LAMPIRAN

:

Peraturan Daerah Kabupaten Jepara Nomor : 18 Tahun 2007 Tanggal : 15 Nopember 2007

BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang, menjadi angin segar bagi Pemerintah Daerah di Indonesia. Terkait regulasi tersebut Pemerintah Daerah menerima banyak limpahan kewenangan yang lebih luas untuk menyelenggarakan pemerintahan dan kebijakan pembangunan secara otonom. Perubahan tersebut akan menjadi peluang manakala Pemerintah Daerah mampu mengoptimalkan kondisi dan potensi yang ada di wilayahnya. Berdasarkan pada hal tersebut Pemerintah Daerah perlu diperkuat dengan manajemen pemerintahan yang baik, salah satunya untuk menyusun perencanaan pembangunan daerah yang komprehensif dan aplikatif. Hal tersebut untuk mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Perencanaan pembangunan di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN), dimana didalamnya juga mengatur perencanaan pembangunan daerah. Berdasarkan pada amanat Undang-Undang SPPN tersebut, setelah Kepala Daerah (Bupati) ditetapkan maka Kabupaten atau Kota juga diwajibkan menyusun perencanaan pembangunan daerah yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah yang selanjutnya disebut

RPJMD. Berdasarkan pada hal tersebut di atas maka Pemerintah Kabupaten Jepara menyusun rencana strategis daerah dalam bentuk RPJMD, yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu lima tahun dari tahun 2007-2012. Dimana penyusunan RPJMD tersebut dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada atau mungkin timbul. RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program prioritas Bupati, serta berorientasi pada pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan yang diuraikan dalam program dan kegiatan tahunan. Dalam penyusunannya, RPJMD tersebut berpedoman pada RPJPD Kabupaten Jepara Tahun 2005-2025 yang sedang berjalan dan memperhatikan hasil evaluasi pelaksanaan pembangunan 5 (lima) tahun periode sebelumnya, serta masukan dari penjaringan aspirasi masyarakat. Penyusunan Dokumen RPJMD Kabupaten Jepara ini merupakan kelanjutan dari proses identifikasi potensi dan permasalahan yang terdapat di daerah, serta melalui suatu proses koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi antara pemangku kepentingan pembangunan daerah dan instansi terkait. Secara substansial RPJMD Kabupaten Jepara merupakan suatu upaya untuk mengoptimalisasi sumber daya daerah yang terbatas untuk pemenuhan kebutuhan yang tidak terbatas, dengan mengembangkan potensi yang ada serta membuat kesinambungan pembangunan. Dengan harapan proses pelaksanaan pembangunan berjalan efektif dan efisien, untuk memperoleh hasil pembangunan daerah yang optimal dalam rangka mensejahterakan masyarakat. RPJMD Kabupaten Jepara 2007-2012 sebagai petunjuk dan penentu arah kebijakan pembangunan serta pencapaian tujuan untuk kurun waktu lima tahun kedepan, sehingga RPJMD tersebut digunakan sebagai dasar penilaian kinerja Bupati selama masa jabatannya. Dimana progress report pelaksanaan pembangunan disampaikan dalam bentuk Laporan Keterangan

1

2

www.djpp.depkumham.go.id

Pertanggungjawaban, yang berupa informasi penyelenggaraan pemerintahan daerah selama 1 (satu) tahun anggaran dan laporan akhir masa jabatan yang disampaikan oleh Kepala Daerah kepada DPRD.

1.3 LANDASAN PENYUSUNAN Landasan Penyusunan RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 20072012 adalah sebagai berikut: 1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten dalam lingkungan Propinsi Jawa Tengah. 2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 4. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. 5. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan, Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara. 6. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. 7. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang. 8. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. 9. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 – 2025. 10. Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 1992 tentang Pembentukan Kecamatan di Wilayah Kabupaten-Kabupaten Daerah Tingkat II Purbalingga, Cilacap, Wonogiri, Jepara, dan Kendal serta Penataan Kecamatan di Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Semarang dalam wilayah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Tengah.

1.2 MAKSUD DAN TUJUAN RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 ini dimaksudkan sebagai pedoman atau panduan dalam penyelenggaraan pembangunan yang dilakukan oleh unsur Pemerintah beserta pemangku kepentingan pembangunan daerah dalam kurun waktu lima tahun kedepan. Sedangkan RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 bertujuan untuk: 1. Memberikan pemahaman kepada pemangku kepentingan pembangunan dan unsur Pemerintah tentang mekanisme, proses dan substansi perencanaan pembangunan selama lima tahun dengan baik. 2. Sebagai acuan dalam perencanaan pembangunan tahunan periode 2007-2012, sehingga setiap tahapan perencanaan pembangunan sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan. 3. 4. 5. Memberikan arahan kebutuhan program dan kegiatan prioritas yang jelas, dengan harapan pelaksanaan pembangunan daerah dapat berjalan secara optimal. Sebagai tolok ukur dalam penilaian kinerja Pemerintah Kabupaten Jepara selama lima tahun. Sebagai dasar komitmen bersama antara eksekutif, legislatif dan pemangku kepentingan pembangunan terhadap programprogram pembangunan daerah yang akan dilaksanakan kurun waktu lima tahun dalam rangka pencapaian visi misi daerah.

3

4

www.djpp.depkumham.go.id

11. 12. 13. 14. 15.

16. 17. 18. 19. 20.

21. 22.

Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 Tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Masyarakat. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009. Peraturan Daerah Propinsi Jawa Tengah Nomor 11 Tahun 2003 tentang Rencana Strategis Propinsi Jawa Tengah Tahun 20032008. Peraturan Daerah Kabupaten Jepara Nomor 10 Tahun 2006 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Jepara. Peraturan Daerah Kabupaten Jepara Nomor 2 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Jepara Tahun 2005-2025. Peraturan Daerah Propinsi Jawa Tengah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Pelaksanaan Perencanaan Pembangunan Propinsi Jawa Tengah. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 16 Tahun 2006 Tentang Prosedur Penyusunan Produk Hukum Daerah.

23.

Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor : 050/2020/SJ Tanggal 11 Agustus 2005 tentang Petunjuk Penyusunan Dokumen RPJP Daerah dan RPJM Daerah.

1.4 HUBUNGAN ANTARA RPJMD KABUPATEN JEPARA TAHUN 2007-2012 DENGAN DOKUMEN PERENCANAAN LAINNYA
Hirarki perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Jepara dimulai dari RPJPD untuk kurun waktu 20 tahun, yang terjabarkan dalam RPJMD untuk kurun waktu 5 tahun dan kemudian diwujudkan dalam perencanaan jangka pendek untuk kurun waktu 1 (satu) tahun. Gambar berikut adalah hubungan RPJMD Kabupaten Jepara sampai tersusunnya Renja SKPD.

Gambar 1.1. Bagan Hubungan RPJMD dengan dokumen perencanaan lainnya
RPJPD Kab. Jepara Th. 2005-2025

RPJM Nasional Th. 2004-2009

RPJMD (Renstrada) Prov. Jateng Th. 2003-2008

RPJMD Kab. Jepara Th. 2007-2012

Renstra SKPD Th. 2007-2012

RKPD Kab. Jepara

Renja SKPD

5

6

www.djpp.depkumham.go.id

Prasarana Dan Sarana Daerah 2. Kemudian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jepara digunakan sebagai pedoman untuk penyusunan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD). Maksud Dan Tujuan 1.3. Pemerintahan Umum 2. Arah Pengelolaan Pendapatan Daerah 5.1.4.Dari bagan di atas dapat dijelaskan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Jepara Tahun 2005-2025 adalah dokumen perencanaan daerah yang digunakan sebagai dasar untuk penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jepara Tahun 20072012 dengan tetap memperhatikan RPJM Nasional dan RPJMD Provinsi Jawa Tengah (Renstrada Provinsi Jawa Tengah Tahun 20032008). Arah pengelolaan Belanja Daerah 5. Sistematika Penyusunan KONDISI UMUM DAERAH 2.5.1. Sosial Budaya Daerah 2. BAB III 1. Kebijakan Umum Anggaran BAB VI KEBIJAKAN UMUM DAERAH BAB VII PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH 7.2. Faktor-Faktor Kunci dan Asumsi Keberhasilan BAB V ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH 5.5 SISTEMATIKA PENYUSUNAN RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 disusun dengan sistematika sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN 1.2.1.djpp. Isu-Isu Pembangunan VISI DAN MISI 3.1.1.4. Misi Ketiga 7.go. Misi Pertama 7. Landasan Penyusunan 1.id .7.2. Strategi Pembangunan Kabupaten Jepara 4. Perekonomian Daerah 2. Kaidah Pelaksanaan BAB II 7 8 www. Misi Kedua 7. Misi Keempat 7.2.2. Latar Belakang 1.6.4.5. Misi Keenam BAB VIII PENUTUP 8.2.2. Kondisi Geografis Dan Tata Ruang Wilayah 2.3. Visi 3.5.1.6. Misi Kelima 7.3.3. Demografi 2.depkumham. Misi BAB IV STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH 4. Program Transisi 8.1. Hubungan Antara RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 Dengan Dokumen Perencanaan Lainnya 1. serta Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dengan tetap memperhatikan RKP dan RKPD Provinsi Jawa Tengah.

5° 43' 20.758 km2).67" sampai 6° 47' 25.1 Kondisi Geografis Luas wilayah daratan Kabupaten Jepara 1. maka Kabupaten Jepara beriklim tropis dengan pergantian musim penghujan dan kemarau. dengan 5 pulau berpenghuni dan 24 pulau tidak berpenghuni.70%) sisanya merupakan tanah sawah.id .1 KONDISI GEOGRAFIS DAN TATA RUANG WILAYAH 2. Wilayah kepulauan tersebut merupakan Kecamatan Karimunjawa yang berada di gugusan Kepulauan Karimunjawa. Kabupaten Pati dan Kabupaten Kudus di Timur. 9 10 www. sehingga merupakan daerah paling ujung sebelah utara dari Provinsi Jawa Tengah.BAB II KONDISI UMUM DAERAH 2. Wilayah tersempit adalah Kecamatan Kalinyamatan (24.080 km2 (26.83" Lintang Selatan. dengan jarak tempuh ke Ibukota Provinsi sekitar 71 km dan dapat ditempuh dengan kendaraan lebih kurang 2 jam.052 km2 (73. sebesar 740. Pada lautan tersebut terdapat daratan kepulauan sejumlah 29 pulau.1 Letak Kabupaten Jepara dalam Konstalasi Jawa Tengah JEPARA Secara geografis Kabupaten Jepara terletak pada posisi 110° 9' 48. Kabupaten Jepara merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang beribukota di Jepara.179 km2) sedangkan wilayah terluas adalah Kecamatan Keling (231. sebesar 264.004. Sebagian besar luas wilayah merupakan tanah kering.464 mm. Laut Jawa Pati Kudus Demak Semarang Dari wilayah Kabupaten Jepara juga mencakup luas lautan sebesar 1. Suhu udara Kabupaten Jepara terendah pada 21.845.71 °C. dengan kelembaban udara rata-rata sekitar 84%. serta Kabupaten Demak di Selatan. yakni gugusan pulau-pulau yang ada di Laut Jawa dengan dua pulau terbesarnya adalah Pulau Karimunjawa dan Pulau Kemujan. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di Barat dan Utara.1.132 km2 dengan panjang garis pantai 72 km. Musim penghujan antara bulan Nopember-April dipengaruhi oleh musim Barat sedang musim kemarau antara bulan Mei-Oktober yang dipengaruhi oleh angin musim Timur. Sedangkan sebagian besar wilayah perairan tersebut dilindungi dalam Cagar Alam Laut Karimunjawa. dengan jumlah hari hujan 89 hari. yang berada di Laut Jawa. Berdasar letak geografis wilayah. Sedangkan jumlah curah hujan ± 2.30%). Gambar 2. Selain itu di Kepulauan Karimunjawa juga terdapat lapangan terbang perintis yang dapat didarati pesawat terbang berjenis kecil dari Semarang. 02" sampai 110° 58' 37.djpp.depkumham.go. dimana untuk menuju ke wilayah tersebut sekarang dilayani oleh kapal ferry dari Pelabuhan Jepara dan kapal cepat dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.6 km².55 °C dan tertinggi sekitar 33.40" Bujur Timur. Wilayah Kabupaten Jepara juga meliputi Kepulauan Karimunjawa.

004.go. 7.642 1. Kedung 0–2 7. 12.000 9.1 Jumlah Kecamatan.2 Peta Kabupaten Jepara 6. Batealit 88. Bangsri 0 – 594 3.301 8. Bangsri 85. Luas.965 35. RW dan RT No. Jepara 0 – 50 2. Mayong 13 – 438 10. seperti terlihat dalam tabel berikut.399 38. 10.Gambar 2.540 Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2005 Secara topografi Kabupaten Jepara dapat dibagi dalam empat wilayah yaitu wilayah pantai di bagian pesisir Barat dan Utara.955 56.1. Tabel 2.2 Ketinggian Permukaan Tanah Kecamatan Ketinggian No Kecamatan (mdpl) 1. 9. 14. Kedung Keling Kembang Mayong Mlonggo Nalumsari Pecangaan Tahunan Welahan Jumlah 43.906 27.djpp.043 102.879 11 51 282 4. 13. Jepara 24. Tabel 2.667 16 81 291 2.1. Kecamatan Luas (km2) Desa/Kel RW RT 1. Kalinyamatan 24. wilayah pegunungan di bagian Timur yang merupakan lereng Barat dari Gunung Muria dan wilayah perairan atau kepulauan di bagian utara merupakan serangkaian Kepulauan Karimunjawa. Karimunjawa 71. Keling 0 .758 108.200 3 14 52 11 12 www.depkumham.124 65. 11.063 231. Karimunjawa 0 – 100 6. 8.179 12 50 236 5.132 km² tersebut terdiri atas 14 kecamatan yang dibagi lagi atas sejumlah 183 desa dan 11 kelurahan. Desa/Kelurahan. Mlonggo 0 – 300 Secara administratif wilayah seluas 1.id . Kalinyamatan 2 – 29 5.352 12 120 433 3. wilayah dataran rendah di bagian tengah dan Selatan.132 18 20 11 18 16 15 12 15 15 194 63 116 77 75 89 78 58 74 44 990 250 551 324 383 509 365 333 315 216 4.004. Batealit 68 – 378 4. Kembang 0 .

2.469 Ha.212 Ha. Dalam dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Bagian Wilayah Kabupaten Jepara. sedangkan daerah yang tertinggi adalah Kecamatan Keling antara 0-1. Bakalan. Tahunan. terdapat diperbukitan bagian utara dan puncak Gunung Muria seluas 3. Wiso. Alluvial terdapat di sepanjang pantai utara seluas 9. 13.776 Ha dan sangat curam 10. 13 14 www. SWP II : Bangsri Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan Bangsri. SWP I : Jepara Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan Jepara. menyebabkan sungai mengalir dari daerah hulu di bagian timur dan selatan ke daerah hilir bagian utara dan barat. yang dapat diklasifikasikan menjadi 4 jenis tanah berikut Andosol coklat.458 Ha dan Latosol yang merupakan jenis tanah paling dominan di Kabupaten Jepara terdapat di perbukitan Gunung Muria seluas 65. aliran sungai relatif dari daerah hulu dibagian timur (Gunung Muria) ke arah barat (barat daya. yaitu datar 41.126. Asosiasi Mediterian terdapat di pantai barat seluas 19. Pada daratan Kabupaten Jepara terdapat beberapa jenis tanah.id . Daratan utama Kabupaten Jepara berdasarkan sistem hidrologi merupakan kawasan yang berada pada lereng Gunung Muria bagian barat yang mengalir sungai-sungai besar yang memiliki beberapa anak sungai. hal ini mengacu pada petunjuk perencanaan pembangunan dari Pemerintah Pusat. Potensi pengembangan meliputi sektor industri kerajinan dan pertanian tanaman pangan. Variasi ketinggian tersebut menyebabkan Kabupaten Jepara terbagai dalam empat kemiringan lahan. Jarakan. Mlonggo. perikanan dan pariwisata.go. SWP III : Pecangaan Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan Pecangaan.060 Ha. Kondisi ini menyebabkan sistem hidrologinya mengalir beberapa sungai besar yang memiliki beberapa anak sungai. pengembangan wilayah Kabupaten Jepara terbagi dalam 6 Sub Wilayah Pembangunan (SWP) berikut ini: 1. daerah terendah adalah Kecamatan Kedung antara 0 .700. Kabupaten Jepara memiliki variasi ketinggian antara 0 m sampai dengan 1.400.525. bergelombang 37. Kedung dan Batealit.659. Berdasar data tersebut di atas.1.2 Tata Ruang Wilayah Tata ruang wilayah merupakan salah satu hal yang penting diperhatikan dalam perencanaan pembangunan Kabupaten Jepara.972 Ha.857 Ha. Berdasarkan karakteristik topografi wilayah. 14. Potensi pengembangan meliputi sektor industri kerajinan. Banjaran.327. dan barat laut) yaitu daerah hilir (laut Jawa).depkumham. 3. 4. Potensi pengembangan meliputi sektor pertanian tanaman pangan dan peternakan serta sektor energi (PLTU).917 Ha. Regosol terdapat dibagian utara seluas 2. SWP IV : Karimunjawa Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan 2. 12. Sungai-sungai besar tersebut antara lain Sungai Gelis. Pecangaan. curam 10. Mayong dan Tunggul. Kalinyamatan dan Welahan. Jinggotan. Dimana karakteristik kontur wilayah.301 m dpl (dari permukaan laut). bagian daratan utama Kabupaten Jepara terdiri dari dataran rendah dan dataran tinggi yang merupakan kawasan pada lereng Gunung Muria. Nalumsari Pecangaan Tahunan Welahan 13 – 736 2 – 17 0 – 46 2–7 Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2005 Dengan kondisi topografi demikian.2 mdpl yang merupakan dataran pantai. Keling. Gung.433 Ha.11.620.301 mdpl merupakan perbukitan.djpp. barat. Kembang dan Mlonggo.689.

SWP V : Keling Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan Keling.144. Sebagai gambaran saat ini penggunaan lahan di Kabupaten Jepara dibedakan menjadi 3 (tiga) yaitu: 1. Potensi pengembangan meliputi sektor perikanan.935 • Pengairan Setengah Teknis 3. industri dan lain sebagainya. peternakan. Lahan Luas (Ha) 1. pengelolaan sumber daya alam. pariwisata.Karimunjawa. 7.203 19. pelestarian lingkungan hidup serta perhubungan laut.08% dan tegalan atau kebun seluas 18.40%.30%. 4. perdagangan dan pertanian tanaman pangan.4 Penggunaan Tanah Sawah dan Tanah Kering No.005. Penggunaan lahan Enviromental Conservation atau konservasi lingkungan yang meliputi penggunaan lahan pada daerah perairan Kepulauan Karimunjawa.096 3. perekonomian. Sedangkan yang lain seperti tambak. perkebunan dan penggunaan lainnya luasnya relatif kecil atau dibawah lima persen. hutan sekitar 19.311. Penggunaan lahan Rural atau Pedesaan yang meliputi penggunaan tanah sawah. Bangunan / Pekarangan 28.000 • Rawa tidak ditanami 21. 6.185 • Tanah Bangunan dan 28. pola tata guna lahan tersebut di atas dapat dirinci dalam penggunaan tanah (untuk tanah sawah dan tanah kering) sebagai berikut: Tabel 2.3 Pola Tata Guna Lahan Kabupaten Jepara No. Tengah dan Selatan wilayah Kabupaten Jepara.312 3. Penggunaan tanah Luas 1 2 3 1.269.411 Dari data diatas diketahui bahwa luas bangunan dan pekarangan sudah mendominasi tata guna lahan di Kabupaten Jepara atau mencapai 28.718 2.795 6.087 • Pengairan Non PU 2.depkumham. Sawah 26. 5.380.364 • Padang Rumput 15. SWP VI : Mayong Jangkauan pelayanan meliputi wilayah Kecamatan Mayong dan Nalumsari. yang tersebar di bagian Utara. jasa.096. Sebagai gambaran proporsi pola tata guna lahan Kabupaten Jepara seperti terlihat pada tabel berikut: Tabel 2. Tegalan / Kebun 18.id . Tanah Sawah 26. tambak dan perkebunan. yang menyebar pada beberapa bagian wilayah Kabupaten Jepara.382 Halaman • Tegalan 18. 2. Potensi pengembangan meliputi sektor perkebunan. Potensi pengembangan meliputi sektor kerajinan. perdagangan.250 • Pengairan Sederhana PU 10.djpp. Selanjutnya. Penggunaan lahan Urban atau Pusat Keramaian yang meliputi penggunaan tanah perumahan. kebun campur.269 2.398.go. peternakan dan perikanan.954 2. Tambak Hutan Perkebunan Penggunaan lainnya Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2005 1.000 15 16 www.26% dari luas Jepara.014 • Tadah Hujan 5. Kemudian disusul berturutturut berikutnya adalah luas sawah yang mencapai 26. 5. 3. Tanah Kering 74.388. tegalan.408.004 • Pengairan Tehnis 5.

pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan. maka Kabupaten Jepara dijadikan salah satu daerah produksi pangan. Hal ini sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 21 Tahun 2003 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Tengah. kondisi fisik dan jumlah penduduk yang ada dalam wilayah tersebut.535.id . Gambar 2. maka skenario pengembangan wilayah Kabupaten Jepara mengarah pada wilayah utara yaitu pada Kepulauan Karimunjawa dan ke arah timur dari Jepara sepanjang garis pantai. Tanah Bersertifikat s.202.748 atau meningkat sebesar 9%.3 Skenario Pengembangan Wilayah Kabupaten Jepara Guna menjaga keseimbangan ekosistem dan ketahanan pangan nasional. agar dalam lima tahun kedepan dicapai pertumbuhan wilayah tertinggal. Penggunaan lahan tersebut merupakan cerminan atau perwujudan interaksi antara manusia dengan tingkat teknologi yang dimiliki. Tabel 2.1 • Tambak 1.djpp.700 diusahakan • Tanah untuk Kayu-Kayuan 1.282 • Kolam 9.793.545 • Tanah yang tidak 330.288 • Tanah untuk Lainnya 2. Aspek lain yang terkait dengan tata ruang adalah aspek pertanahan. Desakan globalisasi yang terjadi sangat berpengaruh terhadap aspek-aspek pembangunan di Kabupaten Jepara.d 2003 2004 2005 2006 2002 No.d 2006 17 18 www.954.891 Jumlah 100. hal ini ditunjukkan dengan makin bertambahnya jumlah tanah yang bersertifikat. pada tahun 2006 menjadi 256. Apabila pada tahun 2002 sertifikat tanah yang diterbitkan untuk semua jenis hak berjumlah 235. Sehingga pola penggunaan lahan tersebut akan mencirikan kegiatan masyarakat yang mendiami daerah yang bersangkutan. Berdasar hal-hal tersebut sudah saatnya diperlukan penyusunan RTRW dan RDTR untuk periode 10 (sepuluh) tahun ke depan dengan memperhatikan lingkungan yang keberlanjutan.5 Jumlah Sertifikat Tanah Jumlah Penerbitan Sertifikat s.462 • Hutan Negara 17. sehingga menyebabkan terjadinya perubahan yang sangat cepat dalam pengembangan wilayah serta berpengaruh kuat pada kebutuhan lahan untuk pembangunan.413. Perda tersebut diperkuat dengan adanya kesepakatan antara Bupati atau Walikota se-Jawa Tengah untuk mempertahankan lahan sawah yang produktif dari alih fungsi lahan.depkumham.562.189 Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2005 Dalam kerangka tata guna lahan. Kesadaran masyarakat untuk memiliki kepastian hukum tentang pemilikan hak atas tanah cenderung meningkat.go.271 2 3 • Perkebunan Negara 3. jenis usaha.503.

Lingkungan hidup menjadi isu sentral hampir disemua daerah. bahwa terjadi 19 20 www. Namun secara umum jumlah bencana pada tahun 2006 menurun menjadi 6 kali.2 DEMOGRAFI Jumlah penduduk Kabupaten Jepara 5 (lima) tahun terakhir meningkat dari jumlah 979. dan berkurangnya hutan produktif serta terjadinya bencana alam. Pada masa datang kerusakan lingkungan yang disebakan oleh hal-hal diatas akan semakin banyak.094 5.799 13 486 13 48 19 66 632 235.923 123 0 4. Sedangkan pada tahun 2006 bertambah menjadi 56.511 256. Hak Milik Hak Guna Bangunan Hak Guna Usaha Hak Pakai Jumlah 234.1.254 6. Akibat kondisi tersebut terjadi peningkatan kejadian bencana alam berupa banjir dan erosi. 2.djpp. tahun 2003 seluas 37.66 Ha menjadi 47. Jumlah kawasan lindung yang ada di Kabupaten Jepara pada tahun 2006 terdiri dari taman nasional 1 buah. Tahun 2006 Permasalahan umum tata ruang adalah peningkatan perubahan peruntukan lahan pertanian menjadi non pertanian dan ketidakkonsistenan penggunaan lahan sesuai fungsi yang ditetapkan dalam perencanaan tata ruang.1.3 Lingkungan Hidup Tahun 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Kondisi lingkungan hidup dalam waktu satu dasa warsa terakhir cenderung mengalami penurunan kualitas.304 1.921 524 0 254. cagar alam 2 buah. Berdasarkan data diketahui bahwa luas lahan kritis semakin meningkat. Kondisi hutan pada tahun 2006 secara kuantitas tidak terjadi pengurangan luas lahan. dimana pada tahun 2000 jumlah banjir terjadi 7 kali dan tahun 2005 meningkat menjadi 18 kali.046.6 Jumlah Bencana Alam Frekuensi 12 15 20 13 18 6 Sumber: Bakesbanglinsos Kabupaten Jepara.183 Ha pada tahun 2004. akibat pemanfaatan sumber daya alam yang tidak ramah lingkungan. rendahnya kesadaran masyarakat dan kurang konsistennya penegakan hukum.386 6.503 3. 2006 Sumber: Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Jepara. hutan negara dan lahan tanaman kayu-kayuan seluas 190.037 jiwa pada tahun 2005. hutan lindung 2 buah dan cagar budaya 4 buah. baik saat ini maupun masa mendatang. meningkatnya pencemaran lingkungan.id . 3.120 Ha. sedangkan masalah pertanahan adalah masih banyaknya petak tanah yang belum bersertifikat.440 km2 dan hutan suaka alam dan wisata 0. Ini menunjukkan.36%. 2. hal ini ditandai dengan bertambahnya lahan kritis. 2.go.981 386 0 5.748 berkurang dimana pada saat ini hampir sebagian besar hutan dalam kondisi gundul akibat penebangan liar. untuk itu isu ini harus mendapat perhatian khusus agar dampak yang ditimbulkan dapat dieliminir. atau mengalami peningkatan sebesar 27.227 14 0 5.078.depkumham.71 km2..96 km2 serta hutan lindung seluas 42. 4. Tabel 2.025 jiwa pada tahun 2002 menjadi 1.252 752 13 3. Salah satu indikator kualitas lingkungan hidup ditunjukkan dari luasnya lokasi lahan kritis. Namun ternyata secara kualitas kondisi hutan jauh Permasalahan pokok pengembangan lingkungan hidup adalah penurunan kualitas lingkungan hidup.

685 No.999 1.035 123.951 69.734 93.527 1. 5.288 119 1.id . Atas dasar data di atas penyebaran penduduk Kabupaten Jepara masih terkonsentrasi di wilayah Kecamatan Jepara dan yang terendah adalah Kecamatan Karimunjawa.600 491 588 1.120 1.007 91.594 1.158 69. Berdasar hasil registrasi penduduk pada tahun 2005.382 111.083 2.03 7 2005 Kepadatan 2.527 1.016 127.387 533.222 1.664 81. 7.059.546 523.997 0.776 63.132 1.243 1.915 113.987 yang berarti setiap 1. jumlah penduduk Kabupaten Jepara berdasar jenis kelamin terdiri dari 542.071 826 2.382 55. Tabel 2.439 68.pertambahan penduduk sebesar 99.281 1.527 perempuan. 5.083 2.258 75.028.076 73.001 1.585 65.059.977 2.064 1. 1.600 491 588 1. 2. Namun sejak tahun 2006 jumlah penduduk laki-laki lebih besar dari perempuan. 3.078.283 79.564 8.112 115.025 2003 516.007 74.55% per tahun.6 38 Kepadatan 2.288 119 1.780 2.752 0. namun dengan angka sementara (2006) ternyata terjadi pertumbuhan yang meningkat.012 jiwa dalam waktu lima tahun atau mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 2.8 Jumlah dan Kepadatan Penduduk No 1.332 8.633 125.752 64. 9.577 70.980 91. 6.073 Jumlah 67.292 8.91 2005 542.656 56.362 2.071 826 2.078.638 1.000 penduduk laki-laki terdapat 987 penduduk perempuan.428 18.713 3.74 2006* 512.222 1. Sedangkan proporsi jumlah penduduk Kabupaten Jepara hanya sekitar 3.028.014 95.483 0.852 1.depkumham.195 2. 10 11 12 13 14 Kec Jepara Bangsri Batealit Kalinyamata n Karimunjawa Kedung Keling Kembang Mayong Mlonggo Nalumsari Pecangaan Tahunan Welahan Jumlah 2004 Jumlah 73.367 53.898 67.224 1.400 71.972 64.23 Tabel 2.420 73. 4.904 85. Gambaran sosial ekonomi masyarakat memang dapat ditentukan oleh tingkat kepadatan penduduk suatu wilayah. Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2004-2005 dan *Disnakerdukcapil Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2005 dan *Disnakedukcapil Berdasar data di atas menunjukkan pertumbuhan penduduk tiga tahun terakhir (2003-2005) cenderung menurun. 4. 21 22 www.546 490.844 70.195 2.215 0.757 1.410 2.djpp.510 535.224 1. Pemerintah Kabupaten Jepara menyadari bahwa ukuran kepadatan penduduk suatu Kabupaten akan lebih bermakna bila dikaitkan dengan potensi Kabupaten dan kondisi penduduk antar kecamatan di Kabupaten Jepara yang bervariasi.767 68. Namun demikian tingkat kepadatan yang ideal di Kabupaten Jepara tidak dapat ditentukan dengan pasti karena tergantung pada potensi yang dimiliki dan kemampuan penduduk di Kabupaten tersebut dalam memanfaatkan potensi yang ada. Proporsi jumlah penduduk perempuan sampai dengan tahun 2004 lebih besar daripada laki-laki.7 Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Pertumbuhan Tahun Laki-laki Perempuan Jumlah (%) 2002 488. Hal tersebut menunjukkan rasio jumlah penduduk laki-laki terhadap jumlah penduduk perempuan (rasio jenis kelamin) sekitar 0.478 979. 2.772 69.265 93.518 0.27% dari jumlah penduduk Jawa Tengah (32.510 laki-laki dan 535.039.951 515.055 Jumlah 75.21 2004 526.251 1.037 1.71 3 2006* Kepadatan 2.999 1.827 6. 8.215 0.527 1.560 79. 3.go.91 Juta jiwa).410 2.586 70.

421 pada tahun 2005.go.232.544 2004 309.540 2011 1.587 2010 1.180. maka dapat dilihat jumlah penduduk berdasarkan komposisi umur.128.492 2012 1.039.762 2003 303.827 1.430 712.389 Dalam 65 keatas 46. penduduk Kabupaten Jepara tergolong dalam ciri Expansive yakni sebagian besar penduduknya berada dalam kelompok usia muda atau produktif (15-64 tahun) yaitu sekitar 66.depkumham.738 dengan angka ketergantungan 44.445 Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2002-2005.djpp.10 Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia Tahun 0 –14 2002 285.Tabel 2. Hal tersebut menunjukkan penduduk yang datang lebih besar daripada penduduk yang pergi keluar Jepara.844 50.059.634 2009 1. maka dapat dilihat bentuk struktur atau piramida penduduknya. Diolah dan Berdasarkan komposisi umur penduduk. Prosentase tersebut menunjukan angka beban tanggungan.41.194 688.328 2005 314.698 2006* 296.681 2008 1.258. Tabel 2.373 700. Gambar 2.9 Prediksi Jumlah Penduduk Tahun Jumlah Penduduk 2007 1.602 1.709 22. Dari sudut pandang ini.154.630 709.206. serta adanya rencana pembangunan pembangkit listrik energi alternatif. membawa konsekuensi daerah ini sebagai tujuan mobilitas penduduk baik karena alasan pekerjaan maupun alasan usaha.037 1. yang berarti 1 orang penduduk usia produktif menanggung 2 orang penduduk tidak produktif.id . yaitu perbandingan antara penduduk usia produktif dengan penduduk usia tidak produktif (0-14 dan 65 th keatas) pada tahun 2006 (menggunakan angka sementara) Jepara sebagai pusat perdagangan dan industri furnitur atau meubelair. Perbandingan penduduk yang datang dengan yang pergi pada tahun 2006 (angka sementara) menunjukan rasio 1 : 5.069 47.4 Piramida Penduduk Tahun 2005 11981 70 – 74 60 – 64 50 – 54 40 – 44 30 – 34 16317 22411 33921 34395 42873 52554 66943 81876 85444 98513 20 -24 10 – 14 0 – 4 0 20000 40000 60000 80000 101798 114313 107065 105137 102496 100000 120000 140000 Untuk dapat mengetahui perbandingan antara penduduk usia produktif dengan penduduk usia tidak produktif.025 1.910 49.604 Sumber: Jepara *Disnakerdukcapil Usia 15 – 64 647.87%.713 2002-2005 Sumber: Jepara Dalam Angka 2005. 23 24 www.720 Angka Tahun Jumlah 979.078.028. Dari data yang ada menunjukkan bahwa migran ke Kabupaten Jepara tiga tahun terakhir naik dari 224 jiwa tahun 2002 menjadi 2. Diolah sebesar 331.1%.

Apabila dirinci dari sisi tahapan keluarga sejahtera tampak bahwa jumlah keluarga Pra Sejahtera pada tahun 2001 sebesar 105.597 13.856 23.273 14.29% dari jumlah penduduk sedangkan tahun 2006 (angka sementara) sebesar 101.439 2003-2005 dan Tahun 2002 2003 2004 2005 2006* Tabel 2.7% 1. kepadatan penduduk.5% 1.489 (41.582 (38. Namun dilihat dari proporsi penduduk miskin terhadap jumlah penduduk.344 148.118.871 KK atau 36.196 2006* 546 397 Penduduk Pergi 2003 152 141 2004 207 174 2005 262 230 2006* 737 702 Sumber: Jepara Dalam *Disnakerdukcapil Angka Tahun Jumlah 224 202 2.depkumham.380 59.095 2005 5 102.5% dari jumlah penduduk dan pada tahun 2006 (dengan menggunakan angka sementara) naik menjadi 148. Permasalahan umum di bidang kependudukan adalah pertambahan jumlah penduduk yang cukup tinggi dan masih tingginya jumlah keluarga Pra Sejahtera.3% Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2002-2005 Dari data pertumbuhan jumlah penduduk.881 2006* 6 101.984 Tahun 2004 4 102.637 61.828 37.784 32.984 2003 3 105.780 13.056* 41.273 Jiwa atau 14.872 144.52) 41.80) 48.431 6.296 61.802 23.059. Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa terjadi penurunan jumlah keluarga Pra Sejahtera sebesar 1. Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jepara pada tahun 2002 sebanyak 142.12 Jumlah Penduduk Miskin Jumlah Penduduk Persentase Penduduk Miskin 979.98) 44.421 937 293 381 491 1.973* Sumber: Jepara Dalam Angka Tahun 2001-2005 dan *Kantor KB Daerah 25 26 www.828* 24.640 KK atau 42.33) 39.597 Jiwa atau 13.80% dari jumlah penduduk.638 143.952 (37.227 13. artinya terjadi sedikit peningkatan kesejahteraan masyarakat dari sisi ekonomi.Tabel 2.9% 1.325 36.6% 1.875 7.id .025 142.039.11 Jumlah Penduduk Migrasi Migran Laki-laki Perempuan Penduduk Datang 2003 127 97 2004 132 170 2005 1.13 Penduduk Menurut Tahapan Keluarga Sejahtera Tahap Keluarga Sejahtera 1 Pra Sejahtera Sejahtera I Sejahtera II Sejahtera III Sejahtera III+ KK Berumah Tidak layak 2002 2 105. hal ini berpengaruh secara tidak langsung terhadap jumlah penduduk miskin. jumlah penduduk pencari kerja dan banyaknya penduduk migran.078.116 (40.871 (36.111 34.108 22.401 6.761 7.15) 36. beban tanggungan penduduk non produktif.037 147.570* 62.djpp. Tabel II.907 13.3%.081 KK.911* 16.4%.219 24. sehingga selama tiga tahun jumlah penduduk miskin naik sebesar 817 iwa.go.225 1. persentase penduduk miskin turun sebesar 0.554 59.

354 PUS. Dari analisis ini.31% dari PUS tetapi pada tahun 2005 mengalami penurunan yang cukup besar karena hanya mencapai 18. hal tersebut berdampak pada peningkatan penyerapan tenaga kerja. sarana prasarana (transportasi dan pelabuhan batubara). maka sektor unggulan pertama adalah industri pengolahan. Dalam pengertian tersebut. Berdasarkan gambaran sepintas tentang perekonomian daerah di atas berikut akan diuraikan tentang struktur perekonomian daerah terkait kontribusinya terhadap wilayah dan ciri-ciri ekonomi wilayah. hotel dan restoran merupakan andalan utama Kabupaten Jepara saat ini karena kontribusinya cukup besar.09% tetapi sebaliknya pada tahun 2005 mengalami penurunan hingga 74. analisis indikator ekonomi diarahkan untuk menciptakan keterkaitan ekonomi antar kawasan di dalam wilayah kabupaten dan keterkaitan ekonomi antar wilayah kabupaten. kondisi Kabupaten Jepara menunjukkan jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. dimana pembangunan kedua hal tersebut akan membawa dampak yang sangat luas baik dalam ekonomi. tahun 2001 sebanyak 181. Hasil analisis tersebut merupakan pijakan. Pada bidang ekonomi pembangunan pembangkit listrik energi alternatif akan meningkatkan perputaran roda perekonomian daerah. maka berikut akan disajikan melalui indikator perkembangan Produk Domestik Regional Bruto yang selanjutnya disingkat PDRB.id .1 Struktur Perekonomian Untuk melihat pertumbuhan perekonomian Kabupaten Jepara secara umum. Sedangkan hal yang akan mempengaruhi kondisi ekonomi Kabupaten Jepara lima tahun kedepan adalah adanya rencana pembangunan pembangkit listrik energi alternatif dan pembangunan Jepara The World Carving Centre.42% dari PUS. pertumbuhan dan disparitas pertumbuhan ekonomi wilayah. 2. Kondisi ini tidak sejalan dengan peningkatan jumlah peserta KB Aktif yang cenderung menurun. sosial dan budaya masyarakat. dalam rangka merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi Kabupaten Jepara kurun waktu lima tahun kedepan. 27 28 www.Dilihat dari sisi keluarga berencana. Hal ini dapat dilihat pada tahun 2001 persentase peserta KB mencapai 73. sektor-sektor unggulan. 2. Hasil perhitungan PDRB atas dasar harga berlaku dapat menjelaskan besamya peran masing-masing sektor ekonomi. berdasar basis ekonomi dan sektor-sektor unggulan.depkumham. hotel dan restoran hampir menduduki urutan berikutnya. sektor pertanian serta sektor perdagangan. Berdasar hal tersebut. Berikut akan diuraikan pertumbuhan PDRB dan kontribusi sektor PDRB selama empat tahun terakhir (2002-2005). Kemudian sektor pertanian dan sektor perdagangan.846 PUS sedangkan tahun 2005 sebanyak 198.96%. berkembangnya usaha kecil dan besar. serta meningkatnya pendapatan daerah. maka dapat diketahui bahwa ketiga sektor yaitu sektor industri pengolahan. besaran kesempatan kerja.djpp. Analisis ekonomi dilakukan untuk mewujudkan ekonomi wilayah yang sustainable melalui keterkaitan ekonomi lokal dalam sistem ekonomi wilayah yang lebih luas. Apabila diurutkan. Hal ini berarti akan meningkatkan potensi fertilitas.3 PEREKONOMIAN DAERAH Dalam rangka penyusunan perencanaan pembangunan jangka menengah Kabupaten Jepara dibutuhkan analisis indikator ekonomi berbagai sektor pembangunan. Permasalahan pokok Keluarga Berencana adalah makin menurunnya persentase cakupan peserta KB aktif dan menurunnya pencapaian peserta KB MKJP. diharapkan diperoleh pengetahuan mengenai karakteristik perekonomian wilayah dan ciriciri ekonomi kawasan dengan mengidentifikasi basis ekonomi kabupaten. Pada tahun 2001 peserta KB Aktif yang menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) mencapai 20. serta proporsi PDRB Kabupaten Jepara pada PDRB Provinsi Jawa Tengah berdasarkan harga berlaku dan harga konstan tahun 2000.go.3.

Hotel Dan Restoran Keu.057. Dengan demikian dapat terlihat dengan jelas sektor-sektor yang merupakan andalan utama saat ini.67 320.0060 0.46 939.654 2006* 1.depkumham. sektor pertanian serta sektor perdagangan. maka berikut akan digambarkan masing-masing Kontribusi PDRB menurut lapangan usaha pada tahun 2006.324.69 0. Bangunan.0580 0.0132 0.2442 0.738. Gas dan Air Bersih Bangunan Perdagangan. Sektor Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.335.79 241.348.726. 4.223.00 0.434.0628 0.059.37 292.2698 0. Gas dan Air Bersih Bangunan Perdagangan.0921 1.36 74.go.15 0. 9.30 380.13 0.0063 0.037 4.0602 Tahun 2004 2005 0.29 1.89 1.316.56 256. Ketiga sektor utama yaitu sektor industri pengolahan.48 33.196. Gas dan Air Bersih Perdagangan.0057 0.07 5.078.2274 0.436.084. Tabel 2. 2.396.0445 0. Jasa Persh 2003 0.118.039.058.27 498.925.003. 3.136 2005 1.25 1.58 404. Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.19 236.164.2144 0.59 1.0588 0.97 24.0667 0. 8.0053 0.658.018.382. 7.0396 0.17 4.144728 1.547. 6.324.2639 0.2722 0.0930 1.344 4.481. 1.093065 1.969.827 3.733.id . 3.02 158.0118 0.563. sumbangan tertinggi terhadap pembentukan PDRB empat tahun 29 30 www.2326 0.151.2076 0.14 PDRB Menurut Atas Dasar Harga Berlaku No 1.233.410.0725 21% 6% 1% 26% Pertanian Industri Pengolahan Bangunan Pengangkutan dan Komunikasi Jasa-Jasa Pertambangan dan Penggalian Listrik. 5.5 Kontribusi PDRB Menurut Dasar Harga Berlaku Tahun 2006* Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 9% 7% 6% 23% 1% Secara rinci kontribusi masing-masing lapangan usaha terhadap PDRB selama empat tahun ditunjukkan pada tabel berikut.79 1.984.87 9.494.949.20 337.435.87 254.33 47. Persewa Bang.0639 0.79 195.92 363.716.405.2356 0.0126 0. karena kontribusinya yang besar. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keu.00 0.32 4.0670 2006* 0.124. JEPARA) (diolah) Untuk mengetahui kondisi terkahir. 8.010. JEPARA (BPS Kab. Jasa-Jasa PDRB 0. 5.0905 1. Persewa.0922 1.2593 0. 6.05 5.47 0.0570 0.032.97 462.00 0.182. 7.293.2172 0. 4.83 336.87 63.58 21.357.0511 0.638 4.711.856 2004 1. Hotel Dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keu.867.686.Tabel 2. Jasa Prsh Jasa-Jasa PDRB Pertumbuhan PDRB (%) Jumlah Penduduk (Jiwa) Pdpt Per Kapita (Juta Rp) Tahun (dalam jutaan) 2003 979.097242 1. Bangunan.69 1.167.128991 1. 2.12 30.383.04 293. Gambar 2.00 871. hotel dan restoran kontribusinya selama empat tahun menunjukkan angka yang relatif besar atau diatas 20% dari PDRB.0145 0.453.091.djpp. Jasa Persh Sedangkan berdasarkan atas dasar harga konstan 2000.008.789.2108 0.001.710.15 Kontribusi Sektor PDRB Atas Dasar Harga Berlaku No.00 Sumber: PDRB Kab. Persewa.023.82 57.

83 301.507. 3.66 0.078. 1.91 721.0549 0. 7.2690 0.0553 0.037 3. 4.080.0546 0.63 291.0402 0. Gas dan Air Bersih Bangunan Perdagangan.22 173.0884 2006* 0. 7.226. Gas dan Air Bersih Bangunan Perdagangan.598.09 18.0515 0.349.87 126.04 16.0542 0. Namun ketiga sektor utama pembentuk PDRB tersebut.2204 0.0871 Tahun 2004 2005 0.037600 1. Sektor Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.110.2477 0. Jasa Persh.48 199.go.15 PDRB Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000 No.58 0.836. berikut akan digambarkan masing-masing sektor seperti pada gambar berikut ini.73 3. Secara rinci PDRB menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000 dapat dilihat pada tabel berikut.0434 0.192. Lapangan Usaha 2 Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik. 9.83 3.399.687.terakhir juga pada sektor industri pengolahan.2730 0.304. Sedangan kontribusi terendah terhadap PDRB adalah sektor Pertambangan dan Penggalian.088 931. 5.55 191.509. sektor pertanian serta sektor perdagangan.00 1.19 19.381. 5.34 186.32 21.24 141.47 844.146.042254 1118343.29 952.328. 2. Persewa Bangunan.631.0068 0.311.904. 4.638 3. 6.110.887. 8.52 178.164 2006* 6 868.625. Hotel dan Resto Pengangkutan dan Komunikasi Keu.76 700.026 Tahun (dalam Jutaan) 2004 2005 4 5 809.533.0578 0.0890 0.22 157.0066 0. 2.2227 0.0584 0.2518 0.838.042305 1.0547 0.812.003.0050 0.72 0.5 3.708.039999 1.75 901.00 1.214.0052 0.0894 Tabel 2.039.2167 0.47 0.53 3. 1 1.0463 0. Sumber : PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 Dilihat dari kontribusi terbesar dari PDRB Kabupaten Jepara atas dasar harga konstan tahun 2000 adalah sektor industri pengolahan.72 189.239.159. 9. Tabel 2.10 214.894.247.0060 0.00 Sumber : PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 Untuk mengetahui proporsi tiap sektor pembentuk PDRB berdasar harga konstans pada tahun 2000. hotel dan restoran. pada tahun 2005 dibanding empat tahun sebelumnya tahun 2002 kontribusinya turun.059.63 17. Hotel Dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keu.39 766.159 PDRB 1.844.95 15. Persewa Bang Jasa Prsh Jasa-Jasa PDRB Pertumbuhan PDRB (%) Jumlah Penduduk (Jiwa) Pdpt Per Kapita (Juta Rp) 2003 3 792. 6.531.96 23. 3.332.22 315.2474 0.182.2775 0.703.654.depkumham.id .63 179.0054 0.2755 0.16 Kontribusi Sektor PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 No. Jasa-Jasa 2003 0.90 24. 31 32 www.99 274.827 3.00 1. Dengan demikian dapat diketahui besarnya proposi sektor-sektor pada tahun 2006 (angka sementara) yang memberikan kontribusi terhadap PDRB Kabupaten Jepara. hotel dan restoran.411.272.785.938.0071 0.48 873.2195 0.671.875.0048 0. 8.02 748.djpp.17 3.009.2457 0. sektor pertanian serta sektor perdagangan.0612 0.49 172.

sehingga sektor ini juga selama ini memberikan kontribusi yang cukup baik bagi pendapatan daerah. Jasa Persh.27% 2. sehingga menjadi leading sector dalam perekonomian.3.435.010.825.45 PDRB (Dalam Juta Rupiah) Jateng % PDRB Jepara thd Jateng 151.14 171.00 2. Dengan performa pertumbuhan tersebut. Selain itu.877. Hal ini menunjukkan bahwa PDRB Kabupaten Jepara tumbuh di bawah nilai PDRB Jawa Tengah.54%. namun sebagian besar mengalami pertumbuhan diantaranya adalah sektor pertanian tumbuh sebesar 6.id . 2.41% Kondisi ekonomi di Kabupaten Jepara selama ini didukung oleh kebesaran industri mebelair sehingga Jepara dikenal sebagai kota ukir.16%.481.djpp.go.08%.881. Tabel 2.47 5.04 193. Gas dan Air Bersih Perdagangan. namun apabila dibandingkan dengan PDRB Jawa Tengah selama empat tahun terakhir mengalami penurunan. dimana terdapat sentra kerajinan ukiran kayu (Pusat kerajinan ini di Kecamatan Tahunan dan Jepara) yang ketenarannya hingga ke luar negeri.63%. Sektor ini dibanding delapan sektor lainnya memberikan kontribusi paling besar bagi produk domestik regional bruto (PDRB). maka proporsi PDRB Kabupaten Jepara dibandingkan dengan PDRB Provinsi Jawa Tengah.018.968.2 Pertumbuhan Ekonomi Sektoral 2167% 515% 71% Pertanian Industri Pengolahan Bangunan Pengangkutan dan Komunikasi Jasa-Jasa Pertambangan dan Penggalian Listrik.164.323.depkumham.17 Perbandingan PDRB Harga Berlaku Jepara-Jateng Tahun 2002 Jepara 3.383. dan sektor pertambangan dan penggalian sebesar 8. sedangkan sektor konstruksi sudah mulai tumbuh sebesar 1. di Kabupaten Jepara juga banyak terdapat tempat pariwisata yang sangat memikat wisatawan. sektor perdagangan.31 255. hotel dan restoran sebesar 8.11% Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 612% 542% 894% 2457% 54% Dari data tersebut di atas tampak bahwa PDRB Kabupaten Jepara mengalami peningkatan rata-rata 11.48%.542.435.33% 2. Hotel Dan Restoran Keu. persewaan dan jasa perusahaan sebesar 10.382. Persewa Bangunan.655.74 2.056.Gambar 2. Pertumbuhan sektor ekonomi menurut lapangan usaha tidak semuanya menunjukan pertumbuhan yang positif. Banyaknya usaha mebelair ternyata mampu mendongkrak sektor industri pengolahan.494. Sehingga akan dapat diketahui besarnya proporsi PDRB Kabupaten dalam membentuk PDRB Provinsi Jawa Tengah yang ditunjukkan pada tabel berikut.05 234. 2690% Dalam melihat perkembangan struktur ekonomi daerah dalam konstalasi regional Provinsi Jawa Tengah. kontribusi terbesar didominasi oleh sektor Keuangan.6 Kontribusi PDRB menurut lapangan usaha berdasarkan Angka Dasar Harga Konstan Tahun 2006* 2003 2004 2005 2006* 4.13 5.263.14% 2.56%.716.69 4. 33 34 www.168.

Jasa-jasa 0. 5.79 0.04 1.04 1.10 0. 8.21 0.48 0. 9.51 0. sektor pengangkutan dan komunikasi serta sektor perdagangan.05 0.14 1.3.88 0. Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik. 3.85 0.47 0. Diolah 35 36 www. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan. Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 Untuk mengetahui sektor ekonomi basis dilakukan penghitungan nilai LQ (Location Quotient) dengan mempertimbangkan kondisi PDRB Kabupaten Jepara terhadap PDRB Provinsi Jawa Tengah.08 0.22 0. Sedangkan beberapa sektor basis lainnya nilainya dibawah satu.31 0.67 1.87 0.33 0.165 0. 1. tetapi juga harus diperhatikan perkembangan PDRB per kapita dan pendapatan per kapita dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan.18 0.12 0.14 0. 7. 4.87 0.07 0.13 0.115 0.16 0.depkumham. 4.11 0.13 0.20 0.08 0.Tabel.0376 2005 0.12 0. Selama empat tahun perkembangan PDRB per kapita atas dasar harga berlaku dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan yang cukup berarti.64 2005 1.51 0.19 Nilai LQ Menurut Harga Konstan Tahun 2000 No. Sektor Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.185 0. Gambaran mengenai PDRB per kapita merupakan salah satu indikator kesejahteraan masyarakat suatu daerah. Melalui perhitungan nilai LQ.115 0.085 0. dapat diketahui sektor basis Kabupaten Jepara.go.10 0.89 0. 6.75 1.85 0.37 0.88 Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005.65 9.26 0.15 0. 3.3 Pendapatan Domestik Regional Bruto Per Kapita Perkembangan pembangunan ekonomi Kabupaten Jepara tidak hanya dilihat dari PDRB sektoral. Persewaan dan Jasa Prsh Jasa-jasa PDRB Total 2003 0. hotel dan restauran.12 1.83 0.17 1.06 1. ternyata untuk tingkat Jawa Tengah sektor ini bersaing dengan daerah lain. Persewaan dan Jasa Prsh 2002 1. Pertumbuhan PDRB Kabupaten Jepara selama empat tahun terakhir mengalami kenaikan rata-rata sebesar 11.35 0. 2.125 0. 6.20 0. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan. karena sektor tersebut memiliki nilai LQ tertinggi.52 2004 1.id . 2.42 2003 1.djpp. Disusul kemudian oleh sektor pertanian.15 1.23 0.96 0. 5.09 0. Gas dan Air Minum Bangunan Perdagangan. 8. 2.05 1. 2. 7. Tabel 2.0401 2004 0.0423 Berdasar nilai LQ dapat diketahui bahwa beberapa sektor basis dapat atau berpotensi untuk dikembangkan di Kabupaten Jepara.70%. 1.77 0. kenaikan PDRB tersebut sejalan dengan kenaikan Pendapatan Perkapita setiap tahun rata-rata naik sebesar 7.79 1. Persewaan dan Jasa Perusahaan. Hasil dari penghitungan LQ menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan walaupun memberikan sumbangan terbesar pada PDRB Kabupaten Jepara.215 0.07 0.19 0.18 Pertumbuhan Ekonomi Sektoral Menurut Harga Konstan 2000 No. Sesuai data PDRB tahun 2005 sektor yang paling utama adalah Keuangan.08 0.84 0. Bahkan nilai LQ tidak lebih dari satu.0399 2006* 0.17 0.08 0.13 0.12 0.83 1.17%.

Walaupun demikian ternyata selama empat tahun terakhir secara rata-rata PDRB per kapita Kabupaten Jepara menunjukkan kenaikan sebesar 2.23 Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi No Tahun Pertumbuhan Ekonomi (%) 1.22 Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi Tahun No (%) 1.088. 4.164.159.74 5.494.depkumham.19 0.344 PDRB Per Kapita 3.654.47 5.164.733.31%.13 5.05 Sedangkan perkembangan PDRB per kapita atas dasar harga konstan selama empat tahun tidak selalu naik.383. Penduduk dan PDRB Perkapita Menurut Harga Konstan No.27%.970 4.324 2.146.398 4.838.232.638 1. Tahun 2002 2003 2004 2005 2006* PDRB Berlaku 3.382.782.638 1.272. Tabel 2. 5. 2010 4. dan kenaikan PDRB Perkapita atas dasar harga konstan selama empat tahun naik rata-rata sebesar 3.20 PDRB.994.44 4.097.4 Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 dan Jepara Dalam Angka 2002-2005 Pertumbuhan Ekonomi Secara Agregat Tabel 2.118.873.059.742 3.021 Berdasarkan tabel di atas pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jepara setiap tahun mengalami peningkatan.724.97 Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005.159. 3. 2002 4.id .037 1. 4. kecuali pada tahun 2003 yang mengalami penurunan.908.814 3.324 3.47 3.118.599. 2009 4. Penduduk dan PDRB Perkapita Menurut Harga Berlaku No.515.997 4.15 Jumlah Penduduk 979.Tabel 2.806.djpp.078.21 PDRB. 2005 4. 2003 3. Pada tahun 2003 PDRB perkapita mengalami penurunan 2. maka optimalisasi kebijakan pembangunan Kabupaten Jepara diarahkan pada pilihan alternatif kebijakan di bidang ekonomi yang dapat menciptakan multiplier effect dan peningkatan sumber pembiayaan pembangunan daerah.00 4.411.01 2. 3. Oleh karena itu dibutuhkan dorongan investasi pada berbagai sektor yang potensial untuk mendorong peciptaan 37 38 www.716.99%.856.62 4. 2011 4. 2008 4.032.708.276 3.655. 1.025 1.856.827 1.76 3.039.363. 2012 4.745 3. Peningkatan pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi pada tahun 2004.97%. 2.3.059.66 Jumlah Penduduk 979.056.018.827 1.39 2.531.037 1.025 1.85 6. Diolah Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 dan Jepara Dalam Angka 2002-2005 Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang diharapkan pada Tahun 2012 dengan skenario optimis sebesar 4.07 0. Tabel 2.28 Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2006 -0.69 4.42 0. 2004 4.078.58 3.go. 2.344 PDRB Per Kapita 3.34 3. 2007 4.026.481. Tahun 2002 2003 2004 2005 2006* PDRB Berlaku 3.010.72 3.039.110. 1. 2006 4.51 3.136.309. 5.23 5.

Tabel 2. serta investasi Non PMA dan PMDN. Proses investasi di Kabupaten Jepara lima tahun terakhir berlangsung cukup baik.36 2.65 2005 16. sedangkan PMD pada tahun 2002 sebanyak 5 buah dan tahun 2006 menjadi 8 buah.3.PDRB yang diikuti dengan peningkatan efisiensi terhadap pembiayaan investasi.36% terjadi pada tahun 2006. Investasi yang ada di Kabupaten Jepara terdiri atas investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA). Hal ini diperkuat dengan Kabupaten Jepara berhasil meraih prestasi sebagai Juara I Pro Investasi Tahun 2006. menyusul prestasi yang pernah diraih pada tahun 2005 sebagai Juara II yang pro investasi dari 35 kota atau kabupaten di Jawa Tengah. 2.65 2005 16.29 2006* 14.djpp. Kondisi PMA dan PMDN jumlahnya selalu naik empat tahun terakhir.29 2006 14.7 Grafik Laju Perkembangan Inflasi Selama empat tahun terakhir (2002-2005) laju perkembangan inflasi Kabupaten Jepara menunjukan angka yang fluktuatif tiap tahunnya.id . Rata-rata laju perkembangan inflasi selama empat tahun adalah sebesar 10.88 2004 5.3. PMA tahun 2003 sejumlah 84 buah bertambah menjadi 99 buah pada tahun 2006.5 Inflasi 20 15 10 5 0 Series1 Gambar 2.34%.go.36 Sumber: PDRB Kabupaten Jepara 2002-2005 Series1 2002 9.24 Laju Inflasi Tahun Laju Inflasi (%) 2002 9. yang mana investasi tersebut mendukung perekonomian tumbuh dengan baik. Nilai inflasi terendah pada tahun 2004 sebesar 5.51 2003 5.88 2004 5. Nilai persetujuan penerimaan modal bersih PMDN diperkirakan akan semakin meningkat pada 39 40 www.6 Investasi Berdasarkan data diatas perkembangan inflasi Kabupaten Jepara secara grafis selama lima tahun (2002-2006) terlihat sebagai berikut.depkumham.51 2003 5.65% sedangkan inflasi tertinggi sebesar 14.

233.djpp. Perdagangan yang mendukung perekonomian daerah dibedakan dalam perdagangan di dalam negeri dan ke luar negeri.6 139.574.608 orang meningkat tajam selama empat tahun terakhir. pasir dan marmer).6 8.794.4 8. Produk Kabupaten Jepara yang diperdagangkan pada tingkat lokal maupun regional yang menonjol berupa tenun ikat troso dari sutra dan katun (sarung. selengkapnya ada dalam tabel berikut. sehingga mampu menjadi penopang ekonomi kerakyatan. propinsi maupun daerah lainnya. bahan baju).691.088.104.133.517.0 2009 274.834.314.0 2008 242. peningkatan program-program promosi investasi.769.60 PMA 7. kerajinan emas putih (monel) dan kerajinan anyaman (rotan dan bambu). diharapkan mengalami kenaikan secara signifikan dengan tingkat efisiensi yang tinggi.574.019.3.6 8.id . Perkembangan investasi PMA dan PMDN tersebut dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 2. Kontribusi sub sektor industri terhadap PDRB atas dasar harga konstan menunjukkan grafik peningkatan sejak krisis ekonomi tahun 1998.373 8. Sedangkan produk Kabupaten Jepara yang diekspor terdiri dari mebel.tahun 2011 sebesar 2 kali dari jumlah sebelumnya.385.846. monel).174. Jepara Tahun 2005. Bahkan industri mebel ukir yang kini berkembang menjadi industri furniture merupakan industri andalan Jepara.178.8 Perindustrian Untuk pembiayaan investasi Non PMDN atau PMA ini. juga telah merambah pasar ekspor.6 8.6 8. yaitu Timur Tengah dan Eropa.074. kelapa. korden.070.6 8. Dimana jenis produk yang diperdagangkan terdiri dari berbagai macam produk.0 2011 338.6 139. Diolah Secara umum baik investasi PMA dan PMDN maupun Non PMA dan PMDN. jumlah pengusaha menengah juga meningkat empat tahun terakhir menjadi 613 orang.652.6 8. sprei.111.7 Perdagangan Prospek perdagangan di Kabupaten Jepara cukup baik.044.201.0 2010 306. Jepara Tahun 2005 2. kayu. namun selama lima tahun terakhir menunjukkan kondisi penurunan. diharapkan pada tahun 2011 akan mengalami peningkatan.574. Seperti halnya pengusaha kecil. serta membangun kemitraan yang kuat dengan berbagai dunia usaha maupun instansi pemerintah pusat.25 Jumlah Nilai PMDN dan PMA Jenis 2003 2004 2005 2006* PMDN 60. Di samping itu yang tak kalah membanggakan adalah keberadaan logam monel dalam bentuk kerajinan emas putih.go.554. Jumlah pengusaha kecil pada tahun 2006 sebanyak 9. Tabel 2. 2.230. Pada tahun 2003 jumlah usaha industri kecil menengah 41 42 www.0 Sumber: Dinas Indagkoppm Kab.26 Proyeksi PMA dan PMDN Tahun PMDN PMA 2007 211. Sehingga diharapkan Kabupaten Jepara dalam lima tahun ke depan dapat mengalami perkembangan investasi yang signifikan. produk kerajinan daerah (mebel.0 2012 369. baik jumlah kegiatan yang akan dibiayai maupun nilai investasinya.40 Sumber: Dinas Indagkoppm Kab. Selain itu didukung oleh keadaan daerah yang kondusif. ukiran.873 8.034.307.6 139. beras dan sapi. industri pertambangan (batu gamping.156.depkumham.3. ikan. Beberapa jenis perdagangan juga keluar masuk pelabuhan Jepara antara lain kayu.999. dan sudah menjadi produk unggulan Jawa tengah dan Nasional serta mampu menerobos pangsa pasar di 58 negara. ukiran.

antara lain kerajinan mebel.513 unit. kerajinan. 2.608 Ha. Kabupaten Jepara mempunyai potensi kepariwisataan yang sangat lengkap apabila dibandingkan dengan daerah lain.000 2003 776. Sarana dan prasarana penunjang kepariwisataan yang ada belum maksimal.323 394. Untuk meningkatkan arus kunjungan wisatawan di masa datang ke Jepara diperlukan langkah-langkah strategis terutama dalam bidang promosi pariwisata. Taman Nasional Laut Karimunjawa sekarang telah menjadi icon kepariwisataan unggulan di Jawa Tengah.159. Namun jumlah perusahaan industri sedang atau besar meningkat dari 24 unit (2004) naik menjadi 35 unit (2006).djpp.200 Sumber: Sistem Informasi Profil Daerah 2006 Kepariwisataan yang ada di Kabupaten Jepara merupakan salah satu Daerah Tujuan Wisata (DTW) yang ada di Jawa Tengah hal tersebut sesuai dengan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Jawa Tengah. Luas kawasan industri selama empat tahun terakhir (2003-2006) tidak berubah yaitu seluas 832. Dalam menunjang keberadaan obyek wisata diperlukan fasilitas pendukung berupa sarana dan prasarana yang memadai.628.3. sedangkan keunggulan kompetitifnya antara lain kualitas produk industri yang sudah dikenal di manca negara.895 unit. dan pameranpameran wisata baik lokal maupun internasional.depkumham.000 2006 873. baik melalui media cetak. konveksi.9 Pariwisata lokasi.id . karena sektor pariwisata mempunyai sifat multi player effect terhadap sektor lain seperti industri.927. elektronik. karena icon pariwisata Jepara terutama Karimunjawa telah menjadi tujuan wisata bahari yang telah dikenal masyarakat internasional.go. Lengkapnya fasilitas obyek wisata akan membuat wisatawan menjadi semakin nyaman dan lama tinggal di Secara umum arus kunjungan wisatawan baik domestik maupun manca negara setiap tahun mengalami kenaikan.27 Jumlah Kunjungan Wisatawan dan Pendapatan Sektor Pariwisata Kunjungan Wisatawan Pendapatan Pariwisata Tahun (orang) (Rp.) 2002 599. Sektor pariwisata di Kabupaten Jepara perlu mendapatkan penanganan secara serius dan terpadu.984 381. hal tersebut perlu ditekankan karena sektor pariwisata bersifat lintas sektoral dan lintas wilayah. Penyediaan sarana prasarana dan fasilitas penunjang diharapkan akan memperbesar peluang investor untuk menanamkan modalnya di Karimunjawa. terutama wisatawan manca negara yang berkunjung ke Karimunjawa. Kabupaten Jepara memiliki beberapa keunggulan komparatif antara lain jumlah tenaga kerja sektor industri mebel sangat besar.682 355. baik diobyek wisata yang ada di Jepara terutama di Taman Nasional Laut Karimunjawa. penyerapan tenaga kerja dan sektor-sektor lainnya.sebanyak 14. yang pada akhirnya akan berdampak positif bagi PAD. tenun ikat troso.000 2005 831.673 354.416. Jenis industri yang berkembang dan merupakan komoditi unggulan. Berbagai obyek wisata yang ada di Kabupaten Jepara yang menjadi daerah tujuan wisata diantaranya berupa : 43 44 www.446 340. tahun 2006 meningkat menjadi 15. Tabel 2. karena fasilitas-fasilitas tersebut akan meningkatkan pelayanan kepada wisatawan yang berkunjung. sehingga para wisatawan diharapkan semakin banyak membelanjakan uangnya. potensi tersebut apabila ditangani secara maksimal akan mampu menjadi salah satu andalan yang dapat memberikan kontribusi yang cukup besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan Pendapatan Asli Daerah. keramik/gerabah.229.000 2004 790.

Kerajinan Monel. sapi. Pada sektor pertanian jenis komoditi potensial tanaman bahan makanan unggulan Kabupaten Jepara yang dapat dikembangkan adalah buah-buahan. dan Pulau Mandalika. Wisata Budaya. dan ketela pohon.306 Ha (2004) menjadi hanya 35. Masjid dan Makam Ratu Kalinyamat/Sultan Hadirin. Sedangkan untuk jenis unggas pada ayam buras dan ayam pedaging mengalami penurunan populasi.go. Volume usaha KUD sampai Desember 2006 sebesar Rp.640 ton menjadi 122. dan Klenteng Hian Thian Siang Tee (Welahan).270 ekor dan pada tahun 2006 meningkat menjadi 78. Pulau Panjang. ayam pedaging 114.123 orang dan anggota Koperasi Non KUD 34. terdiri dari: Pantai Pasir Putih. Dalam pengembangan sektor pertanian dirasakan masih kurang 2.735 ton. dan ayam petelur serta itik mengalami kenaikan populasi.id . 56. Koperasi Primer Non KUD 471 unit dan sampai Desember 2006 jumlah Koperasi menjadi 539 unit dengan KUD 17 unit. 18. Museum Kartini. Glass Bottom Board.165 ekor dan itik 59.670 ekor dan itik 67. 2. Kerajinan Rotan.189 ton (2006). kambing. Tayub dan Emprak. Pantai Kartini. Namun hal ini tidak dimbangi luas areal produksi yang menurun dari 38. Boating.10 Koperasi dan UKM Jumlah Koperasi dan UKM tahun 2004 jumlah Koperasi Unit Desa (KUD) 17 unit.000 juta. Pantai Tirto Samodro. Sentra Kerajinan Patung Mulyoharjo. Hal ini menyebabkan jumlah produksi berkurang. padi. dan Hutan Sreni Indah. daya inovasi dan kreatifitas serta etos kerja dan profesionalisme. Khusus untuk tanaman padi.483 ekor. sayur-sayuran.3. terbatasnya akses terhadap sarana 45 46 www. Pada tahun 2003 populasi ayam buras 565. Wisata Bahari terdiri dari Taman Laut Nasional Karimun Jawa.207 ekor. peluang pasar serta kurangnya kemitraan antar UKM. Wisata Sejarah.845 ton (2004) menjadi 158. terdiri dari: Pesta Lomban (Syawalan). ayam pedaging 216.691 unit. Oboroboran Tegalsambi.910. pada tahun 2003 sebanyak 24. Koperasi Non KUD 518 unit. Untuk ternak kecil (kambing dan domba) populasi tahun 2003 sejumlah 61.465 ekor. Hutan Manggrove. Terumbu Karfang dan Boiota Laut. Kerajinan Gerabah. dan Snorkling. Diving. dan Sentra Kerajinan Relief Desa Senenan. Tracking. Pulau Panjang. terdiri dari: Pendopo Kabupaten. kacang tanah.091 ekor. Permasalahan koperasi dan UKM adalah rendahnya struktur permodalan. ayam petelur 55. Kemudian pada tahun 2006 populasi menurun untuk ayam buras 508. Pantai Kartini.106 orang.• • • • • Wisata Alam (pantai dan pegunungan).429 ekor. dari tahun 2004 hingga tahun 2006 jumlah konsumsi meningkat dari 120. Kerajinan Keramik. terdiri dari: Air Terjun Songgo Langit.536 ekor. Pantai Tirto Samudro. dari 193. dan kerbau. Wisata Bahari Terpadu (Obyek Wisata Taman Laut Nasional Laut Karimunjawa).470. Makam Syeh Abu Bakar (Pulau Panjang). Sun Bathing. dan prasarana teknologi informasi. Kerajinan Kain Troso.000 juta sedangkan untuk Koperasi Non KUD sebesar Rp.11 Pertanian dan Peternakan Kontribusi sektor pertanian tanaman bahan makanan dan peternakan terhadap PDRB atas dasar harga konstan cenderung mengalami peningkatan yang signifikan sejak tahun 2001 hingga 2005.djpp.depkumham. Pusat Koperasi 4 unit.820 ekor. UKM 31. Sentra Kerajinan Ukir.582 Ha (2006). Sedangkan komoditi potensial peternakan yang memiliki nilai produksi cukup besar adalah: ayam. Wisata Sejarah (Makam Syeh Amir Hasan/Sunan Nyamplungan).223 ekor bertambah menjadi 24.896 ekor pada tahun 2006. ayam petelur 54. Memancing. Jumlah anggota KUD 20. Jambul Tulakan.3. Pada sektor peternakan dilihat dari jumlah populasi untuk ternak besar (sapi potong dan perah) mengalami kenaikan. Benteng Portugis.

Di Kabupaten Jepara saat ini terdapat empat situs bersejarah. karet.djpp. Sedangkan untuk perkebunan. berturut-turut kemudian kelapa.3. menjadi sebuah bandar yang cukup besar. Hal tersebut dapat disebakan oleh menurunnya Hasil hutan non Hak Pemilikan Hutan (HPH) untuk kayu bulat dari 1. menuntut adanya paradigma pembangunan yang adaptatif terhadap dua kutub kecenderungan tersebut sebagai upaya untuk menempatkan Kabupaten Jepara tetap menjadi Kabupaten yang terkemuka. Terkait hal tersebut berikut akan diuraikan kondisi sosial budaya daerah. namun sektor ini tetap merupakan lapangan pekerjaan yang menyerap tenaga kerja cukup besar. Produksi perikanan baik perikanan laut maupun darat meningkat tiga tahun terakhir.75 ton tahun 2006. dan ikan teri. Permasalahan yang masih dihadapi pada sektor perikanan dan kelautan adalah kondisi fluktuatif dalam grafik kontribusi terhadap PDRB dan nilai produksi dalam lima tahun terakhir.021.879. 2. Untuk hasil laut non ikan meningkat dari tahun 2003 sebesar 413.12 Kehutanan Kontribusi sektor kehutanan terhadap PDRB atas dasar harga konstan cenderung mengalami peningikatan selama lima tahun terakhir. produksi penangkapan di perairan umum pada tahun 2003 sebesar 1.729.13 Perikanan dan Kelautan Kontribusi sub sektor perikanan terhadap PDRB atas dasar harga konstan menunjukkan grafik peningkatan.55 m³ (2006).3. Dengan ketekunan. 2. untuk itu lahan penghijauan untuk penanaman pohon bahan kayu olahan perlu ditingkatkan. kayu hutan rakyat. antara lain pada aspek 47 48 www.go.442.depkumham.811 buah. Jumlah tangkapan ikan laut pada tahun 2003 sebanyak 3. hal ini dapat disebabkan antara lain karena Daya Dukung Lingkungan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan dan sudah terjadi gejala overfishing pada jalur I daerah penangkapan ikan di laut. dan arang rakyat.4 SOSIAL BUDAYA DAERAH Sejarah Jepara menunjukkan bahwa pada tahun 1470 Jepara merupakan kota pantai yang baru dihuni oleh 90-100 orang serta dipimpin oleh Aryo Timur.8 ton pada tahun 2006. Sedang untuk produksi budidaya perikanan darat adalah ikan bandeng dan udang.537.003. Sedangkan untuk produksi perikanan darat/budidaya dari 1.investasi di bidang agro industri.59 m³ (2003) menjadi 1. saat ini dihadapkan pada perubahan yang dinamis dalam konteks globalisasi pada satu sisi.776 ton naik menjadi 5.71 m³ (2003) menjadi 9. dan kecenderungan menguatnya semangat otonomi daerah pada sisi yang lain.862. peranan sub sektor ini cenderung meningkat walaupun tidak terlalu signifikan.6 ton meningkat menjadi 1.300 m³ (2005).50 ton menjadi 2. Sampai tahun 2006 industri pengolahan kayu di Jepara sebanyak 3. Kebesaran Kabupaten Jepara pada masa lalu serta potensi sosial budaya dan ekonomi yang dimiliki. bambu. 2. komoditi unggulannya adalah kapuk randu. ketabahan dan kegigihannya. Hal ini menunjukan bahwa pasokan kayu yang berasal dari luar daerah Jepara cukup besar untuk memenuhi kebutuhan kayu olahan tersebut.36 ton pada tahun 2006. Jenis komoditi kehutanan yang memiliki nilai produksi terbesar adalah kayu bakar rakyat. Komoditas andalan sektor perikanan dan kelautan dari hasil tangkapan ikan di laut adalah ikan tongkol.081. jambu mete dan coklat. Permasalahan umum pertanian dan peternakan adalah secara ekonomis.658. keuletan. namun ternyata jumlah kayu olahan naik dari 1.id .8 ton pada tahun 2006.740. tebu. ikan kembung.49 ton tahun 2003 naik menjadi 2. Permasalahan pokok sub sektor kehutanan dan perkebunan adalah khusus untuk sub sektor kehutanan cenderung semakin menurun kontribusinya terhadap PDRB selama 5 tahun. Aryo Timur berhasil mengembangkan kota pantai kecil yang dikelilingi benteng berupa kayu dan bambu ini.

49 50 www.pendidikan. Dalam rangka memajukan pendidikan.depkumham.18 98. biaya terbesar dialokasikan untuk proses pembelajaran siswa.40 2. kesejahteraan sosial. salah satu yang penting diketahui adalah Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM). Kabupaten berwenang dalam jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).52 63.4. Namun pada tahun 2006 angka putus sekolah menunjukkan penurunan pada ketiga jenjang pendidikan sekolah dasar.29 Angka Putus Sekolah Prosentase dan Jumlah Angka Putus Sekolah Tahun SD/MI SLTP/MTs SMU/SMK/MA 2003 0. sekolah menengah pertama dan sekolah menengah umum. Tabel 2.67 1. SLTP/MTs sebesar 1. sedangkan Pemerintah Pusat pada tahun 2009. 2006 Dalam penyelenggaraan pendidikan.53% dan SMU/SMK/MA sebesar 2.05 2004 0.id .28 APK dan APM masing-masing Jenjang Pendidikan Pendidikan SD/MI SMP/MTs SMU/SMK/MA 2003 APK APM 110.05%.djpp.19 62. pariwisata. maka SDM tersebut dapat menentukan karakter dari pembangunan ekonomi. Provinsi Jawa Tengah baru akan menerapkan anggaran pendidikan 20 persen pada tahun 2008. serta jumlah Sekolah berdasarkan jenjang pendidikan.15 86. Seperti daerah lain.27 2.15 2006 APK APM 88. pendidikan dasar (SD/MI dan SMP/MTs) serta pendidikan menengah (SMU/SMK/MA). Untuk melihat perkembangan urusan pendidikan pada lima tahun berjalan (2002-2006).73%.0 0 2005 APK APM 86.15 Sumber: Dinas P dan K Kabupaten Jepara. Sejak pendidikan menjadi kewenangan wajib daerah.12 2005 0.go. 2006 Data jumlah siswa putus sekolah pada tahun 2003 menujukkan SD/MI sebesar 0.00 99. maka berikut akan diuraikan tentang APK dan APM masing-masing Jenjang Pendidikan.1 Pendidikan Tabel 2. Terkait hal tersebut harus diketahui dengan pasti jumlah siswa dan sekolah yang ada pada suatu wilayah.93 2004 APK APM 110.11 2006* 0. kebudayaan dan Indeks Pembangunan Manusia. baik fisik maupun non fisik.37 2. Oleh karena itu apabila suatu daerah memiliki SDM yang baik. agama.73 1.53 2.60 Pengembangan pendidikan yang selama ini dilaksanakan di Kabupaten Jepara bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM).19 62. Kabupaten Jepara akan secara bertahap memenuhi anggaran pendidikan sesuai amanah Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional sebesar 20%. sosial dan budaya daerah. Dari beberapa indikator pendidikan secara umum. karena SDM merupakan subyek atau pelaku dari pelaksanaan pembangunan. serta untuk pemeliharaan maupun pengembangan sekolah. Sumber: Dinas P dan K Kabupaten Jepara. Berdasar hal tersebut Kabupaten Jepara pada 5 tahun kedepan akan memajukan pendidikan dalam semua tingkatan. pada umumnya penyelenggaraan pendidikan di Jepara juga diselenggarakan oleh swasta. 2. maupun penyediaan sarana dan prasarana pendukung pendidikan. Angka Putus Sekolah. kesehatan.70 1.69 1.

Da aspek tersebut bertujuan untuk meningkatkan dan memelihara mutu pelayanan kesehatan masyarakat. terbatasnya sarana prasarana pendidikan. namun demikian masalah gizi buruk masih menunjukkan kondisi yang memprihatinkan dan sangat perlu mendapatkan perhatian. SMP/MTs. Gizi 2002 2003 2004 2005 2006 1.9 91. dan SMU/SMK/MA Tahun Keterangan 2002 2003 2004 2005 2006 Guru TK 1. menurunnya angka kematian ibu. Untuk itu dalam rangka menuju Indonesia Sehat tahun 2010. sedangkan kenaikan jumlah guru tidak sebanding dengan jumlah siswa.675 4.801 13 6. 2. sedangkan guru SMU/SMK/MA sebanyak 761 (2002) dan menjadi 996 pada tahun 2006.2 tahun (2002) menjadi 70 tahun (2004).816 10 1. rendahnya kualitas tenaga pengajar. Kabupaten Jepara juga akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakatnya.id . Kematian Neonatal 106 102 89 82 76 5.211 30 12.1 90.615 Guru SMU/SMK/MA 761 819 929 929 996 Sumber: Jepara dalam Angka 2005 Keberhasilan pembangunan pada urusan kesehatan salah satu indikator keberhasilannya dapat dilihat dari kualitas pelayanan.034 1. Sehingga lima tahun kedepan diharapkan sarana kesehatan yang ada akan ditingkatkan.146 30 4.31 Jumlah Guru TK. Tabel 2. SD/MI. Hal tersebut ditandai dengan meningkatnya angka harapan hidup masyarakat dari 69. yang terdiri dari dua aspek. SMP/MTs rasio 15% dan SMU/SMK/MA rasio 14%. Kondisi indikator utama kesehatan Kabupaten Jepara menunjukkan perkembangan yang positif. 51 52 www. SD/MI rasio 20%.813 orang (2006).4. Persalinan Nakes 80. Sistem Informasi Profil Daerah Dari data diatas diketahui rasio guru per siswa pada tiap jenjang tahun 2006 seperti berikut : TK rasio 17%.868 4.061 Jumlah Sekolah Siswa 326 13.410 17 6.034 orang menjadi 1.depkumham. guru SD/MI sebanyak 4.121 orang.4 84.868 4. meningkatnya persentase Kunjungan Ibu Hamil (KIH).337 1. tahun 2006 menjadi 1. Kunjungan ke-4 Bumil 81 88. rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam pendidikan. Rasio guru per siswa dimasa datang akan semakin kecil manakala jumlah siswa akan terus naik sejalan dengan pertambahan penduduk.337 1. Kematian Ibu 15 20 20 17 12 4.go.828 4.095 1.Tabel 2.346 36 17.djpp.30 2.87 85.843 599 98.201 1.338 Permasalahan pendidikan di Kabupaten Jepara antara lain masih rendahnya kualitas pendidikan.171 1.2 Kesehatan Sumber: Jepara Dalam Angka 2005 Berdasarkan jumlah yang ada pada setiap jenjang.492 66 22.30 Jumlah Sekolah dan Siswa Menurut Jenjang Pendidikan Jenjang Pendidikan TK SD/MI SMP/MTs SMU/SMK/MA Negeri Sekolah Siswa 1 27 589 97. maka rasio siswa per kelas pada tahun 2006 sebagai berikut : TK rasio 20%.04 3.201 1.675 orang (2002) menjadi 4. yaitu sarana kesehatan dan sumber daya aparatur kesehatan. SD/MI rasio 24%.31 83. guru SMP/MTs tahun 2002 sebanyak 1. Jumlah guru TK tahun 2002 sebanyak 1.095 orang. Tabel 2.124 1.813 Guru SMP/MTs 1. dan tingginya angka putus sekolah.277 Swasta Sekolah Siswa 325 13.121 Guru SD/MI 4.32 Kondisi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Tahun Indikator Kesga dan No.6 87 82. Gizi Buruk 94 113 115 212 75 Sumber: Jepara Dalam Angka 2001-2004.615 orang tahun 2006. SMP/MTs rasio 40% dan SMU/SMK/MA rasio 37%.

53 54 www.039.09 14. RS Khusus 1 1 1 1 1 4. Puskesmas Pembantu 44 44 44 44 44 Sumber: Jepara Dalam Angka 2001-2005. 7. 3.id . merupakan hal utama yang perlu mendapat perhatian khusus.102. Tabel 2.05 No. Puskesmas Rawat Inap 5 5 7 9 9 5.728* Ratio Dokter Per 100.037 1. DKK Jepara 2006 Berdasar data diatas kondisi gizi masyarakat. 2. Tahun 2002 2003 2004 2005 2006 Jumlah Dokter 52 66 58 98 155 Jumlah Penduduk 979. 1.33 Jumlah Tenaga Kesehatan Tahun Tenaga Medis 2002 2003 2004 2005 2006 Dokter Umum 41 52 43 81 138 Dokter Gigi 2 6 5 12 15 Dokter Spesialis 11 14 15 17 17 Perawat 242 239 132 430 435 Bidan 195 265 222 295 296 Ahli Kesehatan Masy. Bahkan pada tahun 2004 ke tahun 2005 kenaikannya mencapai 84. namun setelah itu sampai dengan tahun 2006 angka rasio selalu naik. yaitu rata-rata per tahun sekitar 31.000 Penduduk 5. 1.638 1.35 Perkembangan Sarana Kesehatan 2006 No Jenis Fasilitas 2002 2003 2004 2005 1. Sumber: Jepara Dalam Angka 2001-2004.34 5. 4. Sistem Informasi Profil Daerah 2005 Berdasarkan pada tabel diatas tampak bahwa rasio dokter per 100. Puskesmas 15 15 13 11 20 6. Hal tersebut dikarenakan kenaikan angka gizi buruk dari tahun 2001 hingga 2005 cukup tinggi. kemudian dokter spesialis naik dari 11 pada tahun 2002 menjadi 17 pada tahun 2006. Sistem Informasi Profil Daerah 2006.000 Penduduk No.35%. 18 18 24 31 Apoteker 14 25 31 35 Ahli Gizi 21 21 27 30 Analisis Laboratorium 13 23 25 29 Ahli Penyehatan Lingk.059. Tabel 2. RSUD Kartini 2006 Jumlah dokter umum pada tahun 2002 berjumlah 41 orang dan menjadi 136 orang pada tahun 2005. Jumlah sarana kesehatan di Kabupaten Jepara selama lima tahun terakhir belum menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.2005. 10.025 1. 9.078. 2.71%. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan jumlah sarana sedikit mengalami peningkatan kuantitas selama lima tahun. 5.djpp. RS Negeri Type B 1 1 1 1 1 2. 4. 11. 8.47 9.go. 5.depkumham. 6. RS Swasta 3 3 3 4 4 3.31 6.872 1. Cat : jumlah penduduk* merupakan prediksi. 20 20 26 Dukun Anak 571 560 550 Tabel 2. Penurunan angka rasio hanya terjadi pada tahun 2004. 3.000 penduduk selama lima tahun mengalami fluktuasi naik turun.34 Ratio Dokter Per 100.

846 54. ternyata berdampak pada adanya penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Kabupaten Jepara.451 3. Selain itu untuk meningkatkan pelayanan kesehatan perlu diupayakan penambahn puskesmas ke semua wilayah. Kesejahteraan 2002 2003 2004 2005 2006 Sosial 1. Secara persentase angka penduduk miskin dibanding yang tidak miskin 13. namun masalah kemiskinan dan pengangguran tetap merupakan salah satu faktor penghambat pembangunan daerah.639 38.756 42. Jenis Fasilitas BP Swasta Posyandu Apotik Toko Obat Laborat 2002 11 1.791 5.780 10. Lanjut usia terlantar 4. Anak terlantar 4.502. 8.070 4.7%.813 6. Untuk itu upaya yang perlu dilakukan dalam meningkatkan sarana kesehatan adalah meningkatkan type rumah sakit dari type B menjadi type A.4. Jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial ini akan semakin bisa ditanggulangi manakala ada upaya pemberdayaan yang efektif terhadap berbagai kelompok organisasi sosial kemasyarakatan yang selama ini ada di Kabupaten Jepara.No 7.go.116 5. Kenaikan nilai kebutuhan hidup minimum sebesar 25.003 59.935 4.049 30 4 3 2006 28 1.id .645 Sumber: Jepara Dalam Angka 2002-2006 Nilai rata-rata kebutuhan hidup minimum pada tahun 2003 sebesar Rp.863 2. Tuna susila 66 37 38 21 6.520 48. Dengan adanya penduduk miskin sebesar rata-rata 144.316 4.630. Kedepan KLB ini perlu penanganan komprehensif seluruh komponen masyarakat dan aparat.depkumham. DKK Jepara 2006 Perkembangan sarana kesehatan yang menunjukkan bertambah hanya posyandu dan apotik.500.044 26 5 3 2005 28 1. Gelandangan 2 5 5 5 5 7..064 35 4 3 Sumber: Jepara Dalam Angka 2001-2004. Tabel 2. 11. tahun 2002 terjadi 3 kasus dengan 71 penderita dan jumlah kecamatan yang terkena 3 kecamatan. 2.014 19 5 1 2003 11 1.36 Perkembangan Penyandang Masalah kesejahteraan Sosial Jenis Masalah Tahun No.210 5. Keluarga miskin 38.951 5. Untuk penyandang masalah kesejahteraan sosial yang paling banyak adalah penyandang lanjut usia terlantar dan paling kecil jumlahnya adalah gelandangan. jadi sifat penanganan tidak parsial hanya di Dinas Kesehatan. Bekas narapidana 484 495 386 378 Jumlah 54.032 22 5 3 2004 14 1. 10.135 71.000 jiwa selama lima tahun.djpp.55% selama empat tahun ini merupakan salah satu penyebab naiknya jumlah penduduk miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial lainnya. 9.933 5.naik menjadi Rp.807 6.539 5. 55 56 www. Jumlah kasus kejadian luar biasa (KLB) menunjukkan kenaikan selama empat tahun terakhir.56. Pengemis 41 46 59 79 59 8.594 38.3 Kesejahteraan Sosial Meskipun pendapatan per kapita secara makro penduduk Kabupaten Jepara tergolong cukup.183.940 56. Namun pada tahun 2006 jumlah kasus naik menjadi 42 kasus dengan 287 penderita dan menyebar pada 12 kecamatan.573 5. Penyandang cacat 5. Sistem Informasi Profil Daerah 2006.701 5.pada tahun 2006..

5%). namun hal tersebut juga diimbangi dengan bertambahnya angka pengangguran.depkumham.6%).221 orang atau 34. atau meningkat rata-rata sebesar 3. pada tahun 2005 sebanyak 5. Pada tahun 2003 besarnya rata-rata upah minimum Rp. Jumlah perempuan usia dewasa (usia 20-54 tahun).227 orang atau 35. Data tersebut menunjukkan adanya peningkatan partisipasi perempuan di instansi pemerintah sebesar 3.176 orang (24. Hal ini disebabkan kenaikan angkatan kerja tidak sebanding dengan penyediaan lapangan kerja.624 orang.384 2003 529. 3. menunjukkan peningkatan. Masalah pokok pemberdayaan perempuan adalah adanya persepsi sebagian masyarakat bahwa perempuan lebih inferior dari pada laki-laki. Pramuka.djpp.id .977 orang.837 2006 543. 1. 57 58 www.29% dari seluruh jumlah pegawai (11.500. menjadi 796 pada tahun 2005. tahun 1995 sebanyak 189.174 orang).000. Sedangkan rata-rata upah minimum dari tahun 2003 sampai tahun 2006 menunjukkan kenaikan rata-rata 11.145 194 31 Tenaga Kerja Aspek yang cukup penting dalam rangka peningkatan kesejahteraan sosial adalah pemberdayaan perempuan.399 36. 2. Partisipasi perempuan di instansi pemerintah pada tahun 2001 sebanyak 4.85% per tahun.130 Karang taruna 194 194 194 194 Organisasi sosial & panti sosial 27 27 27 29 Sumber: Bakesbanglinsos Kabupaten Jepara.dan pada tahun 2006 menjadi Rp.017 orang (22. tahun 2005 sebanyak 314.555 37.37 Perkembangan Organisasi Sosial Tahun Jenis Organisasi Sosial 2001 2002 2003 2004 Pekerja sosial masyarakat 1.-.4. Permasalahan pokok kepemudaan dan olah raga adalah masih terbatasnya jumlah kelembagaan dan aktivitas kepemudaan dan terbatasnya sarana dan Pertumbuhan angkatan kerja selama empat tahun terakahir (2002-2005) menunjukkan kenaikan.40% dari seluruh jumlah pegawai (15.go.prasarana.902 37. Tabel 2. Berikut ditunjukkan data angkatan kerja dan pengangguran selama lima tahun. tahun 2005 menjadi 264.369 1. KNPI.525..806 36.918 2004 538. pembinaan dan kegiatan (event) olah raga. Faktor-faktor lain yang menyebabkan bertambahnya pengangguran.458 1. 2006 Dari data diatas menunjukkan bahwa bertambahnya angkatan kerja berkorelasi dengan bertambahnya jumlah pengangguran. 2006 No. 2. Tabel 2.977 orang). Jumlah pemuda (usia 15-30 tahun) tahun 1995 sebanyak 224.115 1.376. belum adanya kesetaraan gender dalam berbagai pembangunan.86%.98% per tahun.4 2005 1.053 Sumber: Sistem Informasi Profil Daerah Kabupaten Jepara. Organisasi yang menampung aktivitas kepemudaan antara lain Karang Taruna.751 2005 540. karena besarnya angka usia produktif pencari kerja dan banyaknya perusahaan yang mengurangi jumlah produksinya sehingga mengurangi pegawainya.38 Angkatan Kerja dan Pengangguran Tahun Angkatan Kerja Pengangguran 2002 519. dan lain-lain seperti organisasi olah raga dan kesenian.606 38. Kondisi bidang olah raga menunjukkan bahwa jumlah cabang olah raga prestasi sebanyak 15 cabang dengan jumlah kelompok olah raga sebanyak 719 buah (2001).

301 unit.1 Perumahan Untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.028. Mayoritas penduduk yang beragama Islam.446 KK.528. Perkembangan pembangunan di bidang spritual dapat dilihat dari banyaknya sarana peribadatan masing-masing agama. 59 60 www. Kabupaten Jepara mempunyai penduduk yang heterogen dilihat dari agama dan keyakinan mereka.39 Jumlah Pemeluk Agama dan Tempat Ibadah No. pada tahun 2004 sebanyak 830 unit dan pada tahun 2006 menjadi 1.4. Budha 7. Katolik 1.5 PRASARANA DAN SARANA DAERAH Pembangunan infrastruktur akan dihadapkan pada terbatasnya kemampuan pemerintah Kabupaten Jepara untuk menyediakannya. Disamping itu masih banyak perumahan kumuh serta masih banyaknya bangunan yang menempati tanah negara. semakin keterbatasan lahan.984 KK.532. pertumbuhan rumah tidak sebanding dengan pertumbuhan penduduk.822 86 3. salah satunya adalah perumahan yang mana Pemerintah Kabupaten Jepara perlu mengembangkan pola kemitraan dengan pihak pengembang perumahan untuk memenuhi kebutuhan perumahan bagi masyarakat menengah kebawah. pemerintah masih bertanggungjawab terhadap pembangunan dan pemeliharaannya.256 Ha bertambah menjadi 22. Luas kawasan permukiman pada tahun 2004 adalah 22. Konghucu 19 Sumber: Sistem Informasi Profil Daerah Kabupaten Jepara Tahun 2006 2. menurunnya pelayanan transportasi dan peningkatan permintaan tenaga listrik dan air bersih. Islam 1. Pada sebagian infrastruktur. Agama Pemeluk Tempat (orang) Ibadah 1.5.289 4.004 tempat ibadah. Tabel 2. Kristen 23. Beberapa masalah infrastruktur yang perlu mendapat perhatian antara lain meningkatnya permintaan perumahan. Permasalahan pokok perumahan dan permukiman adalah kurang konsistennya pelaksanaan tata ruang. air bersih dan listrik.id .djpp. Hindu 2. diikuti dengan tumbuhnya pondok pesantren dari 154 pada tahun 2003 meningkat menjadi 196 pada tahun 2006. Urutan kedua adalah pemeluk agama Kristen sebesar 23. 2. dan keterbatasan kemampuan masyarakat.502 3 5. Sedangkan untuk masyarakat menengah kebawah melalui KPR/BTN. Dilihat dari kelayakan rumah.667 11 4.5 Agama Dilihat dari penduduknya.822 orang dengan tempat ibadah sebanyak 86 tempat ibadah.004 2. Sedangkan untuk pemenuhan kebutuhan perumahan bagi masyarakat menengah ke atas sudah dilakukan oleh pengembang swasta.depkumham. tahun 2006 menjadi 7.go. tahun 2002 jumlah KK berumah tak layak huni sebanyak 6.028. Hal ini menunjukkan bahwa kehidupan religius mewarnai kehidupan masyarakat Jepara.545 24 6. misalnya pembangunan jalan.289 orang dengan jumlah tempat ibadah sebanyak 4.256 pada tahun 2006. Penduduk menurut pemeluk agama berdasarkan hasil sensus penduduk terakhir menunjukkan bahwa penduduk Kabupaten Jepara mayoritas beragama Islam sebanyak 1.2.

Sedangkan transportasi darat dalam pelayanan transportasi khususnya pelayanan angkutan umum yang terdaftar di Kabupaten Jepara terdiri dari beberapa trayek.3 Jaringan Transportasi Panjang jalan di Kabupaten Jepara sampai tahun 2006 cenderung tetap.go. 3.446 Sumber: Badan Kesbanglinmas Kabupaten Jepara. 61 62 www. pasar grosir 1 buah dan mini market 18 buah.200 m2.264 titik atau rata-rata mengalami peningkatan sebesar 2. 2005 7. Perkembangan taman kota dilihat dari luasan taman mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. 2006 Pesatnya keramaian wilayah tertentu di Kabupaten Jepara akibat dari adanya proyek-proyek besar yang kontinuitasnya lama. belum optimalnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan maupun perawatan taman. Kondisi pasar tradisionil di Kabupaten Jepara masih didominasi oleh pasar tradisionil.156 m2. Saat ini hampir diseluruh daerah mengalami hal yang sama.5.984 2. Klasifikasi tersebut sesuai dengan kewenangan penanganannya. terbatasnya titik penerangan jalan umum dan pemeliharaan oleh masyarakat.5. 2003 7. 2004 7.41a Trayek dan Armada. 2. Kondisi 2002 2003 2004 2005 2006 Angkota 12 13 13 14 15 Angkudes 18 19 21 30 32 Armada Angkota 195 207 207 214 223 Angkudes 263 214 308 397 419 Jumlah Angku Angkota des 30 456 32 421 34 515 44 611 47 642 Aspek lain yang sangat erat kaitannya dengan perumahan adalah aspek pertamanan dan penerangan Jalan. menyebabkan munculnya terminal-terminal bayangan. 2006 seyogyanya di Kabupaten Jepara diperlukan suatu regulasi yang mengatur keberdaan pasar modern.2 Pasar Sarana perdagangan yang ada di Kabupaten Jepara pada tahun 2006 ditunjukkan berkut : pasar tradisionil 21 buah. tahun 2005 sudah mencapai 38. mengalami peningkatan rata-rata sebesar 51. yang meliputi AKAP. Berdasar hal tersebut Sumber: Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara. Berdasar hal tersebut lima tahun kedepan perlu dipikirkan keberadaan terminal dan sub terminal baru di wilayah pengembangan.djpp. Hal ini dikarenakan dalam kurun waktu lima tahun mendatang akan lebih banyak muncul pasar-pasar modern baru. Untuk trayek Angkota dan Angkudes cenderung mengalami peningkatan dan diharapkan pelayanan angkutan umum semakin optimal.depkumham. 2002 6. Penerangan jalan umum tersebar di seluruh wilayah. 2. 2.224 5. 5.id .Tabel 2. apabila tahun 1995 seluas 6.881 4. dalam penanganan keberadaan pasar tradisionil yang mulai terdesak oleh pasar modern (supermarket. hipermarket).69% tiap tahun.5% per tahun.095 3.40 Perkembangan Keluarga Berumah Tidak Layak No. pasar swalayan 1 buah. 2006* 7. Tabel 2. Jalan Provinsi dan Jalan Kabupaten atau lokal. Keluarga Berumah Tidak Tahun Layak 1. Dari panjang jalan tersebut terdiri dari Jjalan Negara. tahun 1995 sebanyak 343 titik dan pada tahun 2005 sebanyak 1. Angkota dan Angkudes Trayek No 1. 4. AKDP maupun Angkutan Perkotaan (Angkota) dan Angkutan Pedesaan (Angkudes). Permasalahan pertamanan dan penerangan jalan adalah keterbatasan jumlah ruang terbuka di perkotaan.

90 87.id . 5.150 m3.5.547 203 33.52 80. Tabel 2. 2006 Permasalahan pokok transportasi dan telekomunikasi adalah masih banyak jalan dalam kondisi belum baik dan penurunan kualitas jalan.850 ton.26 km. No.62 810. berdasarkan kondisi jalan. Kondisi transportasi laut menunjukkan adanya peningkatan aktifitas pelayaran yang direpresentasikan pada tingkat kunjungan kapal serta produktifitas angkutan orang dan barang yang mengalami peningkatan.77 703.356.68 7. menjadi 4.088 922 42.69 574. terbatasnya prasarana dan sarana perhubungan.850 3. Tabel 2.68 7.85 km.62 728.43 17.41c Kunjungan Kapal dan Produksi Angkutan No.depkumham.91 728. 3. tahun 2001 sebanyak 3.78 35.105 orang.093. 2. Tanah Jumlah Kondisi Jalan 1.40 129. dan rusak 5. Jumlah pelanggan PDAM mengalami peningkatan. Rusak Jumlah Sumber: Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara. Baik 2.626 2. barang 2.28 27. Kerikir 3.68 7.40 129.798 1.18 728.843 2. Aspal 2.91 728.22 km. 2 pelabuhan penyeberangan (lokal).85 810.619 274 39.00 7. baik untuk keperluan rumah tangga ataupun non rumah tangga.73 615. 2006 Transportasi laut di Kabupaten Jepara ditunjang keberadaannya dengan adanya 2 pelabuhan laut (regional).328 orang dan barang 2.62 729. rusak 28.djpp.803 2. diketahui jalan baik 570.00 7.68 km. panjang jalan Kabupaten 703.Kondisi prasarana jalan tahun 2001.69 728. Pada tahun 2006 panjang jalan menjadi 703.118 pelanggan. Permasalahan pokok air bersih adalah masih banyak penduduk atau rumah tangga yang belum Sumber: Sistem Informasi Profil Daerah Kabupaten Jepara. tahun 2001 sebanyak 11. penumpang 42. TAHUN 2002 2003 2004 2005 2006 KUNJUNGAN KAPAL 483 491 561 582 591 PRODUKSI ANGKUTAN Penumpang Barang Kendaraan (orang) (ton) R-2 R-4 33.308 2.73 kapal menjadi 621.4 Jaringan Air Bersih Kebutuhan air bersih pada masa mendatang harus menjadi perhatian Kabupaten Jepara. diketahui jalan baik 623.30 570. Kondisi 2006 785.763 1.92 17.358 Ket. Permasalahan klasik yang dihadapi berkaitan dengan air bersih adalah masih rendahnya kinerja pelayanan air bersih. yaitu belum meratanya sistem jaringan air bersih dan masih minimnya kapasitas air bersih.26 105. Volume air PDAM yang disalurkan juga mengalami peningkatan. 4. Pelabuhan Jepara sebagai bagian dari pelabuhan laut Indonesia dalam kerangka negara maritim merupakan garda depan yang harus dibenahi untuk meningkatkan pengelolaan potensi laut dan lingkungan sekitarnya. 4 pelabuhan khusus (nasional) dan 2 buah kapal penyeberangan.00 17.095 1.31 km.62 702.30 574.22 703. penumpang 35. sedang 74.3 703.983 m3 tahun 2006 (angka sementara) Data tersebut menunjukkan bahwa semakin lama tingkat kebutuhan akan air bersih dari PDAM semakin meningkat.05 Kelas Jalan 1. 2.68 km.43 17.52 km. tahun 2001 kunjungan kapal sebanyak 470.05 623.328 2.095 365 40. sedang 105.28 27.21 km.152 2. mengingat air bersih merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi masyarakat.00 20. pada tahun 2006 jumlah kunjungan 63 64 www.go.3 703.21 28.801 2.41b Panjang dan Kondisi Jalan Tahun 2002 2003 2004 2005 675. Sedang 3. 1.16 5.577 pelanggan tahun 2006 (angka sementara). menjadi 18.589 ton. berdasarkan kondisi jalan.

5.000 14.067.5.702 8.749 12. Primer 8.628 8. Hal inim menjadi tanggung jawab Pemerintah dan Pemerintah Daerah untuk menjamin hak setiap orang dalam mendapatkan air minum sebagai kebutuhan pokok minimal sehari-hari guna memenuhi kehidupan yang sehat dan bersih.702 8. Bendung a.000 12.6 Persampahan Volume sampah.630 8. tahun 2006 menjadi 569.725 12. 1.360.090 827. perlu dukungan pengairan yang baik. Volume sampah padat tahun 2001 sebesar 175. dari tahun ke tahun mengalami kenaikan sejalan dengan makin bertambahnya aktivitas masyarakat.597. Tabel 2.855. Permasalahan persampahan adalah masih rendahnya cakupan pelayanan persampahan dan bertambahnya volume sampah yang didaur ulang serta belum optimalnya tingkat kesadaran masyarakat tentang kebersihan. Tabel 2.114. Irigasi ½ teknis 12.702 b.573. Tahun 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Sumber: Jepara Dalam Angka 2001-2005 2.5 m3.000 18.05 m3.41 Banyaknya Pelanggan Air Bersih Jumlah Pelanggan Air yang Disalurkan (m3) 11. Rumpon 272 272 269 259 259 2. baik sampah cair maupun sampah padat.go.660 8.depkumham.3 m3.213 4.008 5.41 Luas Sawah.5 Jaringan Irigasi Lahan pertanian yang masih cukup luas di Kabupaten Jepara. Sekunder 827. tahun 2006 menjadi 713. Bronjong 114 114 127 137 137 c.853 2.702 8.090 827. Irigasi Teknis 8.473 2.090 827. Jepara 2006 2. irigasi sederhana Bangunan Air : 1. Fungsi irigasi sangat diperlukan mengingat untuk menunjang penyediaan bahan pangan.id . Bangunan Lainnya 480 487 495 495 495 Sungai 38 38 38 38 38 Sumber: Dinas PU.mendapatkan air bersih.702 8.709 12. Permanen 260 260 260 260 260 b.118 3.000 17.853 2.749 3. 3.700 4.000 No.487 2.577 5. Jumlah sampah terangkut ke TPA tahun 2002 sebesar 165. 4.810 12. 2. 6.090 3.090 827.660 2. 65 66 www.625 8. Saluran a.5.000 15.749 3.djpp. Bangunan Air dan Sungai TAHUN Jenis Data 2001 2002 2003 2004 2005 Luas sawah irigasi : 1.391 2.5 m3.

2.139 150. Jangkauan pelayanan listrik hingga tahun 2006 telah mencakup 197 desa atau 100 persen wilayah telah terlayani. baik bagi perumahan.162 Sumber: Jepara Dalam Angka 2002-2006 2.124 2. 2006 92.5 165. sehingga check and balances dapat diterapkan menuju ke tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Disamping itu melalui pelaksanaan otonomi luas.847 138.5 713.6 PEMERINTAHAN UMUM Berlakunya otonomi daerah memberi peluang Kabupaten Jepara. 3.443 4 2005 2006* 619. pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan. 1.838. Dengan kata lain tujuan yang diharapkan dari pelaksanaan otonomi adalah mewujudkan Good Governance penyelenggaraan pemerintahan dengan tiga pilar utamanya yaitu demokratisasi. menuntut penyediaan kebutuhan listrik yang sangat besar. daerah diharapkan mampu meningkatkan daya saing.310 200. 2006 2.go. 2005 88.744.605 4. Tahun Pelanggan Tersambung Terjual 1.701.471. 4.778 237. 2003 82.5. Tabel 2. 2.3 4 4 Sumber: DKPPK Kabupaten Jepara.djpp.Tabel 2.1 Aparatur Pemerintahan Otonomi menuntut aparatur Pemerintah Daerah untuk lebih profesional dan mandiri dalam penyelenggaraan pemerintahan. Selain aparatur Pemerintah Daerah (eksekutif).7 Jaringan Listrik Kemajuan pembangunan segala bidang di Kabupaten Jepara. 67 68 www.315.05 502 569. Tujuan pemberian otonomi yang luas kepada daerah diarahkan untuk terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan. Kondisi Volume sampah/hari (m ) Sampah terangkut (m3) Daerah pelayanan (Ha) TPA (buah) 3 2002 175.428 239. pemerataan dan keadilan.026 4 Tahun 2004 528 422.43 Banyaknya Pelanggan Listrik PLN Jumlah Daya Kwh No.670 5. pemberdayaan dan peran serta masyarakat.5 1.260 182.457 137. keistimewaan dan kekhususan serta potensi dan keanekaragaman daerah dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2002 121.6. Adanya ketegasan fungsi dari kedua lembaga ini sangat bermanfaat bagi proses demokratisasi dalam penyelenggaraan sistem pemerintahan. perkantoran maupun industri.318.538 272.523. pada pemerintahan daerah juga memberi penegasan fungsi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang merupakan badan legislatif daerah.290 133.143 3.42 Perkembangan Persampahan No. dengan memperhatikan prinsip demokrasi.580.5 2. 2004 85.531. berupa kewenangan yang lebih besar untuk mengelola pembangunan secara mandiri dan demokratis.879. Lima tahun terakhir menunjukkan kebutuhan jaringan listrik bagi masyarakat Kabupaten Jepara meningkat tajam dari tahun ke tahun. Hal ini menandakan adanya pertambahan pemasangan.depkumham.116 3. transparansi dan partisipasi yang bermuara pada perwujudan pelayanan masyarakat.id .170 4 2003 205 185 2.653.3 3.

540 5.596 2005 1. 2005 69 70 www. Kecamatan 14 6. dan bertanggungjawab.djpp. Setda dan Sekwan 2 2.895 2006 1. Pegawai Non PNS 16 29 1. serasi. 7. Tabel 2. 4.918 145 1. 5.44 Jumlah PNS dan Pegawai Non PNS Tahun No. 3. 2003 15 236 3.6.313 1. Kantor 3 5.147 Sumber: Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Jepara.46 Jumlah Produk Hukum Daerah No. Jumlah Daerah 1.6. 6. 2005 9 16 165 2. 2006 2. 2004 12 173 4. Tabel berikut ini adalah produk Perda dan Perbup yang diterbitkan dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2005. PNS • Golongan IV 416 416 1.416 2.029 • Golongan I 439 439 179 2.go.depkumham. Desa 183 Sumber: Setda Bagian Hukum Pemkab Jepara.45 SOTK Pemerintah Kabupaten Jepara Perangkat No.221 • Golongan II 2.574 5.460 1.166 • Golongan III 5. 2002 17 265 2. 2. Tabel 2.367 5. dinamis. Tahun Perda Perbup SK Bup 1.47 Capaian Pelayanan Perijinan NO 1.400 2.4 Pelayanan Publik Pembangunan daerah merupakan usaha mengembangkan dan memperkuat pemerintahan daerah dalam rangka makin mantapnya otonomi daerah yang nyata. Dinas 13 3. belum disesuaikan dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004.id .3 Produk Hukum Daerah Program legislasi daerah yaitu peraturan daerah yang diterbitkan selama lima tahun menunjukkan angka yang fluktuatif tiap tahunnya. Badan 5 4.6. 9. URAIAN Ijin Gangguan / HO Surat Ijin Usaha Perdagangan Tanda Daftar Perusahaan IUI dan Perluasan Ijin Mendirikan Bangunan Ijin Reklame Ijin Usaha Angkutan Ijin Peruntukan Penggunaan Tanah Pemda Ijin Perubahan Tanah Pertanian Ke Non Pertanian 2003 545 570 284 124 342 588 83 0 3 Tahun 2004 605 745 752 292 670 205 107 102 7 2005 1198 1347 1351 339 1157 234 318 249 4 Sumber: Setda Bagian Hukum Pemkab Jepara.2 Kelembagaan Sampai saat ini kelembagaan yang ada di Kabupaten Jepara masih mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2003.520 5.816 109 2.Tabel 2. Data Pegawai 2002 2003 2004 1. Sedangkan Peraturan Bupati dua tahun terakhir menjukkan angka kenaikan. dengan jumlah perangkat daerah sebagai berikut: Tabel 2. 2006 2. Berdasarkan hal tersebut pelayanan publik yang dilakukan harus dalam kerangka menuju kepuasan masyarakat. Kelurahan 11 7. Dalam pelayanan publik ini harus disesuaikan dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang telah ditetapkan. 8.

093.id . 271. sedangkan jumlah pencoblos sebanyak 560.609 orang. 4. Berdasarkan data diketahui bahwa situasi politik pada saat pemilu relatif aman terkendali.go.089 unit pada tahun 2006. 3. 2005 108 500 500 271. 71 72 www. 2006 Tabel 2.252 3. kondisi ini berdampak pada terciptanya peluang setiap komponen masyarakat terlibat dalam penciptaan situasi dan kondisi yang kondusif.109.510 Sumber: Bawasda Kabupaten Jepara. Tahun Obrik Tindak Setoran ke Temuan (LHP) Lanjut Negara 1. Ijin Lokasi Ijin Usaha Pariwisata 8 37 2 8 5 4 Sumber: Kantor Yantap Kabupaten Jepara.049. Pemilu 1999 sebanyak 48 Parpol.25 unit naik menjadi 7. Uang negara yang berhasil diselamatkan kembali juga meningkat dari sejumlah Rp. sehingga secara keseluruhan aset yang berupa tanah dan bangunan yang telah bersertifikat baru mencapai 191 bidang. 2001 144 456 456 130. Pada tahun 2001 dari 144 obyek pemeriksaan ditemukan 456 temuan. Permasalahan bidang pengawasan adalah meningkatnya jumlah temuan yang mengakibatkan kerugian pada negara.6. yang ditunjukkan 2. atau dengan tingkat partisipasi sebesar 94.245 (2001) menjadi Rp.139 5.109. 19 bidang pada tahun 2004 dan 58 bidang pada tahun 2005.6. pada tahun 2004 jumlah pemilih terdaftar sebanyak 733.35%. 2003 144 476 476 197.6 Aset Daerah Pengelolaan aset atau barang daerah.49 Perkembangan Aset Bergerak dan Tidak Bergerak Tahun Jenis Data 2001 2002 2003 Roda 2 51 51 43 Roda 4 12 12 20 Meja 18 10 10 Kursi 18 10 10 Sertifikat tanah Pemda & Wakaf 11 57 23 2004 81 14 30 30 19 2005 50 11 79 80 58 Sumber: Bagian Umum dan Pemerintahan Setda Kabupaten Jepara. 2. 11.945.7 Politik Kabupaten Jepara terkenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi keragaman. 2005 No 1.479 pada tahun 2006. untuk aset bergerak pada tahun 2004 sebanyak 6. 5. 57 bidang pada tahun 2002.510 (2005).415 orang. 2. Permasalahannya adalah belum optimalnya pendataan dan pengelolaan aset daerah yang dilindungi dengan status hak kepemilikan yang sah.020 orang sedangkan jumlah pencoblos sebanyak 537. 2002 144 650 650 109.depkumham. 23 bidang pada tahun 2003.093.48 Perkembangan Pemeriksaan Fungsional Jenis Data No. 2.5 Pengawasan Jumlah temuan selama tahun 2001 sampai dengan 2005 terus menunjukkan peningkatan. Kondisi ini menunjukkan kinerja aparat pengawasan yang semakin meningkat seiring dengan upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN.6. 130.djpp.016 m² naik menjadi 8. Jumlah pemilih terdaftar tahun 1999 sebanyak 570. Sedangkan aset tidak bergerak pada tahun 2004 sebanyak 7.520.115 4. 2006 Upaya pengamanan aset tidak bergerak yang berupa tanah baru mulai dilaksanakan pada tahun 2000 sebanyak 23 bidang tanah. Jumlah partai politik peserta Pemilu 1997 sebanyak 3 Parpol.004. yang kemudian berturut-turut sebanyak 11 bidang pada tahun 2001. atau dengan tingkat partisipasi sebesar 76.245 2.10. Tabel 2. Pemilu 2004 sebanyak 24 Parpol. 2004 144 437 441 318.854 orang.43%. sedangkan pada tahun 2005 dari 108 obyek pemeriksaan ditemukan 500 temuan.250.

2. Masih kurangnya lapangan kerja dan masih banyaknya pengangguran.6. jumlah pengunjung meningkat dari 22. sasaran dan program pembangunan Kabupaten Jepara juga harus menampung berbagai sasaran dalam Millenium Development Goals (MDGs) yang merupakan komitmen Pemerintah Indonesia pada dunia internasional. Jumlah personil Hansip (Linmas) mengalami peningkatan.9 Ketertiban dan Keamanan Jumlah konflik di masyarakat mengalami kenaikan pada tahun 2004.427 pada tahun 2005. meningkat dari 170 kasus (2000) menjadi 450 kasus (2005).104 pada tahun 1999 meningkat menjadi 28. Cakupan infrastruktur Kabupaten yang masih terbatas. Jumlah media cetak yang beredar di Kabupaten Jepara tahun 2004 sebanyak 8 buah. Belum optimalnya relevansi dan kualitas pelayanan pendidikan. terutama menjelang pelaksanaan Pemilu ataupun Pilkada. Permasalahan terkait dengan perpustakaan.300 orang. Belum mantapnya kondisi perekonomian daerah. 2.go. Jumlah anggota sebanyak 1. Masih rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan belum optimalnya peran BUMD. 7.422 buah.788 (2005). atau mengalami kenaikan rata-rata 8.260 (2001) menjadi 39. 2. masih terbatasnya aplikasi sistem informasi dan komunikasi pada satuan kerja (terutama yang jauh lokasinya dari pusat kota). Sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).7 ISU-ISU PEMBANGUNAN Gambaran umum atau potret kondisi daerah yang telah diuraikan sebelumnya.6. informasi dan komunikasi adalah belum berkembangnya perpustakaan daerah.depkumham.id . Permasalahan politik lokal adalah menurunnya tingkat partisipasi politik masyarakat. 6.8 Perpustakaan. Masih tingginya penyandang masalah kesejahteraan sosial. 10. sasaran serta program dan kegiatan pembangunan yang akan digulirkan selama kurun waktu lima tahun mendatang. dijadikan dasar dalam mengidentifikasi isu-isu strategis pembangunan Kabupaten Jepara dalam menghadapi permasalahan dan tantangan pembangunan lima tahun ke depan. Data. Belum terwujudnya tata kelola kepemerintahan yang baik (good governance) dan pemerintahan yang bersih (clean government). tahun 1995 sebanyak 7. 4. Berdasarkan hal di atas isu-isu strategis pembangunan Kabupaten Jepara antara lain adalah : 1. Kurang optimalnya kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. 2. Jumlah media penyiaran (radio) cenderung tetap. Masih rendahnya daya saing produk lokal dalam persaingan pasar nasional dan global. tahun 2005 menjadi 11 buah. 5 buah.9% per tahun. masih rendahnya kesadaran hukum masyarakat.391 orang pada tahun 2005. 8. 73 74 www. kurangnya kepedulian dan pemahaman pentingya arsip. Teknologi informasi dan komunikasi internal Pemerintah Kabupaten Jepara yang telah digunakan adalah jaringan intranet maupun internet sebagai bagian dari pengembangan e-government yang menghubungkan semua unit pemerintah.297 buah. Potensi sumberdaya alam dan kelautan belum dikelola secara optimal.djpp. 5.463 buah. menjadi 7. 3. dan belum optimalnya fungsi penegakan hukum.dengan menurunnya partisipasi politik masyarakat pada Pemilu. Informasi dan Komunikasi Jumlah koleksi buku di Perpustakaan Daerah pada tahun 2004 mencapai 3. Permasalahan ketertiban dan keamanan adalah adanya konflik akibat proses demokratisasi. data. Jumlah pelanggaran ketertiban oleh Pedagang Kaki Lima. Jumlah arsip dinamis in-aktif tahun 2001 berjumlah 2. tahun 2005 mencapai 5. Sehingga isu-isu pembangunan yang faktual tersebut akan menentukan agenda aktual kebijakan. 9.

BAB III VISI DAN MISI Dalam rangka meningkatkan dan/atau mempertahankan kinerja pembangunan menghadapi perkembangan perubahan lingkungan strategis yang sangat dinamis serta faktor-faktor berpengaruh yang berubah dengan cepat dan sering tidak terduga.go. Belum optimalnya pengelolaan tata ruang dan lingkungan hidup. aman. 12. 3. diharapkan visi Kabupaten Jepara sebagai pemicu bagi seluruh komponen masyarakat (stakeholders) untuk terus bekerja keras membangun daerah dalam rangka untuk mencapai visi yang dicita-citakan. 13. demokratis dan sejahtera dengan bertumpu pada potensi budaya lokal. Seperti moto Kabupaten Jepara yaitu “Trus Karya Tataning Bumi” yang artinya terus bekerja keras membangun daerah.11. Pemberdayaan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah belum optimal. melalui peningkatan kualitas sumber daya yang terlayani oleh pemerintahan yang bersih” Secara komprehensif perwujudan visi tersebut menggambarkan harapan yang dicita-citakan kedepan oleh segenap komponen masyarakat Kabupaten Jepara yaitu menjadikan Jepara yang religius. demokratis dan sejahtera yang kelimanya tidak dapat dipisahkan serta merupakan rangkaian proses bersama yang bertumpu pada potensi budaya lokal.1 VISI Berbekal pada potensi dan kondisi strategis yang dimiliki.depkumham. Belum optimalnya pengelolaan dan pemanfaatan potensi Kepulauan Karimunjawa. sebagai berikut: “Terwujudnya Kabupaten Jepara sebagai daerah yang religius. aman. maka Kabupaten Jepara menetapkan visi lima tahun kedepan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012. maju. melalui peningkatan kualitas 75 76 www. maju.id .djpp. maka diwujudkan visi dan misi berbasis pada analisis lingkungan strategis dan isu-isu strategis.

sehingga perkembangan wilayah satu dengan lainnya tidak akan tertinggal. sehingga kehidupan dalam masyarakat terlihat tentram dan damai. 3. masyarakat memiliki landasan yang kokoh dan berorientasi pada kearifan lokal dalam pembangunan dan memiliki kebanggaan terhadap daerahnya. berbudaya serta mempunyai rasa toleransi antar dan intern umat beragama.go. Mewujudkan masyarakat yang rukun dalam melaksanakan hak dan kewajibannya dengan nyaman. sehingga merasa nyaman untuk berusaha dan melakukan aktivitas. sumberdaya alam mapun sumber daya buatan) merupakan tuntutan dasar dalam mendukung pembangunan daerah. masyarakat dapat merasakan pelayanan dasar yang layak sesuai dengan kebutuhannya. Misi pertama difokuskan pada peningkatan kualitas manusia yang agamis. Membangun ekonomi kerakyatan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya. Kualitas sumberdaya. ditunjukkan dengan penyelenggaraan yang transparan. Aman. serta dapat memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani dengan tetap mengedepankan kearifan budaya lokal dan dukungan kualitas sumber daya yang ada dalam kondisi pemerintahan yang bersih. karena kita bersama-sama menyadari bahwa manusia merupakan faktor paling determinan bagi berhasil tidaknya proses pembangunan dilaksanakan. Pemerintahan yang bersih. 3. bermoral. kondisi dan sikap masyarakat yang menjunjung tinggi nilai agama. kondisi sumber daya yang baik (sumberdaya manusia. bermoral. dalam rangka untuk mendapatkan kesamaan persepsi tentang makna filosofisi visi di atas maka perlu dirumuskan pengertian dari beberapa kata kunci berikut ini.id . Selanjutnya. Potensi budaya lokal.sumber daya dan pemerintahan yang bersih. Berdasar hal diatas visi tersebut mengandung filosofi bahwa Jepara merupakan daerah dengan masyarakat yang maju serta menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan supremasi hukum. dengan • • • • • Religius. saling menghargai dan punya tanggung jawab sosial. Mewujudkan masyarakat yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Adanya pengertian tersebut diharapkan akan mendukung terselenggaranya kehidupan masyarakat Jepara yang lebih baik. Sejahtera. Demokratis. moral dan etika yang didukung oleh imtaq dan iptek.2 MISI Selanjutnya visi tersebut dijabarkan dalam misi yang pada hakekatnya di arahkan untuk mendukung terwujudnya visi lima tahun kedepan. yaitu: • • • haknya. Misi yang dirumuskan untuk mengemban pencapaian visi selama lima tahun yang akan datang adalah sebagai berikut: 1. beretika. merupakan suasana yang kondusif dalam kehidupan masyarakat. Maju. Misi kedua terfokus pada pelestarian kultur daerah yang selaras dalam menajalankan hak dan kewajiban. masyarakat dapat berekspresi menggunakan haknya. partisipatif dan akuntabel serta berorientasi pada kepuasan masyarakat.depkumham. beretika dan berbudaya. suatu daerah yang didukung dengan tersedianya kebutuhan sarana prasarana dan utilitas yang memadai disemua wilayah. 2.djpp. dengan tujuan agar tercipta kesinambungan arah pembangunan yang diinginkan. didukung suasana warga masyarakat yang dapat berekspresi menggunakan 77 78 www. saling menghargai dan punya tanggung jawab terhadap daerahnya.

Misi keempat difokuskan pada ketetapan menjadikan Jepara sebagai hunian yang nyaman. pendidikan. penciptaan pemerintahan yang demokratis.djpp. aspiratif dan partisipatif serta selalu menerapkan prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik dengan dukungan masyarakat. derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. untuk itu perlu didukung susana wilayah yang kondusif.Misi ketiga merupakan salah satu upaya untuk meningkatan kesejahteraan dengan jalan meningkatkan pendapatan masyarakat. karena SDM merupakan modal dasar pembangunan yang harus terus menerus ditingkatkan kualitasnya.depkumham. Oleh karenanya antar anggota masyarakat saling menghargai satu sama lain dan tidak mengedepankan kepentingannya sendiri. pelayanan kesehatan dan penanganan kesejahteraan sangat penting dilakukan. 79 80 www. 6.go.id . Untuk itu upaya pengembangan ekonomi yang berbasis kerakyatan harus dijaga karena telah terbukti bahwa hanya perekonomian yang berbasis kerakyatan yang mampu tetap eksis walau diterjang badai krisis. Sehingga potensi pertanian dan industri pengolahan merupakan sumber daya yang perlu dikelola secara berkesinambungan sebagai salah satu pilar kesejahteraan masyarakat. 5. Untuk itu perbaikan penyelenggaraan pendidikan. Misi keenam difokuskan pada optimalisasi pelaksanaan otonomi ditujukan untuk mewujudkan good governance dan clean government melalui pemberdayaan aparatur pemerintah. Misi kelima adalah merupakan tugas luhur dan mulia untuk menyiapkan generasi mendatang yang lebih baik. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan pelayanan. kolusi dan nepotisme (KKN) untuk menciptakan good governance dan clean government. Meningkatkan kualitas sumber daya aparatur melalui profesionalisme aparatur yang bebas korupsi. 4. dengan lebih memberi kemudahan dan layanan yang memadai untuk mendapatkannya. Menciptakan iklim yang kondusif bagi berkembangnya demokratisasi dalam kehidupan bermasyarakat. Ketertiban dan keamanan lingkungan masyarakat merupakan prasyarat bagi terciptanya suasana tersebut.

Peningkatan kualitas dan pemberdayaan sumber daya manusia dimaksudkan untuk mewujudkan pemberdayaan sumber daya manusia sesuai peran dan fungsinya dalam kelompok masyarakat dan lembaga pemerintah melalui perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan kesehatan terutama bagi masyarakat miskin serta kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraannya. menciptakan lapangan kerja dan kesempatan berusaha pada bidang-bidang yang menjadi unggulan daerah. Strategi pertumbuhan dilakukan dengan memfasilitasi dan mendorong masyarakat dan dunia usaha dalam setiap usaha dengan harapan dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi secara luas. 4.1.1 Strategi Penguatan Masyarakat masyarakat dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat yang heterogen.BAB IV STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH 4. Bina Usaha pada strategi pertumbuhan.id . dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat. 81 82 www.go. Dinamika yang terkendali dimaksudkan agar terdapat ruang yang cukup bagi tumbuh dan berkembangnya dinamika pembangunan dari dan oleh berbagai elemen masyarakat dalam kerangka hukum. 4.1. sehingga merupakan pondasi yang kokoh bagi program pembangunan Kabupaten Jepara ditengah terpaan perubahan yang akan terjadi lima tahun kedepan.djpp. Konsep “Tri Bina” juga mampu menggambarkan hubungan sinergis diantara pemangku kepentingan pembangunan. Bina Manusia pada strategi penguatan masyarakat dan strategi pengembangan sumber daya manusia. kesejahteraan dan lingkungan dapat berlangsung secara sinergis dan kokoh. 3.1. maka strategi pembangunan daerah yang dilakukan terwujud dalam konsep “Tri Bina” yang terdiri dari: 1.1. Memperhatikan pada keenam misi yang ada.1 STRATEGI PEMBANGUNAN KABUPATEN JEPARA Dalam rangka pencapaian visi dan misi jangka menengah Kabupaten Jepara. 4. Dengan kelima strategi pembangunan daerah berikut ini diharapkan akan tercipta keterpaduan antara membangun manusia. Strategi ini bertujuan memantapkan kehidupan beragama melalui pengembangan kegiatan kehidupan beragama dan peningkatan kerukunan beragama. 2. 4.4 Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia Strategi ini digunakan untuk mendukung misi pertama dan kedua. sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perwujudan perekonomian daerah yang kuat dan berkeadilan.depkumham. serta mendorong kemampuan Strategi ini untuk mendukung misi kelima. maka perlu dirumuskan strategi yang dapat mendukung kebijakan dan sasaran pembangunan yang akan dicapai. budaya dan agama. Bina Lingkungan pada strategi optimalisasi aparatur dan strategi dinamika yang terkendali.3 Strategi Dinamika Yang Terkendali Strategi ini digunakan untuk mendukung pelaksanaan misi keempat.2 Strategi Pertumbuhan Usaha Strategi pertumbuhan digunakan untuk melaksanakan misi ketiga.

4. Meningkatnya responsivitas. 2. maka diperlukan faktor-faktor kunci dan asumsi keberhasilan pembangunan. responsibilitas.5 Strategi Optimalisasi Aparatur 9. Terbangunnya jejaring pengembangan dan ekspansi produk lokal pada pasar global. Semakin baiknya kondisi pertumbuhan makro dan mikro ekonomi daerah. 6. Adanya perangkat hukum dan upaya hukum yang tegas dibidang tata ruang dan lingkungan hidup. fasilitas umum dan kebutuhan pelayanan dasar lainnya. dan akuntabilitas aparatur penyelenggara pemerintahan.4. Adanya situasi dan kondisi daerah yang kondusif bagi pelaksanaan pembangunan. Semakin jelasnya pembagian kewenangan penggalian sumbersumber pendapatan daerah dan komitmen pada pembangunan perekonomian daerah.depkumham. 7. khusunya kelompok yang kurang beruntung. Konsistensi komitmen dalam prioritas peningkatan pembangunan pendidikan.djpp. 8.go. serta untuk mewujudkan good governance. 4. kesehatan. 5.id . 10. Adanya pemanfaatan dan pemeliharaan kondisi sumber daya alam dan kelautan secara bertanggung jawab. Strategi ini untuk melaksanakan misi keenam. Adanya dukungan dan komitmen utuh segenap stakeholders. 83 84 www.2 FAKTOR-FAKTOR KUNCI DAN ASUMSI KEBERHASILAN Dalam rangka menunjang perwujudan visi dan misi serta melaksanakan strategi pembangunan Kabupaten Jepara.1. Faktor-faktor kunci dan asumsi keberhasilan pembangunan tersebut adalah: 1. terkait kebijakan hingga operasional dalam pengembangan Kepulauan Karimunjawa. Strategi ini menonjolkan peran SDM aparatur pemerintah pada percepatan pencapaian tujuan penyelenggaraan pemerintahan pada setiap fungsi sesuai kewenangan daerah dalam upaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan untuk antisipasi terhadap perkembangan lingkungan global. Adanya konsistensi kebijakan pemerintah yang berpihak pada masyarakat. 3.

Kebijakan yang dapat mendorong penyerapan tenaga kerja setempat. Dari proyeksi APBD tersebut. Proyeksi APBD Kabupaten Jepara 2007-2012 menunjukkan bahwa APBD Kabupaten Jepara tahun 2012 akan menjadi sebesar Rp.005.39% dari tahun sebelumnya (2005). Namun umumnya sebagian besar pemerintah daerah di Indonesia dari sisi pendapatannya.id . yaitu: 1.depkumham. masih besar ketergantungannya terhadap dana perimbangan dari Pemerintah Pusat. Kebijakan yang dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat. 5.tahun 2003 naik menjadi Rp. Sehingga perlu ditetapkan faktor-faktor yang mendasari dalam menentukan kebijakan keuangan daerah. Kebijakan keuangan daerah untuk RPJMD berlandaskan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah yang pelaksanaannya berpedoman kepada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Berdasarkan regulasi tersebut dokumen RPJMD memuat kebijakan pendapatan daerah. agar tercipta stabilitas ekonomi dan daerah. Kebijakan yang secara nyata akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).000. 558.. Kebijakan yang berhubungan dengan tumpuan hajat hidup sebagian besar masyarakat. Dalam rangka memperkuat pelaksanaan otonomi daerah. sumber dan penggunaan pembiayaan untuk periode lima tahun kedepan. 2.pada tahun 2006 atau mengalami kenaikan sebesar 14.129. alokasi belanja daerah. Kebijakan yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi. 6. Dana Perimbangan dan Pendapatan Lain-lain yang Sah.000. 374. belanja daerah dan pembiayaan. Untuk menyelenggarakan otonomi daerah yang nyata. Berdasarkan hal tersebut di atas maka prospek ekonomi Kabupaten Jepara dalam kurun waktu lima tahun kedepan diprediksi mengalami perkembangan yang cukup cerah dan signifikan. Kebijakan yang secara nyata dapat meningkatkan mutu sumber daya manusia.go. agar pembiayaan pembangunan daerah dapat dilaksanakan secara optimal maka diperlukan suatu arah kebijakan keuangan yang tepat.djpp.025 trilyun. Sebagai gambaran perkembangan sumber daya keuangan daerah yang direpresentasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menunjukkan bahwa selama empat tahun terakhir telah terjadi peningkatan yang signifikan terhadap kemampuan APBD Kabupaten Jepara dari sebesar Rp. Kebijakan yang ditujukan untuk mengatasi masalah mendesak dan diperlukan oleh masyarakat luas secara langsung.120.1 ARAH PENGELOLAAN PENDAPATAN DAERAH Dalam struktur anggaran pada pemerintah daerah terdapat tiga pos Pendapatan daerah yang merupakan sumber keuangan daerah. 1. 7.BAB V ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH 4. serta disertai proyeksi pendapatan daerah. luas dan bertanggungjawab Kabupaten Jepara memiliki kewenangan dan harus mempunyai kemampuan untuk menggali sumber keuangan sendiri yang didukung oleh perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah. hal tersebut tentu akan berpengaruh juga pada kemampuan pembiayaan pembangunan daerah. 3. maka Kabupaten Jepara lima tahun 85 86 www.385. yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah. 5.

000.967 347. Sedangkan komponen terbesar dari PAD diperoleh dari retribusi daerah sebesar Rp.kedepan akan berupaya untuk menggali potensi pendapatan daerah tanpa harus membebani masyarakat.777 0 17.973.680 11.615 17.129 milyar dan diprediksi tahun 2012 mengalami peningkatan menjadi sebesar Rp.220.060.000 0 0 0 0 0 359. Rp.265 23.594.049.500.692.740. Rp.954. Tahun 2003 2004 2005 2006 Rp. 87 88 www.316.884 50.000 41.512.872.295 508.579.589 248.682.04% 12.000 26.242.705.639.000.431.968.391.751 37.000.000 1.445 milyar.212.046 Sumber: APBD Kabupaten Jepara 2003-2006 Perkembangan keseluruhan sumber pendapatan Pemerintah Kabupaten Jepara pada tahun 2006 sebesar Rp.946.152.260.704 372.561 54.37% 9.000 19.000 14.832.545. Salah satu yang dapat dijadikan ciri kemampuan daerah adalah melalui perkembangan PAD dalam struktur APBD.222.129.766.167. Sedangkan dilihat dari kontribusinya terhadap APBD selama empat tahun terakhir.2 Persentase PAD terhadap APBD No.025.000 16.000.1 Realisasi Pendapatan Kabupaten Jepara NO 1 URAIAN 2003 2004 2005 2006 Kemampuan kemandirian keuangan daerah merupakan faktor yang esensial dalam mengukur tingkat kemampuan daerah pada pelaksanaan otonomi.000. Rp.21%. APBD 374. selanjutnya diikuti oleh Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan Provinsi.340.447.740. Komponen yang terbesar adalah Dana Alokasi Umum (DAU).931. 2.212.884 10.110.167.120.539.391.355 Sumber: APBD Kabupaten Jepara 2003-2006 288.266.649.110. Tabel 5.000.377 31.000 403. Rp.702.190.445.597. Dengan harapan secara bertahap daerah dapat meningkatkan kemampuan kemandirian keuangan daerah dalam memenuhi pembiayaan pembangunan.196.69% PENDAPATAN 10 Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Bagian Laba Perusahaan Milik Daerah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah 20 Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak / Bagi Hasil Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan dari Propinsi 30 Lain-lain Pendapatan Yang Sah Bantuan Dana Kontinjensi / Penyeimbang dari Pemerintah Dana Darurat JUMLAH PENDAPATAN 53.074. Perkembangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jepara selama empat tahun terakhir dari tahun 2003 hingga tahun 2006 menunjukkan angka yang fluktuatif.745. Perkembangan yang telah dicapai empat tahun terkahir masih didominasi oleh dana perimbangan terhadap total penerimaan. 1. 31. Tabel 5.450.703.683.34% 12.657.880 308.080.470.354.597.266.824 8.175.455 1.837. 1. Perbandingan tahun 2003 dengan 2004 mengalami penurunan.689.061.000 6.741 2.954. Rp.957 562.000 410.000.936.248.689. 4.063 27.544 12.710 23.000.000.296.660.425 26.000 276.871.851 411.000 Rp. Untuk dapat merealisasikan penerimaan daerah tersebut dalam rangka kemandirian keuangan daerah.493 9.662 11.297 8.go. namun dari 2004 sampai 2006 mengalami kenaikan rata-rata sebesar 5.000 12.500.209 798.352.356.239.000. Pelaksanaan pendapatan daerah selama ini diperoleh baik dari kewenangan yang dimiliki daerah sebagai kewenangan daerah otonom untuk mengelola Pendapatan Asli Daerah maupun kewenangan lain yang bersumber dari ketentuan perundangundangan yang berlaku untuk membiayai penyelenggaraan pembangunan daerah.237.675 877.924.000.470.586.558 11.869 50. maka kedepan harus direncanakan dengan akurat model intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah dan retribusi daerah serta lain-lain pendapatan yang sah sesuai dengan potensi pungutan. maka ratio kemandirian keuangan daerah masih rendah atau rerata per tahun baru menyumbang 12.318 47.545.000 258.275.950.502.id .649.019.000 558.366 21.512.000 17.745.000 30. Oleh karena itu perlu adanya upaya penggalian pendapatan dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki seoptimal mungkin.587 20.662 54.824 47.000.237.886.234.542 16.05%.depkumham.021 trilyun.757.680 % PAD/APBD 14. 558.964.907.659.djpp.335. Rp. yang mana untuk menggali potensi pendapatan harus dilakukan secara sistematis dan terarah.408.499.176.234. 3.782 24.785.196. PAD 53.149.000 392.

611 3.166.071.846.070 5.458.djpp.468 301.935.970.793 76.535.500 0 0 269.233.416.456.069.375.818.563.436.000 864.476 69.769.033.692.957.258.040 7.988.182.800 382.598 47.451.611.200 4.278 16.370.933.000 34.006 4.062.737.974.595 1.522.000 943.000 370.471.134.738.981.222.665.125.847.115.260 3.249 0.183.892.233 1.536.021.344.051.010.895.000 0 7.423.887. Rp.614.893 11.720 7.000 12.925.077 1.00 539.082.888. sehingga alokasinya diarahkan guna meningkatkan efisiensi.539.247.547.247.456.643.877.go. Rp.926.300 5.950.126.200. Rp.042.965 19.628.548 17.825 3.765.198 2.527.210 1.398.001 14.196.715.782.213.906.623.600.500.465 2.877.2 ARAH PENGELOLAAN BELANJA DAERAH Belanja daerah merupakan pengeluaran untuk kebutuhan dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan dan kepentingan pelaksanaan pembangunan daerah.600 521.300.068.536.349 132. Diolah 27.590 19.990 157.397 23.100.819.978.760.114.999 1.259 145.849 16.876 244.720.250 463.076.701 7.030.000 3.943.106.049.096.425.211.770 5.368.280.440 1.158.208.109 35.548 45.000.687.042 7.872.564 598.283 10.351. Rp.555.354 55.648.601.664 892.269.256.351 2004 118.393 26.842. Proyeksi 657.966.735 11.370 6.181.150.179. dimana dari sisi Belanja Daerah telah menunjukkan peranan yang cukup 89 90 www.000 786.690 55.052.348 39.516.122.722.071 266.494 57.091.581.880.529 134.915 16.570 2.977 277. efektifitas.553.369.546.816 172.158.047.060 175.805.400.258.015 47.987.874.947.198.310 9.703.297.232.416 34.010 40.070.194 146.353 47.619.522.062.938. termasuk efisiensi dalam pencapaian keluaran dan hasil tersebut.733.390.00 80.866.788.100 2.841.376.962.499.400 42.785.106.685.266.depkumham.320 7.940.469.149 14.500 653.000 1.262.920.844. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2004 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dinyatakan bahwa setiap jenis belanja yang dianggarkan harus memperhatikan keterkaitan pendanaan dengan keluaran dan hasil yang diharapkan dari program dan kegiatan yang dianggarkan.847.335 1.720.050 3.391 25.811.859 13.000 707.140.838 2.266.800.805. berdasarkan tujuan dan sasaran pembangunan yang ditetapkan.519 Sumber: APBD Kabupaten Jepara 2003-2006 Anggaran Belanja Kabupaten Jepara selama empat tahun terakhir yaitu tahun 2003 hingga 2006 mengalami kenaikan.903.344.079.637.514.990.102.589.759 65.117.539 3. dan proporsionalitas.982.538 1. 04 Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan 05 Belanja Tak Tersangka PELAYA NAN PUBLIK 01 Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang / Jasa Belanja Perjalanan Belanja Pemeliharaan 02 Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang / Jasa Belanja Perjalanan Belanja Pemeliharaan 03 Belanja Modal 04 Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan 05 Belanja Tak Tersangka JUMLA BELANJA H 9.277.372.477 104.955 21.364.763 3.011.527.594 7.265.923 147.282 32.767.006.091.269.830 385.728 2.220.556. Belanja daerah terdiri dari belanja aparatur daerah dan belanja pelayanan publik.195.646.214.642 149.127.387 68.768.968.458.322 Sumber: APBD Kabupaten Jepara 2003-2006.453.975.544. Rp.408.679.605.496.896.617.734.770 401.484.4 Realisasi Belanja Kabupaten Jepara URAIAN 2003 100.720.354.Tabel 5.379.513 2005 2006 Tahun 2007 2008 2009 2010 2011 2012 Rp.716 30.365.699 21.547.447 10.586 49.530 25.079.850.747.830.575 4.774.611.484.405 16.324.708.110 495.765.327.580 3.000 2 BELANJA APARATUR DA ERAH 01 Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Belanja Pemeliharaan 02 Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang / jasa Belanja Perjalanan Belanja Pemeliharaan 03 Belanja modal 123.850.041 93.149.855.id .681.784 9.3 Proyeksi Pendapatan Kabupaten Jepara NO Tabel 5.570 1.472.868.

Untuk menutup defisit anggaran yaitu selisih antara pendapatan dan belanja yang terdiri dari penerimaan dan pengeluaran.015 trilyun pada tahun 2012.500.372.720 milyar (tahun 2006) menjadi Rp.400.359. Pembiayaan penerimaan merupakan alokasi anggaran yang dilakukan untuk menguatkan struktur pendapatan. Mengoptimalisasikan sumber-sumber pendapatan daerah – khususnya sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah – melalui optimalisasi pendataan dan penerimaan wajib pajak dan restribusi daerah sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.830 Rp.411.335 Rp. 2.046 Sumber: Dispenda Kabupaten Jepara Tahun 2006 No 1.700. 5.47%.depkumham.502.344 milyar naik menjadi Rp.385.7 Belanja dan Pendapatan Kabupaten Jepara Tahun Belanja Pendapatan 2002 Rp.1. diperkirakan belanja daerah pada tahun 2011 akan meningkat dari Rp. Dimana kebijakan umum anggaran yang diambil tetap mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. 5.720. Belanja daerah Kabupaten Jepara selama empat tahun terakhir mengalami kenaikan rata-rata 14.000 2010 Rp.770 Rp. maka diakumulasikan dalam pembiayaan.go.030.706. Tabel 5.938.527.447. Tabel 5. Menyediakan sarana dan prasarana bagi pemungut penerimaan daerah yang bersifat mobilitas maupun pemberian operasional bagi penerimaan pendapatan.000 2012 Rp.328.322 Rp.213.957 2006 Rp.401. 4. diperlukan langkah-langkah dan arah kebijakan keuangan daerah berikut: 1. 539. Untuk meningkatkan sumber penerimaan daerah. Berdasarkan realisasi belanja.539.000 2011 Rp.771.000 2008 Rp.704 2004 Rp.djpp.720 milyar pada tahun 2006.175.334.6 Proyeksi Belanja Kabupaten Jepara Tahun Proyeksi 2007 Rp.820. 3. Diolah yang mendesak.357.140.290.387. Pada tahun 2003 total belanja daerah Kabupaten Jepara sebesar Rp.049.644.id . 1. sedangkan pembiayaan pengeluaran dilakukan sebagai konsekuensi kebutuhan Secara umum kebijakan keuangan daerah diarahkan pada peningkatkan kapasitas dan kemandirian kemampuan keuangan daerah disertai dengan efisiensi anggaran yang ditujukan bagi pembiayaan pembangunan.562. menunjukan bahwa belanja daerah lebih besar dari pendapatan daerah.234. serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengelola 91 92 www.23%.408 2003 Rp.232.563. 539. Namun kenaikan belanja daerah pada tahun terakhir naik sangat besar yaitu sekitar 30.000.851 2005 Rp.438.3 KEBIJAKAN UMUM ANGGARAN Berdasar pendapatan daerah dan belanja daerah selama empat tahun terakhir (2003-2006).679. Meningkatkan penyuluhan pada masyarakat untuk kesadaran membayar pajak dan retribusi daerah.600.871.300. 4.519 Rp. Pembiayaan terdiri dari pembiayaan penerimaan dan pembiayaan pengeluaran.306.376.000 Sumber: APBD Kabupaten Jepara 2003-2006.861.784. Meningkatkan kualitas pelayanan publik pada bidang-bidang yang berhubungan dengan penerimaan daerah.026.000 2009 Rp.692. 3.278. 370. 2.berarti terhadap pembiayaan pembangunan.370.330.015.

efektif dan berkesinambungan. Peninjauan kembali berbagai kebijakan Pemerintah Kabupaten Jepara. membawa perubahan yang mendasar dalam pengelolaan keuangan daerah.5.id . Undang-undang tersebut pada prinsipnya untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan sumber daya keuangan daerah dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah.djpp. penerimaan daerah. Seiring dengan peningkatan pembangunan tersebut. Melakukan upaya koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk untuk lebih mengoptimalkan pendapatan daerah yang bersumber dari APBN dan APBD Provinsi Jawa Tengah guna peningkatan pembangunan sarana prasarana perekonomian dan pelayanan publik. 2. maka pemerintah daerah berdasarkan asas desentralisasi. dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. dekonsentrasi dan tugas pembangunan yang diatur dengan sistem perimbangan keuangan antara pusat dan daerah mendapatkan pembagian dana perimbangan. 6. Penataan performance budget melalui penataan sistem penyusunan dan pengelolaan anggaran daerah yang berorientasi pada pencapaian hasil atau kinerja secara efisiensi. bersumber dari Bagi Hasil Pajak untuk mendukung pendapatan yang bersumber dari dana perimbangan daerah.depkumham. Melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan yang 93 94 www. terutama yang terkait dengan atau dalam rangka optimalisasi pendapatan daerah. maka untuk meningkatkan penerimaan daerah dapat dilakukan dengan meningkatkan dana perimbangan. Untuk itu kebijakan yang dilakukan untuk meningkatkan dana perimbangan antara lain melalui: 1. Berlakunya Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah. pelayanan umum dan daya saing daerah. Sehingga memberikan hasil yang baik dan biaya rendah. Selain melalui optimalisasi penerimaan pendapatan.go.

id . menurunnya bias gender. dan wanita. maka dirumuskan kebijakan pembangunan sebagai dasar penetapan pokokpokok pikiran. meningkatnya kesejahteraan dan perlindungan terhadap anak. yang ditandai dengan meningkatnya kualitas sumber daya manusia yang menangani bidang pendidikan (tenaga pendidik dan non pendidik). didukung dengan sektor lain yang berdayasaing tinggi akan diupayakan pencapaiannya pada tahapan lima tahun pertama dengan fokus pada peningkatan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana ekonomi daerah yang diharapkan akan meningkatkan iklim kondusif dalam berusaha yang akan berdampak pada peningkatan kinerja ekonomi makro daerah dan penguatan kapasitas keuangan daerah. Sesuai dengan strategi dan dengan tetap mengacu kepada visi Kabupaten Jepara. dan meningkatnya penangatan mitigasi bencana alam sesuai dengan kondisi Kabupaten Jepara. sehat dan religius melalui pembangunan multi sektor yang bermuara pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Jepara. tetap merujuk pada RPJPD Kabupaten Jepara Tahun 2005-2025. tujuan dan sasaran program pembangunan lima tahun kedepan. Tahapan lima tahun pertama akan lebih difokuskan pada penataan dan pembangunan sistem. Acuan pertama adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berilmu (cerdas). remaja. Dengan demikian kebijakan pembangunan lima tahun kedepan disesuaikan dengan Tahapan Pertama RPJPD (Tahun 2005-2009) dan Tahapan Kedua RPJPD (Tahun 2010-2014). Sehingga dalam pelaksanaan pembangunan daerah terdapat kesatuan arah yang jelas terhadap pemecahan masalah yang dihadapi oleh daerah sesuai dinamika masyarakat yang berkembang. Kebijakan umum pembangunan jangka menengah Kabupaten Jepara akan menentukan agenda. sekaligus sebagai upaya pencapaian pembangunan yang diharapkan. berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Acuan kedua adalah peningkatan ekonomi masyarakat dan daerah berbasis pada industri. pemerintahan.go. Oleh karena itu target yang diharapkan antara lain meningkatnya kualitas pelayanan dasar yang berdampak pada meningkatnya indeks pembangunan manusia (berilmu.BAB VI KEBIJAKAN UMUM DAERAH pembangunan. Beberapa kebijakan pembangunan pada tahap pertama yang dapat dijadikan acuan adalah sebagai berikut. sehat. Lima tahun pertama pembangunan ekonomi jangka panjang akan semakin menunjukkan pergeseran dalam sektor basis ekonomi daerah.depkumham. pertanian dan pariwisata. meningkatnya kinerja pengendalian jumlah dan laju pertumbuhan penduduk. seperti berikut: 1. Oleh karenanya kebijakan pembangunan Kabupaten Jepara pada RPJMD periode Tahun 2007-2012. maka pada tahapan lima tahun pertama (2005-2009) dalam kerangka pembangunan jangka panjang ini diarahkan untuk melanjutkan derap langkah pembangunan yang sudah senafas dengan tuntutan peningkatan kinerja penyelenggaraan 95 96 www. Kebijakan pembangunan daerah juga mengandung arti sebagai operasionalisasi dari visi dan misi daerah untuk jangka waktu tertentu. Hal itu sebagai suatu upaya untuk melanjutkan dan mempertajam penyelesaian masalah-masalah mendesak. meningkatnya keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan toleransi antar umat beragama. meningkatnya etos kerja. pelayanan dan pemberdayaan di segala bidang. TAHAPAN PERTAMA RPJPD KABUPATEN JEPARA (2005-2009) Memperhatikan kinerja pelaksanaan pembangunan tahapan lima tahun sebelumnya. berdaya beli). meningkatnya etika dan moralitas.djpp. kebijakan dan peraturan sebagai basis bagi pembangunan tahapan lima tahun berikutnya. regulasi.

Muara dari upaya pemberantasan KKN adalah terciptanya kinerja pelayanan publik yang semakin prima. TAHAPAN KEDUA RPJPD JEPARA (2010-2014) Berdasar periode waktu RPJMD Kabupaten Jepara dari 2005 sampai 2012. peningkatan konsistensi peruntukan lahan. yang pada akhirnya akan berdampak pada kepatuhan pada hukum sehingga persatuan dan kesatuan tetap dapat terjaga dengan baik. Arahan kebijakannya merupakan langkah-langkah untuk lebih memantapkan penataan kembali Kabupaten Jepara di segala urusan yang menjadi kewenangan daerah. peningkatan kesadaran lingkungan hidup.depkumham. yang akan ditekankan pada langkahlangkah pemantapan dalam perencanaan pengelolaan. ketepatan penanganan penambangan. aman. telekomunikasi. Kabupaten Jepara yang tertib. kolusi dan nepotisme (KKN) dalam penyelenggaraan pembangunan. pemerintahan dan pelayanan publik. konsistensi regulasi daerah-pusat. perumahan. Kondisi pertumbuhan perekonomian Jepara yang semakin baik diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jepara yang akan ditandai dengan menurunnya angka pengangguran dan jumlah penduduk miskin. penguatan ketertiban dan keamanan daerah. meningkatnya demokratisasi lokal. dan tegaknya hukum. regulasi. menurunnya tingkat konflik. pemerintahan. berbasis pada budaya bahari dan pesisir akan semakin relevan. pada tahapan lima tahun pertama akan ditekankan pada peningkatan komitmen dan tindakan pengurangan korupsi. Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi kesenjangan desa-kota. Upaya pelestarian dan pengembangan kekayaan budaya. Acuan ketiga adalah pengembangan tata pemerintahan yang baik didukung dengan kompetensi dan profesionalitas aparatur dalam pelaksanaan pembangunan. 2.id .djpp. yang hanya bisa terwujud apabila disertai dengan langkah-langkah penataan kebijakan keruangan dan kewilayahan yang konsisten dan terpadu. demokratis. dan kondusif yang akan diprioritaskan pada langkah-langkah pemantapan situasi dan kondisi politik lokal yang kondusif. pemerintahan dan pelayanan publik. 97 98 www. dan lain-lain. dan kebijakan tentang keruangan dan lingkungan hidup maka diharapkan akan membawa efek pada semakin membaiknya pengelolaan sumber daya alam dan mutu lingkungan hidup. maka kebijakan pembangunannya juga harus memperhatikan tahapan kedua RPJPD. Acuan keempat adalah peningkatan prasarana dan sarana yang menunjang pengembangan kawasan (wilayah) berbasis pada kemampuan dan potensi lokal yang akan diprioritaskan pada peningkatan dan pemeliharaan (rehabilitasi) sarana dan prasarana wilayah (terutama di kawasan pedesaan. Dengan adanya pemantapan dalam aspek perencanaan. transportasi.industri-pertanian (agro industri) akan semakin meningkat peranannya dalam perekonomian daerah. air bersih. pemanfaatan dan pengembangan tata ruang dan lingkungan hidup. dan tegaknya supremasi hukum untuk menopang (menjadi basis) kelancaran pelaksanaan pembangunan. kelistrikan. aman dan damai ditandai dengan menurunnya tingkat kerawanan daerah.go. kawasan Kepulauan Karimunjawa). bahkan mampu untuk membangun embrio pagi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. penerangan jalan. pencemaran lingkungan menurun. disamping tepat eksisnya industri pengolahan sebagai icon Kabupaten Jepara. dan pelayanan publik. Acuan keenam yaitu meningkatan kualitas lingkungan hidup didukung dengan pengelolaan tata ruang dan sumber daya alam secara berkesinambungan. pertamanan. misalnya kebersihan. yang kesemuanya mendukung percepatan terwujudnya tata kepemerintahan yang baik. Peningkatan dan rehabilitasi sarana dan prasarana kewilayahan harus menjadi prioritas daerah dan mendapat dukungan atau peran serta swasta. menurunnya indeks kriminalitas. Acuan kelima yaitu pengembangan kehidupan sosial budaya dalam rangka mendukung terciptanya kondisi daerah yang tertib.

pengembangan jaringan infrastruktur transportasi dan telekomunikasi yang memadai. sehat dan religius. pertanian dan pariwisata). bahkan bila perlu diperkuat dengan kontrak pelayanan (citizen’s charter) dan pelayanan yang bersertifikat ISO. angka kemiskinan turun. Sehingga mendukung penyediaan dan penyelenggaraan pelayanan publik yang semakin berkualitas. remaja dan wanita (kesetaraan gender naik. Daya saing akan dapat meningkat bila didukung oleh sumber daya manusia yang handal dan dimanfaatkaannya teknologi produksi yang tepat guna sehingga dapat memberikan daya guna dan hasil guna yang tinggi. Langkah ini harus disertai dengan meningkatnya komitmen tiga pilar pendidikan – pemerintah. Acuan keempat yaitu peningkatan prasarana dan sarana yang menunjang pengembangan kawasan (wilayah) berbasis pada kemampuan dan potensi lokal. didukung dengan adanya standar pelayanan minimum di semua tingkatan pemerintah. peningkatan kesejahteraan anak. didukung dengan disediakannya berbagai prasarana dan sarana pelaksanaan tugas/pekerjaan yang memadai. maka pada tahapan pembangunan lima tahunan kedua diprioritaskan pada penanganan yang lebih konkrit dan optimal terhadap pembangunan dan pengembangan sektor basis Jepara (industri. misalnya prasarana dan sarana transportasi. Selanjutnya akan diikuti dengan langkah prioritas kedua. air bersih. laju pertumbuhan penduduk terkendali.djpp. lebih murah. telekomunikasi. dilengkapi dengan sarana prasarana pendukungnya yang memadai. yang berasal dari sektor industri. penerangan jalan. Capaian lain yang diharapkan adalah peningkatan kesejahteraan rakyat (pendapatan per kapita naik. pariwisata atau perpaduannya. kelistrikan. cepat. 99 100 www. pembinaan dan pengembangan kelembagaan ekonomi lokal sehingga mampu berperilaku dan berkinerja global. Selain itu perlu ditekankannya peningkatan kualitas dan kuantitas perumahan dan permukiman yang layak dan sehat. status gizi naik). Acuan ketiga yaitu pengembangan tata pemerintahan yang baik didukung dengan kompetensi dan profesionalitas aparatur dalam pelaksanaan pembangunan. transparan. dan lain-lain. Pelaksanaan misi keempat ini. diharapkan pada pembangunan lima tahunan pertama fokus ini sudah mampu memberikan hasil yang cukup signifikan. yang pada tahapan lima tahunan kedua difokuskan pada optimalisasi (bila perlu maksimalisasi) upaya pemerataan memperoleh pendidikan sampai jenjang SMA/Sederajat bagi penduduk Kabupaten Jepara.go. Setelah pada tahapan pertama difokuskan untuk mengembangkan prasarana dan sarana ekonomi. tingkat pengangguran turun). dan lain-lain). dan akuntabel.Acuan pertama yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berilmu (cerdas). dan peningkatan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. pertanian dan pariwisata. pertanian. penyediaan dan penyelenggaraan lembaga pendidikan. kesenjangan kesejahteraan turun).id . BOS. misalnya melalui penyediaan biaya pendidikan (bea siswa. perlindungan anak naik.depkumham. untuk tahapan lima tahun kedua diprioritaskan pada pembangunan sarana dan prasarana penunjang pembangunan kawasan. Harapan masyarakat akan ditegakkannya pemberantasan KKN dalam lingkungan birokrasi semakin kuat. Acuan kedua yaitu peningkatan ekonomi masyarakat dan daerah berbasis pada industri. Jumlah penduduk akan terus meningkat maka harus disertai dengan penyediaan fasilitas perumahan dan permukiman. pemerintahan dan pelayanan publik. Pengembangan sektor basis akan bermuara pada dimilikinya daya saing yang tinggi pada tingkat nasional dan internasional dari produk-produk unggulan dan andalan Kabupaten Jepara. peningkatan derajat kesehatan (usia harapan hidup naik. yaitu peningkatan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia aparatur yang handal untuk memenuhi tuntutan birokrasi masa depan. perdagangan. dan sebagainya. didukung dengan sektor lain yang berdayasaing tinggi. sekolah dan masyarakat – untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan.

dan tenaga surya untuk kelistrikan. Untuk mewujudkannya diperlukan serangkaian kebijakan yang dapat mendorong dan mengembangkan potensi daerah. Fenomena ini menjadi prioritas penanganan pada tahapan ini. Dampak pada lingkungan. kehidupan demokratisai lokal semakin terwujud ditandai kuatnya peran masyarakat sipil. Dalam kerangka pencapaian pembangunan yang berkelanjutan. dan kondusif. sehingga mampu mendorong dan mewujudkan percepatan peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat. serta pengembangan investasi sarana-prasarana ekonomi yang akan berfungsi sebagai penggerak roda perekonomian daerah.id . dan lembaga kemasyarakatan. 4. tercapainya konsolidasi penegakan supremasi hukum dan penegakan hak asasi manusia. kalau tidak segera diatasi akan mengakibatkan dampak yang mempengaruhi lingkungan sekitarnya. Kondisi itu sejalan dengan meningkatnya kesadaran dan penegakan hukum. pemulihan kepercayaan masyarakat. Pada tahapan pembangunan lima tahunan kedua diprediksi akan semakin meningkat jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). 3. Melihat kondisi kamtibmas Kabupaten Jepara semakin kondusif. Acuan keenam yaitu meningkatan kualitas lingkungan hidup didukung dengan pengelolaan tata ruang dan sumber daya alam secara berkesinambungan. tenaga angin. jika tak dipenuhi akan mengakibatkan munculnya masalah lain. Kondisi itu didukung dengan meningkatnya kualitas perencanaan tata ruang serta konsistensi pemanfaatan ruang dengan mengintegrasikannya ke dalam dokumen perencanaan pembangunan terkait dan penegakan peraturan dalam rangka pengendalian pemanfaatan ruang. Langkah ini perlu dioptimalkan setelah pada tahap pertama ditekankan pada aspek perencanaan dan perumusan kebijakan. aman. Sejalan dengan itu. khususnya bioenergi. demokratis. Pembangunan Kabupaten Jepara periode tahun 2007-2012 diarahkan pada pembangunan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Kebermanfaatan. 2. kemampuan sumberdaya yang tersedia dalam jumlah yang cukup. dan regulasi tata ruang dan lingkungan hidup. tenaga air.depkumham. serta kelanjutan penataan sistem hukum daerah. pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian fungsi lingkungan hidup makin berkembang melalui penguatan kelembagaan dan peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat yang ditandai dengan berkembangnya proses rehabilitasi dan konservasi sumber daya alam dan lingkungan hidup.Acuan kelima yaitu pengembangan kehidupan sosial budaya dalam rangka mendukung terciptanya kondisi daerah yang tertib. Dukungan sumber daya.go. akan dilaksanakan dengan prioritas pada penanganan aktivitas terkait dengan lingkungan hidup dan tata ruang. terutama kemampuan keuangan daerah. dalam rangka memacu percepatan pembangunan daerah. Sedangkan pada sisi pertambangan dan energi akan diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan. Dalam rangka pencapaian visi Kabupaten Jepara ”Terwujudnya Kabupaten Jepara sebagai daerah yang 101 102 www. harus seoptimal mungkin memperhatikan empat hal berikut: 1. Adanya arahan pembangunan pada RPJPD dan memperhatikan evaluasi pembangunan lima tahun sebelumnya serta melihat kondisi kebutuhan kedepan. karena kurang beruntung dalam persaingan diberbagai bidang yang semakin ketat/keras.djpp. Tingkat kebutuhan. dan pemberian pelayanan yang langsung dapat bermanfaat bagi masyarakat. kebutuhan tersebut kebermanfaatannya tinggi dan menyangkut hajat hidup orang banyak. partai politik. didukung dengan komitmen segenap pemangku kepentingan dan profesionalitas aparatur penegak hukum daerah. kebutuhan tersebut mendesak atau tak dapat ditunda dan apabila tidak segera ditangani akan mengganggu aktivitas warga masyarakat. oleh karena itu kebijakan pembangunan daerah yang kemudian dijabarkan lebih lanjut dalam rencana strategis.

dengan jalan mewujudkan pemerataan dan meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. maju.go. Untuk fungsi Pendidikan terkait dengan pembentukan sumber daya manusia yang beretika dan berbudaya dijangkau melalui pengembangan pendidikan keagamaan secara integratif antar pemerintah Daerah dan Pusat. peningkatan bantuan perawatan tempat atau rumah ibadah. Untuk fungsi Ketertiban dan Keamanan kebijakannya diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berbasis religius. pengadaan even kesenian dan kebudayaan. fungsi Pariwisata dan Budaya. beretika. peningkatan kegiatan keagamaan. Sehingga perlu dipahami bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu output penting dalam suatu proses perencanaan pembangunan. namun dalam fokus arahan kebijakan yang berbeda dengan misi pertama. fungsi Pendidikan. 2. Untuk Fungsi Perlindungan Sosial kebijakan yang ada diarahkan pada peningkatan kehidupan dan kerukunan antar umat beragama agar mampu memberikan peningkatan kualitas dalam sumber dayan manusia dibidang moral dan etika. 103 104 www. Kebijakan tersebut untuk membentuk kekuatan rakyat dan bela negara demi menjaga ketertiban dan keamanan. serta adanya sistem penegakan hukum dan hak asasi manusia (HAM) yang berkeadilan. untuk mendukung suasana kehidupan berpolitik yang demokratis.depkumham. bermoral. Fungsi Lingkungan Hidup serta Fungsi Pariwisata dan 3. Misi Kedua ini terkait dengan pelaksanaan fungsi Pelayanan Umum dan fungsi Ketertiban dan Ketentraman. Misi Ketiga: Membangun ekonomi kerakyatan dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya. Langkah yang dapat dilakukan adalah melalui peningkatan bantuan terhadap pendidikan keagamaan. melalui peningkatan kualitas sumber daya yang terlayani oleh pemerintahan yang bersih”.religius. Untuk fungsi Pariwisata dan Budaya diarahkan pada kebijakan untuk mengendalikan pengaruh negatif dari budaya luar dalam rangka lebih meningkatkan kepedulian dan perhatian atas pembinaan dan pelestarian nilai-nilai budaya bangsa dan daerah melalui berbagai upaya pengelolaan kekayaan budaya lokal. dan sosialisasi produk-produk hukum daerah. Beberapa langkah yang dapat dilakukan seperti pembinaan kerukunan antar umat beragama. serta memelihara kelestarian kearifan budaya lokal. Fungsi Ketertiban dan Keamanan. perluasan informasi atas kinerja pemerintah. Fungsi Pelayanan Umum diarahkan pada peningkatan keadilan (persamaan hak dan kewajiban) diantara penduduk dalam memperoleh pelayanan publik. karena itu pembangunan yang dilaksanakan senantiasa menempatkan manusia sebagai titik sentral. Misi Pertama ini terkait dengan empat fungsi pemerintahan. Misi Kedua: Mewujudkan masyarakat yang rukun dalam melaksanakan hak dan kewajibannya dengan nyaman. Misi Ketiga ini terkait dengan tiga fungsi pemerintahan berikut Fungsi Ekonomi. pembinaan kelompok kesenian. Kebijakan pada fungsi ini diarahkan pada upaya-upaya peningkatan kesadaran hukum pada masyarakat.id . aman. Arah kebijakan umum dalam kerangka pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan Kabupaten Jepara tahun 2007-2012 adalah sebagai berikut: 1.djpp. dan fungsi Perlindungan Sosial. maka kebijakan umum dikelompokkan menurut fungsifungsi pemerintahan yang dirinci menjadi kebijakan umum fungsi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pelaksanaan misi Kabupaten Jepara tersebut. Misi Pertama: Mewujudkan masyarakat yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. yaitu fungsi Ketertiban dan Keamanan. sehingga masyarakat akan mendapatkan hak dan memenuhi kewajiban sesuai dengan kapasitasnya. berbudaya serta mempunyai rasa toleransi antar dan intern umat beragama. demokratis dan sejahtera dengan bertumpu pada potensi budaya lokal.

105 106 www. kesehatan dan perlindungan sosial serta penyediaan perumahan layak. Sehingga setiap orang memperoleh peluang seluas-luasnya untuk berpendidikan dan berketerampilan. Untuk fungsi Lingkungan Hidup terkait misi ini kebijakannya diarahkan pada meningkatkan potensi sumber daya lokal dan menjaga kelestarian sumber daya produksi secara berkelanjutan. serta mempunyai kebutuhan sandang. Kebijakannya diarahkan pada penciptaan penyelenggaraan pemerintahan yang akuntabel. fungsi Perlindungan Sosial dan fungsi Perumahan dan Fasilitas Umum.id . untuk mendukung misi ini kebijakannya diarahkan pada pengembangan usaha andalan berdasarkan potensi lokal untuk mengurangi disparitas kesejahteraan antar wilayah. pangan dan papan yang diperlukan. Misi keempat berkenaan dengan Fungsi Ketertiban dan Keamanan dan Fungsi Perlindungan Sosial. Diharapkan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. sehingga menjadikan kualitas pelayanan umum kepada masyarakat menjadi optimal. 6. sehingga sumber daya yang ada dapat dipertahankan keberadaannya. terutama untuk penuntasan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun serta meningkatkan kompetensi tenaga pendidik melalui kerjasama dengan berbagai pihak. keadilan dan responsibel. Hal ini terus dikembangkan untuk menjaga kondisi daerah agar tetap kondusif. Fungsi Perlindungan Sosial diarahkan khusus terhadap peningkatan peran serta perempuan dalam pembangunan.depkumham. Misi Keempat: Menciptakan iklim yang kondusif bagi berkembangnya demokratisasi dalam kehidupan bermasyarakat. Misi keenam ini berkenaan dengan fungsi Pelayanan Umum.go. membuka ruang partisipasi. Pada fungsi Pendidikan kebijakannya diarahkan pada perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan bagi seluruh masyarakat dengan sasaran meningkatnya derajat pendidikan masyarakat. Sehubungan dengan hal tersebut maka pelaku ekonomi kerakyatan mendapatkan prioritas untuk berperan aktif dalam pembangunan ekonomi. 4. Misi Keenam: Meningkatkan kualitas sumber daya aparatur melalui profesionalisme aparatur yang bebas KKN untuk menciptakan good governance dan clean government. Kemudian fungsi Kesehatan kebijakannya diarahkan pada peningkatan aksesibilitas pelayanan kesehatan dengan sasaran meningkatnya derajat kesehatan masyarakat. maka peluang hidup layak akan dapat tercapai. derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Fungsi Ketertiban dan Keamanan diarahkan pada pengakuan akan hak dasar rakyat dalam pembangunan. utamanya bagi penduduk miskin. kebijakannya diarahkan pada penyediaan perumahan layak bagi keluarga kurang mampu. transparan. hidup sehat dan panjang umur. Misi Kelima: Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan pelayanan pendidikan. Bersinggungan dengan fungsi ini adalah fungsi Perumahan dan Fasilitas Umum. Sedangkan pada fungsi Pariwisata dan Budaya. sehingga setiap aspek pembangunan tidak mengabaikan keadilan dan pemenuhan hak dasar politik dan sosial rakyat. Sedangkan fungsi Perlindungan Sosial kebijakannya diarahkan pada pemenuhan hak-hak masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup. kebijakannya diarahkan pada upaya-upaya pengembangan dan peningkatan obyek wisata dan budaya dengan melibatkan para pelaku usaha dan masyarakat.Budaya. utamanya bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial. Berdasar misi kelima ini berkaitan dengan beberapa fungsi yaitu fungsi Pendidikan.djpp. fungsi Kesehatan. sehingga pariwisata dapat menjadi pendorong roda perekonomian daerah. 5. Fokus kebijakan pada misi ini adalah memobilisasi sumberdaya untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan pendidikan. Pada fungsi Ekonomi. dimana salah satunya adalah dalam politik dan demokrasi.

Revitalisasi sektor pertanian dengan menciptakan agrobisnis dan agroindustri. pengembangan wisata dan budaya. Pengembangan kawasan utara untuk industri strategis. maka disusun sasaran pembangunan yang ingin dicapai dalam lima tahun kedepan. 7. untuk menjaga dan memelihara suasana kondusif. Pemeliharaan konservasi lahan melalui penghijauan pada daerah pegunungan dan lahan kritis untuk mengurangi resiko bencana alam. Peningkatan Wajar Dikdas 9 Tahun. Tujuannya adalah agar sasaran pembangunan tersebut dapat mendorong terwujudnya visi dan misi. rendahnya kesejahteraan PNS. mengubah pola budaya tangkap potensi kelautan menjadi pola budi daya dan jasa. melalui pembangunan rumah susun. rendahnya kinerja sumberdaya aparatur. termasuk pemberantasan buta aksara.go. 12. dan lain-lain. 11. seperti kerajinan. agar dapat memberikan kontribusi yang cukup bagi peningkatan PAD. 16. Peningkatan perumahan dan permukiman masyarakat pantai pesisir. harus didukung oleh program-program yang direncanakan lima tahun kedepan. ukiran. Sasaran dari kebijakan umum tersebut meliputi: 1. 14. 6.id . Peningkatan peran BUMD. perdagangan produk berbahan baku kayu. 19. 15. Peningkatan pengembangan sumber energi alternatif. 18. belum memadainya sistem kelembagaan dan ketatalaksanaan pemerintahan. Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. 9. Peningkatan kuantitas dan kualitas prasarana dan sarana (infrastruktur) untuk pertumbuhan perekonomian daerah dan peningkatan pelayanan publik. meubel. Peningkatan kualitas pelayanan publik disertai dengan peningkatan kesejahteraan PNS dan Perangkat Desa. Peningkatan pengembangan pendidikan melalui program BERMUTU (Better Education Through Reformed Management and Universal Teacher Up-grading). Peningkatan efisiensi anggaran dalam penggunaan dan pengelolaan keuangan daerah. Peningkatan aplikasi Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) bagi kerajinan lokal. 17.depkumham.djpp. melalui pelestarian lingkungan hidup dan SDA.Hal tersebut sebagai langkah antisipasi tingginya penyalahgunaan kewenangan dan penyimpangan. terutama untuk kelompok masyarakat miskin. Sehingga sasaran-sasaran yang ingin dicapai ini. Peningkatan pengelolaan tata ruang sesuai dengan regulasi yang berlaku – berbasis Sub Wilayah Pembangunan (SWP) – dimana akan ditekankan pada pengembangan SWP 3 sebagai pusat pertumbuhan baru yang berbasis kawasan industri strategis. pengembangan bandara. Peningkatan pemberdayaan masyarakat melalui optimalisasi penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD). guna mendukung penyerapan tenaga kerja dan mengurangi kemiskinan. dan lain-lain. serta banyaknya peraturan perundangundangan yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan keadaan dan tuntutan pembangunan. 2. Peningkatan pengembangan Kepulauan Karimunjawa. serta bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Peningkatan kinerja investasi. Pengembangan Jepara The World Carving Centre – saat ini Kabupaten Jepara telah mengekspor produk berbahan baku kayu sampai ke 84 negara – sebagai pusat pengolahan dan 8. 3. 5. 107 108 www. Penurunan angka konflik horisontal dan vertikal. 4. sebagai pusat pertumbuhan baru. 10. 13. Berpijak pada kebijakan umum yang telah ditetapkan pada tiap misi dan dengan memperhatikan kondisi daerah serta aspirasi masyarakat.

beserta matrik program dan kegiatan selama tahun 2007-2012. maka semua kebutuhan pembangunan tidak dapat dipenuhi. Pada tiap urusan tersebut akan disampaikan permasalahan. sasaran dan kebijakan masingmasing urusan. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri yang terkait dengan aspek agama.BAB VII PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH Berdasarkan pada regulasi otonomi daerah yang bersumber pada Undang-Undang 32 Tahun 2004 dan Undang-Undang 33 Tahun 2004. dan kebijakan tersebut harus dikaitkan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.djpp. Kemudian sesuai regulasi tersebut pada program dan kegiatan juga diurai dalam program dan kegiatan yang ada pada setiap SKPD serta program dan kegiatan pada urusan wajib dan urusan pilihan. Sehingga berbagai program dan kegiatan yang dirumuskan baik program dan kegiatan tahunan maupun lima tahunan. berbudaya serta mempunyai rasa toleransi antar dan intern umat beragama.1 MISI PERTAMA: Mewujudkan masyarakat yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.1.depkumham. Pada sisi lain. diperlukan penentuan prioritas untuk mangatasi keterbatasan sumber daya. dan 4) Perlindungan Sosial. maka Pemerintah Kabupaten Jepara menyusun rangkaian program dan kegiatan pembangunan dalam RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 20072012 yang senafas dengan regulasi tersebut. bermoral. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Kebudayaan. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Sosial.1 7. 7.id . dan keuangan daerah. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri. Oleh karena itu. termasuk kinerja pembangunan yang telah dicapai dalam lima tahun sebelumnya. terutama yang terkait dengan kewenangan/urusan pemerintah daerah. 109 110 www. merupakan langkah pilihan indikatif yang telah disesuaikan dengan potensi daerah dan masalah yang dihadapi. Mendasari hal tersebut program dan kegiatan yang disusun adalah untuk mendukung komponen-komponen pelayanan dan tingkat pencapaian yang diharapkan pada setiap urusan pemerintah daerah selama lima tahun. Dalam penjabarannya. 7. baik dana. Pada RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012. beretika. misi. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Pendidikan. penyusunan program dan kegiatan RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 harus mengacu pada visi. komponen visi. dan pada setiap misi diurai dalam kelompok fungsi beserta urusan yang menjadi kewenangan daerah yang menyertainya. misi dan kebijakan yang telah ditetapkan. 3) Pendidikan. organisasi perangkat daerah. Dalam penyusunan program dan kegiatan dilakukan dengan memperhatikan aspirasi masyarakat dan mempertimbangkan kondisi serta kemampuan daerah. Namun dikarenakan keterbatasan sumber daya yang dimiliki. 2) Pariwisata dan Budaya.1. tenaga maupun waktu yang dimiliki. program dan kegiatan dikelompokan untuk mendukung misi. yang diperkuat dengan berbagai regulasi operasionalisasinya. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi pertama dilakukan melalui beberapa rumpun fungsi.1. yaitu: 1) Ketertiban dan Keamanan.1 Fungsi Ketertiban dan Keamanan Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Masalah.go.

2. Masalah.3 7. Program peningkatan pemberantasan penyakit masyarakat (pekat).1 Fungsi Pariwisata dan Budaya Urusan Kebudayaan Sasaran. 2. Terbinanya berbagai kelompok kesenian dan budaya lokal. 2. adalah: 1. 7. Kebijakan.1.depkumham. Mencegah penggunaan dan peredaran narkoba dan miras. termasuk pembinaan terhadap kelompok kesenian dan budaya. Program pelayanan bantuan terhadap pendidikan keagamaan.djpp. termasuk dalam kehidupan beragama. Program. termasuk dalam toleransi dan kerukunan dalam kehidupan beragama. Program urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 1. Meningkatnya pembinaan pendidikan dibidang keagamaan. Besarnya tantangan terhadap peningkatan rasa solidaritas dan ikatan sosial masyarakat.2. Sasaran. Meningkatnya pembinaan dan pelestarian nilai-nilai luhur budaya bangsa (daerah). Beberapa sasaran dalam pembangunan kebudayaan antara lain: 1. Kebijakan. Masalah urusan Pendidikan yang terkait dengan pelaksanaan misi pertama. Program: Program yang ditetapkan dalam rangka pelaksanaan urusan Pendidikan adalah: 1. Kebijakan yang dirumuskan bagi pembangunan Kebudayaan antara lain: 1. Kebijakan: Kebijakan urusan Pendidikan diarahkan pada: Peningkatan pembinaan pendidikan dibidang keagamaan. Program pembangunan urusan Kebudayaan adalah: Program pengelolaan kekayaan budaya.2 7.1. Permasalahan pokok urusan kebudayaan yang terkait dengan misi pertama adalah: 1. dan budaya adalah: 1. Program. etika.go. 2. Program pengembangan wawasan kebangsaan. 111 112 www. Meningkatkan pengamalan nilai-nilai agamis dalam kehidupan masyarakat. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri adalah: 1. Peningkatan pembinaan dan pelestarian nilai-nilai luhur budaya bangsa (daerah). Fungsi Pendidikan Urusan Pendidikan 1. Banyak kesenian dan budaya daerah yang belum dioptimalkan sebagai sarana memupuk nilai-nilai budaya bangsa.1 Masalah. Mencegah berkembangnya penyakit masyarakat.id . Meningkatnya rasa nasionalisme di kalangan masyarakat. 2. 2. Semakin merebaknya penyakit masyarakat. 7. Masih terbatasnya pengembangan pendidikan keagamaan yang integratif antar instansi pemerintah di tingkat pendidikan dasar dan menengah. Banyaknya pengaruh negatif yang ditimbulkan oleh budaya dari luar. serta tumbuhnya penyakit masyarakat.1.3. Sasaran.moral.1. Sasaran pembangunan pada urusan Pendidikan yang terkait dengan pelaksanaan misi pertama adalah: 1. Kebijakan urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri diarahkan pada: 1.

yang terdiri atas dua buah urusan yaitu: a) urusan Pemerintahan Umum dan b) urusan Komunikasi dan Informasi. 113 114 www. Program peningkatan kehidupan sosial keagamaan. 2. Program. 2. Kebijakan urusan Pemerintahan Umum diarahkan pada beberapa hal: 1. Masalah. dan 2) Ketertiban dan Keamanan. Meningkatnya alokasi bantuan untuk perawatan tempat atau rumah ibadah. 2. Meningkatnya kualitas pelayanan publik. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pemerintahan Umum terkait dengan pelaksanaan misi kedua adalah: 1. Masih terbatasnya akses informasi publik terhadap kegiatan dan kinerja pemerintahan daerah. Program.4. Meningkatnya kuantitas dan kualitas tempat atau rumah ibadah. 2.1 Fungsi Pelayanan Umum Urusan Pemerintahan Umum Masalah.2 Urusan Informasi dan Komunikasi yang 7.1. Masalah dalam urusan sosial yang terkait dengan pelaksanaan misi pertama adalah: 1.7.1 7. Masih banyaknya tempat atau rumah ibadah yang perlu mendapatkan perawatan.4 7. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri. Peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi. Sasaran. Peningkatan pemahaman masyarakat atas produk hukum. Masalah. Program penataan peraturan perundang-undangan. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Komunikasi dan Informasi adalah: 1. Terselenggaranya kegiatan keagamaan.1.go. Program yang ditetapkan untuk pelaksanaan misi pertama yang terkait dengan urusan sosial adalah: 1.1.depkumham. Masih terjadinya ketimpangan dalam pemberian pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah.1.djpp. 3. Program pelayanan mekanisme penanaman modal. Program urusan Pemerintahan Umum dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 2. Masih terbatasnya pemahaman masyarakat atas produk-produk hukum daerah. 2. Sasaran. Beberapa sasaran yang akan dicapai terkait dengan pelaksanaan misi pertama untuk urusan sosial adalah: 1. Kebijakan yang dicanangkan untuk pelaksanaan misi pertama terkait dengan urusan sosial adalah: 1. Kebijakan.2. Peningkatan kerukunan dalam pelaksanaan kehidupan beragama.2 MISI KEDUA: Mewujudkan masyarakat yang rukun dalam melaksanakan hak dan kewajibannya dengan nyaman.id . yaitu: 1) Pelayanan Umum.2. Kebijakan. Tersosilisasikannya berbagai produk hukum daerah. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi kedua dilakukan melalui beberapa rumpun fungsi. 7.1 Fungsi Perlindungan Sosial Urusan Sosial 7. 2. Masih terbatasnya jumlah kegiatan keagamaan. Program peningkatan kualitas pelayanan publik.2. terutama pada dimensi keadilan dan persamaan dalam pelayanan publik. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pemerintahan Umum adalah: 1.

7. Meningkatnya partisipasi masyarakat terhadap perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah lewat media massa. 6. 2.go. Masih terbatasnya kapasitas SDM yang membidangi dan menjalankan urusan komunikasi dan informasi.depkumham. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri adalah: 1. Meningkatkan pengendalian keamanan dan ketertiban lingkungan. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri adalah: 1. Program urusan Komunikasi dan Informasi yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Tersedianya layanan informasi cepat dan akurat berbasis jaringan komputer. Peningkatan sarana prasarana jaringan dan sumber informasi daerah. Meningkatnya arus komunikasi yang baik antara masyarakat yang membutukan informasi dan media yang memberitakan. Meningkatnya kreativitas dan peran serta masyarakat dalam membina lingkungan dengan peningkatan wawasan kebangsaan yang baik. Masih kurang optimalnya kesadaran masyarakat dalam melaksanakan kewajibannya. 7. Meningkatkan kapasitas SDM yang membidangi dan menjalankan urusan komunikasi dan informasi. 5. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Komunikasi dan Informasi adalah: 1. 115 116 www. 5. Masalah. Masih perlu ditingkatkannya kemampuan pencegahan dan penanganan bencana alam. 2.2. aplikasi dan internet di lingkungan pemerintah daerah. Peningkatan penyediaan dan penguasaan teknologi di bidang komputer dan jaringan. informasi dan media massa. Terbatasnya jaringan sarana dan prasarana informasi dan komunikasi internal dan eksternal pemerintah daerah.2.id . Kebijakan. Peningkatan serta pemberdayaan yang membidangi komunikasi dan informasi. 3.2 7. Kebijakan urusan Komunikasi dan Informasi diarahkan pada: 1. Meningkatnya pemahaman tentang kehidupan berpolitik yang benar di lingkungan masyarakat. Program pengembangan komunikasi. 3. 4. Meningkatnya akses informasi yang valid bagi masyarakat. Mencegah terjadinya konflik sosial baik horisontal maupun vertikal. 3. Meningkatkan perlindungan dan keamanan lingkungan.1 Fungsi Ketertiban dan Keamanan Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Sasaran. Kebijakan urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri diarahkan pada : 1.2. 4. Terpantaunya dan tertanganinya korban bencana alam. Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap undang-undang bidang politik. Program. Penyediaan media untuk promosi dan komunikasi. Sasaran. Meningkatnya rasa nasionalisme di kalangan masyarakat. Program peningkatan kualitas pelayanan informasi. 4. 2. 3. 2. Meningkatnya peran serta masyarakat didalam membangkitkan komunikasi sebagai wahana saling memberikan informasi bagi pemerintah daerah.djpp. 4. Semakin lunturnya rasa kesetiakawanan masyarakat dalam sendi-sendi kehidupan. 2. 3.2. Kebijakan.

Program pembangunan prasarana dan fasilitas perhubungan. 3) Pariwisata dan Budaya. 2. aman dan lancar. 4. 4. Program urusan Perhubungan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. c) Koperasi dan UKM. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi ketiga dilakukan melalui beberapa rumpun fungsi. Belum tersedianya peta jaringan transportasi dan tatanan transportasi lokal. Tersedianya prasarana. Program peningkatan kelayakan pengoperasian kendaraan bermotor. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Perhubungan adalah: 1. Penyebarluasan undang-undang bidang politik. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu: a) Lingkungan Hidup. b) Tenaga Kerja. Program peningkatan kesadaran bela negara dan cinta tanah air. 2. g) Kehutanan. b) Kebudayaan. i) Kelautan dan Perikanan. 7. 3. d) Penanaman Modal.go.id . Meningkatkan kinerja penanganan bencana. yaitu: a) Pariwisata. Program urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1.1 Fungsi Ekonomi Urusan Perhubungan Program. 2. h) Energi dan Sumber Daya Mineral. Terbatasnya kualitas SDM pencari kerja dan tenaga kerja.3. 4.1 7. 2. Terlaksanya pembangunan unit uji kelayaikan kendaraan bermotor. Masih kurangnya sarana. Terciptanya pelayanan angkutan yang tertib. Kebijakan. Menumbuhkembangkan persatuan dan kesatuan bangsa. 2. Peningkatan kualitas dan kuantitas sarana.3. 3. Program peningkatan pelayanan angkutan.1. 7. k) Perindustrian. 3. Belum optimalnya pelayan terminal.1.depkumham. yaitu: 1) Ekonomi. prasarana dan fasilitas perhubungan. Program kemitraan pengembangan wawasan kebangsaan. Kebijakan urusan Perhubungan diarahkan pada: Peningkatan peran transportasi untuk mendukung pengembangan ekonomi kerakyatan. 7. Masih rendahnya pemahaman dan pelaksanaan peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Perhubungan adalah : 1. 2. yang terdiri atas beberapa urusan yaitu a) Perhubungan.3.2. l) Transmigrasi. 3.2 Urusan Tenaga Kerja Masalah. Program pencegahan dini dan penanggulangan korban bencana alam. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Tenaga Kerja adalah: 1. Masalah. yang terdiri atas beberapa urusan. f) Pertanian. e) Pemberdayaan Masyarakat Desa. 2) Lingkungan Hidup. Program. Meningkatnya pembangunan dermaga dan fasilitasnya. 3. fasilitas perlengkapan dan fasilitas pendukung jalan. 1. Sasaran. 117 118 www. Program pembangunan sarana dan prasarana perhubungan. prasarana serta fasilitas perhubungan yang berbasis pada pelayanan masyarakat.3 MISI KETIGA: Membangun ekonomi kerakyatan dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya.djpp. j) Perdagangan.

4.4 Urusan Penanaman Modal 1. Program. Program peningkatan kualitas kelembagaan koperasi. Kurangnya optimalnya promosi potensi investasi daerah dan pengelolaan asset daerah. Pembangunan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan koperasi dan UMKM. 3. Kebijakan. Sasaran. 2. Meningkatnya pengelolaan investasi dan aset daerah.id . Peningkatan ketrampilan sumber daya manusia tenaga kerja. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Penanaman Modal adalah: 1. Program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. Kebijakan urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah diarahkan: 1. Meningkatnya kemampuan manajerial UMKM.3. Program perlindungan dan pengembangan lembaga ketenagakerjaan. Memberikan perlindungan kepada tenaga kerja. Program pengembangan sistem pendukung usaha bagi UMKM. Program peningkatan kesempatan kerja. 2. 2. 2. 119 120 www. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah adalah: 1. 2. Masalah.1. Kebijakan. Program urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Masih banyaknya pencari kerja yang belum tertampung dibeberapa lapangan usaha. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Penanaman Modal adalah: 1.go.1.3. 7. Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Masalah. Program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif UMKM. 3.djpp. Terbatasnya akses teknologi dan pemasaran bagi IKM. Pembinaan. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Koperasi Usaha Kecil Menengah adalah: Masih lemahnya manajemen koperasi dan UMKM. Sasaran.3. Berkurangnya faktor-faktor penghambat perkembangan/realisasi investasi. 7. Program. Kebijakan. Kebijakan urusan Tenaga Kerja diarahkan pada: Peningkatan kualitas sumber daya manusia pencari kerja dan tenaga kerja serta peningkatan penghasilan tenaga kerja. Belum kondusifnya iklim investasi daerah.depkumham. Meningkatnya penanaman modal di daerah. Meningkatnya akses modal koperasi dan UMKM. perlindungan dan pengawasan tenaga kerja. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Tenaga Kerja adalah: 1. Kebijakan urusan Penanaman Modal diarahkan pada: Meningkatkan pelayanan perijinan investasi. Mengurangi angka pengangguran dan penciptaan lapangan pekerjaan. Akses permodalan bagi koperasi dan UMKM masih rendah. Peningkatan pemanfaatan sumber daya lokal. 2. Meningkatnya volume usaha koperasi dan UMKM. 2. Proses optimalnya pelayanan perijinan yang mendukung investasi. Program urusan Tenaga Kerja yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 2. 3. 3. 3. 2.3 dan 1. 3. Masih kurangnya pemahaman pengusaha dan tenaga kerja terhadap peraturan perundangan-undangan dibidang ketenagakerjaan. 1. Sasaran. 3.

Program urusan Penanaman Modal yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 2. Program urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa Masalah.3. Meningkatnya dukungan teknologi. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pertanian adalah: 1. Belum optimalnya perlindungan tanaman pangan dan hasil perkebunan. 5.1. Program penyiapan potensi sumber daya. 3. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa adalah: 1. 4. Belum optimalnya pemberdayaan potensi lokal.2. Peningkatan intensifikasi. Program peningkatan partisipasi masyarakat pembangunan. rehabilitasi dan diversifikasi pertanian dan perkebunan. Berkurangnya jumlah warga miskin. Masih tingginya angka kemiskinan. Belum optimalnya keterlibatan lembaga sosial masyarakat dalam pembangunan. 5. 2. Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi untuk memantapkan ketahanan pangan. Mempromosikan potensi sumberdaya daerah. Terbatasnya luas lahan pertanian dan perkebunan. 7. 2. Intensifikasi. 3. Kebijakan urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa diarahkan pada: 1. yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Belum terbatasnya tingkat kemampuan dan partisipasi masyarakat. rehabilitasi dan diversifikasi pertanian dan perkebunan belum sepenuhnya dilaksanakan. 4. Program peningkatan iklim investasi dan realisasi investasi. Meningkatnya kualitas dan kuantitas prasarana dan sarana pengairan yang masih terbatas. 121 122 www. Menstimulasi swadaya masyarakat khususnya masyarakat desa. Sasaran. 7. 2. Sasaran. Kondisi prasarana dan sarana pengairan yang masih terbatas. Masih terbatasnya kualitas sumber daya manusia petani. Meningkatnya perlindungan tanaman. Meningkatkan program pengentasan kemiskinan. 7. 3. 3.6 7. Meningkatnya penanganan pasca panen. 3.depkumham. 3.go.5 Urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa Masalah. 2.1. Peningkatan pemberdayaan dan kemandirian masyarakat. Peningkatan produksi dan produktivitas pertanian dan perkebunan. Tingkat produktivitas pertanian dan perkebunan yang relatif masih terbatas. Program. 6. Optimalisasi penerapan standar pelayanan minimal di bidang investasi.3. 3.1 Urusan Pertanian Pertanian dan Perkebunan dalam Program. 4.3. 2. Peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.6.id . Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pertanian adalah: 1. 6. Terbatasnya dukungan teknologi pertanian.1. sarana dan prasarana daerah. 7. Meningkatkan partisipasi masyarakat dan lembaga sosial dalam pembangunan.djpp. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa adalah: 1. Kebijakan. Program peningkatan promosi dan kerjasama investasi.

2. Program. 5. Program peningkatan penerapan teknologi pertanian/perkebunan.3. 1. Pengembangan agribisnis di daerah. Terbatasnya ketersediaan teknologi peternakan. Peningkatan kualitas sumber daya manusia petani. 4. 5. Meningkatnya pengelolaan kesehatan hewan.2 Peternakan Sasaran. Program pemberdayaan penyuluhan pertanian/perkebunan lapangan. 2. 123 124 www. 3. Pengembangan kualitas sumber daya manusia. 1. 2. 6. Mengembangkan sentra produksi peternakan unggulan daerah. 3. Meningkatnya dukungan teknologi hasil ternak. 5. 3.7 Urusan Kehutanan Masalah. 4. 4. 4. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Peternakan adalah: 1. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kehutanan adalah: 1. Belum optimalnya pengelolaan kesehatan hewan. 3. 9. Peningkatan pemasaran hasil. Program. Program pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak. misalnya dalam hijauan pakan ternak. Program peningkatan penerapan teknologi produksi.3.1. 3. Program peningkatan ketahanan pangan (pertanian/perkebunan). Mengembangkan sentra produksi unggulan daerah.go. Program pengembangan agribisnis peternakan. Kebijakan. Program peningkatan penerapan teknologi peternakan.6. 2.1. 7. 5. Pemanfaatan dan perluasan usaha peternakan. Program urusan Peternakan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Masih adanya lahan kritis dan penanganannya masih belum optimal. 4. 6. 4. Belum optimalnya pembudidayaan ternak jenis unggul. pengolahan produksi dan pasca panen. Kebijakan urusan Peternakan diarahkan pada: Pembangunan dan pemulihan prasarana dan sarana peternakan. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Peternakan adalah: 1. 3. Program peningkatan sarana prasarana pertanian. Kebijakan urusan Pertanian diarahkan pada: Pembangunan dan pemulihan prasarana dan sarana. Program peningkatan kesejahteraan petani. 7. 7. Program peningkatan produksi pertanain/perkebunan. Meningkatnya kualitas dan kuantitas prasarana dan sarana peternakan yang masih terbatas. Program peningkatan pemasaran hasil produksi peternakan. Program pengembangan agribisnis perkebunan. 8. 6.id . 2. 5. Peningkatan pemasaran hasil peternakan. Kebijakan.djpp. Keterbatasan kualitas sumber daya manusia peternak. Peningkatan produksi peternakan. Program peningkatan pemasaran hasil produksi pertanian/perkebunan. Program Pertanian dan Perkebunan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Peningkatan kualitas sumber daya manusia peternak. Pengembangan kualitas sumber daya manusia peternak.depkumham. Masih terbatasnya jumlah populasi ternak. 2. Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi untuk memantapkan ketahanan pangan hewani. Masalah.8. Pemanfaatan dan perluasan usaha.

1.id . Kebijakan. 5. 2. Pemerataan energi listrik bagi seluruh rakyat.8 Urusan Energi dan Sumber Daya Mineral Sasaran. Kebijakan. 4. Program urusan Energi dan Sumber Daya Mineral yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 3. Program pembinaan dan pengawasan bidang pertambangan. 3. Program pembinaan dan pengembangan bidang ketenagalistrikan.3. Monitoring kegiatan penambangan (penegakan hukum). Program perlindungan dan konservasi sumberdaya hutan. 4. 7. 2. Program pemanfaatan potensi sumberdaya hutan. 6. Belum tersedianya peta potensi pertambangan. 7. Meningkatnya penyediaan energi listrik non PLN (sumber energi alternatif). Sasaran. 3. Banyaknya pertambangan rakyat dengan motif ekonomi yang cenderung merusak lingkungan. 3. Program peningkatan pembinaan masyarakat desa hutan.9 Urusan Kelautan dan Perikanan Program.depkumham. Program perencanaan dan pengembangan hutan. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kelautan dan Perikanan adalah: 125 126 www. Program. 2. 2. Program rehabilitasi hutan dan lahan. Program pengembangan fungsi hidrologis. Masih adanya wilayah yang belum terjangkau listrik. Terselenggaranya pengawasan dan pengendalian aktivitas pertambangan agar ramah lingkungan. 3. Belum terkendalinya usaha pertambangan rakyat.2. Masalah.1. Program urusan Kehutanan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 2. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah: 1. Terselenggaranya konservasi sumber daya alam. 2. Peningkatan pengembangan sumber-sumber energi alternatif. Masih kurangnya partisipasi dan kepedulian masyarakat dalam dukungan penyelamatan. Masih terbatasnya sumber-sumber energi alternatif. pemulihan. Kebijakan urusan Energi dan Sumber Daya Mineral diarahkan pada: 1. 3. 7. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kehutanan adalah: 1. 5.djpp. Meningkatnya penanganan lahan kritis. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah: 1. Masalah. Tersedianya peta potensi pertambangan. Terpenuhi/tersedianya sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan pengembangan kehutanan. Meningkatkan prasarana dan sarana kehutanan dalam rangka pengembangan kawasan/wilayah hutan.go. 4. Kebijakan urusan Kehutanan diarahkan pada: Peningkatan penanganan lahan kritis (pelestarian sumber daya hutan).3.1. Berkembang/meningkatnya kesadaran dan parsipasi masyarakat terhadap dukungan pengelolaan nilai-nilai potensi sumber daya alam dan hutan (SDA/SDH). 2. 3. Masih lemahnya pengelolaan kehutanan secara tertib dan berkelanjutan. pemeliharaan dan pemberdayaan sumberdaya alam dan hutan. Meningkatkan kualitas sumberdaya alam dan hutan (SDA/SDH) secara tertata yang saling sinergi antara sektor/sub sektor yang ada. Program peningkatan produksi kehutanan.

laut dan perairan tawar. Pemanfaatan potensi lahan budidaya belum optimal.id . 8. 8. Berkembangnya kawasan budidaya. Optimalnya pemanfaatan potensi lahan kelautan dan perikanan belum optimal.go. Peningkatan kualitas sumber daya manusia petani nelayan. optimal. 4. Mengupayakan peningkatkan peran serta masyarakat untuk ikut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah 3. Terwujudnya pengelolaan dan rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut. Mengupayakan peningkatan sarana dan prasarana bidang kelautan dan perikanan untuk pelayanan masyarakat 9. 10. 6. disertai dengan penegakan hukum. Sebagian besar nelayan di Kabupaten Jepaara merupakan nelayan tradisional dengan karakteristik sosial budaya yang belum kondusif untuk suatu kemajuan/penggunaan teknologi. Mengupayakan penerapan iptek dan manajemen profesional pada setiap rantai usaha bidang kelautan dan perikanan 7. Mengupayakan pemanfaatkan sumberdaya perikanan dan kelautan secara berkelanjutan. Meningkatnya dukungan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana kelautan dan perikanan. Peningkatan kelembagaan dan pemberdayaan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil. 5. masy pesisir). Kebijakan. mekanisme hukum dan kelembagaan secara proporsional. 8. dan efektif. Mengupayakan meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan SDM kelautan dan perikanan. Tingginya biaya produksi yang tidak diimbangi peningkatan harga jual komoditas perikanan Belum optimalnya penanganan pasca panen dan jaringan pemasaran 7. Peningkatan pengolahan dan pemasaran produksi perikanan.depkumham. 6. 2. 3. 2. Kebijakan urusan Kelautan dan Perikanan diarahkan pada: 1. Mengupayakan rerehabilitasi ekosistem habitat pesisir. 5. Keterbatasan modal pelaku perikanan (pembudidaya. 9. Tumpang tindih kewenangan pengelolaan Sumber Daya Peisisr dan Pulau-pulau Kecil antar dan inter Satuan Kerja. Daya dukung lingkungan pertambakan mulai menurun.pengolah. 10.djpp. Lemahnya penegakan hukum oleh aparat terkait. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kelautan dan Perikanan adalah: 1. nelayan. 127 128 www. utamanya generasi muda. Meningkatnya penanganan/mitigasi nelayan pasca bencana alam di laut.1. 4. Berkembangnya partisipasi petani nelayan dalam pengawasan dan pengendalian sumberdaya kelautan dan perikanan. Masih minimnya sarana prasarana untuk budidaya dan penangkapan. Mengupayakan mengembangkan sisten hukum. 4. 11. Sasaran. 6. 9. Mengupayakan pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat pesisir 11. Mengupayakan peningkatan pengawasan dan pengendalian sumberdaya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan. Terjadinya kerusakan ekosistem pantai seperti adanya abrasi. Struktur armada penangkapan sebagian besar masih tradisional dengan kemampuan IPTEK yang masih rendah pula. 5. Mengupayakan peningkatan pemanfaatan sistem informasi kelautan dan perikanan secara terpadu (SIKPT) 10. Peningkatan produksi perikanan dan kelautan. kondisi hutan mangrove yang kritis serta kerusakan terumbu karang dan sedimentasi. 7. 3. Mengupayakan menanamkan wawasan kelautan pada seluruh masyarakat. 2.

12.

Mengupayakan mengembangkan dan memperkuat jaringan ekonomi pasar perikanan.

3.

Belum stabilnya kondisi perekonomian untuk mendukung peningkatan ekspor.

Program. Program urusan Kelautan dan Perikanan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program optimalisasi pengelolaan dan pemasaran produksi perikanan. 2. Program pengembangan kawasan budidaya laut, air payau dan air tawar. 3. Program pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir. 4. Program pemberdayaan masyarakat dalam pengawasan dan pengendalian sumberdaya kelautan dan perikanan. 5. Program peningkatan kesadaran dan penegakan hukum dalam pendayagunaan sumberdaya laut. 6. Program peningkatan mitigasi bencana alam laut dan prakiraan iklim laut. 7. Program peningkatan kegiatan budaya kelautan dan wawasan maritim kepada masyarakat. 8. Program peningkatan manajemen produksi budidaya perikanan. 9. Program pengembangan perikanan tangkap. 10. program pengembangan sistem penyuluhan perikanan. 11. Program peningkatan dan penguasaan teknologi budidaya dan penangkapan. 12. Program pengelolaan dan rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut. 13. Program peningkatan sarana dan prasarana nelayan. 7.3.1.10 Urusan Perdagangan Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Perdagangan adalah: 1. Menurunnya kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pendukung sistem distribusi barang. 2. Terbatasnya kemampuan kesiapan pengusaha kecil dan menengah dalam mengantisipasi era globalisasi.

Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Perdagangan adalah: 1. Meningkatnya ekspor komoditas non migas. 2. Peningkatan kualitas dan kuantitas perdagangan. 3. Meningkatnya kualitas pelayanan perdagangan. 4. Meningkatnya ketertiban penataan pusat perdagangan. 1. 2. 3. Kebijakan. Kebijakan urusan Perdagangan diarahkan pada: Mengembangkan sarana dan prasarana perdagangan yang layak. Meningkatkan pangsa pasar lokal, regional, nasional dan internasional. Peningkatan ketertiban pusat perdagangan.

Program. Program urusan Perdagangan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program perlindungan konsumen dan pengamanan perdagangan. 2. Program peningkatan dan pengembangan ekspor. 3. Prpgram peningkatan efisiensi dan perdagangan dalam negeri. 4. Program peningkatan prasarana dan sarana perdagangan. 5. Program pembinaan pedagang kaki lima dan asongan.

7.3.1.11 Urusan Perindustrian Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Perindustrian adalah: 1. Keterbatasan bahan baku industri dari luar daerah. 2. Rendahnya kualitas sumber daya manusia dalam pengelolaan IKM. 3. Terbatasnya akses pasar (daya saing) dan permodalan. 4. Terbatasnya dukungan teknologi.

129

130

www.djpp.depkumham.go.id

Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Perindustrian adalah: 1. Meningkatnya ketersediaan bahan baku industri dari luar daerah. 2. Meningkatnya kualitas sumber daya manusia dan kelembagaan IKM. 3. Meningkatnya akses modal, pasar dan teknologi. 1. 2. 3. 4. Kebijakan. Kebijakan urusan Perindustrian diarahkan pada: Menjamin ketersediaan bahan baku. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia IKM. Meningkatnya akses IKM terhadap modal, pasar dan teknologi. Meningkatkan sarana dan prasarana perindustrian.

1. 2.

Penyebarluasan program transmigrasi pada sasaran. Mempermudah prosedur pelayanan transmigrasi.

masyarakat

Program. Program urusan Transmigrasi yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program pengembangan wilayah transmigrasi. 2. Program transmigrasi regional. 7.3.2 7.3.2.1 Fungsi Lingkungan Hidup Urusan Lingkungan Hidup

Program. Program urusan Perindustrian yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program pengembangan industri kecil dan menengah. 2. Program peningkatan kemampuan teknologi industri. 3. Program pengembangan sentra-sentra industri potensial. 7.3.1.12 Urusan Transmigrasi

Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Lingkungan Hidup adalah: 1. Kualitas lingkungan yang cenderung menurun. 2. Rendahnya kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan. 3. Masih belum tegasnya pengawasan dan pengendalian serta penegakan hukum bidang lingkungan hidup. Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Lingkungan Hidup adalah: 1. Terjaganya konservasi sumber daya alam dan meningkatnya pengelolaan lingkungan hidup. 2. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan hidup. 3. Meningkatnya pengawasan, pengendalian dan penegakan hukum bidang lingkungan hidup. 1. 2. Kebijakan. Kebijakan urusan Lingkungan Hidup diarahkan pada: Tersedianya perencanaan lingkungan dan minimalisasi dampak lingkungan. Meningkatakan sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat dalam pelestarian lingkungan.

Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Transmigrasi adalah: 1. Rendahnya minat masyarakat untuk bertransmigrasi. 2. Kurangnya pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang prosedur transmigrasi. 3. Transmigrasi dianggap hal yang tidak menyenangkan. 4. Terbatasnya daerah tujuan transmigrasi. Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Transmigrasi adalah: 1. Terlaksananya koordinasi teknis penempatan transmigran. 2. Proses untuk transmigrasi dapat diketahui masyarakat. Kebijakan. Kebijakan urusan Transmigrasi diarahkan pada:

131

132

www.djpp.depkumham.go.id

3.

Pengawasan pengendalian dan pemulihan lingkungan.

3. 4. 5. 6.

Program. Program urusan Lingkungan Hidup yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup. 2. Program perlindungan dan konservasi sumberdaya alam. 3. Program peningkatan kualitas dan akses informasi sumberdaya alam dan lingkungan hidup.

Meningkatnya sarana dan prasarana wisata dan pengembangan obyek wisata baru. Meningkatnya kerjasama dengan investor bidang kepariwisataan. Meningkatnya sumber daya manusia pelaku wisata yang profesional. Meningkatnya peran serta masyarakat dalam pembangunan pariwisata. Kebijakan. Kebijakan urusan Pariwisata diarahkan pada: Peningkatan sarana dan prasarana obyek wisata. Pengembangan daerah tujuan wisata. Peningkatan menejemen pariwisata. Pengembangan kawasan wisata di Kepulauan Karimunjawa. Peningkatan iklim yang kondusif bagi Investor bidang Pariwisata. Pengembangan sumber daya manusia pariwisata.

7.3.3 7.3.3.1

Fungsi Pariwisata dan Budaya Urusan Pariwisata

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pariwisata adalah: 1. Masih banyaknya potensi obyek wisata alam yang belum dioptimalkan. 2. Terbatasnya sarana dan prasarana obyek wisata dan pendukungnya. 3. Terbatasnya even pengembangan seni dan budaya lokal. 4. Terbatasnya promosi, kerjasama, dan investasi bidang pariwisata. 5. Masih terbatasnya kualitas dan kuantitas sumber daya manusia bidang pariwisata. Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pariwisata adalah: 1. Meningkatnya pendapatan masyarakat dari sektor pariwisata. 2. Meningkatnya kegiatan promosi pariwisata secara terpadu dan konseptual.

Program. Program urusan Pariwisata yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program pengembangan pemasaran pariwisata. 2. Program pengembangan destinasi pariwisata. 3. Program pengembangan kemitraan bidang pariwisata. 7.3.3.2 Urusan Kebudayaan

Masalah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan kebudayaan adalah: 1. Masih terbatasnya prasarana dan sarana pendukung pengembangan seni dan budaya lokal. 2. Banyaknya potensi seni dan budaya lokal yang belum tergali. Sasaran. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kebudayaan adalah: 1. Tersedianya prasarana dan sarana pendukung pengembangan seni dan budaya lokal.

133

134

www.djpp.depkumham.go.id

Kebijakan. 2. ketentraman. Menurunnya tingkat pelanggaran hukum oleh masyarakat.2. Program. Meningkatnya peran serta dan kesetaraan gender dalam pembangunan.1 Fungsi Ketertiban dan Keamanan Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri 7. 1. Program urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 3. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pemberdayaan Perempuan adalah: 1.4.4. 2. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi keempat dilakukan melalui rumpun fungsi Ketertiban dan Keamanan. Pemeliharaan keamanan.1. Meningkatnya kualitas lembaga kesenian. 3. 2.depkumham. 3. Semakin merebaknya gangguan sosial yang diakibatkan oleh derasnya pengaruh globalisasi. Sasaran. Menurunnya nilai-nilai kebangsaan. Peningkatan dan pemberdayaan kesenian lokal. Kebijakan urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri diarahkan pada: 1.1 Masalah. Kebijakan. Sasaran. Meningkatkan pendidikan politik dan wawasan kebangsaan secara intensif dan komprehensif. ketertiban masyarakat dan pencegahan tindak kriminal. Kebijakan. Meningkatnya wawasan kebangsaan. Ketentraman dan ketertiban umum terjaga.djpp. Masalah. 7. Menurunnya partisipasi masyarakat dalam demokrasi dan politik lokal. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pemberdayaan Perempuan adalah: 1.2 Fungsi Perlindungan Sosial Urusan Pemberdayaan Perempuan Program. Menumbuhkembangkan budaya demokratis di masyarakat. Belum optimalnya partisipasi perempuan dalam pembangunan dan politik. Program urusan Kebudayaan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 4. 7. Terselenggaranya kegiatan seni budaya lokal.id .4.4. Program pengembangan kerjasama pengelolaan kekayaan budaya.2.4 MISI KEEMPAT: Menciptakan iklim yang kondusif bagi berkembangnya demokratisasi dalam kehidupan bermasyarakat. 3. yang terdiri atas sebuah urusan yaitu urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri.go. Meningkatnya kehidupan demokrasi di masyarakat. Kepedulian masyarakat dalam pemeliharaan keamanan lingkungan masih rendah. 7.1 7. 4. Kebijakan urusan kebudayaan diarahkan pada: Peningkatan dukungan prasarana dan sarana pengembangan budaya. 2. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri adalah: 1. Kebijakan urusan Pemberdayaan Perempuan 135 136 www. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri adalah: 1. Mendorong peran serta masyarakat dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban wilayah.

Peningkatan pemberdayaan perempuan dalam pembangunan. Kualitas lulusan pada pendidikan menengah kejuruan belum memenuhi tuntutan pasar. Sasaran. yang terdiri atas beberapa urusan. Berkurangnya siswa putus sekolah. 9. 7. yaitu: a) Kesehatan. Rendahnya jumlah siswa yang menikmati pendidikan menengah. 2. 7. Program urusan Pemberdayaan Perempuan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 3.5. 5. b) Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera. 8.1 7. 6. Sarana penunjang pendidikan belum tersedia secara merata.5 MISI KELIMA: Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan pelayanan pendidikan. Pemberian bea siswa bagi keluarga miskin. 4. Terlaksananya pemerataan dan perluasan akses belajar. 4) Perumahan dan Fasilitas Umum. Jumlah kelulusan pada pendidikan dasar (SMP/MTs) masih rendah. Rendahnya minat baca masyarakat. 1.id . Meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan. 6. 3. 6. 3. 3) Perlindungan Sosial.depkumham. yaitu: a) Kependudukan dan Catatan Sipil. Masalah. 7.1. 4. 5. b) Perumahan. Meningkatkan mutu lulusan yang berakhlaq mulia berdasarkan iptek. Meningkatnya jumlah pengunjung dan jumlah anggota perpustakaan daerah. b) Pemuda dan Olah Raga. Terlaksananya Wajar Dikdas 9 tahun. b) Sosial. Meningkatnya kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. 7. yang terdiri atas beberapa urusan yaitu: a) Pendidikan. Peningkatan akses layanan pendidikan kelompok masyarakat desa terpencil. Kebijakan urusan Pendidikan diarahkan pada: Pemenuhan anggaran pendidikan sesuai regulasi.1 Fungsi Pendidikan Urusan Pendidikan Ruang kelas pada pendidikan dasar (SD) banyak yang tidak dapat berfungsi dengan optimal. 2. 7. khususnya dalam partisipasi politik. derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Meningkatkan APK dan APM. yang terdiri atas beberapa urusan.5. Program. Meningkatkan kualifikasi tenaga pendidik dan kependidikan. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pendidikan adalah: 1. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi lima dilakukan melalui beberapa rumpun fungsi yaitu: 1) Pendidikan. yaitu: a) Pekerjaan Umum. Terlaksananya uji kompetensi dan sertifikasi tenaga pendidik. 137 138 www. 2. 4. Berkurangnya keaksaraan fungsional. 5. Peningkatan minat baca masyarakat. yang tediri atas beberapa urusan.djpp. Mewujudkan dan mengembangkan Sekolah Unggulan.go. Manajemen pendidikan belum berjalan secara efektif dan efisien.diarahkan pada: 1. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pendidikan adalah: 1. Kebijakan. Program peningkatan peran serta dan kesetaraan gender dalam pembangunan. 8. 2) Kesehatan. Kualitas tenaga pendidik dan kependidikan belum sesuai standar.

2. Belum optimalnya aktivitas dan kegiatan kepemudaan.djpp.2. 4.5.Program.depkumham. Meningkatnya sarana dan prasarana olah raga di daerah. 6. Peningkatan pemerataan dan profesionalisme tenaga kesehatan. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pemuda dan Olah Raga adalah: 1. kesehatan lingkungan. Peningkatan program kesehatan sehingga terpenuhinya standar pelayanan minimal. Perilaku hidup bersih sehat (PHBS) belum sepenuhnya mendukung pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan dan masih muncul masalah kesehatan (gizi. Sasaran. Program peningkatan sarana dan prasarana olah raga. Program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan.5. Kebijakan. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kesehatan adalah: 1. Peningkatan sarana dan prasarana kesehatan. 4. 2. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pemuda dan Olah Raga adalah: 1. Program urusan Pendidikan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1.1 Fungsi Kesehatan Urusan Kesehatan Masalah. Belum memadainya dukungan prasarana dan sarana kesehatan.2 Urusan Pemuda dan Olah Raga 7. Meningkatnya aktivitas kepemudaan di daerah. Program.1. 2. 5. penyakit menular dan lainnya). Program pendidikan anak usia dini. Kebijakan urusan Pemuda dan Olah Raga diarahkan pada: 1.5. Meningkatkan motivasi kegiatan-kegiaan pemuda. Kurangnya kualitas sarana dan prasarana olah raga. Program Wajar Dikdas 9 Tahun. 2. 3. Peningkatan dan pengembangan pelayanan kesehatan bagi warga miskin. olah raga dan pramuka. Belum semua program pelayanan kesehatan mencapai standar pelayanan minimal (SPM).go. Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan. Masalah. 3. Program peningkatan peran serta kepemudaan. 7. Kebijakan. 3. Kebijakan urusan Kesehatan diarahkan pada: Peningkatan sarana dan prasarana kesehatan. Peningkatan pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan untuk mendukung PHBS. Kurang optimalnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin. 1. Program pendidikan non formal. Sasaran. 6. Program urusan Pemuda dan Olah Raga yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah : 1. 7. 2. 4. 139 140 www. 5. Program pembinaan dan pemsayarakatan olah raga. 2. Program pendidikan menengah. 3. Kuantitas dan kualitas tenaga kesehatan masih kurang. dan belum merata sesui standar pelayanan kesehatan. Program manajemen pelayanan pendidikan. 6. Kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan masih belum optimal. Program pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan. Meningkatnya motivasi kegiatan-kegiaan pemuda. 5. olah raga dan pramuka.2 7. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kesehatan adalah: 1. 3.id .

Memperkuat sumber daya manusia operasional program KB. 7.djpp. bayi dan anak melalui kelompok kegiatan masyarakat. 4. Kebijakan urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera diarahkan pada: 1. Program standarisasi pelayanan kesehatan. 2. Rendahnya peran pria dlm program KB. peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana Puskesmas/Pustu dan jaringannya. 5. 4. 14. Program. 5. 2. 4. 3. 4. 11.depkumham. Peningkatan kuantitas kualitas dan pelayanan kesehatan. 5. Program pengadaan. 4. 12. Program kemitraan peningkatan pelayanan kesehatan. Masih terbatasnya Kader KB. 3. Meningkatnya jumlah Kader KB. 2. Program. 3. Program urusan Keluarga Berencana dan Kesejahteraan Sosial yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Kebijakan. 3. Program obat dan perbekalan kesehatan. Program pengembangan pusat pelayanan informasi dan konseling KRR. Program Keluarga Berencana. 10. Program perbaikan gizi masyarakat. Program pembinaan peran serta masyarakat dalam pelayanan KB/KR yang mandiri. Meningkatnya derajat kesehatan ibu. Pustu dan Polindes secara cuma-cuma (gratis). 9. Menurunnya pencapaian peserta KB MKJP. bayi dan anak.2. 3. jangkauan dan sasaran pelayan kesehatan Peningkatan peran serta masyarakat dan pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan. 7.5. Masalah. Menggerakkan dan memberdayakan seluruh masyarakat dalam program KB.2 Urusan Sejahtera Keluarga Berencana dan Keluarga Sasaran. Program urusan Kesehatan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 141 142 www. Meningkatnya ketersediaan alat kontrasepsi bagi keluarga miskin.2. 6. Meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga melalui pelayanan KB. Meningkatnya wawasan dan pengetahuan masyarakat tentang KB dan kesehatan reproduksi. peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana Rumah Sakit Daerah. Menata kembali pengelolaan program KB. 6. 3. Program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Peningkatan pelayanan rawat jalan pada Puskesmas. Program promosi Rumah Sakit.go. 2. Meningkatnya partisispasi masyarakat dalam program KB dan penurunan kenakalan remaja. 2. Program manajemen pelayanan kesehatan. 13. Program peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak. 4. 5. 8. Program upaya kesehatan masyarakat.id . Program kesehatan reproduksi remaja. Program pelayanan kontrasepsi. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan melalui dukungan pembiayaan. Parogram promosi kesehatan ibu. Program pengadaan. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera adalah: 1. Jumlah kader terbatas dengan pendidikan bervariasi. Program pelayanan kesehatan penduduk miskin. Program pencegahan dan penanggulangan penyakit menular. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera adalah: 1. Program pengembangan lingkungan sehat.

Meningkatnya kemampuan. 143 144 www. 3. 4. Meningkatnya pelayanan sosial bagi anak terlantar. Masih banyak keluarga yang memiliki rumah tidak layak huni. 3. Pengentasan penyandang masalah kesejahteraan sosial. Masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk kepemilikan Akta Catatan Sipil. 6.3. Kebijakan urusan Sosial diarahkan pada : Memberdayakan fakir miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) lainnya. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kependudukan dan Catatan Sipil adalah: 1. Sasaran. 2. Program pembinaan anak terlantar. Belum optimalnya manajemen pengelolaan administrasi kependudukan. Program. Program urusan Kependudukan dan Catatan Sipil yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 5. Sasaran.id . Meningkatnya penggunaan nafza. 1. 2. 2. Kebijakan urusan Kependudukan dan Catatan Sipil diarahkan pada: 1. Program pembinaan eks penyandang penyakit sosial (eks Narapidana. 4. Meningkatnya kualitas pelayanan sarana dan prasarana rehabilitasi kesejahteraan sosial bagi PMKS.5. Meningkatkan kualitas manajemen kependudukan. 7. Peningkatan manajemen pengelolaan administrasi kependudukan. urusan 1. Program urusan Sosial yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program. 2.go. Program penataan administrasi kependudukan.2 Urusan Sosial Masalah. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Sosial adalah: Mengurangi dan mencegah penyandang masalah kesejahteraan sosial. Peningkatan pelayanan Akta Cacatan Sipil. Terselenggaranya kegiatan keagamaan dan bantuan tempat ibadah Kebijakan. 3.1 Fungsi Perlindungan Sosial Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil 4. 3. 2. Narkoba dan Penyakit Sosial lainnya). pengetahuan dan ketrampilan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial.3 7. Program pembinaan para penyandang cacat dan trauma.7. Meningkatkan fasilitasi tempat pelayanan sosial. Program peningkatan kualitas manajemen kependudukan. Masih banyaknya penyandang masalah kesejahteraan sosial. Program pembinaan Panti Asuhan/Panti Jompo. Menanggulangi penggunaan nafza. Meningkatkan jumlah kepemilikan Akta Cacatan Sipil. 2.djpp. Program pelayanan dan rehabilitasi kesejahteraan sosial.depkumham. jompo. 5. Program pemberdayaan kelembagaan kesejahteraan sosial. PSK. Karang Taruna dan Pekerja Sosial Masyarakat. Sasaran yang ingin dicapai pada Kependudukan dan Catatan Sipil adalah: 1. 2. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Sosial adalah: 1.5. Masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam organisasi sosial. Meningkatkan kehidupan beragama. komunitas adat terpencil (KAT) dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) lainnya. 5. Kebijakan. Program pemberdayaan fakir miskin. yatim piatu.5.3. 7. 2. Masalah. 4.

Penurunan fungsi bendung dan saluran irigasi karena usia dan terbatasnya pemeliharaan. 4. 3. Kebijakan urusan Pekerjaan Umum diarahkan pada: Meningkatkan keseimbangan pertumbuhan dan pelayanan wilayah dengan pelayanan jalan interkoneksi antar bagian wilayah serta peningkatan kapasitas jalan Meningkatkan pengelolaan dan pemenuhan kebutuhan air irigasi bagi kegiatan pertanian serta optimalisasi pemanfaatan air irigasi bagi pertanian Masalah. 2. Belum meratanya pemenuhan kebutuhan air bersih pedesaan akibat keterbatasan sumber air baku. termasuk pengamanan bangunan publik. Program. Terbatasnya kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pelayanan masyarakat. Program pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi. 3. 3. Meningkatnya kapasitas daerah aliran sungai. Meningkatnya kapasitas jaringan irigasi dan pemanfaatan air irigasi. 2. Kualitas dan kuantitas jalan dan jembatan masih belum mampu menampung kebutuhan lalu lintas dan pengembangan perekonomian.4 7.djpp. Sasaran. 5. 5. akibat rendahnya kesadaran dan kepatuhan masyarakat. Masih adanya letak perumahan yang tidak sesuai dengan peruntukan lahan. 2.depkumham.1 Fungsi Perumahan dan Fasilitas Umum Urusan Pekerjaan Umum 3. Rendahnya pengamanan bangunan publik. 7. Program pembangunan saluran drainase dan gorong-gorong.2 Urusan Perumahan 1. 2. Program pembangunan infrastruktur kelurahan dan pedesaan. Program urusan Pekerjaan Umum yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program pembangunan jalan dan jembatan. Program penyediaan dan pengelolaan air baku. 6. Program pengembangan kinerja pengelolaan air minum dan air limbah. seperti: rumah sakit. Rendahnya kualitas prasarana dan sarana pengendalian banjir. 2. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pekerjaan Umum adalah: 1. Terwujudnya ruang publik yang representatif.5. Masih kurangnya taman untuk publik (open space). olah raga. 4. 5. Terwujudnya kualitas jalan bagi jalan-jalan yang strategis dan mempunyai road demand yang tinggi. Masih tingginya potensi kebakaran. Program peningkatan kualitas air bersih pedesaan. rawa dan jaringan pengairan lainnya. Mewujudkan bertambahanya ruang publik. 4. 4. Masalah. Meningkatkan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk pencegahan banjir Meningkatkan kapasitas penaggulangan kebakaran. perdagangan. 3.go. 4. sekolah. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pekerjaan Umum adalah: 1. 7. Kebijakan.4.id . Masih terdapat rumah yang tidak layak huni. 5. 5. 6.4.5. Terbatasnya fasilitas perumahan. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Perumahan adalah: 1. 8.7.5. Program rehabilitasi pemeliharaan jalan dan jembatan. 145 146 www. Tersedianya penanganan kebakaran yang berkualitas.

3. kurangnya prasarana dan prasarana pendukung.6. 8. keteduhan dan kenyamanan kota.1 Fungsi Pelayanan Umum Urusan Perencanaan Pembangunan dihadapi pada urusan 1. 7. seperti: rumah sakit. Peningkatan volume timbulan sampah yang semakin besar. d) Kearsipan.1. Penyediaan fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) masih belum sebanding dengan kebutuhan. keindahan. Program pengembangan dan pengelolaan lampu jalan. Menurunnya jumlah rumah yang tidak layak huni. Meningkatkan kebersihan. 4. 7. Tersedianya prasarana dan sarana pengelolaan sampah yang memadai. 2. Meningkatkan pemakaian listrik PJU sesuai dengan fungsinya.6 MISI KEENAM: Meningkatkan kualitas sumber daya aparatur melalui profesionalisme aparatur yang bebas KKN untuk menciptakan good governance dan clean government. dan lain-lain. 3.go.djpp. Meningkatnya kesesuaian letak perumahan dengan peruntukan lahan. Meningkatkan fungsi prasarana dan sarana permukiman yang layak. Program penyehatan lingkungan permukiman dan perbaikan lingkungan. 3.1 7. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Perumahan adalah 1. sekolah. Masalah. Terbangunnya sarana dan prasarana air bersih/air minum pedesaan dengan kuantitas dan kualitas yang baik. 9. Pembangunan lampu jalan secara merata pada jalan umum dengan efisien dan hemat energi listrik. 4. 5. 5. 4. 2. Sasaran. 6. termasuk persamapahan.depkumham. b) Pemerintahan Umum. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pelayanan masyarakat.id .6. olah raga. Program Perumahan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Tersedianya sarana dan prasarana pelayanan publik yang memadai. 2. olah raga. 6. Terbangunnya taman baru sejalan dengan meningkat jumlah penduduk. Langkah-langkah dalam upaya pelaksanaan misi keenam dilakukan melalui sebuah fungsi yaitu Pelayanan Umum. Meningkatnya kualitas dan kuantitas fasilitas perumahan. 5. sekolah. pasar. dan lain-lain. Kebijakan. pasar.6. Permasalahan yang Perencanaan Pembangunan adalah: 147 148 www. 8. Masih terbatasnya penyediaan dan pengelolaan ruang terbuka hijau yang seimbang dengan laju pertumbuhan penduduk. Meratanya pemenuhan kebutuhan air bersih pedesaan. 7. Program peningkatan kesiagaan dan pencegahan bahaya kebakaran. yang terdiri atas beberapa urusan yaitu: a) Perencanaan Pembangunan. c) Kepegawaian. Tercapainya penyediaan PJU secara memadai. 7. seperti: rumah sakit. Program peningkatan sistem pengelolaan taman. Program. Kebijakan urusan Perumahan diarahkan pada: Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan akses air bersih bagi masyarakat pedesaan yang rawan air bersih. Program pengembangan kinerja pengelolaan persampahan.

4. aspiratif. Program perencanaan prasarana wilayah dan sumber daya alam. 3. 5. 6. Proses dan mekanisme perencanaan pembangunan daerah berlangsung demokratis. transparan dan akuntabel. 9. 2. Meningkatkan manajemen data dan informasi pembangunan daerah. baik yang bersifat perencanaan makro. 5. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Perencanaan Pembangunan adalah: 1. Program peningkatan kapasitas kelembagaan perencanaan pembangunan daerah. partisipatif. Masih adanya dokumen perencanaan yang belum implementatif. partisipatif. 8.djpp. 4. Melibatkan perencanaan pembanguna dengan seluruh pemangku kepentingan pembangunan daerah. Terpenuhinya SDM perencana yang handal. 7.id . Meningkatkan kinerja perencanaan pembangunan. 4. Peningkatan jumlah obyek pemeriksaan yang tidak sebanding dengan jumlah aparat fungsional auditor. Meningkatkan kemampuan teknis dan managerial perencana. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Pemerintahan Umum adalah: 1. Belum optimalnya penyediaan dan pengelolaan data dan informasi daerah.1. Terbatasnya pemenuhan sarana prasarana inventaris untuk memberikan pelayanan masyarakat. Program Perencanaan Pembangunan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. 5. 2. Belum optimalnya penyusunan data dan informasi pembangunan. Program pengembangan data dan informasi daerah. koordinasi dan sinkronisasi perencanaan pembangunan. Masih belum optimalnya kinerja pendampingan program. pembangunan kewilayahan maupun sektoral berjalan sinergis. Program perencanaan pembangunan ekonomi. Terbatasnya sumber daya manusia perencana baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Program perencanaan sosial dan budaya. 4. 2. Belum optimalnya pemakaian aset daerah. 2. Tersedianya data dan informasi pembangunan Kabupaten Jepara.2 Urusan Pemerintahan Umum Masalah.6. Masih belum sinergis dan terintegrasinya perencanaan.depkumham.1. Meningkatnya kualitas dan kuantitas data dan informasi daerah. Program. Meningkatkan integrasi.go. Program perencanaan pembangunan daerah. Kebijakan. Program pengembangan sistem perencanaan pembangunan daerah. 7. 6. aspiratif. Belum optimalnya proses dan mekanisme pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah yang demokratis. Semakin kompleksnya penyelenggaraan pengelolaan keuangan daerah. Terciptanya dokumen perencanaan yang implementatif. 3. 6. 3. sebagai bahan dasar perencanaan pembangunan. Kebijakan urusan Perencanaan Pembangunan diarahkan pada: 1. 2. Perencanaan makro. Program peningkatan pendampingan program-program. Sasaran. transparan dan akuntabel. 4. 5. pembangunan kewilayahan maupun sektoral. 3. 3. 5. 149 150 www. Program kerjasama pembangunan.

Meningkatnya setoran dana revolving/pemberdayaan ke Kas Daerah. 10. Program peningkatan kapasitas Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah. Masih rendahnya kesadaran hukum masyarakat dan belum optimalnya fungsi penegakan hukum. Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD per tahun. Tercapainya Peningkatan manajemen asset/barang daerah. sistem dan prosedur pengelolaan keuangan daerah. Peningkatan administrasi pemerintahan. 12. Terevaluasinya Raperdes tentang APB Desa dan pendapatan desa. Terlaksananya sosialisasi peraturan perundang-undangan. Tersusunnya standar satuan harga. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Pemerintahan Umum adalah: 1. Tersusunnya peraturan perundang-undangan sesuai kewenangan Daerah dan amanat perundang-undangan yang berlaku. 14. Peningkatan kemandirian keuangan daerah.go. Terselenggarannya sistem informasi pengelolaan keuangan daerah. PPAS per tahun. Belum optimalnya penggalian sumber-sumber PAD. 21. Tercapainya Peningkatan pengelolaan investasi daerah. Tercapaianya peningkatan pelayanan melalui kegiatan seremonial dan protokoler kedinasan Kepala dan Wakil Kepala Daerah Semakin optimalnya pelayanan perijinan penanaman modal Kebijakan. 2. Peningkatan institusi pemerintahan. 15. 2. 3. Terpenuhinya kebutuhan sarana prasarana inventaris kantor secara bertahap sesuai kebutuhan. 6.djpp. Meningkatnya administrasi pengelolaan aset/barang daerah pada SKPD. 151 152 www. Tersusunnya standar analisis belanja. kebijakan akuntansi. 9. Program. Tersusunnya pedoman pengelolaan keuangan desa setiap 16. 23. 2. 8. 20.depkumham. Kurang tertibnya pengelolaan administrasi pengendalian pada SKPD.6. APBD. 10. 4. Tersusunnya Perda atau Perbup tentang pajak daerah dan retribusi daerah. 7. 19. 4. 8. Kebijakan urusan Pemerintahan Umum diarahkan pada: 1. Terselenggarannya pendidikan dan pelatihan keuangan daerah Terselenggaranya bimbingan teknis pengelolaan keuangan daerah Meningkatnya pengelolaan administrasi pengendalian pembangunan. 17. 3. 9. 18.id . 5. 13. Meningkatnya efektivitas penanganan pemeriksaan didukung dengan pengawas yang handal dan memadai. Perubahan APBD. Peningkatan sarana dan prasarana pemerintahan agar mampu memberikan pelayanan masyarakat secara efektif dan efisien. Program urusan Pemerintahan Umum yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Program peningkatan pelayanan kedinasan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah. Belum optimalnya pelayanan perijinan penanaman modal Sasaran. 22. 7. 11. Belum optimalnya tupoksi perangkat daerah. Terselenggaranya Pembinaan keuangan daerah. Terselenggaranya evaluasi rancangan peraturan desa. tahun. KUA APBD. Tersusunnya anggaran kas dan surat penyediaan dana untuk SKPD. Tercapainya peningkatan pendapatan asli daerah.

Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kepegawaian adalah: 1. Program. Program pendidikan dan pengembangan aparatur. 4. Pengalokasian dana untuk kegiatan kearsipan.id . Peningkatan penyelenggaraan diklat.go. Pembinaan dan monitoring kearsipan secara rutin. Program intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah. Program peningkatan sistem pengawasan internal dan pengendalian pelaksanaan kebijakan KDH. Kebijakan urusan Kepegawaian diarahkan pada : Peningkatan sumber daya manusia aparatur PNS.djpp. Peningkatan fungsi dan pemanfaatan depo arsip. 4. Meningkatkan kualitas penempatan PNS dalam jabatan strukturan dan fungsional. 4.6. Kebijakan urusan Kearsipan diarahkan pada: Peningkatan SDM petugas arsip. 3. Sasaran yang ingin dicapai pada urusan Kearsipan adalah terkelolanya kearsipan secara teratur. 5. Belum optimalnya kualitas penataan PNS dalam jabatan struktural dan fungsional. 8. Kebijakan. baik teknis maupun fungsional. 2. Program peningkatan kerjasama antar pemerintah daerah. Program urusan Kearsipan yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kepegawaian adalah: 1. 7. 5. 2. Program pembinaan dan fasilitasi pengelolaan keuangan desa. 10. 2. Sasaran. 6. Sasaran.1. Permasalahan yang dihadapi pada urusan Kearsipan adalah belum optimalnya pengelolaan arsip daerah. 3. Program pendidikan kedinasan. 3. Peningkatan sarana/prasarana kearsipan. Program penataan dan penyempurnaan kebijakan sistem dan prosedur pengawasan.6.3. Kebijakan. Meningkatkan wawasan pengetahuan dan ketrampilan PNS. Meningkatkan pengiriman peserta diklat. 1. 9.depkumham. 1. Kurangnya dukungan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk peningkatan manajemen kepegawaian.5 Kearsipan Masalah. Program penyelamatan dan pelestarian dokumen/arsip daerah. Meningkatkan SDM PNS dibidang teknis dan fungsional. 7. Program urusan Kepegawaian yang dilaksanakan guna pencapaian sasaran tersebut adalah: 1. terarah dan terpadu. Terlaksananya aplikasi program SIMPEG. Program peningkatan sarana prasarana pelayanan masyarakat. Program peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah. 153 154 www. 2.3 Urusan Kepegawaian 2. 7. Program peningkatan profesionalisme tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan. Program. 3. Kualitas SDM Aparatur belum merata dan tebatas baik dibidang teknis maupun fungsional.1. Masalah.

8. Tahun 2012. jujur.go. Hal ini dimaksudkan untuk menyelesaikan masalahmasalah pembangunan yang belum seluruhnya tertangani sampai dengan tahun 2011 dan masalah-masalah pembangunan yang akan dihadapi dalam tahun 2012. Untuk itu perlu ditetapkan kaidah-kaidah pelaksanaan sebagai berikut: 1.djpp.id .2 KAIDAH PELAKSANAAN RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 yang telah disusun ini hendaknya dapat dilaksanakan secara konsisten.BAB VIII PENUTUP Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 merupakan penjabaran dari visi. transparan. kebijakan. dan program Bupati selama 5 (lima) tahun mendatang. maka perlu disusun program transisi yang disatupadukan dalam RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012. serta masyarakat termasuk dunia usaha berkewajiban untuk melaksanakan program-program dalam RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 dengan sebaik-baiknya.1 PROGRAM TRANSISI Dalam rangka menjaga kesinambungan pembangunan daerah dan mengisi kekosongan dokumen perencanaan pembangunan daerah tahun 2012 (RKPD Tahun 2012) yang diperlukan sebagai pedoman bagi penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2012. misi. berkewajiban untuk menyusun Renstra-SKPD yang memuat visi. Seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara berkewajiban menjamin konsistensi antara RPJMN Tahun 20042009 dan Renstrada Provinsi Jawa Tengah Tahun 2003-2008 dengan Renstra-SKPD dan RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012. 3. 8. RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 merupakan pedoman. Seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara. tujuan. partisipatif dan penuh tanggung jawab. Seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara. strategi. Bupati berkewajiban menyiapkan Rancangan RKPD 155 156 www. Penyusunan program transisi perlu dilakukan juga mengingat waktu yang terbatas bagi Bupati/Wakil Bupati terpilih hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2012 guna menyusun RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2012-2017 dan RKPD Tahun 2012 sesuai dengan jadwal waktu yang telah ditentukan. yang dalam penyusunannya mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2004-2009 dan Rencana Strategis Daerah (Renstrada) Provinsi Jawa Tengah Tahun 20032008. maka pada akhir tahun masa jabatan. misi. program. dan kegiatan pokok pembangunan dengan berpedoman pada RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012 yang nantinya akan menjadi pedoman dalam menyusun Rencana Kerja (Renja) SKPD.depkumham. landasan dan referensi dalam menyusun Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra-SKPD) Kabupaten Jepara yang setiap tahunnya akan dijabarkan menjadi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Jepara mulai tahun 2007 sampai dengan tahun 2011 dan satu tahun transisi yaitu tahun 2012. 2.

BUPATI JEPARA ttd HENDRO MARTOJO 157 www. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jepara berkewajiban untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penjabaran RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 20072012 kedalam RKPD Kabupaten Jepara Tahun 2007 sampai tahun 2012.id .go. Dalam rangka meningkatkan efektivitas pelaksanaan RPJMD Kabupaten Jepara Tahun 2007-2012.djpp.4.depkumham.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful