LAMPIRAN

:

Peraturan Daerah Kabupaten Jepara Nomor : 18 Tahun 2007 Tanggal : 15 Nopember 2007

BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang, menjadi angin segar bagi Pemerintah Daerah di Indonesia. Terkait regulasi tersebut Pemerintah Daerah menerima banyak limpahan kewenangan yang lebih luas untuk menyelenggarakan pemerintahan dan kebijakan pembangunan secara otonom. Perubahan tersebut akan menjadi peluang manakala Pemerintah Daerah mampu mengoptimalkan kondisi dan potensi yang ada di wilayahnya. Berdasarkan pada hal tersebut Pemerintah Daerah perlu diperkuat dengan manajemen pemerintahan yang baik, salah satunya untuk menyusun perencanaan pembangunan daerah yang komprehensif dan aplikatif. Hal tersebut untuk mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Perencanaan pembangunan di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN), dimana didalamnya juga mengatur perencanaan pembangunan daerah. Berdasarkan pada amanat Undang-Undang SPPN tersebut, setelah Kepala Daerah (Bupati) ditetapkan maka Kabupaten atau Kota juga diwajibkan menyusun perencanaan pembangunan daerah yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah yang selanjutnya disebut

RPJMD. Berdasarkan pada hal tersebut di atas maka Pemerintah Kabupaten Jepara menyusun rencana strategis daerah dalam bentuk RPJMD, yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu lima tahun dari tahun 2007-2012. Dimana penyusunan RPJMD tersebut dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada atau mungkin timbul. RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program prioritas Bupati, serta berorientasi pada pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan yang diuraikan dalam program dan kegiatan tahunan. Dalam penyusunannya, RPJMD tersebut berpedoman pada RPJPD Kabupaten Jepara Tahun 2005-2025 yang sedang berjalan dan memperhatikan hasil evaluasi pelaksanaan pembangunan 5 (lima) tahun periode sebelumnya, serta masukan dari penjaringan aspirasi masyarakat. Penyusunan Dokumen RPJMD Kabupaten Jepara ini merupakan kelanjutan dari proses identifikasi potensi dan permasalahan yang terdapat di daerah, serta melalui suatu proses koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi antara pemangku kepentingan pembangunan daerah dan instansi terkait. Secara substansial RPJMD Kabupaten Jepara merupakan suatu upaya untuk mengoptimalisasi sumber daya daerah yang terbatas untuk pemenuhan kebutuhan yang tidak terbatas, dengan mengembangkan potensi yang ada serta membuat kesinambungan pembangunan. Dengan harapan proses pelaksanaan pembangunan berjalan efektif dan efisien, untuk memperoleh hasil pembangunan daerah yang optimal dalam rangka mensejahterakan masyarakat. RPJMD Kabupaten Jepara 2007-2012 sebagai petunjuk dan penentu arah kebijakan pembangunan serta pencapaian tujuan untuk kurun waktu lima tahun kedepan, sehingga RPJMD tersebut digunakan sebagai dasar penilaian kinerja Bupati selama masa jabatannya. Dimana progress report pelaksanaan pembangunan disampaikan dalam bentuk Laporan Keterangan

1

2

www.djpp.depkumham.go.id

Pertanggungjawaban, yang berupa informasi penyelenggaraan pemerintahan daerah selama 1 (satu) tahun anggaran dan laporan akhir masa jabatan yang disampaikan oleh Kepala Daerah kepada DPRD.

1.3 LANDASAN PENYUSUNAN Landasan Penyusunan RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 20072012 adalah sebagai berikut: 1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten dalam lingkungan Propinsi Jawa Tengah. 2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 4. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. 5. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan, Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara. 6. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. 7. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang. 8. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. 9. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 – 2025. 10. Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 1992 tentang Pembentukan Kecamatan di Wilayah Kabupaten-Kabupaten Daerah Tingkat II Purbalingga, Cilacap, Wonogiri, Jepara, dan Kendal serta Penataan Kecamatan di Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Semarang dalam wilayah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Tengah.

1.2 MAKSUD DAN TUJUAN RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 ini dimaksudkan sebagai pedoman atau panduan dalam penyelenggaraan pembangunan yang dilakukan oleh unsur Pemerintah beserta pemangku kepentingan pembangunan daerah dalam kurun waktu lima tahun kedepan. Sedangkan RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 bertujuan untuk: 1. Memberikan pemahaman kepada pemangku kepentingan pembangunan dan unsur Pemerintah tentang mekanisme, proses dan substansi perencanaan pembangunan selama lima tahun dengan baik. 2. Sebagai acuan dalam perencanaan pembangunan tahunan periode 2007-2012, sehingga setiap tahapan perencanaan pembangunan sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan. 3. 4. 5. Memberikan arahan kebutuhan program dan kegiatan prioritas yang jelas, dengan harapan pelaksanaan pembangunan daerah dapat berjalan secara optimal. Sebagai tolok ukur dalam penilaian kinerja Pemerintah Kabupaten Jepara selama lima tahun. Sebagai dasar komitmen bersama antara eksekutif, legislatif dan pemangku kepentingan pembangunan terhadap programprogram pembangunan daerah yang akan dilaksanakan kurun waktu lima tahun dalam rangka pencapaian visi misi daerah.

3

4

www.djpp.depkumham.go.id

11. 12. 13. 14. 15.

16. 17. 18. 19. 20.

21. 22.

Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 Tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Masyarakat. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009. Peraturan Daerah Propinsi Jawa Tengah Nomor 11 Tahun 2003 tentang Rencana Strategis Propinsi Jawa Tengah Tahun 20032008. Peraturan Daerah Kabupaten Jepara Nomor 10 Tahun 2006 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Jepara. Peraturan Daerah Kabupaten Jepara Nomor 2 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Jepara Tahun 2005-2025. Peraturan Daerah Propinsi Jawa Tengah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Pelaksanaan Perencanaan Pembangunan Propinsi Jawa Tengah. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 16 Tahun 2006 Tentang Prosedur Penyusunan Produk Hukum Daerah.

23.

Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor : 050/2020/SJ Tanggal 11 Agustus 2005 tentang Petunjuk Penyusunan Dokumen RPJP Daerah dan RPJM Daerah.

1.4 HUBUNGAN ANTARA RPJMD KABUPATEN JEPARA TAHUN 2007-2012 DENGAN DOKUMEN PERENCANAAN LAINNYA
Hirarki perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Jepara dimulai dari RPJPD untuk kurun waktu 20 tahun, yang terjabarkan dalam RPJMD untuk kurun waktu 5 tahun dan kemudian diwujudkan dalam perencanaan jangka pendek untuk kurun waktu 1 (satu) tahun. Gambar berikut adalah hubungan RPJMD Kabupaten Jepara sampai tersusunnya Renja SKPD.

Gambar 1.1. Bagan Hubungan RPJMD dengan dokumen perencanaan lainnya
RPJPD Kab. Jepara Th. 2005-2025

RPJM Nasional Th. 2004-2009

RPJMD (Renstrada) Prov. Jateng Th. 2003-2008

RPJMD Kab. Jepara Th. 2007-2012

Renstra SKPD Th. 2007-2012

RKPD Kab. Jepara

Renja SKPD

5

6

www.djpp.depkumham.go.id

Misi Ketiga 7. Program Transisi 8. Misi Kelima 7.2.1. BAB III 1.1. Arah pengelolaan Belanja Daerah 5.6. Hubungan Antara RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 Dengan Dokumen Perencanaan Lainnya 1. Strategi Pembangunan Kabupaten Jepara 4.1. Misi Kedua 7.id .2.1. Kondisi Geografis Dan Tata Ruang Wilayah 2. Demografi 2.5 SISTEMATIKA PENYUSUNAN RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 disusun dengan sistematika sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN 1.1. Prasarana Dan Sarana Daerah 2. Misi Keempat 7. Kaidah Pelaksanaan BAB II 7 8 www.5.3.2. Arah Pengelolaan Pendapatan Daerah 5.5.depkumham.6. Maksud Dan Tujuan 1. Isu-Isu Pembangunan VISI DAN MISI 3. Perekonomian Daerah 2.djpp.7. Sosial Budaya Daerah 2.go.2.2. Visi 3.5.4.3.3. serta Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dengan tetap memperhatikan RKP dan RKPD Provinsi Jawa Tengah. Kebijakan Umum Anggaran BAB VI KEBIJAKAN UMUM DAERAH BAB VII PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH 7.4.2. Landasan Penyusunan 1. Misi Pertama 7. Kemudian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jepara digunakan sebagai pedoman untuk penyusunan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD). Faktor-Faktor Kunci dan Asumsi Keberhasilan BAB V ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH 5. Pemerintahan Umum 2. Misi Keenam BAB VIII PENUTUP 8.3.2.4.Dari bagan di atas dapat dijelaskan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Jepara Tahun 2005-2025 adalah dokumen perencanaan daerah yang digunakan sebagai dasar untuk penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jepara Tahun 20072012 dengan tetap memperhatikan RPJM Nasional dan RPJMD Provinsi Jawa Tengah (Renstrada Provinsi Jawa Tengah Tahun 20032008). Sistematika Penyusunan KONDISI UMUM DAERAH 2.1.1. Latar Belakang 1. Misi BAB IV STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH 4.

132 km2 dengan panjang garis pantai 72 km.1 Kondisi Geografis Luas wilayah daratan Kabupaten Jepara 1. sehingga merupakan daerah paling ujung sebelah utara dari Provinsi Jawa Tengah.1 KONDISI GEOGRAFIS DAN TATA RUANG WILAYAH 2.1.55 °C dan tertinggi sekitar 33.depkumham.id . dengan jarak tempuh ke Ibukota Provinsi sekitar 71 km dan dapat ditempuh dengan kendaraan lebih kurang 2 jam. dimana untuk menuju ke wilayah tersebut sekarang dilayani oleh kapal ferry dari Pelabuhan Jepara dan kapal cepat dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.052 km2 (73.71 °C. dengan 5 pulau berpenghuni dan 24 pulau tidak berpenghuni. 5° 43' 20. yakni gugusan pulau-pulau yang ada di Laut Jawa dengan dua pulau terbesarnya adalah Pulau Karimunjawa dan Pulau Kemujan. Laut Jawa Pati Kudus Demak Semarang Dari wilayah Kabupaten Jepara juga mencakup luas lautan sebesar 1. Kabupaten Pati dan Kabupaten Kudus di Timur. Wilayah Kabupaten Jepara juga meliputi Kepulauan Karimunjawa. serta Kabupaten Demak di Selatan.080 km2 (26.40" Bujur Timur. Musim penghujan antara bulan Nopember-April dipengaruhi oleh musim Barat sedang musim kemarau antara bulan Mei-Oktober yang dipengaruhi oleh angin musim Timur. Suhu udara Kabupaten Jepara terendah pada 21.djpp. Sedangkan sebagian besar wilayah perairan tersebut dilindungi dalam Cagar Alam Laut Karimunjawa. sebesar 740. sebesar 264. dengan jumlah hari hujan 89 hari. dengan kelembaban udara rata-rata sekitar 84%.67" sampai 6° 47' 25. Kabupaten Jepara merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang beribukota di Jepara.1 Letak Kabupaten Jepara dalam Konstalasi Jawa Tengah JEPARA Secara geografis Kabupaten Jepara terletak pada posisi 110° 9' 48.83" Lintang Selatan. 02" sampai 110° 58' 37.179 km2) sedangkan wilayah terluas adalah Kecamatan Keling (231.BAB II KONDISI UMUM DAERAH 2. Pada lautan tersebut terdapat daratan kepulauan sejumlah 29 pulau.758 km2).30%). Selain itu di Kepulauan Karimunjawa juga terdapat lapangan terbang perintis yang dapat didarati pesawat terbang berjenis kecil dari Semarang. Sebagian besar luas wilayah merupakan tanah kering. Gambar 2. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di Barat dan Utara. Wilayah tersempit adalah Kecamatan Kalinyamatan (24. maka Kabupaten Jepara beriklim tropis dengan pergantian musim penghujan dan kemarau.70%) sisanya merupakan tanah sawah.6 km².845. Wilayah kepulauan tersebut merupakan Kecamatan Karimunjawa yang berada di gugusan Kepulauan Karimunjawa. 9 10 www.464 mm. Berdasar letak geografis wilayah.004. yang berada di Laut Jawa. Sedangkan jumlah curah hujan ± 2.go.

Kedung 0–2 7.352 12 120 433 3.906 27.301 8. Luas.004. Jepara 0 – 50 2. Mayong 13 – 438 10.124 65.063 231.1. 12. 7.id .go. Kedung Keling Kembang Mayong Mlonggo Nalumsari Pecangaan Tahunan Welahan Jumlah 43. 13. 11. Batealit 68 – 378 4. Kecamatan Luas (km2) Desa/Kel RW RT 1.758 108.004.depkumham.955 56. wilayah dataran rendah di bagian tengah dan Selatan. Jepara 24. Tabel 2.1.642 1.179 12 50 236 5. Mlonggo 0 – 300 Secara administratif wilayah seluas 1.2 Ketinggian Permukaan Tanah Kecamatan Ketinggian No Kecamatan (mdpl) 1.132 18 20 11 18 16 15 12 15 15 194 63 116 77 75 89 78 58 74 44 990 250 551 324 383 509 365 333 315 216 4.djpp. Karimunjawa 0 – 100 6. Bangsri 0 – 594 3. Kalinyamatan 2 – 29 5. 10.200 3 14 52 11 12 www. 14. Batealit 88.1 Jumlah Kecamatan. Karimunjawa 71. Tabel 2.043 102. wilayah pegunungan di bagian Timur yang merupakan lereng Barat dari Gunung Muria dan wilayah perairan atau kepulauan di bagian utara merupakan serangkaian Kepulauan Karimunjawa. Bangsri 85. 8. Kalinyamatan 24.399 38.540 Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2005 Secara topografi Kabupaten Jepara dapat dibagi dalam empat wilayah yaitu wilayah pantai di bagian pesisir Barat dan Utara.Gambar 2.132 km² tersebut terdiri atas 14 kecamatan yang dibagi lagi atas sejumlah 183 desa dan 11 kelurahan.965 35. Keling 0 .667 16 81 291 2.2 Peta Kabupaten Jepara 6. Desa/Kelurahan.879 11 51 282 4. Kembang 0 . RW dan RT No.000 9. 9. seperti terlihat dalam tabel berikut.

SWP IV : Karimunjawa Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan 2. 12. Potensi pengembangan meliputi sektor industri kerajinan dan pertanian tanaman pangan.11. Kabupaten Jepara memiliki variasi ketinggian antara 0 m sampai dengan 1.go. aliran sungai relatif dari daerah hulu dibagian timur (Gunung Muria) ke arah barat (barat daya.2 mdpl yang merupakan dataran pantai. Nalumsari Pecangaan Tahunan Welahan 13 – 736 2 – 17 0 – 46 2–7 Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2005 Dengan kondisi topografi demikian.917 Ha. Kalinyamatan dan Welahan. Dalam dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Bagian Wilayah Kabupaten Jepara. yang dapat diklasifikasikan menjadi 4 jenis tanah berikut Andosol coklat. 4. menyebabkan sungai mengalir dari daerah hulu di bagian timur dan selatan ke daerah hilir bagian utara dan barat. dan barat laut) yaitu daerah hilir (laut Jawa).djpp. 13. daerah terendah adalah Kecamatan Kedung antara 0 .2 Tata Ruang Wilayah Tata ruang wilayah merupakan salah satu hal yang penting diperhatikan dalam perencanaan pembangunan Kabupaten Jepara.620. Mayong dan Tunggul. Potensi pengembangan meliputi sektor industri kerajinan. Potensi pengembangan meliputi sektor pertanian tanaman pangan dan peternakan serta sektor energi (PLTU). Mlonggo. yaitu datar 41. terdapat diperbukitan bagian utara dan puncak Gunung Muria seluas 3. Berdasar data tersebut di atas. Berdasarkan karakteristik topografi wilayah.700.689. hal ini mengacu pada petunjuk perencanaan pembangunan dari Pemerintah Pusat. Keling. Sungai-sungai besar tersebut antara lain Sungai Gelis.1.060 Ha. Regosol terdapat dibagian utara seluas 2. Daratan utama Kabupaten Jepara berdasarkan sistem hidrologi merupakan kawasan yang berada pada lereng Gunung Muria bagian barat yang mengalir sungai-sungai besar yang memiliki beberapa anak sungai. Asosiasi Mediterian terdapat di pantai barat seluas 19. SWP I : Jepara Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan Jepara.857 Ha. Dimana karakteristik kontur wilayah. 2.327.126.301 m dpl (dari permukaan laut).972 Ha. SWP III : Pecangaan Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan Pecangaan.id . Variasi ketinggian tersebut menyebabkan Kabupaten Jepara terbagai dalam empat kemiringan lahan.469 Ha.400.458 Ha dan Latosol yang merupakan jenis tanah paling dominan di Kabupaten Jepara terdapat di perbukitan Gunung Muria seluas 65. SWP II : Bangsri Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan Bangsri. Jarakan. 14. Wiso. Pecangaan. Kondisi ini menyebabkan sistem hidrologinya mengalir beberapa sungai besar yang memiliki beberapa anak sungai.212 Ha. Tahunan.433 Ha. Banjaran. Pada daratan Kabupaten Jepara terdapat beberapa jenis tanah. barat.659. sedangkan daerah yang tertinggi adalah Kecamatan Keling antara 0-1. Bakalan.776 Ha dan sangat curam 10. Jinggotan. curam 10. pengembangan wilayah Kabupaten Jepara terbagi dalam 6 Sub Wilayah Pembangunan (SWP) berikut ini: 1. Kembang dan Mlonggo. Kedung dan Batealit.525.depkumham. bagian daratan utama Kabupaten Jepara terdiri dari dataran rendah dan dataran tinggi yang merupakan kawasan pada lereng Gunung Muria. Alluvial terdapat di sepanjang pantai utara seluas 9. bergelombang 37. perikanan dan pariwisata. 13 14 www. 3.301 mdpl merupakan perbukitan. Gung.

tambak dan perkebunan. Potensi pengembangan meliputi sektor perikanan. Penggunaan tanah Luas 1 2 3 1.935 • Pengairan Setengah Teknis 3.312 3. yang menyebar pada beberapa bagian wilayah Kabupaten Jepara. 5.364 • Padang Rumput 15. Sawah 26. hutan sekitar 19. pengelolaan sumber daya alam.3 Pola Tata Guna Lahan Kabupaten Jepara No.380. Tengah dan Selatan wilayah Kabupaten Jepara.250 • Pengairan Sederhana PU 10. 5. peternakan.4 Penggunaan Tanah Sawah dan Tanah Kering No.718 2.004 • Pengairan Tehnis 5.djpp. Potensi pengembangan meliputi sektor perkebunan.096. 2.40%.144. Penggunaan lahan Urban atau Pusat Keramaian yang meliputi penggunaan tanah perumahan.795 6. perdagangan.005. SWP VI : Mayong Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan Mayong dan Nalumsari.depkumham. Kemudian disusul berturutturut berikutnya adalah luas sawah yang mencapai 26.388. 4. pelestarian lingkungan hidup serta perhubungan laut. 7. Potensi pengembangan meliputi sektor kerajinan. Sebagai gambaran proporsi pola tata guna lahan Kabupaten Jepara seperti terlihat pada tabel berikut: Tabel 2. jasa. Selanjutnya.411 Dari data diatas diketahui bahwa luas bangunan dan pekarangan sudah mendominasi tata guna lahan di Kabupaten Jepara atau mencapai 28. Tanah Sawah 26. Penggunaan lahan Enviromental Conservation atau konservasi lingkungan yang meliputi penggunaan lahan pada daerah perairan Kepulauan Karimunjawa. Tegalan / Kebun 18.096 3. perdagangan dan pertanian tanaman pangan.203 19.408.08% dan tegalan atau kebun seluas 18.185 • Tanah Bangunan dan 28.000 15 16 www.269 2. Sebagai gambaran saat ini penggunaan lahan di Kabupaten Jepara dibedakan menjadi 3 (tiga) yaitu: 1.311.000 • Rawa tidak ditanami 21.954 2. industri dan lain sebagainya.269.go.087 • Pengairan Non PU 2. peternakan dan perikanan. Lahan Luas (Ha) 1. Sedangkan yang lain seperti tambak. Tanah Kering 74. perekonomian.30%. Penggunaan lahan Rural atau Pedesaan yang meliputi penggunaan tanah sawah.Karimunjawa.382 Halaman • Tegalan 18. Tambak Hutan Perkebunan Penggunaan lainnya Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2005 1. SWP V : Keling Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan Keling. pola tata guna lahan tersebut di atas dapat dirinci dalam penggunaan tanah (untuk tanah sawah dan tanah kering) sebagai berikut: Tabel 2.26% dari luas Jepara.398. 6. perkebunan dan penggunaan lainnya luasnya relatif kecil atau dibawah lima persen.014 • Tadah Hujan 5. 3. yang tersebar di bagian Utara.id . pariwisata. kebun campur. Bangunan / Pekarangan 28. tegalan.

288 • Tanah untuk Lainnya 2.271 2 3 • Perkebunan Negara 3. Aspek lain yang terkait dengan tata ruang adalah aspek pertanahan. Kesadaran masyarakat untuk memiliki kepastian hukum tentang pemilikan hak atas tanah cenderung meningkat. agar dalam lima tahun kedepan dicapai pertumbuhan wilayah tertinggal.462 • Hutan Negara 17.954. maka skenario pengembangan wilayah Kabupaten Jepara mengarah pada wilayah utara yaitu pada Kepulauan Karimunjawa dan ke arah timur dari Jepara sepanjang garis pantai.1 • Tambak 1. Tanah Bersertifikat s.202.793. kondisi fisik dan jumlah penduduk yang ada dalam wilayah tersebut.5 Jumlah Sertifikat Tanah Jumlah Penerbitan Sertifikat s.891 Jumlah 100. maka Kabupaten Jepara dijadikan salah satu daerah produksi pangan.748 atau meningkat sebesar 9%. sehingga menyebabkan terjadinya perubahan yang sangat cepat dalam pengembangan wilayah serta berpengaruh kuat pada kebutuhan lahan untuk pembangunan. Gambar 2. Apabila pada tahun 2002 sertifikat tanah yang diterbitkan untuk semua jenis hak berjumlah 235. pada tahun 2006 menjadi 256.d 2003 2004 2005 2006 2002 No.id . jenis usaha. Desakan globalisasi yang terjadi sangat berpengaruh terhadap aspek-aspek pembangunan di Kabupaten Jepara.d 2006 17 18 www. Penggunaan lahan tersebut merupakan cerminan atau perwujudan interaksi antara manusia dengan tingkat teknologi yang dimiliki.535. Sehingga pola penggunaan lahan tersebut akan mencirikan kegiatan masyarakat yang mendiami daerah yang bersangkutan.413. Berdasar hal-hal tersebut sudah saatnya diperlukan penyusunan RTRW dan RDTR untuk periode 10 (sepuluh) tahun ke depan dengan memperhatikan lingkungan yang keberlanjutan. Hal ini sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 21 Tahun 2003 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Tengah.700 diusahakan • Tanah untuk Kayu-Kayuan 1.depkumham.djpp.282 • Kolam 9. hal ini ditunjukkan dengan makin bertambahnya jumlah tanah yang bersertifikat. Tabel 2.545 • Tanah yang tidak 330.562.189 Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2005 Dalam kerangka tata guna lahan. pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan.3 Skenario Pengembangan Wilayah Kabupaten Jepara Guna menjaga keseimbangan ekosistem dan ketahanan pangan nasional. Perda tersebut diperkuat dengan adanya kesepakatan antara Bupati atau Walikota se-Jawa Tengah untuk mempertahankan lahan sawah yang produktif dari alih fungsi lahan.go.503.

4.120 Ha.3 Lingkungan Hidup Tahun 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Kondisi lingkungan hidup dalam waktu satu dasa warsa terakhir cenderung mengalami penurunan kualitas. Namun secara umum jumlah bencana pada tahun 2006 menurun menjadi 6 kali. meningkatnya pencemaran lingkungan.id .386 6. Berdasarkan data diketahui bahwa luas lahan kritis semakin meningkat. Ini menunjukkan. Sedangkan pada tahun 2006 bertambah menjadi 56.227 14 0 5. 3. Lingkungan hidup menjadi isu sentral hampir disemua daerah.1.66 Ha menjadi 47.799 13 486 13 48 19 66 632 235.6 Jumlah Bencana Alam Frekuensi 12 15 20 13 18 6 Sumber: Bakesbanglinsos Kabupaten Jepara. Jumlah kawasan lindung yang ada di Kabupaten Jepara pada tahun 2006 terdiri dari taman nasional 1 buah.981 386 0 5.037 jiwa pada tahun 2005. Tabel 2. dimana pada tahun 2000 jumlah banjir terjadi 7 kali dan tahun 2005 meningkat menjadi 18 kali.183 Ha pada tahun 2004.. Kondisi hutan pada tahun 2006 secara kuantitas tidak terjadi pengurangan luas lahan.046. 2.71 km2. hutan negara dan lahan tanaman kayu-kayuan seluas 190. 2. 2006 Sumber: Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Jepara.440 km2 dan hutan suaka alam dan wisata 0. baik saat ini maupun masa mendatang.2 DEMOGRAFI Jumlah penduduk Kabupaten Jepara 5 (lima) tahun terakhir meningkat dari jumlah 979. sedangkan masalah pertanahan adalah masih banyaknya petak tanah yang belum bersertifikat.1.078.96 km2 serta hutan lindung seluas 42. Akibat kondisi tersebut terjadi peningkatan kejadian bencana alam berupa banjir dan erosi. rendahnya kesadaran masyarakat dan kurang konsistennya penegakan hukum.252 752 13 3. hutan lindung 2 buah dan cagar budaya 4 buah.304 1. atau mengalami peningkatan sebesar 27. dan berkurangnya hutan produktif serta terjadinya bencana alam.511 256. Salah satu indikator kualitas lingkungan hidup ditunjukkan dari luasnya lokasi lahan kritis. tahun 2003 seluas 37. cagar alam 2 buah. bahwa terjadi 19 20 www.254 6.921 524 0 254.748 berkurang dimana pada saat ini hampir sebagian besar hutan dalam kondisi gundul akibat penebangan liar. Namun ternyata secara kualitas kondisi hutan jauh Permasalahan pokok pengembangan lingkungan hidup adalah penurunan kualitas lingkungan hidup. Pada masa datang kerusakan lingkungan yang disebakan oleh hal-hal diatas akan semakin banyak. Hak Milik Hak Guna Bangunan Hak Guna Usaha Hak Pakai Jumlah 234.djpp.503 3.025 jiwa pada tahun 2002 menjadi 1. Tahun 2006 Permasalahan umum tata ruang adalah peningkatan perubahan peruntukan lahan pertanian menjadi non pertanian dan ketidakkonsistenan penggunaan lahan sesuai fungsi yang ditetapkan dalam perencanaan tata ruang.094 5. akibat pemanfaatan sumber daya alam yang tidak ramah lingkungan.36%.go. untuk itu isu ini harus mendapat perhatian khusus agar dampak yang ditimbulkan dapat dieliminir. 2. hal ini ditandai dengan bertambahnya lahan kritis.depkumham.923 123 0 4.

195 2.222 1.382 111.685 No.076 73.560 79.014 95.915 113.400 71. 4.243 1.028.332 8.483 0.510 535.132 1. Berdasar hasil registrasi penduduk pada tahun 2005.527 1. Atas dasar data di atas penyebaran penduduk Kabupaten Jepara masih terkonsentrasi di wilayah Kecamatan Jepara dan yang terendah adalah Kecamatan Karimunjawa. 3. 5.600 491 588 1. 7.633 125. 4.6 38 Kepadatan 2. 8.224 1.id .158 69.292 8.8 Jumlah dan Kepadatan Penduduk No 1.21 2004 526.27% dari jumlah penduduk Jawa Tengah (32.772 69.382 55. Pemerintah Kabupaten Jepara menyadari bahwa ukuran kepadatan penduduk suatu Kabupaten akan lebih bermakna bila dikaitkan dengan potensi Kabupaten dan kondisi penduduk antar kecamatan di Kabupaten Jepara yang bervariasi.028.283 79.74 2006* 512.281 1.224 1.078. Gambaran sosial ekonomi masyarakat memang dapat ditentukan oleh tingkat kepadatan penduduk suatu wilayah.999 1. Hal tersebut menunjukkan rasio jumlah penduduk laki-laki terhadap jumlah penduduk perempuan (rasio jenis kelamin) sekitar 0.071 826 2.638 1.410 2.91 2005 542.510 laki-laki dan 535.055 Jumlah 75.depkumham.012 jiwa dalam waktu lima tahun atau mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 2.977 2.600 491 588 1.367 53. Namun demikian tingkat kepadatan yang ideal di Kabupaten Jepara tidak dapat ditentukan dengan pasti karena tergantung pada potensi yang dimiliki dan kemampuan penduduk di Kabupaten tersebut dalam memanfaatkan potensi yang ada. 5.120 1. Namun sejak tahun 2006 jumlah penduduk laki-laki lebih besar dari perempuan. Proporsi jumlah penduduk perempuan sampai dengan tahun 2004 lebih besar daripada laki-laki.pertambahan penduduk sebesar 99. 21 22 www.064 1.go.527 perempuan.752 0.001 1. Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2004-2005 dan *Disnakerdukcapil Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2005 dan *Disnakedukcapil Berdasar data di atas menunjukkan pertumbuhan penduduk tiga tahun terakhir (2003-2005) cenderung menurun.007 91.037 1.258 75.078.039.713 3.112 115.527 1.827 6.387 533.752 64.594 1.776 63. 3.71 3 2006* Kepadatan 2.000 penduduk laki-laki terdapat 987 penduduk perempuan.222 1.527 1.734 93.767 68. 1.djpp.7 Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Pertumbuhan Tahun Laki-laki Perempuan Jumlah (%) 2002 488.083 2.23 Tabel 2.251 1.951 515.410 2. namun dengan angka sementara (2006) ternyata terjadi pertumbuhan yang meningkat.757 1. 2.035 123.91 Juta jiwa).03 7 2005 Kepadatan 2.195 2.980 91.564 8.288 119 1. jumlah penduduk Kabupaten Jepara berdasar jenis kelamin terdiri dari 542. 9.439 68.428 18. 6.518 0.265 93.852 1. 2.55% per tahun.664 81.997 0.071 826 2.844 70.420 73.780 2.025 2003 516.585 65.656 56.546 523.546 490.577 70. Tabel 2.478 979.215 0.362 2.007 74.951 69.987 yang berarti setiap 1.083 2.059.215 0.059.999 1.904 85.586 70.016 127.073 Jumlah 67. 10 11 12 13 14 Kec Jepara Bangsri Batealit Kalinyamata n Karimunjawa Kedung Keling Kembang Mayong Mlonggo Nalumsari Pecangaan Tahunan Welahan Jumlah 2004 Jumlah 73.898 67.972 64.288 119 1. Sedangkan proporsi jumlah penduduk Kabupaten Jepara hanya sekitar 3.

602 1.4 Piramida Penduduk Tahun 2005 11981 70 – 74 60 – 64 50 – 54 40 – 44 30 – 34 16317 22411 33921 34395 42873 52554 66943 81876 85444 98513 20 -24 10 – 14 0 – 4 0 20000 40000 60000 80000 101798 114313 107065 105137 102496 100000 120000 140000 Untuk dapat mengetahui perbandingan antara penduduk usia produktif dengan penduduk usia tidak produktif.206.id .87%.Tabel 2.630 709. Hal tersebut menunjukkan penduduk yang datang lebih besar daripada penduduk yang pergi keluar Jepara.232.258.180.059.373 700.128.069 47.1%. Gambar 2. 23 24 www.10 Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia Tahun 0 –14 2002 285.720 Angka Tahun Jumlah 979. Dari data yang ada menunjukkan bahwa migran ke Kabupaten Jepara tiga tahun terakhir naik dari 224 jiwa tahun 2002 menjadi 2. Tabel 2.738 dengan angka ketergantungan 44.713 2002-2005 Sumber: Jepara Dalam Angka 2005. yang berarti 1 orang penduduk usia produktif menanggung 2 orang penduduk tidak produktif.492 2012 1. Diolah dan Berdasarkan komposisi umur penduduk. maka dapat dilihat jumlah penduduk berdasarkan komposisi umur. Diolah sebesar 331. Perbandingan penduduk yang datang dengan yang pergi pada tahun 2006 (angka sementara) menunjukan rasio 1 : 5.587 2010 1.540 2011 1.025 1.depkumham. maka dapat dilihat bentuk struktur atau piramida penduduknya.djpp. penduduk Kabupaten Jepara tergolong dalam ciri Expansive yakni sebagian besar penduduknya berada dalam kelompok usia muda atau produktif (15-64 tahun) yaitu sekitar 66.41.681 2008 1.9 Prediksi Jumlah Penduduk Tahun Jumlah Penduduk 2007 1. serta adanya rencana pembangunan pembangkit listrik energi alternatif.430 712.078.544 2004 309.421 pada tahun 2005.028.328 2005 314.037 1. Dari sudut pandang ini.039.go.762 2003 303.844 50. yaitu perbandingan antara penduduk usia produktif dengan penduduk usia tidak produktif (0-14 dan 65 th keatas) pada tahun 2006 (menggunakan angka sementara) Jepara sebagai pusat perdagangan dan industri furnitur atau meubelair.604 Sumber: Jepara *Disnakerdukcapil Usia 15 – 64 647.154.709 22. Prosentase tersebut menunjukan angka beban tanggungan.827 1.389 Dalam 65 keatas 46. membawa konsekuensi daerah ini sebagai tujuan mobilitas penduduk baik karena alasan pekerjaan maupun alasan usaha.698 2006* 296.634 2009 1.445 Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2002-2005.194 688.910 49.

persentase penduduk miskin turun sebesar 0.9% 1.570* 62.4%.881 2006* 6 101. sehingga selama tiga tahun jumlah penduduk miskin naik sebesar 817 iwa.780 13. jumlah penduduk pencari kerja dan banyaknya penduduk migran.059.856 23. hal ini berpengaruh secara tidak langsung terhadap jumlah penduduk miskin. Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jepara pada tahun 2002 sebanyak 142.80% dari jumlah penduduk.33) 39.401 6.273 Jiwa atau 14.go.582 (38. Namun dilihat dari proporsi penduduk miskin terhadap jumlah penduduk.973* Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2001-2005 dan *Kantor KB Daerah 25 26 www.5% 1. Tabel II.Tabel 2.637 61. beban tanggungan penduduk non produktif.431 6.depkumham.907 13.638 143.037 147.80) 48.871 KK atau 36.djpp. kepadatan penduduk.078.380 59.872 144.225 1.325 36.29% dari jumlah penduduk sedangkan tahun 2006 (angka sementara) sebesar 101.5% dari jumlah penduduk dan pada tahun 2006 (dengan menggunakan angka sementara) naik menjadi 148.id .296 61.12 Jumlah Penduduk Miskin Jumlah Penduduk Persentase Penduduk Miskin 979.11 Jumlah Penduduk Migrasi Migran Laki-laki Perempuan Penduduk Datang 2003 127 97 2004 132 170 2005 1.597 Jiwa atau 13.554 59.952 (37.489 (41.095 2005 5 102.108 22.802 23.081 KK.911* 16.056* 41.116 (40. Apabila dirinci dari sisi tahapan keluarga sejahtera tampak bahwa jumlah keluarga Pra Sejahtera pada tahun 2001 sebesar 105.025 142.640 KK atau 42.984 Tahun 2004 4 102.828 37.118.13 Penduduk Menurut Tahapan Keluarga Sejahtera Tahap Keluarga Sejahtera 1 Pra Sejahtera Sejahtera I Sejahtera II Sejahtera III Sejahtera III+ KK Berumah Tidak layak 2002 2 105.039.196 2006* 546 397 Penduduk Pergi 2003 152 141 2004 207 174 2005 262 230 2006* 737 702 Sumber: Jepara Dalam *Disnakerdukcapil Angka Tahun Jumlah 224 202 2.597 13.98) 44.219 24.984 2003 3 105.273 14.784 32. Permasalahan umum di bidang kependudukan adalah pertambahan jumlah penduduk yang cukup tinggi dan masih tingginya jumlah keluarga Pra Sejahtera.52) 41.111 34.3% Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2002-2005 Dari data pertumbuhan jumlah penduduk.871 (36. Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa terjadi penurunan jumlah keluarga Pra Sejahtera sebesar 1.421 937 293 381 491 1.439 2003-2005 dan Tahun 2002 2003 2004 2005 2006* Tabel 2.344 148.15) 36.761 7.7% 1.227 13.3%.875 7.828* 24. artinya terjadi sedikit peningkatan kesejahteraan masyarakat dari sisi ekonomi.6% 1.

Hasil analisis tersebut merupakan pijakan.3. 2. 2.31% dari PUS tetapi pada tahun 2005 mengalami penurunan yang cukup besar karena hanya mencapai 18.id .354 PUS. hotel dan restoran hampir menduduki urutan berikutnya. Berdasarkan gambaran sepintas tentang perekonomian daerah di atas berikut akan diuraikan tentang struktur perekonomian daerah terkait kontribusinya terhadap wilayah dan ciri-ciri ekonomi wilayah. berkembangnya usaha kecil dan besar. Hal ini berarti akan meningkatkan potensi fertilitas. tahun 2001 sebanyak 181. Permasalahan pokok Keluarga Berencana adalah makin menurunnya persentase cakupan peserta KB aktif dan menurunnya pencapaian peserta KB MKJP. maka berikut akan disajikan melalui indikator perkembangan Produk Domestik Regional Bruto yang selanjutnya disingkat PDRB. Berikut akan diuraikan pertumbuhan PDRB dan kontribusi sektor PDRB selama empat tahun terakhir (2002-2005).846 PUS sedangkan tahun 2005 sebanyak 198. hal tersebut berdampak pada peningkatan penyerapan tenaga kerja. dimana pembangunan kedua hal tersebut akan membawa dampak yang sangat luas baik dalam ekonomi. pertumbuhan dan disparitas pertumbuhan ekonomi wilayah.3 PEREKONOMIAN DAERAH Dalam rangka penyusunan perencanaan pembangunan jangka menengah Kabupaten Jepara dibutuhkan analisis indikator ekonomi berbagai sektor pembangunan. sarana prasarana (transportasi dan pelabuhan batubara). besaran kesempatan kerja. serta proporsi PDRB Kabupaten Jepara pada PDRB Provinsi Jawa Tengah berdasarkan harga berlaku dan harga konstan tahun 2000. Dalam pengertian tersebut. diharapkan diperoleh pengetahuan mengenai karakteristik perekonomian wilayah dan ciriciri ekonomi kawasan dengan mengidentifikasi basis ekonomi kabupaten. Hasil perhitungan PDRB atas dasar harga berlaku dapat menjelaskan besamya peran masing-masing sektor ekonomi. Pada tahun 2001 peserta KB Aktif yang menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) mencapai 20. Apabila diurutkan. hotel dan restoran merupakan andalan utama Kabupaten Jepara saat ini karena kontribusinya cukup besar. Berdasar hal tersebut.go.96%. sektor-sektor unggulan. Analisis ekonomi dilakukan untuk mewujudkan ekonomi wilayah yang sustainable melalui keterkaitan ekonomi lokal dalam sistem ekonomi wilayah yang lebih luas. Kondisi ini tidak sejalan dengan peningkatan jumlah peserta KB Aktif yang cenderung menurun. kondisi Kabupaten Jepara menunjukkan jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. dalam rangka merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi Kabupaten Jepara kurun waktu lima tahun kedepan. maka dapat diketahui bahwa ketiga sektor yaitu sektor industri pengolahan.depkumham. Dari analisis ini. Sedangkan hal yang akan mempengaruhi kondisi ekonomi Kabupaten Jepara lima tahun kedepan adalah adanya rencana pembangunan pembangkit listrik energi alternatif dan pembangunan Jepara The World Carving Centre.1 Struktur Perekonomian Untuk melihat pertumbuhan perekonomian Kabupaten Jepara secara umum. Hal ini dapat dilihat pada tahun 2001 persentase peserta KB mencapai 73.djpp.42% dari PUS.Dilihat dari sisi keluarga berencana. maka sektor unggulan pertama adalah industri pengolahan. 27 28 www. sosial dan budaya masyarakat. serta meningkatnya pendapatan daerah. Pada bidang ekonomi pembangunan pembangkit listrik energi alternatif akan meningkatkan perputaran roda perekonomian daerah. Kemudian sektor pertanian dan sektor perdagangan.09% tetapi sebaliknya pada tahun 2005 mengalami penurunan hingga 74. berdasar basis ekonomi dan sektor-sektor unggulan. sektor pertanian serta sektor perdagangan. analisis indikator ekonomi diarahkan untuk menciptakan keterkaitan ekonomi antar kawasan di dalam wilayah kabupaten dan keterkaitan ekonomi antar wilayah kabupaten.

827 3.2144 0.436.19 236. Hotel Dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keu.316.0639 0.453.2172 0.789. 3.5 Kontribusi PDRB Menurut Dasar Harga Berlaku Tahun 2006* Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 9% 7% 6% 23% 1% Secara rinci kontribusi masing-masing lapangan usaha terhadap PDRB selama empat tahun ditunjukkan pada tabel berikut.87 9.48 33.435.710.0063 0.091.0602 Tahun 2004 2005 0.2442 0.097242 1.00 0. 3.92 363.0057 0.078.47 0.0511 0. 1. 5.30 380.128991 1. 8.023. Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.69 0.87 63.67 320.2593 0.82 57.547.0132 0. Bangunan.0118 0.2698 0.984. Gas dan Air Bersih Perdagangan.008.Tabel 2.084.0445 0. maka berikut akan digambarkan masing-masing Kontribusi PDRB menurut lapangan usaha pada tahun 2006.36 74.15 0.434.003.69 1.2639 0.711.344 4.144728 1. Jasa Persh 2003 0.00 0.925.382.093065 1.136 2005 1. Tabel 2.037 4.00 871. Gas dan Air Bersih Bangunan Perdagangan.46 939.057.0060 0.167.039.738.348.0922 1.726.233. Jasa Persh Sedangkan berdasarkan atas dasar harga konstan 2000.2076 0.686.0921 1. 2. Persewa.id .151.02 158.58 21.0145 0.go. Dengan demikian dapat terlihat dengan jelas sektor-sektor yang merupakan andalan utama saat ini. JEPARA (BPS Kab.97 24.27 498.0670 2006* 0.djpp.59 1.018. hotel dan restoran kontribusinya selama empat tahun menunjukkan angka yang relatif besar atau diatas 20% dari PDRB. Gambar 2.010.410.324.33 47. 5.032.37 292. Sektor Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.15 Kontribusi Sektor PDRB Atas Dasar Harga Berlaku No. JEPARA) (diolah) Untuk mengetahui kondisi terkahir.17 4.2722 0.949.867.058.87 254.383.05 5.0725 21% 6% 1% 26% Pertanian Industri Pengolahan Bangunan Pengangkutan dan Komunikasi Jasa-Jasa Pertambangan dan Penggalian Listrik.357. Persewa Bang.2108 0.059.118.716.79 241. 6.2326 0.0396 0. 7.89 1.58 404.79 195.658. sumbangan tertinggi terhadap pembentukan PDRB empat tahun 29 30 www.164. 8.223.0053 0. Bangunan. karena kontribusinya yang besar.0930 1.00 Sumber: PDRB Kab. Gas dan Air Bersih Bangunan Perdagangan.124.001.969.563.12 30.335. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keu.07 5.13 0. Hotel Dan Restoran Keu.00 0.0905 1.182.83 336.29 1. Jasa Prsh Jasa-Jasa PDRB Pertumbuhan PDRB (%) Jumlah Penduduk (Jiwa) Pdpt Per Kapita (Juta Rp) Tahun (dalam jutaan) 2003 979.79 1. 9.0628 0.405.733.0126 0.0667 0.0588 0.56 256.2356 0.depkumham.293. Ketiga sektor utama yaitu sektor industri pengolahan. 2.25 1.324.196. 4.0580 0.654 2006* 1. 6. Persewa.0570 0.97 462.04 293.20 337. sektor pertanian serta sektor perdagangan.494.638 4.481. 7.856 2004 1.14 PDRB Menurut Atas Dasar Harga Berlaku No 1.396. Jasa-Jasa PDRB 0.32 4. 4.2274 0.

75 901.55 191. hotel dan restoran.39 766.042305 1.0884 2006* 0.509. 7.875.53 3.52 178. Gas dan Air Bersih Bangunan Perdagangan.671.0068 0.088 931.638 3.72 189.272.904.58 0.0066 0.72 0.0894 Tabel 2.66 0.2167 0.0612 0.0515 0.5 3.djpp. Sumber : PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 Dilihat dari kontribusi terbesar dari PDRB Kabupaten Jepara atas dasar harga konstan tahun 2000 adalah sektor industri pengolahan.22 157.go.10 214.192. Jasa-Jasa 2003 0.003.0060 0. Secara rinci PDRB menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000 dapat dilihat pada tabel berikut. 1. 5.110.90 24.73 3. 9.34 186.00 1.146.349.63 17.812.00 1.037600 1.48 199. 3.110.042254 1118343.214.17 3. sektor pertanian serta sektor perdagangan.2227 0. sektor pertanian serta sektor perdagangan.2730 0.0434 0.0584 0.399.507.0578 0.654.47 0.039. Tabel 2.91 721.625. Namun ketiga sektor utama pembentuk PDRB tersebut.687.0052 0. 4.785.887.2195 0. 3.598.04 16. 5.24 141.226.15 PDRB Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000 No. Sedangan kontribusi terendah terhadap PDRB adalah sektor Pertambangan dan Penggalian.0054 0. Lapangan Usaha 2 Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.0553 0.2755 0.depkumham.00 Sumber : PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 Untuk mengetahui proporsi tiap sektor pembentuk PDRB berdasar harga konstans pada tahun 2000.0547 0. hotel dan restoran.22 173.0463 0.2474 0. Hotel dan Resto Pengangkutan dan Komunikasi Keu.838.87 126.terakhir juga pada sektor industri pengolahan.0050 0.2775 0.009.76 700.703.533.844.159.2457 0.631.026 Tahun (dalam Jutaan) 2004 2005 4 5 809.id .0871 Tahun 2004 2005 0.411.0048 0.938.48 873.49 172.0890 0.0549 0.894.99 274.32 21.2690 0.381.239.02 748.037 3.164 2006* 6 868.247.16 Kontribusi Sektor PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 No.0546 0.836. Hotel Dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keu.63 179. Sektor Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.182.2518 0. Persewa Bangunan.0542 0.95 15.039999 1.328. 2.00 1. berikut akan digambarkan masing-masing sektor seperti pada gambar berikut ini. 8.531.83 301.09 18.22 315. 6.47 844.332.159 PDRB 1. Gas dan Air Bersih Bangunan Perdagangan. Jasa Persh. 9.059.827 3.19 19.83 3.96 23. Dengan demikian dapat diketahui besarnya proposi sektor-sektor pada tahun 2006 (angka sementara) yang memberikan kontribusi terhadap PDRB Kabupaten Jepara. 2.080.0071 0.708.2204 0. 4.0402 0.2477 0.29 952. 1 1. Persewa Bang Jasa Prsh Jasa-Jasa PDRB Pertumbuhan PDRB (%) Jumlah Penduduk (Jiwa) Pdpt Per Kapita (Juta Rp) 2003 3 792. 6. 31 32 www.63 291. pada tahun 2005 dibanding empat tahun sebelumnya tahun 2002 kontribusinya turun. 7.304.078. 8.311.

17 Perbandingan PDRB Harga Berlaku Jepara-Jateng Tahun 2002 Jepara 3.435.3.263.04 193.74 2.382.968. Tabel 2.33% 2.54%. 33 34 www.31 255.056. 2. sehingga menjadi leading sector dalam perekonomian.47 5.djpp.41% Kondisi ekonomi di Kabupaten Jepara selama ini didukung oleh kebesaran industri mebelair sehingga Jepara dikenal sebagai kota ukir.018.14% 2. Hotel Dan Restoran Keu.168.go.16%.494.542. Hal ini menunjukkan bahwa PDRB Kabupaten Jepara tumbuh di bawah nilai PDRB Jawa Tengah.08%.27% 2. hotel dan restoran sebesar 8. sedangkan sektor konstruksi sudah mulai tumbuh sebesar 1. Selain itu.2 Pertumbuhan Ekonomi Sektoral 2167% 515% 71% Pertanian Industri Pengolahan Bangunan Pengangkutan dan Komunikasi Jasa-Jasa Pertambangan dan Penggalian Listrik.00 2. sehingga sektor ini juga selama ini memberikan kontribusi yang cukup baik bagi pendapatan daerah. namun sebagian besar mengalami pertumbuhan diantaranya adalah sektor pertanian tumbuh sebesar 6.id .69 4. namun apabila dibandingkan dengan PDRB Jawa Tengah selama empat tahun terakhir mengalami penurunan.435.383. dimana terdapat sentra kerajinan ukiran kayu (Pusat kerajinan ini di Kecamatan Tahunan dan Jepara) yang ketenarannya hingga ke luar negeri.13 5.Gambar 2. maka proporsi PDRB Kabupaten Jepara dibandingkan dengan PDRB Provinsi Jawa Tengah. Persewa Bangunan.11% Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 612% 542% 894% 2457% 54% Dari data tersebut di atas tampak bahwa PDRB Kabupaten Jepara mengalami peningkatan rata-rata 11.6 Kontribusi PDRB menurut lapangan usaha berdasarkan Angka Dasar Harga Konstan Tahun 2006* 2003 2004 2005 2006* 4. Banyaknya usaha mebelair ternyata mampu mendongkrak sektor industri pengolahan. kontribusi terbesar didominasi oleh sektor Keuangan. Jasa Persh.655.depkumham. persewaan dan jasa perusahaan sebesar 10. dan sektor pertambangan dan penggalian sebesar 8. 2690% Dalam melihat perkembangan struktur ekonomi daerah dalam konstalasi regional Provinsi Jawa Tengah. Gas dan Air Bersih Perdagangan.05 234.716.825. Pertumbuhan sektor ekonomi menurut lapangan usaha tidak semuanya menunjukan pertumbuhan yang positif. Sehingga akan dapat diketahui besarnya proporsi PDRB Kabupaten dalam membentuk PDRB Provinsi Jawa Tengah yang ditunjukkan pada tabel berikut.481.323. Dengan performa pertumbuhan tersebut.164. sektor perdagangan. di Kabupaten Jepara juga banyak terdapat tempat pariwisata yang sangat memikat wisatawan.45 PDRB (Dalam Juta Rupiah) Jateng % PDRB Jepara thd Jateng 151.48%.877.14 171.881.56%.63%. Sektor ini dibanding delapan sektor lainnya memberikan kontribusi paling besar bagi produk domestik regional bruto (PDRB).010.

70%. 7.12 0.185 0.08 0. 4.07 0. sektor pengangkutan dan komunikasi serta sektor perdagangan.20 0.15 1. 7.0401 2004 0.88 0.51 0.85 0.10 0.15 0. Sektor Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.165 0.48 0.83 0. 8.35 0. Tabel 2.id . Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.18 Pertumbuhan Ekonomi Sektoral Menurut Harga Konstan 2000 No.18 0.22 0.09 0.14 1.115 0.11 0.05 0.77 0.89 0. 3.79 1.83 1. dapat diketahui sektor basis Kabupaten Jepara.47 0.20 0.21 0.depkumham.3 Pendapatan Domestik Regional Bruto Per Kapita Perkembangan pembangunan ekonomi Kabupaten Jepara tidak hanya dilihat dari PDRB sektoral. 3. tetapi juga harus diperhatikan perkembangan PDRB per kapita dan pendapatan per kapita dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat.31 0.0399 2006* 0. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan.19 Nilai LQ Menurut Harga Konstan Tahun 2000 No. Disusul kemudian oleh sektor pertanian.go. 1.64 2005 1.37 0.12 1. 4.05 1.13 0.04 1.125 0.14 0. Sedangkan beberapa sektor basis lainnya nilainya dibawah satu. Hasil dari penghitungan LQ menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan walaupun memberikan sumbangan terbesar pada PDRB Kabupaten Jepara. 9.04 1. Pertumbuhan PDRB Kabupaten Jepara selama empat tahun terakhir mengalami kenaikan rata-rata sebesar 11.12 0.88 Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005.06 1.23 0.08 0. Selama empat tahun perkembangan PDRB per kapita atas dasar harga berlaku dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan yang cukup berarti.17%. karena sektor tersebut memiliki nilai LQ tertinggi. Persewaan dan Jasa Prsh 2002 1. Persewaan dan Jasa Prsh Jasa-jasa PDRB Total 2003 0. Sesuai data PDRB tahun 2005 sektor yang paling utama adalah Keuangan.33 0.215 0. 2.51 0.67 1.26 0. Diolah 35 36 www.07 0. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan. Melalui perhitungan nilai LQ.08 0.djpp. 1.16 0.12 0. 6. 6. Jasa-jasa 0.10 0.75 1.085 0. 5. Persewaan dan Jasa Perusahaan.3. Gambaran mengenai PDRB per kapita merupakan salah satu indikator kesejahteraan masyarakat suatu daerah. kenaikan PDRB tersebut sejalan dengan kenaikan Pendapatan Perkapita setiap tahun rata-rata naik sebesar 7.115 0. hotel dan restauran.Tabel.65 9.13 0. 2. 5. 8. Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 Untuk mengetahui sektor ekonomi basis dilakukan penghitungan nilai LQ (Location Quotient) dengan mempertimbangkan kondisi PDRB Kabupaten Jepara terhadap PDRB Provinsi Jawa Tengah. Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.42 2003 1.17 1.0376 2005 0.08 0.84 0. ternyata untuk tingkat Jawa Tengah sektor ini bersaing dengan daerah lain.87 0.87 0.17 0.19 0.13 0.79 0.0423 Berdasar nilai LQ dapat diketahui bahwa beberapa sektor basis dapat atau berpotensi untuk dikembangkan di Kabupaten Jepara. 2. 2. Bahkan nilai LQ tidak lebih dari satu.96 0.52 2004 1.85 0.

856.69 4.146.827 1. 2002 4.76 3.164. 1.599. 2005 4.032.15 Jumlah Penduduk 979. 2007 4.go.136.638 1.782.309.745 3.010.037 1.47 3.515. Tabel 2.018.324 3.026.021 Berdasarkan tabel di atas pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jepara setiap tahun mengalami peningkatan.324 2.655.716.078.99%.22 Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi Tahun No (%) 1.272. Penduduk dan PDRB Perkapita Menurut Harga Konstan No.411. 2004 4. 2.Tabel 2. 4.363.708.059.838.056.118.47 5.088. 5.74 5. 3. Penduduk dan PDRB Perkapita Menurut Harga Berlaku No.159.059.994. maka optimalisasi kebijakan pembangunan Kabupaten Jepara diarahkan pada pilihan alternatif kebijakan di bidang ekonomi yang dapat menciptakan multiplier effect dan peningkatan sumber pembiayaan pembangunan daerah. 2008 4.id .27%.078.39 2. kecuali pada tahun 2003 yang mengalami penurunan. Oleh karena itu dibutuhkan dorongan investasi pada berbagai sektor yang potensial untuk mendorong peciptaan 37 38 www. Tabel 2.118.039.856.28 Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2006 -0. Tahun 2002 2003 2004 2005 2006* PDRB Berlaku 3. 2003 3.23 5.970 4.814 3.232. 5.742 3.djpp.31%. 1.733. Pada tahun 2003 PDRB perkapita mengalami penurunan 2.025 1.481. 2009 4.276 3.724. Diolah Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 dan Jepara Dalam Angka 2002-2005 Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang diharapkan pada Tahun 2012 dengan skenario optimis sebesar 4. dan kenaikan PDRB Perkapita atas dasar harga konstan selama empat tahun naik rata-rata sebesar 3.19 0.depkumham.873.62 4.97 Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005.01 2.21 PDRB.42 0.72 3.51 3.638 1. 2012 4. 2011 4.806. 2006 4.037 1.997 4.398 4.382.34 3.66 Jumlah Penduduk 979.13 5.344 PDRB Per Kapita 3. Tahun 2002 2003 2004 2005 2006* PDRB Berlaku 3.85 6.383. 3.097.110. Peningkatan pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi pada tahun 2004.05 Sedangkan perkembangan PDRB per kapita atas dasar harga konstan selama empat tahun tidak selalu naik. 2010 4.025 1.4 Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 dan Jepara Dalam Angka 2002-2005 Pertumbuhan Ekonomi Secara Agregat Tabel 2.531.07 0. 2.23 Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi No Tahun Pertumbuhan Ekonomi (%) 1.039.44 4.00 4.908.58 3.494.164.97%.20 PDRB.827 1.159.3. Walaupun demikian ternyata selama empat tahun terakhir secara rata-rata PDRB per kapita Kabupaten Jepara menunjukkan kenaikan sebesar 2. 4.344 PDRB Per Kapita 3.654.

7 Grafik Laju Perkembangan Inflasi Selama empat tahun terakhir (2002-2005) laju perkembangan inflasi Kabupaten Jepara menunjukan angka yang fluktuatif tiap tahunnya.65 2005 16.65 2005 16.3. serta investasi Non PMA dan PMDN.88 2004 5. Rata-rata laju perkembangan inflasi selama empat tahun adalah sebesar 10. Nilai persetujuan penerimaan modal bersih PMDN diperkirakan akan semakin meningkat pada 39 40 www. yang mana investasi tersebut mendukung perekonomian tumbuh dengan baik.go.36 2. Proses investasi di Kabupaten Jepara lima tahun terakhir berlangsung cukup baik.3.51 2003 5.24 Laju Inflasi Tahun Laju Inflasi (%) 2002 9. Hal ini diperkuat dengan Kabupaten Jepara berhasil meraih prestasi sebagai Juara I Pro Investasi Tahun 2006. menyusul prestasi yang pernah diraih pada tahun 2005 sebagai Juara II yang pro investasi dari 35 kota atau kabupaten di Jawa Tengah.6 Investasi Berdasarkan data diatas perkembangan inflasi Kabupaten Jepara secara grafis selama lima tahun (2002-2006) terlihat sebagai berikut.36 Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 Series1 2002 9. Nilai inflasi terendah pada tahun 2004 sebesar 5. Tabel 2.depkumham.88 2004 5.36% terjadi pada tahun 2006. PMA tahun 2003 sejumlah 84 buah bertambah menjadi 99 buah pada tahun 2006. Investasi yang ada di Kabupaten Jepara terdiri atas investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA). Kondisi PMA dan PMDN jumlahnya selalu naik empat tahun terakhir.djpp.34%. sedangkan PMD pada tahun 2002 sebanyak 5 buah dan tahun 2006 menjadi 8 buah.65% sedangkan inflasi tertinggi sebesar 14.5 Inflasi 20 15 10 5 0 Series1 Gambar 2.51 2003 5.PDRB yang diikuti dengan peningkatan efisiensi terhadap pembiayaan investasi.29 2006* 14.29 2006 14.id . 2.

4 8.go.608 orang meningkat tajam selama empat tahun terakhir.3.6 8.019.6 8.104.088.574. serta membangun kemitraan yang kuat dengan berbagai dunia usaha maupun instansi pemerintah pusat. beras dan sapi. monel).8 Perindustrian Untuk pembiayaan investasi Non PMDN atau PMA ini.60 PMA 7. ikan. selengkapnya ada dalam tabel berikut.233.6 139. Di samping itu yang tak kalah membanggakan adalah keberadaan logam monel dalam bentuk kerajinan emas putih. kelapa.074. produk kerajinan daerah (mebel.034.111. kerajinan emas putih (monel) dan kerajinan anyaman (rotan dan bambu). baik jumlah kegiatan yang akan dibiayai maupun nilai investasinya.230. kayu.070. industri pertambangan (batu gamping.178. yaitu Timur Tengah dan Eropa.373 8.0 2011 338.691.0 2010 306.djpp. sprei. sehingga mampu menjadi penopang ekonomi kerakyatan.26 Proyeksi PMA dan PMDN Tahun PMDN PMA 2007 211. Perkembangan investasi PMA dan PMDN tersebut dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 2. Kontribusi sub sektor industri terhadap PDRB atas dasar harga konstan menunjukkan grafik peningkatan sejak krisis ekonomi tahun 1998.0 2009 274.6 8.652.0 2012 369.25 Jumlah Nilai PMDN dan PMA Jenis 2003 2004 2005 2006* PMDN 60.6 139. bahan baju).574. Produk Kabupaten Jepara yang diperdagangkan pada tingkat lokal maupun regional yang menonjol berupa tenun ikat troso dari sutra dan katun (sarung. Sedangkan produk Kabupaten Jepara yang diekspor terdiri dari mebel.846. propinsi maupun daerah lainnya. korden.6 139.0 Sumber: Dinas Indagkoppm Kab.tahun 2011 sebesar 2 kali dari jumlah sebelumnya.769.6 8.873 8.517.133. Seperti halnya pengusaha kecil.834.385.554.0 2008 242.794.201. 2. Sehingga diharapkan Kabupaten Jepara dalam lima tahun ke depan dapat mengalami perkembangan investasi yang signifikan. Dimana jenis produk yang diperdagangkan terdiri dari berbagai macam produk. juga telah merambah pasar ekspor. Tabel 2. Perdagangan yang mendukung perekonomian daerah dibedakan dalam perdagangan di dalam negeri dan ke luar negeri.574. diharapkan pada tahun 2011 akan mengalami peningkatan.174. namun selama lima tahun terakhir menunjukkan kondisi penurunan.id .7 Perdagangan Prospek perdagangan di Kabupaten Jepara cukup baik. diharapkan mengalami kenaikan secara signifikan dengan tingkat efisiensi yang tinggi. ukiran.999. Pada tahun 2003 jumlah usaha industri kecil menengah 41 42 www. Bahkan industri mebel ukir yang kini berkembang menjadi industri furniture merupakan industri andalan Jepara. Selain itu didukung oleh keadaan daerah yang kondusif.depkumham.40 Sumber: Dinas Indagkoppm Kab.6 8. pasir dan marmer). dan sudah menjadi produk unggulan Jawa tengah dan Nasional serta mampu menerobos pangsa pasar di 58 negara. Diolah Secara umum baik investasi PMA dan PMDN maupun Non PMA dan PMDN.314. peningkatan program-program promosi investasi.307. ukiran. jumlah pengusaha menengah juga meningkat empat tahun terakhir menjadi 613 orang. Jepara Tahun 2005.044.6 8. Beberapa jenis perdagangan juga keluar masuk pelabuhan Jepara antara lain kayu. Jepara Tahun 2005 2. Jumlah pengusaha kecil pada tahun 2006 sebanyak 9.3.156.

baik diobyek wisata yang ada di Jepara terutama di Taman Nasional Laut Karimunjawa.000 2005 831.323 394.id . baik melalui media cetak.djpp. yang pada akhirnya akan berdampak positif bagi PAD.513 unit. Sektor pariwisata di Kabupaten Jepara perlu mendapatkan penanganan secara serius dan terpadu. Penyediaan sarana prasarana dan fasilitas penunjang diharapkan akan memperbesar peluang investor untuk menanamkan modalnya di Karimunjawa. tenun ikat troso. Kabupaten Jepara memiliki beberapa keunggulan komparatif antara lain jumlah tenaga kerja sektor industri mebel sangat besar. elektronik. Sarana dan prasarana penunjang kepariwisataan yang ada belum maksimal.000 2006 873.go.000 2004 790.673 354. dan pameranpameran wisata baik lokal maupun internasional. hal tersebut perlu ditekankan karena sektor pariwisata bersifat lintas sektoral dan lintas wilayah.628. kerajinan.9 Pariwisata lokasi. karena fasilitas-fasilitas tersebut akan meningkatkan pelayanan kepada wisatawan yang berkunjung. konveksi. tahun 2006 meningkat menjadi 15. sedangkan keunggulan kompetitifnya antara lain kualitas produk industri yang sudah dikenal di manca negara.984 381. sehingga para wisatawan diharapkan semakin banyak membelanjakan uangnya.sebanyak 14. Luas kawasan industri selama empat tahun terakhir (2003-2006) tidak berubah yaitu seluas 832.608 Ha.446 340. terutama wisatawan manca negara yang berkunjung ke Karimunjawa. karena sektor pariwisata mempunyai sifat multi player effect terhadap sektor lain seperti industri.682 355. Untuk meningkatkan arus kunjungan wisatawan di masa datang ke Jepara diperlukan langkah-langkah strategis terutama dalam bidang promosi pariwisata.27 Jumlah Kunjungan Wisatawan dan Pendapatan Sektor Pariwisata Kunjungan Wisatawan Pendapatan Pariwisata Tahun (orang) (Rp. Namun jumlah perusahaan industri sedang atau besar meningkat dari 24 unit (2004) naik menjadi 35 unit (2006).895 unit. Berbagai obyek wisata yang ada di Kabupaten Jepara yang menjadi daerah tujuan wisata diantaranya berupa : 43 44 www.200 Sumber: Sistem Informasi Profil Daerah 2006 Kepariwisataan yang ada di Kabupaten Jepara merupakan salah satu Daerah Tujuan Wisata (DTW) yang ada di Jawa Tengah hal tersebut sesuai dengan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Jawa Tengah. antara lain kerajinan mebel. 2. Kabupaten Jepara mempunyai potensi kepariwisataan yang sangat lengkap apabila dibandingkan dengan daerah lain.000 2003 776. karena icon pariwisata Jepara terutama Karimunjawa telah menjadi tujuan wisata bahari yang telah dikenal masyarakat internasional.416.927.) 2002 599. Tabel 2. Lengkapnya fasilitas obyek wisata akan membuat wisatawan menjadi semakin nyaman dan lama tinggal di Secara umum arus kunjungan wisatawan baik domestik maupun manca negara setiap tahun mengalami kenaikan. Taman Nasional Laut Karimunjawa sekarang telah menjadi icon kepariwisataan unggulan di Jawa Tengah. potensi tersebut apabila ditangani secara maksimal akan mampu menjadi salah satu andalan yang dapat memberikan kontribusi yang cukup besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan Pendapatan Asli Daerah.159. Jenis industri yang berkembang dan merupakan komoditi unggulan. Dalam menunjang keberadaan obyek wisata diperlukan fasilitas pendukung berupa sarana dan prasarana yang memadai.depkumham.229. keramik/gerabah.3. penyerapan tenaga kerja dan sektor-sektor lainnya.

Wisata Bahari Terpadu (Obyek Wisata Taman Laut Nasional Laut Karimunjawa). daya inovasi dan kreatifitas serta etos kerja dan profesionalisme. Wisata Sejarah.270 ekor dan pada tahun 2006 meningkat menjadi 78.429 ekor.483 ekor. Sentra Kerajinan Ukir. pada tahun 2003 sebanyak 24. Glass Bottom Board. Permasalahan koperasi dan UKM adalah rendahnya struktur permodalan.582 Ha (2006). dan Hutan Sreni Indah. kambing.165 ekor dan itik 59. dan Pulau Mandalika.10 Koperasi dan UKM Jumlah Koperasi dan UKM tahun 2004 jumlah Koperasi Unit Desa (KUD) 17 unit. Memancing. Diving. sapi.• • • • • Wisata Alam (pantai dan pegunungan).djpp. Sedangkan untuk jenis unggas pada ayam buras dan ayam pedaging mengalami penurunan populasi.091 ekor. Masjid dan Makam Ratu Kalinyamat/Sultan Hadirin. terdiri dari: Air Terjun Songgo Langit. Hutan Manggrove. Tracking.735 ton.3. Khusus untuk tanaman padi.223 ekor bertambah menjadi 24. Terumbu Karfang dan Boiota Laut.depkumham. ayam pedaging 114. Kerajinan Kain Troso.536 ekor. dan ayam petelur serta itik mengalami kenaikan populasi. Benteng Portugis. Pada sektor pertanian jenis komoditi potensial tanaman bahan makanan unggulan Kabupaten Jepara yang dapat dikembangkan adalah buah-buahan. dan Snorkling. Pantai Tirto Samodro. 2. ayam pedaging 216. dari 193. terdiri dari: Pesta Lomban (Syawalan).106 orang. Pantai Tirto Samudro.820 ekor. Koperasi Primer Non KUD 471 unit dan sampai Desember 2006 jumlah Koperasi menjadi 539 unit dengan KUD 17 unit.11 Pertanian dan Peternakan Kontribusi sektor pertanian tanaman bahan makanan dan peternakan terhadap PDRB atas dasar harga konstan cenderung mengalami peningkatan yang signifikan sejak tahun 2001 hingga 2005. Jumlah anggota KUD 20. Untuk ternak kecil (kambing dan domba) populasi tahun 2003 sejumlah 61.go.3. Pantai Kartini. dan prasarana teknologi informasi. Jambul Tulakan. Koperasi Non KUD 518 unit. Wisata Sejarah (Makam Syeh Amir Hasan/Sunan Nyamplungan). Wisata Bahari terdiri dari Taman Laut Nasional Karimun Jawa. terbatasnya akses terhadap sarana 45 46 www.000 juta sedangkan untuk Koperasi Non KUD sebesar Rp.845 ton (2004) menjadi 158. terdiri dari: Pendopo Kabupaten. Pusat Koperasi 4 unit. UKM 31. Kerajinan Gerabah.910. Wisata Budaya. ayam petelur 54.306 Ha (2004) menjadi hanya 35. dari tahun 2004 hingga tahun 2006 jumlah konsumsi meningkat dari 120. Kerajinan Monel. Sedangkan komoditi potensial peternakan yang memiliki nilai produksi cukup besar adalah: ayam. padi.207 ekor. Sun Bathing. Kerajinan Keramik. Pada sektor peternakan dilihat dari jumlah populasi untuk ternak besar (sapi potong dan perah) mengalami kenaikan. dan Sentra Kerajinan Relief Desa Senenan. Dalam pengembangan sektor pertanian dirasakan masih kurang 2. peluang pasar serta kurangnya kemitraan antar UKM. Hal ini menyebabkan jumlah produksi berkurang. kacang tanah.189 ton (2006). Kemudian pada tahun 2006 populasi menurun untuk ayam buras 508. Pantai Kartini. dan kerbau. dan Klenteng Hian Thian Siang Tee (Welahan). terdiri dari: Pantai Pasir Putih.000 juta. Kerajinan Rotan.691 unit. Volume usaha KUD sampai Desember 2006 sebesar Rp. Makam Syeh Abu Bakar (Pulau Panjang). 56. Sentra Kerajinan Patung Mulyoharjo.465 ekor. 18.640 ton menjadi 122. Pulau Panjang.896 ekor pada tahun 2006.id . Museum Kartini.123 orang dan anggota Koperasi Non KUD 34. ayam petelur 55.670 ekor dan itik 67.470. Pulau Panjang. Tayub dan Emprak. Oboroboran Tegalsambi. Boating. Namun hal ini tidak dimbangi luas areal produksi yang menurun dari 38. Pada tahun 2003 populasi ayam buras 565. dan ketela pohon. sayur-sayuran.

36 ton pada tahun 2006. saat ini dihadapkan pada perubahan yang dinamis dalam konteks globalisasi pada satu sisi. karet.13 Perikanan dan Kelautan Kontribusi sub sektor perikanan terhadap PDRB atas dasar harga konstan menunjukkan grafik peningkatan. Produksi perikanan baik perikanan laut maupun darat meningkat tiga tahun terakhir. untuk itu lahan penghijauan untuk penanaman pohon bahan kayu olahan perlu ditingkatkan.081.50 ton menjadi 2. 2. tebu.71 m³ (2003) menjadi 9.id . Untuk hasil laut non ikan meningkat dari tahun 2003 sebesar 413. hal ini dapat disebabkan antara lain karena Daya Dukung Lingkungan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan dan sudah terjadi gejala overfishing pada jalur I daerah penangkapan ikan di laut.8 ton pada tahun 2006. Terkait hal tersebut berikut akan diuraikan kondisi sosial budaya daerah. antara lain pada aspek 47 48 www.75 ton tahun 2006. Hal ini menunjukan bahwa pasokan kayu yang berasal dari luar daerah Jepara cukup besar untuk memenuhi kebutuhan kayu olahan tersebut. komoditi unggulannya adalah kapuk randu. 2. 2.862.49 ton tahun 2003 naik menjadi 2. berturut-turut kemudian kelapa.300 m³ (2005).investasi di bidang agro industri. Permasalahan pokok sub sektor kehutanan dan perkebunan adalah khusus untuk sub sektor kehutanan cenderung semakin menurun kontribusinya terhadap PDRB selama 5 tahun. kayu hutan rakyat.879. menjadi sebuah bandar yang cukup besar. bambu. keuletan. dan ikan teri.55 m³ (2006).442.776 ton naik menjadi 5.3. Aryo Timur berhasil mengembangkan kota pantai kecil yang dikelilingi benteng berupa kayu dan bambu ini. dan arang rakyat.021. menuntut adanya paradigma pembangunan yang adaptatif terhadap dua kutub kecenderungan tersebut sebagai upaya untuk menempatkan Kabupaten Jepara tetap menjadi Kabupaten yang terkemuka.59 m³ (2003) menjadi 1. jambu mete dan coklat.12 Kehutanan Kontribusi sektor kehutanan terhadap PDRB atas dasar harga konstan cenderung mengalami peningikatan selama lima tahun terakhir. Sedang untuk produksi budidaya perikanan darat adalah ikan bandeng dan udang.658. Jenis komoditi kehutanan yang memiliki nilai produksi terbesar adalah kayu bakar rakyat. Sedangkan untuk produksi perikanan darat/budidaya dari 1.6 ton meningkat menjadi 1.8 ton pada tahun 2006. Hal tersebut dapat disebakan oleh menurunnya Hasil hutan non Hak Pemilikan Hutan (HPH) untuk kayu bulat dari 1. Dengan ketekunan.3. namun sektor ini tetap merupakan lapangan pekerjaan yang menyerap tenaga kerja cukup besar. dan kecenderungan menguatnya semangat otonomi daerah pada sisi yang lain. namun ternyata jumlah kayu olahan naik dari 1.go. Permasalahan yang masih dihadapi pada sektor perikanan dan kelautan adalah kondisi fluktuatif dalam grafik kontribusi terhadap PDRB dan nilai produksi dalam lima tahun terakhir. Kebesaran Kabupaten Jepara pada masa lalu serta potensi sosial budaya dan ekonomi yang dimiliki.811 buah. Komoditas andalan sektor perikanan dan kelautan dari hasil tangkapan ikan di laut adalah ikan tongkol. Di Kabupaten Jepara saat ini terdapat empat situs bersejarah. peranan sub sektor ini cenderung meningkat walaupun tidak terlalu signifikan. Sedangkan untuk perkebunan.djpp.729. Sampai tahun 2006 industri pengolahan kayu di Jepara sebanyak 3.537. ketabahan dan kegigihannya.740. Permasalahan umum pertanian dan peternakan adalah secara ekonomis. ikan kembung.depkumham.003. Jumlah tangkapan ikan laut pada tahun 2003 sebanyak 3. produksi penangkapan di perairan umum pada tahun 2003 sebesar 1.4 SOSIAL BUDAYA DAERAH Sejarah Jepara menunjukkan bahwa pada tahun 1470 Jepara merupakan kota pantai yang baru dihuni oleh 90-100 orang serta dipimpin oleh Aryo Timur.

salah satu yang penting diketahui adalah Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM). maupun penyediaan sarana dan prasarana pendukung pendidikan.60 Pengembangan pendidikan yang selama ini dilaksanakan di Kabupaten Jepara bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM). baik fisik maupun non fisik.27 2.1 Pendidikan Tabel 2.id .12 2005 0. Berdasar hal tersebut Kabupaten Jepara pada 5 tahun kedepan akan memajukan pendidikan dalam semua tingkatan. 2006 Dalam penyelenggaraan pendidikan. Sejak pendidikan menjadi kewenangan wajib daerah. pada umumnya penyelenggaraan pendidikan di Jepara juga diselenggarakan oleh swasta.73%. Kabupaten Jepara akan secara bertahap memenuhi anggaran pendidikan sesuai amanah Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional sebesar 20%.pendidikan.go.15 86.40 2.73 1.15 2006 APK APM 88. kesehatan. kebudayaan dan Indeks Pembangunan Manusia. sosial dan budaya daerah.19 62. SLTP/MTs sebesar 1.depkumham. Provinsi Jawa Tengah baru akan menerapkan anggaran pendidikan 20 persen pada tahun 2008. Dari beberapa indikator pendidikan secara umum. Namun pada tahun 2006 angka putus sekolah menunjukkan penurunan pada ketiga jenjang pendidikan sekolah dasar. Kabupaten berwenang dalam jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).70 1.28 APK dan APM masing-masing Jenjang Pendidikan Pendidikan SD/MI SMP/MTs SMU/SMK/MA 2003 APK APM 110. 49 50 www. biaya terbesar dialokasikan untuk proses pembelajaran siswa. Tabel 2. Terkait hal tersebut harus diketahui dengan pasti jumlah siswa dan sekolah yang ada pada suatu wilayah. agama. Sumber: Dinas P dan K Kabupaten Jepara.0 0 2005 APK APM 86.53 2. serta jumlah Sekolah berdasarkan jenjang pendidikan.19 62. serta untuk pemeliharaan maupun pengembangan sekolah. sedangkan Pemerintah Pusat pada tahun 2009. karena SDM merupakan subyek atau pelaku dari pelaksanaan pembangunan.4. 2006 Data jumlah siswa putus sekolah pada tahun 2003 menujukkan SD/MI sebesar 0. Seperti daerah lain.11 2006* 0. Oleh karena itu apabila suatu daerah memiliki SDM yang baik.00 99. pendidikan dasar (SD/MI dan SMP/MTs) serta pendidikan menengah (SMU/SMK/MA).69 1. sekolah menengah pertama dan sekolah menengah umum. Dalam rangka memajukan pendidikan. Angka Putus Sekolah. pariwisata. kesejahteraan sosial.18 98. Untuk melihat perkembangan urusan pendidikan pada lima tahun berjalan (2002-2006).52 63.15 Sumber: Dinas P dan K Kabupaten Jepara.29 Angka Putus Sekolah Prosentase dan Jumlah Angka Putus Sekolah Tahun SD/MI SLTP/MTs SMU/SMK/MA 2003 0.67 1. 2. maka berikut akan diuraikan tentang APK dan APM masing-masing Jenjang Pendidikan.37 2.05%.93 2004 APK APM 110.djpp. maka SDM tersebut dapat menentukan karakter dari pembangunan ekonomi.53% dan SMU/SMK/MA sebesar 2.05 2004 0.

rendahnya kualitas tenaga pengajar. Kematian Ibu 15 20 20 17 12 4.124 1.201 1.9 91. meningkatnya persentase Kunjungan Ibu Hamil (KIH). 51 52 www.346 36 17.410 17 6.Tabel 2.813 Guru SMP/MTs 1. Kabupaten Jepara juga akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakatnya.034 orang menjadi 1. Kunjungan ke-4 Bumil 81 88. SMP/MTs rasio 40% dan SMU/SMK/MA rasio 37%. Tabel 2. maka rasio siswa per kelas pada tahun 2006 sebagai berikut : TK rasio 20%.121 orang.30 Jumlah Sekolah dan Siswa Menurut Jenjang Pendidikan Jenjang Pendidikan TK SD/MI SMP/MTs SMU/SMK/MA Negeri Sekolah Siswa 1 27 589 97.146 30 4. SMP/MTs rasio 15% dan SMU/SMK/MA rasio 14%.201 1.843 599 98. Gizi 2002 2003 2004 2005 2006 1.095 orang.828 4. namun demikian masalah gizi buruk masih menunjukkan kondisi yang memprihatinkan dan sangat perlu mendapatkan perhatian.868 4.depkumham.061 Jumlah Sekolah Siswa 326 13.337 1.6 87 82.615 Guru SMU/SMK/MA 761 819 929 929 996 Sumber: Jepara dalam Angka 2005 Keberhasilan pembangunan pada urusan kesehatan salah satu indikator keberhasilannya dapat dilihat dari kualitas pelayanan. Rasio guru per siswa dimasa datang akan semakin kecil manakala jumlah siswa akan terus naik sejalan dengan pertambahan penduduk. Da aspek tersebut bertujuan untuk meningkatkan dan memelihara mutu pelayanan kesehatan masyarakat.121 Guru SD/MI 4. rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam pendidikan. SD/MI. dan tingginya angka putus sekolah. Kondisi indikator utama kesehatan Kabupaten Jepara menunjukkan perkembangan yang positif.095 1. Persalinan Nakes 80.04 3.816 10 1.30 2. SD/MI rasio 24%.675 orang (2002) menjadi 4.277 Swasta Sekolah Siswa 325 13.4 84. Hal tersebut ditandai dengan meningkatnya angka harapan hidup masyarakat dari 69. guru SD/MI sebanyak 4.31 Jumlah Guru TK. Jumlah guru TK tahun 2002 sebanyak 1.1 90.go. sedangkan guru SMU/SMK/MA sebanyak 761 (2002) dan menjadi 996 pada tahun 2006. yaitu sarana kesehatan dan sumber daya aparatur kesehatan.034 1. 2. guru SMP/MTs tahun 2002 sebanyak 1.id . Gizi Buruk 94 113 115 212 75 Sumber: Jepara Dalam Angka 2001-2004. SMP/MTs. Sehingga lima tahun kedepan diharapkan sarana kesehatan yang ada akan ditingkatkan.615 orang tahun 2006.31 83. yang terdiri dari dua aspek. terbatasnya sarana prasarana pendidikan. dan SMU/SMK/MA Tahun Keterangan 2002 2003 2004 2005 2006 Guru TK 1. Sistem Informasi Profil Daerah Dari data diatas diketahui rasio guru per siswa pada tiap jenjang tahun 2006 seperti berikut : TK rasio 17%.337 1. tahun 2006 menjadi 1. menurunnya angka kematian ibu. Kematian Neonatal 106 102 89 82 76 5.492 66 22.171 1. SD/MI rasio 20%.2 Kesehatan Sumber: Jepara Dalam Angka 2005 Berdasarkan jumlah yang ada pada setiap jenjang.djpp.32 Kondisi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Tahun Indikator Kesga dan No.675 4. Untuk itu dalam rangka menuju Indonesia Sehat tahun 2010.801 13 6.338 Permasalahan pendidikan di Kabupaten Jepara antara lain masih rendahnya kualitas pendidikan.868 4. Tabel 2.211 30 12.2 tahun (2002) menjadi 70 tahun (2004).813 orang (2006). sedangkan kenaikan jumlah guru tidak sebanding dengan jumlah siswa.87 85.4.

Jumlah sarana kesehatan di Kabupaten Jepara selama lima tahun terakhir belum menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Penurunan angka rasio hanya terjadi pada tahun 2004.31 6. 9. 7.depkumham. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan jumlah sarana sedikit mengalami peningkatan kuantitas selama lima tahun. 4.039. 53 54 www.2005. 1.000 penduduk selama lima tahun mengalami fluktuasi naik turun. namun setelah itu sampai dengan tahun 2006 angka rasio selalu naik.059.078. 4.000 Penduduk 5. kemudian dokter spesialis naik dari 11 pada tahun 2002 menjadi 17 pada tahun 2006. RS Khusus 1 1 1 1 1 4.33 Jumlah Tenaga Kesehatan Tahun Tenaga Medis 2002 2003 2004 2005 2006 Dokter Umum 41 52 43 81 138 Dokter Gigi 2 6 5 12 15 Dokter Spesialis 11 14 15 17 17 Perawat 242 239 132 430 435 Bidan 195 265 222 295 296 Ahli Kesehatan Masy. Cat : jumlah penduduk* merupakan prediksi.34 Ratio Dokter Per 100. 20 20 26 Dukun Anak 571 560 550 Tabel 2.872 1. 5. RSUD Kartini 2006 Jumlah dokter umum pada tahun 2002 berjumlah 41 orang dan menjadi 136 orang pada tahun 2005. Tahun 2002 2003 2004 2005 2006 Jumlah Dokter 52 66 58 98 155 Jumlah Penduduk 979. 5.05 No. merupakan hal utama yang perlu mendapat perhatian khusus.34 5. RS Negeri Type B 1 1 1 1 1 2. 3. 3. Puskesmas Pembantu 44 44 44 44 44 Sumber: Jepara Dalam Angka 2001-2005. yaitu rata-rata per tahun sekitar 31. Tabel 2. 2. 6.728* Ratio Dokter Per 100. RS Swasta 3 3 3 4 4 3.35%. Bahkan pada tahun 2004 ke tahun 2005 kenaikannya mencapai 84. 2. Puskesmas Rawat Inap 5 5 7 9 9 5. Puskesmas 15 15 13 11 20 6.037 1.71%.000 Penduduk No. 1. Hal tersebut dikarenakan kenaikan angka gizi buruk dari tahun 2001 hingga 2005 cukup tinggi.47 9. 11.35 Perkembangan Sarana Kesehatan 2006 No Jenis Fasilitas 2002 2003 2004 2005 1. Tabel 2.638 1.djpp. DKK Jepara 2006 Berdasar data diatas kondisi gizi masyarakat. Sumber: Jepara Dalam Angka 2001-2004.102.go. 18 18 24 31 Apoteker 14 25 31 35 Ahli Gizi 21 21 27 30 Analisis Laboratorium 13 23 25 29 Ahli Penyehatan Lingk. Sistem Informasi Profil Daerah 2005 Berdasarkan pada tabel diatas tampak bahwa rasio dokter per 100. 10. Sistem Informasi Profil Daerah 2006.09 14. 8.id .025 1.

135 71.951 5.935 4. Kesejahteraan 2002 2003 2004 2005 2006 Sosial 1.316 4.520 48.933 5. Tabel 2. Lanjut usia terlantar 4.940 56.846 54. Secara persentase angka penduduk miskin dibanding yang tidak miskin 13.id .3 Kesejahteraan Sosial Meskipun pendapatan per kapita secara makro penduduk Kabupaten Jepara tergolong cukup.djpp. Sistem Informasi Profil Daerah 2006.780 10.No 7. Jenis Fasilitas BP Swasta Posyandu Apotik Toko Obat Laborat 2002 11 1.701 5. 9.630.7%. Pengemis 41 46 59 79 59 8. 2.064 35 4 3 Sumber: Jepara Dalam Angka 2001-2004.070 4.. Selain itu untuk meningkatkan pelayanan kesehatan perlu diupayakan penambahn puskesmas ke semua wilayah.014 19 5 1 2003 11 1. 11. Bekas narapidana 484 495 386 378 Jumlah 54.naik menjadi Rp.639 38. tahun 2002 terjadi 3 kasus dengan 71 penderita dan jumlah kecamatan yang terkena 3 kecamatan. Gelandangan 2 5 5 5 5 7.502.594 38.116 5. Untuk penyandang masalah kesejahteraan sosial yang paling banyak adalah penyandang lanjut usia terlantar dan paling kecil jumlahnya adalah gelandangan.573 5.210 5.000 jiwa selama lima tahun..791 5.go. Tuna susila 66 37 38 21 6.049 30 4 3 2006 28 1.813 6.36 Perkembangan Penyandang Masalah kesejahteraan Sosial Jenis Masalah Tahun No.451 3.003 59. Untuk itu upaya yang perlu dilakukan dalam meningkatkan sarana kesehatan adalah meningkatkan type rumah sakit dari type B menjadi type A. 10. 8. Dengan adanya penduduk miskin sebesar rata-rata 144. Kedepan KLB ini perlu penanganan komprehensif seluruh komponen masyarakat dan aparat. Keluarga miskin 38.756 42. Penyandang cacat 5.55% selama empat tahun ini merupakan salah satu penyebab naiknya jumlah penduduk miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial lainnya. jadi sifat penanganan tidak parsial hanya di Dinas Kesehatan.645 Sumber: Jepara Dalam Angka 2002-2006 Nilai rata-rata kebutuhan hidup minimum pada tahun 2003 sebesar Rp.pada tahun 2006. Kenaikan nilai kebutuhan hidup minimum sebesar 25. 55 56 www. Anak terlantar 4. Jumlah kasus kejadian luar biasa (KLB) menunjukkan kenaikan selama empat tahun terakhir. namun masalah kemiskinan dan pengangguran tetap merupakan salah satu faktor penghambat pembangunan daerah.539 5.032 22 5 3 2004 14 1.depkumham.183. Namun pada tahun 2006 jumlah kasus naik menjadi 42 kasus dengan 287 penderita dan menyebar pada 12 kecamatan.044 26 5 3 2005 28 1. DKK Jepara 2006 Perkembangan sarana kesehatan yang menunjukkan bertambah hanya posyandu dan apotik.807 6.56. Jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial ini akan semakin bisa ditanggulangi manakala ada upaya pemberdayaan yang efektif terhadap berbagai kelompok organisasi sosial kemasyarakatan yang selama ini ada di Kabupaten Jepara.500. ternyata berdampak pada adanya penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Kabupaten Jepara.863 2.4.

2. Berikut ditunjukkan data angkatan kerja dan pengangguran selama lima tahun.751 2005 540.depkumham. 2006 Dari data diatas menunjukkan bahwa bertambahnya angkatan kerja berkorelasi dengan bertambahnya jumlah pengangguran. Jumlah perempuan usia dewasa (usia 20-54 tahun).prasarana.id .525..6%).86%.500.902 37.29% dari seluruh jumlah pegawai (11.376.000. menjadi 796 pada tahun 2005. Pada tahun 2003 besarnya rata-rata upah minimum Rp. menunjukkan peningkatan.115 1. pada tahun 2005 sebanyak 5.4 2005 1. Sedangkan rata-rata upah minimum dari tahun 2003 sampai tahun 2006 menunjukkan kenaikan rata-rata 11. tahun 2005 menjadi 264.98% per tahun.5%). namun hal tersebut juga diimbangi dengan bertambahnya angka pengangguran.227 orang atau 35.go.dan pada tahun 2006 menjadi Rp.40% dari seluruh jumlah pegawai (15. Tabel 2. 3. Data tersebut menunjukkan adanya peningkatan partisipasi perempuan di instansi pemerintah sebesar 3. KNPI.806 36. Jumlah pemuda (usia 15-30 tahun) tahun 1995 sebanyak 224.555 37. 57 58 www. Kondisi bidang olah raga menunjukkan bahwa jumlah cabang olah raga prestasi sebanyak 15 cabang dengan jumlah kelompok olah raga sebanyak 719 buah (2001). Faktor-faktor lain yang menyebabkan bertambahnya pengangguran.38 Angkatan Kerja dan Pengangguran Tahun Angkatan Kerja Pengangguran 2002 519.606 38.130 Karang taruna 194 194 194 194 Organisasi sosial & panti sosial 27 27 27 29 Sumber: Bakesbanglinsos Kabupaten Jepara.977 orang).017 orang (22.djpp.384 2003 529. 2006 No. Hal ini disebabkan kenaikan angkatan kerja tidak sebanding dengan penyediaan lapangan kerja. tahun 2005 sebanyak 314.145 194 31 Tenaga Kerja Aspek yang cukup penting dalam rangka peningkatan kesejahteraan sosial adalah pemberdayaan perempuan. 1. Pramuka.85% per tahun. pembinaan dan kegiatan (event) olah raga.458 1.-. dan lain-lain seperti organisasi olah raga dan kesenian.221 orang atau 34.918 2004 538.053 Sumber: Sistem Informasi Profil Daerah Kabupaten Jepara.4. 2.399 36. atau meningkat rata-rata sebesar 3.174 orang).624 orang. karena besarnya angka usia produktif pencari kerja dan banyaknya perusahaan yang mengurangi jumlah produksinya sehingga mengurangi pegawainya.37 Perkembangan Organisasi Sosial Tahun Jenis Organisasi Sosial 2001 2002 2003 2004 Pekerja sosial masyarakat 1. belum adanya kesetaraan gender dalam berbagai pembangunan. Masalah pokok pemberdayaan perempuan adalah adanya persepsi sebagian masyarakat bahwa perempuan lebih inferior dari pada laki-laki. tahun 1995 sebanyak 189. Organisasi yang menampung aktivitas kepemudaan antara lain Karang Taruna. Tabel 2.837 2006 543.176 orang (24.369 1. Permasalahan pokok kepemudaan dan olah raga adalah masih terbatasnya jumlah kelembagaan dan aktivitas kepemudaan dan terbatasnya sarana dan Pertumbuhan angkatan kerja selama empat tahun terakahir (2002-2005) menunjukkan kenaikan.977 orang. Partisipasi perempuan di instansi pemerintah pada tahun 2001 sebanyak 4.

djpp. Hindu 2. Tabel 2. semakin keterbatasan lahan.532.446 KK.4. tahun 2002 jumlah KK berumah tak layak huni sebanyak 6. Sedangkan untuk pemenuhan kebutuhan perumahan bagi masyarakat menengah ke atas sudah dilakukan oleh pengembang swasta.984 KK. Mayoritas penduduk yang beragama Islam.depkumham. Permasalahan pokok perumahan dan permukiman adalah kurang konsistennya pelaksanaan tata ruang.5 PRASARANA DAN SARANA DAERAH Pembangunan infrastruktur akan dihadapkan pada terbatasnya kemampuan pemerintah Kabupaten Jepara untuk menyediakannya. 59 60 www.545 24 6.2. menurunnya pelayanan transportasi dan peningkatan permintaan tenaga listrik dan air bersih.028. 2. pertumbuhan rumah tidak sebanding dengan pertumbuhan penduduk. Budha 7. pada tahun 2004 sebanyak 830 unit dan pada tahun 2006 menjadi 1.256 Ha bertambah menjadi 22.004 tempat ibadah.39 Jumlah Pemeluk Agama dan Tempat Ibadah No. Agama Pemeluk Tempat (orang) Ibadah 1.id . diikuti dengan tumbuhnya pondok pesantren dari 154 pada tahun 2003 meningkat menjadi 196 pada tahun 2006.004 2. Katolik 1. Luas kawasan permukiman pada tahun 2004 adalah 22. Hal ini menunjukkan bahwa kehidupan religius mewarnai kehidupan masyarakat Jepara. Penduduk menurut pemeluk agama berdasarkan hasil sensus penduduk terakhir menunjukkan bahwa penduduk Kabupaten Jepara mayoritas beragama Islam sebanyak 1. dan keterbatasan kemampuan masyarakat. pemerintah masih bertanggungjawab terhadap pembangunan dan pemeliharaannya.289 orang dengan jumlah tempat ibadah sebanyak 4. tahun 2006 menjadi 7. air bersih dan listrik. Pada sebagian infrastruktur.822 86 3.go.289 4.5 Agama Dilihat dari penduduknya.5.667 11 4. Sedangkan untuk masyarakat menengah kebawah melalui KPR/BTN. Perkembangan pembangunan di bidang spritual dapat dilihat dari banyaknya sarana peribadatan masing-masing agama. Beberapa masalah infrastruktur yang perlu mendapat perhatian antara lain meningkatnya permintaan perumahan.256 pada tahun 2006.1 Perumahan Untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.301 unit. Dilihat dari kelayakan rumah.822 orang dengan tempat ibadah sebanyak 86 tempat ibadah. misalnya pembangunan jalan. Islam 1.502 3 5. Urutan kedua adalah pemeluk agama Kristen sebesar 23. salah satunya adalah perumahan yang mana Pemerintah Kabupaten Jepara perlu mengembangkan pola kemitraan dengan pihak pengembang perumahan untuk memenuhi kebutuhan perumahan bagi masyarakat menengah kebawah. Kabupaten Jepara mempunyai penduduk yang heterogen dilihat dari agama dan keyakinan mereka. Kristen 23.028. Disamping itu masih banyak perumahan kumuh serta masih banyaknya bangunan yang menempati tanah negara.528. Konghucu 19 Sumber: Sistem Informasi Profil Daerah Kabupaten Jepara Tahun 2006 2.

belum optimalnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan maupun perawatan taman. 2002 6. Hal ini dikarenakan dalam kurun waktu lima tahun mendatang akan lebih banyak muncul pasar-pasar modern baru. 2. mengalami peningkatan rata-rata sebesar 51. Untuk trayek Angkota dan Angkudes cenderung mengalami peningkatan dan diharapkan pelayanan angkutan umum semakin optimal. 61 62 www.224 5.984 2.go. 2.2 Pasar Sarana perdagangan yang ada di Kabupaten Jepara pada tahun 2006 ditunjukkan berkut : pasar tradisionil 21 buah.3 Jaringan Transportasi Panjang jalan di Kabupaten Jepara sampai tahun 2006 cenderung tetap. Klasifikasi tersebut sesuai dengan kewenangan penanganannya.264 titik atau rata-rata mengalami peningkatan sebesar 2. pasar grosir 1 buah dan mini market 18 buah.djpp. hipermarket).Tabel 2. 5.446 Sumber: Badan Kesbanglinmas Kabupaten Jepara.5% per tahun. Perkembangan taman kota dilihat dari luasan taman mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Kondisi 2002 2003 2004 2005 2006 Angkota 12 13 13 14 15 Angkudes 18 19 21 30 32 Armada Angkota 195 207 207 214 223 Angkudes 263 214 308 397 419 Jumlah Angku Angkota des 30 456 32 421 34 515 44 611 47 642 Aspek lain yang sangat erat kaitannya dengan perumahan adalah aspek pertamanan dan penerangan Jalan. Permasalahan pertamanan dan penerangan jalan adalah keterbatasan jumlah ruang terbuka di perkotaan. tahun 1995 sebanyak 343 titik dan pada tahun 2005 sebanyak 1. AKDP maupun Angkutan Perkotaan (Angkota) dan Angkutan Pedesaan (Angkudes). 3. 2003 7.200 m2. 2005 7.095 3. Sedangkan transportasi darat dalam pelayanan transportasi khususnya pelayanan angkutan umum yang terdaftar di Kabupaten Jepara terdiri dari beberapa trayek.69% tiap tahun.156 m2. Penerangan jalan umum tersebar di seluruh wilayah. 2. Kondisi pasar tradisionil di Kabupaten Jepara masih didominasi oleh pasar tradisionil. 4. menyebabkan munculnya terminal-terminal bayangan.41a Trayek dan Armada. Angkota dan Angkudes Trayek No 1.5. dalam penanganan keberadaan pasar tradisionil yang mulai terdesak oleh pasar modern (supermarket. apabila tahun 1995 seluas 6.5. 2006* 7.881 4. Keluarga Berumah Tidak Tahun Layak 1. Berdasar hal tersebut lima tahun kedepan perlu dipikirkan keberadaan terminal dan sub terminal baru di wilayah pengembangan. 2006 seyogyanya di Kabupaten Jepara diperlukan suatu regulasi yang mengatur keberdaan pasar modern. Jalan Provinsi dan Jalan Kabupaten atau lokal.40 Perkembangan Keluarga Berumah Tidak Layak No. Berdasar hal tersebut Sumber: Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara.id . Dari panjang jalan tersebut terdiri dari Jjalan Negara. terbatasnya titik penerangan jalan umum dan pemeliharaan oleh masyarakat. yang meliputi AKAP. Tabel 2. Saat ini hampir diseluruh daerah mengalami hal yang sama. tahun 2005 sudah mencapai 38. pasar swalayan 1 buah.depkumham. 2006 Pesatnya keramaian wilayah tertentu di Kabupaten Jepara akibat dari adanya proyek-proyek besar yang kontinuitasnya lama. 2004 7.

penumpang 35. 2.73 kapal menjadi 621.73 615.18 728.41b Panjang dan Kondisi Jalan Tahun 2002 2003 2004 2005 675. rusak 28. No.depkumham.22 703. 2006 Transportasi laut di Kabupaten Jepara ditunjang keberadaannya dengan adanya 2 pelabuhan laut (regional). TAHUN 2002 2003 2004 2005 2006 KUNJUNGAN KAPAL 483 491 561 582 591 PRODUKSI ANGKUTAN Penumpang Barang Kendaraan (orang) (ton) R-2 R-4 33.093.21 km.3 703.52 km. 4 pelabuhan khusus (nasional) dan 2 buah kapal penyeberangan. 2.850 3. 2006 Permasalahan pokok transportasi dan telekomunikasi adalah masih banyak jalan dalam kondisi belum baik dan penurunan kualitas jalan. diketahui jalan baik 570. yaitu belum meratanya sistem jaringan air bersih dan masih minimnya kapasitas air bersih.31 km.095 365 40.095 1.69 728.356.id .41c Kunjungan Kapal dan Produksi Angkutan No. Pada tahun 2006 panjang jalan menjadi 703.40 129. Kondisi 2006 785.3 703.328 2. menjadi 4. pada tahun 2006 jumlah kunjungan 63 64 www.30 574. Permasalahan klasik yang dihadapi berkaitan dengan air bersih adalah masih rendahnya kinerja pelayanan air bersih.577 pelanggan tahun 2006 (angka sementara).308 2.62 729.801 2.62 702.52 80.22 km. sedang 74.763 1.28 27.68 7.850 ton. tahun 2001 sebanyak 3. Kerikir 3. menjadi 18.26 105.798 1.328 orang dan barang 2. 3.105 orang.152 2. Sedang 3.62 810. Tabel 2. mengingat air bersih merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi masyarakat.78 35.68 km.16 5.40 129.803 2. Baik 2.843 2.983 m3 tahun 2006 (angka sementara) Data tersebut menunjukkan bahwa semakin lama tingkat kebutuhan akan air bersih dari PDAM semakin meningkat. Tabel 2.00 7.00 20. Rusak Jumlah Sumber: Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara.05 Kelas Jalan 1.619 274 39.28 27.118 pelanggan.43 17. panjang jalan Kabupaten 703.43 17.69 574. sedang 105.85 km. dan rusak 5.626 2. 5. diketahui jalan baik 623.djpp. Tanah Jumlah Kondisi Jalan 1. Volume air PDAM yang disalurkan juga mengalami peningkatan.62 728. 1.4 Jaringan Air Bersih Kebutuhan air bersih pada masa mendatang harus menjadi perhatian Kabupaten Jepara.91 728.68 km.5.go.358 Ket.92 17.Kondisi prasarana jalan tahun 2001.30 570.00 7. barang 2. baik untuk keperluan rumah tangga ataupun non rumah tangga.85 810.589 ton.90 87.00 17. 4. berdasarkan kondisi jalan.547 203 33. tahun 2001 sebanyak 11.05 623. tahun 2001 kunjungan kapal sebanyak 470. Permasalahan pokok air bersih adalah masih banyak penduduk atau rumah tangga yang belum Sumber: Sistem Informasi Profil Daerah Kabupaten Jepara. berdasarkan kondisi jalan.26 km. 2 pelabuhan penyeberangan (lokal).68 7. terbatasnya prasarana dan sarana perhubungan. Aspal 2.150 m3. Kondisi transportasi laut menunjukkan adanya peningkatan aktifitas pelayaran yang direpresentasikan pada tingkat kunjungan kapal serta produktifitas angkutan orang dan barang yang mengalami peningkatan.088 922 42.21 28.77 703. penumpang 42.91 728. Pelabuhan Jepara sebagai bagian dari pelabuhan laut Indonesia dalam kerangka negara maritim merupakan garda depan yang harus dibenahi untuk meningkatkan pengelolaan potensi laut dan lingkungan sekitarnya.68 7. Jumlah pelanggan PDAM mengalami peningkatan.

000 14. Jepara 2006 2. Bangunan Lainnya 480 487 495 495 495 Sungai 38 38 38 38 38 Sumber: Dinas PU. Permasalahan persampahan adalah masih rendahnya cakupan pelayanan persampahan dan bertambahnya volume sampah yang didaur ulang serta belum optimalnya tingkat kesadaran masyarakat tentang kebersihan. 1.000 15.749 3.090 827. Bendung a.573.473 2.114.702 b.810 12.360. tahun 2006 menjadi 713.118 3.41 Luas Sawah.05 m3. baik sampah cair maupun sampah padat.000 17. Permanen 260 260 260 260 260 b.090 827.go. dari tahun ke tahun mengalami kenaikan sejalan dengan makin bertambahnya aktivitas masyarakat.008 5. Irigasi ½ teknis 12.5 m3. 4.625 8.090 827.660 2. Tabel 2. Hal inim menjadi tanggung jawab Pemerintah dan Pemerintah Daerah untuk menjamin hak setiap orang dalam mendapatkan air minum sebagai kebutuhan pokok minimal sehari-hari guna memenuhi kehidupan yang sehat dan bersih. Tahun 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Sumber: Jepara Dalam Angka 2001-2005 2. 2.213 4. Primer 8. Rumpon 272 272 269 259 259 2.5.749 3.id . 6.700 4. tahun 2006 menjadi 569.090 3.853 2. 5. Volume sampah padat tahun 2001 sebesar 175.067. Saluran a.6 Persampahan Volume sampah. Jumlah sampah terangkut ke TPA tahun 2002 sebesar 165.5.000 No.djpp. Tabel 2. Sekunder 827.628 8.000 12. 65 66 www.702 8.487 2.630 8.749 12. Bronjong 114 114 127 137 137 c.702 8.577 5.5 m3. Fungsi irigasi sangat diperlukan mengingat untuk menunjang penyediaan bahan pangan. Irigasi Teknis 8.597.853 2.709 12.090 827.855. perlu dukungan pengairan yang baik.depkumham.660 8. 3.725 12.mendapatkan air bersih. irigasi sederhana Bangunan Air : 1.5 Jaringan Irigasi Lahan pertanian yang masih cukup luas di Kabupaten Jepara.702 8.391 2.41 Banyaknya Pelanggan Air Bersih Jumlah Pelanggan Air yang Disalurkan (m3) 11.000 18.3 m3. Bangunan Air dan Sungai TAHUN Jenis Data 2001 2002 2003 2004 2005 Luas sawah irigasi : 1.702 8.

05 502 569. Tabel 2.471. menuntut penyediaan kebutuhan listrik yang sangat besar.531. 2002 121. Disamping itu melalui pelaksanaan otonomi luas.310 200.5.3 3.depkumham. pemberdayaan dan peran serta masyarakat. pada pemerintahan daerah juga memberi penegasan fungsi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang merupakan badan legislatif daerah. 2004 85.428 239.6. dengan memperhatikan prinsip demokrasi. berupa kewenangan yang lebih besar untuk mengelola pembangunan secara mandiri dan demokratis. pemerataan dan keadilan.847 138. Jangkauan pelayanan listrik hingga tahun 2006 telah mencakup 197 desa atau 100 persen wilayah telah terlayani.5 1.7 Jaringan Listrik Kemajuan pembangunan segala bidang di Kabupaten Jepara. Selain aparatur Pemerintah Daerah (eksekutif). 67 68 www.605 4.5 713.290 133.538 272.143 3.1 Aparatur Pemerintahan Otonomi menuntut aparatur Pemerintah Daerah untuk lebih profesional dan mandiri dalam penyelenggaraan pemerintahan.670 5.523.go. Lima tahun terakhir menunjukkan kebutuhan jaringan listrik bagi masyarakat Kabupaten Jepara meningkat tajam dari tahun ke tahun.315.5 165.Tabel 2.6 PEMERINTAHAN UMUM Berlakunya otonomi daerah memberi peluang Kabupaten Jepara. 3. baik bagi perumahan. pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan.42 Perkembangan Persampahan No.116 3.318. 1. 2006 92.778 237. Tujuan pemberian otonomi yang luas kepada daerah diarahkan untuk terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan. sehingga check and balances dapat diterapkan menuju ke tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).838.43 Banyaknya Pelanggan Listrik PLN Jumlah Daya Kwh No.653.026 4 Tahun 2004 528 422. Adanya ketegasan fungsi dari kedua lembaga ini sangat bermanfaat bagi proses demokratisasi dalam penyelenggaraan sistem pemerintahan. Kondisi Volume sampah/hari (m ) Sampah terangkut (m3) Daerah pelayanan (Ha) TPA (buah) 3 2002 175. daerah diharapkan mampu meningkatkan daya saing.139 150. transparansi dan partisipasi yang bermuara pada perwujudan pelayanan masyarakat. 4. Hal ini menandakan adanya pertambahan pemasangan. Tahun Pelanggan Tersambung Terjual 1.id .5 2.162 Sumber: Jepara Dalam Angka 2002-2006 2.701.744.124 2. 2.457 137.580. perkantoran maupun industri. 2. keistimewaan dan kekhususan serta potensi dan keanekaragaman daerah dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.260 182. 2003 82.443 4 2005 2006* 619.170 4 2003 205 185 2. Dengan kata lain tujuan yang diharapkan dari pelaksanaan otonomi adalah mewujudkan Good Governance penyelenggaraan pemerintahan dengan tiga pilar utamanya yaitu demokratisasi.3 4 4 Sumber: DKPPK Kabupaten Jepara. 2006 2.879.djpp. 2005 88.

2004 12 173 4.596 2005 1. Data Pegawai 2002 2003 2004 1. 2002 17 265 2. dinamis.540 5. 4. Badan 5 4.918 145 1.166 • Golongan III 5.416 2. Kantor 3 5. dan bertanggungjawab.4 Pelayanan Publik Pembangunan daerah merupakan usaha mengembangkan dan memperkuat pemerintahan daerah dalam rangka makin mantapnya otonomi daerah yang nyata.45 SOTK Pemerintah Kabupaten Jepara Perangkat No. Kecamatan 14 6.2 Kelembagaan Sampai saat ini kelembagaan yang ada di Kabupaten Jepara masih mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2003.3 Produk Hukum Daerah Program legislasi daerah yaitu peraturan daerah yang diterbitkan selama lima tahun menunjukkan angka yang fluktuatif tiap tahunnya. 2006 2. 6.895 2006 1. Setda dan Sekwan 2 2. Kelurahan 11 7. Sedangkan Peraturan Bupati dua tahun terakhir menjukkan angka kenaikan.520 5.367 5. 7. Tabel 2. Pegawai Non PNS 16 29 1. Berdasarkan hal tersebut pelayanan publik yang dilakukan harus dalam kerangka menuju kepuasan masyarakat. 2003 15 236 3. Desa 183 Sumber: Setda Bagian Hukum Pemkab Jepara.6.6. 3. 8.6. 2005 69 70 www. URAIAN Ijin Gangguan / HO Surat Ijin Usaha Perdagangan Tanda Daftar Perusahaan IUI dan Perluasan Ijin Mendirikan Bangunan Ijin Reklame Ijin Usaha Angkutan Ijin Peruntukan Penggunaan Tanah Pemda Ijin Perubahan Tanah Pertanian Ke Non Pertanian 2003 545 570 284 124 342 588 83 0 3 Tahun 2004 605 745 752 292 670 205 107 102 7 2005 1198 1347 1351 339 1157 234 318 249 4 Sumber: Setda Bagian Hukum Pemkab Jepara. Tabel 2. 5. 9. 2005 9 16 165 2. PNS • Golongan IV 416 416 1.47 Capaian Pelayanan Perijinan NO 1. Dinas 13 3.go. Dalam pelayanan publik ini harus disesuaikan dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang telah ditetapkan. Tabel berikut ini adalah produk Perda dan Perbup yang diterbitkan dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2005.460 1.44 Jumlah PNS dan Pegawai Non PNS Tahun No.depkumham. dengan jumlah perangkat daerah sebagai berikut: Tabel 2. belum disesuaikan dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004.djpp. 2006 2. Tahun Perda Perbup SK Bup 1.147 Sumber: Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Jepara. 2.313 1. Jumlah Daerah 1.Tabel 2.574 5.029 • Golongan I 439 439 179 2. serasi.816 109 2.id .46 Jumlah Produk Hukum Daerah No.221 • Golongan II 2.400 2.

Uang negara yang berhasil diselamatkan kembali juga meningkat dari sejumlah Rp. Tahun Obrik Tindak Setoran ke Temuan (LHP) Lanjut Negara 1.093.depkumham. 2005 No 1.854 orang. 3.115 4. 2003 144 476 476 197.id . Ijin Lokasi Ijin Usaha Pariwisata 8 37 2 8 5 4 Sumber: Kantor Yantap Kabupaten Jepara. Berdasarkan data diketahui bahwa situasi politik pada saat pemilu relatif aman terkendali. Jumlah pemilih terdaftar tahun 1999 sebanyak 570. 2.945. 57 bidang pada tahun 2002.35%. Pemilu 1999 sebanyak 48 Parpol. sedangkan pada tahun 2005 dari 108 obyek pemeriksaan ditemukan 500 temuan. 4.089 unit pada tahun 2006.43%.609 orang. 2004 144 437 441 318. Sedangkan aset tidak bergerak pada tahun 2004 sebanyak 7. 2006 Tabel 2.6. Tabel 2.049. Jumlah partai politik peserta Pemilu 1997 sebanyak 3 Parpol. 23 bidang pada tahun 2003.016 m² naik menjadi 8.510 Sumber: Bawasda Kabupaten Jepara.109.093. yang ditunjukkan 2.139 5. atau dengan tingkat partisipasi sebesar 76. 11. 19 bidang pada tahun 2004 dan 58 bidang pada tahun 2005. 2002 144 650 650 109. 5. Kondisi ini menunjukkan kinerja aparat pengawasan yang semakin meningkat seiring dengan upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN.49 Perkembangan Aset Bergerak dan Tidak Bergerak Tahun Jenis Data 2001 2002 2003 Roda 2 51 51 43 Roda 4 12 12 20 Meja 18 10 10 Kursi 18 10 10 Sertifikat tanah Pemda & Wakaf 11 57 23 2004 81 14 30 30 19 2005 50 11 79 80 58 Sumber: Bagian Umum dan Pemerintahan Setda Kabupaten Jepara. Permasalahan bidang pengawasan adalah meningkatnya jumlah temuan yang mengakibatkan kerugian pada negara.7 Politik Kabupaten Jepara terkenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi keragaman.6.520.25 unit naik menjadi 7. kondisi ini berdampak pada terciptanya peluang setiap komponen masyarakat terlibat dalam penciptaan situasi dan kondisi yang kondusif. 2005 108 500 500 271.479 pada tahun 2006. sedangkan jumlah pencoblos sebanyak 560.245 2. Pemilu 2004 sebanyak 24 Parpol. 271. 2. atau dengan tingkat partisipasi sebesar 94. 130.109. yang kemudian berturut-turut sebanyak 11 bidang pada tahun 2001. pada tahun 2004 jumlah pemilih terdaftar sebanyak 733. Permasalahannya adalah belum optimalnya pendataan dan pengelolaan aset daerah yang dilindungi dengan status hak kepemilikan yang sah.djpp.020 orang sedangkan jumlah pencoblos sebanyak 537.10.510 (2005).48 Perkembangan Pemeriksaan Fungsional Jenis Data No.go.6 Aset Daerah Pengelolaan aset atau barang daerah.250. sehingga secara keseluruhan aset yang berupa tanah dan bangunan yang telah bersertifikat baru mencapai 191 bidang. 2006 Upaya pengamanan aset tidak bergerak yang berupa tanah baru mulai dilaksanakan pada tahun 2000 sebanyak 23 bidang tanah.252 3.004.5 Pengawasan Jumlah temuan selama tahun 2001 sampai dengan 2005 terus menunjukkan peningkatan. 2. 2001 144 456 456 130.245 (2001) menjadi Rp. 71 72 www. untuk aset bergerak pada tahun 2004 sebanyak 6. Pada tahun 2001 dari 144 obyek pemeriksaan ditemukan 456 temuan.6.415 orang.

5. dan belum optimalnya fungsi penegakan hukum. Jumlah pelanggaran ketertiban oleh Pedagang Kaki Lima. 3. Permasalahan politik lokal adalah menurunnya tingkat partisipasi politik masyarakat. dijadikan dasar dalam mengidentifikasi isu-isu strategis pembangunan Kabupaten Jepara dalam menghadapi permasalahan dan tantangan pembangunan lima tahun ke depan.id . Permasalahan ketertiban dan keamanan adalah adanya konflik akibat proses demokratisasi. 9. 2.104 pada tahun 1999 meningkat menjadi 28. 73 74 www. 2.djpp. Informasi dan Komunikasi Jumlah koleksi buku di Perpustakaan Daerah pada tahun 2004 mencapai 3. kurangnya kepedulian dan pemahaman pentingya arsip. sasaran serta program dan kegiatan pembangunan yang akan digulirkan selama kurun waktu lima tahun mendatang. data.9 Ketertiban dan Keamanan Jumlah konflik di masyarakat mengalami kenaikan pada tahun 2004.depkumham. Teknologi informasi dan komunikasi internal Pemerintah Kabupaten Jepara yang telah digunakan adalah jaringan intranet maupun internet sebagai bagian dari pengembangan e-government yang menghubungkan semua unit pemerintah. tahun 1995 sebanyak 7.297 buah.go. Belum terwujudnya tata kelola kepemerintahan yang baik (good governance) dan pemerintahan yang bersih (clean government). 7. Kurang optimalnya kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.6. meningkat dari 170 kasus (2000) menjadi 450 kasus (2005).427 pada tahun 2005. tahun 2005 mencapai 5. 2. Potensi sumberdaya alam dan kelautan belum dikelola secara optimal. Jumlah personil Hansip (Linmas) mengalami peningkatan.dengan menurunnya partisipasi politik masyarakat pada Pemilu. 5 buah. jumlah pengunjung meningkat dari 22. Jumlah media cetak yang beredar di Kabupaten Jepara tahun 2004 sebanyak 8 buah. Sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). masih rendahnya kesadaran hukum masyarakat. terutama menjelang pelaksanaan Pemilu ataupun Pilkada. 8. menjadi 7. Cakupan infrastruktur Kabupaten yang masih terbatas.300 orang.7 ISU-ISU PEMBANGUNAN Gambaran umum atau potret kondisi daerah yang telah diuraikan sebelumnya.422 buah.6. sasaran dan program pembangunan Kabupaten Jepara juga harus menampung berbagai sasaran dalam Millenium Development Goals (MDGs) yang merupakan komitmen Pemerintah Indonesia pada dunia internasional.391 orang pada tahun 2005. atau mengalami kenaikan rata-rata 8. Jumlah media penyiaran (radio) cenderung tetap. tahun 2005 menjadi 11 buah. Masih rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan belum optimalnya peran BUMD. informasi dan komunikasi adalah belum berkembangnya perpustakaan daerah. Masih kurangnya lapangan kerja dan masih banyaknya pengangguran.788 (2005).463 buah. 6. Permasalahan terkait dengan perpustakaan. 4. Sehingga isu-isu pembangunan yang faktual tersebut akan menentukan agenda aktual kebijakan.8 Perpustakaan. Belum mantapnya kondisi perekonomian daerah. 2.9% per tahun. Jumlah arsip dinamis in-aktif tahun 2001 berjumlah 2. Data. masih terbatasnya aplikasi sistem informasi dan komunikasi pada satuan kerja (terutama yang jauh lokasinya dari pusat kota). Jumlah anggota sebanyak 1. Masih rendahnya daya saing produk lokal dalam persaingan pasar nasional dan global. Belum optimalnya relevansi dan kualitas pelayanan pendidikan. 10. Berdasarkan hal di atas isu-isu strategis pembangunan Kabupaten Jepara antara lain adalah : 1. Masih tingginya penyandang masalah kesejahteraan sosial.260 (2001) menjadi 39.

diharapkan visi Kabupaten Jepara sebagai pemicu bagi seluruh komponen masyarakat (stakeholders) untuk terus bekerja keras membangun daerah dalam rangka untuk mencapai visi yang dicita-citakan. BAB III VISI DAN MISI Dalam rangka meningkatkan dan/atau mempertahankan kinerja pembangunan menghadapi perkembangan perubahan lingkungan strategis yang sangat dinamis serta faktor-faktor berpengaruh yang berubah dengan cepat dan sering tidak terduga. melalui peningkatan kualitas sumber daya yang terlayani oleh pemerintahan yang bersih” Secara komprehensif perwujudan visi tersebut menggambarkan harapan yang dicita-citakan kedepan oleh segenap komponen masyarakat Kabupaten Jepara yaitu menjadikan Jepara yang religius. 12. 13. sebagai berikut: “Terwujudnya Kabupaten Jepara sebagai daerah yang religius. Belum optimalnya pengelolaan tata ruang dan lingkungan hidup. Pemberdayaan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah belum optimal.djpp.1 VISI Berbekal pada potensi dan kondisi strategis yang dimiliki.depkumham. demokratis dan sejahtera dengan bertumpu pada potensi budaya lokal.id . maka diwujudkan visi dan misi berbasis pada analisis lingkungan strategis dan isu-isu strategis. maju. Seperti moto Kabupaten Jepara yaitu “Trus Karya Tataning Bumi” yang artinya terus bekerja keras membangun daerah. Belum optimalnya pengelolaan dan pemanfaatan potensi Kepulauan Karimunjawa. melalui peningkatan kualitas 75 76 www. aman.go. demokratis dan sejahtera yang kelimanya tidak dapat dipisahkan serta merupakan rangkaian proses bersama yang bertumpu pada potensi budaya lokal. maka Kabupaten Jepara menetapkan visi lima tahun kedepan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012. aman.11. 3. maju.

beretika. partisipatif dan akuntabel serta berorientasi pada kepuasan masyarakat.djpp. Kualitas sumberdaya. sehingga kehidupan dalam masyarakat terlihat tentram dan damai. Misi pertama difokuskan pada peningkatan kualitas manusia yang agamis.sumber daya dan pemerintahan yang bersih. masyarakat dapat berekspresi menggunakan haknya. 2.depkumham. Misi kedua terfokus pada pelestarian kultur daerah yang selaras dalam menajalankan hak dan kewajiban. Mewujudkan masyarakat yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. masyarakat memiliki landasan yang kokoh dan berorientasi pada kearifan lokal dalam pembangunan dan memiliki kebanggaan terhadap daerahnya.id .go. sumberdaya alam mapun sumber daya buatan) merupakan tuntutan dasar dalam mendukung pembangunan daerah. dengan • • • • • Religius. Selanjutnya. kondisi dan sikap masyarakat yang menjunjung tinggi nilai agama. suatu daerah yang didukung dengan tersedianya kebutuhan sarana prasarana dan utilitas yang memadai disemua wilayah. 3. Misi yang dirumuskan untuk mengemban pencapaian visi selama lima tahun yang akan datang adalah sebagai berikut: 1. beretika dan berbudaya. dalam rangka untuk mendapatkan kesamaan persepsi tentang makna filosofisi visi di atas maka perlu dirumuskan pengertian dari beberapa kata kunci berikut ini. Mewujudkan masyarakat yang rukun dalam melaksanakan hak dan kewajibannya dengan nyaman. karena kita bersama-sama menyadari bahwa manusia merupakan faktor paling determinan bagi berhasil tidaknya proses pembangunan dilaksanakan. 3. saling menghargai dan punya tanggung jawab terhadap daerahnya. moral dan etika yang didukung oleh imtaq dan iptek. didukung suasana warga masyarakat yang dapat berekspresi menggunakan 77 78 www. Potensi budaya lokal. Adanya pengertian tersebut diharapkan akan mendukung terselenggaranya kehidupan masyarakat Jepara yang lebih baik. ditunjukkan dengan penyelenggaraan yang transparan. sehingga merasa nyaman untuk berusaha dan melakukan aktivitas. merupakan suasana yang kondusif dalam kehidupan masyarakat. Aman. Demokratis. dengan tujuan agar tercipta kesinambungan arah pembangunan yang diinginkan.2 MISI Selanjutnya visi tersebut dijabarkan dalam misi yang pada hakekatnya di arahkan untuk mendukung terwujudnya visi lima tahun kedepan. Maju. masyarakat dapat merasakan pelayanan dasar yang layak sesuai dengan kebutuhannya. Berdasar hal diatas visi tersebut mengandung filosofi bahwa Jepara merupakan daerah dengan masyarakat yang maju serta menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan supremasi hukum. serta dapat memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani dengan tetap mengedepankan kearifan budaya lokal dan dukungan kualitas sumber daya yang ada dalam kondisi pemerintahan yang bersih. sehingga perkembangan wilayah satu dengan lainnya tidak akan tertinggal. bermoral. Sejahtera. yaitu: • • • haknya. bermoral. kondisi sumber daya yang baik (sumberdaya manusia. berbudaya serta mempunyai rasa toleransi antar dan intern umat beragama. saling menghargai dan punya tanggung jawab sosial. Membangun ekonomi kerakyatan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya. Pemerintahan yang bersih.

depkumham.djpp. Sehingga potensi pertanian dan industri pengolahan merupakan sumber daya yang perlu dikelola secara berkesinambungan sebagai salah satu pilar kesejahteraan masyarakat. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan pelayanan. Untuk itu upaya pengembangan ekonomi yang berbasis kerakyatan harus dijaga karena telah terbukti bahwa hanya perekonomian yang berbasis kerakyatan yang mampu tetap eksis walau diterjang badai krisis. karena SDM merupakan modal dasar pembangunan yang harus terus menerus ditingkatkan kualitasnya. kolusi dan nepotisme (KKN) untuk menciptakan good governance dan clean government. Misi kelima adalah merupakan tugas luhur dan mulia untuk menyiapkan generasi mendatang yang lebih baik.id . untuk itu perlu didukung susana wilayah yang kondusif. Oleh karenanya antar anggota masyarakat saling menghargai satu sama lain dan tidak mengedepankan kepentingannya sendiri. aspiratif dan partisipatif serta selalu menerapkan prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik dengan dukungan masyarakat. 4. Menciptakan iklim yang kondusif bagi berkembangnya demokratisasi dalam kehidupan bermasyarakat. pelayanan kesehatan dan penanganan kesejahteraan sangat penting dilakukan. Ketertiban dan keamanan lingkungan masyarakat merupakan prasyarat bagi terciptanya suasana tersebut. Misi keenam difokuskan pada optimalisasi pelaksanaan otonomi ditujukan untuk mewujudkan good governance dan clean government melalui pemberdayaan aparatur pemerintah. Meningkatkan kualitas sumber daya aparatur melalui profesionalisme aparatur yang bebas korupsi.go. Untuk itu perbaikan penyelenggaraan pendidikan. penciptaan pemerintahan yang demokratis. 6. dengan lebih memberi kemudahan dan layanan yang memadai untuk mendapatkannya. Misi keempat difokuskan pada ketetapan menjadikan Jepara sebagai hunian yang nyaman.Misi ketiga merupakan salah satu upaya untuk meningkatan kesejahteraan dengan jalan meningkatkan pendapatan masyarakat. derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. 5. 79 80 www. pendidikan.

go. Konsep “Tri Bina” juga mampu menggambarkan hubungan sinergis diantara pemangku kepentingan pembangunan.2 Strategi Pertumbuhan Usaha Strategi pertumbuhan digunakan untuk melaksanakan misi ketiga. Strategi pertumbuhan dilakukan dengan memfasilitasi dan mendorong masyarakat dan dunia usaha dalam setiap usaha dengan harapan dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi secara luas. 4. kesejahteraan dan lingkungan dapat berlangsung secara sinergis dan kokoh. maka perlu dirumuskan strategi yang dapat mendukung kebijakan dan sasaran pembangunan yang akan dicapai. Bina Lingkungan pada strategi optimalisasi aparatur dan strategi dinamika yang terkendali.1. Strategi ini bertujuan memantapkan kehidupan beragama melalui pengembangan kegiatan kehidupan beragama dan peningkatan kerukunan beragama. menciptakan lapangan kerja dan kesempatan berusaha pada bidang-bidang yang menjadi unggulan daerah. 81 82 www. 4.depkumham. serta mendorong kemampuan Strategi ini untuk mendukung misi kelima.BAB IV STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH 4.4 Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia Strategi ini digunakan untuk mendukung misi pertama dan kedua.3 Strategi Dinamika Yang Terkendali Strategi ini digunakan untuk mendukung pelaksanaan misi keempat.1.1 Strategi Penguatan Masyarakat masyarakat dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat yang heterogen. Peningkatan kualitas dan pemberdayaan sumber daya manusia dimaksudkan untuk mewujudkan pemberdayaan sumber daya manusia sesuai peran dan fungsinya dalam kelompok masyarakat dan lembaga pemerintah melalui perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan kesehatan terutama bagi masyarakat miskin serta kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraannya.1.id . 3. 4. Dinamika yang terkendali dimaksudkan agar terdapat ruang yang cukup bagi tumbuh dan berkembangnya dinamika pembangunan dari dan oleh berbagai elemen masyarakat dalam kerangka hukum.djpp. Memperhatikan pada keenam misi yang ada.1 STRATEGI PEMBANGUNAN KABUPATEN JEPARA Dalam rangka pencapaian visi dan misi jangka menengah Kabupaten Jepara. maka strategi pembangunan daerah yang dilakukan terwujud dalam konsep “Tri Bina” yang terdiri dari: 1. sehingga merupakan pondasi yang kokoh bagi program pembangunan Kabupaten Jepara ditengah terpaan perubahan yang akan terjadi lima tahun kedepan. sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perwujudan perekonomian daerah yang kuat dan berkeadilan. 2. 4. Bina Manusia pada strategi penguatan masyarakat dan strategi pengembangan sumber daya manusia.1. Bina Usaha pada strategi pertumbuhan. dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan kelima strategi pembangunan daerah berikut ini diharapkan akan tercipta keterpaduan antara membangun manusia. budaya dan agama.

Faktor-faktor kunci dan asumsi keberhasilan pembangunan tersebut adalah: 1. fasilitas umum dan kebutuhan pelayanan dasar lainnya. terkait kebijakan hingga operasional dalam pengembangan Kepulauan Karimunjawa. Adanya pemanfaatan dan pemeliharaan kondisi sumber daya alam dan kelautan secara bertanggung jawab. 5. Strategi ini menonjolkan peran SDM aparatur pemerintah pada percepatan pencapaian tujuan penyelenggaraan pemerintahan pada setiap fungsi sesuai kewenangan daerah dalam upaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan untuk antisipasi terhadap perkembangan lingkungan global. 10. 6. Adanya dukungan dan komitmen utuh segenap stakeholders. Adanya situasi dan kondisi daerah yang kondusif bagi pelaksanaan pembangunan. responsibilitas. Adanya konsistensi kebijakan pemerintah yang berpihak pada masyarakat.djpp. Adanya perangkat hukum dan upaya hukum yang tegas dibidang tata ruang dan lingkungan hidup. Semakin baiknya kondisi pertumbuhan makro dan mikro ekonomi daerah. 7. Konsistensi komitmen dalam prioritas peningkatan pembangunan pendidikan.1. khusunya kelompok yang kurang beruntung. 2.2 FAKTOR-FAKTOR KUNCI DAN ASUMSI KEBERHASILAN Dalam rangka menunjang perwujudan visi dan misi serta melaksanakan strategi pembangunan Kabupaten Jepara. 8. serta untuk mewujudkan good governance.id . 83 84 www. Meningkatnya responsivitas.go.5 Strategi Optimalisasi Aparatur 9. 4. kesehatan. 3. dan akuntabilitas aparatur penyelenggara pemerintahan.4. Strategi ini untuk melaksanakan misi keenam. Terbangunnya jejaring pengembangan dan ekspansi produk lokal pada pasar global.depkumham. maka diperlukan faktor-faktor kunci dan asumsi keberhasilan pembangunan. Semakin jelasnya pembagian kewenangan penggalian sumbersumber pendapatan daerah dan komitmen pada pembangunan perekonomian daerah. 4.

Berdasarkan regulasi tersebut dokumen RPJMD memuat kebijakan pendapatan daerah. serta disertai proyeksi pendapatan daerah.depkumham. Untuk menyelenggarakan otonomi daerah yang nyata.39% dari tahun sebelumnya (2005). Dana Perimbangan dan Pendapatan Lain-lain yang Sah. Proyeksi APBD Kabupaten Jepara 2007-2012 menunjukkan bahwa APBD Kabupaten Jepara tahun 2012 akan menjadi sebesar Rp.id . alokasi belanja daerah. luas dan bertanggungjawab Kabupaten Jepara memiliki kewenangan dan harus mempunyai kemampuan untuk menggali sumber keuangan sendiri yang didukung oleh perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah. 7.. yaitu: 1. Sebagai gambaran perkembangan sumber daya keuangan daerah yang direpresentasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menunjukkan bahwa selama empat tahun terakhir telah terjadi peningkatan yang signifikan terhadap kemampuan APBD Kabupaten Jepara dari sebesar Rp.go. Namun umumnya sebagian besar pemerintah daerah di Indonesia dari sisi pendapatannya.tahun 2003 naik menjadi Rp. Kebijakan yang dapat mendorong penyerapan tenaga kerja setempat. 1. sumber dan penggunaan pembiayaan untuk periode lima tahun kedepan.000. maka Kabupaten Jepara lima tahun 85 86 www.pada tahun 2006 atau mengalami kenaikan sebesar 14.1 ARAH PENGELOLAAN PENDAPATAN DAERAH Dalam struktur anggaran pada pemerintah daerah terdapat tiga pos Pendapatan daerah yang merupakan sumber keuangan daerah. 5. 2. 3. belanja daerah dan pembiayaan. agar pembiayaan pembangunan daerah dapat dilaksanakan secara optimal maka diperlukan suatu arah kebijakan keuangan yang tepat. Kebijakan keuangan daerah untuk RPJMD berlandaskan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah yang pelaksanaannya berpedoman kepada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Kebijakan yang ditujukan untuk mengatasi masalah mendesak dan diperlukan oleh masyarakat luas secara langsung. Kebijakan yang secara nyata dapat meningkatkan mutu sumber daya manusia.djpp.385. Kebijakan yang secara nyata akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).129. Dalam rangka memperkuat pelaksanaan otonomi daerah.000. 374. Berdasarkan hal tersebut di atas maka prospek ekonomi Kabupaten Jepara dalam kurun waktu lima tahun kedepan diprediksi mengalami perkembangan yang cukup cerah dan signifikan. agar tercipta stabilitas ekonomi dan daerah. 558. yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah.BAB V ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH 4.025 trilyun. Sehingga perlu ditetapkan faktor-faktor yang mendasari dalam menentukan kebijakan keuangan daerah. masih besar ketergantungannya terhadap dana perimbangan dari Pemerintah Pusat. 5. Kebijakan yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi.120. Kebijakan yang dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat. Dari proyeksi APBD tersebut. 6. Kebijakan yang berhubungan dengan tumpuan hajat hidup sebagian besar masyarakat. hal tersebut tentu akan berpengaruh juga pada kemampuan pembiayaan pembangunan daerah.005.

Pelaksanaan pendapatan daerah selama ini diperoleh baik dari kewenangan yang dimiliki daerah sebagai kewenangan daerah otonom untuk mengelola Pendapatan Asli Daerah maupun kewenangan lain yang bersumber dari ketentuan perundangundangan yang berlaku untuk membiayai penyelenggaraan pembangunan daerah.242.954.907.69% PENDAPATAN 10 Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Bagian Laba Perusahaan Milik Daerah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah 20 Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak / Bagi Hasil Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan dari Propinsi 30 Lain-lain Pendapatan Yang Sah Bantuan Dana Kontinjensi / Penyeimbang dari Pemerintah Dana Darurat JUMLAH PENDAPATAN 53.237.176.025. Oleh karena itu perlu adanya upaya penggalian pendapatan dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki seoptimal mungkin.502.544 12.000. Tahun 2003 2004 2005 2006 Rp.558 11.445 milyar.766.579.000 16.000 17.060.886.063 27.129.869 50.depkumham.000 403.110.000 6.080.512.000.212. selanjutnya diikuti oleh Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan Provinsi. Untuk dapat merealisasikan penerimaan daerah tersebut dalam rangka kemandirian keuangan daerah.000.21%.751 37. PAD 53. Tabel 5.340.234.615 17.662 11. maka kedepan harus direncanakan dengan akurat model intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah dan retribusi daerah serta lain-lain pendapatan yang sah sesuai dengan potensi pungutan.000.431.296. 4.212.id .352. Sedangkan komponen terbesar dari PAD diperoleh dari retribusi daerah sebesar Rp.872.391.884 10.196.757.931.000 410. Rp.000 30.110.680 % PAD/APBD 14. 31.000.455 1.680 11.000 19.377 31. Rp.973. namun dari 2004 sampai 2006 mengalami kenaikan rata-rata sebesar 5.782 24.275. Perkembangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jepara selama empat tahun terakhir dari tahun 2003 hingga tahun 2006 menunjukkan angka yang fluktuatif.675 877.493 9.248.120.000 1.366 21.000.447.639. Rp.234. maka ratio kemandirian keuangan daerah masih rendah atau rerata per tahun baru menyumbang 12.000 558.824 8. Tabel 5.000 41.222.djpp.295 508.000.318 47.967 347.740.04% 12.049. Perbandingan tahun 2003 dengan 2004 mengalami penurunan.019.000 Rp. 2.660.649.266.589 248.316.000 26. Sedangkan dilihat dari kontribusinya terhadap APBD selama empat tahun terakhir.954.692.705.703.297 8.356.470.745. Salah satu yang dapat dijadikan ciri kemampuan daerah adalah melalui perkembangan PAD dalam struktur APBD.587 20.880 308.220.445. 558.129 milyar dan diprediksi tahun 2012 mengalami peningkatan menjadi sebesar Rp.go.37% 9. Dengan harapan secara bertahap daerah dapat meningkatkan kemampuan kemandirian keuangan daerah dalam memenuhi pembiayaan pembangunan.000.335.000 14.408.924. yang mana untuk menggali potensi pendapatan harus dilakukan secara sistematis dan terarah.702.710 23.05%. 87 88 www.657.209 798.545.936. Rp.000 12.957 562.741 2.239.266. 1.777 0 17.824 47.021 trilyun.500.740.785. Komponen yang terbesar adalah Dana Alokasi Umum (DAU).586.500. Rp.884 50. Perkembangan yang telah dicapai empat tahun terkahir masih didominasi oleh dana perimbangan terhadap total penerimaan.425 26.34% 12.950.470.152.649.450.704 372.683.968.499.175.061.149. 1.000. APBD 374.000 0 0 0 0 0 359.662 54.167.167.512.1 Realisasi Pendapatan Kabupaten Jepara NO 1 URAIAN 2003 2004 2005 2006 Kemampuan kemandirian keuangan daerah merupakan faktor yang esensial dalam mengukur tingkat kemampuan daerah pada pelaksanaan otonomi. Rp.659.391.594. 3.196.745.689.kedepan akan berupaya untuk menggali potensi pendapatan daerah tanpa harus membebani masyarakat.851 411.000 392.000.545.237.832.561 54.190.946.000 276.046 Sumber: APBD Kabupaten Jepara 2003-2006 Perkembangan keseluruhan sumber pendapatan Pemerintah Kabupaten Jepara pada tahun 2006 sebesar Rp.689.682.000.837.871.597.260.265 23.000.000 258.355 Sumber: APBD Kabupaten Jepara 2003-2006 288.964.2 Persentase PAD terhadap APBD No.074.597.542 16.354.539.

548 17.365.720.370 6.390.351.846.516.499.370.222.701 7.580 3.664 892.062.877.436.456.208.849 16.519 Sumber: APBD Kabupaten Jepara 2003-2006 Anggaran Belanja Kabupaten Jepara selama empat tahun terakhir yaitu tahun 2003 hingga 2006 mengalami kenaikan.570 2.000 12.349 132.513 2005 2006 Tahun 2007 2008 2009 2010 2011 2012 Rp.277.716 30.538 1.100 2.3 Proyeksi Pendapatan Kabupaten Jepara NO Tabel 5. 04 Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan 05 Belanja Tak Tersangka PELAYA NAN PUBLIK 01 Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang / Jasa Belanja Perjalanan Belanja Pemeliharaan 02 Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang / Jasa Belanja Perjalanan Belanja Pemeliharaan 03 Belanja Modal 04 Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan 05 Belanja Tak Tersangka JUMLA BELANJA H 9.472.280.598 47.957.950.847.353 47.408.896.962.117.715.850.060 175.767.310 9.539 3.213.423.369.000 34.646.000 370.877.149.581.040 7. termasuk efisiensi dalam pencapaian keluaran dan hasil tersebut.071 266.049.348 39.000 2 BELANJA APARATUR DA ERAH 01 Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Belanja Pemeliharaan 02 Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang / jasa Belanja Perjalanan Belanja Pemeliharaan 03 Belanja modal 123.278 16.589.665.734.484.866.259 145.933.425.006.210 1.988.788.990 157.115.364.692.351 2004 118.586 49.522.842.000 943.987.106.068.000.590 19.530 25.076.183.838 2. efektifitas.880.069.868.354.642 149.258.322 Sumber: APBD Kabupaten Jepara 2003-2006.id .282 32.637.999 1.903.102.553.344.232.547.033.611.200 4.619.728 2.938. Rp.784 9.496.211.030.614. berdasarkan tujuan dan sasaran pembangunan yang ditetapkan.770 5.990.887.720.265.458.975.468 301.847.depkumham.269.247.782.968.015 47.594 7.166.720.052.051.125.082.042 7.785. Diolah 27.397 23.703.800.643.256.335 1.269.011.041 93.091.000 3.770 401.200.181.544.471. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2004 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dinyatakan bahwa setiap jenis belanja yang dianggarkan harus memperhatikan keterkaitan pendanaan dengan keluaran dan hasil yang diharapkan dari program dan kegiatan yang dianggarkan.114.768.249 0.722.050 3.266.500.122.738.793 76.611.733.978.320 7.070.447 10.000 707.617.747.091.500 653.001 14.943.010.021.735 11.895.974.564 598.546.391 25.195.765.262.600 521.977 277.458. dan proporsionalitas.179.522.Tabel 5.955 21.841.158.966.127.096.00 80.451.601.818.300.685.214.150.109 35. dimana dari sisi Belanja Daerah telah menunjukkan peranan yang cukup 89 90 www.527.708.324.539.297.233 1.681.283 10.556.100.405 16.575 4.354 55.220.077 1.765.079.416 34.819.605.djpp.774.850.535.981.134.923 147.327.006 4.194 146.000 864.892. Rp.687.476 69.940.563.198.679.623.484.855.368.920.500 0 0 269.805.372.344.529 134.042.110 495.769.260 3.816 172.416.149 14.047.811.595 1.825 3.2 ARAH PENGELOLAAN BELANJA DAERAH Belanja daerah merupakan pengeluaran untuk kebutuhan dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan dan kepentingan pelaksanaan pembangunan daerah.527.874.611 3.690 55.737.982.198 2.000 0 7.258.233.547.465 2.965 19.182.763 3.196.398.477 104.400 42. Rp.915 16.888.456.070 5.844.158.926.970.079.4 Realisasi Belanja Kabupaten Jepara URAIAN 2003 100.514.266. Proyeksi 657.872.250 463. Rp.379.469.300 5.400.494 57.00 539.805.935.062.628.600. sehingga alokasinya diarahkan guna meningkatkan efisiensi.375.800 382.376.906.go.947.720 7.830.859 13.387 68.925.536.140.000 1.393 26.010 40.555.830 385.648.000 786.440 1.536.699 21.759 65.453.071.893 11.760.126. Belanja daerah terdiri dari belanja aparatur daerah dan belanja pelayanan publik.106.247.876 244.548 45. Rp.570 1.

359.140. 539.830 Rp.000 2012 Rp.049.679.720 milyar pada tahun 2006.376. sedangkan pembiayaan pengeluaran dilakukan sebagai konsekuensi kebutuhan Secara umum kebijakan keuangan daerah diarahkan pada peningkatkan kapasitas dan kemandirian kemampuan keuangan daerah disertai dengan efisiensi anggaran yang ditujukan bagi pembiayaan pembangunan.851 2005 Rp.322 Rp. 1.335 Rp.519 Rp.344 milyar naik menjadi Rp.278. 370. 2. Pada tahun 2003 total belanja daerah Kabupaten Jepara sebesar Rp.447. Pembiayaan penerimaan merupakan alokasi anggaran yang dilakukan untuk menguatkan struktur pendapatan.026.djpp.706. 4.213.502.600.562.234. 4.784.23%.871. Meningkatkan kualitas pelayanan publik pada bidang-bidang yang berhubungan dengan penerimaan daerah. Diolah yang mendesak. Namun kenaikan belanja daerah pada tahun terakhir naik sangat besar yaitu sekitar 30.408 2003 Rp.015 trilyun pada tahun 2012.720. Dimana kebijakan umum anggaran yang diambil tetap mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.175. Tabel 5. diperkirakan belanja daerah pada tahun 2011 akan meningkat dari Rp.692.046 Sumber: Dispenda Kabupaten Jepara Tahun 2006 No 1.720 milyar (tahun 2006) menjadi Rp.704 2004 Rp. Belanja daerah Kabupaten Jepara selama empat tahun terakhir mengalami kenaikan rata-rata 14. Menyediakan sarana dan prasarana bagi pemungut penerimaan daerah yang bersifat mobilitas maupun pemberian operasional bagi penerimaan pendapatan.id .401.go. Berdasarkan realisasi belanja.957 2006 Rp.000 Sumber: APBD Kabupaten Jepara 2003-2006.861.387.411.6 Proyeksi Belanja Kabupaten Jepara Tahun Proyeksi 2007 Rp. 5.1. 3. Tabel 5. menunjukan bahwa belanja daerah lebih besar dari pendapatan daerah.000 2009 Rp.385.3 KEBIJAKAN UMUM ANGGARAN Berdasar pendapatan daerah dan belanja daerah selama empat tahun terakhir (2003-2006).000 2008 Rp. maka diakumulasikan dalam pembiayaan.938. diperlukan langkah-langkah dan arah kebijakan keuangan daerah berikut: 1.depkumham.306.328.47%.290. Untuk meningkatkan sumber penerimaan daerah.770 Rp. 5. 2.330.644.438.820. 3.000. Pembiayaan terdiri dari pembiayaan penerimaan dan pembiayaan pengeluaran.357.400.372. 539. Meningkatkan penyuluhan pada masyarakat untuk kesadaran membayar pajak dan retribusi daerah.334.015. Mengoptimalisasikan sumber-sumber pendapatan daerah – khususnya sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah – melalui optimalisasi pendataan dan penerimaan wajib pajak dan restribusi daerah sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.7 Belanja dan Pendapatan Kabupaten Jepara Tahun Belanja Pendapatan 2002 Rp. Untuk menutup defisit anggaran yaitu selisih antara pendapatan dan belanja yang terdiri dari penerimaan dan pengeluaran.232.563.700. serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengelola 91 92 www.370.berarti terhadap pembiayaan pembangunan.000 2010 Rp.300.771.000 2011 Rp.500.539.527.030.

bersumber dari Bagi Hasil Pajak untuk mendukung pendapatan yang bersumber dari dana perimbangan daerah. 2. Seiring dengan peningkatan pembangunan tersebut. pelayanan umum dan daya saing daerah. penerimaan daerah. dekonsentrasi dan tugas pembangunan yang diatur dengan sistem perimbangan keuangan antara pusat dan daerah mendapatkan pembagian dana perimbangan. Peninjauan kembali berbagai kebijakan Pemerintah Kabupaten Jepara. efektif dan berkesinambungan.5. membawa perubahan yang mendasar dalam pengelolaan keuangan daerah. dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu kebijakan yang dilakukan untuk meningkatkan dana perimbangan antara lain melalui: 1. Penataan performance budget melalui penataan sistem penyusunan dan pengelolaan anggaran daerah yang berorientasi pada pencapaian hasil atau kinerja secara efisiensi. 6. Melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan yang 93 94 www. Selain melalui optimalisasi penerimaan pendapatan. maka pemerintah daerah berdasarkan asas desentralisasi.id .depkumham. Melakukan upaya koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk untuk lebih mengoptimalkan pendapatan daerah yang bersumber dari APBN dan APBD Provinsi Jawa Tengah guna peningkatan pembangunan sarana prasarana perekonomian dan pelayanan publik. maka untuk meningkatkan penerimaan daerah dapat dilakukan dengan meningkatkan dana perimbangan. terutama yang terkait dengan atau dalam rangka optimalisasi pendapatan daerah. Berlakunya Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah.djpp.go. Undang-undang tersebut pada prinsipnya untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan sumber daya keuangan daerah dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah. Sehingga memberikan hasil yang baik dan biaya rendah.

dan wanita. seperti berikut: 1. meningkatnya etika dan moralitas. Tahapan lima tahun pertama akan lebih difokuskan pada penataan dan pembangunan sistem. Hal itu sebagai suatu upaya untuk melanjutkan dan mempertajam penyelesaian masalah-masalah mendesak. Sesuai dengan strategi dan dengan tetap mengacu kepada visi Kabupaten Jepara.id . tetap merujuk pada RPJPD Kabupaten Jepara Tahun 2005-2025. pelayanan dan pemberdayaan di segala bidang. Acuan kedua adalah peningkatan ekonomi masyarakat dan daerah berbasis pada industri. maka pada tahapan lima tahun pertama (2005-2009) dalam kerangka pembangunan jangka panjang ini diarahkan untuk melanjutkan derap langkah pembangunan yang sudah senafas dengan tuntutan peningkatan kinerja penyelenggaraan 95 96 www. remaja.djpp. Acuan pertama adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berilmu (cerdas). Kebijakan pembangunan daerah juga mengandung arti sebagai operasionalisasi dari visi dan misi daerah untuk jangka waktu tertentu. tujuan dan sasaran program pembangunan lima tahun kedepan. dan meningkatnya penangatan mitigasi bencana alam sesuai dengan kondisi Kabupaten Jepara. berdaya beli). Oleh karena itu target yang diharapkan antara lain meningkatnya kualitas pelayanan dasar yang berdampak pada meningkatnya indeks pembangunan manusia (berilmu. Dengan demikian kebijakan pembangunan lima tahun kedepan disesuaikan dengan Tahapan Pertama RPJPD (Tahun 2005-2009) dan Tahapan Kedua RPJPD (Tahun 2010-2014). menurunnya bias gender. Beberapa kebijakan pembangunan pada tahap pertama yang dapat dijadikan acuan adalah sebagai berikut. Kebijakan umum pembangunan jangka menengah Kabupaten Jepara akan menentukan agenda. pemerintahan. yang ditandai dengan meningkatnya kualitas sumber daya manusia yang menangani bidang pendidikan (tenaga pendidik dan non pendidik).go. sehat dan religius melalui pembangunan multi sektor yang bermuara pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Jepara. TAHAPAN PERTAMA RPJPD KABUPATEN JEPARA (2005-2009) Memperhatikan kinerja pelaksanaan pembangunan tahapan lima tahun sebelumnya.BAB VI KEBIJAKAN UMUM DAERAH pembangunan. sekaligus sebagai upaya pencapaian pembangunan yang diharapkan. Lima tahun pertama pembangunan ekonomi jangka panjang akan semakin menunjukkan pergeseran dalam sektor basis ekonomi daerah. kebijakan dan peraturan sebagai basis bagi pembangunan tahapan lima tahun berikutnya. sehat. regulasi. pertanian dan pariwisata. Oleh karenanya kebijakan pembangunan Kabupaten Jepara pada RPJMD periode Tahun 2007-2012. meningkatnya etos kerja. maka dirumuskan kebijakan pembangunan sebagai dasar penetapan pokokpokok pikiran. meningkatnya keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan toleransi antar umat beragama.depkumham. didukung dengan sektor lain yang berdayasaing tinggi akan diupayakan pencapaiannya pada tahapan lima tahun pertama dengan fokus pada peningkatan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana ekonomi daerah yang diharapkan akan meningkatkan iklim kondusif dalam berusaha yang akan berdampak pada peningkatan kinerja ekonomi makro daerah dan penguatan kapasitas keuangan daerah. meningkatnya kinerja pengendalian jumlah dan laju pertumbuhan penduduk. Sehingga dalam pelaksanaan pembangunan daerah terdapat kesatuan arah yang jelas terhadap pemecahan masalah yang dihadapi oleh daerah sesuai dinamika masyarakat yang berkembang. meningkatnya kesejahteraan dan perlindungan terhadap anak. berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi.

menurunnya tingkat konflik. Upaya pelestarian dan pengembangan kekayaan budaya. kelistrikan. Acuan keenam yaitu meningkatan kualitas lingkungan hidup didukung dengan pengelolaan tata ruang dan sumber daya alam secara berkesinambungan.industri-pertanian (agro industri) akan semakin meningkat peranannya dalam perekonomian daerah. Kondisi pertumbuhan perekonomian Jepara yang semakin baik diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jepara yang akan ditandai dengan menurunnya angka pengangguran dan jumlah penduduk miskin. pencemaran lingkungan menurun. maka kebijakan pembangunannya juga harus memperhatikan tahapan kedua RPJPD. dan lain-lain. TAHAPAN KEDUA RPJPD JEPARA (2010-2014) Berdasar periode waktu RPJMD Kabupaten Jepara dari 2005 sampai 2012. dan tegaknya supremasi hukum untuk menopang (menjadi basis) kelancaran pelaksanaan pembangunan. pemerintahan. Acuan kelima yaitu pengembangan kehidupan sosial budaya dalam rangka mendukung terciptanya kondisi daerah yang tertib. yang akan ditekankan pada langkahlangkah pemantapan dalam perencanaan pengelolaan. pertamanan. peningkatan kesadaran lingkungan hidup. pada tahapan lima tahun pertama akan ditekankan pada peningkatan komitmen dan tindakan pengurangan korupsi.depkumham. Kabupaten Jepara yang tertib. disamping tepat eksisnya industri pengolahan sebagai icon Kabupaten Jepara. Peningkatan dan rehabilitasi sarana dan prasarana kewilayahan harus menjadi prioritas daerah dan mendapat dukungan atau peran serta swasta. peningkatan konsistensi peruntukan lahan. telekomunikasi. konsistensi regulasi daerah-pusat. kolusi dan nepotisme (KKN) dalam penyelenggaraan pembangunan. pemanfaatan dan pengembangan tata ruang dan lingkungan hidup. Acuan keempat adalah peningkatan prasarana dan sarana yang menunjang pengembangan kawasan (wilayah) berbasis pada kemampuan dan potensi lokal yang akan diprioritaskan pada peningkatan dan pemeliharaan (rehabilitasi) sarana dan prasarana wilayah (terutama di kawasan pedesaan. Dengan adanya pemantapan dalam aspek perencanaan.id . meningkatnya demokratisasi lokal. misalnya kebersihan. aman dan damai ditandai dengan menurunnya tingkat kerawanan daerah. regulasi. transportasi. aman. dan kebijakan tentang keruangan dan lingkungan hidup maka diharapkan akan membawa efek pada semakin membaiknya pengelolaan sumber daya alam dan mutu lingkungan hidup. menurunnya indeks kriminalitas. Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi kesenjangan desa-kota. 2. pemerintahan dan pelayanan publik. ketepatan penanganan penambangan.go. perumahan. penerangan jalan. air bersih. 97 98 www. Acuan ketiga adalah pengembangan tata pemerintahan yang baik didukung dengan kompetensi dan profesionalitas aparatur dalam pelaksanaan pembangunan. yang kesemuanya mendukung percepatan terwujudnya tata kepemerintahan yang baik. penguatan ketertiban dan keamanan daerah. pemerintahan dan pelayanan publik. dan tegaknya hukum. dan kondusif yang akan diprioritaskan pada langkah-langkah pemantapan situasi dan kondisi politik lokal yang kondusif. demokratis. dan pelayanan publik. berbasis pada budaya bahari dan pesisir akan semakin relevan. yang pada akhirnya akan berdampak pada kepatuhan pada hukum sehingga persatuan dan kesatuan tetap dapat terjaga dengan baik.djpp. yang hanya bisa terwujud apabila disertai dengan langkah-langkah penataan kebijakan keruangan dan kewilayahan yang konsisten dan terpadu. kawasan Kepulauan Karimunjawa). Muara dari upaya pemberantasan KKN adalah terciptanya kinerja pelayanan publik yang semakin prima. Arahan kebijakannya merupakan langkah-langkah untuk lebih memantapkan penataan kembali Kabupaten Jepara di segala urusan yang menjadi kewenangan daerah. bahkan mampu untuk membangun embrio pagi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

penerangan jalan. misalnya melalui penyediaan biaya pendidikan (bea siswa. status gizi naik). peningkatan kesejahteraan anak. dilengkapi dengan sarana prasarana pendukungnya yang memadai. air bersih.go. pariwisata atau perpaduannya.Acuan pertama yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berilmu (cerdas). transparan. pemerintahan dan pelayanan publik. Selain itu perlu ditekankannya peningkatan kualitas dan kuantitas perumahan dan permukiman yang layak dan sehat. cepat. yang pada tahapan lima tahunan kedua difokuskan pada optimalisasi (bila perlu maksimalisasi) upaya pemerataan memperoleh pendidikan sampai jenjang SMA/Sederajat bagi penduduk Kabupaten Jepara. yang berasal dari sektor industri. Harapan masyarakat akan ditegakkannya pemberantasan KKN dalam lingkungan birokrasi semakin kuat. Selanjutnya akan diikuti dengan langkah prioritas kedua. bahkan bila perlu diperkuat dengan kontrak pelayanan (citizen’s charter) dan pelayanan yang bersertifikat ISO. perdagangan. Acuan keempat yaitu peningkatan prasarana dan sarana yang menunjang pengembangan kawasan (wilayah) berbasis pada kemampuan dan potensi lokal. pembinaan dan pengembangan kelembagaan ekonomi lokal sehingga mampu berperilaku dan berkinerja global.djpp.id . 99 100 www. dan lain-lain). didukung dengan disediakannya berbagai prasarana dan sarana pelaksanaan tugas/pekerjaan yang memadai. angka kemiskinan turun. sekolah dan masyarakat – untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Jumlah penduduk akan terus meningkat maka harus disertai dengan penyediaan fasilitas perumahan dan permukiman. Pelaksanaan misi keempat ini. maka pada tahapan pembangunan lima tahunan kedua diprioritaskan pada penanganan yang lebih konkrit dan optimal terhadap pembangunan dan pengembangan sektor basis Jepara (industri. Acuan kedua yaitu peningkatan ekonomi masyarakat dan daerah berbasis pada industri. pertanian dan pariwisata. pertanian. untuk tahapan lima tahun kedua diprioritaskan pada pembangunan sarana dan prasarana penunjang pembangunan kawasan. Capaian lain yang diharapkan adalah peningkatan kesejahteraan rakyat (pendapatan per kapita naik. Pengembangan sektor basis akan bermuara pada dimilikinya daya saing yang tinggi pada tingkat nasional dan internasional dari produk-produk unggulan dan andalan Kabupaten Jepara. lebih murah. Daya saing akan dapat meningkat bila didukung oleh sumber daya manusia yang handal dan dimanfaatkaannya teknologi produksi yang tepat guna sehingga dapat memberikan daya guna dan hasil guna yang tinggi. remaja dan wanita (kesetaraan gender naik. perlindungan anak naik. kesenjangan kesejahteraan turun). dan lain-lain. laju pertumbuhan penduduk terkendali. Acuan ketiga yaitu pengembangan tata pemerintahan yang baik didukung dengan kompetensi dan profesionalitas aparatur dalam pelaksanaan pembangunan. pengembangan jaringan infrastruktur transportasi dan telekomunikasi yang memadai. telekomunikasi. dan sebagainya. Setelah pada tahapan pertama difokuskan untuk mengembangkan prasarana dan sarana ekonomi. didukung dengan adanya standar pelayanan minimum di semua tingkatan pemerintah. yaitu peningkatan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia aparatur yang handal untuk memenuhi tuntutan birokrasi masa depan. didukung dengan sektor lain yang berdayasaing tinggi.depkumham. sehat dan religius. Langkah ini harus disertai dengan meningkatnya komitmen tiga pilar pendidikan – pemerintah. pertanian dan pariwisata). kelistrikan. penyediaan dan penyelenggaraan lembaga pendidikan. BOS. diharapkan pada pembangunan lima tahunan pertama fokus ini sudah mampu memberikan hasil yang cukup signifikan. tingkat pengangguran turun). peningkatan derajat kesehatan (usia harapan hidup naik. Sehingga mendukung penyediaan dan penyelenggaraan pelayanan publik yang semakin berkualitas. dan akuntabel. misalnya prasarana dan sarana transportasi. dan peningkatan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Adanya arahan pembangunan pada RPJPD dan memperhatikan evaluasi pembangunan lima tahun sebelumnya serta melihat kondisi kebutuhan kedepan.Acuan kelima yaitu pengembangan kehidupan sosial budaya dalam rangka mendukung terciptanya kondisi daerah yang tertib. kemampuan sumberdaya yang tersedia dalam jumlah yang cukup. Acuan keenam yaitu meningkatan kualitas lingkungan hidup didukung dengan pengelolaan tata ruang dan sumber daya alam secara berkesinambungan. Langkah ini perlu dioptimalkan setelah pada tahap pertama ditekankan pada aspek perencanaan dan perumusan kebijakan. khususnya bioenergi. Pada tahapan pembangunan lima tahunan kedua diprediksi akan semakin meningkat jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). kalau tidak segera diatasi akan mengakibatkan dampak yang mempengaruhi lingkungan sekitarnya. 4. Sejalan dengan itu. sehingga mampu mendorong dan mewujudkan percepatan peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat.go. karena kurang beruntung dalam persaingan diberbagai bidang yang semakin ketat/keras. jika tak dipenuhi akan mengakibatkan munculnya masalah lain. Pembangunan Kabupaten Jepara periode tahun 2007-2012 diarahkan pada pembangunan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Melihat kondisi kamtibmas Kabupaten Jepara semakin kondusif. pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian fungsi lingkungan hidup makin berkembang melalui penguatan kelembagaan dan peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat yang ditandai dengan berkembangnya proses rehabilitasi dan konservasi sumber daya alam dan lingkungan hidup. kehidupan demokratisai lokal semakin terwujud ditandai kuatnya peran masyarakat sipil. oleh karena itu kebijakan pembangunan daerah yang kemudian dijabarkan lebih lanjut dalam rencana strategis. tercapainya konsolidasi penegakan supremasi hukum dan penegakan hak asasi manusia. pemulihan kepercayaan masyarakat. dan kondusif. kebutuhan tersebut kebermanfaatannya tinggi dan menyangkut hajat hidup orang banyak. Tingkat kebutuhan. Dukungan sumber daya. dalam rangka memacu percepatan pembangunan daerah. tenaga angin. Kondisi itu didukung dengan meningkatnya kualitas perencanaan tata ruang serta konsistensi pemanfaatan ruang dengan mengintegrasikannya ke dalam dokumen perencanaan pembangunan terkait dan penegakan peraturan dalam rangka pengendalian pemanfaatan ruang. Dampak pada lingkungan. dan regulasi tata ruang dan lingkungan hidup. dan pemberian pelayanan yang langsung dapat bermanfaat bagi masyarakat. demokratis. akan dilaksanakan dengan prioritas pada penanganan aktivitas terkait dengan lingkungan hidup dan tata ruang. dan tenaga surya untuk kelistrikan. terutama kemampuan keuangan daerah.djpp. Fenomena ini menjadi prioritas penanganan pada tahapan ini. Sedangkan pada sisi pertambangan dan energi akan diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan. harus seoptimal mungkin memperhatikan empat hal berikut: 1. aman. Untuk mewujudkannya diperlukan serangkaian kebijakan yang dapat mendorong dan mengembangkan potensi daerah. dan lembaga kemasyarakatan. serta kelanjutan penataan sistem hukum daerah. serta pengembangan investasi sarana-prasarana ekonomi yang akan berfungsi sebagai penggerak roda perekonomian daerah. Dalam rangka pencapaian visi Kabupaten Jepara ”Terwujudnya Kabupaten Jepara sebagai daerah yang 101 102 www. didukung dengan komitmen segenap pemangku kepentingan dan profesionalitas aparatur penegak hukum daerah. 3. 2. tenaga air. Kondisi itu sejalan dengan meningkatnya kesadaran dan penegakan hukum. partai politik. Kebermanfaatan.depkumham. Dalam kerangka pencapaian pembangunan yang berkelanjutan.id . kebutuhan tersebut mendesak atau tak dapat ditunda dan apabila tidak segera ditangani akan mengganggu aktivitas warga masyarakat.

fungsi Pendidikan. Fungsi Ketertiban dan Keamanan. Misi Pertama ini terkait dengan empat fungsi pemerintahan. dan fungsi Perlindungan Sosial. peningkatan bantuan perawatan tempat atau rumah ibadah. 2. Kebijakan pada fungsi ini diarahkan pada upaya-upaya peningkatan kesadaran hukum pada masyarakat. beretika. dengan jalan mewujudkan pemerataan dan meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Fungsi Pelayanan Umum diarahkan pada peningkatan keadilan (persamaan hak dan kewajiban) diantara penduduk dalam memperoleh pelayanan publik. karena itu pembangunan yang dilaksanakan senantiasa menempatkan manusia sebagai titik sentral. sehingga masyarakat akan mendapatkan hak dan memenuhi kewajiban sesuai dengan kapasitasnya. Misi Pertama: Mewujudkan masyarakat yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Misi Ketiga ini terkait dengan tiga fungsi pemerintahan berikut Fungsi Ekonomi. fungsi Pariwisata dan Budaya. Untuk fungsi Pariwisata dan Budaya diarahkan pada kebijakan untuk mengendalikan pengaruh negatif dari budaya luar dalam rangka lebih meningkatkan kepedulian dan perhatian atas pembinaan dan pelestarian nilai-nilai budaya bangsa dan daerah melalui berbagai upaya pengelolaan kekayaan budaya lokal. perluasan informasi atas kinerja pemerintah. Misi Ketiga: Membangun ekonomi kerakyatan dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya. melalui peningkatan kualitas sumber daya yang terlayani oleh pemerintahan yang bersih”.id . maka kebijakan umum dikelompokkan menurut fungsifungsi pemerintahan yang dirinci menjadi kebijakan umum fungsi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pelaksanaan misi Kabupaten Jepara tersebut. 103 104 www. pengadaan even kesenian dan kebudayaan.djpp. dan sosialisasi produk-produk hukum daerah. namun dalam fokus arahan kebijakan yang berbeda dengan misi pertama. Fungsi Lingkungan Hidup serta Fungsi Pariwisata dan 3.depkumham. serta memelihara kelestarian kearifan budaya lokal. maju. Untuk fungsi Pendidikan terkait dengan pembentukan sumber daya manusia yang beretika dan berbudaya dijangkau melalui pengembangan pendidikan keagamaan secara integratif antar pemerintah Daerah dan Pusat. Misi Kedua ini terkait dengan pelaksanaan fungsi Pelayanan Umum dan fungsi Ketertiban dan Ketentraman. Untuk fungsi Ketertiban dan Keamanan kebijakannya diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berbasis religius. untuk mendukung suasana kehidupan berpolitik yang demokratis. yaitu fungsi Ketertiban dan Keamanan. peningkatan kegiatan keagamaan. serta adanya sistem penegakan hukum dan hak asasi manusia (HAM) yang berkeadilan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan seperti pembinaan kerukunan antar umat beragama. aman. demokratis dan sejahtera dengan bertumpu pada potensi budaya lokal. Kebijakan tersebut untuk membentuk kekuatan rakyat dan bela negara demi menjaga ketertiban dan keamanan. bermoral. pembinaan kelompok kesenian. Langkah yang dapat dilakukan adalah melalui peningkatan bantuan terhadap pendidikan keagamaan. Arah kebijakan umum dalam kerangka pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan Kabupaten Jepara tahun 2007-2012 adalah sebagai berikut: 1. Misi Kedua: Mewujudkan masyarakat yang rukun dalam melaksanakan hak dan kewajibannya dengan nyaman. berbudaya serta mempunyai rasa toleransi antar dan intern umat beragama. Untuk Fungsi Perlindungan Sosial kebijakan yang ada diarahkan pada peningkatan kehidupan dan kerukunan antar umat beragama agar mampu memberikan peningkatan kualitas dalam sumber dayan manusia dibidang moral dan etika.religius. Sehingga perlu dipahami bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu output penting dalam suatu proses perencanaan pembangunan.go.

Hal ini terus dikembangkan untuk menjaga kondisi daerah agar tetap kondusif. Bersinggungan dengan fungsi ini adalah fungsi Perumahan dan Fasilitas Umum. Fungsi Ketertiban dan Keamanan diarahkan pada pengakuan akan hak dasar rakyat dalam pembangunan. sehingga setiap aspek pembangunan tidak mengabaikan keadilan dan pemenuhan hak dasar politik dan sosial rakyat. Pada fungsi Pendidikan kebijakannya diarahkan pada perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan bagi seluruh masyarakat dengan sasaran meningkatnya derajat pendidikan masyarakat.depkumham. Kebijakannya diarahkan pada penciptaan penyelenggaraan pemerintahan yang akuntabel. Pada fungsi Ekonomi. Fungsi Perlindungan Sosial diarahkan khusus terhadap peningkatan peran serta perempuan dalam pembangunan. maka peluang hidup layak akan dapat tercapai. Fokus kebijakan pada misi ini adalah memobilisasi sumberdaya untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan pendidikan. derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Berdasar misi kelima ini berkaitan dengan beberapa fungsi yaitu fungsi Pendidikan. Sedangkan pada fungsi Pariwisata dan Budaya. utamanya bagi penduduk miskin. Misi keempat berkenaan dengan Fungsi Ketertiban dan Keamanan dan Fungsi Perlindungan Sosial. pangan dan papan yang diperlukan. utamanya bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial. 4. kesehatan dan perlindungan sosial serta penyediaan perumahan layak. fungsi Perlindungan Sosial dan fungsi Perumahan dan Fasilitas Umum. hidup sehat dan panjang umur.djpp. fungsi Kesehatan. Misi Kelima: Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan pelayanan pendidikan. Misi keenam ini berkenaan dengan fungsi Pelayanan Umum. kebijakannya diarahkan pada penyediaan perumahan layak bagi keluarga kurang mampu. terutama untuk penuntasan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun serta meningkatkan kompetensi tenaga pendidik melalui kerjasama dengan berbagai pihak. Kemudian fungsi Kesehatan kebijakannya diarahkan pada peningkatan aksesibilitas pelayanan kesehatan dengan sasaran meningkatnya derajat kesehatan masyarakat. transparan. Sehubungan dengan hal tersebut maka pelaku ekonomi kerakyatan mendapatkan prioritas untuk berperan aktif dalam pembangunan ekonomi. kebijakannya diarahkan pada upaya-upaya pengembangan dan peningkatan obyek wisata dan budaya dengan melibatkan para pelaku usaha dan masyarakat. untuk mendukung misi ini kebijakannya diarahkan pada pengembangan usaha andalan berdasarkan potensi lokal untuk mengurangi disparitas kesejahteraan antar wilayah. Misi Keenam: Meningkatkan kualitas sumber daya aparatur melalui profesionalisme aparatur yang bebas KKN untuk menciptakan good governance dan clean government. serta mempunyai kebutuhan sandang.Budaya. sehingga pariwisata dapat menjadi pendorong roda perekonomian daerah. Sedangkan fungsi Perlindungan Sosial kebijakannya diarahkan pada pemenuhan hak-hak masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup. Misi Keempat: Menciptakan iklim yang kondusif bagi berkembangnya demokratisasi dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga setiap orang memperoleh peluang seluas-luasnya untuk berpendidikan dan berketerampilan. sehingga menjadikan kualitas pelayanan umum kepada masyarakat menjadi optimal. membuka ruang partisipasi. sehingga sumber daya yang ada dapat dipertahankan keberadaannya. 6. keadilan dan responsibel.id .go. 5. Diharapkan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. 105 106 www. Untuk fungsi Lingkungan Hidup terkait misi ini kebijakannya diarahkan pada meningkatkan potensi sumber daya lokal dan menjaga kelestarian sumber daya produksi secara berkelanjutan. dimana salah satunya adalah dalam politik dan demokrasi.

termasuk pemberantasan buta aksara. serta banyaknya peraturan perundangundangan yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan keadaan dan tuntutan pembangunan. 15. 3. Peningkatan kinerja investasi. guna mendukung penyerapan tenaga kerja dan mengurangi kemiskinan. 5. Tujuannya adalah agar sasaran pembangunan tersebut dapat mendorong terwujudnya visi dan misi.id . meubel. 16.djpp. perdagangan produk berbahan baku kayu.go. terutama untuk kelompok masyarakat miskin. 7. pengembangan bandara. mengubah pola budaya tangkap potensi kelautan menjadi pola budi daya dan jasa. 107 108 www. Peningkatan pemberdayaan masyarakat melalui optimalisasi penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD). Peningkatan peran BUMD. Sehingga sasaran-sasaran yang ingin dicapai ini. Berpijak pada kebijakan umum yang telah ditetapkan pada tiap misi dan dengan memperhatikan kondisi daerah serta aspirasi masyarakat. dan lain-lain. 12. 14. serta bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. 10. Peningkatan Wajar Dikdas 9 Tahun. rendahnya kinerja sumberdaya aparatur. sebagai pusat pertumbuhan baru. ukiran. Peningkatan pengembangan Kepulauan Karimunjawa. 6. Penurunan angka konflik horisontal dan vertikal. 18. 9. Peningkatan pengelolaan tata ruang sesuai dengan regulasi yang berlaku – berbasis Sub Wilayah Pembangunan (SWP) – dimana akan ditekankan pada pengembangan SWP 3 sebagai pusat pertumbuhan baru yang berbasis kawasan industri strategis. dan lain-lain. Peningkatan efisiensi anggaran dalam penggunaan dan pengelolaan keuangan daerah. rendahnya kesejahteraan PNS. Peningkatan perumahan dan permukiman masyarakat pantai pesisir. maka disusun sasaran pembangunan yang ingin dicapai dalam lima tahun kedepan. pengembangan wisata dan budaya. 2. Sasaran dari kebijakan umum tersebut meliputi: 1. 13.depkumham. seperti kerajinan. Pengembangan Jepara The World Carving Centre – saat ini Kabupaten Jepara telah mengekspor produk berbahan baku kayu sampai ke 84 negara – sebagai pusat pengolahan dan 8. belum memadainya sistem kelembagaan dan ketatalaksanaan pemerintahan. untuk menjaga dan memelihara suasana kondusif. melalui pelestarian lingkungan hidup dan SDA. Peningkatan kualitas pelayanan publik disertai dengan peningkatan kesejahteraan PNS dan Perangkat Desa. Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Peningkatan aplikasi Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) bagi kerajinan lokal. 11. harus didukung oleh program-program yang direncanakan lima tahun kedepan. agar dapat memberikan kontribusi yang cukup bagi peningkatan PAD. Pengembangan kawasan utara untuk industri strategis.Hal tersebut sebagai langkah antisipasi tingginya penyalahgunaan kewenangan dan penyimpangan. 17. Revitalisasi sektor pertanian dengan menciptakan agrobisnis dan agroindustri. melalui pembangunan rumah susun. 4. Peningkatan pengembangan pendidikan melalui program BERMUTU (Better Education Through Reformed Management and Universal Teacher Up-grading). Pemeliharaan konservasi lahan melalui penghijauan pada daerah pegunungan dan lahan kritis untuk mengurangi resiko bencana alam. 19. Peningkatan pengembangan sumber energi alternatif. Peningkatan kuantitas dan kualitas prasarana dan sarana (infrastruktur) untuk pertumbuhan perekonomian daerah dan peningkatan pelayanan publik.

diperlukan penentuan prioritas untuk mangatasi keterbatasan sumber daya. bermoral.go. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Kebudayaan. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Sosial. program dan kegiatan dikelompokan untuk mendukung misi. misi dan kebijakan yang telah ditetapkan. Namun dikarenakan keterbatasan sumber daya yang dimiliki. sasaran dan kebijakan masingmasing urusan.djpp. yaitu: 1) Ketertiban dan Keamanan.1. beserta matrik program dan kegiatan selama tahun 2007-2012. Dalam penyusunan program dan kegiatan dilakukan dengan memperhatikan aspirasi masyarakat dan mempertimbangkan kondisi serta kemampuan daerah.1 Fungsi Ketertiban dan Keamanan Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Masalah. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri. 109 110 www. Pada RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012. dan keuangan daerah. Pada tiap urusan tersebut akan disampaikan permasalahan.1 7.1 MISI PERTAMA: Mewujudkan masyarakat yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. dan 4) Perlindungan Sosial. berbudaya serta mempunyai rasa toleransi antar dan intern umat beragama. merupakan langkah pilihan indikatif yang telah disesuaikan dengan potensi daerah dan masalah yang dihadapi. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Pendidikan.1. dan kebijakan tersebut harus dikaitkan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Oleh karena itu. misi. organisasi perangkat daerah.1. tenaga maupun waktu yang dimiliki. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri yang terkait dengan aspek agama. maka semua kebutuhan pembangunan tidak dapat dipenuhi. Sehingga berbagai program dan kegiatan yang dirumuskan baik program dan kegiatan tahunan maupun lima tahunan. beretika. Pada sisi lain. penyusunan program dan kegiatan RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 harus mengacu pada visi. Dalam penjabarannya. yang diperkuat dengan berbagai regulasi operasionalisasinya.depkumham. dan pada setiap misi diurai dalam kelompok fungsi beserta urusan yang menjadi kewenangan daerah yang menyertainya. maka Pemerintah Kabupaten Jepara menyusun rangkaian program dan kegiatan pembangunan dalam RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 20072012 yang senafas dengan regulasi tersebut. termasuk kinerja pembangunan yang telah dicapai dalam lima tahun sebelumnya.BAB VII PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH Berdasarkan pada regulasi otonomi daerah yang bersumber pada Undang-Undang 32 Tahun 2004 dan Undang-Undang 33 Tahun 2004. 2) Pariwisata dan Budaya. 3) Pendidikan. Kemudian sesuai regulasi tersebut pada program dan kegiatan juga diurai dalam program dan kegiatan yang ada pada setiap SKPD serta program dan kegiatan pada urusan wajib dan urusan pilihan. 7. komponen visi. Mendasari hal tersebut program dan kegiatan yang disusun adalah untuk mendukung komponen-komponen pelayanan dan tingkat pencapaian yang diharapkan pada setiap urusan pemerintah daerah selama lima tahun. baik dana.id . terutama yang terkait dengan kewenangan/urusan pemerintah daerah. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi pertama dilakukan melalui beberapa rumpun fungsi. 7.

7. Program. Meningkatnya pembinaan pendidikan dibidang keagamaan. Program pengembangan wawasan kebangsaan. Meningkatkan pengamalan nilai-nilai agamis dalam kehidupan masyarakat. Kebijakan urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri diarahkan pada: 1. Banyak kesenian dan budaya daerah yang belum dioptimalkan sebagai sarana memupuk nilai-nilai budaya bangsa. Mencegah berkembangnya penyakit masyarakat. Masalah urusan Pendidikan yang terkait dengan pelaksanaan misi pertama. Program pelayanan bantuan terhadap pendidikan keagamaan. Permasalahan pokok urusan kebudayaan yang terkait dengan misi pertama adalah: 1. termasuk dalam kehidupan beragama. Kebijakan: Kebijakan urusan Pendidikan diarahkan pada: Peningkatan pembinaan pendidikan dibidang keagamaan. Fungsi Pendidikan Urusan Pendidikan 1.depkumham. 2. 2. 2. Semakin merebaknya penyakit masyarakat. 1. dan budaya adalah: 1.1. Meningkatnya pembinaan dan pelestarian nilai-nilai luhur budaya bangsa (daerah). Terbinanya berbagai kelompok kesenian dan budaya lokal.1 Masalah. 2.1. Banyaknya pengaruh negatif yang ditimbulkan oleh budaya dari luar. Program urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program peningkatan pemberantasan penyakit masyarakat (pekat). Program pembangunan urusan Kebudayaan adalah: Program pengelolaan kekayaan budaya. Sasaran.1. 2. Masih terbatasnya pengembangan pendidikan keagamaan yang integratif antar instansi pemerintah di tingkat pendidikan dasar dan menengah. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri adalah: 1. Kebijakan.3. Meningkatnya rasa nasionalisme di kalangan masyarakat. serta tumbuhnya penyakit masyarakat.2 7. Peningkatan pembinaan dan pelestarian nilai-nilai luhur budaya bangsa (daerah).2.1. 7. Mencegah penggunaan dan peredaran narkoba dan miras.1 Fungsi Pariwisata dan Budaya Urusan Kebudayaan Sasaran. Besarnya tantangan terhadap peningkatan rasa solidaritas dan ikatan sosial masyarakat. Beberapa sasaran dalam pembangunan kebudayaan antara lain: 1.id . Program: Program yang ditetapkan dalam rangka pelaksanaan urusan Pendidikan adalah: 1. Sasaran.go. 2. termasuk pembinaan terhadap kelompok kesenian dan budaya.djpp. Sasaran pembangunan pada urusan Pendidikan yang terkait dengan pelaksanaan misi pertama adalah: 1.moral. termasuk dalam toleransi dan kerukunan dalam kehidupan beragama. Kebijakan yang dirumuskan bagi pembangunan Kebudayaan antara lain: 1. Kebijakan.3 7. adalah: 1. Masalah. 111 112 www. etika. Program.

Masalah.go. Terselenggaranya kegiatan keagamaan. 2. Kebijakan. Kebijakan urusan Pemerintahan Umum diarahkan pada beberapa hal: 1. Sasaran. 2. Program peningkatan kehidupan sosial keagamaan.1 7. Meningkatnya kuantitas dan kualitas tempat atau rumah ibadah.djpp. 3. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri. 2. Tersosilisasikannya berbagai produk hukum daerah.depkumham. Meningkatnya kualitas pelayanan publik. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pemerintahan Umum terkait dengan pelaksanaan misi kedua adalah: 1. Sasaran. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi kedua dilakukan melalui beberapa rumpun fungsi. Program. 113 114 www. Meningkatnya alokasi bantuan untuk perawatan tempat atau rumah ibadah. Kebijakan yang dicanangkan untuk pelaksanaan misi pertama terkait dengan urusan sosial adalah: 1. Masih banyaknya tempat atau rumah ibadah yang perlu mendapatkan perawatan. Program. Program yang ditetapkan untuk pelaksanaan misi pertama yang terkait dengan urusan sosial adalah: 1. 2. Beberapa sasaran yang akan dicapai terkait dengan pelaksanaan misi pertama untuk urusan sosial adalah: 1. Masalah dalam urusan sosial yang terkait dengan pelaksanaan misi pertama adalah: 1.4 7. 2.1 Fungsi Perlindungan Sosial Urusan Sosial 7.2 Urusan Informasi dan Komunikasi yang 7.4. yaitu: 1) Pelayanan Umum. Program peningkatan kualitas pelayanan publik. Kebijakan. Peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi. 2. Masih terbatasnya pemahaman masyarakat atas produk-produk hukum daerah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Komunikasi dan Informasi adalah: 1.2.1. 7.2 MISI KEDUA: Mewujudkan masyarakat yang rukun dalam melaksanakan hak dan kewajibannya dengan nyaman. Masalah.id .1.1. Program penataan peraturan perundang-undangan.2. Masih terbatasnya akses informasi publik terhadap kegiatan dan kinerja pemerintahan daerah.7.1 Fungsi Pelayanan Umum Urusan Pemerintahan Umum Masalah. dan 2) Ketertiban dan Keamanan. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pemerintahan Umum adalah: 1. yang terdiri atas dua buah urusan yaitu: a) urusan Pemerintahan Umum dan b) urusan Komunikasi dan Informasi. Program pelayanan mekanisme penanaman modal.2. Program urusan Pemerintahan Umum dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Masih terjadinya ketimpangan dalam pemberian pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah. Peningkatan kerukunan dalam pelaksanaan kehidupan beragama. 2. Masih terbatasnya jumlah kegiatan keagamaan.1. terutama pada dimensi keadilan dan persamaan dalam pelayanan publik. Peningkatan pemahaman masyarakat atas produk hukum.

Meningkatnya pemahaman tentang kehidupan berpolitik yang benar di lingkungan masyarakat.2. Meningkatnya partisipasi masyarakat terhadap perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah lewat media massa. 3. Meningkatnya akses informasi yang valid bagi masyarakat. Kebijakan urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri diarahkan pada : 1. Sasaran. 2. Penyediaan media untuk promosi dan komunikasi.id . 4.2. Terbatasnya jaringan sarana dan prasarana informasi dan komunikasi internal dan eksternal pemerintah daerah. Program. Mencegah terjadinya konflik sosial baik horisontal maupun vertikal. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri adalah: 1. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Komunikasi dan Informasi adalah: 1. 7.go. 2. Semakin lunturnya rasa kesetiakawanan masyarakat dalam sendi-sendi kehidupan. Meningkatnya arus komunikasi yang baik antara masyarakat yang membutukan informasi dan media yang memberitakan. 6. Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap undang-undang bidang politik.2 7.2. Kebijakan urusan Komunikasi dan Informasi diarahkan pada: 1. Peningkatan serta pemberdayaan yang membidangi komunikasi dan informasi. Masih kurang optimalnya kesadaran masyarakat dalam melaksanakan kewajibannya. 2. 5. Terpantaunya dan tertanganinya korban bencana alam. Meningkatnya peran serta masyarakat didalam membangkitkan komunikasi sebagai wahana saling memberikan informasi bagi pemerintah daerah. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri adalah: 1.depkumham. 115 116 www. 7. Meningkatnya kreativitas dan peran serta masyarakat dalam membina lingkungan dengan peningkatan wawasan kebangsaan yang baik. 3. Tersedianya layanan informasi cepat dan akurat berbasis jaringan komputer. Meningkatkan perlindungan dan keamanan lingkungan. Kebijakan.1 Fungsi Ketertiban dan Keamanan Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Sasaran. Program peningkatan kualitas pelayanan informasi. Meningkatkan pengendalian keamanan dan ketertiban lingkungan. informasi dan media massa. 5. Peningkatan penyediaan dan penguasaan teknologi di bidang komputer dan jaringan. Masih terbatasnya kapasitas SDM yang membidangi dan menjalankan urusan komunikasi dan informasi. Masih perlu ditingkatkannya kemampuan pencegahan dan penanganan bencana alam.2. Kebijakan. 4. 4. 3. Masalah. Peningkatan sarana prasarana jaringan dan sumber informasi daerah. 4.djpp. Program pengembangan komunikasi. 3. 2. Program urusan Komunikasi dan Informasi yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 2. Meningkatnya rasa nasionalisme di kalangan masyarakat. 3. Meningkatkan kapasitas SDM yang membidangi dan menjalankan urusan komunikasi dan informasi. aplikasi dan internet di lingkungan pemerintah daerah.

Program peningkatan pelayanan angkutan. Belum tersedianya peta jaringan transportasi dan tatanan transportasi lokal. 1. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi ketiga dilakukan melalui beberapa rumpun fungsi. Tersedianya prasarana.djpp. 3. Masalah. 2. 2) Lingkungan Hidup. Program pembangunan sarana dan prasarana perhubungan. Kebijakan urusan Perhubungan diarahkan pada: Peningkatan peran transportasi untuk mendukung pengembangan ekonomi kerakyatan. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Perhubungan adalah : 1. prasarana serta fasilitas perhubungan yang berbasis pada pelayanan masyarakat. e) Pemberdayaan Masyarakat Desa.3. Masih kurangnya sarana. Terlaksanya pembangunan unit uji kelayaikan kendaraan bermotor. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Perhubungan adalah: 1. yang terdiri atas beberapa urusan yaitu a) Perhubungan. h) Energi dan Sumber Daya Mineral. j) Perdagangan. 2.1 Fungsi Ekonomi Urusan Perhubungan Program.1. prasarana dan fasilitas perhubungan.2. 2.1 7. 7. fasilitas perlengkapan dan fasilitas pendukung jalan. g) Kehutanan. 3. 3. Program urusan Perhubungan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. b) Kebudayaan. 4. yaitu: a) Pariwisata. 7. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu: a) Lingkungan Hidup. Program urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 3) Pariwisata dan Budaya.id . 7. Program pembangunan prasarana dan fasilitas perhubungan. 2. 117 118 www. Sasaran. Terciptanya pelayanan angkutan yang tertib. Kebijakan. Menumbuhkembangkan persatuan dan kesatuan bangsa. aman dan lancar. Program peningkatan kelayakan pengoperasian kendaraan bermotor. 4. Penyebarluasan undang-undang bidang politik.3. yang terdiri atas beberapa urusan. 2.3. 4.2 Urusan Tenaga Kerja Masalah. yaitu: 1) Ekonomi. Terbatasnya kualitas SDM pencari kerja dan tenaga kerja.depkumham. f) Pertanian. c) Koperasi dan UKM. d) Penanaman Modal. k) Perindustrian. Program pencegahan dini dan penanggulangan korban bencana alam. 3. Peningkatan kualitas dan kuantitas sarana. Meningkatkan kinerja penanganan bencana.go. Meningkatnya pembangunan dermaga dan fasilitasnya. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Tenaga Kerja adalah: 1. Program. Program peningkatan kesadaran bela negara dan cinta tanah air. l) Transmigrasi.1. b) Tenaga Kerja.3 MISI KETIGA: Membangun ekonomi kerakyatan dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya. Masih rendahnya pemahaman dan pelaksanaan peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan. 2. Belum optimalnya pelayan terminal. Program kemitraan pengembangan wawasan kebangsaan. 3. i) Kelautan dan Perikanan.

perlindungan dan pengawasan tenaga kerja. 3.depkumham. 3. 2. 2. Kebijakan. 7. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Penanaman Modal adalah: 1. Masih kurangnya pemahaman pengusaha dan tenaga kerja terhadap peraturan perundangan-undangan dibidang ketenagakerjaan. Program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. 4.3. 2. Peningkatan pemanfaatan sumber daya lokal. Proses optimalnya pelayanan perijinan yang mendukung investasi. Meningkatnya akses modal koperasi dan UMKM.1. 2. Program peningkatan kualitas kelembagaan koperasi. Terbatasnya akses teknologi dan pemasaran bagi IKM. 3. Kebijakan. Program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif UMKM. Sasaran. 1. Pembinaan. Kebijakan urusan Tenaga Kerja diarahkan pada: Peningkatan kualitas sumber daya manusia pencari kerja dan tenaga kerja serta peningkatan penghasilan tenaga kerja.1. 2. Program peningkatan kesempatan kerja. 3. Kebijakan. Program perlindungan dan pengembangan lembaga ketenagakerjaan. Meningkatnya volume usaha koperasi dan UMKM. 2. Program. 3. Pembangunan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan koperasi dan UMKM. Sasaran. Kebijakan urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah diarahkan: 1. Program urusan Tenaga Kerja yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 119 120 www. Masalah. Akses permodalan bagi koperasi dan UMKM masih rendah. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah adalah: 1. Memberikan perlindungan kepada tenaga kerja.djpp.3.3 dan 1.id . Meningkatnya kemampuan manajerial UMKM.3. Meningkatnya penanaman modal di daerah. 3. Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Masalah. Masih banyaknya pencari kerja yang belum tertampung dibeberapa lapangan usaha. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Koperasi Usaha Kecil Menengah adalah: Masih lemahnya manajemen koperasi dan UMKM. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Tenaga Kerja adalah: 1. Sasaran. Program urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Penanaman Modal adalah: 1. 2. 2. Mengurangi angka pengangguran dan penciptaan lapangan pekerjaan. Meningkatnya pengelolaan investasi dan aset daerah. Program. Kurangnya optimalnya promosi potensi investasi daerah dan pengelolaan asset daerah. Berkurangnya faktor-faktor penghambat perkembangan/realisasi investasi. Belum kondusifnya iklim investasi daerah. Program pengembangan sistem pendukung usaha bagi UMKM. 3. 7.go.4 Urusan Penanaman Modal 1. Kebijakan urusan Penanaman Modal diarahkan pada: Meningkatkan pelayanan perijinan investasi. Peningkatan ketrampilan sumber daya manusia tenaga kerja. 2.

2. Peningkatan intensifikasi.1 Urusan Pertanian Pertanian dan Perkebunan dalam Program. Kondisi prasarana dan sarana pengairan yang masih terbatas. 3. 3. 3.2. yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Belum optimalnya keterlibatan lembaga sosial masyarakat dalam pembangunan. Sasaran. 2. Program peningkatan partisipasi masyarakat pembangunan. 4.6. 7. Mempromosikan potensi sumberdaya daerah.1. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pertanian adalah: 1. Meningkatkan program pengentasan kemiskinan. Meningkatnya dukungan teknologi.go. Peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. 2. 6. Program peningkatan promosi dan kerjasama investasi. Masih tingginya angka kemiskinan. Meningkatnya perlindungan tanaman. Belum terbatasnya tingkat kemampuan dan partisipasi masyarakat. Program peningkatan iklim investasi dan realisasi investasi. Program penyiapan potensi sumber daya. 7. Meningkatnya kualitas dan kuantitas prasarana dan sarana pengairan yang masih terbatas. Optimalisasi penerapan standar pelayanan minimal di bidang investasi. 121 122 www. Meningkatkan partisipasi masyarakat dan lembaga sosial dalam pembangunan. 4. Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi untuk memantapkan ketahanan pangan. Program. sarana dan prasarana daerah. rehabilitasi dan diversifikasi pertanian dan perkebunan. Terbatasnya luas lahan pertanian dan perkebunan. Sasaran. Meningkatnya penanganan pasca panen. Berkurangnya jumlah warga miskin.6 7. Belum optimalnya perlindungan tanaman pangan dan hasil perkebunan. Peningkatan produksi dan produktivitas pertanian dan perkebunan. Terbatasnya dukungan teknologi pertanian. 5. Intensifikasi. 6. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa adalah: 1. 2.djpp. Belum optimalnya pemberdayaan potensi lokal. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa adalah: 1.1.3. 2. Masih terbatasnya kualitas sumber daya manusia petani.3.depkumham. 4. rehabilitasi dan diversifikasi pertanian dan perkebunan belum sepenuhnya dilaksanakan. 2. Peningkatan pemberdayaan dan kemandirian masyarakat. Program urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa Masalah. Kebijakan. Tingkat produktivitas pertanian dan perkebunan yang relatif masih terbatas. Menstimulasi swadaya masyarakat khususnya masyarakat desa. 3. 7.id . 3. 5.3.5 Urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa Masalah.1. Program urusan Penanaman Modal yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 3. 7. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pertanian adalah: 1. Kebijakan urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa diarahkan pada: 1. 3.

Program pemberdayaan penyuluhan pertanian/perkebunan lapangan. 5. 3. Program urusan Peternakan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program peningkatan ketahanan pangan (pertanian/perkebunan). 2. 7. 7. Program. 5.1. Kebijakan urusan Peternakan diarahkan pada: Pembangunan dan pemulihan prasarana dan sarana peternakan.6. 3. Program peningkatan kesejahteraan petani.3. 2. Meningkatnya kualitas dan kuantitas prasarana dan sarana peternakan yang masih terbatas. Peningkatan kualitas sumber daya manusia petani. Program peningkatan penerapan teknologi peternakan. 3. 5. Belum optimalnya pengelolaan kesehatan hewan. 2. 3.2 Peternakan Sasaran. Peningkatan pemasaran hasil peternakan. Program peningkatan pemasaran hasil produksi peternakan.7 Urusan Kehutanan Masalah. Kebijakan. Kebijakan urusan Pertanian diarahkan pada: Pembangunan dan pemulihan prasarana dan sarana. pengolahan produksi dan pasca panen. Mengembangkan sentra produksi peternakan unggulan daerah. 3.1. 9. Peningkatan kualitas sumber daya manusia peternak. Masalah. Program peningkatan penerapan teknologi pertanian/perkebunan. 4. Program peningkatan produksi pertanain/perkebunan. Pemanfaatan dan perluasan usaha peternakan. 4. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Peternakan adalah: 1. 123 124 www. 1.id . Mengembangkan sentra produksi unggulan daerah.depkumham. 3. Meningkatnya dukungan teknologi hasil ternak. Belum optimalnya pembudidayaan ternak jenis unggul. 8.go. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kehutanan adalah: 1. 4. Program Pertanian dan Perkebunan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program peningkatan sarana prasarana pertanian. Kebijakan. 2. Program pengembangan agribisnis perkebunan. Terbatasnya ketersediaan teknologi peternakan. 5.8. Pengembangan kualitas sumber daya manusia peternak. 2.3. Masih adanya lahan kritis dan penanganannya masih belum optimal.djpp. Program pengembangan agribisnis peternakan. Program peningkatan pemasaran hasil produksi pertanian/perkebunan. 2. 7. Peningkatan pemasaran hasil. Program. Meningkatnya pengelolaan kesehatan hewan. 4. 5. Pemanfaatan dan perluasan usaha. Masih terbatasnya jumlah populasi ternak. 4. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Peternakan adalah: 1. Pengembangan kualitas sumber daya manusia. Peningkatan produksi peternakan. Keterbatasan kualitas sumber daya manusia peternak. Program peningkatan penerapan teknologi produksi. Program pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak. 6. Pengembangan agribisnis di daerah. 6. 4. Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi untuk memantapkan ketahanan pangan hewani. misalnya dalam hijauan pakan ternak. 1. 6.

depkumham. Kebijakan urusan Energi dan Sumber Daya Mineral diarahkan pada: 1. 2. Program perlindungan dan konservasi sumberdaya hutan. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kelautan dan Perikanan adalah: 125 126 www.2. Peningkatan pengembangan sumber-sumber energi alternatif. 5. Meningkatnya penyediaan energi listrik non PLN (sumber energi alternatif).9 Urusan Kelautan dan Perikanan Program. Masih kurangnya partisipasi dan kepedulian masyarakat dalam dukungan penyelamatan. Kebijakan. 2. Masih lemahnya pengelolaan kehutanan secara tertib dan berkelanjutan. Program pembinaan dan pengawasan bidang pertambangan. 1. 4. Program pengembangan fungsi hidrologis. Masalah. Masalah. pemulihan. 2.3. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kehutanan adalah: 1. 7. Pemerataan energi listrik bagi seluruh rakyat. Berkembang/meningkatnya kesadaran dan parsipasi masyarakat terhadap dukungan pengelolaan nilai-nilai potensi sumber daya alam dan hutan (SDA/SDH). Program pemanfaatan potensi sumberdaya hutan. Masih terbatasnya sumber-sumber energi alternatif. 3. 2. 6. 2. 7. 7. Meningkatnya penanganan lahan kritis. Masih adanya wilayah yang belum terjangkau listrik.3. pemeliharaan dan pemberdayaan sumberdaya alam dan hutan. Belum terkendalinya usaha pertambangan rakyat. 3. Sasaran. Program. Tersedianya peta potensi pertambangan. Banyaknya pertambangan rakyat dengan motif ekonomi yang cenderung merusak lingkungan.1. Program peningkatan produksi kehutanan. Terselenggaranya konservasi sumber daya alam.1. Program urusan Energi dan Sumber Daya Mineral yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program perencanaan dan pengembangan hutan.id . 3. Belum tersedianya peta potensi pertambangan. 3. 3. Program pembinaan dan pengembangan bidang ketenagalistrikan. Terpenuhi/tersedianya sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan pengembangan kehutanan. Program rehabilitasi hutan dan lahan.go. 5. Program urusan Kehutanan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Kebijakan urusan Kehutanan diarahkan pada: Peningkatan penanganan lahan kritis (pelestarian sumber daya hutan). Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah: 1. Meningkatkan kualitas sumberdaya alam dan hutan (SDA/SDH) secara tertata yang saling sinergi antara sektor/sub sektor yang ada.8 Urusan Energi dan Sumber Daya Mineral Sasaran. Meningkatkan prasarana dan sarana kehutanan dalam rangka pengembangan kawasan/wilayah hutan.djpp. 3. 2. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah: 1. Program peningkatan pembinaan masyarakat desa hutan. 4. 4. 2. Kebijakan. 3. Monitoring kegiatan penambangan (penegakan hukum). Terselenggaranya pengawasan dan pengendalian aktivitas pertambangan agar ramah lingkungan.

optimal.id . 11. 6. Mengupayakan peningkatan sarana dan prasarana bidang kelautan dan perikanan untuk pelayanan masyarakat 9. Tingginya biaya produksi yang tidak diimbangi peningkatan harga jual komoditas perikanan Belum optimalnya penanganan pasca panen dan jaringan pemasaran 7. disertai dengan penegakan hukum. Mengupayakan peningkatan pengawasan dan pengendalian sumberdaya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan. Meningkatnya dukungan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana kelautan dan perikanan. 9. 2. Masih minimnya sarana prasarana untuk budidaya dan penangkapan. Terjadinya kerusakan ekosistem pantai seperti adanya abrasi. Peningkatan kelembagaan dan pemberdayaan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil. Berkembangnya partisipasi petani nelayan dalam pengawasan dan pengendalian sumberdaya kelautan dan perikanan. 8. Tumpang tindih kewenangan pengelolaan Sumber Daya Peisisr dan Pulau-pulau Kecil antar dan inter Satuan Kerja. laut dan perairan tawar. Optimalnya pemanfaatan potensi lahan kelautan dan perikanan belum optimal. Mengupayakan penerapan iptek dan manajemen profesional pada setiap rantai usaha bidang kelautan dan perikanan 7. 10. Berkembangnya kawasan budidaya. mekanisme hukum dan kelembagaan secara proporsional. Mengupayakan pemanfaatkan sumberdaya perikanan dan kelautan secara berkelanjutan. 4. 2. Mengupayakan peningkatkan peran serta masyarakat untuk ikut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah 3. Mengupayakan menanamkan wawasan kelautan pada seluruh masyarakat. 4.depkumham. 6. Mengupayakan meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan SDM kelautan dan perikanan. Sasaran. 7. 5. Peningkatan kualitas sumber daya manusia petani nelayan. 8. Mengupayakan pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat pesisir 11. 8. Sebagian besar nelayan di Kabupaten Jepaara merupakan nelayan tradisional dengan karakteristik sosial budaya yang belum kondusif untuk suatu kemajuan/penggunaan teknologi. Struktur armada penangkapan sebagian besar masih tradisional dengan kemampuan IPTEK yang masih rendah pula. nelayan. masy pesisir). 3. Mengupayakan peningkatan pemanfaatan sistem informasi kelautan dan perikanan secara terpadu (SIKPT) 10. 5. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kelautan dan Perikanan adalah: 1. Terwujudnya pengelolaan dan rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut. 4. 9. Kebijakan urusan Kelautan dan Perikanan diarahkan pada: 1.go. Daya dukung lingkungan pertambakan mulai menurun. 127 128 www. 6. 3. Peningkatan pengolahan dan pemasaran produksi perikanan. kondisi hutan mangrove yang kritis serta kerusakan terumbu karang dan sedimentasi. Keterbatasan modal pelaku perikanan (pembudidaya. Pemanfaatan potensi lahan budidaya belum optimal.djpp. Lemahnya penegakan hukum oleh aparat terkait. 2. Peningkatan produksi perikanan dan kelautan. Meningkatnya penanganan/mitigasi nelayan pasca bencana alam di laut. 5. Kebijakan. Mengupayakan rerehabilitasi ekosistem habitat pesisir.1. Mengupayakan mengembangkan sisten hukum. 10. dan efektif. utamanya generasi muda.pengolah.

12.

Mengupayakan mengembangkan dan memperkuat jaringan ekonomi pasar perikanan.

3.

Belum stabilnya kondisi perekonomian untuk mendukung peningkatan ekspor.

Program. Program urusan Kelautan dan Perikanan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program optimalisasi pengelolaan dan pemasaran produksi perikanan. 2. Program pengembangan kawasan budidaya laut, air payau dan air tawar. 3. Program pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir. 4. Program pemberdayaan masyarakat dalam pengawasan dan pengendalian sumberdaya kelautan dan perikanan. 5. Program peningkatan kesadaran dan penegakan hukum dalam pendayagunaan sumberdaya laut. 6. Program peningkatan mitigasi bencana alam laut dan prakiraan iklim laut. 7. Program peningkatan kegiatan budaya kelautan dan wawasan maritim kepada masyarakat. 8. Program peningkatan manajemen produksi budidaya perikanan. 9. Program pengembangan perikanan tangkap. 10. program pengembangan sistem penyuluhan perikanan. 11. Program peningkatan dan penguasaan teknologi budidaya dan penangkapan. 12. Program pengelolaan dan rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut. 13. Program peningkatan sarana dan prasarana nelayan. 7.3.1.10 Urusan Perdagangan Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Perdagangan adalah: 1. Menurunnya kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pendukung sistem distribusi barang. 2. Terbatasnya kemampuan kesiapan pengusaha kecil dan menengah dalam mengantisipasi era globalisasi.

Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Perdagangan adalah: 1. Meningkatnya ekspor komoditas non migas. 2. Peningkatan kualitas dan kuantitas perdagangan. 3. Meningkatnya kualitas pelayanan perdagangan. 4. Meningkatnya ketertiban penataan pusat perdagangan. 1. 2. 3. Kebijakan. Kebijakan urusan Perdagangan diarahkan pada: Mengembangkan sarana dan prasarana perdagangan yang layak. Meningkatkan pangsa pasar lokal, regional, nasional dan internasional. Peningkatan ketertiban pusat perdagangan.

Program. Program urusan Perdagangan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program perlindungan konsumen dan pengamanan perdagangan. 2. Program peningkatan dan pengembangan ekspor. 3. Prpgram peningkatan efisiensi dan perdagangan dalam negeri. 4. Program peningkatan prasarana dan sarana perdagangan. 5. Program pembinaan pedagang kaki lima dan asongan.

7.3.1.11 Urusan Perindustrian Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Perindustrian adalah: 1. Keterbatasan bahan baku industri dari luar daerah. 2. Rendahnya kualitas sumber daya manusia dalam pengelolaan IKM. 3. Terbatasnya akses pasar (daya saing) dan permodalan. 4. Terbatasnya dukungan teknologi.

129

130

www.djpp.depkumham.go.id

Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Perindustrian adalah: 1. Meningkatnya ketersediaan bahan baku industri dari luar daerah. 2. Meningkatnya kualitas sumber daya manusia dan kelembagaan IKM. 3. Meningkatnya akses modal, pasar dan teknologi. 1. 2. 3. 4. Kebijakan. Kebijakan urusan Perindustrian diarahkan pada: Menjamin ketersediaan bahan baku. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia IKM. Meningkatnya akses IKM terhadap modal, pasar dan teknologi. Meningkatkan sarana dan prasarana perindustrian.

1. 2.

Penyebarluasan program transmigrasi pada sasaran. Mempermudah prosedur pelayanan transmigrasi.

masyarakat

Program. Program urusan Transmigrasi yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program pengembangan wilayah transmigrasi. 2. Program transmigrasi regional. 7.3.2 7.3.2.1 Fungsi Lingkungan Hidup Urusan Lingkungan Hidup

Program. Program urusan Perindustrian yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program pengembangan industri kecil dan menengah. 2. Program peningkatan kemampuan teknologi industri. 3. Program pengembangan sentra-sentra industri potensial. 7.3.1.12 Urusan Transmigrasi

Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Lingkungan Hidup adalah: 1. Kualitas lingkungan yang cenderung menurun. 2. Rendahnya kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan. 3. Masih belum tegasnya pengawasan dan pengendalian serta penegakan hukum bidang lingkungan hidup. Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Lingkungan Hidup adalah: 1. Terjaganya konservasi sumber daya alam dan meningkatnya pengelolaan lingkungan hidup. 2. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan hidup. 3. Meningkatnya pengawasan, pengendalian dan penegakan hukum bidang lingkungan hidup. 1. 2. Kebijakan. Kebijakan urusan Lingkungan Hidup diarahkan pada: Tersedianya perencanaan lingkungan dan minimalisasi dampak lingkungan. Meningkatakan sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat dalam pelestarian lingkungan.

Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Transmigrasi adalah: 1. Rendahnya minat masyarakat untuk bertransmigrasi. 2. Kurangnya pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang prosedur transmigrasi. 3. Transmigrasi dianggap hal yang tidak menyenangkan. 4. Terbatasnya daerah tujuan transmigrasi. Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Transmigrasi adalah: 1. Terlaksananya koordinasi teknis penempatan transmigran. 2. Proses untuk transmigrasi dapat diketahui masyarakat. Kebijakan. Kebijakan urusan Transmigrasi diarahkan pada:

131

132

www.djpp.depkumham.go.id

3.

Pengawasan pengendalian dan pemulihan lingkungan.

3. 4. 5. 6.

Program. Program urusan Lingkungan Hidup yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup. 2. Program perlindungan dan konservasi sumberdaya alam. 3. Program peningkatan kualitas dan akses informasi sumberdaya alam dan lingkungan hidup.

Meningkatnya sarana dan prasarana wisata dan pengembangan obyek wisata baru. Meningkatnya kerjasama dengan investor bidang kepariwisataan. Meningkatnya sumber daya manusia pelaku wisata yang profesional. Meningkatnya peran serta masyarakat dalam pembangunan pariwisata. Kebijakan. Kebijakan urusan Pariwisata diarahkan pada: Peningkatan sarana dan prasarana obyek wisata. Pengembangan daerah tujuan wisata. Peningkatan menejemen pariwisata. Pengembangan kawasan wisata di Kepulauan Karimunjawa. Peningkatan iklim yang kondusif bagi Investor bidang Pariwisata. Pengembangan sumber daya manusia pariwisata.

7.3.3 7.3.3.1

Fungsi Pariwisata dan Budaya Urusan Pariwisata

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pariwisata adalah: 1. Masih banyaknya potensi obyek wisata alam yang belum dioptimalkan. 2. Terbatasnya sarana dan prasarana obyek wisata dan pendukungnya. 3. Terbatasnya even pengembangan seni dan budaya lokal. 4. Terbatasnya promosi, kerjasama, dan investasi bidang pariwisata. 5. Masih terbatasnya kualitas dan kuantitas sumber daya manusia bidang pariwisata. Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pariwisata adalah: 1. Meningkatnya pendapatan masyarakat dari sektor pariwisata. 2. Meningkatnya kegiatan promosi pariwisata secara terpadu dan konseptual.

Program. Program urusan Pariwisata yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program pengembangan pemasaran pariwisata. 2. Program pengembangan destinasi pariwisata. 3. Program pengembangan kemitraan bidang pariwisata. 7.3.3.2 Urusan Kebudayaan

Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan kebudayaan adalah: 1. Masih terbatasnya prasarana dan sarana pendukung pengembangan seni dan budaya lokal. 2. Banyaknya potensi seni dan budaya lokal yang belum tergali. Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kebudayaan adalah: 1. Tersedianya prasarana dan sarana pendukung pengembangan seni dan budaya lokal.

133

134

www.djpp.depkumham.go.id

Ketentraman dan ketertiban umum terjaga.id . Menurunnya partisipasi masyarakat dalam demokrasi dan politik lokal. Menurunnya nilai-nilai kebangsaan. Meningkatnya wawasan kebangsaan. 7. Menurunnya tingkat pelanggaran hukum oleh masyarakat. Semakin merebaknya gangguan sosial yang diakibatkan oleh derasnya pengaruh globalisasi.2 Fungsi Perlindungan Sosial Urusan Pemberdayaan Perempuan Program. 2. Menumbuhkembangkan budaya demokratis di masyarakat. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri adalah: 1. 1. Mendorong peran serta masyarakat dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban wilayah. 2. 3. 3.1 7. Program urusan Kebudayaan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Kebijakan urusan Pemberdayaan Perempuan 135 136 www. Sasaran.go. 2. 7. 4. Peningkatan dan pemberdayaan kesenian lokal. Kebijakan. Program.2.depkumham. Kebijakan urusan kebudayaan diarahkan pada: Peningkatan dukungan prasarana dan sarana pengembangan budaya. 3. Program pengembangan kerjasama pengelolaan kekayaan budaya.2. Meningkatnya peran serta dan kesetaraan gender dalam pembangunan. 2. Masalah. Pemeliharaan keamanan. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pemberdayaan Perempuan adalah: 1. Kebijakan urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri diarahkan pada: 1.4 MISI KEEMPAT: Menciptakan iklim yang kondusif bagi berkembangnya demokratisasi dalam kehidupan bermasyarakat.1. 3. Belum optimalnya partisipasi perempuan dalam pembangunan dan politik. ketentraman. Program urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Kebijakan. Meningkatkan pendidikan politik dan wawasan kebangsaan secara intensif dan komprehensif. Sasaran.djpp. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi keempat dilakukan melalui rumpun fungsi Ketertiban dan Keamanan. Kepedulian masyarakat dalam pemeliharaan keamanan lingkungan masih rendah.4. ketertiban masyarakat dan pencegahan tindak kriminal. 7. Kebijakan.4. 4.1 Masalah. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pemberdayaan Perempuan adalah: 1.1 Fungsi Ketertiban dan Keamanan Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri 7.4. Meningkatnya kehidupan demokrasi di masyarakat.4. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri adalah: 1. Meningkatnya kualitas lembaga kesenian. Terselenggaranya kegiatan seni budaya lokal.

b) Pemuda dan Olah Raga. Peningkatan minat baca masyarakat. Peningkatan pemberdayaan perempuan dalam pembangunan. yaitu: a) Kependudukan dan Catatan Sipil. Mewujudkan dan mengembangkan Sekolah Unggulan. Sasaran. Jumlah kelulusan pada pendidikan dasar (SMP/MTs) masih rendah. 4. 7. 5. b) Sosial. Terlaksananya uji kompetensi dan sertifikasi tenaga pendidik. Program. Meningkatkan mutu lulusan yang berakhlaq mulia berdasarkan iptek. 5. 7. Rendahnya minat baca masyarakat. Kebijakan urusan Pendidikan diarahkan pada: Pemenuhan anggaran pendidikan sesuai regulasi. yang terdiri atas beberapa urusan yaitu: a) Pendidikan. Berkurangnya keaksaraan fungsional. 4) Perumahan dan Fasilitas Umum. Kualitas tenaga pendidik dan kependidikan belum sesuai standar. Peningkatan akses layanan pendidikan kelompok masyarakat desa terpencil. 7. derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. 5. 6. Manajemen pendidikan belum berjalan secara efektif dan efisien.5. yaitu: a) Kesehatan. 3. 7. 137 138 www. Kualitas lulusan pada pendidikan menengah kejuruan belum memenuhi tuntutan pasar. 6. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pendidikan adalah: 1. yang terdiri atas beberapa urusan. khususnya dalam partisipasi politik. Meningkatkan kualifikasi tenaga pendidik dan kependidikan. 2. Terlaksananya pemerataan dan perluasan akses belajar. 9. Meningkatkan APK dan APM. 2) Kesehatan. 4. Berkurangnya siswa putus sekolah. 2. Meningkatnya kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Sarana penunjang pendidikan belum tersedia secara merata. 1. b) Perumahan. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi lima dilakukan melalui beberapa rumpun fungsi yaitu: 1) Pendidikan.5 MISI KELIMA: Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan pelayanan pendidikan.1 7. 3. 8. yang tediri atas beberapa urusan.depkumham.id . yaitu: a) Pekerjaan Umum.1. 6. Program peningkatan peran serta dan kesetaraan gender dalam pembangunan. Pemberian bea siswa bagi keluarga miskin.5. Kebijakan. 8. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pendidikan adalah: 1. Masalah. 7. Program urusan Pemberdayaan Perempuan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Terlaksananya Wajar Dikdas 9 tahun. Meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan. 2. 3) Perlindungan Sosial. b) Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera. Rendahnya jumlah siswa yang menikmati pendidikan menengah. 3.go.djpp.diarahkan pada: 1. 4. Meningkatnya jumlah pengunjung dan jumlah anggota perpustakaan daerah.1 Fungsi Pendidikan Urusan Pendidikan Ruang kelas pada pendidikan dasar (SD) banyak yang tidak dapat berfungsi dengan optimal. yang terdiri atas beberapa urusan.

Program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan. Belum memadainya dukungan prasarana dan sarana kesehatan. 2.id . Sasaran. 2. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pemuda dan Olah Raga adalah: 1.5. Kurang optimalnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin. 5. penyakit menular dan lainnya).5.1. Meningkatnya motivasi kegiatan-kegiaan pemuda.2 7. Program Wajar Dikdas 9 Tahun. Kuantitas dan kualitas tenaga kesehatan masih kurang.djpp. olah raga dan pramuka. 1. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pemuda dan Olah Raga adalah: 1. 4. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kesehatan adalah: 1. 139 140 www. 5. Program peningkatan peran serta kepemudaan. dan belum merata sesui standar pelayanan kesehatan. Belum optimalnya aktivitas dan kegiatan kepemudaan.go. Kurangnya kualitas sarana dan prasarana olah raga. Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan. 6. 3. Perilaku hidup bersih sehat (PHBS) belum sepenuhnya mendukung pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan dan masih muncul masalah kesehatan (gizi. Peningkatan pemerataan dan profesionalisme tenaga kesehatan. 3. Peningkatan sarana dan prasarana kesehatan. 2. Program pendidikan non formal. Kebijakan urusan Kesehatan diarahkan pada: Peningkatan sarana dan prasarana kesehatan. 6. kesehatan lingkungan. 4.2 Urusan Pemuda dan Olah Raga 7. Peningkatan pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan untuk mendukung PHBS. 4.Program. Program pembinaan dan pemsayarakatan olah raga. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kesehatan adalah: 1. Program pendidikan anak usia dini.2. Sasaran. Program. Program urusan Pemuda dan Olah Raga yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah : 1. Meningkatnya aktivitas kepemudaan di daerah. Program pendidikan menengah. Masalah.1 Fungsi Kesehatan Urusan Kesehatan Masalah. Kebijakan urusan Pemuda dan Olah Raga diarahkan pada: 1. 2. 2. Belum semua program pelayanan kesehatan mencapai standar pelayanan minimal (SPM). 3. Peningkatan program kesehatan sehingga terpenuhinya standar pelayanan minimal. 7. 5. Program manajemen pelayanan pendidikan. Meningkatkan motivasi kegiatan-kegiaan pemuda. 3. Kebijakan. 7. Kebijakan. Program peningkatan sarana dan prasarana olah raga. Peningkatan dan pengembangan pelayanan kesehatan bagi warga miskin. olah raga dan pramuka. 2. Kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan masih belum optimal. 6.depkumham.5. Program pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan. Meningkatnya sarana dan prasarana olah raga di daerah. Program urusan Pendidikan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 3.

4. Program upaya kesehatan masyarakat. Masalah. Memperkuat sumber daya manusia operasional program KB. jangkauan dan sasaran pelayan kesehatan Peningkatan peran serta masyarakat dan pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan. Program urusan Keluarga Berencana dan Kesejahteraan Sosial yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana Rumah Sakit Daerah. Program urusan Kesehatan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera adalah: 1.depkumham. 13. Menurunnya pencapaian peserta KB MKJP. 4. Program pelayanan kesehatan penduduk miskin. 2. Program kesehatan reproduksi remaja. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera adalah: 1. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan melalui dukungan pembiayaan. bayi dan anak melalui kelompok kegiatan masyarakat. Peningkatan kuantitas kualitas dan pelayanan kesehatan. Program obat dan perbekalan kesehatan. 5. Program manajemen pelayanan kesehatan. 3. bayi dan anak. Program standarisasi pelayanan kesehatan. 3. Meningkatnya jumlah Kader KB. 12. Program pengadaan. 2. Program pengembangan pusat pelayanan informasi dan konseling KRR.go. 4. Menata kembali pengelolaan program KB. 4. 7.2. Masih terbatasnya Kader KB. Meningkatnya derajat kesehatan ibu. 141 142 www. Meningkatnya partisispasi masyarakat dalam program KB dan penurunan kenakalan remaja. Meningkatnya ketersediaan alat kontrasepsi bagi keluarga miskin. Pustu dan Polindes secara cuma-cuma (gratis). Kebijakan urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera diarahkan pada: 1. 2. 2. 3. Program Keluarga Berencana. Program pengadaan. Program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. 2.5. Program kemitraan peningkatan pelayanan kesehatan. 7. Program peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak. Program pengembangan lingkungan sehat. 6.djpp. Kebijakan. Meningkatnya wawasan dan pengetahuan masyarakat tentang KB dan kesehatan reproduksi. 10.id . 5. 14. Program perbaikan gizi masyarakat. 4. Program pencegahan dan penanggulangan penyakit menular. 6. Jumlah kader terbatas dengan pendidikan bervariasi. 11. 5. 3. 4. Peningkatan pelayanan rawat jalan pada Puskesmas. Meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga melalui pelayanan KB. Parogram promosi kesehatan ibu. Program. Program promosi Rumah Sakit. Program pelayanan kontrasepsi. 3. peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana Puskesmas/Pustu dan jaringannya. Program. Menggerakkan dan memberdayakan seluruh masyarakat dalam program KB.2. 9.2 Urusan Sejahtera Keluarga Berencana dan Keluarga Sasaran. 3. 5. 8. Rendahnya peran pria dlm program KB. Program pembinaan peran serta masyarakat dalam pelayanan KB/KR yang mandiri.

Program pelayanan dan rehabilitasi kesejahteraan sosial. 2. Program pembinaan anak terlantar. Meningkatnya penggunaan nafza. Sasaran. Kebijakan urusan Sosial diarahkan pada : Memberdayakan fakir miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) lainnya. pengetahuan dan ketrampilan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial. Masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk kepemilikan Akta Catatan Sipil.djpp. Peningkatan pelayanan Akta Cacatan Sipil. Meningkatkan kualitas manajemen kependudukan. Meningkatkan fasilitasi tempat pelayanan sosial. komunitas adat terpencil (KAT) dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) lainnya. 2. Program pembinaan Panti Asuhan/Panti Jompo.2 Urusan Sosial Masalah. 2. Masalah. Masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam organisasi sosial. Terselenggaranya kegiatan keagamaan dan bantuan tempat ibadah Kebijakan. 1. Karang Taruna dan Pekerja Sosial Masyarakat. 3.id . 2. Sasaran yang ingin dicapai pada Kependudukan dan Catatan Sipil adalah: 1.7. Program urusan Sosial yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Narkoba dan Penyakit Sosial lainnya). 4. Program. Program. urusan 1. 3. 2. Masih banyak keluarga yang memiliki rumah tidak layak huni. Peningkatan manajemen pengelolaan administrasi kependudukan. PSK. 143 144 www. yatim piatu.5. Meningkatkan kehidupan beragama. 2.5. Kebijakan. Program pemberdayaan kelembagaan kesejahteraan sosial. 4.3 7. Masih banyaknya penyandang masalah kesejahteraan sosial. Meningkatnya kualitas pelayanan sarana dan prasarana rehabilitasi kesejahteraan sosial bagi PMKS. 2.go.1 Fungsi Perlindungan Sosial Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil 4. Kebijakan urusan Kependudukan dan Catatan Sipil diarahkan pada: 1.5. Menanggulangi penggunaan nafza.3. 5. Program urusan Kependudukan dan Catatan Sipil yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program pembinaan eks penyandang penyakit sosial (eks Narapidana. Meningkatkan jumlah kepemilikan Akta Cacatan Sipil. Pengentasan penyandang masalah kesejahteraan sosial.3. Sasaran. 7. Program penataan administrasi kependudukan. 5. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Sosial adalah: 1. 4. Program pemberdayaan fakir miskin. Belum optimalnya manajemen pengelolaan administrasi kependudukan. 3. Meningkatnya pelayanan sosial bagi anak terlantar. 2. Meningkatnya kemampuan. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kependudukan dan Catatan Sipil adalah: 1. 5. 6. Program peningkatan kualitas manajemen kependudukan. 3. 7. jompo. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Sosial adalah: Mengurangi dan mencegah penyandang masalah kesejahteraan sosial.depkumham. Program pembinaan para penyandang cacat dan trauma.

2. olah raga.4. Program peningkatan kualitas air bersih pedesaan.5. 2. akibat rendahnya kesadaran dan kepatuhan masyarakat. Program rehabilitasi pemeliharaan jalan dan jembatan. 5. Program pembangunan infrastruktur kelurahan dan pedesaan. 7. Masih kurangnya taman untuk publik (open space).5.4. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pekerjaan Umum adalah: 1. sekolah. Terwujudnya ruang publik yang representatif. Program penyediaan dan pengelolaan air baku.5. Program pembangunan saluran drainase dan gorong-gorong.go. Meningkatnya kapasitas daerah aliran sungai. 5. Kualitas dan kuantitas jalan dan jembatan masih belum mampu menampung kebutuhan lalu lintas dan pengembangan perekonomian. Penurunan fungsi bendung dan saluran irigasi karena usia dan terbatasnya pemeliharaan. 6. 4. Kebijakan urusan Pekerjaan Umum diarahkan pada: Meningkatkan keseimbangan pertumbuhan dan pelayanan wilayah dengan pelayanan jalan interkoneksi antar bagian wilayah serta peningkatan kapasitas jalan Meningkatkan pengelolaan dan pemenuhan kebutuhan air irigasi bagi kegiatan pertanian serta optimalisasi pemanfaatan air irigasi bagi pertanian Masalah. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pekerjaan Umum adalah: 1. 4. 2. Meningkatnya kapasitas jaringan irigasi dan pemanfaatan air irigasi. 4.4 7. Masih adanya letak perumahan yang tidak sesuai dengan peruntukan lahan. 2. 6.2 Urusan Perumahan 1. 2. 5. Meningkatkan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk pencegahan banjir Meningkatkan kapasitas penaggulangan kebakaran.1 Fungsi Perumahan dan Fasilitas Umum Urusan Pekerjaan Umum 3. seperti: rumah sakit. 145 146 www. 4. 3. Terbatasnya kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pelayanan masyarakat. Sasaran. termasuk pengamanan bangunan publik. 3. Rendahnya pengamanan bangunan publik. Mewujudkan bertambahanya ruang publik. Masih tingginya potensi kebakaran. Program pembangunan jalan dan jembatan. rawa dan jaringan pengairan lainnya. 4. Rendahnya kualitas prasarana dan sarana pengendalian banjir. Masalah.depkumham. Kebijakan.id . Masih terdapat rumah yang tidak layak huni.djpp. Program urusan Pekerjaan Umum yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program. perdagangan. Program pengembangan kinerja pengelolaan air minum dan air limbah. Program pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi. 5.7. Tersedianya penanganan kebakaran yang berkualitas. 3. 7. 5. Terbatasnya fasilitas perumahan. Belum meratanya pemenuhan kebutuhan air bersih pedesaan akibat keterbatasan sumber air baku. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Perumahan adalah: 1. Terwujudnya kualitas jalan bagi jalan-jalan yang strategis dan mempunyai road demand yang tinggi. 3. 8.

yang terdiri atas beberapa urusan yaitu: a) Perencanaan Pembangunan. pasar. d) Kearsipan. Meningkatkan fungsi prasarana dan sarana permukiman yang layak. Program Perumahan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Kebijakan urusan Perumahan diarahkan pada: Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan akses air bersih bagi masyarakat pedesaan yang rawan air bersih. Tersedianya sarana dan prasarana pelayanan publik yang memadai. dan lain-lain.id . Meratanya pemenuhan kebutuhan air bersih pedesaan. 3. Penyediaan fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) masih belum sebanding dengan kebutuhan. b) Pemerintahan Umum. sekolah. Menurunnya jumlah rumah yang tidak layak huni.6 MISI KEENAM: Meningkatkan kualitas sumber daya aparatur melalui profesionalisme aparatur yang bebas KKN untuk menciptakan good governance dan clean government. 7. 3. 5.1 Fungsi Pelayanan Umum Urusan Perencanaan Pembangunan dihadapi pada urusan 1. seperti: rumah sakit. Masalah. sekolah. olah raga. Masih terbatasnya penyediaan dan pengelolaan ruang terbuka hijau yang seimbang dengan laju pertumbuhan penduduk. 4. keindahan. Program pengembangan dan pengelolaan lampu jalan. 2. c) Kepegawaian.go. 5. Sasaran.1. 3.6.6. 9. Meningkatkan kebersihan. Terbangunnya sarana dan prasarana air bersih/air minum pedesaan dengan kuantitas dan kualitas yang baik. pasar. termasuk persamapahan.depkumham. Kebijakan. Meningkatnya kualitas dan kuantitas fasilitas perumahan. Tersedianya prasarana dan sarana pengelolaan sampah yang memadai.6. Peningkatan volume timbulan sampah yang semakin besar. seperti: rumah sakit. olah raga. 2. 8.djpp. 5. 4.1 7. Terbangunnya taman baru sejalan dengan meningkat jumlah penduduk. 8. Pembangunan lampu jalan secara merata pada jalan umum dengan efisien dan hemat energi listrik. dan lain-lain. 6. Meningkatnya kesesuaian letak perumahan dengan peruntukan lahan. 7. Program. 2. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi keenam dilakukan melalui sebuah fungsi yaitu Pelayanan Umum. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Perumahan adalah 1. Meningkatkan pemakaian listrik PJU sesuai dengan fungsinya. 7. Permasalahan yang Perencanaan Pembangunan adalah: 147 148 www. 7. Program penyehatan lingkungan permukiman dan perbaikan lingkungan. 6. Tercapainya penyediaan PJU secara memadai. Program pengembangan kinerja pengelolaan persampahan. kurangnya prasarana dan prasarana pendukung. Program peningkatan kesiagaan dan pencegahan bahaya kebakaran. keteduhan dan kenyamanan kota. Program peningkatan sistem pengelolaan taman. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pelayanan masyarakat. 4.

6. Belum optimalnya penyediaan dan pengelolaan data dan informasi daerah.2 Urusan Pemerintahan Umum Masalah. 2. Terciptanya dokumen perencanaan yang implementatif. 5. 2. 4. Tersedianya data dan informasi pembangunan Kabupaten Jepara. aspiratif. Belum optimalnya proses dan mekanisme pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah yang demokratis.djpp. 6. Masih belum optimalnya kinerja pendampingan program. Meningkatkan manajemen data dan informasi pembangunan daerah. koordinasi dan sinkronisasi perencanaan pembangunan. partisipatif. Belum optimalnya pemakaian aset daerah. 3. 2.go. Program. Program perencanaan pembangunan daerah. 9. Meningkatkan kemampuan teknis dan managerial perencana. Perencanaan makro. Program peningkatan kapasitas kelembagaan perencanaan pembangunan daerah. Program perencanaan sosial dan budaya. pembangunan kewilayahan maupun sektoral. Peningkatan jumlah obyek pemeriksaan yang tidak sebanding dengan jumlah aparat fungsional auditor. partisipatif. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Perencanaan Pembangunan adalah: 1. Meningkatkan integrasi. Meningkatnya kualitas dan kuantitas data dan informasi daerah. Belum optimalnya penyusunan data dan informasi pembangunan. pembangunan kewilayahan maupun sektoral berjalan sinergis. transparan dan akuntabel. 149 150 www. Program pengembangan sistem perencanaan pembangunan daerah. Terbatasnya sumber daya manusia perencana baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Program Perencanaan Pembangunan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1.6. 5. 3. Kebijakan urusan Perencanaan Pembangunan diarahkan pada: 1. 6.1. 2. Melibatkan perencanaan pembanguna dengan seluruh pemangku kepentingan pembangunan daerah. 2. Kebijakan. 4. Proses dan mekanisme perencanaan pembangunan daerah berlangsung demokratis. 4. sebagai bahan dasar perencanaan pembangunan. transparan dan akuntabel. 8. Program kerjasama pembangunan. 7. Masih adanya dokumen perencanaan yang belum implementatif. Terpenuhinya SDM perencana yang handal. Sasaran.depkumham. 5. 3. 5. Semakin kompleksnya penyelenggaraan pengelolaan keuangan daerah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pemerintahan Umum adalah: 1. Masih belum sinergis dan terintegrasinya perencanaan. aspiratif. Program peningkatan pendampingan program-program. 5. Terbatasnya pemenuhan sarana prasarana inventaris untuk memberikan pelayanan masyarakat.1.id . baik yang bersifat perencanaan makro. 4. 4. 7. Program perencanaan prasarana wilayah dan sumber daya alam. Program perencanaan pembangunan ekonomi. 3. Meningkatkan kinerja perencanaan pembangunan. Program pengembangan data dan informasi daerah. 3.

kebijakan akuntansi. PPAS per tahun. Program. Terlaksananya sosialisasi peraturan perundang-undangan. 12. 15. Terselenggaranya evaluasi rancangan peraturan desa. Tersusunnya anggaran kas dan surat penyediaan dana untuk SKPD. 9. APBD. 7.djpp. Tercapaianya peningkatan pelayanan melalui kegiatan seremonial dan protokoler kedinasan Kepala dan Wakil Kepala Daerah Semakin optimalnya pelayanan perijinan penanaman modal Kebijakan. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pemerintahan Umum adalah: 1.go. Tersusunnya Perda atau Perbup tentang pajak daerah dan retribusi daerah. 21. 7. Perubahan APBD. 14. 8. 5. 6. 17. 2.id . 11. Tersusunnya standar analisis belanja. Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD per tahun. Terevaluasinya Raperdes tentang APB Desa dan pendapatan desa. 10. Kebijakan urusan Pemerintahan Umum diarahkan pada: 1. Terpenuhinya kebutuhan sarana prasarana inventaris kantor secara bertahap sesuai kebutuhan. 19. Belum optimalnya tupoksi perangkat daerah. 18. 2. Terselenggarannya sistem informasi pengelolaan keuangan daerah. KUA APBD. 3. Peningkatan administrasi pemerintahan. Tercapainya Peningkatan manajemen asset/barang daerah. 23. Peningkatan sarana dan prasarana pemerintahan agar mampu memberikan pelayanan masyarakat secara efektif dan efisien. Terselenggaranya Pembinaan keuangan daerah. Tersusunnya standar satuan harga. Belum optimalnya penggalian sumber-sumber PAD. Masih rendahnya kesadaran hukum masyarakat dan belum optimalnya fungsi penegakan hukum.depkumham. Terselenggarannya pendidikan dan pelatihan keuangan daerah Terselenggaranya bimbingan teknis pengelolaan keuangan daerah Meningkatnya pengelolaan administrasi pengendalian pembangunan. 3. Tercapainya peningkatan pendapatan asli daerah. 13. 10. 9. Tersusunnya pedoman pengelolaan keuangan desa setiap 16. Belum optimalnya pelayanan perijinan penanaman modal Sasaran. 4. Peningkatan kemandirian keuangan daerah. Tercapainya Peningkatan pengelolaan investasi daerah. Program urusan Pemerintahan Umum yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 8. Program peningkatan kapasitas Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah. Meningkatnya efektivitas penanganan pemeriksaan didukung dengan pengawas yang handal dan memadai. Meningkatnya administrasi pengelolaan aset/barang daerah pada SKPD. Tersusunnya peraturan perundang-undangan sesuai kewenangan Daerah dan amanat perundang-undangan yang berlaku. Peningkatan institusi pemerintahan. Meningkatnya setoran dana revolving/pemberdayaan ke Kas Daerah. tahun. Kurang tertibnya pengelolaan administrasi pengendalian pada SKPD. 151 152 www. 20. Program peningkatan pelayanan kedinasan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah. sistem dan prosedur pengelolaan keuangan daerah. 22.6. 4. 2.

Program penyelamatan dan pelestarian dokumen/arsip daerah. Kurangnya dukungan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk peningkatan manajemen kepegawaian. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kearsipan adalah belum optimalnya pengelolaan arsip daerah.3. Meningkatkan pengiriman peserta diklat. 1. 3. Kebijakan urusan Kearsipan diarahkan pada: Peningkatan SDM petugas arsip. Program.6. Program urusan Kearsipan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 3. Meningkatkan wawasan pengetahuan dan ketrampilan PNS. Sasaran. 7. Program peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah. Program. Program peningkatan kerjasama antar pemerintah daerah.3 Urusan Kepegawaian 2. Program pendidikan dan pengembangan aparatur. Kualitas SDM Aparatur belum merata dan tebatas baik dibidang teknis maupun fungsional. 4.go. Belum optimalnya kualitas penataan PNS dalam jabatan struktural dan fungsional. Program peningkatan sistem pengawasan internal dan pengendalian pelaksanaan kebijakan KDH. 3. Kebijakan.depkumham. Peningkatan sarana/prasarana kearsipan.1. 6. Kebijakan urusan Kepegawaian diarahkan pada : Peningkatan sumber daya manusia aparatur PNS. 7. Meningkatkan kualitas penempatan PNS dalam jabatan strukturan dan fungsional.1. Sasaran. 5. 3. 8. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kearsipan adalah terkelolanya kearsipan secara teratur. 5. 2. Masalah. Program intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah. 7. Peningkatan penyelenggaraan diklat.6. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kepegawaian adalah: 1. 4.djpp. 2. Program pembinaan dan fasilitasi pengelolaan keuangan desa. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kepegawaian adalah: 1. Program pendidikan kedinasan.5 Kearsipan Masalah. Peningkatan fungsi dan pemanfaatan depo arsip. Program urusan Kepegawaian yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. terarah dan terpadu. 1. 10. 4. 9. 2. Program penataan dan penyempurnaan kebijakan sistem dan prosedur pengawasan. 153 154 www. Kebijakan. Terlaksananya aplikasi program SIMPEG. baik teknis maupun fungsional. Pembinaan dan monitoring kearsipan secara rutin. Program peningkatan profesionalisme tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan. Program peningkatan sarana prasarana pelayanan masyarakat.id . Meningkatkan SDM PNS dibidang teknis dan fungsional. 2. Pengalokasian dana untuk kegiatan kearsipan.

tujuan. transparan. 3.1 PROGRAM TRANSISI Dalam rangka menjaga kesinambungan pembangunan daerah dan mengisi kekosongan dokumen perencanaan pembangunan daerah tahun 2012 (RKPD Tahun 2012) yang diperlukan sebagai pedoman bagi penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2012. dan program Bupati selama 5 (lima) tahun mendatang. Bupati berkewajiban menyiapkan Rancangan RKPD 155 156 www. berkewajiban untuk menyusun Renstra-SKPD yang memuat visi.2 KAIDAH PELAKSANAAN RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 yang telah disusun ini hendaknya dapat dilaksanakan secara konsisten. Seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara. program. misi.id . Seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara. dan kegiatan pokok pembangunan dengan berpedoman pada RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 yang nantinya akan menjadi pedoman dalam menyusun Rencana Kerja (Renja) SKPD. Seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara berkewajiban menjamin konsistensi antara RPJMN Tahun 20042009 dan Renstrada Provinsi Jawa Tengah Tahun 2003-2008 dengan Renstra-SKPD dan RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012. maka pada akhir tahun masa jabatan. 8.depkumham. misi. yang dalam penyusunannya mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2004-2009 dan Rencana Strategis Daerah (Renstrada) Provinsi Jawa Tengah Tahun 20032008. kebijakan. landasan dan referensi dalam menyusun Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra-SKPD) Kabupaten Jepara yang setiap tahunnya akan dijabarkan menjadi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Jepara mulai tahun 2007 sampai dengan tahun 2011 dan satu tahun transisi yaitu tahun 2012.djpp. Penyusunan program transisi perlu dilakukan juga mengingat waktu yang terbatas bagi Bupati/Wakil Bupati terpilih hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2012 guna menyusun RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2012-2017 dan RKPD Tahun 2012 sesuai dengan jadwal waktu yang telah ditentukan. RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 merupakan pedoman. Hal ini dimaksudkan untuk menyelesaikan masalahmasalah pembangunan yang belum seluruhnya tertangani sampai dengan tahun 2011 dan masalah-masalah pembangunan yang akan dihadapi dalam tahun 2012. Tahun 2012.BAB VIII PENUTUP Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 merupakan penjabaran dari visi. maka perlu disusun program transisi yang disatupadukan dalam RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012. 8.go. partisipatif dan penuh tanggung jawab. 2. strategi. jujur. Untuk itu perlu ditetapkan kaidah-kaidah pelaksanaan sebagai berikut: 1. serta masyarakat termasuk dunia usaha berkewajiban untuk melaksanakan program-program dalam RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 dengan sebaik-baiknya.

depkumham. Dalam rangka meningkatkan efektivitas pelaksanaan RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012.id .djpp.go.4. BUPATI JEPARA ttd HENDRO MARTOJO 157 www. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jepara berkewajiban untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penjabaran RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 20072012 kedalam RKPD Kabupaten Jepara Tahun 2007 sampai tahun 2012.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful