LAMPIRAN

:

Peraturan Daerah Kabupaten Jepara Nomor : 18 Tahun 2007 Tanggal : 15 Nopember 2007

BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang, menjadi angin segar bagi Pemerintah Daerah di Indonesia. Terkait regulasi tersebut Pemerintah Daerah menerima banyak limpahan kewenangan yang lebih luas untuk menyelenggarakan pemerintahan dan kebijakan pembangunan secara otonom. Perubahan tersebut akan menjadi peluang manakala Pemerintah Daerah mampu mengoptimalkan kondisi dan potensi yang ada di wilayahnya. Berdasarkan pada hal tersebut Pemerintah Daerah perlu diperkuat dengan manajemen pemerintahan yang baik, salah satunya untuk menyusun perencanaan pembangunan daerah yang komprehensif dan aplikatif. Hal tersebut untuk mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Perencanaan pembangunan di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN), dimana didalamnya juga mengatur perencanaan pembangunan daerah. Berdasarkan pada amanat Undang-Undang SPPN tersebut, setelah Kepala Daerah (Bupati) ditetapkan maka Kabupaten atau Kota juga diwajibkan menyusun perencanaan pembangunan daerah yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah yang selanjutnya disebut

RPJMD. Berdasarkan pada hal tersebut di atas maka Pemerintah Kabupaten Jepara menyusun rencana strategis daerah dalam bentuk RPJMD, yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu lima tahun dari tahun 2007-2012. Dimana penyusunan RPJMD tersebut dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada atau mungkin timbul. RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program prioritas Bupati, serta berorientasi pada pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan yang diuraikan dalam program dan kegiatan tahunan. Dalam penyusunannya, RPJMD tersebut berpedoman pada RPJPD Kabupaten Jepara Tahun 2005-2025 yang sedang berjalan dan memperhatikan hasil evaluasi pelaksanaan pembangunan 5 (lima) tahun periode sebelumnya, serta masukan dari penjaringan aspirasi masyarakat. Penyusunan Dokumen RPJMD Kabupaten Jepara ini merupakan kelanjutan dari proses identifikasi potensi dan permasalahan yang terdapat di daerah, serta melalui suatu proses koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi antara pemangku kepentingan pembangunan daerah dan instansi terkait. Secara substansial RPJMD Kabupaten Jepara merupakan suatu upaya untuk mengoptimalisasi sumber daya daerah yang terbatas untuk pemenuhan kebutuhan yang tidak terbatas, dengan mengembangkan potensi yang ada serta membuat kesinambungan pembangunan. Dengan harapan proses pelaksanaan pembangunan berjalan efektif dan efisien, untuk memperoleh hasil pembangunan daerah yang optimal dalam rangka mensejahterakan masyarakat. RPJMD Kabupaten Jepara 2007-2012 sebagai petunjuk dan penentu arah kebijakan pembangunan serta pencapaian tujuan untuk kurun waktu lima tahun kedepan, sehingga RPJMD tersebut digunakan sebagai dasar penilaian kinerja Bupati selama masa jabatannya. Dimana progress report pelaksanaan pembangunan disampaikan dalam bentuk Laporan Keterangan

1

2

www.djpp.depkumham.go.id

Pertanggungjawaban, yang berupa informasi penyelenggaraan pemerintahan daerah selama 1 (satu) tahun anggaran dan laporan akhir masa jabatan yang disampaikan oleh Kepala Daerah kepada DPRD.

1.3 LANDASAN PENYUSUNAN Landasan Penyusunan RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 20072012 adalah sebagai berikut: 1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten dalam lingkungan Propinsi Jawa Tengah. 2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 4. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. 5. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan, Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara. 6. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. 7. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang. 8. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. 9. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 – 2025. 10. Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 1992 tentang Pembentukan Kecamatan di Wilayah Kabupaten-Kabupaten Daerah Tingkat II Purbalingga, Cilacap, Wonogiri, Jepara, dan Kendal serta Penataan Kecamatan di Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Semarang dalam wilayah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Tengah.

1.2 MAKSUD DAN TUJUAN RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 ini dimaksudkan sebagai pedoman atau panduan dalam penyelenggaraan pembangunan yang dilakukan oleh unsur Pemerintah beserta pemangku kepentingan pembangunan daerah dalam kurun waktu lima tahun kedepan. Sedangkan RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 bertujuan untuk: 1. Memberikan pemahaman kepada pemangku kepentingan pembangunan dan unsur Pemerintah tentang mekanisme, proses dan substansi perencanaan pembangunan selama lima tahun dengan baik. 2. Sebagai acuan dalam perencanaan pembangunan tahunan periode 2007-2012, sehingga setiap tahapan perencanaan pembangunan sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan. 3. 4. 5. Memberikan arahan kebutuhan program dan kegiatan prioritas yang jelas, dengan harapan pelaksanaan pembangunan daerah dapat berjalan secara optimal. Sebagai tolok ukur dalam penilaian kinerja Pemerintah Kabupaten Jepara selama lima tahun. Sebagai dasar komitmen bersama antara eksekutif, legislatif dan pemangku kepentingan pembangunan terhadap programprogram pembangunan daerah yang akan dilaksanakan kurun waktu lima tahun dalam rangka pencapaian visi misi daerah.

3

4

www.djpp.depkumham.go.id

11. 12. 13. 14. 15.

16. 17. 18. 19. 20.

21. 22.

Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 Tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Masyarakat. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009. Peraturan Daerah Propinsi Jawa Tengah Nomor 11 Tahun 2003 tentang Rencana Strategis Propinsi Jawa Tengah Tahun 20032008. Peraturan Daerah Kabupaten Jepara Nomor 10 Tahun 2006 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Jepara. Peraturan Daerah Kabupaten Jepara Nomor 2 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Jepara Tahun 2005-2025. Peraturan Daerah Propinsi Jawa Tengah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Pelaksanaan Perencanaan Pembangunan Propinsi Jawa Tengah. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 16 Tahun 2006 Tentang Prosedur Penyusunan Produk Hukum Daerah.

23.

Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor : 050/2020/SJ Tanggal 11 Agustus 2005 tentang Petunjuk Penyusunan Dokumen RPJP Daerah dan RPJM Daerah.

1.4 HUBUNGAN ANTARA RPJMD KABUPATEN JEPARA TAHUN 2007-2012 DENGAN DOKUMEN PERENCANAAN LAINNYA
Hirarki perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Jepara dimulai dari RPJPD untuk kurun waktu 20 tahun, yang terjabarkan dalam RPJMD untuk kurun waktu 5 tahun dan kemudian diwujudkan dalam perencanaan jangka pendek untuk kurun waktu 1 (satu) tahun. Gambar berikut adalah hubungan RPJMD Kabupaten Jepara sampai tersusunnya Renja SKPD.

Gambar 1.1. Bagan Hubungan RPJMD dengan dokumen perencanaan lainnya
RPJPD Kab. Jepara Th. 2005-2025

RPJM Nasional Th. 2004-2009

RPJMD (Renstrada) Prov. Jateng Th. 2003-2008

RPJMD Kab. Jepara Th. 2007-2012

Renstra SKPD Th. 2007-2012

RKPD Kab. Jepara

Renja SKPD

5

6

www.djpp.depkumham.go.id

Misi Keempat 7.1. Program Transisi 8. Kaidah Pelaksanaan BAB II 7 8 www.2.id .4. Kebijakan Umum Anggaran BAB VI KEBIJAKAN UMUM DAERAH BAB VII PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH 7. serta Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dengan tetap memperhatikan RKP dan RKPD Provinsi Jawa Tengah.2.4.7. Misi BAB IV STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH 4. Isu-Isu Pembangunan VISI DAN MISI 3.6.3.6. Misi Kelima 7. Misi Keenam BAB VIII PENUTUP 8.2.depkumham. Visi 3.5 SISTEMATIKA PENYUSUNAN RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 disusun dengan sistematika sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN 1.1. Arah Pengelolaan Pendapatan Daerah 5. BAB III 1.2. Faktor-Faktor Kunci dan Asumsi Keberhasilan BAB V ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH 5.Dari bagan di atas dapat dijelaskan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Jepara Tahun 2005-2025 adalah dokumen perencanaan daerah yang digunakan sebagai dasar untuk penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jepara Tahun 20072012 dengan tetap memperhatikan RPJM Nasional dan RPJMD Provinsi Jawa Tengah (Renstrada Provinsi Jawa Tengah Tahun 20032008).1.3. Misi Kedua 7. Sistematika Penyusunan KONDISI UMUM DAERAH 2.3.2.5. Kemudian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jepara digunakan sebagai pedoman untuk penyusunan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD).1.2. Hubungan Antara RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 Dengan Dokumen Perencanaan Lainnya 1.5. Maksud Dan Tujuan 1. Misi Ketiga 7. Demografi 2. Perekonomian Daerah 2.2.1. Pemerintahan Umum 2. Landasan Penyusunan 1. Arah pengelolaan Belanja Daerah 5.1.3. Sosial Budaya Daerah 2. Strategi Pembangunan Kabupaten Jepara 4.go.5. Prasarana Dan Sarana Daerah 2. Kondisi Geografis Dan Tata Ruang Wilayah 2. Latar Belakang 1.1. Misi Pertama 7.djpp.4.

1 Letak Kabupaten Jepara dalam Konstalasi Jawa Tengah JEPARA Secara geografis Kabupaten Jepara terletak pada posisi 110° 9' 48. yakni gugusan pulau-pulau yang ada di Laut Jawa dengan dua pulau terbesarnya adalah Pulau Karimunjawa dan Pulau Kemujan. Berdasar letak geografis wilayah. Gambar 2. Kabupaten Jepara merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang beribukota di Jepara. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di Barat dan Utara.BAB II KONDISI UMUM DAERAH 2. maka Kabupaten Jepara beriklim tropis dengan pergantian musim penghujan dan kemarau. dimana untuk menuju ke wilayah tersebut sekarang dilayani oleh kapal ferry dari Pelabuhan Jepara dan kapal cepat dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Sebagian besar luas wilayah merupakan tanah kering. dengan jarak tempuh ke Ibukota Provinsi sekitar 71 km dan dapat ditempuh dengan kendaraan lebih kurang 2 jam. Wilayah tersempit adalah Kecamatan Kalinyamatan (24. sebesar 264.132 km2 dengan panjang garis pantai 72 km.004. Musim penghujan antara bulan Nopember-April dipengaruhi oleh musim Barat sedang musim kemarau antara bulan Mei-Oktober yang dipengaruhi oleh angin musim Timur.55 °C dan tertinggi sekitar 33.70%) sisanya merupakan tanah sawah.1 Kondisi Geografis Luas wilayah daratan Kabupaten Jepara 1.464 mm.id . serta Kabupaten Demak di Selatan.6 km². Kabupaten Pati dan Kabupaten Kudus di Timur. dengan kelembaban udara rata-rata sekitar 84%.83" Lintang Selatan. Laut Jawa Pati Kudus Demak Semarang Dari wilayah Kabupaten Jepara juga mencakup luas lautan sebesar 1.080 km2 (26. yang berada di Laut Jawa. 02" sampai 110° 58' 37.845. sehingga merupakan daerah paling ujung sebelah utara dari Provinsi Jawa Tengah. dengan 5 pulau berpenghuni dan 24 pulau tidak berpenghuni.67" sampai 6° 47' 25. sebesar 740.30%). Wilayah kepulauan tersebut merupakan Kecamatan Karimunjawa yang berada di gugusan Kepulauan Karimunjawa.40" Bujur Timur. Sedangkan sebagian besar wilayah perairan tersebut dilindungi dalam Cagar Alam Laut Karimunjawa.1 KONDISI GEOGRAFIS DAN TATA RUANG WILAYAH 2.052 km2 (73.go. Wilayah Kabupaten Jepara juga meliputi Kepulauan Karimunjawa. Suhu udara Kabupaten Jepara terendah pada 21. 5° 43' 20. Sedangkan jumlah curah hujan ± 2.71 °C. 9 10 www.758 km2).djpp. Pada lautan tersebut terdapat daratan kepulauan sejumlah 29 pulau.depkumham. dengan jumlah hari hujan 89 hari.1.179 km2) sedangkan wilayah terluas adalah Kecamatan Keling (231. Selain itu di Kepulauan Karimunjawa juga terdapat lapangan terbang perintis yang dapat didarati pesawat terbang berjenis kecil dari Semarang.

Mlonggo 0 – 300 Secara administratif wilayah seluas 1.399 38.depkumham.667 16 81 291 2.Gambar 2.965 35.004.063 231. 11.1. wilayah pegunungan di bagian Timur yang merupakan lereng Barat dari Gunung Muria dan wilayah perairan atau kepulauan di bagian utara merupakan serangkaian Kepulauan Karimunjawa. Kalinyamatan 24. Kedung Keling Kembang Mayong Mlonggo Nalumsari Pecangaan Tahunan Welahan Jumlah 43. Karimunjawa 0 – 100 6. 7. RW dan RT No.000 9. Jepara 24. Batealit 68 – 378 4. Mayong 13 – 438 10. Jepara 0 – 50 2. 8. 13. Bangsri 0 – 594 3. Tabel 2.301 8.200 3 14 52 11 12 www. Kembang 0 .352 12 120 433 3. Batealit 88.955 56. seperti terlihat dalam tabel berikut. Desa/Kelurahan.879 11 51 282 4.2 Ketinggian Permukaan Tanah Kecamatan Ketinggian No Kecamatan (mdpl) 1.004. Kalinyamatan 2 – 29 5.758 108. Bangsri 85. wilayah dataran rendah di bagian tengah dan Selatan. Luas.id .go.124 65. Keling 0 .179 12 50 236 5. 12. 9. 14.132 18 20 11 18 16 15 12 15 15 194 63 116 77 75 89 78 58 74 44 990 250 551 324 383 509 365 333 315 216 4. Kedung 0–2 7.642 1. Karimunjawa 71.2 Peta Kabupaten Jepara 6.djpp.540 Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2005 Secara topografi Kabupaten Jepara dapat dibagi dalam empat wilayah yaitu wilayah pantai di bagian pesisir Barat dan Utara.132 km² tersebut terdiri atas 14 kecamatan yang dibagi lagi atas sejumlah 183 desa dan 11 kelurahan. 10.906 27.1 Jumlah Kecamatan.043 102. Kecamatan Luas (km2) Desa/Kel RW RT 1.1. Tabel 2.

126. Bakalan. Asosiasi Mediterian terdapat di pantai barat seluas 19.depkumham. Mayong dan Tunggul. Kembang dan Mlonggo. Potensi pengembangan meliputi sektor pertanian tanaman pangan dan peternakan serta sektor energi (PLTU). Daratan utama Kabupaten Jepara berdasarkan sistem hidrologi merupakan kawasan yang berada pada lereng Gunung Muria bagian barat yang mengalir sungai-sungai besar yang memiliki beberapa anak sungai.212 Ha.469 Ha. dan barat laut) yaitu daerah hilir (laut Jawa). 3.689.972 Ha. menyebabkan sungai mengalir dari daerah hulu di bagian timur dan selatan ke daerah hilir bagian utara dan barat. Kalinyamatan dan Welahan.400. Variasi ketinggian tersebut menyebabkan Kabupaten Jepara terbagai dalam empat kemiringan lahan.11. Pada daratan Kabupaten Jepara terdapat beberapa jenis tanah.327. Nalumsari Pecangaan Tahunan Welahan 13 – 736 2 – 17 0 – 46 2–7 Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2005 Dengan kondisi topografi demikian. Alluvial terdapat di sepanjang pantai utara seluas 9.776 Ha dan sangat curam 10.525. aliran sungai relatif dari daerah hulu dibagian timur (Gunung Muria) ke arah barat (barat daya.2 mdpl yang merupakan dataran pantai. yang dapat diklasifikasikan menjadi 4 jenis tanah berikut Andosol coklat. Mlonggo. Potensi pengembangan meliputi sektor industri kerajinan dan pertanian tanaman pangan. terdapat diperbukitan bagian utara dan puncak Gunung Muria seluas 3.857 Ha.433 Ha. Berdasarkan karakteristik topografi wilayah. pengembangan wilayah Kabupaten Jepara terbagi dalam 6 Sub Wilayah Pembangunan (SWP) berikut ini: 1. Kedung dan Batealit. bagian daratan utama Kabupaten Jepara terdiri dari dataran rendah dan dataran tinggi yang merupakan kawasan pada lereng Gunung Muria.djpp. sedangkan daerah yang tertinggi adalah Kecamatan Keling antara 0-1. hal ini mengacu pada petunjuk perencanaan pembangunan dari Pemerintah Pusat. Dalam dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Bagian Wilayah Kabupaten Jepara. 2.id . Keling. SWP IV : Karimunjawa Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan 2. Gung. Sungai-sungai besar tersebut antara lain Sungai Gelis.659.458 Ha dan Latosol yang merupakan jenis tanah paling dominan di Kabupaten Jepara terdapat di perbukitan Gunung Muria seluas 65.1. curam 10. Pecangaan.700.301 m dpl (dari permukaan laut). 14. Jarakan. SWP II : Bangsri Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan Bangsri. 12. SWP III : Pecangaan Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan Pecangaan. Banjaran. Regosol terdapat dibagian utara seluas 2. Wiso. Jinggotan.060 Ha. barat. 13.go.917 Ha.620. bergelombang 37. Potensi pengembangan meliputi sektor industri kerajinan. Tahunan. perikanan dan pariwisata. SWP I : Jepara Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan Jepara. yaitu datar 41.301 mdpl merupakan perbukitan. Dimana karakteristik kontur wilayah.2 Tata Ruang Wilayah Tata ruang wilayah merupakan salah satu hal yang penting diperhatikan dalam perencanaan pembangunan Kabupaten Jepara. 4. Berdasar data tersebut di atas. Kondisi ini menyebabkan sistem hidrologinya mengalir beberapa sungai besar yang memiliki beberapa anak sungai. 13 14 www. daerah terendah adalah Kecamatan Kedung antara 0 . Kabupaten Jepara memiliki variasi ketinggian antara 0 m sampai dengan 1.

08% dan tegalan atau kebun seluas 18.718 2. 2. perdagangan.30%. yang tersebar di bagian Utara.269 2. perekonomian.408. kebun campur.203 19. tegalan.087 • Pengairan Non PU 2. jasa. Lahan Luas (Ha) 1.depkumham.364 • Padang Rumput 15.000 15 16 www. Tegalan / Kebun 18. Potensi pengembangan meliputi sektor perikanan. Sebagai gambaran proporsi pola tata guna lahan Kabupaten Jepara seperti terlihat pada tabel berikut: Tabel 2. Penggunaan lahan Urban atau Pusat Keramaian yang meliputi penggunaan tanah perumahan.40%.014 • Tadah Hujan 5. Sebagai gambaran saat ini penggunaan lahan di Kabupaten Jepara dibedakan menjadi 3 (tiga) yaitu: 1. industri dan lain sebagainya.411 Dari data diatas diketahui bahwa luas bangunan dan pekarangan sudah mendominasi tata guna lahan di Kabupaten Jepara atau mencapai 28. perkebunan dan penggunaan lainnya luasnya relatif kecil atau dibawah lima persen. Tengah dan Selatan wilayah Kabupaten Jepara. Tanah Kering 74. hutan sekitar 19.269.250 • Pengairan Sederhana PU 10.382 Halaman • Tegalan 18.000 • Rawa tidak ditanami 21. 3. Potensi pengembangan meliputi sektor kerajinan. SWP V : Keling Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan Keling.096 3.go.005.004 • Pengairan Tehnis 5.id . tambak dan perkebunan. Bangunan / Pekarangan 28. Sedangkan yang lain seperti tambak. 5.26% dari luas Jepara. 7.398.4 Penggunaan Tanah Sawah dan Tanah Kering No.954 2. pola tata guna lahan tersebut di atas dapat dirinci dalam penggunaan tanah (untuk tanah sawah dan tanah kering) sebagai berikut: Tabel 2.185 • Tanah Bangunan dan 28. perdagangan dan pertanian tanaman pangan. SWP VI : Mayong Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan Mayong dan Nalumsari.795 6. pengelolaan sumber daya alam.144. 6. Penggunaan lahan Rural atau Pedesaan yang meliputi penggunaan tanah sawah.djpp. 5. Tanah Sawah 26. 4.Karimunjawa.380.311. peternakan. Tambak Hutan Perkebunan Penggunaan lainnya Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2005 1. Sawah 26.388. pariwisata.096. Penggunaan tanah Luas 1 2 3 1. pelestarian lingkungan hidup serta perhubungan laut.312 3. Selanjutnya. yang menyebar pada beberapa bagian wilayah Kabupaten Jepara.935 • Pengairan Setengah Teknis 3.3 Pola Tata Guna Lahan Kabupaten Jepara No. Penggunaan lahan Enviromental Conservation atau konservasi lingkungan yang meliputi penggunaan lahan pada daerah perairan Kepulauan Karimunjawa. peternakan dan perikanan. Kemudian disusul berturutturut berikutnya adalah luas sawah yang mencapai 26. Potensi pengembangan meliputi sektor perkebunan.

Desakan globalisasi yang terjadi sangat berpengaruh terhadap aspek-aspek pembangunan di Kabupaten Jepara.d 2003 2004 2005 2006 2002 No. sehingga menyebabkan terjadinya perubahan yang sangat cepat dalam pengembangan wilayah serta berpengaruh kuat pada kebutuhan lahan untuk pembangunan.503.depkumham. Perda tersebut diperkuat dengan adanya kesepakatan antara Bupati atau Walikota se-Jawa Tengah untuk mempertahankan lahan sawah yang produktif dari alih fungsi lahan. Gambar 2. pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan. jenis usaha. Aspek lain yang terkait dengan tata ruang adalah aspek pertanahan.891 Jumlah 100.748 atau meningkat sebesar 9%. agar dalam lima tahun kedepan dicapai pertumbuhan wilayah tertinggal.793. Apabila pada tahun 2002 sertifikat tanah yang diterbitkan untuk semua jenis hak berjumlah 235.202. Tanah Bersertifikat s.189 Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2005 Dalam kerangka tata guna lahan.535.562. Tabel 2.271 2 3 • Perkebunan Negara 3. hal ini ditunjukkan dengan makin bertambahnya jumlah tanah yang bersertifikat. Berdasar hal-hal tersebut sudah saatnya diperlukan penyusunan RTRW dan RDTR untuk periode 10 (sepuluh) tahun ke depan dengan memperhatikan lingkungan yang keberlanjutan. Penggunaan lahan tersebut merupakan cerminan atau perwujudan interaksi antara manusia dengan tingkat teknologi yang dimiliki.id . maka skenario pengembangan wilayah Kabupaten Jepara mengarah pada wilayah utara yaitu pada Kepulauan Karimunjawa dan ke arah timur dari Jepara sepanjang garis pantai.954.djpp.282 • Kolam 9.3 Skenario Pengembangan Wilayah Kabupaten Jepara Guna menjaga keseimbangan ekosistem dan ketahanan pangan nasional. Kesadaran masyarakat untuk memiliki kepastian hukum tentang pemilikan hak atas tanah cenderung meningkat. maka Kabupaten Jepara dijadikan salah satu daerah produksi pangan.288 • Tanah untuk Lainnya 2.d 2006 17 18 www.700 diusahakan • Tanah untuk Kayu-Kayuan 1.5 Jumlah Sertifikat Tanah Jumlah Penerbitan Sertifikat s.545 • Tanah yang tidak 330.go. pada tahun 2006 menjadi 256. Hal ini sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 21 Tahun 2003 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Tengah. kondisi fisik dan jumlah penduduk yang ada dalam wilayah tersebut.462 • Hutan Negara 17.413. Sehingga pola penggunaan lahan tersebut akan mencirikan kegiatan masyarakat yang mendiami daerah yang bersangkutan.1 • Tambak 1.

4.046.440 km2 dan hutan suaka alam dan wisata 0.. hutan negara dan lahan tanaman kayu-kayuan seluas 190.981 386 0 5. bahwa terjadi 19 20 www. sedangkan masalah pertanahan adalah masih banyaknya petak tanah yang belum bersertifikat.094 5.511 256.799 13 486 13 48 19 66 632 235.025 jiwa pada tahun 2002 menjadi 1. akibat pemanfaatan sumber daya alam yang tidak ramah lingkungan. 2006 Sumber: Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Jepara. Berdasarkan data diketahui bahwa luas lahan kritis semakin meningkat.386 6.71 km2. meningkatnya pencemaran lingkungan. Sedangkan pada tahun 2006 bertambah menjadi 56. Hak Milik Hak Guna Bangunan Hak Guna Usaha Hak Pakai Jumlah 234. Pada masa datang kerusakan lingkungan yang disebakan oleh hal-hal diatas akan semakin banyak.254 6.227 14 0 5. Salah satu indikator kualitas lingkungan hidup ditunjukkan dari luasnya lokasi lahan kritis. Jumlah kawasan lindung yang ada di Kabupaten Jepara pada tahun 2006 terdiri dari taman nasional 1 buah. atau mengalami peningkatan sebesar 27. hutan lindung 2 buah dan cagar budaya 4 buah.2 DEMOGRAFI Jumlah penduduk Kabupaten Jepara 5 (lima) tahun terakhir meningkat dari jumlah 979.748 berkurang dimana pada saat ini hampir sebagian besar hutan dalam kondisi gundul akibat penebangan liar. Akibat kondisi tersebut terjadi peningkatan kejadian bencana alam berupa banjir dan erosi. rendahnya kesadaran masyarakat dan kurang konsistennya penegakan hukum. Ini menunjukkan.304 1. Tabel 2. Namun secara umum jumlah bencana pada tahun 2006 menurun menjadi 6 kali.3 Lingkungan Hidup Tahun 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Kondisi lingkungan hidup dalam waktu satu dasa warsa terakhir cenderung mengalami penurunan kualitas.120 Ha. Tahun 2006 Permasalahan umum tata ruang adalah peningkatan perubahan peruntukan lahan pertanian menjadi non pertanian dan ketidakkonsistenan penggunaan lahan sesuai fungsi yang ditetapkan dalam perencanaan tata ruang.6 Jumlah Bencana Alam Frekuensi 12 15 20 13 18 6 Sumber: Bakesbanglinsos Kabupaten Jepara. 2. Namun ternyata secara kualitas kondisi hutan jauh Permasalahan pokok pengembangan lingkungan hidup adalah penurunan kualitas lingkungan hidup. 2. untuk itu isu ini harus mendapat perhatian khusus agar dampak yang ditimbulkan dapat dieliminir.923 123 0 4.078. 3.66 Ha menjadi 47. tahun 2003 seluas 37.1.503 3.djpp.36%. dan berkurangnya hutan produktif serta terjadinya bencana alam.id .go.252 752 13 3. baik saat ini maupun masa mendatang.037 jiwa pada tahun 2005. cagar alam 2 buah. dimana pada tahun 2000 jumlah banjir terjadi 7 kali dan tahun 2005 meningkat menjadi 18 kali. Lingkungan hidup menjadi isu sentral hampir disemua daerah.96 km2 serta hutan lindung seluas 42.1. 2. hal ini ditandai dengan bertambahnya lahan kritis.921 524 0 254.depkumham.183 Ha pada tahun 2004. Kondisi hutan pada tahun 2006 secara kuantitas tidak terjadi pengurangan luas lahan.

083 2.23 Tabel 2.007 91.224 1.007 74.382 55.685 No.776 63.112 115.915 113. 8.071 826 2. 21 22 www. Sedangkan proporsi jumlah penduduk Kabupaten Jepara hanya sekitar 3.195 2.91 Juta jiwa).076 73.600 491 588 1.251 1.898 67. namun dengan angka sementara (2006) ternyata terjadi pertumbuhan yang meningkat.078.281 1.74 2006* 512.028.265 93.904 85.depkumham. Pemerintah Kabupaten Jepara menyadari bahwa ukuran kepadatan penduduk suatu Kabupaten akan lebih bermakna bila dikaitkan dengan potensi Kabupaten dan kondisi penduduk antar kecamatan di Kabupaten Jepara yang bervariasi. 4.428 18.215 0.560 79.27% dari jumlah penduduk Jawa Tengah (32. 1.767 68.55% per tahun. Gambaran sosial ekonomi masyarakat memang dapat ditentukan oleh tingkat kepadatan penduduk suatu wilayah.195 2.222 1.546 523.410 2.420 73.035 123.410 2.059.527 1.752 64.852 1.387 533.283 79.pertambahan penduduk sebesar 99. Tabel 2.980 91.7 Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Pertumbuhan Tahun Laki-laki Perempuan Jumlah (%) 2002 488.71 3 2006* Kepadatan 2.951 515.827 6.258 75.120 1.382 111. Namun sejak tahun 2006 jumlah penduduk laki-laki lebih besar dari perempuan.999 1.158 69.go.012 jiwa dalam waktu lima tahun atau mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 2.780 2.083 2.028. 7.577 70.039.6 38 Kepadatan 2.222 1.djpp.400 71.224 1. 4.037 1.367 53.332 8. Atas dasar data di atas penyebaran penduduk Kabupaten Jepara masih terkonsentrasi di wilayah Kecamatan Jepara dan yang terendah adalah Kecamatan Karimunjawa.510 535.664 81.510 laki-laki dan 535.713 3.001 1.288 119 1.564 8. 6.014 95.292 8.772 69.656 56.518 0. Namun demikian tingkat kepadatan yang ideal di Kabupaten Jepara tidak dapat ditentukan dengan pasti karena tergantung pada potensi yang dimiliki dan kemampuan penduduk di Kabupaten tersebut dalam memanfaatkan potensi yang ada.243 1.585 65.362 2. 2.288 119 1.972 64. 3.734 93.546 490.594 1.016 127.999 1.055 Jumlah 75.059. Berdasar hasil registrasi penduduk pada tahun 2005. 5.633 125.527 perempuan.757 1.997 0.586 70. Proporsi jumlah penduduk perempuan sampai dengan tahun 2004 lebih besar daripada laki-laki.132 1.000 penduduk laki-laki terdapat 987 penduduk perempuan.951 69.215 0. 3.844 70.527 1.439 68. Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2004-2005 dan *Disnakerdukcapil Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2005 dan *Disnakedukcapil Berdasar data di atas menunjukkan pertumbuhan penduduk tiga tahun terakhir (2003-2005) cenderung menurun.600 491 588 1.752 0. 5. 10 11 12 13 14 Kec Jepara Bangsri Batealit Kalinyamata n Karimunjawa Kedung Keling Kembang Mayong Mlonggo Nalumsari Pecangaan Tahunan Welahan Jumlah 2004 Jumlah 73.071 826 2.id .987 yang berarti setiap 1. jumlah penduduk Kabupaten Jepara berdasar jenis kelamin terdiri dari 542.8 Jumlah dan Kepadatan Penduduk No 1.91 2005 542.638 1.478 979.03 7 2005 Kepadatan 2.064 1.483 0.073 Jumlah 67.21 2004 526. Hal tersebut menunjukkan rasio jumlah penduduk laki-laki terhadap jumlah penduduk perempuan (rasio jenis kelamin) sekitar 0. 9.078.977 2. 2.025 2003 516.527 1.

Dari data yang ada menunjukkan bahwa migran ke Kabupaten Jepara tiga tahun terakhir naik dari 224 jiwa tahun 2002 menjadi 2.634 2009 1.039.10 Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia Tahun 0 –14 2002 285. Prosentase tersebut menunjukan angka beban tanggungan. Hal tersebut menunjukkan penduduk yang datang lebih besar daripada penduduk yang pergi keluar Jepara.445 Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2002-2005.180.738 dengan angka ketergantungan 44. Diolah dan Berdasarkan komposisi umur penduduk.87%.41.827 1.232.720 Angka Tahun Jumlah 979.djpp.587 2010 1.328 2005 314. membawa konsekuensi daerah ini sebagai tujuan mobilitas penduduk baik karena alasan pekerjaan maupun alasan usaha. Perbandingan penduduk yang datang dengan yang pergi pada tahun 2006 (angka sementara) menunjukan rasio 1 : 5.id . Diolah sebesar 331.1%.492 2012 1.698 2006* 296. maka dapat dilihat jumlah penduduk berdasarkan komposisi umur.194 688.069 47.go.544 2004 309.713 2002-2005 Sumber: Jepara Dalam Angka 2005.078. serta adanya rencana pembangunan pembangkit listrik energi alternatif.128.037 1.604 Sumber: Jepara *Disnakerdukcapil Usia 15 – 64 647.depkumham. Dari sudut pandang ini.430 712.Tabel 2.206.258. 23 24 www.154. penduduk Kabupaten Jepara tergolong dalam ciri Expansive yakni sebagian besar penduduknya berada dalam kelompok usia muda atau produktif (15-64 tahun) yaitu sekitar 66.630 709.4 Piramida Penduduk Tahun 2005 11981 70 – 74 60 – 64 50 – 54 40 – 44 30 – 34 16317 22411 33921 34395 42873 52554 66943 81876 85444 98513 20 -24 10 – 14 0 – 4 0 20000 40000 60000 80000 101798 114313 107065 105137 102496 100000 120000 140000 Untuk dapat mengetahui perbandingan antara penduduk usia produktif dengan penduduk usia tidak produktif.910 49.540 2011 1. Gambar 2.389 Dalam 65 keatas 46.602 1.025 1.421 pada tahun 2005. maka dapat dilihat bentuk struktur atau piramida penduduknya.028.681 2008 1.059.373 700. yang berarti 1 orang penduduk usia produktif menanggung 2 orang penduduk tidak produktif.844 50. yaitu perbandingan antara penduduk usia produktif dengan penduduk usia tidak produktif (0-14 dan 65 th keatas) pada tahun 2006 (menggunakan angka sementara) Jepara sebagai pusat perdagangan dan industri furnitur atau meubelair.9 Prediksi Jumlah Penduduk Tahun Jumlah Penduduk 2007 1. Tabel 2.762 2003 303.709 22.

80) 48.984 Tahun 2004 4 102.640 KK atau 42.116 (40.196 2006* 546 397 Penduduk Pergi 2003 152 141 2004 207 174 2005 262 230 2006* 737 702 Sumber: Jepara Dalam *Disnakerdukcapil Angka Tahun Jumlah 224 202 2.7% 1.273 14.225 1.29% dari jumlah penduduk sedangkan tahun 2006 (angka sementara) sebesar 101.3%. jumlah penduduk pencari kerja dan banyaknya penduduk migran.118.952 (37.111 34.911* 16.039.273 Jiwa atau 14.380 59.784 32. hal ini berpengaruh secara tidak langsung terhadap jumlah penduduk miskin.597 13.439 2003-2005 dan Tahun 2002 2003 2004 2005 2006* Tabel 2. Namun dilihat dari proporsi penduduk miskin terhadap jumlah penduduk. sehingga selama tiga tahun jumlah penduduk miskin naik sebesar 817 iwa.33) 39.401 6.421 937 293 381 491 1. Permasalahan umum di bidang kependudukan adalah pertambahan jumlah penduduk yang cukup tinggi dan masih tingginya jumlah keluarga Pra Sejahtera.984 2003 3 105. Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa terjadi penurunan jumlah keluarga Pra Sejahtera sebesar 1. Apabila dirinci dari sisi tahapan keluarga sejahtera tampak bahwa jumlah keluarga Pra Sejahtera pada tahun 2001 sebesar 105.80% dari jumlah penduduk.9% 1.227 13.059.3% Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2002-2005 Dari data pertumbuhan jumlah penduduk. beban tanggungan penduduk non produktif.871 (36.325 36.296 61.907 13. Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jepara pada tahun 2002 sebanyak 142.872 144.4%.11 Jumlah Penduduk Migrasi Migran Laki-laki Perempuan Penduduk Datang 2003 127 97 2004 132 170 2005 1.5% dari jumlah penduduk dan pada tahun 2006 (dengan menggunakan angka sementara) naik menjadi 148.637 61.638 143.554 59.881 2006* 6 101.095 2005 5 102.go.570* 62. Tabel II.871 KK atau 36.761 7.780 13.98) 44.802 23. kepadatan penduduk.875 7.489 (41.056* 41.856 23. artinya terjadi sedikit peningkatan kesejahteraan masyarakat dari sisi ekonomi.52) 41.037 147.5% 1.431 6.081 KK.djpp.828* 24.6% 1.582 (38.12 Jumlah Penduduk Miskin Jumlah Penduduk Persentase Penduduk Miskin 979.973* Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2001-2005 dan *Kantor KB Daerah 25 26 www.025 142.078.828 37.13 Penduduk Menurut Tahapan Keluarga Sejahtera Tahap Keluarga Sejahtera 1 Pra Sejahtera Sejahtera I Sejahtera II Sejahtera III Sejahtera III+ KK Berumah Tidak layak 2002 2 105.597 Jiwa atau 13.344 148.Tabel 2.id . persentase penduduk miskin turun sebesar 0.depkumham.108 22.219 24.15) 36.

Berikut akan diuraikan pertumbuhan PDRB dan kontribusi sektor PDRB selama empat tahun terakhir (2002-2005). analisis indikator ekonomi diarahkan untuk menciptakan keterkaitan ekonomi antar kawasan di dalam wilayah kabupaten dan keterkaitan ekonomi antar wilayah kabupaten. Berdasar hal tersebut. 2. Permasalahan pokok Keluarga Berencana adalah makin menurunnya persentase cakupan peserta KB aktif dan menurunnya pencapaian peserta KB MKJP. dalam rangka merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi Kabupaten Jepara kurun waktu lima tahun kedepan. Hasil analisis tersebut merupakan pijakan. Berdasarkan gambaran sepintas tentang perekonomian daerah di atas berikut akan diuraikan tentang struktur perekonomian daerah terkait kontribusinya terhadap wilayah dan ciri-ciri ekonomi wilayah. sarana prasarana (transportasi dan pelabuhan batubara).1 Struktur Perekonomian Untuk melihat pertumbuhan perekonomian Kabupaten Jepara secara umum. dimana pembangunan kedua hal tersebut akan membawa dampak yang sangat luas baik dalam ekonomi. 2.42% dari PUS. Apabila diurutkan.846 PUS sedangkan tahun 2005 sebanyak 198. Hal ini berarti akan meningkatkan potensi fertilitas. Pada tahun 2001 peserta KB Aktif yang menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) mencapai 20. Sedangkan hal yang akan mempengaruhi kondisi ekonomi Kabupaten Jepara lima tahun kedepan adalah adanya rencana pembangunan pembangkit listrik energi alternatif dan pembangunan Jepara The World Carving Centre.96%. besaran kesempatan kerja.Dilihat dari sisi keluarga berencana. hotel dan restoran hampir menduduki urutan berikutnya. serta meningkatnya pendapatan daerah. Kemudian sektor pertanian dan sektor perdagangan.354 PUS. serta proporsi PDRB Kabupaten Jepara pada PDRB Provinsi Jawa Tengah berdasarkan harga berlaku dan harga konstan tahun 2000. Hasil perhitungan PDRB atas dasar harga berlaku dapat menjelaskan besamya peran masing-masing sektor ekonomi. maka sektor unggulan pertama adalah industri pengolahan. berkembangnya usaha kecil dan besar. tahun 2001 sebanyak 181. hotel dan restoran merupakan andalan utama Kabupaten Jepara saat ini karena kontribusinya cukup besar. berdasar basis ekonomi dan sektor-sektor unggulan. diharapkan diperoleh pengetahuan mengenai karakteristik perekonomian wilayah dan ciriciri ekonomi kawasan dengan mengidentifikasi basis ekonomi kabupaten.3.31% dari PUS tetapi pada tahun 2005 mengalami penurunan yang cukup besar karena hanya mencapai 18. maka berikut akan disajikan melalui indikator perkembangan Produk Domestik Regional Bruto yang selanjutnya disingkat PDRB. 27 28 www.09% tetapi sebaliknya pada tahun 2005 mengalami penurunan hingga 74.3 PEREKONOMIAN DAERAH Dalam rangka penyusunan perencanaan pembangunan jangka menengah Kabupaten Jepara dibutuhkan analisis indikator ekonomi berbagai sektor pembangunan. Hal ini dapat dilihat pada tahun 2001 persentase peserta KB mencapai 73. sektor-sektor unggulan.djpp. Pada bidang ekonomi pembangunan pembangkit listrik energi alternatif akan meningkatkan perputaran roda perekonomian daerah. Dari analisis ini.go. maka dapat diketahui bahwa ketiga sektor yaitu sektor industri pengolahan. kondisi Kabupaten Jepara menunjukkan jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Kondisi ini tidak sejalan dengan peningkatan jumlah peserta KB Aktif yang cenderung menurun. pertumbuhan dan disparitas pertumbuhan ekonomi wilayah. hal tersebut berdampak pada peningkatan penyerapan tenaga kerja. sosial dan budaya masyarakat. Analisis ekonomi dilakukan untuk mewujudkan ekonomi wilayah yang sustainable melalui keterkaitan ekonomi lokal dalam sistem ekonomi wilayah yang lebih luas. Dalam pengertian tersebut.id . sektor pertanian serta sektor perdagangan.depkumham.

27 498.33 47.0602 Tahun 2004 2005 0.79 195.084. Jasa Persh Sedangkan berdasarkan atas dasar harga konstan 2000.92 363.093065 1. 5.0057 0. 1.344 4.969.436.382.434.686.13 0.04 293.2356 0. Gas dan Air Bersih Bangunan Perdagangan.2639 0.196.0930 1.710.2076 0.097242 1. Hotel Dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keu.124.0511 0.0445 0.0580 0. Dengan demikian dapat terlihat dengan jelas sektor-sektor yang merupakan andalan utama saat ini.867.83 336.2326 0. 3.0588 0.15 0.0126 0.494.023.12 30. 5.0063 0.357.69 0.0145 0.37 292. sumbangan tertinggi terhadap pembentukan PDRB empat tahun 29 30 www.057.02 158.17 4.001.405. maka berikut akan digambarkan masing-masing Kontribusi PDRB menurut lapangan usaha pada tahun 2006. 3.0667 0.15 Kontribusi Sektor PDRB Atas Dasar Harga Berlaku No.97 462.0725 21% 6% 1% 26% Pertanian Industri Pengolahan Bangunan Pengangkutan dan Komunikasi Jasa-Jasa Pertambangan dan Penggalian Listrik.984.0922 1.0118 0. 9. hotel dan restoran kontribusinya selama empat tahun menunjukkan angka yang relatif besar atau diatas 20% dari PDRB.233.id . Persewa.293.481.032.0921 1. 4.118.733.79 241.djpp.48 33. 8.654 2006* 1.25 1.56 256.5 Kontribusi PDRB Menurut Dasar Harga Berlaku Tahun 2006* Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 9% 7% 6% 23% 1% Secara rinci kontribusi masing-masing lapangan usaha terhadap PDRB selama empat tahun ditunjukkan pada tabel berikut.89 1.2442 0.00 Sumber: PDRB Kab. karena kontribusinya yang besar.925.0639 0.14 PDRB Menurut Atas Dasar Harga Berlaku No 1.039. Ketiga sektor utama yaitu sektor industri pengolahan. Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.658. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keu.144728 1.396.79 1. Jasa Persh 2003 0.69 1.2172 0.383.716.316.324. 4. Gas dan Air Bersih Bangunan Perdagangan.2144 0.453. 6.827 3.00 0.82 57.58 21.738.167.0628 0.789. 2.078. JEPARA) (diolah) Untuk mengetahui kondisi terkahir.87 9. 8.563.128991 1. Sektor Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.67 320.2698 0.182.164. Persewa.47 0. JEPARA (BPS Kab.46 939.05 5.008. 6.348.711.410.2274 0.depkumham. Tabel 2.059.87 63.018.223.856 2004 1.19 236.20 337.638 4.0670 2006* 0.59 1.949.97 24. Gambar 2.136 2005 1. Bangunan. Jasa Prsh Jasa-Jasa PDRB Pertumbuhan PDRB (%) Jumlah Penduduk (Jiwa) Pdpt Per Kapita (Juta Rp) Tahun (dalam jutaan) 2003 979.00 871.29 1.151.Tabel 2. Gas dan Air Bersih Perdagangan. Jasa-Jasa PDRB 0.07 5.726.547. sektor pertanian serta sektor perdagangan.2593 0.0905 1.010. Bangunan.058.36 74. 7.58 404.037 4.32 4. 7.0396 0.2108 0.2722 0. 2.go.30 380.0570 0.87 254.003.0060 0.335. Persewa Bang.091.324.435.00 0.0132 0.00 0.0053 0. Hotel Dan Restoran Keu.

48 873. 7.533.63 291.654.875. Gas dan Air Bersih Bangunan Perdagangan. sektor pertanian serta sektor perdagangan.0060 0. berikut akan digambarkan masing-masing sektor seperti pada gambar berikut ini.0578 0. 6.83 301.32 21.0071 0.29 952.2518 0.625.836.146.708. 9. 4. Lapangan Usaha 2 Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.83 3.507. sektor pertanian serta sektor perdagangan. 1.0584 0.0546 0.2227 0.0553 0. Hotel dan Resto Pengangkutan dan Komunikasi Keu.53 3.24 141.214. Tabel 2.938.63 179. 9.2690 0.059. 5. Dengan demikian dapat diketahui besarnya proposi sektor-sektor pada tahun 2006 (angka sementara) yang memberikan kontribusi terhadap PDRB Kabupaten Jepara.509.63 17.72 0.159 PDRB 1. Jasa-Jasa 2003 0.0612 0.2195 0.0542 0.0894 Tabel 2.328.687. 3.039999 1.192. hotel dan restoran.159. 4.904.22 315.009.272.47 0.703. Persewa Bang Jasa Prsh Jasa-Jasa PDRB Pertumbuhan PDRB (%) Jumlah Penduduk (Jiwa) Pdpt Per Kapita (Juta Rp) 2003 3 792.812. 7.110.0549 0.088 931.73 3.22 157.87 126.04 16.411. Hotel Dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keu.037 3.55 191.0402 0. Persewa Bangunan. Jasa Persh.894.0463 0. Secara rinci PDRB menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000 dapat dilihat pada tabel berikut.042305 1.95 15.djpp.0054 0. 1 1.34 186.0547 0.02 748.58 0.09 18.16 Kontribusi Sektor PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 No.47 844.0052 0.2730 0.311.638 3. Sektor Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.844. 3.0871 Tahun 2004 2005 0.19 19.887.2457 0.91 721.2477 0.2167 0.66 0.399. 31 32 www.631. Namun ketiga sektor utama pembentuk PDRB tersebut.827 3.078.349.838.671.332.2474 0.99 274.10 214.0048 0.0068 0. Sedangan kontribusi terendah terhadap PDRB adalah sektor Pertambangan dan Penggalian.042254 1118343.2775 0.49 172.0050 0.76 700.15 PDRB Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000 No.0884 2006* 0. Gas dan Air Bersih Bangunan Perdagangan.0066 0.00 1.depkumham.531.go.00 Sumber : PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 Untuk mengetahui proporsi tiap sektor pembentuk PDRB berdasar harga konstans pada tahun 2000.id .96 23. Sumber : PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 Dilihat dari kontribusi terbesar dari PDRB Kabupaten Jepara atas dasar harga konstan tahun 2000 adalah sektor industri pengolahan.037600 1. 6.039.22 173.110. hotel dan restoran.239.90 24.72 189.2204 0. 8.2755 0.00 1.164 2006* 6 868.17 3.terakhir juga pada sektor industri pengolahan.52 178.5 3.0434 0. 8.304.182.080.598.0515 0.026 Tahun (dalam Jutaan) 2004 2005 4 5 809. 2. pada tahun 2005 dibanding empat tahun sebelumnya tahun 2002 kontribusinya turun.75 901.0890 0.247.785.00 1.39 766.48 199. 5.226.381.003. 2.

Dengan performa pertumbuhan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa PDRB Kabupaten Jepara tumbuh di bawah nilai PDRB Jawa Tengah.6 Kontribusi PDRB menurut lapangan usaha berdasarkan Angka Dasar Harga Konstan Tahun 2006* 2003 2004 2005 2006* 4.056.716. 2690% Dalam melihat perkembangan struktur ekonomi daerah dalam konstalasi regional Provinsi Jawa Tengah. dimana terdapat sentra kerajinan ukiran kayu (Pusat kerajinan ini di Kecamatan Tahunan dan Jepara) yang ketenarannya hingga ke luar negeri. 33 34 www.263. Jasa Persh. sehingga menjadi leading sector dalam perekonomian.05 234. kontribusi terbesar didominasi oleh sektor Keuangan.08%.id . dan sektor pertambangan dan penggalian sebesar 8. 2.435. Persewa Bangunan.382. sehingga sektor ini juga selama ini memberikan kontribusi yang cukup baik bagi pendapatan daerah.41% Kondisi ekonomi di Kabupaten Jepara selama ini didukung oleh kebesaran industri mebelair sehingga Jepara dikenal sebagai kota ukir.168.825.542.881.74 2.33% 2. Sehingga akan dapat diketahui besarnya proporsi PDRB Kabupaten dalam membentuk PDRB Provinsi Jawa Tengah yang ditunjukkan pada tabel berikut.63%. Tabel 2. maka proporsi PDRB Kabupaten Jepara dibandingkan dengan PDRB Provinsi Jawa Tengah.depkumham. Selain itu.27% 2. sektor perdagangan.djpp. Banyaknya usaha mebelair ternyata mampu mendongkrak sektor industri pengolahan. Sektor ini dibanding delapan sektor lainnya memberikan kontribusi paling besar bagi produk domestik regional bruto (PDRB).2 Pertumbuhan Ekonomi Sektoral 2167% 515% 71% Pertanian Industri Pengolahan Bangunan Pengangkutan dan Komunikasi Jasa-Jasa Pertambangan dan Penggalian Listrik. di Kabupaten Jepara juga banyak terdapat tempat pariwisata yang sangat memikat wisatawan.010.3.481.00 2.018.877.655. persewaan dan jasa perusahaan sebesar 10.17 Perbandingan PDRB Harga Berlaku Jepara-Jateng Tahun 2002 Jepara 3. hotel dan restoran sebesar 8.435.31 255.45 PDRB (Dalam Juta Rupiah) Jateng % PDRB Jepara thd Jateng 151.48%. Hotel Dan Restoran Keu.323.383. namun apabila dibandingkan dengan PDRB Jawa Tengah selama empat tahun terakhir mengalami penurunan. Gas dan Air Bersih Perdagangan.54%.47 5.16%. sedangkan sektor konstruksi sudah mulai tumbuh sebesar 1.04 193.494.14% 2.go.14 171.13 5.56%. Pertumbuhan sektor ekonomi menurut lapangan usaha tidak semuanya menunjukan pertumbuhan yang positif.69 4.Gambar 2. namun sebagian besar mengalami pertumbuhan diantaranya adalah sektor pertanian tumbuh sebesar 6.11% Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 612% 542% 894% 2457% 54% Dari data tersebut di atas tampak bahwa PDRB Kabupaten Jepara mengalami peningkatan rata-rata 11.164.968.

13 0.77 0. Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik. 6.04 1.52 2004 1.12 0.djpp.83 1.70%.31 0. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.37 0. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan.11 0. 9.0423 Berdasar nilai LQ dapat diketahui bahwa beberapa sektor basis dapat atau berpotensi untuk dikembangkan di Kabupaten Jepara.17 0.13 0.48 0.23 0.17 1.89 0. Sedangkan beberapa sektor basis lainnya nilainya dibawah satu. 5.42 2003 1.16 0. Bahkan nilai LQ tidak lebih dari satu.22 0. 2. Melalui perhitungan nilai LQ. tetapi juga harus diperhatikan perkembangan PDRB per kapita dan pendapatan per kapita dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat.79 0.79 1.21 0. sektor pengangkutan dan komunikasi serta sektor perdagangan.85 0.65 9.depkumham. Persewaan dan Jasa Perusahaan.08 0.51 0.id . hotel dan restauran. Persewaan dan Jasa Prsh 2002 1. dapat diketahui sektor basis Kabupaten Jepara.165 0. 5.35 0.07 0. Persewaan dan Jasa Prsh Jasa-jasa PDRB Total 2003 0.10 0.67 1.20 0.06 1.12 0.17%.08 0.20 0.05 1.185 0. 6.08 0.0401 2004 0. 4. 3. Sesuai data PDRB tahun 2005 sektor yang paling utama adalah Keuangan.15 1. ternyata untuk tingkat Jawa Tengah sektor ini bersaing dengan daerah lain.3 Pendapatan Domestik Regional Bruto Per Kapita Perkembangan pembangunan ekonomi Kabupaten Jepara tidak hanya dilihat dari PDRB sektoral.05 0. Disusul kemudian oleh sektor pertanian.19 0. 1.085 0.12 0.87 0. 7. Gambaran mengenai PDRB per kapita merupakan salah satu indikator kesejahteraan masyarakat suatu daerah.14 0.10 0.33 0. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan.88 Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005.18 Pertumbuhan Ekonomi Sektoral Menurut Harga Konstan 2000 No.07 0. 2. Tabel 2.14 1.09 0.87 0.215 0. 3.84 0.12 1. 2. Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 Untuk mengetahui sektor ekonomi basis dilakukan penghitungan nilai LQ (Location Quotient) dengan mempertimbangkan kondisi PDRB Kabupaten Jepara terhadap PDRB Provinsi Jawa Tengah.19 Nilai LQ Menurut Harga Konstan Tahun 2000 No.18 0. 1.85 0.115 0.64 2005 1.Tabel.0376 2005 0.125 0.go.04 1. karena sektor tersebut memiliki nilai LQ tertinggi.13 0.0399 2006* 0.26 0. 7. Pertumbuhan PDRB Kabupaten Jepara selama empat tahun terakhir mengalami kenaikan rata-rata sebesar 11.08 0.3.88 0. 8. kenaikan PDRB tersebut sejalan dengan kenaikan Pendapatan Perkapita setiap tahun rata-rata naik sebesar 7.83 0.75 1.96 0.47 0. Selama empat tahun perkembangan PDRB per kapita atas dasar harga berlaku dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan yang cukup berarti. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.115 0. 2. Diolah 35 36 www. 8. Hasil dari penghitungan LQ menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan walaupun memberikan sumbangan terbesar pada PDRB Kabupaten Jepara.15 0. Jasa-jasa 0. Sektor Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik. 4.51 0.

531. 5. Tabel 2.97 Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005.599.47 3.20 PDRB.31%. 2002 4.Tabel 2.324 3. 2008 4. Tabel 2. Tahun 2002 2003 2004 2005 2006* PDRB Berlaku 3.go.69 4. 2005 4.814 3.039.4 Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 dan Jepara Dalam Angka 2002-2005 Pertumbuhan Ekonomi Secara Agregat Tabel 2. maka optimalisasi kebijakan pembangunan Kabupaten Jepara diarahkan pada pilihan alternatif kebijakan di bidang ekonomi yang dapat menciptakan multiplier effect dan peningkatan sumber pembiayaan pembangunan daerah.42 0.908. 2009 4.19 0.146.62 4. Penduduk dan PDRB Perkapita Menurut Harga Konstan No.136.059.74 5.021 Berdasarkan tabel di atas pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jepara setiap tahun mengalami peningkatan.708. dan kenaikan PDRB Perkapita atas dasar harga konstan selama empat tahun naik rata-rata sebesar 3.088. 4.276 3.309.110. 2. 2010 4.025 1.481.72 3.344 PDRB Per Kapita 3.782. Walaupun demikian ternyata selama empat tahun terakhir secara rata-rata PDRB per kapita Kabupaten Jepara menunjukkan kenaikan sebesar 2.856.28 Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2006 -0.997 4.032.76 3.654. 2.515.58 3.15 Jumlah Penduduk 979.827 1.733. 1.272.23 Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi No Tahun Pertumbuhan Ekonomi (%) 1.026.97%.018.745 3.344 PDRB Per Kapita 3.44 4.324 2.22 Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi Tahun No (%) 1.164.21 PDRB.118.3.47 5.056.398 4.078.742 3. 2004 4.34 3. 4. 2003 3. Peningkatan pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi pada tahun 2004.159.638 1.85 6.depkumham. 3.07 0.99%.873.01 2. Oleh karena itu dibutuhkan dorongan investasi pada berbagai sektor yang potensial untuk mendorong peciptaan 37 38 www.827 1. kecuali pada tahun 2003 yang mengalami penurunan.716.164.382.994.00 4. 2012 4.059.970 4. 2011 4.806. 2007 4.039. 1.118. Diolah Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 dan Jepara Dalam Angka 2002-2005 Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang diharapkan pada Tahun 2012 dengan skenario optimis sebesar 4. Tahun 2002 2003 2004 2005 2006* PDRB Berlaku 3. 3.39 2.23 5.13 5.494.383.097.id .010.232.078.655.037 1.724.05 Sedangkan perkembangan PDRB per kapita atas dasar harga konstan selama empat tahun tidak selalu naik.51 3.025 1. Pada tahun 2003 PDRB perkapita mengalami penurunan 2.159.856.27%. Penduduk dan PDRB Perkapita Menurut Harga Berlaku No. 5.66 Jumlah Penduduk 979.411.638 1.838.363.djpp.037 1. 2006 4.

serta investasi Non PMA dan PMDN.36% terjadi pada tahun 2006. Nilai inflasi terendah pada tahun 2004 sebesar 5.36 Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 Series1 2002 9. yang mana investasi tersebut mendukung perekonomian tumbuh dengan baik. Rata-rata laju perkembangan inflasi selama empat tahun adalah sebesar 10. Tabel 2. Nilai persetujuan penerimaan modal bersih PMDN diperkirakan akan semakin meningkat pada 39 40 www.51 2003 5.3. PMA tahun 2003 sejumlah 84 buah bertambah menjadi 99 buah pada tahun 2006.5 Inflasi 20 15 10 5 0 Series1 Gambar 2.88 2004 5. menyusul prestasi yang pernah diraih pada tahun 2005 sebagai Juara II yang pro investasi dari 35 kota atau kabupaten di Jawa Tengah. sedangkan PMD pada tahun 2002 sebanyak 5 buah dan tahun 2006 menjadi 8 buah.29 2006* 14.6 Investasi Berdasarkan data diatas perkembangan inflasi Kabupaten Jepara secara grafis selama lima tahun (2002-2006) terlihat sebagai berikut.id .36 2.djpp.7 Grafik Laju Perkembangan Inflasi Selama empat tahun terakhir (2002-2005) laju perkembangan inflasi Kabupaten Jepara menunjukan angka yang fluktuatif tiap tahunnya. Kondisi PMA dan PMDN jumlahnya selalu naik empat tahun terakhir.3.depkumham.29 2006 14.88 2004 5. 2.go.34%. Hal ini diperkuat dengan Kabupaten Jepara berhasil meraih prestasi sebagai Juara I Pro Investasi Tahun 2006.51 2003 5.24 Laju Inflasi Tahun Laju Inflasi (%) 2002 9.PDRB yang diikuti dengan peningkatan efisiensi terhadap pembiayaan investasi.65 2005 16.65% sedangkan inflasi tertinggi sebesar 14.65 2005 16. Investasi yang ada di Kabupaten Jepara terdiri atas investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA). Proses investasi di Kabupaten Jepara lima tahun terakhir berlangsung cukup baik.

0 2011 338.385. industri pertambangan (batu gamping.id . Bahkan industri mebel ukir yang kini berkembang menjadi industri furniture merupakan industri andalan Jepara.6 139.554.depkumham.034.178.25 Jumlah Nilai PMDN dan PMA Jenis 2003 2004 2005 2006* PMDN 60.6 8.574. diharapkan pada tahun 2011 akan mengalami peningkatan.307. Perkembangan investasi PMA dan PMDN tersebut dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 2.314.0 2009 274.233.djpp. kayu.652.0 2010 306. Diolah Secara umum baik investasi PMA dan PMDN maupun Non PMA dan PMDN. kelapa. produk kerajinan daerah (mebel. Jepara Tahun 2005. Jepara Tahun 2005 2.230. Jumlah pengusaha kecil pada tahun 2006 sebanyak 9. yaitu Timur Tengah dan Eropa.go.574. pasir dan marmer). sehingga mampu menjadi penopang ekonomi kerakyatan. serta membangun kemitraan yang kuat dengan berbagai dunia usaha maupun instansi pemerintah pusat.7 Perdagangan Prospek perdagangan di Kabupaten Jepara cukup baik. Sedangkan produk Kabupaten Jepara yang diekspor terdiri dari mebel. jumlah pengusaha menengah juga meningkat empat tahun terakhir menjadi 613 orang.373 8.769. Beberapa jenis perdagangan juga keluar masuk pelabuhan Jepara antara lain kayu.6 8.133. ukiran. Seperti halnya pengusaha kecil. Di samping itu yang tak kalah membanggakan adalah keberadaan logam monel dalam bentuk kerajinan emas putih.834.794.60 PMA 7.044.574.6 8.3.999.873 8.6 139.6 8.691.174. juga telah merambah pasar ekspor.111. ikan.0 2012 369. selengkapnya ada dalam tabel berikut. Produk Kabupaten Jepara yang diperdagangkan pada tingkat lokal maupun regional yang menonjol berupa tenun ikat troso dari sutra dan katun (sarung.070. monel).846.088. beras dan sapi. sprei.8 Perindustrian Untuk pembiayaan investasi Non PMDN atau PMA ini.517. bahan baju). Kontribusi sub sektor industri terhadap PDRB atas dasar harga konstan menunjukkan grafik peningkatan sejak krisis ekonomi tahun 1998. diharapkan mengalami kenaikan secara signifikan dengan tingkat efisiensi yang tinggi. baik jumlah kegiatan yang akan dibiayai maupun nilai investasinya.201.608 orang meningkat tajam selama empat tahun terakhir.4 8. propinsi maupun daerah lainnya. Dimana jenis produk yang diperdagangkan terdiri dari berbagai macam produk.156. Tabel 2.6 8.6 139. 2. ukiran.104. dan sudah menjadi produk unggulan Jawa tengah dan Nasional serta mampu menerobos pangsa pasar di 58 negara.0 2008 242.019. Pada tahun 2003 jumlah usaha industri kecil menengah 41 42 www. peningkatan program-program promosi investasi.074. kerajinan emas putih (monel) dan kerajinan anyaman (rotan dan bambu).tahun 2011 sebesar 2 kali dari jumlah sebelumnya.26 Proyeksi PMA dan PMDN Tahun PMDN PMA 2007 211.6 8.40 Sumber: Dinas Indagkoppm Kab. Perdagangan yang mendukung perekonomian daerah dibedakan dalam perdagangan di dalam negeri dan ke luar negeri. korden.0 Sumber: Dinas Indagkoppm Kab. Selain itu didukung oleh keadaan daerah yang kondusif.3. Sehingga diharapkan Kabupaten Jepara dalam lima tahun ke depan dapat mengalami perkembangan investasi yang signifikan. namun selama lima tahun terakhir menunjukkan kondisi penurunan.

tenun ikat troso.984 381. hal tersebut perlu ditekankan karena sektor pariwisata bersifat lintas sektoral dan lintas wilayah.000 2006 873. Luas kawasan industri selama empat tahun terakhir (2003-2006) tidak berubah yaitu seluas 832. Sarana dan prasarana penunjang kepariwisataan yang ada belum maksimal. Taman Nasional Laut Karimunjawa sekarang telah menjadi icon kepariwisataan unggulan di Jawa Tengah. yang pada akhirnya akan berdampak positif bagi PAD. antara lain kerajinan mebel.000 2005 831. potensi tersebut apabila ditangani secara maksimal akan mampu menjadi salah satu andalan yang dapat memberikan kontribusi yang cukup besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan Pendapatan Asli Daerah. Kabupaten Jepara mempunyai potensi kepariwisataan yang sangat lengkap apabila dibandingkan dengan daerah lain.id .682 355.628. elektronik. Tabel 2.229. karena sektor pariwisata mempunyai sifat multi player effect terhadap sektor lain seperti industri. konveksi.3. kerajinan.000 2003 776. Berbagai obyek wisata yang ada di Kabupaten Jepara yang menjadi daerah tujuan wisata diantaranya berupa : 43 44 www. keramik/gerabah. Sektor pariwisata di Kabupaten Jepara perlu mendapatkan penanganan secara serius dan terpadu.323 394. baik diobyek wisata yang ada di Jepara terutama di Taman Nasional Laut Karimunjawa.9 Pariwisata lokasi.895 unit.927.513 unit.446 340.) 2002 599.depkumham. Dalam menunjang keberadaan obyek wisata diperlukan fasilitas pendukung berupa sarana dan prasarana yang memadai.416. Untuk meningkatkan arus kunjungan wisatawan di masa datang ke Jepara diperlukan langkah-langkah strategis terutama dalam bidang promosi pariwisata.27 Jumlah Kunjungan Wisatawan dan Pendapatan Sektor Pariwisata Kunjungan Wisatawan Pendapatan Pariwisata Tahun (orang) (Rp. terutama wisatawan manca negara yang berkunjung ke Karimunjawa.djpp. karena fasilitas-fasilitas tersebut akan meningkatkan pelayanan kepada wisatawan yang berkunjung. 2. Penyediaan sarana prasarana dan fasilitas penunjang diharapkan akan memperbesar peluang investor untuk menanamkan modalnya di Karimunjawa. tahun 2006 meningkat menjadi 15.673 354.sebanyak 14.000 2004 790. Kabupaten Jepara memiliki beberapa keunggulan komparatif antara lain jumlah tenaga kerja sektor industri mebel sangat besar. baik melalui media cetak. Jenis industri yang berkembang dan merupakan komoditi unggulan.go. Lengkapnya fasilitas obyek wisata akan membuat wisatawan menjadi semakin nyaman dan lama tinggal di Secara umum arus kunjungan wisatawan baik domestik maupun manca negara setiap tahun mengalami kenaikan. Namun jumlah perusahaan industri sedang atau besar meningkat dari 24 unit (2004) naik menjadi 35 unit (2006). karena icon pariwisata Jepara terutama Karimunjawa telah menjadi tujuan wisata bahari yang telah dikenal masyarakat internasional. sedangkan keunggulan kompetitifnya antara lain kualitas produk industri yang sudah dikenal di manca negara. sehingga para wisatawan diharapkan semakin banyak membelanjakan uangnya. dan pameranpameran wisata baik lokal maupun internasional.200 Sumber: Sistem Informasi Profil Daerah 2006 Kepariwisataan yang ada di Kabupaten Jepara merupakan salah satu Daerah Tujuan Wisata (DTW) yang ada di Jawa Tengah hal tersebut sesuai dengan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Jawa Tengah.608 Ha.159. penyerapan tenaga kerja dan sektor-sektor lainnya.

Museum Kartini. Namun hal ini tidak dimbangi luas areal produksi yang menurun dari 38.640 ton menjadi 122. daya inovasi dan kreatifitas serta etos kerja dan profesionalisme. Pulau Panjang.189 ton (2006).735 ton. Hal ini menyebabkan jumlah produksi berkurang. Memancing. ayam pedaging 114. Benteng Portugis.691 unit. UKM 31. sayur-sayuran. Kerajinan Gerabah. Wisata Bahari Terpadu (Obyek Wisata Taman Laut Nasional Laut Karimunjawa). dan kerbau.896 ekor pada tahun 2006. Koperasi Non KUD 518 unit. Pulau Panjang. dan ketela pohon.582 Ha (2006).000 juta. dan Klenteng Hian Thian Siang Tee (Welahan). pada tahun 2003 sebanyak 24. Pada sektor peternakan dilihat dari jumlah populasi untuk ternak besar (sapi potong dan perah) mengalami kenaikan.106 orang.11 Pertanian dan Peternakan Kontribusi sektor pertanian tanaman bahan makanan dan peternakan terhadap PDRB atas dasar harga konstan cenderung mengalami peningkatan yang signifikan sejak tahun 2001 hingga 2005. Khusus untuk tanaman padi. kacang tanah. dan Hutan Sreni Indah. Kerajinan Monel. terdiri dari: Pantai Pasir Putih. Kerajinan Keramik. Wisata Sejarah (Makam Syeh Amir Hasan/Sunan Nyamplungan). Kemudian pada tahun 2006 populasi menurun untuk ayam buras 508. Pada sektor pertanian jenis komoditi potensial tanaman bahan makanan unggulan Kabupaten Jepara yang dapat dikembangkan adalah buah-buahan.306 Ha (2004) menjadi hanya 35. Sun Bathing.djpp. dari tahun 2004 hingga tahun 2006 jumlah konsumsi meningkat dari 120. Pada tahun 2003 populasi ayam buras 565. Terumbu Karfang dan Boiota Laut.465 ekor. terdiri dari: Pesta Lomban (Syawalan). Kerajinan Rotan. Sedangkan untuk jenis unggas pada ayam buras dan ayam pedaging mengalami penurunan populasi. terdiri dari: Air Terjun Songgo Langit. dan Snorkling. 18. ayam petelur 54.165 ekor dan itik 59.845 ton (2004) menjadi 158. Wisata Sejarah.429 ekor.223 ekor bertambah menjadi 24. Wisata Bahari terdiri dari Taman Laut Nasional Karimun Jawa. Sedangkan komoditi potensial peternakan yang memiliki nilai produksi cukup besar adalah: ayam. Kerajinan Kain Troso.910. terbatasnya akses terhadap sarana 45 46 www. Boating. Sentra Kerajinan Patung Mulyoharjo.536 ekor. Pantai Kartini. Makam Syeh Abu Bakar (Pulau Panjang). Pantai Tirto Samodro. Jambul Tulakan. Tracking.470. Volume usaha KUD sampai Desember 2006 sebesar Rp. padi.670 ekor dan itik 67. dan ayam petelur serta itik mengalami kenaikan populasi. terdiri dari: Pendopo Kabupaten. Koperasi Primer Non KUD 471 unit dan sampai Desember 2006 jumlah Koperasi menjadi 539 unit dengan KUD 17 unit. Sentra Kerajinan Ukir. ayam petelur 55. Untuk ternak kecil (kambing dan domba) populasi tahun 2003 sejumlah 61.depkumham. Pantai Kartini.3. Pantai Tirto Samudro.123 orang dan anggota Koperasi Non KUD 34. dan Sentra Kerajinan Relief Desa Senenan.go. Glass Bottom Board.• • • • • Wisata Alam (pantai dan pegunungan). Hutan Manggrove. Diving. dan prasarana teknologi informasi. Pusat Koperasi 4 unit. Tayub dan Emprak. dari 193. sapi. Oboroboran Tegalsambi.091 ekor.3.483 ekor.10 Koperasi dan UKM Jumlah Koperasi dan UKM tahun 2004 jumlah Koperasi Unit Desa (KUD) 17 unit. 2. Masjid dan Makam Ratu Kalinyamat/Sultan Hadirin.820 ekor.000 juta sedangkan untuk Koperasi Non KUD sebesar Rp.207 ekor.id . Permasalahan koperasi dan UKM adalah rendahnya struktur permodalan. Wisata Budaya. Dalam pengembangan sektor pertanian dirasakan masih kurang 2. ayam pedaging 216. kambing. dan Pulau Mandalika.270 ekor dan pada tahun 2006 meningkat menjadi 78. Jumlah anggota KUD 20. peluang pasar serta kurangnya kemitraan antar UKM. 56.

Hal ini menunjukan bahwa pasokan kayu yang berasal dari luar daerah Jepara cukup besar untuk memenuhi kebutuhan kayu olahan tersebut. Sedangkan untuk produksi perikanan darat/budidaya dari 1. komoditi unggulannya adalah kapuk randu.776 ton naik menjadi 5. saat ini dihadapkan pada perubahan yang dinamis dalam konteks globalisasi pada satu sisi. Sedang untuk produksi budidaya perikanan darat adalah ikan bandeng dan udang. keuletan. tebu.658.862.003.36 ton pada tahun 2006.13 Perikanan dan Kelautan Kontribusi sub sektor perikanan terhadap PDRB atas dasar harga konstan menunjukkan grafik peningkatan. Terkait hal tersebut berikut akan diuraikan kondisi sosial budaya daerah.3. menuntut adanya paradigma pembangunan yang adaptatif terhadap dua kutub kecenderungan tersebut sebagai upaya untuk menempatkan Kabupaten Jepara tetap menjadi Kabupaten yang terkemuka. Sampai tahun 2006 industri pengolahan kayu di Jepara sebanyak 3. namun sektor ini tetap merupakan lapangan pekerjaan yang menyerap tenaga kerja cukup besar. produksi penangkapan di perairan umum pada tahun 2003 sebesar 1.id . peranan sub sektor ini cenderung meningkat walaupun tidak terlalu signifikan.729. menjadi sebuah bandar yang cukup besar. hal ini dapat disebabkan antara lain karena Daya Dukung Lingkungan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan dan sudah terjadi gejala overfishing pada jalur I daerah penangkapan ikan di laut.300 m³ (2005).go.879. 2. 2.depkumham. Di Kabupaten Jepara saat ini terdapat empat situs bersejarah. Untuk hasil laut non ikan meningkat dari tahun 2003 sebesar 413. Jumlah tangkapan ikan laut pada tahun 2003 sebanyak 3.811 buah.537.12 Kehutanan Kontribusi sektor kehutanan terhadap PDRB atas dasar harga konstan cenderung mengalami peningikatan selama lima tahun terakhir. Permasalahan umum pertanian dan peternakan adalah secara ekonomis. namun ternyata jumlah kayu olahan naik dari 1. ketabahan dan kegigihannya.8 ton pada tahun 2006. kayu hutan rakyat.3.investasi di bidang agro industri.55 m³ (2006). bambu. untuk itu lahan penghijauan untuk penanaman pohon bahan kayu olahan perlu ditingkatkan. dan ikan teri.djpp.50 ton menjadi 2.49 ton tahun 2003 naik menjadi 2. Jenis komoditi kehutanan yang memiliki nilai produksi terbesar adalah kayu bakar rakyat.6 ton meningkat menjadi 1. Produksi perikanan baik perikanan laut maupun darat meningkat tiga tahun terakhir. Aryo Timur berhasil mengembangkan kota pantai kecil yang dikelilingi benteng berupa kayu dan bambu ini.4 SOSIAL BUDAYA DAERAH Sejarah Jepara menunjukkan bahwa pada tahun 1470 Jepara merupakan kota pantai yang baru dihuni oleh 90-100 orang serta dipimpin oleh Aryo Timur. Permasalahan yang masih dihadapi pada sektor perikanan dan kelautan adalah kondisi fluktuatif dalam grafik kontribusi terhadap PDRB dan nilai produksi dalam lima tahun terakhir. Hal tersebut dapat disebakan oleh menurunnya Hasil hutan non Hak Pemilikan Hutan (HPH) untuk kayu bulat dari 1. Permasalahan pokok sub sektor kehutanan dan perkebunan adalah khusus untuk sub sektor kehutanan cenderung semakin menurun kontribusinya terhadap PDRB selama 5 tahun. Dengan ketekunan. Sedangkan untuk perkebunan.740.081. jambu mete dan coklat.59 m³ (2003) menjadi 1.8 ton pada tahun 2006. karet.021. antara lain pada aspek 47 48 www.442. berturut-turut kemudian kelapa. dan arang rakyat. Kebesaran Kabupaten Jepara pada masa lalu serta potensi sosial budaya dan ekonomi yang dimiliki.71 m³ (2003) menjadi 9. Komoditas andalan sektor perikanan dan kelautan dari hasil tangkapan ikan di laut adalah ikan tongkol. ikan kembung.75 ton tahun 2006. 2. dan kecenderungan menguatnya semangat otonomi daerah pada sisi yang lain.

Provinsi Jawa Tengah baru akan menerapkan anggaran pendidikan 20 persen pada tahun 2008.53 2. kesejahteraan sosial. pariwisata.id . SLTP/MTs sebesar 1. karena SDM merupakan subyek atau pelaku dari pelaksanaan pembangunan. pada umumnya penyelenggaraan pendidikan di Jepara juga diselenggarakan oleh swasta.15 2006 APK APM 88.12 2005 0.19 62. Oleh karena itu apabila suatu daerah memiliki SDM yang baik.11 2006* 0.69 1. Sumber: Dinas P dan K Kabupaten Jepara. maka berikut akan diuraikan tentang APK dan APM masing-masing Jenjang Pendidikan. kebudayaan dan Indeks Pembangunan Manusia. Kabupaten berwenang dalam jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).djpp. Terkait hal tersebut harus diketahui dengan pasti jumlah siswa dan sekolah yang ada pada suatu wilayah. pendidikan dasar (SD/MI dan SMP/MTs) serta pendidikan menengah (SMU/SMK/MA). biaya terbesar dialokasikan untuk proses pembelajaran siswa. Seperti daerah lain.15 Sumber: Dinas P dan K Kabupaten Jepara.1 Pendidikan Tabel 2.05%. Kabupaten Jepara akan secara bertahap memenuhi anggaran pendidikan sesuai amanah Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional sebesar 20%.93 2004 APK APM 110.73%. Tabel 2.73 1. Berdasar hal tersebut Kabupaten Jepara pada 5 tahun kedepan akan memajukan pendidikan dalam semua tingkatan. serta jumlah Sekolah berdasarkan jenjang pendidikan.70 1. Angka Putus Sekolah. baik fisik maupun non fisik.18 98.27 2. maupun penyediaan sarana dan prasarana pendukung pendidikan. Namun pada tahun 2006 angka putus sekolah menunjukkan penurunan pada ketiga jenjang pendidikan sekolah dasar.67 1.29 Angka Putus Sekolah Prosentase dan Jumlah Angka Putus Sekolah Tahun SD/MI SLTP/MTs SMU/SMK/MA 2003 0. salah satu yang penting diketahui adalah Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM).0 0 2005 APK APM 86.00 99.19 62.15 86.depkumham.05 2004 0. Untuk melihat perkembangan urusan pendidikan pada lima tahun berjalan (2002-2006). maka SDM tersebut dapat menentukan karakter dari pembangunan ekonomi.go.pendidikan. Dari beberapa indikator pendidikan secara umum.60 Pengembangan pendidikan yang selama ini dilaksanakan di Kabupaten Jepara bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Dalam rangka memajukan pendidikan.53% dan SMU/SMK/MA sebesar 2. kesehatan.37 2. 2006 Data jumlah siswa putus sekolah pada tahun 2003 menujukkan SD/MI sebesar 0. sosial dan budaya daerah. sedangkan Pemerintah Pusat pada tahun 2009.52 63. 49 50 www.40 2.28 APK dan APM masing-masing Jenjang Pendidikan Pendidikan SD/MI SMP/MTs SMU/SMK/MA 2003 APK APM 110. 2006 Dalam penyelenggaraan pendidikan.4. agama. 2. Sejak pendidikan menjadi kewenangan wajib daerah. sekolah menengah pertama dan sekolah menengah umum. serta untuk pemeliharaan maupun pengembangan sekolah.

346 36 17.30 2.492 66 22.go.277 Swasta Sekolah Siswa 325 13.868 4.121 Guru SD/MI 4.depkumham. Hal tersebut ditandai dengan meningkatnya angka harapan hidup masyarakat dari 69. SMP/MTs.04 3. guru SMP/MTs tahun 2002 sebanyak 1. Gizi 2002 2003 2004 2005 2006 1.2 Kesehatan Sumber: Jepara Dalam Angka 2005 Berdasarkan jumlah yang ada pada setiap jenjang. Kabupaten Jepara juga akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakatnya. Da aspek tersebut bertujuan untuk meningkatkan dan memelihara mutu pelayanan kesehatan masyarakat. rendahnya kualitas tenaga pengajar. rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam pendidikan. menurunnya angka kematian ibu.095 orang. Tabel 2.061 Jumlah Sekolah Siswa 326 13. namun demikian masalah gizi buruk masih menunjukkan kondisi yang memprihatinkan dan sangat perlu mendapatkan perhatian.32 Kondisi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Tahun Indikator Kesga dan No.675 orang (2002) menjadi 4. Sistem Informasi Profil Daerah Dari data diatas diketahui rasio guru per siswa pada tiap jenjang tahun 2006 seperti berikut : TK rasio 17%.201 1. maka rasio siswa per kelas pada tahun 2006 sebagai berikut : TK rasio 20%. tahun 2006 menjadi 1.121 orang.87 85. guru SD/MI sebanyak 4.615 Guru SMU/SMK/MA 761 819 929 929 996 Sumber: Jepara dalam Angka 2005 Keberhasilan pembangunan pada urusan kesehatan salah satu indikator keberhasilannya dapat dilihat dari kualitas pelayanan. sedangkan guru SMU/SMK/MA sebanyak 761 (2002) dan menjadi 996 pada tahun 2006. dan tingginya angka putus sekolah. 51 52 www. SMP/MTs rasio 40% dan SMU/SMK/MA rasio 37%.2 tahun (2002) menjadi 70 tahun (2004).843 599 98. Tabel 2.id .Tabel 2. yang terdiri dari dua aspek.813 orang (2006).146 30 4.410 17 6. Persalinan Nakes 80.4 84. dan SMU/SMK/MA Tahun Keterangan 2002 2003 2004 2005 2006 Guru TK 1. Sehingga lima tahun kedepan diharapkan sarana kesehatan yang ada akan ditingkatkan. Kondisi indikator utama kesehatan Kabupaten Jepara menunjukkan perkembangan yang positif. Untuk itu dalam rangka menuju Indonesia Sehat tahun 2010.djpp.615 orang tahun 2006. Gizi Buruk 94 113 115 212 75 Sumber: Jepara Dalam Angka 2001-2004.816 10 1.9 91. sedangkan kenaikan jumlah guru tidak sebanding dengan jumlah siswa. SD/MI.868 4.813 Guru SMP/MTs 1.828 4. Kematian Ibu 15 20 20 17 12 4. SD/MI rasio 20%.31 Jumlah Guru TK.4.31 83. Kematian Neonatal 106 102 89 82 76 5. 2.171 1.337 1.338 Permasalahan pendidikan di Kabupaten Jepara antara lain masih rendahnya kualitas pendidikan.6 87 82.337 1. yaitu sarana kesehatan dan sumber daya aparatur kesehatan.675 4. Jumlah guru TK tahun 2002 sebanyak 1.034 orang menjadi 1.124 1. meningkatnya persentase Kunjungan Ibu Hamil (KIH).201 1.1 90.034 1.801 13 6. Rasio guru per siswa dimasa datang akan semakin kecil manakala jumlah siswa akan terus naik sejalan dengan pertambahan penduduk. SMP/MTs rasio 15% dan SMU/SMK/MA rasio 14%. terbatasnya sarana prasarana pendidikan.095 1. Kunjungan ke-4 Bumil 81 88. SD/MI rasio 24%.30 Jumlah Sekolah dan Siswa Menurut Jenjang Pendidikan Jenjang Pendidikan TK SD/MI SMP/MTs SMU/SMK/MA Negeri Sekolah Siswa 1 27 589 97.211 30 12.

35 Perkembangan Sarana Kesehatan 2006 No Jenis Fasilitas 2002 2003 2004 2005 1.872 1.102.05 No. Penurunan angka rasio hanya terjadi pada tahun 2004. RSUD Kartini 2006 Jumlah dokter umum pada tahun 2002 berjumlah 41 orang dan menjadi 136 orang pada tahun 2005. RS Khusus 1 1 1 1 1 4. 5.depkumham. Cat : jumlah penduduk* merupakan prediksi.31 6. Sistem Informasi Profil Daerah 2005 Berdasarkan pada tabel diatas tampak bahwa rasio dokter per 100. yaitu rata-rata per tahun sekitar 31.djpp. 9. 3. 2. Sistem Informasi Profil Daerah 2006. Tabel 2. 7.2005.638 1.33 Jumlah Tenaga Kesehatan Tahun Tenaga Medis 2002 2003 2004 2005 2006 Dokter Umum 41 52 43 81 138 Dokter Gigi 2 6 5 12 15 Dokter Spesialis 11 14 15 17 17 Perawat 242 239 132 430 435 Bidan 195 265 222 295 296 Ahli Kesehatan Masy.go. 4. 53 54 www. DKK Jepara 2006 Berdasar data diatas kondisi gizi masyarakat.09 14. kemudian dokter spesialis naik dari 11 pada tahun 2002 menjadi 17 pada tahun 2006.000 Penduduk No. Puskesmas Rawat Inap 5 5 7 9 9 5. Jumlah sarana kesehatan di Kabupaten Jepara selama lima tahun terakhir belum menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.037 1.34 5. RS Negeri Type B 1 1 1 1 1 2. Tahun 2002 2003 2004 2005 2006 Jumlah Dokter 52 66 58 98 155 Jumlah Penduduk 979. 11. Puskesmas Pembantu 44 44 44 44 44 Sumber: Jepara Dalam Angka 2001-2005. 8.47 9.728* Ratio Dokter Per 100.000 penduduk selama lima tahun mengalami fluktuasi naik turun. 10. 3. Tabel 2.039. Puskesmas 15 15 13 11 20 6.059. namun setelah itu sampai dengan tahun 2006 angka rasio selalu naik.35%. RS Swasta 3 3 3 4 4 3. 20 20 26 Dukun Anak 571 560 550 Tabel 2.078. 2. merupakan hal utama yang perlu mendapat perhatian khusus. Sumber: Jepara Dalam Angka 2001-2004.34 Ratio Dokter Per 100. 4. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan jumlah sarana sedikit mengalami peningkatan kuantitas selama lima tahun. 1.000 Penduduk 5. 1. Hal tersebut dikarenakan kenaikan angka gizi buruk dari tahun 2001 hingga 2005 cukup tinggi. 5.71%. 18 18 24 31 Apoteker 14 25 31 35 Ahli Gizi 21 21 27 30 Analisis Laboratorium 13 23 25 29 Ahli Penyehatan Lingk.id . Bahkan pada tahun 2004 ke tahun 2005 kenaikannya mencapai 84. 6.025 1.

namun masalah kemiskinan dan pengangguran tetap merupakan salah satu faktor penghambat pembangunan daerah. Jumlah kasus kejadian luar biasa (KLB) menunjukkan kenaikan selama empat tahun terakhir. ternyata berdampak pada adanya penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Kabupaten Jepara. Gelandangan 2 5 5 5 5 7. Kedepan KLB ini perlu penanganan komprehensif seluruh komponen masyarakat dan aparat.807 6.depkumham.044 26 5 3 2005 28 1. Untuk itu upaya yang perlu dilakukan dalam meningkatkan sarana kesehatan adalah meningkatkan type rumah sakit dari type B menjadi type A.951 5. Anak terlantar 4. DKK Jepara 2006 Perkembangan sarana kesehatan yang menunjukkan bertambah hanya posyandu dan apotik.032 22 5 3 2004 14 1.56.594 38.116 5.4.502. Jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial ini akan semakin bisa ditanggulangi manakala ada upaya pemberdayaan yang efektif terhadap berbagai kelompok organisasi sosial kemasyarakatan yang selama ini ada di Kabupaten Jepara.3 Kesejahteraan Sosial Meskipun pendapatan per kapita secara makro penduduk Kabupaten Jepara tergolong cukup.813 6.573 5.003 59. 55 56 www. 8.520 48. Kesejahteraan 2002 2003 2004 2005 2006 Sosial 1. Lanjut usia terlantar 4.780 10.7%.064 35 4 3 Sumber: Jepara Dalam Angka 2001-2004.000 jiwa selama lima tahun.135 71.014 19 5 1 2003 11 1.316 4.pada tahun 2006. Bekas narapidana 484 495 386 378 Jumlah 54. 11.210 5..55% selama empat tahun ini merupakan salah satu penyebab naiknya jumlah penduduk miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial lainnya. 10.791 5.djpp.049 30 4 3 2006 28 1. Secara persentase angka penduduk miskin dibanding yang tidak miskin 13. Tuna susila 66 37 38 21 6.863 2.451 3. jadi sifat penanganan tidak parsial hanya di Dinas Kesehatan.846 54. Jenis Fasilitas BP Swasta Posyandu Apotik Toko Obat Laborat 2002 11 1.639 38. Kenaikan nilai kebutuhan hidup minimum sebesar 25. Selain itu untuk meningkatkan pelayanan kesehatan perlu diupayakan penambahn puskesmas ke semua wilayah. Namun pada tahun 2006 jumlah kasus naik menjadi 42 kasus dengan 287 penderita dan menyebar pada 12 kecamatan.naik menjadi Rp. 2. Pengemis 41 46 59 79 59 8.933 5.701 5.070 4.36 Perkembangan Penyandang Masalah kesejahteraan Sosial Jenis Masalah Tahun No. Untuk penyandang masalah kesejahteraan sosial yang paling banyak adalah penyandang lanjut usia terlantar dan paling kecil jumlahnya adalah gelandangan. Keluarga miskin 38. Dengan adanya penduduk miskin sebesar rata-rata 144.500.No 7.id .go.539 5. 9.940 56. Penyandang cacat 5.935 4. Sistem Informasi Profil Daerah 2006. tahun 2002 terjadi 3 kasus dengan 71 penderita dan jumlah kecamatan yang terkena 3 kecamatan.756 42. Tabel 2.630..183.645 Sumber: Jepara Dalam Angka 2002-2006 Nilai rata-rata kebutuhan hidup minimum pada tahun 2003 sebesar Rp.

menunjukkan peningkatan. atau meningkat rata-rata sebesar 3.017 orang (22.227 orang atau 35.176 orang (24.5%).806 36. 3.384 2003 529. 2. Faktor-faktor lain yang menyebabkan bertambahnya pengangguran.130 Karang taruna 194 194 194 194 Organisasi sosial & panti sosial 27 27 27 29 Sumber: Bakesbanglinsos Kabupaten Jepara.115 1. Pramuka.458 1.prasarana.500.86%.6%). Masalah pokok pemberdayaan perempuan adalah adanya persepsi sebagian masyarakat bahwa perempuan lebih inferior dari pada laki-laki.4 2005 1.-.174 orang). Sedangkan rata-rata upah minimum dari tahun 2003 sampai tahun 2006 menunjukkan kenaikan rata-rata 11.85% per tahun.837 2006 543.. menjadi 796 pada tahun 2005.918 2004 538.29% dari seluruh jumlah pegawai (11.98% per tahun.977 orang.525.4.555 37. belum adanya kesetaraan gender dalam berbagai pembangunan. tahun 1995 sebanyak 189. 2.053 Sumber: Sistem Informasi Profil Daerah Kabupaten Jepara. 1. namun hal tersebut juga diimbangi dengan bertambahnya angka pengangguran.depkumham.38 Angkatan Kerja dan Pengangguran Tahun Angkatan Kerja Pengangguran 2002 519. 2006 No. Tabel 2. KNPI. Partisipasi perempuan di instansi pemerintah pada tahun 2001 sebanyak 4. karena besarnya angka usia produktif pencari kerja dan banyaknya perusahaan yang mengurangi jumlah produksinya sehingga mengurangi pegawainya.000. pada tahun 2005 sebanyak 5. Organisasi yang menampung aktivitas kepemudaan antara lain Karang Taruna.145 194 31 Tenaga Kerja Aspek yang cukup penting dalam rangka peningkatan kesejahteraan sosial adalah pemberdayaan perempuan.606 38.221 orang atau 34. 57 58 www. Berikut ditunjukkan data angkatan kerja dan pengangguran selama lima tahun.37 Perkembangan Organisasi Sosial Tahun Jenis Organisasi Sosial 2001 2002 2003 2004 Pekerja sosial masyarakat 1. Hal ini disebabkan kenaikan angkatan kerja tidak sebanding dengan penyediaan lapangan kerja.369 1.376. Pada tahun 2003 besarnya rata-rata upah minimum Rp. Kondisi bidang olah raga menunjukkan bahwa jumlah cabang olah raga prestasi sebanyak 15 cabang dengan jumlah kelompok olah raga sebanyak 719 buah (2001).977 orang).dan pada tahun 2006 menjadi Rp.399 36. Permasalahan pokok kepemudaan dan olah raga adalah masih terbatasnya jumlah kelembagaan dan aktivitas kepemudaan dan terbatasnya sarana dan Pertumbuhan angkatan kerja selama empat tahun terakahir (2002-2005) menunjukkan kenaikan.902 37.624 orang. tahun 2005 menjadi 264.40% dari seluruh jumlah pegawai (15.id . Tabel 2. 2006 Dari data diatas menunjukkan bahwa bertambahnya angkatan kerja berkorelasi dengan bertambahnya jumlah pengangguran. tahun 2005 sebanyak 314.751 2005 540.go. Jumlah perempuan usia dewasa (usia 20-54 tahun). dan lain-lain seperti organisasi olah raga dan kesenian. Data tersebut menunjukkan adanya peningkatan partisipasi perempuan di instansi pemerintah sebesar 3. pembinaan dan kegiatan (event) olah raga.djpp. Jumlah pemuda (usia 15-30 tahun) tahun 1995 sebanyak 224.

667 11 4. pertumbuhan rumah tidak sebanding dengan pertumbuhan penduduk. misalnya pembangunan jalan.1 Perumahan Untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.289 orang dengan jumlah tempat ibadah sebanyak 4. Hindu 2.djpp.822 86 3. Katolik 1.446 KK.256 pada tahun 2006. 2. Islam 1. Penduduk menurut pemeluk agama berdasarkan hasil sensus penduduk terakhir menunjukkan bahwa penduduk Kabupaten Jepara mayoritas beragama Islam sebanyak 1. Dilihat dari kelayakan rumah.502 3 5. Disamping itu masih banyak perumahan kumuh serta masih banyaknya bangunan yang menempati tanah negara.028. pada tahun 2004 sebanyak 830 unit dan pada tahun 2006 menjadi 1. Pada sebagian infrastruktur.go. salah satunya adalah perumahan yang mana Pemerintah Kabupaten Jepara perlu mengembangkan pola kemitraan dengan pihak pengembang perumahan untuk memenuhi kebutuhan perumahan bagi masyarakat menengah kebawah. Hal ini menunjukkan bahwa kehidupan religius mewarnai kehidupan masyarakat Jepara. Luas kawasan permukiman pada tahun 2004 adalah 22. Sedangkan untuk masyarakat menengah kebawah melalui KPR/BTN. Kabupaten Jepara mempunyai penduduk yang heterogen dilihat dari agama dan keyakinan mereka. Budha 7. menurunnya pelayanan transportasi dan peningkatan permintaan tenaga listrik dan air bersih. Urutan kedua adalah pemeluk agama Kristen sebesar 23. Perkembangan pembangunan di bidang spritual dapat dilihat dari banyaknya sarana peribadatan masing-masing agama. Agama Pemeluk Tempat (orang) Ibadah 1. Beberapa masalah infrastruktur yang perlu mendapat perhatian antara lain meningkatnya permintaan perumahan.4.5 Agama Dilihat dari penduduknya. tahun 2006 menjadi 7.5. pemerintah masih bertanggungjawab terhadap pembangunan dan pemeliharaannya. Sedangkan untuk pemenuhan kebutuhan perumahan bagi masyarakat menengah ke atas sudah dilakukan oleh pengembang swasta.545 24 6. diikuti dengan tumbuhnya pondok pesantren dari 154 pada tahun 2003 meningkat menjadi 196 pada tahun 2006.301 unit.532.822 orang dengan tempat ibadah sebanyak 86 tempat ibadah.2.256 Ha bertambah menjadi 22.5 PRASARANA DAN SARANA DAERAH Pembangunan infrastruktur akan dihadapkan pada terbatasnya kemampuan pemerintah Kabupaten Jepara untuk menyediakannya. tahun 2002 jumlah KK berumah tak layak huni sebanyak 6.004 tempat ibadah.depkumham. Permasalahan pokok perumahan dan permukiman adalah kurang konsistennya pelaksanaan tata ruang.289 4.028. Mayoritas penduduk yang beragama Islam.id . Konghucu 19 Sumber: Sistem Informasi Profil Daerah Kabupaten Jepara Tahun 2006 2. air bersih dan listrik. semakin keterbatasan lahan. Tabel 2. 59 60 www.39 Jumlah Pemeluk Agama dan Tempat Ibadah No. Kristen 23.528. dan keterbatasan kemampuan masyarakat.984 KK.004 2.

Saat ini hampir diseluruh daerah mengalami hal yang sama. menyebabkan munculnya terminal-terminal bayangan.5% per tahun.200 m2. tahun 1995 sebanyak 343 titik dan pada tahun 2005 sebanyak 1. Dari panjang jalan tersebut terdiri dari Jjalan Negara.depkumham. tahun 2005 sudah mencapai 38.881 4. yang meliputi AKAP. hipermarket). 2006* 7.djpp.41a Trayek dan Armada. Jalan Provinsi dan Jalan Kabupaten atau lokal.264 titik atau rata-rata mengalami peningkatan sebesar 2.446 Sumber: Badan Kesbanglinmas Kabupaten Jepara. terbatasnya titik penerangan jalan umum dan pemeliharaan oleh masyarakat. Tabel 2. belum optimalnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan maupun perawatan taman.095 3. 4. Klasifikasi tersebut sesuai dengan kewenangan penanganannya. 2.984 2. AKDP maupun Angkutan Perkotaan (Angkota) dan Angkutan Pedesaan (Angkudes). mengalami peningkatan rata-rata sebesar 51. dalam penanganan keberadaan pasar tradisionil yang mulai terdesak oleh pasar modern (supermarket.40 Perkembangan Keluarga Berumah Tidak Layak No. 61 62 www.3 Jaringan Transportasi Panjang jalan di Kabupaten Jepara sampai tahun 2006 cenderung tetap. apabila tahun 1995 seluas 6. 2004 7. Hal ini dikarenakan dalam kurun waktu lima tahun mendatang akan lebih banyak muncul pasar-pasar modern baru.156 m2.224 5.go.Tabel 2. Berdasar hal tersebut Sumber: Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara.2 Pasar Sarana perdagangan yang ada di Kabupaten Jepara pada tahun 2006 ditunjukkan berkut : pasar tradisionil 21 buah.id . Kondisi pasar tradisionil di Kabupaten Jepara masih didominasi oleh pasar tradisionil. pasar swalayan 1 buah.5. 3. 2006 seyogyanya di Kabupaten Jepara diperlukan suatu regulasi yang mengatur keberdaan pasar modern. Penerangan jalan umum tersebar di seluruh wilayah.5. 2. Permasalahan pertamanan dan penerangan jalan adalah keterbatasan jumlah ruang terbuka di perkotaan. Kondisi 2002 2003 2004 2005 2006 Angkota 12 13 13 14 15 Angkudes 18 19 21 30 32 Armada Angkota 195 207 207 214 223 Angkudes 263 214 308 397 419 Jumlah Angku Angkota des 30 456 32 421 34 515 44 611 47 642 Aspek lain yang sangat erat kaitannya dengan perumahan adalah aspek pertamanan dan penerangan Jalan.69% tiap tahun. 2006 Pesatnya keramaian wilayah tertentu di Kabupaten Jepara akibat dari adanya proyek-proyek besar yang kontinuitasnya lama. 2003 7. Perkembangan taman kota dilihat dari luasan taman mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Berdasar hal tersebut lima tahun kedepan perlu dipikirkan keberadaan terminal dan sub terminal baru di wilayah pengembangan. 2. 5. Sedangkan transportasi darat dalam pelayanan transportasi khususnya pelayanan angkutan umum yang terdaftar di Kabupaten Jepara terdiri dari beberapa trayek. Keluarga Berumah Tidak Tahun Layak 1. pasar grosir 1 buah dan mini market 18 buah. Untuk trayek Angkota dan Angkudes cenderung mengalami peningkatan dan diharapkan pelayanan angkutan umum semakin optimal. 2005 7. 2002 6. Angkota dan Angkudes Trayek No 1.

22 703. 5.21 28.78 35. terbatasnya prasarana dan sarana perhubungan.843 2.73 615.3 703.850 3. 2006 Permasalahan pokok transportasi dan telekomunikasi adalah masih banyak jalan dalam kondisi belum baik dan penurunan kualitas jalan.91 728.depkumham.68 7. penumpang 35.go. 4. rusak 28.68 km. berdasarkan kondisi jalan.3 703. yaitu belum meratanya sistem jaringan air bersih dan masih minimnya kapasitas air bersih.43 17. Permasalahan pokok air bersih adalah masih banyak penduduk atau rumah tangga yang belum Sumber: Sistem Informasi Profil Daerah Kabupaten Jepara. panjang jalan Kabupaten 703. 2006 Transportasi laut di Kabupaten Jepara ditunjang keberadaannya dengan adanya 2 pelabuhan laut (regional). diketahui jalan baik 623.328 2. Permasalahan klasik yang dihadapi berkaitan dengan air bersih adalah masih rendahnya kinerja pelayanan air bersih. 4 pelabuhan khusus (nasional) dan 2 buah kapal penyeberangan. baik untuk keperluan rumah tangga ataupun non rumah tangga.52 km.589 ton.40 129.619 274 39.05 623.356.26 105.62 728.43 17.152 2. Kerikir 3. diketahui jalan baik 570. Jumlah pelanggan PDAM mengalami peningkatan. Pelabuhan Jepara sebagai bagian dari pelabuhan laut Indonesia dalam kerangka negara maritim merupakan garda depan yang harus dibenahi untuk meningkatkan pengelolaan potensi laut dan lingkungan sekitarnya.4 Jaringan Air Bersih Kebutuhan air bersih pada masa mendatang harus menjadi perhatian Kabupaten Jepara. Tabel 2.5.093.85 810. 2 pelabuhan penyeberangan (lokal).00 17. dan rusak 5.328 orang dan barang 2.68 km. berdasarkan kondisi jalan.41c Kunjungan Kapal dan Produksi Angkutan No.358 Ket.91 728.28 27.68 7.05 Kelas Jalan 1.28 27. 1.62 729.69 574.77 703.118 pelanggan.00 7.095 365 40. menjadi 4.983 m3 tahun 2006 (angka sementara) Data tersebut menunjukkan bahwa semakin lama tingkat kebutuhan akan air bersih dari PDAM semakin meningkat.26 km. sedang 74. 2.41b Panjang dan Kondisi Jalan Tahun 2002 2003 2004 2005 675.73 kapal menjadi 621. 2. Kondisi transportasi laut menunjukkan adanya peningkatan aktifitas pelayaran yang direpresentasikan pada tingkat kunjungan kapal serta produktifitas angkutan orang dan barang yang mengalami peningkatan.30 574. Tabel 2.850 ton. No.626 2. Tanah Jumlah Kondisi Jalan 1.id .Kondisi prasarana jalan tahun 2001.69 728.547 203 33. TAHUN 2002 2003 2004 2005 2006 KUNJUNGAN KAPAL 483 491 561 582 591 PRODUKSI ANGKUTAN Penumpang Barang Kendaraan (orang) (ton) R-2 R-4 33. tahun 2001 sebanyak 3.21 km.095 1.52 80.31 km. menjadi 18. pada tahun 2006 jumlah kunjungan 63 64 www. 3. Rusak Jumlah Sumber: Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara.798 1.62 810.577 pelanggan tahun 2006 (angka sementara).92 17.763 1.90 87.22 km. mengingat air bersih merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi masyarakat. Sedang 3.68 7.150 m3.85 km.40 129.djpp.105 orang.00 7. Baik 2.088 922 42. Volume air PDAM yang disalurkan juga mengalami peningkatan. barang 2. penumpang 42. tahun 2001 kunjungan kapal sebanyak 470.801 2.803 2.16 5.00 20.18 728. Pada tahun 2006 panjang jalan menjadi 703. tahun 2001 sebanyak 11. sedang 105.30 570.62 702. Aspal 2.308 2. Kondisi 2006 785.

Saluran a.090 827.391 2.5 m3.000 17.000 14.487 2.05 m3. irigasi sederhana Bangunan Air : 1.3 m3.702 8. Bronjong 114 114 127 137 137 c. Tabel 2. Jepara 2006 2. Sekunder 827. Bangunan Lainnya 480 487 495 495 495 Sungai 38 38 38 38 38 Sumber: Dinas PU. Rumpon 272 272 269 259 259 2.360.067.702 8.660 8.597. Tabel 2.41 Banyaknya Pelanggan Air Bersih Jumlah Pelanggan Air yang Disalurkan (m3) 11.008 5.810 12.853 2.id . tahun 2006 menjadi 713. perlu dukungan pengairan yang baik. dari tahun ke tahun mengalami kenaikan sejalan dengan makin bertambahnya aktivitas masyarakat.000 No.855.go.630 8. Irigasi ½ teknis 12.5 m3.5.5 Jaringan Irigasi Lahan pertanian yang masih cukup luas di Kabupaten Jepara.djpp.853 2. Fungsi irigasi sangat diperlukan mengingat untuk menunjang penyediaan bahan pangan.700 4. Primer 8. Volume sampah padat tahun 2001 sebesar 175.mendapatkan air bersih. 2. Bendung a. Hal inim menjadi tanggung jawab Pemerintah dan Pemerintah Daerah untuk menjamin hak setiap orang dalam mendapatkan air minum sebagai kebutuhan pokok minimal sehari-hari guna memenuhi kehidupan yang sehat dan bersih. 4.090 3.depkumham. Bangunan Air dan Sungai TAHUN Jenis Data 2001 2002 2003 2004 2005 Luas sawah irigasi : 1.090 827. 1. 3.000 15.41 Luas Sawah. Tahun 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Sumber: Jepara Dalam Angka 2001-2005 2.573.749 3.114. tahun 2006 menjadi 569.6 Persampahan Volume sampah. baik sampah cair maupun sampah padat.090 827.577 5.000 12.702 b.709 12. 5.660 2. 6. Permasalahan persampahan adalah masih rendahnya cakupan pelayanan persampahan dan bertambahnya volume sampah yang didaur ulang serta belum optimalnya tingkat kesadaran masyarakat tentang kebersihan. Jumlah sampah terangkut ke TPA tahun 2002 sebesar 165.749 12. 65 66 www.628 8.702 8.213 4.702 8.118 3.473 2.5.090 827. Permanen 260 260 260 260 260 b.625 8.749 3.725 12. Irigasi Teknis 8.000 18.

139 150. pemberdayaan dan peran serta masyarakat.457 137.5 2.260 182.428 239.847 138.depkumham. daerah diharapkan mampu meningkatkan daya saing.170 4 2003 205 185 2. 2006 2. 3. Dengan kata lain tujuan yang diharapkan dari pelaksanaan otonomi adalah mewujudkan Good Governance penyelenggaraan pemerintahan dengan tiga pilar utamanya yaitu demokratisasi.43 Banyaknya Pelanggan Listrik PLN Jumlah Daya Kwh No.djpp. transparansi dan partisipasi yang bermuara pada perwujudan pelayanan masyarakat. Jangkauan pelayanan listrik hingga tahun 2006 telah mencakup 197 desa atau 100 persen wilayah telah terlayani.310 200.531. 2. Kondisi Volume sampah/hari (m ) Sampah terangkut (m3) Daerah pelayanan (Ha) TPA (buah) 3 2002 175. 2006 92. 2005 88. Adanya ketegasan fungsi dari kedua lembaga ini sangat bermanfaat bagi proses demokratisasi dalam penyelenggaraan sistem pemerintahan.523.538 272. pada pemerintahan daerah juga memberi penegasan fungsi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang merupakan badan legislatif daerah.026 4 Tahun 2004 528 422.6 PEMERINTAHAN UMUM Berlakunya otonomi daerah memberi peluang Kabupaten Jepara. berupa kewenangan yang lebih besar untuk mengelola pembangunan secara mandiri dan demokratis. Hal ini menandakan adanya pertambahan pemasangan.116 3. perkantoran maupun industri. pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan.1 Aparatur Pemerintahan Otonomi menuntut aparatur Pemerintah Daerah untuk lebih profesional dan mandiri dalam penyelenggaraan pemerintahan.443 4 2005 2006* 619. pemerataan dan keadilan. baik bagi perumahan.id .162 Sumber: Jepara Dalam Angka 2002-2006 2.143 3. 4.653.701.670 5.42 Perkembangan Persampahan No.318. 2. Tujuan pemberian otonomi yang luas kepada daerah diarahkan untuk terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan.Tabel 2. menuntut penyediaan kebutuhan listrik yang sangat besar.5 713.605 4. 2004 85.290 133.838. 1.3 4 4 Sumber: DKPPK Kabupaten Jepara.05 502 569.471. keistimewaan dan kekhususan serta potensi dan keanekaragaman daerah dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Disamping itu melalui pelaksanaan otonomi luas. sehingga check and balances dapat diterapkan menuju ke tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).778 237. 2002 121. Tabel 2. Lima tahun terakhir menunjukkan kebutuhan jaringan listrik bagi masyarakat Kabupaten Jepara meningkat tajam dari tahun ke tahun. dengan memperhatikan prinsip demokrasi.580. 2003 82.7 Jaringan Listrik Kemajuan pembangunan segala bidang di Kabupaten Jepara.go.5. Tahun Pelanggan Tersambung Terjual 1.744.124 2.879. 67 68 www.6.3 3.315.5 1. Selain aparatur Pemerintah Daerah (eksekutif).5 165.

3.540 5.400 2.918 145 1.520 5.6.313 1. Data Pegawai 2002 2003 2004 1. Tahun Perda Perbup SK Bup 1. 9.6.6.Tabel 2. Kantor 3 5. Badan 5 4. 4.depkumham. dinamis.2 Kelembagaan Sampai saat ini kelembagaan yang ada di Kabupaten Jepara masih mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2003. Setda dan Sekwan 2 2.47 Capaian Pelayanan Perijinan NO 1. Tabel 2.221 • Golongan II 2.44 Jumlah PNS dan Pegawai Non PNS Tahun No.46 Jumlah Produk Hukum Daerah No.416 2. Tabel berikut ini adalah produk Perda dan Perbup yang diterbitkan dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2005.166 • Golongan III 5.460 1.895 2006 1. 2006 2.id .go. 2006 2.574 5. 5. Sedangkan Peraturan Bupati dua tahun terakhir menjukkan angka kenaikan. 8. 2003 15 236 3. Kelurahan 11 7. Desa 183 Sumber: Setda Bagian Hukum Pemkab Jepara. dengan jumlah perangkat daerah sebagai berikut: Tabel 2. 2004 12 173 4. 7. Kecamatan 14 6. dan bertanggungjawab. Pegawai Non PNS 16 29 1. PNS • Golongan IV 416 416 1. 2. Tabel 2.djpp.029 • Golongan I 439 439 179 2. Dalam pelayanan publik ini harus disesuaikan dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang telah ditetapkan.367 5. URAIAN Ijin Gangguan / HO Surat Ijin Usaha Perdagangan Tanda Daftar Perusahaan IUI dan Perluasan Ijin Mendirikan Bangunan Ijin Reklame Ijin Usaha Angkutan Ijin Peruntukan Penggunaan Tanah Pemda Ijin Perubahan Tanah Pertanian Ke Non Pertanian 2003 545 570 284 124 342 588 83 0 3 Tahun 2004 605 745 752 292 670 205 107 102 7 2005 1198 1347 1351 339 1157 234 318 249 4 Sumber: Setda Bagian Hukum Pemkab Jepara. belum disesuaikan dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004.596 2005 1.147 Sumber: Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Jepara. 2002 17 265 2. 6. 2005 69 70 www.4 Pelayanan Publik Pembangunan daerah merupakan usaha mengembangkan dan memperkuat pemerintahan daerah dalam rangka makin mantapnya otonomi daerah yang nyata. Berdasarkan hal tersebut pelayanan publik yang dilakukan harus dalam kerangka menuju kepuasan masyarakat. 2005 9 16 165 2. Dinas 13 3.816 109 2.45 SOTK Pemerintah Kabupaten Jepara Perangkat No.3 Produk Hukum Daerah Program legislasi daerah yaitu peraturan daerah yang diterbitkan selama lima tahun menunjukkan angka yang fluktuatif tiap tahunnya. serasi. Jumlah Daerah 1.

Uang negara yang berhasil diselamatkan kembali juga meningkat dari sejumlah Rp.49 Perkembangan Aset Bergerak dan Tidak Bergerak Tahun Jenis Data 2001 2002 2003 Roda 2 51 51 43 Roda 4 12 12 20 Meja 18 10 10 Kursi 18 10 10 Sertifikat tanah Pemda & Wakaf 11 57 23 2004 81 14 30 30 19 2005 50 11 79 80 58 Sumber: Bagian Umum dan Pemerintahan Setda Kabupaten Jepara.depkumham. Tabel 2.48 Perkembangan Pemeriksaan Fungsional Jenis Data No. 71 72 www.520.945. sedangkan jumlah pencoblos sebanyak 560.020 orang sedangkan jumlah pencoblos sebanyak 537. 2006 Tabel 2.004. Pada tahun 2001 dari 144 obyek pemeriksaan ditemukan 456 temuan.id . 2003 144 476 476 197. Permasalahannya adalah belum optimalnya pendataan dan pengelolaan aset daerah yang dilindungi dengan status hak kepemilikan yang sah. 2004 144 437 441 318. untuk aset bergerak pada tahun 2004 sebanyak 6. Kondisi ini menunjukkan kinerja aparat pengawasan yang semakin meningkat seiring dengan upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN.415 orang. 2005 No 1. atau dengan tingkat partisipasi sebesar 94.115 4.6. sehingga secara keseluruhan aset yang berupa tanah dan bangunan yang telah bersertifikat baru mencapai 191 bidang. Pemilu 2004 sebanyak 24 Parpol.35%.049.go.6. yang ditunjukkan 2.609 orang. Permasalahan bidang pengawasan adalah meningkatnya jumlah temuan yang mengakibatkan kerugian pada negara. Pemilu 1999 sebanyak 48 Parpol. 2006 Upaya pengamanan aset tidak bergerak yang berupa tanah baru mulai dilaksanakan pada tahun 2000 sebanyak 23 bidang tanah. 5.252 3. 271.245 (2001) menjadi Rp. 3.djpp. 11. Jumlah partai politik peserta Pemilu 1997 sebanyak 3 Parpol.109. 57 bidang pada tahun 2002.109. 2. 2005 108 500 500 271. 19 bidang pada tahun 2004 dan 58 bidang pada tahun 2005.250. yang kemudian berturut-turut sebanyak 11 bidang pada tahun 2001.510 (2005). kondisi ini berdampak pada terciptanya peluang setiap komponen masyarakat terlibat dalam penciptaan situasi dan kondisi yang kondusif. 2001 144 456 456 130.6 Aset Daerah Pengelolaan aset atau barang daerah.6. 130.10.25 unit naik menjadi 7.016 m² naik menjadi 8.093. 4. Sedangkan aset tidak bergerak pada tahun 2004 sebanyak 7. 2.7 Politik Kabupaten Jepara terkenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi keragaman.43%. 2.510 Sumber: Bawasda Kabupaten Jepara.245 2. sedangkan pada tahun 2005 dari 108 obyek pemeriksaan ditemukan 500 temuan.139 5.093. Ijin Lokasi Ijin Usaha Pariwisata 8 37 2 8 5 4 Sumber: Kantor Yantap Kabupaten Jepara. Jumlah pemilih terdaftar tahun 1999 sebanyak 570. Tahun Obrik Tindak Setoran ke Temuan (LHP) Lanjut Negara 1.5 Pengawasan Jumlah temuan selama tahun 2001 sampai dengan 2005 terus menunjukkan peningkatan. 23 bidang pada tahun 2003. atau dengan tingkat partisipasi sebesar 76. Berdasarkan data diketahui bahwa situasi politik pada saat pemilu relatif aman terkendali. 2002 144 650 650 109.854 orang.089 unit pada tahun 2006.479 pada tahun 2006. pada tahun 2004 jumlah pemilih terdaftar sebanyak 733.

Sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). atau mengalami kenaikan rata-rata 8.422 buah.depkumham. Permasalahan politik lokal adalah menurunnya tingkat partisipasi politik masyarakat. Masih kurangnya lapangan kerja dan masih banyaknya pengangguran. Data. Cakupan infrastruktur Kabupaten yang masih terbatas. informasi dan komunikasi adalah belum berkembangnya perpustakaan daerah. Jumlah anggota sebanyak 1.dengan menurunnya partisipasi politik masyarakat pada Pemilu.788 (2005). Masih tingginya penyandang masalah kesejahteraan sosial.9% per tahun.8 Perpustakaan.427 pada tahun 2005.7 ISU-ISU PEMBANGUNAN Gambaran umum atau potret kondisi daerah yang telah diuraikan sebelumnya. 6. dijadikan dasar dalam mengidentifikasi isu-isu strategis pembangunan Kabupaten Jepara dalam menghadapi permasalahan dan tantangan pembangunan lima tahun ke depan.104 pada tahun 1999 meningkat menjadi 28.6. Jumlah personil Hansip (Linmas) mengalami peningkatan. 9. 2. tahun 2005 menjadi 11 buah. Informasi dan Komunikasi Jumlah koleksi buku di Perpustakaan Daerah pada tahun 2004 mencapai 3. tahun 2005 mencapai 5.9 Ketertiban dan Keamanan Jumlah konflik di masyarakat mengalami kenaikan pada tahun 2004. Sehingga isu-isu pembangunan yang faktual tersebut akan menentukan agenda aktual kebijakan. 5 buah. 2.260 (2001) menjadi 39. 2. 7. data. sasaran dan program pembangunan Kabupaten Jepara juga harus menampung berbagai sasaran dalam Millenium Development Goals (MDGs) yang merupakan komitmen Pemerintah Indonesia pada dunia internasional. terutama menjelang pelaksanaan Pemilu ataupun Pilkada. Belum mantapnya kondisi perekonomian daerah. 73 74 www. 3.297 buah. masih terbatasnya aplikasi sistem informasi dan komunikasi pada satuan kerja (terutama yang jauh lokasinya dari pusat kota). tahun 1995 sebanyak 7. Permasalahan terkait dengan perpustakaan. 5. 10. 2. Masih rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan belum optimalnya peran BUMD. 4. jumlah pengunjung meningkat dari 22. Potensi sumberdaya alam dan kelautan belum dikelola secara optimal. Teknologi informasi dan komunikasi internal Pemerintah Kabupaten Jepara yang telah digunakan adalah jaringan intranet maupun internet sebagai bagian dari pengembangan e-government yang menghubungkan semua unit pemerintah. sasaran serta program dan kegiatan pembangunan yang akan digulirkan selama kurun waktu lima tahun mendatang. Jumlah arsip dinamis in-aktif tahun 2001 berjumlah 2. Belum optimalnya relevansi dan kualitas pelayanan pendidikan. Belum terwujudnya tata kelola kepemerintahan yang baik (good governance) dan pemerintahan yang bersih (clean government). Berdasarkan hal di atas isu-isu strategis pembangunan Kabupaten Jepara antara lain adalah : 1.391 orang pada tahun 2005.300 orang. kurangnya kepedulian dan pemahaman pentingya arsip.go. meningkat dari 170 kasus (2000) menjadi 450 kasus (2005). menjadi 7.djpp. dan belum optimalnya fungsi penegakan hukum. Jumlah media cetak yang beredar di Kabupaten Jepara tahun 2004 sebanyak 8 buah.6. 8.id . masih rendahnya kesadaran hukum masyarakat. Jumlah pelanggaran ketertiban oleh Pedagang Kaki Lima. Kurang optimalnya kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Masih rendahnya daya saing produk lokal dalam persaingan pasar nasional dan global. Jumlah media penyiaran (radio) cenderung tetap. Permasalahan ketertiban dan keamanan adalah adanya konflik akibat proses demokratisasi.463 buah.

aman. Seperti moto Kabupaten Jepara yaitu “Trus Karya Tataning Bumi” yang artinya terus bekerja keras membangun daerah. maju. 3. BAB III VISI DAN MISI Dalam rangka meningkatkan dan/atau mempertahankan kinerja pembangunan menghadapi perkembangan perubahan lingkungan strategis yang sangat dinamis serta faktor-faktor berpengaruh yang berubah dengan cepat dan sering tidak terduga.go. melalui peningkatan kualitas sumber daya yang terlayani oleh pemerintahan yang bersih” Secara komprehensif perwujudan visi tersebut menggambarkan harapan yang dicita-citakan kedepan oleh segenap komponen masyarakat Kabupaten Jepara yaitu menjadikan Jepara yang religius. Belum optimalnya pengelolaan dan pemanfaatan potensi Kepulauan Karimunjawa.1 VISI Berbekal pada potensi dan kondisi strategis yang dimiliki. maka diwujudkan visi dan misi berbasis pada analisis lingkungan strategis dan isu-isu strategis. maka Kabupaten Jepara menetapkan visi lima tahun kedepan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012. maju. diharapkan visi Kabupaten Jepara sebagai pemicu bagi seluruh komponen masyarakat (stakeholders) untuk terus bekerja keras membangun daerah dalam rangka untuk mencapai visi yang dicita-citakan.depkumham. melalui peningkatan kualitas 75 76 www. demokratis dan sejahtera dengan bertumpu pada potensi budaya lokal. Belum optimalnya pengelolaan tata ruang dan lingkungan hidup. 12.11.id . 13. demokratis dan sejahtera yang kelimanya tidak dapat dipisahkan serta merupakan rangkaian proses bersama yang bertumpu pada potensi budaya lokal. Pemberdayaan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah belum optimal. sebagai berikut: “Terwujudnya Kabupaten Jepara sebagai daerah yang religius.djpp. aman.

kondisi sumber daya yang baik (sumberdaya manusia. Selanjutnya. 2.depkumham. Maju. Membangun ekonomi kerakyatan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya. karena kita bersama-sama menyadari bahwa manusia merupakan faktor paling determinan bagi berhasil tidaknya proses pembangunan dilaksanakan.2 MISI Selanjutnya visi tersebut dijabarkan dalam misi yang pada hakekatnya di arahkan untuk mendukung terwujudnya visi lima tahun kedepan.go. beretika dan berbudaya. Berdasar hal diatas visi tersebut mengandung filosofi bahwa Jepara merupakan daerah dengan masyarakat yang maju serta menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan supremasi hukum. masyarakat dapat merasakan pelayanan dasar yang layak sesuai dengan kebutuhannya. suatu daerah yang didukung dengan tersedianya kebutuhan sarana prasarana dan utilitas yang memadai disemua wilayah. moral dan etika yang didukung oleh imtaq dan iptek. Mewujudkan masyarakat yang rukun dalam melaksanakan hak dan kewajibannya dengan nyaman. Adanya pengertian tersebut diharapkan akan mendukung terselenggaranya kehidupan masyarakat Jepara yang lebih baik. Aman. Sejahtera.id . masyarakat dapat berekspresi menggunakan haknya. berbudaya serta mempunyai rasa toleransi antar dan intern umat beragama. 3. sehingga merasa nyaman untuk berusaha dan melakukan aktivitas. Demokratis. serta dapat memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani dengan tetap mengedepankan kearifan budaya lokal dan dukungan kualitas sumber daya yang ada dalam kondisi pemerintahan yang bersih. kondisi dan sikap masyarakat yang menjunjung tinggi nilai agama. Misi kedua terfokus pada pelestarian kultur daerah yang selaras dalam menajalankan hak dan kewajiban.sumber daya dan pemerintahan yang bersih. bermoral. dalam rangka untuk mendapatkan kesamaan persepsi tentang makna filosofisi visi di atas maka perlu dirumuskan pengertian dari beberapa kata kunci berikut ini. merupakan suasana yang kondusif dalam kehidupan masyarakat. Kualitas sumberdaya. sumberdaya alam mapun sumber daya buatan) merupakan tuntutan dasar dalam mendukung pembangunan daerah. sehingga kehidupan dalam masyarakat terlihat tentram dan damai. yaitu: • • • haknya. dengan • • • • • Religius. didukung suasana warga masyarakat yang dapat berekspresi menggunakan 77 78 www. partisipatif dan akuntabel serta berorientasi pada kepuasan masyarakat. Pemerintahan yang bersih. dengan tujuan agar tercipta kesinambungan arah pembangunan yang diinginkan.djpp. sehingga perkembangan wilayah satu dengan lainnya tidak akan tertinggal. Mewujudkan masyarakat yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. beretika. 3. Misi pertama difokuskan pada peningkatan kualitas manusia yang agamis. saling menghargai dan punya tanggung jawab sosial. saling menghargai dan punya tanggung jawab terhadap daerahnya. ditunjukkan dengan penyelenggaraan yang transparan. bermoral. masyarakat memiliki landasan yang kokoh dan berorientasi pada kearifan lokal dalam pembangunan dan memiliki kebanggaan terhadap daerahnya. Misi yang dirumuskan untuk mengemban pencapaian visi selama lima tahun yang akan datang adalah sebagai berikut: 1. Potensi budaya lokal.

6. Ketertiban dan keamanan lingkungan masyarakat merupakan prasyarat bagi terciptanya suasana tersebut. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan pelayanan.id . 79 80 www. pendidikan. karena SDM merupakan modal dasar pembangunan yang harus terus menerus ditingkatkan kualitasnya. Misi keenam difokuskan pada optimalisasi pelaksanaan otonomi ditujukan untuk mewujudkan good governance dan clean government melalui pemberdayaan aparatur pemerintah.djpp. Menciptakan iklim yang kondusif bagi berkembangnya demokratisasi dalam kehidupan bermasyarakat. untuk itu perlu didukung susana wilayah yang kondusif. Misi keempat difokuskan pada ketetapan menjadikan Jepara sebagai hunian yang nyaman. Sehingga potensi pertanian dan industri pengolahan merupakan sumber daya yang perlu dikelola secara berkesinambungan sebagai salah satu pilar kesejahteraan masyarakat. Oleh karenanya antar anggota masyarakat saling menghargai satu sama lain dan tidak mengedepankan kepentingannya sendiri. aspiratif dan partisipatif serta selalu menerapkan prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik dengan dukungan masyarakat. Misi kelima adalah merupakan tugas luhur dan mulia untuk menyiapkan generasi mendatang yang lebih baik. Untuk itu perbaikan penyelenggaraan pendidikan.go. pelayanan kesehatan dan penanganan kesejahteraan sangat penting dilakukan.Misi ketiga merupakan salah satu upaya untuk meningkatan kesejahteraan dengan jalan meningkatkan pendapatan masyarakat. kolusi dan nepotisme (KKN) untuk menciptakan good governance dan clean government. dengan lebih memberi kemudahan dan layanan yang memadai untuk mendapatkannya. Untuk itu upaya pengembangan ekonomi yang berbasis kerakyatan harus dijaga karena telah terbukti bahwa hanya perekonomian yang berbasis kerakyatan yang mampu tetap eksis walau diterjang badai krisis. 5. penciptaan pemerintahan yang demokratis. 4. derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.depkumham. Meningkatkan kualitas sumber daya aparatur melalui profesionalisme aparatur yang bebas korupsi.

4.1. sehingga merupakan pondasi yang kokoh bagi program pembangunan Kabupaten Jepara ditengah terpaan perubahan yang akan terjadi lima tahun kedepan. Dengan kelima strategi pembangunan daerah berikut ini diharapkan akan tercipta keterpaduan antara membangun manusia.1. menciptakan lapangan kerja dan kesempatan berusaha pada bidang-bidang yang menjadi unggulan daerah.3 Strategi Dinamika Yang Terkendali Strategi ini digunakan untuk mendukung pelaksanaan misi keempat. 81 82 www. Dinamika yang terkendali dimaksudkan agar terdapat ruang yang cukup bagi tumbuh dan berkembangnya dinamika pembangunan dari dan oleh berbagai elemen masyarakat dalam kerangka hukum. Bina Lingkungan pada strategi optimalisasi aparatur dan strategi dinamika yang terkendali.1. Strategi ini bertujuan memantapkan kehidupan beragama melalui pengembangan kegiatan kehidupan beragama dan peningkatan kerukunan beragama. serta mendorong kemampuan Strategi ini untuk mendukung misi kelima. 2. Bina Usaha pada strategi pertumbuhan. 4.BAB IV STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH 4. Peningkatan kualitas dan pemberdayaan sumber daya manusia dimaksudkan untuk mewujudkan pemberdayaan sumber daya manusia sesuai peran dan fungsinya dalam kelompok masyarakat dan lembaga pemerintah melalui perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan kesehatan terutama bagi masyarakat miskin serta kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraannya. maka perlu dirumuskan strategi yang dapat mendukung kebijakan dan sasaran pembangunan yang akan dicapai. 4.4 Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia Strategi ini digunakan untuk mendukung misi pertama dan kedua. 3.1 STRATEGI PEMBANGUNAN KABUPATEN JEPARA Dalam rangka pencapaian visi dan misi jangka menengah Kabupaten Jepara. kesejahteraan dan lingkungan dapat berlangsung secara sinergis dan kokoh.2 Strategi Pertumbuhan Usaha Strategi pertumbuhan digunakan untuk melaksanakan misi ketiga.1 Strategi Penguatan Masyarakat masyarakat dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat yang heterogen.1. Strategi pertumbuhan dilakukan dengan memfasilitasi dan mendorong masyarakat dan dunia usaha dalam setiap usaha dengan harapan dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi secara luas.djpp. maka strategi pembangunan daerah yang dilakukan terwujud dalam konsep “Tri Bina” yang terdiri dari: 1. Memperhatikan pada keenam misi yang ada. budaya dan agama. sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perwujudan perekonomian daerah yang kuat dan berkeadilan. dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat.go. Bina Manusia pada strategi penguatan masyarakat dan strategi pengembangan sumber daya manusia.depkumham.id . Konsep “Tri Bina” juga mampu menggambarkan hubungan sinergis diantara pemangku kepentingan pembangunan. 4.

83 84 www. Strategi ini untuk melaksanakan misi keenam. Konsistensi komitmen dalam prioritas peningkatan pembangunan pendidikan. Adanya dukungan dan komitmen utuh segenap stakeholders. 7. terkait kebijakan hingga operasional dalam pengembangan Kepulauan Karimunjawa. Faktor-faktor kunci dan asumsi keberhasilan pembangunan tersebut adalah: 1.depkumham.4.2 FAKTOR-FAKTOR KUNCI DAN ASUMSI KEBERHASILAN Dalam rangka menunjang perwujudan visi dan misi serta melaksanakan strategi pembangunan Kabupaten Jepara. Adanya konsistensi kebijakan pemerintah yang berpihak pada masyarakat. kesehatan. Meningkatnya responsivitas. 5. Adanya perangkat hukum dan upaya hukum yang tegas dibidang tata ruang dan lingkungan hidup. 4. Terbangunnya jejaring pengembangan dan ekspansi produk lokal pada pasar global. 3. serta untuk mewujudkan good governance.5 Strategi Optimalisasi Aparatur 9. Strategi ini menonjolkan peran SDM aparatur pemerintah pada percepatan pencapaian tujuan penyelenggaraan pemerintahan pada setiap fungsi sesuai kewenangan daerah dalam upaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan untuk antisipasi terhadap perkembangan lingkungan global. Adanya pemanfaatan dan pemeliharaan kondisi sumber daya alam dan kelautan secara bertanggung jawab. Adanya situasi dan kondisi daerah yang kondusif bagi pelaksanaan pembangunan. responsibilitas.1. 4. dan akuntabilitas aparatur penyelenggara pemerintahan. 6. 10. khusunya kelompok yang kurang beruntung. maka diperlukan faktor-faktor kunci dan asumsi keberhasilan pembangunan. 2. 8.djpp.go.id . Semakin jelasnya pembagian kewenangan penggalian sumbersumber pendapatan daerah dan komitmen pada pembangunan perekonomian daerah. Semakin baiknya kondisi pertumbuhan makro dan mikro ekonomi daerah. fasilitas umum dan kebutuhan pelayanan dasar lainnya.

000. Kebijakan yang berhubungan dengan tumpuan hajat hidup sebagian besar masyarakat. Dalam rangka memperkuat pelaksanaan otonomi daerah.pada tahun 2006 atau mengalami kenaikan sebesar 14.129. Berdasarkan regulasi tersebut dokumen RPJMD memuat kebijakan pendapatan daerah.djpp.. 5. 3. Untuk menyelenggarakan otonomi daerah yang nyata. Sebagai gambaran perkembangan sumber daya keuangan daerah yang direpresentasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menunjukkan bahwa selama empat tahun terakhir telah terjadi peningkatan yang signifikan terhadap kemampuan APBD Kabupaten Jepara dari sebesar Rp. Proyeksi APBD Kabupaten Jepara 2007-2012 menunjukkan bahwa APBD Kabupaten Jepara tahun 2012 akan menjadi sebesar Rp. Kebijakan yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi. maka Kabupaten Jepara lima tahun 85 86 www. hal tersebut tentu akan berpengaruh juga pada kemampuan pembiayaan pembangunan daerah. agar tercipta stabilitas ekonomi dan daerah. Kebijakan yang dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat. Dana Perimbangan dan Pendapatan Lain-lain yang Sah. Berdasarkan hal tersebut di atas maka prospek ekonomi Kabupaten Jepara dalam kurun waktu lima tahun kedepan diprediksi mengalami perkembangan yang cukup cerah dan signifikan.1 ARAH PENGELOLAAN PENDAPATAN DAERAH Dalam struktur anggaran pada pemerintah daerah terdapat tiga pos Pendapatan daerah yang merupakan sumber keuangan daerah. belanja daerah dan pembiayaan.120. 1. yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah. yaitu: 1.depkumham. 5. serta disertai proyeksi pendapatan daerah. alokasi belanja daerah.BAB V ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH 4. masih besar ketergantungannya terhadap dana perimbangan dari Pemerintah Pusat.000.id .005. Kebijakan yang ditujukan untuk mengatasi masalah mendesak dan diperlukan oleh masyarakat luas secara langsung.025 trilyun. 374. Kebijakan keuangan daerah untuk RPJMD berlandaskan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah yang pelaksanaannya berpedoman kepada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. 6. 558. Namun umumnya sebagian besar pemerintah daerah di Indonesia dari sisi pendapatannya. luas dan bertanggungjawab Kabupaten Jepara memiliki kewenangan dan harus mempunyai kemampuan untuk menggali sumber keuangan sendiri yang didukung oleh perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah. Sehingga perlu ditetapkan faktor-faktor yang mendasari dalam menentukan kebijakan keuangan daerah. agar pembiayaan pembangunan daerah dapat dilaksanakan secara optimal maka diperlukan suatu arah kebijakan keuangan yang tepat.go.tahun 2003 naik menjadi Rp. Dari proyeksi APBD tersebut. Kebijakan yang secara nyata dapat meningkatkan mutu sumber daya manusia. 2. Kebijakan yang secara nyata akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kebijakan yang dapat mendorong penyerapan tenaga kerja setempat. sumber dan penggunaan pembiayaan untuk periode lima tahun kedepan. 7.39% dari tahun sebelumnya (2005).385.

512.545.649.265 23. PAD 53.000 6. 1.167.049. Tahun 2003 2004 2005 2006 Rp. 558.445 milyar.1 Realisasi Pendapatan Kabupaten Jepara NO 1 URAIAN 2003 2004 2005 2006 Kemampuan kemandirian keuangan daerah merupakan faktor yang esensial dalam mengukur tingkat kemampuan daerah pada pelaksanaan otonomi.000 558.2 Persentase PAD terhadap APBD No.120.212.000 Rp.597.000.544 12.149. Perkembangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jepara selama empat tahun terakhir dari tahun 2003 hingga tahun 2006 menunjukkan angka yang fluktuatif. Salah satu yang dapat dijadikan ciri kemampuan daerah adalah melalui perkembangan PAD dalam struktur APBD.615 17.djpp.234.967 347.190. Tabel 5.936.354.239.000 26.110.579.586.063 27.657.209 798.973.964. Sedangkan komponen terbesar dari PAD diperoleh dari retribusi daerah sebesar Rp.832.025. 87 88 www.884 10.352.000.000 17.431. Komponen yang terbesar adalah Dana Alokasi Umum (DAU).924.000 19.450.824 8.000 14.785.597.499.000 12.675 877.692.682.356.493 9.355 Sumber: APBD Kabupaten Jepara 2003-2006 288.000. Rp.470.445.931.000. yang mana untuk menggali potensi pendapatan harus dilakukan secara sistematis dan terarah.782 24.957 562.000 1.542 16.69% PENDAPATAN 10 Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Bagian Laba Perusahaan Milik Daerah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah 20 Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak / Bagi Hasil Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan dari Propinsi 30 Lain-lain Pendapatan Yang Sah Bantuan Dana Kontinjensi / Penyeimbang dari Pemerintah Dana Darurat JUMLAH PENDAPATAN 53.954.777 0 17.237.335. Tabel 5.500.907.129.295 508.660. Pelaksanaan pendapatan daerah selama ini diperoleh baik dari kewenangan yang dimiliki daerah sebagai kewenangan daerah otonom untuk mengelola Pendapatan Asli Daerah maupun kewenangan lain yang bersumber dari ketentuan perundangundangan yang berlaku untuk membiayai penyelenggaraan pembangunan daerah.594.968. Sedangkan dilihat dari kontribusinya terhadap APBD selama empat tahun terakhir.703.234. maka kedepan harus direncanakan dengan akurat model intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah dan retribusi daerah serta lain-lain pendapatan yang sah sesuai dengan potensi pungutan.880 308.296.689.561 54. Rp.766.740. Rp.751 37.740. Untuk dapat merealisasikan penerimaan daerah tersebut dalam rangka kemandirian keuangan daerah.871.212.04% 12.000 392.000 30.377 31.851 411.000. maka ratio kemandirian keuangan daerah masih rendah atau rerata per tahun baru menyumbang 12.757.196. APBD 374.391.837.go.21%.558 11. 4.872.046 Sumber: APBD Kabupaten Jepara 2003-2006 Perkembangan keseluruhan sumber pendapatan Pemerintah Kabupaten Jepara pada tahun 2006 sebesar Rp.680 11.248.196.297 8.702.000 403. namun dari 2004 sampai 2006 mengalami kenaikan rata-rata sebesar 5.745.470. Oleh karena itu perlu adanya upaya penggalian pendapatan dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki seoptimal mungkin.000.587 20.000 276. 3. Perbandingan tahun 2003 dengan 2004 mengalami penurunan.000.589 248.000.662 11.000 258.502.705.000.275. 2.237.000 0 0 0 0 0 359.060. Rp.318 47.222.884 50. Dengan harapan secara bertahap daerah dapat meningkatkan kemampuan kemandirian keuangan daerah dalam memenuhi pembiayaan pembangunan.000.021 trilyun.659. 31.220.id .710 23.074.512.152.242.408.000 41.000.741 2.886.316.545.954.539.824 47.689.639.061. Rp.260. selanjutnya diikuti oleh Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan Provinsi.425 26.391.683. Rp.680 % PAD/APBD 14. 1.kedepan akan berupaya untuk menggali potensi pendapatan daerah tanpa harus membebani masyarakat.000 410.649.869 50.34% 12.340.37% 9.946.000 16.447.662 54.110.500.950.000.depkumham.019. Perkembangan yang telah dicapai empat tahun terkahir masih didominasi oleh dana perimbangan terhadap total penerimaan.176.366 21.05%.080.167.129 milyar dan diprediksi tahun 2012 mengalami peningkatan menjadi sebesar Rp.704 372.455 1.745.266.175.266.

232.140.999 1.643.3 Proyeksi Pendapatan Kabupaten Jepara NO Tabel 5.233 1.408.805.220.500.760.149 14.327.149.987.617.990 157.642 149.500 653.830.062.570 2.708.222.548 17.id .456.040 7.965 19.516.000 2 BELANJA APARATUR DA ERAH 01 Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Belanja Pemeliharaan 02 Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang / jasa Belanja Perjalanan Belanja Pemeliharaan 03 Belanja modal 123.00 539.041 93.127.283 10.868.322 Sumber: APBD Kabupaten Jepara 2003-2006.720 7.047.278 16.701 7.364. sehingga alokasinya diarahkan guna meningkatkan efisiensi.611.050 3.250 463.179.375.765.451.000 707.933.033.258.000 0 7.923 147.372.500 0 0 269.091.015 47.715.010.069. Rp.370 6.472.681.djpp.262.850.770 401.070.109 35. Rp.499.648.872.000 864.348 39.070 5.988.926.258.122.310 9.966.465 2.874.456.484.943.888.733.527.920.788.387 68.529 134.586 49.556.720.699 21.210 1.195.547.006.847.200 4.depkumham.555.770 5.425.876 244.379.181.838 2.589.570 1.440 1.896.605.818.785.915 16.400 42.400.580 3.955 21.494 57.990.196.887.249 0.563.805.527.737.747.280.297.975.759 65.546.320 7.611 3.106.351.2 ARAH PENGELOLAAN BELANJA DAERAH Belanja daerah merupakan pengeluaran untuk kebutuhan dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan dan kepentingan pelaksanaan pembangunan daerah.166.096. Rp.Tabel 5.774.539 3.728 2.269.595 1. Proyeksi 657.664 892.685.391 25.4 Realisasi Belanja Kabupaten Jepara URAIAN 2003 100.158.001 14.974.522.335 1.855.765.977 277.690 55.349 132.062.458.006 4.784 9.859 13.735 11.go.782.628.200. efektifitas.768.590 19.076.353 47.950.211.247.259 145.767.611.182.957.553.100. termasuk efisiensi dalam pencapaian keluaran dan hasil tersebut.880.198.692.601.453.125.397 23.436. berdasarkan tujuan dan sasaran pembangunan yang ditetapkan.000 3.000 786.646.819.598 47.484.981. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2004 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dinyatakan bahwa setiap jenis belanja yang dianggarkan harus memperhatikan keterkaitan pendanaan dengan keluaran dan hasil yang diharapkan dari program dan kegiatan yang dianggarkan.405 16.614.978.208.841.000 34.811.877.522.260 3.265. dan proporsionalitas.213.893 11.376.623.716 30.793 76.368.947.042 7.214.030.800.496.079.000.850.477 104.906.665.962.925.469. Rp.300.866.849 16.071 266.393 26.354.021.619.722.052.800 382.158.324.071.564 598.538 1.903.940.687.703.198 2.00 80.423.968.539. Diolah 27.536.600.114.351 2004 118.514.079.416 34.842.825 3.369.476 69.895.150.548 45.365.600 521.134.720.734.938. dimana dari sisi Belanja Daerah telah menunjukkan peranan yang cukup 89 90 www.892.935.091.816 172.370. 04 Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan 05 Belanja Tak Tersangka PELAYA NAN PUBLIK 01 Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang / Jasa Belanja Perjalanan Belanja Pemeliharaan 02 Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang / Jasa Belanja Perjalanan Belanja Pemeliharaan 03 Belanja Modal 04 Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan 05 Belanja Tak Tersangka JUMLA BELANJA H 9.679.266.594 7.513 2005 2006 Tahun 2007 2008 2009 2010 2011 2012 Rp.077 1.117.547.100 2.011.738.447 10.471.000 12.049.763 3.416.468 301.183.535.256.982.115.544.126. Belanja daerah terdiri dari belanja aparatur daerah dan belanja pelayanan publik.720.000 1.247.000 370.042.390.536.530 25.106.051.575 4.282 32.519 Sumber: APBD Kabupaten Jepara 2003-2006 Anggaran Belanja Kabupaten Jepara selama empat tahun terakhir yaitu tahun 2003 hingga 2006 mengalami kenaikan.970.769.458.102.010 40.277.082.847.233.000 943.344.846.194 146.344.266.637.354 55.110 495.300 5.830 385.398.844.581.269.060 175.068. Rp.877.

000 Sumber: APBD Kabupaten Jepara 2003-2006. Pembiayaan terdiri dari pembiayaan penerimaan dan pembiayaan pengeluaran.330.000. diperlukan langkah-langkah dan arah kebijakan keuangan daerah berikut: 1.861. menunjukan bahwa belanja daerah lebih besar dari pendapatan daerah.720 milyar (tahun 2006) menjadi Rp.306.851 2005 Rp. 1. Pada tahun 2003 total belanja daerah Kabupaten Jepara sebesar Rp.720 milyar pada tahun 2006. 5. 3. 2.527.370. Menyediakan sarana dan prasarana bagi pemungut penerimaan daerah yang bersifat mobilitas maupun pemberian operasional bagi penerimaan pendapatan.000 2012 Rp. Diolah yang mendesak. Dimana kebijakan umum anggaran yang diambil tetap mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.359. Namun kenaikan belanja daerah pada tahun terakhir naik sangat besar yaitu sekitar 30.563.213. Pembiayaan penerimaan merupakan alokasi anggaran yang dilakukan untuk menguatkan struktur pendapatan.502.411.23%.539. Meningkatkan kualitas pelayanan publik pada bidang-bidang yang berhubungan dengan penerimaan daerah.344 milyar naik menjadi Rp.300.385.357. Belanja daerah Kabupaten Jepara selama empat tahun terakhir mengalami kenaikan rata-rata 14.015 trilyun pada tahun 2012.278. 4. serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengelola 91 92 www.820.026.1.938. 539.335 Rp.depkumham. maka diakumulasikan dalam pembiayaan. 2.871. 3.334.000 2009 Rp. 539.720.500.387. Untuk meningkatkan sumber penerimaan daerah.644. 370.700.376.015.519 Rp.030. Untuk menutup defisit anggaran yaitu selisih antara pendapatan dan belanja yang terdiri dari penerimaan dan pengeluaran.447.djpp.id .408 2003 Rp.berarti terhadap pembiayaan pembangunan.562.706.957 2006 Rp.7 Belanja dan Pendapatan Kabupaten Jepara Tahun Belanja Pendapatan 2002 Rp. Berdasarkan realisasi belanja. Meningkatkan penyuluhan pada masyarakat untuk kesadaran membayar pajak dan retribusi daerah.401.400.000 2010 Rp.go.372.47%.784. sedangkan pembiayaan pengeluaran dilakukan sebagai konsekuensi kebutuhan Secara umum kebijakan keuangan daerah diarahkan pada peningkatkan kapasitas dan kemandirian kemampuan keuangan daerah disertai dengan efisiensi anggaran yang ditujukan bagi pembiayaan pembangunan.679.692.175.600.704 2004 Rp.771.328.049.3 KEBIJAKAN UMUM ANGGARAN Berdasar pendapatan daerah dan belanja daerah selama empat tahun terakhir (2003-2006). Mengoptimalisasikan sumber-sumber pendapatan daerah – khususnya sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah – melalui optimalisasi pendataan dan penerimaan wajib pajak dan restribusi daerah sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.000 2008 Rp.046 Sumber: Dispenda Kabupaten Jepara Tahun 2006 No 1.770 Rp.290.6 Proyeksi Belanja Kabupaten Jepara Tahun Proyeksi 2007 Rp.322 Rp. 5. diperkirakan belanja daerah pada tahun 2011 akan meningkat dari Rp. Tabel 5.140.000 2011 Rp.438.232.234. 4. Tabel 5.830 Rp.

Undang-undang tersebut pada prinsipnya untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan sumber daya keuangan daerah dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah. pelayanan umum dan daya saing daerah. dekonsentrasi dan tugas pembangunan yang diatur dengan sistem perimbangan keuangan antara pusat dan daerah mendapatkan pembagian dana perimbangan. Seiring dengan peningkatan pembangunan tersebut. bersumber dari Bagi Hasil Pajak untuk mendukung pendapatan yang bersumber dari dana perimbangan daerah.depkumham. Berlakunya Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Penataan performance budget melalui penataan sistem penyusunan dan pengelolaan anggaran daerah yang berorientasi pada pencapaian hasil atau kinerja secara efisiensi. Melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan yang 93 94 www.djpp. maka pemerintah daerah berdasarkan asas desentralisasi. penerimaan daerah. membawa perubahan yang mendasar dalam pengelolaan keuangan daerah. efektif dan berkesinambungan. Melakukan upaya koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk untuk lebih mengoptimalkan pendapatan daerah yang bersumber dari APBN dan APBD Provinsi Jawa Tengah guna peningkatan pembangunan sarana prasarana perekonomian dan pelayanan publik.id .go. maka untuk meningkatkan penerimaan daerah dapat dilakukan dengan meningkatkan dana perimbangan. Selain melalui optimalisasi penerimaan pendapatan. 6.5. 2. terutama yang terkait dengan atau dalam rangka optimalisasi pendapatan daerah. Peninjauan kembali berbagai kebijakan Pemerintah Kabupaten Jepara. Sehingga memberikan hasil yang baik dan biaya rendah. Untuk itu kebijakan yang dilakukan untuk meningkatkan dana perimbangan antara lain melalui: 1. dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

tetap merujuk pada RPJPD Kabupaten Jepara Tahun 2005-2025. kebijakan dan peraturan sebagai basis bagi pembangunan tahapan lima tahun berikutnya. meningkatnya etos kerja. Oleh karenanya kebijakan pembangunan Kabupaten Jepara pada RPJMD periode Tahun 2007-2012. meningkatnya kinerja pengendalian jumlah dan laju pertumbuhan penduduk. sehat dan religius melalui pembangunan multi sektor yang bermuara pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Jepara.BAB VI KEBIJAKAN UMUM DAERAH pembangunan. maka pada tahapan lima tahun pertama (2005-2009) dalam kerangka pembangunan jangka panjang ini diarahkan untuk melanjutkan derap langkah pembangunan yang sudah senafas dengan tuntutan peningkatan kinerja penyelenggaraan 95 96 www. didukung dengan sektor lain yang berdayasaing tinggi akan diupayakan pencapaiannya pada tahapan lima tahun pertama dengan fokus pada peningkatan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana ekonomi daerah yang diharapkan akan meningkatkan iklim kondusif dalam berusaha yang akan berdampak pada peningkatan kinerja ekonomi makro daerah dan penguatan kapasitas keuangan daerah. TAHAPAN PERTAMA RPJPD KABUPATEN JEPARA (2005-2009) Memperhatikan kinerja pelaksanaan pembangunan tahapan lima tahun sebelumnya.depkumham. dan wanita. berdaya beli). sekaligus sebagai upaya pencapaian pembangunan yang diharapkan.go. regulasi. Acuan kedua adalah peningkatan ekonomi masyarakat dan daerah berbasis pada industri. Kebijakan umum pembangunan jangka menengah Kabupaten Jepara akan menentukan agenda. Beberapa kebijakan pembangunan pada tahap pertama yang dapat dijadikan acuan adalah sebagai berikut. meningkatnya keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan toleransi antar umat beragama. meningkatnya etika dan moralitas.djpp. pertanian dan pariwisata. Lima tahun pertama pembangunan ekonomi jangka panjang akan semakin menunjukkan pergeseran dalam sektor basis ekonomi daerah. Hal itu sebagai suatu upaya untuk melanjutkan dan mempertajam penyelesaian masalah-masalah mendesak. Sehingga dalam pelaksanaan pembangunan daerah terdapat kesatuan arah yang jelas terhadap pemecahan masalah yang dihadapi oleh daerah sesuai dinamika masyarakat yang berkembang. yang ditandai dengan meningkatnya kualitas sumber daya manusia yang menangani bidang pendidikan (tenaga pendidik dan non pendidik). Kebijakan pembangunan daerah juga mengandung arti sebagai operasionalisasi dari visi dan misi daerah untuk jangka waktu tertentu. Oleh karena itu target yang diharapkan antara lain meningkatnya kualitas pelayanan dasar yang berdampak pada meningkatnya indeks pembangunan manusia (berilmu. Dengan demikian kebijakan pembangunan lima tahun kedepan disesuaikan dengan Tahapan Pertama RPJPD (Tahun 2005-2009) dan Tahapan Kedua RPJPD (Tahun 2010-2014). seperti berikut: 1. sehat. Sesuai dengan strategi dan dengan tetap mengacu kepada visi Kabupaten Jepara. tujuan dan sasaran program pembangunan lima tahun kedepan. pelayanan dan pemberdayaan di segala bidang. Acuan pertama adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berilmu (cerdas). remaja. Tahapan lima tahun pertama akan lebih difokuskan pada penataan dan pembangunan sistem. pemerintahan. meningkatnya kesejahteraan dan perlindungan terhadap anak. berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi.id . menurunnya bias gender. maka dirumuskan kebijakan pembangunan sebagai dasar penetapan pokokpokok pikiran. dan meningkatnya penangatan mitigasi bencana alam sesuai dengan kondisi Kabupaten Jepara.

Acuan ketiga adalah pengembangan tata pemerintahan yang baik didukung dengan kompetensi dan profesionalitas aparatur dalam pelaksanaan pembangunan. pemerintahan dan pelayanan publik.industri-pertanian (agro industri) akan semakin meningkat peranannya dalam perekonomian daerah. disamping tepat eksisnya industri pengolahan sebagai icon Kabupaten Jepara. Upaya pelestarian dan pengembangan kekayaan budaya. peningkatan kesadaran lingkungan hidup. penerangan jalan. dan pelayanan publik. yang akan ditekankan pada langkahlangkah pemantapan dalam perencanaan pengelolaan. kawasan Kepulauan Karimunjawa). Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi kesenjangan desa-kota. telekomunikasi.depkumham. pencemaran lingkungan menurun. dan lain-lain. Acuan keenam yaitu meningkatan kualitas lingkungan hidup didukung dengan pengelolaan tata ruang dan sumber daya alam secara berkesinambungan. menurunnya indeks kriminalitas. pemerintahan dan pelayanan publik. penguatan ketertiban dan keamanan daerah. perumahan. air bersih. demokratis. aman dan damai ditandai dengan menurunnya tingkat kerawanan daerah. peningkatan konsistensi peruntukan lahan. ketepatan penanganan penambangan. pemanfaatan dan pengembangan tata ruang dan lingkungan hidup. Arahan kebijakannya merupakan langkah-langkah untuk lebih memantapkan penataan kembali Kabupaten Jepara di segala urusan yang menjadi kewenangan daerah. kelistrikan. Dengan adanya pemantapan dalam aspek perencanaan. dan kondusif yang akan diprioritaskan pada langkah-langkah pemantapan situasi dan kondisi politik lokal yang kondusif. regulasi.go. dan tegaknya supremasi hukum untuk menopang (menjadi basis) kelancaran pelaksanaan pembangunan. kolusi dan nepotisme (KKN) dalam penyelenggaraan pembangunan. Kondisi pertumbuhan perekonomian Jepara yang semakin baik diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jepara yang akan ditandai dengan menurunnya angka pengangguran dan jumlah penduduk miskin. pertamanan. Acuan kelima yaitu pengembangan kehidupan sosial budaya dalam rangka mendukung terciptanya kondisi daerah yang tertib. Acuan keempat adalah peningkatan prasarana dan sarana yang menunjang pengembangan kawasan (wilayah) berbasis pada kemampuan dan potensi lokal yang akan diprioritaskan pada peningkatan dan pemeliharaan (rehabilitasi) sarana dan prasarana wilayah (terutama di kawasan pedesaan. konsistensi regulasi daerah-pusat. TAHAPAN KEDUA RPJPD JEPARA (2010-2014) Berdasar periode waktu RPJMD Kabupaten Jepara dari 2005 sampai 2012. transportasi. misalnya kebersihan.id . yang kesemuanya mendukung percepatan terwujudnya tata kepemerintahan yang baik. bahkan mampu untuk membangun embrio pagi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. dan tegaknya hukum. Muara dari upaya pemberantasan KKN adalah terciptanya kinerja pelayanan publik yang semakin prima. pada tahapan lima tahun pertama akan ditekankan pada peningkatan komitmen dan tindakan pengurangan korupsi. berbasis pada budaya bahari dan pesisir akan semakin relevan.djpp. 2. Peningkatan dan rehabilitasi sarana dan prasarana kewilayahan harus menjadi prioritas daerah dan mendapat dukungan atau peran serta swasta. yang pada akhirnya akan berdampak pada kepatuhan pada hukum sehingga persatuan dan kesatuan tetap dapat terjaga dengan baik. pemerintahan. meningkatnya demokratisasi lokal. yang hanya bisa terwujud apabila disertai dengan langkah-langkah penataan kebijakan keruangan dan kewilayahan yang konsisten dan terpadu. maka kebijakan pembangunannya juga harus memperhatikan tahapan kedua RPJPD. Kabupaten Jepara yang tertib. aman. 97 98 www. dan kebijakan tentang keruangan dan lingkungan hidup maka diharapkan akan membawa efek pada semakin membaiknya pengelolaan sumber daya alam dan mutu lingkungan hidup. menurunnya tingkat konflik.

Selanjutnya akan diikuti dengan langkah prioritas kedua. didukung dengan disediakannya berbagai prasarana dan sarana pelaksanaan tugas/pekerjaan yang memadai. pengembangan jaringan infrastruktur transportasi dan telekomunikasi yang memadai. Acuan keempat yaitu peningkatan prasarana dan sarana yang menunjang pengembangan kawasan (wilayah) berbasis pada kemampuan dan potensi lokal. kelistrikan. kesenjangan kesejahteraan turun). 99 100 www. dan sebagainya. penerangan jalan.go. dan lain-lain. transparan. didukung dengan adanya standar pelayanan minimum di semua tingkatan pemerintah. pembinaan dan pengembangan kelembagaan ekonomi lokal sehingga mampu berperilaku dan berkinerja global.Acuan pertama yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berilmu (cerdas). pariwisata atau perpaduannya. Acuan kedua yaitu peningkatan ekonomi masyarakat dan daerah berbasis pada industri. untuk tahapan lima tahun kedua diprioritaskan pada pembangunan sarana dan prasarana penunjang pembangunan kawasan. BOS. yaitu peningkatan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia aparatur yang handal untuk memenuhi tuntutan birokrasi masa depan. dan lain-lain). peningkatan kesejahteraan anak. laju pertumbuhan penduduk terkendali. Jumlah penduduk akan terus meningkat maka harus disertai dengan penyediaan fasilitas perumahan dan permukiman. dilengkapi dengan sarana prasarana pendukungnya yang memadai.id . perdagangan. penyediaan dan penyelenggaraan lembaga pendidikan. sehat dan religius. pertanian dan pariwisata. diharapkan pada pembangunan lima tahunan pertama fokus ini sudah mampu memberikan hasil yang cukup signifikan. angka kemiskinan turun. bahkan bila perlu diperkuat dengan kontrak pelayanan (citizen’s charter) dan pelayanan yang bersertifikat ISO. Selain itu perlu ditekankannya peningkatan kualitas dan kuantitas perumahan dan permukiman yang layak dan sehat. didukung dengan sektor lain yang berdayasaing tinggi. sekolah dan masyarakat – untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan. maka pada tahapan pembangunan lima tahunan kedua diprioritaskan pada penanganan yang lebih konkrit dan optimal terhadap pembangunan dan pengembangan sektor basis Jepara (industri. dan peningkatan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. lebih murah. Pelaksanaan misi keempat ini.djpp. pemerintahan dan pelayanan publik. Sehingga mendukung penyediaan dan penyelenggaraan pelayanan publik yang semakin berkualitas. Capaian lain yang diharapkan adalah peningkatan kesejahteraan rakyat (pendapatan per kapita naik. perlindungan anak naik. air bersih. peningkatan derajat kesehatan (usia harapan hidup naik. Langkah ini harus disertai dengan meningkatnya komitmen tiga pilar pendidikan – pemerintah. pertanian. tingkat pengangguran turun). pertanian dan pariwisata). Harapan masyarakat akan ditegakkannya pemberantasan KKN dalam lingkungan birokrasi semakin kuat.depkumham. remaja dan wanita (kesetaraan gender naik. misalnya melalui penyediaan biaya pendidikan (bea siswa. status gizi naik). Pengembangan sektor basis akan bermuara pada dimilikinya daya saing yang tinggi pada tingkat nasional dan internasional dari produk-produk unggulan dan andalan Kabupaten Jepara. Daya saing akan dapat meningkat bila didukung oleh sumber daya manusia yang handal dan dimanfaatkaannya teknologi produksi yang tepat guna sehingga dapat memberikan daya guna dan hasil guna yang tinggi. Setelah pada tahapan pertama difokuskan untuk mengembangkan prasarana dan sarana ekonomi. dan akuntabel. Acuan ketiga yaitu pengembangan tata pemerintahan yang baik didukung dengan kompetensi dan profesionalitas aparatur dalam pelaksanaan pembangunan. yang pada tahapan lima tahunan kedua difokuskan pada optimalisasi (bila perlu maksimalisasi) upaya pemerataan memperoleh pendidikan sampai jenjang SMA/Sederajat bagi penduduk Kabupaten Jepara. yang berasal dari sektor industri. cepat. telekomunikasi. misalnya prasarana dan sarana transportasi.

dan tenaga surya untuk kelistrikan. Sejalan dengan itu. Kondisi itu sejalan dengan meningkatnya kesadaran dan penegakan hukum. dan lembaga kemasyarakatan. dan kondusif. demokratis. serta kelanjutan penataan sistem hukum daerah. akan dilaksanakan dengan prioritas pada penanganan aktivitas terkait dengan lingkungan hidup dan tata ruang. 2. Dalam rangka pencapaian visi Kabupaten Jepara ”Terwujudnya Kabupaten Jepara sebagai daerah yang 101 102 www. jika tak dipenuhi akan mengakibatkan munculnya masalah lain. tenaga angin. kebutuhan tersebut mendesak atau tak dapat ditunda dan apabila tidak segera ditangani akan mengganggu aktivitas warga masyarakat.depkumham. 4. didukung dengan komitmen segenap pemangku kepentingan dan profesionalitas aparatur penegak hukum daerah.djpp. sehingga mampu mendorong dan mewujudkan percepatan peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat.id . Dalam kerangka pencapaian pembangunan yang berkelanjutan. pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian fungsi lingkungan hidup makin berkembang melalui penguatan kelembagaan dan peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat yang ditandai dengan berkembangnya proses rehabilitasi dan konservasi sumber daya alam dan lingkungan hidup. Acuan keenam yaitu meningkatan kualitas lingkungan hidup didukung dengan pengelolaan tata ruang dan sumber daya alam secara berkesinambungan. dalam rangka memacu percepatan pembangunan daerah. Kondisi itu didukung dengan meningkatnya kualitas perencanaan tata ruang serta konsistensi pemanfaatan ruang dengan mengintegrasikannya ke dalam dokumen perencanaan pembangunan terkait dan penegakan peraturan dalam rangka pengendalian pemanfaatan ruang. tercapainya konsolidasi penegakan supremasi hukum dan penegakan hak asasi manusia. Sedangkan pada sisi pertambangan dan energi akan diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan. Fenomena ini menjadi prioritas penanganan pada tahapan ini. oleh karena itu kebijakan pembangunan daerah yang kemudian dijabarkan lebih lanjut dalam rencana strategis. Adanya arahan pembangunan pada RPJPD dan memperhatikan evaluasi pembangunan lima tahun sebelumnya serta melihat kondisi kebutuhan kedepan. aman.go. Untuk mewujudkannya diperlukan serangkaian kebijakan yang dapat mendorong dan mengembangkan potensi daerah. kehidupan demokratisai lokal semakin terwujud ditandai kuatnya peran masyarakat sipil. terutama kemampuan keuangan daerah. tenaga air. Langkah ini perlu dioptimalkan setelah pada tahap pertama ditekankan pada aspek perencanaan dan perumusan kebijakan. dan regulasi tata ruang dan lingkungan hidup. partai politik. kebutuhan tersebut kebermanfaatannya tinggi dan menyangkut hajat hidup orang banyak. 3. Pembangunan Kabupaten Jepara periode tahun 2007-2012 diarahkan pada pembangunan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.Acuan kelima yaitu pengembangan kehidupan sosial budaya dalam rangka mendukung terciptanya kondisi daerah yang tertib. karena kurang beruntung dalam persaingan diberbagai bidang yang semakin ketat/keras. Dampak pada lingkungan. harus seoptimal mungkin memperhatikan empat hal berikut: 1. Pada tahapan pembangunan lima tahunan kedua diprediksi akan semakin meningkat jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). kemampuan sumberdaya yang tersedia dalam jumlah yang cukup. pemulihan kepercayaan masyarakat. Tingkat kebutuhan. Melihat kondisi kamtibmas Kabupaten Jepara semakin kondusif. khususnya bioenergi. serta pengembangan investasi sarana-prasarana ekonomi yang akan berfungsi sebagai penggerak roda perekonomian daerah. Kebermanfaatan. kalau tidak segera diatasi akan mengakibatkan dampak yang mempengaruhi lingkungan sekitarnya. Dukungan sumber daya. dan pemberian pelayanan yang langsung dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Sehingga perlu dipahami bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu output penting dalam suatu proses perencanaan pembangunan. Misi Kedua: Mewujudkan masyarakat yang rukun dalam melaksanakan hak dan kewajibannya dengan nyaman. peningkatan bantuan perawatan tempat atau rumah ibadah. maju. Misi Pertama ini terkait dengan empat fungsi pemerintahan. Fungsi Ketertiban dan Keamanan. dengan jalan mewujudkan pemerataan dan meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Untuk Fungsi Perlindungan Sosial kebijakan yang ada diarahkan pada peningkatan kehidupan dan kerukunan antar umat beragama agar mampu memberikan peningkatan kualitas dalam sumber dayan manusia dibidang moral dan etika. yaitu fungsi Ketertiban dan Keamanan.djpp. Langkah yang dapat dilakukan adalah melalui peningkatan bantuan terhadap pendidikan keagamaan. Untuk fungsi Pendidikan terkait dengan pembentukan sumber daya manusia yang beretika dan berbudaya dijangkau melalui pengembangan pendidikan keagamaan secara integratif antar pemerintah Daerah dan Pusat. maka kebijakan umum dikelompokkan menurut fungsifungsi pemerintahan yang dirinci menjadi kebijakan umum fungsi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pelaksanaan misi Kabupaten Jepara tersebut. Arah kebijakan umum dalam kerangka pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan Kabupaten Jepara tahun 2007-2012 adalah sebagai berikut: 1. fungsi Pendidikan. berbudaya serta mempunyai rasa toleransi antar dan intern umat beragama. fungsi Pariwisata dan Budaya. bermoral. Untuk fungsi Ketertiban dan Keamanan kebijakannya diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berbasis religius. melalui peningkatan kualitas sumber daya yang terlayani oleh pemerintahan yang bersih”. pembinaan kelompok kesenian. Beberapa langkah yang dapat dilakukan seperti pembinaan kerukunan antar umat beragama. 2. sehingga masyarakat akan mendapatkan hak dan memenuhi kewajiban sesuai dengan kapasitasnya. Misi Ketiga: Membangun ekonomi kerakyatan dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya. Kebijakan pada fungsi ini diarahkan pada upaya-upaya peningkatan kesadaran hukum pada masyarakat. Fungsi Lingkungan Hidup serta Fungsi Pariwisata dan 3. 103 104 www. dan sosialisasi produk-produk hukum daerah. Kebijakan tersebut untuk membentuk kekuatan rakyat dan bela negara demi menjaga ketertiban dan keamanan. demokratis dan sejahtera dengan bertumpu pada potensi budaya lokal. untuk mendukung suasana kehidupan berpolitik yang demokratis. karena itu pembangunan yang dilaksanakan senantiasa menempatkan manusia sebagai titik sentral. pengadaan even kesenian dan kebudayaan. peningkatan kegiatan keagamaan. serta memelihara kelestarian kearifan budaya lokal.id . aman. namun dalam fokus arahan kebijakan yang berbeda dengan misi pertama. Misi Kedua ini terkait dengan pelaksanaan fungsi Pelayanan Umum dan fungsi Ketertiban dan Ketentraman. Untuk fungsi Pariwisata dan Budaya diarahkan pada kebijakan untuk mengendalikan pengaruh negatif dari budaya luar dalam rangka lebih meningkatkan kepedulian dan perhatian atas pembinaan dan pelestarian nilai-nilai budaya bangsa dan daerah melalui berbagai upaya pengelolaan kekayaan budaya lokal.religius. Fungsi Pelayanan Umum diarahkan pada peningkatan keadilan (persamaan hak dan kewajiban) diantara penduduk dalam memperoleh pelayanan publik. beretika. Misi Ketiga ini terkait dengan tiga fungsi pemerintahan berikut Fungsi Ekonomi. perluasan informasi atas kinerja pemerintah.depkumham. Misi Pertama: Mewujudkan masyarakat yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.go. dan fungsi Perlindungan Sosial. serta adanya sistem penegakan hukum dan hak asasi manusia (HAM) yang berkeadilan.

djpp. Berdasar misi kelima ini berkaitan dengan beberapa fungsi yaitu fungsi Pendidikan. sehingga sumber daya yang ada dapat dipertahankan keberadaannya. 5. terutama untuk penuntasan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun serta meningkatkan kompetensi tenaga pendidik melalui kerjasama dengan berbagai pihak. serta mempunyai kebutuhan sandang. 105 106 www. derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. 6.id . Misi Kelima: Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan pelayanan pendidikan.Budaya. sehingga pariwisata dapat menjadi pendorong roda perekonomian daerah. maka peluang hidup layak akan dapat tercapai. Misi keenam ini berkenaan dengan fungsi Pelayanan Umum. sehingga setiap aspek pembangunan tidak mengabaikan keadilan dan pemenuhan hak dasar politik dan sosial rakyat. hidup sehat dan panjang umur. Sedangkan fungsi Perlindungan Sosial kebijakannya diarahkan pada pemenuhan hak-hak masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup. Kemudian fungsi Kesehatan kebijakannya diarahkan pada peningkatan aksesibilitas pelayanan kesehatan dengan sasaran meningkatnya derajat kesehatan masyarakat. dimana salah satunya adalah dalam politik dan demokrasi. Misi keempat berkenaan dengan Fungsi Ketertiban dan Keamanan dan Fungsi Perlindungan Sosial. kebijakannya diarahkan pada upaya-upaya pengembangan dan peningkatan obyek wisata dan budaya dengan melibatkan para pelaku usaha dan masyarakat. fungsi Kesehatan. pangan dan papan yang diperlukan. kebijakannya diarahkan pada penyediaan perumahan layak bagi keluarga kurang mampu. Pada fungsi Ekonomi. Fungsi Ketertiban dan Keamanan diarahkan pada pengakuan akan hak dasar rakyat dalam pembangunan. utamanya bagi penduduk miskin. Misi Keenam: Meningkatkan kualitas sumber daya aparatur melalui profesionalisme aparatur yang bebas KKN untuk menciptakan good governance dan clean government. Untuk fungsi Lingkungan Hidup terkait misi ini kebijakannya diarahkan pada meningkatkan potensi sumber daya lokal dan menjaga kelestarian sumber daya produksi secara berkelanjutan. sehingga menjadikan kualitas pelayanan umum kepada masyarakat menjadi optimal. membuka ruang partisipasi.go. fungsi Perlindungan Sosial dan fungsi Perumahan dan Fasilitas Umum. Misi Keempat: Menciptakan iklim yang kondusif bagi berkembangnya demokratisasi dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga setiap orang memperoleh peluang seluas-luasnya untuk berpendidikan dan berketerampilan. Bersinggungan dengan fungsi ini adalah fungsi Perumahan dan Fasilitas Umum. Diharapkan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. keadilan dan responsibel. Kebijakannya diarahkan pada penciptaan penyelenggaraan pemerintahan yang akuntabel. transparan. 4. utamanya bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial. Sehubungan dengan hal tersebut maka pelaku ekonomi kerakyatan mendapatkan prioritas untuk berperan aktif dalam pembangunan ekonomi. Fokus kebijakan pada misi ini adalah memobilisasi sumberdaya untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan pendidikan. Hal ini terus dikembangkan untuk menjaga kondisi daerah agar tetap kondusif. kesehatan dan perlindungan sosial serta penyediaan perumahan layak. untuk mendukung misi ini kebijakannya diarahkan pada pengembangan usaha andalan berdasarkan potensi lokal untuk mengurangi disparitas kesejahteraan antar wilayah. Pada fungsi Pendidikan kebijakannya diarahkan pada perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan bagi seluruh masyarakat dengan sasaran meningkatnya derajat pendidikan masyarakat. Sedangkan pada fungsi Pariwisata dan Budaya.depkumham. Fungsi Perlindungan Sosial diarahkan khusus terhadap peningkatan peran serta perempuan dalam pembangunan.

Revitalisasi sektor pertanian dengan menciptakan agrobisnis dan agroindustri. 14. Berpijak pada kebijakan umum yang telah ditetapkan pada tiap misi dan dengan memperhatikan kondisi daerah serta aspirasi masyarakat. melalui pelestarian lingkungan hidup dan SDA. Peningkatan pengembangan Kepulauan Karimunjawa. 11. Peningkatan perumahan dan permukiman masyarakat pantai pesisir. 3. pengembangan bandara. 19. Pengembangan kawasan utara untuk industri strategis.depkumham. dan lain-lain. 18. maka disusun sasaran pembangunan yang ingin dicapai dalam lima tahun kedepan. 4. 12. 9. Peningkatan pemberdayaan masyarakat melalui optimalisasi penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD).id . Peningkatan efisiensi anggaran dalam penggunaan dan pengelolaan keuangan daerah. 107 108 www. melalui pembangunan rumah susun. Peningkatan pengelolaan tata ruang sesuai dengan regulasi yang berlaku – berbasis Sub Wilayah Pembangunan (SWP) – dimana akan ditekankan pada pengembangan SWP 3 sebagai pusat pertumbuhan baru yang berbasis kawasan industri strategis. ukiran. termasuk pemberantasan buta aksara. serta banyaknya peraturan perundangundangan yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan keadaan dan tuntutan pembangunan. Penurunan angka konflik horisontal dan vertikal.Hal tersebut sebagai langkah antisipasi tingginya penyalahgunaan kewenangan dan penyimpangan. mengubah pola budaya tangkap potensi kelautan menjadi pola budi daya dan jasa. Peningkatan pengembangan sumber energi alternatif. rendahnya kesejahteraan PNS. meubel. Pengembangan Jepara The World Carving Centre – saat ini Kabupaten Jepara telah mengekspor produk berbahan baku kayu sampai ke 84 negara – sebagai pusat pengolahan dan 8. 5. Peningkatan kuantitas dan kualitas prasarana dan sarana (infrastruktur) untuk pertumbuhan perekonomian daerah dan peningkatan pelayanan publik. Peningkatan kinerja investasi. Tujuannya adalah agar sasaran pembangunan tersebut dapat mendorong terwujudnya visi dan misi. Peningkatan Wajar Dikdas 9 Tahun. Peningkatan peran BUMD. Sasaran dari kebijakan umum tersebut meliputi: 1.go. serta bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. agar dapat memberikan kontribusi yang cukup bagi peningkatan PAD. seperti kerajinan. Peningkatan aplikasi Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) bagi kerajinan lokal. 7. Peningkatan pengembangan pendidikan melalui program BERMUTU (Better Education Through Reformed Management and Universal Teacher Up-grading). 6. 2. rendahnya kinerja sumberdaya aparatur. 17. untuk menjaga dan memelihara suasana kondusif. harus didukung oleh program-program yang direncanakan lima tahun kedepan. Peningkatan kualitas pelayanan publik disertai dengan peningkatan kesejahteraan PNS dan Perangkat Desa. guna mendukung penyerapan tenaga kerja dan mengurangi kemiskinan. perdagangan produk berbahan baku kayu. 10. pengembangan wisata dan budaya. belum memadainya sistem kelembagaan dan ketatalaksanaan pemerintahan.djpp. Sehingga sasaran-sasaran yang ingin dicapai ini. dan lain-lain. sebagai pusat pertumbuhan baru. terutama untuk kelompok masyarakat miskin. 15. 16. 13. Pemeliharaan konservasi lahan melalui penghijauan pada daerah pegunungan dan lahan kritis untuk mengurangi resiko bencana alam.

Pada sisi lain. Sehingga berbagai program dan kegiatan yang dirumuskan baik program dan kegiatan tahunan maupun lima tahunan. dan keuangan daerah. dan pada setiap misi diurai dalam kelompok fungsi beserta urusan yang menjadi kewenangan daerah yang menyertainya.djpp. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Kebudayaan. Oleh karena itu. maka Pemerintah Kabupaten Jepara menyusun rangkaian program dan kegiatan pembangunan dalam RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 20072012 yang senafas dengan regulasi tersebut. program dan kegiatan dikelompokan untuk mendukung misi. termasuk kinerja pembangunan yang telah dicapai dalam lima tahun sebelumnya.depkumham. dan 4) Perlindungan Sosial. organisasi perangkat daerah. 7.1. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri yang terkait dengan aspek agama. Dalam penyusunan program dan kegiatan dilakukan dengan memperhatikan aspirasi masyarakat dan mempertimbangkan kondisi serta kemampuan daerah. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi pertama dilakukan melalui beberapa rumpun fungsi. beretika. yang diperkuat dengan berbagai regulasi operasionalisasinya.BAB VII PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH Berdasarkan pada regulasi otonomi daerah yang bersumber pada Undang-Undang 32 Tahun 2004 dan Undang-Undang 33 Tahun 2004. berbudaya serta mempunyai rasa toleransi antar dan intern umat beragama. Namun dikarenakan keterbatasan sumber daya yang dimiliki. Kemudian sesuai regulasi tersebut pada program dan kegiatan juga diurai dalam program dan kegiatan yang ada pada setiap SKPD serta program dan kegiatan pada urusan wajib dan urusan pilihan. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Pendidikan. merupakan langkah pilihan indikatif yang telah disesuaikan dengan potensi daerah dan masalah yang dihadapi.1 Fungsi Ketertiban dan Keamanan Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Masalah. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri.1. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Sosial.1. tenaga maupun waktu yang dimiliki. dan kebijakan tersebut harus dikaitkan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Mendasari hal tersebut program dan kegiatan yang disusun adalah untuk mendukung komponen-komponen pelayanan dan tingkat pencapaian yang diharapkan pada setiap urusan pemerintah daerah selama lima tahun. 2) Pariwisata dan Budaya. penyusunan program dan kegiatan RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 harus mengacu pada visi.go. misi dan kebijakan yang telah ditetapkan. Pada tiap urusan tersebut akan disampaikan permasalahan.1 MISI PERTAMA: Mewujudkan masyarakat yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. misi. bermoral. Pada RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012. 7. Dalam penjabarannya. baik dana. beserta matrik program dan kegiatan selama tahun 2007-2012. yaitu: 1) Ketertiban dan Keamanan. 109 110 www. maka semua kebutuhan pembangunan tidak dapat dipenuhi. sasaran dan kebijakan masingmasing urusan. komponen visi.1 7.id . 3) Pendidikan. diperlukan penentuan prioritas untuk mangatasi keterbatasan sumber daya. terutama yang terkait dengan kewenangan/urusan pemerintah daerah.

Terbinanya berbagai kelompok kesenian dan budaya lokal. Meningkatnya pembinaan dan pelestarian nilai-nilai luhur budaya bangsa (daerah). Permasalahan pokok urusan kebudayaan yang terkait dengan misi pertama adalah: 1. Program. Sasaran. termasuk dalam toleransi dan kerukunan dalam kehidupan beragama. Program pembangunan urusan Kebudayaan adalah: Program pengelolaan kekayaan budaya. 2. Banyak kesenian dan budaya daerah yang belum dioptimalkan sebagai sarana memupuk nilai-nilai budaya bangsa.1. Beberapa sasaran dalam pembangunan kebudayaan antara lain: 1. 7. Besarnya tantangan terhadap peningkatan rasa solidaritas dan ikatan sosial masyarakat. Masalah urusan Pendidikan yang terkait dengan pelaksanaan misi pertama. Peningkatan pembinaan dan pelestarian nilai-nilai luhur budaya bangsa (daerah). Fungsi Pendidikan Urusan Pendidikan 1. Program peningkatan pemberantasan penyakit masyarakat (pekat). Kebijakan. Sasaran pembangunan pada urusan Pendidikan yang terkait dengan pelaksanaan misi pertama adalah: 1.3 7.1 Masalah. termasuk pembinaan terhadap kelompok kesenian dan budaya. 111 112 www. Kebijakan yang dirumuskan bagi pembangunan Kebudayaan antara lain: 1. termasuk dalam kehidupan beragama.go. 2.2 7.1. Meningkatnya pembinaan pendidikan dibidang keagamaan. Kebijakan urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri diarahkan pada: 1. Semakin merebaknya penyakit masyarakat.1 Fungsi Pariwisata dan Budaya Urusan Kebudayaan Sasaran. Masalah. 7. adalah: 1. Meningkatkan pengamalan nilai-nilai agamis dalam kehidupan masyarakat. 2. Sasaran. Program: Program yang ditetapkan dalam rangka pelaksanaan urusan Pendidikan adalah: 1. 2. Program pelayanan bantuan terhadap pendidikan keagamaan. 2. dan budaya adalah: 1. Mencegah penggunaan dan peredaran narkoba dan miras.djpp. Program urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 1. Program pengembangan wawasan kebangsaan. etika. 2. Mencegah berkembangnya penyakit masyarakat.moral.1. Kebijakan.3. Meningkatnya rasa nasionalisme di kalangan masyarakat.2. Masih terbatasnya pengembangan pendidikan keagamaan yang integratif antar instansi pemerintah di tingkat pendidikan dasar dan menengah.1. serta tumbuhnya penyakit masyarakat. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri adalah: 1.depkumham. Program. Kebijakan: Kebijakan urusan Pendidikan diarahkan pada: Peningkatan pembinaan pendidikan dibidang keagamaan.id . Banyaknya pengaruh negatif yang ditimbulkan oleh budaya dari luar.

1. 2. Terselenggaranya kegiatan keagamaan.1. dan 2) Ketertiban dan Keamanan. Masih terbatasnya akses informasi publik terhadap kegiatan dan kinerja pemerintahan daerah. Program penataan peraturan perundang-undangan. 2. Kebijakan urusan Pemerintahan Umum diarahkan pada beberapa hal: 1.2. Program pelayanan mekanisme penanaman modal.1 Fungsi Perlindungan Sosial Urusan Sosial 7. yaitu: 1) Pelayanan Umum. Meningkatnya kuantitas dan kualitas tempat atau rumah ibadah. Masih terbatasnya pemahaman masyarakat atas produk-produk hukum daerah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pemerintahan Umum terkait dengan pelaksanaan misi kedua adalah: 1.1 Fungsi Pelayanan Umum Urusan Pemerintahan Umum Masalah. Tersosilisasikannya berbagai produk hukum daerah.7. Kebijakan yang dicanangkan untuk pelaksanaan misi pertama terkait dengan urusan sosial adalah: 1. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri. Program peningkatan kualitas pelayanan publik.djpp. Kebijakan. Masalah. Kebijakan. 113 114 www. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Komunikasi dan Informasi adalah: 1. Peningkatan kerukunan dalam pelaksanaan kehidupan beragama.2. Sasaran.1 7. 2.4. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi kedua dilakukan melalui beberapa rumpun fungsi. Program peningkatan kehidupan sosial keagamaan.2. 2. Beberapa sasaran yang akan dicapai terkait dengan pelaksanaan misi pertama untuk urusan sosial adalah: 1.depkumham.2 MISI KEDUA: Mewujudkan masyarakat yang rukun dalam melaksanakan hak dan kewajibannya dengan nyaman. Meningkatnya kualitas pelayanan publik. 3. Peningkatan pemahaman masyarakat atas produk hukum. Program. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pemerintahan Umum adalah: 1. Meningkatnya alokasi bantuan untuk perawatan tempat atau rumah ibadah. 2. 2.1. Masalah dalam urusan sosial yang terkait dengan pelaksanaan misi pertama adalah: 1. Peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi.4 7. Program. Program yang ditetapkan untuk pelaksanaan misi pertama yang terkait dengan urusan sosial adalah: 1. Masih terbatasnya jumlah kegiatan keagamaan. terutama pada dimensi keadilan dan persamaan dalam pelayanan publik.id . Masih terjadinya ketimpangan dalam pemberian pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah. 7.2 Urusan Informasi dan Komunikasi yang 7. Sasaran. Masih banyaknya tempat atau rumah ibadah yang perlu mendapatkan perawatan. Program urusan Pemerintahan Umum dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 2.1. yang terdiri atas dua buah urusan yaitu: a) urusan Pemerintahan Umum dan b) urusan Komunikasi dan Informasi.go. Masalah.

6. Mencegah terjadinya konflik sosial baik horisontal maupun vertikal. Kebijakan urusan Komunikasi dan Informasi diarahkan pada: 1. Peningkatan sarana prasarana jaringan dan sumber informasi daerah. 4. 3. Masih terbatasnya kapasitas SDM yang membidangi dan menjalankan urusan komunikasi dan informasi. 2.2. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Komunikasi dan Informasi adalah: 1.2. 2. Sasaran.id . 4. Meningkatnya partisipasi masyarakat terhadap perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah lewat media massa. Kebijakan.djpp. 3.2 7. Penyediaan media untuk promosi dan komunikasi. Masih perlu ditingkatkannya kemampuan pencegahan dan penanganan bencana alam. Terpantaunya dan tertanganinya korban bencana alam. 7. Masih kurang optimalnya kesadaran masyarakat dalam melaksanakan kewajibannya. Meningkatnya arus komunikasi yang baik antara masyarakat yang membutukan informasi dan media yang memberitakan. Program pengembangan komunikasi. 2. aplikasi dan internet di lingkungan pemerintah daerah. Terbatasnya jaringan sarana dan prasarana informasi dan komunikasi internal dan eksternal pemerintah daerah. 5. Semakin lunturnya rasa kesetiakawanan masyarakat dalam sendi-sendi kehidupan. Kebijakan urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri diarahkan pada : 1.2. Program urusan Komunikasi dan Informasi yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 7. 2.1 Fungsi Ketertiban dan Keamanan Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Sasaran. Meningkatkan kapasitas SDM yang membidangi dan menjalankan urusan komunikasi dan informasi. Peningkatan penyediaan dan penguasaan teknologi di bidang komputer dan jaringan. Peningkatan serta pemberdayaan yang membidangi komunikasi dan informasi. Meningkatnya rasa nasionalisme di kalangan masyarakat. 4. Meningkatnya peran serta masyarakat didalam membangkitkan komunikasi sebagai wahana saling memberikan informasi bagi pemerintah daerah. Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap undang-undang bidang politik. Meningkatnya akses informasi yang valid bagi masyarakat. Meningkatkan pengendalian keamanan dan ketertiban lingkungan. informasi dan media massa.2. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri adalah: 1. 3. 3. 5. Tersedianya layanan informasi cepat dan akurat berbasis jaringan komputer. Program peningkatan kualitas pelayanan informasi. 115 116 www.depkumham. Meningkatkan perlindungan dan keamanan lingkungan. Meningkatnya pemahaman tentang kehidupan berpolitik yang benar di lingkungan masyarakat. 2. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri adalah: 1. 4. Masalah.go. Program. 3. Meningkatnya kreativitas dan peran serta masyarakat dalam membina lingkungan dengan peningkatan wawasan kebangsaan yang baik. Kebijakan.

1 7.id . k) Perindustrian. h) Energi dan Sumber Daya Mineral.depkumham. Program pembangunan prasarana dan fasilitas perhubungan. 2) Lingkungan Hidup. 3. Terbatasnya kualitas SDM pencari kerja dan tenaga kerja. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Perhubungan adalah: 1. Terlaksanya pembangunan unit uji kelayaikan kendaraan bermotor.1. f) Pertanian. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Perhubungan adalah : 1. aman dan lancar. Kebijakan. e) Pemberdayaan Masyarakat Desa.1 Fungsi Ekonomi Urusan Perhubungan Program. yaitu: 1) Ekonomi. b) Kebudayaan. 7. 2. Meningkatkan kinerja penanganan bencana. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu: a) Lingkungan Hidup. Program peningkatan kesadaran bela negara dan cinta tanah air. Program kemitraan pengembangan wawasan kebangsaan. Masih kurangnya sarana. 4. 3. yang terdiri atas beberapa urusan yaitu a) Perhubungan. 117 118 www. b) Tenaga Kerja. Kebijakan urusan Perhubungan diarahkan pada: Peningkatan peran transportasi untuk mendukung pengembangan ekonomi kerakyatan. Program urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 7. Program pencegahan dini dan penanggulangan korban bencana alam.3 MISI KETIGA: Membangun ekonomi kerakyatan dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya.3.2. yang terdiri atas beberapa urusan. Program peningkatan pelayanan angkutan. Program. 1. 4. Peningkatan kualitas dan kuantitas sarana. Program peningkatan kelayakan pengoperasian kendaraan bermotor. Masih rendahnya pemahaman dan pelaksanaan peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan. Sasaran.3. prasarana serta fasilitas perhubungan yang berbasis pada pelayanan masyarakat. fasilitas perlengkapan dan fasilitas pendukung jalan. 4. prasarana dan fasilitas perhubungan.2 Urusan Tenaga Kerja Masalah. Program pembangunan sarana dan prasarana perhubungan.3. Tersedianya prasarana. Belum tersedianya peta jaringan transportasi dan tatanan transportasi lokal. 7. 3. 2. 2. i) Kelautan dan Perikanan. Program urusan Perhubungan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 3. Terciptanya pelayanan angkutan yang tertib. d) Penanaman Modal. l) Transmigrasi. Menumbuhkembangkan persatuan dan kesatuan bangsa. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Tenaga Kerja adalah: 1. 3. g) Kehutanan. c) Koperasi dan UKM.1. Belum optimalnya pelayan terminal. j) Perdagangan. Meningkatnya pembangunan dermaga dan fasilitasnya. 3) Pariwisata dan Budaya. 2. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi ketiga dilakukan melalui beberapa rumpun fungsi. Masalah.djpp. yaitu: a) Pariwisata. 2.go. Penyebarluasan undang-undang bidang politik. 2.

Akses permodalan bagi koperasi dan UMKM masih rendah.1.go. Proses optimalnya pelayanan perijinan yang mendukung investasi. Program urusan Tenaga Kerja yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Sasaran. Program peningkatan kesempatan kerja. Masih banyaknya pencari kerja yang belum tertampung dibeberapa lapangan usaha.3. Pembangunan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan koperasi dan UMKM. Kebijakan urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah diarahkan: 1. Terbatasnya akses teknologi dan pemasaran bagi IKM. 2. Program. 3. Program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja.3. perlindungan dan pengawasan tenaga kerja. Meningkatnya penanaman modal di daerah. Kebijakan. 3. 2. Program perlindungan dan pengembangan lembaga ketenagakerjaan. Peningkatan ketrampilan sumber daya manusia tenaga kerja. Mengurangi angka pengangguran dan penciptaan lapangan pekerjaan. Meningkatnya volume usaha koperasi dan UMKM. Program peningkatan kualitas kelembagaan koperasi. 4. 3.1. Meningkatnya akses modal koperasi dan UMKM. 2. 3.depkumham. Kebijakan urusan Penanaman Modal diarahkan pada: Meningkatkan pelayanan perijinan investasi. Kebijakan. Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Masalah. Sasaran. 119 120 www.djpp. Sasaran. 2. Meningkatnya kemampuan manajerial UMKM. Kebijakan urusan Tenaga Kerja diarahkan pada: Peningkatan kualitas sumber daya manusia pencari kerja dan tenaga kerja serta peningkatan penghasilan tenaga kerja. Program urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Memberikan perlindungan kepada tenaga kerja. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Penanaman Modal adalah: 1. Program pengembangan sistem pendukung usaha bagi UMKM. Meningkatnya pengelolaan investasi dan aset daerah. Peningkatan pemanfaatan sumber daya lokal. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah adalah: 1. 3. Program. Belum kondusifnya iklim investasi daerah. 2. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Penanaman Modal adalah: 1. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Koperasi Usaha Kecil Menengah adalah: Masih lemahnya manajemen koperasi dan UMKM. 7. Pembinaan. Kurangnya optimalnya promosi potensi investasi daerah dan pengelolaan asset daerah. Program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif UMKM. Kebijakan. 3. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Tenaga Kerja adalah: 1. 2. 3. Masalah. 7. 2.3 dan 1.4 Urusan Penanaman Modal 1. Masih kurangnya pemahaman pengusaha dan tenaga kerja terhadap peraturan perundangan-undangan dibidang ketenagakerjaan.id . 2.3. 1. Berkurangnya faktor-faktor penghambat perkembangan/realisasi investasi. 2.

6.depkumham.3. Masih terbatasnya kualitas sumber daya manusia petani. 4. Meningkatnya kualitas dan kuantitas prasarana dan sarana pengairan yang masih terbatas. 2. 6. 3. Menstimulasi swadaya masyarakat khususnya masyarakat desa. 7. 3. Terbatasnya luas lahan pertanian dan perkebunan. Program penyiapan potensi sumber daya. Program.6 7. 7. 3. Program urusan Penanaman Modal yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Intensifikasi. rehabilitasi dan diversifikasi pertanian dan perkebunan belum sepenuhnya dilaksanakan. 3.go. Meningkatnya dukungan teknologi. 3. Sasaran. Kebijakan. Meningkatkan partisipasi masyarakat dan lembaga sosial dalam pembangunan.1. Peningkatan pemberdayaan dan kemandirian masyarakat.2.5 Urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa Masalah. Belum terbatasnya tingkat kemampuan dan partisipasi masyarakat.1 Urusan Pertanian Pertanian dan Perkebunan dalam Program. Meningkatnya perlindungan tanaman. Peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Belum optimalnya keterlibatan lembaga sosial masyarakat dalam pembangunan. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa adalah: 1. Belum optimalnya pemberdayaan potensi lokal. Peningkatan intensifikasi. Program urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa Masalah. 5. Meningkatkan program pengentasan kemiskinan.1. 2. Mempromosikan potensi sumberdaya daerah. Kebijakan urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa diarahkan pada: 1. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa adalah: 1. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pertanian adalah: 1. Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi untuk memantapkan ketahanan pangan. 7.djpp. 4. Program peningkatan promosi dan kerjasama investasi. 3. 3. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pertanian adalah: 1.3. 2. 7.3. 2. Berkurangnya jumlah warga miskin. 4. Program peningkatan iklim investasi dan realisasi investasi. 5. 2. sarana dan prasarana daerah. Terbatasnya dukungan teknologi pertanian. Tingkat produktivitas pertanian dan perkebunan yang relatif masih terbatas. Masih tingginya angka kemiskinan. Meningkatnya penanganan pasca panen. Program peningkatan partisipasi masyarakat pembangunan.1. Sasaran.id . Optimalisasi penerapan standar pelayanan minimal di bidang investasi. Peningkatan produksi dan produktivitas pertanian dan perkebunan. rehabilitasi dan diversifikasi pertanian dan perkebunan. 2. Kondisi prasarana dan sarana pengairan yang masih terbatas. 6. Belum optimalnya perlindungan tanaman pangan dan hasil perkebunan. 121 122 www. yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1.

Kebijakan urusan Pertanian diarahkan pada: Pembangunan dan pemulihan prasarana dan sarana. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Peternakan adalah: 1. 1. Program peningkatan penerapan teknologi peternakan. Program pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak. Program peningkatan penerapan teknologi pertanian/perkebunan. Program peningkatan ketahanan pangan (pertanian/perkebunan).1. Program pengembangan agribisnis peternakan. 5. Meningkatnya dukungan teknologi hasil ternak. Meningkatnya pengelolaan kesehatan hewan. 5. 8. 4. Meningkatnya kualitas dan kuantitas prasarana dan sarana peternakan yang masih terbatas. Pengembangan kualitas sumber daya manusia peternak. Program pengembangan agribisnis perkebunan. 2. Program pemberdayaan penyuluhan pertanian/perkebunan lapangan. Program peningkatan produksi pertanain/perkebunan. Program peningkatan kesejahteraan petani. 4. Belum optimalnya pengelolaan kesehatan hewan. 3. 2.2 Peternakan Sasaran.depkumham. Program peningkatan penerapan teknologi produksi. Peningkatan pemasaran hasil. Program peningkatan sarana prasarana pertanian. 4. pengolahan produksi dan pasca panen. 4.1. 1. Mengembangkan sentra produksi unggulan daerah. Pengembangan agribisnis di daerah. Mengembangkan sentra produksi peternakan unggulan daerah. 7. 3. 3. Pengembangan kualitas sumber daya manusia. Belum optimalnya pembudidayaan ternak jenis unggul. Program urusan Peternakan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 3. Peningkatan kualitas sumber daya manusia petani. Program. Kebijakan. 5. Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi untuk memantapkan ketahanan pangan hewani. 4. Masih adanya lahan kritis dan penanganannya masih belum optimal.7 Urusan Kehutanan Masalah. Kebijakan.8. Pemanfaatan dan perluasan usaha. Peningkatan produksi peternakan. Keterbatasan kualitas sumber daya manusia peternak. 7. Program Pertanian dan Perkebunan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Masih terbatasnya jumlah populasi ternak. 6.djpp.6. Program.3. Peningkatan pemasaran hasil peternakan. 5. Pemanfaatan dan perluasan usaha peternakan. 2. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Peternakan adalah: 1. Program peningkatan pemasaran hasil produksi peternakan. Peningkatan kualitas sumber daya manusia peternak. 2.3. Terbatasnya ketersediaan teknologi peternakan.go. 7. 6. 4. 5. 9. Kebijakan urusan Peternakan diarahkan pada: Pembangunan dan pemulihan prasarana dan sarana peternakan. 2. Program peningkatan pemasaran hasil produksi pertanian/perkebunan. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kehutanan adalah: 1. 2. 3. 6. 123 124 www. Masalah. misalnya dalam hijauan pakan ternak. 3.id .

Terselenggaranya pengawasan dan pengendalian aktivitas pertambangan agar ramah lingkungan. 3. 1. Masalah. Pemerataan energi listrik bagi seluruh rakyat. 3.3. 4.id . 4. 5. 5. Meningkatnya penanganan lahan kritis. Program perencanaan dan pengembangan hutan. 2. 2. Kebijakan urusan Kehutanan diarahkan pada: Peningkatan penanganan lahan kritis (pelestarian sumber daya hutan). Program pengembangan fungsi hidrologis. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah: 1. pemeliharaan dan pemberdayaan sumberdaya alam dan hutan. Meningkatkan kualitas sumberdaya alam dan hutan (SDA/SDH) secara tertata yang saling sinergi antara sektor/sub sektor yang ada. 2. 7.depkumham. 2. Program pemanfaatan potensi sumberdaya hutan. 6. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah: 1. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kelautan dan Perikanan adalah: 125 126 www. Program. Program urusan Energi dan Sumber Daya Mineral yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1.8 Urusan Energi dan Sumber Daya Mineral Sasaran. Tersedianya peta potensi pertambangan. Kebijakan.9 Urusan Kelautan dan Perikanan Program. 2. Masih adanya wilayah yang belum terjangkau listrik. Masih lemahnya pengelolaan kehutanan secara tertib dan berkelanjutan. Terselenggaranya konservasi sumber daya alam.go. 3. Monitoring kegiatan penambangan (penegakan hukum). Program pembinaan dan pengembangan bidang ketenagalistrikan. Sasaran. Terpenuhi/tersedianya sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan pengembangan kehutanan. Program peningkatan produksi kehutanan. 7. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kehutanan adalah: 1. 2.2. Program perlindungan dan konservasi sumberdaya hutan. Meningkatnya penyediaan energi listrik non PLN (sumber energi alternatif). Banyaknya pertambangan rakyat dengan motif ekonomi yang cenderung merusak lingkungan. 3.djpp. pemulihan. Program urusan Kehutanan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Masih kurangnya partisipasi dan kepedulian masyarakat dalam dukungan penyelamatan.1. Belum terkendalinya usaha pertambangan rakyat. Belum tersedianya peta potensi pertambangan. Kebijakan urusan Energi dan Sumber Daya Mineral diarahkan pada: 1. Meningkatkan prasarana dan sarana kehutanan dalam rangka pengembangan kawasan/wilayah hutan. Masih terbatasnya sumber-sumber energi alternatif. 2. 3. Kebijakan. 3. Program rehabilitasi hutan dan lahan. 3. Peningkatan pengembangan sumber-sumber energi alternatif.1. Program peningkatan pembinaan masyarakat desa hutan. Berkembang/meningkatnya kesadaran dan parsipasi masyarakat terhadap dukungan pengelolaan nilai-nilai potensi sumber daya alam dan hutan (SDA/SDH).3. Program pembinaan dan pengawasan bidang pertambangan. 4. Masalah. 7.

Mengupayakan rerehabilitasi ekosistem habitat pesisir. laut dan perairan tawar. 3. disertai dengan penegakan hukum.djpp. Sebagian besar nelayan di Kabupaten Jepaara merupakan nelayan tradisional dengan karakteristik sosial budaya yang belum kondusif untuk suatu kemajuan/penggunaan teknologi. 2. Sasaran. 3. 6. 10. Berkembangnya kawasan budidaya. Mengupayakan menanamkan wawasan kelautan pada seluruh masyarakat.id . 2. 5. 8. Terwujudnya pengelolaan dan rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut. kondisi hutan mangrove yang kritis serta kerusakan terumbu karang dan sedimentasi. 4. 9. Kebijakan. utamanya generasi muda. optimal. Struktur armada penangkapan sebagian besar masih tradisional dengan kemampuan IPTEK yang masih rendah pula. Mengupayakan pemanfaatkan sumberdaya perikanan dan kelautan secara berkelanjutan.1. Terjadinya kerusakan ekosistem pantai seperti adanya abrasi. Mengupayakan peningkatkan peran serta masyarakat untuk ikut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah 3. 9. Mengupayakan pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat pesisir 11. Peningkatan pengolahan dan pemasaran produksi perikanan. Mengupayakan peningkatan sarana dan prasarana bidang kelautan dan perikanan untuk pelayanan masyarakat 9. Masih minimnya sarana prasarana untuk budidaya dan penangkapan.pengolah. 8. Pemanfaatan potensi lahan budidaya belum optimal. 5. Meningkatnya penanganan/mitigasi nelayan pasca bencana alam di laut. 4. Meningkatnya dukungan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana kelautan dan perikanan. Mengupayakan peningkatan pemanfaatan sistem informasi kelautan dan perikanan secara terpadu (SIKPT) 10. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kelautan dan Perikanan adalah: 1. dan efektif. Daya dukung lingkungan pertambakan mulai menurun. 127 128 www. Tumpang tindih kewenangan pengelolaan Sumber Daya Peisisr dan Pulau-pulau Kecil antar dan inter Satuan Kerja. Mengupayakan meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan SDM kelautan dan perikanan.go. Peningkatan kelembagaan dan pemberdayaan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil. nelayan. Peningkatan kualitas sumber daya manusia petani nelayan. Berkembangnya partisipasi petani nelayan dalam pengawasan dan pengendalian sumberdaya kelautan dan perikanan.depkumham. Mengupayakan penerapan iptek dan manajemen profesional pada setiap rantai usaha bidang kelautan dan perikanan 7. Mengupayakan mengembangkan sisten hukum. Lemahnya penegakan hukum oleh aparat terkait. 8. 7. Optimalnya pemanfaatan potensi lahan kelautan dan perikanan belum optimal. 10. Keterbatasan modal pelaku perikanan (pembudidaya. Peningkatan produksi perikanan dan kelautan. Mengupayakan peningkatan pengawasan dan pengendalian sumberdaya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan. 5. Kebijakan urusan Kelautan dan Perikanan diarahkan pada: 1. masy pesisir). Tingginya biaya produksi yang tidak diimbangi peningkatan harga jual komoditas perikanan Belum optimalnya penanganan pasca panen dan jaringan pemasaran 7. 2. mekanisme hukum dan kelembagaan secara proporsional. 6. 11. 4. 6.

12.

Mengupayakan mengembangkan dan memperkuat jaringan ekonomi pasar perikanan.

3.

Belum stabilnya kondisi perekonomian untuk mendukung peningkatan ekspor.

Program. Program urusan Kelautan dan Perikanan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program optimalisasi pengelolaan dan pemasaran produksi perikanan. 2. Program pengembangan kawasan budidaya laut, air payau dan air tawar. 3. Program pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir. 4. Program pemberdayaan masyarakat dalam pengawasan dan pengendalian sumberdaya kelautan dan perikanan. 5. Program peningkatan kesadaran dan penegakan hukum dalam pendayagunaan sumberdaya laut. 6. Program peningkatan mitigasi bencana alam laut dan prakiraan iklim laut. 7. Program peningkatan kegiatan budaya kelautan dan wawasan maritim kepada masyarakat. 8. Program peningkatan manajemen produksi budidaya perikanan. 9. Program pengembangan perikanan tangkap. 10. program pengembangan sistem penyuluhan perikanan. 11. Program peningkatan dan penguasaan teknologi budidaya dan penangkapan. 12. Program pengelolaan dan rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut. 13. Program peningkatan sarana dan prasarana nelayan. 7.3.1.10 Urusan Perdagangan Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Perdagangan adalah: 1. Menurunnya kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pendukung sistem distribusi barang. 2. Terbatasnya kemampuan kesiapan pengusaha kecil dan menengah dalam mengantisipasi era globalisasi.

Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Perdagangan adalah: 1. Meningkatnya ekspor komoditas non migas. 2. Peningkatan kualitas dan kuantitas perdagangan. 3. Meningkatnya kualitas pelayanan perdagangan. 4. Meningkatnya ketertiban penataan pusat perdagangan. 1. 2. 3. Kebijakan. Kebijakan urusan Perdagangan diarahkan pada: Mengembangkan sarana dan prasarana perdagangan yang layak. Meningkatkan pangsa pasar lokal, regional, nasional dan internasional. Peningkatan ketertiban pusat perdagangan.

Program. Program urusan Perdagangan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program perlindungan konsumen dan pengamanan perdagangan. 2. Program peningkatan dan pengembangan ekspor. 3. Prpgram peningkatan efisiensi dan perdagangan dalam negeri. 4. Program peningkatan prasarana dan sarana perdagangan. 5. Program pembinaan pedagang kaki lima dan asongan.

7.3.1.11 Urusan Perindustrian Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Perindustrian adalah: 1. Keterbatasan bahan baku industri dari luar daerah. 2. Rendahnya kualitas sumber daya manusia dalam pengelolaan IKM. 3. Terbatasnya akses pasar (daya saing) dan permodalan. 4. Terbatasnya dukungan teknologi.

129

130

www.djpp.depkumham.go.id

Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Perindustrian adalah: 1. Meningkatnya ketersediaan bahan baku industri dari luar daerah. 2. Meningkatnya kualitas sumber daya manusia dan kelembagaan IKM. 3. Meningkatnya akses modal, pasar dan teknologi. 1. 2. 3. 4. Kebijakan. Kebijakan urusan Perindustrian diarahkan pada: Menjamin ketersediaan bahan baku. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia IKM. Meningkatnya akses IKM terhadap modal, pasar dan teknologi. Meningkatkan sarana dan prasarana perindustrian.

1. 2.

Penyebarluasan program transmigrasi pada sasaran. Mempermudah prosedur pelayanan transmigrasi.

masyarakat

Program. Program urusan Transmigrasi yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program pengembangan wilayah transmigrasi. 2. Program transmigrasi regional. 7.3.2 7.3.2.1 Fungsi Lingkungan Hidup Urusan Lingkungan Hidup

Program. Program urusan Perindustrian yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program pengembangan industri kecil dan menengah. 2. Program peningkatan kemampuan teknologi industri. 3. Program pengembangan sentra-sentra industri potensial. 7.3.1.12 Urusan Transmigrasi

Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Lingkungan Hidup adalah: 1. Kualitas lingkungan yang cenderung menurun. 2. Rendahnya kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan. 3. Masih belum tegasnya pengawasan dan pengendalian serta penegakan hukum bidang lingkungan hidup. Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Lingkungan Hidup adalah: 1. Terjaganya konservasi sumber daya alam dan meningkatnya pengelolaan lingkungan hidup. 2. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan hidup. 3. Meningkatnya pengawasan, pengendalian dan penegakan hukum bidang lingkungan hidup. 1. 2. Kebijakan. Kebijakan urusan Lingkungan Hidup diarahkan pada: Tersedianya perencanaan lingkungan dan minimalisasi dampak lingkungan. Meningkatakan sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat dalam pelestarian lingkungan.

Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Transmigrasi adalah: 1. Rendahnya minat masyarakat untuk bertransmigrasi. 2. Kurangnya pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang prosedur transmigrasi. 3. Transmigrasi dianggap hal yang tidak menyenangkan. 4. Terbatasnya daerah tujuan transmigrasi. Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Transmigrasi adalah: 1. Terlaksananya koordinasi teknis penempatan transmigran. 2. Proses untuk transmigrasi dapat diketahui masyarakat. Kebijakan. Kebijakan urusan Transmigrasi diarahkan pada:

131

132

www.djpp.depkumham.go.id

3.

Pengawasan pengendalian dan pemulihan lingkungan.

3. 4. 5. 6.

Program. Program urusan Lingkungan Hidup yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup. 2. Program perlindungan dan konservasi sumberdaya alam. 3. Program peningkatan kualitas dan akses informasi sumberdaya alam dan lingkungan hidup.

Meningkatnya sarana dan prasarana wisata dan pengembangan obyek wisata baru. Meningkatnya kerjasama dengan investor bidang kepariwisataan. Meningkatnya sumber daya manusia pelaku wisata yang profesional. Meningkatnya peran serta masyarakat dalam pembangunan pariwisata. Kebijakan. Kebijakan urusan Pariwisata diarahkan pada: Peningkatan sarana dan prasarana obyek wisata. Pengembangan daerah tujuan wisata. Peningkatan menejemen pariwisata. Pengembangan kawasan wisata di Kepulauan Karimunjawa. Peningkatan iklim yang kondusif bagi Investor bidang Pariwisata. Pengembangan sumber daya manusia pariwisata.

7.3.3 7.3.3.1

Fungsi Pariwisata dan Budaya Urusan Pariwisata

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pariwisata adalah: 1. Masih banyaknya potensi obyek wisata alam yang belum dioptimalkan. 2. Terbatasnya sarana dan prasarana obyek wisata dan pendukungnya. 3. Terbatasnya even pengembangan seni dan budaya lokal. 4. Terbatasnya promosi, kerjasama, dan investasi bidang pariwisata. 5. Masih terbatasnya kualitas dan kuantitas sumber daya manusia bidang pariwisata. Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pariwisata adalah: 1. Meningkatnya pendapatan masyarakat dari sektor pariwisata. 2. Meningkatnya kegiatan promosi pariwisata secara terpadu dan konseptual.

Program. Program urusan Pariwisata yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program pengembangan pemasaran pariwisata. 2. Program pengembangan destinasi pariwisata. 3. Program pengembangan kemitraan bidang pariwisata. 7.3.3.2 Urusan Kebudayaan

Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan kebudayaan adalah: 1. Masih terbatasnya prasarana dan sarana pendukung pengembangan seni dan budaya lokal. 2. Banyaknya potensi seni dan budaya lokal yang belum tergali. Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kebudayaan adalah: 1. Tersedianya prasarana dan sarana pendukung pengembangan seni dan budaya lokal.

133

134

www.djpp.depkumham.go.id

Pemeliharaan keamanan.4. Kebijakan urusan kebudayaan diarahkan pada: Peningkatan dukungan prasarana dan sarana pengembangan budaya.4. 7. 3. Program. Sasaran. Menumbuhkembangkan budaya demokratis di masyarakat. Meningkatkan pendidikan politik dan wawasan kebangsaan secara intensif dan komprehensif.4 MISI KEEMPAT: Menciptakan iklim yang kondusif bagi berkembangnya demokratisasi dalam kehidupan bermasyarakat. ketentraman. Kebijakan urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri diarahkan pada: 1. ketertiban masyarakat dan pencegahan tindak kriminal. Kebijakan. Sasaran. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pemberdayaan Perempuan adalah: 1. Kebijakan. Menurunnya nilai-nilai kebangsaan.djpp.depkumham. Program pengembangan kerjasama pengelolaan kekayaan budaya.2 Fungsi Perlindungan Sosial Urusan Pemberdayaan Perempuan Program. 4. Meningkatnya peran serta dan kesetaraan gender dalam pembangunan. 3. 1. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri adalah: 1. 3. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi keempat dilakukan melalui rumpun fungsi Ketertiban dan Keamanan. Masalah. Program urusan Kebudayaan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1.1. Meningkatnya kualitas lembaga kesenian. Mendorong peran serta masyarakat dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban wilayah. Kebijakan urusan Pemberdayaan Perempuan 135 136 www.2. Menurunnya partisipasi masyarakat dalam demokrasi dan politik lokal.2.id .4. Kebijakan.1 Fungsi Ketertiban dan Keamanan Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri 7. 4. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri adalah: 1.1 Masalah. 7. 2. Ketentraman dan ketertiban umum terjaga. Kepedulian masyarakat dalam pemeliharaan keamanan lingkungan masih rendah. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pemberdayaan Perempuan adalah: 1.go.1 7. 2. Peningkatan dan pemberdayaan kesenian lokal. Terselenggaranya kegiatan seni budaya lokal. Program urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 2. Meningkatnya wawasan kebangsaan. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri. Semakin merebaknya gangguan sosial yang diakibatkan oleh derasnya pengaruh globalisasi. Meningkatnya kehidupan demokrasi di masyarakat. 3. 7. 2.4. Belum optimalnya partisipasi perempuan dalam pembangunan dan politik. Menurunnya tingkat pelanggaran hukum oleh masyarakat.

Kualitas lulusan pada pendidikan menengah kejuruan belum memenuhi tuntutan pasar. Berkurangnya siswa putus sekolah. Meningkatkan mutu lulusan yang berakhlaq mulia berdasarkan iptek. Meningkatnya jumlah pengunjung dan jumlah anggota perpustakaan daerah. Rendahnya minat baca masyarakat.1. yaitu: a) Kependudukan dan Catatan Sipil. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pendidikan adalah: 1. 8. b) Pemuda dan Olah Raga. 6. Meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan. yang terdiri atas beberapa urusan. Peningkatan pemberdayaan perempuan dalam pembangunan. b) Sosial. Terlaksananya pemerataan dan perluasan akses belajar. Meningkatnya kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Masalah. 5. 3. Program urusan Pemberdayaan Perempuan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Pemberian bea siswa bagi keluarga miskin. khususnya dalam partisipasi politik. 7. yang terdiri atas beberapa urusan yaitu: a) Pendidikan.5. 7. Mewujudkan dan mengembangkan Sekolah Unggulan. yaitu: a) Pekerjaan Umum. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pendidikan adalah: 1. b) Perumahan. yaitu: a) Kesehatan.5. 3. Program.depkumham. derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Program peningkatan peran serta dan kesetaraan gender dalam pembangunan. 2. b) Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi lima dilakukan melalui beberapa rumpun fungsi yaitu: 1) Pendidikan. 3. 1. 7. Berkurangnya keaksaraan fungsional. 7. 137 138 www. Manajemen pendidikan belum berjalan secara efektif dan efisien. Meningkatkan APK dan APM. Peningkatan minat baca masyarakat. 6. Sasaran. 5. Terlaksananya Wajar Dikdas 9 tahun. 4) Perumahan dan Fasilitas Umum. Terlaksananya uji kompetensi dan sertifikasi tenaga pendidik. 9. 2. 2) Kesehatan.djpp.go. Sarana penunjang pendidikan belum tersedia secara merata. Peningkatan akses layanan pendidikan kelompok masyarakat desa terpencil. Meningkatkan kualifikasi tenaga pendidik dan kependidikan. 5. 7. Kualitas tenaga pendidik dan kependidikan belum sesuai standar.5 MISI KELIMA: Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan pelayanan pendidikan. 4. 2. 4. 3) Perlindungan Sosial. Jumlah kelulusan pada pendidikan dasar (SMP/MTs) masih rendah. yang tediri atas beberapa urusan.1 Fungsi Pendidikan Urusan Pendidikan Ruang kelas pada pendidikan dasar (SD) banyak yang tidak dapat berfungsi dengan optimal. Rendahnya jumlah siswa yang menikmati pendidikan menengah. 6.diarahkan pada: 1. 8. yang terdiri atas beberapa urusan. 4.id . Kebijakan.1 7. Kebijakan urusan Pendidikan diarahkan pada: Pemenuhan anggaran pendidikan sesuai regulasi.

6. olah raga dan pramuka. 3. Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan. Peningkatan sarana dan prasarana kesehatan. 4.5. Peningkatan pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan untuk mendukung PHBS. 1. Belum optimalnya aktivitas dan kegiatan kepemudaan. Program pembinaan dan pemsayarakatan olah raga. Kurang optimalnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin. Program manajemen pelayanan pendidikan.1 Fungsi Kesehatan Urusan Kesehatan Masalah. 2.5.5. Kebijakan. penyakit menular dan lainnya).depkumham. 3. Program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan.id . Meningkatnya motivasi kegiatan-kegiaan pemuda. 7. Program pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan. Peningkatan program kesehatan sehingga terpenuhinya standar pelayanan minimal.go. Perilaku hidup bersih sehat (PHBS) belum sepenuhnya mendukung pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan dan masih muncul masalah kesehatan (gizi. Program peningkatan peran serta kepemudaan. 2. Program peningkatan sarana dan prasarana olah raga. Kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan masih belum optimal. 3. Masalah. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pemuda dan Olah Raga adalah: 1. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kesehatan adalah: 1. 3.djpp. dan belum merata sesui standar pelayanan kesehatan. Peningkatan pemerataan dan profesionalisme tenaga kesehatan. Program urusan Pendidikan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Kurangnya kualitas sarana dan prasarana olah raga. 139 140 www. 4. Sasaran. Meningkatkan motivasi kegiatan-kegiaan pemuda.2 Urusan Pemuda dan Olah Raga 7. 2. Program urusan Pemuda dan Olah Raga yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah : 1. 2. Kebijakan urusan Kesehatan diarahkan pada: Peningkatan sarana dan prasarana kesehatan. Kebijakan. 7. 5. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pemuda dan Olah Raga adalah: 1. Program pendidikan non formal. 5. 5. 2. Peningkatan dan pengembangan pelayanan kesehatan bagi warga miskin.Program. 3. olah raga dan pramuka. kesehatan lingkungan.2. Kuantitas dan kualitas tenaga kesehatan masih kurang. Belum semua program pelayanan kesehatan mencapai standar pelayanan minimal (SPM). Sasaran. Program Wajar Dikdas 9 Tahun. Program.2 7. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kesehatan adalah: 1. 2. Program pendidikan menengah. 6. Kebijakan urusan Pemuda dan Olah Raga diarahkan pada: 1. 6. Meningkatnya sarana dan prasarana olah raga di daerah. Meningkatnya aktivitas kepemudaan di daerah. Program pendidikan anak usia dini.1. Belum memadainya dukungan prasarana dan sarana kesehatan. 4.

4. Jumlah kader terbatas dengan pendidikan bervariasi.5. 4. 6. Program kemitraan peningkatan pelayanan kesehatan.djpp. peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana Puskesmas/Pustu dan jaringannya. 4.id . 2. Program pengembangan pusat pelayanan informasi dan konseling KRR. 2. Program urusan Kesehatan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 141 142 www. Meningkatnya jumlah Kader KB.2. 2. jangkauan dan sasaran pelayan kesehatan Peningkatan peran serta masyarakat dan pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan. Program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. bayi dan anak melalui kelompok kegiatan masyarakat. 7. 4. Program upaya kesehatan masyarakat. Program pembinaan peran serta masyarakat dalam pelayanan KB/KR yang mandiri. Masih terbatasnya Kader KB. 3. Program urusan Keluarga Berencana dan Kesejahteraan Sosial yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 3. Meningkatnya derajat kesehatan ibu. 12. Rendahnya peran pria dlm program KB. 6. 3. Program peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak. Kebijakan. Program standarisasi pelayanan kesehatan. 14. peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana Rumah Sakit Daerah. Program pengadaan. Program pengembangan lingkungan sehat. 13. 4. Program.go. Program Keluarga Berencana.2. Masalah. 9.2 Urusan Sejahtera Keluarga Berencana dan Keluarga Sasaran. 5. 3. 11. 3. Program manajemen pelayanan kesehatan. 5. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan melalui dukungan pembiayaan. 3. 8. Meningkatnya ketersediaan alat kontrasepsi bagi keluarga miskin. 7. Program perbaikan gizi masyarakat. Program promosi Rumah Sakit. 4. Meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga melalui pelayanan KB. Kebijakan urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera diarahkan pada: 1. Peningkatan kuantitas kualitas dan pelayanan kesehatan.depkumham. 2. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera adalah: 1. Peningkatan pelayanan rawat jalan pada Puskesmas. Program pencegahan dan penanggulangan penyakit menular. 5. Memperkuat sumber daya manusia operasional program KB. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera adalah: 1. Parogram promosi kesehatan ibu. 2. Meningkatnya partisispasi masyarakat dalam program KB dan penurunan kenakalan remaja. Program. Program pengadaan. Pustu dan Polindes secara cuma-cuma (gratis). Menurunnya pencapaian peserta KB MKJP. Program pelayanan kontrasepsi. 5. Program pelayanan kesehatan penduduk miskin. Program obat dan perbekalan kesehatan. Program kesehatan reproduksi remaja. Meningkatnya wawasan dan pengetahuan masyarakat tentang KB dan kesehatan reproduksi. Menggerakkan dan memberdayakan seluruh masyarakat dalam program KB. bayi dan anak. Menata kembali pengelolaan program KB. 10.

Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kependudukan dan Catatan Sipil adalah: 1. Meningkatnya penggunaan nafza. Kebijakan. 5. Meningkatkan jumlah kepemilikan Akta Cacatan Sipil.id . 7. Program pembinaan para penyandang cacat dan trauma. 2. Program. 2. Program pembinaan Panti Asuhan/Panti Jompo. 3.go. 2. Peningkatan manajemen pengelolaan administrasi kependudukan. Program urusan Sosial yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1.5. 2. Belum optimalnya manajemen pengelolaan administrasi kependudukan. Menanggulangi penggunaan nafza. Pengentasan penyandang masalah kesejahteraan sosial. 3. Sasaran. 143 144 www. Program. jompo. PSK. komunitas adat terpencil (KAT) dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) lainnya. 7. 4. Program pembinaan eks penyandang penyakit sosial (eks Narapidana. 3.5. 5. Karang Taruna dan Pekerja Sosial Masyarakat. 2. 2. Meningkatkan fasilitasi tempat pelayanan sosial. Program pembinaan anak terlantar. 6. yatim piatu.3. 4.7. Program peningkatan kualitas manajemen kependudukan. Program pemberdayaan kelembagaan kesejahteraan sosial. 1. 5. Masih banyak keluarga yang memiliki rumah tidak layak huni. pengetahuan dan ketrampilan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial. Program pelayanan dan rehabilitasi kesejahteraan sosial.5. Masih banyaknya penyandang masalah kesejahteraan sosial.3. Program penataan administrasi kependudukan. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Sosial adalah: Mengurangi dan mencegah penyandang masalah kesejahteraan sosial. Sasaran yang ingin dicapai pada Kependudukan dan Catatan Sipil adalah: 1. Meningkatkan kualitas manajemen kependudukan. Program urusan Kependudukan dan Catatan Sipil yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk kepemilikan Akta Catatan Sipil.2 Urusan Sosial Masalah. Program pemberdayaan fakir miskin. Masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam organisasi sosial.3 7. Meningkatnya kemampuan. Meningkatkan kehidupan beragama. Narkoba dan Penyakit Sosial lainnya). Kebijakan urusan Sosial diarahkan pada : Memberdayakan fakir miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) lainnya. 2. urusan 1. Terselenggaranya kegiatan keagamaan dan bantuan tempat ibadah Kebijakan. Masalah. 3. Peningkatan pelayanan Akta Cacatan Sipil.1 Fungsi Perlindungan Sosial Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil 4.djpp. Kebijakan urusan Kependudukan dan Catatan Sipil diarahkan pada: 1. Sasaran. Meningkatnya kualitas pelayanan sarana dan prasarana rehabilitasi kesejahteraan sosial bagi PMKS. 2. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Sosial adalah: 1.depkumham. Meningkatnya pelayanan sosial bagi anak terlantar. 4.

145 146 www. Rendahnya kualitas prasarana dan sarana pengendalian banjir.4. 6. Masih kurangnya taman untuk publik (open space). 4. Meningkatnya kapasitas daerah aliran sungai. 8. perdagangan. Terwujudnya kualitas jalan bagi jalan-jalan yang strategis dan mempunyai road demand yang tinggi. 5.depkumham. Terbatasnya fasilitas perumahan. 4. 4. 5. Meningkatnya kapasitas jaringan irigasi dan pemanfaatan air irigasi. Kualitas dan kuantitas jalan dan jembatan masih belum mampu menampung kebutuhan lalu lintas dan pengembangan perekonomian. seperti: rumah sakit. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Perumahan adalah: 1. sekolah. Terbatasnya kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pelayanan masyarakat. 2. 2. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pekerjaan Umum adalah: 1. Program pembangunan infrastruktur kelurahan dan pedesaan. akibat rendahnya kesadaran dan kepatuhan masyarakat. 3.5. Program pembangunan jalan dan jembatan. 5. 2. 3. 7.4 7. Meningkatkan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk pencegahan banjir Meningkatkan kapasitas penaggulangan kebakaran. Terwujudnya ruang publik yang representatif. 5. Program pembangunan saluran drainase dan gorong-gorong. Program. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pekerjaan Umum adalah: 1. 2. Masih terdapat rumah yang tidak layak huni. 3. Program rehabilitasi pemeliharaan jalan dan jembatan. 2.2 Urusan Perumahan 1. Program penyediaan dan pengelolaan air baku. Program urusan Pekerjaan Umum yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 4. Program pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi. Penurunan fungsi bendung dan saluran irigasi karena usia dan terbatasnya pemeliharaan.djpp.7. 7.5. Program pengembangan kinerja pengelolaan air minum dan air limbah. 4. 5. Program peningkatan kualitas air bersih pedesaan.go. Rendahnya pengamanan bangunan publik. 3.1 Fungsi Perumahan dan Fasilitas Umum Urusan Pekerjaan Umum 3.5. Masih tingginya potensi kebakaran. Tersedianya penanganan kebakaran yang berkualitas. Mewujudkan bertambahanya ruang publik. olah raga. termasuk pengamanan bangunan publik. Masih adanya letak perumahan yang tidak sesuai dengan peruntukan lahan.id . Kebijakan. rawa dan jaringan pengairan lainnya. Masalah. Sasaran. 6.4. Belum meratanya pemenuhan kebutuhan air bersih pedesaan akibat keterbatasan sumber air baku. Kebijakan urusan Pekerjaan Umum diarahkan pada: Meningkatkan keseimbangan pertumbuhan dan pelayanan wilayah dengan pelayanan jalan interkoneksi antar bagian wilayah serta peningkatan kapasitas jalan Meningkatkan pengelolaan dan pemenuhan kebutuhan air irigasi bagi kegiatan pertanian serta optimalisasi pemanfaatan air irigasi bagi pertanian Masalah.

5. 4. Meningkatkan kebersihan. Sasaran. Kebijakan. Meningkatnya kualitas dan kuantitas fasilitas perumahan. Program. Program penyehatan lingkungan permukiman dan perbaikan lingkungan. Penyediaan fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) masih belum sebanding dengan kebutuhan. Menurunnya jumlah rumah yang tidak layak huni. Tercapainya penyediaan PJU secara memadai. 9. Pembangunan lampu jalan secara merata pada jalan umum dengan efisien dan hemat energi listrik. Peningkatan volume timbulan sampah yang semakin besar. sekolah. olah raga. 6. Program pengembangan kinerja pengelolaan persampahan. Program peningkatan kesiagaan dan pencegahan bahaya kebakaran. 3. Program peningkatan sistem pengelolaan taman. d) Kearsipan.6. Masih terbatasnya penyediaan dan pengelolaan ruang terbuka hijau yang seimbang dengan laju pertumbuhan penduduk. 4. 7. pasar. 2. Program Perumahan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Meratanya pemenuhan kebutuhan air bersih pedesaan. 7. 7. pasar.6. yang terdiri atas beberapa urusan yaitu: a) Perencanaan Pembangunan. 2. keindahan. dan lain-lain.go. 8. Kebijakan urusan Perumahan diarahkan pada: Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan akses air bersih bagi masyarakat pedesaan yang rawan air bersih. b) Pemerintahan Umum. Meningkatnya kesesuaian letak perumahan dengan peruntukan lahan. 2. 8. c) Kepegawaian.1 7.djpp.1 Fungsi Pelayanan Umum Urusan Perencanaan Pembangunan dihadapi pada urusan 1. Meningkatkan pemakaian listrik PJU sesuai dengan fungsinya. 5. 6. kurangnya prasarana dan prasarana pendukung. termasuk persamapahan. dan lain-lain.depkumham.6 MISI KEENAM: Meningkatkan kualitas sumber daya aparatur melalui profesionalisme aparatur yang bebas KKN untuk menciptakan good governance dan clean government. 3. sekolah. Terbangunnya sarana dan prasarana air bersih/air minum pedesaan dengan kuantitas dan kualitas yang baik.id . 5. seperti: rumah sakit. Permasalahan yang Perencanaan Pembangunan adalah: 147 148 www. Tersedianya prasarana dan sarana pengelolaan sampah yang memadai. Tersedianya sarana dan prasarana pelayanan publik yang memadai. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi keenam dilakukan melalui sebuah fungsi yaitu Pelayanan Umum. 4. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pelayanan masyarakat. olah raga.1. Meningkatkan fungsi prasarana dan sarana permukiman yang layak.6. Terbangunnya taman baru sejalan dengan meningkat jumlah penduduk. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Perumahan adalah 1. 7. keteduhan dan kenyamanan kota. seperti: rumah sakit. Masalah. Program pengembangan dan pengelolaan lampu jalan. 3.

partisipatif. Terpenuhinya SDM perencana yang handal.depkumham. Terbatasnya sumber daya manusia perencana baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Tersedianya data dan informasi pembangunan Kabupaten Jepara. 2. 8. Kebijakan. Perencanaan makro. 4. Kebijakan urusan Perencanaan Pembangunan diarahkan pada: 1.go. 2. 3. 4.1. Masih adanya dokumen perencanaan yang belum implementatif. Belum optimalnya penyusunan data dan informasi pembangunan. sebagai bahan dasar perencanaan pembangunan. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Perencanaan Pembangunan adalah: 1. Program. Program peningkatan pendampingan program-program. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pemerintahan Umum adalah: 1. 6. transparan dan akuntabel. 3. baik yang bersifat perencanaan makro. 5. pembangunan kewilayahan maupun sektoral. 149 150 www. 4. Program kerjasama pembangunan. 5. aspiratif. Meningkatkan integrasi. Meningkatkan kemampuan teknis dan managerial perencana. Masih belum sinergis dan terintegrasinya perencanaan. Program pengembangan data dan informasi daerah. Belum optimalnya proses dan mekanisme pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah yang demokratis. Proses dan mekanisme perencanaan pembangunan daerah berlangsung demokratis. Program Perencanaan Pembangunan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program peningkatan kapasitas kelembagaan perencanaan pembangunan daerah. koordinasi dan sinkronisasi perencanaan pembangunan. pembangunan kewilayahan maupun sektoral berjalan sinergis. Program pengembangan sistem perencanaan pembangunan daerah. Meningkatnya kualitas dan kuantitas data dan informasi daerah. Terciptanya dokumen perencanaan yang implementatif. Meningkatkan manajemen data dan informasi pembangunan daerah. 7. Program perencanaan sosial dan budaya. Terbatasnya pemenuhan sarana prasarana inventaris untuk memberikan pelayanan masyarakat. 5. Peningkatan jumlah obyek pemeriksaan yang tidak sebanding dengan jumlah aparat fungsional auditor. aspiratif. transparan dan akuntabel. 5. 9.djpp. 5. 3. Melibatkan perencanaan pembanguna dengan seluruh pemangku kepentingan pembangunan daerah. 2. 6. 2.1. Masih belum optimalnya kinerja pendampingan program.2 Urusan Pemerintahan Umum Masalah. 3. Belum optimalnya penyediaan dan pengelolaan data dan informasi daerah. 4. Belum optimalnya pemakaian aset daerah.6. 2. 3. Program perencanaan pembangunan ekonomi. Meningkatkan kinerja perencanaan pembangunan.id . 6. partisipatif. Semakin kompleksnya penyelenggaraan pengelolaan keuangan daerah. 7. Program perencanaan prasarana wilayah dan sumber daya alam. Sasaran. Program perencanaan pembangunan daerah. 4.

Peningkatan sarana dan prasarana pemerintahan agar mampu memberikan pelayanan masyarakat secara efektif dan efisien. APBD. 18. Meningkatnya efektivitas penanganan pemeriksaan didukung dengan pengawas yang handal dan memadai. Tercapainya peningkatan pendapatan asli daerah. Peningkatan administrasi pemerintahan. Tersusunnya standar satuan harga. tahun. 12. 10.id . Tersusunnya anggaran kas dan surat penyediaan dana untuk SKPD. Belum optimalnya pelayanan perijinan penanaman modal Sasaran. 7. Meningkatnya setoran dana revolving/pemberdayaan ke Kas Daerah. 2. 6. 13. 7. 23. Tercapainya Peningkatan pengelolaan investasi daerah. 20. 3. KUA APBD. Tercapainya Peningkatan manajemen asset/barang daerah. Terselenggarannya pendidikan dan pelatihan keuangan daerah Terselenggaranya bimbingan teknis pengelolaan keuangan daerah Meningkatnya pengelolaan administrasi pengendalian pembangunan. 4. 14. 2. 151 152 www. Peningkatan kemandirian keuangan daerah. Program. Tersusunnya peraturan perundang-undangan sesuai kewenangan Daerah dan amanat perundang-undangan yang berlaku. 11. 22. 17. Peningkatan institusi pemerintahan.djpp. Belum optimalnya penggalian sumber-sumber PAD. Terselenggarannya sistem informasi pengelolaan keuangan daerah. 21. PPAS per tahun. 19. Program urusan Pemerintahan Umum yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Kebijakan urusan Pemerintahan Umum diarahkan pada: 1. Perubahan APBD. Tercapaianya peningkatan pelayanan melalui kegiatan seremonial dan protokoler kedinasan Kepala dan Wakil Kepala Daerah Semakin optimalnya pelayanan perijinan penanaman modal Kebijakan. Terpenuhinya kebutuhan sarana prasarana inventaris kantor secara bertahap sesuai kebutuhan. Tersusunnya pedoman pengelolaan keuangan desa setiap 16. 2. Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD per tahun. Program peningkatan pelayanan kedinasan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah. Belum optimalnya tupoksi perangkat daerah. Terevaluasinya Raperdes tentang APB Desa dan pendapatan desa. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pemerintahan Umum adalah: 1. sistem dan prosedur pengelolaan keuangan daerah.6. 15. 5. 10. 9. 3. Program peningkatan kapasitas Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah. Kurang tertibnya pengelolaan administrasi pengendalian pada SKPD. Masih rendahnya kesadaran hukum masyarakat dan belum optimalnya fungsi penegakan hukum. Terselenggaranya evaluasi rancangan peraturan desa. 8.go. Tersusunnya standar analisis belanja. Terlaksananya sosialisasi peraturan perundang-undangan. Terselenggaranya Pembinaan keuangan daerah. Tersusunnya Perda atau Perbup tentang pajak daerah dan retribusi daerah. 8. Meningkatnya administrasi pengelolaan aset/barang daerah pada SKPD.depkumham. 4. 9. kebijakan akuntansi.

7. 4. Program penataan dan penyempurnaan kebijakan sistem dan prosedur pengawasan.go.5 Kearsipan Masalah. Program penyelamatan dan pelestarian dokumen/arsip daerah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kepegawaian adalah: 1. 7. Program. Pengalokasian dana untuk kegiatan kearsipan. 5. Program peningkatan sarana prasarana pelayanan masyarakat. Peningkatan sarana/prasarana kearsipan. Meningkatkan pengiriman peserta diklat. baik teknis maupun fungsional. Kualitas SDM Aparatur belum merata dan tebatas baik dibidang teknis maupun fungsional. 5. Kebijakan urusan Kepegawaian diarahkan pada : Peningkatan sumber daya manusia aparatur PNS.3. Kebijakan urusan Kearsipan diarahkan pada: Peningkatan SDM petugas arsip.1. Program peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah. Masalah. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kearsipan adalah terkelolanya kearsipan secara teratur. Belum optimalnya kualitas penataan PNS dalam jabatan struktural dan fungsional. 2. Sasaran. Program pendidikan kedinasan. Pembinaan dan monitoring kearsipan secara rutin. Program intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah. 9. Program pendidikan dan pengembangan aparatur. Kebijakan. terarah dan terpadu. Sasaran. Peningkatan fungsi dan pemanfaatan depo arsip. Kebijakan. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kepegawaian adalah: 1. Meningkatkan wawasan pengetahuan dan ketrampilan PNS. Program peningkatan profesionalisme tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kearsipan adalah belum optimalnya pengelolaan arsip daerah. Program urusan Kearsipan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1.id .djpp. Program peningkatan kerjasama antar pemerintah daerah. Kurangnya dukungan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk peningkatan manajemen kepegawaian. 8.1.6. Program. Terlaksananya aplikasi program SIMPEG. 3. 3. 10. 7. 2. 4. Meningkatkan kualitas penempatan PNS dalam jabatan strukturan dan fungsional. 1. Program peningkatan sistem pengawasan internal dan pengendalian pelaksanaan kebijakan KDH. 6.3 Urusan Kepegawaian 2. Program urusan Kepegawaian yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 4. 153 154 www. 3. Peningkatan penyelenggaraan diklat.6. Meningkatkan SDM PNS dibidang teknis dan fungsional. 2. 1. 2. Program pembinaan dan fasilitasi pengelolaan keuangan desa. 3.depkumham.

transparan. maka perlu disusun program transisi yang disatupadukan dalam RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012. 8. dan program Bupati selama 5 (lima) tahun mendatang.BAB VIII PENUTUP Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 merupakan penjabaran dari visi. dan kegiatan pokok pembangunan dengan berpedoman pada RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 yang nantinya akan menjadi pedoman dalam menyusun Rencana Kerja (Renja) SKPD.depkumham. 3. kebijakan. Seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara. Tahun 2012. serta masyarakat termasuk dunia usaha berkewajiban untuk melaksanakan program-program dalam RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 dengan sebaik-baiknya. Seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara. program. jujur. misi.2 KAIDAH PELAKSANAAN RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 yang telah disusun ini hendaknya dapat dilaksanakan secara konsisten. landasan dan referensi dalam menyusun Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra-SKPD) Kabupaten Jepara yang setiap tahunnya akan dijabarkan menjadi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Jepara mulai tahun 2007 sampai dengan tahun 2011 dan satu tahun transisi yaitu tahun 2012. Hal ini dimaksudkan untuk menyelesaikan masalahmasalah pembangunan yang belum seluruhnya tertangani sampai dengan tahun 2011 dan masalah-masalah pembangunan yang akan dihadapi dalam tahun 2012. maka pada akhir tahun masa jabatan. Untuk itu perlu ditetapkan kaidah-kaidah pelaksanaan sebagai berikut: 1.1 PROGRAM TRANSISI Dalam rangka menjaga kesinambungan pembangunan daerah dan mengisi kekosongan dokumen perencanaan pembangunan daerah tahun 2012 (RKPD Tahun 2012) yang diperlukan sebagai pedoman bagi penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2012. misi. 2. partisipatif dan penuh tanggung jawab.go. yang dalam penyusunannya mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2004-2009 dan Rencana Strategis Daerah (Renstrada) Provinsi Jawa Tengah Tahun 20032008. tujuan. RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 merupakan pedoman. Seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara berkewajiban menjamin konsistensi antara RPJMN Tahun 20042009 dan Renstrada Provinsi Jawa Tengah Tahun 2003-2008 dengan Renstra-SKPD dan RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012. 8. strategi. Bupati berkewajiban menyiapkan Rancangan RKPD 155 156 www. berkewajiban untuk menyusun Renstra-SKPD yang memuat visi.id .djpp. Penyusunan program transisi perlu dilakukan juga mengingat waktu yang terbatas bagi Bupati/Wakil Bupati terpilih hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2012 guna menyusun RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2012-2017 dan RKPD Tahun 2012 sesuai dengan jadwal waktu yang telah ditentukan.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jepara berkewajiban untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penjabaran RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 20072012 kedalam RKPD Kabupaten Jepara Tahun 2007 sampai tahun 2012.4.depkumham. Dalam rangka meningkatkan efektivitas pelaksanaan RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012.djpp.id .go. BUPATI JEPARA ttd HENDRO MARTOJO 157 www.