LAMPIRAN

:

Peraturan Daerah Kabupaten Jepara Nomor : 18 Tahun 2007 Tanggal : 15 Nopember 2007

BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang, menjadi angin segar bagi Pemerintah Daerah di Indonesia. Terkait regulasi tersebut Pemerintah Daerah menerima banyak limpahan kewenangan yang lebih luas untuk menyelenggarakan pemerintahan dan kebijakan pembangunan secara otonom. Perubahan tersebut akan menjadi peluang manakala Pemerintah Daerah mampu mengoptimalkan kondisi dan potensi yang ada di wilayahnya. Berdasarkan pada hal tersebut Pemerintah Daerah perlu diperkuat dengan manajemen pemerintahan yang baik, salah satunya untuk menyusun perencanaan pembangunan daerah yang komprehensif dan aplikatif. Hal tersebut untuk mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Perencanaan pembangunan di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN), dimana didalamnya juga mengatur perencanaan pembangunan daerah. Berdasarkan pada amanat Undang-Undang SPPN tersebut, setelah Kepala Daerah (Bupati) ditetapkan maka Kabupaten atau Kota juga diwajibkan menyusun perencanaan pembangunan daerah yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah yang selanjutnya disebut

RPJMD. Berdasarkan pada hal tersebut di atas maka Pemerintah Kabupaten Jepara menyusun rencana strategis daerah dalam bentuk RPJMD, yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu lima tahun dari tahun 2007-2012. Dimana penyusunan RPJMD tersebut dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada atau mungkin timbul. RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program prioritas Bupati, serta berorientasi pada pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan yang diuraikan dalam program dan kegiatan tahunan. Dalam penyusunannya, RPJMD tersebut berpedoman pada RPJPD Kabupaten Jepara Tahun 2005-2025 yang sedang berjalan dan memperhatikan hasil evaluasi pelaksanaan pembangunan 5 (lima) tahun periode sebelumnya, serta masukan dari penjaringan aspirasi masyarakat. Penyusunan Dokumen RPJMD Kabupaten Jepara ini merupakan kelanjutan dari proses identifikasi potensi dan permasalahan yang terdapat di daerah, serta melalui suatu proses koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi antara pemangku kepentingan pembangunan daerah dan instansi terkait. Secara substansial RPJMD Kabupaten Jepara merupakan suatu upaya untuk mengoptimalisasi sumber daya daerah yang terbatas untuk pemenuhan kebutuhan yang tidak terbatas, dengan mengembangkan potensi yang ada serta membuat kesinambungan pembangunan. Dengan harapan proses pelaksanaan pembangunan berjalan efektif dan efisien, untuk memperoleh hasil pembangunan daerah yang optimal dalam rangka mensejahterakan masyarakat. RPJMD Kabupaten Jepara 2007-2012 sebagai petunjuk dan penentu arah kebijakan pembangunan serta pencapaian tujuan untuk kurun waktu lima tahun kedepan, sehingga RPJMD tersebut digunakan sebagai dasar penilaian kinerja Bupati selama masa jabatannya. Dimana progress report pelaksanaan pembangunan disampaikan dalam bentuk Laporan Keterangan

1

2

www.djpp.depkumham.go.id

Pertanggungjawaban, yang berupa informasi penyelenggaraan pemerintahan daerah selama 1 (satu) tahun anggaran dan laporan akhir masa jabatan yang disampaikan oleh Kepala Daerah kepada DPRD.

1.3 LANDASAN PENYUSUNAN Landasan Penyusunan RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 20072012 adalah sebagai berikut: 1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten dalam lingkungan Propinsi Jawa Tengah. 2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 4. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. 5. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan, Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara. 6. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. 7. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang. 8. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. 9. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 – 2025. 10. Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 1992 tentang Pembentukan Kecamatan di Wilayah Kabupaten-Kabupaten Daerah Tingkat II Purbalingga, Cilacap, Wonogiri, Jepara, dan Kendal serta Penataan Kecamatan di Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Semarang dalam wilayah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Tengah.

1.2 MAKSUD DAN TUJUAN RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 ini dimaksudkan sebagai pedoman atau panduan dalam penyelenggaraan pembangunan yang dilakukan oleh unsur Pemerintah beserta pemangku kepentingan pembangunan daerah dalam kurun waktu lima tahun kedepan. Sedangkan RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 bertujuan untuk: 1. Memberikan pemahaman kepada pemangku kepentingan pembangunan dan unsur Pemerintah tentang mekanisme, proses dan substansi perencanaan pembangunan selama lima tahun dengan baik. 2. Sebagai acuan dalam perencanaan pembangunan tahunan periode 2007-2012, sehingga setiap tahapan perencanaan pembangunan sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan. 3. 4. 5. Memberikan arahan kebutuhan program dan kegiatan prioritas yang jelas, dengan harapan pelaksanaan pembangunan daerah dapat berjalan secara optimal. Sebagai tolok ukur dalam penilaian kinerja Pemerintah Kabupaten Jepara selama lima tahun. Sebagai dasar komitmen bersama antara eksekutif, legislatif dan pemangku kepentingan pembangunan terhadap programprogram pembangunan daerah yang akan dilaksanakan kurun waktu lima tahun dalam rangka pencapaian visi misi daerah.

3

4

www.djpp.depkumham.go.id

11. 12. 13. 14. 15.

16. 17. 18. 19. 20.

21. 22.

Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 Tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Masyarakat. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009. Peraturan Daerah Propinsi Jawa Tengah Nomor 11 Tahun 2003 tentang Rencana Strategis Propinsi Jawa Tengah Tahun 20032008. Peraturan Daerah Kabupaten Jepara Nomor 10 Tahun 2006 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Jepara. Peraturan Daerah Kabupaten Jepara Nomor 2 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Jepara Tahun 2005-2025. Peraturan Daerah Propinsi Jawa Tengah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Pelaksanaan Perencanaan Pembangunan Propinsi Jawa Tengah. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 16 Tahun 2006 Tentang Prosedur Penyusunan Produk Hukum Daerah.

23.

Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor : 050/2020/SJ Tanggal 11 Agustus 2005 tentang Petunjuk Penyusunan Dokumen RPJP Daerah dan RPJM Daerah.

1.4 HUBUNGAN ANTARA RPJMD KABUPATEN JEPARA TAHUN 2007-2012 DENGAN DOKUMEN PERENCANAAN LAINNYA
Hirarki perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Jepara dimulai dari RPJPD untuk kurun waktu 20 tahun, yang terjabarkan dalam RPJMD untuk kurun waktu 5 tahun dan kemudian diwujudkan dalam perencanaan jangka pendek untuk kurun waktu 1 (satu) tahun. Gambar berikut adalah hubungan RPJMD Kabupaten Jepara sampai tersusunnya Renja SKPD.

Gambar 1.1. Bagan Hubungan RPJMD dengan dokumen perencanaan lainnya
RPJPD Kab. Jepara Th. 2005-2025

RPJM Nasional Th. 2004-2009

RPJMD (Renstrada) Prov. Jateng Th. 2003-2008

RPJMD Kab. Jepara Th. 2007-2012

Renstra SKPD Th. 2007-2012

RKPD Kab. Jepara

Renja SKPD

5

6

www.djpp.depkumham.go.id

4.Dari bagan di atas dapat dijelaskan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Jepara Tahun 2005-2025 adalah dokumen perencanaan daerah yang digunakan sebagai dasar untuk penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jepara Tahun 20072012 dengan tetap memperhatikan RPJM Nasional dan RPJMD Provinsi Jawa Tengah (Renstrada Provinsi Jawa Tengah Tahun 20032008). Sosial Budaya Daerah 2. Kemudian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jepara digunakan sebagai pedoman untuk penyusunan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD).3. Misi Kedua 7. Misi Kelima 7. Arah Pengelolaan Pendapatan Daerah 5. Misi Keenam BAB VIII PENUTUP 8. Misi BAB IV STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH 4.1. Misi Ketiga 7.3. serta Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dengan tetap memperhatikan RKP dan RKPD Provinsi Jawa Tengah.5. Isu-Isu Pembangunan VISI DAN MISI 3. Strategi Pembangunan Kabupaten Jepara 4.id .2. Faktor-Faktor Kunci dan Asumsi Keberhasilan BAB V ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH 5.3.2.5. Misi Pertama 7. Kebijakan Umum Anggaran BAB VI KEBIJAKAN UMUM DAERAH BAB VII PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH 7.2. Demografi 2. Maksud Dan Tujuan 1.depkumham.5 SISTEMATIKA PENYUSUNAN RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 disusun dengan sistematika sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN 1. Kaidah Pelaksanaan BAB II 7 8 www. Perekonomian Daerah 2.6.7.1.3. Arah pengelolaan Belanja Daerah 5.4. Hubungan Antara RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 Dengan Dokumen Perencanaan Lainnya 1. Misi Keempat 7.2.5.1.6.2.1. Visi 3.2.2. Pemerintahan Umum 2. Prasarana Dan Sarana Daerah 2.4. Latar Belakang 1.djpp. Landasan Penyusunan 1.go.1. Program Transisi 8. Sistematika Penyusunan KONDISI UMUM DAERAH 2. BAB III 1.1.1. Kondisi Geografis Dan Tata Ruang Wilayah 2.

dengan jumlah hari hujan 89 hari. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di Barat dan Utara.67" sampai 6° 47' 25.6 km². 02" sampai 110° 58' 37.BAB II KONDISI UMUM DAERAH 2. Selain itu di Kepulauan Karimunjawa juga terdapat lapangan terbang perintis yang dapat didarati pesawat terbang berjenis kecil dari Semarang.080 km2 (26.83" Lintang Selatan. sebesar 264. Wilayah Kabupaten Jepara juga meliputi Kepulauan Karimunjawa. Kabupaten Pati dan Kabupaten Kudus di Timur. Kabupaten Jepara merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang beribukota di Jepara. Sebagian besar luas wilayah merupakan tanah kering.id . Sedangkan jumlah curah hujan ± 2. Wilayah kepulauan tersebut merupakan Kecamatan Karimunjawa yang berada di gugusan Kepulauan Karimunjawa.depkumham. yakni gugusan pulau-pulau yang ada di Laut Jawa dengan dua pulau terbesarnya adalah Pulau Karimunjawa dan Pulau Kemujan.464 mm.1.djpp. Laut Jawa Pati Kudus Demak Semarang Dari wilayah Kabupaten Jepara juga mencakup luas lautan sebesar 1. dimana untuk menuju ke wilayah tersebut sekarang dilayani oleh kapal ferry dari Pelabuhan Jepara dan kapal cepat dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.845. Gambar 2. serta Kabupaten Demak di Selatan. sebesar 740.052 km2 (73. Sedangkan sebagian besar wilayah perairan tersebut dilindungi dalam Cagar Alam Laut Karimunjawa.30%).179 km2) sedangkan wilayah terluas adalah Kecamatan Keling (231.71 °C.132 km2 dengan panjang garis pantai 72 km. 9 10 www. dengan 5 pulau berpenghuni dan 24 pulau tidak berpenghuni. Musim penghujan antara bulan Nopember-April dipengaruhi oleh musim Barat sedang musim kemarau antara bulan Mei-Oktober yang dipengaruhi oleh angin musim Timur. Berdasar letak geografis wilayah.004. Pada lautan tersebut terdapat daratan kepulauan sejumlah 29 pulau. maka Kabupaten Jepara beriklim tropis dengan pergantian musim penghujan dan kemarau.1 KONDISI GEOGRAFIS DAN TATA RUANG WILAYAH 2.go.758 km2).55 °C dan tertinggi sekitar 33. yang berada di Laut Jawa. dengan jarak tempuh ke Ibukota Provinsi sekitar 71 km dan dapat ditempuh dengan kendaraan lebih kurang 2 jam. Suhu udara Kabupaten Jepara terendah pada 21. Wilayah tersempit adalah Kecamatan Kalinyamatan (24.70%) sisanya merupakan tanah sawah.1 Kondisi Geografis Luas wilayah daratan Kabupaten Jepara 1.1 Letak Kabupaten Jepara dalam Konstalasi Jawa Tengah JEPARA Secara geografis Kabupaten Jepara terletak pada posisi 110° 9' 48. 5° 43' 20. sehingga merupakan daerah paling ujung sebelah utara dari Provinsi Jawa Tengah. dengan kelembaban udara rata-rata sekitar 84%.40" Bujur Timur.

1. 10.004. Batealit 88. 13. Mayong 13 – 438 10.2 Ketinggian Permukaan Tanah Kecamatan Ketinggian No Kecamatan (mdpl) 1.399 38.id . 12.301 8.1 Jumlah Kecamatan. Mlonggo 0 – 300 Secara administratif wilayah seluas 1. 8. Desa/Kelurahan.depkumham. wilayah dataran rendah di bagian tengah dan Selatan. Tabel 2. Tabel 2. Jepara 0 – 50 2. Keling 0 . Kalinyamatan 24.642 1.1.Gambar 2. Kalinyamatan 2 – 29 5.179 12 50 236 5. 7. Jepara 24.200 3 14 52 11 12 www.352 12 120 433 3.955 56.063 231.132 18 20 11 18 16 15 12 15 15 194 63 116 77 75 89 78 58 74 44 990 250 551 324 383 509 365 333 315 216 4.043 102. Luas. seperti terlihat dalam tabel berikut. 11. 9.132 km² tersebut terdiri atas 14 kecamatan yang dibagi lagi atas sejumlah 183 desa dan 11 kelurahan.965 35. Kecamatan Luas (km2) Desa/Kel RW RT 1.758 108. Karimunjawa 0 – 100 6.124 65. Kedung 0–2 7. Bangsri 0 – 594 3.879 11 51 282 4. wilayah pegunungan di bagian Timur yang merupakan lereng Barat dari Gunung Muria dan wilayah perairan atau kepulauan di bagian utara merupakan serangkaian Kepulauan Karimunjawa. Batealit 68 – 378 4.go.djpp.004. Bangsri 85.906 27. 14.540 Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2005 Secara topografi Kabupaten Jepara dapat dibagi dalam empat wilayah yaitu wilayah pantai di bagian pesisir Barat dan Utara.2 Peta Kabupaten Jepara 6. Karimunjawa 71.000 9. Kembang 0 .667 16 81 291 2. Kedung Keling Kembang Mayong Mlonggo Nalumsari Pecangaan Tahunan Welahan Jumlah 43. RW dan RT No.

curam 10.620. Asosiasi Mediterian terdapat di pantai barat seluas 19. 4. perikanan dan pariwisata. barat. Mayong dan Tunggul. Pada daratan Kabupaten Jepara terdapat beberapa jenis tanah. Potensi pengembangan meliputi sektor industri kerajinan. sedangkan daerah yang tertinggi adalah Kecamatan Keling antara 0-1. Tahunan. hal ini mengacu pada petunjuk perencanaan pembangunan dari Pemerintah Pusat. Alluvial terdapat di sepanjang pantai utara seluas 9.700. 13. Potensi pengembangan meliputi sektor pertanian tanaman pangan dan peternakan serta sektor energi (PLTU).1. aliran sungai relatif dari daerah hulu dibagian timur (Gunung Muria) ke arah barat (barat daya. Kalinyamatan dan Welahan.972 Ha. Kedung dan Batealit. Wiso. menyebabkan sungai mengalir dari daerah hulu di bagian timur dan selatan ke daerah hilir bagian utara dan barat. Daratan utama Kabupaten Jepara berdasarkan sistem hidrologi merupakan kawasan yang berada pada lereng Gunung Muria bagian barat yang mengalir sungai-sungai besar yang memiliki beberapa anak sungai. Banjaran.060 Ha. Dimana karakteristik kontur wilayah. Dalam dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Bagian Wilayah Kabupaten Jepara. Regosol terdapat dibagian utara seluas 2. 14. yaitu datar 41. Variasi ketinggian tersebut menyebabkan Kabupaten Jepara terbagai dalam empat kemiringan lahan. yang dapat diklasifikasikan menjadi 4 jenis tanah berikut Andosol coklat. terdapat diperbukitan bagian utara dan puncak Gunung Muria seluas 3.469 Ha.126.go. 3. Keling. SWP III : Pecangaan Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan Pecangaan.327.djpp.2 mdpl yang merupakan dataran pantai. 2. Kembang dan Mlonggo. SWP I : Jepara Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan Jepara. 13 14 www.400.659. Bakalan.917 Ha. bagian daratan utama Kabupaten Jepara terdiri dari dataran rendah dan dataran tinggi yang merupakan kawasan pada lereng Gunung Muria. Pecangaan. dan barat laut) yaitu daerah hilir (laut Jawa).301 mdpl merupakan perbukitan.depkumham.433 Ha. Kondisi ini menyebabkan sistem hidrologinya mengalir beberapa sungai besar yang memiliki beberapa anak sungai. Gung. Berdasarkan karakteristik topografi wilayah.525.212 Ha. daerah terendah adalah Kecamatan Kedung antara 0 .id . pengembangan wilayah Kabupaten Jepara terbagi dalam 6 Sub Wilayah Pembangunan (SWP) berikut ini: 1.776 Ha dan sangat curam 10. bergelombang 37. 12. SWP II : Bangsri Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan Bangsri.458 Ha dan Latosol yang merupakan jenis tanah paling dominan di Kabupaten Jepara terdapat di perbukitan Gunung Muria seluas 65.857 Ha. Jarakan.301 m dpl (dari permukaan laut).11. Kabupaten Jepara memiliki variasi ketinggian antara 0 m sampai dengan 1.2 Tata Ruang Wilayah Tata ruang wilayah merupakan salah satu hal yang penting diperhatikan dalam perencanaan pembangunan Kabupaten Jepara. Nalumsari Pecangaan Tahunan Welahan 13 – 736 2 – 17 0 – 46 2–7 Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2005 Dengan kondisi topografi demikian. Jinggotan. Sungai-sungai besar tersebut antara lain Sungai Gelis. Mlonggo. Berdasar data tersebut di atas. SWP IV : Karimunjawa Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan 2.689. Potensi pengembangan meliputi sektor industri kerajinan dan pertanian tanaman pangan.

Penggunaan lahan Enviromental Conservation atau konservasi lingkungan yang meliputi penggunaan lahan pada daerah perairan Kepulauan Karimunjawa. Tanah Sawah 26. Lahan Luas (Ha) 1. Selanjutnya. Sebagai gambaran saat ini penggunaan lahan di Kabupaten Jepara dibedakan menjadi 3 (tiga) yaitu: 1.954 2. jasa.144.014 • Tadah Hujan 5. SWP VI : Mayong Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan Mayong dan Nalumsari. kebun campur.08% dan tegalan atau kebun seluas 18. Penggunaan lahan Urban atau Pusat Keramaian yang meliputi penggunaan tanah perumahan.000 15 16 www. 3. perekonomian. perdagangan dan pertanian tanaman pangan. Kemudian disusul berturutturut berikutnya adalah luas sawah yang mencapai 26.935 • Pengairan Setengah Teknis 3. 2. 4.398.087 • Pengairan Non PU 2. Tegalan / Kebun 18. Tambak Hutan Perkebunan Penggunaan lainnya Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2005 1.408.4 Penggunaan Tanah Sawah dan Tanah Kering No.30%. perkebunan dan penggunaan lainnya luasnya relatif kecil atau dibawah lima persen.269 2.203 19.382 Halaman • Tegalan 18.id .004 • Pengairan Tehnis 5.000 • Rawa tidak ditanami 21. pariwisata. pengelolaan sumber daya alam. pelestarian lingkungan hidup serta perhubungan laut. 7. Penggunaan tanah Luas 1 2 3 1.718 2.411 Dari data diatas diketahui bahwa luas bangunan dan pekarangan sudah mendominasi tata guna lahan di Kabupaten Jepara atau mencapai 28. Penggunaan lahan Rural atau Pedesaan yang meliputi penggunaan tanah sawah. SWP V : Keling Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan Keling. Potensi pengembangan meliputi sektor perkebunan. Sebagai gambaran proporsi pola tata guna lahan Kabupaten Jepara seperti terlihat pada tabel berikut: Tabel 2.795 6. yang menyebar pada beberapa bagian wilayah Kabupaten Jepara.096 3.depkumham.380. pola tata guna lahan tersebut di atas dapat dirinci dalam penggunaan tanah (untuk tanah sawah dan tanah kering) sebagai berikut: Tabel 2. Tanah Kering 74.312 3. 5. Tengah dan Selatan wilayah Kabupaten Jepara.005. peternakan dan perikanan.Karimunjawa. Bangunan / Pekarangan 28. Sawah 26.185 • Tanah Bangunan dan 28.269. hutan sekitar 19.250 • Pengairan Sederhana PU 10. Potensi pengembangan meliputi sektor perikanan.go.40%.26% dari luas Jepara.3 Pola Tata Guna Lahan Kabupaten Jepara No. Potensi pengembangan meliputi sektor kerajinan. industri dan lain sebagainya. tegalan.311. peternakan.364 • Padang Rumput 15. Sedangkan yang lain seperti tambak. perdagangan.djpp. 6. tambak dan perkebunan. yang tersebar di bagian Utara.388.096. 5.

d 2006 17 18 www.depkumham.545 • Tanah yang tidak 330.700 diusahakan • Tanah untuk Kayu-Kayuan 1.d 2003 2004 2005 2006 2002 No.271 2 3 • Perkebunan Negara 3.id .189 Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2005 Dalam kerangka tata guna lahan. kondisi fisik dan jumlah penduduk yang ada dalam wilayah tersebut.535.go. Sehingga pola penggunaan lahan tersebut akan mencirikan kegiatan masyarakat yang mendiami daerah yang bersangkutan. maka Kabupaten Jepara dijadikan salah satu daerah produksi pangan.462 • Hutan Negara 17. pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan. agar dalam lima tahun kedepan dicapai pertumbuhan wilayah tertinggal.282 • Kolam 9.748 atau meningkat sebesar 9%.288 • Tanah untuk Lainnya 2. Tabel 2.1 • Tambak 1.413. maka skenario pengembangan wilayah Kabupaten Jepara mengarah pada wilayah utara yaitu pada Kepulauan Karimunjawa dan ke arah timur dari Jepara sepanjang garis pantai.5 Jumlah Sertifikat Tanah Jumlah Penerbitan Sertifikat s. Desakan globalisasi yang terjadi sangat berpengaruh terhadap aspek-aspek pembangunan di Kabupaten Jepara. Tanah Bersertifikat s.954. jenis usaha. Aspek lain yang terkait dengan tata ruang adalah aspek pertanahan. Gambar 2.202. hal ini ditunjukkan dengan makin bertambahnya jumlah tanah yang bersertifikat.793. Apabila pada tahun 2002 sertifikat tanah yang diterbitkan untuk semua jenis hak berjumlah 235. Penggunaan lahan tersebut merupakan cerminan atau perwujudan interaksi antara manusia dengan tingkat teknologi yang dimiliki.3 Skenario Pengembangan Wilayah Kabupaten Jepara Guna menjaga keseimbangan ekosistem dan ketahanan pangan nasional.djpp.562. Hal ini sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 21 Tahun 2003 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Tengah. pada tahun 2006 menjadi 256. Kesadaran masyarakat untuk memiliki kepastian hukum tentang pemilikan hak atas tanah cenderung meningkat. Berdasar hal-hal tersebut sudah saatnya diperlukan penyusunan RTRW dan RDTR untuk periode 10 (sepuluh) tahun ke depan dengan memperhatikan lingkungan yang keberlanjutan. Perda tersebut diperkuat dengan adanya kesepakatan antara Bupati atau Walikota se-Jawa Tengah untuk mempertahankan lahan sawah yang produktif dari alih fungsi lahan. sehingga menyebabkan terjadinya perubahan yang sangat cepat dalam pengembangan wilayah serta berpengaruh kuat pada kebutuhan lahan untuk pembangunan.891 Jumlah 100.503.

36%.1. akibat pemanfaatan sumber daya alam yang tidak ramah lingkungan.440 km2 dan hutan suaka alam dan wisata 0.037 jiwa pada tahun 2005. Lingkungan hidup menjadi isu sentral hampir disemua daerah. rendahnya kesadaran masyarakat dan kurang konsistennya penegakan hukum.66 Ha menjadi 47. atau mengalami peningkatan sebesar 27.183 Ha pada tahun 2004. 3. Jumlah kawasan lindung yang ada di Kabupaten Jepara pada tahun 2006 terdiri dari taman nasional 1 buah. Namun ternyata secara kualitas kondisi hutan jauh Permasalahan pokok pengembangan lingkungan hidup adalah penurunan kualitas lingkungan hidup.6 Jumlah Bencana Alam Frekuensi 12 15 20 13 18 6 Sumber: Bakesbanglinsos Kabupaten Jepara.252 752 13 3.id .254 6. hal ini ditandai dengan bertambahnya lahan kritis. Tahun 2006 Permasalahan umum tata ruang adalah peningkatan perubahan peruntukan lahan pertanian menjadi non pertanian dan ketidakkonsistenan penggunaan lahan sesuai fungsi yang ditetapkan dalam perencanaan tata ruang. Ini menunjukkan.799 13 486 13 48 19 66 632 235.2 DEMOGRAFI Jumlah penduduk Kabupaten Jepara 5 (lima) tahun terakhir meningkat dari jumlah 979. baik saat ini maupun masa mendatang.094 5.386 6. Sedangkan pada tahun 2006 bertambah menjadi 56. Tabel 2.96 km2 serta hutan lindung seluas 42. sedangkan masalah pertanahan adalah masih banyaknya petak tanah yang belum bersertifikat.120 Ha.depkumham. cagar alam 2 buah.304 1.227 14 0 5.1.511 256.923 123 0 4. 2.3 Lingkungan Hidup Tahun 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Kondisi lingkungan hidup dalam waktu satu dasa warsa terakhir cenderung mengalami penurunan kualitas. Kondisi hutan pada tahun 2006 secara kuantitas tidak terjadi pengurangan luas lahan. dimana pada tahun 2000 jumlah banjir terjadi 7 kali dan tahun 2005 meningkat menjadi 18 kali. Berdasarkan data diketahui bahwa luas lahan kritis semakin meningkat. Akibat kondisi tersebut terjadi peningkatan kejadian bencana alam berupa banjir dan erosi.503 3.078. Namun secara umum jumlah bencana pada tahun 2006 menurun menjadi 6 kali.981 386 0 5.go. Hak Milik Hak Guna Bangunan Hak Guna Usaha Hak Pakai Jumlah 234. 2. 4.. 2. meningkatnya pencemaran lingkungan. dan berkurangnya hutan produktif serta terjadinya bencana alam.71 km2. hutan negara dan lahan tanaman kayu-kayuan seluas 190.djpp. tahun 2003 seluas 37. bahwa terjadi 19 20 www. Pada masa datang kerusakan lingkungan yang disebakan oleh hal-hal diatas akan semakin banyak. hutan lindung 2 buah dan cagar budaya 4 buah.046.748 berkurang dimana pada saat ini hampir sebagian besar hutan dalam kondisi gundul akibat penebangan liar. untuk itu isu ini harus mendapat perhatian khusus agar dampak yang ditimbulkan dapat dieliminir.025 jiwa pada tahun 2002 menjadi 1.921 524 0 254. Salah satu indikator kualitas lingkungan hidup ditunjukkan dari luasnya lokasi lahan kritis. 2006 Sumber: Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Jepara.

007 74. 21 22 www.222 1.pertambahan penduduk sebesar 99.078.91 2005 542.djpp. 5.664 81.767 68.001 1.585 65. Atas dasar data di atas penyebaran penduduk Kabupaten Jepara masih terkonsentrasi di wilayah Kecamatan Jepara dan yang terendah adalah Kecamatan Karimunjawa.028.go.382 111.972 64. Berdasar hasil registrasi penduduk pada tahun 2005.158 69.288 119 1.772 69.27% dari jumlah penduduk Jawa Tengah (32. Proporsi jumlah penduduk perempuan sampai dengan tahun 2004 lebih besar daripada laki-laki. Hal tersebut menunjukkan rasio jumlah penduduk laki-laki terhadap jumlah penduduk perempuan (rasio jenis kelamin) sekitar 0.915 113.439 68.600 491 588 1.035 123.21 2004 526.288 119 1.410 2.977 2.059.951 69.594 1.215 0.224 1.638 1.74 2006* 512.265 93. jumlah penduduk Kabupaten Jepara berdasar jenis kelamin terdiri dari 542. Pemerintah Kabupaten Jepara menyadari bahwa ukuran kepadatan penduduk suatu Kabupaten akan lebih bermakna bila dikaitkan dengan potensi Kabupaten dan kondisi penduduk antar kecamatan di Kabupaten Jepara yang bervariasi.951 515.510 535.071 826 2. Sedangkan proporsi jumlah penduduk Kabupaten Jepara hanya sekitar 3.059.03 7 2005 Kepadatan 2.904 85.987 yang berarti setiap 1.91 Juta jiwa).071 826 2. namun dengan angka sementara (2006) ternyata terjadi pertumbuhan yang meningkat.852 1.195 2. 8.713 3.037 1.780 2.633 125.243 1.71 3 2006* Kepadatan 2.382 55. 7.827 6.8 Jumlah dan Kepadatan Penduduk No 1.283 79. 10 11 12 13 14 Kec Jepara Bangsri Batealit Kalinyamata n Karimunjawa Kedung Keling Kembang Mayong Mlonggo Nalumsari Pecangaan Tahunan Welahan Jumlah 2004 Jumlah 73.215 0.997 0.025 2003 516.083 2.012 jiwa dalam waktu lima tahun atau mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 2.757 1.251 1.600 491 588 1.400 71. 4.224 1.281 1.120 1.076 73.564 8.064 1.898 67.112 115. 1. 2.23 Tabel 2.292 8.195 2.222 1.id .078.510 laki-laki dan 535.656 56. 3.007 91. 3. Namun sejak tahun 2006 jumlah penduduk laki-laki lebih besar dari perempuan.083 2.546 523.586 70.483 0.7 Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Pertumbuhan Tahun Laki-laki Perempuan Jumlah (%) 2002 488.073 Jumlah 67. Gambaran sosial ekonomi masyarakat memang dapat ditentukan oleh tingkat kepadatan penduduk suatu wilayah.132 1.428 18.560 79.410 2.546 490.999 1.999 1. 4.55% per tahun.028.039. Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2004-2005 dan *Disnakerdukcapil Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2005 dan *Disnakedukcapil Berdasar data di atas menunjukkan pertumbuhan penduduk tiga tahun terakhir (2003-2005) cenderung menurun.478 979.734 93.527 1.6 38 Kepadatan 2. 2.055 Jumlah 75.014 95.332 8.387 533.844 70.527 1.980 91. Namun demikian tingkat kepadatan yang ideal di Kabupaten Jepara tidak dapat ditentukan dengan pasti karena tergantung pada potensi yang dimiliki dan kemampuan penduduk di Kabupaten tersebut dalam memanfaatkan potensi yang ada.685 No.362 2.258 75.420 73.367 53.depkumham. Tabel 2.776 63.752 0. 9.752 64.577 70.000 penduduk laki-laki terdapat 987 penduduk perempuan. 6.016 127. 5.518 0.527 1.527 perempuan.

039.128.681 2008 1. serta adanya rencana pembangunan pembangkit listrik energi alternatif.698 2006* 296.762 2003 303.709 22.389 Dalam 65 keatas 46.232.41.028.10 Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia Tahun 0 –14 2002 285.037 1.430 712. maka dapat dilihat bentuk struktur atau piramida penduduknya.180.738 dengan angka ketergantungan 44.634 2009 1.025 1.194 688.206.djpp. maka dapat dilihat jumlah penduduk berdasarkan komposisi umur.540 2011 1.587 2010 1.827 1. Dari sudut pandang ini.059.1%.4 Piramida Penduduk Tahun 2005 11981 70 – 74 60 – 64 50 – 54 40 – 44 30 – 34 16317 22411 33921 34395 42873 52554 66943 81876 85444 98513 20 -24 10 – 14 0 – 4 0 20000 40000 60000 80000 101798 114313 107065 105137 102496 100000 120000 140000 Untuk dapat mengetahui perbandingan antara penduduk usia produktif dengan penduduk usia tidak produktif.421 pada tahun 2005.720 Angka Tahun Jumlah 979.go.910 49. Hal tersebut menunjukkan penduduk yang datang lebih besar daripada penduduk yang pergi keluar Jepara. Prosentase tersebut menunjukan angka beban tanggungan. Perbandingan penduduk yang datang dengan yang pergi pada tahun 2006 (angka sementara) menunjukan rasio 1 : 5. yaitu perbandingan antara penduduk usia produktif dengan penduduk usia tidak produktif (0-14 dan 65 th keatas) pada tahun 2006 (menggunakan angka sementara) Jepara sebagai pusat perdagangan dan industri furnitur atau meubelair. Gambar 2.630 709. membawa konsekuensi daerah ini sebagai tujuan mobilitas penduduk baik karena alasan pekerjaan maupun alasan usaha.069 47.544 2004 309.844 50. Diolah sebesar 331. yang berarti 1 orang penduduk usia produktif menanggung 2 orang penduduk tidak produktif.713 2002-2005 Sumber: Jepara Dalam Angka 2005.depkumham.258.492 2012 1.Tabel 2.602 1.373 700.445 Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2002-2005. Tabel 2.id . 23 24 www.9 Prediksi Jumlah Penduduk Tahun Jumlah Penduduk 2007 1.078. Dari data yang ada menunjukkan bahwa migran ke Kabupaten Jepara tiga tahun terakhir naik dari 224 jiwa tahun 2002 menjadi 2.328 2005 314.604 Sumber: Jepara *Disnakerdukcapil Usia 15 – 64 647. Diolah dan Berdasarkan komposisi umur penduduk.87%.154. penduduk Kabupaten Jepara tergolong dalam ciri Expansive yakni sebagian besar penduduknya berada dalam kelompok usia muda atau produktif (15-64 tahun) yaitu sekitar 66.

640 KK atau 42. sehingga selama tiga tahun jumlah penduduk miskin naik sebesar 817 iwa.227 13.273 Jiwa atau 14.go.039.Tabel 2.875 7.431 6.4%. hal ini berpengaruh secara tidak langsung terhadap jumlah penduduk miskin.871 (36. kepadatan penduduk.784 32.554 59. beban tanggungan penduduk non produktif. Permasalahan umum di bidang kependudukan adalah pertambahan jumlah penduduk yang cukup tinggi dan masih tingginya jumlah keluarga Pra Sejahtera.872 144.597 13.439 2003-2005 dan Tahun 2002 2003 2004 2005 2006* Tabel 2.219 24.111 34.273 14.225 1.80% dari jumlah penduduk.025 142.952 (37.325 36.116 (40.depkumham.637 61.5% 1.078.108 22.djpp.780 13.037 147.12 Jumlah Penduduk Miskin Jumlah Penduduk Persentase Penduduk Miskin 979.33) 39.802 23.380 59.984 Tahun 2004 4 102.907 13. Apabila dirinci dari sisi tahapan keluarga sejahtera tampak bahwa jumlah keluarga Pra Sejahtera pada tahun 2001 sebesar 105.401 6.118.582 (38.id .911* 16.984 2003 3 105.29% dari jumlah penduduk sedangkan tahun 2006 (angka sementara) sebesar 101.421 937 293 381 491 1.3% Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2002-2005 Dari data pertumbuhan jumlah penduduk.856 23.13 Penduduk Menurut Tahapan Keluarga Sejahtera Tahap Keluarga Sejahtera 1 Pra Sejahtera Sejahtera I Sejahtera II Sejahtera III Sejahtera III+ KK Berumah Tidak layak 2002 2 105. Namun dilihat dari proporsi penduduk miskin terhadap jumlah penduduk.881 2006* 6 101. artinya terjadi sedikit peningkatan kesejahteraan masyarakat dari sisi ekonomi.7% 1.80) 48.828 37.52) 41. persentase penduduk miskin turun sebesar 0.081 KK.761 7.489 (41.3%. Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa terjadi penurunan jumlah keluarga Pra Sejahtera sebesar 1. jumlah penduduk pencari kerja dan banyaknya penduduk migran.98) 44. Tabel II.196 2006* 546 397 Penduduk Pergi 2003 152 141 2004 207 174 2005 262 230 2006* 737 702 Sumber: Jepara Dalam *Disnakerdukcapil Angka Tahun Jumlah 224 202 2. Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jepara pada tahun 2002 sebanyak 142.5% dari jumlah penduduk dan pada tahun 2006 (dengan menggunakan angka sementara) naik menjadi 148.296 61.6% 1.597 Jiwa atau 13.059.973* Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2001-2005 dan *Kantor KB Daerah 25 26 www.9% 1.056* 41.11 Jumlah Penduduk Migrasi Migran Laki-laki Perempuan Penduduk Datang 2003 127 97 2004 132 170 2005 1.344 148.871 KK atau 36.638 143.570* 62.095 2005 5 102.828* 24.15) 36.

Pada tahun 2001 peserta KB Aktif yang menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) mencapai 20. Permasalahan pokok Keluarga Berencana adalah makin menurunnya persentase cakupan peserta KB aktif dan menurunnya pencapaian peserta KB MKJP.id .depkumham. dalam rangka merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi Kabupaten Jepara kurun waktu lima tahun kedepan.Dilihat dari sisi keluarga berencana. Dari analisis ini. Hal ini dapat dilihat pada tahun 2001 persentase peserta KB mencapai 73. hotel dan restoran merupakan andalan utama Kabupaten Jepara saat ini karena kontribusinya cukup besar. kondisi Kabupaten Jepara menunjukkan jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Hasil perhitungan PDRB atas dasar harga berlaku dapat menjelaskan besamya peran masing-masing sektor ekonomi. berdasar basis ekonomi dan sektor-sektor unggulan. hotel dan restoran hampir menduduki urutan berikutnya. hal tersebut berdampak pada peningkatan penyerapan tenaga kerja.1 Struktur Perekonomian Untuk melihat pertumbuhan perekonomian Kabupaten Jepara secara umum.42% dari PUS. Apabila diurutkan. tahun 2001 sebanyak 181.09% tetapi sebaliknya pada tahun 2005 mengalami penurunan hingga 74. besaran kesempatan kerja. maka dapat diketahui bahwa ketiga sektor yaitu sektor industri pengolahan. Pada bidang ekonomi pembangunan pembangkit listrik energi alternatif akan meningkatkan perputaran roda perekonomian daerah. serta proporsi PDRB Kabupaten Jepara pada PDRB Provinsi Jawa Tengah berdasarkan harga berlaku dan harga konstan tahun 2000. dimana pembangunan kedua hal tersebut akan membawa dampak yang sangat luas baik dalam ekonomi.31% dari PUS tetapi pada tahun 2005 mengalami penurunan yang cukup besar karena hanya mencapai 18. maka berikut akan disajikan melalui indikator perkembangan Produk Domestik Regional Bruto yang selanjutnya disingkat PDRB. Analisis ekonomi dilakukan untuk mewujudkan ekonomi wilayah yang sustainable melalui keterkaitan ekonomi lokal dalam sistem ekonomi wilayah yang lebih luas.846 PUS sedangkan tahun 2005 sebanyak 198. sarana prasarana (transportasi dan pelabuhan batubara). Berikut akan diuraikan pertumbuhan PDRB dan kontribusi sektor PDRB selama empat tahun terakhir (2002-2005). Hal ini berarti akan meningkatkan potensi fertilitas. Kondisi ini tidak sejalan dengan peningkatan jumlah peserta KB Aktif yang cenderung menurun. Sedangkan hal yang akan mempengaruhi kondisi ekonomi Kabupaten Jepara lima tahun kedepan adalah adanya rencana pembangunan pembangkit listrik energi alternatif dan pembangunan Jepara The World Carving Centre. Berdasar hal tersebut. 27 28 www. 2. maka sektor unggulan pertama adalah industri pengolahan. serta meningkatnya pendapatan daerah. sektor pertanian serta sektor perdagangan. Berdasarkan gambaran sepintas tentang perekonomian daerah di atas berikut akan diuraikan tentang struktur perekonomian daerah terkait kontribusinya terhadap wilayah dan ciri-ciri ekonomi wilayah.go. Dalam pengertian tersebut.354 PUS.djpp. Hasil analisis tersebut merupakan pijakan. analisis indikator ekonomi diarahkan untuk menciptakan keterkaitan ekonomi antar kawasan di dalam wilayah kabupaten dan keterkaitan ekonomi antar wilayah kabupaten.3 PEREKONOMIAN DAERAH Dalam rangka penyusunan perencanaan pembangunan jangka menengah Kabupaten Jepara dibutuhkan analisis indikator ekonomi berbagai sektor pembangunan. diharapkan diperoleh pengetahuan mengenai karakteristik perekonomian wilayah dan ciriciri ekonomi kawasan dengan mengidentifikasi basis ekonomi kabupaten.96%.3. Kemudian sektor pertanian dan sektor perdagangan. berkembangnya usaha kecil dan besar. 2. sektor-sektor unggulan. sosial dan budaya masyarakat. pertumbuhan dan disparitas pertumbuhan ekonomi wilayah.

47 0.2593 0.27 498.17 4.167.658.59 1.87 254.711. Dengan demikian dapat terlihat dengan jelas sektor-sektor yang merupakan andalan utama saat ini.654 2006* 1.023.25 1.925. hotel dan restoran kontribusinya selama empat tahun menunjukkan angka yang relatif besar atau diatas 20% dari PDRB.396.093065 1. 6.97 24. 3.453.0602 Tahun 2004 2005 0. 8.0670 2006* 0.Tabel 2.46 939.92 363.2326 0.856 2004 1. 2.001.084.0922 1.13 0.00 0.2356 0.324. Hotel Dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keu.20 337.223.436.36 74.04 293.67 320.738.726.164.05 5. karena kontribusinya yang besar.0057 0.15 Kontribusi Sektor PDRB Atas Dasar Harga Berlaku No.2639 0.144728 1.69 1. 3.124.2698 0. Gas dan Air Bersih Bangunan Perdagangan. sumbangan tertinggi terhadap pembentukan PDRB empat tahun 29 30 www.057.0063 0.481.0060 0.733.id .078.563.494.0921 1.710.97 462.789.32 4.118.56 256.00 0.2076 0.410.0053 0.059.33 47. sektor pertanian serta sektor perdagangan.79 241. Tabel 2.0445 0. 7.15 0.30 380.091.382.182. 5.82 57.2144 0.37 292.434. Jasa Prsh Jasa-Jasa PDRB Pertumbuhan PDRB (%) Jumlah Penduduk (Jiwa) Pdpt Per Kapita (Juta Rp) Tahun (dalam jutaan) 2003 979.867.79 195.0725 21% 6% 1% 26% Pertanian Industri Pengolahan Bangunan Pengangkutan dan Komunikasi Jasa-Jasa Pertambangan dan Penggalian Listrik. Gas dan Air Bersih Bangunan Perdagangan.19 236.0639 0.151. 4.58 404. Gambar 2. Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.058. 7.335.196. 4.14 PDRB Menurut Atas Dasar Harga Berlaku No 1.07 5.0126 0. Persewa.0396 0.02 158.010.87 63.00 0. Jasa Persh 2003 0.depkumham.547. Jasa-Jasa PDRB 0.48 33.0511 0. Persewa. Sektor Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.638 4.316. Hotel Dan Restoran Keu. maka berikut akan digambarkan masing-masing Kontribusi PDRB menurut lapangan usaha pada tahun 2006. Persewa Bang.go.405.435.2442 0. Bangunan. Jasa Persh Sedangkan berdasarkan atas dasar harga konstan 2000.0132 0. 1.2274 0.233.83 336.00 Sumber: PDRB Kab.5 Kontribusi PDRB Menurut Dasar Harga Berlaku Tahun 2006* Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 9% 7% 6% 23% 1% Secara rinci kontribusi masing-masing lapangan usaha terhadap PDRB selama empat tahun ditunjukkan pada tabel berikut.969.0570 0.0930 1.032. Ketiga sektor utama yaitu sektor industri pengolahan. 6.383.29 1.0905 1.89 1.008.0118 0.348. 2.djpp. JEPARA (BPS Kab.87 9.716. 5.0628 0.037 4.018.324.79 1.344 4.136 2005 1.2172 0.69 0. Bangunan.2108 0. 8.00 871.0580 0.827 3.0145 0. 9.097242 1. Gas dan Air Bersih Perdagangan.949.039.0588 0.0667 0. JEPARA) (diolah) Untuk mengetahui kondisi terkahir.12 30.58 21.128991 1. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keu.984.357.003.293.2722 0.686.

Lapangan Usaha 2 Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.90 24.239.02 748.671. 2.0549 0.djpp. 5. 9.042305 1.0884 2006* 0.99 274. Tabel 2.0434 0. Jasa-Jasa 2003 0.depkumham.785.55 191. Hotel Dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keu.2204 0. Jasa Persh.83 3. sektor pertanian serta sektor perdagangan.938.0612 0.00 1.0578 0. berikut akan digambarkan masing-masing sektor seperti pada gambar berikut ini.0890 0.894. 4.0071 0.026 Tahun (dalam Jutaan) 2004 2005 4 5 809. hotel dan restoran.507.91 721.5 3.226.836.037 3.080.96 23.00 1.32 21. sektor pertanian serta sektor perdagangan. 31 32 www.53 3.0463 0.827 3.34 186.49 172.039. 3.411.381.042254 1118343.16 Kontribusi Sektor PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 No. Dengan demikian dapat diketahui besarnya proposi sektor-sektor pada tahun 2006 (angka sementara) yang memberikan kontribusi terhadap PDRB Kabupaten Jepara.63 17.349. 1.09 18.0546 0.164 2006* 6 868.875.87 126. 8.73 3.24 141.0052 0. Sedangan kontribusi terendah terhadap PDRB adalah sektor Pertambangan dan Penggalian. 8.812.17 3.0048 0.22 315.72 0.39 766. Persewa Bangunan.0894 Tabel 2.75 901. Gas dan Air Bersih Bangunan Perdagangan.00 1. hotel dan restoran.0054 0.22 173. 2.110.48 199.509.47 844.0068 0.2775 0.182.192.2518 0.311. 5.id . 6.83 301.214.531.631.0050 0. Sumber : PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 Dilihat dari kontribusi terbesar dari PDRB Kabupaten Jepara atas dasar harga konstan tahun 2000 adalah sektor industri pengolahan. 1 1. 6.0066 0.2167 0.844.00 Sumber : PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 Untuk mengetahui proporsi tiap sektor pembentuk PDRB berdasar harga konstans pada tahun 2000. 7.2227 0.904.399.838.687. 9.708. Hotel dan Resto Pengangkutan dan Komunikasi Keu.625.0515 0.2730 0.22 157.0402 0.088 931. 3.04 16.059.0547 0.2195 0.159 PDRB 1. Gas dan Air Bersih Bangunan Perdagangan.47 0.go.003.29 952. 4.48 873.598.0871 Tahun 2004 2005 0.037600 1.009.272.0060 0. 7.2477 0.654.039999 1.304.10 214.0542 0.63 179.638 3.2755 0. Secara rinci PDRB menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000 dapat dilihat pada tabel berikut.76 700. pada tahun 2005 dibanding empat tahun sebelumnya tahun 2002 kontribusinya turun.19 19.63 291.110.159.95 15.2474 0.146.078.533.2457 0.328.2690 0.703.15 PDRB Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000 No.66 0. Persewa Bang Jasa Prsh Jasa-Jasa PDRB Pertumbuhan PDRB (%) Jumlah Penduduk (Jiwa) Pdpt Per Kapita (Juta Rp) 2003 3 792.247.58 0.332. Namun ketiga sektor utama pembentuk PDRB tersebut.0553 0.52 178.72 189. Sektor Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.887.terakhir juga pada sektor industri pengolahan.0584 0.

45 PDRB (Dalam Juta Rupiah) Jateng % PDRB Jepara thd Jateng 151. Persewa Bangunan. Sehingga akan dapat diketahui besarnya proporsi PDRB Kabupaten dalam membentuk PDRB Provinsi Jawa Tengah yang ditunjukkan pada tabel berikut.435. sehingga menjadi leading sector dalam perekonomian.716. sehingga sektor ini juga selama ini memberikan kontribusi yang cukup baik bagi pendapatan daerah.31 255.435.05 234. Hotel Dan Restoran Keu.48%.877.go.69 4.542.74 2.27% 2. kontribusi terbesar didominasi oleh sektor Keuangan.63%.968.04 193. Hal ini menunjukkan bahwa PDRB Kabupaten Jepara tumbuh di bawah nilai PDRB Jawa Tengah.481. Sektor ini dibanding delapan sektor lainnya memberikan kontribusi paling besar bagi produk domestik regional bruto (PDRB).825. Gas dan Air Bersih Perdagangan. Jasa Persh.881. sektor perdagangan.6 Kontribusi PDRB menurut lapangan usaha berdasarkan Angka Dasar Harga Konstan Tahun 2006* 2003 2004 2005 2006* 4.00 2.14 171. 33 34 www. persewaan dan jasa perusahaan sebesar 10.164. maka proporsi PDRB Kabupaten Jepara dibandingkan dengan PDRB Provinsi Jawa Tengah.33% 2. Tabel 2. sedangkan sektor konstruksi sudah mulai tumbuh sebesar 1.47 5.13 5. Selain itu.17 Perbandingan PDRB Harga Berlaku Jepara-Jateng Tahun 2002 Jepara 3.Gambar 2.14% 2.16%.056.41% Kondisi ekonomi di Kabupaten Jepara selama ini didukung oleh kebesaran industri mebelair sehingga Jepara dikenal sebagai kota ukir.3. Pertumbuhan sektor ekonomi menurut lapangan usaha tidak semuanya menunjukan pertumbuhan yang positif.168.depkumham. 2690% Dalam melihat perkembangan struktur ekonomi daerah dalam konstalasi regional Provinsi Jawa Tengah. dan sektor pertambangan dan penggalian sebesar 8. namun apabila dibandingkan dengan PDRB Jawa Tengah selama empat tahun terakhir mengalami penurunan.010.382. hotel dan restoran sebesar 8.383.08%.djpp.263. 2. namun sebagian besar mengalami pertumbuhan diantaranya adalah sektor pertanian tumbuh sebesar 6.018.id . Dengan performa pertumbuhan tersebut. Banyaknya usaha mebelair ternyata mampu mendongkrak sektor industri pengolahan.56%.2 Pertumbuhan Ekonomi Sektoral 2167% 515% 71% Pertanian Industri Pengolahan Bangunan Pengangkutan dan Komunikasi Jasa-Jasa Pertambangan dan Penggalian Listrik.655.494.323. di Kabupaten Jepara juga banyak terdapat tempat pariwisata yang sangat memikat wisatawan.11% Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 612% 542% 894% 2457% 54% Dari data tersebut di atas tampak bahwa PDRB Kabupaten Jepara mengalami peningkatan rata-rata 11. dimana terdapat sentra kerajinan ukiran kayu (Pusat kerajinan ini di Kecamatan Tahunan dan Jepara) yang ketenarannya hingga ke luar negeri.54%.

12 0.22 0.06 1.115 0. 3.16 0.21 0. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.88 0. hotel dan restauran.17%.0423 Berdasar nilai LQ dapat diketahui bahwa beberapa sektor basis dapat atau berpotensi untuk dikembangkan di Kabupaten Jepara. 3. sektor pengangkutan dan komunikasi serta sektor perdagangan.12 1.77 0.20 0.0401 2004 0.14 0. 1.165 0. 5.3.depkumham. Hasil dari penghitungan LQ menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan walaupun memberikan sumbangan terbesar pada PDRB Kabupaten Jepara.19 0.23 0.85 0.96 0.17 1.17 0.19 Nilai LQ Menurut Harga Konstan Tahun 2000 No. 2.11 0.51 0.26 0.18 Pertumbuhan Ekonomi Sektoral Menurut Harga Konstan 2000 No. Sesuai data PDRB tahun 2005 sektor yang paling utama adalah Keuangan.go. Diolah 35 36 www.37 0.52 2004 1. Sektor Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.18 0.85 0.id .125 0. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan. 7.70%.67 1. 1.15 1.51 0.djpp.47 0. 2.0399 2006* 0.185 0.13 0. 6.87 0.20 0.115 0. Sedangkan beberapa sektor basis lainnya nilainya dibawah satu.13 0.79 1. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan.75 1.88 Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005. Persewaan dan Jasa Prsh 2002 1.3 Pendapatan Domestik Regional Bruto Per Kapita Perkembangan pembangunan ekonomi Kabupaten Jepara tidak hanya dilihat dari PDRB sektoral. Persewaan dan Jasa Prsh Jasa-jasa PDRB Total 2003 0.215 0. kenaikan PDRB tersebut sejalan dengan kenaikan Pendapatan Perkapita setiap tahun rata-rata naik sebesar 7.04 1. 6. 5.48 0.0376 2005 0.15 0.10 0.Tabel. Jasa-jasa 0. 4.05 0. 9. ternyata untuk tingkat Jawa Tengah sektor ini bersaing dengan daerah lain.83 1. 4. Pertumbuhan PDRB Kabupaten Jepara selama empat tahun terakhir mengalami kenaikan rata-rata sebesar 11.42 2003 1.79 0.08 0.08 0.10 0.12 0. Disusul kemudian oleh sektor pertanian.04 1. Melalui perhitungan nilai LQ. 2.09 0.07 0.13 0.12 0.35 0. Bahkan nilai LQ tidak lebih dari satu.65 9.31 0.08 0.64 2005 1.87 0. Persewaan dan Jasa Perusahaan. 8.14 1. 8.05 1. 2.08 0.33 0. Tabel 2. Selama empat tahun perkembangan PDRB per kapita atas dasar harga berlaku dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan yang cukup berarti. dapat diketahui sektor basis Kabupaten Jepara.89 0. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.84 0. Gambaran mengenai PDRB per kapita merupakan salah satu indikator kesejahteraan masyarakat suatu daerah. tetapi juga harus diperhatikan perkembangan PDRB per kapita dan pendapatan per kapita dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat. Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 Untuk mengetahui sektor ekonomi basis dilakukan penghitungan nilai LQ (Location Quotient) dengan mempertimbangkan kondisi PDRB Kabupaten Jepara terhadap PDRB Provinsi Jawa Tengah.085 0. 7. karena sektor tersebut memiliki nilai LQ tertinggi.83 0.07 0. Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.

1.27%.010.232.69 4.272.806.39 2.742 3. 2009 4.4 Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 dan Jepara Dalam Angka 2002-2005 Pertumbuhan Ekonomi Secara Agregat Tabel 2.20 PDRB.21 PDRB.363.814 3.531.655.494.654.039.638 1. 4. 4.997 4.827 1. Oleh karena itu dibutuhkan dorongan investasi pada berbagai sektor yang potensial untuk mendorong peciptaan 37 38 www. 5.018. Pada tahun 2003 PDRB perkapita mengalami penurunan 2.136.159.599.059. dan kenaikan PDRB Perkapita atas dasar harga konstan selama empat tahun naik rata-rata sebesar 3.039. kecuali pada tahun 2003 yang mengalami penurunan.164.088.383.Tabel 2.638 1.032.324 3.827 1.34 3.146. Peningkatan pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi pada tahun 2004.856.15 Jumlah Penduduk 979.97%.873.22 Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi Tahun No (%) 1.324 2.31%.309.021 Berdasarkan tabel di atas pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jepara setiap tahun mengalami peningkatan.28 Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2006 -0.74 5.3. Tahun 2002 2003 2004 2005 2006* PDRB Berlaku 3.05 Sedangkan perkembangan PDRB per kapita atas dasar harga konstan selama empat tahun tidak selalu naik.118.110. 2006 4. 2004 4.716.856.97 Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005.118.23 5.724.19 0.85 6. Penduduk dan PDRB Perkapita Menurut Harga Berlaku No.708.72 3.970 4.382. Tabel 2. 3. 2011 4. 1.481.344 PDRB Per Kapita 3.037 1.056.994. 2012 4.go.037 1. maka optimalisasi kebijakan pembangunan Kabupaten Jepara diarahkan pada pilihan alternatif kebijakan di bidang ekonomi yang dapat menciptakan multiplier effect dan peningkatan sumber pembiayaan pembangunan daerah. 2.398 4.344 PDRB Per Kapita 3.51 3. Walaupun demikian ternyata selama empat tahun terakhir secara rata-rata PDRB per kapita Kabupaten Jepara menunjukkan kenaikan sebesar 2.76 3.id .66 Jumlah Penduduk 979.23 Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi No Tahun Pertumbuhan Ekonomi (%) 1. 2005 4. 2.07 0.411.djpp.44 4. 2010 4.838.01 2.depkumham.159. Tahun 2002 2003 2004 2005 2006* PDRB Berlaku 3.515.42 0.99%.745 3.164.00 4. 3. 2003 3.47 5. 5.58 3. 2007 4.078.026.097.62 4.059. Penduduk dan PDRB Perkapita Menurut Harga Konstan No. 2008 4.733. Diolah Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 dan Jepara Dalam Angka 2002-2005 Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang diharapkan pada Tahun 2012 dengan skenario optimis sebesar 4.47 3.078. Tabel 2.025 1.025 1.908.276 3.13 5.782. 2002 4.

88 2004 5. Nilai persetujuan penerimaan modal bersih PMDN diperkirakan akan semakin meningkat pada 39 40 www.36 Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 Series1 2002 9. PMA tahun 2003 sejumlah 84 buah bertambah menjadi 99 buah pada tahun 2006. Proses investasi di Kabupaten Jepara lima tahun terakhir berlangsung cukup baik.29 2006* 14. Investasi yang ada di Kabupaten Jepara terdiri atas investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA). Nilai inflasi terendah pada tahun 2004 sebesar 5.7 Grafik Laju Perkembangan Inflasi Selama empat tahun terakhir (2002-2005) laju perkembangan inflasi Kabupaten Jepara menunjukan angka yang fluktuatif tiap tahunnya. 2.3.51 2003 5.65 2005 16.depkumham.29 2006 14. serta investasi Non PMA dan PMDN.36% terjadi pada tahun 2006. sedangkan PMD pada tahun 2002 sebanyak 5 buah dan tahun 2006 menjadi 8 buah. Kondisi PMA dan PMDN jumlahnya selalu naik empat tahun terakhir.65 2005 16. menyusul prestasi yang pernah diraih pada tahun 2005 sebagai Juara II yang pro investasi dari 35 kota atau kabupaten di Jawa Tengah.51 2003 5. Tabel 2.65% sedangkan inflasi tertinggi sebesar 14.go.PDRB yang diikuti dengan peningkatan efisiensi terhadap pembiayaan investasi.5 Inflasi 20 15 10 5 0 Series1 Gambar 2.88 2004 5.34%. Hal ini diperkuat dengan Kabupaten Jepara berhasil meraih prestasi sebagai Juara I Pro Investasi Tahun 2006. Rata-rata laju perkembangan inflasi selama empat tahun adalah sebesar 10.id . yang mana investasi tersebut mendukung perekonomian tumbuh dengan baik.djpp.36 2.6 Investasi Berdasarkan data diatas perkembangan inflasi Kabupaten Jepara secara grafis selama lima tahun (2002-2006) terlihat sebagai berikut.3.24 Laju Inflasi Tahun Laju Inflasi (%) 2002 9.

3. peningkatan program-program promosi investasi.6 8.044.6 8. Beberapa jenis perdagangan juga keluar masuk pelabuhan Jepara antara lain kayu.4 8.6 139.133.873 8. Seperti halnya pengusaha kecil.6 139.0 2011 338.608 orang meningkat tajam selama empat tahun terakhir. propinsi maupun daerah lainnya. kayu.178.574.385. diharapkan pada tahun 2011 akan mengalami peningkatan. Perdagangan yang mendukung perekonomian daerah dibedakan dalam perdagangan di dalam negeri dan ke luar negeri. bahan baju). Produk Kabupaten Jepara yang diperdagangkan pada tingkat lokal maupun regional yang menonjol berupa tenun ikat troso dari sutra dan katun (sarung. Bahkan industri mebel ukir yang kini berkembang menjadi industri furniture merupakan industri andalan Jepara.070.8 Perindustrian Untuk pembiayaan investasi Non PMDN atau PMA ini.574. produk kerajinan daerah (mebel.373 8. jumlah pengusaha menengah juga meningkat empat tahun terakhir menjadi 613 orang. yaitu Timur Tengah dan Eropa.60 PMA 7.574.id . Sehingga diharapkan Kabupaten Jepara dalam lima tahun ke depan dapat mengalami perkembangan investasi yang signifikan. Selain itu didukung oleh keadaan daerah yang kondusif.174.307.3. sprei. pasir dan marmer). namun selama lima tahun terakhir menunjukkan kondisi penurunan.794.834.769.088. Dimana jenis produk yang diperdagangkan terdiri dari berbagai macam produk.846.go. kelapa. baik jumlah kegiatan yang akan dibiayai maupun nilai investasinya. Sedangkan produk Kabupaten Jepara yang diekspor terdiri dari mebel. serta membangun kemitraan yang kuat dengan berbagai dunia usaha maupun instansi pemerintah pusat.0 2008 242.104.25 Jumlah Nilai PMDN dan PMA Jenis 2003 2004 2005 2006* PMDN 60. dan sudah menjadi produk unggulan Jawa tengah dan Nasional serta mampu menerobos pangsa pasar di 58 negara. industri pertambangan (batu gamping. beras dan sapi.074.tahun 2011 sebesar 2 kali dari jumlah sebelumnya.019. 2.156. ikan.0 2012 369. monel).111.314. Perkembangan investasi PMA dan PMDN tersebut dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 2.0 2010 306.6 8.999. selengkapnya ada dalam tabel berikut. Kontribusi sub sektor industri terhadap PDRB atas dasar harga konstan menunjukkan grafik peningkatan sejak krisis ekonomi tahun 1998.233. Diolah Secara umum baik investasi PMA dan PMDN maupun Non PMA dan PMDN.7 Perdagangan Prospek perdagangan di Kabupaten Jepara cukup baik. Jumlah pengusaha kecil pada tahun 2006 sebanyak 9. korden. Jepara Tahun 2005.230.djpp.6 8. diharapkan mengalami kenaikan secara signifikan dengan tingkat efisiensi yang tinggi.40 Sumber: Dinas Indagkoppm Kab. Di samping itu yang tak kalah membanggakan adalah keberadaan logam monel dalam bentuk kerajinan emas putih.554.034.517.691. Jepara Tahun 2005 2. ukiran.6 8. Pada tahun 2003 jumlah usaha industri kecil menengah 41 42 www.6 139. Tabel 2.26 Proyeksi PMA dan PMDN Tahun PMDN PMA 2007 211.0 2009 274. kerajinan emas putih (monel) dan kerajinan anyaman (rotan dan bambu). ukiran. sehingga mampu menjadi penopang ekonomi kerakyatan.201. juga telah merambah pasar ekspor.652.6 8.0 Sumber: Dinas Indagkoppm Kab.depkumham.

229.628.608 Ha.27 Jumlah Kunjungan Wisatawan dan Pendapatan Sektor Pariwisata Kunjungan Wisatawan Pendapatan Pariwisata Tahun (orang) (Rp. sehingga para wisatawan diharapkan semakin banyak membelanjakan uangnya.id . potensi tersebut apabila ditangani secara maksimal akan mampu menjadi salah satu andalan yang dapat memberikan kontribusi yang cukup besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan Pendapatan Asli Daerah. karena fasilitas-fasilitas tersebut akan meningkatkan pelayanan kepada wisatawan yang berkunjung. konveksi.3.go.200 Sumber: Sistem Informasi Profil Daerah 2006 Kepariwisataan yang ada di Kabupaten Jepara merupakan salah satu Daerah Tujuan Wisata (DTW) yang ada di Jawa Tengah hal tersebut sesuai dengan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Jawa Tengah.) 2002 599.323 394. yang pada akhirnya akan berdampak positif bagi PAD.159. 2.984 381. Berbagai obyek wisata yang ada di Kabupaten Jepara yang menjadi daerah tujuan wisata diantaranya berupa : 43 44 www. tahun 2006 meningkat menjadi 15.416. Penyediaan sarana prasarana dan fasilitas penunjang diharapkan akan memperbesar peluang investor untuk menanamkan modalnya di Karimunjawa. Lengkapnya fasilitas obyek wisata akan membuat wisatawan menjadi semakin nyaman dan lama tinggal di Secara umum arus kunjungan wisatawan baik domestik maupun manca negara setiap tahun mengalami kenaikan.673 354.927. Sarana dan prasarana penunjang kepariwisataan yang ada belum maksimal.djpp. Sektor pariwisata di Kabupaten Jepara perlu mendapatkan penanganan secara serius dan terpadu. Tabel 2.446 340. karena icon pariwisata Jepara terutama Karimunjawa telah menjadi tujuan wisata bahari yang telah dikenal masyarakat internasional.513 unit. elektronik. penyerapan tenaga kerja dan sektor-sektor lainnya. terutama wisatawan manca negara yang berkunjung ke Karimunjawa. hal tersebut perlu ditekankan karena sektor pariwisata bersifat lintas sektoral dan lintas wilayah. Untuk meningkatkan arus kunjungan wisatawan di masa datang ke Jepara diperlukan langkah-langkah strategis terutama dalam bidang promosi pariwisata. Kabupaten Jepara mempunyai potensi kepariwisataan yang sangat lengkap apabila dibandingkan dengan daerah lain. baik diobyek wisata yang ada di Jepara terutama di Taman Nasional Laut Karimunjawa.000 2003 776. Jenis industri yang berkembang dan merupakan komoditi unggulan.9 Pariwisata lokasi.sebanyak 14. Kabupaten Jepara memiliki beberapa keunggulan komparatif antara lain jumlah tenaga kerja sektor industri mebel sangat besar. sedangkan keunggulan kompetitifnya antara lain kualitas produk industri yang sudah dikenal di manca negara.000 2006 873. karena sektor pariwisata mempunyai sifat multi player effect terhadap sektor lain seperti industri.depkumham. keramik/gerabah. tenun ikat troso.000 2004 790. kerajinan.000 2005 831.895 unit. Luas kawasan industri selama empat tahun terakhir (2003-2006) tidak berubah yaitu seluas 832. baik melalui media cetak. Dalam menunjang keberadaan obyek wisata diperlukan fasilitas pendukung berupa sarana dan prasarana yang memadai. Namun jumlah perusahaan industri sedang atau besar meningkat dari 24 unit (2004) naik menjadi 35 unit (2006). antara lain kerajinan mebel.682 355. Taman Nasional Laut Karimunjawa sekarang telah menjadi icon kepariwisataan unggulan di Jawa Tengah. dan pameranpameran wisata baik lokal maupun internasional.

10 Koperasi dan UKM Jumlah Koperasi dan UKM tahun 2004 jumlah Koperasi Unit Desa (KUD) 17 unit. dan Klenteng Hian Thian Siang Tee (Welahan). Pada tahun 2003 populasi ayam buras 565. terdiri dari: Air Terjun Songgo Langit.429 ekor.189 ton (2006). Khusus untuk tanaman padi. Koperasi Non KUD 518 unit. terdiri dari: Pantai Pasir Putih. Pulau Panjang. Wisata Bahari terdiri dari Taman Laut Nasional Karimun Jawa. Permasalahan koperasi dan UKM adalah rendahnya struktur permodalan. Museum Kartini. UKM 31. dan prasarana teknologi informasi. kambing. Wisata Sejarah (Makam Syeh Amir Hasan/Sunan Nyamplungan).11 Pertanian dan Peternakan Kontribusi sektor pertanian tanaman bahan makanan dan peternakan terhadap PDRB atas dasar harga konstan cenderung mengalami peningkatan yang signifikan sejak tahun 2001 hingga 2005.270 ekor dan pada tahun 2006 meningkat menjadi 78. Boating. dari tahun 2004 hingga tahun 2006 jumlah konsumsi meningkat dari 120. Untuk ternak kecil (kambing dan domba) populasi tahun 2003 sejumlah 61. Pantai Kartini.3.id .582 Ha (2006).845 ton (2004) menjadi 158. Hal ini menyebabkan jumlah produksi berkurang. terdiri dari: Pendopo Kabupaten. Koperasi Primer Non KUD 471 unit dan sampai Desember 2006 jumlah Koperasi menjadi 539 unit dengan KUD 17 unit. dan Snorkling. Sentra Kerajinan Patung Mulyoharjo. Benteng Portugis. peluang pasar serta kurangnya kemitraan antar UKM.691 unit. dan ayam petelur serta itik mengalami kenaikan populasi. Wisata Sejarah. Sedangkan komoditi potensial peternakan yang memiliki nilai produksi cukup besar adalah: ayam.640 ton menjadi 122. Tayub dan Emprak. Pantai Tirto Samodro. sayur-sayuran. Pulau Panjang. Pusat Koperasi 4 unit.091 ekor. Dalam pengembangan sektor pertanian dirasakan masih kurang 2. padi. Wisata Bahari Terpadu (Obyek Wisata Taman Laut Nasional Laut Karimunjawa). Terumbu Karfang dan Boiota Laut.go.123 orang dan anggota Koperasi Non KUD 34. Kerajinan Kain Troso.165 ekor dan itik 59. ayam pedaging 216.910. terbatasnya akses terhadap sarana 45 46 www. dari 193. Kemudian pada tahun 2006 populasi menurun untuk ayam buras 508. Kerajinan Monel. Glass Bottom Board. Tracking. ayam petelur 54. Diving.djpp. dan kerbau. Kerajinan Gerabah. kacang tanah.670 ekor dan itik 67.820 ekor. Makam Syeh Abu Bakar (Pulau Panjang). Pantai Tirto Samudro. dan ketela pohon.depkumham. Oboroboran Tegalsambi. 18. Jumlah anggota KUD 20. ayam petelur 55. Sentra Kerajinan Ukir.106 orang. Namun hal ini tidak dimbangi luas areal produksi yang menurun dari 38.207 ekor.223 ekor bertambah menjadi 24.896 ekor pada tahun 2006.000 juta. dan Hutan Sreni Indah. Pada sektor peternakan dilihat dari jumlah populasi untuk ternak besar (sapi potong dan perah) mengalami kenaikan. Pantai Kartini.465 ekor. Kerajinan Rotan.483 ekor.• • • • • Wisata Alam (pantai dan pegunungan). Pada sektor pertanian jenis komoditi potensial tanaman bahan makanan unggulan Kabupaten Jepara yang dapat dikembangkan adalah buah-buahan. Kerajinan Keramik. dan Pulau Mandalika. sapi. daya inovasi dan kreatifitas serta etos kerja dan profesionalisme. Hutan Manggrove.735 ton. pada tahun 2003 sebanyak 24. Sun Bathing. Jambul Tulakan.306 Ha (2004) menjadi hanya 35. dan Sentra Kerajinan Relief Desa Senenan.3. Memancing. Masjid dan Makam Ratu Kalinyamat/Sultan Hadirin. terdiri dari: Pesta Lomban (Syawalan). Volume usaha KUD sampai Desember 2006 sebesar Rp.470.536 ekor. ayam pedaging 114. 56. 2. Wisata Budaya.000 juta sedangkan untuk Koperasi Non KUD sebesar Rp. Sedangkan untuk jenis unggas pada ayam buras dan ayam pedaging mengalami penurunan populasi.

2.537.879. Hal ini menunjukan bahwa pasokan kayu yang berasal dari luar daerah Jepara cukup besar untuk memenuhi kebutuhan kayu olahan tersebut.12 Kehutanan Kontribusi sektor kehutanan terhadap PDRB atas dasar harga konstan cenderung mengalami peningikatan selama lima tahun terakhir. bambu. Permasalahan pokok sub sektor kehutanan dan perkebunan adalah khusus untuk sub sektor kehutanan cenderung semakin menurun kontribusinya terhadap PDRB selama 5 tahun.3. dan ikan teri.3. Permasalahan yang masih dihadapi pada sektor perikanan dan kelautan adalah kondisi fluktuatif dalam grafik kontribusi terhadap PDRB dan nilai produksi dalam lima tahun terakhir. jambu mete dan coklat. antara lain pada aspek 47 48 www.djpp.8 ton pada tahun 2006.49 ton tahun 2003 naik menjadi 2. peranan sub sektor ini cenderung meningkat walaupun tidak terlalu signifikan. Jumlah tangkapan ikan laut pada tahun 2003 sebanyak 3. dan arang rakyat.658. namun ternyata jumlah kayu olahan naik dari 1. keuletan. kayu hutan rakyat.729. hal ini dapat disebabkan antara lain karena Daya Dukung Lingkungan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan dan sudah terjadi gejala overfishing pada jalur I daerah penangkapan ikan di laut. untuk itu lahan penghijauan untuk penanaman pohon bahan kayu olahan perlu ditingkatkan. Dengan ketekunan.811 buah. ikan kembung.go.50 ton menjadi 2. Aryo Timur berhasil mengembangkan kota pantai kecil yang dikelilingi benteng berupa kayu dan bambu ini.4 SOSIAL BUDAYA DAERAH Sejarah Jepara menunjukkan bahwa pada tahun 1470 Jepara merupakan kota pantai yang baru dihuni oleh 90-100 orang serta dipimpin oleh Aryo Timur. 2.021.442. ketabahan dan kegigihannya. Produksi perikanan baik perikanan laut maupun darat meningkat tiga tahun terakhir. 2. Sampai tahun 2006 industri pengolahan kayu di Jepara sebanyak 3.75 ton tahun 2006.investasi di bidang agro industri. tebu.300 m³ (2005). saat ini dihadapkan pada perubahan yang dinamis dalam konteks globalisasi pada satu sisi. produksi penangkapan di perairan umum pada tahun 2003 sebesar 1. Untuk hasil laut non ikan meningkat dari tahun 2003 sebesar 413.8 ton pada tahun 2006.depkumham. Sedangkan untuk perkebunan. Permasalahan umum pertanian dan peternakan adalah secara ekonomis. komoditi unggulannya adalah kapuk randu. menjadi sebuah bandar yang cukup besar. Jenis komoditi kehutanan yang memiliki nilai produksi terbesar adalah kayu bakar rakyat.081.740. Di Kabupaten Jepara saat ini terdapat empat situs bersejarah. Sedangkan untuk produksi perikanan darat/budidaya dari 1.59 m³ (2003) menjadi 1.id .13 Perikanan dan Kelautan Kontribusi sub sektor perikanan terhadap PDRB atas dasar harga konstan menunjukkan grafik peningkatan.862.36 ton pada tahun 2006. menuntut adanya paradigma pembangunan yang adaptatif terhadap dua kutub kecenderungan tersebut sebagai upaya untuk menempatkan Kabupaten Jepara tetap menjadi Kabupaten yang terkemuka.003. Terkait hal tersebut berikut akan diuraikan kondisi sosial budaya daerah.55 m³ (2006). namun sektor ini tetap merupakan lapangan pekerjaan yang menyerap tenaga kerja cukup besar. berturut-turut kemudian kelapa. Komoditas andalan sektor perikanan dan kelautan dari hasil tangkapan ikan di laut adalah ikan tongkol. karet. dan kecenderungan menguatnya semangat otonomi daerah pada sisi yang lain. Hal tersebut dapat disebakan oleh menurunnya Hasil hutan non Hak Pemilikan Hutan (HPH) untuk kayu bulat dari 1. Sedang untuk produksi budidaya perikanan darat adalah ikan bandeng dan udang. Kebesaran Kabupaten Jepara pada masa lalu serta potensi sosial budaya dan ekonomi yang dimiliki.71 m³ (2003) menjadi 9.776 ton naik menjadi 5.6 ton meningkat menjadi 1.

kesehatan. maka berikut akan diuraikan tentang APK dan APM masing-masing Jenjang Pendidikan.15 86. 49 50 www. sekolah menengah pertama dan sekolah menengah umum.15 2006 APK APM 88.pendidikan. kesejahteraan sosial.05%.73 1.0 0 2005 APK APM 86. pendidikan dasar (SD/MI dan SMP/MTs) serta pendidikan menengah (SMU/SMK/MA). Provinsi Jawa Tengah baru akan menerapkan anggaran pendidikan 20 persen pada tahun 2008.70 1. SLTP/MTs sebesar 1. Untuk melihat perkembangan urusan pendidikan pada lima tahun berjalan (2002-2006). Kabupaten berwenang dalam jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Sejak pendidikan menjadi kewenangan wajib daerah. 2.djpp.69 1.93 2004 APK APM 110. Berdasar hal tersebut Kabupaten Jepara pada 5 tahun kedepan akan memajukan pendidikan dalam semua tingkatan. Namun pada tahun 2006 angka putus sekolah menunjukkan penurunan pada ketiga jenjang pendidikan sekolah dasar.id .15 Sumber: Dinas P dan K Kabupaten Jepara. Dalam rangka memajukan pendidikan.go. kebudayaan dan Indeks Pembangunan Manusia.60 Pengembangan pendidikan yang selama ini dilaksanakan di Kabupaten Jepara bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM). serta jumlah Sekolah berdasarkan jenjang pendidikan. 2006 Data jumlah siswa putus sekolah pada tahun 2003 menujukkan SD/MI sebesar 0. Angka Putus Sekolah.37 2.4. maka SDM tersebut dapat menentukan karakter dari pembangunan ekonomi. pariwisata.28 APK dan APM masing-masing Jenjang Pendidikan Pendidikan SD/MI SMP/MTs SMU/SMK/MA 2003 APK APM 110. biaya terbesar dialokasikan untuk proses pembelajaran siswa. serta untuk pemeliharaan maupun pengembangan sekolah. karena SDM merupakan subyek atau pelaku dari pelaksanaan pembangunan. sedangkan Pemerintah Pusat pada tahun 2009.00 99.52 63.1 Pendidikan Tabel 2.11 2006* 0. salah satu yang penting diketahui adalah Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM).27 2. Sumber: Dinas P dan K Kabupaten Jepara.53% dan SMU/SMK/MA sebesar 2.67 1.40 2. Kabupaten Jepara akan secara bertahap memenuhi anggaran pendidikan sesuai amanah Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional sebesar 20%. 2006 Dalam penyelenggaraan pendidikan. pada umumnya penyelenggaraan pendidikan di Jepara juga diselenggarakan oleh swasta.19 62. Tabel 2.12 2005 0. Seperti daerah lain. maupun penyediaan sarana dan prasarana pendukung pendidikan.18 98.53 2.05 2004 0. baik fisik maupun non fisik. sosial dan budaya daerah. Oleh karena itu apabila suatu daerah memiliki SDM yang baik. agama.73%.depkumham.19 62. Dari beberapa indikator pendidikan secara umum.29 Angka Putus Sekolah Prosentase dan Jumlah Angka Putus Sekolah Tahun SD/MI SLTP/MTs SMU/SMK/MA 2003 0. Terkait hal tersebut harus diketahui dengan pasti jumlah siswa dan sekolah yang ada pada suatu wilayah.

yang terdiri dari dua aspek.31 Jumlah Guru TK. SD/MI. Persalinan Nakes 80. Da aspek tersebut bertujuan untuk meningkatkan dan memelihara mutu pelayanan kesehatan masyarakat. Untuk itu dalam rangka menuju Indonesia Sehat tahun 2010. tahun 2006 menjadi 1. Sistem Informasi Profil Daerah Dari data diatas diketahui rasio guru per siswa pada tiap jenjang tahun 2006 seperti berikut : TK rasio 17%.Tabel 2.go.201 1. SMP/MTs rasio 15% dan SMU/SMK/MA rasio 14%. sedangkan kenaikan jumlah guru tidak sebanding dengan jumlah siswa.843 599 98.1 90. maka rasio siswa per kelas pada tahun 2006 sebagai berikut : TK rasio 20%. Gizi 2002 2003 2004 2005 2006 1. Gizi Buruk 94 113 115 212 75 Sumber: Jepara Dalam Angka 2001-2004. Tabel 2. meningkatnya persentase Kunjungan Ibu Hamil (KIH).034 1.87 85. Sehingga lima tahun kedepan diharapkan sarana kesehatan yang ada akan ditingkatkan. menurunnya angka kematian ibu.121 orang.121 Guru SD/MI 4. rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam pendidikan.868 4. 2.2 tahun (2002) menjadi 70 tahun (2004). SD/MI rasio 24%.4 84.9 91.034 orang menjadi 1.04 3.31 83.868 4. Kabupaten Jepara juga akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakatnya. Jumlah guru TK tahun 2002 sebanyak 1. rendahnya kualitas tenaga pengajar. Kematian Ibu 15 20 20 17 12 4.277 Swasta Sekolah Siswa 325 13.211 30 12.615 orang tahun 2006. guru SD/MI sebanyak 4.201 1. Kematian Neonatal 106 102 89 82 76 5.410 17 6.4.depkumham.djpp. dan SMU/SMK/MA Tahun Keterangan 2002 2003 2004 2005 2006 Guru TK 1.32 Kondisi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Tahun Indikator Kesga dan No.801 13 6.6 87 82.492 66 22.id .2 Kesehatan Sumber: Jepara Dalam Angka 2005 Berdasarkan jumlah yang ada pada setiap jenjang.615 Guru SMU/SMK/MA 761 819 929 929 996 Sumber: Jepara dalam Angka 2005 Keberhasilan pembangunan pada urusan kesehatan salah satu indikator keberhasilannya dapat dilihat dari kualitas pelayanan.337 1. sedangkan guru SMU/SMK/MA sebanyak 761 (2002) dan menjadi 996 pada tahun 2006.675 orang (2002) menjadi 4. Kunjungan ke-4 Bumil 81 88. terbatasnya sarana prasarana pendidikan.095 orang. SMP/MTs.346 36 17.813 Guru SMP/MTs 1. Hal tersebut ditandai dengan meningkatnya angka harapan hidup masyarakat dari 69. SD/MI rasio 20%. SMP/MTs rasio 40% dan SMU/SMK/MA rasio 37%.30 2. dan tingginya angka putus sekolah.30 Jumlah Sekolah dan Siswa Menurut Jenjang Pendidikan Jenjang Pendidikan TK SD/MI SMP/MTs SMU/SMK/MA Negeri Sekolah Siswa 1 27 589 97.095 1.061 Jumlah Sekolah Siswa 326 13. Kondisi indikator utama kesehatan Kabupaten Jepara menunjukkan perkembangan yang positif.337 1. yaitu sarana kesehatan dan sumber daya aparatur kesehatan.813 orang (2006). namun demikian masalah gizi buruk masih menunjukkan kondisi yang memprihatinkan dan sangat perlu mendapatkan perhatian.828 4.338 Permasalahan pendidikan di Kabupaten Jepara antara lain masih rendahnya kualitas pendidikan. guru SMP/MTs tahun 2002 sebanyak 1.146 30 4.816 10 1.675 4. Rasio guru per siswa dimasa datang akan semakin kecil manakala jumlah siswa akan terus naik sejalan dengan pertambahan penduduk.171 1. Tabel 2. 51 52 www.124 1.

000 Penduduk No. RSUD Kartini 2006 Jumlah dokter umum pada tahun 2002 berjumlah 41 orang dan menjadi 136 orang pada tahun 2005. Puskesmas 15 15 13 11 20 6. yaitu rata-rata per tahun sekitar 31. 5.34 5. RS Swasta 3 3 3 4 4 3.102.025 1. Cat : jumlah penduduk* merupakan prediksi. 11. 53 54 www.000 Penduduk 5. 4.47 9. merupakan hal utama yang perlu mendapat perhatian khusus.037 1. 18 18 24 31 Apoteker 14 25 31 35 Ahli Gizi 21 21 27 30 Analisis Laboratorium 13 23 25 29 Ahli Penyehatan Lingk.872 1. 4. Puskesmas Pembantu 44 44 44 44 44 Sumber: Jepara Dalam Angka 2001-2005. RS Negeri Type B 1 1 1 1 1 2.35 Perkembangan Sarana Kesehatan 2006 No Jenis Fasilitas 2002 2003 2004 2005 1. 2. 5.go. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan jumlah sarana sedikit mengalami peningkatan kuantitas selama lima tahun.71%. Tabel 2. Sistem Informasi Profil Daerah 2006.31 6. Tabel 2. Penurunan angka rasio hanya terjadi pada tahun 2004. 7. 3.638 1.05 No.33 Jumlah Tenaga Kesehatan Tahun Tenaga Medis 2002 2003 2004 2005 2006 Dokter Umum 41 52 43 81 138 Dokter Gigi 2 6 5 12 15 Dokter Spesialis 11 14 15 17 17 Perawat 242 239 132 430 435 Bidan 195 265 222 295 296 Ahli Kesehatan Masy.35%. Hal tersebut dikarenakan kenaikan angka gizi buruk dari tahun 2001 hingga 2005 cukup tinggi.09 14. kemudian dokter spesialis naik dari 11 pada tahun 2002 menjadi 17 pada tahun 2006. 6.059. 1. namun setelah itu sampai dengan tahun 2006 angka rasio selalu naik. Sumber: Jepara Dalam Angka 2001-2004. Tahun 2002 2003 2004 2005 2006 Jumlah Dokter 52 66 58 98 155 Jumlah Penduduk 979.id .000 penduduk selama lima tahun mengalami fluktuasi naik turun. Puskesmas Rawat Inap 5 5 7 9 9 5.djpp. Sistem Informasi Profil Daerah 2005 Berdasarkan pada tabel diatas tampak bahwa rasio dokter per 100. 1. DKK Jepara 2006 Berdasar data diatas kondisi gizi masyarakat.2005.depkumham. Jumlah sarana kesehatan di Kabupaten Jepara selama lima tahun terakhir belum menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Bahkan pada tahun 2004 ke tahun 2005 kenaikannya mencapai 84.039. RS Khusus 1 1 1 1 1 4. 8. 20 20 26 Dukun Anak 571 560 550 Tabel 2.34 Ratio Dokter Per 100. 10. 9. 3.078.728* Ratio Dokter Per 100. 2.

djpp.701 5.639 38.56. Bekas narapidana 484 495 386 378 Jumlah 54.846 54.003 59.594 38.id .36 Perkembangan Penyandang Masalah kesejahteraan Sosial Jenis Masalah Tahun No. tahun 2002 terjadi 3 kasus dengan 71 penderita dan jumlah kecamatan yang terkena 3 kecamatan. Lanjut usia terlantar 4.539 5.000 jiwa selama lima tahun.014 19 5 1 2003 11 1. 9. Secara persentase angka penduduk miskin dibanding yang tidak miskin 13.No 7.55% selama empat tahun ini merupakan salah satu penyebab naiknya jumlah penduduk miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial lainnya. ternyata berdampak pada adanya penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Kabupaten Jepara. Sistem Informasi Profil Daerah 2006.. Kedepan KLB ini perlu penanganan komprehensif seluruh komponen masyarakat dan aparat.049 30 4 3 2006 28 1.807 6.070 4. 55 56 www. Untuk penyandang masalah kesejahteraan sosial yang paling banyak adalah penyandang lanjut usia terlantar dan paling kecil jumlahnya adalah gelandangan. DKK Jepara 2006 Perkembangan sarana kesehatan yang menunjukkan bertambah hanya posyandu dan apotik.116 5.044 26 5 3 2005 28 1. Kenaikan nilai kebutuhan hidup minimum sebesar 25.go.210 5. Jenis Fasilitas BP Swasta Posyandu Apotik Toko Obat Laborat 2002 11 1. namun masalah kemiskinan dan pengangguran tetap merupakan salah satu faktor penghambat pembangunan daerah.756 42. Dengan adanya penduduk miskin sebesar rata-rata 144. Pengemis 41 46 59 79 59 8. 10. Selain itu untuk meningkatkan pelayanan kesehatan perlu diupayakan penambahn puskesmas ke semua wilayah.630. Tabel 2.451 3. 8..502.645 Sumber: Jepara Dalam Angka 2002-2006 Nilai rata-rata kebutuhan hidup minimum pada tahun 2003 sebesar Rp. Penyandang cacat 5. Jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial ini akan semakin bisa ditanggulangi manakala ada upaya pemberdayaan yang efektif terhadap berbagai kelompok organisasi sosial kemasyarakatan yang selama ini ada di Kabupaten Jepara.933 5. 2.520 48.7%.3 Kesejahteraan Sosial Meskipun pendapatan per kapita secara makro penduduk Kabupaten Jepara tergolong cukup. Keluarga miskin 38.780 10.183.naik menjadi Rp.135 71. Anak terlantar 4. Tuna susila 66 37 38 21 6.951 5. Untuk itu upaya yang perlu dilakukan dalam meningkatkan sarana kesehatan adalah meningkatkan type rumah sakit dari type B menjadi type A. Gelandangan 2 5 5 5 5 7.064 35 4 3 Sumber: Jepara Dalam Angka 2001-2004.depkumham.813 6.940 56.500.316 4.4. jadi sifat penanganan tidak parsial hanya di Dinas Kesehatan.935 4. Jumlah kasus kejadian luar biasa (KLB) menunjukkan kenaikan selama empat tahun terakhir.573 5. Namun pada tahun 2006 jumlah kasus naik menjadi 42 kasus dengan 287 penderita dan menyebar pada 12 kecamatan. 11. Kesejahteraan 2002 2003 2004 2005 2006 Sosial 1.032 22 5 3 2004 14 1.pada tahun 2006.791 5.863 2.

37 Perkembangan Organisasi Sosial Tahun Jenis Organisasi Sosial 2001 2002 2003 2004 Pekerja sosial masyarakat 1. Berikut ditunjukkan data angkatan kerja dan pengangguran selama lima tahun.40% dari seluruh jumlah pegawai (15.prasarana.376.806 36.399 36.dan pada tahun 2006 menjadi Rp.85% per tahun.606 38.174 orang).5%). tahun 2005 sebanyak 314.176 orang (24. Kondisi bidang olah raga menunjukkan bahwa jumlah cabang olah raga prestasi sebanyak 15 cabang dengan jumlah kelompok olah raga sebanyak 719 buah (2001).369 1. Data tersebut menunjukkan adanya peningkatan partisipasi perempuan di instansi pemerintah sebesar 3. Organisasi yang menampung aktivitas kepemudaan antara lain Karang Taruna.221 orang atau 34.977 orang. belum adanya kesetaraan gender dalam berbagai pembangunan. Masalah pokok pemberdayaan perempuan adalah adanya persepsi sebagian masyarakat bahwa perempuan lebih inferior dari pada laki-laki. Permasalahan pokok kepemudaan dan olah raga adalah masih terbatasnya jumlah kelembagaan dan aktivitas kepemudaan dan terbatasnya sarana dan Pertumbuhan angkatan kerja selama empat tahun terakahir (2002-2005) menunjukkan kenaikan.. atau meningkat rata-rata sebesar 3. Pramuka.500.29% dari seluruh jumlah pegawai (11. 2006 Dari data diatas menunjukkan bahwa bertambahnya angkatan kerja berkorelasi dengan bertambahnya jumlah pengangguran.id .130 Karang taruna 194 194 194 194 Organisasi sosial & panti sosial 27 27 27 29 Sumber: Bakesbanglinsos Kabupaten Jepara.384 2003 529. dan lain-lain seperti organisasi olah raga dan kesenian.053 Sumber: Sistem Informasi Profil Daerah Kabupaten Jepara.4. tahun 2005 menjadi 264.227 orang atau 35. namun hal tersebut juga diimbangi dengan bertambahnya angka pengangguran. Hal ini disebabkan kenaikan angkatan kerja tidak sebanding dengan penyediaan lapangan kerja.918 2004 538. Jumlah perempuan usia dewasa (usia 20-54 tahun).115 1.751 2005 540.624 orang. Pada tahun 2003 besarnya rata-rata upah minimum Rp.145 194 31 Tenaga Kerja Aspek yang cukup penting dalam rangka peningkatan kesejahteraan sosial adalah pemberdayaan perempuan. 2006 No.000.38 Angkatan Kerja dan Pengangguran Tahun Angkatan Kerja Pengangguran 2002 519. Sedangkan rata-rata upah minimum dari tahun 2003 sampai tahun 2006 menunjukkan kenaikan rata-rata 11.4 2005 1. karena besarnya angka usia produktif pencari kerja dan banyaknya perusahaan yang mengurangi jumlah produksinya sehingga mengurangi pegawainya. Tabel 2. pada tahun 2005 sebanyak 5. menjadi 796 pada tahun 2005.-.djpp. Jumlah pemuda (usia 15-30 tahun) tahun 1995 sebanyak 224.6%). Tabel 2.017 orang (22. Partisipasi perempuan di instansi pemerintah pada tahun 2001 sebanyak 4. pembinaan dan kegiatan (event) olah raga. 57 58 www.458 1. KNPI. 3.86%.977 orang).98% per tahun. tahun 1995 sebanyak 189. 2. menunjukkan peningkatan.555 37.go. Faktor-faktor lain yang menyebabkan bertambahnya pengangguran.902 37. 2. 1.837 2006 543.525.depkumham.

Dilihat dari kelayakan rumah. pemerintah masih bertanggungjawab terhadap pembangunan dan pemeliharaannya.004 2.545 24 6. 59 60 www. Sedangkan untuk pemenuhan kebutuhan perumahan bagi masyarakat menengah ke atas sudah dilakukan oleh pengembang swasta. Mayoritas penduduk yang beragama Islam. misalnya pembangunan jalan.1 Perumahan Untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.446 KK.532. Permasalahan pokok perumahan dan permukiman adalah kurang konsistennya pelaksanaan tata ruang.djpp.5 Agama Dilihat dari penduduknya.028. Urutan kedua adalah pemeluk agama Kristen sebesar 23. tahun 2006 menjadi 7.289 4.go. Penduduk menurut pemeluk agama berdasarkan hasil sensus penduduk terakhir menunjukkan bahwa penduduk Kabupaten Jepara mayoritas beragama Islam sebanyak 1.depkumham. salah satunya adalah perumahan yang mana Pemerintah Kabupaten Jepara perlu mengembangkan pola kemitraan dengan pihak pengembang perumahan untuk memenuhi kebutuhan perumahan bagi masyarakat menengah kebawah.028.2. Hal ini menunjukkan bahwa kehidupan religius mewarnai kehidupan masyarakat Jepara.256 pada tahun 2006. Kabupaten Jepara mempunyai penduduk yang heterogen dilihat dari agama dan keyakinan mereka. Beberapa masalah infrastruktur yang perlu mendapat perhatian antara lain meningkatnya permintaan perumahan. pada tahun 2004 sebanyak 830 unit dan pada tahun 2006 menjadi 1. Kristen 23. Konghucu 19 Sumber: Sistem Informasi Profil Daerah Kabupaten Jepara Tahun 2006 2.id .39 Jumlah Pemeluk Agama dan Tempat Ibadah No.289 orang dengan jumlah tempat ibadah sebanyak 4.667 11 4.256 Ha bertambah menjadi 22. Disamping itu masih banyak perumahan kumuh serta masih banyaknya bangunan yang menempati tanah negara.822 86 3. pertumbuhan rumah tidak sebanding dengan pertumbuhan penduduk.5. 2. Agama Pemeluk Tempat (orang) Ibadah 1.822 orang dengan tempat ibadah sebanyak 86 tempat ibadah.004 tempat ibadah.5 PRASARANA DAN SARANA DAERAH Pembangunan infrastruktur akan dihadapkan pada terbatasnya kemampuan pemerintah Kabupaten Jepara untuk menyediakannya. Katolik 1. dan keterbatasan kemampuan masyarakat.502 3 5.984 KK. Budha 7.4. diikuti dengan tumbuhnya pondok pesantren dari 154 pada tahun 2003 meningkat menjadi 196 pada tahun 2006. Perkembangan pembangunan di bidang spritual dapat dilihat dari banyaknya sarana peribadatan masing-masing agama. Sedangkan untuk masyarakat menengah kebawah melalui KPR/BTN. tahun 2002 jumlah KK berumah tak layak huni sebanyak 6. semakin keterbatasan lahan. air bersih dan listrik. Hindu 2. Pada sebagian infrastruktur. Luas kawasan permukiman pada tahun 2004 adalah 22. Tabel 2.528.301 unit. Islam 1. menurunnya pelayanan transportasi dan peningkatan permintaan tenaga listrik dan air bersih.

200 m2. Hal ini dikarenakan dalam kurun waktu lima tahun mendatang akan lebih banyak muncul pasar-pasar modern baru. 2. 5. apabila tahun 1995 seluas 6. belum optimalnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan maupun perawatan taman.264 titik atau rata-rata mengalami peningkatan sebesar 2. pasar grosir 1 buah dan mini market 18 buah. 2. Kondisi pasar tradisionil di Kabupaten Jepara masih didominasi oleh pasar tradisionil. hipermarket).41a Trayek dan Armada. 2002 6. terbatasnya titik penerangan jalan umum dan pemeliharaan oleh masyarakat. Angkota dan Angkudes Trayek No 1. Kondisi 2002 2003 2004 2005 2006 Angkota 12 13 13 14 15 Angkudes 18 19 21 30 32 Armada Angkota 195 207 207 214 223 Angkudes 263 214 308 397 419 Jumlah Angku Angkota des 30 456 32 421 34 515 44 611 47 642 Aspek lain yang sangat erat kaitannya dengan perumahan adalah aspek pertamanan dan penerangan Jalan.881 4. Tabel 2. Berdasar hal tersebut Sumber: Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara. Keluarga Berumah Tidak Tahun Layak 1. menyebabkan munculnya terminal-terminal bayangan.69% tiap tahun.5. 2006 seyogyanya di Kabupaten Jepara diperlukan suatu regulasi yang mengatur keberdaan pasar modern.40 Perkembangan Keluarga Berumah Tidak Layak No. pasar swalayan 1 buah.446 Sumber: Badan Kesbanglinmas Kabupaten Jepara. Jalan Provinsi dan Jalan Kabupaten atau lokal. Untuk trayek Angkota dan Angkudes cenderung mengalami peningkatan dan diharapkan pelayanan angkutan umum semakin optimal. Berdasar hal tersebut lima tahun kedepan perlu dipikirkan keberadaan terminal dan sub terminal baru di wilayah pengembangan.id . yang meliputi AKAP. mengalami peningkatan rata-rata sebesar 51. 2006* 7. 2. 4.095 3.156 m2. 2005 7. 3.3 Jaringan Transportasi Panjang jalan di Kabupaten Jepara sampai tahun 2006 cenderung tetap.go. 2003 7.5% per tahun. Penerangan jalan umum tersebar di seluruh wilayah.djpp.Tabel 2. 2004 7. tahun 1995 sebanyak 343 titik dan pada tahun 2005 sebanyak 1.depkumham. Perkembangan taman kota dilihat dari luasan taman mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Sedangkan transportasi darat dalam pelayanan transportasi khususnya pelayanan angkutan umum yang terdaftar di Kabupaten Jepara terdiri dari beberapa trayek. 61 62 www.5. Permasalahan pertamanan dan penerangan jalan adalah keterbatasan jumlah ruang terbuka di perkotaan. 2006 Pesatnya keramaian wilayah tertentu di Kabupaten Jepara akibat dari adanya proyek-proyek besar yang kontinuitasnya lama. AKDP maupun Angkutan Perkotaan (Angkota) dan Angkutan Pedesaan (Angkudes). Saat ini hampir diseluruh daerah mengalami hal yang sama.224 5. Dari panjang jalan tersebut terdiri dari Jjalan Negara.984 2. Klasifikasi tersebut sesuai dengan kewenangan penanganannya.2 Pasar Sarana perdagangan yang ada di Kabupaten Jepara pada tahun 2006 ditunjukkan berkut : pasar tradisionil 21 buah. dalam penanganan keberadaan pasar tradisionil yang mulai terdesak oleh pasar modern (supermarket. tahun 2005 sudah mencapai 38.

62 729.21 km. Kerikir 3. 5.69 728.30 570.90 87.850 ton.77 703.5. Tanah Jumlah Kondisi Jalan 1.801 2.21 28.41c Kunjungan Kapal dan Produksi Angkutan No. Permasalahan pokok air bersih adalah masih banyak penduduk atau rumah tangga yang belum Sumber: Sistem Informasi Profil Daerah Kabupaten Jepara.00 20. 1.589 ton.26 105.91 728. 2.62 810. penumpang 42.22 703.095 365 40. Volume air PDAM yang disalurkan juga mengalami peningkatan. Permasalahan klasik yang dihadapi berkaitan dengan air bersih adalah masih rendahnya kinerja pelayanan air bersih.68 km.78 35.152 2.577 pelanggan tahun 2006 (angka sementara).626 2. pada tahun 2006 jumlah kunjungan 63 64 www. Tabel 2.43 17. tahun 2001 sebanyak 11.40 129. Rusak Jumlah Sumber: Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara.85 810.547 203 33.328 orang dan barang 2. mengingat air bersih merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi masyarakat.68 7.619 274 39. Jumlah pelanggan PDAM mengalami peningkatan.4 Jaringan Air Bersih Kebutuhan air bersih pada masa mendatang harus menjadi perhatian Kabupaten Jepara. 3. menjadi 18. panjang jalan Kabupaten 703.983 m3 tahun 2006 (angka sementara) Data tersebut menunjukkan bahwa semakin lama tingkat kebutuhan akan air bersih dari PDAM semakin meningkat. 2.850 3.52 80. TAHUN 2002 2003 2004 2005 2006 KUNJUNGAN KAPAL 483 491 561 582 591 PRODUKSI ANGKUTAN Penumpang Barang Kendaraan (orang) (ton) R-2 R-4 33.05 623. menjadi 4. Tabel 2.118 pelanggan.68 km.3 703.328 2.00 17.69 574.16 5. sedang 74. 2006 Transportasi laut di Kabupaten Jepara ditunjang keberadaannya dengan adanya 2 pelabuhan laut (regional). Kondisi transportasi laut menunjukkan adanya peningkatan aktifitas pelayaran yang direpresentasikan pada tingkat kunjungan kapal serta produktifitas angkutan orang dan barang yang mengalami peningkatan. baik untuk keperluan rumah tangga ataupun non rumah tangga.85 km. Aspal 2.68 7.62 728.92 17.73 615. 2006 Permasalahan pokok transportasi dan telekomunikasi adalah masih banyak jalan dalam kondisi belum baik dan penurunan kualitas jalan.308 2. 2 pelabuhan penyeberangan (lokal).3 703. terbatasnya prasarana dan sarana perhubungan. diketahui jalan baik 623. barang 2.05 Kelas Jalan 1.43 17.62 702.id . Baik 2. penumpang 35. dan rusak 5.30 574.095 1. 4 pelabuhan khusus (nasional) dan 2 buah kapal penyeberangan.093.Kondisi prasarana jalan tahun 2001.31 km. Kondisi 2006 785.depkumham. 4. diketahui jalan baik 570. Sedang 3. yaitu belum meratanya sistem jaringan air bersih dan masih minimnya kapasitas air bersih. No. sedang 105.18 728.73 kapal menjadi 621.150 m3.803 2.26 km. tahun 2001 kunjungan kapal sebanyak 470.798 1.00 7.go.356.088 922 42.68 7.28 27. Pelabuhan Jepara sebagai bagian dari pelabuhan laut Indonesia dalam kerangka negara maritim merupakan garda depan yang harus dibenahi untuk meningkatkan pengelolaan potensi laut dan lingkungan sekitarnya. rusak 28.105 orang.52 km.00 7.91 728.41b Panjang dan Kondisi Jalan Tahun 2002 2003 2004 2005 675.28 27. tahun 2001 sebanyak 3.40 129. berdasarkan kondisi jalan.763 1.22 km.843 2.djpp. berdasarkan kondisi jalan.358 Ket. Pada tahun 2006 panjang jalan menjadi 703.

360.702 b.5. 5.000 12.660 8. Permasalahan persampahan adalah masih rendahnya cakupan pelayanan persampahan dan bertambahnya volume sampah yang didaur ulang serta belum optimalnya tingkat kesadaran masyarakat tentang kebersihan.749 3.725 12. perlu dukungan pengairan yang baik.5. tahun 2006 menjadi 713. Sekunder 827. irigasi sederhana Bangunan Air : 1.628 8. Hal inim menjadi tanggung jawab Pemerintah dan Pemerintah Daerah untuk menjamin hak setiap orang dalam mendapatkan air minum sebagai kebutuhan pokok minimal sehari-hari guna memenuhi kehidupan yang sehat dan bersih.3 m3. Fungsi irigasi sangat diperlukan mengingat untuk menunjang penyediaan bahan pangan.41 Luas Sawah. Tahun 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Sumber: Jepara Dalam Angka 2001-2005 2.855. 2.090 827.709 12.625 8.090 827.749 12. Primer 8.114.090 3.000 18. Jumlah sampah terangkut ke TPA tahun 2002 sebesar 165. Bronjong 114 114 127 137 137 c.090 827.000 No.depkumham.213 4.5 Jaringan Irigasi Lahan pertanian yang masih cukup luas di Kabupaten Jepara.mendapatkan air bersih.853 2. Bendung a.660 2.573. Bangunan Lainnya 480 487 495 495 495 Sungai 38 38 38 38 38 Sumber: Dinas PU.702 8. Permanen 260 260 260 260 260 b. baik sampah cair maupun sampah padat.577 5.597. 65 66 www. Rumpon 272 272 269 259 259 2.djpp.749 3.000 17. 3.391 2.go. Volume sampah padat tahun 2001 sebesar 175.5 m3.810 12.702 8.090 827.700 4. Saluran a. Jepara 2006 2. Tabel 2.702 8.067. 4. Irigasi Teknis 8.6 Persampahan Volume sampah.702 8. Tabel 2.id . dari tahun ke tahun mengalami kenaikan sejalan dengan makin bertambahnya aktivitas masyarakat. tahun 2006 menjadi 569.630 8.487 2. 1.118 3. Bangunan Air dan Sungai TAHUN Jenis Data 2001 2002 2003 2004 2005 Luas sawah irigasi : 1.05 m3.5 m3.853 2. Irigasi ½ teknis 12.000 15.000 14. 6.008 5.473 2.41 Banyaknya Pelanggan Air Bersih Jumlah Pelanggan Air yang Disalurkan (m3) 11.

3 4 4 Sumber: DKPPK Kabupaten Jepara.43 Banyaknya Pelanggan Listrik PLN Jumlah Daya Kwh No.605 4.id .428 239.go.879. 2003 82.847 138.3 3.653.260 182. 1. dengan memperhatikan prinsip demokrasi. berupa kewenangan yang lebih besar untuk mengelola pembangunan secara mandiri dan demokratis. Tahun Pelanggan Tersambung Terjual 1. Hal ini menandakan adanya pertambahan pemasangan. Adanya ketegasan fungsi dari kedua lembaga ini sangat bermanfaat bagi proses demokratisasi dalam penyelenggaraan sistem pemerintahan.701. pada pemerintahan daerah juga memberi penegasan fungsi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang merupakan badan legislatif daerah. 2.523.538 272.Tabel 2. keistimewaan dan kekhususan serta potensi dan keanekaragaman daerah dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. 67 68 www.05 502 569. 2006 92.6 PEMERINTAHAN UMUM Berlakunya otonomi daerah memberi peluang Kabupaten Jepara.744.443 4 2005 2006* 619.42 Perkembangan Persampahan No. 2004 85. sehingga check and balances dapat diterapkan menuju ke tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). pemerataan dan keadilan.318. baik bagi perumahan.5 713.5 165.580. 2006 2.457 137. 2005 88. 2002 121.7 Jaringan Listrik Kemajuan pembangunan segala bidang di Kabupaten Jepara. pemberdayaan dan peran serta masyarakat.6.838.315.5 1.1 Aparatur Pemerintahan Otonomi menuntut aparatur Pemerintah Daerah untuk lebih profesional dan mandiri dalam penyelenggaraan pemerintahan.162 Sumber: Jepara Dalam Angka 2002-2006 2.depkumham. 4.290 133.026 4 Tahun 2004 528 422. Kondisi Volume sampah/hari (m ) Sampah terangkut (m3) Daerah pelayanan (Ha) TPA (buah) 3 2002 175.124 2.670 5. Jangkauan pelayanan listrik hingga tahun 2006 telah mencakup 197 desa atau 100 persen wilayah telah terlayani. Dengan kata lain tujuan yang diharapkan dari pelaksanaan otonomi adalah mewujudkan Good Governance penyelenggaraan pemerintahan dengan tiga pilar utamanya yaitu demokratisasi. daerah diharapkan mampu meningkatkan daya saing.531.778 237. menuntut penyediaan kebutuhan listrik yang sangat besar.djpp.5 2. transparansi dan partisipasi yang bermuara pada perwujudan pelayanan masyarakat. perkantoran maupun industri.310 200.116 3. pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan.471. Lima tahun terakhir menunjukkan kebutuhan jaringan listrik bagi masyarakat Kabupaten Jepara meningkat tajam dari tahun ke tahun. 3. 2.143 3. Tujuan pemberian otonomi yang luas kepada daerah diarahkan untuk terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan. Selain aparatur Pemerintah Daerah (eksekutif). Disamping itu melalui pelaksanaan otonomi luas. Tabel 2.170 4 2003 205 185 2.5.139 150.

47 Capaian Pelayanan Perijinan NO 1. 2002 17 265 2.918 145 1. 7.go. Tabel berikut ini adalah produk Perda dan Perbup yang diterbitkan dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2005.44 Jumlah PNS dan Pegawai Non PNS Tahun No. 2005 9 16 165 2. 6.816 109 2. Kantor 3 5. dinamis.416 2. Berdasarkan hal tersebut pelayanan publik yang dilakukan harus dalam kerangka menuju kepuasan masyarakat.45 SOTK Pemerintah Kabupaten Jepara Perangkat No. Jumlah Daerah 1. 2005 69 70 www. 2006 2. serasi. Sedangkan Peraturan Bupati dua tahun terakhir menjukkan angka kenaikan.6. 5. PNS • Golongan IV 416 416 1.367 5.4 Pelayanan Publik Pembangunan daerah merupakan usaha mengembangkan dan memperkuat pemerintahan daerah dalam rangka makin mantapnya otonomi daerah yang nyata.2 Kelembagaan Sampai saat ini kelembagaan yang ada di Kabupaten Jepara masih mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2003.460 1.520 5. Pegawai Non PNS 16 29 1. 8. Badan 5 4. Dalam pelayanan publik ini harus disesuaikan dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang telah ditetapkan.Tabel 2.400 2.6. Setda dan Sekwan 2 2. 9. 3.id .depkumham. 2006 2. 2003 15 236 3. dan bertanggungjawab.574 5.djpp. Tabel 2.029 • Golongan I 439 439 179 2. 2004 12 173 4.540 5.895 2006 1. Dinas 13 3. Kecamatan 14 6. 2.221 • Golongan II 2. Data Pegawai 2002 2003 2004 1.147 Sumber: Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Jepara.313 1.596 2005 1.166 • Golongan III 5. URAIAN Ijin Gangguan / HO Surat Ijin Usaha Perdagangan Tanda Daftar Perusahaan IUI dan Perluasan Ijin Mendirikan Bangunan Ijin Reklame Ijin Usaha Angkutan Ijin Peruntukan Penggunaan Tanah Pemda Ijin Perubahan Tanah Pertanian Ke Non Pertanian 2003 545 570 284 124 342 588 83 0 3 Tahun 2004 605 745 752 292 670 205 107 102 7 2005 1198 1347 1351 339 1157 234 318 249 4 Sumber: Setda Bagian Hukum Pemkab Jepara. Kelurahan 11 7. 4.6. Tahun Perda Perbup SK Bup 1.46 Jumlah Produk Hukum Daerah No. Desa 183 Sumber: Setda Bagian Hukum Pemkab Jepara.3 Produk Hukum Daerah Program legislasi daerah yaitu peraturan daerah yang diterbitkan selama lima tahun menunjukkan angka yang fluktuatif tiap tahunnya. belum disesuaikan dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004. Tabel 2. dengan jumlah perangkat daerah sebagai berikut: Tabel 2.

6. Ijin Lokasi Ijin Usaha Pariwisata 8 37 2 8 5 4 Sumber: Kantor Yantap Kabupaten Jepara. sedangkan pada tahun 2005 dari 108 obyek pemeriksaan ditemukan 500 temuan.245 (2001) menjadi Rp. yang ditunjukkan 2. Permasalahannya adalah belum optimalnya pendataan dan pengelolaan aset daerah yang dilindungi dengan status hak kepemilikan yang sah. Uang negara yang berhasil diselamatkan kembali juga meningkat dari sejumlah Rp.510 Sumber: Bawasda Kabupaten Jepara. 2005 108 500 500 271.6. 19 bidang pada tahun 2004 dan 58 bidang pada tahun 2005. atau dengan tingkat partisipasi sebesar 76.520.109. Pemilu 1999 sebanyak 48 Parpol. 2002 144 650 650 109.depkumham.479 pada tahun 2006. sehingga secara keseluruhan aset yang berupa tanah dan bangunan yang telah bersertifikat baru mencapai 191 bidang.35%.510 (2005). Berdasarkan data diketahui bahwa situasi politik pada saat pemilu relatif aman terkendali.25 unit naik menjadi 7. 2004 144 437 441 318. Tabel 2. 130.415 orang.5 Pengawasan Jumlah temuan selama tahun 2001 sampai dengan 2005 terus menunjukkan peningkatan. yang kemudian berturut-turut sebanyak 11 bidang pada tahun 2001.049.093.43%. Sedangkan aset tidak bergerak pada tahun 2004 sebanyak 7. 23 bidang pada tahun 2003.6.49 Perkembangan Aset Bergerak dan Tidak Bergerak Tahun Jenis Data 2001 2002 2003 Roda 2 51 51 43 Roda 4 12 12 20 Meja 18 10 10 Kursi 18 10 10 Sertifikat tanah Pemda & Wakaf 11 57 23 2004 81 14 30 30 19 2005 50 11 79 80 58 Sumber: Bagian Umum dan Pemerintahan Setda Kabupaten Jepara. atau dengan tingkat partisipasi sebesar 94.7 Politik Kabupaten Jepara terkenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi keragaman.48 Perkembangan Pemeriksaan Fungsional Jenis Data No. untuk aset bergerak pada tahun 2004 sebanyak 6. Jumlah pemilih terdaftar tahun 1999 sebanyak 570.609 orang. Pada tahun 2001 dari 144 obyek pemeriksaan ditemukan 456 temuan. Tahun Obrik Tindak Setoran ke Temuan (LHP) Lanjut Negara 1.245 2. pada tahun 2004 jumlah pemilih terdaftar sebanyak 733. 4.854 orang. Permasalahan bidang pengawasan adalah meningkatnya jumlah temuan yang mengakibatkan kerugian pada negara.004. 3.250.6 Aset Daerah Pengelolaan aset atau barang daerah. 2. 2003 144 476 476 197. sedangkan jumlah pencoblos sebanyak 560. 2.109. Pemilu 2004 sebanyak 24 Parpol.115 4.252 3.945. 11. 71 72 www. 2006 Upaya pengamanan aset tidak bergerak yang berupa tanah baru mulai dilaksanakan pada tahun 2000 sebanyak 23 bidang tanah.020 orang sedangkan jumlah pencoblos sebanyak 537. kondisi ini berdampak pada terciptanya peluang setiap komponen masyarakat terlibat dalam penciptaan situasi dan kondisi yang kondusif.016 m² naik menjadi 8. 2006 Tabel 2.djpp. 5.id . Kondisi ini menunjukkan kinerja aparat pengawasan yang semakin meningkat seiring dengan upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN.go.139 5. Jumlah partai politik peserta Pemilu 1997 sebanyak 3 Parpol. 271. 2. 2001 144 456 456 130.089 unit pada tahun 2006. 57 bidang pada tahun 2002.10. 2005 No 1.093.

3. Permasalahan politik lokal adalah menurunnya tingkat partisipasi politik masyarakat. terutama menjelang pelaksanaan Pemilu ataupun Pilkada.6.788 (2005). tahun 2005 mencapai 5. 5. 4.9% per tahun. Belum optimalnya relevansi dan kualitas pelayanan pendidikan. Data. kurangnya kepedulian dan pemahaman pentingya arsip.463 buah. tahun 2005 menjadi 11 buah. masih rendahnya kesadaran hukum masyarakat. Masih rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan belum optimalnya peran BUMD. Teknologi informasi dan komunikasi internal Pemerintah Kabupaten Jepara yang telah digunakan adalah jaringan intranet maupun internet sebagai bagian dari pengembangan e-government yang menghubungkan semua unit pemerintah. dan belum optimalnya fungsi penegakan hukum. Belum mantapnya kondisi perekonomian daerah. tahun 1995 sebanyak 7. 7. 6. Cakupan infrastruktur Kabupaten yang masih terbatas. Masih kurangnya lapangan kerja dan masih banyaknya pengangguran. Kurang optimalnya kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. 73 74 www. 2. Jumlah media cetak yang beredar di Kabupaten Jepara tahun 2004 sebanyak 8 buah. Potensi sumberdaya alam dan kelautan belum dikelola secara optimal.8 Perpustakaan. Permasalahan ketertiban dan keamanan adalah adanya konflik akibat proses demokratisasi. 2. 5 buah. Jumlah anggota sebanyak 1.104 pada tahun 1999 meningkat menjadi 28.391 orang pada tahun 2005. 9.260 (2001) menjadi 39. Permasalahan terkait dengan perpustakaan. data. Informasi dan Komunikasi Jumlah koleksi buku di Perpustakaan Daerah pada tahun 2004 mencapai 3.7 ISU-ISU PEMBANGUNAN Gambaran umum atau potret kondisi daerah yang telah diuraikan sebelumnya. Masih tingginya penyandang masalah kesejahteraan sosial. Berdasarkan hal di atas isu-isu strategis pembangunan Kabupaten Jepara antara lain adalah : 1. jumlah pengunjung meningkat dari 22. sasaran dan program pembangunan Kabupaten Jepara juga harus menampung berbagai sasaran dalam Millenium Development Goals (MDGs) yang merupakan komitmen Pemerintah Indonesia pada dunia internasional.6. Jumlah media penyiaran (radio) cenderung tetap.422 buah. dijadikan dasar dalam mengidentifikasi isu-isu strategis pembangunan Kabupaten Jepara dalam menghadapi permasalahan dan tantangan pembangunan lima tahun ke depan. Belum terwujudnya tata kelola kepemerintahan yang baik (good governance) dan pemerintahan yang bersih (clean government). 10. informasi dan komunikasi adalah belum berkembangnya perpustakaan daerah. Jumlah pelanggaran ketertiban oleh Pedagang Kaki Lima.297 buah.dengan menurunnya partisipasi politik masyarakat pada Pemilu. 2. sasaran serta program dan kegiatan pembangunan yang akan digulirkan selama kurun waktu lima tahun mendatang. masih terbatasnya aplikasi sistem informasi dan komunikasi pada satuan kerja (terutama yang jauh lokasinya dari pusat kota).id .go.djpp.depkumham.427 pada tahun 2005. atau mengalami kenaikan rata-rata 8. Sehingga isu-isu pembangunan yang faktual tersebut akan menentukan agenda aktual kebijakan.9 Ketertiban dan Keamanan Jumlah konflik di masyarakat mengalami kenaikan pada tahun 2004. Sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 8. 2. Jumlah personil Hansip (Linmas) mengalami peningkatan. menjadi 7.300 orang. meningkat dari 170 kasus (2000) menjadi 450 kasus (2005). Masih rendahnya daya saing produk lokal dalam persaingan pasar nasional dan global. Jumlah arsip dinamis in-aktif tahun 2001 berjumlah 2.

sebagai berikut: “Terwujudnya Kabupaten Jepara sebagai daerah yang religius. Seperti moto Kabupaten Jepara yaitu “Trus Karya Tataning Bumi” yang artinya terus bekerja keras membangun daerah. demokratis dan sejahtera yang kelimanya tidak dapat dipisahkan serta merupakan rangkaian proses bersama yang bertumpu pada potensi budaya lokal. aman.depkumham. diharapkan visi Kabupaten Jepara sebagai pemicu bagi seluruh komponen masyarakat (stakeholders) untuk terus bekerja keras membangun daerah dalam rangka untuk mencapai visi yang dicita-citakan.1 VISI Berbekal pada potensi dan kondisi strategis yang dimiliki. Pemberdayaan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah belum optimal. 13. maka diwujudkan visi dan misi berbasis pada analisis lingkungan strategis dan isu-isu strategis. aman.11. maka Kabupaten Jepara menetapkan visi lima tahun kedepan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012. melalui peningkatan kualitas sumber daya yang terlayani oleh pemerintahan yang bersih” Secara komprehensif perwujudan visi tersebut menggambarkan harapan yang dicita-citakan kedepan oleh segenap komponen masyarakat Kabupaten Jepara yaitu menjadikan Jepara yang religius. 12.id . demokratis dan sejahtera dengan bertumpu pada potensi budaya lokal.djpp.go. melalui peningkatan kualitas 75 76 www. BAB III VISI DAN MISI Dalam rangka meningkatkan dan/atau mempertahankan kinerja pembangunan menghadapi perkembangan perubahan lingkungan strategis yang sangat dinamis serta faktor-faktor berpengaruh yang berubah dengan cepat dan sering tidak terduga. Belum optimalnya pengelolaan tata ruang dan lingkungan hidup. Belum optimalnya pengelolaan dan pemanfaatan potensi Kepulauan Karimunjawa. maju. maju. 3.

bermoral.go. dalam rangka untuk mendapatkan kesamaan persepsi tentang makna filosofisi visi di atas maka perlu dirumuskan pengertian dari beberapa kata kunci berikut ini. Misi pertama difokuskan pada peningkatan kualitas manusia yang agamis. sehingga perkembangan wilayah satu dengan lainnya tidak akan tertinggal. beretika dan berbudaya. Selanjutnya. Sejahtera. sumberdaya alam mapun sumber daya buatan) merupakan tuntutan dasar dalam mendukung pembangunan daerah.id . Kualitas sumberdaya. sehingga merasa nyaman untuk berusaha dan melakukan aktivitas. Pemerintahan yang bersih. Potensi budaya lokal. moral dan etika yang didukung oleh imtaq dan iptek. 2. Membangun ekonomi kerakyatan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya. dengan • • • • • Religius.2 MISI Selanjutnya visi tersebut dijabarkan dalam misi yang pada hakekatnya di arahkan untuk mendukung terwujudnya visi lima tahun kedepan. berbudaya serta mempunyai rasa toleransi antar dan intern umat beragama. suatu daerah yang didukung dengan tersedianya kebutuhan sarana prasarana dan utilitas yang memadai disemua wilayah. sehingga kehidupan dalam masyarakat terlihat tentram dan damai. yaitu: • • • haknya. kondisi dan sikap masyarakat yang menjunjung tinggi nilai agama. masyarakat memiliki landasan yang kokoh dan berorientasi pada kearifan lokal dalam pembangunan dan memiliki kebanggaan terhadap daerahnya. Mewujudkan masyarakat yang rukun dalam melaksanakan hak dan kewajibannya dengan nyaman.depkumham. Maju. Aman.sumber daya dan pemerintahan yang bersih. karena kita bersama-sama menyadari bahwa manusia merupakan faktor paling determinan bagi berhasil tidaknya proses pembangunan dilaksanakan. saling menghargai dan punya tanggung jawab sosial. kondisi sumber daya yang baik (sumberdaya manusia. bermoral. dengan tujuan agar tercipta kesinambungan arah pembangunan yang diinginkan. Mewujudkan masyarakat yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. saling menghargai dan punya tanggung jawab terhadap daerahnya. masyarakat dapat merasakan pelayanan dasar yang layak sesuai dengan kebutuhannya. serta dapat memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani dengan tetap mengedepankan kearifan budaya lokal dan dukungan kualitas sumber daya yang ada dalam kondisi pemerintahan yang bersih. Adanya pengertian tersebut diharapkan akan mendukung terselenggaranya kehidupan masyarakat Jepara yang lebih baik. 3. beretika. Misi yang dirumuskan untuk mengemban pencapaian visi selama lima tahun yang akan datang adalah sebagai berikut: 1. Misi kedua terfokus pada pelestarian kultur daerah yang selaras dalam menajalankan hak dan kewajiban. partisipatif dan akuntabel serta berorientasi pada kepuasan masyarakat. didukung suasana warga masyarakat yang dapat berekspresi menggunakan 77 78 www. Berdasar hal diatas visi tersebut mengandung filosofi bahwa Jepara merupakan daerah dengan masyarakat yang maju serta menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan supremasi hukum. 3. merupakan suasana yang kondusif dalam kehidupan masyarakat.djpp. ditunjukkan dengan penyelenggaraan yang transparan. Demokratis. masyarakat dapat berekspresi menggunakan haknya.

Sehingga potensi pertanian dan industri pengolahan merupakan sumber daya yang perlu dikelola secara berkesinambungan sebagai salah satu pilar kesejahteraan masyarakat. untuk itu perlu didukung susana wilayah yang kondusif. Ketertiban dan keamanan lingkungan masyarakat merupakan prasyarat bagi terciptanya suasana tersebut. 4. Oleh karenanya antar anggota masyarakat saling menghargai satu sama lain dan tidak mengedepankan kepentingannya sendiri. pendidikan. pelayanan kesehatan dan penanganan kesejahteraan sangat penting dilakukan.Misi ketiga merupakan salah satu upaya untuk meningkatan kesejahteraan dengan jalan meningkatkan pendapatan masyarakat.go.djpp. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan pelayanan. kolusi dan nepotisme (KKN) untuk menciptakan good governance dan clean government. karena SDM merupakan modal dasar pembangunan yang harus terus menerus ditingkatkan kualitasnya. Meningkatkan kualitas sumber daya aparatur melalui profesionalisme aparatur yang bebas korupsi.depkumham. Untuk itu perbaikan penyelenggaraan pendidikan. Menciptakan iklim yang kondusif bagi berkembangnya demokratisasi dalam kehidupan bermasyarakat. Misi keenam difokuskan pada optimalisasi pelaksanaan otonomi ditujukan untuk mewujudkan good governance dan clean government melalui pemberdayaan aparatur pemerintah. 79 80 www. 6. derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. dengan lebih memberi kemudahan dan layanan yang memadai untuk mendapatkannya. penciptaan pemerintahan yang demokratis. Misi keempat difokuskan pada ketetapan menjadikan Jepara sebagai hunian yang nyaman. Misi kelima adalah merupakan tugas luhur dan mulia untuk menyiapkan generasi mendatang yang lebih baik. aspiratif dan partisipatif serta selalu menerapkan prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik dengan dukungan masyarakat.id . Untuk itu upaya pengembangan ekonomi yang berbasis kerakyatan harus dijaga karena telah terbukti bahwa hanya perekonomian yang berbasis kerakyatan yang mampu tetap eksis walau diterjang badai krisis. 5.

1. 2.djpp. Bina Manusia pada strategi penguatan masyarakat dan strategi pengembangan sumber daya manusia.id .1. 3. 4. Strategi pertumbuhan dilakukan dengan memfasilitasi dan mendorong masyarakat dan dunia usaha dalam setiap usaha dengan harapan dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi secara luas. Bina Lingkungan pada strategi optimalisasi aparatur dan strategi dinamika yang terkendali.depkumham.1. menciptakan lapangan kerja dan kesempatan berusaha pada bidang-bidang yang menjadi unggulan daerah.1. maka perlu dirumuskan strategi yang dapat mendukung kebijakan dan sasaran pembangunan yang akan dicapai. maka strategi pembangunan daerah yang dilakukan terwujud dalam konsep “Tri Bina” yang terdiri dari: 1. 81 82 www. 4. Bina Usaha pada strategi pertumbuhan.3 Strategi Dinamika Yang Terkendali Strategi ini digunakan untuk mendukung pelaksanaan misi keempat.go. 4. sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perwujudan perekonomian daerah yang kuat dan berkeadilan. 4. serta mendorong kemampuan Strategi ini untuk mendukung misi kelima. kesejahteraan dan lingkungan dapat berlangsung secara sinergis dan kokoh. dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat.BAB IV STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH 4. sehingga merupakan pondasi yang kokoh bagi program pembangunan Kabupaten Jepara ditengah terpaan perubahan yang akan terjadi lima tahun kedepan. budaya dan agama.2 Strategi Pertumbuhan Usaha Strategi pertumbuhan digunakan untuk melaksanakan misi ketiga.1 Strategi Penguatan Masyarakat masyarakat dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat yang heterogen. Konsep “Tri Bina” juga mampu menggambarkan hubungan sinergis diantara pemangku kepentingan pembangunan. Dengan kelima strategi pembangunan daerah berikut ini diharapkan akan tercipta keterpaduan antara membangun manusia. Dinamika yang terkendali dimaksudkan agar terdapat ruang yang cukup bagi tumbuh dan berkembangnya dinamika pembangunan dari dan oleh berbagai elemen masyarakat dalam kerangka hukum. Memperhatikan pada keenam misi yang ada.1 STRATEGI PEMBANGUNAN KABUPATEN JEPARA Dalam rangka pencapaian visi dan misi jangka menengah Kabupaten Jepara.4 Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia Strategi ini digunakan untuk mendukung misi pertama dan kedua. Peningkatan kualitas dan pemberdayaan sumber daya manusia dimaksudkan untuk mewujudkan pemberdayaan sumber daya manusia sesuai peran dan fungsinya dalam kelompok masyarakat dan lembaga pemerintah melalui perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan kesehatan terutama bagi masyarakat miskin serta kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraannya. Strategi ini bertujuan memantapkan kehidupan beragama melalui pengembangan kegiatan kehidupan beragama dan peningkatan kerukunan beragama.

7. 5. maka diperlukan faktor-faktor kunci dan asumsi keberhasilan pembangunan. Semakin jelasnya pembagian kewenangan penggalian sumbersumber pendapatan daerah dan komitmen pada pembangunan perekonomian daerah. Strategi ini untuk melaksanakan misi keenam. khusunya kelompok yang kurang beruntung. kesehatan.5 Strategi Optimalisasi Aparatur 9. Adanya pemanfaatan dan pemeliharaan kondisi sumber daya alam dan kelautan secara bertanggung jawab. Semakin baiknya kondisi pertumbuhan makro dan mikro ekonomi daerah. Faktor-faktor kunci dan asumsi keberhasilan pembangunan tersebut adalah: 1. terkait kebijakan hingga operasional dalam pengembangan Kepulauan Karimunjawa. dan akuntabilitas aparatur penyelenggara pemerintahan. Adanya situasi dan kondisi daerah yang kondusif bagi pelaksanaan pembangunan. Adanya perangkat hukum dan upaya hukum yang tegas dibidang tata ruang dan lingkungan hidup. Konsistensi komitmen dalam prioritas peningkatan pembangunan pendidikan.depkumham. serta untuk mewujudkan good governance. Adanya dukungan dan komitmen utuh segenap stakeholders. 4. Meningkatnya responsivitas.4. 6. Strategi ini menonjolkan peran SDM aparatur pemerintah pada percepatan pencapaian tujuan penyelenggaraan pemerintahan pada setiap fungsi sesuai kewenangan daerah dalam upaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan untuk antisipasi terhadap perkembangan lingkungan global. 4.go. 8.1. 10. 3. Adanya konsistensi kebijakan pemerintah yang berpihak pada masyarakat. 2.djpp. Terbangunnya jejaring pengembangan dan ekspansi produk lokal pada pasar global.2 FAKTOR-FAKTOR KUNCI DAN ASUMSI KEBERHASILAN Dalam rangka menunjang perwujudan visi dan misi serta melaksanakan strategi pembangunan Kabupaten Jepara. fasilitas umum dan kebutuhan pelayanan dasar lainnya.id . responsibilitas. 83 84 www.

. sumber dan penggunaan pembiayaan untuk periode lima tahun kedepan. agar tercipta stabilitas ekonomi dan daerah.tahun 2003 naik menjadi Rp.005. 374.120. Kebijakan yang secara nyata akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kebijakan yang ditujukan untuk mengatasi masalah mendesak dan diperlukan oleh masyarakat luas secara langsung. yaitu: 1.id .39% dari tahun sebelumnya (2005). maka Kabupaten Jepara lima tahun 85 86 www.1 ARAH PENGELOLAAN PENDAPATAN DAERAH Dalam struktur anggaran pada pemerintah daerah terdapat tiga pos Pendapatan daerah yang merupakan sumber keuangan daerah.go. Dari proyeksi APBD tersebut. Kebijakan yang berhubungan dengan tumpuan hajat hidup sebagian besar masyarakat. 5. Kebijakan yang secara nyata dapat meningkatkan mutu sumber daya manusia. yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah.pada tahun 2006 atau mengalami kenaikan sebesar 14. 3. Kebijakan yang dapat mendorong penyerapan tenaga kerja setempat. Kebijakan yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi. 558. belanja daerah dan pembiayaan. Kebijakan keuangan daerah untuk RPJMD berlandaskan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah yang pelaksanaannya berpedoman kepada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Kebijakan yang dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat. Sebagai gambaran perkembangan sumber daya keuangan daerah yang direpresentasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menunjukkan bahwa selama empat tahun terakhir telah terjadi peningkatan yang signifikan terhadap kemampuan APBD Kabupaten Jepara dari sebesar Rp. 1. Untuk menyelenggarakan otonomi daerah yang nyata. Sehingga perlu ditetapkan faktor-faktor yang mendasari dalam menentukan kebijakan keuangan daerah. Berdasarkan regulasi tersebut dokumen RPJMD memuat kebijakan pendapatan daerah. Namun umumnya sebagian besar pemerintah daerah di Indonesia dari sisi pendapatannya.depkumham. serta disertai proyeksi pendapatan daerah. alokasi belanja daerah. Dana Perimbangan dan Pendapatan Lain-lain yang Sah. 2. 6. Proyeksi APBD Kabupaten Jepara 2007-2012 menunjukkan bahwa APBD Kabupaten Jepara tahun 2012 akan menjadi sebesar Rp.385.djpp.129. Berdasarkan hal tersebut di atas maka prospek ekonomi Kabupaten Jepara dalam kurun waktu lima tahun kedepan diprediksi mengalami perkembangan yang cukup cerah dan signifikan. masih besar ketergantungannya terhadap dana perimbangan dari Pemerintah Pusat. luas dan bertanggungjawab Kabupaten Jepara memiliki kewenangan dan harus mempunyai kemampuan untuk menggali sumber keuangan sendiri yang didukung oleh perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah.000. Dalam rangka memperkuat pelaksanaan otonomi daerah. hal tersebut tentu akan berpengaruh juga pada kemampuan pembiayaan pembangunan daerah.BAB V ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH 4.000.025 trilyun. 7. agar pembiayaan pembangunan daerah dapat dilaksanakan secara optimal maka diperlukan suatu arah kebijakan keuangan yang tepat. 5.

561 54. 1.703.660. Rp. Perkembangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jepara selama empat tahun terakhir dari tahun 2003 hingga tahun 2006 menunjukkan angka yang fluktuatif.152.704 372.649.512.266. Sedangkan dilihat dari kontribusinya terhadap APBD selama empat tahun terakhir.589 248.499. Tahun 2003 2004 2005 2006 Rp.512.074.884 10. 4.212.662 11.702.408. selanjutnya diikuti oleh Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan Provinsi. Rp.176.000.880 308.542 16.355 Sumber: APBD Kabupaten Jepara 2003-2006 288.220.000 6.id .000 16.167.000. maka ratio kemandirian keuangan daerah masih rendah atau rerata per tahun baru menyumbang 12.968.745.296.354.239.884 50. Rp.297 8. Salah satu yang dapat dijadikan ciri kemampuan daerah adalah melalui perkembangan PAD dalam struktur APBD.060. Untuk dapat merealisasikan penerimaan daerah tersebut dalam rangka kemandirian keuangan daerah.689.824 47.973.445 milyar.766. 3.431. yang mana untuk menggali potensi pendapatan harus dilakukan secara sistematis dan terarah.869 50.025.295 508.907.425 26.335. Dengan harapan secara bertahap daerah dapat meningkatkan kemampuan kemandirian keuangan daerah dalam memenuhi pembiayaan pembangunan.740.544 12.745.824 8. Rp.120.391. Pelaksanaan pendapatan daerah selama ini diperoleh baik dari kewenangan yang dimiliki daerah sebagai kewenangan daerah otonom untuk mengelola Pendapatan Asli Daerah maupun kewenangan lain yang bersumber dari ketentuan perundangundangan yang berlaku untuk membiayai penyelenggaraan pembangunan daerah.740.316.000.234.470.21%.946.000 258.275.000 14.777 0 17.000 41.886.659. namun dari 2004 sampai 2006 mengalami kenaikan rata-rata sebesar 5.kedepan akan berupaya untuk menggali potensi pendapatan daerah tanpa harus membebani masyarakat.175.000 26.depkumham.000.000 392.545.000 410.705.237.000 19.110.639.000 403.502.063 27.000.782 24.597.000 12.851 411.000.237.683.366 21.950.710 23.455 1.964.680 11.167.129 milyar dan diprediksi tahun 2012 mengalami peningkatan menjadi sebesar Rp.049.682.000.924.785.649.149.021 trilyun.242.000. 1.djpp.356.000 17.757.597.751 37.936.000.450.34% 12.000 558.741 2.340.000.222.019.587 20. 31.493 9.931.470.871.594. Tabel 5.954.080.586.000.110.196.318 47.657.000.2 Persentase PAD terhadap APBD No. APBD 374.500.061.05%.377 31.266. Perkembangan yang telah dicapai empat tahun terkahir masih didominasi oleh dana perimbangan terhadap total penerimaan.447. 558.391.957 562.954.209 798.37% 9. Komponen yang terbesar adalah Dana Alokasi Umum (DAU).545.69% PENDAPATAN 10 Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Bagian Laba Perusahaan Milik Daerah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah 20 Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak / Bagi Hasil Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan dari Propinsi 30 Lain-lain Pendapatan Yang Sah Bantuan Dana Kontinjensi / Penyeimbang dari Pemerintah Dana Darurat JUMLAH PENDAPATAN 53. 2.196.248.445. Sedangkan komponen terbesar dari PAD diperoleh dari retribusi daerah sebesar Rp.212.000 1.837. 87 88 www.967 347. Oleh karena itu perlu adanya upaya penggalian pendapatan dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki seoptimal mungkin.1 Realisasi Pendapatan Kabupaten Jepara NO 1 URAIAN 2003 2004 2005 2006 Kemampuan kemandirian keuangan daerah merupakan faktor yang esensial dalam mengukur tingkat kemampuan daerah pada pelaksanaan otonomi.680 % PAD/APBD 14.615 17.000 30.046 Sumber: APBD Kabupaten Jepara 2003-2006 Perkembangan keseluruhan sumber pendapatan Pemerintah Kabupaten Jepara pada tahun 2006 sebesar Rp.500.872. Rp.000 276.04% 12.352.000 Rp.190. maka kedepan harus direncanakan dengan akurat model intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah dan retribusi daerah serta lain-lain pendapatan yang sah sesuai dengan potensi pungutan.265 23.260.558 11.234.832.675 877.129.579. Perbandingan tahun 2003 dengan 2004 mengalami penurunan. Tabel 5. PAD 53. Rp.689.go.692.539.000 0 0 0 0 0 359.662 54.

000 34.982.322 Sumber: APBD Kabupaten Jepara 2003-2006.010 40.999 1.703.708.397 23.595 1.782.134.477 104.763 3.370 6.042.011.530 25.051.372.735 11.258.539.575 4.213.892.100.522.981.353 47.536.500.472.896.499.876 244.522.400 42.699 21.4 Realisasi Belanja Kabupaten Jepara URAIAN 2003 100.701 7.906.784 9.935.692.070. Rp.327.456.354 55.556.247.471.548 17.955 21.538 1.379.988.841.563.947.738. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2004 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dinyatakan bahwa setiap jenis belanja yang dianggarkan harus memperhatikan keterkaitan pendanaan dengan keluaran dan hasil yang diharapkan dari program dan kegiatan yang dianggarkan.484.720 7.125.015 47.158.079.210 1.000 943.076.194 146.232.182.258.962.722.818.id .570 1.436.838 2.513 2005 2006 Tahun 2007 2008 2009 2010 2011 2012 Rp.664 892.978.150.496.344.062.926. Proyeksi 657.000 2 BELANJA APARATUR DA ERAH 01 Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Belanja Pemeliharaan 02 Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang / jasa Belanja Perjalanan Belanja Pemeliharaan 03 Belanja modal 123.830 385.611.990.628.000.920.581.950.800.605.805.262.425.564 598.200.069.769.611.198 2.601.114.041 93.874.250 463.247.868.614.877.690 55.933.451.940.335 1.733.785.600 521.548 45.968.233.351 2004 118.416 34.715.390.859 13.265.500 0 0 269.846.767.349 132.102.181.915 16.040 7.096.974.816 172.880.765.297.006 4.877.052.793 76.872.611 3.391 25.348 39.819.770 401.850.010.Tabel 5.600.00 539.115.408.720.071 266.344.000 1.416.079.514.637.208.555.369.665.720.465 2.943.280.765.300 5.516.570 2.440 1.747.365.965 19.811.324.447 10.458.110 495.648.598 47.go.847.544. Rp.354.800 382.844.805.269.527.393 26.975.529 134.895.405 16.062.233 1.400. Diolah 27.082.106.091.768.925.211.282 32.300.760.000 3.260 3.580 3.774.266.484.519 Sumber: APBD Kabupaten Jepara 2003-2006 Anggaran Belanja Kabupaten Jepara selama empat tahun terakhir yaitu tahun 2003 hingga 2006 mengalami kenaikan.535.021.987.957.476 69.850.398.266.685.149.149 14.158.368.387 68. efektifitas.060 175.100 2.375.179.589.259 145.140.456.351.126.847.469.734.888. Rp. Belanja daerah terdiri dari belanja aparatur daerah dan belanja pelayanan publik.106.893 11.320 7.642 149.687.001 14.728 2.594 7.200 4.830.737.376.970. sehingga alokasinya diarahkan guna meningkatkan efisiensi. dan proporsionalitas.646.370.855.198.042 7.033.617.590 19.553.825 3.000 12. dimana dari sisi Belanja Daerah telah menunjukkan peranan yang cukup 89 90 www.643.006. Rp. Rp.679.283 10.842.196.364.047.586 49.2 ARAH PENGELOLAAN BELANJA DAERAH Belanja daerah merupakan pengeluaran untuk kebutuhan dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan dan kepentingan pelaksanaan pembangunan daerah.681.220.546.849 16.903.990 157.214.923 147.117.458.djpp.122.278 16.536.000 707. berdasarkan tujuan dan sasaran pembangunan yang ditetapkan.077 1.222.091.109 35.277.500 653.depkumham.453. 04 Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan 05 Belanja Tak Tersangka PELAYA NAN PUBLIK 01 Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang / Jasa Belanja Perjalanan Belanja Pemeliharaan 02 Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang / Jasa Belanja Perjalanan Belanja Pemeliharaan 03 Belanja Modal 04 Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan 05 Belanja Tak Tersangka JUMLA BELANJA H 9.183.527.468 301.310 9.547.623.195.000 786.494 57.938.249 0.256.788.127.068.000 864.547.770 5.000 370.716 30.070 5.759 65.269.3 Proyeksi Pendapatan Kabupaten Jepara NO Tabel 5.866.423. termasuk efisiensi dalam pencapaian keluaran dan hasil tersebut.977 277.720.050 3.00 80.887.071.539 3.000 0 7.619.049.030.166.966.

Menyediakan sarana dan prasarana bagi pemungut penerimaan daerah yang bersifat mobilitas maupun pemberian operasional bagi penerimaan pendapatan.322 Rp.000.851 2005 Rp.go. 2.704 2004 Rp.861. Tabel 5. 370.026.015.770 Rp.175.030.id .527.771.306. Meningkatkan kualitas pelayanan publik pada bidang-bidang yang berhubungan dengan penerimaan daerah.720 milyar pada tahun 2006.411.820.447.500.700. 539.692.6 Proyeksi Belanja Kabupaten Jepara Tahun Proyeksi 2007 Rp.438.400.23%. 4.djpp.232. Pada tahun 2003 total belanja daerah Kabupaten Jepara sebesar Rp.000 2008 Rp.401.344 milyar naik menjadi Rp. serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengelola 91 92 www.519 Rp.376. Pembiayaan terdiri dari pembiayaan penerimaan dan pembiayaan pengeluaran. Meningkatkan penyuluhan pada masyarakat untuk kesadaran membayar pajak dan retribusi daerah.140.600. Pembiayaan penerimaan merupakan alokasi anggaran yang dilakukan untuk menguatkan struktur pendapatan.47%.563. 3.berarti terhadap pembiayaan pembangunan.330.046 Sumber: Dispenda Kabupaten Jepara Tahun 2006 No 1.334. Diolah yang mendesak.706.539.679. Mengoptimalisasikan sumber-sumber pendapatan daerah – khususnya sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah – melalui optimalisasi pendataan dan penerimaan wajib pajak dan restribusi daerah sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.871.562.000 Sumber: APBD Kabupaten Jepara 2003-2006. 1.359. maka diakumulasikan dalam pembiayaan. sedangkan pembiayaan pengeluaran dilakukan sebagai konsekuensi kebutuhan Secara umum kebijakan keuangan daerah diarahkan pada peningkatkan kapasitas dan kemandirian kemampuan keuangan daerah disertai dengan efisiensi anggaran yang ditujukan bagi pembiayaan pembangunan.000 2010 Rp.290.015 trilyun pada tahun 2012.385.depkumham.784.000 2012 Rp. diperlukan langkah-langkah dan arah kebijakan keuangan daerah berikut: 1.372.7 Belanja dan Pendapatan Kabupaten Jepara Tahun Belanja Pendapatan 2002 Rp. Tabel 5.000 2011 Rp.278.938.357.335 Rp. Berdasarkan realisasi belanja.408 2003 Rp. Belanja daerah Kabupaten Jepara selama empat tahun terakhir mengalami kenaikan rata-rata 14. 3.000 2009 Rp.1. diperkirakan belanja daerah pada tahun 2011 akan meningkat dari Rp. 2.830 Rp. 4. 5.720 milyar (tahun 2006) menjadi Rp. Namun kenaikan belanja daerah pada tahun terakhir naik sangat besar yaitu sekitar 30. 539.720.234.502.644. menunjukan bahwa belanja daerah lebih besar dari pendapatan daerah. Untuk meningkatkan sumber penerimaan daerah. Dimana kebijakan umum anggaran yang diambil tetap mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.213. 5.387.3 KEBIJAKAN UMUM ANGGARAN Berdasar pendapatan daerah dan belanja daerah selama empat tahun terakhir (2003-2006).957 2006 Rp.049.328.300.370. Untuk menutup defisit anggaran yaitu selisih antara pendapatan dan belanja yang terdiri dari penerimaan dan pengeluaran.

maka untuk meningkatkan penerimaan daerah dapat dilakukan dengan meningkatkan dana perimbangan. 2. Melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan yang 93 94 www. Selain melalui optimalisasi penerimaan pendapatan. 6. dekonsentrasi dan tugas pembangunan yang diatur dengan sistem perimbangan keuangan antara pusat dan daerah mendapatkan pembagian dana perimbangan. terutama yang terkait dengan atau dalam rangka optimalisasi pendapatan daerah.djpp. Berlakunya Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah.id . pelayanan umum dan daya saing daerah. Sehingga memberikan hasil yang baik dan biaya rendah. Undang-undang tersebut pada prinsipnya untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan sumber daya keuangan daerah dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah. Seiring dengan peningkatan pembangunan tersebut. Untuk itu kebijakan yang dilakukan untuk meningkatkan dana perimbangan antara lain melalui: 1. efektif dan berkesinambungan. Melakukan upaya koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk untuk lebih mengoptimalkan pendapatan daerah yang bersumber dari APBN dan APBD Provinsi Jawa Tengah guna peningkatan pembangunan sarana prasarana perekonomian dan pelayanan publik. penerimaan daerah. Peninjauan kembali berbagai kebijakan Pemerintah Kabupaten Jepara. Penataan performance budget melalui penataan sistem penyusunan dan pengelolaan anggaran daerah yang berorientasi pada pencapaian hasil atau kinerja secara efisiensi. maka pemerintah daerah berdasarkan asas desentralisasi. bersumber dari Bagi Hasil Pajak untuk mendukung pendapatan yang bersumber dari dana perimbangan daerah. membawa perubahan yang mendasar dalam pengelolaan keuangan daerah.depkumham.go. dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.5.

dan meningkatnya penangatan mitigasi bencana alam sesuai dengan kondisi Kabupaten Jepara. Tahapan lima tahun pertama akan lebih difokuskan pada penataan dan pembangunan sistem. sehat. maka pada tahapan lima tahun pertama (2005-2009) dalam kerangka pembangunan jangka panjang ini diarahkan untuk melanjutkan derap langkah pembangunan yang sudah senafas dengan tuntutan peningkatan kinerja penyelenggaraan 95 96 www. dan wanita. Beberapa kebijakan pembangunan pada tahap pertama yang dapat dijadikan acuan adalah sebagai berikut.djpp. sehat dan religius melalui pembangunan multi sektor yang bermuara pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Jepara.go. meningkatnya etos kerja. pelayanan dan pemberdayaan di segala bidang. didukung dengan sektor lain yang berdayasaing tinggi akan diupayakan pencapaiannya pada tahapan lima tahun pertama dengan fokus pada peningkatan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana ekonomi daerah yang diharapkan akan meningkatkan iklim kondusif dalam berusaha yang akan berdampak pada peningkatan kinerja ekonomi makro daerah dan penguatan kapasitas keuangan daerah. maka dirumuskan kebijakan pembangunan sebagai dasar penetapan pokokpokok pikiran. Sesuai dengan strategi dan dengan tetap mengacu kepada visi Kabupaten Jepara. meningkatnya etika dan moralitas. TAHAPAN PERTAMA RPJPD KABUPATEN JEPARA (2005-2009) Memperhatikan kinerja pelaksanaan pembangunan tahapan lima tahun sebelumnya. Kebijakan umum pembangunan jangka menengah Kabupaten Jepara akan menentukan agenda. pemerintahan. menurunnya bias gender. regulasi. Acuan pertama adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berilmu (cerdas). berdaya beli). yang ditandai dengan meningkatnya kualitas sumber daya manusia yang menangani bidang pendidikan (tenaga pendidik dan non pendidik). meningkatnya keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan toleransi antar umat beragama. seperti berikut: 1. Kebijakan pembangunan daerah juga mengandung arti sebagai operasionalisasi dari visi dan misi daerah untuk jangka waktu tertentu. meningkatnya kinerja pengendalian jumlah dan laju pertumbuhan penduduk. Lima tahun pertama pembangunan ekonomi jangka panjang akan semakin menunjukkan pergeseran dalam sektor basis ekonomi daerah.depkumham. berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. meningkatnya kesejahteraan dan perlindungan terhadap anak. Hal itu sebagai suatu upaya untuk melanjutkan dan mempertajam penyelesaian masalah-masalah mendesak.id . Dengan demikian kebijakan pembangunan lima tahun kedepan disesuaikan dengan Tahapan Pertama RPJPD (Tahun 2005-2009) dan Tahapan Kedua RPJPD (Tahun 2010-2014). sekaligus sebagai upaya pencapaian pembangunan yang diharapkan. tetap merujuk pada RPJPD Kabupaten Jepara Tahun 2005-2025. Oleh karenanya kebijakan pembangunan Kabupaten Jepara pada RPJMD periode Tahun 2007-2012. Sehingga dalam pelaksanaan pembangunan daerah terdapat kesatuan arah yang jelas terhadap pemecahan masalah yang dihadapi oleh daerah sesuai dinamika masyarakat yang berkembang. pertanian dan pariwisata. tujuan dan sasaran program pembangunan lima tahun kedepan. remaja. Acuan kedua adalah peningkatan ekonomi masyarakat dan daerah berbasis pada industri. Oleh karena itu target yang diharapkan antara lain meningkatnya kualitas pelayanan dasar yang berdampak pada meningkatnya indeks pembangunan manusia (berilmu. kebijakan dan peraturan sebagai basis bagi pembangunan tahapan lima tahun berikutnya.BAB VI KEBIJAKAN UMUM DAERAH pembangunan.

kawasan Kepulauan Karimunjawa). berbasis pada budaya bahari dan pesisir akan semakin relevan. menurunnya indeks kriminalitas. Acuan kelima yaitu pengembangan kehidupan sosial budaya dalam rangka mendukung terciptanya kondisi daerah yang tertib. pemerintahan. bahkan mampu untuk membangun embrio pagi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Acuan keenam yaitu meningkatan kualitas lingkungan hidup didukung dengan pengelolaan tata ruang dan sumber daya alam secara berkesinambungan. dan lain-lain. demokratis. peningkatan kesadaran lingkungan hidup. dan kebijakan tentang keruangan dan lingkungan hidup maka diharapkan akan membawa efek pada semakin membaiknya pengelolaan sumber daya alam dan mutu lingkungan hidup. dan tegaknya hukum. meningkatnya demokratisasi lokal. pemanfaatan dan pengembangan tata ruang dan lingkungan hidup.go. 97 98 www. regulasi. Muara dari upaya pemberantasan KKN adalah terciptanya kinerja pelayanan publik yang semakin prima. Arahan kebijakannya merupakan langkah-langkah untuk lebih memantapkan penataan kembali Kabupaten Jepara di segala urusan yang menjadi kewenangan daerah.depkumham. yang pada akhirnya akan berdampak pada kepatuhan pada hukum sehingga persatuan dan kesatuan tetap dapat terjaga dengan baik. pada tahapan lima tahun pertama akan ditekankan pada peningkatan komitmen dan tindakan pengurangan korupsi. pemerintahan dan pelayanan publik. Kabupaten Jepara yang tertib.industri-pertanian (agro industri) akan semakin meningkat peranannya dalam perekonomian daerah. pemerintahan dan pelayanan publik. Dengan adanya pemantapan dalam aspek perencanaan. dan tegaknya supremasi hukum untuk menopang (menjadi basis) kelancaran pelaksanaan pembangunan. maka kebijakan pembangunannya juga harus memperhatikan tahapan kedua RPJPD. penguatan ketertiban dan keamanan daerah. pencemaran lingkungan menurun. yang hanya bisa terwujud apabila disertai dengan langkah-langkah penataan kebijakan keruangan dan kewilayahan yang konsisten dan terpadu. Peningkatan dan rehabilitasi sarana dan prasarana kewilayahan harus menjadi prioritas daerah dan mendapat dukungan atau peran serta swasta. kolusi dan nepotisme (KKN) dalam penyelenggaraan pembangunan. kelistrikan. yang kesemuanya mendukung percepatan terwujudnya tata kepemerintahan yang baik. misalnya kebersihan. peningkatan konsistensi peruntukan lahan.id . transportasi. aman dan damai ditandai dengan menurunnya tingkat kerawanan daerah. TAHAPAN KEDUA RPJPD JEPARA (2010-2014) Berdasar periode waktu RPJMD Kabupaten Jepara dari 2005 sampai 2012. Acuan keempat adalah peningkatan prasarana dan sarana yang menunjang pengembangan kawasan (wilayah) berbasis pada kemampuan dan potensi lokal yang akan diprioritaskan pada peningkatan dan pemeliharaan (rehabilitasi) sarana dan prasarana wilayah (terutama di kawasan pedesaan. penerangan jalan. Acuan ketiga adalah pengembangan tata pemerintahan yang baik didukung dengan kompetensi dan profesionalitas aparatur dalam pelaksanaan pembangunan. menurunnya tingkat konflik. 2. yang akan ditekankan pada langkahlangkah pemantapan dalam perencanaan pengelolaan. aman. disamping tepat eksisnya industri pengolahan sebagai icon Kabupaten Jepara. Upaya pelestarian dan pengembangan kekayaan budaya. ketepatan penanganan penambangan. air bersih. Kondisi pertumbuhan perekonomian Jepara yang semakin baik diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jepara yang akan ditandai dengan menurunnya angka pengangguran dan jumlah penduduk miskin. dan kondusif yang akan diprioritaskan pada langkah-langkah pemantapan situasi dan kondisi politik lokal yang kondusif. Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi kesenjangan desa-kota. dan pelayanan publik. telekomunikasi. konsistensi regulasi daerah-pusat. pertamanan.djpp. perumahan.

pembinaan dan pengembangan kelembagaan ekonomi lokal sehingga mampu berperilaku dan berkinerja global. transparan. yang pada tahapan lima tahunan kedua difokuskan pada optimalisasi (bila perlu maksimalisasi) upaya pemerataan memperoleh pendidikan sampai jenjang SMA/Sederajat bagi penduduk Kabupaten Jepara. penyediaan dan penyelenggaraan lembaga pendidikan. 99 100 www. tingkat pengangguran turun). Sehingga mendukung penyediaan dan penyelenggaraan pelayanan publik yang semakin berkualitas. angka kemiskinan turun.id . misalnya melalui penyediaan biaya pendidikan (bea siswa. pertanian dan pariwisata). pertanian dan pariwisata. air bersih.djpp. dan lain-lain). didukung dengan disediakannya berbagai prasarana dan sarana pelaksanaan tugas/pekerjaan yang memadai. yaitu peningkatan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia aparatur yang handal untuk memenuhi tuntutan birokrasi masa depan. dan sebagainya. Pengembangan sektor basis akan bermuara pada dimilikinya daya saing yang tinggi pada tingkat nasional dan internasional dari produk-produk unggulan dan andalan Kabupaten Jepara. bahkan bila perlu diperkuat dengan kontrak pelayanan (citizen’s charter) dan pelayanan yang bersertifikat ISO. status gizi naik). Harapan masyarakat akan ditegakkannya pemberantasan KKN dalam lingkungan birokrasi semakin kuat. Daya saing akan dapat meningkat bila didukung oleh sumber daya manusia yang handal dan dimanfaatkaannya teknologi produksi yang tepat guna sehingga dapat memberikan daya guna dan hasil guna yang tinggi. pengembangan jaringan infrastruktur transportasi dan telekomunikasi yang memadai. Capaian lain yang diharapkan adalah peningkatan kesejahteraan rakyat (pendapatan per kapita naik. perdagangan. Selain itu perlu ditekankannya peningkatan kualitas dan kuantitas perumahan dan permukiman yang layak dan sehat. yang berasal dari sektor industri. didukung dengan sektor lain yang berdayasaing tinggi. kesenjangan kesejahteraan turun). Selanjutnya akan diikuti dengan langkah prioritas kedua. peningkatan derajat kesehatan (usia harapan hidup naik. remaja dan wanita (kesetaraan gender naik.depkumham. perlindungan anak naik. Setelah pada tahapan pertama difokuskan untuk mengembangkan prasarana dan sarana ekonomi. didukung dengan adanya standar pelayanan minimum di semua tingkatan pemerintah.Acuan pertama yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berilmu (cerdas). misalnya prasarana dan sarana transportasi.go. untuk tahapan lima tahun kedua diprioritaskan pada pembangunan sarana dan prasarana penunjang pembangunan kawasan. laju pertumbuhan penduduk terkendali. lebih murah. Langkah ini harus disertai dengan meningkatnya komitmen tiga pilar pendidikan – pemerintah. Acuan ketiga yaitu pengembangan tata pemerintahan yang baik didukung dengan kompetensi dan profesionalitas aparatur dalam pelaksanaan pembangunan. dan akuntabel. pariwisata atau perpaduannya. Pelaksanaan misi keempat ini. penerangan jalan. diharapkan pada pembangunan lima tahunan pertama fokus ini sudah mampu memberikan hasil yang cukup signifikan. maka pada tahapan pembangunan lima tahunan kedua diprioritaskan pada penanganan yang lebih konkrit dan optimal terhadap pembangunan dan pengembangan sektor basis Jepara (industri. Jumlah penduduk akan terus meningkat maka harus disertai dengan penyediaan fasilitas perumahan dan permukiman. kelistrikan. sekolah dan masyarakat – untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan. sehat dan religius. pertanian. Acuan kedua yaitu peningkatan ekonomi masyarakat dan daerah berbasis pada industri. peningkatan kesejahteraan anak. cepat. dan lain-lain. dan peningkatan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. pemerintahan dan pelayanan publik. dilengkapi dengan sarana prasarana pendukungnya yang memadai. BOS. telekomunikasi. Acuan keempat yaitu peningkatan prasarana dan sarana yang menunjang pengembangan kawasan (wilayah) berbasis pada kemampuan dan potensi lokal.

Tingkat kebutuhan. karena kurang beruntung dalam persaingan diberbagai bidang yang semakin ketat/keras. jika tak dipenuhi akan mengakibatkan munculnya masalah lain. 2. kehidupan demokratisai lokal semakin terwujud ditandai kuatnya peran masyarakat sipil. Dampak pada lingkungan. demokratis.Acuan kelima yaitu pengembangan kehidupan sosial budaya dalam rangka mendukung terciptanya kondisi daerah yang tertib. 3. kebutuhan tersebut kebermanfaatannya tinggi dan menyangkut hajat hidup orang banyak. kebutuhan tersebut mendesak atau tak dapat ditunda dan apabila tidak segera ditangani akan mengganggu aktivitas warga masyarakat. oleh karena itu kebijakan pembangunan daerah yang kemudian dijabarkan lebih lanjut dalam rencana strategis. dan lembaga kemasyarakatan. terutama kemampuan keuangan daerah. aman. Pembangunan Kabupaten Jepara periode tahun 2007-2012 diarahkan pada pembangunan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Sejalan dengan itu. 4. Melihat kondisi kamtibmas Kabupaten Jepara semakin kondusif. dan pemberian pelayanan yang langsung dapat bermanfaat bagi masyarakat. akan dilaksanakan dengan prioritas pada penanganan aktivitas terkait dengan lingkungan hidup dan tata ruang. harus seoptimal mungkin memperhatikan empat hal berikut: 1. Acuan keenam yaitu meningkatan kualitas lingkungan hidup didukung dengan pengelolaan tata ruang dan sumber daya alam secara berkesinambungan. didukung dengan komitmen segenap pemangku kepentingan dan profesionalitas aparatur penegak hukum daerah. serta kelanjutan penataan sistem hukum daerah. partai politik. khususnya bioenergi.djpp. serta pengembangan investasi sarana-prasarana ekonomi yang akan berfungsi sebagai penggerak roda perekonomian daerah. tenaga angin. tercapainya konsolidasi penegakan supremasi hukum dan penegakan hak asasi manusia. pemulihan kepercayaan masyarakat. dan regulasi tata ruang dan lingkungan hidup. Kebermanfaatan.depkumham. Fenomena ini menjadi prioritas penanganan pada tahapan ini. pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian fungsi lingkungan hidup makin berkembang melalui penguatan kelembagaan dan peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat yang ditandai dengan berkembangnya proses rehabilitasi dan konservasi sumber daya alam dan lingkungan hidup. Sedangkan pada sisi pertambangan dan energi akan diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan. dan tenaga surya untuk kelistrikan. Kondisi itu didukung dengan meningkatnya kualitas perencanaan tata ruang serta konsistensi pemanfaatan ruang dengan mengintegrasikannya ke dalam dokumen perencanaan pembangunan terkait dan penegakan peraturan dalam rangka pengendalian pemanfaatan ruang. kalau tidak segera diatasi akan mengakibatkan dampak yang mempengaruhi lingkungan sekitarnya. dan kondusif. Dalam kerangka pencapaian pembangunan yang berkelanjutan. sehingga mampu mendorong dan mewujudkan percepatan peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat. Dalam rangka pencapaian visi Kabupaten Jepara ”Terwujudnya Kabupaten Jepara sebagai daerah yang 101 102 www. dalam rangka memacu percepatan pembangunan daerah. Langkah ini perlu dioptimalkan setelah pada tahap pertama ditekankan pada aspek perencanaan dan perumusan kebijakan. kemampuan sumberdaya yang tersedia dalam jumlah yang cukup. Kondisi itu sejalan dengan meningkatnya kesadaran dan penegakan hukum. Pada tahapan pembangunan lima tahunan kedua diprediksi akan semakin meningkat jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Untuk mewujudkannya diperlukan serangkaian kebijakan yang dapat mendorong dan mengembangkan potensi daerah.id . tenaga air. Adanya arahan pembangunan pada RPJPD dan memperhatikan evaluasi pembangunan lima tahun sebelumnya serta melihat kondisi kebutuhan kedepan. Dukungan sumber daya.go.

bermoral. berbudaya serta mempunyai rasa toleransi antar dan intern umat beragama. fungsi Pendidikan. Untuk fungsi Pendidikan terkait dengan pembentukan sumber daya manusia yang beretika dan berbudaya dijangkau melalui pengembangan pendidikan keagamaan secara integratif antar pemerintah Daerah dan Pusat. perluasan informasi atas kinerja pemerintah. serta adanya sistem penegakan hukum dan hak asasi manusia (HAM) yang berkeadilan. namun dalam fokus arahan kebijakan yang berbeda dengan misi pertama.id . Misi Ketiga: Membangun ekonomi kerakyatan dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya. maka kebijakan umum dikelompokkan menurut fungsifungsi pemerintahan yang dirinci menjadi kebijakan umum fungsi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pelaksanaan misi Kabupaten Jepara tersebut. aman. fungsi Pariwisata dan Budaya.religius. Misi Ketiga ini terkait dengan tiga fungsi pemerintahan berikut Fungsi Ekonomi. Sehingga perlu dipahami bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu output penting dalam suatu proses perencanaan pembangunan. karena itu pembangunan yang dilaksanakan senantiasa menempatkan manusia sebagai titik sentral. dan fungsi Perlindungan Sosial. peningkatan bantuan perawatan tempat atau rumah ibadah. Untuk fungsi Ketertiban dan Keamanan kebijakannya diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berbasis religius. Arah kebijakan umum dalam kerangka pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan Kabupaten Jepara tahun 2007-2012 adalah sebagai berikut: 1. maju. Fungsi Lingkungan Hidup serta Fungsi Pariwisata dan 3. Kebijakan tersebut untuk membentuk kekuatan rakyat dan bela negara demi menjaga ketertiban dan keamanan. Misi Kedua ini terkait dengan pelaksanaan fungsi Pelayanan Umum dan fungsi Ketertiban dan Ketentraman. peningkatan kegiatan keagamaan. Misi Pertama ini terkait dengan empat fungsi pemerintahan. pengadaan even kesenian dan kebudayaan. untuk mendukung suasana kehidupan berpolitik yang demokratis. Kebijakan pada fungsi ini diarahkan pada upaya-upaya peningkatan kesadaran hukum pada masyarakat. Untuk Fungsi Perlindungan Sosial kebijakan yang ada diarahkan pada peningkatan kehidupan dan kerukunan antar umat beragama agar mampu memberikan peningkatan kualitas dalam sumber dayan manusia dibidang moral dan etika. pembinaan kelompok kesenian. Fungsi Pelayanan Umum diarahkan pada peningkatan keadilan (persamaan hak dan kewajiban) diantara penduduk dalam memperoleh pelayanan publik. serta memelihara kelestarian kearifan budaya lokal. Fungsi Ketertiban dan Keamanan.depkumham. 103 104 www. sehingga masyarakat akan mendapatkan hak dan memenuhi kewajiban sesuai dengan kapasitasnya. Misi Kedua: Mewujudkan masyarakat yang rukun dalam melaksanakan hak dan kewajibannya dengan nyaman. Beberapa langkah yang dapat dilakukan seperti pembinaan kerukunan antar umat beragama. melalui peningkatan kualitas sumber daya yang terlayani oleh pemerintahan yang bersih”.djpp. dengan jalan mewujudkan pemerataan dan meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.go. dan sosialisasi produk-produk hukum daerah. yaitu fungsi Ketertiban dan Keamanan. Langkah yang dapat dilakukan adalah melalui peningkatan bantuan terhadap pendidikan keagamaan. Untuk fungsi Pariwisata dan Budaya diarahkan pada kebijakan untuk mengendalikan pengaruh negatif dari budaya luar dalam rangka lebih meningkatkan kepedulian dan perhatian atas pembinaan dan pelestarian nilai-nilai budaya bangsa dan daerah melalui berbagai upaya pengelolaan kekayaan budaya lokal. beretika. 2. demokratis dan sejahtera dengan bertumpu pada potensi budaya lokal. Misi Pertama: Mewujudkan masyarakat yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

5. Pada fungsi Ekonomi. Misi keempat berkenaan dengan Fungsi Ketertiban dan Keamanan dan Fungsi Perlindungan Sosial. utamanya bagi penduduk miskin. Fungsi Perlindungan Sosial diarahkan khusus terhadap peningkatan peran serta perempuan dalam pembangunan. keadilan dan responsibel.djpp. derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. dimana salah satunya adalah dalam politik dan demokrasi. fungsi Kesehatan. sehingga sumber daya yang ada dapat dipertahankan keberadaannya. Fokus kebijakan pada misi ini adalah memobilisasi sumberdaya untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan pendidikan. 4. Sehubungan dengan hal tersebut maka pelaku ekonomi kerakyatan mendapatkan prioritas untuk berperan aktif dalam pembangunan ekonomi. Misi Keenam: Meningkatkan kualitas sumber daya aparatur melalui profesionalisme aparatur yang bebas KKN untuk menciptakan good governance dan clean government. Pada fungsi Pendidikan kebijakannya diarahkan pada perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan bagi seluruh masyarakat dengan sasaran meningkatnya derajat pendidikan masyarakat. Berdasar misi kelima ini berkaitan dengan beberapa fungsi yaitu fungsi Pendidikan.id . Bersinggungan dengan fungsi ini adalah fungsi Perumahan dan Fasilitas Umum. Misi keenam ini berkenaan dengan fungsi Pelayanan Umum. pangan dan papan yang diperlukan. 6. kebijakannya diarahkan pada penyediaan perumahan layak bagi keluarga kurang mampu. 105 106 www.Budaya.go. maka peluang hidup layak akan dapat tercapai. Sehingga setiap orang memperoleh peluang seluas-luasnya untuk berpendidikan dan berketerampilan.depkumham. Untuk fungsi Lingkungan Hidup terkait misi ini kebijakannya diarahkan pada meningkatkan potensi sumber daya lokal dan menjaga kelestarian sumber daya produksi secara berkelanjutan. Hal ini terus dikembangkan untuk menjaga kondisi daerah agar tetap kondusif. Misi Kelima: Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan pelayanan pendidikan. Kemudian fungsi Kesehatan kebijakannya diarahkan pada peningkatan aksesibilitas pelayanan kesehatan dengan sasaran meningkatnya derajat kesehatan masyarakat. Kebijakannya diarahkan pada penciptaan penyelenggaraan pemerintahan yang akuntabel. Sedangkan pada fungsi Pariwisata dan Budaya. serta mempunyai kebutuhan sandang. utamanya bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial. Sedangkan fungsi Perlindungan Sosial kebijakannya diarahkan pada pemenuhan hak-hak masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup. sehingga setiap aspek pembangunan tidak mengabaikan keadilan dan pemenuhan hak dasar politik dan sosial rakyat. transparan. Fungsi Ketertiban dan Keamanan diarahkan pada pengakuan akan hak dasar rakyat dalam pembangunan. untuk mendukung misi ini kebijakannya diarahkan pada pengembangan usaha andalan berdasarkan potensi lokal untuk mengurangi disparitas kesejahteraan antar wilayah. membuka ruang partisipasi. sehingga menjadikan kualitas pelayanan umum kepada masyarakat menjadi optimal. Diharapkan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. fungsi Perlindungan Sosial dan fungsi Perumahan dan Fasilitas Umum. kebijakannya diarahkan pada upaya-upaya pengembangan dan peningkatan obyek wisata dan budaya dengan melibatkan para pelaku usaha dan masyarakat. sehingga pariwisata dapat menjadi pendorong roda perekonomian daerah. Misi Keempat: Menciptakan iklim yang kondusif bagi berkembangnya demokratisasi dalam kehidupan bermasyarakat. hidup sehat dan panjang umur. terutama untuk penuntasan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun serta meningkatkan kompetensi tenaga pendidik melalui kerjasama dengan berbagai pihak. kesehatan dan perlindungan sosial serta penyediaan perumahan layak.

Peningkatan pengembangan pendidikan melalui program BERMUTU (Better Education Through Reformed Management and Universal Teacher Up-grading). dan lain-lain. ukiran.Hal tersebut sebagai langkah antisipasi tingginya penyalahgunaan kewenangan dan penyimpangan. Revitalisasi sektor pertanian dengan menciptakan agrobisnis dan agroindustri. agar dapat memberikan kontribusi yang cukup bagi peningkatan PAD. belum memadainya sistem kelembagaan dan ketatalaksanaan pemerintahan. 18. seperti kerajinan. Peningkatan efisiensi anggaran dalam penggunaan dan pengelolaan keuangan daerah. 6. melalui pembangunan rumah susun. 12. mengubah pola budaya tangkap potensi kelautan menjadi pola budi daya dan jasa. 19. Peningkatan kualitas pelayanan publik disertai dengan peningkatan kesejahteraan PNS dan Perangkat Desa. Pemeliharaan konservasi lahan melalui penghijauan pada daerah pegunungan dan lahan kritis untuk mengurangi resiko bencana alam. Penurunan angka konflik horisontal dan vertikal. Peningkatan pengelolaan tata ruang sesuai dengan regulasi yang berlaku – berbasis Sub Wilayah Pembangunan (SWP) – dimana akan ditekankan pada pengembangan SWP 3 sebagai pusat pertumbuhan baru yang berbasis kawasan industri strategis. pengembangan wisata dan budaya. Pengembangan Jepara The World Carving Centre – saat ini Kabupaten Jepara telah mengekspor produk berbahan baku kayu sampai ke 84 negara – sebagai pusat pengolahan dan 8. untuk menjaga dan memelihara suasana kondusif. harus didukung oleh program-program yang direncanakan lima tahun kedepan. 11. maka disusun sasaran pembangunan yang ingin dicapai dalam lima tahun kedepan. 15. 13. pengembangan bandara.djpp. Peningkatan kinerja investasi. guna mendukung penyerapan tenaga kerja dan mengurangi kemiskinan. sebagai pusat pertumbuhan baru.depkumham. meubel. serta banyaknya peraturan perundangundangan yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan keadaan dan tuntutan pembangunan. melalui pelestarian lingkungan hidup dan SDA.go. Sehingga sasaran-sasaran yang ingin dicapai ini. Pengembangan kawasan utara untuk industri strategis. 10. terutama untuk kelompok masyarakat miskin. 4. 3. Peningkatan pemberdayaan masyarakat melalui optimalisasi penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD). 14. serta bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. termasuk pemberantasan buta aksara. 2. 107 108 www. Peningkatan kuantitas dan kualitas prasarana dan sarana (infrastruktur) untuk pertumbuhan perekonomian daerah dan peningkatan pelayanan publik. Peningkatan pengembangan Kepulauan Karimunjawa.id . Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Tujuannya adalah agar sasaran pembangunan tersebut dapat mendorong terwujudnya visi dan misi. Sasaran dari kebijakan umum tersebut meliputi: 1. Peningkatan perumahan dan permukiman masyarakat pantai pesisir. 17. dan lain-lain. 5. 7. Peningkatan pengembangan sumber energi alternatif. Peningkatan Wajar Dikdas 9 Tahun. Peningkatan peran BUMD. rendahnya kesejahteraan PNS. Peningkatan aplikasi Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) bagi kerajinan lokal. 9. Berpijak pada kebijakan umum yang telah ditetapkan pada tiap misi dan dengan memperhatikan kondisi daerah serta aspirasi masyarakat. perdagangan produk berbahan baku kayu. 16. rendahnya kinerja sumberdaya aparatur.

1. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Pendidikan. beretika. berbudaya serta mempunyai rasa toleransi antar dan intern umat beragama. beserta matrik program dan kegiatan selama tahun 2007-2012. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Sosial. terutama yang terkait dengan kewenangan/urusan pemerintah daerah. dan keuangan daerah.id .1. Kemudian sesuai regulasi tersebut pada program dan kegiatan juga diurai dalam program dan kegiatan yang ada pada setiap SKPD serta program dan kegiatan pada urusan wajib dan urusan pilihan. penyusunan program dan kegiatan RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 harus mengacu pada visi. program dan kegiatan dikelompokan untuk mendukung misi. diperlukan penentuan prioritas untuk mangatasi keterbatasan sumber daya. Dalam penjabarannya. bermoral. sasaran dan kebijakan masingmasing urusan. organisasi perangkat daerah. misi.djpp. tenaga maupun waktu yang dimiliki.1 MISI PERTAMA: Mewujudkan masyarakat yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu. yang diperkuat dengan berbagai regulasi operasionalisasinya. Namun dikarenakan keterbatasan sumber daya yang dimiliki. 2) Pariwisata dan Budaya. 7.1. 7.go. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri yang terkait dengan aspek agama. 109 110 www. maka Pemerintah Kabupaten Jepara menyusun rangkaian program dan kegiatan pembangunan dalam RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 20072012 yang senafas dengan regulasi tersebut. misi dan kebijakan yang telah ditetapkan. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi pertama dilakukan melalui beberapa rumpun fungsi. dan 4) Perlindungan Sosial. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Kebudayaan. 3) Pendidikan. Pada RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012. yaitu: 1) Ketertiban dan Keamanan. Mendasari hal tersebut program dan kegiatan yang disusun adalah untuk mendukung komponen-komponen pelayanan dan tingkat pencapaian yang diharapkan pada setiap urusan pemerintah daerah selama lima tahun. termasuk kinerja pembangunan yang telah dicapai dalam lima tahun sebelumnya. Dalam penyusunan program dan kegiatan dilakukan dengan memperhatikan aspirasi masyarakat dan mempertimbangkan kondisi serta kemampuan daerah. maka semua kebutuhan pembangunan tidak dapat dipenuhi. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri. Pada sisi lain. merupakan langkah pilihan indikatif yang telah disesuaikan dengan potensi daerah dan masalah yang dihadapi. Pada tiap urusan tersebut akan disampaikan permasalahan. baik dana.1 Fungsi Ketertiban dan Keamanan Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Masalah.1 7. komponen visi.BAB VII PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH Berdasarkan pada regulasi otonomi daerah yang bersumber pada Undang-Undang 32 Tahun 2004 dan Undang-Undang 33 Tahun 2004. dan kebijakan tersebut harus dikaitkan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. dan pada setiap misi diurai dalam kelompok fungsi beserta urusan yang menjadi kewenangan daerah yang menyertainya. Sehingga berbagai program dan kegiatan yang dirumuskan baik program dan kegiatan tahunan maupun lima tahunan.depkumham.

Banyaknya pengaruh negatif yang ditimbulkan oleh budaya dari luar.1.3. termasuk pembinaan terhadap kelompok kesenian dan budaya. serta tumbuhnya penyakit masyarakat. Peningkatan pembinaan dan pelestarian nilai-nilai luhur budaya bangsa (daerah). etika. Kebijakan urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri diarahkan pada: 1.1. Mencegah penggunaan dan peredaran narkoba dan miras.depkumham. 2. Masih terbatasnya pengembangan pendidikan keagamaan yang integratif antar instansi pemerintah di tingkat pendidikan dasar dan menengah. 2. Meningkatkan pengamalan nilai-nilai agamis dalam kehidupan masyarakat. Program pembangunan urusan Kebudayaan adalah: Program pengelolaan kekayaan budaya. Kebijakan. Program pengembangan wawasan kebangsaan. Meningkatnya pembinaan pendidikan dibidang keagamaan. termasuk dalam toleransi dan kerukunan dalam kehidupan beragama. Besarnya tantangan terhadap peningkatan rasa solidaritas dan ikatan sosial masyarakat. termasuk dalam kehidupan beragama. Mencegah berkembangnya penyakit masyarakat. Kebijakan: Kebijakan urusan Pendidikan diarahkan pada: Peningkatan pembinaan pendidikan dibidang keagamaan. Sasaran. 2. Program urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1.id . Masalah urusan Pendidikan yang terkait dengan pelaksanaan misi pertama. 2. Fungsi Pendidikan Urusan Pendidikan 1. Terbinanya berbagai kelompok kesenian dan budaya lokal.go. adalah: 1. Meningkatnya pembinaan dan pelestarian nilai-nilai luhur budaya bangsa (daerah). 1. Program. Meningkatnya rasa nasionalisme di kalangan masyarakat. Program pelayanan bantuan terhadap pendidikan keagamaan. Kebijakan. 7. 2. Program peningkatan pemberantasan penyakit masyarakat (pekat). Permasalahan pokok urusan kebudayaan yang terkait dengan misi pertama adalah: 1. Program.2 7. 7.1. Kebijakan yang dirumuskan bagi pembangunan Kebudayaan antara lain: 1. Banyak kesenian dan budaya daerah yang belum dioptimalkan sebagai sarana memupuk nilai-nilai budaya bangsa.1 Fungsi Pariwisata dan Budaya Urusan Kebudayaan Sasaran.djpp. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri adalah: 1.2. Semakin merebaknya penyakit masyarakat. Beberapa sasaran dalam pembangunan kebudayaan antara lain: 1. 111 112 www. 2. Masalah.1 Masalah. Sasaran. dan budaya adalah: 1. Program: Program yang ditetapkan dalam rangka pelaksanaan urusan Pendidikan adalah: 1.1.moral.3 7. Sasaran pembangunan pada urusan Pendidikan yang terkait dengan pelaksanaan misi pertama adalah: 1.

Masih terbatasnya jumlah kegiatan keagamaan. yaitu: 1) Pelayanan Umum.1 Fungsi Perlindungan Sosial Urusan Sosial 7. Terselenggaranya kegiatan keagamaan.1. Beberapa sasaran yang akan dicapai terkait dengan pelaksanaan misi pertama untuk urusan sosial adalah: 1. Masih banyaknya tempat atau rumah ibadah yang perlu mendapatkan perawatan. Masih terbatasnya akses informasi publik terhadap kegiatan dan kinerja pemerintahan daerah. 2.1 7.7.1. 2. yang terdiri atas dua buah urusan yaitu: a) urusan Pemerintahan Umum dan b) urusan Komunikasi dan Informasi.2 MISI KEDUA: Mewujudkan masyarakat yang rukun dalam melaksanakan hak dan kewajibannya dengan nyaman. dan 2) Ketertiban dan Keamanan.2.djpp. Program penataan peraturan perundang-undangan.depkumham. Peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi.id .4 7. Masalah. Kebijakan urusan Pemerintahan Umum diarahkan pada beberapa hal: 1. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pemerintahan Umum adalah: 1. Peningkatan pemahaman masyarakat atas produk hukum. Meningkatnya kualitas pelayanan publik. Program peningkatan kehidupan sosial keagamaan. 2. Program yang ditetapkan untuk pelaksanaan misi pertama yang terkait dengan urusan sosial adalah: 1. Masih terbatasnya pemahaman masyarakat atas produk-produk hukum daerah. Masih terjadinya ketimpangan dalam pemberian pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah. Program urusan Pemerintahan Umum dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Kebijakan. 3. 2.2. 2. Program. Program pelayanan mekanisme penanaman modal. Meningkatnya kuantitas dan kualitas tempat atau rumah ibadah.1 Fungsi Pelayanan Umum Urusan Pemerintahan Umum Masalah. 113 114 www. terutama pada dimensi keadilan dan persamaan dalam pelayanan publik. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Komunikasi dan Informasi adalah: 1.4. Kebijakan. Kebijakan yang dicanangkan untuk pelaksanaan misi pertama terkait dengan urusan sosial adalah: 1. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi kedua dilakukan melalui beberapa rumpun fungsi. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pemerintahan Umum terkait dengan pelaksanaan misi kedua adalah: 1. Peningkatan kerukunan dalam pelaksanaan kehidupan beragama. Tersosilisasikannya berbagai produk hukum daerah. 2.2 Urusan Informasi dan Komunikasi yang 7.go.1. Program. Program peningkatan kualitas pelayanan publik. Meningkatnya alokasi bantuan untuk perawatan tempat atau rumah ibadah. Masalah dalam urusan sosial yang terkait dengan pelaksanaan misi pertama adalah: 1. Sasaran. 7. Sasaran. 2.1. Masalah.2.

aplikasi dan internet di lingkungan pemerintah daerah. 5. informasi dan media massa.2. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri adalah: 1. Terpantaunya dan tertanganinya korban bencana alam. Meningkatnya arus komunikasi yang baik antara masyarakat yang membutukan informasi dan media yang memberitakan.depkumham. 3. 3. 2. Masih terbatasnya kapasitas SDM yang membidangi dan menjalankan urusan komunikasi dan informasi. Kebijakan urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri diarahkan pada : 1. Kebijakan. Masih perlu ditingkatkannya kemampuan pencegahan dan penanganan bencana alam. 5. Program pengembangan komunikasi. Terbatasnya jaringan sarana dan prasarana informasi dan komunikasi internal dan eksternal pemerintah daerah. 2. 7. Meningkatnya rasa nasionalisme di kalangan masyarakat. Mencegah terjadinya konflik sosial baik horisontal maupun vertikal. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Komunikasi dan Informasi adalah: 1. Kebijakan. 4.2. Program peningkatan kualitas pelayanan informasi. Penyediaan media untuk promosi dan komunikasi.1 Fungsi Ketertiban dan Keamanan Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Sasaran. Meningkatnya peran serta masyarakat didalam membangkitkan komunikasi sebagai wahana saling memberikan informasi bagi pemerintah daerah.djpp. 3. Peningkatan sarana prasarana jaringan dan sumber informasi daerah. 2. 4.id . Meningkatkan perlindungan dan keamanan lingkungan. Meningkatkan kapasitas SDM yang membidangi dan menjalankan urusan komunikasi dan informasi. 4. Program. Program urusan Komunikasi dan Informasi yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1.2 7. Semakin lunturnya rasa kesetiakawanan masyarakat dalam sendi-sendi kehidupan. Masih kurang optimalnya kesadaran masyarakat dalam melaksanakan kewajibannya. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri adalah: 1. 115 116 www.2. 2. Kebijakan urusan Komunikasi dan Informasi diarahkan pada: 1. 4. Sasaran. 7.2. 3. 6. Meningkatnya akses informasi yang valid bagi masyarakat. Meningkatnya partisipasi masyarakat terhadap perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah lewat media massa. Masalah. Tersedianya layanan informasi cepat dan akurat berbasis jaringan komputer. Meningkatnya kreativitas dan peran serta masyarakat dalam membina lingkungan dengan peningkatan wawasan kebangsaan yang baik. Peningkatan serta pemberdayaan yang membidangi komunikasi dan informasi. Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap undang-undang bidang politik. Peningkatan penyediaan dan penguasaan teknologi di bidang komputer dan jaringan.go. 3. Meningkatnya pemahaman tentang kehidupan berpolitik yang benar di lingkungan masyarakat. Meningkatkan pengendalian keamanan dan ketertiban lingkungan. 2.

Program. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi ketiga dilakukan melalui beberapa rumpun fungsi. Kebijakan. 2. 4. Program peningkatan pelayanan angkutan. 3.2.3. yang terdiri atas beberapa urusan yaitu a) Perhubungan. c) Koperasi dan UKM.1 Fungsi Ekonomi Urusan Perhubungan Program. yaitu: 1) Ekonomi. 2. 2.djpp.depkumham. yaitu: a) Pariwisata. 2. 7. prasarana serta fasilitas perhubungan yang berbasis pada pelayanan masyarakat. Terlaksanya pembangunan unit uji kelayaikan kendaraan bermotor.2 Urusan Tenaga Kerja Masalah.go. Masih kurangnya sarana. 117 118 www. 2) Lingkungan Hidup. h) Energi dan Sumber Daya Mineral. aman dan lancar. 4. 2. Sasaran. f) Pertanian. Belum tersedianya peta jaringan transportasi dan tatanan transportasi lokal. Program urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program kemitraan pengembangan wawasan kebangsaan. Meningkatnya pembangunan dermaga dan fasilitasnya. Program pencegahan dini dan penanggulangan korban bencana alam. Program peningkatan kelayakan pengoperasian kendaraan bermotor. fasilitas perlengkapan dan fasilitas pendukung jalan. Terciptanya pelayanan angkutan yang tertib.3 MISI KETIGA: Membangun ekonomi kerakyatan dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya. Program urusan Perhubungan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 3.3. 3. Meningkatkan kinerja penanganan bencana. j) Perdagangan. 1. 3. Kebijakan urusan Perhubungan diarahkan pada: Peningkatan peran transportasi untuk mendukung pengembangan ekonomi kerakyatan. Masih rendahnya pemahaman dan pelaksanaan peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan.id . Permasalahan yang dihadapi pada urusan Perhubungan adalah: 1.1.1 7. l) Transmigrasi.1. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu: a) Lingkungan Hidup. i) Kelautan dan Perikanan. Program pembangunan prasarana dan fasilitas perhubungan. Program pembangunan sarana dan prasarana perhubungan. e) Pemberdayaan Masyarakat Desa. d) Penanaman Modal. b) Tenaga Kerja. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Tenaga Kerja adalah: 1. Terbatasnya kualitas SDM pencari kerja dan tenaga kerja. Tersedianya prasarana. 4. Masalah. Peningkatan kualitas dan kuantitas sarana. Menumbuhkembangkan persatuan dan kesatuan bangsa. 3.3. 2. g) Kehutanan. Program peningkatan kesadaran bela negara dan cinta tanah air. k) Perindustrian. yang terdiri atas beberapa urusan. Penyebarluasan undang-undang bidang politik. prasarana dan fasilitas perhubungan. Belum optimalnya pelayan terminal. 7. b) Kebudayaan. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Perhubungan adalah : 1. 7. 3) Pariwisata dan Budaya.

3 dan 1. Program peningkatan kesempatan kerja. Kebijakan urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah diarahkan: 1.3. Meningkatnya penanaman modal di daerah. Meningkatnya akses modal koperasi dan UMKM. 2. Program. Masih kurangnya pemahaman pengusaha dan tenaga kerja terhadap peraturan perundangan-undangan dibidang ketenagakerjaan. 2. Peningkatan pemanfaatan sumber daya lokal. 1. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Penanaman Modal adalah: 1. Peningkatan ketrampilan sumber daya manusia tenaga kerja. Program urusan Tenaga Kerja yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 2.1. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Tenaga Kerja adalah: 1.djpp. 3. Akses permodalan bagi koperasi dan UMKM masih rendah. Kebijakan urusan Penanaman Modal diarahkan pada: Meningkatkan pelayanan perijinan investasi. Program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. 2. 119 120 www. Belum kondusifnya iklim investasi daerah. 2. 2. Kebijakan. 3. Mengurangi angka pengangguran dan penciptaan lapangan pekerjaan. 3. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Koperasi Usaha Kecil Menengah adalah: Masih lemahnya manajemen koperasi dan UMKM. 2. Memberikan perlindungan kepada tenaga kerja.depkumham. Kebijakan urusan Tenaga Kerja diarahkan pada: Peningkatan kualitas sumber daya manusia pencari kerja dan tenaga kerja serta peningkatan penghasilan tenaga kerja. 3. Sasaran. 7. Program. 2. Terbatasnya akses teknologi dan pemasaran bagi IKM.go. 2.1. Proses optimalnya pelayanan perijinan yang mendukung investasi. Meningkatnya kemampuan manajerial UMKM. Program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif UMKM.3. 7. 4. Program peningkatan kualitas kelembagaan koperasi. Pembinaan. 3. Program pengembangan sistem pendukung usaha bagi UMKM. Meningkatnya volume usaha koperasi dan UMKM. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah adalah: 1. Masih banyaknya pencari kerja yang belum tertampung dibeberapa lapangan usaha. Program urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Sasaran.3. 3. Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Masalah.4 Urusan Penanaman Modal 1. Pembangunan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan koperasi dan UMKM. Kebijakan. Program perlindungan dan pengembangan lembaga ketenagakerjaan. 3. Meningkatnya pengelolaan investasi dan aset daerah. Sasaran. Berkurangnya faktor-faktor penghambat perkembangan/realisasi investasi.id . Permasalahan yang dihadapi pada urusan Penanaman Modal adalah: 1. perlindungan dan pengawasan tenaga kerja. Kebijakan. Kurangnya optimalnya promosi potensi investasi daerah dan pengelolaan asset daerah. Masalah.

Peningkatan produksi dan produktivitas pertanian dan perkebunan. 7. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pertanian adalah: 1. 7. 2. 4. Terbatasnya luas lahan pertanian dan perkebunan. Mempromosikan potensi sumberdaya daerah. Belum terbatasnya tingkat kemampuan dan partisipasi masyarakat. Masih terbatasnya kualitas sumber daya manusia petani. 5. 2. Peningkatan intensifikasi. sarana dan prasarana daerah. 7. Program peningkatan iklim investasi dan realisasi investasi. 3. Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi untuk memantapkan ketahanan pangan. Intensifikasi. Meningkatnya perlindungan tanaman.djpp. 2. 2. Masih tingginya angka kemiskinan. rehabilitasi dan diversifikasi pertanian dan perkebunan.5 Urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa Masalah. Program urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa Masalah. Program peningkatan promosi dan kerjasama investasi. Meningkatkan partisipasi masyarakat dan lembaga sosial dalam pembangunan. Meningkatnya kualitas dan kuantitas prasarana dan sarana pengairan yang masih terbatas. 3. 2. 6. Menstimulasi swadaya masyarakat khususnya masyarakat desa. Kebijakan urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa diarahkan pada: 1. Kebijakan.3.1.1. Belum optimalnya pemberdayaan potensi lokal. 4. 2. Optimalisasi penerapan standar pelayanan minimal di bidang investasi. Meningkatnya penanganan pasca panen.1.2.depkumham. Meningkatnya dukungan teknologi. Peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Program urusan Penanaman Modal yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Belum optimalnya keterlibatan lembaga sosial masyarakat dalam pembangunan. Terbatasnya dukungan teknologi pertanian. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa adalah: 1. Peningkatan pemberdayaan dan kemandirian masyarakat. yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1.6 7. 121 122 www. Program peningkatan partisipasi masyarakat pembangunan. 6.go. Berkurangnya jumlah warga miskin. Kondisi prasarana dan sarana pengairan yang masih terbatas. 3. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pertanian adalah: 1.3.6. 3. Belum optimalnya perlindungan tanaman pangan dan hasil perkebunan. 3. rehabilitasi dan diversifikasi pertanian dan perkebunan belum sepenuhnya dilaksanakan. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa adalah: 1. Sasaran. Program. Program penyiapan potensi sumber daya. Meningkatkan program pengentasan kemiskinan. 4. 3. 5. 3.1 Urusan Pertanian Pertanian dan Perkebunan dalam Program. Sasaran. Tingkat produktivitas pertanian dan perkebunan yang relatif masih terbatas. 7.id .3.

4. 6. Program pengembangan agribisnis peternakan.go. 1. Pengembangan kualitas sumber daya manusia. 4.3.djpp.8.3. Belum optimalnya pembudidayaan ternak jenis unggul. Program. 2. Program peningkatan ketahanan pangan (pertanian/perkebunan).depkumham. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kehutanan adalah: 1. 4. Pemanfaatan dan perluasan usaha peternakan. 2. Peningkatan kualitas sumber daya manusia petani.1. 7. misalnya dalam hijauan pakan ternak. 4.1. 5. 3. 6. 2. Pengembangan kualitas sumber daya manusia peternak. Program peningkatan produksi pertanain/perkebunan. Masih terbatasnya jumlah populasi ternak. 2. Mengembangkan sentra produksi unggulan daerah. Masih adanya lahan kritis dan penanganannya masih belum optimal. Program pemberdayaan penyuluhan pertanian/perkebunan lapangan. 9. Meningkatnya dukungan teknologi hasil ternak. 3. Pengembangan agribisnis di daerah. 7. 5. 3. Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi untuk memantapkan ketahanan pangan hewani. Peningkatan pemasaran hasil. Kebijakan urusan Pertanian diarahkan pada: Pembangunan dan pemulihan prasarana dan sarana. 5. 3. Program peningkatan pemasaran hasil produksi pertanian/perkebunan. 5. 3. Belum optimalnya pengelolaan kesehatan hewan. 2. Meningkatnya kualitas dan kuantitas prasarana dan sarana peternakan yang masih terbatas. Program peningkatan penerapan teknologi produksi. Program Pertanian dan Perkebunan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Peningkatan kualitas sumber daya manusia peternak. Program peningkatan penerapan teknologi peternakan. Program peningkatan sarana prasarana pertanian. Program pengembangan agribisnis perkebunan. 5. Program pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak. Terbatasnya ketersediaan teknologi peternakan. 1. Program. 123 124 www. Mengembangkan sentra produksi peternakan unggulan daerah. Program peningkatan pemasaran hasil produksi peternakan. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Peternakan adalah: 1. Peningkatan produksi peternakan. 7. 3. 6. 4. Pemanfaatan dan perluasan usaha. 4. 8.7 Urusan Kehutanan Masalah. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Peternakan adalah: 1. Program peningkatan kesejahteraan petani. Peningkatan pemasaran hasil peternakan. Program urusan Peternakan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1.2 Peternakan Sasaran. Program peningkatan penerapan teknologi pertanian/perkebunan. 2.id . Keterbatasan kualitas sumber daya manusia peternak. Kebijakan. Kebijakan.6. pengolahan produksi dan pasca panen. Kebijakan urusan Peternakan diarahkan pada: Pembangunan dan pemulihan prasarana dan sarana peternakan. Meningkatnya pengelolaan kesehatan hewan. Masalah.

Program urusan Energi dan Sumber Daya Mineral yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. pemulihan.3. 4. Program perencanaan dan pengembangan hutan. Masih kurangnya partisipasi dan kepedulian masyarakat dalam dukungan penyelamatan. 2. 2. 6. Kebijakan urusan Energi dan Sumber Daya Mineral diarahkan pada: 1. Masalah. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah: 1.1. 3.2. Terselenggaranya pengawasan dan pengendalian aktivitas pertambangan agar ramah lingkungan. 5. Masih lemahnya pengelolaan kehutanan secara tertib dan berkelanjutan. 4.8 Urusan Energi dan Sumber Daya Mineral Sasaran. Program pembinaan dan pengembangan bidang ketenagalistrikan. Program rehabilitasi hutan dan lahan. Program pengembangan fungsi hidrologis. 2. Tersedianya peta potensi pertambangan. 3. 1. Kebijakan. Program peningkatan pembinaan masyarakat desa hutan. Program.go. Meningkatkan kualitas sumberdaya alam dan hutan (SDA/SDH) secara tertata yang saling sinergi antara sektor/sub sektor yang ada. 2. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kelautan dan Perikanan adalah: 125 126 www. 2.id . Terselenggaranya konservasi sumber daya alam. Banyaknya pertambangan rakyat dengan motif ekonomi yang cenderung merusak lingkungan. Kebijakan urusan Kehutanan diarahkan pada: Peningkatan penanganan lahan kritis (pelestarian sumber daya hutan). 3. Program perlindungan dan konservasi sumberdaya hutan. Peningkatan pengembangan sumber-sumber energi alternatif. Masih terbatasnya sumber-sumber energi alternatif. Meningkatnya penanganan lahan kritis. Belum tersedianya peta potensi pertambangan. Belum terkendalinya usaha pertambangan rakyat.djpp. Berkembang/meningkatnya kesadaran dan parsipasi masyarakat terhadap dukungan pengelolaan nilai-nilai potensi sumber daya alam dan hutan (SDA/SDH). 3. Terpenuhi/tersedianya sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan pengembangan kehutanan. 7. Masalah. Program pembinaan dan pengawasan bidang pertambangan. Program urusan Kehutanan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program peningkatan produksi kehutanan. 3.9 Urusan Kelautan dan Perikanan Program. 7. 3.1. 7. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kehutanan adalah: 1. Kebijakan. Pemerataan energi listrik bagi seluruh rakyat. Masih adanya wilayah yang belum terjangkau listrik. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah: 1.3. Program pemanfaatan potensi sumberdaya hutan. 2. 4. Meningkatkan prasarana dan sarana kehutanan dalam rangka pengembangan kawasan/wilayah hutan.depkumham. Sasaran. 5. pemeliharaan dan pemberdayaan sumberdaya alam dan hutan. 2. Monitoring kegiatan penambangan (penegakan hukum). 3. Meningkatnya penyediaan energi listrik non PLN (sumber energi alternatif).

2. 5. 6. utamanya generasi muda. Mengupayakan peningkatkan peran serta masyarakat untuk ikut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah 3. Mengupayakan meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan SDM kelautan dan perikanan. Mengupayakan pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat pesisir 11. 5. Sebagian besar nelayan di Kabupaten Jepaara merupakan nelayan tradisional dengan karakteristik sosial budaya yang belum kondusif untuk suatu kemajuan/penggunaan teknologi. Mengupayakan menanamkan wawasan kelautan pada seluruh masyarakat.djpp.pengolah. 7. 8. 4. Sasaran. Berkembangnya kawasan budidaya.1. nelayan. dan efektif. laut dan perairan tawar. Kebijakan. Meningkatnya dukungan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana kelautan dan perikanan. 2. 4. 5. 127 128 www. kondisi hutan mangrove yang kritis serta kerusakan terumbu karang dan sedimentasi. Keterbatasan modal pelaku perikanan (pembudidaya. 10. mekanisme hukum dan kelembagaan secara proporsional. Peningkatan pengolahan dan pemasaran produksi perikanan. Pemanfaatan potensi lahan budidaya belum optimal. 4. Daya dukung lingkungan pertambakan mulai menurun. disertai dengan penegakan hukum. 9. Mengupayakan penerapan iptek dan manajemen profesional pada setiap rantai usaha bidang kelautan dan perikanan 7. 9. Mengupayakan pemanfaatkan sumberdaya perikanan dan kelautan secara berkelanjutan.depkumham. Mengupayakan mengembangkan sisten hukum. 10. Mengupayakan peningkatan sarana dan prasarana bidang kelautan dan perikanan untuk pelayanan masyarakat 9. Mengupayakan peningkatan pemanfaatan sistem informasi kelautan dan perikanan secara terpadu (SIKPT) 10. Mengupayakan rerehabilitasi ekosistem habitat pesisir. Terjadinya kerusakan ekosistem pantai seperti adanya abrasi. Berkembangnya partisipasi petani nelayan dalam pengawasan dan pengendalian sumberdaya kelautan dan perikanan.id . Masih minimnya sarana prasarana untuk budidaya dan penangkapan. 2. 8. 3. Terwujudnya pengelolaan dan rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut. Lemahnya penegakan hukum oleh aparat terkait. Tingginya biaya produksi yang tidak diimbangi peningkatan harga jual komoditas perikanan Belum optimalnya penanganan pasca panen dan jaringan pemasaran 7. 6. Struktur armada penangkapan sebagian besar masih tradisional dengan kemampuan IPTEK yang masih rendah pula. Peningkatan kualitas sumber daya manusia petani nelayan. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kelautan dan Perikanan adalah: 1. 6. Kebijakan urusan Kelautan dan Perikanan diarahkan pada: 1. masy pesisir).go. Peningkatan produksi perikanan dan kelautan. Peningkatan kelembagaan dan pemberdayaan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil. Meningkatnya penanganan/mitigasi nelayan pasca bencana alam di laut. 11. Optimalnya pemanfaatan potensi lahan kelautan dan perikanan belum optimal. Mengupayakan peningkatan pengawasan dan pengendalian sumberdaya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan. 3. optimal. Tumpang tindih kewenangan pengelolaan Sumber Daya Peisisr dan Pulau-pulau Kecil antar dan inter Satuan Kerja. 8.

12.

Mengupayakan mengembangkan dan memperkuat jaringan ekonomi pasar perikanan.

3.

Belum stabilnya kondisi perekonomian untuk mendukung peningkatan ekspor.

Program. Program urusan Kelautan dan Perikanan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program optimalisasi pengelolaan dan pemasaran produksi perikanan. 2. Program pengembangan kawasan budidaya laut, air payau dan air tawar. 3. Program pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir. 4. Program pemberdayaan masyarakat dalam pengawasan dan pengendalian sumberdaya kelautan dan perikanan. 5. Program peningkatan kesadaran dan penegakan hukum dalam pendayagunaan sumberdaya laut. 6. Program peningkatan mitigasi bencana alam laut dan prakiraan iklim laut. 7. Program peningkatan kegiatan budaya kelautan dan wawasan maritim kepada masyarakat. 8. Program peningkatan manajemen produksi budidaya perikanan. 9. Program pengembangan perikanan tangkap. 10. program pengembangan sistem penyuluhan perikanan. 11. Program peningkatan dan penguasaan teknologi budidaya dan penangkapan. 12. Program pengelolaan dan rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut. 13. Program peningkatan sarana dan prasarana nelayan. 7.3.1.10 Urusan Perdagangan Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Perdagangan adalah: 1. Menurunnya kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pendukung sistem distribusi barang. 2. Terbatasnya kemampuan kesiapan pengusaha kecil dan menengah dalam mengantisipasi era globalisasi.

Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Perdagangan adalah: 1. Meningkatnya ekspor komoditas non migas. 2. Peningkatan kualitas dan kuantitas perdagangan. 3. Meningkatnya kualitas pelayanan perdagangan. 4. Meningkatnya ketertiban penataan pusat perdagangan. 1. 2. 3. Kebijakan. Kebijakan urusan Perdagangan diarahkan pada: Mengembangkan sarana dan prasarana perdagangan yang layak. Meningkatkan pangsa pasar lokal, regional, nasional dan internasional. Peningkatan ketertiban pusat perdagangan.

Program. Program urusan Perdagangan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program perlindungan konsumen dan pengamanan perdagangan. 2. Program peningkatan dan pengembangan ekspor. 3. Prpgram peningkatan efisiensi dan perdagangan dalam negeri. 4. Program peningkatan prasarana dan sarana perdagangan. 5. Program pembinaan pedagang kaki lima dan asongan.

7.3.1.11 Urusan Perindustrian Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Perindustrian adalah: 1. Keterbatasan bahan baku industri dari luar daerah. 2. Rendahnya kualitas sumber daya manusia dalam pengelolaan IKM. 3. Terbatasnya akses pasar (daya saing) dan permodalan. 4. Terbatasnya dukungan teknologi.

129

130

www.djpp.depkumham.go.id

Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Perindustrian adalah: 1. Meningkatnya ketersediaan bahan baku industri dari luar daerah. 2. Meningkatnya kualitas sumber daya manusia dan kelembagaan IKM. 3. Meningkatnya akses modal, pasar dan teknologi. 1. 2. 3. 4. Kebijakan. Kebijakan urusan Perindustrian diarahkan pada: Menjamin ketersediaan bahan baku. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia IKM. Meningkatnya akses IKM terhadap modal, pasar dan teknologi. Meningkatkan sarana dan prasarana perindustrian.

1. 2.

Penyebarluasan program transmigrasi pada sasaran. Mempermudah prosedur pelayanan transmigrasi.

masyarakat

Program. Program urusan Transmigrasi yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program pengembangan wilayah transmigrasi. 2. Program transmigrasi regional. 7.3.2 7.3.2.1 Fungsi Lingkungan Hidup Urusan Lingkungan Hidup

Program. Program urusan Perindustrian yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program pengembangan industri kecil dan menengah. 2. Program peningkatan kemampuan teknologi industri. 3. Program pengembangan sentra-sentra industri potensial. 7.3.1.12 Urusan Transmigrasi

Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Lingkungan Hidup adalah: 1. Kualitas lingkungan yang cenderung menurun. 2. Rendahnya kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan. 3. Masih belum tegasnya pengawasan dan pengendalian serta penegakan hukum bidang lingkungan hidup. Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Lingkungan Hidup adalah: 1. Terjaganya konservasi sumber daya alam dan meningkatnya pengelolaan lingkungan hidup. 2. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan hidup. 3. Meningkatnya pengawasan, pengendalian dan penegakan hukum bidang lingkungan hidup. 1. 2. Kebijakan. Kebijakan urusan Lingkungan Hidup diarahkan pada: Tersedianya perencanaan lingkungan dan minimalisasi dampak lingkungan. Meningkatakan sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat dalam pelestarian lingkungan.

Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Transmigrasi adalah: 1. Rendahnya minat masyarakat untuk bertransmigrasi. 2. Kurangnya pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang prosedur transmigrasi. 3. Transmigrasi dianggap hal yang tidak menyenangkan. 4. Terbatasnya daerah tujuan transmigrasi. Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Transmigrasi adalah: 1. Terlaksananya koordinasi teknis penempatan transmigran. 2. Proses untuk transmigrasi dapat diketahui masyarakat. Kebijakan. Kebijakan urusan Transmigrasi diarahkan pada:

131

132

www.djpp.depkumham.go.id

3.

Pengawasan pengendalian dan pemulihan lingkungan.

3. 4. 5. 6.

Program. Program urusan Lingkungan Hidup yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup. 2. Program perlindungan dan konservasi sumberdaya alam. 3. Program peningkatan kualitas dan akses informasi sumberdaya alam dan lingkungan hidup.

Meningkatnya sarana dan prasarana wisata dan pengembangan obyek wisata baru. Meningkatnya kerjasama dengan investor bidang kepariwisataan. Meningkatnya sumber daya manusia pelaku wisata yang profesional. Meningkatnya peran serta masyarakat dalam pembangunan pariwisata. Kebijakan. Kebijakan urusan Pariwisata diarahkan pada: Peningkatan sarana dan prasarana obyek wisata. Pengembangan daerah tujuan wisata. Peningkatan menejemen pariwisata. Pengembangan kawasan wisata di Kepulauan Karimunjawa. Peningkatan iklim yang kondusif bagi Investor bidang Pariwisata. Pengembangan sumber daya manusia pariwisata.

7.3.3 7.3.3.1

Fungsi Pariwisata dan Budaya Urusan Pariwisata

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pariwisata adalah: 1. Masih banyaknya potensi obyek wisata alam yang belum dioptimalkan. 2. Terbatasnya sarana dan prasarana obyek wisata dan pendukungnya. 3. Terbatasnya even pengembangan seni dan budaya lokal. 4. Terbatasnya promosi, kerjasama, dan investasi bidang pariwisata. 5. Masih terbatasnya kualitas dan kuantitas sumber daya manusia bidang pariwisata. Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pariwisata adalah: 1. Meningkatnya pendapatan masyarakat dari sektor pariwisata. 2. Meningkatnya kegiatan promosi pariwisata secara terpadu dan konseptual.

Program. Program urusan Pariwisata yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program pengembangan pemasaran pariwisata. 2. Program pengembangan destinasi pariwisata. 3. Program pengembangan kemitraan bidang pariwisata. 7.3.3.2 Urusan Kebudayaan

Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan kebudayaan adalah: 1. Masih terbatasnya prasarana dan sarana pendukung pengembangan seni dan budaya lokal. 2. Banyaknya potensi seni dan budaya lokal yang belum tergali. Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kebudayaan adalah: 1. Tersedianya prasarana dan sarana pendukung pengembangan seni dan budaya lokal.

133

134

www.djpp.depkumham.go.id

2.2. Kebijakan. Menurunnya tingkat pelanggaran hukum oleh masyarakat. 3. Program pengembangan kerjasama pengelolaan kekayaan budaya. 3.1 7.depkumham. ketentraman. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri adalah: 1.4. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri adalah: 1. Menurunnya partisipasi masyarakat dalam demokrasi dan politik lokal.1 Masalah. Kebijakan. Kebijakan urusan kebudayaan diarahkan pada: Peningkatan dukungan prasarana dan sarana pengembangan budaya. Program urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Sasaran.id . Belum optimalnya partisipasi perempuan dalam pembangunan dan politik. 7. Ketentraman dan ketertiban umum terjaga. Kebijakan urusan Pemberdayaan Perempuan 135 136 www. 2. Menumbuhkembangkan budaya demokratis di masyarakat.4. 2. Meningkatnya wawasan kebangsaan. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi keempat dilakukan melalui rumpun fungsi Ketertiban dan Keamanan. Peningkatan dan pemberdayaan kesenian lokal. Semakin merebaknya gangguan sosial yang diakibatkan oleh derasnya pengaruh globalisasi. 3. 2.4. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri.1 Fungsi Ketertiban dan Keamanan Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri 7. 4. Menurunnya nilai-nilai kebangsaan. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pemberdayaan Perempuan adalah: 1. 7.2. Pemeliharaan keamanan. Meningkatnya kehidupan demokrasi di masyarakat. Meningkatkan pendidikan politik dan wawasan kebangsaan secara intensif dan komprehensif. 4. Meningkatnya peran serta dan kesetaraan gender dalam pembangunan.djpp. 7. Meningkatnya kualitas lembaga kesenian.go.1. Kebijakan. Program. Kebijakan urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri diarahkan pada: 1. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pemberdayaan Perempuan adalah: 1.4 MISI KEEMPAT: Menciptakan iklim yang kondusif bagi berkembangnya demokratisasi dalam kehidupan bermasyarakat.2 Fungsi Perlindungan Sosial Urusan Pemberdayaan Perempuan Program. 1. Sasaran. Mendorong peran serta masyarakat dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban wilayah. 3. Terselenggaranya kegiatan seni budaya lokal. Masalah. ketertiban masyarakat dan pencegahan tindak kriminal. Kepedulian masyarakat dalam pemeliharaan keamanan lingkungan masih rendah.4. Program urusan Kebudayaan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1.

Berkurangnya siswa putus sekolah. 1. 4. 8. yang terdiri atas beberapa urusan. 2. Peningkatan pemberdayaan perempuan dalam pembangunan. Rendahnya jumlah siswa yang menikmati pendidikan menengah.5 MISI KELIMA: Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan pelayanan pendidikan.depkumham. Meningkatnya jumlah pengunjung dan jumlah anggota perpustakaan daerah. 4) Perumahan dan Fasilitas Umum. Program peningkatan peran serta dan kesetaraan gender dalam pembangunan.1 Fungsi Pendidikan Urusan Pendidikan Ruang kelas pada pendidikan dasar (SD) banyak yang tidak dapat berfungsi dengan optimal. khususnya dalam partisipasi politik. b) Pemuda dan Olah Raga. Terlaksananya uji kompetensi dan sertifikasi tenaga pendidik. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pendidikan adalah: 1. Pemberian bea siswa bagi keluarga miskin. 2) Kesehatan. 7. 7. Kualitas tenaga pendidik dan kependidikan belum sesuai standar. 2. 5. 3.djpp. Kebijakan urusan Pendidikan diarahkan pada: Pemenuhan anggaran pendidikan sesuai regulasi. Manajemen pendidikan belum berjalan secara efektif dan efisien. Meningkatkan mutu lulusan yang berakhlaq mulia berdasarkan iptek. Kebijakan. 2. Mewujudkan dan mengembangkan Sekolah Unggulan. 6. 6. b) Perumahan. 4. yaitu: a) Kependudukan dan Catatan Sipil. Meningkatkan APK dan APM. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pendidikan adalah: 1. yang tediri atas beberapa urusan. Sarana penunjang pendidikan belum tersedia secara merata. b) Sosial. yang terdiri atas beberapa urusan. 7.1.5. 7. yang terdiri atas beberapa urusan yaitu: a) Pendidikan. Meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan. Peningkatan akses layanan pendidikan kelompok masyarakat desa terpencil. 4. 137 138 www. b) Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera. derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.5. Berkurangnya keaksaraan fungsional. Program. Masalah. 5. 7. 3) Perlindungan Sosial. 3. Meningkatkan kualifikasi tenaga pendidik dan kependidikan. 6. 9. 8. Meningkatnya kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.go. yaitu: a) Pekerjaan Umum. Jumlah kelulusan pada pendidikan dasar (SMP/MTs) masih rendah.1 7. Kualitas lulusan pada pendidikan menengah kejuruan belum memenuhi tuntutan pasar.id . Sasaran. Program urusan Pemberdayaan Perempuan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Terlaksananya Wajar Dikdas 9 tahun.diarahkan pada: 1. Rendahnya minat baca masyarakat. 3. Peningkatan minat baca masyarakat. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi lima dilakukan melalui beberapa rumpun fungsi yaitu: 1) Pendidikan. yaitu: a) Kesehatan. Terlaksananya pemerataan dan perluasan akses belajar. 5.

Program pendidikan anak usia dini. 7.2 7. penyakit menular dan lainnya). 5. Program pendidikan menengah. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kesehatan adalah: 1. 7. Program manajemen pelayanan pendidikan.5. Sasaran. Meningkatnya motivasi kegiatan-kegiaan pemuda. Meningkatnya sarana dan prasarana olah raga di daerah.depkumham. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pemuda dan Olah Raga adalah: 1. Peningkatan pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan untuk mendukung PHBS. 5. Program peningkatan peran serta kepemudaan. Meningkatnya aktivitas kepemudaan di daerah.1. Masalah. 4. Kurangnya kualitas sarana dan prasarana olah raga. Kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan masih belum optimal. Program peningkatan sarana dan prasarana olah raga. Perilaku hidup bersih sehat (PHBS) belum sepenuhnya mendukung pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan dan masih muncul masalah kesehatan (gizi. 3. Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan. 2. Kebijakan urusan Kesehatan diarahkan pada: Peningkatan sarana dan prasarana kesehatan. 1. Program Wajar Dikdas 9 Tahun. olah raga dan pramuka.1 Fungsi Kesehatan Urusan Kesehatan Masalah.go. Sasaran. 5. Meningkatkan motivasi kegiatan-kegiaan pemuda. Program urusan Pemuda dan Olah Raga yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah : 1. 3. Peningkatan program kesehatan sehingga terpenuhinya standar pelayanan minimal. 2. kesehatan lingkungan. 3.5. 4. 2. Peningkatan pemerataan dan profesionalisme tenaga kesehatan.2 Urusan Pemuda dan Olah Raga 7. 3. Peningkatan dan pengembangan pelayanan kesehatan bagi warga miskin. Kebijakan urusan Pemuda dan Olah Raga diarahkan pada: 1. 6. Kuantitas dan kualitas tenaga kesehatan masih kurang. Peningkatan sarana dan prasarana kesehatan. 2.Program. Belum semua program pelayanan kesehatan mencapai standar pelayanan minimal (SPM). olah raga dan pramuka. 2. Belum memadainya dukungan prasarana dan sarana kesehatan.5. 6. 139 140 www. Program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kesehatan adalah: 1.djpp. 4. Belum optimalnya aktivitas dan kegiatan kepemudaan. Kebijakan. dan belum merata sesui standar pelayanan kesehatan. Kebijakan. Program urusan Pendidikan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Kurang optimalnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin. Program pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan. Program pendidikan non formal. Program. 2.2. 3.id . 6. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pemuda dan Olah Raga adalah: 1. Program pembinaan dan pemsayarakatan olah raga.

4. peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana Rumah Sakit Daerah. Program Keluarga Berencana. 2. Program manajemen pelayanan kesehatan. Meningkatnya derajat kesehatan ibu. Jumlah kader terbatas dengan pendidikan bervariasi. Program pengadaan. 5. 4. Peningkatan pelayanan rawat jalan pada Puskesmas.go. 141 142 www. Parogram promosi kesehatan ibu. Program pembinaan peran serta masyarakat dalam pelayanan KB/KR yang mandiri. Program pelayanan kesehatan penduduk miskin. Rendahnya peran pria dlm program KB. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan melalui dukungan pembiayaan. 3. 2. Program standarisasi pelayanan kesehatan. Masih terbatasnya Kader KB. Meningkatnya jumlah Kader KB. Program peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak. 14. 7. 3. Program kesehatan reproduksi remaja. 13. Memperkuat sumber daya manusia operasional program KB. Program pengembangan lingkungan sehat. 5. peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana Puskesmas/Pustu dan jaringannya. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera adalah: 1. 3.depkumham. Meningkatnya ketersediaan alat kontrasepsi bagi keluarga miskin. Program upaya kesehatan masyarakat. bayi dan anak. Kebijakan urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera diarahkan pada: 1. Menurunnya pencapaian peserta KB MKJP. Meningkatnya wawasan dan pengetahuan masyarakat tentang KB dan kesehatan reproduksi. Menggerakkan dan memberdayakan seluruh masyarakat dalam program KB. 4.2. 2. 11. 6. Program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Program obat dan perbekalan kesehatan. 12. Peningkatan kuantitas kualitas dan pelayanan kesehatan. Menata kembali pengelolaan program KB.djpp. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera adalah: 1. Program promosi Rumah Sakit. 7. Program pengembangan pusat pelayanan informasi dan konseling KRR. Program pencegahan dan penanggulangan penyakit menular. Program. Pustu dan Polindes secara cuma-cuma (gratis). Masalah. Meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga melalui pelayanan KB. Program urusan Kesehatan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1.5. 5. 10. Program. 2. 4. bayi dan anak melalui kelompok kegiatan masyarakat. 8. Program pelayanan kontrasepsi. 3. Program pengadaan. Program kemitraan peningkatan pelayanan kesehatan. Kebijakan. Program urusan Keluarga Berencana dan Kesejahteraan Sosial yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Meningkatnya partisispasi masyarakat dalam program KB dan penurunan kenakalan remaja. jangkauan dan sasaran pelayan kesehatan Peningkatan peran serta masyarakat dan pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan. 6.id .2 Urusan Sejahtera Keluarga Berencana dan Keluarga Sasaran. 3. 4. Program perbaikan gizi masyarakat.2. 3. 2. 5. 4. 9.

Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kependudukan dan Catatan Sipil adalah: 1. 4. 2.djpp. 7. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Sosial adalah: Mengurangi dan mencegah penyandang masalah kesejahteraan sosial.5. 2. Masih banyaknya penyandang masalah kesejahteraan sosial.5. komunitas adat terpencil (KAT) dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) lainnya. Program pemberdayaan kelembagaan kesejahteraan sosial.go. 3. Narkoba dan Penyakit Sosial lainnya). Sasaran. jompo. Meningkatnya kualitas pelayanan sarana dan prasarana rehabilitasi kesejahteraan sosial bagi PMKS. 2. Program pembinaan eks penyandang penyakit sosial (eks Narapidana. 2. 2. Belum optimalnya manajemen pengelolaan administrasi kependudukan. Program penataan administrasi kependudukan. Meningkatnya pelayanan sosial bagi anak terlantar. Peningkatan manajemen pengelolaan administrasi kependudukan. Program pembinaan anak terlantar. Masalah. Meningkatkan jumlah kepemilikan Akta Cacatan Sipil. 3. Karang Taruna dan Pekerja Sosial Masyarakat.depkumham. Program. Masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk kepemilikan Akta Catatan Sipil. Sasaran yang ingin dicapai pada Kependudukan dan Catatan Sipil adalah: 1. Kebijakan urusan Kependudukan dan Catatan Sipil diarahkan pada: 1. 7. Program pembinaan Panti Asuhan/Panti Jompo. Program. 2. Sasaran. 3.5. 3. Program pelayanan dan rehabilitasi kesejahteraan sosial.2 Urusan Sosial Masalah. Program pemberdayaan fakir miskin. Program urusan Sosial yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Meningkatkan kehidupan beragama. Program urusan Kependudukan dan Catatan Sipil yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 143 144 www. pengetahuan dan ketrampilan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial.3. Peningkatan pelayanan Akta Cacatan Sipil. Meningkatkan kualitas manajemen kependudukan. Terselenggaranya kegiatan keagamaan dan bantuan tempat ibadah Kebijakan. Meningkatnya penggunaan nafza. PSK. Program pembinaan para penyandang cacat dan trauma. Masih banyak keluarga yang memiliki rumah tidak layak huni. Program peningkatan kualitas manajemen kependudukan. yatim piatu. 4. urusan 1. 2. 2. Meningkatkan fasilitasi tempat pelayanan sosial. 6.3. Pengentasan penyandang masalah kesejahteraan sosial. Kebijakan. 5. Meningkatnya kemampuan. 4. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Sosial adalah: 1.id .3 7. 5. Masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam organisasi sosial. 5. 1. Kebijakan urusan Sosial diarahkan pada : Memberdayakan fakir miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) lainnya. Menanggulangi penggunaan nafza.7.1 Fungsi Perlindungan Sosial Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil 4.

145 146 www.depkumham.djpp. Kebijakan urusan Pekerjaan Umum diarahkan pada: Meningkatkan keseimbangan pertumbuhan dan pelayanan wilayah dengan pelayanan jalan interkoneksi antar bagian wilayah serta peningkatan kapasitas jalan Meningkatkan pengelolaan dan pemenuhan kebutuhan air irigasi bagi kegiatan pertanian serta optimalisasi pemanfaatan air irigasi bagi pertanian Masalah. Program pembangunan infrastruktur kelurahan dan pedesaan. Meningkatnya kapasitas daerah aliran sungai. 4. olah raga. 5. Program pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi. Program. Program pengembangan kinerja pengelolaan air minum dan air limbah. Rendahnya pengamanan bangunan publik. 3.2 Urusan Perumahan 1. 8. Penurunan fungsi bendung dan saluran irigasi karena usia dan terbatasnya pemeliharaan. Program rehabilitasi pemeliharaan jalan dan jembatan. 6.1 Fungsi Perumahan dan Fasilitas Umum Urusan Pekerjaan Umum 3. Rendahnya kualitas prasarana dan sarana pengendalian banjir. Meningkatkan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk pencegahan banjir Meningkatkan kapasitas penaggulangan kebakaran. Masalah. akibat rendahnya kesadaran dan kepatuhan masyarakat. Masih adanya letak perumahan yang tidak sesuai dengan peruntukan lahan. 5. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pekerjaan Umum adalah: 1. Program urusan Pekerjaan Umum yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 2. seperti: rumah sakit.5.4.4 7. Terbatasnya fasilitas perumahan. rawa dan jaringan pengairan lainnya. 2.5. 4.7. 2. 2. Program pembangunan jalan dan jembatan. Masih terdapat rumah yang tidak layak huni. sekolah. Program pembangunan saluran drainase dan gorong-gorong. 7. Program peningkatan kualitas air bersih pedesaan. Tersedianya penanganan kebakaran yang berkualitas. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Perumahan adalah: 1. 7. Meningkatnya kapasitas jaringan irigasi dan pemanfaatan air irigasi. 6. perdagangan.go. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pekerjaan Umum adalah: 1. 3. Masih kurangnya taman untuk publik (open space). 5. Mewujudkan bertambahanya ruang publik. 2. 3. 4. 4. Terwujudnya kualitas jalan bagi jalan-jalan yang strategis dan mempunyai road demand yang tinggi. Terwujudnya ruang publik yang representatif. 4. 5. Masih tingginya potensi kebakaran. Terbatasnya kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pelayanan masyarakat.5. Sasaran. Kebijakan.4. Program penyediaan dan pengelolaan air baku. termasuk pengamanan bangunan publik. Kualitas dan kuantitas jalan dan jembatan masih belum mampu menampung kebutuhan lalu lintas dan pengembangan perekonomian.id . Belum meratanya pemenuhan kebutuhan air bersih pedesaan akibat keterbatasan sumber air baku. 5. 3.

c) Kepegawaian. Pembangunan lampu jalan secara merata pada jalan umum dengan efisien dan hemat energi listrik. 6. olah raga. Terbangunnya sarana dan prasarana air bersih/air minum pedesaan dengan kuantitas dan kualitas yang baik. Program penyehatan lingkungan permukiman dan perbaikan lingkungan. Tersedianya prasarana dan sarana pengelolaan sampah yang memadai. Kebijakan. 7. 3. Program peningkatan kesiagaan dan pencegahan bahaya kebakaran. Terbangunnya taman baru sejalan dengan meningkat jumlah penduduk. Program Perumahan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1.id . keindahan. termasuk persamapahan. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi keenam dilakukan melalui sebuah fungsi yaitu Pelayanan Umum.6. Kebijakan urusan Perumahan diarahkan pada: Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan akses air bersih bagi masyarakat pedesaan yang rawan air bersih. 9. Peningkatan volume timbulan sampah yang semakin besar. pasar. Masih terbatasnya penyediaan dan pengelolaan ruang terbuka hijau yang seimbang dengan laju pertumbuhan penduduk. yang terdiri atas beberapa urusan yaitu: a) Perencanaan Pembangunan. dan lain-lain.djpp. d) Kearsipan. 3. Program pengembangan dan pengelolaan lampu jalan. Tersedianya sarana dan prasarana pelayanan publik yang memadai. Program.depkumham. Meningkatnya kesesuaian letak perumahan dengan peruntukan lahan.go. b) Pemerintahan Umum. 4. 5. Meratanya pemenuhan kebutuhan air bersih pedesaan. Program pengembangan kinerja pengelolaan persampahan.1 7. kurangnya prasarana dan prasarana pendukung. sekolah.6. 7.1 Fungsi Pelayanan Umum Urusan Perencanaan Pembangunan dihadapi pada urusan 1.6 MISI KEENAM: Meningkatkan kualitas sumber daya aparatur melalui profesionalisme aparatur yang bebas KKN untuk menciptakan good governance dan clean government. Sasaran. 2. 5. 4. 8. Meningkatkan kebersihan. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pelayanan masyarakat. Penyediaan fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) masih belum sebanding dengan kebutuhan. Masalah. 3. Menurunnya jumlah rumah yang tidak layak huni.6. Meningkatkan fungsi prasarana dan sarana permukiman yang layak. 7. Meningkatkan pemakaian listrik PJU sesuai dengan fungsinya.1. seperti: rumah sakit. 7. 2. 2. Meningkatnya kualitas dan kuantitas fasilitas perumahan. 6. seperti: rumah sakit. Permasalahan yang Perencanaan Pembangunan adalah: 147 148 www. Program peningkatan sistem pengelolaan taman. 4. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Perumahan adalah 1. 8. pasar. Tercapainya penyediaan PJU secara memadai. keteduhan dan kenyamanan kota. olah raga. dan lain-lain. sekolah. 5.

Terbatasnya sumber daya manusia perencana baik dari segi kualitas maupun kuantitas.djpp. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pemerintahan Umum adalah: 1. Program peningkatan pendampingan program-program. Masih belum optimalnya kinerja pendampingan program. Program peningkatan kapasitas kelembagaan perencanaan pembangunan daerah. Proses dan mekanisme perencanaan pembangunan daerah berlangsung demokratis. aspiratif.6. 6. Tersedianya data dan informasi pembangunan Kabupaten Jepara. Program Perencanaan Pembangunan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 5. Perencanaan makro. koordinasi dan sinkronisasi perencanaan pembangunan. 9. 4. 2. 5. 4. Meningkatkan manajemen data dan informasi pembangunan daerah. sebagai bahan dasar perencanaan pembangunan. 5. partisipatif. Meningkatkan kemampuan teknis dan managerial perencana. Terbatasnya pemenuhan sarana prasarana inventaris untuk memberikan pelayanan masyarakat. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Perencanaan Pembangunan adalah: 1. 3. Kebijakan. 2. Kebijakan urusan Perencanaan Pembangunan diarahkan pada: 1. Peningkatan jumlah obyek pemeriksaan yang tidak sebanding dengan jumlah aparat fungsional auditor. 149 150 www. baik yang bersifat perencanaan makro. 6. 5.id . 3. 2. Program perencanaan pembangunan daerah. transparan dan akuntabel. aspiratif. Belum optimalnya penyusunan data dan informasi pembangunan. Sasaran.1. Meningkatkan integrasi. Program kerjasama pembangunan. Program perencanaan prasarana wilayah dan sumber daya alam. 4.depkumham. 3. Meningkatnya kualitas dan kuantitas data dan informasi daerah. 7. Program pengembangan data dan informasi daerah. Program. partisipatif. 3. Program perencanaan sosial dan budaya. Program perencanaan pembangunan ekonomi. Belum optimalnya pemakaian aset daerah. transparan dan akuntabel.go. Masih adanya dokumen perencanaan yang belum implementatif. 7. Belum optimalnya penyediaan dan pengelolaan data dan informasi daerah. 6. 2. Masih belum sinergis dan terintegrasinya perencanaan. 2. 5.2 Urusan Pemerintahan Umum Masalah. 3. Melibatkan perencanaan pembanguna dengan seluruh pemangku kepentingan pembangunan daerah. Semakin kompleksnya penyelenggaraan pengelolaan keuangan daerah. 8. Belum optimalnya proses dan mekanisme pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah yang demokratis. pembangunan kewilayahan maupun sektoral. Meningkatkan kinerja perencanaan pembangunan. 4. pembangunan kewilayahan maupun sektoral berjalan sinergis. Program pengembangan sistem perencanaan pembangunan daerah.1. 4. Terpenuhinya SDM perencana yang handal. Terciptanya dokumen perencanaan yang implementatif.

10. Belum optimalnya tupoksi perangkat daerah. Program.depkumham. 14. Tersusunnya Perda atau Perbup tentang pajak daerah dan retribusi daerah. 2. 7.djpp. 3. sistem dan prosedur pengelolaan keuangan daerah. Peningkatan institusi pemerintahan. Program peningkatan pelayanan kedinasan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah. Terselenggarannya sistem informasi pengelolaan keuangan daerah. 9. Meningkatnya administrasi pengelolaan aset/barang daerah pada SKPD. 7. KUA APBD. 8. Terselenggaranya evaluasi rancangan peraturan desa. 5.go. 4. Tercapainya Peningkatan manajemen asset/barang daerah. 12. Peningkatan kemandirian keuangan daerah. 8. 6. Tersusunnya peraturan perundang-undangan sesuai kewenangan Daerah dan amanat perundang-undangan yang berlaku. Kurang tertibnya pengelolaan administrasi pengendalian pada SKPD. 9. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pemerintahan Umum adalah: 1.6. Perubahan APBD. Belum optimalnya pelayanan perijinan penanaman modal Sasaran. 13. Meningkatnya setoran dana revolving/pemberdayaan ke Kas Daerah. Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD per tahun. Meningkatnya efektivitas penanganan pemeriksaan didukung dengan pengawas yang handal dan memadai. 22. Kebijakan urusan Pemerintahan Umum diarahkan pada: 1. Belum optimalnya penggalian sumber-sumber PAD. Terselenggarannya pendidikan dan pelatihan keuangan daerah Terselenggaranya bimbingan teknis pengelolaan keuangan daerah Meningkatnya pengelolaan administrasi pengendalian pembangunan. Tersusunnya anggaran kas dan surat penyediaan dana untuk SKPD. 20. Terselenggaranya Pembinaan keuangan daerah. Peningkatan sarana dan prasarana pemerintahan agar mampu memberikan pelayanan masyarakat secara efektif dan efisien. tahun. Tercapainya Peningkatan pengelolaan investasi daerah. 15.id . 151 152 www. APBD. 2. 11. Peningkatan administrasi pemerintahan. Tersusunnya pedoman pengelolaan keuangan desa setiap 16. 4. Tersusunnya standar satuan harga. 18. 3. kebijakan akuntansi. Program peningkatan kapasitas Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah. Tercapainya peningkatan pendapatan asli daerah. 17. 23. Program urusan Pemerintahan Umum yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Terlaksananya sosialisasi peraturan perundang-undangan. Masih rendahnya kesadaran hukum masyarakat dan belum optimalnya fungsi penegakan hukum. 19. 21. Tersusunnya standar analisis belanja. Tercapaianya peningkatan pelayanan melalui kegiatan seremonial dan protokoler kedinasan Kepala dan Wakil Kepala Daerah Semakin optimalnya pelayanan perijinan penanaman modal Kebijakan. 10. Terpenuhinya kebutuhan sarana prasarana inventaris kantor secara bertahap sesuai kebutuhan. Terevaluasinya Raperdes tentang APB Desa dan pendapatan desa. PPAS per tahun. 2.

Program pembinaan dan fasilitasi pengelolaan keuangan desa. 4. Program intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah. Peningkatan penyelenggaraan diklat. Program peningkatan sistem pengawasan internal dan pengendalian pelaksanaan kebijakan KDH. Kurangnya dukungan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk peningkatan manajemen kepegawaian. 5. Peningkatan fungsi dan pemanfaatan depo arsip. Meningkatkan wawasan pengetahuan dan ketrampilan PNS.depkumham.3 Urusan Kepegawaian 2. 3. 2. Program. Masalah. Program pendidikan dan pengembangan aparatur. Kebijakan urusan Kepegawaian diarahkan pada : Peningkatan sumber daya manusia aparatur PNS. Meningkatkan pengiriman peserta diklat. 4. 6. 3. Program peningkatan profesionalisme tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan. Kebijakan. 153 154 www. 7. 1.1.djpp. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kearsipan adalah terkelolanya kearsipan secara teratur. Program pendidikan kedinasan. Program peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah. 8. Meningkatkan kualitas penempatan PNS dalam jabatan strukturan dan fungsional. 4. 2. Program urusan Kearsipan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program peningkatan sarana prasarana pelayanan masyarakat. Kualitas SDM Aparatur belum merata dan tebatas baik dibidang teknis maupun fungsional. Kebijakan urusan Kearsipan diarahkan pada: Peningkatan SDM petugas arsip. 2. Program urusan Kepegawaian yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 1.id . Pengalokasian dana untuk kegiatan kearsipan. Program peningkatan kerjasama antar pemerintah daerah. Pembinaan dan monitoring kearsipan secara rutin.1. Program.3. Belum optimalnya kualitas penataan PNS dalam jabatan struktural dan fungsional. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kepegawaian adalah: 1. 3. terarah dan terpadu.6. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kearsipan adalah belum optimalnya pengelolaan arsip daerah. 3. baik teknis maupun fungsional. 7. Terlaksananya aplikasi program SIMPEG. Kebijakan. Meningkatkan SDM PNS dibidang teknis dan fungsional. Program penyelamatan dan pelestarian dokumen/arsip daerah. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kepegawaian adalah: 1. 5. 9. Program penataan dan penyempurnaan kebijakan sistem dan prosedur pengawasan.go. 7.6. Peningkatan sarana/prasarana kearsipan. Sasaran. Sasaran. 2.5 Kearsipan Masalah. 10.

program.2 KAIDAH PELAKSANAAN RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 yang telah disusun ini hendaknya dapat dilaksanakan secara konsisten. 8. serta masyarakat termasuk dunia usaha berkewajiban untuk melaksanakan program-program dalam RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 dengan sebaik-baiknya. Hal ini dimaksudkan untuk menyelesaikan masalahmasalah pembangunan yang belum seluruhnya tertangani sampai dengan tahun 2011 dan masalah-masalah pembangunan yang akan dihadapi dalam tahun 2012. 8. Penyusunan program transisi perlu dilakukan juga mengingat waktu yang terbatas bagi Bupati/Wakil Bupati terpilih hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2012 guna menyusun RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2012-2017 dan RKPD Tahun 2012 sesuai dengan jadwal waktu yang telah ditentukan. berkewajiban untuk menyusun Renstra-SKPD yang memuat visi. Seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara berkewajiban menjamin konsistensi antara RPJMN Tahun 20042009 dan Renstrada Provinsi Jawa Tengah Tahun 2003-2008 dengan Renstra-SKPD dan RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012. dan kegiatan pokok pembangunan dengan berpedoman pada RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 yang nantinya akan menjadi pedoman dalam menyusun Rencana Kerja (Renja) SKPD.BAB VIII PENUTUP Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 merupakan penjabaran dari visi. maka perlu disusun program transisi yang disatupadukan dalam RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012.go. maka pada akhir tahun masa jabatan. 3. RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 merupakan pedoman. misi. Seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara. landasan dan referensi dalam menyusun Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra-SKPD) Kabupaten Jepara yang setiap tahunnya akan dijabarkan menjadi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Jepara mulai tahun 2007 sampai dengan tahun 2011 dan satu tahun transisi yaitu tahun 2012.djpp. 2. yang dalam penyusunannya mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2004-2009 dan Rencana Strategis Daerah (Renstrada) Provinsi Jawa Tengah Tahun 20032008. misi. kebijakan. transparan. Untuk itu perlu ditetapkan kaidah-kaidah pelaksanaan sebagai berikut: 1.depkumham. Bupati berkewajiban menyiapkan Rancangan RKPD 155 156 www. jujur. Seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara. partisipatif dan penuh tanggung jawab. Tahun 2012. dan program Bupati selama 5 (lima) tahun mendatang.id .1 PROGRAM TRANSISI Dalam rangka menjaga kesinambungan pembangunan daerah dan mengisi kekosongan dokumen perencanaan pembangunan daerah tahun 2012 (RKPD Tahun 2012) yang diperlukan sebagai pedoman bagi penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2012. strategi. tujuan.

4. Dalam rangka meningkatkan efektivitas pelaksanaan RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012.go.id . Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jepara berkewajiban untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penjabaran RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 20072012 kedalam RKPD Kabupaten Jepara Tahun 2007 sampai tahun 2012.depkumham.djpp. BUPATI JEPARA ttd HENDRO MARTOJO 157 www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful