LAMPIRAN

:

Peraturan Daerah Kabupaten Jepara Nomor : 18 Tahun 2007 Tanggal : 15 Nopember 2007

BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang, menjadi angin segar bagi Pemerintah Daerah di Indonesia. Terkait regulasi tersebut Pemerintah Daerah menerima banyak limpahan kewenangan yang lebih luas untuk menyelenggarakan pemerintahan dan kebijakan pembangunan secara otonom. Perubahan tersebut akan menjadi peluang manakala Pemerintah Daerah mampu mengoptimalkan kondisi dan potensi yang ada di wilayahnya. Berdasarkan pada hal tersebut Pemerintah Daerah perlu diperkuat dengan manajemen pemerintahan yang baik, salah satunya untuk menyusun perencanaan pembangunan daerah yang komprehensif dan aplikatif. Hal tersebut untuk mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Perencanaan pembangunan di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN), dimana didalamnya juga mengatur perencanaan pembangunan daerah. Berdasarkan pada amanat Undang-Undang SPPN tersebut, setelah Kepala Daerah (Bupati) ditetapkan maka Kabupaten atau Kota juga diwajibkan menyusun perencanaan pembangunan daerah yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah yang selanjutnya disebut

RPJMD. Berdasarkan pada hal tersebut di atas maka Pemerintah Kabupaten Jepara menyusun rencana strategis daerah dalam bentuk RPJMD, yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu lima tahun dari tahun 2007-2012. Dimana penyusunan RPJMD tersebut dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada atau mungkin timbul. RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program prioritas Bupati, serta berorientasi pada pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan yang diuraikan dalam program dan kegiatan tahunan. Dalam penyusunannya, RPJMD tersebut berpedoman pada RPJPD Kabupaten Jepara Tahun 2005-2025 yang sedang berjalan dan memperhatikan hasil evaluasi pelaksanaan pembangunan 5 (lima) tahun periode sebelumnya, serta masukan dari penjaringan aspirasi masyarakat. Penyusunan Dokumen RPJMD Kabupaten Jepara ini merupakan kelanjutan dari proses identifikasi potensi dan permasalahan yang terdapat di daerah, serta melalui suatu proses koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi antara pemangku kepentingan pembangunan daerah dan instansi terkait. Secara substansial RPJMD Kabupaten Jepara merupakan suatu upaya untuk mengoptimalisasi sumber daya daerah yang terbatas untuk pemenuhan kebutuhan yang tidak terbatas, dengan mengembangkan potensi yang ada serta membuat kesinambungan pembangunan. Dengan harapan proses pelaksanaan pembangunan berjalan efektif dan efisien, untuk memperoleh hasil pembangunan daerah yang optimal dalam rangka mensejahterakan masyarakat. RPJMD Kabupaten Jepara 2007-2012 sebagai petunjuk dan penentu arah kebijakan pembangunan serta pencapaian tujuan untuk kurun waktu lima tahun kedepan, sehingga RPJMD tersebut digunakan sebagai dasar penilaian kinerja Bupati selama masa jabatannya. Dimana progress report pelaksanaan pembangunan disampaikan dalam bentuk Laporan Keterangan

1

2

www.djpp.depkumham.go.id

Pertanggungjawaban, yang berupa informasi penyelenggaraan pemerintahan daerah selama 1 (satu) tahun anggaran dan laporan akhir masa jabatan yang disampaikan oleh Kepala Daerah kepada DPRD.

1.3 LANDASAN PENYUSUNAN Landasan Penyusunan RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 20072012 adalah sebagai berikut: 1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten dalam lingkungan Propinsi Jawa Tengah. 2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 4. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. 5. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan, Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara. 6. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. 7. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang. 8. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. 9. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 – 2025. 10. Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 1992 tentang Pembentukan Kecamatan di Wilayah Kabupaten-Kabupaten Daerah Tingkat II Purbalingga, Cilacap, Wonogiri, Jepara, dan Kendal serta Penataan Kecamatan di Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Semarang dalam wilayah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Tengah.

1.2 MAKSUD DAN TUJUAN RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 ini dimaksudkan sebagai pedoman atau panduan dalam penyelenggaraan pembangunan yang dilakukan oleh unsur Pemerintah beserta pemangku kepentingan pembangunan daerah dalam kurun waktu lima tahun kedepan. Sedangkan RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 bertujuan untuk: 1. Memberikan pemahaman kepada pemangku kepentingan pembangunan dan unsur Pemerintah tentang mekanisme, proses dan substansi perencanaan pembangunan selama lima tahun dengan baik. 2. Sebagai acuan dalam perencanaan pembangunan tahunan periode 2007-2012, sehingga setiap tahapan perencanaan pembangunan sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan. 3. 4. 5. Memberikan arahan kebutuhan program dan kegiatan prioritas yang jelas, dengan harapan pelaksanaan pembangunan daerah dapat berjalan secara optimal. Sebagai tolok ukur dalam penilaian kinerja Pemerintah Kabupaten Jepara selama lima tahun. Sebagai dasar komitmen bersama antara eksekutif, legislatif dan pemangku kepentingan pembangunan terhadap programprogram pembangunan daerah yang akan dilaksanakan kurun waktu lima tahun dalam rangka pencapaian visi misi daerah.

3

4

www.djpp.depkumham.go.id

11. 12. 13. 14. 15.

16. 17. 18. 19. 20.

21. 22.

Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 Tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Masyarakat. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009. Peraturan Daerah Propinsi Jawa Tengah Nomor 11 Tahun 2003 tentang Rencana Strategis Propinsi Jawa Tengah Tahun 20032008. Peraturan Daerah Kabupaten Jepara Nomor 10 Tahun 2006 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Jepara. Peraturan Daerah Kabupaten Jepara Nomor 2 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Jepara Tahun 2005-2025. Peraturan Daerah Propinsi Jawa Tengah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Pelaksanaan Perencanaan Pembangunan Propinsi Jawa Tengah. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 16 Tahun 2006 Tentang Prosedur Penyusunan Produk Hukum Daerah.

23.

Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor : 050/2020/SJ Tanggal 11 Agustus 2005 tentang Petunjuk Penyusunan Dokumen RPJP Daerah dan RPJM Daerah.

1.4 HUBUNGAN ANTARA RPJMD KABUPATEN JEPARA TAHUN 2007-2012 DENGAN DOKUMEN PERENCANAAN LAINNYA
Hirarki perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Jepara dimulai dari RPJPD untuk kurun waktu 20 tahun, yang terjabarkan dalam RPJMD untuk kurun waktu 5 tahun dan kemudian diwujudkan dalam perencanaan jangka pendek untuk kurun waktu 1 (satu) tahun. Gambar berikut adalah hubungan RPJMD Kabupaten Jepara sampai tersusunnya Renja SKPD.

Gambar 1.1. Bagan Hubungan RPJMD dengan dokumen perencanaan lainnya
RPJPD Kab. Jepara Th. 2005-2025

RPJM Nasional Th. 2004-2009

RPJMD (Renstrada) Prov. Jateng Th. 2003-2008

RPJMD Kab. Jepara Th. 2007-2012

Renstra SKPD Th. 2007-2012

RKPD Kab. Jepara

Renja SKPD

5

6

www.djpp.depkumham.go.id

Misi BAB IV STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH 4.5.2. Strategi Pembangunan Kabupaten Jepara 4.2. BAB III 1. Misi Ketiga 7.3.1.3. Demografi 2. Hubungan Antara RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 Dengan Dokumen Perencanaan Lainnya 1.1. Prasarana Dan Sarana Daerah 2. Kebijakan Umum Anggaran BAB VI KEBIJAKAN UMUM DAERAH BAB VII PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH 7.5 SISTEMATIKA PENYUSUNAN RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 disusun dengan sistematika sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN 1.4. Latar Belakang 1. Arah Pengelolaan Pendapatan Daerah 5.1. Perekonomian Daerah 2.3. Faktor-Faktor Kunci dan Asumsi Keberhasilan BAB V ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH 5.Dari bagan di atas dapat dijelaskan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Jepara Tahun 2005-2025 adalah dokumen perencanaan daerah yang digunakan sebagai dasar untuk penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jepara Tahun 20072012 dengan tetap memperhatikan RPJM Nasional dan RPJMD Provinsi Jawa Tengah (Renstrada Provinsi Jawa Tengah Tahun 20032008).5.6. Kondisi Geografis Dan Tata Ruang Wilayah 2. Sosial Budaya Daerah 2.6.2. Pemerintahan Umum 2.id .1. Sistematika Penyusunan KONDISI UMUM DAERAH 2. Maksud Dan Tujuan 1.7.4.djpp. Misi Keenam BAB VIII PENUTUP 8. Kaidah Pelaksanaan BAB II 7 8 www. Landasan Penyusunan 1. Arah pengelolaan Belanja Daerah 5.depkumham.go. Program Transisi 8.2. serta Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dengan tetap memperhatikan RKP dan RKPD Provinsi Jawa Tengah.2. Misi Pertama 7. Kemudian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jepara digunakan sebagai pedoman untuk penyusunan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD).1.5. Misi Kelima 7. Misi Keempat 7.1.3.1.2.4. Misi Kedua 7.2. Visi 3. Isu-Isu Pembangunan VISI DAN MISI 3.

Wilayah tersempit adalah Kecamatan Kalinyamatan (24.go. sebesar 740. Gambar 2. yakni gugusan pulau-pulau yang ada di Laut Jawa dengan dua pulau terbesarnya adalah Pulau Karimunjawa dan Pulau Kemujan.052 km2 (73. Wilayah Kabupaten Jepara juga meliputi Kepulauan Karimunjawa. Pada lautan tersebut terdapat daratan kepulauan sejumlah 29 pulau.83" Lintang Selatan. Sedangkan jumlah curah hujan ± 2. Suhu udara Kabupaten Jepara terendah pada 21. maka Kabupaten Jepara beriklim tropis dengan pergantian musim penghujan dan kemarau.1. dengan 5 pulau berpenghuni dan 24 pulau tidak berpenghuni.132 km2 dengan panjang garis pantai 72 km.6 km². Kabupaten Pati dan Kabupaten Kudus di Timur.004. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di Barat dan Utara. Kabupaten Jepara merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang beribukota di Jepara.1 Kondisi Geografis Luas wilayah daratan Kabupaten Jepara 1. Sedangkan sebagian besar wilayah perairan tersebut dilindungi dalam Cagar Alam Laut Karimunjawa. Berdasar letak geografis wilayah. Musim penghujan antara bulan Nopember-April dipengaruhi oleh musim Barat sedang musim kemarau antara bulan Mei-Oktober yang dipengaruhi oleh angin musim Timur. 9 10 www. dengan jarak tempuh ke Ibukota Provinsi sekitar 71 km dan dapat ditempuh dengan kendaraan lebih kurang 2 jam.1 KONDISI GEOGRAFIS DAN TATA RUANG WILAYAH 2. Selain itu di Kepulauan Karimunjawa juga terdapat lapangan terbang perintis yang dapat didarati pesawat terbang berjenis kecil dari Semarang. 5° 43' 20.70%) sisanya merupakan tanah sawah.30%). sehingga merupakan daerah paling ujung sebelah utara dari Provinsi Jawa Tengah.179 km2) sedangkan wilayah terluas adalah Kecamatan Keling (231.1 Letak Kabupaten Jepara dalam Konstalasi Jawa Tengah JEPARA Secara geografis Kabupaten Jepara terletak pada posisi 110° 9' 48.BAB II KONDISI UMUM DAERAH 2. yang berada di Laut Jawa. Sebagian besar luas wilayah merupakan tanah kering. serta Kabupaten Demak di Selatan.55 °C dan tertinggi sekitar 33. Wilayah kepulauan tersebut merupakan Kecamatan Karimunjawa yang berada di gugusan Kepulauan Karimunjawa.71 °C.758 km2).djpp.67" sampai 6° 47' 25. Laut Jawa Pati Kudus Demak Semarang Dari wilayah Kabupaten Jepara juga mencakup luas lautan sebesar 1. dimana untuk menuju ke wilayah tersebut sekarang dilayani oleh kapal ferry dari Pelabuhan Jepara dan kapal cepat dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. dengan jumlah hari hujan 89 hari.id .464 mm.080 km2 (26.845. sebesar 264.depkumham. dengan kelembaban udara rata-rata sekitar 84%. 02" sampai 110° 58' 37.40" Bujur Timur.

Karimunjawa 0 – 100 6. 9. wilayah pegunungan di bagian Timur yang merupakan lereng Barat dari Gunung Muria dan wilayah perairan atau kepulauan di bagian utara merupakan serangkaian Kepulauan Karimunjawa. RW dan RT No. 10.906 27. Kecamatan Luas (km2) Desa/Kel RW RT 1.955 56. Jepara 0 – 50 2.1 Jumlah Kecamatan. Tabel 2.758 108.000 9.179 12 50 236 5.Gambar 2.1.879 11 51 282 4.004. Kembang 0 .200 3 14 52 11 12 www. Kedung 0–2 7.063 231.2 Ketinggian Permukaan Tanah Kecamatan Ketinggian No Kecamatan (mdpl) 1. Kedung Keling Kembang Mayong Mlonggo Nalumsari Pecangaan Tahunan Welahan Jumlah 43. Mlonggo 0 – 300 Secara administratif wilayah seluas 1.301 8. wilayah dataran rendah di bagian tengah dan Selatan. Batealit 68 – 378 4. 12.djpp. 13. Bangsri 0 – 594 3. 7.043 102. Kalinyamatan 24.540 Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2005 Secara topografi Kabupaten Jepara dapat dibagi dalam empat wilayah yaitu wilayah pantai di bagian pesisir Barat dan Utara. 8. Kalinyamatan 2 – 29 5.667 16 81 291 2.id .124 65. Batealit 88. Luas.352 12 120 433 3.132 18 20 11 18 16 15 12 15 15 194 63 116 77 75 89 78 58 74 44 990 250 551 324 383 509 365 333 315 216 4. Karimunjawa 71. Bangsri 85. Mayong 13 – 438 10. Jepara 24. Keling 0 .004. seperti terlihat dalam tabel berikut.965 35. 14.depkumham.399 38. 11.go. Desa/Kelurahan. Tabel 2.1.132 km² tersebut terdiri atas 14 kecamatan yang dibagi lagi atas sejumlah 183 desa dan 11 kelurahan.2 Peta Kabupaten Jepara 6.642 1.

525.469 Ha. yang dapat diklasifikasikan menjadi 4 jenis tanah berikut Andosol coklat. Bakalan.212 Ha. Pada daratan Kabupaten Jepara terdapat beberapa jenis tanah.2 mdpl yang merupakan dataran pantai. Variasi ketinggian tersebut menyebabkan Kabupaten Jepara terbagai dalam empat kemiringan lahan. Nalumsari Pecangaan Tahunan Welahan 13 – 736 2 – 17 0 – 46 2–7 Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2005 Dengan kondisi topografi demikian. bagian daratan utama Kabupaten Jepara terdiri dari dataran rendah dan dataran tinggi yang merupakan kawasan pada lereng Gunung Muria. Dalam dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Bagian Wilayah Kabupaten Jepara. 14. Potensi pengembangan meliputi sektor pertanian tanaman pangan dan peternakan serta sektor energi (PLTU). menyebabkan sungai mengalir dari daerah hulu di bagian timur dan selatan ke daerah hilir bagian utara dan barat. 12. Mlonggo. 13. 3.700.659. Jarakan. Kabupaten Jepara memiliki variasi ketinggian antara 0 m sampai dengan 1. Kedung dan Batealit.917 Ha. 4. Sungai-sungai besar tersebut antara lain Sungai Gelis. barat.go. SWP IV : Karimunjawa Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan 2.327. Berdasar data tersebut di atas. aliran sungai relatif dari daerah hulu dibagian timur (Gunung Muria) ke arah barat (barat daya.400. perikanan dan pariwisata.126.djpp.depkumham. Kalinyamatan dan Welahan.301 mdpl merupakan perbukitan. Regosol terdapat dibagian utara seluas 2. Keling. Alluvial terdapat di sepanjang pantai utara seluas 9.458 Ha dan Latosol yang merupakan jenis tanah paling dominan di Kabupaten Jepara terdapat di perbukitan Gunung Muria seluas 65. Kembang dan Mlonggo. Wiso. dan barat laut) yaitu daerah hilir (laut Jawa). Jinggotan. terdapat diperbukitan bagian utara dan puncak Gunung Muria seluas 3. hal ini mengacu pada petunjuk perencanaan pembangunan dari Pemerintah Pusat. yaitu datar 41. Mayong dan Tunggul. curam 10.620. SWP I : Jepara Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan Jepara. bergelombang 37. Gung. 13 14 www. Dimana karakteristik kontur wilayah. Tahunan.689. sedangkan daerah yang tertinggi adalah Kecamatan Keling antara 0-1.1.2 Tata Ruang Wilayah Tata ruang wilayah merupakan salah satu hal yang penting diperhatikan dalam perencanaan pembangunan Kabupaten Jepara.857 Ha. Potensi pengembangan meliputi sektor industri kerajinan. pengembangan wilayah Kabupaten Jepara terbagi dalam 6 Sub Wilayah Pembangunan (SWP) berikut ini: 1. Pecangaan.972 Ha.433 Ha. Banjaran. Berdasarkan karakteristik topografi wilayah. SWP II : Bangsri Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan Bangsri. SWP III : Pecangaan Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan Pecangaan.id . daerah terendah adalah Kecamatan Kedung antara 0 .11. Asosiasi Mediterian terdapat di pantai barat seluas 19. 2.301 m dpl (dari permukaan laut).776 Ha dan sangat curam 10. Kondisi ini menyebabkan sistem hidrologinya mengalir beberapa sungai besar yang memiliki beberapa anak sungai. Daratan utama Kabupaten Jepara berdasarkan sistem hidrologi merupakan kawasan yang berada pada lereng Gunung Muria bagian barat yang mengalir sungai-sungai besar yang memiliki beberapa anak sungai.060 Ha. Potensi pengembangan meliputi sektor industri kerajinan dan pertanian tanaman pangan.

Potensi pengembangan meliputi sektor kerajinan.203 19. 6.depkumham.3 Pola Tata Guna Lahan Kabupaten Jepara No. Potensi pengembangan meliputi sektor perikanan.000 15 16 www. Kemudian disusul berturutturut berikutnya adalah luas sawah yang mencapai 26. SWP V : Keling Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan Keling. yang menyebar pada beberapa bagian wilayah Kabupaten Jepara. 7.269 2. pengelolaan sumber daya alam. Tengah dan Selatan wilayah Kabupaten Jepara.795 6. Sedangkan yang lain seperti tambak. Tambak Hutan Perkebunan Penggunaan lainnya Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2005 1.718 2.djpp.000 • Rawa tidak ditanami 21.005. yang tersebar di bagian Utara. pola tata guna lahan tersebut di atas dapat dirinci dalam penggunaan tanah (untuk tanah sawah dan tanah kering) sebagai berikut: Tabel 2. peternakan dan perikanan.364 • Padang Rumput 15.4 Penggunaan Tanah Sawah dan Tanah Kering No.954 2. industri dan lain sebagainya.Karimunjawa.144.250 • Pengairan Sederhana PU 10. Sebagai gambaran saat ini penggunaan lahan di Kabupaten Jepara dibedakan menjadi 3 (tiga) yaitu: 1.388.411 Dari data diatas diketahui bahwa luas bangunan dan pekarangan sudah mendominasi tata guna lahan di Kabupaten Jepara atau mencapai 28. 2. 5. Penggunaan lahan Enviromental Conservation atau konservasi lingkungan yang meliputi penggunaan lahan pada daerah perairan Kepulauan Karimunjawa.096 3.id . Selanjutnya. Sebagai gambaran proporsi pola tata guna lahan Kabupaten Jepara seperti terlihat pada tabel berikut: Tabel 2. jasa. peternakan.382 Halaman • Tegalan 18.398. Bangunan / Pekarangan 28. 5. tegalan. Tanah Sawah 26. Tanah Kering 74. 4. Potensi pengembangan meliputi sektor perkebunan. pariwisata. hutan sekitar 19.go. perekonomian.087 • Pengairan Non PU 2. Lahan Luas (Ha) 1.408.26% dari luas Jepara. perdagangan dan pertanian tanaman pangan. perdagangan.311. pelestarian lingkungan hidup serta perhubungan laut. Sawah 26.380. Penggunaan lahan Rural atau Pedesaan yang meliputi penggunaan tanah sawah.185 • Tanah Bangunan dan 28. Penggunaan tanah Luas 1 2 3 1.935 • Pengairan Setengah Teknis 3. SWP VI : Mayong Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan Mayong dan Nalumsari.004 • Pengairan Tehnis 5.30%.269. kebun campur. Tegalan / Kebun 18. perkebunan dan penggunaan lainnya luasnya relatif kecil atau dibawah lima persen.014 • Tadah Hujan 5. tambak dan perkebunan. 3.08% dan tegalan atau kebun seluas 18.312 3.40%.096. Penggunaan lahan Urban atau Pusat Keramaian yang meliputi penggunaan tanah perumahan.

5 Jumlah Sertifikat Tanah Jumlah Penerbitan Sertifikat s. Tabel 2. Tanah Bersertifikat s.d 2006 17 18 www.depkumham.545 • Tanah yang tidak 330.3 Skenario Pengembangan Wilayah Kabupaten Jepara Guna menjaga keseimbangan ekosistem dan ketahanan pangan nasional.535. kondisi fisik dan jumlah penduduk yang ada dalam wilayah tersebut.d 2003 2004 2005 2006 2002 No. sehingga menyebabkan terjadinya perubahan yang sangat cepat dalam pengembangan wilayah serta berpengaruh kuat pada kebutuhan lahan untuk pembangunan.748 atau meningkat sebesar 9%.1 • Tambak 1. Berdasar hal-hal tersebut sudah saatnya diperlukan penyusunan RTRW dan RDTR untuk periode 10 (sepuluh) tahun ke depan dengan memperhatikan lingkungan yang keberlanjutan.793.562. maka skenario pengembangan wilayah Kabupaten Jepara mengarah pada wilayah utara yaitu pada Kepulauan Karimunjawa dan ke arah timur dari Jepara sepanjang garis pantai.954.djpp. agar dalam lima tahun kedepan dicapai pertumbuhan wilayah tertinggal. Gambar 2.271 2 3 • Perkebunan Negara 3.go. Apabila pada tahun 2002 sertifikat tanah yang diterbitkan untuk semua jenis hak berjumlah 235. pada tahun 2006 menjadi 256.id . Aspek lain yang terkait dengan tata ruang adalah aspek pertanahan. maka Kabupaten Jepara dijadikan salah satu daerah produksi pangan. Perda tersebut diperkuat dengan adanya kesepakatan antara Bupati atau Walikota se-Jawa Tengah untuk mempertahankan lahan sawah yang produktif dari alih fungsi lahan. jenis usaha.282 • Kolam 9. hal ini ditunjukkan dengan makin bertambahnya jumlah tanah yang bersertifikat. Sehingga pola penggunaan lahan tersebut akan mencirikan kegiatan masyarakat yang mendiami daerah yang bersangkutan.503. Kesadaran masyarakat untuk memiliki kepastian hukum tentang pemilikan hak atas tanah cenderung meningkat.462 • Hutan Negara 17. Penggunaan lahan tersebut merupakan cerminan atau perwujudan interaksi antara manusia dengan tingkat teknologi yang dimiliki. Desakan globalisasi yang terjadi sangat berpengaruh terhadap aspek-aspek pembangunan di Kabupaten Jepara. Hal ini sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 21 Tahun 2003 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Tengah.202. pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan.413.288 • Tanah untuk Lainnya 2.700 diusahakan • Tanah untuk Kayu-Kayuan 1.891 Jumlah 100.189 Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2005 Dalam kerangka tata guna lahan.

1. Akibat kondisi tersebut terjadi peningkatan kejadian bencana alam berupa banjir dan erosi.depkumham. Jumlah kawasan lindung yang ada di Kabupaten Jepara pada tahun 2006 terdiri dari taman nasional 1 buah. 2.981 386 0 5.078.71 km2. hal ini ditandai dengan bertambahnya lahan kritis. Namun ternyata secara kualitas kondisi hutan jauh Permasalahan pokok pengembangan lingkungan hidup adalah penurunan kualitas lingkungan hidup.id . rendahnya kesadaran masyarakat dan kurang konsistennya penegakan hukum. hutan negara dan lahan tanaman kayu-kayuan seluas 190. cagar alam 2 buah.3 Lingkungan Hidup Tahun 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Kondisi lingkungan hidup dalam waktu satu dasa warsa terakhir cenderung mengalami penurunan kualitas.. atau mengalami peningkatan sebesar 27.037 jiwa pada tahun 2005. Salah satu indikator kualitas lingkungan hidup ditunjukkan dari luasnya lokasi lahan kritis. Tabel 2.046. Lingkungan hidup menjadi isu sentral hampir disemua daerah.799 13 486 13 48 19 66 632 235. 3. Tahun 2006 Permasalahan umum tata ruang adalah peningkatan perubahan peruntukan lahan pertanian menjadi non pertanian dan ketidakkonsistenan penggunaan lahan sesuai fungsi yang ditetapkan dalam perencanaan tata ruang. dan berkurangnya hutan produktif serta terjadinya bencana alam.96 km2 serta hutan lindung seluas 42.227 14 0 5.025 jiwa pada tahun 2002 menjadi 1.djpp.183 Ha pada tahun 2004. untuk itu isu ini harus mendapat perhatian khusus agar dampak yang ditimbulkan dapat dieliminir.503 3. Ini menunjukkan. sedangkan masalah pertanahan adalah masih banyaknya petak tanah yang belum bersertifikat.6 Jumlah Bencana Alam Frekuensi 12 15 20 13 18 6 Sumber: Bakesbanglinsos Kabupaten Jepara. baik saat ini maupun masa mendatang.120 Ha. Kondisi hutan pada tahun 2006 secara kuantitas tidak terjadi pengurangan luas lahan. tahun 2003 seluas 37.1.748 berkurang dimana pada saat ini hampir sebagian besar hutan dalam kondisi gundul akibat penebangan liar.go. hutan lindung 2 buah dan cagar budaya 4 buah.66 Ha menjadi 47.36%. akibat pemanfaatan sumber daya alam yang tidak ramah lingkungan. bahwa terjadi 19 20 www. Namun secara umum jumlah bencana pada tahun 2006 menurun menjadi 6 kali. 2. dimana pada tahun 2000 jumlah banjir terjadi 7 kali dan tahun 2005 meningkat menjadi 18 kali. Pada masa datang kerusakan lingkungan yang disebakan oleh hal-hal diatas akan semakin banyak. 2. 4. meningkatnya pencemaran lingkungan.923 123 0 4. Hak Milik Hak Guna Bangunan Hak Guna Usaha Hak Pakai Jumlah 234.386 6. Sedangkan pada tahun 2006 bertambah menjadi 56. 2006 Sumber: Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Jepara.511 256.252 752 13 3.2 DEMOGRAFI Jumlah penduduk Kabupaten Jepara 5 (lima) tahun terakhir meningkat dari jumlah 979.254 6.440 km2 dan hutan suaka alam dan wisata 0. Berdasarkan data diketahui bahwa luas lahan kritis semakin meningkat.921 524 0 254.304 1.094 5.

Hal tersebut menunjukkan rasio jumlah penduduk laki-laki terhadap jumlah penduduk perempuan (rasio jenis kelamin) sekitar 0.025 2003 516.656 56. Sedangkan proporsi jumlah penduduk Kabupaten Jepara hanya sekitar 3. Atas dasar data di atas penyebaran penduduk Kabupaten Jepara masih terkonsentrasi di wilayah Kecamatan Jepara dan yang terendah adalah Kecamatan Karimunjawa.7 Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Pertumbuhan Tahun Laki-laki Perempuan Jumlah (%) 2002 488.510 laki-laki dan 535.780 2.827 6.go.083 2.387 533.546 523.064 1.410 2.898 67.028.510 535.904 85.071 826 2.224 1. 8.915 113.844 70.585 65.638 1.012 jiwa dalam waktu lima tahun atau mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 2.265 93.222 1.112 115. Namun demikian tingkat kepadatan yang ideal di Kabupaten Jepara tidak dapat ditentukan dengan pasti karena tergantung pada potensi yang dimiliki dan kemampuan penduduk di Kabupaten tersebut dalam memanfaatkan potensi yang ada.382 111.281 1.951 515.483 0.685 No.039.382 55. jumlah penduduk Kabupaten Jepara berdasar jenis kelamin terdiri dari 542.055 Jumlah 75.195 2.757 1.120 1.478 979. 3.527 1.586 70.073 Jumlah 67.527 1.258 75. 21 22 www.27% dari jumlah penduduk Jawa Tengah (32.000 penduduk laki-laki terdapat 987 penduduk perempuan.028.594 1. Tabel 2.400 71.076 73.91 2005 542. 7.03 7 2005 Kepadatan 2. Berdasar hasil registrasi penduduk pada tahun 2005.951 69.016 127.420 73.439 68.6 38 Kepadatan 2.362 2.55% per tahun.014 95.224 1.518 0. Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2004-2005 dan *Disnakerdukcapil Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2005 dan *Disnakedukcapil Berdasar data di atas menunjukkan pertumbuhan penduduk tiga tahun terakhir (2003-2005) cenderung menurun.depkumham.059. Gambaran sosial ekonomi masyarakat memang dapat ditentukan oleh tingkat kepadatan penduduk suatu wilayah.332 8.251 1. 6.035 123.132 1.752 64.74 2006* 512. Pemerintah Kabupaten Jepara menyadari bahwa ukuran kepadatan penduduk suatu Kabupaten akan lebih bermakna bila dikaitkan dengan potensi Kabupaten dan kondisi penduduk antar kecamatan di Kabupaten Jepara yang bervariasi. 3.292 8.91 Juta jiwa).999 1.546 490.564 8.21 2004 526.195 2.560 79.577 70.222 1.977 2.215 0.713 3.23 Tabel 2.600 491 588 1.527 perempuan.215 0. 5.633 125. namun dengan angka sementara (2006) ternyata terjadi pertumbuhan yang meningkat.078.243 1.078.980 91. 4.664 81.71 3 2006* Kepadatan 2.367 53. 5.987 yang berarti setiap 1. 2.8 Jumlah dan Kepadatan Penduduk No 1.288 119 1.972 64.id .852 1.752 0.767 68. 9.007 91.059.083 2.428 18.288 119 1. 1.158 69. Namun sejak tahun 2006 jumlah penduduk laki-laki lebih besar dari perempuan.007 74. Proporsi jumlah penduduk perempuan sampai dengan tahun 2004 lebih besar daripada laki-laki.999 1. 4.997 0.734 93.037 1.283 79.071 826 2. 2.527 1.djpp.600 491 588 1.001 1.pertambahan penduduk sebesar 99.410 2.776 63. 10 11 12 13 14 Kec Jepara Bangsri Batealit Kalinyamata n Karimunjawa Kedung Keling Kembang Mayong Mlonggo Nalumsari Pecangaan Tahunan Welahan Jumlah 2004 Jumlah 73.772 69.

87%.544 2004 309.depkumham. serta adanya rencana pembangunan pembangkit listrik energi alternatif.762 2003 303.1%.128.059. Perbandingan penduduk yang datang dengan yang pergi pada tahun 2006 (angka sementara) menunjukan rasio 1 : 5.154. Dari data yang ada menunjukkan bahwa migran ke Kabupaten Jepara tiga tahun terakhir naik dari 224 jiwa tahun 2002 menjadi 2. Prosentase tersebut menunjukan angka beban tanggungan.028.720 Angka Tahun Jumlah 979.328 2005 314.698 2006* 296.430 712. Diolah sebesar 331.194 688.709 22.037 1.587 2010 1. Diolah dan Berdasarkan komposisi umur penduduk.373 700. membawa konsekuensi daerah ini sebagai tujuan mobilitas penduduk baik karena alasan pekerjaan maupun alasan usaha. 23 24 www.827 1.djpp.078.630 709.492 2012 1.Tabel 2.738 dengan angka ketergantungan 44. Tabel 2.604 Sumber: Jepara *Disnakerdukcapil Usia 15 – 64 647.039.681 2008 1.713 2002-2005 Sumber: Jepara Dalam Angka 2005.4 Piramida Penduduk Tahun 2005 11981 70 – 74 60 – 64 50 – 54 40 – 44 30 – 34 16317 22411 33921 34395 42873 52554 66943 81876 85444 98513 20 -24 10 – 14 0 – 4 0 20000 40000 60000 80000 101798 114313 107065 105137 102496 100000 120000 140000 Untuk dapat mengetahui perbandingan antara penduduk usia produktif dengan penduduk usia tidak produktif.025 1.9 Prediksi Jumlah Penduduk Tahun Jumlah Penduduk 2007 1.421 pada tahun 2005. Gambar 2.232. yaitu perbandingan antara penduduk usia produktif dengan penduduk usia tidak produktif (0-14 dan 65 th keatas) pada tahun 2006 (menggunakan angka sementara) Jepara sebagai pusat perdagangan dan industri furnitur atau meubelair.540 2011 1.844 50.445 Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2002-2005. Dari sudut pandang ini.10 Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia Tahun 0 –14 2002 285. penduduk Kabupaten Jepara tergolong dalam ciri Expansive yakni sebagian besar penduduknya berada dalam kelompok usia muda atau produktif (15-64 tahun) yaitu sekitar 66.206.258. Hal tersebut menunjukkan penduduk yang datang lebih besar daripada penduduk yang pergi keluar Jepara. maka dapat dilihat jumlah penduduk berdasarkan komposisi umur. maka dapat dilihat bentuk struktur atau piramida penduduknya.41.634 2009 1.go.602 1.180.id . yang berarti 1 orang penduduk usia produktif menanggung 2 orang penduduk tidak produktif.910 49.389 Dalam 65 keatas 46.069 47.

025 142.039.597 Jiwa atau 13. Apabila dirinci dari sisi tahapan keluarga sejahtera tampak bahwa jumlah keluarga Pra Sejahtera pada tahun 2001 sebesar 105.439 2003-2005 dan Tahun 2002 2003 2004 2005 2006* Tabel 2.225 1.5% 1.227 13. beban tanggungan penduduk non produktif.640 KK atau 42.depkumham.973* Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2001-2005 dan *Kantor KB Daerah 25 26 www.984 2003 3 105.219 24.828 37. persentase penduduk miskin turun sebesar 0.078.9% 1.907 13.984 Tahun 2004 4 102. Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa terjadi penurunan jumlah keluarga Pra Sejahtera sebesar 1. Namun dilihat dari proporsi penduduk miskin terhadap jumlah penduduk.29% dari jumlah penduduk sedangkan tahun 2006 (angka sementara) sebesar 101.401 6.5% dari jumlah penduduk dan pada tahun 2006 (dengan menggunakan angka sementara) naik menjadi 148.380 59.872 144.489 (41.952 (37.98) 44.325 36.081 KK.582 (38.296 61. Tabel II.095 2005 5 102.637 61.111 34.Tabel 2. artinya terjadi sedikit peningkatan kesejahteraan masyarakat dari sisi ekonomi.djpp. jumlah penduduk pencari kerja dan banyaknya penduduk migran.3%.554 59.421 937 293 381 491 1.784 32.196 2006* 546 397 Penduduk Pergi 2003 152 141 2004 207 174 2005 262 230 2006* 737 702 Sumber: Jepara Dalam *Disnakerdukcapil Angka Tahun Jumlah 224 202 2.802 23.344 148. Permasalahan umum di bidang kependudukan adalah pertambahan jumlah penduduk yang cukup tinggi dan masih tingginya jumlah keluarga Pra Sejahtera.80) 48. kepadatan penduduk.13 Penduduk Menurut Tahapan Keluarga Sejahtera Tahap Keluarga Sejahtera 1 Pra Sejahtera Sejahtera I Sejahtera II Sejahtera III Sejahtera III+ KK Berumah Tidak layak 2002 2 105.273 Jiwa atau 14.6% 1.118.059.108 22. hal ini berpengaruh secara tidak langsung terhadap jumlah penduduk miskin.037 147.875 7.80% dari jumlah penduduk.4%.431 6.871 KK atau 36.638 143.273 14.761 7.7% 1.828* 24.856 23.15) 36.33) 39.780 13.3% Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2002-2005 Dari data pertumbuhan jumlah penduduk. Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jepara pada tahun 2002 sebanyak 142.597 13.911* 16.11 Jumlah Penduduk Migrasi Migran Laki-laki Perempuan Penduduk Datang 2003 127 97 2004 132 170 2005 1.881 2006* 6 101.12 Jumlah Penduduk Miskin Jumlah Penduduk Persentase Penduduk Miskin 979.570* 62.871 (36.id .go.116 (40. sehingga selama tiga tahun jumlah penduduk miskin naik sebesar 817 iwa.056* 41.52) 41.

hotel dan restoran merupakan andalan utama Kabupaten Jepara saat ini karena kontribusinya cukup besar.354 PUS. Dalam pengertian tersebut.3. kondisi Kabupaten Jepara menunjukkan jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.1 Struktur Perekonomian Untuk melihat pertumbuhan perekonomian Kabupaten Jepara secara umum. sosial dan budaya masyarakat. Hal ini dapat dilihat pada tahun 2001 persentase peserta KB mencapai 73. Kemudian sektor pertanian dan sektor perdagangan.id . sektor pertanian serta sektor perdagangan. Permasalahan pokok Keluarga Berencana adalah makin menurunnya persentase cakupan peserta KB aktif dan menurunnya pencapaian peserta KB MKJP. Berdasar hal tersebut. diharapkan diperoleh pengetahuan mengenai karakteristik perekonomian wilayah dan ciriciri ekonomi kawasan dengan mengidentifikasi basis ekonomi kabupaten. Dari analisis ini. Pada tahun 2001 peserta KB Aktif yang menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) mencapai 20.09% tetapi sebaliknya pada tahun 2005 mengalami penurunan hingga 74. besaran kesempatan kerja. serta proporsi PDRB Kabupaten Jepara pada PDRB Provinsi Jawa Tengah berdasarkan harga berlaku dan harga konstan tahun 2000. dimana pembangunan kedua hal tersebut akan membawa dampak yang sangat luas baik dalam ekonomi. 27 28 www. berdasar basis ekonomi dan sektor-sektor unggulan. 2. dalam rangka merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi Kabupaten Jepara kurun waktu lima tahun kedepan. Hasil perhitungan PDRB atas dasar harga berlaku dapat menjelaskan besamya peran masing-masing sektor ekonomi. Berikut akan diuraikan pertumbuhan PDRB dan kontribusi sektor PDRB selama empat tahun terakhir (2002-2005). sektor-sektor unggulan. serta meningkatnya pendapatan daerah.Dilihat dari sisi keluarga berencana. maka dapat diketahui bahwa ketiga sektor yaitu sektor industri pengolahan.42% dari PUS.djpp. Hasil analisis tersebut merupakan pijakan. Kondisi ini tidak sejalan dengan peningkatan jumlah peserta KB Aktif yang cenderung menurun. hal tersebut berdampak pada peningkatan penyerapan tenaga kerja. berkembangnya usaha kecil dan besar. Analisis ekonomi dilakukan untuk mewujudkan ekonomi wilayah yang sustainable melalui keterkaitan ekonomi lokal dalam sistem ekonomi wilayah yang lebih luas. Hal ini berarti akan meningkatkan potensi fertilitas. Pada bidang ekonomi pembangunan pembangkit listrik energi alternatif akan meningkatkan perputaran roda perekonomian daerah. sarana prasarana (transportasi dan pelabuhan batubara). hotel dan restoran hampir menduduki urutan berikutnya.846 PUS sedangkan tahun 2005 sebanyak 198. pertumbuhan dan disparitas pertumbuhan ekonomi wilayah.depkumham. Berdasarkan gambaran sepintas tentang perekonomian daerah di atas berikut akan diuraikan tentang struktur perekonomian daerah terkait kontribusinya terhadap wilayah dan ciri-ciri ekonomi wilayah. 2. maka sektor unggulan pertama adalah industri pengolahan.go. maka berikut akan disajikan melalui indikator perkembangan Produk Domestik Regional Bruto yang selanjutnya disingkat PDRB.3 PEREKONOMIAN DAERAH Dalam rangka penyusunan perencanaan pembangunan jangka menengah Kabupaten Jepara dibutuhkan analisis indikator ekonomi berbagai sektor pembangunan. Sedangkan hal yang akan mempengaruhi kondisi ekonomi Kabupaten Jepara lima tahun kedepan adalah adanya rencana pembangunan pembangkit listrik energi alternatif dan pembangunan Jepara The World Carving Centre. tahun 2001 sebanyak 181.96%. Apabila diurutkan. analisis indikator ekonomi diarahkan untuk menciptakan keterkaitan ekonomi antar kawasan di dalam wilayah kabupaten dan keterkaitan ekonomi antar wilayah kabupaten.31% dari PUS tetapi pada tahun 2005 mengalami penurunan yang cukup besar karena hanya mencapai 18.

Hotel Dan Restoran Keu.67 320.124.14 PDRB Menurut Atas Dasar Harga Berlaku No 1.0725 21% 6% 1% 26% Pertanian Industri Pengolahan Bangunan Pengangkutan dan Komunikasi Jasa-Jasa Pertambangan dan Penggalian Listrik.032.984.078. 9.434.00 0.58 21.0063 0.382.058.13 0.29 1. Bangunan.25 1. Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.726.17 4. Hotel Dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keu.003.69 1.07 5.0132 0. 3.59 1.654 2006* 1. Gas dan Air Bersih Bangunan Perdagangan.0930 1. Persewa Bang.0639 0. Persewa.118. 2.33 47.084. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keu.69 0.04 293.87 63.2639 0. Bangunan.856 2004 1.316. karena kontribusinya yang besar.00 0. Sektor Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.0670 2006* 0. Jasa-Jasa PDRB 0.023. Gambar 2.167.87 9.0628 0.19 236.344 4.716. 7.949.867.037 4. 8.223. sumbangan tertinggi terhadap pembentukan PDRB empat tahun 29 30 www.79 195.789.2326 0.46 939.48 33. 5.436.15 0.0057 0.0570 0.435. Jasa Persh Sedangkan berdasarkan atas dasar harga konstan 2000.5 Kontribusi PDRB Menurut Dasar Harga Berlaku Tahun 2006* Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 9% 7% 6% 23% 1% Secara rinci kontribusi masing-masing lapangan usaha terhadap PDRB selama empat tahun ditunjukkan pada tabel berikut. 4. 1.091.05 5.00 Sumber: PDRB Kab.233.0921 1.92 363.37 292. maka berikut akan digambarkan masing-masing Kontribusi PDRB menurut lapangan usaha pada tahun 2006. Ketiga sektor utama yaitu sektor industri pengolahan. 3. JEPARA) (diolah) Untuk mengetahui kondisi terkahir.093065 1.481.Tabel 2.733.410.56 256.0667 0.97 462.563.00 871.182.357.383.0588 0.039. 6. 4.0118 0.059.128991 1.494. 2.20 337.0126 0.2144 0.2442 0.00 0.710. 6.144728 1. Persewa.738. Dengan demikian dapat terlihat dengan jelas sektor-sektor yang merupakan andalan utama saat ini. Gas dan Air Bersih Bangunan Perdagangan.go.348.0511 0.89 1.47 0.008.79 1.2172 0.27 498.164.15 Kontribusi Sektor PDRB Atas Dasar Harga Berlaku No.0580 0. Jasa Persh 2003 0.2356 0.87 254.djpp.83 336.335.658.711.925. Tabel 2.396.id .057.151.79 241.0445 0.010.2593 0.30 380.018.2274 0. sektor pertanian serta sektor perdagangan. hotel dan restoran kontribusinya selama empat tahun menunjukkan angka yang relatif besar atau diatas 20% dari PDRB.547.58 404.638 4.324.12 30.405.686.36 74.0922 1.0602 Tahun 2004 2005 0.82 57.324.2698 0.0053 0. Gas dan Air Bersih Perdagangan.293. 7.2076 0.0905 1.097242 1.02 158.196.453.0145 0.32 4.depkumham. 8. 5.2722 0.97 24.2108 0.969.0060 0.0396 0.001. Jasa Prsh Jasa-Jasa PDRB Pertumbuhan PDRB (%) Jumlah Penduduk (Jiwa) Pdpt Per Kapita (Juta Rp) Tahun (dalam jutaan) 2003 979.136 2005 1. JEPARA (BPS Kab.827 3.

827 3. Persewa Bangunan.87 126.625. Gas dan Air Bersih Bangunan Perdagangan.838. Namun ketiga sektor utama pembentuk PDRB tersebut.003.110.00 Sumber : PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 Untuk mengetahui proporsi tiap sektor pembentuk PDRB berdasar harga konstans pada tahun 2000. 2.938.02 748.2195 0.0547 0.djpp.0894 Tabel 2.0584 0.2690 0. 31 32 www.73 3.904.24 141. 2.2730 0.63 17.531.63 291.836.22 157.0071 0.depkumham. 9.328.22 315.2227 0. 4.0612 0.0066 0. 1.0068 0. Hotel Dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keu.72 189.83 3.042305 1.159.159 PDRB 1.72 0.47 0.91 721. 3. sektor pertanian serta sektor perdagangan.088 931.631.2477 0.32 21.00 1.037 3.29 952.terakhir juga pada sektor industri pengolahan.638 3.58 0.0578 0.95 15.654.039999 1. 9. Gas dan Air Bersih Bangunan Perdagangan.703.2167 0. 7.0402 0.48 873.0054 0.0434 0.09 18.0871 Tahun 2004 2005 0.598.533.10 214.96 23.19 19.214. Sumber : PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 Dilihat dari kontribusi terbesar dari PDRB Kabupaten Jepara atas dasar harga konstan tahun 2000 adalah sektor industri pengolahan.226. hotel dan restoran. 4.16 Kontribusi Sektor PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 No.75 901.0463 0.078. 6.894.17 3.507.875.687.812. Hotel dan Resto Pengangkutan dan Komunikasi Keu. Dengan demikian dapat diketahui besarnya proposi sektor-sektor pada tahun 2006 (angka sementara) yang memberikan kontribusi terhadap PDRB Kabupaten Jepara.785.0052 0.311.009. pada tahun 2005 dibanding empat tahun sebelumnya tahun 2002 kontribusinya turun.0048 0.2204 0.52 178.id .0515 0. Jasa-Jasa 2003 0.66 0.039. 8. Sektor Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.0890 0. 8.0549 0.164 2006* 6 868.go.63 179.47 844.0546 0.15 PDRB Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000 No. Sedangan kontribusi terendah terhadap PDRB adalah sektor Pertambangan dan Penggalian.2775 0.55 191.5 3.349.844. sektor pertanian serta sektor perdagangan.192. 1 1.76 700.99 274.272. 7. Persewa Bang Jasa Prsh Jasa-Jasa PDRB Pertumbuhan PDRB (%) Jumlah Penduduk (Jiwa) Pdpt Per Kapita (Juta Rp) 2003 3 792.026 Tahun (dalam Jutaan) 2004 2005 4 5 809.110. 5.037600 1.04 16.671.146.2457 0.304.2518 0.509.0553 0.399. 5.00 1. Secara rinci PDRB menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000 dapat dilihat pada tabel berikut. hotel dan restoran.059.887. Tabel 2.247.0884 2006* 0.332.0542 0.080.2474 0.34 186.22 173. Lapangan Usaha 2 Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.411.39 766.239.90 24.182. berikut akan digambarkan masing-masing sektor seperti pada gambar berikut ini.49 172. 6.0060 0.381.83 301.042254 1118343.2755 0.48 199.0050 0.00 1.708.53 3. Jasa Persh. 3.

Gas dan Air Bersih Perdagangan. Pertumbuhan sektor ekonomi menurut lapangan usaha tidak semuanya menunjukan pertumbuhan yang positif.45 PDRB (Dalam Juta Rupiah) Jateng % PDRB Jepara thd Jateng 151.69 4.877. Tabel 2.31 255. namun apabila dibandingkan dengan PDRB Jawa Tengah selama empat tahun terakhir mengalami penurunan.djpp.47 5. Hal ini menunjukkan bahwa PDRB Kabupaten Jepara tumbuh di bawah nilai PDRB Jawa Tengah.968.716.17 Perbandingan PDRB Harga Berlaku Jepara-Jateng Tahun 2002 Jepara 3.323. Sehingga akan dapat diketahui besarnya proporsi PDRB Kabupaten dalam membentuk PDRB Provinsi Jawa Tengah yang ditunjukkan pada tabel berikut.825.881.16%.54%. Banyaknya usaha mebelair ternyata mampu mendongkrak sektor industri pengolahan.go.14% 2.435.494.33% 2.435. Dengan performa pertumbuhan tersebut. Selain itu.2 Pertumbuhan Ekonomi Sektoral 2167% 515% 71% Pertanian Industri Pengolahan Bangunan Pengangkutan dan Komunikasi Jasa-Jasa Pertambangan dan Penggalian Listrik.14 171.263. dimana terdapat sentra kerajinan ukiran kayu (Pusat kerajinan ini di Kecamatan Tahunan dan Jepara) yang ketenarannya hingga ke luar negeri.00 2. Hotel Dan Restoran Keu.56%. Persewa Bangunan.3.id . kontribusi terbesar didominasi oleh sektor Keuangan.6 Kontribusi PDRB menurut lapangan usaha berdasarkan Angka Dasar Harga Konstan Tahun 2006* 2003 2004 2005 2006* 4. maka proporsi PDRB Kabupaten Jepara dibandingkan dengan PDRB Provinsi Jawa Tengah. dan sektor pertambangan dan penggalian sebesar 8.164. namun sebagian besar mengalami pertumbuhan diantaranya adalah sektor pertanian tumbuh sebesar 6.383. Jasa Persh. 2690% Dalam melihat perkembangan struktur ekonomi daerah dalam konstalasi regional Provinsi Jawa Tengah.48%.13 5. di Kabupaten Jepara juga banyak terdapat tempat pariwisata yang sangat memikat wisatawan.08%. persewaan dan jasa perusahaan sebesar 10. Sektor ini dibanding delapan sektor lainnya memberikan kontribusi paling besar bagi produk domestik regional bruto (PDRB).010.Gambar 2.481.05 234.056.04 193.382.542.depkumham. hotel dan restoran sebesar 8.41% Kondisi ekonomi di Kabupaten Jepara selama ini didukung oleh kebesaran industri mebelair sehingga Jepara dikenal sebagai kota ukir.11% Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 612% 542% 894% 2457% 54% Dari data tersebut di atas tampak bahwa PDRB Kabupaten Jepara mengalami peningkatan rata-rata 11. sehingga menjadi leading sector dalam perekonomian. 33 34 www.63%. sehingga sektor ini juga selama ini memberikan kontribusi yang cukup baik bagi pendapatan daerah.018.168. sektor perdagangan. 2.655.27% 2.74 2. sedangkan sektor konstruksi sudah mulai tumbuh sebesar 1.

85 0.13 0.04 1. Melalui perhitungan nilai LQ. 2.15 0.13 0. Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.115 0.67 1.88 0.10 0.79 1.14 1.48 0. 7.79 0.05 1.75 1.0399 2006* 0. ternyata untuk tingkat Jawa Tengah sektor ini bersaing dengan daerah lain.08 0. 9.085 0. Pertumbuhan PDRB Kabupaten Jepara selama empat tahun terakhir mengalami kenaikan rata-rata sebesar 11.07 0.12 1.0401 2004 0.64 2005 1. Tabel 2.83 0.21 0.35 0. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan. Jasa-jasa 0. 1. 1.87 0.08 0. 2.14 0.17 1. Selama empat tahun perkembangan PDRB per kapita atas dasar harga berlaku dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan yang cukup berarti.77 0.djpp.85 0.96 0.Tabel.83 1. 4. Disusul kemudian oleh sektor pertanian.08 0.08 0.84 0.23 0. Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 Untuk mengetahui sektor ekonomi basis dilakukan penghitungan nilai LQ (Location Quotient) dengan mempertimbangkan kondisi PDRB Kabupaten Jepara terhadap PDRB Provinsi Jawa Tengah.51 0.51 0.89 0.17%. 7. dapat diketahui sektor basis Kabupaten Jepara.11 0. hotel dan restauran.19 0.33 0.18 Pertumbuhan Ekonomi Sektoral Menurut Harga Konstan 2000 No. 6.13 0. Persewaan dan Jasa Perusahaan.04 1. 5. Hasil dari penghitungan LQ menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan walaupun memberikan sumbangan terbesar pada PDRB Kabupaten Jepara. 6.3.0423 Berdasar nilai LQ dapat diketahui bahwa beberapa sektor basis dapat atau berpotensi untuk dikembangkan di Kabupaten Jepara.id . sektor pengangkutan dan komunikasi serta sektor perdagangan. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan. 8.165 0.19 Nilai LQ Menurut Harga Konstan Tahun 2000 No.depkumham.15 1. 4. Sedangkan beberapa sektor basis lainnya nilainya dibawah satu.37 0.20 0.09 0. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan.16 0. 2.22 0.115 0.215 0. Diolah 35 36 www.06 1. 5. 2.20 0.185 0.12 0.31 0. kenaikan PDRB tersebut sejalan dengan kenaikan Pendapatan Perkapita setiap tahun rata-rata naik sebesar 7. Persewaan dan Jasa Prsh 2002 1.18 0. 8.0376 2005 0.52 2004 1. Gambaran mengenai PDRB per kapita merupakan salah satu indikator kesejahteraan masyarakat suatu daerah.12 0.3 Pendapatan Domestik Regional Bruto Per Kapita Perkembangan pembangunan ekonomi Kabupaten Jepara tidak hanya dilihat dari PDRB sektoral. Persewaan dan Jasa Prsh Jasa-jasa PDRB Total 2003 0. Bahkan nilai LQ tidak lebih dari satu. Sektor Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik. Sesuai data PDRB tahun 2005 sektor yang paling utama adalah Keuangan.26 0.go.47 0. 3.88 Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005.05 0.07 0.125 0.65 9.10 0.87 0.42 2003 1.70%. karena sektor tersebut memiliki nilai LQ tertinggi.17 0. tetapi juga harus diperhatikan perkembangan PDRB per kapita dan pendapatan per kapita dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat. 3.12 0.

Tabel 2. dan kenaikan PDRB Perkapita atas dasar harga konstan selama empat tahun naik rata-rata sebesar 3.07 0.856.66 Jumlah Penduduk 979.23 5.97 Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005.838.745 3.638 1.go.72 3.363.724.382. 2006 4. Pada tahun 2003 PDRB perkapita mengalami penurunan 2.026.025 1.708. Tahun 2002 2003 2004 2005 2006* PDRB Berlaku 3.908.654.037 1. 2005 4. 2.20 PDRB.494.344 PDRB Per Kapita 3. 2002 4.110.85 6.depkumham.159. Walaupun demikian ternyata selama empat tahun terakhir secara rata-rata PDRB per kapita Kabupaten Jepara menunjukkan kenaikan sebesar 2.23 Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi No Tahun Pertumbuhan Ekonomi (%) 1. 2009 4. 1.74 5. Oleh karena itu dibutuhkan dorongan investasi pada berbagai sektor yang potensial untuk mendorong peciptaan 37 38 www.00 4.032.42 0. 4.21 PDRB.814 3.19 0.994.39 2.164. Tabel 2.324 3.997 4.118.76 3.059. Peningkatan pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi pada tahun 2004.22 Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi Tahun No (%) 1. 2008 4.733. Tahun 2002 2003 2004 2005 2006* PDRB Berlaku 3.47 3.398 4.47 5.97%.159.806.088.078. Penduduk dan PDRB Perkapita Menurut Harga Konstan No.69 4. 2.059.4 Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 dan Jepara Dalam Angka 2002-2005 Pertumbuhan Ekonomi Secara Agregat Tabel 2. 2007 4.531.078.djpp.025 1. Tabel 2.742 3.01 2.164. 5.id .037 1.970 4.827 1. 5. 3. 2010 4.44 4.515.15 Jumlah Penduduk 979.655.827 1.039. 1.411.097.58 3.309. kecuali pada tahun 2003 yang mengalami penurunan.638 1.276 3.481.716.018. Diolah Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 dan Jepara Dalam Angka 2002-2005 Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang diharapkan pada Tahun 2012 dengan skenario optimis sebesar 4. Penduduk dan PDRB Perkapita Menurut Harga Berlaku No.62 4.056. 2004 4.34 3.51 3.272. 2011 4. maka optimalisasi kebijakan pembangunan Kabupaten Jepara diarahkan pada pilihan alternatif kebijakan di bidang ekonomi yang dapat menciptakan multiplier effect dan peningkatan sumber pembiayaan pembangunan daerah.05 Sedangkan perkembangan PDRB per kapita atas dasar harga konstan selama empat tahun tidak selalu naik.873.27%.782.344 PDRB Per Kapita 3. 2012 4.599.010.118.136. 2003 3.3.13 5.232.039.31%.28 Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2006 -0.856.021 Berdasarkan tabel di atas pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jepara setiap tahun mengalami peningkatan. 4. 3.324 2.383.146.99%.

Rata-rata laju perkembangan inflasi selama empat tahun adalah sebesar 10.36 Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 Series1 2002 9. Nilai inflasi terendah pada tahun 2004 sebesar 5. Kondisi PMA dan PMDN jumlahnya selalu naik empat tahun terakhir. Investasi yang ada di Kabupaten Jepara terdiri atas investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA). sedangkan PMD pada tahun 2002 sebanyak 5 buah dan tahun 2006 menjadi 8 buah.65 2005 16. serta investasi Non PMA dan PMDN.7 Grafik Laju Perkembangan Inflasi Selama empat tahun terakhir (2002-2005) laju perkembangan inflasi Kabupaten Jepara menunjukan angka yang fluktuatif tiap tahunnya.51 2003 5. yang mana investasi tersebut mendukung perekonomian tumbuh dengan baik.go.36% terjadi pada tahun 2006.PDRB yang diikuti dengan peningkatan efisiensi terhadap pembiayaan investasi.36 2.51 2003 5.5 Inflasi 20 15 10 5 0 Series1 Gambar 2.65 2005 16. Hal ini diperkuat dengan Kabupaten Jepara berhasil meraih prestasi sebagai Juara I Pro Investasi Tahun 2006. menyusul prestasi yang pernah diraih pada tahun 2005 sebagai Juara II yang pro investasi dari 35 kota atau kabupaten di Jawa Tengah.djpp. 2.34%.3.6 Investasi Berdasarkan data diatas perkembangan inflasi Kabupaten Jepara secara grafis selama lima tahun (2002-2006) terlihat sebagai berikut. Tabel 2.29 2006 14. PMA tahun 2003 sejumlah 84 buah bertambah menjadi 99 buah pada tahun 2006.24 Laju Inflasi Tahun Laju Inflasi (%) 2002 9.88 2004 5.depkumham.88 2004 5.3.id . Nilai persetujuan penerimaan modal bersih PMDN diperkirakan akan semakin meningkat pada 39 40 www.29 2006* 14. Proses investasi di Kabupaten Jepara lima tahun terakhir berlangsung cukup baik.65% sedangkan inflasi tertinggi sebesar 14.

Sedangkan produk Kabupaten Jepara yang diekspor terdiri dari mebel.999.652. produk kerajinan daerah (mebel.6 8.174. kerajinan emas putih (monel) dan kerajinan anyaman (rotan dan bambu). Jepara Tahun 2005 2. monel).6 139.691.574.608 orang meningkat tajam selama empat tahun terakhir.3.230. Seperti halnya pengusaha kecil. ikan. dan sudah menjadi produk unggulan Jawa tengah dan Nasional serta mampu menerobos pangsa pasar di 58 negara.233. diharapkan pada tahun 2011 akan mengalami peningkatan. namun selama lima tahun terakhir menunjukkan kondisi penurunan. yaitu Timur Tengah dan Eropa. Kontribusi sub sektor industri terhadap PDRB atas dasar harga konstan menunjukkan grafik peningkatan sejak krisis ekonomi tahun 1998.574. Dimana jenis produk yang diperdagangkan terdiri dari berbagai macam produk. industri pertambangan (batu gamping. Produk Kabupaten Jepara yang diperdagangkan pada tingkat lokal maupun regional yang menonjol berupa tenun ikat troso dari sutra dan katun (sarung.846.6 8.26 Proyeksi PMA dan PMDN Tahun PMDN PMA 2007 211. diharapkan mengalami kenaikan secara signifikan dengan tingkat efisiensi yang tinggi.0 2009 274.385. Selain itu didukung oleh keadaan daerah yang kondusif. sehingga mampu menjadi penopang ekonomi kerakyatan.834. Di samping itu yang tak kalah membanggakan adalah keberadaan logam monel dalam bentuk kerajinan emas putih.873 8.074.0 2010 306. baik jumlah kegiatan yang akan dibiayai maupun nilai investasinya.133.156.8 Perindustrian Untuk pembiayaan investasi Non PMDN atau PMA ini. kayu.201.104. kelapa. Perdagangan yang mendukung perekonomian daerah dibedakan dalam perdagangan di dalam negeri dan ke luar negeri.id .6 139. juga telah merambah pasar ekspor.769.794. peningkatan program-program promosi investasi. propinsi maupun daerah lainnya.6 8.314.tahun 2011 sebesar 2 kali dari jumlah sebelumnya.6 139.3. sprei. Sehingga diharapkan Kabupaten Jepara dalam lima tahun ke depan dapat mengalami perkembangan investasi yang signifikan. ukiran. serta membangun kemitraan yang kuat dengan berbagai dunia usaha maupun instansi pemerintah pusat. Bahkan industri mebel ukir yang kini berkembang menjadi industri furniture merupakan industri andalan Jepara.0 2008 242.4 8. jumlah pengusaha menengah juga meningkat empat tahun terakhir menjadi 613 orang.088. Beberapa jenis perdagangan juga keluar masuk pelabuhan Jepara antara lain kayu.0 Sumber: Dinas Indagkoppm Kab.070.034.554. Jepara Tahun 2005.019.depkumham. pasir dan marmer).517.40 Sumber: Dinas Indagkoppm Kab. 2. Jumlah pengusaha kecil pada tahun 2006 sebanyak 9. ukiran. Perkembangan investasi PMA dan PMDN tersebut dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 2.25 Jumlah Nilai PMDN dan PMA Jenis 2003 2004 2005 2006* PMDN 60.0 2012 369.307.373 8.6 8.574.go.0 2011 338. selengkapnya ada dalam tabel berikut. beras dan sapi. bahan baju). Tabel 2.044.6 8.6 8.60 PMA 7. Diolah Secara umum baik investasi PMA dan PMDN maupun Non PMA dan PMDN.7 Perdagangan Prospek perdagangan di Kabupaten Jepara cukup baik. Pada tahun 2003 jumlah usaha industri kecil menengah 41 42 www. korden.djpp.178.111.

) 2002 599. keramik/gerabah. Taman Nasional Laut Karimunjawa sekarang telah menjadi icon kepariwisataan unggulan di Jawa Tengah.3.323 394. Penyediaan sarana prasarana dan fasilitas penunjang diharapkan akan memperbesar peluang investor untuk menanamkan modalnya di Karimunjawa. potensi tersebut apabila ditangani secara maksimal akan mampu menjadi salah satu andalan yang dapat memberikan kontribusi yang cukup besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan Pendapatan Asli Daerah. karena fasilitas-fasilitas tersebut akan meningkatkan pelayanan kepada wisatawan yang berkunjung. kerajinan.895 unit. hal tersebut perlu ditekankan karena sektor pariwisata bersifat lintas sektoral dan lintas wilayah. Kabupaten Jepara memiliki beberapa keunggulan komparatif antara lain jumlah tenaga kerja sektor industri mebel sangat besar.229.513 unit. Tabel 2. Dalam menunjang keberadaan obyek wisata diperlukan fasilitas pendukung berupa sarana dan prasarana yang memadai.927. elektronik.200 Sumber: Sistem Informasi Profil Daerah 2006 Kepariwisataan yang ada di Kabupaten Jepara merupakan salah satu Daerah Tujuan Wisata (DTW) yang ada di Jawa Tengah hal tersebut sesuai dengan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Jawa Tengah.984 381. karena icon pariwisata Jepara terutama Karimunjawa telah menjadi tujuan wisata bahari yang telah dikenal masyarakat internasional.9 Pariwisata lokasi. baik melalui media cetak. terutama wisatawan manca negara yang berkunjung ke Karimunjawa.sebanyak 14. konveksi. yang pada akhirnya akan berdampak positif bagi PAD. Sektor pariwisata di Kabupaten Jepara perlu mendapatkan penanganan secara serius dan terpadu.608 Ha.id . Berbagai obyek wisata yang ada di Kabupaten Jepara yang menjadi daerah tujuan wisata diantaranya berupa : 43 44 www. baik diobyek wisata yang ada di Jepara terutama di Taman Nasional Laut Karimunjawa.446 340.159.djpp. Sarana dan prasarana penunjang kepariwisataan yang ada belum maksimal. dan pameranpameran wisata baik lokal maupun internasional.000 2006 873.go. Kabupaten Jepara mempunyai potensi kepariwisataan yang sangat lengkap apabila dibandingkan dengan daerah lain.000 2004 790. tahun 2006 meningkat menjadi 15. penyerapan tenaga kerja dan sektor-sektor lainnya.000 2003 776. sehingga para wisatawan diharapkan semakin banyak membelanjakan uangnya.000 2005 831. antara lain kerajinan mebel. karena sektor pariwisata mempunyai sifat multi player effect terhadap sektor lain seperti industri. Lengkapnya fasilitas obyek wisata akan membuat wisatawan menjadi semakin nyaman dan lama tinggal di Secara umum arus kunjungan wisatawan baik domestik maupun manca negara setiap tahun mengalami kenaikan. Untuk meningkatkan arus kunjungan wisatawan di masa datang ke Jepara diperlukan langkah-langkah strategis terutama dalam bidang promosi pariwisata. Luas kawasan industri selama empat tahun terakhir (2003-2006) tidak berubah yaitu seluas 832. Jenis industri yang berkembang dan merupakan komoditi unggulan. sedangkan keunggulan kompetitifnya antara lain kualitas produk industri yang sudah dikenal di manca negara.416.673 354. tenun ikat troso. 2. Namun jumlah perusahaan industri sedang atau besar meningkat dari 24 unit (2004) naik menjadi 35 unit (2006).682 355.depkumham.27 Jumlah Kunjungan Wisatawan dan Pendapatan Sektor Pariwisata Kunjungan Wisatawan Pendapatan Pariwisata Tahun (orang) (Rp.628.

207 ekor. Sentra Kerajinan Ukir. Masjid dan Makam Ratu Kalinyamat/Sultan Hadirin. dan Sentra Kerajinan Relief Desa Senenan. ayam petelur 54.465 ekor.640 ton menjadi 122.306 Ha (2004) menjadi hanya 35. Oboroboran Tegalsambi.depkumham. Tracking. Wisata Budaya.670 ekor dan itik 67. Memancing.896 ekor pada tahun 2006.470. sapi. Pada tahun 2003 populasi ayam buras 565. Permasalahan koperasi dan UKM adalah rendahnya struktur permodalan. Pantai Tirto Samudro. Kerajinan Keramik.000 juta sedangkan untuk Koperasi Non KUD sebesar Rp.id .270 ekor dan pada tahun 2006 meningkat menjadi 78. Terumbu Karfang dan Boiota Laut. Wisata Sejarah. dari 193.go. Koperasi Non KUD 518 unit.483 ekor. peluang pasar serta kurangnya kemitraan antar UKM. Diving.910. Kerajinan Monel. terbatasnya akses terhadap sarana 45 46 www. Kerajinan Rotan. Tayub dan Emprak. terdiri dari: Pendopo Kabupaten. terdiri dari: Air Terjun Songgo Langit.000 juta. Benteng Portugis. UKM 31.536 ekor. padi.582 Ha (2006). dan Hutan Sreni Indah. ayam pedaging 216. Pulau Panjang. Wisata Bahari Terpadu (Obyek Wisata Taman Laut Nasional Laut Karimunjawa). dan Snorkling.223 ekor bertambah menjadi 24. Sedangkan untuk jenis unggas pada ayam buras dan ayam pedaging mengalami penurunan populasi. Glass Bottom Board. Untuk ternak kecil (kambing dan domba) populasi tahun 2003 sejumlah 61. Kemudian pada tahun 2006 populasi menurun untuk ayam buras 508.429 ekor. daya inovasi dan kreatifitas serta etos kerja dan profesionalisme. dan kerbau.123 orang dan anggota Koperasi Non KUD 34.845 ton (2004) menjadi 158. Kerajinan Gerabah.165 ekor dan itik 59. terdiri dari: Pantai Pasir Putih. Pada sektor pertanian jenis komoditi potensial tanaman bahan makanan unggulan Kabupaten Jepara yang dapat dikembangkan adalah buah-buahan. ayam petelur 55. Koperasi Primer Non KUD 471 unit dan sampai Desember 2006 jumlah Koperasi menjadi 539 unit dengan KUD 17 unit. dan ketela pohon. Hal ini menyebabkan jumlah produksi berkurang. Pantai Kartini. dan prasarana teknologi informasi. dan Klenteng Hian Thian Siang Tee (Welahan). Boating.106 orang. Pantai Tirto Samodro. Pada sektor peternakan dilihat dari jumlah populasi untuk ternak besar (sapi potong dan perah) mengalami kenaikan.11 Pertanian dan Peternakan Kontribusi sektor pertanian tanaman bahan makanan dan peternakan terhadap PDRB atas dasar harga konstan cenderung mengalami peningkatan yang signifikan sejak tahun 2001 hingga 2005. Khusus untuk tanaman padi.691 unit. kambing.10 Koperasi dan UKM Jumlah Koperasi dan UKM tahun 2004 jumlah Koperasi Unit Desa (KUD) 17 unit. ayam pedaging 114. Pusat Koperasi 4 unit. dan ayam petelur serta itik mengalami kenaikan populasi. Volume usaha KUD sampai Desember 2006 sebesar Rp. sayur-sayuran. Sentra Kerajinan Patung Mulyoharjo. dari tahun 2004 hingga tahun 2006 jumlah konsumsi meningkat dari 120. pada tahun 2003 sebanyak 24.3. Hutan Manggrove. Pantai Kartini. Sun Bathing.091 ekor. Jumlah anggota KUD 20.• • • • • Wisata Alam (pantai dan pegunungan). Wisata Sejarah (Makam Syeh Amir Hasan/Sunan Nyamplungan). Namun hal ini tidak dimbangi luas areal produksi yang menurun dari 38. Dalam pengembangan sektor pertanian dirasakan masih kurang 2.820 ekor. terdiri dari: Pesta Lomban (Syawalan). 2. 56. Jambul Tulakan. Wisata Bahari terdiri dari Taman Laut Nasional Karimun Jawa. Kerajinan Kain Troso.3. Sedangkan komoditi potensial peternakan yang memiliki nilai produksi cukup besar adalah: ayam. Pulau Panjang. kacang tanah.735 ton. 18. Museum Kartini.djpp.189 ton (2006). Makam Syeh Abu Bakar (Pulau Panjang). dan Pulau Mandalika.

776 ton naik menjadi 5.12 Kehutanan Kontribusi sektor kehutanan terhadap PDRB atas dasar harga konstan cenderung mengalami peningikatan selama lima tahun terakhir.49 ton tahun 2003 naik menjadi 2. bambu. Hal tersebut dapat disebakan oleh menurunnya Hasil hutan non Hak Pemilikan Hutan (HPH) untuk kayu bulat dari 1. Produksi perikanan baik perikanan laut maupun darat meningkat tiga tahun terakhir.71 m³ (2003) menjadi 9.081.3.3.729.658. Sedangkan untuk produksi perikanan darat/budidaya dari 1. antara lain pada aspek 47 48 www.55 m³ (2006).8 ton pada tahun 2006.8 ton pada tahun 2006.id . hal ini dapat disebabkan antara lain karena Daya Dukung Lingkungan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan dan sudah terjadi gejala overfishing pada jalur I daerah penangkapan ikan di laut. saat ini dihadapkan pada perubahan yang dinamis dalam konteks globalisasi pada satu sisi. komoditi unggulannya adalah kapuk randu. Sedangkan untuk perkebunan. Permasalahan umum pertanian dan peternakan adalah secara ekonomis. Dengan ketekunan. Komoditas andalan sektor perikanan dan kelautan dari hasil tangkapan ikan di laut adalah ikan tongkol.003. Sampai tahun 2006 industri pengolahan kayu di Jepara sebanyak 3.021.depkumham.13 Perikanan dan Kelautan Kontribusi sub sektor perikanan terhadap PDRB atas dasar harga konstan menunjukkan grafik peningkatan.811 buah. ikan kembung. Di Kabupaten Jepara saat ini terdapat empat situs bersejarah. karet.75 ton tahun 2006.537. kayu hutan rakyat.4 SOSIAL BUDAYA DAERAH Sejarah Jepara menunjukkan bahwa pada tahun 1470 Jepara merupakan kota pantai yang baru dihuni oleh 90-100 orang serta dipimpin oleh Aryo Timur. berturut-turut kemudian kelapa.879. 2. Permasalahan yang masih dihadapi pada sektor perikanan dan kelautan adalah kondisi fluktuatif dalam grafik kontribusi terhadap PDRB dan nilai produksi dalam lima tahun terakhir. 2. dan arang rakyat. Sedang untuk produksi budidaya perikanan darat adalah ikan bandeng dan udang. menuntut adanya paradigma pembangunan yang adaptatif terhadap dua kutub kecenderungan tersebut sebagai upaya untuk menempatkan Kabupaten Jepara tetap menjadi Kabupaten yang terkemuka. dan kecenderungan menguatnya semangat otonomi daerah pada sisi yang lain.50 ton menjadi 2. namun sektor ini tetap merupakan lapangan pekerjaan yang menyerap tenaga kerja cukup besar.6 ton meningkat menjadi 1.740. Jenis komoditi kehutanan yang memiliki nilai produksi terbesar adalah kayu bakar rakyat. Terkait hal tersebut berikut akan diuraikan kondisi sosial budaya daerah. untuk itu lahan penghijauan untuk penanaman pohon bahan kayu olahan perlu ditingkatkan. keuletan. dan ikan teri. ketabahan dan kegigihannya.djpp. Permasalahan pokok sub sektor kehutanan dan perkebunan adalah khusus untuk sub sektor kehutanan cenderung semakin menurun kontribusinya terhadap PDRB selama 5 tahun. jambu mete dan coklat. peranan sub sektor ini cenderung meningkat walaupun tidak terlalu signifikan. produksi penangkapan di perairan umum pada tahun 2003 sebesar 1.36 ton pada tahun 2006.862. Hal ini menunjukan bahwa pasokan kayu yang berasal dari luar daerah Jepara cukup besar untuk memenuhi kebutuhan kayu olahan tersebut.59 m³ (2003) menjadi 1.300 m³ (2005).go.investasi di bidang agro industri. Kebesaran Kabupaten Jepara pada masa lalu serta potensi sosial budaya dan ekonomi yang dimiliki. Aryo Timur berhasil mengembangkan kota pantai kecil yang dikelilingi benteng berupa kayu dan bambu ini.442. Untuk hasil laut non ikan meningkat dari tahun 2003 sebesar 413. Jumlah tangkapan ikan laut pada tahun 2003 sebanyak 3. namun ternyata jumlah kayu olahan naik dari 1. 2. menjadi sebuah bandar yang cukup besar. tebu.

19 62. Tabel 2. Seperti daerah lain.52 63. Namun pada tahun 2006 angka putus sekolah menunjukkan penurunan pada ketiga jenjang pendidikan sekolah dasar.12 2005 0.djpp. Dalam rangka memajukan pendidikan.69 1.15 2006 APK APM 88. pariwisata. Provinsi Jawa Tengah baru akan menerapkan anggaran pendidikan 20 persen pada tahun 2008.19 62. Sumber: Dinas P dan K Kabupaten Jepara. Terkait hal tersebut harus diketahui dengan pasti jumlah siswa dan sekolah yang ada pada suatu wilayah. sedangkan Pemerintah Pusat pada tahun 2009.0 0 2005 APK APM 86. SLTP/MTs sebesar 1.05 2004 0.go. agama. sosial dan budaya daerah. 49 50 www.37 2.67 1.28 APK dan APM masing-masing Jenjang Pendidikan Pendidikan SD/MI SMP/MTs SMU/SMK/MA 2003 APK APM 110. sekolah menengah pertama dan sekolah menengah umum. pendidikan dasar (SD/MI dan SMP/MTs) serta pendidikan menengah (SMU/SMK/MA).70 1. 2006 Dalam penyelenggaraan pendidikan.27 2. pada umumnya penyelenggaraan pendidikan di Jepara juga diselenggarakan oleh swasta. kebudayaan dan Indeks Pembangunan Manusia.18 98.29 Angka Putus Sekolah Prosentase dan Jumlah Angka Putus Sekolah Tahun SD/MI SLTP/MTs SMU/SMK/MA 2003 0.05%.73%. biaya terbesar dialokasikan untuk proses pembelajaran siswa. salah satu yang penting diketahui adalah Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM). karena SDM merupakan subyek atau pelaku dari pelaksanaan pembangunan.15 86. Angka Putus Sekolah. Oleh karena itu apabila suatu daerah memiliki SDM yang baik. maka berikut akan diuraikan tentang APK dan APM masing-masing Jenjang Pendidikan. Sejak pendidikan menjadi kewenangan wajib daerah.pendidikan.60 Pengembangan pendidikan yang selama ini dilaksanakan di Kabupaten Jepara bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM). serta untuk pemeliharaan maupun pengembangan sekolah. maupun penyediaan sarana dan prasarana pendukung pendidikan. kesehatan. serta jumlah Sekolah berdasarkan jenjang pendidikan. Untuk melihat perkembangan urusan pendidikan pada lima tahun berjalan (2002-2006). Berdasar hal tersebut Kabupaten Jepara pada 5 tahun kedepan akan memajukan pendidikan dalam semua tingkatan.4. 2006 Data jumlah siswa putus sekolah pada tahun 2003 menujukkan SD/MI sebesar 0. 2.id .53 2. maka SDM tersebut dapat menentukan karakter dari pembangunan ekonomi.depkumham.40 2. Kabupaten Jepara akan secara bertahap memenuhi anggaran pendidikan sesuai amanah Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional sebesar 20%.00 99.1 Pendidikan Tabel 2.53% dan SMU/SMK/MA sebesar 2. Kabupaten berwenang dalam jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).73 1. Dari beberapa indikator pendidikan secara umum. kesejahteraan sosial. baik fisik maupun non fisik.15 Sumber: Dinas P dan K Kabupaten Jepara.93 2004 APK APM 110.11 2006* 0.

sedangkan guru SMU/SMK/MA sebanyak 761 (2002) dan menjadi 996 pada tahun 2006. Gizi 2002 2003 2004 2005 2006 1. dan tingginya angka putus sekolah.201 1.6 87 82. Rasio guru per siswa dimasa datang akan semakin kecil manakala jumlah siswa akan terus naik sejalan dengan pertambahan penduduk.868 4.1 90.87 85.813 orang (2006). Kondisi indikator utama kesehatan Kabupaten Jepara menunjukkan perkembangan yang positif. 51 52 www. SD/MI rasio 24%.843 599 98. SMP/MTs rasio 15% dan SMU/SMK/MA rasio 14%.32 Kondisi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Tahun Indikator Kesga dan No.277 Swasta Sekolah Siswa 325 13.146 30 4. terbatasnya sarana prasarana pendidikan. Persalinan Nakes 80.121 Guru SD/MI 4.615 Guru SMU/SMK/MA 761 819 929 929 996 Sumber: Jepara dalam Angka 2005 Keberhasilan pembangunan pada urusan kesehatan salah satu indikator keberhasilannya dapat dilihat dari kualitas pelayanan.410 17 6. guru SD/MI sebanyak 4. SMP/MTs.095 orang. SMP/MTs rasio 40% dan SMU/SMK/MA rasio 37%. rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam pendidikan.813 Guru SMP/MTs 1. dan SMU/SMK/MA Tahun Keterangan 2002 2003 2004 2005 2006 Guru TK 1.061 Jumlah Sekolah Siswa 326 13.2 Kesehatan Sumber: Jepara Dalam Angka 2005 Berdasarkan jumlah yang ada pada setiap jenjang.124 1. 2.675 orang (2002) menjadi 4.211 30 12.id .04 3.30 2.31 83. Jumlah guru TK tahun 2002 sebanyak 1. namun demikian masalah gizi buruk masih menunjukkan kondisi yang memprihatinkan dan sangat perlu mendapatkan perhatian.034 orang menjadi 1.675 4.2 tahun (2002) menjadi 70 tahun (2004).30 Jumlah Sekolah dan Siswa Menurut Jenjang Pendidikan Jenjang Pendidikan TK SD/MI SMP/MTs SMU/SMK/MA Negeri Sekolah Siswa 1 27 589 97.Tabel 2. Kunjungan ke-4 Bumil 81 88. Da aspek tersebut bertujuan untuk meningkatkan dan memelihara mutu pelayanan kesehatan masyarakat.201 1.346 36 17.034 1.615 orang tahun 2006.868 4. yaitu sarana kesehatan dan sumber daya aparatur kesehatan.go.828 4.801 13 6. rendahnya kualitas tenaga pengajar.121 orang.171 1. Kematian Ibu 15 20 20 17 12 4.depkumham. sedangkan kenaikan jumlah guru tidak sebanding dengan jumlah siswa. Kematian Neonatal 106 102 89 82 76 5. Hal tersebut ditandai dengan meningkatnya angka harapan hidup masyarakat dari 69. Sehingga lima tahun kedepan diharapkan sarana kesehatan yang ada akan ditingkatkan.djpp.9 91. yang terdiri dari dua aspek.337 1. guru SMP/MTs tahun 2002 sebanyak 1.816 10 1. Sistem Informasi Profil Daerah Dari data diatas diketahui rasio guru per siswa pada tiap jenjang tahun 2006 seperti berikut : TK rasio 17%. Tabel 2. Untuk itu dalam rangka menuju Indonesia Sehat tahun 2010. Tabel 2.095 1. menurunnya angka kematian ibu.4 84. Gizi Buruk 94 113 115 212 75 Sumber: Jepara Dalam Angka 2001-2004.492 66 22. meningkatnya persentase Kunjungan Ibu Hamil (KIH). Kabupaten Jepara juga akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakatnya. SD/MI rasio 20%.337 1.338 Permasalahan pendidikan di Kabupaten Jepara antara lain masih rendahnya kualitas pendidikan. maka rasio siswa per kelas pada tahun 2006 sebagai berikut : TK rasio 20%. SD/MI.31 Jumlah Guru TK.4. tahun 2006 menjadi 1.

000 Penduduk No.2005. 53 54 www. 4.depkumham.728* Ratio Dokter Per 100.34 Ratio Dokter Per 100.05 No. kemudian dokter spesialis naik dari 11 pada tahun 2002 menjadi 17 pada tahun 2006. 7. 20 20 26 Dukun Anak 571 560 550 Tabel 2. 2.id . 2. Tabel 2. Sistem Informasi Profil Daerah 2005 Berdasarkan pada tabel diatas tampak bahwa rasio dokter per 100. DKK Jepara 2006 Berdasar data diatas kondisi gizi masyarakat. yaitu rata-rata per tahun sekitar 31. 1.102. 1. Penurunan angka rasio hanya terjadi pada tahun 2004. 8. Jumlah sarana kesehatan di Kabupaten Jepara selama lima tahun terakhir belum menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. 6. 10.go. 11. 5. RS Negeri Type B 1 1 1 1 1 2.djpp. Bahkan pada tahun 2004 ke tahun 2005 kenaikannya mencapai 84. Puskesmas Pembantu 44 44 44 44 44 Sumber: Jepara Dalam Angka 2001-2005.078. Sumber: Jepara Dalam Angka 2001-2004.34 5. RS Khusus 1 1 1 1 1 4. Cat : jumlah penduduk* merupakan prediksi.47 9. Tabel 2.039. 3. Tahun 2002 2003 2004 2005 2006 Jumlah Dokter 52 66 58 98 155 Jumlah Penduduk 979.71%.037 1.000 penduduk selama lima tahun mengalami fluktuasi naik turun. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan jumlah sarana sedikit mengalami peningkatan kuantitas selama lima tahun.35%.638 1. Hal tersebut dikarenakan kenaikan angka gizi buruk dari tahun 2001 hingga 2005 cukup tinggi. 5.35 Perkembangan Sarana Kesehatan 2006 No Jenis Fasilitas 2002 2003 2004 2005 1. Puskesmas Rawat Inap 5 5 7 9 9 5.000 Penduduk 5.025 1.33 Jumlah Tenaga Kesehatan Tahun Tenaga Medis 2002 2003 2004 2005 2006 Dokter Umum 41 52 43 81 138 Dokter Gigi 2 6 5 12 15 Dokter Spesialis 11 14 15 17 17 Perawat 242 239 132 430 435 Bidan 195 265 222 295 296 Ahli Kesehatan Masy.872 1. 3. Sistem Informasi Profil Daerah 2006. 9. 18 18 24 31 Apoteker 14 25 31 35 Ahli Gizi 21 21 27 30 Analisis Laboratorium 13 23 25 29 Ahli Penyehatan Lingk. RSUD Kartini 2006 Jumlah dokter umum pada tahun 2002 berjumlah 41 orang dan menjadi 136 orang pada tahun 2005. RS Swasta 3 3 3 4 4 3. Puskesmas 15 15 13 11 20 6. namun setelah itu sampai dengan tahun 2006 angka rasio selalu naik. merupakan hal utama yang perlu mendapat perhatian khusus.059. 4.31 6.09 14.

630. 10.116 5.645 Sumber: Jepara Dalam Angka 2002-2006 Nilai rata-rata kebutuhan hidup minimum pada tahun 2003 sebesar Rp. Tabel 2. Anak terlantar 4.940 56.210 5. Jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial ini akan semakin bisa ditanggulangi manakala ada upaya pemberdayaan yang efektif terhadap berbagai kelompok organisasi sosial kemasyarakatan yang selama ini ada di Kabupaten Jepara.316 4.780 10. Sistem Informasi Profil Daerah 2006.naik menjadi Rp.go. tahun 2002 terjadi 3 kasus dengan 71 penderita dan jumlah kecamatan yang terkena 3 kecamatan.573 5. Tuna susila 66 37 38 21 6.064 35 4 3 Sumber: Jepara Dalam Angka 2001-2004.. Keluarga miskin 38. Gelandangan 2 5 5 5 5 7.807 6. 11. Kesejahteraan 2002 2003 2004 2005 2006 Sosial 1.014 19 5 1 2003 11 1.791 5. DKK Jepara 2006 Perkembangan sarana kesehatan yang menunjukkan bertambah hanya posyandu dan apotik.502. Kenaikan nilai kebutuhan hidup minimum sebesar 25. ternyata berdampak pada adanya penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Kabupaten Jepara.032 22 5 3 2004 14 1. jadi sifat penanganan tidak parsial hanya di Dinas Kesehatan. 9. 8. Dengan adanya penduduk miskin sebesar rata-rata 144.070 4.863 2.951 5.639 38.539 5. Untuk itu upaya yang perlu dilakukan dalam meningkatkan sarana kesehatan adalah meningkatkan type rumah sakit dari type B menjadi type A.846 54. Pengemis 41 46 59 79 59 8. namun masalah kemiskinan dan pengangguran tetap merupakan salah satu faktor penghambat pembangunan daerah.4. 2. Kedepan KLB ini perlu penanganan komprehensif seluruh komponen masyarakat dan aparat.135 71. Bekas narapidana 484 495 386 378 Jumlah 54.7%.3 Kesejahteraan Sosial Meskipun pendapatan per kapita secara makro penduduk Kabupaten Jepara tergolong cukup.183.pada tahun 2006. Namun pada tahun 2006 jumlah kasus naik menjadi 42 kasus dengan 287 penderita dan menyebar pada 12 kecamatan. Jumlah kasus kejadian luar biasa (KLB) menunjukkan kenaikan selama empat tahun terakhir.500.520 48. Lanjut usia terlantar 4.id .049 30 4 3 2006 28 1.813 6.935 4.594 38. Selain itu untuk meningkatkan pelayanan kesehatan perlu diupayakan penambahn puskesmas ke semua wilayah. Untuk penyandang masalah kesejahteraan sosial yang paling banyak adalah penyandang lanjut usia terlantar dan paling kecil jumlahnya adalah gelandangan. 55 56 www. Secara persentase angka penduduk miskin dibanding yang tidak miskin 13.djpp.36 Perkembangan Penyandang Masalah kesejahteraan Sosial Jenis Masalah Tahun No.451 3.756 42. Penyandang cacat 5.044 26 5 3 2005 28 1.55% selama empat tahun ini merupakan salah satu penyebab naiknya jumlah penduduk miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial lainnya.No 7.56.933 5.701 5.depkumham. Jenis Fasilitas BP Swasta Posyandu Apotik Toko Obat Laborat 2002 11 1.000 jiwa selama lima tahun..003 59.

130 Karang taruna 194 194 194 194 Organisasi sosial & panti sosial 27 27 27 29 Sumber: Bakesbanglinsos Kabupaten Jepara. 2. tahun 1995 sebanyak 189. Jumlah perempuan usia dewasa (usia 20-54 tahun).djpp. Berikut ditunjukkan data angkatan kerja dan pengangguran selama lima tahun.86%. dan lain-lain seperti organisasi olah raga dan kesenian.606 38. KNPI.40% dari seluruh jumlah pegawai (15.221 orang atau 34.918 2004 538.dan pada tahun 2006 menjadi Rp.4 2005 1. Sedangkan rata-rata upah minimum dari tahun 2003 sampai tahun 2006 menunjukkan kenaikan rata-rata 11. Pada tahun 2003 besarnya rata-rata upah minimum Rp. Faktor-faktor lain yang menyebabkan bertambahnya pengangguran. Permasalahan pokok kepemudaan dan olah raga adalah masih terbatasnya jumlah kelembagaan dan aktivitas kepemudaan dan terbatasnya sarana dan Pertumbuhan angkatan kerja selama empat tahun terakahir (2002-2005) menunjukkan kenaikan. namun hal tersebut juga diimbangi dengan bertambahnya angka pengangguran.369 1.38 Angkatan Kerja dan Pengangguran Tahun Angkatan Kerja Pengangguran 2002 519. tahun 2005 menjadi 264.227 orang atau 35.depkumham.29% dari seluruh jumlah pegawai (11. 3.37 Perkembangan Organisasi Sosial Tahun Jenis Organisasi Sosial 2001 2002 2003 2004 Pekerja sosial masyarakat 1.5%).053 Sumber: Sistem Informasi Profil Daerah Kabupaten Jepara. Partisipasi perempuan di instansi pemerintah pada tahun 2001 sebanyak 4.399 36. Hal ini disebabkan kenaikan angkatan kerja tidak sebanding dengan penyediaan lapangan kerja.000. Data tersebut menunjukkan adanya peningkatan partisipasi perempuan di instansi pemerintah sebesar 3. Jumlah pemuda (usia 15-30 tahun) tahun 1995 sebanyak 224. menjadi 796 pada tahun 2005. 2006 No.6%). pembinaan dan kegiatan (event) olah raga.555 37. Pramuka.806 36.176 orang (24.115 1.-.977 orang. Organisasi yang menampung aktivitas kepemudaan antara lain Karang Taruna.624 orang.145 194 31 Tenaga Kerja Aspek yang cukup penting dalam rangka peningkatan kesejahteraan sosial adalah pemberdayaan perempuan.017 orang (22.prasarana.go. menunjukkan peningkatan.500.id . Tabel 2. Tabel 2.977 orang).98% per tahun. 2006 Dari data diatas menunjukkan bahwa bertambahnya angkatan kerja berkorelasi dengan bertambahnya jumlah pengangguran.384 2003 529. belum adanya kesetaraan gender dalam berbagai pembangunan.902 37. 2.. tahun 2005 sebanyak 314.837 2006 543. 57 58 www.458 1.376. atau meningkat rata-rata sebesar 3.4. 1. karena besarnya angka usia produktif pencari kerja dan banyaknya perusahaan yang mengurangi jumlah produksinya sehingga mengurangi pegawainya.174 orang). Kondisi bidang olah raga menunjukkan bahwa jumlah cabang olah raga prestasi sebanyak 15 cabang dengan jumlah kelompok olah raga sebanyak 719 buah (2001).525. pada tahun 2005 sebanyak 5.85% per tahun. Masalah pokok pemberdayaan perempuan adalah adanya persepsi sebagian masyarakat bahwa perempuan lebih inferior dari pada laki-laki.751 2005 540.

tahun 2006 menjadi 7.984 KK.822 orang dengan tempat ibadah sebanyak 86 tempat ibadah.532.256 Ha bertambah menjadi 22. Agama Pemeluk Tempat (orang) Ibadah 1. Penduduk menurut pemeluk agama berdasarkan hasil sensus penduduk terakhir menunjukkan bahwa penduduk Kabupaten Jepara mayoritas beragama Islam sebanyak 1.004 2.822 86 3.go. Disamping itu masih banyak perumahan kumuh serta masih banyaknya bangunan yang menempati tanah negara.djpp. Beberapa masalah infrastruktur yang perlu mendapat perhatian antara lain meningkatnya permintaan perumahan.depkumham. misalnya pembangunan jalan. Katolik 1. Kristen 23. Konghucu 19 Sumber: Sistem Informasi Profil Daerah Kabupaten Jepara Tahun 2006 2. Kabupaten Jepara mempunyai penduduk yang heterogen dilihat dari agama dan keyakinan mereka. tahun 2002 jumlah KK berumah tak layak huni sebanyak 6. Tabel 2. diikuti dengan tumbuhnya pondok pesantren dari 154 pada tahun 2003 meningkat menjadi 196 pada tahun 2006.2. Luas kawasan permukiman pada tahun 2004 adalah 22.004 tempat ibadah.028.id . menurunnya pelayanan transportasi dan peningkatan permintaan tenaga listrik dan air bersih.5 Agama Dilihat dari penduduknya. semakin keterbatasan lahan. Budha 7.667 11 4.5 PRASARANA DAN SARANA DAERAH Pembangunan infrastruktur akan dihadapkan pada terbatasnya kemampuan pemerintah Kabupaten Jepara untuk menyediakannya. Pada sebagian infrastruktur.301 unit.256 pada tahun 2006.528.502 3 5. Sedangkan untuk pemenuhan kebutuhan perumahan bagi masyarakat menengah ke atas sudah dilakukan oleh pengembang swasta.39 Jumlah Pemeluk Agama dan Tempat Ibadah No.289 4.028. pemerintah masih bertanggungjawab terhadap pembangunan dan pemeliharaannya.4. pada tahun 2004 sebanyak 830 unit dan pada tahun 2006 menjadi 1. Urutan kedua adalah pemeluk agama Kristen sebesar 23. Hindu 2.289 orang dengan jumlah tempat ibadah sebanyak 4.545 24 6. Dilihat dari kelayakan rumah.5. 2. Permasalahan pokok perumahan dan permukiman adalah kurang konsistennya pelaksanaan tata ruang. air bersih dan listrik. 59 60 www. Hal ini menunjukkan bahwa kehidupan religius mewarnai kehidupan masyarakat Jepara. Islam 1. Perkembangan pembangunan di bidang spritual dapat dilihat dari banyaknya sarana peribadatan masing-masing agama.446 KK.1 Perumahan Untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. pertumbuhan rumah tidak sebanding dengan pertumbuhan penduduk. dan keterbatasan kemampuan masyarakat. salah satunya adalah perumahan yang mana Pemerintah Kabupaten Jepara perlu mengembangkan pola kemitraan dengan pihak pengembang perumahan untuk memenuhi kebutuhan perumahan bagi masyarakat menengah kebawah. Mayoritas penduduk yang beragama Islam. Sedangkan untuk masyarakat menengah kebawah melalui KPR/BTN.

5. Saat ini hampir diseluruh daerah mengalami hal yang sama. hipermarket). Kondisi 2002 2003 2004 2005 2006 Angkota 12 13 13 14 15 Angkudes 18 19 21 30 32 Armada Angkota 195 207 207 214 223 Angkudes 263 214 308 397 419 Jumlah Angku Angkota des 30 456 32 421 34 515 44 611 47 642 Aspek lain yang sangat erat kaitannya dengan perumahan adalah aspek pertamanan dan penerangan Jalan. belum optimalnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan maupun perawatan taman. Berdasar hal tersebut Sumber: Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara. Perkembangan taman kota dilihat dari luasan taman mengalami pertumbuhan yang cukup pesat.881 4. 2. Permasalahan pertamanan dan penerangan jalan adalah keterbatasan jumlah ruang terbuka di perkotaan.go. Keluarga Berumah Tidak Tahun Layak 1. Sedangkan transportasi darat dalam pelayanan transportasi khususnya pelayanan angkutan umum yang terdaftar di Kabupaten Jepara terdiri dari beberapa trayek. terbatasnya titik penerangan jalan umum dan pemeliharaan oleh masyarakat. pasar swalayan 1 buah. Berdasar hal tersebut lima tahun kedepan perlu dipikirkan keberadaan terminal dan sub terminal baru di wilayah pengembangan.5% per tahun. Kondisi pasar tradisionil di Kabupaten Jepara masih didominasi oleh pasar tradisionil. 2005 7. menyebabkan munculnya terminal-terminal bayangan.156 m2.095 3.id . Tabel 2.djpp.224 5.2 Pasar Sarana perdagangan yang ada di Kabupaten Jepara pada tahun 2006 ditunjukkan berkut : pasar tradisionil 21 buah. 2003 7. Angkota dan Angkudes Trayek No 1.3 Jaringan Transportasi Panjang jalan di Kabupaten Jepara sampai tahun 2006 cenderung tetap. 2. pasar grosir 1 buah dan mini market 18 buah. tahun 1995 sebanyak 343 titik dan pada tahun 2005 sebanyak 1. 61 62 www.5.264 titik atau rata-rata mengalami peningkatan sebesar 2. Dari panjang jalan tersebut terdiri dari Jjalan Negara. 3.69% tiap tahun. Untuk trayek Angkota dan Angkudes cenderung mengalami peningkatan dan diharapkan pelayanan angkutan umum semakin optimal. Hal ini dikarenakan dalam kurun waktu lima tahun mendatang akan lebih banyak muncul pasar-pasar modern baru. 2006* 7. apabila tahun 1995 seluas 6. Jalan Provinsi dan Jalan Kabupaten atau lokal.Tabel 2. Penerangan jalan umum tersebar di seluruh wilayah. 2006 seyogyanya di Kabupaten Jepara diperlukan suatu regulasi yang mengatur keberdaan pasar modern.depkumham. 2006 Pesatnya keramaian wilayah tertentu di Kabupaten Jepara akibat dari adanya proyek-proyek besar yang kontinuitasnya lama.40 Perkembangan Keluarga Berumah Tidak Layak No.41a Trayek dan Armada. Klasifikasi tersebut sesuai dengan kewenangan penanganannya.984 2. 4. dalam penanganan keberadaan pasar tradisionil yang mulai terdesak oleh pasar modern (supermarket. tahun 2005 sudah mencapai 38. yang meliputi AKAP. 2004 7. mengalami peningkatan rata-rata sebesar 51. 2002 6. 2.446 Sumber: Badan Kesbanglinmas Kabupaten Jepara.200 m2. AKDP maupun Angkutan Perkotaan (Angkota) dan Angkutan Pedesaan (Angkudes). 5.

68 7.40 129.40 129.00 7. tahun 2001 sebanyak 11. No.41c Kunjungan Kapal dan Produksi Angkutan No.depkumham.21 km.62 810. Tanah Jumlah Kondisi Jalan 1. baik untuk keperluan rumah tangga ataupun non rumah tangga.68 7. 4. 4 pelabuhan khusus (nasional) dan 2 buah kapal penyeberangan.118 pelanggan.djpp. Volume air PDAM yang disalurkan juga mengalami peningkatan.16 5. 2006 Permasalahan pokok transportasi dan telekomunikasi adalah masih banyak jalan dalam kondisi belum baik dan penurunan kualitas jalan.68 km.43 17. 2.62 728. Kerikir 3.356.589 ton.92 17. Jumlah pelanggan PDAM mengalami peningkatan.22 km. panjang jalan Kabupaten 703. Baik 2.00 17.05 Kelas Jalan 1.150 m3. Tabel 2. rusak 28.78 35.850 3.91 728. 2006 Transportasi laut di Kabupaten Jepara ditunjang keberadaannya dengan adanya 2 pelabuhan laut (regional). yaitu belum meratanya sistem jaringan air bersih dan masih minimnya kapasitas air bersih.577 pelanggan tahun 2006 (angka sementara).093. tahun 2001 kunjungan kapal sebanyak 470.358 Ket. mengingat air bersih merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi masyarakat.52 km.68 km. Aspal 2. diketahui jalan baik 570. 5.85 810.62 702.68 7. Tabel 2.69 728.22 703. menjadi 18. sedang 74.850 ton.62 729. 3.798 1.4 Jaringan Air Bersih Kebutuhan air bersih pada masa mendatang harus menjadi perhatian Kabupaten Jepara.095 1.26 105.152 2.619 274 39.41b Panjang dan Kondisi Jalan Tahun 2002 2003 2004 2005 675.328 orang dan barang 2. Pelabuhan Jepara sebagai bagian dari pelabuhan laut Indonesia dalam kerangka negara maritim merupakan garda depan yang harus dibenahi untuk meningkatkan pengelolaan potensi laut dan lingkungan sekitarnya. berdasarkan kondisi jalan.843 2.28 27.00 7.626 2.983 m3 tahun 2006 (angka sementara) Data tersebut menunjukkan bahwa semakin lama tingkat kebutuhan akan air bersih dari PDAM semakin meningkat.90 87. Permasalahan klasik yang dihadapi berkaitan dengan air bersih adalah masih rendahnya kinerja pelayanan air bersih. menjadi 4. berdasarkan kondisi jalan.3 703.43 17.308 2.77 703.105 orang.328 2.28 27. TAHUN 2002 2003 2004 2005 2006 KUNJUNGAN KAPAL 483 491 561 582 591 PRODUKSI ANGKUTAN Penumpang Barang Kendaraan (orang) (ton) R-2 R-4 33.088 922 42.Kondisi prasarana jalan tahun 2001.31 km. penumpang 42. Pada tahun 2006 panjang jalan menjadi 703. Kondisi 2006 785. 1.21 28.26 km.52 80.73 kapal menjadi 621.69 574.73 615. Kondisi transportasi laut menunjukkan adanya peningkatan aktifitas pelayaran yang direpresentasikan pada tingkat kunjungan kapal serta produktifitas angkutan orang dan barang yang mengalami peningkatan.00 20.id .801 2. barang 2. tahun 2001 sebanyak 3.05 623.547 203 33. sedang 105.30 570.5. Sedang 3. penumpang 35. 2. dan rusak 5. Permasalahan pokok air bersih adalah masih banyak penduduk atau rumah tangga yang belum Sumber: Sistem Informasi Profil Daerah Kabupaten Jepara.18 728. diketahui jalan baik 623. Rusak Jumlah Sumber: Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara.763 1. 2 pelabuhan penyeberangan (lokal).85 km.3 703.095 365 40.go.91 728.30 574. terbatasnya prasarana dan sarana perhubungan.803 2. pada tahun 2006 jumlah kunjungan 63 64 www.

702 8. Tabel 2.702 b.118 3. Sekunder 827. Tahun 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Sumber: Jepara Dalam Angka 2001-2005 2.853 2.090 827. Primer 8.853 2.5.5 m3. tahun 2006 menjadi 713. 4.702 8.573. Permasalahan persampahan adalah masih rendahnya cakupan pelayanan persampahan dan bertambahnya volume sampah yang didaur ulang serta belum optimalnya tingkat kesadaran masyarakat tentang kebersihan. 3.djpp. Fungsi irigasi sangat diperlukan mengingat untuk menunjang penyediaan bahan pangan. dari tahun ke tahun mengalami kenaikan sejalan dengan makin bertambahnya aktivitas masyarakat.090 827.5 Jaringan Irigasi Lahan pertanian yang masih cukup luas di Kabupaten Jepara. 1.41 Luas Sawah.700 4.depkumham. perlu dukungan pengairan yang baik.702 8.749 3.008 5.mendapatkan air bersih.5.090 3. tahun 2006 menjadi 569. Irigasi ½ teknis 12.000 17. Bangunan Air dan Sungai TAHUN Jenis Data 2001 2002 2003 2004 2005 Luas sawah irigasi : 1.855.067.41 Banyaknya Pelanggan Air Bersih Jumlah Pelanggan Air yang Disalurkan (m3) 11.213 4.709 12. Permanen 260 260 260 260 260 b.660 8.000 12. Volume sampah padat tahun 2001 sebesar 175.749 3.391 2. 65 66 www. 5.000 18.000 14.360.660 2.725 12. 2.702 8. Bronjong 114 114 127 137 137 c. irigasi sederhana Bangunan Air : 1. Bendung a.6 Persampahan Volume sampah. Rumpon 272 272 269 259 259 2. Saluran a. Jumlah sampah terangkut ke TPA tahun 2002 sebesar 165.473 2.go.628 8. Hal inim menjadi tanggung jawab Pemerintah dan Pemerintah Daerah untuk menjamin hak setiap orang dalam mendapatkan air minum sebagai kebutuhan pokok minimal sehari-hari guna memenuhi kehidupan yang sehat dan bersih.000 15. Tabel 2.577 5.597. Bangunan Lainnya 480 487 495 495 495 Sungai 38 38 38 38 38 Sumber: Dinas PU.749 12.630 8.000 No. baik sampah cair maupun sampah padat.625 8.090 827. Jepara 2006 2.id .810 12. Irigasi Teknis 8.090 827.114.487 2.5 m3.05 m3. 6.3 m3.

Tabel 2. Lima tahun terakhir menunjukkan kebutuhan jaringan listrik bagi masyarakat Kabupaten Jepara meningkat tajam dari tahun ke tahun.260 182.43 Banyaknya Pelanggan Listrik PLN Jumlah Daya Kwh No.580.428 239. 3. dengan memperhatikan prinsip demokrasi.6.124 2.315.879. 2. berupa kewenangan yang lebih besar untuk mengelola pembangunan secara mandiri dan demokratis.5 2. menuntut penyediaan kebutuhan listrik yang sangat besar. pada pemerintahan daerah juga memberi penegasan fungsi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang merupakan badan legislatif daerah.443 4 2005 2006* 619. 1.162 Sumber: Jepara Dalam Angka 2002-2006 2. Tujuan pemberian otonomi yang luas kepada daerah diarahkan untuk terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan. keistimewaan dan kekhususan serta potensi dan keanekaragaman daerah dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.838.531. Tahun Pelanggan Tersambung Terjual 1.5 165. 2006 92. Disamping itu melalui pelaksanaan otonomi luas.139 150.290 133.471.1 Aparatur Pemerintahan Otonomi menuntut aparatur Pemerintah Daerah untuk lebih profesional dan mandiri dalam penyelenggaraan pemerintahan. 2. Hal ini menandakan adanya pertambahan pemasangan. baik bagi perumahan.3 3. sehingga check and balances dapat diterapkan menuju ke tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). transparansi dan partisipasi yang bermuara pada perwujudan pelayanan masyarakat.523.depkumham.670 5. 2002 121.id . Adanya ketegasan fungsi dari kedua lembaga ini sangat bermanfaat bagi proses demokratisasi dalam penyelenggaraan sistem pemerintahan.go.457 137. 2004 85. Tabel 2. 2006 2. pemberdayaan dan peran serta masyarakat.653. pemerataan dan keadilan.116 3.5.5 1.026 4 Tahun 2004 528 422.143 3. 2003 82. perkantoran maupun industri.310 200. Jangkauan pelayanan listrik hingga tahun 2006 telah mencakup 197 desa atau 100 persen wilayah telah terlayani.605 4. pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan. 2005 88.847 138.42 Perkembangan Persampahan No. Dengan kata lain tujuan yang diharapkan dari pelaksanaan otonomi adalah mewujudkan Good Governance penyelenggaraan pemerintahan dengan tiga pilar utamanya yaitu demokratisasi.djpp.3 4 4 Sumber: DKPPK Kabupaten Jepara. Selain aparatur Pemerintah Daerah (eksekutif).6 PEMERINTAHAN UMUM Berlakunya otonomi daerah memberi peluang Kabupaten Jepara. Kondisi Volume sampah/hari (m ) Sampah terangkut (m3) Daerah pelayanan (Ha) TPA (buah) 3 2002 175.05 502 569.5 713. daerah diharapkan mampu meningkatkan daya saing.744.538 272. 4.170 4 2003 205 185 2.778 237.318.701.7 Jaringan Listrik Kemajuan pembangunan segala bidang di Kabupaten Jepara. 67 68 www.

dengan jumlah perangkat daerah sebagai berikut: Tabel 2.go.367 5. dan bertanggungjawab.460 1. Data Pegawai 2002 2003 2004 1. dinamis. 6. Dalam pelayanan publik ini harus disesuaikan dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang telah ditetapkan. 2004 12 173 4.416 2. Dinas 13 3.313 1.6.400 2.djpp. 2. Badan 5 4. Pegawai Non PNS 16 29 1.540 5.4 Pelayanan Publik Pembangunan daerah merupakan usaha mengembangkan dan memperkuat pemerintahan daerah dalam rangka makin mantapnya otonomi daerah yang nyata.918 145 1. 7. Kantor 3 5.Tabel 2. 3.574 5.029 • Golongan I 439 439 179 2.166 • Golongan III 5. Kelurahan 11 7. 2006 2. 8.3 Produk Hukum Daerah Program legislasi daerah yaitu peraturan daerah yang diterbitkan selama lima tahun menunjukkan angka yang fluktuatif tiap tahunnya. Tabel 2.816 109 2. 2002 17 265 2.147 Sumber: Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Jepara.520 5. Tabel 2.45 SOTK Pemerintah Kabupaten Jepara Perangkat No. Kecamatan 14 6. Jumlah Daerah 1.2 Kelembagaan Sampai saat ini kelembagaan yang ada di Kabupaten Jepara masih mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2003.46 Jumlah Produk Hukum Daerah No. Tahun Perda Perbup SK Bup 1. belum disesuaikan dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004. 5. Desa 183 Sumber: Setda Bagian Hukum Pemkab Jepara. Tabel berikut ini adalah produk Perda dan Perbup yang diterbitkan dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2005.6. serasi.895 2006 1. 4. Setda dan Sekwan 2 2.id .44 Jumlah PNS dan Pegawai Non PNS Tahun No.6.depkumham. URAIAN Ijin Gangguan / HO Surat Ijin Usaha Perdagangan Tanda Daftar Perusahaan IUI dan Perluasan Ijin Mendirikan Bangunan Ijin Reklame Ijin Usaha Angkutan Ijin Peruntukan Penggunaan Tanah Pemda Ijin Perubahan Tanah Pertanian Ke Non Pertanian 2003 545 570 284 124 342 588 83 0 3 Tahun 2004 605 745 752 292 670 205 107 102 7 2005 1198 1347 1351 339 1157 234 318 249 4 Sumber: Setda Bagian Hukum Pemkab Jepara. 2003 15 236 3.221 • Golongan II 2.47 Capaian Pelayanan Perijinan NO 1. PNS • Golongan IV 416 416 1. 9. 2005 69 70 www. Berdasarkan hal tersebut pelayanan publik yang dilakukan harus dalam kerangka menuju kepuasan masyarakat.596 2005 1. Sedangkan Peraturan Bupati dua tahun terakhir menjukkan angka kenaikan. 2005 9 16 165 2. 2006 2.

5. Berdasarkan data diketahui bahwa situasi politik pada saat pemilu relatif aman terkendali.520. 19 bidang pada tahun 2004 dan 58 bidang pada tahun 2005.id . 71 72 www. Tahun Obrik Tindak Setoran ke Temuan (LHP) Lanjut Negara 1.43%.250.093. 4. 57 bidang pada tahun 2002.6 Aset Daerah Pengelolaan aset atau barang daerah.6.go. pada tahun 2004 jumlah pemilih terdaftar sebanyak 733. 2004 144 437 441 318. 130. 23 bidang pada tahun 2003.049. Tabel 2.004.245 (2001) menjadi Rp. 2002 144 650 650 109. 2.020 orang sedangkan jumlah pencoblos sebanyak 537. Permasalahannya adalah belum optimalnya pendataan dan pengelolaan aset daerah yang dilindungi dengan status hak kepemilikan yang sah. 2001 144 456 456 130. 2005 No 1. sedangkan pada tahun 2005 dari 108 obyek pemeriksaan ditemukan 500 temuan. yang ditunjukkan 2. Ijin Lokasi Ijin Usaha Pariwisata 8 37 2 8 5 4 Sumber: Kantor Yantap Kabupaten Jepara. 2. Pemilu 2004 sebanyak 24 Parpol.6. 3.48 Perkembangan Pemeriksaan Fungsional Jenis Data No.510 (2005).252 3.479 pada tahun 2006.945. 2. Jumlah pemilih terdaftar tahun 1999 sebanyak 570.510 Sumber: Bawasda Kabupaten Jepara. kondisi ini berdampak pada terciptanya peluang setiap komponen masyarakat terlibat dalam penciptaan situasi dan kondisi yang kondusif. 2006 Upaya pengamanan aset tidak bergerak yang berupa tanah baru mulai dilaksanakan pada tahun 2000 sebanyak 23 bidang tanah.5 Pengawasan Jumlah temuan selama tahun 2001 sampai dengan 2005 terus menunjukkan peningkatan. sehingga secara keseluruhan aset yang berupa tanah dan bangunan yang telah bersertifikat baru mencapai 191 bidang. atau dengan tingkat partisipasi sebesar 94. 2006 Tabel 2.245 2. 11. Sedangkan aset tidak bergerak pada tahun 2004 sebanyak 7. atau dengan tingkat partisipasi sebesar 76. Jumlah partai politik peserta Pemilu 1997 sebanyak 3 Parpol.139 5. Pada tahun 2001 dari 144 obyek pemeriksaan ditemukan 456 temuan.djpp.609 orang.115 4.10.415 orang. sedangkan jumlah pencoblos sebanyak 560.6. Kondisi ini menunjukkan kinerja aparat pengawasan yang semakin meningkat seiring dengan upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN.854 orang. 2005 108 500 500 271. yang kemudian berturut-turut sebanyak 11 bidang pada tahun 2001. Permasalahan bidang pengawasan adalah meningkatnya jumlah temuan yang mengakibatkan kerugian pada negara.49 Perkembangan Aset Bergerak dan Tidak Bergerak Tahun Jenis Data 2001 2002 2003 Roda 2 51 51 43 Roda 4 12 12 20 Meja 18 10 10 Kursi 18 10 10 Sertifikat tanah Pemda & Wakaf 11 57 23 2004 81 14 30 30 19 2005 50 11 79 80 58 Sumber: Bagian Umum dan Pemerintahan Setda Kabupaten Jepara. untuk aset bergerak pada tahun 2004 sebanyak 6.25 unit naik menjadi 7.109.109.089 unit pada tahun 2006.016 m² naik menjadi 8.093. 271.depkumham. Uang negara yang berhasil diselamatkan kembali juga meningkat dari sejumlah Rp.7 Politik Kabupaten Jepara terkenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi keragaman.35%. 2003 144 476 476 197. Pemilu 1999 sebanyak 48 Parpol.

427 pada tahun 2005. Jumlah media cetak yang beredar di Kabupaten Jepara tahun 2004 sebanyak 8 buah. tahun 2005 mencapai 5. Jumlah media penyiaran (radio) cenderung tetap. Cakupan infrastruktur Kabupaten yang masih terbatas. 5. Potensi sumberdaya alam dan kelautan belum dikelola secara optimal. Permasalahan politik lokal adalah menurunnya tingkat partisipasi politik masyarakat.8 Perpustakaan. 73 74 www. Teknologi informasi dan komunikasi internal Pemerintah Kabupaten Jepara yang telah digunakan adalah jaringan intranet maupun internet sebagai bagian dari pengembangan e-government yang menghubungkan semua unit pemerintah. 8. 4. Permasalahan terkait dengan perpustakaan. Jumlah pelanggaran ketertiban oleh Pedagang Kaki Lima. atau mengalami kenaikan rata-rata 8.297 buah. Kurang optimalnya kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. 3. informasi dan komunikasi adalah belum berkembangnya perpustakaan daerah. 2. Informasi dan Komunikasi Jumlah koleksi buku di Perpustakaan Daerah pada tahun 2004 mencapai 3. 7. Sehingga isu-isu pembangunan yang faktual tersebut akan menentukan agenda aktual kebijakan.9 Ketertiban dan Keamanan Jumlah konflik di masyarakat mengalami kenaikan pada tahun 2004. Jumlah arsip dinamis in-aktif tahun 2001 berjumlah 2. 10. dijadikan dasar dalam mengidentifikasi isu-isu strategis pembangunan Kabupaten Jepara dalam menghadapi permasalahan dan tantangan pembangunan lima tahun ke depan. Belum terwujudnya tata kelola kepemerintahan yang baik (good governance) dan pemerintahan yang bersih (clean government). Jumlah anggota sebanyak 1. Belum optimalnya relevansi dan kualitas pelayanan pendidikan. data. jumlah pengunjung meningkat dari 22.dengan menurunnya partisipasi politik masyarakat pada Pemilu.260 (2001) menjadi 39. 6. 2.go.6. dan belum optimalnya fungsi penegakan hukum.7 ISU-ISU PEMBANGUNAN Gambaran umum atau potret kondisi daerah yang telah diuraikan sebelumnya.300 orang. Masih kurangnya lapangan kerja dan masih banyaknya pengangguran. sasaran serta program dan kegiatan pembangunan yang akan digulirkan selama kurun waktu lima tahun mendatang. Data. 2. Berdasarkan hal di atas isu-isu strategis pembangunan Kabupaten Jepara antara lain adalah : 1. masih rendahnya kesadaran hukum masyarakat. Permasalahan ketertiban dan keamanan adalah adanya konflik akibat proses demokratisasi. tahun 2005 menjadi 11 buah.463 buah.id . Masih tingginya penyandang masalah kesejahteraan sosial. Masih rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan belum optimalnya peran BUMD. 5 buah. sasaran dan program pembangunan Kabupaten Jepara juga harus menampung berbagai sasaran dalam Millenium Development Goals (MDGs) yang merupakan komitmen Pemerintah Indonesia pada dunia internasional.6. kurangnya kepedulian dan pemahaman pentingya arsip. meningkat dari 170 kasus (2000) menjadi 450 kasus (2005).422 buah.391 orang pada tahun 2005.9% per tahun. 2. menjadi 7. Sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). terutama menjelang pelaksanaan Pemilu ataupun Pilkada.depkumham. Belum mantapnya kondisi perekonomian daerah. Masih rendahnya daya saing produk lokal dalam persaingan pasar nasional dan global. masih terbatasnya aplikasi sistem informasi dan komunikasi pada satuan kerja (terutama yang jauh lokasinya dari pusat kota). 9. tahun 1995 sebanyak 7.788 (2005).104 pada tahun 1999 meningkat menjadi 28.djpp. Jumlah personil Hansip (Linmas) mengalami peningkatan.

melalui peningkatan kualitas 75 76 www.djpp. BAB III VISI DAN MISI Dalam rangka meningkatkan dan/atau mempertahankan kinerja pembangunan menghadapi perkembangan perubahan lingkungan strategis yang sangat dinamis serta faktor-faktor berpengaruh yang berubah dengan cepat dan sering tidak terduga. aman.1 VISI Berbekal pada potensi dan kondisi strategis yang dimiliki. sebagai berikut: “Terwujudnya Kabupaten Jepara sebagai daerah yang religius.11. 12. maka diwujudkan visi dan misi berbasis pada analisis lingkungan strategis dan isu-isu strategis. diharapkan visi Kabupaten Jepara sebagai pemicu bagi seluruh komponen masyarakat (stakeholders) untuk terus bekerja keras membangun daerah dalam rangka untuk mencapai visi yang dicita-citakan. 13.go.id . maju. Belum optimalnya pengelolaan tata ruang dan lingkungan hidup. demokratis dan sejahtera dengan bertumpu pada potensi budaya lokal. Pemberdayaan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah belum optimal. maka Kabupaten Jepara menetapkan visi lima tahun kedepan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012. demokratis dan sejahtera yang kelimanya tidak dapat dipisahkan serta merupakan rangkaian proses bersama yang bertumpu pada potensi budaya lokal. Seperti moto Kabupaten Jepara yaitu “Trus Karya Tataning Bumi” yang artinya terus bekerja keras membangun daerah. Belum optimalnya pengelolaan dan pemanfaatan potensi Kepulauan Karimunjawa. maju. melalui peningkatan kualitas sumber daya yang terlayani oleh pemerintahan yang bersih” Secara komprehensif perwujudan visi tersebut menggambarkan harapan yang dicita-citakan kedepan oleh segenap komponen masyarakat Kabupaten Jepara yaitu menjadikan Jepara yang religius. aman. 3.depkumham.

masyarakat dapat berekspresi menggunakan haknya. Sejahtera. sehingga kehidupan dalam masyarakat terlihat tentram dan damai. Potensi budaya lokal. masyarakat dapat merasakan pelayanan dasar yang layak sesuai dengan kebutuhannya.sumber daya dan pemerintahan yang bersih. kondisi dan sikap masyarakat yang menjunjung tinggi nilai agama. ditunjukkan dengan penyelenggaraan yang transparan. bermoral. Adanya pengertian tersebut diharapkan akan mendukung terselenggaranya kehidupan masyarakat Jepara yang lebih baik. suatu daerah yang didukung dengan tersedianya kebutuhan sarana prasarana dan utilitas yang memadai disemua wilayah. sumberdaya alam mapun sumber daya buatan) merupakan tuntutan dasar dalam mendukung pembangunan daerah. merupakan suasana yang kondusif dalam kehidupan masyarakat. dalam rangka untuk mendapatkan kesamaan persepsi tentang makna filosofisi visi di atas maka perlu dirumuskan pengertian dari beberapa kata kunci berikut ini. masyarakat memiliki landasan yang kokoh dan berorientasi pada kearifan lokal dalam pembangunan dan memiliki kebanggaan terhadap daerahnya. sehingga merasa nyaman untuk berusaha dan melakukan aktivitas. moral dan etika yang didukung oleh imtaq dan iptek. sehingga perkembangan wilayah satu dengan lainnya tidak akan tertinggal. bermoral.depkumham. Membangun ekonomi kerakyatan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya. berbudaya serta mempunyai rasa toleransi antar dan intern umat beragama. Misi yang dirumuskan untuk mengemban pencapaian visi selama lima tahun yang akan datang adalah sebagai berikut: 1. 2.2 MISI Selanjutnya visi tersebut dijabarkan dalam misi yang pada hakekatnya di arahkan untuk mendukung terwujudnya visi lima tahun kedepan. Maju. kondisi sumber daya yang baik (sumberdaya manusia. yaitu: • • • haknya. dengan • • • • • Religius.go. karena kita bersama-sama menyadari bahwa manusia merupakan faktor paling determinan bagi berhasil tidaknya proses pembangunan dilaksanakan. Misi pertama difokuskan pada peningkatan kualitas manusia yang agamis. saling menghargai dan punya tanggung jawab terhadap daerahnya. partisipatif dan akuntabel serta berorientasi pada kepuasan masyarakat. saling menghargai dan punya tanggung jawab sosial. Demokratis. beretika dan berbudaya.id . Selanjutnya. Pemerintahan yang bersih. beretika. Mewujudkan masyarakat yang rukun dalam melaksanakan hak dan kewajibannya dengan nyaman. Kualitas sumberdaya. dengan tujuan agar tercipta kesinambungan arah pembangunan yang diinginkan. Mewujudkan masyarakat yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. serta dapat memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani dengan tetap mengedepankan kearifan budaya lokal dan dukungan kualitas sumber daya yang ada dalam kondisi pemerintahan yang bersih. Misi kedua terfokus pada pelestarian kultur daerah yang selaras dalam menajalankan hak dan kewajiban. Berdasar hal diatas visi tersebut mengandung filosofi bahwa Jepara merupakan daerah dengan masyarakat yang maju serta menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan supremasi hukum.djpp. 3. Aman. didukung suasana warga masyarakat yang dapat berekspresi menggunakan 77 78 www. 3.

Misi ketiga merupakan salah satu upaya untuk meningkatan kesejahteraan dengan jalan meningkatkan pendapatan masyarakat. 5. pelayanan kesehatan dan penanganan kesejahteraan sangat penting dilakukan. kolusi dan nepotisme (KKN) untuk menciptakan good governance dan clean government.djpp. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan pelayanan.go. Meningkatkan kualitas sumber daya aparatur melalui profesionalisme aparatur yang bebas korupsi. dengan lebih memberi kemudahan dan layanan yang memadai untuk mendapatkannya. 79 80 www. aspiratif dan partisipatif serta selalu menerapkan prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik dengan dukungan masyarakat. 4.id . Untuk itu perbaikan penyelenggaraan pendidikan. pendidikan. Sehingga potensi pertanian dan industri pengolahan merupakan sumber daya yang perlu dikelola secara berkesinambungan sebagai salah satu pilar kesejahteraan masyarakat. Untuk itu upaya pengembangan ekonomi yang berbasis kerakyatan harus dijaga karena telah terbukti bahwa hanya perekonomian yang berbasis kerakyatan yang mampu tetap eksis walau diterjang badai krisis. Misi keempat difokuskan pada ketetapan menjadikan Jepara sebagai hunian yang nyaman. karena SDM merupakan modal dasar pembangunan yang harus terus menerus ditingkatkan kualitasnya.depkumham. 6. untuk itu perlu didukung susana wilayah yang kondusif. penciptaan pemerintahan yang demokratis. derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ketertiban dan keamanan lingkungan masyarakat merupakan prasyarat bagi terciptanya suasana tersebut. Misi kelima adalah merupakan tugas luhur dan mulia untuk menyiapkan generasi mendatang yang lebih baik. Menciptakan iklim yang kondusif bagi berkembangnya demokratisasi dalam kehidupan bermasyarakat. Misi keenam difokuskan pada optimalisasi pelaksanaan otonomi ditujukan untuk mewujudkan good governance dan clean government melalui pemberdayaan aparatur pemerintah. Oleh karenanya antar anggota masyarakat saling menghargai satu sama lain dan tidak mengedepankan kepentingannya sendiri.

Bina Manusia pada strategi penguatan masyarakat dan strategi pengembangan sumber daya manusia.3 Strategi Dinamika Yang Terkendali Strategi ini digunakan untuk mendukung pelaksanaan misi keempat. serta mendorong kemampuan Strategi ini untuk mendukung misi kelima. Dengan kelima strategi pembangunan daerah berikut ini diharapkan akan tercipta keterpaduan antara membangun manusia.depkumham. budaya dan agama. 3.1. Strategi pertumbuhan dilakukan dengan memfasilitasi dan mendorong masyarakat dan dunia usaha dalam setiap usaha dengan harapan dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi secara luas. maka strategi pembangunan daerah yang dilakukan terwujud dalam konsep “Tri Bina” yang terdiri dari: 1. 4.1. menciptakan lapangan kerja dan kesempatan berusaha pada bidang-bidang yang menjadi unggulan daerah. 4. Bina Lingkungan pada strategi optimalisasi aparatur dan strategi dinamika yang terkendali.4 Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia Strategi ini digunakan untuk mendukung misi pertama dan kedua. sehingga merupakan pondasi yang kokoh bagi program pembangunan Kabupaten Jepara ditengah terpaan perubahan yang akan terjadi lima tahun kedepan. kesejahteraan dan lingkungan dapat berlangsung secara sinergis dan kokoh. sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perwujudan perekonomian daerah yang kuat dan berkeadilan.1 Strategi Penguatan Masyarakat masyarakat dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat yang heterogen. 4. Konsep “Tri Bina” juga mampu menggambarkan hubungan sinergis diantara pemangku kepentingan pembangunan. 4. dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat.go. Dinamika yang terkendali dimaksudkan agar terdapat ruang yang cukup bagi tumbuh dan berkembangnya dinamika pembangunan dari dan oleh berbagai elemen masyarakat dalam kerangka hukum. 2. Strategi ini bertujuan memantapkan kehidupan beragama melalui pengembangan kegiatan kehidupan beragama dan peningkatan kerukunan beragama. Memperhatikan pada keenam misi yang ada.1.id . 81 82 www.1.2 Strategi Pertumbuhan Usaha Strategi pertumbuhan digunakan untuk melaksanakan misi ketiga. maka perlu dirumuskan strategi yang dapat mendukung kebijakan dan sasaran pembangunan yang akan dicapai.BAB IV STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH 4.djpp.1 STRATEGI PEMBANGUNAN KABUPATEN JEPARA Dalam rangka pencapaian visi dan misi jangka menengah Kabupaten Jepara. Peningkatan kualitas dan pemberdayaan sumber daya manusia dimaksudkan untuk mewujudkan pemberdayaan sumber daya manusia sesuai peran dan fungsinya dalam kelompok masyarakat dan lembaga pemerintah melalui perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan kesehatan terutama bagi masyarakat miskin serta kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraannya. Bina Usaha pada strategi pertumbuhan.

6. fasilitas umum dan kebutuhan pelayanan dasar lainnya. 8. 83 84 www. Faktor-faktor kunci dan asumsi keberhasilan pembangunan tersebut adalah: 1. Meningkatnya responsivitas. terkait kebijakan hingga operasional dalam pengembangan Kepulauan Karimunjawa. Strategi ini menonjolkan peran SDM aparatur pemerintah pada percepatan pencapaian tujuan penyelenggaraan pemerintahan pada setiap fungsi sesuai kewenangan daerah dalam upaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan untuk antisipasi terhadap perkembangan lingkungan global.4. serta untuk mewujudkan good governance. 3.1.2 FAKTOR-FAKTOR KUNCI DAN ASUMSI KEBERHASILAN Dalam rangka menunjang perwujudan visi dan misi serta melaksanakan strategi pembangunan Kabupaten Jepara. Adanya konsistensi kebijakan pemerintah yang berpihak pada masyarakat. Semakin jelasnya pembagian kewenangan penggalian sumbersumber pendapatan daerah dan komitmen pada pembangunan perekonomian daerah. Terbangunnya jejaring pengembangan dan ekspansi produk lokal pada pasar global. maka diperlukan faktor-faktor kunci dan asumsi keberhasilan pembangunan.djpp.id . Konsistensi komitmen dalam prioritas peningkatan pembangunan pendidikan. Semakin baiknya kondisi pertumbuhan makro dan mikro ekonomi daerah. kesehatan.5 Strategi Optimalisasi Aparatur 9. 7.depkumham.go. khusunya kelompok yang kurang beruntung. responsibilitas. Strategi ini untuk melaksanakan misi keenam. 4. 4. Adanya perangkat hukum dan upaya hukum yang tegas dibidang tata ruang dan lingkungan hidup. Adanya pemanfaatan dan pemeliharaan kondisi sumber daya alam dan kelautan secara bertanggung jawab. 10. 2. Adanya situasi dan kondisi daerah yang kondusif bagi pelaksanaan pembangunan. Adanya dukungan dan komitmen utuh segenap stakeholders. 5. dan akuntabilitas aparatur penyelenggara pemerintahan.

pada tahun 2006 atau mengalami kenaikan sebesar 14. Proyeksi APBD Kabupaten Jepara 2007-2012 menunjukkan bahwa APBD Kabupaten Jepara tahun 2012 akan menjadi sebesar Rp.djpp. Dalam rangka memperkuat pelaksanaan otonomi daerah.tahun 2003 naik menjadi Rp. Dari proyeksi APBD tersebut. Kebijakan yang secara nyata dapat meningkatkan mutu sumber daya manusia.025 trilyun.005. hal tersebut tentu akan berpengaruh juga pada kemampuan pembiayaan pembangunan daerah. masih besar ketergantungannya terhadap dana perimbangan dari Pemerintah Pusat. 374. sumber dan penggunaan pembiayaan untuk periode lima tahun kedepan. yaitu: 1. Berdasarkan hal tersebut di atas maka prospek ekonomi Kabupaten Jepara dalam kurun waktu lima tahun kedepan diprediksi mengalami perkembangan yang cukup cerah dan signifikan.go. 5. agar pembiayaan pembangunan daerah dapat dilaksanakan secara optimal maka diperlukan suatu arah kebijakan keuangan yang tepat. Dana Perimbangan dan Pendapatan Lain-lain yang Sah. Kebijakan keuangan daerah untuk RPJMD berlandaskan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah yang pelaksanaannya berpedoman kepada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.id . agar tercipta stabilitas ekonomi dan daerah. Kebijakan yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi.1 ARAH PENGELOLAAN PENDAPATAN DAERAH Dalam struktur anggaran pada pemerintah daerah terdapat tiga pos Pendapatan daerah yang merupakan sumber keuangan daerah. 7..129. Kebijakan yang secara nyata akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). 558. 2. Berdasarkan regulasi tersebut dokumen RPJMD memuat kebijakan pendapatan daerah. Kebijakan yang dapat mendorong penyerapan tenaga kerja setempat. Sehingga perlu ditetapkan faktor-faktor yang mendasari dalam menentukan kebijakan keuangan daerah.000. alokasi belanja daerah.39% dari tahun sebelumnya (2005).120. Kebijakan yang dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat.000. 1. serta disertai proyeksi pendapatan daerah.BAB V ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH 4.depkumham. Namun umumnya sebagian besar pemerintah daerah di Indonesia dari sisi pendapatannya. 5. 3. maka Kabupaten Jepara lima tahun 85 86 www.385. belanja daerah dan pembiayaan. Kebijakan yang berhubungan dengan tumpuan hajat hidup sebagian besar masyarakat. Kebijakan yang ditujukan untuk mengatasi masalah mendesak dan diperlukan oleh masyarakat luas secara langsung. yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah. luas dan bertanggungjawab Kabupaten Jepara memiliki kewenangan dan harus mempunyai kemampuan untuk menggali sumber keuangan sendiri yang didukung oleh perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah. Untuk menyelenggarakan otonomi daerah yang nyata. Sebagai gambaran perkembangan sumber daya keuangan daerah yang direpresentasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menunjukkan bahwa selama empat tahun terakhir telah terjadi peningkatan yang signifikan terhadap kemampuan APBD Kabupaten Jepara dari sebesar Rp. 6.

Komponen yang terbesar adalah Dana Alokasi Umum (DAU).586.680 % PAD/APBD 14.545.782 24. Salah satu yang dapat dijadikan ciri kemampuan daerah adalah melalui perkembangan PAD dalam struktur APBD.785.377 31.884 50.936.579.297 8.000.757.000.021 trilyun.go.000.561 54.745.000 558.djpp.260.954.924.837.000.741 2.872. Perbandingan tahun 2003 dengan 2004 mengalami penurunan.000 403. yang mana untuk menggali potensi pendapatan harus dilakukan secara sistematis dan terarah.967 347. Dengan harapan secara bertahap daerah dapat meningkatkan kemampuan kemandirian keuangan daerah dalam memenuhi pembiayaan pembangunan.295 508.212.703.000.000.266.649.237.740.000 6. maka ratio kemandirian keuangan daerah masih rendah atau rerata per tahun baru menyumbang 12.019.265 23. Pelaksanaan pendapatan daerah selama ini diperoleh baik dari kewenangan yang dimiliki daerah sebagai kewenangan daerah otonom untuk mengelola Pendapatan Asli Daerah maupun kewenangan lain yang bersumber dari ketentuan perundangundangan yang berlaku untuk membiayai penyelenggaraan pembangunan daerah.545.05%.074. 87 88 www.880 308.152.705.954.060.544 12.662 54.000.129 milyar dan diprediksi tahun 2012 mengalami peningkatan menjadi sebesar Rp.445.000. selanjutnya diikuti oleh Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan Provinsi.000.063 27.675 877.000 26.000 30. 31.851 411.660.335.340.391.689. Tabel 5.649.37% 9.000.597. Rp.depkumham.2 Persentase PAD terhadap APBD No.242.946.196.597.000 410.id .950.239. 2.175.824 8.431.000 0 0 0 0 0 359.275.190.167.710 23.355 Sumber: APBD Kabupaten Jepara 2003-2006 288.907.777 0 17.447.237.000 1.662 11.682.493 9.470.499.615 17.356.110.512.425 26.000 16.000 392.683.04% 12.470. Rp.659. 558.149.080.266.248.587 20.871.391. Untuk dapat merealisasikan penerimaan daerah tersebut dalam rangka kemandirian keuangan daerah.594.964.354.167.957 562.702.21%. Oleh karena itu perlu adanya upaya penggalian pendapatan dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki seoptimal mungkin.000.740.318 47.000 19.000 Rp. Perkembangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jepara selama empat tahun terakhir dari tahun 2003 hingga tahun 2006 menunjukkan angka yang fluktuatif.234. PAD 53.455 1.025.120.869 50.209 798.832.766.000 41. 3.408. 4.296. namun dari 2004 sampai 2006 mengalami kenaikan rata-rata sebesar 5.110.234.745.34% 12.212.542 16.000.kedepan akan berupaya untuk menggali potensi pendapatan daerah tanpa harus membebani masyarakat.639. Sedangkan dilihat dari kontribusinya terhadap APBD selama empat tahun terakhir.751 37.000 17.589 248.445 milyar.886.366 21.352.061. Rp.680 11. Rp.539.049. Rp. Tahun 2003 2004 2005 2006 Rp.500. maka kedepan harus direncanakan dengan akurat model intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah dan retribusi daerah serta lain-lain pendapatan yang sah sesuai dengan potensi pungutan.692.176.129.884 10.046 Sumber: APBD Kabupaten Jepara 2003-2006 Perkembangan keseluruhan sumber pendapatan Pemerintah Kabupaten Jepara pada tahun 2006 sebesar Rp.657.196.000 12.000 14. Sedangkan komponen terbesar dari PAD diperoleh dari retribusi daerah sebesar Rp.450.824 47. 1.968.689. Perkembangan yang telah dicapai empat tahun terkahir masih didominasi oleh dana perimbangan terhadap total penerimaan.512.000 276.316. APBD 374.222.502.69% PENDAPATAN 10 Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Bagian Laba Perusahaan Milik Daerah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah 20 Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak / Bagi Hasil Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan dari Propinsi 30 Lain-lain Pendapatan Yang Sah Bantuan Dana Kontinjensi / Penyeimbang dari Pemerintah Dana Darurat JUMLAH PENDAPATAN 53.1 Realisasi Pendapatan Kabupaten Jepara NO 1 URAIAN 2003 2004 2005 2006 Kemampuan kemandirian keuangan daerah merupakan faktor yang esensial dalam mengukur tingkat kemampuan daerah pada pelaksanaan otonomi. Rp.931.220.558 11. Tabel 5.973.000 258.500. 1.704 372.

896.015 47.213.010.060 175.259 145.484.595 1. dan proporsionalitas.763 3.00 80.575 4.477 104.785.738.011. berdasarkan tujuan dan sasaran pembangunan yang ditetapkan.923 147.564 598.370.850.547.535. 04 Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan 05 Belanja Tak Tersangka PELAYA NAN PUBLIK 01 Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang / Jasa Belanja Perjalanan Belanja Pemeliharaan 02 Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang / Jasa Belanja Perjalanan Belanja Pemeliharaan 03 Belanja Modal 04 Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan 05 Belanja Tak Tersangka JUMLA BELANJA H 9.768.100.966.070.go.855.458.050 3.297.872.965 19.887.476 69.687.266.117.100 2.047.734.527.811.943.516.158.109 35. Rp.720.077 1.819.590 19.115.950.041 93.369. Rp.539 3.665.277.310 9.200.800.874.962.260 3.701 7.735 11.353 47.471.416 34.499.646.000 0 7.818.519 Sumber: APBD Kabupaten Jepara 2003-2006 Anggaran Belanja Kabupaten Jepara selama empat tahun terakhir yaitu tahun 2003 hingga 2006 mengalami kenaikan.300.988.397 23.262.106.266.903.842.484.816 172.703.759 65.765.166.400 42.376.990.327. sehingga alokasinya diarahkan guna meningkatkan efisiensi.849 16.351.depkumham.628.925.079.232.320 7.033.782.436.071.846.580 3.722. Belanja daerah terdiri dari belanja aparatur daerah dan belanja pelayanan publik.529 134.847.198 2.968.258.681. Rp.546.365.344.149.458.830 385.594 7.354 55.210 1.269.453.720.547.465 2.770 401.728 2.844.600 521.513 2005 2006 Tahun 2007 2008 2009 2010 2011 2012 Rp.256.893 11.114.348 39.040 7.440 1.708.500.974.062.070 5.423.150.938. Proyeksi 657.859 13. Diolah 27.830.000 12.000 707.250 463.805.021.269.000 943.349 132.720.841.456.601.970.258.079.536.282 32.906.527.071 266.052.555.126.001 14.233.977 277.010 40.283 10.769.110 495.456.699 21.265.947.847.982.000 370.522. efektifitas.042.589.522.915 16.042 7.030.747.368.000 864.091.195.179.556.233 1.563.102. Rp.614.611 3.514.600.586 49.3 Proyeksi Pendapatan Kabupaten Jepara NO Tabel 5.880.685.379.000 1.825 3.006.978.280.278 16.00 539.082.690 55.076.544.570 1.788.548 45.370 6.774.895.2 ARAH PENGELOLAAN BELANJA DAERAH Belanja daerah merupakan pengeluaran untuk kebutuhan dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan dan kepentingan pelaksanaan pembangunan daerah.530 25.611.935.194 146.069.247.598 47.760.605.122. termasuk efisiensi dalam pencapaian keluaran dan hasil tersebut.933.158.140.784 9.720 7.920.716 30.364.500 0 0 269.354.892.062.091.000 3.408.877.393 26.182.876 244.767.372.548 17.468 301.127.538 1.770 5.648.805.955 21.611.391 25.581.4 Realisasi Belanja Kabupaten Jepara URAIAN 2003 100.181.496.134.494 57.387 68.838 2.733.990 157.643.220.737.106.940.451.400.469.208.866.868.877.390.214.679.200 4.692.049.096.198.447 10.957.926. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2004 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dinyatakan bahwa setiap jenis belanja yang dianggarkan harus memperhatikan keterkaitan pendanaan dengan keluaran dan hasil yang diharapkan dari program dan kegiatan yang dianggarkan.405 16.715.981.375.539.300 5.222.536.322 Sumber: APBD Kabupaten Jepara 2003-2006.637.472.000.850.000 34.793 76.211. dimana dari sisi Belanja Daerah telah menunjukkan peranan yang cukup 89 90 www.006 4.000 786.664 892.000 2 BELANJA APARATUR DA ERAH 01 Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Belanja Pemeliharaan 02 Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang / jasa Belanja Perjalanan Belanja Pemeliharaan 03 Belanja modal 123.183.335 1.196.344.888.800 382.324.975.351 2004 118.623.416.500 653.247.068.617.999 1. Rp.553.Tabel 5.249 0.987.051.642 149.570 2.149 14.765.125.619.id .djpp.398.425.

372.500. Pembiayaan terdiri dari pembiayaan penerimaan dan pembiayaan pengeluaran. 539.771.1.026.784.290. Diolah yang mendesak.938. sedangkan pembiayaan pengeluaran dilakukan sebagai konsekuensi kebutuhan Secara umum kebijakan keuangan daerah diarahkan pada peningkatkan kapasitas dan kemandirian kemampuan keuangan daerah disertai dengan efisiensi anggaran yang ditujukan bagi pembiayaan pembangunan. Untuk meningkatkan sumber penerimaan daerah.376. diperkirakan belanja daerah pada tahun 2011 akan meningkat dari Rp. 3.175. menunjukan bahwa belanja daerah lebih besar dari pendapatan daerah.go.527.447.700.401.278.706.408 2003 Rp.7 Belanja dan Pendapatan Kabupaten Jepara Tahun Belanja Pendapatan 2002 Rp.644. Tabel 5.djpp.140. Pada tahun 2003 total belanja daerah Kabupaten Jepara sebesar Rp.344 milyar naik menjadi Rp.234.600. maka diakumulasikan dalam pembiayaan.830 Rp. 2.6 Proyeksi Belanja Kabupaten Jepara Tahun Proyeksi 2007 Rp. 5.387.359.335 Rp. 539.400.depkumham.519 Rp.438. 4.720 milyar (tahun 2006) menjadi Rp.692.300. Untuk menutup defisit anggaran yaitu selisih antara pendapatan dan belanja yang terdiri dari penerimaan dan pengeluaran.000 2010 Rp.679.049.47%.328.720.000. Namun kenaikan belanja daerah pada tahun terakhir naik sangat besar yaitu sekitar 30.000 Sumber: APBD Kabupaten Jepara 2003-2006. 4.720 milyar pada tahun 2006.id . diperlukan langkah-langkah dan arah kebijakan keuangan daerah berikut: 1.562. Dimana kebijakan umum anggaran yang diambil tetap mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.385.330.213.000 2008 Rp. Meningkatkan penyuluhan pada masyarakat untuk kesadaran membayar pajak dan retribusi daerah.322 Rp.000 2011 Rp. 2.015 trilyun pada tahun 2012.411. 5. 1.000 2009 Rp. Menyediakan sarana dan prasarana bagi pemungut penerimaan daerah yang bersifat mobilitas maupun pemberian operasional bagi penerimaan pendapatan.306.539.berarti terhadap pembiayaan pembangunan. Meningkatkan kualitas pelayanan publik pada bidang-bidang yang berhubungan dengan penerimaan daerah.704 2004 Rp.232. Berdasarkan realisasi belanja. Pembiayaan penerimaan merupakan alokasi anggaran yang dilakukan untuk menguatkan struktur pendapatan. Belanja daerah Kabupaten Jepara selama empat tahun terakhir mengalami kenaikan rata-rata 14. Mengoptimalisasikan sumber-sumber pendapatan daerah – khususnya sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah – melalui optimalisasi pendataan dan penerimaan wajib pajak dan restribusi daerah sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Tabel 5.370.015.046 Sumber: Dispenda Kabupaten Jepara Tahun 2006 No 1.334.957 2006 Rp.820.3 KEBIJAKAN UMUM ANGGARAN Berdasar pendapatan daerah dan belanja daerah selama empat tahun terakhir (2003-2006). 370.23%.357.871.770 Rp.861.000 2012 Rp.563. serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengelola 91 92 www.030.851 2005 Rp. 3.502.

penerimaan daerah. membawa perubahan yang mendasar dalam pengelolaan keuangan daerah.id .5. Melakukan upaya koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk untuk lebih mengoptimalkan pendapatan daerah yang bersumber dari APBN dan APBD Provinsi Jawa Tengah guna peningkatan pembangunan sarana prasarana perekonomian dan pelayanan publik. 6. Berlakunya Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Untuk itu kebijakan yang dilakukan untuk meningkatkan dana perimbangan antara lain melalui: 1. Undang-undang tersebut pada prinsipnya untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan sumber daya keuangan daerah dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah. Seiring dengan peningkatan pembangunan tersebut. Melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan yang 93 94 www.go. dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Peninjauan kembali berbagai kebijakan Pemerintah Kabupaten Jepara. 2. Selain melalui optimalisasi penerimaan pendapatan. maka untuk meningkatkan penerimaan daerah dapat dilakukan dengan meningkatkan dana perimbangan.djpp. dekonsentrasi dan tugas pembangunan yang diatur dengan sistem perimbangan keuangan antara pusat dan daerah mendapatkan pembagian dana perimbangan. Penataan performance budget melalui penataan sistem penyusunan dan pengelolaan anggaran daerah yang berorientasi pada pencapaian hasil atau kinerja secara efisiensi. terutama yang terkait dengan atau dalam rangka optimalisasi pendapatan daerah. bersumber dari Bagi Hasil Pajak untuk mendukung pendapatan yang bersumber dari dana perimbangan daerah. maka pemerintah daerah berdasarkan asas desentralisasi. Sehingga memberikan hasil yang baik dan biaya rendah.depkumham. pelayanan umum dan daya saing daerah. efektif dan berkesinambungan.

dan wanita. Sehingga dalam pelaksanaan pembangunan daerah terdapat kesatuan arah yang jelas terhadap pemecahan masalah yang dihadapi oleh daerah sesuai dinamika masyarakat yang berkembang. sehat dan religius melalui pembangunan multi sektor yang bermuara pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Jepara. TAHAPAN PERTAMA RPJPD KABUPATEN JEPARA (2005-2009) Memperhatikan kinerja pelaksanaan pembangunan tahapan lima tahun sebelumnya. tujuan dan sasaran program pembangunan lima tahun kedepan. meningkatnya kesejahteraan dan perlindungan terhadap anak. maka dirumuskan kebijakan pembangunan sebagai dasar penetapan pokokpokok pikiran. seperti berikut: 1. berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal itu sebagai suatu upaya untuk melanjutkan dan mempertajam penyelesaian masalah-masalah mendesak. yang ditandai dengan meningkatnya kualitas sumber daya manusia yang menangani bidang pendidikan (tenaga pendidik dan non pendidik).BAB VI KEBIJAKAN UMUM DAERAH pembangunan. pertanian dan pariwisata. sehat. tetap merujuk pada RPJPD Kabupaten Jepara Tahun 2005-2025. Lima tahun pertama pembangunan ekonomi jangka panjang akan semakin menunjukkan pergeseran dalam sektor basis ekonomi daerah. kebijakan dan peraturan sebagai basis bagi pembangunan tahapan lima tahun berikutnya. sekaligus sebagai upaya pencapaian pembangunan yang diharapkan. didukung dengan sektor lain yang berdayasaing tinggi akan diupayakan pencapaiannya pada tahapan lima tahun pertama dengan fokus pada peningkatan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana ekonomi daerah yang diharapkan akan meningkatkan iklim kondusif dalam berusaha yang akan berdampak pada peningkatan kinerja ekonomi makro daerah dan penguatan kapasitas keuangan daerah. Oleh karena itu target yang diharapkan antara lain meningkatnya kualitas pelayanan dasar yang berdampak pada meningkatnya indeks pembangunan manusia (berilmu. Acuan kedua adalah peningkatan ekonomi masyarakat dan daerah berbasis pada industri. Acuan pertama adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berilmu (cerdas). maka pada tahapan lima tahun pertama (2005-2009) dalam kerangka pembangunan jangka panjang ini diarahkan untuk melanjutkan derap langkah pembangunan yang sudah senafas dengan tuntutan peningkatan kinerja penyelenggaraan 95 96 www.id . meningkatnya etos kerja. meningkatnya kinerja pengendalian jumlah dan laju pertumbuhan penduduk. pemerintahan. Tahapan lima tahun pertama akan lebih difokuskan pada penataan dan pembangunan sistem. Oleh karenanya kebijakan pembangunan Kabupaten Jepara pada RPJMD periode Tahun 2007-2012.djpp. Sesuai dengan strategi dan dengan tetap mengacu kepada visi Kabupaten Jepara. Dengan demikian kebijakan pembangunan lima tahun kedepan disesuaikan dengan Tahapan Pertama RPJPD (Tahun 2005-2009) dan Tahapan Kedua RPJPD (Tahun 2010-2014). dan meningkatnya penangatan mitigasi bencana alam sesuai dengan kondisi Kabupaten Jepara. regulasi. menurunnya bias gender. meningkatnya keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan toleransi antar umat beragama. Kebijakan umum pembangunan jangka menengah Kabupaten Jepara akan menentukan agenda. Beberapa kebijakan pembangunan pada tahap pertama yang dapat dijadikan acuan adalah sebagai berikut.depkumham. berdaya beli). remaja. pelayanan dan pemberdayaan di segala bidang. meningkatnya etika dan moralitas.go. Kebijakan pembangunan daerah juga mengandung arti sebagai operasionalisasi dari visi dan misi daerah untuk jangka waktu tertentu.

yang kesemuanya mendukung percepatan terwujudnya tata kepemerintahan yang baik. peningkatan konsistensi peruntukan lahan. menurunnya indeks kriminalitas. TAHAPAN KEDUA RPJPD JEPARA (2010-2014) Berdasar periode waktu RPJMD Kabupaten Jepara dari 2005 sampai 2012. dan kebijakan tentang keruangan dan lingkungan hidup maka diharapkan akan membawa efek pada semakin membaiknya pengelolaan sumber daya alam dan mutu lingkungan hidup. Peningkatan dan rehabilitasi sarana dan prasarana kewilayahan harus menjadi prioritas daerah dan mendapat dukungan atau peran serta swasta.djpp. 97 98 www. Upaya pelestarian dan pengembangan kekayaan budaya. berbasis pada budaya bahari dan pesisir akan semakin relevan. pada tahapan lima tahun pertama akan ditekankan pada peningkatan komitmen dan tindakan pengurangan korupsi.go. pencemaran lingkungan menurun. transportasi. Acuan ketiga adalah pengembangan tata pemerintahan yang baik didukung dengan kompetensi dan profesionalitas aparatur dalam pelaksanaan pembangunan.industri-pertanian (agro industri) akan semakin meningkat peranannya dalam perekonomian daerah. pertamanan. kolusi dan nepotisme (KKN) dalam penyelenggaraan pembangunan. Acuan keempat adalah peningkatan prasarana dan sarana yang menunjang pengembangan kawasan (wilayah) berbasis pada kemampuan dan potensi lokal yang akan diprioritaskan pada peningkatan dan pemeliharaan (rehabilitasi) sarana dan prasarana wilayah (terutama di kawasan pedesaan. dan pelayanan publik. Dengan adanya pemantapan dalam aspek perencanaan. Muara dari upaya pemberantasan KKN adalah terciptanya kinerja pelayanan publik yang semakin prima. dan tegaknya hukum. yang akan ditekankan pada langkahlangkah pemantapan dalam perencanaan pengelolaan. Acuan kelima yaitu pengembangan kehidupan sosial budaya dalam rangka mendukung terciptanya kondisi daerah yang tertib. Acuan keenam yaitu meningkatan kualitas lingkungan hidup didukung dengan pengelolaan tata ruang dan sumber daya alam secara berkesinambungan. dan lain-lain. bahkan mampu untuk membangun embrio pagi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. aman dan damai ditandai dengan menurunnya tingkat kerawanan daerah.id . kelistrikan. pemerintahan dan pelayanan publik. ketepatan penanganan penambangan. Kabupaten Jepara yang tertib. 2. telekomunikasi. yang pada akhirnya akan berdampak pada kepatuhan pada hukum sehingga persatuan dan kesatuan tetap dapat terjaga dengan baik. Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi kesenjangan desa-kota. penerangan jalan. Kondisi pertumbuhan perekonomian Jepara yang semakin baik diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jepara yang akan ditandai dengan menurunnya angka pengangguran dan jumlah penduduk miskin. demokratis. peningkatan kesadaran lingkungan hidup. yang hanya bisa terwujud apabila disertai dengan langkah-langkah penataan kebijakan keruangan dan kewilayahan yang konsisten dan terpadu. perumahan. maka kebijakan pembangunannya juga harus memperhatikan tahapan kedua RPJPD. misalnya kebersihan. Arahan kebijakannya merupakan langkah-langkah untuk lebih memantapkan penataan kembali Kabupaten Jepara di segala urusan yang menjadi kewenangan daerah. meningkatnya demokratisasi lokal. air bersih. pemerintahan dan pelayanan publik. pemerintahan. dan kondusif yang akan diprioritaskan pada langkah-langkah pemantapan situasi dan kondisi politik lokal yang kondusif. disamping tepat eksisnya industri pengolahan sebagai icon Kabupaten Jepara. pemanfaatan dan pengembangan tata ruang dan lingkungan hidup. menurunnya tingkat konflik. konsistensi regulasi daerah-pusat. kawasan Kepulauan Karimunjawa).depkumham. penguatan ketertiban dan keamanan daerah. regulasi. aman. dan tegaknya supremasi hukum untuk menopang (menjadi basis) kelancaran pelaksanaan pembangunan.

maka pada tahapan pembangunan lima tahunan kedua diprioritaskan pada penanganan yang lebih konkrit dan optimal terhadap pembangunan dan pengembangan sektor basis Jepara (industri. Acuan keempat yaitu peningkatan prasarana dan sarana yang menunjang pengembangan kawasan (wilayah) berbasis pada kemampuan dan potensi lokal. Setelah pada tahapan pertama difokuskan untuk mengembangkan prasarana dan sarana ekonomi. kesenjangan kesejahteraan turun). pemerintahan dan pelayanan publik. lebih murah. status gizi naik). Pelaksanaan misi keempat ini. pengembangan jaringan infrastruktur transportasi dan telekomunikasi yang memadai. yaitu peningkatan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia aparatur yang handal untuk memenuhi tuntutan birokrasi masa depan. peningkatan derajat kesehatan (usia harapan hidup naik. dan peningkatan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Capaian lain yang diharapkan adalah peningkatan kesejahteraan rakyat (pendapatan per kapita naik. sekolah dan masyarakat – untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan. dan lain-lain).Acuan pertama yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berilmu (cerdas). sehat dan religius. Sehingga mendukung penyediaan dan penyelenggaraan pelayanan publik yang semakin berkualitas. misalnya melalui penyediaan biaya pendidikan (bea siswa. Harapan masyarakat akan ditegakkannya pemberantasan KKN dalam lingkungan birokrasi semakin kuat. pariwisata atau perpaduannya. yang berasal dari sektor industri. misalnya prasarana dan sarana transportasi. didukung dengan adanya standar pelayanan minimum di semua tingkatan pemerintah. untuk tahapan lima tahun kedua diprioritaskan pada pembangunan sarana dan prasarana penunjang pembangunan kawasan. Selain itu perlu ditekankannya peningkatan kualitas dan kuantitas perumahan dan permukiman yang layak dan sehat. pembinaan dan pengembangan kelembagaan ekonomi lokal sehingga mampu berperilaku dan berkinerja global. didukung dengan sektor lain yang berdayasaing tinggi. pertanian dan pariwisata.depkumham. transparan. laju pertumbuhan penduduk terkendali. air bersih. tingkat pengangguran turun). pertanian dan pariwisata). telekomunikasi. Acuan kedua yaitu peningkatan ekonomi masyarakat dan daerah berbasis pada industri. bahkan bila perlu diperkuat dengan kontrak pelayanan (citizen’s charter) dan pelayanan yang bersertifikat ISO. penerangan jalan.id . peningkatan kesejahteraan anak. Langkah ini harus disertai dengan meningkatnya komitmen tiga pilar pendidikan – pemerintah.go. dan akuntabel. dilengkapi dengan sarana prasarana pendukungnya yang memadai.djpp. remaja dan wanita (kesetaraan gender naik. kelistrikan. Selanjutnya akan diikuti dengan langkah prioritas kedua. didukung dengan disediakannya berbagai prasarana dan sarana pelaksanaan tugas/pekerjaan yang memadai. BOS. Pengembangan sektor basis akan bermuara pada dimilikinya daya saing yang tinggi pada tingkat nasional dan internasional dari produk-produk unggulan dan andalan Kabupaten Jepara. cepat. perlindungan anak naik. pertanian. Jumlah penduduk akan terus meningkat maka harus disertai dengan penyediaan fasilitas perumahan dan permukiman. Acuan ketiga yaitu pengembangan tata pemerintahan yang baik didukung dengan kompetensi dan profesionalitas aparatur dalam pelaksanaan pembangunan. dan sebagainya. Daya saing akan dapat meningkat bila didukung oleh sumber daya manusia yang handal dan dimanfaatkaannya teknologi produksi yang tepat guna sehingga dapat memberikan daya guna dan hasil guna yang tinggi. diharapkan pada pembangunan lima tahunan pertama fokus ini sudah mampu memberikan hasil yang cukup signifikan. angka kemiskinan turun. 99 100 www. dan lain-lain. yang pada tahapan lima tahunan kedua difokuskan pada optimalisasi (bila perlu maksimalisasi) upaya pemerataan memperoleh pendidikan sampai jenjang SMA/Sederajat bagi penduduk Kabupaten Jepara. perdagangan. penyediaan dan penyelenggaraan lembaga pendidikan.

karena kurang beruntung dalam persaingan diberbagai bidang yang semakin ketat/keras. Dukungan sumber daya. serta pengembangan investasi sarana-prasarana ekonomi yang akan berfungsi sebagai penggerak roda perekonomian daerah. serta kelanjutan penataan sistem hukum daerah. terutama kemampuan keuangan daerah. Kondisi itu sejalan dengan meningkatnya kesadaran dan penegakan hukum.djpp. jika tak dipenuhi akan mengakibatkan munculnya masalah lain. kehidupan demokratisai lokal semakin terwujud ditandai kuatnya peran masyarakat sipil. 3. tenaga angin. khususnya bioenergi. Melihat kondisi kamtibmas Kabupaten Jepara semakin kondusif. Langkah ini perlu dioptimalkan setelah pada tahap pertama ditekankan pada aspek perencanaan dan perumusan kebijakan. dan tenaga surya untuk kelistrikan. Adanya arahan pembangunan pada RPJPD dan memperhatikan evaluasi pembangunan lima tahun sebelumnya serta melihat kondisi kebutuhan kedepan. Acuan keenam yaitu meningkatan kualitas lingkungan hidup didukung dengan pengelolaan tata ruang dan sumber daya alam secara berkesinambungan. sehingga mampu mendorong dan mewujudkan percepatan peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat. pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian fungsi lingkungan hidup makin berkembang melalui penguatan kelembagaan dan peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat yang ditandai dengan berkembangnya proses rehabilitasi dan konservasi sumber daya alam dan lingkungan hidup. Tingkat kebutuhan. kemampuan sumberdaya yang tersedia dalam jumlah yang cukup.depkumham. kebutuhan tersebut kebermanfaatannya tinggi dan menyangkut hajat hidup orang banyak. oleh karena itu kebijakan pembangunan daerah yang kemudian dijabarkan lebih lanjut dalam rencana strategis. kalau tidak segera diatasi akan mengakibatkan dampak yang mempengaruhi lingkungan sekitarnya.Acuan kelima yaitu pengembangan kehidupan sosial budaya dalam rangka mendukung terciptanya kondisi daerah yang tertib. Pembangunan Kabupaten Jepara periode tahun 2007-2012 diarahkan pada pembangunan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. akan dilaksanakan dengan prioritas pada penanganan aktivitas terkait dengan lingkungan hidup dan tata ruang. tercapainya konsolidasi penegakan supremasi hukum dan penegakan hak asasi manusia. kebutuhan tersebut mendesak atau tak dapat ditunda dan apabila tidak segera ditangani akan mengganggu aktivitas warga masyarakat. dan pemberian pelayanan yang langsung dapat bermanfaat bagi masyarakat. harus seoptimal mungkin memperhatikan empat hal berikut: 1. 2. Sedangkan pada sisi pertambangan dan energi akan diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan. didukung dengan komitmen segenap pemangku kepentingan dan profesionalitas aparatur penegak hukum daerah. aman. tenaga air.id . Pada tahapan pembangunan lima tahunan kedua diprediksi akan semakin meningkat jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Dalam rangka pencapaian visi Kabupaten Jepara ”Terwujudnya Kabupaten Jepara sebagai daerah yang 101 102 www. Kebermanfaatan. Untuk mewujudkannya diperlukan serangkaian kebijakan yang dapat mendorong dan mengembangkan potensi daerah. Kondisi itu didukung dengan meningkatnya kualitas perencanaan tata ruang serta konsistensi pemanfaatan ruang dengan mengintegrasikannya ke dalam dokumen perencanaan pembangunan terkait dan penegakan peraturan dalam rangka pengendalian pemanfaatan ruang. dalam rangka memacu percepatan pembangunan daerah. pemulihan kepercayaan masyarakat. dan kondusif. dan regulasi tata ruang dan lingkungan hidup. Dampak pada lingkungan. demokratis. 4. Sejalan dengan itu. Dalam kerangka pencapaian pembangunan yang berkelanjutan. Fenomena ini menjadi prioritas penanganan pada tahapan ini.go. partai politik. dan lembaga kemasyarakatan.

Untuk fungsi Pariwisata dan Budaya diarahkan pada kebijakan untuk mengendalikan pengaruh negatif dari budaya luar dalam rangka lebih meningkatkan kepedulian dan perhatian atas pembinaan dan pelestarian nilai-nilai budaya bangsa dan daerah melalui berbagai upaya pengelolaan kekayaan budaya lokal. Misi Pertama: Mewujudkan masyarakat yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Untuk fungsi Ketertiban dan Keamanan kebijakannya diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berbasis religius. bermoral. beretika. dan fungsi Perlindungan Sosial. dan sosialisasi produk-produk hukum daerah. pengadaan even kesenian dan kebudayaan. 103 104 www. Beberapa langkah yang dapat dilakukan seperti pembinaan kerukunan antar umat beragama. serta memelihara kelestarian kearifan budaya lokal. Untuk Fungsi Perlindungan Sosial kebijakan yang ada diarahkan pada peningkatan kehidupan dan kerukunan antar umat beragama agar mampu memberikan peningkatan kualitas dalam sumber dayan manusia dibidang moral dan etika.go. Misi Kedua: Mewujudkan masyarakat yang rukun dalam melaksanakan hak dan kewajibannya dengan nyaman. aman. peningkatan kegiatan keagamaan. Fungsi Pelayanan Umum diarahkan pada peningkatan keadilan (persamaan hak dan kewajiban) diantara penduduk dalam memperoleh pelayanan publik. Sehingga perlu dipahami bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu output penting dalam suatu proses perencanaan pembangunan. 2. berbudaya serta mempunyai rasa toleransi antar dan intern umat beragama. Kebijakan tersebut untuk membentuk kekuatan rakyat dan bela negara demi menjaga ketertiban dan keamanan. Misi Kedua ini terkait dengan pelaksanaan fungsi Pelayanan Umum dan fungsi Ketertiban dan Ketentraman. namun dalam fokus arahan kebijakan yang berbeda dengan misi pertama. perluasan informasi atas kinerja pemerintah. karena itu pembangunan yang dilaksanakan senantiasa menempatkan manusia sebagai titik sentral. Langkah yang dapat dilakukan adalah melalui peningkatan bantuan terhadap pendidikan keagamaan. Fungsi Ketertiban dan Keamanan. fungsi Pendidikan. demokratis dan sejahtera dengan bertumpu pada potensi budaya lokal. untuk mendukung suasana kehidupan berpolitik yang demokratis.id . pembinaan kelompok kesenian. Misi Ketiga: Membangun ekonomi kerakyatan dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya.depkumham. sehingga masyarakat akan mendapatkan hak dan memenuhi kewajiban sesuai dengan kapasitasnya. serta adanya sistem penegakan hukum dan hak asasi manusia (HAM) yang berkeadilan. peningkatan bantuan perawatan tempat atau rumah ibadah. Arah kebijakan umum dalam kerangka pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan Kabupaten Jepara tahun 2007-2012 adalah sebagai berikut: 1. Misi Pertama ini terkait dengan empat fungsi pemerintahan. fungsi Pariwisata dan Budaya. Misi Ketiga ini terkait dengan tiga fungsi pemerintahan berikut Fungsi Ekonomi. melalui peningkatan kualitas sumber daya yang terlayani oleh pemerintahan yang bersih”. maka kebijakan umum dikelompokkan menurut fungsifungsi pemerintahan yang dirinci menjadi kebijakan umum fungsi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pelaksanaan misi Kabupaten Jepara tersebut. dengan jalan mewujudkan pemerataan dan meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. yaitu fungsi Ketertiban dan Keamanan. Kebijakan pada fungsi ini diarahkan pada upaya-upaya peningkatan kesadaran hukum pada masyarakat.religius. maju.djpp. Fungsi Lingkungan Hidup serta Fungsi Pariwisata dan 3. Untuk fungsi Pendidikan terkait dengan pembentukan sumber daya manusia yang beretika dan berbudaya dijangkau melalui pengembangan pendidikan keagamaan secara integratif antar pemerintah Daerah dan Pusat.

Misi Keempat: Menciptakan iklim yang kondusif bagi berkembangnya demokratisasi dalam kehidupan bermasyarakat. Kemudian fungsi Kesehatan kebijakannya diarahkan pada peningkatan aksesibilitas pelayanan kesehatan dengan sasaran meningkatnya derajat kesehatan masyarakat. utamanya bagi penduduk miskin. Kebijakannya diarahkan pada penciptaan penyelenggaraan pemerintahan yang akuntabel. Diharapkan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. fungsi Kesehatan. Sehingga setiap orang memperoleh peluang seluas-luasnya untuk berpendidikan dan berketerampilan. utamanya bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial.djpp. sehingga setiap aspek pembangunan tidak mengabaikan keadilan dan pemenuhan hak dasar politik dan sosial rakyat. terutama untuk penuntasan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun serta meningkatkan kompetensi tenaga pendidik melalui kerjasama dengan berbagai pihak. Misi keenam ini berkenaan dengan fungsi Pelayanan Umum. Fungsi Perlindungan Sosial diarahkan khusus terhadap peningkatan peran serta perempuan dalam pembangunan. Sehubungan dengan hal tersebut maka pelaku ekonomi kerakyatan mendapatkan prioritas untuk berperan aktif dalam pembangunan ekonomi. Fungsi Ketertiban dan Keamanan diarahkan pada pengakuan akan hak dasar rakyat dalam pembangunan. maka peluang hidup layak akan dapat tercapai.go. 105 106 www. Sedangkan fungsi Perlindungan Sosial kebijakannya diarahkan pada pemenuhan hak-hak masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup. membuka ruang partisipasi. dimana salah satunya adalah dalam politik dan demokrasi. sehingga pariwisata dapat menjadi pendorong roda perekonomian daerah. Fokus kebijakan pada misi ini adalah memobilisasi sumberdaya untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan pendidikan. fungsi Perlindungan Sosial dan fungsi Perumahan dan Fasilitas Umum.depkumham. Pada fungsi Pendidikan kebijakannya diarahkan pada perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan bagi seluruh masyarakat dengan sasaran meningkatnya derajat pendidikan masyarakat. Untuk fungsi Lingkungan Hidup terkait misi ini kebijakannya diarahkan pada meningkatkan potensi sumber daya lokal dan menjaga kelestarian sumber daya produksi secara berkelanjutan. kesehatan dan perlindungan sosial serta penyediaan perumahan layak. 6. hidup sehat dan panjang umur. kebijakannya diarahkan pada upaya-upaya pengembangan dan peningkatan obyek wisata dan budaya dengan melibatkan para pelaku usaha dan masyarakat. 4. sehingga sumber daya yang ada dapat dipertahankan keberadaannya. pangan dan papan yang diperlukan. 5. Misi Keenam: Meningkatkan kualitas sumber daya aparatur melalui profesionalisme aparatur yang bebas KKN untuk menciptakan good governance dan clean government. untuk mendukung misi ini kebijakannya diarahkan pada pengembangan usaha andalan berdasarkan potensi lokal untuk mengurangi disparitas kesejahteraan antar wilayah. Berdasar misi kelima ini berkaitan dengan beberapa fungsi yaitu fungsi Pendidikan.Budaya.id . Pada fungsi Ekonomi. transparan. Bersinggungan dengan fungsi ini adalah fungsi Perumahan dan Fasilitas Umum. serta mempunyai kebutuhan sandang. kebijakannya diarahkan pada penyediaan perumahan layak bagi keluarga kurang mampu. Misi keempat berkenaan dengan Fungsi Ketertiban dan Keamanan dan Fungsi Perlindungan Sosial. Misi Kelima: Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan pelayanan pendidikan. sehingga menjadikan kualitas pelayanan umum kepada masyarakat menjadi optimal. keadilan dan responsibel. Hal ini terus dikembangkan untuk menjaga kondisi daerah agar tetap kondusif. Sedangkan pada fungsi Pariwisata dan Budaya. derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

terutama untuk kelompok masyarakat miskin. Sasaran dari kebijakan umum tersebut meliputi: 1. Revitalisasi sektor pertanian dengan menciptakan agrobisnis dan agroindustri. Peningkatan kuantitas dan kualitas prasarana dan sarana (infrastruktur) untuk pertumbuhan perekonomian daerah dan peningkatan pelayanan publik. pengembangan bandara. Peningkatan pemberdayaan masyarakat melalui optimalisasi penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD). maka disusun sasaran pembangunan yang ingin dicapai dalam lima tahun kedepan. Pengembangan Jepara The World Carving Centre – saat ini Kabupaten Jepara telah mengekspor produk berbahan baku kayu sampai ke 84 negara – sebagai pusat pengolahan dan 8. 10. termasuk pemberantasan buta aksara.id . dan lain-lain. seperti kerajinan. 18. Peningkatan peran BUMD. Tujuannya adalah agar sasaran pembangunan tersebut dapat mendorong terwujudnya visi dan misi. 4. ukiran. 11. Peningkatan pengembangan Kepulauan Karimunjawa. Peningkatan efisiensi anggaran dalam penggunaan dan pengelolaan keuangan daerah. meubel. Sehingga sasaran-sasaran yang ingin dicapai ini. melalui pembangunan rumah susun. Peningkatan pengembangan pendidikan melalui program BERMUTU (Better Education Through Reformed Management and Universal Teacher Up-grading). Peningkatan Wajar Dikdas 9 Tahun. serta banyaknya peraturan perundangundangan yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan keadaan dan tuntutan pembangunan. 16. untuk menjaga dan memelihara suasana kondusif. Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. harus didukung oleh program-program yang direncanakan lima tahun kedepan.djpp. pengembangan wisata dan budaya. 107 108 www.depkumham. perdagangan produk berbahan baku kayu. dan lain-lain. Pengembangan kawasan utara untuk industri strategis. rendahnya kesejahteraan PNS. 15. melalui pelestarian lingkungan hidup dan SDA. 13. Peningkatan perumahan dan permukiman masyarakat pantai pesisir. Penurunan angka konflik horisontal dan vertikal. sebagai pusat pertumbuhan baru. 12. 19.Hal tersebut sebagai langkah antisipasi tingginya penyalahgunaan kewenangan dan penyimpangan. guna mendukung penyerapan tenaga kerja dan mengurangi kemiskinan. Berpijak pada kebijakan umum yang telah ditetapkan pada tiap misi dan dengan memperhatikan kondisi daerah serta aspirasi masyarakat. 17.go. agar dapat memberikan kontribusi yang cukup bagi peningkatan PAD. 7. mengubah pola budaya tangkap potensi kelautan menjadi pola budi daya dan jasa. Peningkatan aplikasi Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) bagi kerajinan lokal. 5. belum memadainya sistem kelembagaan dan ketatalaksanaan pemerintahan. 3. Peningkatan pengembangan sumber energi alternatif. Peningkatan kualitas pelayanan publik disertai dengan peningkatan kesejahteraan PNS dan Perangkat Desa. Peningkatan kinerja investasi. 6. Peningkatan pengelolaan tata ruang sesuai dengan regulasi yang berlaku – berbasis Sub Wilayah Pembangunan (SWP) – dimana akan ditekankan pada pengembangan SWP 3 sebagai pusat pertumbuhan baru yang berbasis kawasan industri strategis. serta bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemeliharaan konservasi lahan melalui penghijauan pada daerah pegunungan dan lahan kritis untuk mengurangi resiko bencana alam. 14. rendahnya kinerja sumberdaya aparatur. 2. 9.

terutama yang terkait dengan kewenangan/urusan pemerintah daerah.depkumham. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Kebudayaan. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi pertama dilakukan melalui beberapa rumpun fungsi. Pada sisi lain.1 7. maka semua kebutuhan pembangunan tidak dapat dipenuhi. sasaran dan kebijakan masingmasing urusan. misi dan kebijakan yang telah ditetapkan. Dalam penjabarannya. Sehingga berbagai program dan kegiatan yang dirumuskan baik program dan kegiatan tahunan maupun lima tahunan. beserta matrik program dan kegiatan selama tahun 2007-2012. Dalam penyusunan program dan kegiatan dilakukan dengan memperhatikan aspirasi masyarakat dan mempertimbangkan kondisi serta kemampuan daerah.1 MISI PERTAMA: Mewujudkan masyarakat yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. dan kebijakan tersebut harus dikaitkan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. penyusunan program dan kegiatan RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 harus mengacu pada visi.1. misi. 7. tenaga maupun waktu yang dimiliki. 2) Pariwisata dan Budaya. 109 110 www. bermoral.djpp.BAB VII PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH Berdasarkan pada regulasi otonomi daerah yang bersumber pada Undang-Undang 32 Tahun 2004 dan Undang-Undang 33 Tahun 2004. 7. dan pada setiap misi diurai dalam kelompok fungsi beserta urusan yang menjadi kewenangan daerah yang menyertainya. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Pendidikan. termasuk kinerja pembangunan yang telah dicapai dalam lima tahun sebelumnya.go. Namun dikarenakan keterbatasan sumber daya yang dimiliki. beretika. Pada tiap urusan tersebut akan disampaikan permasalahan. maka Pemerintah Kabupaten Jepara menyusun rangkaian program dan kegiatan pembangunan dalam RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 20072012 yang senafas dengan regulasi tersebut. dan 4) Perlindungan Sosial.id . dan keuangan daerah. Oleh karena itu.1. baik dana. Pada RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012. Kemudian sesuai regulasi tersebut pada program dan kegiatan juga diurai dalam program dan kegiatan yang ada pada setiap SKPD serta program dan kegiatan pada urusan wajib dan urusan pilihan. Mendasari hal tersebut program dan kegiatan yang disusun adalah untuk mendukung komponen-komponen pelayanan dan tingkat pencapaian yang diharapkan pada setiap urusan pemerintah daerah selama lima tahun. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri yang terkait dengan aspek agama.1. 3) Pendidikan. merupakan langkah pilihan indikatif yang telah disesuaikan dengan potensi daerah dan masalah yang dihadapi. yaitu: 1) Ketertiban dan Keamanan. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Sosial. komponen visi.1 Fungsi Ketertiban dan Keamanan Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Masalah. program dan kegiatan dikelompokan untuk mendukung misi. berbudaya serta mempunyai rasa toleransi antar dan intern umat beragama. diperlukan penentuan prioritas untuk mangatasi keterbatasan sumber daya. yang diperkuat dengan berbagai regulasi operasionalisasinya. organisasi perangkat daerah.

111 112 www.1 Masalah. Mencegah penggunaan dan peredaran narkoba dan miras. Program: Program yang ditetapkan dalam rangka pelaksanaan urusan Pendidikan adalah: 1.id . 2. Meningkatnya rasa nasionalisme di kalangan masyarakat. termasuk pembinaan terhadap kelompok kesenian dan budaya. Mencegah berkembangnya penyakit masyarakat. Sasaran. Beberapa sasaran dalam pembangunan kebudayaan antara lain: 1. Program pelayanan bantuan terhadap pendidikan keagamaan. serta tumbuhnya penyakit masyarakat. Program pembangunan urusan Kebudayaan adalah: Program pengelolaan kekayaan budaya. Peningkatan pembinaan dan pelestarian nilai-nilai luhur budaya bangsa (daerah). Meningkatkan pengamalan nilai-nilai agamis dalam kehidupan masyarakat. Besarnya tantangan terhadap peningkatan rasa solidaritas dan ikatan sosial masyarakat. Program.3. Banyaknya pengaruh negatif yang ditimbulkan oleh budaya dari luar.1. 2.djpp.depkumham. Program. 1. Program urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Permasalahan pokok urusan kebudayaan yang terkait dengan misi pertama adalah: 1.2 7. Program pengembangan wawasan kebangsaan. Sasaran. 7.go.3 7. Terbinanya berbagai kelompok kesenian dan budaya lokal. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri adalah: 1. Kebijakan. 2. Banyak kesenian dan budaya daerah yang belum dioptimalkan sebagai sarana memupuk nilai-nilai budaya bangsa. Kebijakan. Kebijakan yang dirumuskan bagi pembangunan Kebudayaan antara lain: 1. adalah: 1.1. Program peningkatan pemberantasan penyakit masyarakat (pekat).2. 7.1. Sasaran pembangunan pada urusan Pendidikan yang terkait dengan pelaksanaan misi pertama adalah: 1.1 Fungsi Pariwisata dan Budaya Urusan Kebudayaan Sasaran. termasuk dalam kehidupan beragama.1.moral. termasuk dalam toleransi dan kerukunan dalam kehidupan beragama. dan budaya adalah: 1. Kebijakan: Kebijakan urusan Pendidikan diarahkan pada: Peningkatan pembinaan pendidikan dibidang keagamaan. Meningkatnya pembinaan pendidikan dibidang keagamaan. Semakin merebaknya penyakit masyarakat. Masalah urusan Pendidikan yang terkait dengan pelaksanaan misi pertama. etika. 2. 2. Fungsi Pendidikan Urusan Pendidikan 1. 2. Kebijakan urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri diarahkan pada: 1. Masih terbatasnya pengembangan pendidikan keagamaan yang integratif antar instansi pemerintah di tingkat pendidikan dasar dan menengah. Meningkatnya pembinaan dan pelestarian nilai-nilai luhur budaya bangsa (daerah). Masalah.

Kebijakan urusan Pemerintahan Umum diarahkan pada beberapa hal: 1. Masalah. Program urusan Pemerintahan Umum dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 2. Masalah.1 Fungsi Pelayanan Umum Urusan Pemerintahan Umum Masalah. Program. Program pelayanan mekanisme penanaman modal. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pemerintahan Umum adalah: 1.go. Sasaran. Program penataan peraturan perundang-undangan. Masih banyaknya tempat atau rumah ibadah yang perlu mendapatkan perawatan. 2. terutama pada dimensi keadilan dan persamaan dalam pelayanan publik. Peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi. Masih terbatasnya pemahaman masyarakat atas produk-produk hukum daerah. dan 2) Ketertiban dan Keamanan.depkumham. yang terdiri atas dua buah urusan yaitu: a) urusan Pemerintahan Umum dan b) urusan Komunikasi dan Informasi. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri. Masalah dalam urusan sosial yang terkait dengan pelaksanaan misi pertama adalah: 1. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Komunikasi dan Informasi adalah: 1. Program yang ditetapkan untuk pelaksanaan misi pertama yang terkait dengan urusan sosial adalah: 1.2. 2.1. Peningkatan kerukunan dalam pelaksanaan kehidupan beragama. Terselenggaranya kegiatan keagamaan.4. Masih terbatasnya akses informasi publik terhadap kegiatan dan kinerja pemerintahan daerah.1.1. Masih terjadinya ketimpangan dalam pemberian pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah.1 7. Program peningkatan kehidupan sosial keagamaan. Kebijakan.djpp.2 MISI KEDUA: Mewujudkan masyarakat yang rukun dalam melaksanakan hak dan kewajibannya dengan nyaman.2. Beberapa sasaran yang akan dicapai terkait dengan pelaksanaan misi pertama untuk urusan sosial adalah: 1. Sasaran. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi kedua dilakukan melalui beberapa rumpun fungsi.id .2.1 Fungsi Perlindungan Sosial Urusan Sosial 7. 2. 3. 2. Kebijakan yang dicanangkan untuk pelaksanaan misi pertama terkait dengan urusan sosial adalah: 1. Peningkatan pemahaman masyarakat atas produk hukum. Meningkatnya kuantitas dan kualitas tempat atau rumah ibadah. Meningkatnya kualitas pelayanan publik.7.2 Urusan Informasi dan Komunikasi yang 7. Tersosilisasikannya berbagai produk hukum daerah. Program peningkatan kualitas pelayanan publik. 7.4 7.1. 2. 113 114 www. Kebijakan. Masih terbatasnya jumlah kegiatan keagamaan. Program. 2. yaitu: 1) Pelayanan Umum. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pemerintahan Umum terkait dengan pelaksanaan misi kedua adalah: 1. Meningkatnya alokasi bantuan untuk perawatan tempat atau rumah ibadah.

3. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri adalah: 1. Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap undang-undang bidang politik. 2. 3. Penyediaan media untuk promosi dan komunikasi. informasi dan media massa. Mencegah terjadinya konflik sosial baik horisontal maupun vertikal. Masih kurang optimalnya kesadaran masyarakat dalam melaksanakan kewajibannya. 4. Program. Semakin lunturnya rasa kesetiakawanan masyarakat dalam sendi-sendi kehidupan.2. Program pengembangan komunikasi. Meningkatnya akses informasi yang valid bagi masyarakat. Peningkatan penyediaan dan penguasaan teknologi di bidang komputer dan jaringan. Meningkatnya partisipasi masyarakat terhadap perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah lewat media massa. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri adalah: 1. Meningkatnya kreativitas dan peran serta masyarakat dalam membina lingkungan dengan peningkatan wawasan kebangsaan yang baik. Kebijakan. Tersedianya layanan informasi cepat dan akurat berbasis jaringan komputer. 6. Meningkatnya rasa nasionalisme di kalangan masyarakat. Kebijakan urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri diarahkan pada : 1. 3.id .2 7. Terpantaunya dan tertanganinya korban bencana alam. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Komunikasi dan Informasi adalah: 1. 2. 4. Sasaran. Meningkatkan pengendalian keamanan dan ketertiban lingkungan. 5. 7. 115 116 www. 7. Meningkatkan kapasitas SDM yang membidangi dan menjalankan urusan komunikasi dan informasi. 4. aplikasi dan internet di lingkungan pemerintah daerah.2. Peningkatan serta pemberdayaan yang membidangi komunikasi dan informasi. 2. 5.djpp. Program urusan Komunikasi dan Informasi yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 3. 2. Program peningkatan kualitas pelayanan informasi. Masih perlu ditingkatkannya kemampuan pencegahan dan penanganan bencana alam.go. Meningkatkan perlindungan dan keamanan lingkungan. 4. Meningkatnya arus komunikasi yang baik antara masyarakat yang membutukan informasi dan media yang memberitakan.depkumham.1 Fungsi Ketertiban dan Keamanan Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Sasaran. 3. Terbatasnya jaringan sarana dan prasarana informasi dan komunikasi internal dan eksternal pemerintah daerah. Kebijakan. Peningkatan sarana prasarana jaringan dan sumber informasi daerah.2.2. Masih terbatasnya kapasitas SDM yang membidangi dan menjalankan urusan komunikasi dan informasi. Masalah. Kebijakan urusan Komunikasi dan Informasi diarahkan pada: 1. 2. Meningkatnya pemahaman tentang kehidupan berpolitik yang benar di lingkungan masyarakat. Meningkatnya peran serta masyarakat didalam membangkitkan komunikasi sebagai wahana saling memberikan informasi bagi pemerintah daerah.

1 Fungsi Ekonomi Urusan Perhubungan Program. Tersedianya prasarana. f) Pertanian. 3. 7.3. 4. 2. Masih rendahnya pemahaman dan pelaksanaan peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan. Program peningkatan kelayakan pengoperasian kendaraan bermotor. fasilitas perlengkapan dan fasilitas pendukung jalan. Peningkatan kualitas dan kuantitas sarana. Program urusan Perhubungan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 2. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Perhubungan adalah : 1. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Tenaga Kerja adalah: 1. 4. Terbatasnya kualitas SDM pencari kerja dan tenaga kerja. 3) Pariwisata dan Budaya. g) Kehutanan. d) Penanaman Modal. b) Kebudayaan. yaitu: a) Pariwisata. Kebijakan. Belum optimalnya pelayan terminal. Program kemitraan pengembangan wawasan kebangsaan. b) Tenaga Kerja.3. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Perhubungan adalah: 1. aman dan lancar.3 MISI KETIGA: Membangun ekonomi kerakyatan dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya. Meningkatnya pembangunan dermaga dan fasilitasnya. c) Koperasi dan UKM. 3. Belum tersedianya peta jaringan transportasi dan tatanan transportasi lokal.2.depkumham.id . 117 118 www. 2. Terciptanya pelayanan angkutan yang tertib. 2. l) Transmigrasi. Terlaksanya pembangunan unit uji kelayaikan kendaraan bermotor. Meningkatkan kinerja penanganan bencana.1. i) Kelautan dan Perikanan. Kebijakan urusan Perhubungan diarahkan pada: Peningkatan peran transportasi untuk mendukung pengembangan ekonomi kerakyatan. 7. 3.3. k) Perindustrian. j) Perdagangan. Program. e) Pemberdayaan Masyarakat Desa. Masalah. h) Energi dan Sumber Daya Mineral. Masih kurangnya sarana. Program pembangunan prasarana dan fasilitas perhubungan. 2. yaitu: 1) Ekonomi. 3. yang terdiri atas beberapa urusan yaitu a) Perhubungan. 3. 2. prasarana dan fasilitas perhubungan. prasarana serta fasilitas perhubungan yang berbasis pada pelayanan masyarakat.go.djpp. yang terdiri atas beberapa urusan. 7. Program peningkatan kesadaran bela negara dan cinta tanah air.2 Urusan Tenaga Kerja Masalah.1. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi ketiga dilakukan melalui beberapa rumpun fungsi. 2) Lingkungan Hidup. Program pencegahan dini dan penanggulangan korban bencana alam. Program urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program pembangunan sarana dan prasarana perhubungan. Menumbuhkembangkan persatuan dan kesatuan bangsa. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu: a) Lingkungan Hidup. 4. Sasaran. Penyebarluasan undang-undang bidang politik. 1. Program peningkatan pelayanan angkutan.1 7.

Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Penanaman Modal adalah: 1.4 Urusan Penanaman Modal 1. Program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif UMKM. Terbatasnya akses teknologi dan pemasaran bagi IKM. 7.1. 3. Program urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 7.3. Kebijakan. Peningkatan pemanfaatan sumber daya lokal. Meningkatnya penanaman modal di daerah. 3. Kebijakan urusan Penanaman Modal diarahkan pada: Meningkatkan pelayanan perijinan investasi. 2. Meningkatnya kemampuan manajerial UMKM. 3. Meningkatnya volume usaha koperasi dan UMKM. Program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Penanaman Modal adalah: 1. Berkurangnya faktor-faktor penghambat perkembangan/realisasi investasi. Kurangnya optimalnya promosi potensi investasi daerah dan pengelolaan asset daerah. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Tenaga Kerja adalah: 1. 3. 3. Program pengembangan sistem pendukung usaha bagi UMKM. Program peningkatan kualitas kelembagaan koperasi. Masalah. Kebijakan. Program perlindungan dan pengembangan lembaga ketenagakerjaan.djpp. Masih kurangnya pemahaman pengusaha dan tenaga kerja terhadap peraturan perundangan-undangan dibidang ketenagakerjaan. Pembinaan.1. Mengurangi angka pengangguran dan penciptaan lapangan pekerjaan. Program. Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Masalah. Meningkatnya pengelolaan investasi dan aset daerah. Sasaran. 3. Program peningkatan kesempatan kerja. Kebijakan urusan Tenaga Kerja diarahkan pada: Peningkatan kualitas sumber daya manusia pencari kerja dan tenaga kerja serta peningkatan penghasilan tenaga kerja.depkumham. Akses permodalan bagi koperasi dan UMKM masih rendah. Kebijakan urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah diarahkan: 1. 2. 2. 2. 1. Sasaran.3. Meningkatnya akses modal koperasi dan UMKM. Proses optimalnya pelayanan perijinan yang mendukung investasi. 4. Pembangunan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan koperasi dan UMKM. 2. 2. Kebijakan. Belum kondusifnya iklim investasi daerah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Koperasi Usaha Kecil Menengah adalah: Masih lemahnya manajemen koperasi dan UMKM. Program urusan Tenaga Kerja yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Memberikan perlindungan kepada tenaga kerja. Masih banyaknya pencari kerja yang belum tertampung dibeberapa lapangan usaha.go. Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah adalah: 1. 2.id . 3.3 dan 1. perlindungan dan pengawasan tenaga kerja. 2.3. Peningkatan ketrampilan sumber daya manusia tenaga kerja. 2. 119 120 www. Program.

sarana dan prasarana daerah.id .5 Urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa Masalah. Program peningkatan promosi dan kerjasama investasi. Peningkatan pemberdayaan dan kemandirian masyarakat. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pertanian adalah: 1. 2.3. Meningkatnya kualitas dan kuantitas prasarana dan sarana pengairan yang masih terbatas. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pertanian adalah: 1. 5. 6. Terbatasnya luas lahan pertanian dan perkebunan.depkumham. Belum terbatasnya tingkat kemampuan dan partisipasi masyarakat. Meningkatnya perlindungan tanaman. rehabilitasi dan diversifikasi pertanian dan perkebunan. Kebijakan urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa diarahkan pada: 1.djpp. 3. Berkurangnya jumlah warga miskin. 2. 7. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa adalah: 1. 4.3. Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi untuk memantapkan ketahanan pangan. Program peningkatan iklim investasi dan realisasi investasi. 3.1. Terbatasnya dukungan teknologi pertanian.3. Meningkatnya dukungan teknologi. 4. 3. Mempromosikan potensi sumberdaya daerah.6 7. Program urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa Masalah.1. Belum optimalnya keterlibatan lembaga sosial masyarakat dalam pembangunan. 121 122 www.6. Peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Belum optimalnya pemberdayaan potensi lokal. 5. Intensifikasi.go. Peningkatan intensifikasi. Masih tingginya angka kemiskinan. rehabilitasi dan diversifikasi pertanian dan perkebunan belum sepenuhnya dilaksanakan. 2. Optimalisasi penerapan standar pelayanan minimal di bidang investasi.1 Urusan Pertanian Pertanian dan Perkebunan dalam Program. 6. Sasaran. Meningkatnya penanganan pasca panen. 3. Program penyiapan potensi sumber daya. 3. 7. Kebijakan. 3. Tingkat produktivitas pertanian dan perkebunan yang relatif masih terbatas. Program urusan Penanaman Modal yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Masih terbatasnya kualitas sumber daya manusia petani. 2.1. Meningkatkan program pengentasan kemiskinan. 3. Meningkatkan partisipasi masyarakat dan lembaga sosial dalam pembangunan. 7. Program peningkatan partisipasi masyarakat pembangunan. Peningkatan produksi dan produktivitas pertanian dan perkebunan. Sasaran. 7. 2. Kondisi prasarana dan sarana pengairan yang masih terbatas.2. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa adalah: 1. 2. Belum optimalnya perlindungan tanaman pangan dan hasil perkebunan. Menstimulasi swadaya masyarakat khususnya masyarakat desa. yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program. 4.

Program peningkatan pemasaran hasil produksi peternakan. 6. 5. Pemanfaatan dan perluasan usaha peternakan. Program pemberdayaan penyuluhan pertanian/perkebunan lapangan.1. Program pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak. Program pengembangan agribisnis perkebunan. 7.1. Program peningkatan pemasaran hasil produksi pertanian/perkebunan. Program. Program urusan Peternakan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program peningkatan kesejahteraan petani. 7. Peningkatan pemasaran hasil peternakan. Peningkatan pemasaran hasil. Program pengembangan agribisnis peternakan. 123 124 www. 2.id . 4. 4. Meningkatnya pengelolaan kesehatan hewan. Meningkatnya dukungan teknologi hasil ternak. Program peningkatan penerapan teknologi peternakan. 3. Kebijakan. 2.7 Urusan Kehutanan Masalah.depkumham. Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi untuk memantapkan ketahanan pangan hewani. Program peningkatan ketahanan pangan (pertanian/perkebunan). 3. Mengembangkan sentra produksi peternakan unggulan daerah.2 Peternakan Sasaran. 6.3. Keterbatasan kualitas sumber daya manusia peternak. Masih adanya lahan kritis dan penanganannya masih belum optimal. 5. 5. Kebijakan. 4. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Peternakan adalah: 1. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kehutanan adalah: 1. 4. 6. 1. Program peningkatan produksi pertanain/perkebunan. Belum optimalnya pembudidayaan ternak jenis unggul.3. 5.go. Terbatasnya ketersediaan teknologi peternakan. Masih terbatasnya jumlah populasi ternak. Program peningkatan sarana prasarana pertanian. 5. Peningkatan kualitas sumber daya manusia peternak.6. misalnya dalam hijauan pakan ternak. 1. Peningkatan produksi peternakan. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Peternakan adalah: 1. Program. 4. 3. Program Pertanian dan Perkebunan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Peningkatan kualitas sumber daya manusia petani. Program peningkatan penerapan teknologi pertanian/perkebunan. 7. Pengembangan agribisnis di daerah. 4. Masalah. Pengembangan kualitas sumber daya manusia. 2. Pengembangan kualitas sumber daya manusia peternak.8. Pemanfaatan dan perluasan usaha. pengolahan produksi dan pasca panen. 2. Kebijakan urusan Peternakan diarahkan pada: Pembangunan dan pemulihan prasarana dan sarana peternakan. 9. 3. Mengembangkan sentra produksi unggulan daerah.djpp. 3. 2. Kebijakan urusan Pertanian diarahkan pada: Pembangunan dan pemulihan prasarana dan sarana. 3. 8. Belum optimalnya pengelolaan kesehatan hewan. Program peningkatan penerapan teknologi produksi. 2. Meningkatnya kualitas dan kuantitas prasarana dan sarana peternakan yang masih terbatas.

Program peningkatan pembinaan masyarakat desa hutan. Program pembinaan dan pengawasan bidang pertambangan. Berkembang/meningkatnya kesadaran dan parsipasi masyarakat terhadap dukungan pengelolaan nilai-nilai potensi sumber daya alam dan hutan (SDA/SDH). Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kehutanan adalah: 1.djpp. Meningkatkan prasarana dan sarana kehutanan dalam rangka pengembangan kawasan/wilayah hutan. Program pengembangan fungsi hidrologis. pemeliharaan dan pemberdayaan sumberdaya alam dan hutan. Kebijakan. Kebijakan urusan Kehutanan diarahkan pada: Peningkatan penanganan lahan kritis (pelestarian sumber daya hutan). Program rehabilitasi hutan dan lahan. Program urusan Energi dan Sumber Daya Mineral yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 2.depkumham.2. 4. Kebijakan urusan Energi dan Sumber Daya Mineral diarahkan pada: 1. 2. 7. 3. 5. Program perencanaan dan pengembangan hutan. 1. Belum terkendalinya usaha pertambangan rakyat. 4. Terselenggaranya konservasi sumber daya alam. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kelautan dan Perikanan adalah: 125 126 www.8 Urusan Energi dan Sumber Daya Mineral Sasaran. Program perlindungan dan konservasi sumberdaya hutan. 6. Program pemanfaatan potensi sumberdaya hutan. Peningkatan pengembangan sumber-sumber energi alternatif. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah: 1. 3. 7.id .3. 7. Masalah. Masalah. 3. Belum tersedianya peta potensi pertambangan. Sasaran. Banyaknya pertambangan rakyat dengan motif ekonomi yang cenderung merusak lingkungan. Masih adanya wilayah yang belum terjangkau listrik. 3. 2. 3. Masih kurangnya partisipasi dan kepedulian masyarakat dalam dukungan penyelamatan. Meningkatnya penanganan lahan kritis. Monitoring kegiatan penambangan (penegakan hukum). 2.go. 3. Masih terbatasnya sumber-sumber energi alternatif. Program. Terselenggaranya pengawasan dan pengendalian aktivitas pertambangan agar ramah lingkungan. Program pembinaan dan pengembangan bidang ketenagalistrikan. Program urusan Kehutanan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 2. Tersedianya peta potensi pertambangan. Pemerataan energi listrik bagi seluruh rakyat. Masih lemahnya pengelolaan kehutanan secara tertib dan berkelanjutan. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah: 1. Terpenuhi/tersedianya sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan pengembangan kehutanan.3. 2. 4. Meningkatnya penyediaan energi listrik non PLN (sumber energi alternatif). 5. 2. Program peningkatan produksi kehutanan. pemulihan. Kebijakan.9 Urusan Kelautan dan Perikanan Program.1. Meningkatkan kualitas sumberdaya alam dan hutan (SDA/SDH) secara tertata yang saling sinergi antara sektor/sub sektor yang ada.1. 3.

Tingginya biaya produksi yang tidak diimbangi peningkatan harga jual komoditas perikanan Belum optimalnya penanganan pasca panen dan jaringan pemasaran 7. 7. Mengupayakan pemanfaatkan sumberdaya perikanan dan kelautan secara berkelanjutan. 8. Pemanfaatan potensi lahan budidaya belum optimal. Mengupayakan peningkatkan peran serta masyarakat untuk ikut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah 3. Peningkatan kelembagaan dan pemberdayaan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil. Berkembangnya kawasan budidaya. 2. Meningkatnya dukungan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana kelautan dan perikanan. Masih minimnya sarana prasarana untuk budidaya dan penangkapan. 6. Sasaran. 6. Peningkatan produksi perikanan dan kelautan. Terjadinya kerusakan ekosistem pantai seperti adanya abrasi. Keterbatasan modal pelaku perikanan (pembudidaya. Mengupayakan mengembangkan sisten hukum. Terwujudnya pengelolaan dan rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut. 5. Peningkatan kualitas sumber daya manusia petani nelayan.pengolah. dan efektif. Lemahnya penegakan hukum oleh aparat terkait. 10. Mengupayakan pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat pesisir 11. 5. Meningkatnya penanganan/mitigasi nelayan pasca bencana alam di laut. 2. Mengupayakan peningkatan pengawasan dan pengendalian sumberdaya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan. 8. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kelautan dan Perikanan adalah: 1. 9. Mengupayakan peningkatan sarana dan prasarana bidang kelautan dan perikanan untuk pelayanan masyarakat 9. Mengupayakan rerehabilitasi ekosistem habitat pesisir. kondisi hutan mangrove yang kritis serta kerusakan terumbu karang dan sedimentasi. Mengupayakan meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan SDM kelautan dan perikanan.go. Struktur armada penangkapan sebagian besar masih tradisional dengan kemampuan IPTEK yang masih rendah pula. 9. 11.djpp. optimal. Tumpang tindih kewenangan pengelolaan Sumber Daya Peisisr dan Pulau-pulau Kecil antar dan inter Satuan Kerja. utamanya generasi muda. laut dan perairan tawar. Sebagian besar nelayan di Kabupaten Jepaara merupakan nelayan tradisional dengan karakteristik sosial budaya yang belum kondusif untuk suatu kemajuan/penggunaan teknologi. 5. Mengupayakan penerapan iptek dan manajemen profesional pada setiap rantai usaha bidang kelautan dan perikanan 7. Daya dukung lingkungan pertambakan mulai menurun. Mengupayakan peningkatan pemanfaatan sistem informasi kelautan dan perikanan secara terpadu (SIKPT) 10. 2. 6. Peningkatan pengolahan dan pemasaran produksi perikanan. disertai dengan penegakan hukum. 3. nelayan. Kebijakan urusan Kelautan dan Perikanan diarahkan pada: 1. Optimalnya pemanfaatan potensi lahan kelautan dan perikanan belum optimal. 4. 10. 4.depkumham. masy pesisir). Mengupayakan menanamkan wawasan kelautan pada seluruh masyarakat.id . 8. Berkembangnya partisipasi petani nelayan dalam pengawasan dan pengendalian sumberdaya kelautan dan perikanan. 3. Kebijakan. 127 128 www.1. mekanisme hukum dan kelembagaan secara proporsional. 4.

12.

Mengupayakan mengembangkan dan memperkuat jaringan ekonomi pasar perikanan.

3.

Belum stabilnya kondisi perekonomian untuk mendukung peningkatan ekspor.

Program. Program urusan Kelautan dan Perikanan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program optimalisasi pengelolaan dan pemasaran produksi perikanan. 2. Program pengembangan kawasan budidaya laut, air payau dan air tawar. 3. Program pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir. 4. Program pemberdayaan masyarakat dalam pengawasan dan pengendalian sumberdaya kelautan dan perikanan. 5. Program peningkatan kesadaran dan penegakan hukum dalam pendayagunaan sumberdaya laut. 6. Program peningkatan mitigasi bencana alam laut dan prakiraan iklim laut. 7. Program peningkatan kegiatan budaya kelautan dan wawasan maritim kepada masyarakat. 8. Program peningkatan manajemen produksi budidaya perikanan. 9. Program pengembangan perikanan tangkap. 10. program pengembangan sistem penyuluhan perikanan. 11. Program peningkatan dan penguasaan teknologi budidaya dan penangkapan. 12. Program pengelolaan dan rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut. 13. Program peningkatan sarana dan prasarana nelayan. 7.3.1.10 Urusan Perdagangan Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Perdagangan adalah: 1. Menurunnya kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pendukung sistem distribusi barang. 2. Terbatasnya kemampuan kesiapan pengusaha kecil dan menengah dalam mengantisipasi era globalisasi.

Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Perdagangan adalah: 1. Meningkatnya ekspor komoditas non migas. 2. Peningkatan kualitas dan kuantitas perdagangan. 3. Meningkatnya kualitas pelayanan perdagangan. 4. Meningkatnya ketertiban penataan pusat perdagangan. 1. 2. 3. Kebijakan. Kebijakan urusan Perdagangan diarahkan pada: Mengembangkan sarana dan prasarana perdagangan yang layak. Meningkatkan pangsa pasar lokal, regional, nasional dan internasional. Peningkatan ketertiban pusat perdagangan.

Program. Program urusan Perdagangan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program perlindungan konsumen dan pengamanan perdagangan. 2. Program peningkatan dan pengembangan ekspor. 3. Prpgram peningkatan efisiensi dan perdagangan dalam negeri. 4. Program peningkatan prasarana dan sarana perdagangan. 5. Program pembinaan pedagang kaki lima dan asongan.

7.3.1.11 Urusan Perindustrian Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Perindustrian adalah: 1. Keterbatasan bahan baku industri dari luar daerah. 2. Rendahnya kualitas sumber daya manusia dalam pengelolaan IKM. 3. Terbatasnya akses pasar (daya saing) dan permodalan. 4. Terbatasnya dukungan teknologi.

129

130

www.djpp.depkumham.go.id

Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Perindustrian adalah: 1. Meningkatnya ketersediaan bahan baku industri dari luar daerah. 2. Meningkatnya kualitas sumber daya manusia dan kelembagaan IKM. 3. Meningkatnya akses modal, pasar dan teknologi. 1. 2. 3. 4. Kebijakan. Kebijakan urusan Perindustrian diarahkan pada: Menjamin ketersediaan bahan baku. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia IKM. Meningkatnya akses IKM terhadap modal, pasar dan teknologi. Meningkatkan sarana dan prasarana perindustrian.

1. 2.

Penyebarluasan program transmigrasi pada sasaran. Mempermudah prosedur pelayanan transmigrasi.

masyarakat

Program. Program urusan Transmigrasi yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program pengembangan wilayah transmigrasi. 2. Program transmigrasi regional. 7.3.2 7.3.2.1 Fungsi Lingkungan Hidup Urusan Lingkungan Hidup

Program. Program urusan Perindustrian yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program pengembangan industri kecil dan menengah. 2. Program peningkatan kemampuan teknologi industri. 3. Program pengembangan sentra-sentra industri potensial. 7.3.1.12 Urusan Transmigrasi

Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Lingkungan Hidup adalah: 1. Kualitas lingkungan yang cenderung menurun. 2. Rendahnya kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan. 3. Masih belum tegasnya pengawasan dan pengendalian serta penegakan hukum bidang lingkungan hidup. Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Lingkungan Hidup adalah: 1. Terjaganya konservasi sumber daya alam dan meningkatnya pengelolaan lingkungan hidup. 2. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan hidup. 3. Meningkatnya pengawasan, pengendalian dan penegakan hukum bidang lingkungan hidup. 1. 2. Kebijakan. Kebijakan urusan Lingkungan Hidup diarahkan pada: Tersedianya perencanaan lingkungan dan minimalisasi dampak lingkungan. Meningkatakan sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat dalam pelestarian lingkungan.

Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Transmigrasi adalah: 1. Rendahnya minat masyarakat untuk bertransmigrasi. 2. Kurangnya pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang prosedur transmigrasi. 3. Transmigrasi dianggap hal yang tidak menyenangkan. 4. Terbatasnya daerah tujuan transmigrasi. Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Transmigrasi adalah: 1. Terlaksananya koordinasi teknis penempatan transmigran. 2. Proses untuk transmigrasi dapat diketahui masyarakat. Kebijakan. Kebijakan urusan Transmigrasi diarahkan pada:

131

132

www.djpp.depkumham.go.id

3.

Pengawasan pengendalian dan pemulihan lingkungan.

3. 4. 5. 6.

Program. Program urusan Lingkungan Hidup yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup. 2. Program perlindungan dan konservasi sumberdaya alam. 3. Program peningkatan kualitas dan akses informasi sumberdaya alam dan lingkungan hidup.

Meningkatnya sarana dan prasarana wisata dan pengembangan obyek wisata baru. Meningkatnya kerjasama dengan investor bidang kepariwisataan. Meningkatnya sumber daya manusia pelaku wisata yang profesional. Meningkatnya peran serta masyarakat dalam pembangunan pariwisata. Kebijakan. Kebijakan urusan Pariwisata diarahkan pada: Peningkatan sarana dan prasarana obyek wisata. Pengembangan daerah tujuan wisata. Peningkatan menejemen pariwisata. Pengembangan kawasan wisata di Kepulauan Karimunjawa. Peningkatan iklim yang kondusif bagi Investor bidang Pariwisata. Pengembangan sumber daya manusia pariwisata.

7.3.3 7.3.3.1

Fungsi Pariwisata dan Budaya Urusan Pariwisata

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pariwisata adalah: 1. Masih banyaknya potensi obyek wisata alam yang belum dioptimalkan. 2. Terbatasnya sarana dan prasarana obyek wisata dan pendukungnya. 3. Terbatasnya even pengembangan seni dan budaya lokal. 4. Terbatasnya promosi, kerjasama, dan investasi bidang pariwisata. 5. Masih terbatasnya kualitas dan kuantitas sumber daya manusia bidang pariwisata. Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pariwisata adalah: 1. Meningkatnya pendapatan masyarakat dari sektor pariwisata. 2. Meningkatnya kegiatan promosi pariwisata secara terpadu dan konseptual.

Program. Program urusan Pariwisata yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program pengembangan pemasaran pariwisata. 2. Program pengembangan destinasi pariwisata. 3. Program pengembangan kemitraan bidang pariwisata. 7.3.3.2 Urusan Kebudayaan

Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan kebudayaan adalah: 1. Masih terbatasnya prasarana dan sarana pendukung pengembangan seni dan budaya lokal. 2. Banyaknya potensi seni dan budaya lokal yang belum tergali. Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kebudayaan adalah: 1. Tersedianya prasarana dan sarana pendukung pengembangan seni dan budaya lokal.

133

134

www.djpp.depkumham.go.id

4.4.1.4 MISI KEEMPAT: Menciptakan iklim yang kondusif bagi berkembangnya demokratisasi dalam kehidupan bermasyarakat.4. 4. 2. 4. Pemeliharaan keamanan.1 Fungsi Ketertiban dan Keamanan Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri 7. 2. Program urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 7. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pemberdayaan Perempuan adalah: 1.2. ketentraman. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi keempat dilakukan melalui rumpun fungsi Ketertiban dan Keamanan. Semakin merebaknya gangguan sosial yang diakibatkan oleh derasnya pengaruh globalisasi.go. Mendorong peran serta masyarakat dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban wilayah. Menumbuhkembangkan budaya demokratis di masyarakat.2. Program pengembangan kerjasama pengelolaan kekayaan budaya. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri. 1. Kebijakan urusan Pemberdayaan Perempuan 135 136 www. Meningkatkan pendidikan politik dan wawasan kebangsaan secara intensif dan komprehensif. 2. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pemberdayaan Perempuan adalah: 1.4. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri adalah: 1.depkumham. Kebijakan urusan kebudayaan diarahkan pada: Peningkatan dukungan prasarana dan sarana pengembangan budaya. 7. Menurunnya partisipasi masyarakat dalam demokrasi dan politik lokal. Peningkatan dan pemberdayaan kesenian lokal. Program. Sasaran.id .1 7. Terselenggaranya kegiatan seni budaya lokal. Meningkatnya wawasan kebangsaan. 3.djpp. 7. Ketentraman dan ketertiban umum terjaga. Menurunnya nilai-nilai kebangsaan. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri adalah: 1. Kebijakan urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri diarahkan pada: 1. Kebijakan. ketertiban masyarakat dan pencegahan tindak kriminal. 3. Kebijakan. Menurunnya tingkat pelanggaran hukum oleh masyarakat. Kepedulian masyarakat dalam pemeliharaan keamanan lingkungan masih rendah. 3. Meningkatnya peran serta dan kesetaraan gender dalam pembangunan. Sasaran. Program urusan Kebudayaan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Meningkatnya kehidupan demokrasi di masyarakat. Belum optimalnya partisipasi perempuan dalam pembangunan dan politik.1 Masalah. Kebijakan. Meningkatnya kualitas lembaga kesenian.2 Fungsi Perlindungan Sosial Urusan Pemberdayaan Perempuan Program. Masalah. 3. 2.

1 7. b) Perumahan. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi lima dilakukan melalui beberapa rumpun fungsi yaitu: 1) Pendidikan. b) Sosial.5.diarahkan pada: 1. 3) Perlindungan Sosial. 6. yang tediri atas beberapa urusan. Mewujudkan dan mengembangkan Sekolah Unggulan. 5. Meningkatkan mutu lulusan yang berakhlaq mulia berdasarkan iptek. Meningkatnya kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Berkurangnya siswa putus sekolah. 4. Terlaksananya pemerataan dan perluasan akses belajar. Sarana penunjang pendidikan belum tersedia secara merata. 2.id . Masalah. b) Pemuda dan Olah Raga. Peningkatan pemberdayaan perempuan dalam pembangunan. Manajemen pendidikan belum berjalan secara efektif dan efisien. 8. Peningkatan akses layanan pendidikan kelompok masyarakat desa terpencil. 9. 1. 2.depkumham. Kebijakan. Jumlah kelulusan pada pendidikan dasar (SMP/MTs) masih rendah.1. Peningkatan minat baca masyarakat. 6. Terlaksananya Wajar Dikdas 9 tahun. Rendahnya minat baca masyarakat. Berkurangnya keaksaraan fungsional. yaitu: a) Kesehatan. yang terdiri atas beberapa urusan. Meningkatkan kualifikasi tenaga pendidik dan kependidikan. 137 138 www. 7.go. Meningkatnya jumlah pengunjung dan jumlah anggota perpustakaan daerah. yang terdiri atas beberapa urusan yaitu: a) Pendidikan. Program. yang terdiri atas beberapa urusan. 3. Sasaran. khususnya dalam partisipasi politik. 4) Perumahan dan Fasilitas Umum. derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Meningkatkan APK dan APM. 2) Kesehatan. Pemberian bea siswa bagi keluarga miskin.djpp. Program peningkatan peran serta dan kesetaraan gender dalam pembangunan. 7. Kualitas tenaga pendidik dan kependidikan belum sesuai standar. 3. 6.1 Fungsi Pendidikan Urusan Pendidikan Ruang kelas pada pendidikan dasar (SD) banyak yang tidak dapat berfungsi dengan optimal. Rendahnya jumlah siswa yang menikmati pendidikan menengah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pendidikan adalah: 1. 7. 5. 3. b) Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera. 4. Program urusan Pemberdayaan Perempuan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Kualitas lulusan pada pendidikan menengah kejuruan belum memenuhi tuntutan pasar. Terlaksananya uji kompetensi dan sertifikasi tenaga pendidik. yaitu: a) Kependudukan dan Catatan Sipil. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pendidikan adalah: 1. Kebijakan urusan Pendidikan diarahkan pada: Pemenuhan anggaran pendidikan sesuai regulasi.5. 5.5 MISI KELIMA: Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan pelayanan pendidikan. 2. 8. 7. 7. yaitu: a) Pekerjaan Umum. 4. Meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan.

139 140 www. 6. Kurangnya kualitas sarana dan prasarana olah raga. 4. Meningkatnya sarana dan prasarana olah raga di daerah. Sasaran. Peningkatan dan pengembangan pelayanan kesehatan bagi warga miskin. 6. Sasaran. dan belum merata sesui standar pelayanan kesehatan. olah raga dan pramuka. 3.5. Kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan masih belum optimal. 5. Masalah. 2. 5. Meningkatnya aktivitas kepemudaan di daerah. Program manajemen pelayanan pendidikan. Peningkatan program kesehatan sehingga terpenuhinya standar pelayanan minimal.Program.2 7.1. Belum memadainya dukungan prasarana dan sarana kesehatan. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kesehatan adalah: 1. Kuantitas dan kualitas tenaga kesehatan masih kurang. 2. Program pendidikan non formal. Program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan.1 Fungsi Kesehatan Urusan Kesehatan Masalah. Kebijakan urusan Pemuda dan Olah Raga diarahkan pada: 1. Kebijakan urusan Kesehatan diarahkan pada: Peningkatan sarana dan prasarana kesehatan. Program peningkatan peran serta kepemudaan. Program pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan.5. 3. Meningkatkan motivasi kegiatan-kegiaan pemuda. 2. 2. 7. 3. Program peningkatan sarana dan prasarana olah raga. Perilaku hidup bersih sehat (PHBS) belum sepenuhnya mendukung pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan dan masih muncul masalah kesehatan (gizi. Peningkatan pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan untuk mendukung PHBS. Kurang optimalnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin. 1. olah raga dan pramuka. 4.depkumham. Program. 2. 5. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kesehatan adalah: 1.go. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pemuda dan Olah Raga adalah: 1. Meningkatnya motivasi kegiatan-kegiaan pemuda.5. Program Wajar Dikdas 9 Tahun. 4. 7.id . penyakit menular dan lainnya). kesehatan lingkungan. Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan.2. Program urusan Pendidikan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Peningkatan sarana dan prasarana kesehatan. 6. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pemuda dan Olah Raga adalah: 1.2 Urusan Pemuda dan Olah Raga 7.djpp. 3. Program pembinaan dan pemsayarakatan olah raga. Program urusan Pemuda dan Olah Raga yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah : 1. Belum semua program pelayanan kesehatan mencapai standar pelayanan minimal (SPM). 2. Kebijakan. Belum optimalnya aktivitas dan kegiatan kepemudaan. Program pendidikan anak usia dini. 3. Program pendidikan menengah. Peningkatan pemerataan dan profesionalisme tenaga kesehatan. Kebijakan.

Program pencegahan dan penanggulangan penyakit menular. 4. bayi dan anak. 2. Rendahnya peran pria dlm program KB. 5. Program promosi Rumah Sakit. 11. Program pengadaan. 3. Program pembinaan peran serta masyarakat dalam pelayanan KB/KR yang mandiri. 10. 2. 3. 4. 13. 2. Parogram promosi kesehatan ibu. 4. 7. Masih terbatasnya Kader KB. Program manajemen pelayanan kesehatan. Kebijakan urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera diarahkan pada: 1. Kebijakan. 3. 6. Meningkatnya partisispasi masyarakat dalam program KB dan penurunan kenakalan remaja. 7. Program Keluarga Berencana. Menurunnya pencapaian peserta KB MKJP. Masalah.2. Peningkatan pelayanan rawat jalan pada Puskesmas. 2. Program obat dan perbekalan kesehatan. Peningkatan kuantitas kualitas dan pelayanan kesehatan. 4. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera adalah: 1. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera adalah: 1. Program pengadaan. Program standarisasi pelayanan kesehatan. 4. 5. 2.2 Urusan Sejahtera Keluarga Berencana dan Keluarga Sasaran. 3. 12. Meningkatnya ketersediaan alat kontrasepsi bagi keluarga miskin. Memperkuat sumber daya manusia operasional program KB. Jumlah kader terbatas dengan pendidikan bervariasi. peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana Rumah Sakit Daerah. 141 142 www. Program upaya kesehatan masyarakat. 4. 9. 5. 6. jangkauan dan sasaran pelayan kesehatan Peningkatan peran serta masyarakat dan pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan. Menata kembali pengelolaan program KB. Program pengembangan lingkungan sehat. Program peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak. Meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga melalui pelayanan KB. 5.depkumham. 8. Program perbaikan gizi masyarakat. peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana Puskesmas/Pustu dan jaringannya.5. Program urusan Kesehatan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Menggerakkan dan memberdayakan seluruh masyarakat dalam program KB. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan melalui dukungan pembiayaan.go. Program pengembangan pusat pelayanan informasi dan konseling KRR. bayi dan anak melalui kelompok kegiatan masyarakat. Program kemitraan peningkatan pelayanan kesehatan. Meningkatnya jumlah Kader KB. Program. Meningkatnya wawasan dan pengetahuan masyarakat tentang KB dan kesehatan reproduksi. Pustu dan Polindes secara cuma-cuma (gratis). Meningkatnya derajat kesehatan ibu.djpp. Program pelayanan kontrasepsi. 3. Program pelayanan kesehatan penduduk miskin.2. 3. Program kesehatan reproduksi remaja. Program. 14. Program urusan Keluarga Berencana dan Kesejahteraan Sosial yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.id .

Karang Taruna dan Pekerja Sosial Masyarakat. 4. 4. Program penataan administrasi kependudukan. Meningkatnya kualitas pelayanan sarana dan prasarana rehabilitasi kesejahteraan sosial bagi PMKS. 4. PSK.1 Fungsi Perlindungan Sosial Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil 4. 3. Peningkatan manajemen pengelolaan administrasi kependudukan. 2. 7.depkumham. 2. Meningkatkan kualitas manajemen kependudukan. 2. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Sosial adalah: Mengurangi dan mencegah penyandang masalah kesejahteraan sosial. Sasaran yang ingin dicapai pada Kependudukan dan Catatan Sipil adalah: 1. Meningkatnya pelayanan sosial bagi anak terlantar. Terselenggaranya kegiatan keagamaan dan bantuan tempat ibadah Kebijakan. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Sosial adalah: 1. Program pelayanan dan rehabilitasi kesejahteraan sosial. Kebijakan. Masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam organisasi sosial. 5. Program pembinaan anak terlantar. Program peningkatan kualitas manajemen kependudukan.5. 2. Meningkatnya penggunaan nafza. Program pemberdayaan fakir miskin. Program urusan Kependudukan dan Catatan Sipil yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 5. 143 144 www. 3. komunitas adat terpencil (KAT) dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) lainnya. Program pembinaan eks penyandang penyakit sosial (eks Narapidana. Program. Meningkatkan jumlah kepemilikan Akta Cacatan Sipil. Sasaran.id . 3. Masih banyaknya penyandang masalah kesejahteraan sosial. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kependudukan dan Catatan Sipil adalah: 1. Program pembinaan para penyandang cacat dan trauma. Belum optimalnya manajemen pengelolaan administrasi kependudukan.go. Program urusan Sosial yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Masalah.2 Urusan Sosial Masalah. 2. Menanggulangi penggunaan nafza. 2. pengetahuan dan ketrampilan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial. 5. Narkoba dan Penyakit Sosial lainnya). Meningkatkan kehidupan beragama. yatim piatu. Program pemberdayaan kelembagaan kesejahteraan sosial. Program pembinaan Panti Asuhan/Panti Jompo. Masih banyak keluarga yang memiliki rumah tidak layak huni. Kebijakan urusan Sosial diarahkan pada : Memberdayakan fakir miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) lainnya. 7. Program. 6. Pengentasan penyandang masalah kesejahteraan sosial. Sasaran.3.djpp. Kebijakan urusan Kependudukan dan Catatan Sipil diarahkan pada: 1.5.7.5. Peningkatan pelayanan Akta Cacatan Sipil. 2. 2. 1.3. Masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk kepemilikan Akta Catatan Sipil.3 7. 3. Meningkatkan fasilitasi tempat pelayanan sosial. urusan 1. jompo. Meningkatnya kemampuan.

akibat rendahnya kesadaran dan kepatuhan masyarakat. 4. 5. Masih adanya letak perumahan yang tidak sesuai dengan peruntukan lahan. 145 146 www. Program. 2.4. Masih kurangnya taman untuk publik (open space). 3. rawa dan jaringan pengairan lainnya. 4. Masih tingginya potensi kebakaran. Terbatasnya kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pelayanan masyarakat. Program rehabilitasi pemeliharaan jalan dan jembatan. Masih terdapat rumah yang tidak layak huni. 3. Program pembangunan jalan dan jembatan. seperti: rumah sakit. 4.7. 3. Meningkatnya kapasitas jaringan irigasi dan pemanfaatan air irigasi.5.2 Urusan Perumahan 1. olah raga. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pekerjaan Umum adalah: 1. Sasaran. Penurunan fungsi bendung dan saluran irigasi karena usia dan terbatasnya pemeliharaan. 6. Program pembangunan saluran drainase dan gorong-gorong. Kebijakan urusan Pekerjaan Umum diarahkan pada: Meningkatkan keseimbangan pertumbuhan dan pelayanan wilayah dengan pelayanan jalan interkoneksi antar bagian wilayah serta peningkatan kapasitas jalan Meningkatkan pengelolaan dan pemenuhan kebutuhan air irigasi bagi kegiatan pertanian serta optimalisasi pemanfaatan air irigasi bagi pertanian Masalah.5. Meningkatnya kapasitas daerah aliran sungai. Rendahnya pengamanan bangunan publik. Terbatasnya fasilitas perumahan.1 Fungsi Perumahan dan Fasilitas Umum Urusan Pekerjaan Umum 3. Mewujudkan bertambahanya ruang publik. 2. Masalah.id .go. 3. Program penyediaan dan pengelolaan air baku. 8. 5. Terwujudnya kualitas jalan bagi jalan-jalan yang strategis dan mempunyai road demand yang tinggi.djpp. Program pengembangan kinerja pengelolaan air minum dan air limbah. Program pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi. 7.depkumham. Meningkatkan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk pencegahan banjir Meningkatkan kapasitas penaggulangan kebakaran. Kebijakan. 2. Rendahnya kualitas prasarana dan sarana pengendalian banjir. 5. Program pembangunan infrastruktur kelurahan dan pedesaan. 4. 5. 2. Program urusan Pekerjaan Umum yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1.5. termasuk pengamanan bangunan publik. sekolah. Belum meratanya pemenuhan kebutuhan air bersih pedesaan akibat keterbatasan sumber air baku. Tersedianya penanganan kebakaran yang berkualitas. 5. 6.4. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pekerjaan Umum adalah: 1. 4. 2.4 7. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Perumahan adalah: 1. Terwujudnya ruang publik yang representatif. Kualitas dan kuantitas jalan dan jembatan masih belum mampu menampung kebutuhan lalu lintas dan pengembangan perekonomian. 7. perdagangan. Program peningkatan kualitas air bersih pedesaan.

7. Tersedianya sarana dan prasarana pelayanan publik yang memadai. 7. d) Kearsipan. 4. Tercapainya penyediaan PJU secara memadai. yang terdiri atas beberapa urusan yaitu: a) Perencanaan Pembangunan.6. 7. 4. b) Pemerintahan Umum.1 Fungsi Pelayanan Umum Urusan Perencanaan Pembangunan dihadapi pada urusan 1. 5. Meningkatnya kualitas dan kuantitas fasilitas perumahan. 6. Program. Kebijakan urusan Perumahan diarahkan pada: Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan akses air bersih bagi masyarakat pedesaan yang rawan air bersih. Permasalahan yang Perencanaan Pembangunan adalah: 147 148 www. kurangnya prasarana dan prasarana pendukung. Peningkatan volume timbulan sampah yang semakin besar. Program pengembangan dan pengelolaan lampu jalan. Pembangunan lampu jalan secara merata pada jalan umum dengan efisien dan hemat energi listrik. 3. 2. olah raga. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pelayanan masyarakat. Menurunnya jumlah rumah yang tidak layak huni. seperti: rumah sakit. pasar. olah raga.id . Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Perumahan adalah 1. 4. Meningkatkan pemakaian listrik PJU sesuai dengan fungsinya. dan lain-lain. pasar. 8. Masalah. sekolah. 5.depkumham. Meningkatkan kebersihan.1 7.go.6. seperti: rumah sakit. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi keenam dilakukan melalui sebuah fungsi yaitu Pelayanan Umum. Program pengembangan kinerja pengelolaan persampahan. dan lain-lain. Program peningkatan sistem pengelolaan taman. Kebijakan. 8.1. Meningkatnya kesesuaian letak perumahan dengan peruntukan lahan. 3. Meratanya pemenuhan kebutuhan air bersih pedesaan. Program penyehatan lingkungan permukiman dan perbaikan lingkungan. 3. Penyediaan fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) masih belum sebanding dengan kebutuhan.6. Tersedianya prasarana dan sarana pengelolaan sampah yang memadai.6 MISI KEENAM: Meningkatkan kualitas sumber daya aparatur melalui profesionalisme aparatur yang bebas KKN untuk menciptakan good governance dan clean government. 5. 2. c) Kepegawaian. 2. 6. Terbangunnya sarana dan prasarana air bersih/air minum pedesaan dengan kuantitas dan kualitas yang baik. keindahan. 9. sekolah.djpp. Program Perumahan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. keteduhan dan kenyamanan kota. termasuk persamapahan. 7. Terbangunnya taman baru sejalan dengan meningkat jumlah penduduk. Program peningkatan kesiagaan dan pencegahan bahaya kebakaran. Sasaran. Meningkatkan fungsi prasarana dan sarana permukiman yang layak. Masih terbatasnya penyediaan dan pengelolaan ruang terbuka hijau yang seimbang dengan laju pertumbuhan penduduk.

Perencanaan makro.djpp. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pemerintahan Umum adalah: 1.id . 4. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Perencanaan Pembangunan adalah: 1. 5. 4. Program Perencanaan Pembangunan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. aspiratif. Melibatkan perencanaan pembanguna dengan seluruh pemangku kepentingan pembangunan daerah. Kebijakan. 5. 3.6. Meningkatkan kemampuan teknis dan managerial perencana. Meningkatnya kualitas dan kuantitas data dan informasi daerah. 2. Program. 3.go. Meningkatkan kinerja perencanaan pembangunan. 5. 6.1. 4. Semakin kompleksnya penyelenggaraan pengelolaan keuangan daerah. partisipatif. aspiratif. 5. Sasaran. transparan dan akuntabel. 2. 5. Tersedianya data dan informasi pembangunan Kabupaten Jepara. 9. 4. Belum optimalnya pemakaian aset daerah. Terpenuhinya SDM perencana yang handal. Masih belum sinergis dan terintegrasinya perencanaan. Terbatasnya pemenuhan sarana prasarana inventaris untuk memberikan pelayanan masyarakat. 7.1.depkumham. Program pengembangan sistem perencanaan pembangunan daerah. 3. 149 150 www. 6. 3. Program perencanaan prasarana wilayah dan sumber daya alam. Program peningkatan pendampingan program-program.2 Urusan Pemerintahan Umum Masalah. 2. baik yang bersifat perencanaan makro. 2. Terbatasnya sumber daya manusia perencana baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Masih adanya dokumen perencanaan yang belum implementatif. 8. Program perencanaan sosial dan budaya. Program pengembangan data dan informasi daerah. partisipatif. 6. koordinasi dan sinkronisasi perencanaan pembangunan. sebagai bahan dasar perencanaan pembangunan. Program perencanaan pembangunan ekonomi. Belum optimalnya proses dan mekanisme pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah yang demokratis. Meningkatkan manajemen data dan informasi pembangunan daerah. Kebijakan urusan Perencanaan Pembangunan diarahkan pada: 1. Program kerjasama pembangunan. 7. Proses dan mekanisme perencanaan pembangunan daerah berlangsung demokratis. 2. Belum optimalnya penyediaan dan pengelolaan data dan informasi daerah. pembangunan kewilayahan maupun sektoral. pembangunan kewilayahan maupun sektoral berjalan sinergis. transparan dan akuntabel. Program peningkatan kapasitas kelembagaan perencanaan pembangunan daerah. Masih belum optimalnya kinerja pendampingan program. Program perencanaan pembangunan daerah. 3. Peningkatan jumlah obyek pemeriksaan yang tidak sebanding dengan jumlah aparat fungsional auditor. Terciptanya dokumen perencanaan yang implementatif. Meningkatkan integrasi. 4. Belum optimalnya penyusunan data dan informasi pembangunan.

20. Terevaluasinya Raperdes tentang APB Desa dan pendapatan desa. Belum optimalnya penggalian sumber-sumber PAD. Terselenggarannya sistem informasi pengelolaan keuangan daerah. APBD. 2. Tersusunnya standar analisis belanja. 8. Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD per tahun. 6.djpp. Terpenuhinya kebutuhan sarana prasarana inventaris kantor secara bertahap sesuai kebutuhan. 3. Belum optimalnya pelayanan perijinan penanaman modal Sasaran. Tersusunnya anggaran kas dan surat penyediaan dana untuk SKPD. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pemerintahan Umum adalah: 1. Peningkatan kemandirian keuangan daerah. kebijakan akuntansi. 4. 7. Perubahan APBD. Tercapainya peningkatan pendapatan asli daerah. 17. Tersusunnya pedoman pengelolaan keuangan desa setiap 16. Kebijakan urusan Pemerintahan Umum diarahkan pada: 1. Terselenggaranya evaluasi rancangan peraturan desa. Kurang tertibnya pengelolaan administrasi pengendalian pada SKPD.id . 4. Meningkatnya administrasi pengelolaan aset/barang daerah pada SKPD. 8. Belum optimalnya tupoksi perangkat daerah. 5. Tercapainya Peningkatan manajemen asset/barang daerah. Tercapaianya peningkatan pelayanan melalui kegiatan seremonial dan protokoler kedinasan Kepala dan Wakil Kepala Daerah Semakin optimalnya pelayanan perijinan penanaman modal Kebijakan. 151 152 www. Terselenggarannya pendidikan dan pelatihan keuangan daerah Terselenggaranya bimbingan teknis pengelolaan keuangan daerah Meningkatnya pengelolaan administrasi pengendalian pembangunan. 18. Masih rendahnya kesadaran hukum masyarakat dan belum optimalnya fungsi penegakan hukum.6. Tercapainya Peningkatan pengelolaan investasi daerah. KUA APBD. 14. 9. Meningkatnya efektivitas penanganan pemeriksaan didukung dengan pengawas yang handal dan memadai. Tersusunnya standar satuan harga. 7. 9. 19. 21. Peningkatan sarana dan prasarana pemerintahan agar mampu memberikan pelayanan masyarakat secara efektif dan efisien. 10.go. 11. Peningkatan institusi pemerintahan. 2. 12. Terselenggaranya Pembinaan keuangan daerah. Tersusunnya peraturan perundang-undangan sesuai kewenangan Daerah dan amanat perundang-undangan yang berlaku. 2. Tersusunnya Perda atau Perbup tentang pajak daerah dan retribusi daerah. Meningkatnya setoran dana revolving/pemberdayaan ke Kas Daerah. Peningkatan administrasi pemerintahan.depkumham. sistem dan prosedur pengelolaan keuangan daerah. tahun. Program urusan Pemerintahan Umum yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Terlaksananya sosialisasi peraturan perundang-undangan. 15. 10. 22. Program peningkatan kapasitas Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah. 13. Program. Program peningkatan pelayanan kedinasan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah. 3. 23. PPAS per tahun.

Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kearsipan adalah terkelolanya kearsipan secara teratur. Pembinaan dan monitoring kearsipan secara rutin. Program peningkatan sistem pengawasan internal dan pengendalian pelaksanaan kebijakan KDH. Kebijakan urusan Kepegawaian diarahkan pada : Peningkatan sumber daya manusia aparatur PNS. Sasaran. 2. 1. Program penataan dan penyempurnaan kebijakan sistem dan prosedur pengawasan. 4. Program pembinaan dan fasilitasi pengelolaan keuangan desa. Program urusan Kearsipan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Meningkatkan kualitas penempatan PNS dalam jabatan strukturan dan fungsional. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kearsipan adalah belum optimalnya pengelolaan arsip daerah.1. Peningkatan sarana/prasarana kearsipan. 3. Kualitas SDM Aparatur belum merata dan tebatas baik dibidang teknis maupun fungsional. 10. Program peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah. Meningkatkan pengiriman peserta diklat. Pengalokasian dana untuk kegiatan kearsipan.1. 2. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kepegawaian adalah: 1.id . baik teknis maupun fungsional. 153 154 www. Kebijakan. Belum optimalnya kualitas penataan PNS dalam jabatan struktural dan fungsional. Meningkatkan wawasan pengetahuan dan ketrampilan PNS. 2. Program. 2.go. Program urusan Kepegawaian yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1.6. 3. 1.6.djpp. Program peningkatan profesionalisme tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan. terarah dan terpadu. Program peningkatan kerjasama antar pemerintah daerah. 9. Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kepegawaian adalah: 1. 7. Program penyelamatan dan pelestarian dokumen/arsip daerah. Program intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah. 6. 4.depkumham. 8. 5. 7. 3. Peningkatan fungsi dan pemanfaatan depo arsip. Program pendidikan dan pengembangan aparatur. 5. Peningkatan penyelenggaraan diklat. Program. Program peningkatan sarana prasarana pelayanan masyarakat. Kebijakan. Program pendidikan kedinasan. Terlaksananya aplikasi program SIMPEG.5 Kearsipan Masalah. Kebijakan urusan Kearsipan diarahkan pada: Peningkatan SDM petugas arsip. Masalah. 3. 4.3. 7.3 Urusan Kepegawaian 2. Kurangnya dukungan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk peningkatan manajemen kepegawaian. Meningkatkan SDM PNS dibidang teknis dan fungsional.

depkumham. jujur. partisipatif dan penuh tanggung jawab. maka perlu disusun program transisi yang disatupadukan dalam RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012. RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 merupakan pedoman.id . serta masyarakat termasuk dunia usaha berkewajiban untuk melaksanakan program-program dalam RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 dengan sebaik-baiknya. Seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara. yang dalam penyusunannya mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2004-2009 dan Rencana Strategis Daerah (Renstrada) Provinsi Jawa Tengah Tahun 20032008. 8. kebijakan.1 PROGRAM TRANSISI Dalam rangka menjaga kesinambungan pembangunan daerah dan mengisi kekosongan dokumen perencanaan pembangunan daerah tahun 2012 (RKPD Tahun 2012) yang diperlukan sebagai pedoman bagi penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2012. program. misi.BAB VIII PENUTUP Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 merupakan penjabaran dari visi. Seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara berkewajiban menjamin konsistensi antara RPJMN Tahun 20042009 dan Renstrada Provinsi Jawa Tengah Tahun 2003-2008 dengan Renstra-SKPD dan RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012. Untuk itu perlu ditetapkan kaidah-kaidah pelaksanaan sebagai berikut: 1. misi. Penyusunan program transisi perlu dilakukan juga mengingat waktu yang terbatas bagi Bupati/Wakil Bupati terpilih hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2012 guna menyusun RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2012-2017 dan RKPD Tahun 2012 sesuai dengan jadwal waktu yang telah ditentukan. transparan.2 KAIDAH PELAKSANAAN RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 yang telah disusun ini hendaknya dapat dilaksanakan secara konsisten. Bupati berkewajiban menyiapkan Rancangan RKPD 155 156 www. dan kegiatan pokok pembangunan dengan berpedoman pada RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 yang nantinya akan menjadi pedoman dalam menyusun Rencana Kerja (Renja) SKPD. 3.go. berkewajiban untuk menyusun Renstra-SKPD yang memuat visi. Hal ini dimaksudkan untuk menyelesaikan masalahmasalah pembangunan yang belum seluruhnya tertangani sampai dengan tahun 2011 dan masalah-masalah pembangunan yang akan dihadapi dalam tahun 2012. strategi.djpp. maka pada akhir tahun masa jabatan. Seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara. Tahun 2012. dan program Bupati selama 5 (lima) tahun mendatang. landasan dan referensi dalam menyusun Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra-SKPD) Kabupaten Jepara yang setiap tahunnya akan dijabarkan menjadi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Jepara mulai tahun 2007 sampai dengan tahun 2011 dan satu tahun transisi yaitu tahun 2012. tujuan. 8. 2.

id . Dalam rangka meningkatkan efektivitas pelaksanaan RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012.go.4.djpp. BUPATI JEPARA ttd HENDRO MARTOJO 157 www.depkumham. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jepara berkewajiban untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penjabaran RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 20072012 kedalam RKPD Kabupaten Jepara Tahun 2007 sampai tahun 2012.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful