P. 1
lampiran perda 18 tahun 2007

lampiran perda 18 tahun 2007

|Views: 32|Likes:
Dipublikasikan oleh Empe Indo

More info:

Published by: Empe Indo on Feb 06, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/01/2013

pdf

text

original

LAMPIRAN

:

Peraturan Daerah Kabupaten Jepara Nomor : 18 Tahun 2007 Tanggal : 15 Nopember 2007

BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang, menjadi angin segar bagi Pemerintah Daerah di Indonesia. Terkait regulasi tersebut Pemerintah Daerah menerima banyak limpahan kewenangan yang lebih luas untuk menyelenggarakan pemerintahan dan kebijakan pembangunan secara otonom. Perubahan tersebut akan menjadi peluang manakala Pemerintah Daerah mampu mengoptimalkan kondisi dan potensi yang ada di wilayahnya. Berdasarkan pada hal tersebut Pemerintah Daerah perlu diperkuat dengan manajemen pemerintahan yang baik, salah satunya untuk menyusun perencanaan pembangunan daerah yang komprehensif dan aplikatif. Hal tersebut untuk mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Perencanaan pembangunan di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN), dimana didalamnya juga mengatur perencanaan pembangunan daerah. Berdasarkan pada amanat Undang-Undang SPPN tersebut, setelah Kepala Daerah (Bupati) ditetapkan maka Kabupaten atau Kota juga diwajibkan menyusun perencanaan pembangunan daerah yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah yang selanjutnya disebut

RPJMD. Berdasarkan pada hal tersebut di atas maka Pemerintah Kabupaten Jepara menyusun rencana strategis daerah dalam bentuk RPJMD, yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu lima tahun dari tahun 2007-2012. Dimana penyusunan RPJMD tersebut dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada atau mungkin timbul. RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program prioritas Bupati, serta berorientasi pada pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan yang diuraikan dalam program dan kegiatan tahunan. Dalam penyusunannya, RPJMD tersebut berpedoman pada RPJPD Kabupaten Jepara Tahun 2005-2025 yang sedang berjalan dan memperhatikan hasil evaluasi pelaksanaan pembangunan 5 (lima) tahun periode sebelumnya, serta masukan dari penjaringan aspirasi masyarakat. Penyusunan Dokumen RPJMD Kabupaten Jepara ini merupakan kelanjutan dari proses identifikasi potensi dan permasalahan yang terdapat di daerah, serta melalui suatu proses koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi antara pemangku kepentingan pembangunan daerah dan instansi terkait. Secara substansial RPJMD Kabupaten Jepara merupakan suatu upaya untuk mengoptimalisasi sumber daya daerah yang terbatas untuk pemenuhan kebutuhan yang tidak terbatas, dengan mengembangkan potensi yang ada serta membuat kesinambungan pembangunan. Dengan harapan proses pelaksanaan pembangunan berjalan efektif dan efisien, untuk memperoleh hasil pembangunan daerah yang optimal dalam rangka mensejahterakan masyarakat. RPJMD Kabupaten Jepara 2007-2012 sebagai petunjuk dan penentu arah kebijakan pembangunan serta pencapaian tujuan untuk kurun waktu lima tahun kedepan, sehingga RPJMD tersebut digunakan sebagai dasar penilaian kinerja Bupati selama masa jabatannya. Dimana progress report pelaksanaan pembangunan disampaikan dalam bentuk Laporan Keterangan

1

2

www.djpp.depkumham.go.id

Pertanggungjawaban, yang berupa informasi penyelenggaraan pemerintahan daerah selama 1 (satu) tahun anggaran dan laporan akhir masa jabatan yang disampaikan oleh Kepala Daerah kepada DPRD.

1.3 LANDASAN PENYUSUNAN Landasan Penyusunan RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 20072012 adalah sebagai berikut: 1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten dalam lingkungan Propinsi Jawa Tengah. 2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 4. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. 5. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan, Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara. 6. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. 7. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang. 8. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. 9. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 – 2025. 10. Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 1992 tentang Pembentukan Kecamatan di Wilayah Kabupaten-Kabupaten Daerah Tingkat II Purbalingga, Cilacap, Wonogiri, Jepara, dan Kendal serta Penataan Kecamatan di Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Semarang dalam wilayah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Tengah.

1.2 MAKSUD DAN TUJUAN RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 ini dimaksudkan sebagai pedoman atau panduan dalam penyelenggaraan pembangunan yang dilakukan oleh unsur Pemerintah beserta pemangku kepentingan pembangunan daerah dalam kurun waktu lima tahun kedepan. Sedangkan RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 bertujuan untuk: 1. Memberikan pemahaman kepada pemangku kepentingan pembangunan dan unsur Pemerintah tentang mekanisme, proses dan substansi perencanaan pembangunan selama lima tahun dengan baik. 2. Sebagai acuan dalam perencanaan pembangunan tahunan periode 2007-2012, sehingga setiap tahapan perencanaan pembangunan sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan. 3. 4. 5. Memberikan arahan kebutuhan program dan kegiatan prioritas yang jelas, dengan harapan pelaksanaan pembangunan daerah dapat berjalan secara optimal. Sebagai tolok ukur dalam penilaian kinerja Pemerintah Kabupaten Jepara selama lima tahun. Sebagai dasar komitmen bersama antara eksekutif, legislatif dan pemangku kepentingan pembangunan terhadap programprogram pembangunan daerah yang akan dilaksanakan kurun waktu lima tahun dalam rangka pencapaian visi misi daerah.

3

4

www.djpp.depkumham.go.id

11. 12. 13. 14. 15.

16. 17. 18. 19. 20.

21. 22.

Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 Tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Masyarakat. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009. Peraturan Daerah Propinsi Jawa Tengah Nomor 11 Tahun 2003 tentang Rencana Strategis Propinsi Jawa Tengah Tahun 20032008. Peraturan Daerah Kabupaten Jepara Nomor 10 Tahun 2006 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Jepara. Peraturan Daerah Kabupaten Jepara Nomor 2 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Jepara Tahun 2005-2025. Peraturan Daerah Propinsi Jawa Tengah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Pelaksanaan Perencanaan Pembangunan Propinsi Jawa Tengah. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 16 Tahun 2006 Tentang Prosedur Penyusunan Produk Hukum Daerah.

23.

Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor : 050/2020/SJ Tanggal 11 Agustus 2005 tentang Petunjuk Penyusunan Dokumen RPJP Daerah dan RPJM Daerah.

1.4 HUBUNGAN ANTARA RPJMD KABUPATEN JEPARA TAHUN 2007-2012 DENGAN DOKUMEN PERENCANAAN LAINNYA
Hirarki perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Jepara dimulai dari RPJPD untuk kurun waktu 20 tahun, yang terjabarkan dalam RPJMD untuk kurun waktu 5 tahun dan kemudian diwujudkan dalam perencanaan jangka pendek untuk kurun waktu 1 (satu) tahun. Gambar berikut adalah hubungan RPJMD Kabupaten Jepara sampai tersusunnya Renja SKPD.

Gambar 1.1. Bagan Hubungan RPJMD dengan dokumen perencanaan lainnya
RPJPD Kab. Jepara Th. 2005-2025

RPJM Nasional Th. 2004-2009

RPJMD (Renstrada) Prov. Jateng Th. 2003-2008

RPJMD Kab. Jepara Th. 2007-2012

Renstra SKPD Th. 2007-2012

RKPD Kab. Jepara

Renja SKPD

5

6

www.djpp.depkumham.go.id

1.1. Demografi 2.4.2. Sosial Budaya Daerah 2.4. Misi Ketiga 7.3. Misi Keenam BAB VIII PENUTUP 8.2.7. Landasan Penyusunan 1. Visi 3. Perekonomian Daerah 2.6.1.3.5. Maksud Dan Tujuan 1. Isu-Isu Pembangunan VISI DAN MISI 3. Misi Kedua 7.1. BAB III 1.2. Misi Kelima 7. Hubungan Antara RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 Dengan Dokumen Perencanaan Lainnya 1.3. Misi Pertama 7. Misi BAB IV STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH 4. Kebijakan Umum Anggaran BAB VI KEBIJAKAN UMUM DAERAH BAB VII PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH 7. Arah Pengelolaan Pendapatan Daerah 5. Strategi Pembangunan Kabupaten Jepara 4.5 SISTEMATIKA PENYUSUNAN RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 disusun dengan sistematika sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang 1.go.depkumham.5.2.djpp. Misi Keempat 7. Sistematika Penyusunan KONDISI UMUM DAERAH 2.4.1.2. Kemudian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jepara digunakan sebagai pedoman untuk penyusunan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD).2. Kondisi Geografis Dan Tata Ruang Wilayah 2.2. Faktor-Faktor Kunci dan Asumsi Keberhasilan BAB V ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH 5.3. Arah pengelolaan Belanja Daerah 5. serta Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dengan tetap memperhatikan RKP dan RKPD Provinsi Jawa Tengah.id . Pemerintahan Umum 2.1. Prasarana Dan Sarana Daerah 2.5.Dari bagan di atas dapat dijelaskan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Jepara Tahun 2005-2025 adalah dokumen perencanaan daerah yang digunakan sebagai dasar untuk penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jepara Tahun 20072012 dengan tetap memperhatikan RPJM Nasional dan RPJMD Provinsi Jawa Tengah (Renstrada Provinsi Jawa Tengah Tahun 20032008).1. Program Transisi 8.6. Kaidah Pelaksanaan BAB II 7 8 www.

sehingga merupakan daerah paling ujung sebelah utara dari Provinsi Jawa Tengah.6 km². sebesar 264. dengan jarak tempuh ke Ibukota Provinsi sekitar 71 km dan dapat ditempuh dengan kendaraan lebih kurang 2 jam.080 km2 (26.758 km2). Sedangkan jumlah curah hujan ± 2.id .83" Lintang Selatan.845. Selain itu di Kepulauan Karimunjawa juga terdapat lapangan terbang perintis yang dapat didarati pesawat terbang berjenis kecil dari Semarang.1 Kondisi Geografis Luas wilayah daratan Kabupaten Jepara 1.30%).40" Bujur Timur. sebesar 740. Wilayah tersempit adalah Kecamatan Kalinyamatan (24.BAB II KONDISI UMUM DAERAH 2.depkumham. Pada lautan tersebut terdapat daratan kepulauan sejumlah 29 pulau. dimana untuk menuju ke wilayah tersebut sekarang dilayani oleh kapal ferry dari Pelabuhan Jepara dan kapal cepat dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Wilayah Kabupaten Jepara juga meliputi Kepulauan Karimunjawa. Berdasar letak geografis wilayah. serta Kabupaten Demak di Selatan. 9 10 www. Suhu udara Kabupaten Jepara terendah pada 21. Kabupaten Jepara merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang beribukota di Jepara. Musim penghujan antara bulan Nopember-April dipengaruhi oleh musim Barat sedang musim kemarau antara bulan Mei-Oktober yang dipengaruhi oleh angin musim Timur. Kabupaten Pati dan Kabupaten Kudus di Timur. yakni gugusan pulau-pulau yang ada di Laut Jawa dengan dua pulau terbesarnya adalah Pulau Karimunjawa dan Pulau Kemujan. 5° 43' 20. dengan 5 pulau berpenghuni dan 24 pulau tidak berpenghuni. Wilayah kepulauan tersebut merupakan Kecamatan Karimunjawa yang berada di gugusan Kepulauan Karimunjawa. Laut Jawa Pati Kudus Demak Semarang Dari wilayah Kabupaten Jepara juga mencakup luas lautan sebesar 1. yang berada di Laut Jawa.464 mm. dengan kelembaban udara rata-rata sekitar 84%. 02" sampai 110° 58' 37. Sebagian besar luas wilayah merupakan tanah kering.go.1 KONDISI GEOGRAFIS DAN TATA RUANG WILAYAH 2.67" sampai 6° 47' 25.55 °C dan tertinggi sekitar 33. Sedangkan sebagian besar wilayah perairan tersebut dilindungi dalam Cagar Alam Laut Karimunjawa.1 Letak Kabupaten Jepara dalam Konstalasi Jawa Tengah JEPARA Secara geografis Kabupaten Jepara terletak pada posisi 110° 9' 48.71 °C. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di Barat dan Utara.djpp. maka Kabupaten Jepara beriklim tropis dengan pergantian musim penghujan dan kemarau.004. dengan jumlah hari hujan 89 hari.179 km2) sedangkan wilayah terluas adalah Kecamatan Keling (231.1.052 km2 (73.70%) sisanya merupakan tanah sawah. Gambar 2.132 km2 dengan panjang garis pantai 72 km.

004. Mayong 13 – 438 10.004.667 16 81 291 2.179 12 50 236 5. 8.id .djpp. Karimunjawa 0 – 100 6. Tabel 2.124 65. Bangsri 0 – 594 3.2 Ketinggian Permukaan Tanah Kecamatan Ketinggian No Kecamatan (mdpl) 1.132 18 20 11 18 16 15 12 15 15 194 63 116 77 75 89 78 58 74 44 990 250 551 324 383 509 365 333 315 216 4. Batealit 68 – 378 4.Gambar 2. Batealit 88.200 3 14 52 11 12 www.132 km² tersebut terdiri atas 14 kecamatan yang dibagi lagi atas sejumlah 183 desa dan 11 kelurahan.000 9. Kembang 0 . Keling 0 . Jepara 0 – 50 2. Kecamatan Luas (km2) Desa/Kel RW RT 1.540 Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2005 Secara topografi Kabupaten Jepara dapat dibagi dalam empat wilayah yaitu wilayah pantai di bagian pesisir Barat dan Utara.1.352 12 120 433 3.1. 12.965 35. Luas. Karimunjawa 71. Kedung 0–2 7. RW dan RT No. wilayah pegunungan di bagian Timur yang merupakan lereng Barat dari Gunung Muria dan wilayah perairan atau kepulauan di bagian utara merupakan serangkaian Kepulauan Karimunjawa. 14.go. Tabel 2. wilayah dataran rendah di bagian tengah dan Selatan.063 231.043 102. Bangsri 85. Kalinyamatan 24. 7.955 56. 9.642 1. Mlonggo 0 – 300 Secara administratif wilayah seluas 1.301 8.906 27.399 38. Desa/Kelurahan.1 Jumlah Kecamatan. Jepara 24.758 108. Kedung Keling Kembang Mayong Mlonggo Nalumsari Pecangaan Tahunan Welahan Jumlah 43. 11.2 Peta Kabupaten Jepara 6. 10.depkumham.879 11 51 282 4. Kalinyamatan 2 – 29 5. seperti terlihat dalam tabel berikut. 13.

2 Tata Ruang Wilayah Tata ruang wilayah merupakan salah satu hal yang penting diperhatikan dalam perencanaan pembangunan Kabupaten Jepara.126.2 mdpl yang merupakan dataran pantai.458 Ha dan Latosol yang merupakan jenis tanah paling dominan di Kabupaten Jepara terdapat di perbukitan Gunung Muria seluas 65.djpp.659. daerah terendah adalah Kecamatan Kedung antara 0 . Kondisi ini menyebabkan sistem hidrologinya mengalir beberapa sungai besar yang memiliki beberapa anak sungai. Potensi pengembangan meliputi sektor industri kerajinan dan pertanian tanaman pangan. 2. Sungai-sungai besar tersebut antara lain Sungai Gelis. Tahunan. bergelombang 37. bagian daratan utama Kabupaten Jepara terdiri dari dataran rendah dan dataran tinggi yang merupakan kawasan pada lereng Gunung Muria.400.689.857 Ha.433 Ha. Potensi pengembangan meliputi sektor pertanian tanaman pangan dan peternakan serta sektor energi (PLTU). 4. Berdasarkan karakteristik topografi wilayah. Keling.620. SWP III : Pecangaan Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan Pecangaan. Kedung dan Batealit.go. Jinggotan. perikanan dan pariwisata. Mlonggo. Pada daratan Kabupaten Jepara terdapat beberapa jenis tanah. Dalam dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Bagian Wilayah Kabupaten Jepara.327. yang dapat diklasifikasikan menjadi 4 jenis tanah berikut Andosol coklat. Kembang dan Mlonggo.060 Ha. Nalumsari Pecangaan Tahunan Welahan 13 – 736 2 – 17 0 – 46 2–7 Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2005 Dengan kondisi topografi demikian. pengembangan wilayah Kabupaten Jepara terbagi dalam 6 Sub Wilayah Pembangunan (SWP) berikut ini: 1. SWP I : Jepara Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan Jepara.469 Ha. sedangkan daerah yang tertinggi adalah Kecamatan Keling antara 0-1. aliran sungai relatif dari daerah hulu dibagian timur (Gunung Muria) ke arah barat (barat daya. dan barat laut) yaitu daerah hilir (laut Jawa). Daratan utama Kabupaten Jepara berdasarkan sistem hidrologi merupakan kawasan yang berada pada lereng Gunung Muria bagian barat yang mengalir sungai-sungai besar yang memiliki beberapa anak sungai. Kalinyamatan dan Welahan. Variasi ketinggian tersebut menyebabkan Kabupaten Jepara terbagai dalam empat kemiringan lahan. Alluvial terdapat di sepanjang pantai utara seluas 9. Bakalan.776 Ha dan sangat curam 10. Pecangaan. hal ini mengacu pada petunjuk perencanaan pembangunan dari Pemerintah Pusat. Mayong dan Tunggul. SWP IV : Karimunjawa Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan 2. Berdasar data tersebut di atas.1. Gung. Regosol terdapat dibagian utara seluas 2.id . 12.212 Ha. Wiso. Jarakan. 3. Asosiasi Mediterian terdapat di pantai barat seluas 19. curam 10. Banjaran.917 Ha. 13. yaitu datar 41. Potensi pengembangan meliputi sektor industri kerajinan. 13 14 www.11. 14.972 Ha.700.301 m dpl (dari permukaan laut).301 mdpl merupakan perbukitan. Dimana karakteristik kontur wilayah. terdapat diperbukitan bagian utara dan puncak Gunung Muria seluas 3.525. SWP II : Bangsri Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan Bangsri.depkumham. menyebabkan sungai mengalir dari daerah hulu di bagian timur dan selatan ke daerah hilir bagian utara dan barat. Kabupaten Jepara memiliki variasi ketinggian antara 0 m sampai dengan 1. barat.

364 • Padang Rumput 15.144. Tanah Sawah 26. Penggunaan lahan Urban atau Pusat Keramaian yang meliputi penggunaan tanah perumahan.087 • Pengairan Non PU 2.269.4 Penggunaan Tanah Sawah dan Tanah Kering No. peternakan dan perikanan.005. 4. Penggunaan lahan Rural atau Pedesaan yang meliputi penggunaan tanah sawah. pengelolaan sumber daya alam. pola tata guna lahan tersebut di atas dapat dirinci dalam penggunaan tanah (untuk tanah sawah dan tanah kering) sebagai berikut: Tabel 2. pelestarian lingkungan hidup serta perhubungan laut. perdagangan dan pertanian tanaman pangan. perekonomian. 3.096.269 2. tambak dan perkebunan.311. Sebagai gambaran proporsi pola tata guna lahan Kabupaten Jepara seperti terlihat pada tabel berikut: Tabel 2. perdagangan. peternakan.380.398. hutan sekitar 19. SWP V : Keling Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan Keling. Sebagai gambaran saat ini penggunaan lahan di Kabupaten Jepara dibedakan menjadi 3 (tiga) yaitu: 1. Tegalan / Kebun 18.795 6. SWP VI : Mayong Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan Mayong dan Nalumsari. perkebunan dan penggunaan lainnya luasnya relatif kecil atau dibawah lima persen.014 • Tadah Hujan 5.id .40%.408.935 • Pengairan Setengah Teknis 3.30%. 5. industri dan lain sebagainya.08% dan tegalan atau kebun seluas 18.954 2.312 3. kebun campur. jasa. Tanah Kering 74. Bangunan / Pekarangan 28. Penggunaan lahan Enviromental Conservation atau konservasi lingkungan yang meliputi penggunaan lahan pada daerah perairan Kepulauan Karimunjawa.388. 7.000 • Rawa tidak ditanami 21.depkumham. 6.250 • Pengairan Sederhana PU 10. Potensi pengembangan meliputi sektor kerajinan.411 Dari data diatas diketahui bahwa luas bangunan dan pekarangan sudah mendominasi tata guna lahan di Kabupaten Jepara atau mencapai 28. 2.203 19. yang tersebar di bagian Utara.004 • Pengairan Tehnis 5. Tambak Hutan Perkebunan Penggunaan lainnya Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2005 1.382 Halaman • Tegalan 18.djpp. 5. tegalan.3 Pola Tata Guna Lahan Kabupaten Jepara No. Potensi pengembangan meliputi sektor perikanan. Tengah dan Selatan wilayah Kabupaten Jepara. Lahan Luas (Ha) 1.096 3.718 2. Selanjutnya.000 15 16 www. Sawah 26. Kemudian disusul berturutturut berikutnya adalah luas sawah yang mencapai 26. pariwisata. yang menyebar pada beberapa bagian wilayah Kabupaten Jepara.185 • Tanah Bangunan dan 28.26% dari luas Jepara. Sedangkan yang lain seperti tambak.Karimunjawa. Potensi pengembangan meliputi sektor perkebunan.go. Penggunaan tanah Luas 1 2 3 1.

Aspek lain yang terkait dengan tata ruang adalah aspek pertanahan.3 Skenario Pengembangan Wilayah Kabupaten Jepara Guna menjaga keseimbangan ekosistem dan ketahanan pangan nasional.202.djpp.535. Gambar 2. pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan. Perda tersebut diperkuat dengan adanya kesepakatan antara Bupati atau Walikota se-Jawa Tengah untuk mempertahankan lahan sawah yang produktif dari alih fungsi lahan. jenis usaha. Tabel 2. pada tahun 2006 menjadi 256.go.545 • Tanah yang tidak 330.748 atau meningkat sebesar 9%.depkumham.562.id .d 2003 2004 2005 2006 2002 No. sehingga menyebabkan terjadinya perubahan yang sangat cepat dalam pengembangan wilayah serta berpengaruh kuat pada kebutuhan lahan untuk pembangunan. Desakan globalisasi yang terjadi sangat berpengaruh terhadap aspek-aspek pembangunan di Kabupaten Jepara.189 Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2005 Dalam kerangka tata guna lahan.413. Kesadaran masyarakat untuk memiliki kepastian hukum tentang pemilikan hak atas tanah cenderung meningkat. agar dalam lima tahun kedepan dicapai pertumbuhan wilayah tertinggal. Apabila pada tahun 2002 sertifikat tanah yang diterbitkan untuk semua jenis hak berjumlah 235. maka Kabupaten Jepara dijadikan salah satu daerah produksi pangan.793. kondisi fisik dan jumlah penduduk yang ada dalam wilayah tersebut.1 • Tambak 1. Hal ini sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 21 Tahun 2003 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Tengah.503. maka skenario pengembangan wilayah Kabupaten Jepara mengarah pada wilayah utara yaitu pada Kepulauan Karimunjawa dan ke arah timur dari Jepara sepanjang garis pantai. Berdasar hal-hal tersebut sudah saatnya diperlukan penyusunan RTRW dan RDTR untuk periode 10 (sepuluh) tahun ke depan dengan memperhatikan lingkungan yang keberlanjutan. Sehingga pola penggunaan lahan tersebut akan mencirikan kegiatan masyarakat yang mendiami daerah yang bersangkutan. Tanah Bersertifikat s.462 • Hutan Negara 17.288 • Tanah untuk Lainnya 2.271 2 3 • Perkebunan Negara 3.700 diusahakan • Tanah untuk Kayu-Kayuan 1.891 Jumlah 100.d 2006 17 18 www.5 Jumlah Sertifikat Tanah Jumlah Penerbitan Sertifikat s. hal ini ditunjukkan dengan makin bertambahnya jumlah tanah yang bersertifikat. Penggunaan lahan tersebut merupakan cerminan atau perwujudan interaksi antara manusia dengan tingkat teknologi yang dimiliki.954.282 • Kolam 9.

511 256. Berdasarkan data diketahui bahwa luas lahan kritis semakin meningkat. bahwa terjadi 19 20 www.386 6.id .71 km2.227 14 0 5. akibat pemanfaatan sumber daya alam yang tidak ramah lingkungan.2 DEMOGRAFI Jumlah penduduk Kabupaten Jepara 5 (lima) tahun terakhir meningkat dari jumlah 979.981 386 0 5. 3. hutan negara dan lahan tanaman kayu-kayuan seluas 190.304 1.depkumham. Akibat kondisi tersebut terjadi peningkatan kejadian bencana alam berupa banjir dan erosi. untuk itu isu ini harus mendapat perhatian khusus agar dampak yang ditimbulkan dapat dieliminir.037 jiwa pada tahun 2005. Namun secara umum jumlah bencana pada tahun 2006 menurun menjadi 6 kali.1. rendahnya kesadaran masyarakat dan kurang konsistennya penegakan hukum. 2006 Sumber: Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Jepara.66 Ha menjadi 47. 2. Namun ternyata secara kualitas kondisi hutan jauh Permasalahan pokok pengembangan lingkungan hidup adalah penurunan kualitas lingkungan hidup.046.. 2. dan berkurangnya hutan produktif serta terjadinya bencana alam.503 3.440 km2 dan hutan suaka alam dan wisata 0.1. sedangkan masalah pertanahan adalah masih banyaknya petak tanah yang belum bersertifikat. cagar alam 2 buah. 4. Lingkungan hidup menjadi isu sentral hampir disemua daerah. tahun 2003 seluas 37.078.36%. 2. Tabel 2.120 Ha.go. dimana pada tahun 2000 jumlah banjir terjadi 7 kali dan tahun 2005 meningkat menjadi 18 kali.252 752 13 3. Jumlah kawasan lindung yang ada di Kabupaten Jepara pada tahun 2006 terdiri dari taman nasional 1 buah. Tahun 2006 Permasalahan umum tata ruang adalah peningkatan perubahan peruntukan lahan pertanian menjadi non pertanian dan ketidakkonsistenan penggunaan lahan sesuai fungsi yang ditetapkan dalam perencanaan tata ruang.094 5.921 524 0 254.6 Jumlah Bencana Alam Frekuensi 12 15 20 13 18 6 Sumber: Bakesbanglinsos Kabupaten Jepara.183 Ha pada tahun 2004.96 km2 serta hutan lindung seluas 42. hal ini ditandai dengan bertambahnya lahan kritis.799 13 486 13 48 19 66 632 235. Hak Milik Hak Guna Bangunan Hak Guna Usaha Hak Pakai Jumlah 234.djpp.254 6. baik saat ini maupun masa mendatang. Salah satu indikator kualitas lingkungan hidup ditunjukkan dari luasnya lokasi lahan kritis.748 berkurang dimana pada saat ini hampir sebagian besar hutan dalam kondisi gundul akibat penebangan liar. meningkatnya pencemaran lingkungan. atau mengalami peningkatan sebesar 27. Sedangkan pada tahun 2006 bertambah menjadi 56.923 123 0 4.025 jiwa pada tahun 2002 menjadi 1. Ini menunjukkan. hutan lindung 2 buah dan cagar budaya 4 buah.3 Lingkungan Hidup Tahun 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Kondisi lingkungan hidup dalam waktu satu dasa warsa terakhir cenderung mengalami penurunan kualitas. Kondisi hutan pada tahun 2006 secara kuantitas tidak terjadi pengurangan luas lahan. Pada masa datang kerusakan lingkungan yang disebakan oleh hal-hal diatas akan semakin banyak.

132 1.585 65.028.510 535.382 55.23 Tabel 2.664 81.767 68.400 71.222 1.292 8.id .025 2003 516. namun dengan angka sementara (2006) ternyata terjadi pertumbuhan yang meningkat.518 0. 21 22 www.74 2006* 512.685 No.915 113.977 2.367 53.224 1.064 1.007 91.980 91. 2.332 8.997 0. 3.012 jiwa dalam waktu lima tahun atau mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 2.527 1.656 56. 4.420 73.546 490. 7.757 1. 8. 10 11 12 13 14 Kec Jepara Bangsri Batealit Kalinyamata n Karimunjawa Kedung Keling Kembang Mayong Mlonggo Nalumsari Pecangaan Tahunan Welahan Jumlah 2004 Jumlah 73.243 1.780 2.600 491 588 1.014 95.djpp. Berdasar hasil registrasi penduduk pada tahun 2005.215 0.083 2.251 1.037 1.586 70.972 64. 9.078.560 79.007 74.073 Jumlah 67.510 laki-laki dan 535.288 119 1.071 826 2.564 8.387 533.999 1. Tabel 2.195 2.527 1.076 73.827 6. 5.059.6 38 Kepadatan 2.071 826 2.478 979.546 523.258 75.195 2.844 70.91 2005 542.734 93.283 79.001 1.028.21 2004 526.633 125.120 1.035 123. Pemerintah Kabupaten Jepara menyadari bahwa ukuran kepadatan penduduk suatu Kabupaten akan lebih bermakna bila dikaitkan dengan potensi Kabupaten dan kondisi penduduk antar kecamatan di Kabupaten Jepara yang bervariasi.pertambahan penduduk sebesar 99.483 0. 5.288 119 1.577 70.039.898 67.752 64.91 Juta jiwa).987 yang berarti setiap 1. Proporsi jumlah penduduk perempuan sampai dengan tahun 2004 lebih besar daripada laki-laki. Namun sejak tahun 2006 jumlah penduduk laki-laki lebih besar dari perempuan.158 69.527 perempuan.059.27% dari jumlah penduduk Jawa Tengah (32.951 69.265 93.000 penduduk laki-laki terdapat 987 penduduk perempuan. jumlah penduduk Kabupaten Jepara berdasar jenis kelamin terdiri dari 542.410 2.527 1. Gambaran sosial ekonomi masyarakat memang dapat ditentukan oleh tingkat kepadatan penduduk suatu wilayah.71 3 2006* Kepadatan 2.224 1.594 1.083 2.752 0.281 1. 1.600 491 588 1. Sedangkan proporsi jumlah penduduk Kabupaten Jepara hanya sekitar 3.8 Jumlah dan Kepadatan Penduduk No 1.215 0.go.112 115. Namun demikian tingkat kepadatan yang ideal di Kabupaten Jepara tidak dapat ditentukan dengan pasti karena tergantung pada potensi yang dimiliki dan kemampuan penduduk di Kabupaten tersebut dalam memanfaatkan potensi yang ada.999 1.55% per tahun.713 3.951 515.222 1.638 1.362 2.852 1.078. 6.7 Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Pertumbuhan Tahun Laki-laki Perempuan Jumlah (%) 2002 488.03 7 2005 Kepadatan 2.439 68. 3. 4.016 127.772 69. Hal tersebut menunjukkan rasio jumlah penduduk laki-laki terhadap jumlah penduduk perempuan (rasio jenis kelamin) sekitar 0.428 18.776 63. Atas dasar data di atas penyebaran penduduk Kabupaten Jepara masih terkonsentrasi di wilayah Kecamatan Jepara dan yang terendah adalah Kecamatan Karimunjawa. Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2004-2005 dan *Disnakerdukcapil Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2005 dan *Disnakedukcapil Berdasar data di atas menunjukkan pertumbuhan penduduk tiga tahun terakhir (2003-2005) cenderung menurun.410 2.055 Jumlah 75.depkumham.382 111. 2.904 85.

762 2003 303.10 Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia Tahun 0 –14 2002 285.180. yaitu perbandingan antara penduduk usia produktif dengan penduduk usia tidak produktif (0-14 dan 65 th keatas) pada tahun 2006 (menggunakan angka sementara) Jepara sebagai pusat perdagangan dan industri furnitur atau meubelair.87%.154.445 Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2002-2005.492 2012 1. penduduk Kabupaten Jepara tergolong dalam ciri Expansive yakni sebagian besar penduduknya berada dalam kelompok usia muda atau produktif (15-64 tahun) yaitu sekitar 66. Hal tersebut menunjukkan penduduk yang datang lebih besar daripada penduduk yang pergi keluar Jepara.738 dengan angka ketergantungan 44.630 709.720 Angka Tahun Jumlah 979.1%.128.389 Dalam 65 keatas 46.540 2011 1. Gambar 2.9 Prediksi Jumlah Penduduk Tahun Jumlah Penduduk 2007 1.059.206. maka dapat dilihat jumlah penduduk berdasarkan komposisi umur.037 1. maka dapat dilihat bentuk struktur atau piramida penduduknya.421 pada tahun 2005.430 712. serta adanya rencana pembangunan pembangkit listrik energi alternatif.id . Dari sudut pandang ini.depkumham. Tabel 2.602 1.844 50.025 1.194 688.djpp.078.713 2002-2005 Sumber: Jepara Dalam Angka 2005.41.587 2010 1. membawa konsekuensi daerah ini sebagai tujuan mobilitas penduduk baik karena alasan pekerjaan maupun alasan usaha.go. yang berarti 1 orang penduduk usia produktif menanggung 2 orang penduduk tidak produktif.069 47.681 2008 1.039. Diolah dan Berdasarkan komposisi umur penduduk. Dari data yang ada menunjukkan bahwa migran ke Kabupaten Jepara tiga tahun terakhir naik dari 224 jiwa tahun 2002 menjadi 2.232.328 2005 314.028.4 Piramida Penduduk Tahun 2005 11981 70 – 74 60 – 64 50 – 54 40 – 44 30 – 34 16317 22411 33921 34395 42873 52554 66943 81876 85444 98513 20 -24 10 – 14 0 – 4 0 20000 40000 60000 80000 101798 114313 107065 105137 102496 100000 120000 140000 Untuk dapat mengetahui perbandingan antara penduduk usia produktif dengan penduduk usia tidak produktif. Diolah sebesar 331.544 2004 309.634 2009 1.827 1. 23 24 www.709 22. Perbandingan penduduk yang datang dengan yang pergi pada tahun 2006 (angka sementara) menunjukan rasio 1 : 5.Tabel 2.373 700.698 2006* 296.910 49. Prosentase tersebut menunjukan angka beban tanggungan.604 Sumber: Jepara *Disnakerdukcapil Usia 15 – 64 647.258.

828 37.11 Jumlah Penduduk Migrasi Migran Laki-laki Perempuan Penduduk Datang 2003 127 97 2004 132 170 2005 1.037 147.784 32.871 KK atau 36.875 7.52) 41.296 61.13 Penduduk Menurut Tahapan Keluarga Sejahtera Tahap Keluarga Sejahtera 1 Pra Sejahtera Sejahtera I Sejahtera II Sejahtera III Sejahtera III+ KK Berumah Tidak layak 2002 2 105.Tabel 2.856 23.078.5% dari jumlah penduduk dan pada tahun 2006 (dengan menggunakan angka sementara) naik menjadi 148.095 2005 5 102. beban tanggungan penduduk non produktif. Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jepara pada tahun 2002 sebanyak 142.881 2006* 6 101.056* 41.344 148.872 144.401 6.273 14.761 7.djpp.439 2003-2005 dan Tahun 2002 2003 2004 2005 2006* Tabel 2.973* Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2001-2005 dan *Kantor KB Daerah 25 26 www.554 59.80) 48.6% 1.489 (41.637 61.952 (37.118.108 22.907 13.638 143.go.15) 36.911* 16.871 (36.582 (38. jumlah penduduk pencari kerja dan banyaknya penduduk migran.196 2006* 546 397 Penduduk Pergi 2003 152 141 2004 207 174 2005 262 230 2006* 737 702 Sumber: Jepara Dalam *Disnakerdukcapil Angka Tahun Jumlah 224 202 2.325 36.380 59. hal ini berpengaruh secara tidak langsung terhadap jumlah penduduk miskin.802 23. Namun dilihat dari proporsi penduduk miskin terhadap jumlah penduduk. Tabel II.111 34.3% Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2002-2005 Dari data pertumbuhan jumlah penduduk.219 24.039. Apabila dirinci dari sisi tahapan keluarga sejahtera tampak bahwa jumlah keluarga Pra Sejahtera pada tahun 2001 sebesar 105. persentase penduduk miskin turun sebesar 0.depkumham.5% 1.225 1.3%.80% dari jumlah penduduk.081 KK.640 KK atau 42.431 6.780 13.025 142.33) 39.227 13.421 937 293 381 491 1. artinya terjadi sedikit peningkatan kesejahteraan masyarakat dari sisi ekonomi. Permasalahan umum di bidang kependudukan adalah pertambahan jumlah penduduk yang cukup tinggi dan masih tingginya jumlah keluarga Pra Sejahtera.29% dari jumlah penduduk sedangkan tahun 2006 (angka sementara) sebesar 101.116 (40.984 Tahun 2004 4 102.4%.828* 24.id .98) 44.570* 62.597 Jiwa atau 13. Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa terjadi penurunan jumlah keluarga Pra Sejahtera sebesar 1.597 13.12 Jumlah Penduduk Miskin Jumlah Penduduk Persentase Penduduk Miskin 979.059.9% 1. sehingga selama tiga tahun jumlah penduduk miskin naik sebesar 817 iwa.7% 1. kepadatan penduduk.984 2003 3 105.273 Jiwa atau 14.

Pada tahun 2001 peserta KB Aktif yang menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) mencapai 20. sektor pertanian serta sektor perdagangan. Dari analisis ini.djpp. Hasil perhitungan PDRB atas dasar harga berlaku dapat menjelaskan besamya peran masing-masing sektor ekonomi.846 PUS sedangkan tahun 2005 sebanyak 198. dimana pembangunan kedua hal tersebut akan membawa dampak yang sangat luas baik dalam ekonomi. pertumbuhan dan disparitas pertumbuhan ekonomi wilayah. Pada bidang ekonomi pembangunan pembangkit listrik energi alternatif akan meningkatkan perputaran roda perekonomian daerah. 2. maka dapat diketahui bahwa ketiga sektor yaitu sektor industri pengolahan. maka sektor unggulan pertama adalah industri pengolahan. Hal ini dapat dilihat pada tahun 2001 persentase peserta KB mencapai 73. tahun 2001 sebanyak 181.96%.id . sosial dan budaya masyarakat. Hasil analisis tersebut merupakan pijakan. kondisi Kabupaten Jepara menunjukkan jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. 2.31% dari PUS tetapi pada tahun 2005 mengalami penurunan yang cukup besar karena hanya mencapai 18. hal tersebut berdampak pada peningkatan penyerapan tenaga kerja. Berdasar hal tersebut.Dilihat dari sisi keluarga berencana. Berikut akan diuraikan pertumbuhan PDRB dan kontribusi sektor PDRB selama empat tahun terakhir (2002-2005). diharapkan diperoleh pengetahuan mengenai karakteristik perekonomian wilayah dan ciriciri ekonomi kawasan dengan mengidentifikasi basis ekonomi kabupaten.42% dari PUS. Sedangkan hal yang akan mempengaruhi kondisi ekonomi Kabupaten Jepara lima tahun kedepan adalah adanya rencana pembangunan pembangkit listrik energi alternatif dan pembangunan Jepara The World Carving Centre. Kondisi ini tidak sejalan dengan peningkatan jumlah peserta KB Aktif yang cenderung menurun. Kemudian sektor pertanian dan sektor perdagangan.3. Berdasarkan gambaran sepintas tentang perekonomian daerah di atas berikut akan diuraikan tentang struktur perekonomian daerah terkait kontribusinya terhadap wilayah dan ciri-ciri ekonomi wilayah.go.depkumham. 27 28 www. Dalam pengertian tersebut.09% tetapi sebaliknya pada tahun 2005 mengalami penurunan hingga 74.354 PUS. serta proporsi PDRB Kabupaten Jepara pada PDRB Provinsi Jawa Tengah berdasarkan harga berlaku dan harga konstan tahun 2000. hotel dan restoran hampir menduduki urutan berikutnya. Hal ini berarti akan meningkatkan potensi fertilitas. hotel dan restoran merupakan andalan utama Kabupaten Jepara saat ini karena kontribusinya cukup besar. maka berikut akan disajikan melalui indikator perkembangan Produk Domestik Regional Bruto yang selanjutnya disingkat PDRB. berdasar basis ekonomi dan sektor-sektor unggulan. sektor-sektor unggulan. Permasalahan pokok Keluarga Berencana adalah makin menurunnya persentase cakupan peserta KB aktif dan menurunnya pencapaian peserta KB MKJP. berkembangnya usaha kecil dan besar. Analisis ekonomi dilakukan untuk mewujudkan ekonomi wilayah yang sustainable melalui keterkaitan ekonomi lokal dalam sistem ekonomi wilayah yang lebih luas. sarana prasarana (transportasi dan pelabuhan batubara). analisis indikator ekonomi diarahkan untuk menciptakan keterkaitan ekonomi antar kawasan di dalam wilayah kabupaten dan keterkaitan ekonomi antar wilayah kabupaten. serta meningkatnya pendapatan daerah. Apabila diurutkan.1 Struktur Perekonomian Untuk melihat pertumbuhan perekonomian Kabupaten Jepara secara umum. besaran kesempatan kerja.3 PEREKONOMIAN DAERAH Dalam rangka penyusunan perencanaan pembangunan jangka menengah Kabupaten Jepara dibutuhkan analisis indikator ekonomi berbagai sektor pembangunan. dalam rangka merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi Kabupaten Jepara kurun waktu lima tahun kedepan.

id .039.05 5.97 24.0145 0.001.710.547.25 1.435.13 0.023.733. Gas dan Air Bersih Bangunan Perdagangan.12 30.69 0.0628 0. Jasa Persh Sedangkan berdasarkan atas dasar harga konstan 2000.410. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keu.83 336.67 320.00 0.2326 0.357. JEPARA) (diolah) Untuk mengetahui kondisi terkahir.494.0930 1.867.686. 4.00 0. 2.293.depkumham. 9.djpp.2356 0.89 1.2698 0.434.481. Persewa Bang. Gas dan Air Bersih Bangunan Perdagangan.348.453. 3. 4. Jasa Prsh Jasa-Jasa PDRB Pertumbuhan PDRB (%) Jumlah Penduduk (Jiwa) Pdpt Per Kapita (Juta Rp) Tahun (dalam jutaan) 2003 979. 2.87 254.0602 Tahun 2004 2005 0.949.32 4.925.097242 1. Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.00 871.405.0445 0. 6.56 256. Bangunan.27 498.010.118. sumbangan tertinggi terhadap pembentukan PDRB empat tahun 29 30 www.078. 6.0063 0.032.87 63.382. Jasa-Jasa PDRB 0.827 3.0060 0.2593 0.093065 1.36 74.79 1.324.0053 0.638 4.396.2639 0.223.2172 0. Hotel Dan Restoran Keu.789.335.15 0. 8. 7.984.018.0126 0.144728 1. 8.0905 1. hotel dan restoran kontribusinya selama empat tahun menunjukkan angka yang relatif besar atau diatas 20% dari PDRB.856 2004 1. Jasa Persh 2003 0.00 0.92 363.30 380.00 Sumber: PDRB Kab.17 4.14 PDRB Menurut Atas Dasar Harga Berlaku No 1. Bangunan. Dengan demikian dapat terlihat dengan jelas sektor-sektor yang merupakan andalan utama saat ini.33 47. Persewa.07 5.69 1.2274 0.58 21.196.711.164.0580 0. Ketiga sektor utama yaitu sektor industri pengolahan.167.059.59 1.136 2005 1.46 939.344 4. Hotel Dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keu.182.79 241.37 292.233.0118 0.97 462.037 4.654 2006* 1.0588 0.008.29 1.48 33. karena kontribusinya yang besar.2108 0.20 337.go.2722 0.02 158.969. 1.563.0639 0.5 Kontribusi PDRB Menurut Dasar Harga Berlaku Tahun 2006* Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 9% 7% 6% 23% 1% Secara rinci kontribusi masing-masing lapangan usaha terhadap PDRB selama empat tahun ditunjukkan pada tabel berikut.324. 5.0667 0.58 404.82 57. 7.716.151.058.436.Tabel 2. 3.0922 1.2144 0.091.47 0.15 Kontribusi Sektor PDRB Atas Dasar Harga Berlaku No.003.87 9. Gambar 2.124.04 293.084.0570 0.0725 21% 6% 1% 26% Pertanian Industri Pengolahan Bangunan Pengangkutan dan Komunikasi Jasa-Jasa Pertambangan dan Penggalian Listrik. Sektor Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.128991 1. 5. JEPARA (BPS Kab.2442 0. maka berikut akan digambarkan masing-masing Kontribusi PDRB menurut lapangan usaha pada tahun 2006. Persewa.79 195.658.0670 2006* 0.383. sektor pertanian serta sektor perdagangan.0921 1.316.0396 0.0057 0.19 236.0511 0.0132 0. Gas dan Air Bersih Perdagangan. Tabel 2.057.738.726.2076 0.

164 2006* 6 868. 1 1.110.0068 0.0547 0. hotel dan restoran.159 PDRB 1.52 178.72 0.037600 1. Persewa Bang Jasa Prsh Jasa-Jasa PDRB Pertumbuhan PDRB (%) Jumlah Penduduk (Jiwa) Pdpt Per Kapita (Juta Rp) 2003 3 792.75 901.827 3.04 16.533. 2.5 3.887.059.037 3.272.58 0. 7.2518 0.0894 Tabel 2.182.598.411. berikut akan digambarkan masing-masing sektor seperti pada gambar berikut ini.09 18.24 141. Sedangan kontribusi terendah terhadap PDRB adalah sektor Pertambangan dan Penggalian.22 173.91 721. 5.47 0.0553 0. 4.63 291.0884 2006* 0.0402 0. Gas dan Air Bersih Bangunan Perdagangan.2477 0. Hotel dan Resto Pengangkutan dan Komunikasi Keu.039.088 931. 7. 9.0060 0.328.0066 0.671.0052 0.0549 0.48 199.304.894. sektor pertanian serta sektor perdagangan.15 PDRB Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000 No.19 19.0434 0.0612 0.703.0071 0.687. Namun ketiga sektor utama pembentuk PDRB tersebut.507.49 172.2457 0.83 301.depkumham.00 1.99 274.509.00 Sumber : PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 Untuk mengetahui proporsi tiap sektor pembentuk PDRB berdasar harga konstans pada tahun 2000.go. 9.836.812.838. Persewa Bangunan. Gas dan Air Bersih Bangunan Perdagangan.0542 0.214.34 186.00 1.0546 0.2195 0.399.192.76 700. sektor pertanian serta sektor perdagangan.53 3.83 3.terakhir juga pada sektor industri pengolahan.009.0578 0.875.39 766. 2. Jasa Persh.0890 0.631. 4.2775 0.95 15.785. Secara rinci PDRB menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000 dapat dilihat pada tabel berikut.078. Tabel 2.531.55 191.0054 0.0048 0. 6.djpp.226.003.0463 0. 5. Hotel Dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keu.96 23.0871 Tahun 2004 2005 0.63 17.32 21.47 844.29 952.66 0.638 3. 8. pada tahun 2005 dibanding empat tahun sebelumnya tahun 2002 kontribusinya turun.247. hotel dan restoran.146. Sektor Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.042254 1118343. 8.844. 3.332.039999 1.2204 0.90 24.708. Lapangan Usaha 2 Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.72 189.2690 0.904.2227 0.0050 0. 31 32 www.73 3.10 214.938.625.239.63 179.042305 1.22 315.48 873.16 Kontribusi Sektor PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 No.00 1.159. 1. Dengan demikian dapat diketahui besarnya proposi sektor-sektor pada tahun 2006 (angka sementara) yang memberikan kontribusi terhadap PDRB Kabupaten Jepara.02 748.2167 0.654.311.87 126.349.0515 0.0584 0.2474 0. Jasa-Jasa 2003 0. 6. Sumber : PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 Dilihat dari kontribusi terbesar dari PDRB Kabupaten Jepara atas dasar harga konstan tahun 2000 adalah sektor industri pengolahan. 3.080.22 157.026 Tahun (dalam Jutaan) 2004 2005 4 5 809.17 3.110.2755 0.id .2730 0.381.

323.Gambar 2.48%.djpp. persewaan dan jasa perusahaan sebesar 10.716. Hal ini menunjukkan bahwa PDRB Kabupaten Jepara tumbuh di bawah nilai PDRB Jawa Tengah.14 171.go.27% 2.3.825.968. namun sebagian besar mengalami pertumbuhan diantaranya adalah sektor pertanian tumbuh sebesar 6. Tabel 2.69 4.481. Selain itu.41% Kondisi ekonomi di Kabupaten Jepara selama ini didukung oleh kebesaran industri mebelair sehingga Jepara dikenal sebagai kota ukir. Sektor ini dibanding delapan sektor lainnya memberikan kontribusi paling besar bagi produk domestik regional bruto (PDRB).435.164. di Kabupaten Jepara juga banyak terdapat tempat pariwisata yang sangat memikat wisatawan.056. Hotel Dan Restoran Keu.33% 2.16%. dimana terdapat sentra kerajinan ukiran kayu (Pusat kerajinan ini di Kecamatan Tahunan dan Jepara) yang ketenarannya hingga ke luar negeri. hotel dan restoran sebesar 8.45 PDRB (Dalam Juta Rupiah) Jateng % PDRB Jepara thd Jateng 151.018. namun apabila dibandingkan dengan PDRB Jawa Tengah selama empat tahun terakhir mengalami penurunan.6 Kontribusi PDRB menurut lapangan usaha berdasarkan Angka Dasar Harga Konstan Tahun 2006* 2003 2004 2005 2006* 4. Banyaknya usaha mebelair ternyata mampu mendongkrak sektor industri pengolahan. maka proporsi PDRB Kabupaten Jepara dibandingkan dengan PDRB Provinsi Jawa Tengah.id . Sehingga akan dapat diketahui besarnya proporsi PDRB Kabupaten dalam membentuk PDRB Provinsi Jawa Tengah yang ditunjukkan pada tabel berikut.04 193.542.435. sedangkan sektor konstruksi sudah mulai tumbuh sebesar 1.655. Persewa Bangunan.74 2.63%.05 234. 33 34 www.383.54%.08%. kontribusi terbesar didominasi oleh sektor Keuangan.010. sehingga menjadi leading sector dalam perekonomian. 2690% Dalam melihat perkembangan struktur ekonomi daerah dalam konstalasi regional Provinsi Jawa Tengah.494.263.14% 2.13 5. sehingga sektor ini juga selama ini memberikan kontribusi yang cukup baik bagi pendapatan daerah.depkumham. sektor perdagangan. dan sektor pertambangan dan penggalian sebesar 8.2 Pertumbuhan Ekonomi Sektoral 2167% 515% 71% Pertanian Industri Pengolahan Bangunan Pengangkutan dan Komunikasi Jasa-Jasa Pertambangan dan Penggalian Listrik.881. 2.168.56%.877.31 255.11% Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 612% 542% 894% 2457% 54% Dari data tersebut di atas tampak bahwa PDRB Kabupaten Jepara mengalami peningkatan rata-rata 11. Gas dan Air Bersih Perdagangan.47 5.17 Perbandingan PDRB Harga Berlaku Jepara-Jateng Tahun 2002 Jepara 3.00 2.382. Pertumbuhan sektor ekonomi menurut lapangan usaha tidak semuanya menunjukan pertumbuhan yang positif. Jasa Persh. Dengan performa pertumbuhan tersebut.

84 0.12 0. ternyata untuk tingkat Jawa Tengah sektor ini bersaing dengan daerah lain. 5.26 0. karena sektor tersebut memiliki nilai LQ tertinggi.08 0. 4. 7.20 0. Sesuai data PDRB tahun 2005 sektor yang paling utama adalah Keuangan.3 Pendapatan Domestik Regional Bruto Per Kapita Perkembangan pembangunan ekonomi Kabupaten Jepara tidak hanya dilihat dari PDRB sektoral.31 0. Gambaran mengenai PDRB per kapita merupakan salah satu indikator kesejahteraan masyarakat suatu daerah. 2. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan. Hasil dari penghitungan LQ menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan walaupun memberikan sumbangan terbesar pada PDRB Kabupaten Jepara.14 0.67 1.65 9.87 0.08 0.83 0.87 0.115 0.51 0. 6. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.13 0.13 0. Sektor Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.06 1.125 0. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan.21 0.35 0. Bahkan nilai LQ tidak lebih dari satu.05 0. Sedangkan beberapa sektor basis lainnya nilainya dibawah satu.17 1. dapat diketahui sektor basis Kabupaten Jepara.depkumham.09 0.79 0.64 2005 1.085 0.07 0.70%.215 0.12 0. 5. Tabel 2.13 0.85 0. 9. 2.23 0.07 0. 7. hotel dan restauran. 1.115 0.14 1.12 0.165 0.17%.0401 2004 0.10 0.12 1.15 1.04 1.0423 Berdasar nilai LQ dapat diketahui bahwa beberapa sektor basis dapat atau berpotensi untuk dikembangkan di Kabupaten Jepara.37 0. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.89 0. Melalui perhitungan nilai LQ.75 1. sektor pengangkutan dan komunikasi serta sektor perdagangan. Persewaan dan Jasa Prsh Jasa-jasa PDRB Total 2003 0.18 0.42 2003 1.08 0. Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.22 0.18 Pertumbuhan Ekonomi Sektoral Menurut Harga Konstan 2000 No. 1.Tabel.51 0.83 1.79 1.48 0.16 0.19 Nilai LQ Menurut Harga Konstan Tahun 2000 No. Selama empat tahun perkembangan PDRB per kapita atas dasar harga berlaku dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan yang cukup berarti.go.85 0.20 0. Pertumbuhan PDRB Kabupaten Jepara selama empat tahun terakhir mengalami kenaikan rata-rata sebesar 11.52 2004 1. 3. kenaikan PDRB tersebut sejalan dengan kenaikan Pendapatan Perkapita setiap tahun rata-rata naik sebesar 7.88 Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005.19 0.08 0. 6.3. tetapi juga harus diperhatikan perkembangan PDRB per kapita dan pendapatan per kapita dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat. Persewaan dan Jasa Prsh 2002 1. Diolah 35 36 www. Disusul kemudian oleh sektor pertanian.0376 2005 0.17 0.15 0.77 0.185 0. Jasa-jasa 0. 2. Persewaan dan Jasa Perusahaan.47 0. 2.djpp. 8.0399 2006* 0.05 1.88 0.10 0. Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 Untuk mengetahui sektor ekonomi basis dilakukan penghitungan nilai LQ (Location Quotient) dengan mempertimbangkan kondisi PDRB Kabupaten Jepara terhadap PDRB Provinsi Jawa Tengah.96 0. 8.id . 3.33 0.11 0. 4.04 1.

47 5.00 4.118.31%. 2010 4.733.021 Berdasarkan tabel di atas pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jepara setiap tahun mengalami peningkatan.Tabel 2.djpp.742 3.515. 2011 4. 4. 2012 4.037 1.4 Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 dan Jepara Dalam Angka 2002-2005 Pertumbuhan Ekonomi Secara Agregat Tabel 2.018.025 1.164.97%. 2004 4.531. dan kenaikan PDRB Perkapita atas dasar harga konstan selama empat tahun naik rata-rata sebesar 3.856.62 4.309. 2009 4.708.13 5.599.827 1.118.27%.276 3.97 Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005.20 PDRB.970 4.494.22 Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi Tahun No (%) 1. Diolah Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 dan Jepara Dalam Angka 2002-2005 Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang diharapkan pada Tahun 2012 dengan skenario optimis sebesar 4.324 2. 5.3.873.039.99%. Tabel 2.481. 2008 4.856. Penduduk dan PDRB Perkapita Menurut Harga Berlaku No.088.806.159.059.01 2. Penduduk dan PDRB Perkapita Menurut Harga Konstan No. Peningkatan pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi pada tahun 2004.74 5.838. 2007 4. 3.997 4.097. 2. Walaupun demikian ternyata selama empat tahun terakhir secara rata-rata PDRB per kapita Kabupaten Jepara menunjukkan kenaikan sebesar 2.76 3. maka optimalisasi kebijakan pembangunan Kabupaten Jepara diarahkan pada pilihan alternatif kebijakan di bidang ekonomi yang dapat menciptakan multiplier effect dan peningkatan sumber pembiayaan pembangunan daerah.164.05 Sedangkan perkembangan PDRB per kapita atas dasar harga konstan selama empat tahun tidak selalu naik.382.72 3.039.159. Tahun 2002 2003 2004 2005 2006* PDRB Berlaku 3. Tahun 2002 2003 2004 2005 2006* PDRB Berlaku 3.026.638 1.025 1.383.716.69 4.654.depkumham.146. 2006 4.363. 3.51 3. 2003 3.398 4.344 PDRB Per Kapita 3.010.23 Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi No Tahun Pertumbuhan Ekonomi (%) 1.21 PDRB.23 5.44 4.324 3.47 3.724. 1.078.745 3. Tabel 2.42 0.136. 2005 4.110.056. 2002 4.232.66 Jumlah Penduduk 979. 1. Oleh karena itu dibutuhkan dorongan investasi pada berbagai sektor yang potensial untuk mendorong peciptaan 37 38 www. kecuali pada tahun 2003 yang mengalami penurunan.994.272. 5.go.344 PDRB Per Kapita 3.28 Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2006 -0.19 0.id . Pada tahun 2003 PDRB perkapita mengalami penurunan 2.908.39 2.07 0.411.782.34 3. 2.15 Jumlah Penduduk 979.827 1.58 3.638 1.032. 4.814 3.037 1.655.059.078.85 6.

sedangkan PMD pada tahun 2002 sebanyak 5 buah dan tahun 2006 menjadi 8 buah.id .PDRB yang diikuti dengan peningkatan efisiensi terhadap pembiayaan investasi. Nilai persetujuan penerimaan modal bersih PMDN diperkirakan akan semakin meningkat pada 39 40 www.88 2004 5. Kondisi PMA dan PMDN jumlahnya selalu naik empat tahun terakhir.depkumham.34%. PMA tahun 2003 sejumlah 84 buah bertambah menjadi 99 buah pada tahun 2006. Hal ini diperkuat dengan Kabupaten Jepara berhasil meraih prestasi sebagai Juara I Pro Investasi Tahun 2006.65% sedangkan inflasi tertinggi sebesar 14. Proses investasi di Kabupaten Jepara lima tahun terakhir berlangsung cukup baik.6 Investasi Berdasarkan data diatas perkembangan inflasi Kabupaten Jepara secara grafis selama lima tahun (2002-2006) terlihat sebagai berikut. yang mana investasi tersebut mendukung perekonomian tumbuh dengan baik.65 2005 16.3.24 Laju Inflasi Tahun Laju Inflasi (%) 2002 9.djpp.65 2005 16. Rata-rata laju perkembangan inflasi selama empat tahun adalah sebesar 10.36% terjadi pada tahun 2006. Tabel 2.88 2004 5.51 2003 5.5 Inflasi 20 15 10 5 0 Series1 Gambar 2.36 2. serta investasi Non PMA dan PMDN.36 Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 Series1 2002 9.51 2003 5. Investasi yang ada di Kabupaten Jepara terdiri atas investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA).29 2006* 14. Nilai inflasi terendah pada tahun 2004 sebesar 5. menyusul prestasi yang pernah diraih pada tahun 2005 sebagai Juara II yang pro investasi dari 35 kota atau kabupaten di Jawa Tengah.7 Grafik Laju Perkembangan Inflasi Selama empat tahun terakhir (2002-2005) laju perkembangan inflasi Kabupaten Jepara menunjukan angka yang fluktuatif tiap tahunnya.3.go. 2.29 2006 14.

Sehingga diharapkan Kabupaten Jepara dalam lima tahun ke depan dapat mengalami perkembangan investasi yang signifikan.3.554.0 2011 338. selengkapnya ada dalam tabel berikut.846.034.6 8.044. sehingga mampu menjadi penopang ekonomi kerakyatan.djpp. ukiran. Produk Kabupaten Jepara yang diperdagangkan pada tingkat lokal maupun regional yang menonjol berupa tenun ikat troso dari sutra dan katun (sarung.314. Seperti halnya pengusaha kecil.233. dan sudah menjadi produk unggulan Jawa tengah dan Nasional serta mampu menerobos pangsa pasar di 58 negara.7 Perdagangan Prospek perdagangan di Kabupaten Jepara cukup baik.794.id . ikan. diharapkan pada tahun 2011 akan mengalami peningkatan. kayu.6 139.230.3.0 2009 274. Diolah Secara umum baik investasi PMA dan PMDN maupun Non PMA dan PMDN. Dimana jenis produk yang diperdagangkan terdiri dari berbagai macam produk. kerajinan emas putih (monel) dan kerajinan anyaman (rotan dan bambu).574.691.4 8.0 2010 306.873 8. bahan baju).6 8.019. Kontribusi sub sektor industri terhadap PDRB atas dasar harga konstan menunjukkan grafik peningkatan sejak krisis ekonomi tahun 1998.574.26 Proyeksi PMA dan PMDN Tahun PMDN PMA 2007 211. Jumlah pengusaha kecil pada tahun 2006 sebanyak 9.depkumham. Bahkan industri mebel ukir yang kini berkembang menjadi industri furniture merupakan industri andalan Jepara.307.6 8.999. namun selama lima tahun terakhir menunjukkan kondisi penurunan. ukiran.60 PMA 7.104. diharapkan mengalami kenaikan secara signifikan dengan tingkat efisiensi yang tinggi.go. peningkatan program-program promosi investasi.6 8. yaitu Timur Tengah dan Eropa. kelapa.517. Sedangkan produk Kabupaten Jepara yang diekspor terdiri dari mebel.6 8.652.088. pasir dan marmer). sprei.8 Perindustrian Untuk pembiayaan investasi Non PMDN atau PMA ini. propinsi maupun daerah lainnya.6 8. korden.373 8. Perdagangan yang mendukung perekonomian daerah dibedakan dalam perdagangan di dalam negeri dan ke luar negeri. Perkembangan investasi PMA dan PMDN tersebut dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 2. Di samping itu yang tak kalah membanggakan adalah keberadaan logam monel dalam bentuk kerajinan emas putih.608 orang meningkat tajam selama empat tahun terakhir.40 Sumber: Dinas Indagkoppm Kab. produk kerajinan daerah (mebel. beras dan sapi. industri pertambangan (batu gamping. baik jumlah kegiatan yang akan dibiayai maupun nilai investasinya.111.074. Pada tahun 2003 jumlah usaha industri kecil menengah 41 42 www. Tabel 2. jumlah pengusaha menengah juga meningkat empat tahun terakhir menjadi 613 orang.574. Jepara Tahun 2005 2.385.178. Jepara Tahun 2005.156.769. Beberapa jenis perdagangan juga keluar masuk pelabuhan Jepara antara lain kayu.174.25 Jumlah Nilai PMDN dan PMA Jenis 2003 2004 2005 2006* PMDN 60.070.133. serta membangun kemitraan yang kuat dengan berbagai dunia usaha maupun instansi pemerintah pusat.0 Sumber: Dinas Indagkoppm Kab. Selain itu didukung oleh keadaan daerah yang kondusif. monel).0 2012 369.834.tahun 2011 sebesar 2 kali dari jumlah sebelumnya.0 2008 242. 2. juga telah merambah pasar ekspor.6 139.201.6 139.

Berbagai obyek wisata yang ada di Kabupaten Jepara yang menjadi daerah tujuan wisata diantaranya berupa : 43 44 www. 2. karena icon pariwisata Jepara terutama Karimunjawa telah menjadi tujuan wisata bahari yang telah dikenal masyarakat internasional.000 2006 873. tenun ikat troso. dan pameranpameran wisata baik lokal maupun internasional. sehingga para wisatawan diharapkan semakin banyak membelanjakan uangnya.) 2002 599. sedangkan keunggulan kompetitifnya antara lain kualitas produk industri yang sudah dikenal di manca negara.513 unit.446 340. karena fasilitas-fasilitas tersebut akan meningkatkan pelayanan kepada wisatawan yang berkunjung. Luas kawasan industri selama empat tahun terakhir (2003-2006) tidak berubah yaitu seluas 832.djpp. Sarana dan prasarana penunjang kepariwisataan yang ada belum maksimal. Penyediaan sarana prasarana dan fasilitas penunjang diharapkan akan memperbesar peluang investor untuk menanamkan modalnya di Karimunjawa.000 2003 776.229. baik diobyek wisata yang ada di Jepara terutama di Taman Nasional Laut Karimunjawa.000 2004 790.200 Sumber: Sistem Informasi Profil Daerah 2006 Kepariwisataan yang ada di Kabupaten Jepara merupakan salah satu Daerah Tujuan Wisata (DTW) yang ada di Jawa Tengah hal tersebut sesuai dengan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Jawa Tengah.673 354. Untuk meningkatkan arus kunjungan wisatawan di masa datang ke Jepara diperlukan langkah-langkah strategis terutama dalam bidang promosi pariwisata. potensi tersebut apabila ditangani secara maksimal akan mampu menjadi salah satu andalan yang dapat memberikan kontribusi yang cukup besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan Pendapatan Asli Daerah.000 2005 831. antara lain kerajinan mebel. kerajinan. Taman Nasional Laut Karimunjawa sekarang telah menjadi icon kepariwisataan unggulan di Jawa Tengah. keramik/gerabah.323 394. Lengkapnya fasilitas obyek wisata akan membuat wisatawan menjadi semakin nyaman dan lama tinggal di Secara umum arus kunjungan wisatawan baik domestik maupun manca negara setiap tahun mengalami kenaikan.id . hal tersebut perlu ditekankan karena sektor pariwisata bersifat lintas sektoral dan lintas wilayah. elektronik. Sektor pariwisata di Kabupaten Jepara perlu mendapatkan penanganan secara serius dan terpadu. tahun 2006 meningkat menjadi 15.895 unit. baik melalui media cetak.984 381. Kabupaten Jepara memiliki beberapa keunggulan komparatif antara lain jumlah tenaga kerja sektor industri mebel sangat besar. karena sektor pariwisata mempunyai sifat multi player effect terhadap sektor lain seperti industri. Dalam menunjang keberadaan obyek wisata diperlukan fasilitas pendukung berupa sarana dan prasarana yang memadai. Tabel 2. Namun jumlah perusahaan industri sedang atau besar meningkat dari 24 unit (2004) naik menjadi 35 unit (2006).416.159.go. terutama wisatawan manca negara yang berkunjung ke Karimunjawa. Jenis industri yang berkembang dan merupakan komoditi unggulan.depkumham.sebanyak 14.927. yang pada akhirnya akan berdampak positif bagi PAD.3. konveksi. Kabupaten Jepara mempunyai potensi kepariwisataan yang sangat lengkap apabila dibandingkan dengan daerah lain. penyerapan tenaga kerja dan sektor-sektor lainnya.682 355.628.608 Ha.27 Jumlah Kunjungan Wisatawan dan Pendapatan Sektor Pariwisata Kunjungan Wisatawan Pendapatan Pariwisata Tahun (orang) (Rp.9 Pariwisata lokasi.

Masjid dan Makam Ratu Kalinyamat/Sultan Hadirin. Kerajinan Kain Troso.106 orang.896 ekor pada tahun 2006. dan ketela pohon. Sun Bathing. dari tahun 2004 hingga tahun 2006 jumlah konsumsi meningkat dari 120. Khusus untuk tanaman padi. dan prasarana teknologi informasi. Hutan Manggrove. Pantai Tirto Samodro. Kemudian pada tahun 2006 populasi menurun untuk ayam buras 508. Pada sektor peternakan dilihat dari jumlah populasi untuk ternak besar (sapi potong dan perah) mengalami kenaikan. Namun hal ini tidak dimbangi luas areal produksi yang menurun dari 38.820 ekor. Tayub dan Emprak. 2.910. terdiri dari: Air Terjun Songgo Langit. Pada sektor pertanian jenis komoditi potensial tanaman bahan makanan unggulan Kabupaten Jepara yang dapat dikembangkan adalah buah-buahan. daya inovasi dan kreatifitas serta etos kerja dan profesionalisme.• • • • • Wisata Alam (pantai dan pegunungan). Kerajinan Gerabah. dan ayam petelur serta itik mengalami kenaikan populasi. Sedangkan untuk jenis unggas pada ayam buras dan ayam pedaging mengalami penurunan populasi. Jumlah anggota KUD 20. pada tahun 2003 sebanyak 24.id . Makam Syeh Abu Bakar (Pulau Panjang). Pada tahun 2003 populasi ayam buras 565.123 orang dan anggota Koperasi Non KUD 34. dan kerbau. ayam pedaging 114. Benteng Portugis.429 ekor.djpp.3.depkumham. Kerajinan Keramik. Pantai Kartini. dan Hutan Sreni Indah.10 Koperasi dan UKM Jumlah Koperasi dan UKM tahun 2004 jumlah Koperasi Unit Desa (KUD) 17 unit. peluang pasar serta kurangnya kemitraan antar UKM. Koperasi Non KUD 518 unit. 56. Untuk ternak kecil (kambing dan domba) populasi tahun 2003 sejumlah 61. dan Klenteng Hian Thian Siang Tee (Welahan). Hal ini menyebabkan jumlah produksi berkurang. Boating.483 ekor. Dalam pengembangan sektor pertanian dirasakan masih kurang 2.3.270 ekor dan pada tahun 2006 meningkat menjadi 78. terbatasnya akses terhadap sarana 45 46 www.845 ton (2004) menjadi 158. ayam petelur 55. Museum Kartini. dan Pulau Mandalika. Jambul Tulakan.582 Ha (2006).691 unit. Wisata Sejarah.000 juta.223 ekor bertambah menjadi 24. Kerajinan Monel.470. Permasalahan koperasi dan UKM adalah rendahnya struktur permodalan.465 ekor. Sentra Kerajinan Patung Mulyoharjo. padi.207 ekor. UKM 31. dari 193. sayur-sayuran.640 ton menjadi 122. Wisata Sejarah (Makam Syeh Amir Hasan/Sunan Nyamplungan). Tracking. Pusat Koperasi 4 unit.091 ekor.306 Ha (2004) menjadi hanya 35.536 ekor. Sentra Kerajinan Ukir. Sedangkan komoditi potensial peternakan yang memiliki nilai produksi cukup besar adalah: ayam. terdiri dari: Pendopo Kabupaten. Pulau Panjang.735 ton. Pantai Tirto Samudro. Oboroboran Tegalsambi. kambing. Volume usaha KUD sampai Desember 2006 sebesar Rp. sapi. 18. Memancing. kacang tanah.670 ekor dan itik 67. dan Sentra Kerajinan Relief Desa Senenan. Kerajinan Rotan. Terumbu Karfang dan Boiota Laut. Pantai Kartini. Glass Bottom Board.000 juta sedangkan untuk Koperasi Non KUD sebesar Rp. terdiri dari: Pesta Lomban (Syawalan). Diving. Pulau Panjang. dan Snorkling.165 ekor dan itik 59. Wisata Budaya. ayam pedaging 216. terdiri dari: Pantai Pasir Putih. Wisata Bahari Terpadu (Obyek Wisata Taman Laut Nasional Laut Karimunjawa).11 Pertanian dan Peternakan Kontribusi sektor pertanian tanaman bahan makanan dan peternakan terhadap PDRB atas dasar harga konstan cenderung mengalami peningkatan yang signifikan sejak tahun 2001 hingga 2005. Wisata Bahari terdiri dari Taman Laut Nasional Karimun Jawa.go.189 ton (2006). ayam petelur 54. Koperasi Primer Non KUD 471 unit dan sampai Desember 2006 jumlah Koperasi menjadi 539 unit dengan KUD 17 unit.

537. bambu. menuntut adanya paradigma pembangunan yang adaptatif terhadap dua kutub kecenderungan tersebut sebagai upaya untuk menempatkan Kabupaten Jepara tetap menjadi Kabupaten yang terkemuka.3.8 ton pada tahun 2006.862. 2.442. ikan kembung. Hal ini menunjukan bahwa pasokan kayu yang berasal dari luar daerah Jepara cukup besar untuk memenuhi kebutuhan kayu olahan tersebut.djpp.3. berturut-turut kemudian kelapa. Untuk hasil laut non ikan meningkat dari tahun 2003 sebesar 413. dan kecenderungan menguatnya semangat otonomi daerah pada sisi yang lain. karet.4 SOSIAL BUDAYA DAERAH Sejarah Jepara menunjukkan bahwa pada tahun 1470 Jepara merupakan kota pantai yang baru dihuni oleh 90-100 orang serta dipimpin oleh Aryo Timur.13 Perikanan dan Kelautan Kontribusi sub sektor perikanan terhadap PDRB atas dasar harga konstan menunjukkan grafik peningkatan. 2. namun sektor ini tetap merupakan lapangan pekerjaan yang menyerap tenaga kerja cukup besar. Kebesaran Kabupaten Jepara pada masa lalu serta potensi sosial budaya dan ekonomi yang dimiliki.depkumham. komoditi unggulannya adalah kapuk randu.12 Kehutanan Kontribusi sektor kehutanan terhadap PDRB atas dasar harga konstan cenderung mengalami peningikatan selama lima tahun terakhir. Hal tersebut dapat disebakan oleh menurunnya Hasil hutan non Hak Pemilikan Hutan (HPH) untuk kayu bulat dari 1.6 ton meningkat menjadi 1.id . Di Kabupaten Jepara saat ini terdapat empat situs bersejarah. hal ini dapat disebabkan antara lain karena Daya Dukung Lingkungan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan dan sudah terjadi gejala overfishing pada jalur I daerah penangkapan ikan di laut. tebu. Dengan ketekunan. kayu hutan rakyat. dan ikan teri. Terkait hal tersebut berikut akan diuraikan kondisi sosial budaya daerah. Produksi perikanan baik perikanan laut maupun darat meningkat tiga tahun terakhir. Aryo Timur berhasil mengembangkan kota pantai kecil yang dikelilingi benteng berupa kayu dan bambu ini. Sampai tahun 2006 industri pengolahan kayu di Jepara sebanyak 3.729. Permasalahan umum pertanian dan peternakan adalah secara ekonomis. Sedangkan untuk perkebunan.50 ton menjadi 2. Permasalahan pokok sub sektor kehutanan dan perkebunan adalah khusus untuk sub sektor kehutanan cenderung semakin menurun kontribusinya terhadap PDRB selama 5 tahun.investasi di bidang agro industri. Sedang untuk produksi budidaya perikanan darat adalah ikan bandeng dan udang.658. Sedangkan untuk produksi perikanan darat/budidaya dari 1.003.55 m³ (2006).71 m³ (2003) menjadi 9.776 ton naik menjadi 5.811 buah. menjadi sebuah bandar yang cukup besar. untuk itu lahan penghijauan untuk penanaman pohon bahan kayu olahan perlu ditingkatkan. dan arang rakyat. 2.36 ton pada tahun 2006.8 ton pada tahun 2006. Jumlah tangkapan ikan laut pada tahun 2003 sebanyak 3.879. peranan sub sektor ini cenderung meningkat walaupun tidak terlalu signifikan.021. Permasalahan yang masih dihadapi pada sektor perikanan dan kelautan adalah kondisi fluktuatif dalam grafik kontribusi terhadap PDRB dan nilai produksi dalam lima tahun terakhir. namun ternyata jumlah kayu olahan naik dari 1.740. Jenis komoditi kehutanan yang memiliki nilai produksi terbesar adalah kayu bakar rakyat. Komoditas andalan sektor perikanan dan kelautan dari hasil tangkapan ikan di laut adalah ikan tongkol.081.49 ton tahun 2003 naik menjadi 2.300 m³ (2005). antara lain pada aspek 47 48 www.59 m³ (2003) menjadi 1. ketabahan dan kegigihannya.75 ton tahun 2006. jambu mete dan coklat.go. keuletan. produksi penangkapan di perairan umum pada tahun 2003 sebesar 1. saat ini dihadapkan pada perubahan yang dinamis dalam konteks globalisasi pada satu sisi.

sosial dan budaya daerah. salah satu yang penting diketahui adalah Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM).pendidikan. 49 50 www.15 2006 APK APM 88. pariwisata.05%.52 63.4. sekolah menengah pertama dan sekolah menengah umum.19 62. serta jumlah Sekolah berdasarkan jenjang pendidikan.05 2004 0. Provinsi Jawa Tengah baru akan menerapkan anggaran pendidikan 20 persen pada tahun 2008.0 0 2005 APK APM 86.15 86.12 2005 0.40 2. serta untuk pemeliharaan maupun pengembangan sekolah. Angka Putus Sekolah. Oleh karena itu apabila suatu daerah memiliki SDM yang baik.29 Angka Putus Sekolah Prosentase dan Jumlah Angka Putus Sekolah Tahun SD/MI SLTP/MTs SMU/SMK/MA 2003 0.60 Pengembangan pendidikan yang selama ini dilaksanakan di Kabupaten Jepara bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM). 2. Sejak pendidikan menjadi kewenangan wajib daerah. Kabupaten berwenang dalam jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).67 1. Berdasar hal tersebut Kabupaten Jepara pada 5 tahun kedepan akan memajukan pendidikan dalam semua tingkatan.53 2.28 APK dan APM masing-masing Jenjang Pendidikan Pendidikan SD/MI SMP/MTs SMU/SMK/MA 2003 APK APM 110. Sumber: Dinas P dan K Kabupaten Jepara. Kabupaten Jepara akan secara bertahap memenuhi anggaran pendidikan sesuai amanah Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional sebesar 20%.11 2006* 0. maupun penyediaan sarana dan prasarana pendukung pendidikan. Terkait hal tersebut harus diketahui dengan pasti jumlah siswa dan sekolah yang ada pada suatu wilayah. kebudayaan dan Indeks Pembangunan Manusia. kesejahteraan sosial. sedangkan Pemerintah Pusat pada tahun 2009. biaya terbesar dialokasikan untuk proses pembelajaran siswa.53% dan SMU/SMK/MA sebesar 2.1 Pendidikan Tabel 2. karena SDM merupakan subyek atau pelaku dari pelaksanaan pembangunan. 2006 Dalam penyelenggaraan pendidikan. agama. maka berikut akan diuraikan tentang APK dan APM masing-masing Jenjang Pendidikan.70 1. Seperti daerah lain. Dalam rangka memajukan pendidikan.18 98.19 62. Namun pada tahun 2006 angka putus sekolah menunjukkan penurunan pada ketiga jenjang pendidikan sekolah dasar.69 1.37 2. pada umumnya penyelenggaraan pendidikan di Jepara juga diselenggarakan oleh swasta. 2006 Data jumlah siswa putus sekolah pada tahun 2003 menujukkan SD/MI sebesar 0. Tabel 2.id .00 99.73%.djpp.depkumham. baik fisik maupun non fisik. Untuk melihat perkembangan urusan pendidikan pada lima tahun berjalan (2002-2006).15 Sumber: Dinas P dan K Kabupaten Jepara.go. Dari beberapa indikator pendidikan secara umum. pendidikan dasar (SD/MI dan SMP/MTs) serta pendidikan menengah (SMU/SMK/MA).93 2004 APK APM 110.27 2. SLTP/MTs sebesar 1.73 1. maka SDM tersebut dapat menentukan karakter dari pembangunan ekonomi. kesehatan.

menurunnya angka kematian ibu. 51 52 www.201 1. sedangkan guru SMU/SMK/MA sebanyak 761 (2002) dan menjadi 996 pada tahun 2006.813 Guru SMP/MTs 1. Kematian Neonatal 106 102 89 82 76 5. SD/MI rasio 24%.675 4.492 66 22.1 90. Hal tersebut ditandai dengan meningkatnya angka harapan hidup masyarakat dari 69.813 orang (2006). Kondisi indikator utama kesehatan Kabupaten Jepara menunjukkan perkembangan yang positif.32 Kondisi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Tahun Indikator Kesga dan No. SD/MI rasio 20%.4 84. Gizi Buruk 94 113 115 212 75 Sumber: Jepara Dalam Angka 2001-2004.Tabel 2.828 4.034 orang menjadi 1. Kematian Ibu 15 20 20 17 12 4. SMP/MTs rasio 40% dan SMU/SMK/MA rasio 37%. Untuk itu dalam rangka menuju Indonesia Sehat tahun 2010.2 Kesehatan Sumber: Jepara Dalam Angka 2005 Berdasarkan jumlah yang ada pada setiap jenjang.211 30 12.061 Jumlah Sekolah Siswa 326 13. Kabupaten Jepara juga akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakatnya.30 2.146 30 4. terbatasnya sarana prasarana pendidikan. Kunjungan ke-4 Bumil 81 88.346 36 17.30 Jumlah Sekolah dan Siswa Menurut Jenjang Pendidikan Jenjang Pendidikan TK SD/MI SMP/MTs SMU/SMK/MA Negeri Sekolah Siswa 1 27 589 97.2 tahun (2002) menjadi 70 tahun (2004).843 599 98. namun demikian masalah gizi buruk masih menunjukkan kondisi yang memprihatinkan dan sangat perlu mendapatkan perhatian. SD/MI.675 orang (2002) menjadi 4.121 Guru SD/MI 4.034 1. SMP/MTs. Da aspek tersebut bertujuan untuk meningkatkan dan memelihara mutu pelayanan kesehatan masyarakat.87 85. rendahnya kualitas tenaga pengajar. rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam pendidikan. Sehingga lima tahun kedepan diharapkan sarana kesehatan yang ada akan ditingkatkan.124 1.868 4.31 Jumlah Guru TK.djpp.6 87 82. dan tingginya angka putus sekolah. Jumlah guru TK tahun 2002 sebanyak 1. tahun 2006 menjadi 1. yaitu sarana kesehatan dan sumber daya aparatur kesehatan.171 1.go. Tabel 2.121 orang.depkumham.277 Swasta Sekolah Siswa 325 13. 2. yang terdiri dari dua aspek.04 3. meningkatnya persentase Kunjungan Ibu Hamil (KIH). dan SMU/SMK/MA Tahun Keterangan 2002 2003 2004 2005 2006 Guru TK 1. guru SMP/MTs tahun 2002 sebanyak 1.31 83.337 1.095 1.095 orang.337 1.816 10 1.4.801 13 6. Persalinan Nakes 80.868 4.410 17 6. SMP/MTs rasio 15% dan SMU/SMK/MA rasio 14%. Tabel 2.9 91. Sistem Informasi Profil Daerah Dari data diatas diketahui rasio guru per siswa pada tiap jenjang tahun 2006 seperti berikut : TK rasio 17%. sedangkan kenaikan jumlah guru tidak sebanding dengan jumlah siswa.338 Permasalahan pendidikan di Kabupaten Jepara antara lain masih rendahnya kualitas pendidikan. Gizi 2002 2003 2004 2005 2006 1.615 Guru SMU/SMK/MA 761 819 929 929 996 Sumber: Jepara dalam Angka 2005 Keberhasilan pembangunan pada urusan kesehatan salah satu indikator keberhasilannya dapat dilihat dari kualitas pelayanan.id . guru SD/MI sebanyak 4.615 orang tahun 2006.201 1. Rasio guru per siswa dimasa datang akan semakin kecil manakala jumlah siswa akan terus naik sejalan dengan pertambahan penduduk. maka rasio siswa per kelas pada tahun 2006 sebagai berikut : TK rasio 20%.

Hal ini dapat dilihat dari perkembangan jumlah sarana sedikit mengalami peningkatan kuantitas selama lima tahun.078.2005. 9. 53 54 www. Tabel 2.037 1. 18 18 24 31 Apoteker 14 25 31 35 Ahli Gizi 21 21 27 30 Analisis Laboratorium 13 23 25 29 Ahli Penyehatan Lingk. 8. Hal tersebut dikarenakan kenaikan angka gizi buruk dari tahun 2001 hingga 2005 cukup tinggi.47 9. merupakan hal utama yang perlu mendapat perhatian khusus.35 Perkembangan Sarana Kesehatan 2006 No Jenis Fasilitas 2002 2003 2004 2005 1.039.depkumham. Puskesmas Rawat Inap 5 5 7 9 9 5. RSUD Kartini 2006 Jumlah dokter umum pada tahun 2002 berjumlah 41 orang dan menjadi 136 orang pada tahun 2005.34 5. Penurunan angka rasio hanya terjadi pada tahun 2004.71%. Sistem Informasi Profil Daerah 2006.638 1. 10. 5.102.djpp. RS Khusus 1 1 1 1 1 4. Cat : jumlah penduduk* merupakan prediksi. 3. Bahkan pada tahun 2004 ke tahun 2005 kenaikannya mencapai 84. Sistem Informasi Profil Daerah 2005 Berdasarkan pada tabel diatas tampak bahwa rasio dokter per 100.05 No. 4. 2. 1.34 Ratio Dokter Per 100.id . RS Negeri Type B 1 1 1 1 1 2.35%. Sumber: Jepara Dalam Angka 2001-2004.go.000 Penduduk No. DKK Jepara 2006 Berdasar data diatas kondisi gizi masyarakat. Puskesmas Pembantu 44 44 44 44 44 Sumber: Jepara Dalam Angka 2001-2005.33 Jumlah Tenaga Kesehatan Tahun Tenaga Medis 2002 2003 2004 2005 2006 Dokter Umum 41 52 43 81 138 Dokter Gigi 2 6 5 12 15 Dokter Spesialis 11 14 15 17 17 Perawat 242 239 132 430 435 Bidan 195 265 222 295 296 Ahli Kesehatan Masy.09 14. 7. 11. Puskesmas 15 15 13 11 20 6. 1. Jumlah sarana kesehatan di Kabupaten Jepara selama lima tahun terakhir belum menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. yaitu rata-rata per tahun sekitar 31.000 Penduduk 5.000 penduduk selama lima tahun mengalami fluktuasi naik turun.872 1.059.025 1. 4.31 6. 5. namun setelah itu sampai dengan tahun 2006 angka rasio selalu naik. Tabel 2. 3. 20 20 26 Dukun Anak 571 560 550 Tabel 2.728* Ratio Dokter Per 100. kemudian dokter spesialis naik dari 11 pada tahun 2002 menjadi 17 pada tahun 2006. 6. RS Swasta 3 3 3 4 4 3. 2. Tahun 2002 2003 2004 2005 2006 Jumlah Dokter 52 66 58 98 155 Jumlah Penduduk 979.

639 38. jadi sifat penanganan tidak parsial hanya di Dinas Kesehatan. Anak terlantar 4.4. 55 56 www. Bekas narapidana 484 495 386 378 Jumlah 54.183.502. Pengemis 41 46 59 79 59 8. 11. Lanjut usia terlantar 4. Kenaikan nilai kebutuhan hidup minimum sebesar 25.813 6. namun masalah kemiskinan dan pengangguran tetap merupakan salah satu faktor penghambat pembangunan daerah. 9.003 59.55% selama empat tahun ini merupakan salah satu penyebab naiknya jumlah penduduk miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial lainnya. tahun 2002 terjadi 3 kasus dengan 71 penderita dan jumlah kecamatan yang terkena 3 kecamatan. Penyandang cacat 5. Sistem Informasi Profil Daerah 2006.940 56..044 26 5 3 2005 28 1.naik menjadi Rp.049 30 4 3 2006 28 1. Gelandangan 2 5 5 5 5 7.863 2. Untuk itu upaya yang perlu dilakukan dalam meningkatkan sarana kesehatan adalah meningkatkan type rumah sakit dari type B menjadi type A.935 4. Jenis Fasilitas BP Swasta Posyandu Apotik Toko Obat Laborat 2002 11 1.933 5. Untuk penyandang masalah kesejahteraan sosial yang paling banyak adalah penyandang lanjut usia terlantar dan paling kecil jumlahnya adalah gelandangan.070 4. Selain itu untuk meningkatkan pelayanan kesehatan perlu diupayakan penambahn puskesmas ke semua wilayah.pada tahun 2006. Kedepan KLB ini perlu penanganan komprehensif seluruh komponen masyarakat dan aparat.3 Kesejahteraan Sosial Meskipun pendapatan per kapita secara makro penduduk Kabupaten Jepara tergolong cukup.064 35 4 3 Sumber: Jepara Dalam Angka 2001-2004.210 5.756 42.539 5. 2.701 5. ternyata berdampak pada adanya penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Kabupaten Jepara.780 10. Kesejahteraan 2002 2003 2004 2005 2006 Sosial 1.951 5.014 19 5 1 2003 11 1. Tabel 2.000 jiwa selama lima tahun.500.. 10. Dengan adanya penduduk miskin sebesar rata-rata 144.56.316 4.807 6. Keluarga miskin 38.645 Sumber: Jepara Dalam Angka 2002-2006 Nilai rata-rata kebutuhan hidup minimum pada tahun 2003 sebesar Rp.116 5.451 3.630.No 7.depkumham. Jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial ini akan semakin bisa ditanggulangi manakala ada upaya pemberdayaan yang efektif terhadap berbagai kelompok organisasi sosial kemasyarakatan yang selama ini ada di Kabupaten Jepara.573 5.520 48. DKK Jepara 2006 Perkembangan sarana kesehatan yang menunjukkan bertambah hanya posyandu dan apotik. Namun pada tahun 2006 jumlah kasus naik menjadi 42 kasus dengan 287 penderita dan menyebar pada 12 kecamatan.36 Perkembangan Penyandang Masalah kesejahteraan Sosial Jenis Masalah Tahun No. Secara persentase angka penduduk miskin dibanding yang tidak miskin 13.go. Jumlah kasus kejadian luar biasa (KLB) menunjukkan kenaikan selama empat tahun terakhir. 8.791 5. Tuna susila 66 37 38 21 6.djpp.846 54.594 38.135 71.id .7%.032 22 5 3 2004 14 1.

menjadi 796 pada tahun 2005.176 orang (24.38 Angkatan Kerja dan Pengangguran Tahun Angkatan Kerja Pengangguran 2002 519.902 37.id . Faktor-faktor lain yang menyebabkan bertambahnya pengangguran.376.4 2005 1. tahun 2005 sebanyak 314.977 orang). 57 58 www. Tabel 2.5%). Masalah pokok pemberdayaan perempuan adalah adanya persepsi sebagian masyarakat bahwa perempuan lebih inferior dari pada laki-laki.145 194 31 Tenaga Kerja Aspek yang cukup penting dalam rangka peningkatan kesejahteraan sosial adalah pemberdayaan perempuan.525.depkumham.806 36. 2006 Dari data diatas menunjukkan bahwa bertambahnya angkatan kerja berkorelasi dengan bertambahnya jumlah pengangguran. karena besarnya angka usia produktif pencari kerja dan banyaknya perusahaan yang mengurangi jumlah produksinya sehingga mengurangi pegawainya.751 2005 540. Permasalahan pokok kepemudaan dan olah raga adalah masih terbatasnya jumlah kelembagaan dan aktivitas kepemudaan dan terbatasnya sarana dan Pertumbuhan angkatan kerja selama empat tahun terakahir (2002-2005) menunjukkan kenaikan. pembinaan dan kegiatan (event) olah raga. 2006 No. Jumlah pemuda (usia 15-30 tahun) tahun 1995 sebanyak 224. Berikut ditunjukkan data angkatan kerja dan pengangguran selama lima tahun. dan lain-lain seperti organisasi olah raga dan kesenian.977 orang. Kondisi bidang olah raga menunjukkan bahwa jumlah cabang olah raga prestasi sebanyak 15 cabang dengan jumlah kelompok olah raga sebanyak 719 buah (2001).555 37. tahun 2005 menjadi 264. 3. Tabel 2.djpp. Hal ini disebabkan kenaikan angkatan kerja tidak sebanding dengan penyediaan lapangan kerja.go.98% per tahun. namun hal tersebut juga diimbangi dengan bertambahnya angka pengangguran.6%). Pramuka.000. Partisipasi perempuan di instansi pemerintah pada tahun 2001 sebanyak 4.221 orang atau 34.130 Karang taruna 194 194 194 194 Organisasi sosial & panti sosial 27 27 27 29 Sumber: Bakesbanglinsos Kabupaten Jepara.29% dari seluruh jumlah pegawai (11. Pada tahun 2003 besarnya rata-rata upah minimum Rp. 2. tahun 1995 sebanyak 189.399 36. Jumlah perempuan usia dewasa (usia 20-54 tahun).053 Sumber: Sistem Informasi Profil Daerah Kabupaten Jepara. atau meningkat rata-rata sebesar 3.-. menunjukkan peningkatan.369 1.624 orang.prasarana.500. 2.4.dan pada tahun 2006 menjadi Rp.458 1.384 2003 529.017 orang (22. 1. KNPI. Sedangkan rata-rata upah minimum dari tahun 2003 sampai tahun 2006 menunjukkan kenaikan rata-rata 11.85% per tahun.606 38.86%..115 1.37 Perkembangan Organisasi Sosial Tahun Jenis Organisasi Sosial 2001 2002 2003 2004 Pekerja sosial masyarakat 1. Data tersebut menunjukkan adanya peningkatan partisipasi perempuan di instansi pemerintah sebesar 3.918 2004 538.837 2006 543. Organisasi yang menampung aktivitas kepemudaan antara lain Karang Taruna.174 orang). belum adanya kesetaraan gender dalam berbagai pembangunan.40% dari seluruh jumlah pegawai (15. pada tahun 2005 sebanyak 5.227 orang atau 35.

Disamping itu masih banyak perumahan kumuh serta masih banyaknya bangunan yang menempati tanah negara. Dilihat dari kelayakan rumah.256 pada tahun 2006. Beberapa masalah infrastruktur yang perlu mendapat perhatian antara lain meningkatnya permintaan perumahan.5 Agama Dilihat dari penduduknya. dan keterbatasan kemampuan masyarakat. Budha 7.4. Hindu 2. Luas kawasan permukiman pada tahun 2004 adalah 22. Kristen 23. Kabupaten Jepara mempunyai penduduk yang heterogen dilihat dari agama dan keyakinan mereka. Islam 1.004 tempat ibadah. Katolik 1.5.822 orang dengan tempat ibadah sebanyak 86 tempat ibadah. Mayoritas penduduk yang beragama Islam. Penduduk menurut pemeluk agama berdasarkan hasil sensus penduduk terakhir menunjukkan bahwa penduduk Kabupaten Jepara mayoritas beragama Islam sebanyak 1. 2.532. Permasalahan pokok perumahan dan permukiman adalah kurang konsistennya pelaksanaan tata ruang. Tabel 2.id . Hal ini menunjukkan bahwa kehidupan religius mewarnai kehidupan masyarakat Jepara. Sedangkan untuk masyarakat menengah kebawah melalui KPR/BTN.256 Ha bertambah menjadi 22.39 Jumlah Pemeluk Agama dan Tempat Ibadah No.004 2.528.289 orang dengan jumlah tempat ibadah sebanyak 4. pada tahun 2004 sebanyak 830 unit dan pada tahun 2006 menjadi 1.289 4. Agama Pemeluk Tempat (orang) Ibadah 1. Pada sebagian infrastruktur.2. misalnya pembangunan jalan. air bersih dan listrik. Perkembangan pembangunan di bidang spritual dapat dilihat dari banyaknya sarana peribadatan masing-masing agama.667 11 4. semakin keterbatasan lahan.go. Konghucu 19 Sumber: Sistem Informasi Profil Daerah Kabupaten Jepara Tahun 2006 2.301 unit.984 KK. diikuti dengan tumbuhnya pondok pesantren dari 154 pada tahun 2003 meningkat menjadi 196 pada tahun 2006. pertumbuhan rumah tidak sebanding dengan pertumbuhan penduduk. 59 60 www. pemerintah masih bertanggungjawab terhadap pembangunan dan pemeliharaannya. Sedangkan untuk pemenuhan kebutuhan perumahan bagi masyarakat menengah ke atas sudah dilakukan oleh pengembang swasta.446 KK.545 24 6.djpp. menurunnya pelayanan transportasi dan peningkatan permintaan tenaga listrik dan air bersih.028. salah satunya adalah perumahan yang mana Pemerintah Kabupaten Jepara perlu mengembangkan pola kemitraan dengan pihak pengembang perumahan untuk memenuhi kebutuhan perumahan bagi masyarakat menengah kebawah. Urutan kedua adalah pemeluk agama Kristen sebesar 23. tahun 2006 menjadi 7.822 86 3.5 PRASARANA DAN SARANA DAERAH Pembangunan infrastruktur akan dihadapkan pada terbatasnya kemampuan pemerintah Kabupaten Jepara untuk menyediakannya.depkumham.028.502 3 5.1 Perumahan Untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. tahun 2002 jumlah KK berumah tak layak huni sebanyak 6.

2006 seyogyanya di Kabupaten Jepara diperlukan suatu regulasi yang mengatur keberdaan pasar modern. Angkota dan Angkudes Trayek No 1. Jalan Provinsi dan Jalan Kabupaten atau lokal. Perkembangan taman kota dilihat dari luasan taman mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. 2.2 Pasar Sarana perdagangan yang ada di Kabupaten Jepara pada tahun 2006 ditunjukkan berkut : pasar tradisionil 21 buah. Tabel 2.200 m2. 4. Sedangkan transportasi darat dalam pelayanan transportasi khususnya pelayanan angkutan umum yang terdaftar di Kabupaten Jepara terdiri dari beberapa trayek. terbatasnya titik penerangan jalan umum dan pemeliharaan oleh masyarakat. belum optimalnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan maupun perawatan taman.69% tiap tahun.984 2.224 5. mengalami peningkatan rata-rata sebesar 51. Untuk trayek Angkota dan Angkudes cenderung mengalami peningkatan dan diharapkan pelayanan angkutan umum semakin optimal. menyebabkan munculnya terminal-terminal bayangan. pasar grosir 1 buah dan mini market 18 buah. Berdasar hal tersebut lima tahun kedepan perlu dipikirkan keberadaan terminal dan sub terminal baru di wilayah pengembangan. Permasalahan pertamanan dan penerangan jalan adalah keterbatasan jumlah ruang terbuka di perkotaan. Saat ini hampir diseluruh daerah mengalami hal yang sama. Kondisi pasar tradisionil di Kabupaten Jepara masih didominasi oleh pasar tradisionil.41a Trayek dan Armada. tahun 2005 sudah mencapai 38. 2. Kondisi 2002 2003 2004 2005 2006 Angkota 12 13 13 14 15 Angkudes 18 19 21 30 32 Armada Angkota 195 207 207 214 223 Angkudes 263 214 308 397 419 Jumlah Angku Angkota des 30 456 32 421 34 515 44 611 47 642 Aspek lain yang sangat erat kaitannya dengan perumahan adalah aspek pertamanan dan penerangan Jalan. 3. apabila tahun 1995 seluas 6. Hal ini dikarenakan dalam kurun waktu lima tahun mendatang akan lebih banyak muncul pasar-pasar modern baru. 2004 7.5. 2002 6.5. 2006 Pesatnya keramaian wilayah tertentu di Kabupaten Jepara akibat dari adanya proyek-proyek besar yang kontinuitasnya lama. Dari panjang jalan tersebut terdiri dari Jjalan Negara.095 3.djpp. pasar swalayan 1 buah.264 titik atau rata-rata mengalami peningkatan sebesar 2. dalam penanganan keberadaan pasar tradisionil yang mulai terdesak oleh pasar modern (supermarket. Penerangan jalan umum tersebar di seluruh wilayah.881 4. 2003 7.5% per tahun.40 Perkembangan Keluarga Berumah Tidak Layak No.Tabel 2. Berdasar hal tersebut Sumber: Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara. Keluarga Berumah Tidak Tahun Layak 1. hipermarket). Klasifikasi tersebut sesuai dengan kewenangan penanganannya. tahun 1995 sebanyak 343 titik dan pada tahun 2005 sebanyak 1. 2. AKDP maupun Angkutan Perkotaan (Angkota) dan Angkutan Pedesaan (Angkudes). 2006* 7.3 Jaringan Transportasi Panjang jalan di Kabupaten Jepara sampai tahun 2006 cenderung tetap.id . 61 62 www. 5. 2005 7.go.156 m2.446 Sumber: Badan Kesbanglinmas Kabupaten Jepara. yang meliputi AKAP.depkumham.

2 pelabuhan penyeberangan (lokal).go. Kondisi transportasi laut menunjukkan adanya peningkatan aktifitas pelayaran yang direpresentasikan pada tingkat kunjungan kapal serta produktifitas angkutan orang dan barang yang mengalami peningkatan. pada tahun 2006 jumlah kunjungan 63 64 www. dan rusak 5.577 pelanggan tahun 2006 (angka sementara).798 1.92 17. 1. Rusak Jumlah Sumber: Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara.00 7. penumpang 35.152 2.801 2. 2. penumpang 42.68 7.619 274 39. tahun 2001 sebanyak 11.22 703. terbatasnya prasarana dan sarana perhubungan.22 km.40 129. 3.43 17.30 574.62 729.Kondisi prasarana jalan tahun 2001. Baik 2.105 orang. 4 pelabuhan khusus (nasional) dan 2 buah kapal penyeberangan. 2.088 922 42. Sedang 3. 5. menjadi 18.150 m3. yaitu belum meratanya sistem jaringan air bersih dan masih minimnya kapasitas air bersih.4 Jaringan Air Bersih Kebutuhan air bersih pada masa mendatang harus menjadi perhatian Kabupaten Jepara. 4. Tanah Jumlah Kondisi Jalan 1.00 20.85 810.5. sedang 105.3 703. panjang jalan Kabupaten 703.52 80.803 2.90 87.85 km.26 105. TAHUN 2002 2003 2004 2005 2006 KUNJUNGAN KAPAL 483 491 561 582 591 PRODUKSI ANGKUTAN Penumpang Barang Kendaraan (orang) (ton) R-2 R-4 33.547 203 33.763 1. 2006 Transportasi laut di Kabupaten Jepara ditunjang keberadaannya dengan adanya 2 pelabuhan laut (regional). barang 2.73 kapal menjadi 621. Tabel 2.21 km. No.62 702. Tabel 2. Pelabuhan Jepara sebagai bagian dari pelabuhan laut Indonesia dalam kerangka negara maritim merupakan garda depan yang harus dibenahi untuk meningkatkan pengelolaan potensi laut dan lingkungan sekitarnya. tahun 2001 kunjungan kapal sebanyak 470. Volume air PDAM yang disalurkan juga mengalami peningkatan.68 7.62 810. Permasalahan klasik yang dihadapi berkaitan dengan air bersih adalah masih rendahnya kinerja pelayanan air bersih.djpp. berdasarkan kondisi jalan.328 2.328 orang dan barang 2. sedang 74.05 Kelas Jalan 1.16 5.91 728.850 ton.40 129.30 570.depkumham.118 pelanggan. diketahui jalan baik 570.id .41c Kunjungan Kapal dan Produksi Angkutan No. diketahui jalan baik 623. rusak 28.21 28.358 Ket.62 728. 2006 Permasalahan pokok transportasi dan telekomunikasi adalah masih banyak jalan dalam kondisi belum baik dan penurunan kualitas jalan.68 7. Aspal 2. Permasalahan pokok air bersih adalah masih banyak penduduk atau rumah tangga yang belum Sumber: Sistem Informasi Profil Daerah Kabupaten Jepara.308 2.843 2.05 623. menjadi 4. Jumlah pelanggan PDAM mengalami peningkatan. Kerikir 3.68 km.26 km.3 703. berdasarkan kondisi jalan.91 728.095 365 40.52 km.77 703.850 3.983 m3 tahun 2006 (angka sementara) Data tersebut menunjukkan bahwa semakin lama tingkat kebutuhan akan air bersih dari PDAM semakin meningkat. Pada tahun 2006 panjang jalan menjadi 703.356.28 27.589 ton.43 17. mengingat air bersih merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi masyarakat.00 17.73 615.626 2.41b Panjang dan Kondisi Jalan Tahun 2002 2003 2004 2005 675.00 7.095 1.69 574.69 728.18 728.093. baik untuk keperluan rumah tangga ataupun non rumah tangga. Kondisi 2006 785.68 km.78 35.31 km. tahun 2001 sebanyak 3.28 27.

702 8. Tabel 2.625 8. 3.853 2.090 3.628 8. Tabel 2.090 827.660 2. Permanen 260 260 260 260 260 b.660 8. perlu dukungan pengairan yang baik. irigasi sederhana Bangunan Air : 1.114. Tahun 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Sumber: Jepara Dalam Angka 2001-2005 2.630 8.mendapatkan air bersih.810 12.749 12. Bendung a.5.41 Luas Sawah.573.000 18. Bangunan Air dan Sungai TAHUN Jenis Data 2001 2002 2003 2004 2005 Luas sawah irigasi : 1.213 4.700 4. Volume sampah padat tahun 2001 sebesar 175.749 3. baik sampah cair maupun sampah padat. 5. Sekunder 827. Jumlah sampah terangkut ke TPA tahun 2002 sebesar 165. Permasalahan persampahan adalah masih rendahnya cakupan pelayanan persampahan dan bertambahnya volume sampah yang didaur ulang serta belum optimalnya tingkat kesadaran masyarakat tentang kebersihan.702 8.41 Banyaknya Pelanggan Air Bersih Jumlah Pelanggan Air yang Disalurkan (m3) 11. Irigasi Teknis 8.5 Jaringan Irigasi Lahan pertanian yang masih cukup luas di Kabupaten Jepara.597.go.853 2.id .090 827.090 827. 2.855. Fungsi irigasi sangat diperlukan mengingat untuk menunjang penyediaan bahan pangan.577 5. Jepara 2006 2.749 3.5 m3.473 2. 1.000 17.5. 4.3 m3.000 14. Rumpon 272 272 269 259 259 2.000 No. Hal inim menjadi tanggung jawab Pemerintah dan Pemerintah Daerah untuk menjamin hak setiap orang dalam mendapatkan air minum sebagai kebutuhan pokok minimal sehari-hari guna memenuhi kehidupan yang sehat dan bersih.118 3.702 8.702 8. Bangunan Lainnya 480 487 495 495 495 Sungai 38 38 38 38 38 Sumber: Dinas PU.000 15. tahun 2006 menjadi 713. Irigasi ½ teknis 12.067. Bronjong 114 114 127 137 137 c.djpp.391 2.725 12. 6.depkumham. Saluran a.360.6 Persampahan Volume sampah.702 b.5 m3.709 12. tahun 2006 menjadi 569. 65 66 www.05 m3.090 827.008 5. dari tahun ke tahun mengalami kenaikan sejalan dengan makin bertambahnya aktivitas masyarakat.000 12.487 2. Primer 8.

5 165.7 Jaringan Listrik Kemajuan pembangunan segala bidang di Kabupaten Jepara.580.290 133.310 200. Lima tahun terakhir menunjukkan kebutuhan jaringan listrik bagi masyarakat Kabupaten Jepara meningkat tajam dari tahun ke tahun.5 713.701. perkantoran maupun industri.471. 2003 82. 67 68 www. pada pemerintahan daerah juga memberi penegasan fungsi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang merupakan badan legislatif daerah. pemberdayaan dan peran serta masyarakat.go. 2004 85.Tabel 2. pemerataan dan keadilan. berupa kewenangan yang lebih besar untuk mengelola pembangunan secara mandiri dan demokratis. pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan. keistimewaan dan kekhususan serta potensi dan keanekaragaman daerah dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. dengan memperhatikan prinsip demokrasi.443 4 2005 2006* 619.3 3.depkumham.5.315. 1.653.djpp.5 1. 2006 2.744.170 4 2003 205 185 2. 3. 4. Tahun Pelanggan Tersambung Terjual 1.05 502 569.6.318.143 3. 2002 121.523.670 5. Hal ini menandakan adanya pertambahan pemasangan. Adanya ketegasan fungsi dari kedua lembaga ini sangat bermanfaat bagi proses demokratisasi dalam penyelenggaraan sistem pemerintahan.3 4 4 Sumber: DKPPK Kabupaten Jepara. 2.43 Banyaknya Pelanggan Listrik PLN Jumlah Daya Kwh No.838. 2006 92. Tabel 2.124 2.778 237.1 Aparatur Pemerintahan Otonomi menuntut aparatur Pemerintah Daerah untuk lebih profesional dan mandiri dalam penyelenggaraan pemerintahan.847 138. Selain aparatur Pemerintah Daerah (eksekutif). Jangkauan pelayanan listrik hingga tahun 2006 telah mencakup 197 desa atau 100 persen wilayah telah terlayani.879.026 4 Tahun 2004 528 422.139 150.605 4. sehingga check and balances dapat diterapkan menuju ke tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).428 239. daerah diharapkan mampu meningkatkan daya saing. baik bagi perumahan.116 3. Disamping itu melalui pelaksanaan otonomi luas.538 272. menuntut penyediaan kebutuhan listrik yang sangat besar.260 182. transparansi dan partisipasi yang bermuara pada perwujudan pelayanan masyarakat. Kondisi Volume sampah/hari (m ) Sampah terangkut (m3) Daerah pelayanan (Ha) TPA (buah) 3 2002 175.457 137.6 PEMERINTAHAN UMUM Berlakunya otonomi daerah memberi peluang Kabupaten Jepara.id .531.42 Perkembangan Persampahan No.162 Sumber: Jepara Dalam Angka 2002-2006 2. Tujuan pemberian otonomi yang luas kepada daerah diarahkan untuk terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan.5 2. 2. 2005 88. Dengan kata lain tujuan yang diharapkan dari pelaksanaan otonomi adalah mewujudkan Good Governance penyelenggaraan pemerintahan dengan tiga pilar utamanya yaitu demokratisasi.

Desa 183 Sumber: Setda Bagian Hukum Pemkab Jepara. Setda dan Sekwan 2 2.574 5. Pegawai Non PNS 16 29 1. 2002 17 265 2.540 5. 2005 9 16 165 2. Kelurahan 11 7. 2003 15 236 3. Tabel 2. 2006 2.918 145 1.895 2006 1.djpp. 8. Tabel berikut ini adalah produk Perda dan Perbup yang diterbitkan dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2005.45 SOTK Pemerintah Kabupaten Jepara Perangkat No. 3. 6.6.367 5.depkumham. serasi. dan bertanggungjawab.44 Jumlah PNS dan Pegawai Non PNS Tahun No. Sedangkan Peraturan Bupati dua tahun terakhir menjukkan angka kenaikan. Kecamatan 14 6. Dinas 13 3. 2. Kantor 3 5.47 Capaian Pelayanan Perijinan NO 1.6.go. 2005 69 70 www. dengan jumlah perangkat daerah sebagai berikut: Tabel 2. Berdasarkan hal tersebut pelayanan publik yang dilakukan harus dalam kerangka menuju kepuasan masyarakat.6. dinamis.46 Jumlah Produk Hukum Daerah No.313 1. 2004 12 173 4.166 • Golongan III 5. Badan 5 4.3 Produk Hukum Daerah Program legislasi daerah yaitu peraturan daerah yang diterbitkan selama lima tahun menunjukkan angka yang fluktuatif tiap tahunnya.416 2.2 Kelembagaan Sampai saat ini kelembagaan yang ada di Kabupaten Jepara masih mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2003. 4.596 2005 1.4 Pelayanan Publik Pembangunan daerah merupakan usaha mengembangkan dan memperkuat pemerintahan daerah dalam rangka makin mantapnya otonomi daerah yang nyata.816 109 2.221 • Golongan II 2. belum disesuaikan dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004. URAIAN Ijin Gangguan / HO Surat Ijin Usaha Perdagangan Tanda Daftar Perusahaan IUI dan Perluasan Ijin Mendirikan Bangunan Ijin Reklame Ijin Usaha Angkutan Ijin Peruntukan Penggunaan Tanah Pemda Ijin Perubahan Tanah Pertanian Ke Non Pertanian 2003 545 570 284 124 342 588 83 0 3 Tahun 2004 605 745 752 292 670 205 107 102 7 2005 1198 1347 1351 339 1157 234 318 249 4 Sumber: Setda Bagian Hukum Pemkab Jepara.Tabel 2. 2006 2. Data Pegawai 2002 2003 2004 1. 9. Tabel 2.400 2. Dalam pelayanan publik ini harus disesuaikan dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang telah ditetapkan. PNS • Golongan IV 416 416 1.460 1.520 5. Jumlah Daerah 1. Tahun Perda Perbup SK Bup 1.id . 7. 5.029 • Golongan I 439 439 179 2.147 Sumber: Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Jepara.

6. 2004 144 437 441 318.415 orang. pada tahun 2004 jumlah pemilih terdaftar sebanyak 733. 2006 Tabel 2.004.49 Perkembangan Aset Bergerak dan Tidak Bergerak Tahun Jenis Data 2001 2002 2003 Roda 2 51 51 43 Roda 4 12 12 20 Meja 18 10 10 Kursi 18 10 10 Sertifikat tanah Pemda & Wakaf 11 57 23 2004 81 14 30 30 19 2005 50 11 79 80 58 Sumber: Bagian Umum dan Pemerintahan Setda Kabupaten Jepara. yang kemudian berturut-turut sebanyak 11 bidang pada tahun 2001.109. 11.10.049. Sedangkan aset tidak bergerak pada tahun 2004 sebanyak 7.510 (2005).6.139 5. 57 bidang pada tahun 2002. 4. Jumlah partai politik peserta Pemilu 1997 sebanyak 3 Parpol. sehingga secara keseluruhan aset yang berupa tanah dan bangunan yang telah bersertifikat baru mencapai 191 bidang.252 3. Berdasarkan data diketahui bahwa situasi politik pada saat pemilu relatif aman terkendali. 2.609 orang. Uang negara yang berhasil diselamatkan kembali juga meningkat dari sejumlah Rp.479 pada tahun 2006. 2003 144 476 476 197.5 Pengawasan Jumlah temuan selama tahun 2001 sampai dengan 2005 terus menunjukkan peningkatan.854 orang. 271. 2.djpp. 2006 Upaya pengamanan aset tidak bergerak yang berupa tanah baru mulai dilaksanakan pada tahun 2000 sebanyak 23 bidang tanah. 130. Permasalahan bidang pengawasan adalah meningkatnya jumlah temuan yang mengakibatkan kerugian pada negara. Pemilu 1999 sebanyak 48 Parpol.6 Aset Daerah Pengelolaan aset atau barang daerah. 2001 144 456 456 130. yang ditunjukkan 2. kondisi ini berdampak pada terciptanya peluang setiap komponen masyarakat terlibat dalam penciptaan situasi dan kondisi yang kondusif. atau dengan tingkat partisipasi sebesar 94.093.020 orang sedangkan jumlah pencoblos sebanyak 537.6. 2005 108 500 500 271. Pemilu 2004 sebanyak 24 Parpol.35%.250.109.25 unit naik menjadi 7.016 m² naik menjadi 8.go. sedangkan jumlah pencoblos sebanyak 560. Tabel 2. 2002 144 650 650 109.245 (2001) menjadi Rp. Pada tahun 2001 dari 144 obyek pemeriksaan ditemukan 456 temuan. atau dengan tingkat partisipasi sebesar 76.48 Perkembangan Pemeriksaan Fungsional Jenis Data No.115 4.7 Politik Kabupaten Jepara terkenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi keragaman.43%. 2. Tahun Obrik Tindak Setoran ke Temuan (LHP) Lanjut Negara 1. Jumlah pemilih terdaftar tahun 1999 sebanyak 570. Ijin Lokasi Ijin Usaha Pariwisata 8 37 2 8 5 4 Sumber: Kantor Yantap Kabupaten Jepara.093. 5.520.089 unit pada tahun 2006. 71 72 www. 3. untuk aset bergerak pada tahun 2004 sebanyak 6.945.510 Sumber: Bawasda Kabupaten Jepara. 2005 No 1.id . Permasalahannya adalah belum optimalnya pendataan dan pengelolaan aset daerah yang dilindungi dengan status hak kepemilikan yang sah.depkumham.245 2. 23 bidang pada tahun 2003. Kondisi ini menunjukkan kinerja aparat pengawasan yang semakin meningkat seiring dengan upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN. sedangkan pada tahun 2005 dari 108 obyek pemeriksaan ditemukan 500 temuan. 19 bidang pada tahun 2004 dan 58 bidang pada tahun 2005.

10. kurangnya kepedulian dan pemahaman pentingya arsip. Permasalahan politik lokal adalah menurunnya tingkat partisipasi politik masyarakat. Jumlah pelanggaran ketertiban oleh Pedagang Kaki Lima.422 buah. dan belum optimalnya fungsi penegakan hukum. Permasalahan ketertiban dan keamanan adalah adanya konflik akibat proses demokratisasi. 8.297 buah.dengan menurunnya partisipasi politik masyarakat pada Pemilu. atau mengalami kenaikan rata-rata 8. 6.8 Perpustakaan.6.7 ISU-ISU PEMBANGUNAN Gambaran umum atau potret kondisi daerah yang telah diuraikan sebelumnya. 73 74 www.djpp.427 pada tahun 2005. Berdasarkan hal di atas isu-isu strategis pembangunan Kabupaten Jepara antara lain adalah : 1. Masih rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan belum optimalnya peran BUMD.9% per tahun. sasaran serta program dan kegiatan pembangunan yang akan digulirkan selama kurun waktu lima tahun mendatang. Jumlah media cetak yang beredar di Kabupaten Jepara tahun 2004 sebanyak 8 buah. 4.260 (2001) menjadi 39. Permasalahan terkait dengan perpustakaan. 5. Masih kurangnya lapangan kerja dan masih banyaknya pengangguran. tahun 2005 menjadi 11 buah. Informasi dan Komunikasi Jumlah koleksi buku di Perpustakaan Daerah pada tahun 2004 mencapai 3. Belum mantapnya kondisi perekonomian daerah.463 buah. terutama menjelang pelaksanaan Pemilu ataupun Pilkada. Jumlah arsip dinamis in-aktif tahun 2001 berjumlah 2. 3. 9. data. Potensi sumberdaya alam dan kelautan belum dikelola secara optimal. Jumlah anggota sebanyak 1. Jumlah media penyiaran (radio) cenderung tetap.9 Ketertiban dan Keamanan Jumlah konflik di masyarakat mengalami kenaikan pada tahun 2004. 2.id . dijadikan dasar dalam mengidentifikasi isu-isu strategis pembangunan Kabupaten Jepara dalam menghadapi permasalahan dan tantangan pembangunan lima tahun ke depan.depkumham.6. 2.391 orang pada tahun 2005. Jumlah personil Hansip (Linmas) mengalami peningkatan. Cakupan infrastruktur Kabupaten yang masih terbatas.104 pada tahun 1999 meningkat menjadi 28. Teknologi informasi dan komunikasi internal Pemerintah Kabupaten Jepara yang telah digunakan adalah jaringan intranet maupun internet sebagai bagian dari pengembangan e-government yang menghubungkan semua unit pemerintah. 5 buah.788 (2005). Sehingga isu-isu pembangunan yang faktual tersebut akan menentukan agenda aktual kebijakan. tahun 2005 mencapai 5. Data. Belum terwujudnya tata kelola kepemerintahan yang baik (good governance) dan pemerintahan yang bersih (clean government).go. Sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). informasi dan komunikasi adalah belum berkembangnya perpustakaan daerah. sasaran dan program pembangunan Kabupaten Jepara juga harus menampung berbagai sasaran dalam Millenium Development Goals (MDGs) yang merupakan komitmen Pemerintah Indonesia pada dunia internasional. 2. menjadi 7. tahun 1995 sebanyak 7. 7. 2. Masih rendahnya daya saing produk lokal dalam persaingan pasar nasional dan global. Belum optimalnya relevansi dan kualitas pelayanan pendidikan. masih terbatasnya aplikasi sistem informasi dan komunikasi pada satuan kerja (terutama yang jauh lokasinya dari pusat kota). jumlah pengunjung meningkat dari 22. Kurang optimalnya kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.300 orang. masih rendahnya kesadaran hukum masyarakat. meningkat dari 170 kasus (2000) menjadi 450 kasus (2005). Masih tingginya penyandang masalah kesejahteraan sosial.

demokratis dan sejahtera dengan bertumpu pada potensi budaya lokal. 13.11.id . demokratis dan sejahtera yang kelimanya tidak dapat dipisahkan serta merupakan rangkaian proses bersama yang bertumpu pada potensi budaya lokal. BAB III VISI DAN MISI Dalam rangka meningkatkan dan/atau mempertahankan kinerja pembangunan menghadapi perkembangan perubahan lingkungan strategis yang sangat dinamis serta faktor-faktor berpengaruh yang berubah dengan cepat dan sering tidak terduga. 3. sebagai berikut: “Terwujudnya Kabupaten Jepara sebagai daerah yang religius. Belum optimalnya pengelolaan dan pemanfaatan potensi Kepulauan Karimunjawa. melalui peningkatan kualitas sumber daya yang terlayani oleh pemerintahan yang bersih” Secara komprehensif perwujudan visi tersebut menggambarkan harapan yang dicita-citakan kedepan oleh segenap komponen masyarakat Kabupaten Jepara yaitu menjadikan Jepara yang religius. maka Kabupaten Jepara menetapkan visi lima tahun kedepan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012.depkumham. Pemberdayaan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah belum optimal.djpp.1 VISI Berbekal pada potensi dan kondisi strategis yang dimiliki. Belum optimalnya pengelolaan tata ruang dan lingkungan hidup. diharapkan visi Kabupaten Jepara sebagai pemicu bagi seluruh komponen masyarakat (stakeholders) untuk terus bekerja keras membangun daerah dalam rangka untuk mencapai visi yang dicita-citakan. aman. maka diwujudkan visi dan misi berbasis pada analisis lingkungan strategis dan isu-isu strategis. Seperti moto Kabupaten Jepara yaitu “Trus Karya Tataning Bumi” yang artinya terus bekerja keras membangun daerah. maju. melalui peningkatan kualitas 75 76 www.go. 12. aman. maju.

Berdasar hal diatas visi tersebut mengandung filosofi bahwa Jepara merupakan daerah dengan masyarakat yang maju serta menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan supremasi hukum.djpp. Potensi budaya lokal.sumber daya dan pemerintahan yang bersih. berbudaya serta mempunyai rasa toleransi antar dan intern umat beragama. didukung suasana warga masyarakat yang dapat berekspresi menggunakan 77 78 www.go.id . Kualitas sumberdaya. 3. Misi kedua terfokus pada pelestarian kultur daerah yang selaras dalam menajalankan hak dan kewajiban. Pemerintahan yang bersih. Sejahtera. sumberdaya alam mapun sumber daya buatan) merupakan tuntutan dasar dalam mendukung pembangunan daerah. partisipatif dan akuntabel serta berorientasi pada kepuasan masyarakat. masyarakat dapat berekspresi menggunakan haknya. serta dapat memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani dengan tetap mengedepankan kearifan budaya lokal dan dukungan kualitas sumber daya yang ada dalam kondisi pemerintahan yang bersih. dengan tujuan agar tercipta kesinambungan arah pembangunan yang diinginkan. masyarakat dapat merasakan pelayanan dasar yang layak sesuai dengan kebutuhannya. Adanya pengertian tersebut diharapkan akan mendukung terselenggaranya kehidupan masyarakat Jepara yang lebih baik. Maju. kondisi sumber daya yang baik (sumberdaya manusia. beretika dan berbudaya. kondisi dan sikap masyarakat yang menjunjung tinggi nilai agama. 3. sehingga merasa nyaman untuk berusaha dan melakukan aktivitas. Demokratis. Selanjutnya. masyarakat memiliki landasan yang kokoh dan berorientasi pada kearifan lokal dalam pembangunan dan memiliki kebanggaan terhadap daerahnya. sehingga kehidupan dalam masyarakat terlihat tentram dan damai. saling menghargai dan punya tanggung jawab terhadap daerahnya. moral dan etika yang didukung oleh imtaq dan iptek. Membangun ekonomi kerakyatan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya. 2. Misi pertama difokuskan pada peningkatan kualitas manusia yang agamis. karena kita bersama-sama menyadari bahwa manusia merupakan faktor paling determinan bagi berhasil tidaknya proses pembangunan dilaksanakan. saling menghargai dan punya tanggung jawab sosial. Mewujudkan masyarakat yang rukun dalam melaksanakan hak dan kewajibannya dengan nyaman. merupakan suasana yang kondusif dalam kehidupan masyarakat. bermoral. Aman. beretika. Mewujudkan masyarakat yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. dengan • • • • • Religius. sehingga perkembangan wilayah satu dengan lainnya tidak akan tertinggal.2 MISI Selanjutnya visi tersebut dijabarkan dalam misi yang pada hakekatnya di arahkan untuk mendukung terwujudnya visi lima tahun kedepan. yaitu: • • • haknya.depkumham. bermoral. dalam rangka untuk mendapatkan kesamaan persepsi tentang makna filosofisi visi di atas maka perlu dirumuskan pengertian dari beberapa kata kunci berikut ini. ditunjukkan dengan penyelenggaraan yang transparan. suatu daerah yang didukung dengan tersedianya kebutuhan sarana prasarana dan utilitas yang memadai disemua wilayah. Misi yang dirumuskan untuk mengemban pencapaian visi selama lima tahun yang akan datang adalah sebagai berikut: 1.

go. 79 80 www. 6.Misi ketiga merupakan salah satu upaya untuk meningkatan kesejahteraan dengan jalan meningkatkan pendapatan masyarakat. aspiratif dan partisipatif serta selalu menerapkan prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik dengan dukungan masyarakat. Misi keempat difokuskan pada ketetapan menjadikan Jepara sebagai hunian yang nyaman. 5. 4.id . Misi kelima adalah merupakan tugas luhur dan mulia untuk menyiapkan generasi mendatang yang lebih baik. pelayanan kesehatan dan penanganan kesejahteraan sangat penting dilakukan. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan pelayanan. Untuk itu upaya pengembangan ekonomi yang berbasis kerakyatan harus dijaga karena telah terbukti bahwa hanya perekonomian yang berbasis kerakyatan yang mampu tetap eksis walau diterjang badai krisis. Ketertiban dan keamanan lingkungan masyarakat merupakan prasyarat bagi terciptanya suasana tersebut. Oleh karenanya antar anggota masyarakat saling menghargai satu sama lain dan tidak mengedepankan kepentingannya sendiri. Menciptakan iklim yang kondusif bagi berkembangnya demokratisasi dalam kehidupan bermasyarakat. Misi keenam difokuskan pada optimalisasi pelaksanaan otonomi ditujukan untuk mewujudkan good governance dan clean government melalui pemberdayaan aparatur pemerintah. Untuk itu perbaikan penyelenggaraan pendidikan.depkumham. pendidikan. dengan lebih memberi kemudahan dan layanan yang memadai untuk mendapatkannya. kolusi dan nepotisme (KKN) untuk menciptakan good governance dan clean government. Sehingga potensi pertanian dan industri pengolahan merupakan sumber daya yang perlu dikelola secara berkesinambungan sebagai salah satu pilar kesejahteraan masyarakat. derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Meningkatkan kualitas sumber daya aparatur melalui profesionalisme aparatur yang bebas korupsi. penciptaan pemerintahan yang demokratis. karena SDM merupakan modal dasar pembangunan yang harus terus menerus ditingkatkan kualitasnya. untuk itu perlu didukung susana wilayah yang kondusif.djpp.

go. maka perlu dirumuskan strategi yang dapat mendukung kebijakan dan sasaran pembangunan yang akan dicapai.4 Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia Strategi ini digunakan untuk mendukung misi pertama dan kedua.2 Strategi Pertumbuhan Usaha Strategi pertumbuhan digunakan untuk melaksanakan misi ketiga. 3. Konsep “Tri Bina” juga mampu menggambarkan hubungan sinergis diantara pemangku kepentingan pembangunan. Bina Lingkungan pada strategi optimalisasi aparatur dan strategi dinamika yang terkendali. 4. Memperhatikan pada keenam misi yang ada. Strategi pertumbuhan dilakukan dengan memfasilitasi dan mendorong masyarakat dan dunia usaha dalam setiap usaha dengan harapan dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi secara luas. sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perwujudan perekonomian daerah yang kuat dan berkeadilan.djpp.1 STRATEGI PEMBANGUNAN KABUPATEN JEPARA Dalam rangka pencapaian visi dan misi jangka menengah Kabupaten Jepara. 4.1. Strategi ini bertujuan memantapkan kehidupan beragama melalui pengembangan kegiatan kehidupan beragama dan peningkatan kerukunan beragama. maka strategi pembangunan daerah yang dilakukan terwujud dalam konsep “Tri Bina” yang terdiri dari: 1. 81 82 www. budaya dan agama. 2. Bina Manusia pada strategi penguatan masyarakat dan strategi pengembangan sumber daya manusia.id . Peningkatan kualitas dan pemberdayaan sumber daya manusia dimaksudkan untuk mewujudkan pemberdayaan sumber daya manusia sesuai peran dan fungsinya dalam kelompok masyarakat dan lembaga pemerintah melalui perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan kesehatan terutama bagi masyarakat miskin serta kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraannya. menciptakan lapangan kerja dan kesempatan berusaha pada bidang-bidang yang menjadi unggulan daerah.1. 4.1. sehingga merupakan pondasi yang kokoh bagi program pembangunan Kabupaten Jepara ditengah terpaan perubahan yang akan terjadi lima tahun kedepan. Dengan kelima strategi pembangunan daerah berikut ini diharapkan akan tercipta keterpaduan antara membangun manusia. Bina Usaha pada strategi pertumbuhan. kesejahteraan dan lingkungan dapat berlangsung secara sinergis dan kokoh. serta mendorong kemampuan Strategi ini untuk mendukung misi kelima. Dinamika yang terkendali dimaksudkan agar terdapat ruang yang cukup bagi tumbuh dan berkembangnya dinamika pembangunan dari dan oleh berbagai elemen masyarakat dalam kerangka hukum.1.BAB IV STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH 4. 4.3 Strategi Dinamika Yang Terkendali Strategi ini digunakan untuk mendukung pelaksanaan misi keempat.depkumham.1 Strategi Penguatan Masyarakat masyarakat dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat yang heterogen. dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat.

4. responsibilitas. Konsistensi komitmen dalam prioritas peningkatan pembangunan pendidikan. Adanya situasi dan kondisi daerah yang kondusif bagi pelaksanaan pembangunan. terkait kebijakan hingga operasional dalam pengembangan Kepulauan Karimunjawa. Adanya konsistensi kebijakan pemerintah yang berpihak pada masyarakat.1. 8.id .depkumham. 4. 2. Adanya pemanfaatan dan pemeliharaan kondisi sumber daya alam dan kelautan secara bertanggung jawab. khusunya kelompok yang kurang beruntung. Semakin jelasnya pembagian kewenangan penggalian sumbersumber pendapatan daerah dan komitmen pada pembangunan perekonomian daerah. 10. Strategi ini untuk melaksanakan misi keenam. 83 84 www.djpp. Meningkatnya responsivitas. fasilitas umum dan kebutuhan pelayanan dasar lainnya. Semakin baiknya kondisi pertumbuhan makro dan mikro ekonomi daerah. Adanya perangkat hukum dan upaya hukum yang tegas dibidang tata ruang dan lingkungan hidup. maka diperlukan faktor-faktor kunci dan asumsi keberhasilan pembangunan.4. Strategi ini menonjolkan peran SDM aparatur pemerintah pada percepatan pencapaian tujuan penyelenggaraan pemerintahan pada setiap fungsi sesuai kewenangan daerah dalam upaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan untuk antisipasi terhadap perkembangan lingkungan global. 6.5 Strategi Optimalisasi Aparatur 9. kesehatan. Faktor-faktor kunci dan asumsi keberhasilan pembangunan tersebut adalah: 1. 3. serta untuk mewujudkan good governance.2 FAKTOR-FAKTOR KUNCI DAN ASUMSI KEBERHASILAN Dalam rangka menunjang perwujudan visi dan misi serta melaksanakan strategi pembangunan Kabupaten Jepara. 5. Terbangunnya jejaring pengembangan dan ekspansi produk lokal pada pasar global. dan akuntabilitas aparatur penyelenggara pemerintahan. Adanya dukungan dan komitmen utuh segenap stakeholders.go. 7.

Untuk menyelenggarakan otonomi daerah yang nyata. sumber dan penggunaan pembiayaan untuk periode lima tahun kedepan. 558. alokasi belanja daerah. Kebijakan yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi.129. Dari proyeksi APBD tersebut. agar tercipta stabilitas ekonomi dan daerah. Kebijakan keuangan daerah untuk RPJMD berlandaskan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah yang pelaksanaannya berpedoman kepada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. yaitu: 1. Kebijakan yang ditujukan untuk mengatasi masalah mendesak dan diperlukan oleh masyarakat luas secara langsung. hal tersebut tentu akan berpengaruh juga pada kemampuan pembiayaan pembangunan daerah. Kebijakan yang dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat. belanja daerah dan pembiayaan. 5.djpp.BAB V ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH 4. masih besar ketergantungannya terhadap dana perimbangan dari Pemerintah Pusat. Namun umumnya sebagian besar pemerintah daerah di Indonesia dari sisi pendapatannya. 374. Kebijakan yang secara nyata akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kebijakan yang berhubungan dengan tumpuan hajat hidup sebagian besar masyarakat. maka Kabupaten Jepara lima tahun 85 86 www. Sehingga perlu ditetapkan faktor-faktor yang mendasari dalam menentukan kebijakan keuangan daerah. serta disertai proyeksi pendapatan daerah. yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah.1 ARAH PENGELOLAAN PENDAPATAN DAERAH Dalam struktur anggaran pada pemerintah daerah terdapat tiga pos Pendapatan daerah yang merupakan sumber keuangan daerah. luas dan bertanggungjawab Kabupaten Jepara memiliki kewenangan dan harus mempunyai kemampuan untuk menggali sumber keuangan sendiri yang didukung oleh perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah. Kebijakan yang dapat mendorong penyerapan tenaga kerja setempat. 3.025 trilyun. Dana Perimbangan dan Pendapatan Lain-lain yang Sah.depkumham. agar pembiayaan pembangunan daerah dapat dilaksanakan secara optimal maka diperlukan suatu arah kebijakan keuangan yang tepat..tahun 2003 naik menjadi Rp. 2.go.120. 6. Berdasarkan regulasi tersebut dokumen RPJMD memuat kebijakan pendapatan daerah. Sebagai gambaran perkembangan sumber daya keuangan daerah yang direpresentasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menunjukkan bahwa selama empat tahun terakhir telah terjadi peningkatan yang signifikan terhadap kemampuan APBD Kabupaten Jepara dari sebesar Rp.39% dari tahun sebelumnya (2005).id .000.pada tahun 2006 atau mengalami kenaikan sebesar 14. 7. Kebijakan yang secara nyata dapat meningkatkan mutu sumber daya manusia. 1. Proyeksi APBD Kabupaten Jepara 2007-2012 menunjukkan bahwa APBD Kabupaten Jepara tahun 2012 akan menjadi sebesar Rp.385. Dalam rangka memperkuat pelaksanaan otonomi daerah.005. Berdasarkan hal tersebut di atas maka prospek ekonomi Kabupaten Jepara dalam kurun waktu lima tahun kedepan diprediksi mengalami perkembangan yang cukup cerah dan signifikan.000. 5.

318 47.000 Rp.176.884 50.234.936.431.545.000.237.954.931.967 347.000.871.704 372.968.196.212.000. Dengan harapan secara bertahap daerah dapat meningkatkan kemampuan kemandirian keuangan daerah dalam memenuhi pembiayaan pembangunan.149.675 877.615 17.659.597.493 9. 2.000 276.884 10.751 37.110.212.167.2 Persentase PAD terhadap APBD No.872.000 41.355 Sumber: APBD Kabupaten Jepara 2003-2006 288.depkumham. Pelaksanaan pendapatan daerah selama ini diperoleh baik dari kewenangan yang dimiliki daerah sebagai kewenangan daerah otonom untuk mengelola Pendapatan Asli Daerah maupun kewenangan lain yang bersumber dari ketentuan perundangundangan yang berlaku untuk membiayai penyelenggaraan pembangunan daerah.950.000.586.589 248.425 26.869 50.639.542 16.000 403.000 17.408. 1.680 % PAD/APBD 14.000 16.455 1. Rp.060.025.366 21.356.000. Komponen yang terbesar adalah Dana Alokasi Umum (DAU).04% 12.37% 9.391.680 11.445. 4.558 11.782 24. Rp.785.689.335.354.649.447. Perkembangan yang telah dicapai empat tahun terkahir masih didominasi oleh dana perimbangan terhadap total penerimaan.000 258.740. APBD 374.266. yang mana untuk menggali potensi pendapatan harus dilakukan secara sistematis dan terarah.000 30.500.120.000 19.046 Sumber: APBD Kabupaten Jepara 2003-2006 Perkembangan keseluruhan sumber pendapatan Pemerintah Kabupaten Jepara pada tahun 2006 sebesar Rp.000.682.499.316.295 508.470.705.352.657.502.954. Tabel 5.710 23.561 54.000.964.061.545.824 47.21%.djpp. Rp.237.649.000.110.000 26. Perbandingan tahun 2003 dengan 2004 mengalami penurunan.019.832.824 8.000 392.957 562.740.703. Sedangkan dilihat dari kontribusinya terhadap APBD selama empat tahun terakhir. 31.512.69% PENDAPATAN 10 Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Bagian Laba Perusahaan Milik Daerah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah 20 Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak / Bagi Hasil Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan dari Propinsi 30 Lain-lain Pendapatan Yang Sah Bantuan Dana Kontinjensi / Penyeimbang dari Pemerintah Dana Darurat JUMLAH PENDAPATAN 53.766.05%.175.go.129.260. 87 88 www.470.190.000 14.34% 12.000.000 410.242.000.265 23.000.662 54.886.837.080. 558.777 0 17.063 27.id .266.049.296. Tahun 2003 2004 2005 2006 Rp.745.222.209 798.377 31. Perkembangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jepara selama empat tahun terakhir dari tahun 2003 hingga tahun 2006 menunjukkan angka yang fluktuatif.239.689. Sedangkan komponen terbesar dari PAD diperoleh dari retribusi daerah sebesar Rp.152.544 12.907.973.445 milyar.1 Realisasi Pendapatan Kabupaten Jepara NO 1 URAIAN 2003 2004 2005 2006 Kemampuan kemandirian keuangan daerah merupakan faktor yang esensial dalam mengukur tingkat kemampuan daerah pada pelaksanaan otonomi.579.587 20.946.702.167.196.500.597.450. Oleh karena itu perlu adanya upaya penggalian pendapatan dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki seoptimal mungkin.000 12.757. namun dari 2004 sampai 2006 mengalami kenaikan rata-rata sebesar 5.000 558.000. 3.683.129 milyar dan diprediksi tahun 2012 mengalami peningkatan menjadi sebesar Rp.220.745. Tabel 5.297 8.340.275. 1.021 trilyun.539. maka kedepan harus direncanakan dengan akurat model intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah dan retribusi daerah serta lain-lain pendapatan yang sah sesuai dengan potensi pungutan.000 6.741 2.851 411.880 308.kedepan akan berupaya untuk menggali potensi pendapatan daerah tanpa harus membebani masyarakat. Rp.594.391.000 0 0 0 0 0 359.234. Rp.074. PAD 53.248.660. maka ratio kemandirian keuangan daerah masih rendah atau rerata per tahun baru menyumbang 12.924. Rp.662 11.512. Salah satu yang dapat dijadikan ciri kemampuan daerah adalah melalui perkembangan PAD dalam struktur APBD.692. selanjutnya diikuti oleh Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan Provinsi.000 1. Untuk dapat merealisasikan penerimaan daerah tersebut dalam rangka kemandirian keuangan daerah.

125.068.100. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2004 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dinyatakan bahwa setiap jenis belanja yang dianggarkan harus memperhatikan keterkaitan pendanaan dengan keluaran dan hasil yang diharapkan dari program dan kegiatan yang dianggarkan.575 4.456. Rp.703.830.000 2 BELANJA APARATUR DA ERAH 01 Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Belanja Pemeliharaan 02 Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang / jasa Belanja Perjalanan Belanja Pemeliharaan 03 Belanja modal 123.844.447 10.849 16.376.398.999 1.102.210 1.000 943.344. Belanja daerah terdiri dari belanja aparatur daerah dan belanja pelayanan publik. Rp.416.586 49.477 104.423. Proyeksi 657. Diolah 27.734.850.940.943.260 3.646.589.838 2.depkumham.888.472.232.547.728 2.522. termasuk efisiensi dalam pencapaian keluaran dan hasil tersebut.536.451.770 401.955 21.665.050 3.716 30.408.071.214.208.117.015 47.648.720.553.769.527.100 2.000 12.213.349 132.id .416 34.847.785.258.720.djpp.859 13.051.877. berdasarkan tujuan dan sasaran pembangunan yang ditetapkan.179.060 175.280.965 19.500 653.842.601.687.393 26.2 ARAH PENGELOLAAN BELANJA DAERAH Belanja daerah merupakan pengeluaran untuk kebutuhan dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan dan kepentingan pelaksanaan pembangunan daerah.256.679.110 495.990 157.062.701 7.440 1.830 385.738.456.880.010 40.580 3.539 3.546.436.001 14.570 2.643.699 21.938.595 1.536.735 11.079.664 892.484.320 7.000 0 7.010.987.530 25.770 5.369.611 3.868.011.047.233 1.181.974.354 55.277.933.370 6.109 35.788.594 7.196.194 146.247.198 2.134.go.846.006.249 0.405 16.513 2005 2006 Tahun 2007 2008 2009 2010 2011 2012 Rp.269.800 382.484.150.158.800.458.767.722.841.183.950.364.042. Rp.096.737.747.988.062.605.00 539. 04 Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan 05 Belanja Tak Tersangka PELAYA NAN PUBLIK 01 Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang / Jasa Belanja Perjalanan Belanja Pemeliharaan 02 Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang / Jasa Belanja Perjalanan Belanja Pemeliharaan 03 Belanja Modal 04 Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan 05 Belanja Tak Tersangka JUMLA BELANJA H 9.198.3 Proyeksi Pendapatan Kabupaten Jepara NO Tabel 5.000 370.892.598 47.115.733.200 4.310 9. Rp.872.547.527.351 2004 118. efektifitas.000 864.496.182.811.344.628.782.623.825 3.692.351.158.266.522.581.619.876 244.195.391 25.122.040 7.923 147.715.300 5.269.282 32.855.866.247.896.611.458.353 47.262.681.685.774.379.465 2.763 3.006 4.611.126.375.906.266.759 65.535.4 Realisasi Belanja Kabupaten Jepara URAIAN 2003 100.233.000 1.335 1.000 707.476 69.071 266.637.471.903.926.211.370.850.368.127.590 19.348 39.070.968.166.793 76.765.106.819.200.563.500.021.265.915 16.925.555.327.816 172. dimana dari sisi Belanja Daerah telah menunjukkan peranan yang cukup 89 90 www.642 149.Tabel 5.000 786. sehingga alokasinya diarahkan guna meningkatkan efisiensi.499.978.564 598.033.106.140.514.548 45.990.372.079.425.030.082.070 5.720 7. Rp.042 7.977 277.981.468 301.920.962.000 3.400.278 16.544.000 34.966.784 9.895.387 68.539.354.877.324.874.982.397 23.519 Sumber: APBD Kabupaten Jepara 2003-2006 Anggaran Belanja Kabupaten Jepara selama empat tahun terakhir yaitu tahun 2003 hingga 2006 mengalami kenaikan.548 17.975.297.220.887.970.500 0 0 269.052.529 134.258.617. dan proporsionalitas.250 463.222.516.069.805.00 80.077 1.947.818.041 93.049.720.000.091.091.893 11.556.365.935.805.600.469.570 1.957.708.076.453.760.847.538 1.283 10.765.149 14.494 57.690 55.400 42.390.768.149.259 145.614.114.322 Sumber: APBD Kabupaten Jepara 2003-2006.300.600 521.

706. Tabel 5.6 Proyeksi Belanja Kabupaten Jepara Tahun Proyeksi 2007 Rp.679.385.300.644.527.322 Rp.562. Pembiayaan terdiri dari pembiayaan penerimaan dan pembiayaan pengeluaran.400.500.306. Namun kenaikan belanja daerah pada tahun terakhir naik sangat besar yaitu sekitar 30. Diolah yang mendesak. diperlukan langkah-langkah dan arah kebijakan keuangan daerah berikut: 1. maka diakumulasikan dalam pembiayaan.140.563.000 2008 Rp.704 2004 Rp.871.175. Tabel 5.049. Pembiayaan penerimaan merupakan alokasi anggaran yang dilakukan untuk menguatkan struktur pendapatan.id .335 Rp. Menyediakan sarana dan prasarana bagi pemungut penerimaan daerah yang bersifat mobilitas maupun pemberian operasional bagi penerimaan pendapatan.357.000 2011 Rp.447.600.berarti terhadap pembiayaan pembangunan.387.957 2006 Rp.771.411.djpp.770 Rp. 3.015 trilyun pada tahun 2012.1. 5.700. Dimana kebijakan umum anggaran yang diambil tetap mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Meningkatkan kualitas pelayanan publik pada bidang-bidang yang berhubungan dengan penerimaan daerah. Belanja daerah Kabupaten Jepara selama empat tahun terakhir mengalami kenaikan rata-rata 14.861. 3. 2.000.784.278.720 milyar (tahun 2006) menjadi Rp. 5. menunjukan bahwa belanja daerah lebih besar dari pendapatan daerah.692.000 2012 Rp.370. Pada tahun 2003 total belanja daerah Kabupaten Jepara sebesar Rp.720.328.47%.519 Rp.539.401.7 Belanja dan Pendapatan Kabupaten Jepara Tahun Belanja Pendapatan 2002 Rp. Untuk menutup defisit anggaran yaitu selisih antara pendapatan dan belanja yang terdiri dari penerimaan dan pengeluaran. serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengelola 91 92 www.334.720 milyar pada tahun 2006.213.030.depkumham.830 Rp.344 milyar naik menjadi Rp.851 2005 Rp.359. Meningkatkan penyuluhan pada masyarakat untuk kesadaran membayar pajak dan retribusi daerah.376. 4. 539. sedangkan pembiayaan pengeluaran dilakukan sebagai konsekuensi kebutuhan Secara umum kebijakan keuangan daerah diarahkan pada peningkatkan kapasitas dan kemandirian kemampuan keuangan daerah disertai dengan efisiensi anggaran yang ditujukan bagi pembiayaan pembangunan.go.026. Untuk meningkatkan sumber penerimaan daerah.408 2003 Rp. 4.3 KEBIJAKAN UMUM ANGGARAN Berdasar pendapatan daerah dan belanja daerah selama empat tahun terakhir (2003-2006).438.234. 539. 2.938. Berdasarkan realisasi belanja.290.372.046 Sumber: Dispenda Kabupaten Jepara Tahun 2006 No 1.015.23%.820. Mengoptimalisasikan sumber-sumber pendapatan daerah – khususnya sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah – melalui optimalisasi pendataan dan penerimaan wajib pajak dan restribusi daerah sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. diperkirakan belanja daerah pada tahun 2011 akan meningkat dari Rp. 370.000 2009 Rp. 1.232.330.000 Sumber: APBD Kabupaten Jepara 2003-2006.502.000 2010 Rp.

id .go. Peninjauan kembali berbagai kebijakan Pemerintah Kabupaten Jepara. Untuk itu kebijakan yang dilakukan untuk meningkatkan dana perimbangan antara lain melalui: 1. bersumber dari Bagi Hasil Pajak untuk mendukung pendapatan yang bersumber dari dana perimbangan daerah.depkumham. Seiring dengan peningkatan pembangunan tersebut. Penataan performance budget melalui penataan sistem penyusunan dan pengelolaan anggaran daerah yang berorientasi pada pencapaian hasil atau kinerja secara efisiensi. dekonsentrasi dan tugas pembangunan yang diatur dengan sistem perimbangan keuangan antara pusat dan daerah mendapatkan pembagian dana perimbangan. penerimaan daerah. pelayanan umum dan daya saing daerah. Berlakunya Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah. 2. Melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan yang 93 94 www. Undang-undang tersebut pada prinsipnya untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan sumber daya keuangan daerah dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah. maka untuk meningkatkan penerimaan daerah dapat dilakukan dengan meningkatkan dana perimbangan. Melakukan upaya koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk untuk lebih mengoptimalkan pendapatan daerah yang bersumber dari APBN dan APBD Provinsi Jawa Tengah guna peningkatan pembangunan sarana prasarana perekonomian dan pelayanan publik. terutama yang terkait dengan atau dalam rangka optimalisasi pendapatan daerah. membawa perubahan yang mendasar dalam pengelolaan keuangan daerah. Selain melalui optimalisasi penerimaan pendapatan.djpp. Sehingga memberikan hasil yang baik dan biaya rendah. 6. efektif dan berkesinambungan. dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.5. maka pemerintah daerah berdasarkan asas desentralisasi.

remaja. Sesuai dengan strategi dan dengan tetap mengacu kepada visi Kabupaten Jepara.djpp. dan meningkatnya penangatan mitigasi bencana alam sesuai dengan kondisi Kabupaten Jepara. Acuan pertama adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berilmu (cerdas). sehat. tetap merujuk pada RPJPD Kabupaten Jepara Tahun 2005-2025. Oleh karena itu target yang diharapkan antara lain meningkatnya kualitas pelayanan dasar yang berdampak pada meningkatnya indeks pembangunan manusia (berilmu. Tahapan lima tahun pertama akan lebih difokuskan pada penataan dan pembangunan sistem.BAB VI KEBIJAKAN UMUM DAERAH pembangunan. Kebijakan umum pembangunan jangka menengah Kabupaten Jepara akan menentukan agenda. Oleh karenanya kebijakan pembangunan Kabupaten Jepara pada RPJMD periode Tahun 2007-2012. meningkatnya etos kerja. maka pada tahapan lima tahun pertama (2005-2009) dalam kerangka pembangunan jangka panjang ini diarahkan untuk melanjutkan derap langkah pembangunan yang sudah senafas dengan tuntutan peningkatan kinerja penyelenggaraan 95 96 www. meningkatnya keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan toleransi antar umat beragama.go. Beberapa kebijakan pembangunan pada tahap pertama yang dapat dijadikan acuan adalah sebagai berikut. seperti berikut: 1. Sehingga dalam pelaksanaan pembangunan daerah terdapat kesatuan arah yang jelas terhadap pemecahan masalah yang dihadapi oleh daerah sesuai dinamika masyarakat yang berkembang. Lima tahun pertama pembangunan ekonomi jangka panjang akan semakin menunjukkan pergeseran dalam sektor basis ekonomi daerah.depkumham. meningkatnya kesejahteraan dan perlindungan terhadap anak. sekaligus sebagai upaya pencapaian pembangunan yang diharapkan. didukung dengan sektor lain yang berdayasaing tinggi akan diupayakan pencapaiannya pada tahapan lima tahun pertama dengan fokus pada peningkatan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana ekonomi daerah yang diharapkan akan meningkatkan iklim kondusif dalam berusaha yang akan berdampak pada peningkatan kinerja ekonomi makro daerah dan penguatan kapasitas keuangan daerah. pelayanan dan pemberdayaan di segala bidang. berdaya beli). tujuan dan sasaran program pembangunan lima tahun kedepan. regulasi. meningkatnya etika dan moralitas. pertanian dan pariwisata. Kebijakan pembangunan daerah juga mengandung arti sebagai operasionalisasi dari visi dan misi daerah untuk jangka waktu tertentu. yang ditandai dengan meningkatnya kualitas sumber daya manusia yang menangani bidang pendidikan (tenaga pendidik dan non pendidik). maka dirumuskan kebijakan pembangunan sebagai dasar penetapan pokokpokok pikiran. Dengan demikian kebijakan pembangunan lima tahun kedepan disesuaikan dengan Tahapan Pertama RPJPD (Tahun 2005-2009) dan Tahapan Kedua RPJPD (Tahun 2010-2014). menurunnya bias gender. meningkatnya kinerja pengendalian jumlah dan laju pertumbuhan penduduk. dan wanita. Acuan kedua adalah peningkatan ekonomi masyarakat dan daerah berbasis pada industri. TAHAPAN PERTAMA RPJPD KABUPATEN JEPARA (2005-2009) Memperhatikan kinerja pelaksanaan pembangunan tahapan lima tahun sebelumnya. berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. kebijakan dan peraturan sebagai basis bagi pembangunan tahapan lima tahun berikutnya. sehat dan religius melalui pembangunan multi sektor yang bermuara pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Jepara. pemerintahan. Hal itu sebagai suatu upaya untuk melanjutkan dan mempertajam penyelesaian masalah-masalah mendesak.id .

meningkatnya demokratisasi lokal. menurunnya indeks kriminalitas.djpp. 97 98 www.depkumham. menurunnya tingkat konflik. kelistrikan. bahkan mampu untuk membangun embrio pagi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. demokratis. peningkatan kesadaran lingkungan hidup. dan kebijakan tentang keruangan dan lingkungan hidup maka diharapkan akan membawa efek pada semakin membaiknya pengelolaan sumber daya alam dan mutu lingkungan hidup. peningkatan konsistensi peruntukan lahan. perumahan. pencemaran lingkungan menurun. 2. Kondisi pertumbuhan perekonomian Jepara yang semakin baik diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jepara yang akan ditandai dengan menurunnya angka pengangguran dan jumlah penduduk miskin. penguatan ketertiban dan keamanan daerah. Acuan keenam yaitu meningkatan kualitas lingkungan hidup didukung dengan pengelolaan tata ruang dan sumber daya alam secara berkesinambungan. Arahan kebijakannya merupakan langkah-langkah untuk lebih memantapkan penataan kembali Kabupaten Jepara di segala urusan yang menjadi kewenangan daerah. yang kesemuanya mendukung percepatan terwujudnya tata kepemerintahan yang baik. Acuan kelima yaitu pengembangan kehidupan sosial budaya dalam rangka mendukung terciptanya kondisi daerah yang tertib. pemerintahan dan pelayanan publik. penerangan jalan. Upaya pelestarian dan pengembangan kekayaan budaya.go. aman. transportasi. Acuan keempat adalah peningkatan prasarana dan sarana yang menunjang pengembangan kawasan (wilayah) berbasis pada kemampuan dan potensi lokal yang akan diprioritaskan pada peningkatan dan pemeliharaan (rehabilitasi) sarana dan prasarana wilayah (terutama di kawasan pedesaan. pemanfaatan dan pengembangan tata ruang dan lingkungan hidup. yang akan ditekankan pada langkahlangkah pemantapan dalam perencanaan pengelolaan.industri-pertanian (agro industri) akan semakin meningkat peranannya dalam perekonomian daerah. dan tegaknya supremasi hukum untuk menopang (menjadi basis) kelancaran pelaksanaan pembangunan. aman dan damai ditandai dengan menurunnya tingkat kerawanan daerah. Kabupaten Jepara yang tertib. pemerintahan. disamping tepat eksisnya industri pengolahan sebagai icon Kabupaten Jepara. regulasi. TAHAPAN KEDUA RPJPD JEPARA (2010-2014) Berdasar periode waktu RPJMD Kabupaten Jepara dari 2005 sampai 2012. yang hanya bisa terwujud apabila disertai dengan langkah-langkah penataan kebijakan keruangan dan kewilayahan yang konsisten dan terpadu. yang pada akhirnya akan berdampak pada kepatuhan pada hukum sehingga persatuan dan kesatuan tetap dapat terjaga dengan baik. telekomunikasi. Peningkatan dan rehabilitasi sarana dan prasarana kewilayahan harus menjadi prioritas daerah dan mendapat dukungan atau peran serta swasta. ketepatan penanganan penambangan. maka kebijakan pembangunannya juga harus memperhatikan tahapan kedua RPJPD. Acuan ketiga adalah pengembangan tata pemerintahan yang baik didukung dengan kompetensi dan profesionalitas aparatur dalam pelaksanaan pembangunan. berbasis pada budaya bahari dan pesisir akan semakin relevan. pada tahapan lima tahun pertama akan ditekankan pada peningkatan komitmen dan tindakan pengurangan korupsi. kolusi dan nepotisme (KKN) dalam penyelenggaraan pembangunan. dan lain-lain. konsistensi regulasi daerah-pusat.id . Dengan adanya pemantapan dalam aspek perencanaan. air bersih. Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi kesenjangan desa-kota. dan kondusif yang akan diprioritaskan pada langkah-langkah pemantapan situasi dan kondisi politik lokal yang kondusif. dan tegaknya hukum. pertamanan. Muara dari upaya pemberantasan KKN adalah terciptanya kinerja pelayanan publik yang semakin prima. kawasan Kepulauan Karimunjawa). pemerintahan dan pelayanan publik. misalnya kebersihan. dan pelayanan publik.

go. pertanian dan pariwisata). didukung dengan sektor lain yang berdayasaing tinggi. dan peningkatan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. perlindungan anak naik. pertanian dan pariwisata. cepat.djpp.Acuan pertama yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berilmu (cerdas). Setelah pada tahapan pertama difokuskan untuk mengembangkan prasarana dan sarana ekonomi. Acuan kedua yaitu peningkatan ekonomi masyarakat dan daerah berbasis pada industri. penerangan jalan. yang pada tahapan lima tahunan kedua difokuskan pada optimalisasi (bila perlu maksimalisasi) upaya pemerataan memperoleh pendidikan sampai jenjang SMA/Sederajat bagi penduduk Kabupaten Jepara. Pelaksanaan misi keempat ini. angka kemiskinan turun. penyediaan dan penyelenggaraan lembaga pendidikan. Daya saing akan dapat meningkat bila didukung oleh sumber daya manusia yang handal dan dimanfaatkaannya teknologi produksi yang tepat guna sehingga dapat memberikan daya guna dan hasil guna yang tinggi. Pengembangan sektor basis akan bermuara pada dimilikinya daya saing yang tinggi pada tingkat nasional dan internasional dari produk-produk unggulan dan andalan Kabupaten Jepara. dilengkapi dengan sarana prasarana pendukungnya yang memadai. status gizi naik). telekomunikasi. misalnya prasarana dan sarana transportasi. Harapan masyarakat akan ditegakkannya pemberantasan KKN dalam lingkungan birokrasi semakin kuat. misalnya melalui penyediaan biaya pendidikan (bea siswa. dan akuntabel. diharapkan pada pembangunan lima tahunan pertama fokus ini sudah mampu memberikan hasil yang cukup signifikan. 99 100 www. perdagangan. Langkah ini harus disertai dengan meningkatnya komitmen tiga pilar pendidikan – pemerintah.depkumham. air bersih. Jumlah penduduk akan terus meningkat maka harus disertai dengan penyediaan fasilitas perumahan dan permukiman. Acuan keempat yaitu peningkatan prasarana dan sarana yang menunjang pengembangan kawasan (wilayah) berbasis pada kemampuan dan potensi lokal. Selanjutnya akan diikuti dengan langkah prioritas kedua. tingkat pengangguran turun). dan lain-lain). sehat dan religius. pariwisata atau perpaduannya. BOS. yaitu peningkatan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia aparatur yang handal untuk memenuhi tuntutan birokrasi masa depan. laju pertumbuhan penduduk terkendali. kesenjangan kesejahteraan turun). pengembangan jaringan infrastruktur transportasi dan telekomunikasi yang memadai.id . dan sebagainya. pembinaan dan pengembangan kelembagaan ekonomi lokal sehingga mampu berperilaku dan berkinerja global. Sehingga mendukung penyediaan dan penyelenggaraan pelayanan publik yang semakin berkualitas. untuk tahapan lima tahun kedua diprioritaskan pada pembangunan sarana dan prasarana penunjang pembangunan kawasan. didukung dengan adanya standar pelayanan minimum di semua tingkatan pemerintah. yang berasal dari sektor industri. pemerintahan dan pelayanan publik. peningkatan derajat kesehatan (usia harapan hidup naik. sekolah dan masyarakat – untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan. lebih murah. Acuan ketiga yaitu pengembangan tata pemerintahan yang baik didukung dengan kompetensi dan profesionalitas aparatur dalam pelaksanaan pembangunan. remaja dan wanita (kesetaraan gender naik. kelistrikan. bahkan bila perlu diperkuat dengan kontrak pelayanan (citizen’s charter) dan pelayanan yang bersertifikat ISO. Capaian lain yang diharapkan adalah peningkatan kesejahteraan rakyat (pendapatan per kapita naik. didukung dengan disediakannya berbagai prasarana dan sarana pelaksanaan tugas/pekerjaan yang memadai. pertanian. maka pada tahapan pembangunan lima tahunan kedua diprioritaskan pada penanganan yang lebih konkrit dan optimal terhadap pembangunan dan pengembangan sektor basis Jepara (industri. dan lain-lain. Selain itu perlu ditekankannya peningkatan kualitas dan kuantitas perumahan dan permukiman yang layak dan sehat. peningkatan kesejahteraan anak. transparan.

Pembangunan Kabupaten Jepara periode tahun 2007-2012 diarahkan pada pembangunan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.Acuan kelima yaitu pengembangan kehidupan sosial budaya dalam rangka mendukung terciptanya kondisi daerah yang tertib. partai politik. Langkah ini perlu dioptimalkan setelah pada tahap pertama ditekankan pada aspek perencanaan dan perumusan kebijakan. tenaga air. dan lembaga kemasyarakatan. 2.djpp. 3. Untuk mewujudkannya diperlukan serangkaian kebijakan yang dapat mendorong dan mengembangkan potensi daerah. Kondisi itu didukung dengan meningkatnya kualitas perencanaan tata ruang serta konsistensi pemanfaatan ruang dengan mengintegrasikannya ke dalam dokumen perencanaan pembangunan terkait dan penegakan peraturan dalam rangka pengendalian pemanfaatan ruang. akan dilaksanakan dengan prioritas pada penanganan aktivitas terkait dengan lingkungan hidup dan tata ruang. pemulihan kepercayaan masyarakat. serta pengembangan investasi sarana-prasarana ekonomi yang akan berfungsi sebagai penggerak roda perekonomian daerah. Kebermanfaatan. harus seoptimal mungkin memperhatikan empat hal berikut: 1. Sejalan dengan itu. kalau tidak segera diatasi akan mengakibatkan dampak yang mempengaruhi lingkungan sekitarnya. demokratis. Tingkat kebutuhan. dan regulasi tata ruang dan lingkungan hidup. jika tak dipenuhi akan mengakibatkan munculnya masalah lain. didukung dengan komitmen segenap pemangku kepentingan dan profesionalitas aparatur penegak hukum daerah. kebutuhan tersebut mendesak atau tak dapat ditunda dan apabila tidak segera ditangani akan mengganggu aktivitas warga masyarakat. Kondisi itu sejalan dengan meningkatnya kesadaran dan penegakan hukum. karena kurang beruntung dalam persaingan diberbagai bidang yang semakin ketat/keras. Dukungan sumber daya. dan kondusif. tercapainya konsolidasi penegakan supremasi hukum dan penegakan hak asasi manusia. Sedangkan pada sisi pertambangan dan energi akan diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan. Acuan keenam yaitu meningkatan kualitas lingkungan hidup didukung dengan pengelolaan tata ruang dan sumber daya alam secara berkesinambungan. Dalam rangka pencapaian visi Kabupaten Jepara ”Terwujudnya Kabupaten Jepara sebagai daerah yang 101 102 www. Dalam kerangka pencapaian pembangunan yang berkelanjutan. sehingga mampu mendorong dan mewujudkan percepatan peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat.go.depkumham.id . terutama kemampuan keuangan daerah. dan tenaga surya untuk kelistrikan. Dampak pada lingkungan. aman. dalam rangka memacu percepatan pembangunan daerah. Melihat kondisi kamtibmas Kabupaten Jepara semakin kondusif. kemampuan sumberdaya yang tersedia dalam jumlah yang cukup. Adanya arahan pembangunan pada RPJPD dan memperhatikan evaluasi pembangunan lima tahun sebelumnya serta melihat kondisi kebutuhan kedepan. 4. kehidupan demokratisai lokal semakin terwujud ditandai kuatnya peran masyarakat sipil. Pada tahapan pembangunan lima tahunan kedua diprediksi akan semakin meningkat jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). serta kelanjutan penataan sistem hukum daerah. tenaga angin. kebutuhan tersebut kebermanfaatannya tinggi dan menyangkut hajat hidup orang banyak. khususnya bioenergi. dan pemberian pelayanan yang langsung dapat bermanfaat bagi masyarakat. pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian fungsi lingkungan hidup makin berkembang melalui penguatan kelembagaan dan peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat yang ditandai dengan berkembangnya proses rehabilitasi dan konservasi sumber daya alam dan lingkungan hidup. Fenomena ini menjadi prioritas penanganan pada tahapan ini. oleh karena itu kebijakan pembangunan daerah yang kemudian dijabarkan lebih lanjut dalam rencana strategis.

fungsi Pariwisata dan Budaya. sehingga masyarakat akan mendapatkan hak dan memenuhi kewajiban sesuai dengan kapasitasnya. Untuk fungsi Pariwisata dan Budaya diarahkan pada kebijakan untuk mengendalikan pengaruh negatif dari budaya luar dalam rangka lebih meningkatkan kepedulian dan perhatian atas pembinaan dan pelestarian nilai-nilai budaya bangsa dan daerah melalui berbagai upaya pengelolaan kekayaan budaya lokal. Misi Kedua ini terkait dengan pelaksanaan fungsi Pelayanan Umum dan fungsi Ketertiban dan Ketentraman. melalui peningkatan kualitas sumber daya yang terlayani oleh pemerintahan yang bersih”. 103 104 www.religius. fungsi Pendidikan. namun dalam fokus arahan kebijakan yang berbeda dengan misi pertama. perluasan informasi atas kinerja pemerintah. 2. Arah kebijakan umum dalam kerangka pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan Kabupaten Jepara tahun 2007-2012 adalah sebagai berikut: 1. Fungsi Ketertiban dan Keamanan. serta adanya sistem penegakan hukum dan hak asasi manusia (HAM) yang berkeadilan. Untuk Fungsi Perlindungan Sosial kebijakan yang ada diarahkan pada peningkatan kehidupan dan kerukunan antar umat beragama agar mampu memberikan peningkatan kualitas dalam sumber dayan manusia dibidang moral dan etika. maka kebijakan umum dikelompokkan menurut fungsifungsi pemerintahan yang dirinci menjadi kebijakan umum fungsi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pelaksanaan misi Kabupaten Jepara tersebut. karena itu pembangunan yang dilaksanakan senantiasa menempatkan manusia sebagai titik sentral. peningkatan kegiatan keagamaan. bermoral. Misi Ketiga ini terkait dengan tiga fungsi pemerintahan berikut Fungsi Ekonomi. Misi Pertama ini terkait dengan empat fungsi pemerintahan. Misi Ketiga: Membangun ekonomi kerakyatan dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya. berbudaya serta mempunyai rasa toleransi antar dan intern umat beragama. pembinaan kelompok kesenian. serta memelihara kelestarian kearifan budaya lokal.djpp. aman. Kebijakan tersebut untuk membentuk kekuatan rakyat dan bela negara demi menjaga ketertiban dan keamanan. dan sosialisasi produk-produk hukum daerah. Kebijakan pada fungsi ini diarahkan pada upaya-upaya peningkatan kesadaran hukum pada masyarakat. yaitu fungsi Ketertiban dan Keamanan. dan fungsi Perlindungan Sosial. Sehingga perlu dipahami bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu output penting dalam suatu proses perencanaan pembangunan. Misi Pertama: Mewujudkan masyarakat yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Fungsi Pelayanan Umum diarahkan pada peningkatan keadilan (persamaan hak dan kewajiban) diantara penduduk dalam memperoleh pelayanan publik. Beberapa langkah yang dapat dilakukan seperti pembinaan kerukunan antar umat beragama. maju. dengan jalan mewujudkan pemerataan dan meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.go. beretika. demokratis dan sejahtera dengan bertumpu pada potensi budaya lokal. Untuk fungsi Ketertiban dan Keamanan kebijakannya diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berbasis religius. peningkatan bantuan perawatan tempat atau rumah ibadah. Untuk fungsi Pendidikan terkait dengan pembentukan sumber daya manusia yang beretika dan berbudaya dijangkau melalui pengembangan pendidikan keagamaan secara integratif antar pemerintah Daerah dan Pusat. Langkah yang dapat dilakukan adalah melalui peningkatan bantuan terhadap pendidikan keagamaan.depkumham. Fungsi Lingkungan Hidup serta Fungsi Pariwisata dan 3. pengadaan even kesenian dan kebudayaan. untuk mendukung suasana kehidupan berpolitik yang demokratis. Misi Kedua: Mewujudkan masyarakat yang rukun dalam melaksanakan hak dan kewajibannya dengan nyaman.id .

Kebijakannya diarahkan pada penciptaan penyelenggaraan pemerintahan yang akuntabel. sehingga sumber daya yang ada dapat dipertahankan keberadaannya.djpp. Pada fungsi Pendidikan kebijakannya diarahkan pada perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan bagi seluruh masyarakat dengan sasaran meningkatnya derajat pendidikan masyarakat. sehingga setiap aspek pembangunan tidak mengabaikan keadilan dan pemenuhan hak dasar politik dan sosial rakyat.id . terutama untuk penuntasan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun serta meningkatkan kompetensi tenaga pendidik melalui kerjasama dengan berbagai pihak. 6. kesehatan dan perlindungan sosial serta penyediaan perumahan layak.go. Misi Keenam: Meningkatkan kualitas sumber daya aparatur melalui profesionalisme aparatur yang bebas KKN untuk menciptakan good governance dan clean government. 5. Bersinggungan dengan fungsi ini adalah fungsi Perumahan dan Fasilitas Umum. transparan. Fokus kebijakan pada misi ini adalah memobilisasi sumberdaya untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan pendidikan. serta mempunyai kebutuhan sandang. Berdasar misi kelima ini berkaitan dengan beberapa fungsi yaitu fungsi Pendidikan. Sehubungan dengan hal tersebut maka pelaku ekonomi kerakyatan mendapatkan prioritas untuk berperan aktif dalam pembangunan ekonomi. Misi keempat berkenaan dengan Fungsi Ketertiban dan Keamanan dan Fungsi Perlindungan Sosial. Misi Kelima: Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan pelayanan pendidikan. pangan dan papan yang diperlukan. Sehingga setiap orang memperoleh peluang seluas-luasnya untuk berpendidikan dan berketerampilan. membuka ruang partisipasi. Diharapkan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Misi Keempat: Menciptakan iklim yang kondusif bagi berkembangnya demokratisasi dalam kehidupan bermasyarakat. keadilan dan responsibel.depkumham. 4. fungsi Kesehatan. derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. hidup sehat dan panjang umur. Sedangkan pada fungsi Pariwisata dan Budaya. utamanya bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial. Misi keenam ini berkenaan dengan fungsi Pelayanan Umum. Fungsi Ketertiban dan Keamanan diarahkan pada pengakuan akan hak dasar rakyat dalam pembangunan. 105 106 www. Sedangkan fungsi Perlindungan Sosial kebijakannya diarahkan pada pemenuhan hak-hak masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup. sehingga menjadikan kualitas pelayanan umum kepada masyarakat menjadi optimal. Fungsi Perlindungan Sosial diarahkan khusus terhadap peningkatan peran serta perempuan dalam pembangunan. kebijakannya diarahkan pada upaya-upaya pengembangan dan peningkatan obyek wisata dan budaya dengan melibatkan para pelaku usaha dan masyarakat. fungsi Perlindungan Sosial dan fungsi Perumahan dan Fasilitas Umum. untuk mendukung misi ini kebijakannya diarahkan pada pengembangan usaha andalan berdasarkan potensi lokal untuk mengurangi disparitas kesejahteraan antar wilayah.Budaya. maka peluang hidup layak akan dapat tercapai. utamanya bagi penduduk miskin. dimana salah satunya adalah dalam politik dan demokrasi. sehingga pariwisata dapat menjadi pendorong roda perekonomian daerah. Hal ini terus dikembangkan untuk menjaga kondisi daerah agar tetap kondusif. Untuk fungsi Lingkungan Hidup terkait misi ini kebijakannya diarahkan pada meningkatkan potensi sumber daya lokal dan menjaga kelestarian sumber daya produksi secara berkelanjutan. Kemudian fungsi Kesehatan kebijakannya diarahkan pada peningkatan aksesibilitas pelayanan kesehatan dengan sasaran meningkatnya derajat kesehatan masyarakat. kebijakannya diarahkan pada penyediaan perumahan layak bagi keluarga kurang mampu. Pada fungsi Ekonomi.

mengubah pola budaya tangkap potensi kelautan menjadi pola budi daya dan jasa. Peningkatan kinerja investasi. dan lain-lain. 17. agar dapat memberikan kontribusi yang cukup bagi peningkatan PAD. Peningkatan efisiensi anggaran dalam penggunaan dan pengelolaan keuangan daerah. Pengembangan Jepara The World Carving Centre – saat ini Kabupaten Jepara telah mengekspor produk berbahan baku kayu sampai ke 84 negara – sebagai pusat pengolahan dan 8. 15. Sehingga sasaran-sasaran yang ingin dicapai ini. melalui pembangunan rumah susun. maka disusun sasaran pembangunan yang ingin dicapai dalam lima tahun kedepan. 18. guna mendukung penyerapan tenaga kerja dan mengurangi kemiskinan. Tujuannya adalah agar sasaran pembangunan tersebut dapat mendorong terwujudnya visi dan misi. Peningkatan kualitas pelayanan publik disertai dengan peningkatan kesejahteraan PNS dan Perangkat Desa. rendahnya kesejahteraan PNS. harus didukung oleh program-program yang direncanakan lima tahun kedepan. terutama untuk kelompok masyarakat miskin. 12. Sasaran dari kebijakan umum tersebut meliputi: 1. Peningkatan pengembangan sumber energi alternatif. pengembangan wisata dan budaya. pengembangan bandara. sebagai pusat pertumbuhan baru. Peningkatan pengembangan Kepulauan Karimunjawa. Peningkatan aplikasi Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) bagi kerajinan lokal. 16. Berpijak pada kebijakan umum yang telah ditetapkan pada tiap misi dan dengan memperhatikan kondisi daerah serta aspirasi masyarakat. Peningkatan Wajar Dikdas 9 Tahun. serta banyaknya peraturan perundangundangan yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan keadaan dan tuntutan pembangunan. 9.id . Penurunan angka konflik horisontal dan vertikal. 10. perdagangan produk berbahan baku kayu. 2. Peningkatan peran BUMD. 4. Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. untuk menjaga dan memelihara suasana kondusif. Pemeliharaan konservasi lahan melalui penghijauan pada daerah pegunungan dan lahan kritis untuk mengurangi resiko bencana alam. melalui pelestarian lingkungan hidup dan SDA.go. Peningkatan pemberdayaan masyarakat melalui optimalisasi penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD). serta bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. dan lain-lain. 19. 5. Peningkatan perumahan dan permukiman masyarakat pantai pesisir. meubel. Peningkatan kuantitas dan kualitas prasarana dan sarana (infrastruktur) untuk pertumbuhan perekonomian daerah dan peningkatan pelayanan publik. 7. ukiran. 6. 107 108 www. Peningkatan pengembangan pendidikan melalui program BERMUTU (Better Education Through Reformed Management and Universal Teacher Up-grading). 14. belum memadainya sistem kelembagaan dan ketatalaksanaan pemerintahan. 11.depkumham.Hal tersebut sebagai langkah antisipasi tingginya penyalahgunaan kewenangan dan penyimpangan. 13. 3. Revitalisasi sektor pertanian dengan menciptakan agrobisnis dan agroindustri. seperti kerajinan.djpp. Peningkatan pengelolaan tata ruang sesuai dengan regulasi yang berlaku – berbasis Sub Wilayah Pembangunan (SWP) – dimana akan ditekankan pada pengembangan SWP 3 sebagai pusat pertumbuhan baru yang berbasis kawasan industri strategis. termasuk pemberantasan buta aksara. rendahnya kinerja sumberdaya aparatur. Pengembangan kawasan utara untuk industri strategis.

Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri yang terkait dengan aspek agama. bermoral. Dalam penyusunan program dan kegiatan dilakukan dengan memperhatikan aspirasi masyarakat dan mempertimbangkan kondisi serta kemampuan daerah. merupakan langkah pilihan indikatif yang telah disesuaikan dengan potensi daerah dan masalah yang dihadapi. program dan kegiatan dikelompokan untuk mendukung misi. maka Pemerintah Kabupaten Jepara menyusun rangkaian program dan kegiatan pembangunan dalam RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 20072012 yang senafas dengan regulasi tersebut. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Kebudayaan. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Sosial. komponen visi. dan 4) Perlindungan Sosial. beretika.djpp.1.1. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi pertama dilakukan melalui beberapa rumpun fungsi. Kemudian sesuai regulasi tersebut pada program dan kegiatan juga diurai dalam program dan kegiatan yang ada pada setiap SKPD serta program dan kegiatan pada urusan wajib dan urusan pilihan. organisasi perangkat daerah. sasaran dan kebijakan masingmasing urusan. Mendasari hal tersebut program dan kegiatan yang disusun adalah untuk mendukung komponen-komponen pelayanan dan tingkat pencapaian yang diharapkan pada setiap urusan pemerintah daerah selama lima tahun. Dalam penjabarannya. diperlukan penentuan prioritas untuk mangatasi keterbatasan sumber daya.1 MISI PERTAMA: Mewujudkan masyarakat yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. maka semua kebutuhan pembangunan tidak dapat dipenuhi. termasuk kinerja pembangunan yang telah dicapai dalam lima tahun sebelumnya. Oleh karena itu.id . 7.depkumham. terutama yang terkait dengan kewenangan/urusan pemerintah daerah. beserta matrik program dan kegiatan selama tahun 2007-2012. penyusunan program dan kegiatan RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 harus mengacu pada visi. dan keuangan daerah. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Pendidikan. Pada RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012. 2) Pariwisata dan Budaya. misi. baik dana.go. berbudaya serta mempunyai rasa toleransi antar dan intern umat beragama. tenaga maupun waktu yang dimiliki.1 Fungsi Ketertiban dan Keamanan Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Masalah.1 7. 7. Namun dikarenakan keterbatasan sumber daya yang dimiliki. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri. Pada sisi lain. dan kebijakan tersebut harus dikaitkan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. misi dan kebijakan yang telah ditetapkan. yang diperkuat dengan berbagai regulasi operasionalisasinya. 3) Pendidikan. dan pada setiap misi diurai dalam kelompok fungsi beserta urusan yang menjadi kewenangan daerah yang menyertainya.1. 109 110 www. Sehingga berbagai program dan kegiatan yang dirumuskan baik program dan kegiatan tahunan maupun lima tahunan.BAB VII PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH Berdasarkan pada regulasi otonomi daerah yang bersumber pada Undang-Undang 32 Tahun 2004 dan Undang-Undang 33 Tahun 2004. yaitu: 1) Ketertiban dan Keamanan. Pada tiap urusan tersebut akan disampaikan permasalahan.

2. Terbinanya berbagai kelompok kesenian dan budaya lokal.djpp. 2. Program urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 7. 1. Program pengembangan wawasan kebangsaan.1 Masalah. termasuk dalam kehidupan beragama. Kebijakan. Semakin merebaknya penyakit masyarakat. dan budaya adalah: 1.1.moral. etika.2. adalah: 1. 2. Sasaran. 2. Program peningkatan pemberantasan penyakit masyarakat (pekat). Sasaran. Program: Program yang ditetapkan dalam rangka pelaksanaan urusan Pendidikan adalah: 1. Program pembangunan urusan Kebudayaan adalah: Program pengelolaan kekayaan budaya. Beberapa sasaran dalam pembangunan kebudayaan antara lain: 1.go. Meningkatnya pembinaan pendidikan dibidang keagamaan. Sasaran pembangunan pada urusan Pendidikan yang terkait dengan pelaksanaan misi pertama adalah: 1.1. Program pelayanan bantuan terhadap pendidikan keagamaan. Masalah urusan Pendidikan yang terkait dengan pelaksanaan misi pertama. Meningkatkan pengamalan nilai-nilai agamis dalam kehidupan masyarakat. 2. Mencegah penggunaan dan peredaran narkoba dan miras. Masalah.3. serta tumbuhnya penyakit masyarakat. Kebijakan: Kebijakan urusan Pendidikan diarahkan pada: Peningkatan pembinaan pendidikan dibidang keagamaan.1 Fungsi Pariwisata dan Budaya Urusan Kebudayaan Sasaran. Banyak kesenian dan budaya daerah yang belum dioptimalkan sebagai sarana memupuk nilai-nilai budaya bangsa.1. Banyaknya pengaruh negatif yang ditimbulkan oleh budaya dari luar. Kebijakan urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri diarahkan pada: 1. 7. termasuk pembinaan terhadap kelompok kesenian dan budaya. Mencegah berkembangnya penyakit masyarakat. Program. termasuk dalam toleransi dan kerukunan dalam kehidupan beragama. Meningkatnya pembinaan dan pelestarian nilai-nilai luhur budaya bangsa (daerah). Program. Masih terbatasnya pengembangan pendidikan keagamaan yang integratif antar instansi pemerintah di tingkat pendidikan dasar dan menengah. Peningkatan pembinaan dan pelestarian nilai-nilai luhur budaya bangsa (daerah). Meningkatnya rasa nasionalisme di kalangan masyarakat.2 7. Kebijakan yang dirumuskan bagi pembangunan Kebudayaan antara lain: 1.1. Besarnya tantangan terhadap peningkatan rasa solidaritas dan ikatan sosial masyarakat.id .depkumham. Kebijakan. Fungsi Pendidikan Urusan Pendidikan 1. 2.3 7. Permasalahan pokok urusan kebudayaan yang terkait dengan misi pertama adalah: 1. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri adalah: 1. 111 112 www.

113 114 www. Masih terjadinya ketimpangan dalam pemberian pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah. yaitu: 1) Pelayanan Umum. Peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi. Program urusan Pemerintahan Umum dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 3. 2. Program penataan peraturan perundang-undangan. 7. 2.depkumham. Masalah.4. Masalah dalam urusan sosial yang terkait dengan pelaksanaan misi pertama adalah: 1. Program peningkatan kualitas pelayanan publik. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Komunikasi dan Informasi adalah: 1.2. Program peningkatan kehidupan sosial keagamaan. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pemerintahan Umum adalah: 1. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri. Program.2 Urusan Informasi dan Komunikasi yang 7. Kebijakan. Terselenggaranya kegiatan keagamaan.1. Masalah.1. 2. Sasaran. Beberapa sasaran yang akan dicapai terkait dengan pelaksanaan misi pertama untuk urusan sosial adalah: 1.id .2. yang terdiri atas dua buah urusan yaitu: a) urusan Pemerintahan Umum dan b) urusan Komunikasi dan Informasi. Tersosilisasikannya berbagai produk hukum daerah.7.4 7.2. Program. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pemerintahan Umum terkait dengan pelaksanaan misi kedua adalah: 1. Masih terbatasnya pemahaman masyarakat atas produk-produk hukum daerah. Kebijakan. Meningkatnya kuantitas dan kualitas tempat atau rumah ibadah. Peningkatan pemahaman masyarakat atas produk hukum. 2. Sasaran.1 7. Masih banyaknya tempat atau rumah ibadah yang perlu mendapatkan perawatan. Kebijakan yang dicanangkan untuk pelaksanaan misi pertama terkait dengan urusan sosial adalah: 1. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi kedua dilakukan melalui beberapa rumpun fungsi.djpp.go.1 Fungsi Pelayanan Umum Urusan Pemerintahan Umum Masalah. Program pelayanan mekanisme penanaman modal.2 MISI KEDUA: Mewujudkan masyarakat yang rukun dalam melaksanakan hak dan kewajibannya dengan nyaman. 2.1. Meningkatnya kualitas pelayanan publik. terutama pada dimensi keadilan dan persamaan dalam pelayanan publik. Kebijakan urusan Pemerintahan Umum diarahkan pada beberapa hal: 1. Peningkatan kerukunan dalam pelaksanaan kehidupan beragama. 2. Program yang ditetapkan untuk pelaksanaan misi pertama yang terkait dengan urusan sosial adalah: 1. dan 2) Ketertiban dan Keamanan. Masih terbatasnya jumlah kegiatan keagamaan. 2. Meningkatnya alokasi bantuan untuk perawatan tempat atau rumah ibadah.1 Fungsi Perlindungan Sosial Urusan Sosial 7. Masih terbatasnya akses informasi publik terhadap kegiatan dan kinerja pemerintahan daerah.1.

3. Terpantaunya dan tertanganinya korban bencana alam. Tersedianya layanan informasi cepat dan akurat berbasis jaringan komputer. Meningkatnya partisipasi masyarakat terhadap perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah lewat media massa. Masih kurang optimalnya kesadaran masyarakat dalam melaksanakan kewajibannya. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri adalah: 1. Mencegah terjadinya konflik sosial baik horisontal maupun vertikal. Semakin lunturnya rasa kesetiakawanan masyarakat dalam sendi-sendi kehidupan. 3. 5. Meningkatkan perlindungan dan keamanan lingkungan.depkumham. Meningkatkan pengendalian keamanan dan ketertiban lingkungan.go.2. Meningkatkan kapasitas SDM yang membidangi dan menjalankan urusan komunikasi dan informasi. Meningkatnya peran serta masyarakat didalam membangkitkan komunikasi sebagai wahana saling memberikan informasi bagi pemerintah daerah. informasi dan media massa. Sasaran. Peningkatan penyediaan dan penguasaan teknologi di bidang komputer dan jaringan. 2.id . 2. Meningkatnya arus komunikasi yang baik antara masyarakat yang membutukan informasi dan media yang memberitakan. Program. Meningkatnya pemahaman tentang kehidupan berpolitik yang benar di lingkungan masyarakat. Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap undang-undang bidang politik. Meningkatnya rasa nasionalisme di kalangan masyarakat. Meningkatnya akses informasi yang valid bagi masyarakat. 4.2. Program urusan Komunikasi dan Informasi yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 2. 5. 3.2. 4. 115 116 www. Kebijakan urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri diarahkan pada : 1. Penyediaan media untuk promosi dan komunikasi. 7. Meningkatnya kreativitas dan peran serta masyarakat dalam membina lingkungan dengan peningkatan wawasan kebangsaan yang baik. 3. Kebijakan. Kebijakan urusan Komunikasi dan Informasi diarahkan pada: 1. Masalah. Peningkatan serta pemberdayaan yang membidangi komunikasi dan informasi. 4.2. 6. 2. 3. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Komunikasi dan Informasi adalah: 1.djpp. Peningkatan sarana prasarana jaringan dan sumber informasi daerah. aplikasi dan internet di lingkungan pemerintah daerah. Program pengembangan komunikasi. 7.1 Fungsi Ketertiban dan Keamanan Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Sasaran. Terbatasnya jaringan sarana dan prasarana informasi dan komunikasi internal dan eksternal pemerintah daerah. Program peningkatan kualitas pelayanan informasi. Kebijakan. 4. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri adalah: 1. Masih terbatasnya kapasitas SDM yang membidangi dan menjalankan urusan komunikasi dan informasi.2 7. 2. Masih perlu ditingkatkannya kemampuan pencegahan dan penanganan bencana alam.

Program pembangunan prasarana dan fasilitas perhubungan. c) Koperasi dan UKM. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Perhubungan adalah : 1. Belum optimalnya pelayan terminal.1 7. 2. 3. k) Perindustrian.2 Urusan Tenaga Kerja Masalah. Program peningkatan kesadaran bela negara dan cinta tanah air. b) Tenaga Kerja. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu: a) Lingkungan Hidup. 4. Program pembangunan sarana dan prasarana perhubungan. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Tenaga Kerja adalah: 1. Sasaran. Program peningkatan kelayakan pengoperasian kendaraan bermotor. 2.go. Program urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Masih kurangnya sarana. yaitu: 1) Ekonomi. 2. g) Kehutanan. Program. 2.1 Fungsi Ekonomi Urusan Perhubungan Program.depkumham. 7. Meningkatkan kinerja penanganan bencana.3. Kebijakan urusan Perhubungan diarahkan pada: Peningkatan peran transportasi untuk mendukung pengembangan ekonomi kerakyatan. 7.3 MISI KETIGA: Membangun ekonomi kerakyatan dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya. 2) Lingkungan Hidup. yang terdiri atas beberapa urusan yaitu a) Perhubungan.3. 3. 1. j) Perdagangan. e) Pemberdayaan Masyarakat Desa. 3. f) Pertanian. Masalah. Program kemitraan pengembangan wawasan kebangsaan. 3. yaitu: a) Pariwisata. d) Penanaman Modal. Tersedianya prasarana. i) Kelautan dan Perikanan. 3) Pariwisata dan Budaya. Terlaksanya pembangunan unit uji kelayaikan kendaraan bermotor. Program peningkatan pelayanan angkutan. Meningkatnya pembangunan dermaga dan fasilitasnya. Peningkatan kualitas dan kuantitas sarana. yang terdiri atas beberapa urusan. l) Transmigrasi. Terciptanya pelayanan angkutan yang tertib. Menumbuhkembangkan persatuan dan kesatuan bangsa. prasarana serta fasilitas perhubungan yang berbasis pada pelayanan masyarakat. Masih rendahnya pemahaman dan pelaksanaan peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan. 2.djpp. prasarana dan fasilitas perhubungan. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi ketiga dilakukan melalui beberapa rumpun fungsi.2. 4.id . Belum tersedianya peta jaringan transportasi dan tatanan transportasi lokal. b) Kebudayaan. 2. Terbatasnya kualitas SDM pencari kerja dan tenaga kerja. Program pencegahan dini dan penanggulangan korban bencana alam. aman dan lancar. Program urusan Perhubungan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Kebijakan. h) Energi dan Sumber Daya Mineral. fasilitas perlengkapan dan fasilitas pendukung jalan. 3. 4.1. 7.1. Penyebarluasan undang-undang bidang politik. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Perhubungan adalah: 1.3. 117 118 www.

4 Urusan Penanaman Modal 1. Program urusan Tenaga Kerja yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1.1. Kebijakan urusan Penanaman Modal diarahkan pada: Meningkatkan pelayanan perijinan investasi. 2. Peningkatan ketrampilan sumber daya manusia tenaga kerja. Sasaran. Program urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 3.1. Meningkatnya pengelolaan investasi dan aset daerah.depkumham. Program. Terbatasnya akses teknologi dan pemasaran bagi IKM.id . Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Penanaman Modal adalah: 1. Proses optimalnya pelayanan perijinan yang mendukung investasi. Kebijakan. 3. Program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. Mengurangi angka pengangguran dan penciptaan lapangan pekerjaan. Meningkatnya volume usaha koperasi dan UMKM. 7. Belum kondusifnya iklim investasi daerah. 2. Kurangnya optimalnya promosi potensi investasi daerah dan pengelolaan asset daerah. Sasaran. Kebijakan urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah diarahkan: 1. Masih kurangnya pemahaman pengusaha dan tenaga kerja terhadap peraturan perundangan-undangan dibidang ketenagakerjaan. Program pengembangan sistem pendukung usaha bagi UMKM. 3. 7. Memberikan perlindungan kepada tenaga kerja. 2. Meningkatnya penanaman modal di daerah. 119 120 www.3. 3. Program. 2. Pembinaan. 4.djpp. Berkurangnya faktor-faktor penghambat perkembangan/realisasi investasi. Program peningkatan kesempatan kerja. Akses permodalan bagi koperasi dan UMKM masih rendah.3. 2. 2. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Penanaman Modal adalah: 1. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah adalah: 1. Program perlindungan dan pengembangan lembaga ketenagakerjaan. Masih banyaknya pencari kerja yang belum tertampung dibeberapa lapangan usaha.3 dan 1. Program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif UMKM. 3. Peningkatan pemanfaatan sumber daya lokal. 3. 2. Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Masalah. Kebijakan. perlindungan dan pengawasan tenaga kerja. Pembangunan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan koperasi dan UMKM. 2. Kebijakan urusan Tenaga Kerja diarahkan pada: Peningkatan kualitas sumber daya manusia pencari kerja dan tenaga kerja serta peningkatan penghasilan tenaga kerja. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Tenaga Kerja adalah: 1. Sasaran. 1. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Koperasi Usaha Kecil Menengah adalah: Masih lemahnya manajemen koperasi dan UMKM.go. Meningkatnya akses modal koperasi dan UMKM. Program peningkatan kualitas kelembagaan koperasi.3. 3. 2. Kebijakan. Meningkatnya kemampuan manajerial UMKM.

2. Sasaran. Peningkatan intensifikasi. Masih tingginya angka kemiskinan.3. Peningkatan pemberdayaan dan kemandirian masyarakat. 3. 2. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pertanian adalah: 1. 3. 3. Optimalisasi penerapan standar pelayanan minimal di bidang investasi. Program peningkatan promosi dan kerjasama investasi. Terbatasnya dukungan teknologi pertanian. Meningkatnya kualitas dan kuantitas prasarana dan sarana pengairan yang masih terbatas. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa adalah: 1. Menstimulasi swadaya masyarakat khususnya masyarakat desa. Program urusan Penanaman Modal yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Belum terbatasnya tingkat kemampuan dan partisipasi masyarakat.id . Kondisi prasarana dan sarana pengairan yang masih terbatas. 3. Program peningkatan partisipasi masyarakat pembangunan. 3. 4.1. Meningkatkan program pengentasan kemiskinan.1 Urusan Pertanian Pertanian dan Perkebunan dalam Program. 7. 7. Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi untuk memantapkan ketahanan pangan. 4. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pertanian adalah: 1. 3. Tingkat produktivitas pertanian dan perkebunan yang relatif masih terbatas. sarana dan prasarana daerah. Intensifikasi. 121 122 www. 6. Mempromosikan potensi sumberdaya daerah. Terbatasnya luas lahan pertanian dan perkebunan. Program peningkatan iklim investasi dan realisasi investasi. Meningkatnya perlindungan tanaman. Meningkatnya penanganan pasca panen. Belum optimalnya keterlibatan lembaga sosial masyarakat dalam pembangunan.1.3. 2.depkumham.5 Urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa Masalah. Program urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa Masalah.go.1. Kebijakan urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa diarahkan pada: 1. Berkurangnya jumlah warga miskin. Program. 7. Belum optimalnya perlindungan tanaman pangan dan hasil perkebunan. rehabilitasi dan diversifikasi pertanian dan perkebunan belum sepenuhnya dilaksanakan. Peningkatan produksi dan produktivitas pertanian dan perkebunan. 2. 7. Sasaran. 3. Meningkatnya dukungan teknologi. 2. Peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.6 7. 5. 5. yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program penyiapan potensi sumber daya. Kebijakan. Masih terbatasnya kualitas sumber daya manusia petani. Meningkatkan partisipasi masyarakat dan lembaga sosial dalam pembangunan.djpp. 6.2. 2. Belum optimalnya pemberdayaan potensi lokal. 4.3. rehabilitasi dan diversifikasi pertanian dan perkebunan. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa adalah: 1.6.

7. 3.1. 3. Program peningkatan penerapan teknologi produksi. 5. 8.djpp. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Peternakan adalah: 1. Pemanfaatan dan perluasan usaha. 4. Mengembangkan sentra produksi unggulan daerah. Terbatasnya ketersediaan teknologi peternakan. Kebijakan. 6. Pengembangan kualitas sumber daya manusia. 4. Pemanfaatan dan perluasan usaha peternakan.depkumham. 5. 2. 2. Program Pertanian dan Perkebunan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program peningkatan pemasaran hasil produksi peternakan. Peningkatan pemasaran hasil. Program peningkatan kesejahteraan petani. pengolahan produksi dan pasca panen. Program pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak. Program peningkatan produksi pertanain/perkebunan. 123 124 www. 5. 3. 1. Peningkatan pemasaran hasil peternakan.1. 4. Program peningkatan penerapan teknologi peternakan. Program pemberdayaan penyuluhan pertanian/perkebunan lapangan. 9. Peningkatan kualitas sumber daya manusia petani.8. Peningkatan kualitas sumber daya manusia peternak. 7. 2. Meningkatnya pengelolaan kesehatan hewan. Program peningkatan pemasaran hasil produksi pertanian/perkebunan. Program peningkatan sarana prasarana pertanian. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kehutanan adalah: 1. Masih terbatasnya jumlah populasi ternak. Program pengembangan agribisnis peternakan. 2.2 Peternakan Sasaran. 6. Pengembangan kualitas sumber daya manusia peternak.3. 2. 1.3. 4. Program. Meningkatnya kualitas dan kuantitas prasarana dan sarana peternakan yang masih terbatas. Program peningkatan penerapan teknologi pertanian/perkebunan. Keterbatasan kualitas sumber daya manusia peternak. misalnya dalam hijauan pakan ternak. 7. Mengembangkan sentra produksi peternakan unggulan daerah. Kebijakan urusan Pertanian diarahkan pada: Pembangunan dan pemulihan prasarana dan sarana. 5. Belum optimalnya pembudidayaan ternak jenis unggul. Program pengembangan agribisnis perkebunan. 4.id . Masalah. Belum optimalnya pengelolaan kesehatan hewan. 3. Peningkatan produksi peternakan. Kebijakan. 6. 2. 3. 4. 3. Program. Meningkatnya dukungan teknologi hasil ternak. 5.go. Program urusan Peternakan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Peternakan adalah: 1. Pengembangan agribisnis di daerah. Masih adanya lahan kritis dan penanganannya masih belum optimal. Kebijakan urusan Peternakan diarahkan pada: Pembangunan dan pemulihan prasarana dan sarana peternakan. Program peningkatan ketahanan pangan (pertanian/perkebunan).7 Urusan Kehutanan Masalah.6. Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi untuk memantapkan ketahanan pangan hewani.

5. Program perencanaan dan pengembangan hutan. Peningkatan pengembangan sumber-sumber energi alternatif. 2. Program rehabilitasi hutan dan lahan. Kebijakan. Terpenuhi/tersedianya sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan pengembangan kehutanan. 2.2. Meningkatkan prasarana dan sarana kehutanan dalam rangka pengembangan kawasan/wilayah hutan. Tersedianya peta potensi pertambangan. Program pemanfaatan potensi sumberdaya hutan. Program peningkatan produksi kehutanan. Meningkatnya penanganan lahan kritis.3. 3. 4. 1. Meningkatkan kualitas sumberdaya alam dan hutan (SDA/SDH) secara tertata yang saling sinergi antara sektor/sub sektor yang ada. Kebijakan urusan Kehutanan diarahkan pada: Peningkatan penanganan lahan kritis (pelestarian sumber daya hutan). Kebijakan urusan Energi dan Sumber Daya Mineral diarahkan pada: 1. 4.depkumham. 3. 5. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kehutanan adalah: 1. 7.1. Berkembang/meningkatnya kesadaran dan parsipasi masyarakat terhadap dukungan pengelolaan nilai-nilai potensi sumber daya alam dan hutan (SDA/SDH). Program urusan Energi dan Sumber Daya Mineral yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Meningkatnya penyediaan energi listrik non PLN (sumber energi alternatif). Monitoring kegiatan penambangan (penegakan hukum). 4. Program peningkatan pembinaan masyarakat desa hutan. 3. Belum tersedianya peta potensi pertambangan. 2. Masih kurangnya partisipasi dan kepedulian masyarakat dalam dukungan penyelamatan. Terselenggaranya pengawasan dan pengendalian aktivitas pertambangan agar ramah lingkungan. Program pengembangan fungsi hidrologis. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah: 1. Program urusan Kehutanan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program pembinaan dan pengawasan bidang pertambangan. 6.id . Kebijakan. Masih lemahnya pengelolaan kehutanan secara tertib dan berkelanjutan. Pemerataan energi listrik bagi seluruh rakyat. Masih terbatasnya sumber-sumber energi alternatif. Terselenggaranya konservasi sumber daya alam. Masalah. Program.8 Urusan Energi dan Sumber Daya Mineral Sasaran. Program pembinaan dan pengembangan bidang ketenagalistrikan. Masalah. 3. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kelautan dan Perikanan adalah: 125 126 www. 2. Banyaknya pertambangan rakyat dengan motif ekonomi yang cenderung merusak lingkungan. Sasaran. 7. 2. Belum terkendalinya usaha pertambangan rakyat. 3. pemulihan. pemeliharaan dan pemberdayaan sumberdaya alam dan hutan. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah: 1. 3.3. Masih adanya wilayah yang belum terjangkau listrik. 2.djpp.9 Urusan Kelautan dan Perikanan Program.go. 7. 3. Program perlindungan dan konservasi sumberdaya hutan.1. 2.

Pemanfaatan potensi lahan budidaya belum optimal. Peningkatan pengolahan dan pemasaran produksi perikanan. Optimalnya pemanfaatan potensi lahan kelautan dan perikanan belum optimal. Mengupayakan peningkatan pengawasan dan pengendalian sumberdaya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan. nelayan. 6. Sebagian besar nelayan di Kabupaten Jepaara merupakan nelayan tradisional dengan karakteristik sosial budaya yang belum kondusif untuk suatu kemajuan/penggunaan teknologi. 4. 4. Kebijakan. 5. Mengupayakan peningkatkan peran serta masyarakat untuk ikut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah 3. 9. 2.pengolah. Meningkatnya dukungan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana kelautan dan perikanan. Lemahnya penegakan hukum oleh aparat terkait. Mengupayakan peningkatan pemanfaatan sistem informasi kelautan dan perikanan secara terpadu (SIKPT) 10. 9. Mengupayakan mengembangkan sisten hukum.id . Kebijakan urusan Kelautan dan Perikanan diarahkan pada: 1. 5. 3. 7. 11. 3. 6. 2. Keterbatasan modal pelaku perikanan (pembudidaya. Berkembangnya kawasan budidaya. Peningkatan produksi perikanan dan kelautan. Mengupayakan pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat pesisir 11. 5. Mengupayakan rerehabilitasi ekosistem habitat pesisir. optimal. Sasaran. Meningkatnya penanganan/mitigasi nelayan pasca bencana alam di laut. Daya dukung lingkungan pertambakan mulai menurun. disertai dengan penegakan hukum. Terwujudnya pengelolaan dan rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut.depkumham. laut dan perairan tawar. 2. Tumpang tindih kewenangan pengelolaan Sumber Daya Peisisr dan Pulau-pulau Kecil antar dan inter Satuan Kerja. masy pesisir). Mengupayakan menanamkan wawasan kelautan pada seluruh masyarakat.go. 4. kondisi hutan mangrove yang kritis serta kerusakan terumbu karang dan sedimentasi. Mengupayakan meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan SDM kelautan dan perikanan. 8. Tingginya biaya produksi yang tidak diimbangi peningkatan harga jual komoditas perikanan Belum optimalnya penanganan pasca panen dan jaringan pemasaran 7. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kelautan dan Perikanan adalah: 1. Terjadinya kerusakan ekosistem pantai seperti adanya abrasi. mekanisme hukum dan kelembagaan secara proporsional. dan efektif. 10. Peningkatan kualitas sumber daya manusia petani nelayan. Peningkatan kelembagaan dan pemberdayaan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil. Mengupayakan pemanfaatkan sumberdaya perikanan dan kelautan secara berkelanjutan. 8. 8. Berkembangnya partisipasi petani nelayan dalam pengawasan dan pengendalian sumberdaya kelautan dan perikanan.djpp. utamanya generasi muda. 10. Mengupayakan penerapan iptek dan manajemen profesional pada setiap rantai usaha bidang kelautan dan perikanan 7. Struktur armada penangkapan sebagian besar masih tradisional dengan kemampuan IPTEK yang masih rendah pula. 127 128 www. Mengupayakan peningkatan sarana dan prasarana bidang kelautan dan perikanan untuk pelayanan masyarakat 9. Masih minimnya sarana prasarana untuk budidaya dan penangkapan. 6.1.

12.

Mengupayakan mengembangkan dan memperkuat jaringan ekonomi pasar perikanan.

3.

Belum stabilnya kondisi perekonomian untuk mendukung peningkatan ekspor.

Program. Program urusan Kelautan dan Perikanan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program optimalisasi pengelolaan dan pemasaran produksi perikanan. 2. Program pengembangan kawasan budidaya laut, air payau dan air tawar. 3. Program pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir. 4. Program pemberdayaan masyarakat dalam pengawasan dan pengendalian sumberdaya kelautan dan perikanan. 5. Program peningkatan kesadaran dan penegakan hukum dalam pendayagunaan sumberdaya laut. 6. Program peningkatan mitigasi bencana alam laut dan prakiraan iklim laut. 7. Program peningkatan kegiatan budaya kelautan dan wawasan maritim kepada masyarakat. 8. Program peningkatan manajemen produksi budidaya perikanan. 9. Program pengembangan perikanan tangkap. 10. program pengembangan sistem penyuluhan perikanan. 11. Program peningkatan dan penguasaan teknologi budidaya dan penangkapan. 12. Program pengelolaan dan rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut. 13. Program peningkatan sarana dan prasarana nelayan. 7.3.1.10 Urusan Perdagangan Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Perdagangan adalah: 1. Menurunnya kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pendukung sistem distribusi barang. 2. Terbatasnya kemampuan kesiapan pengusaha kecil dan menengah dalam mengantisipasi era globalisasi.

Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Perdagangan adalah: 1. Meningkatnya ekspor komoditas non migas. 2. Peningkatan kualitas dan kuantitas perdagangan. 3. Meningkatnya kualitas pelayanan perdagangan. 4. Meningkatnya ketertiban penataan pusat perdagangan. 1. 2. 3. Kebijakan. Kebijakan urusan Perdagangan diarahkan pada: Mengembangkan sarana dan prasarana perdagangan yang layak. Meningkatkan pangsa pasar lokal, regional, nasional dan internasional. Peningkatan ketertiban pusat perdagangan.

Program. Program urusan Perdagangan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program perlindungan konsumen dan pengamanan perdagangan. 2. Program peningkatan dan pengembangan ekspor. 3. Prpgram peningkatan efisiensi dan perdagangan dalam negeri. 4. Program peningkatan prasarana dan sarana perdagangan. 5. Program pembinaan pedagang kaki lima dan asongan.

7.3.1.11 Urusan Perindustrian Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Perindustrian adalah: 1. Keterbatasan bahan baku industri dari luar daerah. 2. Rendahnya kualitas sumber daya manusia dalam pengelolaan IKM. 3. Terbatasnya akses pasar (daya saing) dan permodalan. 4. Terbatasnya dukungan teknologi.

129

130

www.djpp.depkumham.go.id

Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Perindustrian adalah: 1. Meningkatnya ketersediaan bahan baku industri dari luar daerah. 2. Meningkatnya kualitas sumber daya manusia dan kelembagaan IKM. 3. Meningkatnya akses modal, pasar dan teknologi. 1. 2. 3. 4. Kebijakan. Kebijakan urusan Perindustrian diarahkan pada: Menjamin ketersediaan bahan baku. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia IKM. Meningkatnya akses IKM terhadap modal, pasar dan teknologi. Meningkatkan sarana dan prasarana perindustrian.

1. 2.

Penyebarluasan program transmigrasi pada sasaran. Mempermudah prosedur pelayanan transmigrasi.

masyarakat

Program. Program urusan Transmigrasi yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program pengembangan wilayah transmigrasi. 2. Program transmigrasi regional. 7.3.2 7.3.2.1 Fungsi Lingkungan Hidup Urusan Lingkungan Hidup

Program. Program urusan Perindustrian yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program pengembangan industri kecil dan menengah. 2. Program peningkatan kemampuan teknologi industri. 3. Program pengembangan sentra-sentra industri potensial. 7.3.1.12 Urusan Transmigrasi

Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Lingkungan Hidup adalah: 1. Kualitas lingkungan yang cenderung menurun. 2. Rendahnya kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan. 3. Masih belum tegasnya pengawasan dan pengendalian serta penegakan hukum bidang lingkungan hidup. Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Lingkungan Hidup adalah: 1. Terjaganya konservasi sumber daya alam dan meningkatnya pengelolaan lingkungan hidup. 2. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan hidup. 3. Meningkatnya pengawasan, pengendalian dan penegakan hukum bidang lingkungan hidup. 1. 2. Kebijakan. Kebijakan urusan Lingkungan Hidup diarahkan pada: Tersedianya perencanaan lingkungan dan minimalisasi dampak lingkungan. Meningkatakan sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat dalam pelestarian lingkungan.

Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Transmigrasi adalah: 1. Rendahnya minat masyarakat untuk bertransmigrasi. 2. Kurangnya pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang prosedur transmigrasi. 3. Transmigrasi dianggap hal yang tidak menyenangkan. 4. Terbatasnya daerah tujuan transmigrasi. Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Transmigrasi adalah: 1. Terlaksananya koordinasi teknis penempatan transmigran. 2. Proses untuk transmigrasi dapat diketahui masyarakat. Kebijakan. Kebijakan urusan Transmigrasi diarahkan pada:

131

132

www.djpp.depkumham.go.id

3.

Pengawasan pengendalian dan pemulihan lingkungan.

3. 4. 5. 6.

Program. Program urusan Lingkungan Hidup yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup. 2. Program perlindungan dan konservasi sumberdaya alam. 3. Program peningkatan kualitas dan akses informasi sumberdaya alam dan lingkungan hidup.

Meningkatnya sarana dan prasarana wisata dan pengembangan obyek wisata baru. Meningkatnya kerjasama dengan investor bidang kepariwisataan. Meningkatnya sumber daya manusia pelaku wisata yang profesional. Meningkatnya peran serta masyarakat dalam pembangunan pariwisata. Kebijakan. Kebijakan urusan Pariwisata diarahkan pada: Peningkatan sarana dan prasarana obyek wisata. Pengembangan daerah tujuan wisata. Peningkatan menejemen pariwisata. Pengembangan kawasan wisata di Kepulauan Karimunjawa. Peningkatan iklim yang kondusif bagi Investor bidang Pariwisata. Pengembangan sumber daya manusia pariwisata.

7.3.3 7.3.3.1

Fungsi Pariwisata dan Budaya Urusan Pariwisata

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pariwisata adalah: 1. Masih banyaknya potensi obyek wisata alam yang belum dioptimalkan. 2. Terbatasnya sarana dan prasarana obyek wisata dan pendukungnya. 3. Terbatasnya even pengembangan seni dan budaya lokal. 4. Terbatasnya promosi, kerjasama, dan investasi bidang pariwisata. 5. Masih terbatasnya kualitas dan kuantitas sumber daya manusia bidang pariwisata. Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pariwisata adalah: 1. Meningkatnya pendapatan masyarakat dari sektor pariwisata. 2. Meningkatnya kegiatan promosi pariwisata secara terpadu dan konseptual.

Program. Program urusan Pariwisata yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program pengembangan pemasaran pariwisata. 2. Program pengembangan destinasi pariwisata. 3. Program pengembangan kemitraan bidang pariwisata. 7.3.3.2 Urusan Kebudayaan

Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan kebudayaan adalah: 1. Masih terbatasnya prasarana dan sarana pendukung pengembangan seni dan budaya lokal. 2. Banyaknya potensi seni dan budaya lokal yang belum tergali. Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kebudayaan adalah: 1. Tersedianya prasarana dan sarana pendukung pengembangan seni dan budaya lokal.

133

134

www.djpp.depkumham.go.id

Kebijakan urusan Pemberdayaan Perempuan 135 136 www. 4.1 Fungsi Ketertiban dan Keamanan Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri 7. 2.2.2. 2. Program urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Mendorong peran serta masyarakat dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban wilayah. 7. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi keempat dilakukan melalui rumpun fungsi Ketertiban dan Keamanan. Menumbuhkembangkan budaya demokratis di masyarakat.1 Masalah. Pemeliharaan keamanan.4.4. Meningkatnya kualitas lembaga kesenian. 2. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pemberdayaan Perempuan adalah: 1. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri. Kebijakan urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri diarahkan pada: 1. Meningkatnya peran serta dan kesetaraan gender dalam pembangunan. Belum optimalnya partisipasi perempuan dalam pembangunan dan politik.2 Fungsi Perlindungan Sosial Urusan Pemberdayaan Perempuan Program. Kebijakan. Semakin merebaknya gangguan sosial yang diakibatkan oleh derasnya pengaruh globalisasi. 3.1.4. Kebijakan urusan kebudayaan diarahkan pada: Peningkatan dukungan prasarana dan sarana pengembangan budaya. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri adalah: 1. Meningkatnya kehidupan demokrasi di masyarakat. Menurunnya partisipasi masyarakat dalam demokrasi dan politik lokal. 3. ketertiban masyarakat dan pencegahan tindak kriminal.4. Kebijakan. 7. Terselenggaranya kegiatan seni budaya lokal. Peningkatan dan pemberdayaan kesenian lokal. Meningkatkan pendidikan politik dan wawasan kebangsaan secara intensif dan komprehensif. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri adalah: 1. Meningkatnya wawasan kebangsaan.4 MISI KEEMPAT: Menciptakan iklim yang kondusif bagi berkembangnya demokratisasi dalam kehidupan bermasyarakat.djpp. Program. 2. Sasaran. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pemberdayaan Perempuan adalah: 1. Program urusan Kebudayaan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1.1 7. 3. 4.id . Menurunnya tingkat pelanggaran hukum oleh masyarakat. Masalah. Menurunnya nilai-nilai kebangsaan. ketentraman. Program pengembangan kerjasama pengelolaan kekayaan budaya. Sasaran. 1.depkumham. Kebijakan. 3. 7.go. Kepedulian masyarakat dalam pemeliharaan keamanan lingkungan masih rendah. Ketentraman dan ketertiban umum terjaga.

6.depkumham. Peningkatan minat baca masyarakat. 5. b) Sosial. Peningkatan pemberdayaan perempuan dalam pembangunan.id . 2. Masalah. Kualitas tenaga pendidik dan kependidikan belum sesuai standar. khususnya dalam partisipasi politik.1 7. b) Perumahan. 8. Terlaksananya uji kompetensi dan sertifikasi tenaga pendidik. yaitu: a) Kesehatan.5. Kebijakan urusan Pendidikan diarahkan pada: Pemenuhan anggaran pendidikan sesuai regulasi. Rendahnya jumlah siswa yang menikmati pendidikan menengah. 3. b) Pemuda dan Olah Raga. 2.1 Fungsi Pendidikan Urusan Pendidikan Ruang kelas pada pendidikan dasar (SD) banyak yang tidak dapat berfungsi dengan optimal. Sarana penunjang pendidikan belum tersedia secara merata. Kebijakan. 5. 4) Perumahan dan Fasilitas Umum. yaitu: a) Pekerjaan Umum. 3. Terlaksananya Wajar Dikdas 9 tahun. Mewujudkan dan mengembangkan Sekolah Unggulan. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi lima dilakukan melalui beberapa rumpun fungsi yaitu: 1) Pendidikan. 2. derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Pemberian bea siswa bagi keluarga miskin. 7. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pendidikan adalah: 1. yang terdiri atas beberapa urusan. 3) Perlindungan Sosial. Berkurangnya siswa putus sekolah. 7. yang terdiri atas beberapa urusan yaitu: a) Pendidikan.5. Sasaran. 7. 7. b) Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera. 6. 6. Manajemen pendidikan belum berjalan secara efektif dan efisien. Rendahnya minat baca masyarakat. Berkurangnya keaksaraan fungsional. Kualitas lulusan pada pendidikan menengah kejuruan belum memenuhi tuntutan pasar. Meningkatnya kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Program urusan Pemberdayaan Perempuan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Peningkatan akses layanan pendidikan kelompok masyarakat desa terpencil. Meningkatkan APK dan APM. Jumlah kelulusan pada pendidikan dasar (SMP/MTs) masih rendah.go. 4. 8. 5. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pendidikan adalah: 1. 137 138 www. 2) Kesehatan. Terlaksananya pemerataan dan perluasan akses belajar. Program peningkatan peran serta dan kesetaraan gender dalam pembangunan. Meningkatkan kualifikasi tenaga pendidik dan kependidikan. yaitu: a) Kependudukan dan Catatan Sipil. 4.5 MISI KELIMA: Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan pelayanan pendidikan. Program. 7. 1. yang terdiri atas beberapa urusan. 9.diarahkan pada: 1.1. 3.djpp. Meningkatkan mutu lulusan yang berakhlaq mulia berdasarkan iptek. Meningkatnya jumlah pengunjung dan jumlah anggota perpustakaan daerah. 4. Meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan. yang tediri atas beberapa urusan.

Peningkatan sarana dan prasarana kesehatan. Peningkatan pemerataan dan profesionalisme tenaga kesehatan. Program pendidikan non formal. Meningkatkan motivasi kegiatan-kegiaan pemuda. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pemuda dan Olah Raga adalah: 1. Program pendidikan anak usia dini. 6. 4.5. Program. Sasaran. 6. 139 140 www. Belum memadainya dukungan prasarana dan sarana kesehatan.depkumham.5. Kuantitas dan kualitas tenaga kesehatan masih kurang. Belum semua program pelayanan kesehatan mencapai standar pelayanan minimal (SPM). Program pendidikan menengah. Belum optimalnya aktivitas dan kegiatan kepemudaan. Kurang optimalnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin. penyakit menular dan lainnya). 6. dan belum merata sesui standar pelayanan kesehatan.id .1. kesehatan lingkungan.2. Peningkatan dan pengembangan pelayanan kesehatan bagi warga miskin. Kebijakan urusan Pemuda dan Olah Raga diarahkan pada: 1. olah raga dan pramuka. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kesehatan adalah: 1. 3. Kurangnya kualitas sarana dan prasarana olah raga. Program Wajar Dikdas 9 Tahun.2 Urusan Pemuda dan Olah Raga 7. Kebijakan urusan Kesehatan diarahkan pada: Peningkatan sarana dan prasarana kesehatan.5. 2. Meningkatnya aktivitas kepemudaan di daerah. 2. olah raga dan pramuka. Peningkatan pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan untuk mendukung PHBS. 5. Kebijakan. 2.1 Fungsi Kesehatan Urusan Kesehatan Masalah. 3. Program pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan. 5. Meningkatnya motivasi kegiatan-kegiaan pemuda. Program peningkatan peran serta kepemudaan. 7. Program manajemen pelayanan pendidikan. 3. Program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan.2 7. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kesehatan adalah: 1. 5. Program peningkatan sarana dan prasarana olah raga. Masalah. Program urusan Pemuda dan Olah Raga yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah : 1. 2. Kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan masih belum optimal. Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan. 7. 2. Peningkatan program kesehatan sehingga terpenuhinya standar pelayanan minimal. Kebijakan.djpp. Program pembinaan dan pemsayarakatan olah raga. 1. Perilaku hidup bersih sehat (PHBS) belum sepenuhnya mendukung pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan dan masih muncul masalah kesehatan (gizi. Meningkatnya sarana dan prasarana olah raga di daerah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pemuda dan Olah Raga adalah: 1. Sasaran. 3. Program urusan Pendidikan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 4.go. 3. 4.Program. 2.

Meningkatnya ketersediaan alat kontrasepsi bagi keluarga miskin. Program.depkumham. 4. Program obat dan perbekalan kesehatan. Program pengembangan lingkungan sehat. 4. bayi dan anak melalui kelompok kegiatan masyarakat. Meningkatnya partisispasi masyarakat dalam program KB dan penurunan kenakalan remaja.id . 9. Program. 5. Memperkuat sumber daya manusia operasional program KB. 4.5. 3. 2. 11. jangkauan dan sasaran pelayan kesehatan Peningkatan peran serta masyarakat dan pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan. 2. Program manajemen pelayanan kesehatan. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera adalah: 1. 3. 13. 10. 2. Program peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak. 14. Program promosi Rumah Sakit. 5. Program kesehatan reproduksi remaja. Program kemitraan peningkatan pelayanan kesehatan. Meningkatnya jumlah Kader KB. Program pengadaan. Program upaya kesehatan masyarakat. 141 142 www. Jumlah kader terbatas dengan pendidikan bervariasi. Program pengadaan. Program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. 4.2 Urusan Sejahtera Keluarga Berencana dan Keluarga Sasaran. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan melalui dukungan pembiayaan. 7. Peningkatan kuantitas kualitas dan pelayanan kesehatan. Meningkatnya derajat kesehatan ibu. 5. Program Keluarga Berencana. Menggerakkan dan memberdayakan seluruh masyarakat dalam program KB. Meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga melalui pelayanan KB.2. Peningkatan pelayanan rawat jalan pada Puskesmas. Program pengembangan pusat pelayanan informasi dan konseling KRR. Menata kembali pengelolaan program KB. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera adalah: 1. 12. Program pelayanan kesehatan penduduk miskin. Kebijakan urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera diarahkan pada: 1. 3. Program pencegahan dan penanggulangan penyakit menular.2. 3.go. peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana Puskesmas/Pustu dan jaringannya. Program urusan Keluarga Berencana dan Kesejahteraan Sosial yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 6. Program pelayanan kontrasepsi. 8. 2. peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana Rumah Sakit Daerah.djpp. 6. Masih terbatasnya Kader KB. 3. Rendahnya peran pria dlm program KB. Pustu dan Polindes secara cuma-cuma (gratis). Program urusan Kesehatan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Masalah. Program perbaikan gizi masyarakat. Parogram promosi kesehatan ibu. Menurunnya pencapaian peserta KB MKJP. 2. Meningkatnya wawasan dan pengetahuan masyarakat tentang KB dan kesehatan reproduksi. 3. bayi dan anak. Program standarisasi pelayanan kesehatan. 4. 7. 5. Kebijakan. 4. Program pembinaan peran serta masyarakat dalam pelayanan KB/KR yang mandiri.

Program. Sasaran. Peningkatan pelayanan Akta Cacatan Sipil. 2. komunitas adat terpencil (KAT) dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) lainnya. Meningkatnya kemampuan. Masih banyaknya penyandang masalah kesejahteraan sosial. Program pembinaan Panti Asuhan/Panti Jompo.djpp. Meningkatnya kualitas pelayanan sarana dan prasarana rehabilitasi kesejahteraan sosial bagi PMKS. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Sosial adalah: 1.5. Program penataan administrasi kependudukan. Program pembinaan para penyandang cacat dan trauma. Karang Taruna dan Pekerja Sosial Masyarakat. Meningkatkan jumlah kepemilikan Akta Cacatan Sipil. Program pelayanan dan rehabilitasi kesejahteraan sosial. 4. Sasaran yang ingin dicapai pada Kependudukan dan Catatan Sipil adalah: 1. Program pemberdayaan kelembagaan kesejahteraan sosial. 2. Meningkatkan fasilitasi tempat pelayanan sosial. Meningkatkan kehidupan beragama. Program pembinaan anak terlantar. 3. Meningkatnya pelayanan sosial bagi anak terlantar. Narkoba dan Penyakit Sosial lainnya). Menanggulangi penggunaan nafza. Meningkatnya penggunaan nafza. Program pembinaan eks penyandang penyakit sosial (eks Narapidana. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kependudukan dan Catatan Sipil adalah: 1. Belum optimalnya manajemen pengelolaan administrasi kependudukan. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Sosial adalah: Mengurangi dan mencegah penyandang masalah kesejahteraan sosial. 5. urusan 1. 7. 1.id .depkumham. pengetahuan dan ketrampilan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial. yatim piatu. 4. Masih banyak keluarga yang memiliki rumah tidak layak huni.go. Terselenggaranya kegiatan keagamaan dan bantuan tempat ibadah Kebijakan. 2. Kebijakan urusan Sosial diarahkan pada : Memberdayakan fakir miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) lainnya. Meningkatkan kualitas manajemen kependudukan. 3. Peningkatan manajemen pengelolaan administrasi kependudukan. Masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk kepemilikan Akta Catatan Sipil. Pengentasan penyandang masalah kesejahteraan sosial.5. 5. Kebijakan urusan Kependudukan dan Catatan Sipil diarahkan pada: 1.3 7.2 Urusan Sosial Masalah.3. 143 144 www. 2. Program pemberdayaan fakir miskin. 7. 6. 2. Kebijakan.3. Program urusan Sosial yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 2. Program peningkatan kualitas manajemen kependudukan.1 Fungsi Perlindungan Sosial Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil 4. 3. 3. Masalah.7.5. 5. jompo. 2. Masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam organisasi sosial. 4. 2. Program. Program urusan Kependudukan dan Catatan Sipil yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Sasaran. PSK.

Program. Masih kurangnya taman untuk publik (open space). Program urusan Pekerjaan Umum yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Meningkatkan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk pencegahan banjir Meningkatkan kapasitas penaggulangan kebakaran.djpp. 2. 5. Kebijakan urusan Pekerjaan Umum diarahkan pada: Meningkatkan keseimbangan pertumbuhan dan pelayanan wilayah dengan pelayanan jalan interkoneksi antar bagian wilayah serta peningkatan kapasitas jalan Meningkatkan pengelolaan dan pemenuhan kebutuhan air irigasi bagi kegiatan pertanian serta optimalisasi pemanfaatan air irigasi bagi pertanian Masalah.1 Fungsi Perumahan dan Fasilitas Umum Urusan Pekerjaan Umum 3. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pekerjaan Umum adalah: 1. Program pembangunan infrastruktur kelurahan dan pedesaan. Rendahnya kualitas prasarana dan sarana pengendalian banjir. 5. Kebijakan.id . 4. Program pengembangan kinerja pengelolaan air minum dan air limbah.5.depkumham. rawa dan jaringan pengairan lainnya. Program pembangunan jalan dan jembatan. Meningkatnya kapasitas jaringan irigasi dan pemanfaatan air irigasi. Terwujudnya ruang publik yang representatif.4. termasuk pengamanan bangunan publik. seperti: rumah sakit. Program penyediaan dan pengelolaan air baku. 5. Program peningkatan kualitas air bersih pedesaan.4 7.4. Tersedianya penanganan kebakaran yang berkualitas. 4. 4. Terbatasnya fasilitas perumahan. Rendahnya pengamanan bangunan publik. 8.7. akibat rendahnya kesadaran dan kepatuhan masyarakat. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pekerjaan Umum adalah: 1.go. 2. Terbatasnya kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pelayanan masyarakat. Program rehabilitasi pemeliharaan jalan dan jembatan. Mewujudkan bertambahanya ruang publik. 6. Penurunan fungsi bendung dan saluran irigasi karena usia dan terbatasnya pemeliharaan. 2. Sasaran. 4. Masih terdapat rumah yang tidak layak huni. Meningkatnya kapasitas daerah aliran sungai. 6. Kualitas dan kuantitas jalan dan jembatan masih belum mampu menampung kebutuhan lalu lintas dan pengembangan perekonomian. 3.2 Urusan Perumahan 1. Program pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi.5. Masalah. Terwujudnya kualitas jalan bagi jalan-jalan yang strategis dan mempunyai road demand yang tinggi. olah raga. perdagangan.5. 3. 3. 145 146 www. 2. sekolah. Program pembangunan saluran drainase dan gorong-gorong. Masih adanya letak perumahan yang tidak sesuai dengan peruntukan lahan. 7. 3. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Perumahan adalah: 1. 5. 7. 2. 4. Belum meratanya pemenuhan kebutuhan air bersih pedesaan akibat keterbatasan sumber air baku. Masih tingginya potensi kebakaran. 5.

id .1. 3. Penyediaan fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) masih belum sebanding dengan kebutuhan. 8. 7. seperti: rumah sakit. 3. Program Perumahan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1.6. b) Pemerintahan Umum. Terbangunnya sarana dan prasarana air bersih/air minum pedesaan dengan kuantitas dan kualitas yang baik. Program.6. Meningkatkan kebersihan. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Perumahan adalah 1. Tersedianya sarana dan prasarana pelayanan publik yang memadai. 3. Peningkatan volume timbulan sampah yang semakin besar. termasuk persamapahan. Pembangunan lampu jalan secara merata pada jalan umum dengan efisien dan hemat energi listrik. Meningkatnya kesesuaian letak perumahan dengan peruntukan lahan. Menurunnya jumlah rumah yang tidak layak huni. d) Kearsipan.1 7. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pelayanan masyarakat. 5.6. Meningkatkan pemakaian listrik PJU sesuai dengan fungsinya. keteduhan dan kenyamanan kota. Terbangunnya taman baru sejalan dengan meningkat jumlah penduduk. Program penyehatan lingkungan permukiman dan perbaikan lingkungan. kurangnya prasarana dan prasarana pendukung. yang terdiri atas beberapa urusan yaitu: a) Perencanaan Pembangunan. sekolah. Program peningkatan kesiagaan dan pencegahan bahaya kebakaran. pasar. 7. Masih terbatasnya penyediaan dan pengelolaan ruang terbuka hijau yang seimbang dengan laju pertumbuhan penduduk.depkumham. 7. 4. 2. Masalah. dan lain-lain. 6. pasar. 2. dan lain-lain. 6. keindahan. Kebijakan urusan Perumahan diarahkan pada: Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan akses air bersih bagi masyarakat pedesaan yang rawan air bersih. 4. olah raga. Meningkatnya kualitas dan kuantitas fasilitas perumahan. 7. Kebijakan. Tersedianya prasarana dan sarana pengelolaan sampah yang memadai.6 MISI KEENAM: Meningkatkan kualitas sumber daya aparatur melalui profesionalisme aparatur yang bebas KKN untuk menciptakan good governance dan clean government.1 Fungsi Pelayanan Umum Urusan Perencanaan Pembangunan dihadapi pada urusan 1. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi keenam dilakukan melalui sebuah fungsi yaitu Pelayanan Umum. seperti: rumah sakit. c) Kepegawaian. Permasalahan yang Perencanaan Pembangunan adalah: 147 148 www.djpp. sekolah. Meningkatkan fungsi prasarana dan sarana permukiman yang layak. 5. Meratanya pemenuhan kebutuhan air bersih pedesaan. Sasaran. 2.go. 4. Program pengembangan kinerja pengelolaan persampahan. Program pengembangan dan pengelolaan lampu jalan. 8. olah raga. 5. Program peningkatan sistem pengelolaan taman. Tercapainya penyediaan PJU secara memadai. 9.

Program Perencanaan Pembangunan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. aspiratif. 6. Sasaran. Proses dan mekanisme perencanaan pembangunan daerah berlangsung demokratis. Meningkatkan kinerja perencanaan pembangunan. pembangunan kewilayahan maupun sektoral berjalan sinergis. pembangunan kewilayahan maupun sektoral. 6. Belum optimalnya proses dan mekanisme pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah yang demokratis. sebagai bahan dasar perencanaan pembangunan. Terbatasnya sumber daya manusia perencana baik dari segi kualitas maupun kuantitas. 2. Program perencanaan pembangunan ekonomi. partisipatif. Belum optimalnya penyusunan data dan informasi pembangunan. Program peningkatan kapasitas kelembagaan perencanaan pembangunan daerah. Belum optimalnya pemakaian aset daerah. aspiratif. 4. Program peningkatan pendampingan program-program. Semakin kompleksnya penyelenggaraan pengelolaan keuangan daerah. koordinasi dan sinkronisasi perencanaan pembangunan. Meningkatkan kemampuan teknis dan managerial perencana.2 Urusan Pemerintahan Umum Masalah. Program pengembangan sistem perencanaan pembangunan daerah. 5. 3. Program pengembangan data dan informasi daerah. Melibatkan perencanaan pembanguna dengan seluruh pemangku kepentingan pembangunan daerah. Terciptanya dokumen perencanaan yang implementatif. Program kerjasama pembangunan. Masih adanya dokumen perencanaan yang belum implementatif. 3. Terpenuhinya SDM perencana yang handal. 4.go.6. 2. Terbatasnya pemenuhan sarana prasarana inventaris untuk memberikan pelayanan masyarakat. Masih belum sinergis dan terintegrasinya perencanaan. Program perencanaan sosial dan budaya. Program perencanaan pembangunan daerah. Kebijakan. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Perencanaan Pembangunan adalah: 1. Peningkatan jumlah obyek pemeriksaan yang tidak sebanding dengan jumlah aparat fungsional auditor. 2. Program. 149 150 www. baik yang bersifat perencanaan makro. transparan dan akuntabel. Tersedianya data dan informasi pembangunan Kabupaten Jepara. 7. 5. 4. Program perencanaan prasarana wilayah dan sumber daya alam. 6. 4. partisipatif. 4. 7.depkumham. 3. Perencanaan makro. 2. 3. Meningkatkan manajemen data dan informasi pembangunan daerah. Belum optimalnya penyediaan dan pengelolaan data dan informasi daerah.1.djpp. 5. Meningkatnya kualitas dan kuantitas data dan informasi daerah. 5. 9. 2. 5.1. 3.id . Masih belum optimalnya kinerja pendampingan program. Meningkatkan integrasi. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pemerintahan Umum adalah: 1. Kebijakan urusan Perencanaan Pembangunan diarahkan pada: 1. transparan dan akuntabel. 8.

3. Kebijakan urusan Pemerintahan Umum diarahkan pada: 1. kebijakan akuntansi. 11. 19. Tercapainya peningkatan pendapatan asli daerah. 7. Masih rendahnya kesadaran hukum masyarakat dan belum optimalnya fungsi penegakan hukum. 3. 15. Belum optimalnya penggalian sumber-sumber PAD. 9. Tercapainya Peningkatan pengelolaan investasi daerah. Terpenuhinya kebutuhan sarana prasarana inventaris kantor secara bertahap sesuai kebutuhan. Terselenggarannya pendidikan dan pelatihan keuangan daerah Terselenggaranya bimbingan teknis pengelolaan keuangan daerah Meningkatnya pengelolaan administrasi pengendalian pembangunan. Tercapainya Peningkatan manajemen asset/barang daerah. Belum optimalnya tupoksi perangkat daerah. Peningkatan administrasi pemerintahan. 18. 8. sistem dan prosedur pengelolaan keuangan daerah. Tersusunnya pedoman pengelolaan keuangan desa setiap 16. Terselenggarannya sistem informasi pengelolaan keuangan daerah. Program. Meningkatnya efektivitas penanganan pemeriksaan didukung dengan pengawas yang handal dan memadai. 6. 5. KUA APBD.6. 2. 13. 4. Tersusunnya peraturan perundang-undangan sesuai kewenangan Daerah dan amanat perundang-undangan yang berlaku. 20. 22. Peningkatan institusi pemerintahan. Kurang tertibnya pengelolaan administrasi pengendalian pada SKPD. 14. 4. tahun.depkumham. Peningkatan sarana dan prasarana pemerintahan agar mampu memberikan pelayanan masyarakat secara efektif dan efisien.id . 21. 151 152 www. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pemerintahan Umum adalah: 1. Terlaksananya sosialisasi peraturan perundang-undangan. Terselenggaranya Pembinaan keuangan daerah. Tersusunnya Perda atau Perbup tentang pajak daerah dan retribusi daerah. 9. Terevaluasinya Raperdes tentang APB Desa dan pendapatan desa. 17. 10. 12. Meningkatnya administrasi pengelolaan aset/barang daerah pada SKPD. Tercapaianya peningkatan pelayanan melalui kegiatan seremonial dan protokoler kedinasan Kepala dan Wakil Kepala Daerah Semakin optimalnya pelayanan perijinan penanaman modal Kebijakan. 8. Tersusunnya standar satuan harga. Tersusunnya standar analisis belanja. 2. Terselenggaranya evaluasi rancangan peraturan desa. Peningkatan kemandirian keuangan daerah. 7. APBD. Belum optimalnya pelayanan perijinan penanaman modal Sasaran. 2. 10. Program urusan Pemerintahan Umum yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. PPAS per tahun. Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD per tahun. Tersusunnya anggaran kas dan surat penyediaan dana untuk SKPD. Program peningkatan pelayanan kedinasan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah. 23.go.djpp. Perubahan APBD. Meningkatnya setoran dana revolving/pemberdayaan ke Kas Daerah. Program peningkatan kapasitas Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah.

10. Program penataan dan penyempurnaan kebijakan sistem dan prosedur pengawasan. Meningkatkan SDM PNS dibidang teknis dan fungsional. Program peningkatan sarana prasarana pelayanan masyarakat. 3. Meningkatkan wawasan pengetahuan dan ketrampilan PNS. Terlaksananya aplikasi program SIMPEG. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kepegawaian adalah: 1. Kualitas SDM Aparatur belum merata dan tebatas baik dibidang teknis maupun fungsional. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kearsipan adalah belum optimalnya pengelolaan arsip daerah. Program penyelamatan dan pelestarian dokumen/arsip daerah. Kebijakan. Kebijakan urusan Kepegawaian diarahkan pada : Peningkatan sumber daya manusia aparatur PNS. 1.1. Belum optimalnya kualitas penataan PNS dalam jabatan struktural dan fungsional. 9. terarah dan terpadu. baik teknis maupun fungsional. 5. 2. Peningkatan fungsi dan pemanfaatan depo arsip. 2. Program peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah.3. Kebijakan urusan Kearsipan diarahkan pada: Peningkatan SDM petugas arsip.djpp. 7. Pengalokasian dana untuk kegiatan kearsipan. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kearsipan adalah terkelolanya kearsipan secara teratur.go. 3. Program pembinaan dan fasilitasi pengelolaan keuangan desa. 8. 5. Program. 2. Program peningkatan kerjasama antar pemerintah daerah. Meningkatkan pengiriman peserta diklat. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kepegawaian adalah: 1. Meningkatkan kualitas penempatan PNS dalam jabatan strukturan dan fungsional. 3. Peningkatan sarana/prasarana kearsipan.5 Kearsipan Masalah. Peningkatan penyelenggaraan diklat. Program pendidikan dan pengembangan aparatur. 6. Program peningkatan sistem pengawasan internal dan pengendalian pelaksanaan kebijakan KDH.depkumham. Program. 4. Program urusan Kearsipan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 153 154 www.id . 2. 4. Kebijakan.6. 7. Pembinaan dan monitoring kearsipan secara rutin. Program intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah. Sasaran. 4. 1. Sasaran.3 Urusan Kepegawaian 2. Program peningkatan profesionalisme tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan. Program urusan Kepegawaian yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 3. Kurangnya dukungan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk peningkatan manajemen kepegawaian.1.6. Masalah. Program pendidikan kedinasan. 7.

depkumham.1 PROGRAM TRANSISI Dalam rangka menjaga kesinambungan pembangunan daerah dan mengisi kekosongan dokumen perencanaan pembangunan daerah tahun 2012 (RKPD Tahun 2012) yang diperlukan sebagai pedoman bagi penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2012. 3.BAB VIII PENUTUP Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 merupakan penjabaran dari visi. dan kegiatan pokok pembangunan dengan berpedoman pada RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 yang nantinya akan menjadi pedoman dalam menyusun Rencana Kerja (Renja) SKPD. kebijakan. partisipatif dan penuh tanggung jawab. yang dalam penyusunannya mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2004-2009 dan Rencana Strategis Daerah (Renstrada) Provinsi Jawa Tengah Tahun 20032008.go. Seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara berkewajiban menjamin konsistensi antara RPJMN Tahun 20042009 dan Renstrada Provinsi Jawa Tengah Tahun 2003-2008 dengan Renstra-SKPD dan RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012. Hal ini dimaksudkan untuk menyelesaikan masalahmasalah pembangunan yang belum seluruhnya tertangani sampai dengan tahun 2011 dan masalah-masalah pembangunan yang akan dihadapi dalam tahun 2012. Untuk itu perlu ditetapkan kaidah-kaidah pelaksanaan sebagai berikut: 1. serta masyarakat termasuk dunia usaha berkewajiban untuk melaksanakan program-program dalam RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 dengan sebaik-baiknya. misi. Seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara. tujuan. program. 2. Penyusunan program transisi perlu dilakukan juga mengingat waktu yang terbatas bagi Bupati/Wakil Bupati terpilih hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2012 guna menyusun RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2012-2017 dan RKPD Tahun 2012 sesuai dengan jadwal waktu yang telah ditentukan. jujur. transparan. misi. 8. dan program Bupati selama 5 (lima) tahun mendatang.id . RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 merupakan pedoman. maka perlu disusun program transisi yang disatupadukan dalam RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012. landasan dan referensi dalam menyusun Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra-SKPD) Kabupaten Jepara yang setiap tahunnya akan dijabarkan menjadi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Jepara mulai tahun 2007 sampai dengan tahun 2011 dan satu tahun transisi yaitu tahun 2012.2 KAIDAH PELAKSANAAN RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 yang telah disusun ini hendaknya dapat dilaksanakan secara konsisten. Bupati berkewajiban menyiapkan Rancangan RKPD 155 156 www. 8. maka pada akhir tahun masa jabatan. Seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara. berkewajiban untuk menyusun Renstra-SKPD yang memuat visi. strategi.djpp. Tahun 2012.

4. BUPATI JEPARA ttd HENDRO MARTOJO 157 www. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jepara berkewajiban untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penjabaran RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 20072012 kedalam RKPD Kabupaten Jepara Tahun 2007 sampai tahun 2012.depkumham.djpp.id . Dalam rangka meningkatkan efektivitas pelaksanaan RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012.go.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->