Anda di halaman 1dari 39

SENSOR DAN TRANSDUSER

Istilah atau pengertian sensor dan transduser seringkali interchangeable Sensor : perangkat yang berfungsi mengubah besaran fisik menjadi besaran fisik lain Transduser : bisa terdiri lebih dari satu sensor yang digabungkan dengan komponen lain sehingga dapat berfungsi sebagai suatu instrumen

KLASIFIKASI SENSOR

Sensor aktif : tidak membutuhkan sumber daya untuk dapat berfungsi Sensor pasif : membutuhkan sumber daya agar berfungsi

APLIKASI SENSOR

Sensor Sensor Sensor Sensor

thermis tekanan

flow
optis

SENSOR THERMIS

Thermocouples Resistance temperature device (RTD) Semiconductor device (NTC)

THERMOCOUPLES

Terdiri dari dua konduktor yang berbeda jenis, yang disambungkan pada kedua ujungnya Ujung-ujung dari thermocouple disebut junctions Bila terjadi perbedaan temperatur dikedua junctions maka akan ada arus listrik yang mengalir atau tegangan emf, e (nilai tipikal e 0.001-0.004mV/K ) Besar tegangan emf e sebanding dengan beda temperatur dikedua juntions

Thermocouple

Bahan Thermocouple :

Bismuth, Constantan, Alumel (Nikel), Platimum, Alumunium, Rhodium, Copper Gold, Iron, Chromel, SIlicon

CAKUPAN TEMPERATUR THERMOCOUPLES


Type J Materials iron vs. copper nickel Temperature F -50 to +1400 -100 to +2250 K T Nickel-Chromium vs. Nickel-Aluminium Copper vs. Copper-Nickel -200 to 660 -130 to +350 Temperature C -40 to +760 -80 to +240

-200 to +1250
E Nickel-Chromium vs. Copper-Nickel 0 to +3200 R Platinum vs. Platinum-13% Rhodium 0 to +3200 S Platinum vs. Platinum-10% Rhodium

-130 to +350

-20 to +1760

-20 to +1760

Platinum-6% Rhodium vs. Platinum-10% Rhodium


Tungsten-5% Rhenium vs. Tungsten-26% Rhenium

+500 to +3200

+260 to +1760

0 to +4200

-20 to +2320

RESISTANCE TEMPERATURE DETECTOR (RTD)


DETECTOR INI TERBUAT DARI BAHAN LOGAM ATAU PADUAN LOGAM RESISTANSI DARI RTD BERUBAH TERHADAP PERUBAHAN TEMPERATURE KOEFISIEN PERUBAHAN RESISTANSI POSITIP (PTC) NILAI RESISTANSI RTD UMUMNYA 100OHM, TETAPI ADA JUGA RTD DENGAN RESISTANSI 50OHM DAN 1000OHM COCOK DIGUNAKAN UNTUK MENGUKUR TEMPERATUR DALAM PIPA

RESISTANCE TEMPERATURE DETECTOR (RTD)


RELASI ANTARA PERUBAHAN RESISTANSI RTD TERHADAP TEMPERATUR : RT = Ro (1 + A1T + A2T2 + . . . ) DI MANA Ro ADALAH RESISTANSI PADA 0OK RT ADALAH RESISTANSI PADA T OK A1 DAN A2 KONSTANTA YANG NILAI NYA BERGANTUNG PADA JENIS BAHAN RTD

RESISTANCE TEMPERATURE DETECTOR (RTD)


RENTANG TEMPERATUR YANG DAPAT DIUKUR BERGANTUNG PADA BAHAN PEMBUAT RTD MATERIAL PLATINUM NICKEL COPPER NICKEL/IRON RENTANG TEMPERATUR oF - 450 - + 1200 - 150 - + 600 - 100 - + 300 - 32 - + 400

THERMISTOR (NTC)

TERBUAT DARI BAHAN SEMIKONDUKTOR MEMPUNYAI KOEFISIEN TEMPERATUR NEGATIF PERUBAHAN RESISTANSI TERHADAP TEMPERATUR TIDAK LINIER RT = RO EXP (B(1/T 1/TO)

DI MANA RT RESISTANSI PADA T0K, RO RESISTANSI PADA 0OK DAN B KONSTANTA

THERMISTOR (NTC)
PERBANDINGAN ANTARA RTD DAN NTC

RTD KURANG SENSITIF DIBANDINGKAN DENGAN NTC PERUBAHAN RESISTANSI RTD JAUH LEBIH KECIL DARI NTC NTC COCOK DIGUNAKAN UNTUK PENGUKURAN TEMPERATUR YANG RELATIF RENDAH

Perbandingan Karakteristik Thermocouple, RTD dan Thermistor

SENSOR MEKANIK
DIGUNAKAN UNTUK MENGUKUR BESARAN FISIKA SEPERTI SIMPANGAN (DISPLACEMENT), GAYA ATAU TEKANAN, LAJU ALIRAN (FLOW) DAN LEVEL

SENSOR RESISTIF
RESISTANSI SUATU BAHAN : R = L/A
DI MANA R ADALAH RESISTANSI, RESISTANSI JENIS, L PANJANG BAHAN DAN A LUAS PERMUKAAN BAHAN

POTENSIOMETER

POTENSIOMETER PERUBAHAN RESISTANSI SEBANDING DENGAN SIMPANGAN LINIER ATAU ANGULAR

STRAIN GAUGE
STRAIN GAUGE TERBUAT DARI KONDUKTOR LOGAM ATAU SEMIKONDUKTOR YANG DIFABRIKASI SEDEMIKIAN RUPA SEHINGGA NILAI RESISTANSI NYA BERUBAH BILA MENGALAMI PERUBAHAN PANJANG

SENSOR KAPASITIF
DAPAT BERBENTUK DUA PELAT LOGAM YANG SEJAJAR ATAU DUA BUAH TABUNG YANG KONSENTRIS DENGAN DIAMETER YANG BERBEDA NILAI KAPASITANSI SUATU KAPASITOR ADALAH : C = A/D

SENSOR INDUKTIF
DARI SENSOR INDUKTIF YANG PALING BANYAK DIGUNAKAN ADALAH LVDT (LINEAR VARIABLE DIFFERENTIAL TRANSFORMER) LVDT DIBENTUK DARI DUA BUAH KUMPARAN YAITU SEBUAH KUMPARAN PRIMER DAN DUA BUAH KUMPARAN SEKUNDER, DIMANA KE DUA KUMPARAN SEKUNDER DIHUBUNGKAN SECARA DIFFERENTIAL PERUBAHAN POSISI INTI LVDT SEBANDING DENGAN DENGAN PERUBAHAN TEGANGAN YANG KELUAR DARI KE DUA KUMPARAN SEKUNDER

PENGUKURAN LEVEL
ADA TIGA METODA YANG DAPAT DIGUNAKAN DALAM PENGUKURAN LEVEL, YAITU : MEKANIKAL ELEKTRIKAL ULTRASONIK

PENGUKURAN LEVEL
MEKANIKAL MENGGUNAKAN PELAMPUNG, SEBAGAI SENSOR PERTAMA, YANG DIHUBUNGKAN DENGAN LVDT ATAU POTENSIOMETER, SEBAGAI SENSOR KE DUA, UNTUK MENDAPATKAN KELUARAN BERUPA TEGANGAN ELEKTRIK

PENGUKURAN LEVEL
ELEKTRIKAL MENGGUNAKAN SENSOR KAPASITIF ULTRASONIK MEMANFAATKAN WAKTU PANTUL GELOMBANG ULTRASONIK

PENGUKURAN TEKANAN
METODA PENGUKURAN TEKANAN DILAKUKAN SECARA TIDAK LANGSUNG YAITU MELALUI SIMPANGAN ATAU DEFLEKSI DARI ELEMEN MEKANIK TERDAPAT DUA SENSOR YANG MEMBENTUK TRANSDUSER INI, YAITU ELEMEN MEKANIK UNTUK MENDAPATKAN PERUBAHAN SIMPANGAN ATAU DEFLEKSI

PENGUKURAN TEKANAN

SENSOR LVDT UNTUK MENGUBAH BESARAN SIMPANGAN MENJADI BESARAN ELEKTRIK

PENGUKURAN TEKANAN
ELEMEN MEKANIK YANG UMUM DIGUNAKAN ADALAH : BELLOWS DIAPHRAGMA TABUNG BOURDON PISTON

PENGUKURAN FLOW
BESARAN UKUR DAPAT BERUPA : KECEPATAN ATAU LAJU ALIRAN, LAJU VOLUMETRIK DAN LAJU ALIRAN MASSA LAJU ALIRAN VOLUME DAPAT DIHITUNG DARI LAJU ALIRAN, LUAS PENAMPANG DAN JENIS ALIRAN

PENGUKURAN FLOW
UNTUK MENGUKUR ALIRAN MASSA DARI LAJU ALIRAN VOLUME MEMERLUKAN BESARAN TAMBAHAN SEPERTI TEMPERATUR DAN RAPAT JENIS FLUIDA

PENGUKURAN FLOW
LAJU ALIRAN DAPAT DIUKUR BAIK SECARA KONTAK LANGSUNG ATAUPUN MELALUI PENGUKURAN BEDA TEKANAN

PENGUKURAN FLOW
METODA UMUM DALAM PENGUKURAN LAJU ALIRAN FLUIDA ATAU FLOW ADALAH DENGAN MEMASANG RESITRIKSI ATAU PENGHALANG DALAM PIPA DAN MENGUKUR PERBEDAAN TEKANAN YANG TERJADI Q = KP

PENGUKURAN FLOW
CARA LAIN DALAM MENGUKUR LAJU ALIRAN FLUIDA ADALAH DENGAN MEMASANG PELAMPUNG KE DALAM PIPA (ROTAMETER) ATAU MEMASUKAN TURBIN KECIL

Metoda pengukuran :
1. Pengukuran langsung, pada metoda ini pengukuran
dilakukan secara langsung pada objek (measurand) dan dibandingkan dengan standar yang sesuai, misal mengukur panjang sebuah benda.

2. Pengukuran tidak langsung, metoda ini merupakan


yang paling banyak digunakan pada bidang rekayasa. Alat ukur umumnya dilengkapi dengan elemen transduser yang berguna untuk mengkonversi kuantitas yang akan diukur

kebentuk lain seperti bentuk analog.

Jenis-jenis Instrumen
1. Mekanik, respon lambat khususnya untuk pengukuran

dinamis dan transien, berukuran relatif besar dan berat.


2. Elektrik, respon lebih cepat tetapi masih terbatas penggunaanya dalam industri modern. 3. Elektronik, respon sangat cepat dan saat ini menjadi instrumen standar dalam dunia industri modern dan

bidang-bidang rekayasa lainnya.

KARAKTERISTIK SISTEM INSTRUMENTASI


TERDAPAT DUA JENIS KARAKTERISTIK KARAKTERISTIK STATIK CONTOH : AKURASI,LINIERITAS,RESOLUSI,PRESISI,HYS TERESIS,SENSITIVITAS DAN SPAN KARAKTERISTIK DINAMIK RESPONSE IMPULSE,RESPONSE STEP DAN RESPONSE FREKUENSI

KARAKTERISTIK STATIK

AKURASI (KETELITIAN) : HARGA TERDEKAT DARI PENUNJUKAN SUATU INSTRUMEN PADA NILAI SEBENARNYA PRESISI : SUATU UKURAN KEMEMPUAN DARI SUATU INSTRUMEN DIMANA HASIL PENGUKURANNYA SERUPA LINIERITAS : MENYATAKAN SEBERAPA BESAR PENYIMPANGAN PENUNJUKAN SUATU ISTRUMEN DARI KURVA KALIBRASI DENGAN KONDISI TANPA BEBAN DAN SKALA PENUH RESOLUSI : NILAI TERKECIL DARI PERUBAHAN BESARAN UKUR YANG MASIH DAPAT DIBACA OLEH SUATU INSTRUMEN DENGAN BENAR

KARAKTERISTIK STATIK

SENSITIVITAS :

PERUBAHAN BESARAN UKUR TERKECIL YANG MASIH TERDETEKSI OLEH SUATU INSTRUMEN SPAN :
BATAS VARIABEL YANG DIRANCANG DAPAT DIUKUR OLEH SUATU INSTRUMEN

KARAKTERISTIK DINAMIK

KARAKTERISTIK DINAMIK SUATU INSTRUMEN BERGANTUNG PADA ORDE DARI SISTEM INSTRUMEN SISTEM ORDE NOL SISTEM ORDE NOL DAPAT DINYATAKAN OLEH PERSAMAAN BERIKUT INI :

ay(t) = bx(t) (1) DI MANA x = INPUT y = OUTPUT a DAN b KONSTANTA SEMBARANG y = b/a x = k x k = SENSITIVITAS ATAU GAIN DC

KARAKTERISTIK DINAMIK

SISTEM ORDE PERTAMA : PERSAMAAN DI BAWAH INI MENYATAKAN SISTEM ORDE PERTAMA a1 dy(t)/dt +a0 y(t) = b x(t) DI MANA a0,a1 DAN b ADALAH KONSTANTA PERSAMAAN (2) DAPAT DITULISKAN MENJADI dy(t)/dt + y(t) = k x(t) (2)

DI MANA KONSTANTA WAKTU DAN k GAIN DC MERUPAKAN PARAMETER PARAMETER SISTEM

KARAKTERISTIK DINAMIK

SISTEM ORDE KE DUA PERSAMAAN DI BAWAH INI MENYATAKAN SISTEM ORDE KE DUA a2d2y(t)/dt2 + a1dy(t)/dt + a0y(t) = bx(t) a2, a1, a0 dan b konstanta PERSAMAAN (2) DI ATAS DAPAT DITULISKAN MENJADI d2y(t)/dt2 + 2n dy(t)/dt + n2 y(t) = kn2 x(t) (3)

KARAKTERISTIK DINAMIK
DI MANA n = a1/a2 FREKUENSI NATURAL (RAD/DET) = a1/2a0a2 DAMPING RASIO k = GAIN DC MERUPAKAN PARAMETER PARAMETER SISTEM ORDE KE DUA

KARAKTERISTIK DINAMIK SISTEM/INSTRUMEN BERGANTUNG PADA PARAMETER PARAMETER SISTEM DI ATAS