dan demokratis. keistimewaan dan kekhususan serta potensi dan keanekaragaman daerah dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2.838.315.3 3. Hal ini menandakan adanya pertambahan pemasangan. pemerataan dan keadilan.670 5. Disamping itu melalui pelaksanaan otonomi luas.Tabel 2.428 239.778 237.538 272. Lima tahun terakhir menunjukkan kebutuhan jaringan listrik bagi masyarakat Kabupaten Jepara meningkat tajam dari tahun ke tahun. 1.5 2.170 4 2003 205 185 2.id .531.5 1. Adanya ketegasan fungsi dari kedua lembaga ini sangat bermanfaat bagi proses demokratisasi dalam penyelenggaraan sistem pemerintahan. 2004 85. 2006 2. Tabel 2. pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan.653. transparansi dan partisipasi yang bermuara pada perwujudan pelayanan masyarakat.7 Jaringan Listrik Kemajuan pembangunan segala bidang di Kabupaten Jepara.026 4 Tahun 2004 528 422. Selain aparatur Pemerintah Daerah (eksekutif). 2003 82.6 PEMERINTAHAN UMUM Berlakunya otonomi daerah memberi peluang Kabupaten Jepara.471. 4. Tujuan pemberian otonomi yang luas kepada daerah diarahkan untuk terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan.457 137.go. dengan memperhatikan prinsip demokrasi.260 182. Jangkauan pelayanan listrik hingga tahun 2006 telah mencakup 197 desa atau 100 persen wilayah telah terlayani.depkumham. 2006 92. pada pemerintahan daerah juga memberi penegasan fungsi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang merupakan badan legislatif daerah. Tahun Pelanggan Tersambung Terjual 1.318. perkantoran maupun industri.847 138. 2005 88. 67 68 www.5 165. Kondisi Volume sampah/hari (m ) Sampah terangkut (m3) Daerah pelayanan (Ha) TPA (buah) 3 2002 175.43 Banyaknya Pelanggan Listrik PLN Jumlah Daya Kwh No.701.124 2.523. 2.143 3.580.310 200.443 4 2005 2006* 619.3 4 4 Sumber: DKPPK Kabupaten Jepara.djpp. menuntut penyediaan kebutuhan listrik yang sangat besar. baik bagi perumahan.6.05 502 569.42 Perkembangan Persampahan No.1 Aparatur Pemerintahan Otonomi menuntut aparatur Pemerintah Daerah untuk lebih profesional dan mandiri dalam penyelenggaraan pemerintahan. sehingga check and balances dapat diterapkan menuju ke tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). 3.116 3. Dengan kata lain tujuan yang diharapkan dari pelaksanaan otonomi adalah mewujudkan Good Governance penyelenggaraan pemerintahan dengan tiga pilar utamanya yaitu demokratisasi.139 150. daerah diharapkan mampu meningkatkan daya saing.290 133.879.5. 2002 121. pemberdayaan dan peran serta masyarakat.

2006 2.918 145 1.221 • Golongan II 2.895 2006 1. 2. 5.djpp. Desa 183 Sumber: Setda Bagian Hukum Pemkab Jepara. 4. dan bertanggungjawab. dengan jumlah perangkat daerah sebagai berikut: Tabel 2.2 Kelembagaan Sampai saat ini kelembagaan yang ada di Kabupaten Jepara masih mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2003. 7.6. 9.44 Jumlah PNS dan Pegawai Non PNS Tahun No. 2002 17 265 2. belum disesuaikan dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004. Setda dan Sekwan 2 2. Tabel 2.depkumham. 8.id . PNS • Golongan IV 416 416 1. Jumlah Daerah 1. Kecamatan 14 6.6.147 Sumber: Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Jepara. Tabel berikut ini adalah produk Perda dan Perbup yang diterbitkan dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2005.46 Jumlah Produk Hukum Daerah No. Sedangkan Peraturan Bupati dua tahun terakhir menjukkan angka kenaikan. 3. Data Pegawai 2002 2003 2004 1. 2006 2.400 2.47 Capaian Pelayanan Perijinan NO 1. Dalam pelayanan publik ini harus disesuaikan dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang telah ditetapkan. Kelurahan 11 7.go.313 1. URAIAN Ijin Gangguan / HO Surat Ijin Usaha Perdagangan Tanda Daftar Perusahaan IUI dan Perluasan Ijin Mendirikan Bangunan Ijin Reklame Ijin Usaha Angkutan Ijin Peruntukan Penggunaan Tanah Pemda Ijin Perubahan Tanah Pertanian Ke Non Pertanian 2003 545 570 284 124 342 588 83 0 3 Tahun 2004 605 745 752 292 670 205 107 102 7 2005 1198 1347 1351 339 1157 234 318 249 4 Sumber: Setda Bagian Hukum Pemkab Jepara. Pegawai Non PNS 16 29 1. Berdasarkan hal tersebut pelayanan publik yang dilakukan harus dalam kerangka menuju kepuasan masyarakat.416 2. 6. Tahun Perda Perbup SK Bup 1.596 2005 1.367 5.Tabel 2. 2003 15 236 3.166 • Golongan III 5. Tabel 2. 2004 12 173 4.45 SOTK Pemerintah Kabupaten Jepara Perangkat No.574 5.029 • Golongan I 439 439 179 2.4 Pelayanan Publik Pembangunan daerah merupakan usaha mengembangkan dan memperkuat pemerintahan daerah dalam rangka makin mantapnya otonomi daerah yang nyata. serasi. 2005 69 70 www.3 Produk Hukum Daerah Program legislasi daerah yaitu peraturan daerah yang diterbitkan selama lima tahun menunjukkan angka yang fluktuatif tiap tahunnya. Kantor 3 5.460 1.6. dinamis.816 109 2. 2005 9 16 165 2.520 5. Badan 5 4.540 5. Dinas 13 3.

19 bidang pada tahun 2004 dan 58 bidang pada tahun 2005.10.139 5. 2005 108 500 500 271. 130.id .6. Kondisi ini menunjukkan kinerja aparat pengawasan yang semakin meningkat seiring dengan upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN. sedangkan pada tahun 2005 dari 108 obyek pemeriksaan ditemukan 500 temuan. Sedangkan aset tidak bergerak pada tahun 2004 sebanyak 7. 2003 144 476 476 197. 5. sedangkan jumlah pencoblos sebanyak 560. 23 bidang pada tahun 2003.7 Politik Kabupaten Jepara terkenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi keragaman.520.020 orang sedangkan jumlah pencoblos sebanyak 537.093. yang ditunjukkan 2. 2001 144 456 456 130.48 Perkembangan Pemeriksaan Fungsional Jenis Data No. sehingga secara keseluruhan aset yang berupa tanah dan bangunan yang telah bersertifikat baru mencapai 191 bidang. 2005 No 1.109.945.479 pada tahun 2006. Tabel 2.245 (2001) menjadi Rp. 4.089 unit pada tahun 2006. 2. 2.go.049. 57 bidang pada tahun 2002.6.016 m² naik menjadi 8. atau dengan tingkat partisipasi sebesar 76. atau dengan tingkat partisipasi sebesar 94.245 2. Pada tahun 2001 dari 144 obyek pemeriksaan ditemukan 456 temuan. 2002 144 650 650 109.25 unit naik menjadi 7.510 (2005). untuk aset bergerak pada tahun 2004 sebanyak 6. Pemilu 2004 sebanyak 24 Parpol.115 4.415 orang. yang kemudian berturut-turut sebanyak 11 bidang pada tahun 2001.depkumham.252 3. 71 72 www.093. Jumlah partai politik peserta Pemilu 1997 sebanyak 3 Parpol.250. 2004 144 437 441 318.854 orang. 2006 Tabel 2.6.510 Sumber: Bawasda Kabupaten Jepara. Berdasarkan data diketahui bahwa situasi politik pada saat pemilu relatif aman terkendali. Tahun Obrik Tindak Setoran ke Temuan (LHP) Lanjut Negara 1.43%. Uang negara yang berhasil diselamatkan kembali juga meningkat dari sejumlah Rp. pada tahun 2004 jumlah pemilih terdaftar sebanyak 733.5 Pengawasan Jumlah temuan selama tahun 2001 sampai dengan 2005 terus menunjukkan peningkatan. Ijin Lokasi Ijin Usaha Pariwisata 8 37 2 8 5 4 Sumber: Kantor Yantap Kabupaten Jepara. 3.004.djpp.6 Aset Daerah Pengelolaan aset atau barang daerah.609 orang. 2006 Upaya pengamanan aset tidak bergerak yang berupa tanah baru mulai dilaksanakan pada tahun 2000 sebanyak 23 bidang tanah. Permasalahannya adalah belum optimalnya pendataan dan pengelolaan aset daerah yang dilindungi dengan status hak kepemilikan yang sah.35%. Pemilu 1999 sebanyak 48 Parpol. Jumlah pemilih terdaftar tahun 1999 sebanyak 570. 2. Permasalahan bidang pengawasan adalah meningkatnya jumlah temuan yang mengakibatkan kerugian pada negara.49 Perkembangan Aset Bergerak dan Tidak Bergerak Tahun Jenis Data 2001 2002 2003 Roda 2 51 51 43 Roda 4 12 12 20 Meja 18 10 10 Kursi 18 10 10 Sertifikat tanah Pemda & Wakaf 11 57 23 2004 81 14 30 30 19 2005 50 11 79 80 58 Sumber: Bagian Umum dan Pemerintahan Setda Kabupaten Jepara.109. kondisi ini berdampak pada terciptanya peluang setiap komponen masyarakat terlibat dalam penciptaan situasi dan kondisi yang kondusif. 11. 271.

informasi dan komunikasi adalah belum berkembangnya perpustakaan daerah. Permasalahan politik lokal adalah menurunnya tingkat partisipasi politik masyarakat. terutama menjelang pelaksanaan Pemilu ataupun Pilkada. Jumlah anggota sebanyak 1.djpp.7 ISU-ISU PEMBANGUNAN Gambaran umum atau potret kondisi daerah yang telah diuraikan sebelumnya. 2.6. Belum optimalnya relevansi dan kualitas pelayanan pendidikan. 5 buah.104 pada tahun 1999 meningkat menjadi 28. Permasalahan terkait dengan perpustakaan.297 buah. 10. data. 8. Belum mantapnya kondisi perekonomian daerah. kurangnya kepedulian dan pemahaman pentingya arsip. 2. 9. 3. 7. 5. Jumlah personil Hansip (Linmas) mengalami peningkatan. Masih rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan belum optimalnya peran BUMD. Jumlah media cetak yang beredar di Kabupaten Jepara tahun 2004 sebanyak 8 buah. Teknologi informasi dan komunikasi internal Pemerintah Kabupaten Jepara yang telah digunakan adalah jaringan intranet maupun internet sebagai bagian dari pengembangan e-government yang menghubungkan semua unit pemerintah. tahun 1995 sebanyak 7. jumlah pengunjung meningkat dari 22. Informasi dan Komunikasi Jumlah koleksi buku di Perpustakaan Daerah pada tahun 2004 mencapai 3.427 pada tahun 2005. masih terbatasnya aplikasi sistem informasi dan komunikasi pada satuan kerja (terutama yang jauh lokasinya dari pusat kota). Jumlah media penyiaran (radio) cenderung tetap. masih rendahnya kesadaran hukum masyarakat. 2. Permasalahan ketertiban dan keamanan adalah adanya konflik akibat proses demokratisasi. meningkat dari 170 kasus (2000) menjadi 450 kasus (2005). 4. Kurang optimalnya kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Jumlah pelanggaran ketertiban oleh Pedagang Kaki Lima. Masih kurangnya lapangan kerja dan masih banyaknya pengangguran.391 orang pada tahun 2005.8 Perpustakaan. 73 74 www.dengan menurunnya partisipasi politik masyarakat pada Pemilu. tahun 2005 mencapai 5. Data. Cakupan infrastruktur Kabupaten yang masih terbatas. Berdasarkan hal di atas isu-isu strategis pembangunan Kabupaten Jepara antara lain adalah : 1. Masih tingginya penyandang masalah kesejahteraan sosial.9 Ketertiban dan Keamanan Jumlah konflik di masyarakat mengalami kenaikan pada tahun 2004. menjadi 7. 6. dan belum optimalnya fungsi penegakan hukum. atau mengalami kenaikan rata-rata 8.463 buah. Potensi sumberdaya alam dan kelautan belum dikelola secara optimal. dijadikan dasar dalam mengidentifikasi isu-isu strategis pembangunan Kabupaten Jepara dalam menghadapi permasalahan dan tantangan pembangunan lima tahun ke depan.422 buah. sasaran dan program pembangunan Kabupaten Jepara juga harus menampung berbagai sasaran dalam Millenium Development Goals (MDGs) yang merupakan komitmen Pemerintah Indonesia pada dunia internasional. Sehingga isu-isu pembangunan yang faktual tersebut akan menentukan agenda aktual kebijakan.id .788 (2005). Sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).260 (2001) menjadi 39.depkumham. tahun 2005 menjadi 11 buah.300 orang. Belum terwujudnya tata kelola kepemerintahan yang baik (good governance) dan pemerintahan yang bersih (clean government).go.6. Masih rendahnya daya saing produk lokal dalam persaingan pasar nasional dan global. Jumlah arsip dinamis in-aktif tahun 2001 berjumlah 2.9% per tahun. 2. sasaran serta program dan kegiatan pembangunan yang akan digulirkan selama kurun waktu lima tahun mendatang.

diharapkan visi Kabupaten Jepara sebagai pemicu bagi seluruh komponen masyarakat (stakeholders) untuk terus bekerja keras membangun daerah dalam rangka untuk mencapai visi yang dicita-citakan. maju. BAB III VISI DAN MISI Dalam rangka meningkatkan dan/atau mempertahankan kinerja pembangunan menghadapi perkembangan perubahan lingkungan strategis yang sangat dinamis serta faktor-faktor berpengaruh yang berubah dengan cepat dan sering tidak terduga.djpp. melalui peningkatan kualitas 75 76 www. Seperti moto Kabupaten Jepara yaitu “Trus Karya Tataning Bumi” yang artinya terus bekerja keras membangun daerah. demokratis dan sejahtera dengan bertumpu pada potensi budaya lokal.depkumham. melalui peningkatan kualitas sumber daya yang terlayani oleh pemerintahan yang bersih” Secara komprehensif perwujudan visi tersebut menggambarkan harapan yang dicita-citakan kedepan oleh segenap komponen masyarakat Kabupaten Jepara yaitu menjadikan Jepara yang religius. Belum optimalnya pengelolaan tata ruang dan lingkungan hidup. Pemberdayaan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah belum optimal.11. aman.go. maka Kabupaten Jepara menetapkan visi lima tahun kedepan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012. 13. aman.1 VISI Berbekal pada potensi dan kondisi strategis yang dimiliki. sebagai berikut: “Terwujudnya Kabupaten Jepara sebagai daerah yang religius. maka diwujudkan visi dan misi berbasis pada analisis lingkungan strategis dan isu-isu strategis. 3. Belum optimalnya pengelolaan dan pemanfaatan potensi Kepulauan Karimunjawa. demokratis dan sejahtera yang kelimanya tidak dapat dipisahkan serta merupakan rangkaian proses bersama yang bertumpu pada potensi budaya lokal.id . maju. 12.

beretika dan berbudaya. Selanjutnya. kondisi dan sikap masyarakat yang menjunjung tinggi nilai agama. karena kita bersama-sama menyadari bahwa manusia merupakan faktor paling determinan bagi berhasil tidaknya proses pembangunan dilaksanakan. ditunjukkan dengan penyelenggaraan yang transparan. bermoral. beretika. berbudaya serta mempunyai rasa toleransi antar dan intern umat beragama.djpp. dengan • • • • • Religius. dalam rangka untuk mendapatkan kesamaan persepsi tentang makna filosofisi visi di atas maka perlu dirumuskan pengertian dari beberapa kata kunci berikut ini. sumberdaya alam mapun sumber daya buatan) merupakan tuntutan dasar dalam mendukung pembangunan daerah. Demokratis. Berdasar hal diatas visi tersebut mengandung filosofi bahwa Jepara merupakan daerah dengan masyarakat yang maju serta menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan supremasi hukum. Mewujudkan masyarakat yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.id . 3. masyarakat memiliki landasan yang kokoh dan berorientasi pada kearifan lokal dalam pembangunan dan memiliki kebanggaan terhadap daerahnya.go. Misi yang dirumuskan untuk mengemban pencapaian visi selama lima tahun yang akan datang adalah sebagai berikut: 1. 2. partisipatif dan akuntabel serta berorientasi pada kepuasan masyarakat. yaitu: • • • haknya.depkumham.sumber daya dan pemerintahan yang bersih. serta dapat memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani dengan tetap mengedepankan kearifan budaya lokal dan dukungan kualitas sumber daya yang ada dalam kondisi pemerintahan yang bersih. kondisi sumber daya yang baik (sumberdaya manusia. Membangun ekonomi kerakyatan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya. saling menghargai dan punya tanggung jawab terhadap daerahnya. suatu daerah yang didukung dengan tersedianya kebutuhan sarana prasarana dan utilitas yang memadai disemua wilayah. saling menghargai dan punya tanggung jawab sosial. Aman.2 MISI Selanjutnya visi tersebut dijabarkan dalam misi yang pada hakekatnya di arahkan untuk mendukung terwujudnya visi lima tahun kedepan. Potensi budaya lokal. Misi pertama difokuskan pada peningkatan kualitas manusia yang agamis. Mewujudkan masyarakat yang rukun dalam melaksanakan hak dan kewajibannya dengan nyaman. masyarakat dapat merasakan pelayanan dasar yang layak sesuai dengan kebutuhannya. moral dan etika yang didukung oleh imtaq dan iptek. masyarakat dapat berekspresi menggunakan haknya. Adanya pengertian tersebut diharapkan akan mendukung terselenggaranya kehidupan masyarakat Jepara yang lebih baik. dengan tujuan agar tercipta kesinambungan arah pembangunan yang diinginkan. sehingga perkembangan wilayah satu dengan lainnya tidak akan tertinggal. Sejahtera. Misi kedua terfokus pada pelestarian kultur daerah yang selaras dalam menajalankan hak dan kewajiban. merupakan suasana yang kondusif dalam kehidupan masyarakat. Maju. sehingga merasa nyaman untuk berusaha dan melakukan aktivitas. sehingga kehidupan dalam masyarakat terlihat tentram dan damai. Pemerintahan yang bersih. didukung suasana warga masyarakat yang dapat berekspresi menggunakan 77 78 www. 3. bermoral. Kualitas sumberdaya.

5.id . Untuk itu perbaikan penyelenggaraan pendidikan. derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karenanya antar anggota masyarakat saling menghargai satu sama lain dan tidak mengedepankan kepentingannya sendiri. untuk itu perlu didukung susana wilayah yang kondusif. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan pelayanan. Meningkatkan kualitas sumber daya aparatur melalui profesionalisme aparatur yang bebas korupsi. dengan lebih memberi kemudahan dan layanan yang memadai untuk mendapatkannya. penciptaan pemerintahan yang demokratis. 6. karena SDM merupakan modal dasar pembangunan yang harus terus menerus ditingkatkan kualitasnya. aspiratif dan partisipatif serta selalu menerapkan prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik dengan dukungan masyarakat. pendidikan. pelayanan kesehatan dan penanganan kesejahteraan sangat penting dilakukan.go. kolusi dan nepotisme (KKN) untuk menciptakan good governance dan clean government. 4. Ketertiban dan keamanan lingkungan masyarakat merupakan prasyarat bagi terciptanya suasana tersebut. Misi keenam difokuskan pada optimalisasi pelaksanaan otonomi ditujukan untuk mewujudkan good governance dan clean government melalui pemberdayaan aparatur pemerintah. Misi keempat difokuskan pada ketetapan menjadikan Jepara sebagai hunian yang nyaman. Sehingga potensi pertanian dan industri pengolahan merupakan sumber daya yang perlu dikelola secara berkesinambungan sebagai salah satu pilar kesejahteraan masyarakat. Misi kelima adalah merupakan tugas luhur dan mulia untuk menyiapkan generasi mendatang yang lebih baik. Menciptakan iklim yang kondusif bagi berkembangnya demokratisasi dalam kehidupan bermasyarakat.depkumham. 79 80 www.Misi ketiga merupakan salah satu upaya untuk meningkatan kesejahteraan dengan jalan meningkatkan pendapatan masyarakat. Untuk itu upaya pengembangan ekonomi yang berbasis kerakyatan harus dijaga karena telah terbukti bahwa hanya perekonomian yang berbasis kerakyatan yang mampu tetap eksis walau diterjang badai krisis.djpp.

3 Strategi Dinamika Yang Terkendali Strategi ini digunakan untuk mendukung pelaksanaan misi keempat.1. Strategi ini bertujuan memantapkan kehidupan beragama melalui pengembangan kegiatan kehidupan beragama dan peningkatan kerukunan beragama. kesejahteraan dan lingkungan dapat berlangsung secara sinergis dan kokoh. 4.1. Peningkatan kualitas dan pemberdayaan sumber daya manusia dimaksudkan untuk mewujudkan pemberdayaan sumber daya manusia sesuai peran dan fungsinya dalam kelompok masyarakat dan lembaga pemerintah melalui perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan kesehatan terutama bagi masyarakat miskin serta kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraannya. Dinamika yang terkendali dimaksudkan agar terdapat ruang yang cukup bagi tumbuh dan berkembangnya dinamika pembangunan dari dan oleh berbagai elemen masyarakat dalam kerangka hukum. 2.4 Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia Strategi ini digunakan untuk mendukung misi pertama dan kedua. budaya dan agama.1.1 Strategi Penguatan Masyarakat masyarakat dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat yang heterogen.BAB IV STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH 4. serta mendorong kemampuan Strategi ini untuk mendukung misi kelima. 81 82 www.depkumham. sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perwujudan perekonomian daerah yang kuat dan berkeadilan. Memperhatikan pada keenam misi yang ada. 3.id .djpp. Bina Lingkungan pada strategi optimalisasi aparatur dan strategi dinamika yang terkendali. 4. maka strategi pembangunan daerah yang dilakukan terwujud dalam konsep “Tri Bina” yang terdiri dari: 1. Bina Usaha pada strategi pertumbuhan.2 Strategi Pertumbuhan Usaha Strategi pertumbuhan digunakan untuk melaksanakan misi ketiga. Dengan kelima strategi pembangunan daerah berikut ini diharapkan akan tercipta keterpaduan antara membangun manusia. menciptakan lapangan kerja dan kesempatan berusaha pada bidang-bidang yang menjadi unggulan daerah. Strategi pertumbuhan dilakukan dengan memfasilitasi dan mendorong masyarakat dan dunia usaha dalam setiap usaha dengan harapan dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi secara luas.1 STRATEGI PEMBANGUNAN KABUPATEN JEPARA Dalam rangka pencapaian visi dan misi jangka menengah Kabupaten Jepara.1.go. dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat. sehingga merupakan pondasi yang kokoh bagi program pembangunan Kabupaten Jepara ditengah terpaan perubahan yang akan terjadi lima tahun kedepan. Konsep “Tri Bina” juga mampu menggambarkan hubungan sinergis diantara pemangku kepentingan pembangunan. 4. 4. maka perlu dirumuskan strategi yang dapat mendukung kebijakan dan sasaran pembangunan yang akan dicapai. Bina Manusia pada strategi penguatan masyarakat dan strategi pengembangan sumber daya manusia.

djpp. 2. Adanya situasi dan kondisi daerah yang kondusif bagi pelaksanaan pembangunan. fasilitas umum dan kebutuhan pelayanan dasar lainnya. 10. responsibilitas. Semakin jelasnya pembagian kewenangan penggalian sumbersumber pendapatan daerah dan komitmen pada pembangunan perekonomian daerah. khusunya kelompok yang kurang beruntung.depkumham. Terbangunnya jejaring pengembangan dan ekspansi produk lokal pada pasar global.2 FAKTOR-FAKTOR KUNCI DAN ASUMSI KEBERHASILAN Dalam rangka menunjang perwujudan visi dan misi serta melaksanakan strategi pembangunan Kabupaten Jepara. Semakin baiknya kondisi pertumbuhan makro dan mikro ekonomi daerah. serta untuk mewujudkan good governance. 4. 8. 4.go. kesehatan. Adanya pemanfaatan dan pemeliharaan kondisi sumber daya alam dan kelautan secara bertanggung jawab. maka diperlukan faktor-faktor kunci dan asumsi keberhasilan pembangunan. Faktor-faktor kunci dan asumsi keberhasilan pembangunan tersebut adalah: 1.id . 5.4.1. Strategi ini untuk melaksanakan misi keenam. dan akuntabilitas aparatur penyelenggara pemerintahan. Adanya konsistensi kebijakan pemerintah yang berpihak pada masyarakat. Strategi ini menonjolkan peran SDM aparatur pemerintah pada percepatan pencapaian tujuan penyelenggaraan pemerintahan pada setiap fungsi sesuai kewenangan daerah dalam upaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan untuk antisipasi terhadap perkembangan lingkungan global. Adanya perangkat hukum dan upaya hukum yang tegas dibidang tata ruang dan lingkungan hidup. 7. Adanya dukungan dan komitmen utuh segenap stakeholders. terkait kebijakan hingga operasional dalam pengembangan Kepulauan Karimunjawa. 3. 6. Meningkatnya responsivitas.5 Strategi Optimalisasi Aparatur 9. Konsistensi komitmen dalam prioritas peningkatan pembangunan pendidikan. 83 84 www.

Kebijakan yang dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat. agar pembiayaan pembangunan daerah dapat dilaksanakan secara optimal maka diperlukan suatu arah kebijakan keuangan yang tepat. 5. alokasi belanja daerah.. Kebijakan keuangan daerah untuk RPJMD berlandaskan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah yang pelaksanaannya berpedoman kepada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. 5. Kebijakan yang dapat mendorong penyerapan tenaga kerja setempat. Kebijakan yang secara nyata dapat meningkatkan mutu sumber daya manusia.tahun 2003 naik menjadi Rp. sumber dan penggunaan pembiayaan untuk periode lima tahun kedepan. Kebijakan yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi. 558.120.depkumham.025 trilyun. Berdasarkan regulasi tersebut dokumen RPJMD memuat kebijakan pendapatan daerah. luas dan bertanggungjawab Kabupaten Jepara memiliki kewenangan dan harus mempunyai kemampuan untuk menggali sumber keuangan sendiri yang didukung oleh perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah. yaitu: 1. belanja daerah dan pembiayaan. Dari proyeksi APBD tersebut.385. yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah.129. Kebijakan yang ditujukan untuk mengatasi masalah mendesak dan diperlukan oleh masyarakat luas secara langsung. 2.005. Sebagai gambaran perkembangan sumber daya keuangan daerah yang direpresentasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menunjukkan bahwa selama empat tahun terakhir telah terjadi peningkatan yang signifikan terhadap kemampuan APBD Kabupaten Jepara dari sebesar Rp.BAB V ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH 4.000. Namun umumnya sebagian besar pemerintah daerah di Indonesia dari sisi pendapatannya. Sehingga perlu ditetapkan faktor-faktor yang mendasari dalam menentukan kebijakan keuangan daerah. serta disertai proyeksi pendapatan daerah. Proyeksi APBD Kabupaten Jepara 2007-2012 menunjukkan bahwa APBD Kabupaten Jepara tahun 2012 akan menjadi sebesar Rp.djpp. 6.id . 1. Kebijakan yang secara nyata akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).39% dari tahun sebelumnya (2005). Untuk menyelenggarakan otonomi daerah yang nyata. 3.000. Kebijakan yang berhubungan dengan tumpuan hajat hidup sebagian besar masyarakat. hal tersebut tentu akan berpengaruh juga pada kemampuan pembiayaan pembangunan daerah. agar tercipta stabilitas ekonomi dan daerah. maka Kabupaten Jepara lima tahun 85 86 www. 374. masih besar ketergantungannya terhadap dana perimbangan dari Pemerintah Pusat.pada tahun 2006 atau mengalami kenaikan sebesar 14.1 ARAH PENGELOLAAN PENDAPATAN DAERAH Dalam struktur anggaran pada pemerintah daerah terdapat tiga pos Pendapatan daerah yang merupakan sumber keuangan daerah. Dalam rangka memperkuat pelaksanaan otonomi daerah. 7. Berdasarkan hal tersebut di atas maka prospek ekonomi Kabupaten Jepara dalam kurun waktu lima tahun kedepan diprediksi mengalami perkembangan yang cukup cerah dan signifikan. Dana Perimbangan dan Pendapatan Lain-lain yang Sah.go.

depkumham. Tabel 5.248.745.377 31.176. Rp.000 0 0 0 0 0 359.512.239.266.702.237.000 403.824 47.275.000 392.000 30.884 10.120.936.450.04% 12. maka ratio kemandirian keuangan daerah masih rendah atau rerata per tahun baru menyumbang 12.000 258. Tabel 5.680 11.512.954.660.000.000.946.196.587 20.000. maka kedepan harus direncanakan dengan akurat model intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah dan retribusi daerah serta lain-lain pendapatan yang sah sesuai dengan potensi pungutan.740. Komponen yang terbesar adalah Dana Alokasi Umum (DAU).500. 2.777 0 17.871.340.539.493 9.237.000.69% PENDAPATAN 10 Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Bagian Laba Perusahaan Milik Daerah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah 20 Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak / Bagi Hasil Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan dari Propinsi 30 Lain-lain Pendapatan Yang Sah Bantuan Dana Kontinjensi / Penyeimbang dari Pemerintah Dana Darurat JUMLAH PENDAPATAN 53.129 milyar dan diprediksi tahun 2012 mengalami peningkatan menjadi sebesar Rp.542 16.019.445.425 26. 1. yang mana untuk menggali potensi pendapatan harus dilakukan secara sistematis dan terarah.000 410.649.751 37.824 8.561 54.kedepan akan berupaya untuk menggali potensi pendapatan daerah tanpa harus membebani masyarakat.000 12.060.445 milyar.447.212.234.884 50.579.589 248.167.046 Sumber: APBD Kabupaten Jepara 2003-2006 Perkembangan keseluruhan sumber pendapatan Pemerintah Kabupaten Jepara pada tahun 2006 sebesar Rp. Tahun 2003 2004 2005 2006 Rp.05%.649.000 276.785.000.000 19. 87 88 www. 31.37% 9. Rp.615 17.000 1.000.190.000.080.924.335.djpp.851 411.074.222.391.558 11.544 12.234.000 16. Salah satu yang dapat dijadikan ciri kemampuan daerah adalah melalui perkembangan PAD dalam struktur APBD.000. Sedangkan komponen terbesar dari PAD diperoleh dari retribusi daerah sebesar Rp.545.025.682.408.657. namun dari 2004 sampai 2006 mengalami kenaikan rata-rata sebesar 5.1 Realisasi Pendapatan Kabupaten Jepara NO 1 URAIAN 2003 2004 2005 2006 Kemampuan kemandirian keuangan daerah merupakan faktor yang esensial dalam mengukur tingkat kemampuan daerah pada pelaksanaan otonomi.689. Rp.242.355 Sumber: APBD Kabupaten Jepara 2003-2006 288.316. Dengan harapan secara bertahap daerah dapat meningkatkan kemampuan kemandirian keuangan daerah dalam memenuhi pembiayaan pembangunan. Rp. APBD 374.000 41.000 558.766.705.296.391. 1.950.260.886.21%.470.499.957 562.366 21. Rp.167.34% 12. Perkembangan yang telah dicapai empat tahun terkahir masih didominasi oleh dana perimbangan terhadap total penerimaan.689.110.675 877. 558. Untuk dapat merealisasikan penerimaan daerah tersebut dalam rangka kemandirian keuangan daerah.021 trilyun.196.597.594.968.000 14.704 372.683.964.931. Perkembangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jepara selama empat tahun terakhir dari tahun 2003 hingga tahun 2006 menunjukkan angka yang fluktuatif.266. Sedangkan dilihat dari kontribusinya terhadap APBD selama empat tahun terakhir.741 2.295 508.500.639.175. Rp.000.662 54. selanjutnya diikuti oleh Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan Provinsi.212.869 50.129.354. Pelaksanaan pendapatan daerah selama ini diperoleh baik dari kewenangan yang dimiliki daerah sebagai kewenangan daerah otonom untuk mengelola Pendapatan Asli Daerah maupun kewenangan lain yang bersumber dari ketentuan perundangundangan yang berlaku untuk membiayai penyelenggaraan pembangunan daerah. Perbandingan tahun 2003 dengan 2004 mengalami penurunan.455 1.586.470.297 8.954.220.973.go.597.152.id .680 % PAD/APBD 14.209 798. PAD 53.662 11.703.000 Rp. 4.757.352.061.431.265 23.710 23.832.2 Persentase PAD terhadap APBD No.545.502.837.063 27. 3.967 347.000.782 24.880 308.659.000.745.149.740.356.000.000 17.872.000 26. Oleh karena itu perlu adanya upaya penggalian pendapatan dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki seoptimal mungkin.318 47.110.692.049.907.000 6.

010 40.556. Rp.825 3.975.575 4.00 539.000.149.842.335 1.581.102.000 707.767.977 277.974.665.598 47.701 7.770 5.940.564 598.536.681.351.529 134.484.811.737.262.955 21.247.222.150.527.938.042 7.387 68.041 93.021.106.850.788.720.397 23.981.349 132.456.877.785.716 30.122.768.365.405 16.106.269.494 57.738.000 1.126.965 19.747.859 13.354.376.619.071 266.527.923 147.547.158.896.115.548 17.269.198.134.484.320 7.368.866.166.go.642 149.580 3.030.513 2005 2006 Tahun 2007 2008 2009 2010 2011 2012 Rp.760.935.547.000 2 BELANJA APARATUR DA ERAH 01 Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Belanja Pemeliharaan 02 Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang / jasa Belanja Perjalanan Belanja Pemeliharaan 03 Belanja modal 123.793 76.877.476 69.548 45. Rp.436.838 2.062.546.893 11.522.903.933. efektifitas.4 Realisasi Belanja Kabupaten Jepara URAIAN 2003 100.440 1. Belanja daerah terdiri dari belanja aparatur daerah dan belanja pelayanan publik.277.841.283 10.351 2004 118.728 2.062.516.880.Tabel 5.050 3.010.849 16.091.519 Sumber: APBD Kabupaten Jepara 2003-2006 Anggaran Belanja Kabupaten Jepara selama empat tahun terakhir yaitu tahun 2003 hingga 2006 mengalami kenaikan.847.423.472.079.692.844.006 4.926.539.988.614.278 16. Proyeksi 657.375.648. berdasarkan tujuan dan sasaran pembangunan yang ditetapkan.855.892.535.590 19.735 11.589.082.260 3.324.232.847.456.379.060 175.300 5.530 25.416 34.400 42.249 0.183.458.000 943. Rp.344.990.033.000 864.011.006.077 1.096.805. Rp.182.109 35.258.539 3.372.220.496.687.453.391 25.348 39.553.208.874.962.322 Sumber: APBD Kabupaten Jepara 2003-2006.200 4.471.895.664 892.049.425.000 12.846. Diolah 27.800.259 145.966.514.734.266.000 3.370 6.563.818.679.722.297.637.628.968.3 Proyeksi Pendapatan Kabupaten Jepara NO Tabel 5.400.468 301.570 2.247.544.595 1.720.765.451.458.643.594 7.611 3.500 653.416.784 9.300.987.id .00 80.990 157.617.2 ARAH PENGELOLAAN BELANJA DAERAH Belanja daerah merupakan pengeluaran untuk kebutuhan dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan dan kepentingan pelaksanaan pembangunan daerah.353 47.611.868.040 7.925.915 16.570 1.522. termasuk efisiensi dalam pencapaian keluaran dan hasil tersebut.708. dan proporsionalitas.266.364.957.398.906.759 65.947.393 26.344.390.015 47.765.djpp.690 55.265.999 1.782.685.876 244.950.500 0 0 269.800 382.763 3.830.623. sehingga alokasinya diarahkan guna meningkatkan efisiensi.601.198 2.769.850.370.158.140.703.586 49.369.943.117.200.091.282 32.816 172.715.196.070 5.052.982.600 521.555.354 55.233.depkumham.068.213.000 786.699 21.733.070.110 495.256.887. dimana dari sisi Belanja Daerah telah menunjukkan peranan yang cukup 89 90 www.100.047. 04 Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan 05 Belanja Tak Tersangka PELAYA NAN PUBLIK 01 Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang / Jasa Belanja Perjalanan Belanja Pemeliharaan 02 Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang / Jasa Belanja Perjalanan Belanja Pemeliharaan 03 Belanja Modal 04 Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan 05 Belanja Tak Tersangka JUMLA BELANJA H 9.069.250 463.125.179.258.000 0 7.280.000 34. Rp.469.970.310 9.611.447 10.978.872.051.920.499.327.127.211.720.408. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2004 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dinyatakan bahwa setiap jenis belanja yang dianggarkan harus memperhatikan keterkaitan pendanaan dengan keluaran dan hasil yang diharapkan dari program dan kegiatan yang dianggarkan.538 1.100 2.076.770 401.720 7.214.500.536.819.600.465 2.042.646.181.477 104.888.079.194 146.805.605.774.071.000 370.233 1.195.210 1.830 385.001 14.114.149 14.

015 trilyun pada tahun 2012.408 2003 Rp.401.563.770 Rp.7 Belanja dan Pendapatan Kabupaten Jepara Tahun Belanja Pendapatan 2002 Rp.000 Sumber: APBD Kabupaten Jepara 2003-2006. sedangkan pembiayaan pengeluaran dilakukan sebagai konsekuensi kebutuhan Secara umum kebijakan keuangan daerah diarahkan pada peningkatkan kapasitas dan kemandirian kemampuan keuangan daerah disertai dengan efisiensi anggaran yang ditujukan bagi pembiayaan pembangunan.015.359.861. Tabel 5.830 Rp.400.600. 370. 5. Pembiayaan terdiri dari pembiayaan penerimaan dan pembiayaan pengeluaran.370.djpp. maka diakumulasikan dalam pembiayaan.026.030.519 Rp.1.500.300. 5.046 Sumber: Dispenda Kabupaten Jepara Tahun 2006 No 1. serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengelola 91 92 www.000 2010 Rp. diperkirakan belanja daerah pada tahun 2011 akan meningkat dari Rp.175. 2. Mengoptimalisasikan sumber-sumber pendapatan daerah – khususnya sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah – melalui optimalisasi pendataan dan penerimaan wajib pajak dan restribusi daerah sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.700. 539.851 2005 Rp. 539.871.771.234.820. Tabel 5.berarti terhadap pembiayaan pembangunan.376.957 2006 Rp. Meningkatkan kualitas pelayanan publik pada bidang-bidang yang berhubungan dengan penerimaan daerah.000 2011 Rp.000 2009 Rp.539. 3.213.000 2012 Rp. Dimana kebijakan umum anggaran yang diambil tetap mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.278.140.644.290. 4.3 KEBIJAKAN UMUM ANGGARAN Berdasar pendapatan daerah dan belanja daerah selama empat tahun terakhir (2003-2006). 2.335 Rp.232.6 Proyeksi Belanja Kabupaten Jepara Tahun Proyeksi 2007 Rp. 3.328.23%.357. 1.id .049.000 2008 Rp.447.330.372.679. Meningkatkan penyuluhan pada masyarakat untuk kesadaran membayar pajak dan retribusi daerah.385. Berdasarkan realisasi belanja.720 milyar (tahun 2006) menjadi Rp. Pada tahun 2003 total belanja daerah Kabupaten Jepara sebesar Rp.704 2004 Rp. Namun kenaikan belanja daerah pada tahun terakhir naik sangat besar yaitu sekitar 30.562.344 milyar naik menjadi Rp. Untuk menutup defisit anggaran yaitu selisih antara pendapatan dan belanja yang terdiri dari penerimaan dan pengeluaran.938. Untuk meningkatkan sumber penerimaan daerah.706. 4.depkumham.47%.784.692.387. Pembiayaan penerimaan merupakan alokasi anggaran yang dilakukan untuk menguatkan struktur pendapatan. Diolah yang mendesak.720 milyar pada tahun 2006.000. Menyediakan sarana dan prasarana bagi pemungut penerimaan daerah yang bersifat mobilitas maupun pemberian operasional bagi penerimaan pendapatan. Belanja daerah Kabupaten Jepara selama empat tahun terakhir mengalami kenaikan rata-rata 14.go.334.502.527.306. diperlukan langkah-langkah dan arah kebijakan keuangan daerah berikut: 1.411. menunjukan bahwa belanja daerah lebih besar dari pendapatan daerah.720.322 Rp.438.

Undang-undang tersebut pada prinsipnya untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan sumber daya keuangan daerah dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah. maka pemerintah daerah berdasarkan asas desentralisasi.go. Selain melalui optimalisasi penerimaan pendapatan. Sehingga memberikan hasil yang baik dan biaya rendah.djpp. Melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan yang 93 94 www.5. terutama yang terkait dengan atau dalam rangka optimalisasi pendapatan daerah. membawa perubahan yang mendasar dalam pengelolaan keuangan daerah.depkumham. Berlakunya Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah. dekonsentrasi dan tugas pembangunan yang diatur dengan sistem perimbangan keuangan antara pusat dan daerah mendapatkan pembagian dana perimbangan. 6.id . Melakukan upaya koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk untuk lebih mengoptimalkan pendapatan daerah yang bersumber dari APBN dan APBD Provinsi Jawa Tengah guna peningkatan pembangunan sarana prasarana perekonomian dan pelayanan publik. efektif dan berkesinambungan. penerimaan daerah. Seiring dengan peningkatan pembangunan tersebut. pelayanan umum dan daya saing daerah. bersumber dari Bagi Hasil Pajak untuk mendukung pendapatan yang bersumber dari dana perimbangan daerah. maka untuk meningkatkan penerimaan daerah dapat dilakukan dengan meningkatkan dana perimbangan. Untuk itu kebijakan yang dilakukan untuk meningkatkan dana perimbangan antara lain melalui: 1. Peninjauan kembali berbagai kebijakan Pemerintah Kabupaten Jepara. Penataan performance budget melalui penataan sistem penyusunan dan pengelolaan anggaran daerah yang berorientasi pada pencapaian hasil atau kinerja secara efisiensi. dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 2.

meningkatnya keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan toleransi antar umat beragama. Dengan demikian kebijakan pembangunan lima tahun kedepan disesuaikan dengan Tahapan Pertama RPJPD (Tahun 2005-2009) dan Tahapan Kedua RPJPD (Tahun 2010-2014). Oleh karenanya kebijakan pembangunan Kabupaten Jepara pada RPJMD periode Tahun 2007-2012. pertanian dan pariwisata. meningkatnya kesejahteraan dan perlindungan terhadap anak. meningkatnya kinerja pengendalian jumlah dan laju pertumbuhan penduduk. dan wanita. sekaligus sebagai upaya pencapaian pembangunan yang diharapkan. meningkatnya etika dan moralitas. Acuan kedua adalah peningkatan ekonomi masyarakat dan daerah berbasis pada industri. menurunnya bias gender. remaja. tujuan dan sasaran program pembangunan lima tahun kedepan. seperti berikut: 1.djpp. pelayanan dan pemberdayaan di segala bidang. kebijakan dan peraturan sebagai basis bagi pembangunan tahapan lima tahun berikutnya. Tahapan lima tahun pertama akan lebih difokuskan pada penataan dan pembangunan sistem. berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. TAHAPAN PERTAMA RPJPD KABUPATEN JEPARA (2005-2009) Memperhatikan kinerja pelaksanaan pembangunan tahapan lima tahun sebelumnya. tetap merujuk pada RPJPD Kabupaten Jepara Tahun 2005-2025. sehat dan religius melalui pembangunan multi sektor yang bermuara pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Jepara. meningkatnya etos kerja. Beberapa kebijakan pembangunan pada tahap pertama yang dapat dijadikan acuan adalah sebagai berikut. Sesuai dengan strategi dan dengan tetap mengacu kepada visi Kabupaten Jepara. Hal itu sebagai suatu upaya untuk melanjutkan dan mempertajam penyelesaian masalah-masalah mendesak. regulasi. Kebijakan pembangunan daerah juga mengandung arti sebagai operasionalisasi dari visi dan misi daerah untuk jangka waktu tertentu. dan meningkatnya penangatan mitigasi bencana alam sesuai dengan kondisi Kabupaten Jepara. maka dirumuskan kebijakan pembangunan sebagai dasar penetapan pokokpokok pikiran.BAB VI KEBIJAKAN UMUM DAERAH pembangunan.id .go. didukung dengan sektor lain yang berdayasaing tinggi akan diupayakan pencapaiannya pada tahapan lima tahun pertama dengan fokus pada peningkatan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana ekonomi daerah yang diharapkan akan meningkatkan iklim kondusif dalam berusaha yang akan berdampak pada peningkatan kinerja ekonomi makro daerah dan penguatan kapasitas keuangan daerah. maka pada tahapan lima tahun pertama (2005-2009) dalam kerangka pembangunan jangka panjang ini diarahkan untuk melanjutkan derap langkah pembangunan yang sudah senafas dengan tuntutan peningkatan kinerja penyelenggaraan 95 96 www. sehat. Oleh karena itu target yang diharapkan antara lain meningkatnya kualitas pelayanan dasar yang berdampak pada meningkatnya indeks pembangunan manusia (berilmu. Acuan pertama adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berilmu (cerdas). Lima tahun pertama pembangunan ekonomi jangka panjang akan semakin menunjukkan pergeseran dalam sektor basis ekonomi daerah. Kebijakan umum pembangunan jangka menengah Kabupaten Jepara akan menentukan agenda. Sehingga dalam pelaksanaan pembangunan daerah terdapat kesatuan arah yang jelas terhadap pemecahan masalah yang dihadapi oleh daerah sesuai dinamika masyarakat yang berkembang. yang ditandai dengan meningkatnya kualitas sumber daya manusia yang menangani bidang pendidikan (tenaga pendidik dan non pendidik).depkumham. berdaya beli). pemerintahan.

maka kebijakan pembangunannya juga harus memperhatikan tahapan kedua RPJPD. yang pada akhirnya akan berdampak pada kepatuhan pada hukum sehingga persatuan dan kesatuan tetap dapat terjaga dengan baik. pertamanan. regulasi. Acuan kelima yaitu pengembangan kehidupan sosial budaya dalam rangka mendukung terciptanya kondisi daerah yang tertib. dan tegaknya supremasi hukum untuk menopang (menjadi basis) kelancaran pelaksanaan pembangunan.id . pada tahapan lima tahun pertama akan ditekankan pada peningkatan komitmen dan tindakan pengurangan korupsi. pemerintahan dan pelayanan publik. peningkatan konsistensi peruntukan lahan. dan tegaknya hukum. pemanfaatan dan pengembangan tata ruang dan lingkungan hidup. Arahan kebijakannya merupakan langkah-langkah untuk lebih memantapkan penataan kembali Kabupaten Jepara di segala urusan yang menjadi kewenangan daerah. dan kebijakan tentang keruangan dan lingkungan hidup maka diharapkan akan membawa efek pada semakin membaiknya pengelolaan sumber daya alam dan mutu lingkungan hidup. dan pelayanan publik. misalnya kebersihan. berbasis pada budaya bahari dan pesisir akan semakin relevan. bahkan mampu untuk membangun embrio pagi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. yang akan ditekankan pada langkahlangkah pemantapan dalam perencanaan pengelolaan.industri-pertanian (agro industri) akan semakin meningkat peranannya dalam perekonomian daerah. kelistrikan. kawasan Kepulauan Karimunjawa). disamping tepat eksisnya industri pengolahan sebagai icon Kabupaten Jepara. pemerintahan. pemerintahan dan pelayanan publik. yang hanya bisa terwujud apabila disertai dengan langkah-langkah penataan kebijakan keruangan dan kewilayahan yang konsisten dan terpadu. aman dan damai ditandai dengan menurunnya tingkat kerawanan daerah.djpp.depkumham. demokratis. Kondisi pertumbuhan perekonomian Jepara yang semakin baik diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jepara yang akan ditandai dengan menurunnya angka pengangguran dan jumlah penduduk miskin. air bersih. Peningkatan dan rehabilitasi sarana dan prasarana kewilayahan harus menjadi prioritas daerah dan mendapat dukungan atau peran serta swasta. peningkatan kesadaran lingkungan hidup. Acuan keempat adalah peningkatan prasarana dan sarana yang menunjang pengembangan kawasan (wilayah) berbasis pada kemampuan dan potensi lokal yang akan diprioritaskan pada peningkatan dan pemeliharaan (rehabilitasi) sarana dan prasarana wilayah (terutama di kawasan pedesaan. Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi kesenjangan desa-kota. Muara dari upaya pemberantasan KKN adalah terciptanya kinerja pelayanan publik yang semakin prima. Acuan keenam yaitu meningkatan kualitas lingkungan hidup didukung dengan pengelolaan tata ruang dan sumber daya alam secara berkesinambungan. Dengan adanya pemantapan dalam aspek perencanaan. menurunnya tingkat konflik. Acuan ketiga adalah pengembangan tata pemerintahan yang baik didukung dengan kompetensi dan profesionalitas aparatur dalam pelaksanaan pembangunan. ketepatan penanganan penambangan. Kabupaten Jepara yang tertib. telekomunikasi. penguatan ketertiban dan keamanan daerah. penerangan jalan. perumahan. menurunnya indeks kriminalitas. transportasi. meningkatnya demokratisasi lokal.go. aman. yang kesemuanya mendukung percepatan terwujudnya tata kepemerintahan yang baik. konsistensi regulasi daerah-pusat. kolusi dan nepotisme (KKN) dalam penyelenggaraan pembangunan. dan kondusif yang akan diprioritaskan pada langkah-langkah pemantapan situasi dan kondisi politik lokal yang kondusif. 97 98 www. dan lain-lain. pencemaran lingkungan menurun. Upaya pelestarian dan pengembangan kekayaan budaya. 2. TAHAPAN KEDUA RPJPD JEPARA (2010-2014) Berdasar periode waktu RPJMD Kabupaten Jepara dari 2005 sampai 2012.

pertanian dan pariwisata). perlindungan anak naik. Acuan kedua yaitu peningkatan ekonomi masyarakat dan daerah berbasis pada industri.djpp. Sehingga mendukung penyediaan dan penyelenggaraan pelayanan publik yang semakin berkualitas. pertanian. pemerintahan dan pelayanan publik. sekolah dan masyarakat – untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Acuan ketiga yaitu pengembangan tata pemerintahan yang baik didukung dengan kompetensi dan profesionalitas aparatur dalam pelaksanaan pembangunan. diharapkan pada pembangunan lima tahunan pertama fokus ini sudah mampu memberikan hasil yang cukup signifikan.id . pariwisata atau perpaduannya. Setelah pada tahapan pertama difokuskan untuk mengembangkan prasarana dan sarana ekonomi. dan lain-lain. pembinaan dan pengembangan kelembagaan ekonomi lokal sehingga mampu berperilaku dan berkinerja global. untuk tahapan lima tahun kedua diprioritaskan pada pembangunan sarana dan prasarana penunjang pembangunan kawasan. dan akuntabel. pertanian dan pariwisata. telekomunikasi. Harapan masyarakat akan ditegakkannya pemberantasan KKN dalam lingkungan birokrasi semakin kuat. Capaian lain yang diharapkan adalah peningkatan kesejahteraan rakyat (pendapatan per kapita naik.depkumham. didukung dengan sektor lain yang berdayasaing tinggi. maka pada tahapan pembangunan lima tahunan kedua diprioritaskan pada penanganan yang lebih konkrit dan optimal terhadap pembangunan dan pengembangan sektor basis Jepara (industri.go. kesenjangan kesejahteraan turun). Jumlah penduduk akan terus meningkat maka harus disertai dengan penyediaan fasilitas perumahan dan permukiman. Pengembangan sektor basis akan bermuara pada dimilikinya daya saing yang tinggi pada tingkat nasional dan internasional dari produk-produk unggulan dan andalan Kabupaten Jepara. penyediaan dan penyelenggaraan lembaga pendidikan. didukung dengan disediakannya berbagai prasarana dan sarana pelaksanaan tugas/pekerjaan yang memadai. air bersih. misalnya prasarana dan sarana transportasi. dan peningkatan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. perdagangan. Selain itu perlu ditekankannya peningkatan kualitas dan kuantitas perumahan dan permukiman yang layak dan sehat. Daya saing akan dapat meningkat bila didukung oleh sumber daya manusia yang handal dan dimanfaatkaannya teknologi produksi yang tepat guna sehingga dapat memberikan daya guna dan hasil guna yang tinggi. bahkan bila perlu diperkuat dengan kontrak pelayanan (citizen’s charter) dan pelayanan yang bersertifikat ISO. pengembangan jaringan infrastruktur transportasi dan telekomunikasi yang memadai. dan sebagainya. dilengkapi dengan sarana prasarana pendukungnya yang memadai. sehat dan religius. yaitu peningkatan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia aparatur yang handal untuk memenuhi tuntutan birokrasi masa depan. status gizi naik). 99 100 www. Langkah ini harus disertai dengan meningkatnya komitmen tiga pilar pendidikan – pemerintah. Pelaksanaan misi keempat ini. dan lain-lain). misalnya melalui penyediaan biaya pendidikan (bea siswa. lebih murah. transparan. laju pertumbuhan penduduk terkendali. didukung dengan adanya standar pelayanan minimum di semua tingkatan pemerintah. Acuan keempat yaitu peningkatan prasarana dan sarana yang menunjang pengembangan kawasan (wilayah) berbasis pada kemampuan dan potensi lokal. Selanjutnya akan diikuti dengan langkah prioritas kedua. angka kemiskinan turun. peningkatan derajat kesehatan (usia harapan hidup naik. yang pada tahapan lima tahunan kedua difokuskan pada optimalisasi (bila perlu maksimalisasi) upaya pemerataan memperoleh pendidikan sampai jenjang SMA/Sederajat bagi penduduk Kabupaten Jepara. cepat.Acuan pertama yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berilmu (cerdas). penerangan jalan. tingkat pengangguran turun). peningkatan kesejahteraan anak. yang berasal dari sektor industri. kelistrikan. remaja dan wanita (kesetaraan gender naik. BOS.

khususnya bioenergi. Pembangunan Kabupaten Jepara periode tahun 2007-2012 diarahkan pada pembangunan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.id . 4. Dukungan sumber daya. Kondisi itu didukung dengan meningkatnya kualitas perencanaan tata ruang serta konsistensi pemanfaatan ruang dengan mengintegrasikannya ke dalam dokumen perencanaan pembangunan terkait dan penegakan peraturan dalam rangka pengendalian pemanfaatan ruang. harus seoptimal mungkin memperhatikan empat hal berikut: 1. Tingkat kebutuhan. dan tenaga surya untuk kelistrikan. kehidupan demokratisai lokal semakin terwujud ditandai kuatnya peran masyarakat sipil. Langkah ini perlu dioptimalkan setelah pada tahap pertama ditekankan pada aspek perencanaan dan perumusan kebijakan. Adanya arahan pembangunan pada RPJPD dan memperhatikan evaluasi pembangunan lima tahun sebelumnya serta melihat kondisi kebutuhan kedepan.go. demokratis. Melihat kondisi kamtibmas Kabupaten Jepara semakin kondusif. jika tak dipenuhi akan mengakibatkan munculnya masalah lain.depkumham. Dalam kerangka pencapaian pembangunan yang berkelanjutan. karena kurang beruntung dalam persaingan diberbagai bidang yang semakin ketat/keras. tenaga air. 2. akan dilaksanakan dengan prioritas pada penanganan aktivitas terkait dengan lingkungan hidup dan tata ruang. Acuan keenam yaitu meningkatan kualitas lingkungan hidup didukung dengan pengelolaan tata ruang dan sumber daya alam secara berkesinambungan. Dampak pada lingkungan. dan regulasi tata ruang dan lingkungan hidup. kebutuhan tersebut mendesak atau tak dapat ditunda dan apabila tidak segera ditangani akan mengganggu aktivitas warga masyarakat. Kebermanfaatan. Sejalan dengan itu. dan kondusif.djpp. Kondisi itu sejalan dengan meningkatnya kesadaran dan penegakan hukum. 3. terutama kemampuan keuangan daerah. dalam rangka memacu percepatan pembangunan daerah. sehingga mampu mendorong dan mewujudkan percepatan peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat. pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian fungsi lingkungan hidup makin berkembang melalui penguatan kelembagaan dan peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat yang ditandai dengan berkembangnya proses rehabilitasi dan konservasi sumber daya alam dan lingkungan hidup. Dalam rangka pencapaian visi Kabupaten Jepara ”Terwujudnya Kabupaten Jepara sebagai daerah yang 101 102 www. Sedangkan pada sisi pertambangan dan energi akan diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan. Fenomena ini menjadi prioritas penanganan pada tahapan ini. Untuk mewujudkannya diperlukan serangkaian kebijakan yang dapat mendorong dan mengembangkan potensi daerah. tenaga angin. didukung dengan komitmen segenap pemangku kepentingan dan profesionalitas aparatur penegak hukum daerah. pemulihan kepercayaan masyarakat. serta pengembangan investasi sarana-prasarana ekonomi yang akan berfungsi sebagai penggerak roda perekonomian daerah. dan lembaga kemasyarakatan. aman.Acuan kelima yaitu pengembangan kehidupan sosial budaya dalam rangka mendukung terciptanya kondisi daerah yang tertib. oleh karena itu kebijakan pembangunan daerah yang kemudian dijabarkan lebih lanjut dalam rencana strategis. partai politik. serta kelanjutan penataan sistem hukum daerah. kebutuhan tersebut kebermanfaatannya tinggi dan menyangkut hajat hidup orang banyak. dan pemberian pelayanan yang langsung dapat bermanfaat bagi masyarakat. Pada tahapan pembangunan lima tahunan kedua diprediksi akan semakin meningkat jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). kemampuan sumberdaya yang tersedia dalam jumlah yang cukup. tercapainya konsolidasi penegakan supremasi hukum dan penegakan hak asasi manusia. kalau tidak segera diatasi akan mengakibatkan dampak yang mempengaruhi lingkungan sekitarnya.

religius. karena itu pembangunan yang dilaksanakan senantiasa menempatkan manusia sebagai titik sentral.id . Sehingga perlu dipahami bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu output penting dalam suatu proses perencanaan pembangunan. Fungsi Pelayanan Umum diarahkan pada peningkatan keadilan (persamaan hak dan kewajiban) diantara penduduk dalam memperoleh pelayanan publik. dan fungsi Perlindungan Sosial. peningkatan kegiatan keagamaan. beretika. perluasan informasi atas kinerja pemerintah. Misi Pertama: Mewujudkan masyarakat yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.depkumham. Misi Ketiga ini terkait dengan tiga fungsi pemerintahan berikut Fungsi Ekonomi. fungsi Pariwisata dan Budaya. Untuk fungsi Ketertiban dan Keamanan kebijakannya diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berbasis religius. Arah kebijakan umum dalam kerangka pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan Kabupaten Jepara tahun 2007-2012 adalah sebagai berikut: 1.djpp. namun dalam fokus arahan kebijakan yang berbeda dengan misi pertama. fungsi Pendidikan. Langkah yang dapat dilakukan adalah melalui peningkatan bantuan terhadap pendidikan keagamaan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan seperti pembinaan kerukunan antar umat beragama. untuk mendukung suasana kehidupan berpolitik yang demokratis. aman. Misi Ketiga: Membangun ekonomi kerakyatan dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya. Fungsi Lingkungan Hidup serta Fungsi Pariwisata dan 3. serta adanya sistem penegakan hukum dan hak asasi manusia (HAM) yang berkeadilan. Misi Kedua ini terkait dengan pelaksanaan fungsi Pelayanan Umum dan fungsi Ketertiban dan Ketentraman. maju. Untuk fungsi Pendidikan terkait dengan pembentukan sumber daya manusia yang beretika dan berbudaya dijangkau melalui pengembangan pendidikan keagamaan secara integratif antar pemerintah Daerah dan Pusat. Misi Kedua: Mewujudkan masyarakat yang rukun dalam melaksanakan hak dan kewajibannya dengan nyaman. serta memelihara kelestarian kearifan budaya lokal. demokratis dan sejahtera dengan bertumpu pada potensi budaya lokal. 2. peningkatan bantuan perawatan tempat atau rumah ibadah. Kebijakan tersebut untuk membentuk kekuatan rakyat dan bela negara demi menjaga ketertiban dan keamanan. Untuk fungsi Pariwisata dan Budaya diarahkan pada kebijakan untuk mengendalikan pengaruh negatif dari budaya luar dalam rangka lebih meningkatkan kepedulian dan perhatian atas pembinaan dan pelestarian nilai-nilai budaya bangsa dan daerah melalui berbagai upaya pengelolaan kekayaan budaya lokal. Misi Pertama ini terkait dengan empat fungsi pemerintahan. maka kebijakan umum dikelompokkan menurut fungsifungsi pemerintahan yang dirinci menjadi kebijakan umum fungsi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pelaksanaan misi Kabupaten Jepara tersebut. dengan jalan mewujudkan pemerataan dan meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. pengadaan even kesenian dan kebudayaan.go. dan sosialisasi produk-produk hukum daerah. Kebijakan pada fungsi ini diarahkan pada upaya-upaya peningkatan kesadaran hukum pada masyarakat. 103 104 www. berbudaya serta mempunyai rasa toleransi antar dan intern umat beragama. Fungsi Ketertiban dan Keamanan. Untuk Fungsi Perlindungan Sosial kebijakan yang ada diarahkan pada peningkatan kehidupan dan kerukunan antar umat beragama agar mampu memberikan peningkatan kualitas dalam sumber dayan manusia dibidang moral dan etika. melalui peningkatan kualitas sumber daya yang terlayani oleh pemerintahan yang bersih”. bermoral. sehingga masyarakat akan mendapatkan hak dan memenuhi kewajiban sesuai dengan kapasitasnya. pembinaan kelompok kesenian. yaitu fungsi Ketertiban dan Keamanan.

Misi keempat berkenaan dengan Fungsi Ketertiban dan Keamanan dan Fungsi Perlindungan Sosial. pangan dan papan yang diperlukan. Misi Kelima: Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan pelayanan pendidikan. kesehatan dan perlindungan sosial serta penyediaan perumahan layak. Misi keenam ini berkenaan dengan fungsi Pelayanan Umum. Fungsi Ketertiban dan Keamanan diarahkan pada pengakuan akan hak dasar rakyat dalam pembangunan. terutama untuk penuntasan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun serta meningkatkan kompetensi tenaga pendidik melalui kerjasama dengan berbagai pihak. 6.Budaya.go. 4. Sehingga setiap orang memperoleh peluang seluas-luasnya untuk berpendidikan dan berketerampilan. Misi Keenam: Meningkatkan kualitas sumber daya aparatur melalui profesionalisme aparatur yang bebas KKN untuk menciptakan good governance dan clean government. Sehubungan dengan hal tersebut maka pelaku ekonomi kerakyatan mendapatkan prioritas untuk berperan aktif dalam pembangunan ekonomi. membuka ruang partisipasi. 5.id . Pada fungsi Pendidikan kebijakannya diarahkan pada perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan bagi seluruh masyarakat dengan sasaran meningkatnya derajat pendidikan masyarakat. maka peluang hidup layak akan dapat tercapai. transparan.depkumham. untuk mendukung misi ini kebijakannya diarahkan pada pengembangan usaha andalan berdasarkan potensi lokal untuk mengurangi disparitas kesejahteraan antar wilayah. utamanya bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial. Kebijakannya diarahkan pada penciptaan penyelenggaraan pemerintahan yang akuntabel. Fokus kebijakan pada misi ini adalah memobilisasi sumberdaya untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan pendidikan. 105 106 www. utamanya bagi penduduk miskin. derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. sehingga setiap aspek pembangunan tidak mengabaikan keadilan dan pemenuhan hak dasar politik dan sosial rakyat. Fungsi Perlindungan Sosial diarahkan khusus terhadap peningkatan peran serta perempuan dalam pembangunan. fungsi Perlindungan Sosial dan fungsi Perumahan dan Fasilitas Umum. Untuk fungsi Lingkungan Hidup terkait misi ini kebijakannya diarahkan pada meningkatkan potensi sumber daya lokal dan menjaga kelestarian sumber daya produksi secara berkelanjutan. Pada fungsi Ekonomi. dimana salah satunya adalah dalam politik dan demokrasi. Hal ini terus dikembangkan untuk menjaga kondisi daerah agar tetap kondusif. fungsi Kesehatan. serta mempunyai kebutuhan sandang. Diharapkan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.djpp. Sedangkan pada fungsi Pariwisata dan Budaya. kebijakannya diarahkan pada upaya-upaya pengembangan dan peningkatan obyek wisata dan budaya dengan melibatkan para pelaku usaha dan masyarakat. Kemudian fungsi Kesehatan kebijakannya diarahkan pada peningkatan aksesibilitas pelayanan kesehatan dengan sasaran meningkatnya derajat kesehatan masyarakat. Misi Keempat: Menciptakan iklim yang kondusif bagi berkembangnya demokratisasi dalam kehidupan bermasyarakat. kebijakannya diarahkan pada penyediaan perumahan layak bagi keluarga kurang mampu. hidup sehat dan panjang umur. Sedangkan fungsi Perlindungan Sosial kebijakannya diarahkan pada pemenuhan hak-hak masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup. Berdasar misi kelima ini berkaitan dengan beberapa fungsi yaitu fungsi Pendidikan. sehingga pariwisata dapat menjadi pendorong roda perekonomian daerah. Bersinggungan dengan fungsi ini adalah fungsi Perumahan dan Fasilitas Umum. sehingga sumber daya yang ada dapat dipertahankan keberadaannya. sehingga menjadikan kualitas pelayanan umum kepada masyarakat menjadi optimal. keadilan dan responsibel.

Peningkatan pengembangan pendidikan melalui program BERMUTU (Better Education Through Reformed Management and Universal Teacher Up-grading). pengembangan bandara. Peningkatan kuantitas dan kualitas prasarana dan sarana (infrastruktur) untuk pertumbuhan perekonomian daerah dan peningkatan pelayanan publik. perdagangan produk berbahan baku kayu. Peningkatan efisiensi anggaran dalam penggunaan dan pengelolaan keuangan daerah. terutama untuk kelompok masyarakat miskin. Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Pengembangan Jepara The World Carving Centre – saat ini Kabupaten Jepara telah mengekspor produk berbahan baku kayu sampai ke 84 negara – sebagai pusat pengolahan dan 8. Peningkatan perumahan dan permukiman masyarakat pantai pesisir. Peningkatan pengembangan Kepulauan Karimunjawa. 6. Revitalisasi sektor pertanian dengan menciptakan agrobisnis dan agroindustri. belum memadainya sistem kelembagaan dan ketatalaksanaan pemerintahan. melalui pelestarian lingkungan hidup dan SDA. 11. Peningkatan kinerja investasi. 19. 13. 16. serta banyaknya peraturan perundangundangan yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan keadaan dan tuntutan pembangunan. Peningkatan pengelolaan tata ruang sesuai dengan regulasi yang berlaku – berbasis Sub Wilayah Pembangunan (SWP) – dimana akan ditekankan pada pengembangan SWP 3 sebagai pusat pertumbuhan baru yang berbasis kawasan industri strategis.Hal tersebut sebagai langkah antisipasi tingginya penyalahgunaan kewenangan dan penyimpangan. ukiran. 4. Penurunan angka konflik horisontal dan vertikal. rendahnya kinerja sumberdaya aparatur. 9. meubel. 12.go. Peningkatan kualitas pelayanan publik disertai dengan peningkatan kesejahteraan PNS dan Perangkat Desa.depkumham. serta bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. agar dapat memberikan kontribusi yang cukup bagi peningkatan PAD. Peningkatan peran BUMD. Peningkatan pemberdayaan masyarakat melalui optimalisasi penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD). dan lain-lain. termasuk pemberantasan buta aksara. Pengembangan kawasan utara untuk industri strategis. 2. 15. sebagai pusat pertumbuhan baru. 14. 7. seperti kerajinan. dan lain-lain. Sasaran dari kebijakan umum tersebut meliputi: 1. maka disusun sasaran pembangunan yang ingin dicapai dalam lima tahun kedepan. Peningkatan Wajar Dikdas 9 Tahun. Sehingga sasaran-sasaran yang ingin dicapai ini. Berpijak pada kebijakan umum yang telah ditetapkan pada tiap misi dan dengan memperhatikan kondisi daerah serta aspirasi masyarakat.djpp. 107 108 www. Tujuannya adalah agar sasaran pembangunan tersebut dapat mendorong terwujudnya visi dan misi. 17.id . Pemeliharaan konservasi lahan melalui penghijauan pada daerah pegunungan dan lahan kritis untuk mengurangi resiko bencana alam. pengembangan wisata dan budaya. Peningkatan aplikasi Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) bagi kerajinan lokal. 18. guna mendukung penyerapan tenaga kerja dan mengurangi kemiskinan. 10. Peningkatan pengembangan sumber energi alternatif. rendahnya kesejahteraan PNS. untuk menjaga dan memelihara suasana kondusif. 3. melalui pembangunan rumah susun. harus didukung oleh program-program yang direncanakan lima tahun kedepan. mengubah pola budaya tangkap potensi kelautan menjadi pola budi daya dan jasa. 5.

baik dana. Kemudian sesuai regulasi tersebut pada program dan kegiatan juga diurai dalam program dan kegiatan yang ada pada setiap SKPD serta program dan kegiatan pada urusan wajib dan urusan pilihan. Pada tiap urusan tersebut akan disampaikan permasalahan. organisasi perangkat daerah. Namun dikarenakan keterbatasan sumber daya yang dimiliki. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Sosial. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Pendidikan. komponen visi.1 7. tenaga maupun waktu yang dimiliki. berbudaya serta mempunyai rasa toleransi antar dan intern umat beragama. Mendasari hal tersebut program dan kegiatan yang disusun adalah untuk mendukung komponen-komponen pelayanan dan tingkat pencapaian yang diharapkan pada setiap urusan pemerintah daerah selama lima tahun. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri yang terkait dengan aspek agama. yaitu: 1) Ketertiban dan Keamanan.1.BAB VII PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH Berdasarkan pada regulasi otonomi daerah yang bersumber pada Undang-Undang 32 Tahun 2004 dan Undang-Undang 33 Tahun 2004. merupakan langkah pilihan indikatif yang telah disesuaikan dengan potensi daerah dan masalah yang dihadapi. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Kebudayaan. maka semua kebutuhan pembangunan tidak dapat dipenuhi.djpp. Pada sisi lain.1. beserta matrik program dan kegiatan selama tahun 2007-2012. Oleh karena itu. 7. penyusunan program dan kegiatan RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 harus mengacu pada visi. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri. beretika.1 MISI PERTAMA: Mewujudkan masyarakat yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. terutama yang terkait dengan kewenangan/urusan pemerintah daerah. yang diperkuat dengan berbagai regulasi operasionalisasinya. diperlukan penentuan prioritas untuk mangatasi keterbatasan sumber daya. Pada RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012.go.1. 3) Pendidikan. sasaran dan kebijakan masingmasing urusan. dan kebijakan tersebut harus dikaitkan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Dalam penjabarannya. 109 110 www. termasuk kinerja pembangunan yang telah dicapai dalam lima tahun sebelumnya. dan pada setiap misi diurai dalam kelompok fungsi beserta urusan yang menjadi kewenangan daerah yang menyertainya. misi.depkumham. dan 4) Perlindungan Sosial. misi dan kebijakan yang telah ditetapkan. dan keuangan daerah. 2) Pariwisata dan Budaya. Sehingga berbagai program dan kegiatan yang dirumuskan baik program dan kegiatan tahunan maupun lima tahunan. maka Pemerintah Kabupaten Jepara menyusun rangkaian program dan kegiatan pembangunan dalam RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 20072012 yang senafas dengan regulasi tersebut. program dan kegiatan dikelompokan untuk mendukung misi. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi pertama dilakukan melalui beberapa rumpun fungsi.id . bermoral.1 Fungsi Ketertiban dan Keamanan Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Masalah. Dalam penyusunan program dan kegiatan dilakukan dengan memperhatikan aspirasi masyarakat dan mempertimbangkan kondisi serta kemampuan daerah. 7.

termasuk dalam toleransi dan kerukunan dalam kehidupan beragama.1. Semakin merebaknya penyakit masyarakat. Kebijakan. Permasalahan pokok urusan kebudayaan yang terkait dengan misi pertama adalah: 1. Masalah.id .go. Mencegah berkembangnya penyakit masyarakat. Kebijakan urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri diarahkan pada: 1. Program: Program yang ditetapkan dalam rangka pelaksanaan urusan Pendidikan adalah: 1. Fungsi Pendidikan Urusan Pendidikan 1. serta tumbuhnya penyakit masyarakat.djpp. dan budaya adalah: 1. 2. Meningkatnya pembinaan dan pelestarian nilai-nilai luhur budaya bangsa (daerah). Program pembangunan urusan Kebudayaan adalah: Program pengelolaan kekayaan budaya.1 Fungsi Pariwisata dan Budaya Urusan Kebudayaan Sasaran. Meningkatnya pembinaan pendidikan dibidang keagamaan. adalah: 1. Mencegah penggunaan dan peredaran narkoba dan miras. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri adalah: 1. 2. Program urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. termasuk dalam kehidupan beragama. Sasaran. Peningkatan pembinaan dan pelestarian nilai-nilai luhur budaya bangsa (daerah). termasuk pembinaan terhadap kelompok kesenian dan budaya.1. Sasaran pembangunan pada urusan Pendidikan yang terkait dengan pelaksanaan misi pertama adalah: 1. Kebijakan: Kebijakan urusan Pendidikan diarahkan pada: Peningkatan pembinaan pendidikan dibidang keagamaan.1 Masalah.2.3 7. 1.1.2 7. 7. 7. etika.depkumham. Masih terbatasnya pengembangan pendidikan keagamaan yang integratif antar instansi pemerintah di tingkat pendidikan dasar dan menengah. 2. Beberapa sasaran dalam pembangunan kebudayaan antara lain: 1. Banyak kesenian dan budaya daerah yang belum dioptimalkan sebagai sarana memupuk nilai-nilai budaya bangsa. Banyaknya pengaruh negatif yang ditimbulkan oleh budaya dari luar. Besarnya tantangan terhadap peningkatan rasa solidaritas dan ikatan sosial masyarakat. Kebijakan. Sasaran. Program pelayanan bantuan terhadap pendidikan keagamaan. Terbinanya berbagai kelompok kesenian dan budaya lokal.3. Program peningkatan pemberantasan penyakit masyarakat (pekat). Program pengembangan wawasan kebangsaan. Meningkatnya rasa nasionalisme di kalangan masyarakat. Program. Kebijakan yang dirumuskan bagi pembangunan Kebudayaan antara lain: 1. 2. Meningkatkan pengamalan nilai-nilai agamis dalam kehidupan masyarakat. Program. 2. 2.moral. Masalah urusan Pendidikan yang terkait dengan pelaksanaan misi pertama. 111 112 www.1.

Kebijakan. 113 114 www. Program peningkatan kualitas pelayanan publik.2 Urusan Informasi dan Komunikasi yang 7.1. Masih terbatasnya akses informasi publik terhadap kegiatan dan kinerja pemerintahan daerah. Program penataan peraturan perundang-undangan. Program peningkatan kehidupan sosial keagamaan. Masih terbatasnya pemahaman masyarakat atas produk-produk hukum daerah. Sasaran. Program. 2. Masih terjadinya ketimpangan dalam pemberian pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah. Beberapa sasaran yang akan dicapai terkait dengan pelaksanaan misi pertama untuk urusan sosial adalah: 1.7. yang terdiri atas dua buah urusan yaitu: a) urusan Pemerintahan Umum dan b) urusan Komunikasi dan Informasi. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi kedua dilakukan melalui beberapa rumpun fungsi. Masalah. Kebijakan. Sasaran.1 Fungsi Pelayanan Umum Urusan Pemerintahan Umum Masalah.2.1 7. Peningkatan pemahaman masyarakat atas produk hukum. 3. yaitu: 1) Pelayanan Umum. Masalah dalam urusan sosial yang terkait dengan pelaksanaan misi pertama adalah: 1.1. 2. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pemerintahan Umum adalah: 1. terutama pada dimensi keadilan dan persamaan dalam pelayanan publik. Meningkatnya alokasi bantuan untuk perawatan tempat atau rumah ibadah. 2. Program pelayanan mekanisme penanaman modal. Masih banyaknya tempat atau rumah ibadah yang perlu mendapatkan perawatan. Program urusan Pemerintahan Umum dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Komunikasi dan Informasi adalah: 1. Program. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pemerintahan Umum terkait dengan pelaksanaan misi kedua adalah: 1. Meningkatnya kuantitas dan kualitas tempat atau rumah ibadah. 2.1 Fungsi Perlindungan Sosial Urusan Sosial 7.djpp. Masih terbatasnya jumlah kegiatan keagamaan.2 MISI KEDUA: Mewujudkan masyarakat yang rukun dalam melaksanakan hak dan kewajibannya dengan nyaman. Terselenggaranya kegiatan keagamaan.id . 2. Program yang ditetapkan untuk pelaksanaan misi pertama yang terkait dengan urusan sosial adalah: 1.go.1.depkumham. Kebijakan yang dicanangkan untuk pelaksanaan misi pertama terkait dengan urusan sosial adalah: 1. dan 2) Ketertiban dan Keamanan.4.2. Peningkatan kerukunan dalam pelaksanaan kehidupan beragama.2. 2. 7.4 7. Kebijakan urusan Pemerintahan Umum diarahkan pada beberapa hal: 1. 2. Meningkatnya kualitas pelayanan publik.1. Peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi. Tersosilisasikannya berbagai produk hukum daerah. Masalah.

Mencegah terjadinya konflik sosial baik horisontal maupun vertikal. Semakin lunturnya rasa kesetiakawanan masyarakat dalam sendi-sendi kehidupan. 4. 6. Kebijakan.2 7. Program. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri adalah: 1. Meningkatnya pemahaman tentang kehidupan berpolitik yang benar di lingkungan masyarakat. Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap undang-undang bidang politik. 2. Sasaran. Tersedianya layanan informasi cepat dan akurat berbasis jaringan komputer. 5. 2. Meningkatnya kreativitas dan peran serta masyarakat dalam membina lingkungan dengan peningkatan wawasan kebangsaan yang baik. 3. 2. Program urusan Komunikasi dan Informasi yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Meningkatnya peran serta masyarakat didalam membangkitkan komunikasi sebagai wahana saling memberikan informasi bagi pemerintah daerah. 4. Terbatasnya jaringan sarana dan prasarana informasi dan komunikasi internal dan eksternal pemerintah daerah. Masih kurang optimalnya kesadaran masyarakat dalam melaksanakan kewajibannya. Masih perlu ditingkatkannya kemampuan pencegahan dan penanganan bencana alam. 3.1 Fungsi Ketertiban dan Keamanan Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Sasaran.djpp. Meningkatkan perlindungan dan keamanan lingkungan. 3. Peningkatan serta pemberdayaan yang membidangi komunikasi dan informasi. Meningkatnya akses informasi yang valid bagi masyarakat.2.2. 7. 3. Peningkatan penyediaan dan penguasaan teknologi di bidang komputer dan jaringan. Meningkatnya partisipasi masyarakat terhadap perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah lewat media massa. Kebijakan urusan Komunikasi dan Informasi diarahkan pada: 1. Kebijakan urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri diarahkan pada : 1. Masih terbatasnya kapasitas SDM yang membidangi dan menjalankan urusan komunikasi dan informasi. Meningkatnya rasa nasionalisme di kalangan masyarakat.depkumham. Meningkatnya arus komunikasi yang baik antara masyarakat yang membutukan informasi dan media yang memberitakan. Masalah. 115 116 www. Meningkatkan pengendalian keamanan dan ketertiban lingkungan. Meningkatkan kapasitas SDM yang membidangi dan menjalankan urusan komunikasi dan informasi. Terpantaunya dan tertanganinya korban bencana alam. Program peningkatan kualitas pelayanan informasi. 2.2. Peningkatan sarana prasarana jaringan dan sumber informasi daerah.2. 5. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri adalah: 1. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Komunikasi dan Informasi adalah: 1. 3.id . 4. Program pengembangan komunikasi. Penyediaan media untuk promosi dan komunikasi. 7. aplikasi dan internet di lingkungan pemerintah daerah. 2. informasi dan media massa. 4.go. Kebijakan.

prasarana dan fasilitas perhubungan. fasilitas perlengkapan dan fasilitas pendukung jalan. 3.3. b) Tenaga Kerja.3. Belum optimalnya pelayan terminal. Program urusan Perhubungan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 3. Kebijakan. Terlaksanya pembangunan unit uji kelayaikan kendaraan bermotor. Terbatasnya kualitas SDM pencari kerja dan tenaga kerja. Terciptanya pelayanan angkutan yang tertib. Masih kurangnya sarana.go. prasarana serta fasilitas perhubungan yang berbasis pada pelayanan masyarakat. 2.id . 7. Program peningkatan kesadaran bela negara dan cinta tanah air. Meningkatnya pembangunan dermaga dan fasilitasnya. Penyebarluasan undang-undang bidang politik. 2. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Tenaga Kerja adalah: 1. 4.djpp. Kebijakan urusan Perhubungan diarahkan pada: Peningkatan peran transportasi untuk mendukung pengembangan ekonomi kerakyatan.2 Urusan Tenaga Kerja Masalah.1. 4. 4. Program pembangunan prasarana dan fasilitas perhubungan.1 Fungsi Ekonomi Urusan Perhubungan Program. Tersedianya prasarana. l) Transmigrasi. aman dan lancar. 3. Program pembangunan sarana dan prasarana perhubungan. i) Kelautan dan Perikanan.1 7. 2. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Perhubungan adalah : 1. 2. Masih rendahnya pemahaman dan pelaksanaan peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan.2. 1. 3. c) Koperasi dan UKM. Program. Program pencegahan dini dan penanggulangan korban bencana alam. Program urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. yaitu: a) Pariwisata. 2. Belum tersedianya peta jaringan transportasi dan tatanan transportasi lokal.depkumham. yaitu: 1) Ekonomi. b) Kebudayaan. Program kemitraan pengembangan wawasan kebangsaan. f) Pertanian. Menumbuhkembangkan persatuan dan kesatuan bangsa. d) Penanaman Modal. 3) Pariwisata dan Budaya.3 MISI KETIGA: Membangun ekonomi kerakyatan dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya. Program peningkatan kelayakan pengoperasian kendaraan bermotor. h) Energi dan Sumber Daya Mineral. 117 118 www.1. g) Kehutanan. j) Perdagangan. 2) Lingkungan Hidup. 7. yang terdiri atas beberapa urusan. k) Perindustrian.3. Peningkatan kualitas dan kuantitas sarana. Sasaran. e) Pemberdayaan Masyarakat Desa. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Perhubungan adalah: 1. Masalah. 7. Meningkatkan kinerja penanganan bencana. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi ketiga dilakukan melalui beberapa rumpun fungsi. Program peningkatan pelayanan angkutan. 2. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu: a) Lingkungan Hidup. 3. yang terdiri atas beberapa urusan yaitu a) Perhubungan.

3. Kebijakan urusan Tenaga Kerja diarahkan pada: Peningkatan kualitas sumber daya manusia pencari kerja dan tenaga kerja serta peningkatan penghasilan tenaga kerja.depkumham. 2. 1. Program. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Penanaman Modal adalah: 1. Program.1.4 Urusan Penanaman Modal 1. Masih kurangnya pemahaman pengusaha dan tenaga kerja terhadap peraturan perundangan-undangan dibidang ketenagakerjaan. Akses permodalan bagi koperasi dan UMKM masih rendah. Program perlindungan dan pengembangan lembaga ketenagakerjaan. Pembangunan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan koperasi dan UMKM. Memberikan perlindungan kepada tenaga kerja. Program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. 2.3. Belum kondusifnya iklim investasi daerah. 2. 2. Meningkatnya penanaman modal di daerah. 4. 3.3. 2. perlindungan dan pengawasan tenaga kerja. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Penanaman Modal adalah: 1. 119 120 www. Proses optimalnya pelayanan perijinan yang mendukung investasi. Kebijakan urusan Penanaman Modal diarahkan pada: Meningkatkan pelayanan perijinan investasi. Kebijakan. Terbatasnya akses teknologi dan pemasaran bagi IKM.go. Peningkatan pemanfaatan sumber daya lokal.1. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah adalah: 1. 2. 2. Sasaran. Sasaran. Meningkatnya akses modal koperasi dan UMKM. Kurangnya optimalnya promosi potensi investasi daerah dan pengelolaan asset daerah. Program peningkatan kualitas kelembagaan koperasi. 3. Pembinaan. Program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif UMKM. 7. Meningkatnya volume usaha koperasi dan UMKM. 3. Kebijakan. Meningkatnya pengelolaan investasi dan aset daerah. Masalah. Berkurangnya faktor-faktor penghambat perkembangan/realisasi investasi. Program peningkatan kesempatan kerja. 3.djpp. 2. 2. Program urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1.3. Masih banyaknya pencari kerja yang belum tertampung dibeberapa lapangan usaha. 3. Sasaran. 3.id . 7. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Koperasi Usaha Kecil Menengah adalah: Masih lemahnya manajemen koperasi dan UMKM. Program pengembangan sistem pendukung usaha bagi UMKM. Program urusan Tenaga Kerja yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Peningkatan ketrampilan sumber daya manusia tenaga kerja. Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Masalah.3 dan 1. Mengurangi angka pengangguran dan penciptaan lapangan pekerjaan. Meningkatnya kemampuan manajerial UMKM. Kebijakan. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Tenaga Kerja adalah: 1. Kebijakan urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah diarahkan: 1.

1. Terbatasnya luas lahan pertanian dan perkebunan. Intensifikasi. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pertanian adalah: 1.id . Program penyiapan potensi sumber daya. 3. Masih tingginya angka kemiskinan.3. 2. Masih terbatasnya kualitas sumber daya manusia petani. 7. 2.1 Urusan Pertanian Pertanian dan Perkebunan dalam Program.5 Urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa Masalah. Menstimulasi swadaya masyarakat khususnya masyarakat desa. 3. 4. 121 122 www. Peningkatan produksi dan produktivitas pertanian dan perkebunan. 6. Belum terbatasnya tingkat kemampuan dan partisipasi masyarakat. Belum optimalnya pemberdayaan potensi lokal.djpp. Belum optimalnya perlindungan tanaman pangan dan hasil perkebunan. Program urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa Masalah. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa adalah: 1. 3.1. 3.3. Terbatasnya dukungan teknologi pertanian. 3. 2. Tingkat produktivitas pertanian dan perkebunan yang relatif masih terbatas. 3. Meningkatkan partisipasi masyarakat dan lembaga sosial dalam pembangunan. 2. Meningkatnya penanganan pasca panen. Meningkatnya kualitas dan kuantitas prasarana dan sarana pengairan yang masih terbatas. 3. Program peningkatan iklim investasi dan realisasi investasi. Optimalisasi penerapan standar pelayanan minimal di bidang investasi. Meningkatkan program pengentasan kemiskinan. Sasaran. Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi untuk memantapkan ketahanan pangan. 6.6 7. rehabilitasi dan diversifikasi pertanian dan perkebunan belum sepenuhnya dilaksanakan. rehabilitasi dan diversifikasi pertanian dan perkebunan. Mempromosikan potensi sumberdaya daerah. Program. 7. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa adalah: 1. Sasaran. 5.go. sarana dan prasarana daerah. Meningkatnya dukungan teknologi. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pertanian adalah: 1. 2.3. Meningkatnya perlindungan tanaman. 7. Program peningkatan partisipasi masyarakat pembangunan. 7. Kebijakan urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa diarahkan pada: 1. Belum optimalnya keterlibatan lembaga sosial masyarakat dalam pembangunan. Peningkatan pemberdayaan dan kemandirian masyarakat. 5.6.1. Kebijakan. 2.2. Peningkatan intensifikasi. Berkurangnya jumlah warga miskin. Program peningkatan promosi dan kerjasama investasi. yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 4.depkumham. 4. Program urusan Penanaman Modal yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Kondisi prasarana dan sarana pengairan yang masih terbatas. Peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.

Masalah. 4. Program peningkatan kesejahteraan petani. 4. Pemanfaatan dan perluasan usaha peternakan. 5.id . 7. Kebijakan. Meningkatnya pengelolaan kesehatan hewan. 5. 7. Belum optimalnya pengelolaan kesehatan hewan. 2. Peningkatan pemasaran hasil peternakan. 2. Program peningkatan penerapan teknologi peternakan. 3. Program peningkatan produksi pertanain/perkebunan. Masih adanya lahan kritis dan penanganannya masih belum optimal. 7. Kebijakan urusan Pertanian diarahkan pada: Pembangunan dan pemulihan prasarana dan sarana. 6. Pengembangan kualitas sumber daya manusia. 3. Program peningkatan pemasaran hasil produksi peternakan. 3. Peningkatan kualitas sumber daya manusia petani. 3. Peningkatan produksi peternakan.djpp. 4. Meningkatnya kualitas dan kuantitas prasarana dan sarana peternakan yang masih terbatas. Kebijakan.1.3. Meningkatnya dukungan teknologi hasil ternak. Program peningkatan penerapan teknologi produksi. 4. 4. Program pengembangan agribisnis perkebunan. 3. Program pemberdayaan penyuluhan pertanian/perkebunan lapangan. 6. Program peningkatan penerapan teknologi pertanian/perkebunan. 6. Program pengembangan agribisnis peternakan.6. Program. 1. Mengembangkan sentra produksi unggulan daerah. Kebijakan urusan Peternakan diarahkan pada: Pembangunan dan pemulihan prasarana dan sarana peternakan. Pengembangan agribisnis di daerah. 8. misalnya dalam hijauan pakan ternak. Pengembangan kualitas sumber daya manusia peternak. 1. Program pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak. Program peningkatan sarana prasarana pertanian.7 Urusan Kehutanan Masalah. 2.depkumham. Peningkatan kualitas sumber daya manusia peternak. Pemanfaatan dan perluasan usaha. 2. Belum optimalnya pembudidayaan ternak jenis unggul.2 Peternakan Sasaran. 9. 5. Masih terbatasnya jumlah populasi ternak. 3. Program Pertanian dan Perkebunan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Mengembangkan sentra produksi peternakan unggulan daerah. Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi untuk memantapkan ketahanan pangan hewani. 123 124 www. 2. Program. 5.8. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kehutanan adalah: 1. 2.go. 5. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Peternakan adalah: 1. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Peternakan adalah: 1. Peningkatan pemasaran hasil. Terbatasnya ketersediaan teknologi peternakan.1.3. Program peningkatan pemasaran hasil produksi pertanian/perkebunan. Keterbatasan kualitas sumber daya manusia peternak. Program peningkatan ketahanan pangan (pertanian/perkebunan). 4. Program urusan Peternakan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. pengolahan produksi dan pasca panen.

Program pembinaan dan pengawasan bidang pertambangan. Program. Kebijakan. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kehutanan adalah: 1. 6. 7. Program peningkatan produksi kehutanan. Program urusan Energi dan Sumber Daya Mineral yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1.3.9 Urusan Kelautan dan Perikanan Program. Berkembang/meningkatnya kesadaran dan parsipasi masyarakat terhadap dukungan pengelolaan nilai-nilai potensi sumber daya alam dan hutan (SDA/SDH). Kebijakan urusan Energi dan Sumber Daya Mineral diarahkan pada: 1. Sasaran. Banyaknya pertambangan rakyat dengan motif ekonomi yang cenderung merusak lingkungan. 3. Masih kurangnya partisipasi dan kepedulian masyarakat dalam dukungan penyelamatan. 2. Program perencanaan dan pengembangan hutan. 4. 5. Program perlindungan dan konservasi sumberdaya hutan. 7. Belum terkendalinya usaha pertambangan rakyat. 2. Program urusan Kehutanan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program rehabilitasi hutan dan lahan. 2. Belum tersedianya peta potensi pertambangan. Masih lemahnya pengelolaan kehutanan secara tertib dan berkelanjutan. 3. Masih adanya wilayah yang belum terjangkau listrik. 2.8 Urusan Energi dan Sumber Daya Mineral Sasaran. Meningkatnya penyediaan energi listrik non PLN (sumber energi alternatif).djpp. Tersedianya peta potensi pertambangan. Masalah. Pemerataan energi listrik bagi seluruh rakyat. Kebijakan.go. pemeliharaan dan pemberdayaan sumberdaya alam dan hutan.3. Program pembinaan dan pengembangan bidang ketenagalistrikan. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kelautan dan Perikanan adalah: 125 126 www.2. Terpenuhi/tersedianya sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan pengembangan kehutanan. Program peningkatan pembinaan masyarakat desa hutan.1. 2.1. Masalah. Meningkatnya penanganan lahan kritis. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah: 1. Terselenggaranya konservasi sumber daya alam. 2. 1. Peningkatan pengembangan sumber-sumber energi alternatif. 3. 3.id . 3. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah: 1. 7. 3. 5. 2. 4. 4. Program pengembangan fungsi hidrologis. Kebijakan urusan Kehutanan diarahkan pada: Peningkatan penanganan lahan kritis (pelestarian sumber daya hutan). Meningkatkan prasarana dan sarana kehutanan dalam rangka pengembangan kawasan/wilayah hutan. pemulihan. Monitoring kegiatan penambangan (penegakan hukum).depkumham. Meningkatkan kualitas sumberdaya alam dan hutan (SDA/SDH) secara tertata yang saling sinergi antara sektor/sub sektor yang ada. Terselenggaranya pengawasan dan pengendalian aktivitas pertambangan agar ramah lingkungan. Program pemanfaatan potensi sumberdaya hutan. Masih terbatasnya sumber-sumber energi alternatif. 3.

Mengupayakan menanamkan wawasan kelautan pada seluruh masyarakat. Meningkatnya penanganan/mitigasi nelayan pasca bencana alam di laut. Peningkatan pengolahan dan pemasaran produksi perikanan. 5. Masih minimnya sarana prasarana untuk budidaya dan penangkapan. Daya dukung lingkungan pertambakan mulai menurun. masy pesisir). 4. Sasaran. 8. Mengupayakan meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan SDM kelautan dan perikanan. Mengupayakan pemanfaatkan sumberdaya perikanan dan kelautan secara berkelanjutan. 2. Tumpang tindih kewenangan pengelolaan Sumber Daya Peisisr dan Pulau-pulau Kecil antar dan inter Satuan Kerja. nelayan. Mengupayakan penerapan iptek dan manajemen profesional pada setiap rantai usaha bidang kelautan dan perikanan 7. utamanya generasi muda. 8. 9. disertai dengan penegakan hukum. mekanisme hukum dan kelembagaan secara proporsional.depkumham. Keterbatasan modal pelaku perikanan (pembudidaya. Peningkatan produksi perikanan dan kelautan. 6. 8. Kebijakan urusan Kelautan dan Perikanan diarahkan pada: 1. Kebijakan. Lemahnya penegakan hukum oleh aparat terkait. 10. Terjadinya kerusakan ekosistem pantai seperti adanya abrasi.djpp. laut dan perairan tawar. Sebagian besar nelayan di Kabupaten Jepaara merupakan nelayan tradisional dengan karakteristik sosial budaya yang belum kondusif untuk suatu kemajuan/penggunaan teknologi. Berkembangnya partisipasi petani nelayan dalam pengawasan dan pengendalian sumberdaya kelautan dan perikanan. 2. 6. 11. Optimalnya pemanfaatan potensi lahan kelautan dan perikanan belum optimal. 9. 4. 5.go.1. Mengupayakan peningkatan sarana dan prasarana bidang kelautan dan perikanan untuk pelayanan masyarakat 9. Terwujudnya pengelolaan dan rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut. dan efektif. Mengupayakan mengembangkan sisten hukum. Tingginya biaya produksi yang tidak diimbangi peningkatan harga jual komoditas perikanan Belum optimalnya penanganan pasca panen dan jaringan pemasaran 7. Peningkatan kualitas sumber daya manusia petani nelayan. 2. 4. Mengupayakan peningkatkan peran serta masyarakat untuk ikut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah 3. 3. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kelautan dan Perikanan adalah: 1. Struktur armada penangkapan sebagian besar masih tradisional dengan kemampuan IPTEK yang masih rendah pula. Berkembangnya kawasan budidaya. Mengupayakan peningkatan pengawasan dan pengendalian sumberdaya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan. Mengupayakan peningkatan pemanfaatan sistem informasi kelautan dan perikanan secara terpadu (SIKPT) 10. 6. Pemanfaatan potensi lahan budidaya belum optimal. 7. Mengupayakan rerehabilitasi ekosistem habitat pesisir. Peningkatan kelembagaan dan pemberdayaan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil. Mengupayakan pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat pesisir 11. Meningkatnya dukungan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana kelautan dan perikanan. 127 128 www.id . 10. 5.pengolah. optimal. kondisi hutan mangrove yang kritis serta kerusakan terumbu karang dan sedimentasi. 3.

12.

Mengupayakan mengembangkan dan memperkuat jaringan ekonomi pasar perikanan.

3.

Belum stabilnya kondisi perekonomian untuk mendukung peningkatan ekspor.

Program. Program urusan Kelautan dan Perikanan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program optimalisasi pengelolaan dan pemasaran produksi perikanan. 2. Program pengembangan kawasan budidaya laut, air payau dan air tawar. 3. Program pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir. 4. Program pemberdayaan masyarakat dalam pengawasan dan pengendalian sumberdaya kelautan dan perikanan. 5. Program peningkatan kesadaran dan penegakan hukum dalam pendayagunaan sumberdaya laut. 6. Program peningkatan mitigasi bencana alam laut dan prakiraan iklim laut. 7. Program peningkatan kegiatan budaya kelautan dan wawasan maritim kepada masyarakat. 8. Program peningkatan manajemen produksi budidaya perikanan. 9. Program pengembangan perikanan tangkap. 10. program pengembangan sistem penyuluhan perikanan. 11. Program peningkatan dan penguasaan teknologi budidaya dan penangkapan. 12. Program pengelolaan dan rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut. 13. Program peningkatan sarana dan prasarana nelayan. 7.3.1.10 Urusan Perdagangan Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Perdagangan adalah: 1. Menurunnya kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pendukung sistem distribusi barang. 2. Terbatasnya kemampuan kesiapan pengusaha kecil dan menengah dalam mengantisipasi era globalisasi.

Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Perdagangan adalah: 1. Meningkatnya ekspor komoditas non migas. 2. Peningkatan kualitas dan kuantitas perdagangan. 3. Meningkatnya kualitas pelayanan perdagangan. 4. Meningkatnya ketertiban penataan pusat perdagangan. 1. 2. 3. Kebijakan. Kebijakan urusan Perdagangan diarahkan pada: Mengembangkan sarana dan prasarana perdagangan yang layak. Meningkatkan pangsa pasar lokal, regional, nasional dan internasional. Peningkatan ketertiban pusat perdagangan.

Program. Program urusan Perdagangan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program perlindungan konsumen dan pengamanan perdagangan. 2. Program peningkatan dan pengembangan ekspor. 3. Prpgram peningkatan efisiensi dan perdagangan dalam negeri. 4. Program peningkatan prasarana dan sarana perdagangan. 5. Program pembinaan pedagang kaki lima dan asongan.

7.3.1.11 Urusan Perindustrian Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Perindustrian adalah: 1. Keterbatasan bahan baku industri dari luar daerah. 2. Rendahnya kualitas sumber daya manusia dalam pengelolaan IKM. 3. Terbatasnya akses pasar (daya saing) dan permodalan. 4. Terbatasnya dukungan teknologi.

129

130

www.djpp.depkumham.go.id

Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Perindustrian adalah: 1. Meningkatnya ketersediaan bahan baku industri dari luar daerah. 2. Meningkatnya kualitas sumber daya manusia dan kelembagaan IKM. 3. Meningkatnya akses modal, pasar dan teknologi. 1. 2. 3. 4. Kebijakan. Kebijakan urusan Perindustrian diarahkan pada: Menjamin ketersediaan bahan baku. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia IKM. Meningkatnya akses IKM terhadap modal, pasar dan teknologi. Meningkatkan sarana dan prasarana perindustrian.

1. 2.

Penyebarluasan program transmigrasi pada sasaran. Mempermudah prosedur pelayanan transmigrasi.

masyarakat

Program. Program urusan Transmigrasi yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program pengembangan wilayah transmigrasi. 2. Program transmigrasi regional. 7.3.2 7.3.2.1 Fungsi Lingkungan Hidup Urusan Lingkungan Hidup

Program. Program urusan Perindustrian yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program pengembangan industri kecil dan menengah. 2. Program peningkatan kemampuan teknologi industri. 3. Program pengembangan sentra-sentra industri potensial. 7.3.1.12 Urusan Transmigrasi

Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Lingkungan Hidup adalah: 1. Kualitas lingkungan yang cenderung menurun. 2. Rendahnya kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan. 3. Masih belum tegasnya pengawasan dan pengendalian serta penegakan hukum bidang lingkungan hidup. Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Lingkungan Hidup adalah: 1. Terjaganya konservasi sumber daya alam dan meningkatnya pengelolaan lingkungan hidup. 2. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan hidup. 3. Meningkatnya pengawasan, pengendalian dan penegakan hukum bidang lingkungan hidup. 1. 2. Kebijakan. Kebijakan urusan Lingkungan Hidup diarahkan pada: Tersedianya perencanaan lingkungan dan minimalisasi dampak lingkungan. Meningkatakan sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat dalam pelestarian lingkungan.

Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Transmigrasi adalah: 1. Rendahnya minat masyarakat untuk bertransmigrasi. 2. Kurangnya pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang prosedur transmigrasi. 3. Transmigrasi dianggap hal yang tidak menyenangkan. 4. Terbatasnya daerah tujuan transmigrasi. Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Transmigrasi adalah: 1. Terlaksananya koordinasi teknis penempatan transmigran. 2. Proses untuk transmigrasi dapat diketahui masyarakat. Kebijakan. Kebijakan urusan Transmigrasi diarahkan pada:

131

132

www.djpp.depkumham.go.id

3.

Pengawasan pengendalian dan pemulihan lingkungan.

3. 4. 5. 6.

Program. Program urusan Lingkungan Hidup yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup. 2. Program perlindungan dan konservasi sumberdaya alam. 3. Program peningkatan kualitas dan akses informasi sumberdaya alam dan lingkungan hidup.

Meningkatnya sarana dan prasarana wisata dan pengembangan obyek wisata baru. Meningkatnya kerjasama dengan investor bidang kepariwisataan. Meningkatnya sumber daya manusia pelaku wisata yang profesional. Meningkatnya peran serta masyarakat dalam pembangunan pariwisata. Kebijakan. Kebijakan urusan Pariwisata diarahkan pada: Peningkatan sarana dan prasarana obyek wisata. Pengembangan daerah tujuan wisata. Peningkatan menejemen pariwisata. Pengembangan kawasan wisata di Kepulauan Karimunjawa. Peningkatan iklim yang kondusif bagi Investor bidang Pariwisata. Pengembangan sumber daya manusia pariwisata.

7.3.3 7.3.3.1

Fungsi Pariwisata dan Budaya Urusan Pariwisata

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pariwisata adalah: 1. Masih banyaknya potensi obyek wisata alam yang belum dioptimalkan. 2. Terbatasnya sarana dan prasarana obyek wisata dan pendukungnya. 3. Terbatasnya even pengembangan seni dan budaya lokal. 4. Terbatasnya promosi, kerjasama, dan investasi bidang pariwisata. 5. Masih terbatasnya kualitas dan kuantitas sumber daya manusia bidang pariwisata. Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pariwisata adalah: 1. Meningkatnya pendapatan masyarakat dari sektor pariwisata. 2. Meningkatnya kegiatan promosi pariwisata secara terpadu dan konseptual.

Program. Program urusan Pariwisata yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program pengembangan pemasaran pariwisata. 2. Program pengembangan destinasi pariwisata. 3. Program pengembangan kemitraan bidang pariwisata. 7.3.3.2 Urusan Kebudayaan

Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan kebudayaan adalah: 1. Masih terbatasnya prasarana dan sarana pendukung pengembangan seni dan budaya lokal. 2. Banyaknya potensi seni dan budaya lokal yang belum tergali. Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kebudayaan adalah: 1. Tersedianya prasarana dan sarana pendukung pengembangan seni dan budaya lokal.

133

134

www.djpp.depkumham.go.id

Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri adalah: 1. Meningkatnya kualitas lembaga kesenian.go. Kebijakan.1 7.2. 3.1 Fungsi Ketertiban dan Keamanan Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri 7. 4.4. ketertiban masyarakat dan pencegahan tindak kriminal. Kebijakan urusan kebudayaan diarahkan pada: Peningkatan dukungan prasarana dan sarana pengembangan budaya. 3. 1. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pemberdayaan Perempuan adalah: 1. Kebijakan urusan Pemberdayaan Perempuan 135 136 www. 7. Program. 7. Menurunnya nilai-nilai kebangsaan.id . Kebijakan. Terselenggaranya kegiatan seni budaya lokal.4. 2. Meningkatnya peran serta dan kesetaraan gender dalam pembangunan.2 Fungsi Perlindungan Sosial Urusan Pemberdayaan Perempuan Program.depkumham. Kepedulian masyarakat dalam pemeliharaan keamanan lingkungan masih rendah. 3. Program urusan Kebudayaan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. ketentraman. 2. 3.djpp. 4.4 MISI KEEMPAT: Menciptakan iklim yang kondusif bagi berkembangnya demokratisasi dalam kehidupan bermasyarakat.4. Semakin merebaknya gangguan sosial yang diakibatkan oleh derasnya pengaruh globalisasi.2. Kebijakan. Menurunnya tingkat pelanggaran hukum oleh masyarakat. Belum optimalnya partisipasi perempuan dalam pembangunan dan politik.1 Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri adalah: 1. Pemeliharaan keamanan. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi keempat dilakukan melalui rumpun fungsi Ketertiban dan Keamanan. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri. Meningkatnya kehidupan demokrasi di masyarakat.4. Kebijakan urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri diarahkan pada: 1. Meningkatnya wawasan kebangsaan. Mendorong peran serta masyarakat dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban wilayah. Program pengembangan kerjasama pengelolaan kekayaan budaya.1. Meningkatkan pendidikan politik dan wawasan kebangsaan secara intensif dan komprehensif. Peningkatan dan pemberdayaan kesenian lokal. Menumbuhkembangkan budaya demokratis di masyarakat. 2. Menurunnya partisipasi masyarakat dalam demokrasi dan politik lokal. Program urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pemberdayaan Perempuan adalah: 1. 2. 7. Sasaran. Ketentraman dan ketertiban umum terjaga. Masalah.

5.djpp. yaitu: a) Pekerjaan Umum. Peningkatan minat baca masyarakat. Program urusan Pemberdayaan Perempuan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 7.id .1 Fungsi Pendidikan Urusan Pendidikan Ruang kelas pada pendidikan dasar (SD) banyak yang tidak dapat berfungsi dengan optimal. yaitu: a) Kependudukan dan Catatan Sipil. Program. 6. Masalah. yang terdiri atas beberapa urusan yaitu: a) Pendidikan.go. 4. yaitu: a) Kesehatan. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pendidikan adalah: 1. Manajemen pendidikan belum berjalan secara efektif dan efisien. Terlaksananya Wajar Dikdas 9 tahun. 7. Mewujudkan dan mengembangkan Sekolah Unggulan. Meningkatkan APK dan APM. 2) Kesehatan. 7. Kualitas tenaga pendidik dan kependidikan belum sesuai standar. yang terdiri atas beberapa urusan. Kualitas lulusan pada pendidikan menengah kejuruan belum memenuhi tuntutan pasar. Peningkatan pemberdayaan perempuan dalam pembangunan. Program peningkatan peran serta dan kesetaraan gender dalam pembangunan. 4. Meningkatkan mutu lulusan yang berakhlaq mulia berdasarkan iptek. 6. Meningkatkan kualifikasi tenaga pendidik dan kependidikan. 1. b) Pemuda dan Olah Raga. 4) Perumahan dan Fasilitas Umum. Rendahnya jumlah siswa yang menikmati pendidikan menengah. Berkurangnya keaksaraan fungsional. Peningkatan akses layanan pendidikan kelompok masyarakat desa terpencil. derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Meningkatnya kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pendidikan adalah: 1. Terlaksananya uji kompetensi dan sertifikasi tenaga pendidik. 3. Rendahnya minat baca masyarakat. b) Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera. 7. 8.diarahkan pada: 1. 3. Sarana penunjang pendidikan belum tersedia secara merata.1 7. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi lima dilakukan melalui beberapa rumpun fungsi yaitu: 1) Pendidikan. 8.1. Kebijakan.5 MISI KELIMA: Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan pelayanan pendidikan. 3. 2. 9. Kebijakan urusan Pendidikan diarahkan pada: Pemenuhan anggaran pendidikan sesuai regulasi. yang terdiri atas beberapa urusan. Terlaksananya pemerataan dan perluasan akses belajar. 7. 2.5. b) Perumahan. Sasaran. Pemberian bea siswa bagi keluarga miskin. 5.depkumham. 2. khususnya dalam partisipasi politik. b) Sosial. yang tediri atas beberapa urusan. 6.5. 5. 3) Perlindungan Sosial. Meningkatnya jumlah pengunjung dan jumlah anggota perpustakaan daerah. Jumlah kelulusan pada pendidikan dasar (SMP/MTs) masih rendah. Meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan. 137 138 www. Berkurangnya siswa putus sekolah. 4.

Meningkatnya motivasi kegiatan-kegiaan pemuda. Program urusan Pemuda dan Olah Raga yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah : 1. 3. Program manajemen pelayanan pendidikan. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kesehatan adalah: 1. Program urusan Pendidikan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1.5. Peningkatan sarana dan prasarana kesehatan. Kebijakan urusan Pemuda dan Olah Raga diarahkan pada: 1. 3. 4. 2. 2. Belum memadainya dukungan prasarana dan sarana kesehatan. 2. 6.Program. Meningkatnya sarana dan prasarana olah raga di daerah. Program Wajar Dikdas 9 Tahun.1 Fungsi Kesehatan Urusan Kesehatan Masalah. 3. 3.go. Peningkatan pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan untuk mendukung PHBS. Kurang optimalnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin. Kuantitas dan kualitas tenaga kesehatan masih kurang. Perilaku hidup bersih sehat (PHBS) belum sepenuhnya mendukung pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan dan masih muncul masalah kesehatan (gizi. Masalah. 3. Meningkatnya aktivitas kepemudaan di daerah. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pemuda dan Olah Raga adalah: 1. Program pembinaan dan pemsayarakatan olah raga. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kesehatan adalah: 1.2 7. 2. Peningkatan dan pengembangan pelayanan kesehatan bagi warga miskin.id . Kebijakan. 6. Belum semua program pelayanan kesehatan mencapai standar pelayanan minimal (SPM). Program. Program pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan. Belum optimalnya aktivitas dan kegiatan kepemudaan. 4. Kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan masih belum optimal. 2. olah raga dan pramuka. Sasaran.2 Urusan Pemuda dan Olah Raga 7. 5. 6. Peningkatan pemerataan dan profesionalisme tenaga kesehatan.1. 7. Program pendidikan non formal. olah raga dan pramuka. Kebijakan. 2. Kurangnya kualitas sarana dan prasarana olah raga. Program pendidikan anak usia dini. Program peningkatan sarana dan prasarana olah raga. Kebijakan urusan Kesehatan diarahkan pada: Peningkatan sarana dan prasarana kesehatan. 139 140 www. Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan.2. penyakit menular dan lainnya). 4.depkumham.5. kesehatan lingkungan. Program pendidikan menengah. Meningkatkan motivasi kegiatan-kegiaan pemuda. Program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan.djpp. 7. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pemuda dan Olah Raga adalah: 1. Peningkatan program kesehatan sehingga terpenuhinya standar pelayanan minimal. Sasaran. 5. 1. Program peningkatan peran serta kepemudaan. dan belum merata sesui standar pelayanan kesehatan.5. 5.

go. Meningkatnya jumlah Kader KB. bayi dan anak melalui kelompok kegiatan masyarakat. Kebijakan. Program manajemen pelayanan kesehatan. Peningkatan pelayanan rawat jalan pada Puskesmas. 3. 3. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera adalah: 1. 13.2 Urusan Sejahtera Keluarga Berencana dan Keluarga Sasaran. Program pengadaan. 4. Masih terbatasnya Kader KB. 3. Menata kembali pengelolaan program KB. Program perbaikan gizi masyarakat. 4. Program pencegahan dan penanggulangan penyakit menular. Meningkatnya derajat kesehatan ibu. 12. 2. Menurunnya pencapaian peserta KB MKJP.id . Memperkuat sumber daya manusia operasional program KB. 5. Program peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak. Meningkatnya wawasan dan pengetahuan masyarakat tentang KB dan kesehatan reproduksi. Program pengembangan pusat pelayanan informasi dan konseling KRR. Program kesehatan reproduksi remaja. Program pembinaan peran serta masyarakat dalam pelayanan KB/KR yang mandiri. 8.depkumham. Program urusan Keluarga Berencana dan Kesejahteraan Sosial yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 4. 3.5. Kebijakan urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera diarahkan pada: 1. 5. Pustu dan Polindes secara cuma-cuma (gratis). Peningkatan kuantitas kualitas dan pelayanan kesehatan.2. Program kemitraan peningkatan pelayanan kesehatan. 6. Program pengembangan lingkungan sehat. 2. 2. Program promosi Rumah Sakit. Program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Meningkatnya ketersediaan alat kontrasepsi bagi keluarga miskin. 7. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan melalui dukungan pembiayaan. Program standarisasi pelayanan kesehatan. Parogram promosi kesehatan ibu. Program upaya kesehatan masyarakat. Program. Masalah. Rendahnya peran pria dlm program KB. 4. bayi dan anak. 4. 7. Program urusan Kesehatan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1.djpp. 3. 11. Meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga melalui pelayanan KB. 2. 5. 6. Meningkatnya partisispasi masyarakat dalam program KB dan penurunan kenakalan remaja. 3. jangkauan dan sasaran pelayan kesehatan Peningkatan peran serta masyarakat dan pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan. 14. Program obat dan perbekalan kesehatan. Jumlah kader terbatas dengan pendidikan bervariasi. 5. Program pengadaan. Program. Menggerakkan dan memberdayakan seluruh masyarakat dalam program KB. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera adalah: 1. peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana Puskesmas/Pustu dan jaringannya. Program pelayanan kontrasepsi. 10. 2.2. Program Keluarga Berencana. 4. peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana Rumah Sakit Daerah. 9. Program pelayanan kesehatan penduduk miskin. 141 142 www.

3. Narkoba dan Penyakit Sosial lainnya). 1. Masih banyaknya penyandang masalah kesejahteraan sosial. Meningkatnya pelayanan sosial bagi anak terlantar. jompo. 7. 2.2 Urusan Sosial Masalah. Program pembinaan para penyandang cacat dan trauma. 4. Masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk kepemilikan Akta Catatan Sipil. 4. Meningkatkan fasilitasi tempat pelayanan sosial. Program peningkatan kualitas manajemen kependudukan. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Sosial adalah: 1. Meningkatkan kualitas manajemen kependudukan. Masih banyak keluarga yang memiliki rumah tidak layak huni. 2.id . 3. Sasaran yang ingin dicapai pada Kependudukan dan Catatan Sipil adalah: 1. Program pembinaan anak terlantar. 2. Peningkatan pelayanan Akta Cacatan Sipil. Kebijakan urusan Kependudukan dan Catatan Sipil diarahkan pada: 1. yatim piatu. urusan 1. 2. PSK. Meningkatkan kehidupan beragama. Meningkatkan jumlah kepemilikan Akta Cacatan Sipil. 5.5.5. Sasaran.go. Pengentasan penyandang masalah kesejahteraan sosial. komunitas adat terpencil (KAT) dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) lainnya. Peningkatan manajemen pengelolaan administrasi kependudukan. Masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam organisasi sosial. 2.7. Meningkatnya kualitas pelayanan sarana dan prasarana rehabilitasi kesejahteraan sosial bagi PMKS.3 7.1 Fungsi Perlindungan Sosial Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil 4. 3. Kebijakan.3. Meningkatnya kemampuan. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Sosial adalah: Mengurangi dan mencegah penyandang masalah kesejahteraan sosial. Belum optimalnya manajemen pengelolaan administrasi kependudukan. 7. Program pemberdayaan fakir miskin. Sasaran. 3.depkumham.5. Program pelayanan dan rehabilitasi kesejahteraan sosial. 2. 5. Program urusan Kependudukan dan Catatan Sipil yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program pembinaan Panti Asuhan/Panti Jompo. Terselenggaranya kegiatan keagamaan dan bantuan tempat ibadah Kebijakan. Program pembinaan eks penyandang penyakit sosial (eks Narapidana. Menanggulangi penggunaan nafza.3. Program penataan administrasi kependudukan. 2. 5. Program urusan Sosial yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Meningkatnya penggunaan nafza. 4. Program pemberdayaan kelembagaan kesejahteraan sosial. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kependudukan dan Catatan Sipil adalah: 1. Karang Taruna dan Pekerja Sosial Masyarakat. Masalah.djpp. Program. 6. 2. 143 144 www. pengetahuan dan ketrampilan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial. Kebijakan urusan Sosial diarahkan pada : Memberdayakan fakir miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) lainnya. Program.

Sasaran. akibat rendahnya kesadaran dan kepatuhan masyarakat. 8.id . Kualitas dan kuantitas jalan dan jembatan masih belum mampu menampung kebutuhan lalu lintas dan pengembangan perekonomian. Mewujudkan bertambahanya ruang publik. Kebijakan. Masih kurangnya taman untuk publik (open space).5. Kebijakan urusan Pekerjaan Umum diarahkan pada: Meningkatkan keseimbangan pertumbuhan dan pelayanan wilayah dengan pelayanan jalan interkoneksi antar bagian wilayah serta peningkatan kapasitas jalan Meningkatkan pengelolaan dan pemenuhan kebutuhan air irigasi bagi kegiatan pertanian serta optimalisasi pemanfaatan air irigasi bagi pertanian Masalah. olah raga.depkumham. 2. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pekerjaan Umum adalah: 1. Meningkatkan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk pencegahan banjir Meningkatkan kapasitas penaggulangan kebakaran.5. Tersedianya penanganan kebakaran yang berkualitas.go. 5. Penurunan fungsi bendung dan saluran irigasi karena usia dan terbatasnya pemeliharaan. Masih tingginya potensi kebakaran. 3.5. Program peningkatan kualitas air bersih pedesaan.4 7.1 Fungsi Perumahan dan Fasilitas Umum Urusan Pekerjaan Umum 3. Meningkatnya kapasitas jaringan irigasi dan pemanfaatan air irigasi. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pekerjaan Umum adalah: 1.4. Meningkatnya kapasitas daerah aliran sungai. 2. Terwujudnya kualitas jalan bagi jalan-jalan yang strategis dan mempunyai road demand yang tinggi. sekolah. 5. 2. termasuk pengamanan bangunan publik.4. 4. 2. 3. 2. Program pengembangan kinerja pengelolaan air minum dan air limbah. Program penyediaan dan pengelolaan air baku. Program urusan Pekerjaan Umum yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 4. 3. Program pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi. Program. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Perumahan adalah: 1. Terwujudnya ruang publik yang representatif. 5. Terbatasnya fasilitas perumahan. 7. 145 146 www. 4. 6. Program pembangunan infrastruktur kelurahan dan pedesaan. Rendahnya kualitas prasarana dan sarana pengendalian banjir. Masalah. 5. 4. 7. Terbatasnya kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pelayanan masyarakat. 6. Belum meratanya pemenuhan kebutuhan air bersih pedesaan akibat keterbatasan sumber air baku. Rendahnya pengamanan bangunan publik. 5. Program pembangunan jalan dan jembatan. Masih adanya letak perumahan yang tidak sesuai dengan peruntukan lahan.djpp. Program rehabilitasi pemeliharaan jalan dan jembatan.7. rawa dan jaringan pengairan lainnya. Masih terdapat rumah yang tidak layak huni. 4. perdagangan. seperti: rumah sakit. Program pembangunan saluran drainase dan gorong-gorong. 3.2 Urusan Perumahan 1.

2. Meratanya pemenuhan kebutuhan air bersih pedesaan.depkumham.1.1 Fungsi Pelayanan Umum Urusan Perencanaan Pembangunan dihadapi pada urusan 1.1 7. 6. 2. Meningkatnya kesesuaian letak perumahan dengan peruntukan lahan.6. Tersedianya sarana dan prasarana pelayanan publik yang memadai. Program peningkatan kesiagaan dan pencegahan bahaya kebakaran. Terbangunnya sarana dan prasarana air bersih/air minum pedesaan dengan kuantitas dan kualitas yang baik. dan lain-lain. 7.go. 4. 9. olah raga. 5. sekolah. seperti: rumah sakit. Masih terbatasnya penyediaan dan pengelolaan ruang terbuka hijau yang seimbang dengan laju pertumbuhan penduduk. Program Perumahan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 3. Meningkatnya kualitas dan kuantitas fasilitas perumahan. Tersedianya prasarana dan sarana pengelolaan sampah yang memadai. Program pengembangan kinerja pengelolaan persampahan. Pembangunan lampu jalan secara merata pada jalan umum dengan efisien dan hemat energi listrik.id . keindahan. Masalah.6. 8.6 MISI KEENAM: Meningkatkan kualitas sumber daya aparatur melalui profesionalisme aparatur yang bebas KKN untuk menciptakan good governance dan clean government. Kebijakan. 7. olah raga. Terbangunnya taman baru sejalan dengan meningkat jumlah penduduk. Meningkatkan kebersihan. 5. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pelayanan masyarakat. 2.6. seperti: rumah sakit. pasar. Program. Meningkatkan fungsi prasarana dan sarana permukiman yang layak.djpp. Penyediaan fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) masih belum sebanding dengan kebutuhan. Kebijakan urusan Perumahan diarahkan pada: Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan akses air bersih bagi masyarakat pedesaan yang rawan air bersih. Tercapainya penyediaan PJU secara memadai. pasar. Menurunnya jumlah rumah yang tidak layak huni. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Perumahan adalah 1. 6. c) Kepegawaian. 3. Program pengembangan dan pengelolaan lampu jalan. b) Pemerintahan Umum. termasuk persamapahan. Program penyehatan lingkungan permukiman dan perbaikan lingkungan. Sasaran. Peningkatan volume timbulan sampah yang semakin besar. 3. Permasalahan yang Perencanaan Pembangunan adalah: 147 148 www. kurangnya prasarana dan prasarana pendukung. 5. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi keenam dilakukan melalui sebuah fungsi yaitu Pelayanan Umum. d) Kearsipan. Program peningkatan sistem pengelolaan taman. Meningkatkan pemakaian listrik PJU sesuai dengan fungsinya. sekolah. 7. 4. 8. dan lain-lain. keteduhan dan kenyamanan kota. 4. yang terdiri atas beberapa urusan yaitu: a) Perencanaan Pembangunan. 7.

7. Program peningkatan kapasitas kelembagaan perencanaan pembangunan daerah. Program perencanaan pembangunan ekonomi. 4. 4. transparan dan akuntabel.id . Meningkatkan kemampuan teknis dan managerial perencana. Meningkatkan integrasi. 3. Masih belum optimalnya kinerja pendampingan program. Tersedianya data dan informasi pembangunan Kabupaten Jepara. Program perencanaan sosial dan budaya.2 Urusan Pemerintahan Umum Masalah. Terpenuhinya SDM perencana yang handal. 5. Melibatkan perencanaan pembanguna dengan seluruh pemangku kepentingan pembangunan daerah. baik yang bersifat perencanaan makro. 3. Meningkatkan manajemen data dan informasi pembangunan daerah. 5. aspiratif. 2. pembangunan kewilayahan maupun sektoral berjalan sinergis.1. 6. Terbatasnya pemenuhan sarana prasarana inventaris untuk memberikan pelayanan masyarakat.djpp. 5. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pemerintahan Umum adalah: 1. Program perencanaan pembangunan daerah. sebagai bahan dasar perencanaan pembangunan. 149 150 www. Sasaran. 2. 6. Proses dan mekanisme perencanaan pembangunan daerah berlangsung demokratis. Semakin kompleksnya penyelenggaraan pengelolaan keuangan daerah.depkumham. Kebijakan urusan Perencanaan Pembangunan diarahkan pada: 1. Program pengembangan data dan informasi daerah. Peningkatan jumlah obyek pemeriksaan yang tidak sebanding dengan jumlah aparat fungsional auditor. 2. 5. Belum optimalnya penyusunan data dan informasi pembangunan. Program Perencanaan Pembangunan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 8. 9. Belum optimalnya penyediaan dan pengelolaan data dan informasi daerah. Program peningkatan pendampingan program-program. 4. Belum optimalnya proses dan mekanisme pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah yang demokratis.1. 3. 5.go. Masih adanya dokumen perencanaan yang belum implementatif. Masih belum sinergis dan terintegrasinya perencanaan.6. 3. Kebijakan. partisipatif. 4. koordinasi dan sinkronisasi perencanaan pembangunan. Terbatasnya sumber daya manusia perencana baik dari segi kualitas maupun kuantitas. 2. Meningkatkan kinerja perencanaan pembangunan. 4. Program perencanaan prasarana wilayah dan sumber daya alam. Meningkatnya kualitas dan kuantitas data dan informasi daerah. 7. 6. 2. 3. transparan dan akuntabel. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Perencanaan Pembangunan adalah: 1. aspiratif. pembangunan kewilayahan maupun sektoral. Program. Perencanaan makro. Program kerjasama pembangunan. Terciptanya dokumen perencanaan yang implementatif. Belum optimalnya pemakaian aset daerah. partisipatif. Program pengembangan sistem perencanaan pembangunan daerah.

Peningkatan institusi pemerintahan. Terselenggarannya sistem informasi pengelolaan keuangan daerah. Tercapainya Peningkatan manajemen asset/barang daerah. Program peningkatan pelayanan kedinasan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah. 4. Belum optimalnya tupoksi perangkat daerah. 17. Belum optimalnya penggalian sumber-sumber PAD. 9. Tersusunnya pedoman pengelolaan keuangan desa setiap 16. Tersusunnya Perda atau Perbup tentang pajak daerah dan retribusi daerah. 5. 7. Peningkatan administrasi pemerintahan.id . Terevaluasinya Raperdes tentang APB Desa dan pendapatan desa. 151 152 www. Kurang tertibnya pengelolaan administrasi pengendalian pada SKPD.6. Tercapainya Peningkatan pengelolaan investasi daerah. Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD per tahun. 15. 18. Peningkatan sarana dan prasarana pemerintahan agar mampu memberikan pelayanan masyarakat secara efektif dan efisien. 10. Terselenggarannya pendidikan dan pelatihan keuangan daerah Terselenggaranya bimbingan teknis pengelolaan keuangan daerah Meningkatnya pengelolaan administrasi pengendalian pembangunan. 9. PPAS per tahun. Kebijakan urusan Pemerintahan Umum diarahkan pada: 1. Terselenggaranya Pembinaan keuangan daerah. Terpenuhinya kebutuhan sarana prasarana inventaris kantor secara bertahap sesuai kebutuhan. 8. Meningkatnya efektivitas penanganan pemeriksaan didukung dengan pengawas yang handal dan memadai. Perubahan APBD. 23. 19. Peningkatan kemandirian keuangan daerah. Terselenggaranya evaluasi rancangan peraturan desa. Tercapaianya peningkatan pelayanan melalui kegiatan seremonial dan protokoler kedinasan Kepala dan Wakil Kepala Daerah Semakin optimalnya pelayanan perijinan penanaman modal Kebijakan. 2. 22. 8. Masih rendahnya kesadaran hukum masyarakat dan belum optimalnya fungsi penegakan hukum. APBD.djpp. Program peningkatan kapasitas Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah. Tersusunnya standar analisis belanja. 6. sistem dan prosedur pengelolaan keuangan daerah. Meningkatnya setoran dana revolving/pemberdayaan ke Kas Daerah. Tersusunnya standar satuan harga. 3. 11. 2. Tersusunnya peraturan perundang-undangan sesuai kewenangan Daerah dan amanat perundang-undangan yang berlaku. 20.depkumham. 3. Tercapainya peningkatan pendapatan asli daerah. 12. Meningkatnya administrasi pengelolaan aset/barang daerah pada SKPD. Tersusunnya anggaran kas dan surat penyediaan dana untuk SKPD. 10.go. 7. 13. 4. Belum optimalnya pelayanan perijinan penanaman modal Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pemerintahan Umum adalah: 1. 21. Program urusan Pemerintahan Umum yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. KUA APBD. 2. 14. tahun. Program. kebijakan akuntansi. Terlaksananya sosialisasi peraturan perundang-undangan.

Kurangnya dukungan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk peningkatan manajemen kepegawaian. Kebijakan urusan Kearsipan diarahkan pada: Peningkatan SDM petugas arsip. 3.1. Program pendidikan kedinasan. Kebijakan. Program.6.3 Urusan Kepegawaian 2. Program urusan Kearsipan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program peningkatan sistem pengawasan internal dan pengendalian pelaksanaan kebijakan KDH. Program penataan dan penyempurnaan kebijakan sistem dan prosedur pengawasan. 5. Program pendidikan dan pengembangan aparatur. Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kepegawaian adalah: 1. 153 154 www. 7. 1. Program intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah. 5. Peningkatan sarana/prasarana kearsipan. Pembinaan dan monitoring kearsipan secara rutin. Meningkatkan wawasan pengetahuan dan ketrampilan PNS. Kebijakan.id . 7. 3. Meningkatkan SDM PNS dibidang teknis dan fungsional. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kepegawaian adalah: 1. 3.go. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kearsipan adalah belum optimalnya pengelolaan arsip daerah.3. Program peningkatan sarana prasarana pelayanan masyarakat. Peningkatan fungsi dan pemanfaatan depo arsip. Terlaksananya aplikasi program SIMPEG. 4. 10.depkumham. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kearsipan adalah terkelolanya kearsipan secara teratur. Kebijakan urusan Kepegawaian diarahkan pada : Peningkatan sumber daya manusia aparatur PNS.1. Sasaran. Pengalokasian dana untuk kegiatan kearsipan. 2. terarah dan terpadu. Program. 2. Sasaran. Program urusan Kepegawaian yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program penyelamatan dan pelestarian dokumen/arsip daerah.5 Kearsipan Masalah. Program peningkatan profesionalisme tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan. 8. 4. 4. 9. Meningkatkan kualitas penempatan PNS dalam jabatan strukturan dan fungsional. Program pembinaan dan fasilitasi pengelolaan keuangan desa. 1. 7. Kualitas SDM Aparatur belum merata dan tebatas baik dibidang teknis maupun fungsional.djpp. baik teknis maupun fungsional. Peningkatan penyelenggaraan diklat. Program peningkatan kerjasama antar pemerintah daerah. Meningkatkan pengiriman peserta diklat. 6.6. Program peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah. Belum optimalnya kualitas penataan PNS dalam jabatan struktural dan fungsional. 2. 3. 2.

Untuk itu perlu ditetapkan kaidah-kaidah pelaksanaan sebagai berikut: 1. dan program Bupati selama 5 (lima) tahun mendatang. serta masyarakat termasuk dunia usaha berkewajiban untuk melaksanakan program-program dalam RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 dengan sebaik-baiknya. Penyusunan program transisi perlu dilakukan juga mengingat waktu yang terbatas bagi Bupati/Wakil Bupati terpilih hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2012 guna menyusun RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2012-2017 dan RKPD Tahun 2012 sesuai dengan jadwal waktu yang telah ditentukan. 8. Seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara berkewajiban menjamin konsistensi antara RPJMN Tahun 20042009 dan Renstrada Provinsi Jawa Tengah Tahun 2003-2008 dengan Renstra-SKPD dan RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012. Seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara. 2. strategi. transparan. Seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara. jujur. kebijakan.id . berkewajiban untuk menyusun Renstra-SKPD yang memuat visi. RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 merupakan pedoman. 8.djpp. partisipatif dan penuh tanggung jawab. misi.depkumham. Bupati berkewajiban menyiapkan Rancangan RKPD 155 156 www.1 PROGRAM TRANSISI Dalam rangka menjaga kesinambungan pembangunan daerah dan mengisi kekosongan dokumen perencanaan pembangunan daerah tahun 2012 (RKPD Tahun 2012) yang diperlukan sebagai pedoman bagi penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2012. 3. tujuan. yang dalam penyusunannya mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2004-2009 dan Rencana Strategis Daerah (Renstrada) Provinsi Jawa Tengah Tahun 20032008.go.2 KAIDAH PELAKSANAAN RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 yang telah disusun ini hendaknya dapat dilaksanakan secara konsisten. Tahun 2012. misi. landasan dan referensi dalam menyusun Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra-SKPD) Kabupaten Jepara yang setiap tahunnya akan dijabarkan menjadi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Jepara mulai tahun 2007 sampai dengan tahun 2011 dan satu tahun transisi yaitu tahun 2012. Hal ini dimaksudkan untuk menyelesaikan masalahmasalah pembangunan yang belum seluruhnya tertangani sampai dengan tahun 2011 dan masalah-masalah pembangunan yang akan dihadapi dalam tahun 2012. maka perlu disusun program transisi yang disatupadukan dalam RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012.BAB VIII PENUTUP Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 merupakan penjabaran dari visi. maka pada akhir tahun masa jabatan. dan kegiatan pokok pembangunan dengan berpedoman pada RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 yang nantinya akan menjadi pedoman dalam menyusun Rencana Kerja (Renja) SKPD. program.

djpp. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jepara berkewajiban untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penjabaran RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 20072012 kedalam RKPD Kabupaten Jepara Tahun 2007 sampai tahun 2012. Dalam rangka meningkatkan efektivitas pelaksanaan RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012.depkumham. BUPATI JEPARA ttd HENDRO MARTOJO 157 www.go.4.id .