Anda di halaman 1dari 7

Mutasi Pegawai Negeri Sipil Antar Daerah

Pengertian
Mutasi Pegawai Negeri Sipil Antar Daerah adalah pemindahan pegawai dari atau ke instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik. Pemindahan tersebut meliputi antara lain : a. Antara Daerah Kabupaten Gresik dan Daerah Kabupaten/Kota lainnya dalam satu Propinsi; b. Antara Daerah Kabupaten Gresik dan Daerah Kabupaten/Kota lainnya di luar Propinsi; c. Antara Daerah Kabupaten Gresik dan Propinsi Jawa Timur; d. Antara Daerah Kabupaten Gresik dan Daerah Propinsi lainnya; e. Antara Daerah Kabupaten Gresik dan Departemen/Lembaga pemerintah lainnya;

Persyaratan
Persyaratan administrasi yang harus dilengkapi oleh pemohon mutasi Pegawai Negeri Sipil antar daerah masuk ke Kabupaten Gresik adalah sebagai berikut: 1) Surat permohonan pindah dari pemohon atau surat penawaran dari Pemerintah Proponsi Jawa Timur kepada Bupati Gresik; 2) Berusia setinggi-tingginya 50 (lima puuh) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun; 3) Kelengkapan berkas, meliputi : (a) Fotokopi sah surat keputusan pangkat terakhir; (b) Fotokopi sah ijasah; (c) Fotokopi sah surat keputusan jabatan terakhir; (d) Daftar riwayat hidup; (e) Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP-3) tahun terakhir; (f) Fotokopi sah kartu pegawai; (g) Surat keterangan dari pejabat berwenang bahwa belum pernah/tidak sedang menjalani sanksi atau hukuman disiplin dan memiliki kinerja yang baik; (h) Surat pernyataan bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Kabupaten Gresik;

Surat pernyataan tidak menuntut untuk diangkat dalam jabatan struktural bagi pemohon yang telah menduduki jabatan struktural di instansi asal; (j) Berkas lain yang dapat mendukung permohonan mutasi antar daerah. (i) Persyaratan administrasi yang harus dilengkapi oleh pemohon mutasi Pegawai Negeri Sipil antar daerah keluar dari Kabupaten Gresik adalah sebagai berikut: 1) Surat permohonan pindah dari pemohon kepada Bupati Gresik melalui Kepala SKPD; 2) Surat pengajuan permohonan pindah dari Kepala SKPD kepada Bupati Gresik melalui Badan Kepegawaian Daerah; 3) Telah mengabdi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun, kecuali bagi Pegawai Negeri Sipil yang terikat ketentuan Tugas Belajar diatur berdasarkan ketentuan yang berlaku; 4) Surat rekomendasi dari instansi yang dituju apabila telah ada rekomendasi; 5) Kelengkapan berkas, meliputi : (a) Fotokopi sah surat keputusan pangkat terakhir; (b) Fotokopi sah ijasah; (c) Fotokopi sah surat keputusan jabatan terakhir; (d) Daftar riwayat hidup; (e) Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP-3) tahun terakhir; (f) Fotokopi sah kartu pegawai; (g) Surat keterangan dari pejabat berwenang bahwa belum pernah/tidak sedang menjalani sanksi atau hukuman disiplin dan memiliki kinerja yang baik; (h) Berkas lain yang dapat mendukung permohonan mutasi antar daerah.

Prosedur
a. Prosedur pengajuan mutasi Pegawai Negeri Sipil antar daerah masuk ke Kabupaten Gresik dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara : 1) Permohoman Pribadi (a) Pemohon mengajukan permohonan pribadi secara tertulis ditujukan kepada Bupati Gresik; (b) Dilaksanakan seleksi oleh Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Gresik terhadap formasi, kompetensi, kinerja dan kajian non teknis; (c) Diterbitkan jawaban dari hasil seleksi berupa surat persetujuan diterima atau jawaban ditolak;

(d) Apabila pemohon mendapat jawaban persetujuan diterima maka yang bersangkutan mengurus ke instansi asal baik ke Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota ataupun sampai ke Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi; (e) Surat rekomendasi dari Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota dan atau Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi asal dan rekomendasi dari Bupati Gresik disampaikan kepada Gubernur Jawa Timur untuk diproses kepindahan definitifnya ke Badan Kepegawaian Negara; (f) Setelah keputusan pindah dari Badan Kepegawaian Negara diterima oleh Bupati Gresik melalui Kepala Badan Kepegawaian Daerah akan diterbitkan Surat Keputusan Bupati dan atau Surat Perintah. 2) (a) Permohonan Instansi Permohonan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota dan atau Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi asal, ditujukan kepada Bupati Gresik dan atau Gubernur Jawa Timur; Gubernur Jawa Timur menawarkan permohonan pindah tersebut kepada Bupati Gresik; Dilaksanakan seleksi oleh Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Gresik terhadap formasi, kompetensi, kinerja dan kajian non teknis; Diterbitkan jawaban dari hasil seleksi berupa surat rekomendasi diterima atau ditolak; Apabila permohonan diterima maka Gubernur Jawa Timur akan memproses kepindahan definitifnya ke Badan Kepegawaian Negara (BKN); Setelah keputusan pindah dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) diterima oleh Bupati Gresik melalui Kepala Badan Kepegawaian Daerah akan diterbitkan Surat Penghadapan kepada instansi baru.

(b) (c)

(d) (e)

(f)

a. Prosedur pengajuan mutasi Pegawai Negeri Sipil antar daerah keluar dari Kabupaten Gresik, dapat dilakukan dengan cara : (a) Pemohon mengajukan permohonan mutasi keluar secara tertulis yang telah diketahui dan disetujui oleh Kepala Instansi kepada Bupati Gresik; (b) Dilaksanakan seleksi oleh Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Gresik terhadap formasi dan kajian non teknis; (c) Diterbitkan jawaban dari hasil seleksi berupa surat rekomendasi diloloskan atau ditolak;

(d) Apabila permohonan mutasi keluar diloloskan maka diterbitkan surat permohonan mutasi dari Bupati Gresik kepada Gubernur Jawa Timur untuk diproses lebih lanjut; (e) Gubernur Jawa Timur menerbitkan surat penawaran pindah ke daerah yang dituju untuk mendapatkan jawaban penerimaan atau penolakannya; (f) Apabila diterima di daerah tujuan maka akan diproses SK kepindahan yang definitif oleh Badan Kepegawaian Negara dan Surat Tugas pada daerah tujuan mutasi; (g) Diterbitkan surat pelepasan dan penyerahan dari Kabupaten Gresik ke daerah tujuan mutasi;

Ketentuan Lain
1) Kewenangan Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan mutasi pegawai negeri sipil: (a) antara Daerah Kabupaten Gresik dan Daerah Kabupaten/Kota lainnya dalam satu Daerah Propinsi ditetapkan oleh Gubernur Jawa Timur; (b) antara Daerah Kabupaten Gresik dan Daerah Kabupaten/Kota lainnya di luar Daerah Propinsi ditetapkan oleh Kepala Kantor Regional II Badan Kepegawaian Negara; (c) antara Daerah Kabupaten Gresik dan Daerah Propinsi Jawa Timur ditetapkan oleh Gubernur Jawa Timur; (d) antara Daerah Kabupaten Gresik dan Daerah Propinsi lainnya ditetapkan oleh Kepala Kantor Regional II Badan Kepegawaian Negara; (e) antara Daerah Kabupaten Gresik dan Departemen/Lembaga ditetapkan oleh Kepala Kantor Regional II Badan Kepegawaian Negara; Mekanisme a) Mekanisme seleksi mutasi Pegawai Negeri Sipil antar daerah masuk ke Kabupaten Gresik meliputi: (1) Seleksi formasi; Dalam tahapan seleksi formasi, kualifikasi pendidikan dan jabatan pemohon menjadi bahan pertimbangan utama. Jika formasi pada tahun berjalan membutuhkan kualifikasi pendidikan dan jabatan sebagaimana dimiliki pemohon maka pemohon dapat diproses untuk dapat mengikuti seleksi tahap berikutnya. Apabila berdasarkan formasi pada tahun berjalan tidak dibutuhkan kualifikasi sebagaimana dimiliki pemohon, maka proses pengajuan mutasi antar daerah langsung ditolak. Apabila sudah dikeluarkan

2)

(2)

(3)

surat penolakan maka proses mutasi antar daerah pemohon batal dan apabila masih berkeinginan mengajukan permohonan mutasi antar daerah harus mengajukan permohonan baru kembali. Seleksi kompetensi Seleksi kompetensi dilakukan berdasarkan hasil keterangan pejabat yang berwenang di lingkungan instansi asal mengenai kompetensi individual dan prestasi kerja; Seleksi kinerja; Seleksi kinerja dilakukan berdasarkan hasil keterangan pejabat berwenang di lingkungan instansi asal mengenai track record pemohon, meliputi : Belum pernah menjalani sanksi/hukuman disiplin; Tidak sedang menjalani sanksi/hukuman disiplin; Memiliki kinerja yang baik; Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP-3) tahun terakhir; Jika memungkinkan penilaian kinerja dilakukan melalui cross check dengan instansi asal. Seleksi/kajian non-teknis Proses ini merupakan proses mengkaji hal-hal non-teknis yang dapat dijadikan pertimbangan untuk memproses mutasi antar daerah pemohon. Hal-hal non teknis tersebut antara lain: Alasan mengajukan mutasi; Jarak lokasi tempat kerja dengan rumah tinggal; Aktivitas sosial; Kondisi fisik/mental; Kondisi keluarga; Kondisi perekonomian; Sedang mengikuti proses pembelajaran; Pertimbangan non teknis lain yang disampaikan oleh pemohon;

(4)

b) Mekanisme seleksi mutasi Pegawai Negeri Sipil antar daerah keluar dari Kabupaten Gresik meliputi: (1) Formasi kebutuhan pegawai negeri sipil Pemerintah Kabupaten Gresik; Dalam tahapan seleksi formasi, kualifikasi pendidikan dan jabatan pemohon menjadi bahan pertimbangan utama. Jika formasi pada tahun berjalan membutuhkan kualifikasi pendidikan dan jabatan sebagaimana dimiliki pemohon dan belum ada penggantinya maka pemohon ditolak. Apabila sudah dikeluarkan surat penolakan maka proses mutasi antar daerah pemohon batal dan apabila masih berkeinginan mengajukan permohonan mutasi antar daerah harus mengajukan permohonan baru kembali. (2) Kajian non-teknis Alasan mengajukan mutasi; Jarak lokasi tempat kerja dengan rumah tinggal;

Kondisi fisik/mental; Kondisi keluarga; Kondisi perekonomian; Sedang mengikuti proses pembelajaran; Pertimbangan lain yang disampaikan oleh pemohon. c) Aspek Penilaian Aspek penilaian dalam seleksi pemohon mutasi antar daerah terdiri dari: (1) performance; (2) sikap perilaku; (3) kemampuan komunikasi; (4) kepribadian; (5) komitmen pada tugas; (6) latar belakang permohonan mutasi antar daerah; (7) kompetensi bidang tugas; (8) prestasi; (9) aktivitas berorganisasi/bermasyarakat; (10) Kemampuan menangkap masalah dan memberikan solusi (sesuai bidang tugas)

Bagan
Pemohon Permohonan instansi Gubernur Pejabat Pembina Kepegawaian Instansi

Permohonan MUTASI

Pejabat Pembina Kepegawaian Instansi Asal

BKN

SPMT

Rekomendasi

Permohonan Pribadi ke instansi yang dituju

Seleksi dan Kajian non-teknis

Hasil Pertimbangan Tidak

Jalur permohonan instansi

Jalur permohonan pribadi

Referensi
1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999; 2. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 98 Tahun 2000 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2002; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil; 5. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 13 Tahun 2003 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003.