Anda di halaman 1dari 10

I Wayan Andika Sari Putra I Made Sumadiyasa Luh Putu Ayu Widya Ningsih Putu Aryawan Ni Wayan Rumiani

I Kadek Jeri Sastrawan

( 1011011105 ) ( 1011011103 ) ( 1011011110 ) ( 1011011116 ) ( 1011011117 ) ( 1011011122 )

Gangguan kepribadian skizoid Istilah skizofrenia yang di bahas pada bab 2 merujuk gangguan psikologis yang menyebabkan individu mengalami gangguan yang parah dalam pemikiran, efek, dan prilaku. Dua gangguan kepribadian skizoid dan skizotipal, termasuk ke dalam gangguan kepribadian yang menyerupai skizofrenia, tetapi tidak dalam bentuk psikotik yang terlihat dalam skizofrenia. Seperti yang kita lihat pada bab 9 , para peneliti menyelidiki hubungan antara gangguan kepribadian tersebut dan skizofrenia. Kenyataannya, beberapa peneliti merujuk tiga gangguan tersebut sebagai gangguan spektrum skizofrenia (schizophrenia spectrum disorder), secara tidak langsung menyatakan bahwa ketiganya merupakan rangkaian dari gangguan psikologis dan dapat saling berhubungan. Untuk sementara, kita akan mendeskripsikan karakteristik dua gangguan kepribadian yang menunjukkan beberapa aspek simtom yang di temukan dalam skizofrenia. Gangguan kepribadian skizoid (schizoid personality disorder) dicirikan dengan

ketidakacuhan sosial dan hubungan seksual, seperti dalam pengalaman dan ekspresi emosional pada cakupan yang terbatas. Orang dengan gangguan tersebut lebih memilih sendiri daripada bersama orang lain, dan mereka kelihatan kurang berhasrat untuk diterima atau dicintai, bahkan oleh keluarga mereka sendiri. Keterlibatan seksual dengan orang lain memiliki sedikit daya tarik. Seperti yang di duga, orang lain merasa mereka dingin, pendiam, menarik diri, dan terasing, belum lagi orang yang memiliki skizoid biasannya tidak waspada, dan khususnnya tidak peka terhadap perasaan dan pemikiran orang lain. Sepanjang hidup mereka, orang-orang dengan gangguan kepribadian skizoid mencari situasi yang melibatkan sedikit interaksi dengan orang lain. Pekerjaan adalah permasalahan bagi individu tersebut, dan mereka tidak mungkin tahan bekerja lebih dari beberapa bulan(fulton & winokur 1993). Individu yang dapat memahami pekerjaan yang

menghabiskan sluruh jam kerjannya secara sendirian. Mereka jarang menikah, tetapi lebih memilih hidupterpencil, mungkin di dalam suatu ruangan sendiri yang memberikan mereka tempat untuk menjaga kehidupan pribadi dan menghindari untuk berhubungan dengan tetanggannya. Meskipun mereka tidak menyusahkan atau merugikan orang lain, pengucilan di bebankan dianggap ketidakmampuan menyesuaikan diri. Aktivitas, jika ada. Seperti yang terlihat dari prilaku mereka yang tidak mampu menyesuaikan diri, orang orang dengan gangguan kepribadian skizoid tidak mungkin mencari psikoterapi. Jika mereka ikut terapi, mungkin gangguan psikologis lainnya, seperti gangguan mood atau penyalahguanaan obatobatan, orang-orang tersebut sulit ditangani karena mereka kurang tertarik dengan hubungan interpersonal. Konsep gangguan kepribadian skizoid sangat berikatan dengan konsep spektrum skizofrenia (Rodriguez Solano & Gonzales D Chavez, 2000). Suatu pemeriksaan yang menarik dari kemungkinan faktor resiko dari perkembangan gangguan kepribadian jenis ini, tim peneliti menyelidiki dampak dari pengalaman pada awal kehidupan yang menemukan bahwa kekurangan gizi selama kandungan merupakan faktor resiko perkembangan gangguan kepribadian skizoid sampai umur 18 tahun. Penelitian tersebut diadakan di belanda pada orang yang lahir selama masa kelaparan di tahun 1944-1946. Skizofrenia juga lebih bannyak terjadi pada laki-lakiyang ibunnya menderita selama masa kelaparan (hoek dkk, 1996) Menangani orang yang memiliki gangguan kepribadian skizoid sangat sulit karena mereka kekurangan reaksi emosional secara normal yang memainkan peran dalam komunikasi manusia. Therapis harus berhati-hati untuk menghindari tingginya sasaran therapi yang tidak realistis karena orang-orang yang mengalami gangguan tersebut kemungkinan besar mengalami kemajuan yang lambat dan jangkauan yang terbatas. Hal yang paling banyak memberi harapan adalah pendekatan yang diarahkan untuk menolong mereka dalam mengaruhi daya komunikasi mereka ( Freeman dkk, 1990). Untuk mencapai tujuan tersebut, terapis dapat menggunakan permainan peran dan teknik in vivo exposure (Milon dkk, 2000). Contoh Kasus Agus yang bekerja sebagai penjaga malam keaman di bank menyukai pekerjaannya karena ia dapat masuk kedunia pemikirannya sendiritanpa gangguan orang lain. Sekalipun bertahun-tahun pelayanannya membuatnya dapat dipilih sebagai posisi penjaga di siang hari, agus dengan cepat menolak kesempatan tersebut karena waktu kerja di siang hari akan

mengharuskannya untuk berhubungan dengan pegawai bank dan pelanggan. Agus bertempat tinggal selama lebih dari 20 tahun di kamar yang kecil inde kos. Ia tidak mempunyai televisi atau radio,dan ia menolak usaha penghuni lain untuk mengikutsertakannya dalam kegiatan sosial. Ia sudah menjelaskan bahwa ia tidak tertarik pada obrolan santai dan lebih memilih untuk di tinggalkan sendirian. Para tetagga, teman sekerja, dan bahkan anggota keluarganya (ia juaga menghindari mereka) merasa agus sebagai orang aneh yang terlihat dingin dan tidak terpengaruh. Ketika saudara laki-lakinya meninggal, agus memutuskan tidak menghadiri pemakaman karena tidak ingin dirisaukan oleh harapan simpati dari rekan dan orang lain. Horney mengatakan ada sepuluh kebutuhan yang perlu dipenuhi untuk meminimalisir kecenderungan neurotik seseorang termasuk skizoid, yaitu : Kasih sayang dan penerimaan Partner dominan dalam kehidupan Batas hidup yang sempit dan terbatas Kekuatan Eksploitasi Prestise Kebanggaan personal Perolehan atau ambisi personal Kecukupan - diri dan kebebasan Kesempurnaan dan ketakterbantahan Jadi skizoid dapat dicegah oleh kondisi masa kanak - kanak yang tepat, berupa pengasuhan dan kondisi sosial di sekitar anak. Karena sifat manusia atau kepribadian yang fleksibel, bukan merupakan bakat dalam pembentukan pada masa kanak - kanak tetapi setiap orang memiliki kapasitas untuk mengubah pada cara mendasar. Faktor Penyebab Faktor Genetik Ternyata saudara kembar satu telur dari penderita gangguan kepribadian juah lebih banyak yang menderita gangguan kepribadian dibandingkan dengan saudara kembar dua telur. Dipengaruhi oleh gen atau sifat bawaan yang menjadi pemicu timbulnya gangguan kepribadian serta faktor fenotipe yang dipengaruhi oleh interaksi antare gen pembawa sifat dengan lingkungan.
3

Faktor biologis Faktor hormonal diduga mempunyai hubungan yang erat dengan gangguan kepribadian. Orang yang menderita gangguan kepribadian dibandingkan dengan saudara kembar dua telur.

Faktor Psikologik Sigmund Freud menduga ciri kepribadian berhubungan erat dengan fiksasi pada salah satu fase perkembangan sebelumnya. Misalnya, orang yang pasif dan dependen mempunyai fiksasi pada fase oral. Selanjutnya, Wilhem Reich mengemukakan bahwa gejala gangguan kepribadian sangat ditentukan oleh jenis defen mekanisme yang dipergunakannya. Misalnya, orang dengan gangguan kepribadian paranoid

menggunakan defen mekanisme proyeksi, orang dengan gangguan kepribadian kompulsif menggunakan defen mekanisme isolasi, dan orang dengan gangguan kepribadian histrionik menggunakan defen mekanisme dissosiasi. Dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa 5 sampai 10% penduduk dewasa menderita gangguan kepribadian. Jadi prevalensi gangguan kepribadian ternyata 5 sampai 10 kali lebih tinggi dari prevalensi skizofrenia dan gangguan afektif berat, serta hampir sama dengan prevalensi gangguan neurotik. Prevalensi gangguan kepribadian lebih tinggi pada kelompok masyarakat yang dipenjarakan dan penduduk dengan sosial ekonomi rendah. yang sering kali dipicu oleh ketidakmampuan individu untuk terlibat dalam hubungan interpersonal yang baik yang disebabkan oleh keterbatasan emosi yang dimiliki individu.

Karakteristik Diagnostik Diagnosis ini ditujukan pada orang-orang yang menunjukan pola pemisahan hubungan yang menetap dan tingkat emosi yang terbatas, seperti yang terlihat dari empat atau lebih hal-hal berikut: Kurang berhasrat atau menikmati hubungan yang akrab Sangat menyukai melakukan kegiatan sendiri Sedikit tertarik atau tidak sama sekali terhadap pengalaman seksual dengan orang lain Kurang menikmati semua atau sebagian besar kegiatannya Tidak memiliki sahabat karib atau orang kepercayaan ataupun hubungan singkat Ketidakacuhan dalam memuji atau mengkritik orang lain
4

Terapi

Mempunyai emosi yang dingin tidak terpengaruh atau emosi yang datar

Pengobatan untuk gangguan kepribadian skizoid fokus pada keterampilan orang tersebut meningkat sosial, kontak sosial, dan kesadaran ini atau perasaannya sendiri ( beck dan merdeka, 1990 ; Jaminan Kualitas Proyek, 1990 ). Terapis mungkin menggunakan model ekspresi perasaan untuk klien akan membantu klien mengidentifikasi dan mengungkapkan perasaannya sendiri. Pelatihan keterampilan sosial, dilakukan melalui tugas pekerjaan rumah di mana klien mencoba keluar keterampilan sosial yang baru dengan orang lain, merupakan komponen penting dari terapi kognitif. Beberapa terapi merekomendasikan terapi kelompok untuk orang dengan gangguan kepribadian skizoid. Dalam teks sesi kelompok, anggota kelompok dapat menggunakan model hubungan interpersonal dan orang dengan gangguan kepribadian skizoid dapat berlatih keterampilan sosial yang baru secara langsung dengan orang lain. Terapi kelompok merupakan salah satu treatment yang paling cepat dan efektif, meskipun demikian terapi kelompok tetap menemui kesulitan ketika individu SPD ikut dalam partisipasi kelompok tersebut. Oleh karenanya individu diberikan kenyamanan dalam grupnya, terapis juga harus menjaga dari kritikan anggota lainnya. Terciptanya keakraban antar sesama anggota merupakan salah satu harapan dari terapi ini dengan menciptakan hubungan - hubungan sosial yang saling mendukung. Terapi kelompok akan memberi pengalaman - pengalaman sosial yang bermanfaat, saling mengerti sesama anggota, berkomunikasi sampai pada memahami orang lain.

Gangguan Kepribadian Paranoid Istilah paranoia seperti yang sudah Anda pelajari berarti Kecurigaan,kehati-hatian,dan kewaspadaan terhadap orang lain berdasarkan kepercayaan bahwa orang lain bermaksud melukai.Pemikiran paranoid menunjukkan bermacam gangguan kerpribadian

psikologis.dalam bagian ini,kita akan melihat gangguan kepribadian yang digolongkan terutama ke dalam paranoia. Orang dengan gangguan kepribadian paranoid (paranoid personality disorder) begitu curiga terhadap orang lain dan selalu berjaga-jaga terhadap kemungkinan bahaya atau
5

kejahatan.Pandangan mereka tentang dunia begitu sempit,sehingga mereka mencari tahu untuk memperkuatkan persspektif mereka bahwa orang lain akan mengambil keuntungan dari mereka,membuat sebenarnya tidak mun gkin bagi mereka untuk mempercayai baahwa bahwa teman-teman atau rekan-rekannya.Mereka dap[at menuduh pasangan atau rekan mereka karena tidak setia,bahkan jika tidak ada fakta-fakta yang memperkuat hal tersebut.Sebagai contoh,mereka mereka dapat mempercayai bahwa pihak bea cukai tanpa penjelasan menghubungi untuk memperlihatkan tagihan telepon yang merupakan bukti dari hubungan gelap diluar pernikahan.Mereka tidak bertanggung jawab atas kesalahan mereka dan malah,menyalahkan orang lain.Jika orang lain mengkritik mereka,mereka mengambil sikap bermusuhan.Mereka juga mudah salah menanggapi komentar yang tidak bersalah dan kejadian-kejadian kecil sebagai maksud yang tersembunyi atau mengancam.Mereka dapat terus mendendam selama bertahun-tahun berdasarkan anggapan meremehkan yang nyata atau khayalan dari orang lain.Meskipun orang-orang dengan gangguan tersebut dapat cenderung sukses dalam bermacam pekerjaan yang membutuhkan kewaspadaan yang hebat,kehidupan emosional mereka cenderung terkucil dan terpaksa. Seperti yang dapat anda bayangkan,orang dengan gangguan kepribadian paranoid bermasalah dalam menjalani hubungan.Mereka menjaga jarak dengan orang lain karena ketakutan yang tidak masuk akal bahwa orang lain akan melukai mereka,dan mereka khususnya sensitive terhadap orang-orang yang mempunyai kekuasaan.Dukungan bukti klinis.Orang dengan gangguan kepribadian paranoid digolongkan dalam gaya kedekatan yang cemas (lopez,& brenman,2000). Pemikiran dan perilaku paranoid dalam jumlah tertentu mungkin cocok dalam beberapa situasi seperti iklim politik yang berbahaya yang mengharuskan oaring-orang berjaga-jaga hanya untuk bertahan hidup,tetapi orang dengan gangguan kepribadian paranoid berpikir dan berperilaku dengan cara yang tidak berhubungan dengan lingkungan sekitarnya. Keluarga dan kenalan orang-orang tersebut terutama mengkhawatirkan pendekatan mereka untuk mencari pertolongan professional karena mereka tidak mengakui inti masalah mereka.Dalam keadaan yang tidak mungkin terjadi bahwa mereka mencari terapi,kekakuan dan mekanisme pertahanan diri mereka membuat klinis mengalami kesulitan untuk membuat kemajuan dan bekerja terhadap bermacam perubahan yang tetap.

Teoretikus psikodinamika telah menjelaskan gangguan kepribadian paranoid sebagai cara untuk melihat dunia yang menyebabkan seseorang sangat menyadarkan proyeksi mekanisme pertahanan diri tersebut yang berarti orang lain daripada siri sendiri,dipersepsikan memiliki motif yang buruk atau merusak (Shapiro,1965).Berlawanan dari pandangan tersebut,para teiritikus kognitif-perilaku (Beck dkk,2004) memandang orang dengan gangguan paranoid adalah orang dengan gangguan paranoid adalah orang yang menderita dari anggapan paranoid adalah orang yang menderita anggapan yang keliru mengenai dunia dan menghubungkan masalah serta kesalahan pribadi pada orang lain. Perspektif kognitif-perilaku (Freeman dkk,1990) menekankan tiga pandangan kesalahan dasar yang diyakini orang dengan gangguan kepribadian paranoid:Orang-orang berhati iri dan memerdayakan.Mereka akan menyerang Anda jika mereka punya kesempatan,dan Anda akan baik-baik saja jika anda tetap berdiri tegak.Kesulitan perspektif-perspektif tersebut menciptakan perilaku orang lain yang mau tidak mau menyebabkan mereka menyimpulkan bahwa kesan-kesan mereka adalah benar.Jika seorang wanita siap untuk mencurigai motif orang lain,ia mungkin mengartikan apa yang mereka lakukan sebagai bukti.Misalnya,Caroline percaya bahwa pedagang eceran dengan sengaja mengambil keuntungan dari para konsumen.Di lain waktu,pedagang memberikannya pilihan yang salah.Caroline akan mengartikan hal tesebut bukan sebagai kesalahan yang terjadi secara kebetulan,tetapi sebagai penegasan terhadap ketakutannya.menurut pandangan kognitif-perilaku,asumsi bahwa orang-orang harus waspada untuk menghindar agar tidak dilukai berhubungan dengan efikasi diri yang rendah,menyebabkan orang-orang dengan gangguan paranoid percaya bahwa mereka tidak dapat menemukan maksud yang berbahaya dari orang lain,sehingga harus terus waspada. Kasus mini GANGGUAN KEPRIBADIAN PARANOID Anita adalah orang yang menciptakan program computer yang selalu khawatir bahwa orang lain akan memanfaatkan pengetahuannya.Ia melihat sebagai rahasia besar,program pengaturan data yang baru ditulisnya.Bahkan,ia takut bahwa ketika ia meninggalkan kantor di malam hari,seseorang akan menyelip masuk ke meja kerjanya dan mencuri

catatannya.Ketidakpercayaannya terhadap orang lain merempet pada semua hubungan interpersonal.Kecurigaannya bahwa ia ditipu meskipun mencemari transaksi rutin bank dan
7

took-toko.Anita sering berpikir bahwa dirinya merupakan orang yang rasional dan dapat membuat keputusan yang objektif:ia menganggap ketidakmampuannya untuk mempercayai orang lain sebaagai reaksi yang wajar terhadap dunia yang penuh dengan pendeki-pendaki tangga badan hokum yang tidak jujur oportunis ini. Klasifikasi Paranoia, dimana terjadinya delusi yang berkembang secara perlahan kemudian menjadi rumit, logis dan sistematis serta hal tersebut berpusat pada delusi merasa dikejar-kejar atau waham kebesaran. Meski adanya delusi, kepribadian penderita masih utuh, tidak ada disorganisasi yang serius dan tanpa halusinasi. Paranoia relatif sedikit ditemukan pada pasien yang dirawat di rumah sakit jiwa, namun hal ini mungkin terjadi karena kekeliruan dalam mengidentifikasi gangguan mental. Banyak para penemu/inventor, guru, eksekutif bisnis, pasangan pencemburu, orang-orang nyentrik yang mendalami suatu ajaran tertentu termasuk dalam kategori ini. Namun, uniknya mereka ini mampu mempertahankan eksistensinya di masyarakat. Dalam beberapa kasus di antara mereka ada yang berkembang menjadi seseorang yang sangat berbahaya. Paranoid state, terjadinya perubahan delusi yang paranoid dan cara berpikir menjadi tidak logis serta munculnya ciri-ciri paranoia, meskipun belum menunjukkan perilaku yang aneh atau deteriorasi seperti yang ditemukan pada kasus schizophrenia paranoid. Biasanya kondisi ini berhubungan dengan stress yang kuat dan mungkin pula karena fenomena kefanaan. Paranoid states sering mewarnai gambaran klinis dari jenis gangguan patologis lainnya. Karakteristik diagnostik Orang dengan gangguan kepribadian ini menunjukan ketidakpercayaan dan kecurigaan mendalam terhadap orang lain yang alasannya mereka interpretasikan bahwa mereka iri yang dapat diindikasikan oleh empat atau lebih hal-hal berikut: Kecurigaan yang tidak beralasan bahwa orang lain memanfaatkan, mencelakai, atau membohongi mereka. Ketidakpercayaan dan kecurigaan yang pervasif kepada orang lain sehingga motif mereka dianggap sebagai berhati dengki.

Tenggelam dalam keraguan yang tidak beralasan tentang kesetiaan atau loyalitas orang lain. Keengganan untuk menceritakan rahasianya pada orang lain karena takut bahwa informasi tersebut akan digunakan untuk melawan mereka. Kecenderungan untuk membaca hal yang tersembunyi atau hal yang mengancam dari penilaian atau peristiwa yang tidak berbahaya. Kecenderungan untuk memendam dendam. Persepsi mengenai serangan pribadi yang tidak muncul pada orang lain dan kecenderungan bereaksi dengan alas an serangan yang besar. Kecurigaan terus-menerus yang tidak beralasan tentang kesetiaan suami/istri atau patner seksual.

Faktor Penyebab Penyebab utama munculnya gangguan kepribadian paranoid tidak diketahui secara pasti, namun diperkirakan faktor genetika mempunyai peran terhadap kemunculannya gangguan tersebut, misalnya anggota keluarga dengan gangguan skizofrenia. Gangguan kepribadian paranoid dapat juga muncul dari pengalaman masa kanak-kanak yang tumbuh dari keluarga yang mendidik anak-anaknya dengan ancaman. Perilaku orang tua dengan kesehariannya yang kasar, berantakan, merendahkan diri anak-anaknya, juga mempengaruhi pembentukan karakteristik gangguan ini pada anak di kemudian hari. Terapi Psikoterapi : bila diminta bantuan, maka dalam bimbingan dititikberatkan pada pengalaman subjektif dalam pribadinya dan pada interaksi dengan dokter. Terapi yang digunakan adalah Cognitive behavioral therapy (CBT), secara umum CBT membantu individu mengenal sikap dan perilaku yang tidak sehat, kepercayaan dan pikiran negatif dan mengembalikannya secara positif. Terapi kelompok dalam CBT, individu akan dilatih agar mampu menyesuaikan dirinya dengan orang lain, saling menghargai dan mengenal cara berpikir orang lain secara positif dan mengontrol amarahnya sehingga individu dapat menciptakan hubungan interpersonal yang baik. Farmakoterapi : berguna dalam menghadapi agitasi dan kecemasan. Pada sebagian besar kasus suatu obat antiansietas seperti diazepam (Valium) adalah memadai. Tetapi mungkin perlu untuk menggunakan suatu antipsikotik, seperti thioridazine (Mellaril)
9

atau haloperidol (Haldol), dalam dosis kecil dan dalam periode singkat untuk menangani agitasi parah atau pikiran yang sangat delusional.

Daftar Pustaka Halgin Richard P, dkk. 2010. Psikologi Abnormal Perspektif Klinis pada Gangguan Psikologis. Jakarta: Salemba Humanika http://ruangpsikologi.com/gangguan-kepribadian-paranoid/ http://psikologiabnormal.wikispaces.com/Schizoid+Personality+Disorder http://kesehatanvegan.com/2010/08/09/gangguan-kepribadian/

10