P. 1
Electric System

Electric System

|Views: 190|Likes:
Dipublikasikan oleh budi_umm

More info:

Published by: budi_umm on Feb 06, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/21/2015

pdf

text

original

SISTIM LISTRIK

Untuk Lingkungan Sendiri

MECHANIC DEVELOPMENT PT PAMAPERSADA NUSANTARA 2004

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Sehingga dapat tersusun buku “ SISTEM LISTRIK “ Buku ini disusun untuk melengkapi bahan pelatihan di lingkungan PT Pamapersada Nusantara khususnya Plant Departement. Buku ini disajikan dalam bentuk yang sederhana, dengan harapan dalam pemahamannya akan lebih mudah, khususnya bagi Calon Mekanik atau Junior Mekanik dibidang Alat-alat Berat. Dengan segala kerendahan hati penyusun menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna, maka dengan keterbatasan yang ada penyusun sangat mengharap kritik dan saran dari para pembaca untuk meningkatkan kesempurnaan buku ini sehingga tidak terjadi salah persepsi untuk pemahaman dari isi dan makna terhadap buku ini. Akhirnya penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga terselesaikannya buku ini.

Jakarta, Januari 2004

Penyusun Mechanic Development

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I. DASAR – DASAR LISTRIK A. Teori Elektron …..…………………………………………… I B. Arus, Tegangan dan Hambatan………...….………………….I C. Arus Searah dan Arus Bolak - balik…………………………. I D. Tenaga Listrik………..………………………………………. I E. Sirkuit Arus Searah………..…………………………………. I F. Contoh Soal………..………………………………………….I G. Avometer ………..……………………………………………I H. Simbol - simbol…..……………………………………………I 1 3 6 7 8 12 17 21 1 1 2 8 10 1 6 13 16 19 22 26 22 22 22 22 22 22 22 22 13 13 13 13 13 38 38 38 38 38 38 38

BAB II. M A G N E T A. Pengertian Kemagnetan...……………………………………. II B. Sifat - Sifat Magnet…...………………………………………II C. Electromagnet…………………………………………………II D. Prinsip Motor Listrik………..……………………………….. II E. Prinsip Kerja Alternator………..……………………………. II

BAB III. KOMPOENEN – KOMPOENEN LISTRIK A. Resistor...…………………………………………………….. III B. Capacitor …...………………………………………………...III C. Semi Conductor ……………………………………………... III D. D i o d e………………….……………………………………III E. T r a n s i s t o r……………….……………………………….IIIF. Thyristor……………….…………………………………….. III G. Battery…….………….……………………………………….III BAB IV. STARTING SYSTEM A. Starting Switch…………………….………….………………IVB. Battery Relay Switch………………………………………… IVC. Starting Motor………………….……………………………..IVD. Safety Relay………………………...……………………….. IV-

1 - 11 2 - 11 5 - 11 7 - 11

BAB V. CHARGING SYSTEM A. Alternator dengan Semi Conductor Regulator………………. V - 1 - 6 B. Alternator Brushless Semi Conductor ………………………. V - 3 - 6 BAB VI. PRE HEATING SYSTEM A. Sistem Pemanasan Awal Dengan Glow Plug.……………….. VIB. Sistem Pemanasan Awal Dengan Ribbon Heater.…………… VIC. Sistem Pemanasan Awal Thermostat.……………………….. VID. Sistem Pemanasan Awal Dengan APS.……………………… VI1 - 11 4 - 11 5 - 11 6 - 11

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

IX D.……………………………………………….VII B.IX I.DAFTAR ISI BAB VII..VII BAB VIII.8………………………………. Trouble shooting ……………………………………………..Shut . Wiring Diagram D 155 A .2 1 . IX 1 .CIRCUIT DIAGRAM A.Alarm Horn System…………………………………………. Flicker System……………………………………………….2…………………………………. Engine Stop Motor……………………………………………IX H. Wiring Diagram D 60 A. IX G.TROUBLE SHOOTING. Mechatronic…………………………………………………. VIII BAB IX.. Sistem Lampu Peringatan ( Caution Lamp System )……….2 2 . PT Pamapersada Nusantara . Fuel Cut Solenoid……………………………………………..Gauge System. Sistem Penerangan ( Lighting System )………………………IX B. S U P P L E M E N T A. IX E..Off Valve System……………………………………… IX F. IX C.14 1 9 13 20 25 26 27 30 33 38 38 38 38 38 38 38 38 38 Mechanic Development....P ..

PT Pamapersada Nusantara .DASAR .DASAR LISTRIK BAB I Mechanic Development.

1 .1. PT Pamapersada Nusantara . Sifatnya ringan dan selalu mengorbit pada inti ( proton ). Setiap atom mempunyai struktur sendiri – sendiri. Atom ini mempunyai 92 elektron dan 92 proton. Atom yang sederhana adalah atom hydrogen. TEORI ELEKTRON DAN LISTRIK STATIS.22 Elektron adalah bagian terkecil dari suatu atom. Tetapi pada umunya setiap atom mempunyai jumlah proton dan elektron yang sama (sebanding ). Lihat gambar berikut ini : Gbr. banyaknya elektron maksimum yang dapat menempati tiap kulit dirumuskan dengan : 2 n2 (n = nomor lintasan kulit atom) Simbol kulit dalam banyaknya elektron maksimum dalam setiap kulit adalah : K = (n – 1 ) = 2 x (1)2 = 2 elektron L = (n – 2 ) = 2 x (2)2 = 8 elektron M = (n – 3 ) = 2 x (3)2 = 18 elektron N = (n – 4 ) = 2 x (4)2 = 32 elektron O = (n – 5 ) = 2 x (5)2 = 50 elektron P = (n – 6 ) = 2 x (6)2 = 72 elektron Mechanic Development. Atom ini mempunyai satu elektron yang mengorbit pada satu inti ( proton ). Elektron dan proton. I . Menurut Paulli. I .DASAR LISTRIK A. Atom yang elektronnya lebih banyak adalah atom uranium. 1.DASAR . Atom – atom tersebut menyebar dalam lintasan yang terdapat pada atom tersebut. Teori Elektron.

Jumlah kulit dan elektron atom Al. Berarti Atom Al mempunyai valensi 3.DASAR LISTRIK Contoh : Aluminium ( Al ) dengan nomor atom ( NA ) = 13. Atom tembaga terdiri dari 29 proton dan 29 elektron.22 Gbr. menurut aturan pauli pengisiannya maksimum pada masing – masing kulit adalah: NA 13 ----> K = 2 elektron. M = 1 elektron. I . Elektron yang terdapat pada kulit terluar disebut Valensi. karena dapat menghantarkan listirk dengan baik. Elektron – elektron menyebar dalam 4 lintasan ( kulit ) terluar hanya mempunyai satu elektron seperti terlihat pada gambar berikut ini : Mechanic Development. Gbr. I . L = 8 elektron.2.2 .3. Silikon ( Si ) dengan nomor atom ( NA ) = 14. PT Pamapersada Nusantara . Jumlah kulit dan elektron atom Si. I . Pada contoh diatas Atom Aluminium ( Al ) mempunyai nomor atom 13. Tembaga adalah bahan yang banyak digunakan dalam sistem kelistrikan.DASAR .

ARUS. Mechanic Development. TEGANGAN DAN HAMBATAN. 1. Proton dan elektron dalam atom mempunyai gaya potensial : ~ Proton mempunyai muatan positif ( + ) ~ Elektron mempunyai muatan negatif ( . Struktur atom tembaga.DASAR LISTRIK I . I .3 .22 Gbr. Elektron – elektron bebas yang berada pada konduktor ( B ) akan ditarik oleh konduktor ( A ) melalui kawat penghantar ( C ).) jika mendapat tambhaan elektron dari atom lain pada kulit terluarnya. maka atom menjadi netral ( kelistrikannya ). Jika elektron terlepas dari atom. B. Meskipun demikian. atom menjadi bernuatan positif ( + ) dan elektron yang terlepas bermuatan negatif ( . Sedangkan bahan atom – atomnya mempunyai 4 elektron pada lintasan ( kulit ) terluar disebut Semi Konduktor. muatan atom dapat dirubah. Hal ini akan menyebabkan terjadinya arus elektron dari konduktor ( B ) yang bermuatan negatif ke konduktor ( A ) yang bermuatan positif.4.DASAR . Bahan atom – atomnya mempunyai lebih dari 4 elektron pada lintasan ( kulit ) terluar disebut Isolator. Dengan demikian Aluminium dan Tembaga adalah bahan konduktor karena memiliki jumlah elektron terluar kurang dari 3. PT Pamapersada Nusantara . Arus ( I ).) Inti ( proton ) menarik elektron dan mempertahankan dalam lintasannya dan pada saat muatan positif ( proton ) sebanding dengan muatan negatif ( elektron ). Ketika dua konduktor ( A ) dan ( B ) diisi muatan positif dan negatif yang dihubungkan dengan kawat penghantar ( C ). Bahan yang atom – atomnya mempunyai jumlah elektron lebih kecil dari 4 pada lintasan ( kulit ) terluar disebut Konduktor.

2. PT Pamapersada Nusantara . ( detik ). Terjadinya tegangan akibat beda / selisih potensial dan dikatakan ada tegangan ( voltage ). = 103 ( µ A ). ( Coloumb ).4 .DASAR LISTRIK I . I . Arus adalah jumlah muatan listrik yang mengalir melalui suatu titik tertentu selama satu detik.5. Mechanic Development. Hubungan antara arus listrik dan arah arus elektron bebas. Di rumuskan dengan : I = Q/t Coloumb/detik.DASAR .22 Pergerakkan elektron inilah yang kemudian menyebabkan terjadinya Arus listrik dari konduktor ( A ) yang bermuatan positif ke konduktor ( B ) yang bermuatan negatif. Coloumb ( Q ) adalah banyaknya muatan listrik ( elektron ) yang mengalir melalui suatu titik pada penghantar. I(A) = 1000 ( mA ) I ( mA ) = 1000 ( µ A ) I(A) = 106 ( µ A ).28 x 1018 elektron. Tegangan adalah gaya yang mengakibatkan terjadinya arus listrik. ( Ampere ). Gbr. Dimana : I = Arus Q = Muatan listrik t = Waktu Satuan arus listrik adalah coloumb perdetik atau “ Ampere “ ( A ). = 103 ( mA ). Tegangan ( V ). 1 Q = 6.

Hambatan ( R ). I . serta temperatur. yang akan memperlambat kecepatan jalannya.5 . Lihat gambar berikut ini : Gbr. Mechanic Development. Gambaran umum hambatan listrik dalam konduktor.6. PT Pamapersada Nusantara .22 Arus listrik akan mengalir dari tegangan tinggi ke tegangan yang lebih rendah. 1 ( MV ) = 1000 ( KV ). ρ = Tahanan jenis ( ohm meter ). bila pada kedua ujung kawat penghantar tersebut dihubungkan dengan sumber tegangan sebesar 1V ( pada temperatur konstan ). Perlambatan kecepatan ini merupakan hambatan yang umumnya disebut dengan “ Electric Resistance “ atau “ Hambatan Listrik “.DASAR LISTRIK I . Besarnya harga hambatan dapat dihitung dengan rumus : ρ R=L A Dimana : R = Hambatan ( ohm).DASAR . hambatan terhadap aliran listriknya kecil. L = Panjang kawat ( meter ). Kawat tembaga pada umumnya digunakan untuk menghantarkan arus llistrik karena kawat tembaga. Satuan dari hambatan adalah ohm dan diberi simbol ( Ω ). elektron – elektron itu melambung melawan molekul. Adapun harga hambatan pada sebuah penghantar dipengaruhi oleh bahan penghantar. 1 ( V ) = 1000 ( mV ). Ketika elektron bebas berjalan melalui sebuah logam. Satuan tegangan listrik disebut “ Volt “ dan disimbolkan “ V “. A = Luas penampang kawat ( m2 ). 1 ( KV ) = 1000 ( V ). 3. Hambatan suatu penghantar dikatakan mempunyai nilai 1 Ω bila besarnya hambatan tersebut menyebabkan mengalirnya arus sebesar 1 A. luas penampang penghantar.

Mechanic Development.DASAR LISTRIK I .1 x 10-6 2.1 x 10-6 1. PT Pamapersada Nusantara . Arus Bolak .21 x 10-6 100. I . 1. Arus searah ( DC ) adalah arus yang mengalir dalam arah yang tetap ( konstan ). dynamo. hard draw) Steel. Misalkan sebagai kutub ( + ) selalu menghasilkan polaritas positif begitu pula sebaliknya.ubah.masing terminal selalu tetap polaritasnya. Beberapa contoh sumber arus searah ( DC ) adalah battery. (pure soft) Copper.balik ( AC ) adalah arus yang mengalir dengan polaritas yang selalu berubah . 2. Rangkaian arus searah dan bentuk gelombangnya. PLN.0 x 10-6 47. I .22 Tahanan jenis setiap material berbeda – beda. low carbon Cast iron Aluminium (soft) Aluminium (hard) Nickel (100% pure) ρ (Ω cm) at 20° C 1. Contoh Alternator ( AC generator ).96 x 10-6 19. Dimana masing . Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut : Material Copper. C. Dimana masing .DASAR .73 x 10-6 2.balik ( Alternating Current ).8 x 10-6 Gbr.masing terminalnya polaritas yang selalu bergantian. ARUS SEARAH DAN ARUS BOLAK .4 x 10-6 Material Gold Lead Mercury Silver Zinc Nichrome Manganin ρ (Ω cm) at 20° C 2.0 x 10-6 85.BALIK.7.777 x 10-6 9. Gbr. accu.8. Arus bolak .2 x 10-6 20.59 x 10-6 6. Tabel tahanan jenis material. Arus Searah ( Direct Current ).83 x 10-6 10.6 .724 x 10-6 1.

V = Tegangan ( Volt ). maka tenaga (P): P = V. Tenaga.I ( W ) = ( R .DASAR . I .DASAR LISTRIK I . Pembebanan pada DC generator.balik dan gelombangnya. I = Arus ( Ampere ) Mechanic Development.7 .22 Gbr. I = RI2 ( W ) Dimana : P = Tenaga listrik ( watt ). I . 1. Sebuah DC generator ( G ) menghasilkan tegangan V melewati beban R ( Ω ) untuk menghasilkan arus I ( Ampere ) melalui beban R.10. Sebagai contoh lihat gambar berikut ini : Gbr. Rangkaian arus bolak . TENAGA LISTRIK.9. PT Pamapersada Nusantara . D. I ) . 1 watt menunjukkan tenaga yang membutuhkan arus sebesar 1 A pada tegangan 1 V dalam setiap detik. Satuan tenaga listrik adalah “ watt “ disingkat ( W ) yaitu jumlah dari usaha listrik yang dihasilkan atau dihilangkan adalah ditetapkan sesuai dengan usaha yang digunakan dalam periode waktu satu detik.

Kalau dirumuskan : V I= R Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara .DASAR . Jumlah tenaga listrik diartikan xalah satu jumlah usaha listrik yang dihasilkan atau ditetapkan dalam periode tertentu.I ( W ) ( kerugian dalam generator dan sirkuit dianggap nol ). Jumlah tenaga listrik = Tenaga listrik x waktu ( Energi listrik ). 3. Horse power ( HP ) digunakan sebagai satuan tenaga mekanik. Bunyi Hukum Ohm adalah : “ Arus ( I ) yang mengalir melalui dua titik “ a “ dan “ b “ dalam suatu konduktor ( kawat penghantar ) adalah berbanding lurus dengan tegangannya dan berbanding terbalik dengan hambatannya ( R ). jika dikonversikan ke tenaga listrik : 1 HP = 746 ( W ) ( Foot Pound HP ) 1 PS = 735 ( W ) ( Metrik Horse Power ) 2.DASAR LISTRIK I . E. Jumlah Tenaga Listrik ( Energi Listrik ). Panas Joule. 1. Joule menemukan bahwa tenaga listrik yang dipakai dalam sebuah hambatan berubah semuanya menjadi panas. Satuan energi listrik adalah watt detik disingkat dengan ( WS ) atau joule ( J ) jika jumlah pengukuran besar satuan yang digunakan ( Wh ) Watt – jam. Hukum ohm.8 .22 Tenaga ( P ) ini disediakan oleh generator ( G ). Po = P = V. Kemudian tenaga yang dihasilkan oleh generator G dapat disimbolkan Po. Penemuan ini disebut “ Hukum Joule “ Panas yang dihasilkan berasal dari aliran listrik dalam sebuah hambatan dan disebut “ Panas Joule “ dan 1 ( WS ) = 1 joule. Tenaga listrik adalah jumlah dari kemampuan kerja listrik dalam setiap satuan waktu ( detik ). SIRKUIT ARUS SEARAH.

DASAR - DASAR LISTRIK
Dimana : I = Arus yang mengalir ( Ampere ). V = Tegangan ( Volt ). R = Hambatan ( Ohm ). 2. Hubungan – hubungan resistor.

I - 9 - 22

Hambatan ( Resistance ) di dalam sirkuit dapat dihubungkan secara “ Serie “, Parallel “

Gbr. I - 11. Hubungan – hubungan resistor. 3. Sirkuit Serie. a. Tegangan ( voltage ). Tegangan kalau diserie akan berlaku rumus : Vt = V1 + V2 + V3 + ….. Vn Dimana : V = Voltage total serie. V1 - n = Voltage masing -masing.

Gbr. I - 12. Tegangan pada hubungan serie.
Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

DASAR - DASAR LISTRIK
b. Hambatan ( Resistansi ). Hambatan dirangkaikan serie akan berlaku rumus : Rt = R1 + R2 + R3 + ….. Rn Dimana : Rt = Hambatan total serie. Rt – n = Hambatan masing – masing.

I - 10 - 22

Gbr. I - 13. Hambatan pada hubungan serie. c. A r u s. Arus listrik yang mengalir dalam rangkaiabn serie dirumuskan dengan : It = I1 = I2 = I3 = ….. In Dimana : It I1 - n = Arus total. = Arus masing –masing yang mengalir pada rangkaian.

Gbr. I - 14. Arus pada hubungan serie.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

DASAR - DASAR LISTRIK
4. Sirkuit Parallel. a. Tegangan ( voltage ). Tegangan sumber dirangkai parallel berlaku rumus : Vt = V1 = V2 = V3 = …. Vn Dimana : Vt = Tegangan total parallel. V1 - n = Tegangan masing - masing sumber.

I - 11 - 22

Gbr. I - 15. Tegangan pada hubungan parallel. b. Hambatan ( resistansi ). Hambatan dirangkaikan secara parallel akan berlaku rumus : 1/Rt = 1/R1 +1/R2 + 1/R3 …. 1/Rn Dimana : Rt = Hambatan total parallel. R1 – n = Hambatan masing - masing sumber.

Gbr. I - 16. Hambatan pada hubungan parallel.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

Diketahui : Sebuah sumber 12 volt dihubungkan serie dengan dua buah hambatan masing – masing 2 ohm dan 4 ohm. CONTOH SOAL. 1. b. a. Arus pada hubungan parallel.18. A r u s.22 Arus listrik yang mengalir dalam rangkaian parallel dirumuskan dengan : It = I1 + I2 + I3 …. F. Vd2 = I2 x R2 = 2 x 4 = 8 volt. I1 .12 . Gbr.masing rangkaian. Sirkuit Serie ( a ).DASAR LISTRIK c.n = Arus yang masing . PT Pamapersada Nusantara . In Dimana : It = Arus total parallel.DASAR . Hitung : a. Berapa besarnya arus yang mengalir dari sumber? b. Contoh hubungan serie. I . Mechanic Development. Vd1 = I1 x R1 = 2 x 2 = 4 volt. I . Rt = 2 + 4 = 6 ohm. I . It = V/Rt = 12/6 = 2 Ampere. Berapa besarnya voltage yang hilang ( voltage drop ) pada masing – masing hambatan ? Jawab : Gbr.17.

66 )2 x 12 = 5. Hitung : Berapa tenaga masing – masing lampu tersebut ? Jawab : Gbr.66 Ampere. It = Vt/Rt = 12/18 = 0.13 . 2. Contoh hubungan serie. Rt = RL1 + RL2 = 6 + 12 = 18 ohm. W1 = ( It )2 x RL1 = ( 0. Sirkuit Serie ( b ).22 Besarnya volatge drop pada hambatan yang dihibukan serie adalah tergantung besarnya arus yang mengalir dan besarnya hambatannya. Diketahui : Sebuah sumber 12 volt dihubungkan serie dengan dua buah hambatan masing – masing 24 w/12 v dan 12 w/12 v. Lampu 2 : Arus yang diminta : IL2 = WL2/VL2 = 12/2 = 1 ampere Hambatan lampu 2 : RL2 = VL2/IL2 = 12/1 = 12 ohm.66 )2 x 6 = 2.19. Lampu 1 : Arus yang diminta : IL1 = WL1/VL1 = 24/12 = 2 ampere Hambatan lampu 1 : RL1 = VL1/IL1 = 12/2 = 6 ohm.2 Watt Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara .DASAR . I .6 Watt W2 = ( It )2 x RL1 = ( 0.DASAR LISTRIK I .

b.DASAR LISTRIK 3. Berapa besarnya arus yang mengalir dari sumber ? b. a. It = V/Rt = 12/2 = 6 Ampere. Berapa besarnya arus yang mengalir di masing – masing resistor ? Jawab : Gbr. Contoh hubungan parallel. Hitung : a.22 Diketahui : Sebuah sumber 12 volt dihubungkan parallel dengan dua buah resistor masing – masing besarnya 6 ohm dan 3 ohm.14 . Sirkuit Parallel ( a ). I1 : I2 = R2 : R1 = 3 : 6 I1 = 3/9 x 6 = 2 Ampere I2 = 6/9 x 6 = 4 Ampere Mechanic Development. 1/Rt = 1/R1 +1/R2 + 1/6 + 1/3 = 3/6 Rt = 6/3 = 2 ohm.20.DASAR . I . PT Pamapersada Nusantara . I .

I .DASAR LISTRIK 4. PT Pamapersada Nusantara : IL1 = WL1 /VL1 = 24/12 = 2 ampere : RL1 = VL1 /IL1 = 12/2 = 6 ohm. Mechanic Development. 1/Rt = 1/6 +1/12 + 2/12 + 1/12 = 3/12 Rt = 12/3 = 4 ohm.21. IL1 : IL2 = R2 : R1 = 12 : 6 IL1 = 12/18 x 3 = 2 Ampere IL2 = 6/18 x 3 = 1 Ampere Tenaga pada : Lampu 1 : W1 = ( IL1 )2 x R1 =22x6 W1 = 24 watt.masing lampu ! Jawab : Gbr.DASAR . Lampu 1 : Arus yang diminta Tahanan lampu 1 Lampu 2 : Arus yang diminta : IL2 = WL2 /VL2 = 12/2 = 1 ampere Hambatan lampu 2 : RL2 = VL2 /IL2 = 12/1 = 12 ohm.22 Diketahui : Sebuah sumber 12 volt dihubungkan parallel dengan dua buah lampu masing – masing 24 W / 12 V dan 12 W / 12 V. Sirkuit Parallel ( b ). . It = 12/4 = 3 Ampere. W2 = 1 2 x 12 W2 = 12 watt. I .15 . Hitung : Tenaga pada masing . Contoh hubungan parallel.

Cara menghitungh yang paling mudah.22 Dalam sirkuit gabungan ( serie . Rt = r1 + R2.3 = 2 + 2 = 4 ohm.3 = 3 x2 = 6 volt Besarnya voltage drop pada hambatan yang dihubungkan parallel adalah sama meskipun hambatan yang diparallelkan berbeda . I2 : I3 = R3 : R2 =3 : 6 I2 = 3/9 x 3 = 1 Ampere I3 = 6/9 x 3 = 2 Ampere c. Contoh sirkuit gabungan serie . Diketahui : Sebuah sumber 12 volt dihubungkan dengan 3 buah resistor ( Lihat Gbr.23. PT Pamapersada Nusantara .DASAR . Jawab : 1/R2. I . Berapa besarnya voltage drop pada masing-masing resistor? Gbr. Hitung : a. diselesaikan dulu rangkaian parallelnya dan kemudian diselesaikan rangkaian seluruhnya serie. Rangkaian serie . I . Mechanic Development. Hubungan serie .22.3 = 1/6 + 1/3 = 3/6 R2.DASAR LISTRIK 5.parallel.3 = It x R2.parallel. Voltage drop pada R1 : Vd1 = It x R1 = 3 x2 = 6 volt Vd2. 22 ).beda. Sirkuit Gabungan ( Serie . Berapa besarnya arus yang mengalir dari sumber ? b.parallel ) untuk menghitung tahanan total arus yang mengalir dan tegangannya. Berapa besarnya arus yang mengalir pada R1 dan R2 ? a. It = Vt/Rt = 12/4 = 3 Ampere.parallel.Parallel ). Gbr.16 . I . a. b. memakai rumus gabungan serie parallel.3 = 6/3 = 2 ohm.

22 Pada semua barang yang ditentukan mempuhyai ukuran besar kecil.24. tetapi ada juga satu alat ukur digunakan untuk mengukur beberapa satuan ( Contoh : Ampere. Pada umumnya satu alat ukur hanya digunakan untuk mengukur satu . Dalam hal ini untuk mengatasi masalah .lemah dan sebagainya.masalah tersebut diperlukan suatu standar yang sama untuk menentukan ukuran dari barang yaitu : Dengan menggunakan alat ukur. Volt. AVOMETER I . Avometer. lebih besar ataupun lebih besar lagi tentu masih kurang akurat dan penilaiannya setiap orang akan berbeda.DASAR .satuan ukur saja. Mechanic Development. I . Bentuk dan Bagian . Untuk menetukan satu barang dapat dikatakan besar.DASAR LISTRIK G. kuat .bagiannya. Avometer adalah alat ukur yang multi guna untuk mengukur ( Ampere. Ohm ) dan sebagian orang menyebut Multi Tester. a. volt meter dan Ohm meter yang sering disebut multi tester ( Avometer ). PT Pamapersada Nusantara . Jadi dapat disimpulkan bahwa alat ukur adalah merupakan alat pembanding yang standar. Gbr.17 . panjang pendek.

Inilah yang dinamakan penyetelan 0 Ω Gbr. I . 8 Posisikan selektor ( rotary switch ) pada skala Ohm. Gbr. Mechanic Development.26. 8Set pointer pada posisi 0 ( nol ) dengan menyetel zero ohm adjuster ( kedua test pin dihubungkan ) 8Pasang Ohm meter parallel dengan hambatan yang akan diukur. Mengukur Hambatan / Tahanan ( Ohm Meter ). I . Setting meter.25. Mengukur hambatan R3.DASAR LISTRIK b. Batterynya aus oleh karena hasil pemakaian menyebabkan kesalahan membaca nilai yang diukur. PT Pamapersada Nusantara .22 8 Pastikan bahwa hambatan yang akan diukur tidak dialiri arus dan tidak mempunyai hubungan dengan hambatan yang lain. 8Pembacaan besarnya hambatan yang diukur adalah sesuai dengan skala pada selektor dan pointernya.DASAR . Pengukuran hambatan diberi tenaga oleh battery pada bagian dalam. Cara setting pointer 0. Untuk pembacaan yag benar dari hambtan kesensitipan dari indikator harus disetel menurut voltage yang disalurkan battery. I .18 . c.

Gbr. 8Mengetahui sumber tegangannya DC atau AC. 8Set pointer pada posisi 0 ( nol ) dengan menyetel zero point adjusting screw.DASAR LISTRIK d.27. 8Mengetahui sumber tegangannya DC atau AC. I .500 mA ).28. 8Posisikan selektor ( rotary switch ) pada skala Ampere. 8Posisikan skala selektor diatas atau lebih besar dari tegangan yang akan diukur. Pada umumnya Avometer hanya untuk mengukur arus DC yang kecil ( 0 . 8Pembacaan besarnya tegangan yang akan diukur adalah sesuai dengan skala pada selektor ( rotary switch ).). I .).19 .22 8 Mengetahui kira . Mechanic Development. Mengukur Arus ( Ampere Meter ). 8 Mengetahui kira . 8Pasang volt meter parallel dengan sirkuit yang akan diukur. 8Pasang Ampere meter serie dengan sirkuit yang akan diukur. 8Set pointer pada posisi 0 ( nol ) dengan menyetel zero point adjusting screw. PT Pamapersada Nusantara .DASAR . Gbr. e. 8Pembacaan besarnya arus yang akan diukur adalah sesuai dengan skala pada selektor ( rotary switch ). Bila sumbernya adalah DC maka harus diketahui kutub ( + ) atau kutub ( .kira besarnya arus yang akan diukur. Bila sumbernya adalah DC maka harus diketahui kutub ( + ) atau kutub ( . Mengukur Tegangan ( Volt Meter ). Mengukur arus. I .kira besarnya tegangan yang akan diukur. 8Posisikan selektor ( rotary switch ) pada skala volt ( DC volt atau AC volt ). Mengukur tegangan.

Tester adalah instrumen presisi. Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara .DASAR . Jangan membiarkan terallu lama pada tempat yang bertemperatur atau lembaban tinggi. gunakanlah jarak ukur yang nilainya terdekat dengan nilai yang sedang di check / diperiksa. 8Mengukur nilai yang tidak diketahui ketika mengukur nilai yang diketahui. 8Perlindungan dari tester. 8Penggantian battery dilakukan jika penyetelan o Ω tidak mungkin battery di dalam harus diganti. gunakan skala ukur DC 2.5 V.DASAR LISTRIK e. saklarnya bisa disetel ke jarak ukur yang lebih rendah untuk membaca / mengukur lebih akurat. Setelah bisa diperkirakan besarnya.22 8 Memilih jarak yang tepat untuk menambah keakuratan / ketepatan.5 volt. Sebagai contoh untuk mengukur tegangan battery kering 1.20 . mulailah dengan jarak ukur yang tertinggi. guncangan atau getaran yang kuat harus dihindari. Penggunaan / Perawatan. I .

22 KET Persilangan wires yang tidak berhubungan Persilangan wires yang berhubungan Fuse lamp Grounding Terminal Battery Ammeter Switch Coil Voltmeter Contact Power source Potentiometer Thermistor Generator Alternator Motor Safety relay Capacitor Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara . SIMBOL .DASAR .DASAR LISTRIK H.SIMBOL SIMBOL KET Resistor SIMBOL I .21 .

PT Pamapersada Nusantara .22 KET Transistor Glow plug Starting switch Thyiristor Hubungan Starting switch Mechanic Development. SIMBOL .DASAR .22 .SIMBOL SIMBOL KET Diode SIMBOL I .DASAR LISTRIK H.

PT Pamapersada Nusantara .MAGNET BAB II Mechanic Development.

kutub yang senama akan saling tolak .ujung sebuah magnet terdapat kutub utara ( N pole ) dan kutub selatan (S pole) Gbr II . Pada magnet buatan.2. yaitu : 1.1 . SIFAT . Kutub .kutub magnet. Magnet Buatan. Gbr II . 2. sedangkan kutub kutub yang tidak senama akan saling tarik menarik. Mechanic Development. 1. 2. Pada ujung . Kutub . B.menolak. Magnet buatan adalah besi dengan cara tertentu dibuat menjadi magnet.MAGNET A. Magnet Alam.SIFAT MAGNET. sedangkan bila dapat menyimpan kemagnetan hanya sementara disebut Remanen Magnet. PT Pamapersada Nusantara . Terdapat 2 ( dua ) macam magnet. Magnet alam adalah magnet yang terdapat pada batu besi magnet. II .1. Gaya tarik menarik dan tolak menolak kutub magnet. PENGERTIAN KEMAGNETAN. bila dapat menyimpan kemagnetannya dengan baik ( lama ) di sebut Magnet Permanen.13 Magnet adalah sebuah benda logam yang mempunyai sifat menarik benda benda besi.

C. Medan magnet karena arus listrik. Electromagnet adalah medan magnet yang ditimbulkan oleh adanya aliran arus listrik pada sebuah konduktor atau coil. Kemagnetan yang terkuat terdapat pada ujung .MAGNET 3. Pengertian Electromagnet. Mechanic Development. Magnet mempunyai garis-garis gaya magnet yang : ~ Diluar magnet mengarah dari kutub utara ke kutub selatan. Gbr II .3. Arah garis gaya magnet. PT Pamapersada Nusantara .13 Gbr II . Gbr II . II . ~ Sedangkan di dalam magnet mengarah dari kutub selatan ke kutub utara.ujungnya.2 . Kekuatan pada ujung-ujung magnet. ELECTROMAGNET. 4. 1.4.5.

3 .13 a. Gbr II . II . Arah medan magnet yang timbul tergantung dari arah arus yang melewati konduktor tersebut. Gbr II . Arah medan magnet berubah bila arah arus berubah.sifat Electromagnet.7. Mechanic Development.6. PT Pamapersada Nusantara . Bila sebuah konductor dialiri arus listrik.MAGNET 2. Sifat . maka disekeliling konductor akan timbul medan magnet dapat ditentukan menurut aturan tangan kanan. Kaidah tangan kanan dan bentuk lingkaran medan magnet pada konduktor yang dialiri arus listrik b.

maka pada gulungan / coil tersebut akan timbul medan magnet.8. makin besar medan magnet yang timbul. Makin besar arus yang mengalir. Gbr II . maka arah medan magnet yang timbul juga akan berbalik. Bila gulungan / coil dialiri arus listrik. Gbr II .4 . Arah medan magnet berubah bila arus atau gulungan berubah. Pengaruh kuatnya arus terhadap medan magnet.10.9.13 c. PT Pamapersada Nusantara . Gbr II .MAGNET II . e. d. Mechanic Development. Arah gulungan atau arah arus listrik berubah. Medan magnet pada kumparan / coil.

Induksi diri ( self Induction ).13 Gbr II . Gbr II . 8Menambahkan inti besi ke dalam ulungan / coil. g. Induksi diri. Untuk memperbesar medan magnet dapat dilakukan : 8Memperbesar arus yang mengalir.MAGNET f.12. Ketika switch dibuka ( off ) dengan tiba . Mechanic Development.tiba yang menyebabkan berbaliknya gaya gerak listrik. lilitan dan battery dihubungkan serie. Bila switch di Onkan maka arus akan mengalir dan pada lilitan akan timbul garis . 8Memperbanyak jumlah gulungan / coil. Pada gambar berikut ini diperlihatkan bahwa switch.dicegah agar tidak turun ( tetap ada ) dan disebut induksi diri ( self Induction ). Inti besi memperkuat medan magnet pada kumparan / coil. PT Pamapersada Nusantara . II . gaya gerak listrik yang berbalik akan aliran arus pada lilitan .tiba hilang dan medan magnet akan turun tiba .5 .11.garis gaya.

makin terang nyala lampu tersebut. Gbr II . Lilitan S dengan jumlah lilitan yang lebih banyak didekatkan dengan lilitan P tersebut. Percobaan induksi diri. Sebuah lilitan dihubungkan serie dengan switch dan battery. lampu tidak menyala. PT Pamapersada Nusantara . Di dalam percoban seperti pada gambar berikut ini. h.13 Adapun tegangan yang terjadipun akan berbalik seperti diperlihatkan pada gambar berikut ini : Gbr II . Makin cepat switch dilepas.MAGNET II . ketika switch dihubungkan dengan battery 6 volt. Mutual Induction ( Induksi timbal balik ). Tegangan induksi pada lilitan.14. Hal tersebut membuktikan bahwa induksi diri di lilitan. Tetapi jika switch dibuka dengan tiba .13. Bila arus melewati lilitan P diputus dan dihubungkan maka akan menyebabkan gaya gerak listrik pada lilitan S seperti diperlihatkan pada gambar berikut ini : Mechanic Development.tiba lampu akan menyala sesaat.6 .

Gbr II . PT Pamapersada Nusantara .17.7 . Mechanic Development.13 Gbr II .MAGNET II . Transformer. i. Gbr II . Pada gambar berikut ini diperlihatkan bahwa primary coil yang dihubungkan serie dengan battery dan switch. Core transformator. dimana ketebalan plat core pada umumnya 0.gerakkan ON dan OFF lampu akan menyala. Dasar teori transformator. Sedangkan bila primary coil dihubungkan dengan sumber AC.15.menerus. Hal ini disebabkan perubahan arus bolak -balik berubah secara periodik dengan frequency yang sama besar.16. lampu akan menyala. maka ketika switch digerak .35 mm. Inilah yang merupakan prinsip dasar sebuah transformer. Pada umumnya transformer dibuat dalam bentuk seperti pada gambar berikut ini. Induksi medan magnet ini menjadikan gaya gerak listrik di secondary coil berlangsung terus . Induksi timbal balik.

MAGNET II . Kaidah Tangan Kiri Fleming. 4 Jari tengah sebagai simbol arah arus pada konduktor. 2. Peristiwa tersebut dapakt dipalhami dengan kaidah tangan kiri Fleming : 4 Jari telunjuk sebagai simbol arah medan magnet. PRINSIP MOTOR LISTRIK. Pada gambar berikut diperlihatkan bahwa bila konduktor yang terletak sejajar dan dialiri arus listrik. Gaya pada konduktor yang sejajar dan dialiri arus. PT Pamapersada Nusantara .18. 1. Lilitan primer N1 N2 Lilitan primer = Arus primer I2 I1 Arus sekunder = = Gbr II . Arah gaya gerak magnet dan kaidah tangan kiri Fleming. 4 Ibu Jari sebagai simbol arah gaya magnet pada konduktor. gari sgaya magnet yang mengelilingi masing – masing konduktor akan saling mempengaruhi : Mechanic Development. Peristiwa ini dapat dilihat pada gambar berikut ini. maka konduktor akan terlempar keluar dari kutub-kutub magnet tersebut.13 Adapun hubungan antara tegangan dan arus di primary coil dan secondary coil adalah : Tegangan primer = Tegangan sekunder V1 V2 D. Bila sebuah konduktor diletakkan kutub N dan S dari magnet tapal kuda dan konduktor dialiri arus.8 .

Bila arus pada konduktor tersebut di balik. Prinsip kerja motor. Bagian yang dapat berputar ini disebut dengan armature. 4 Ibu Jari sebagai simbol arah gaya magnet pada konduktor. maka putaran armature akan berbalik. 4 Jari tengah sebagai simbol arah arus pada konduktor. Dua buah sikat arang ( brush ) B1 dan B2 yang berhubungan dengan commutator memungkinkan arus mengalir ke konduktor. II . Gaya . 3. Mechanic Development. Peristiwa tersebut dapakt dipalhami dengan kaidah tangan kiri Fleming : 4 Jari telunjuk sebagai simbol arah medan magnet. PT Pamapersada Nusantara .gaya magnet pada konduktor sejajar.garis gaya yang searah akan tarik menarik 4 Garis. Gabungan dari gerak tersebut akan memutar armature searah jarum jam ( sesuai dengan Kaidah Tangan Kiri Fleming ).19.9 . Gbr II . Konduktor yang terletak didekat kutub S akan bergerak ke kanan dan konduktor yang terletak didekat kutub N akan bergerak ke kiri.MAGNET 4 Garis. Prinsip Kerja Motor.garis gaya yang berlawanan akan tolak menolak.13 Gbr II .20. Diantara dua buah N dan S terdapat sebuah konduktor yang berujung di C1 dan C2 ( setengah cincin tembaga yang disebut commutator ).

Medan magnet di dalam lilitan akan berubah yang mengakibatkan gaya gerak listrik sehingga arus akan mengalir.21. 8Ibu jari menunjukkan gerak konduktor. Mechanic Development. maka pada konduktor akan timbul gaya gerak listrik ( timbul arus listrik ). 2. Gbr II . 1.MAGNET E.13 Bila sebuah konduktor digerak . Induksi elektro magnet. Hukum Faraday. Arus induksi di dalam sebuah konduktor.gerakkan memotong garis gaya magnet. Hal ini disebut dengan induksi elektro magnet. maka pada konduktor akan mengalir arus listrik. 8Jari tengah menunjukkan arah arus induksi. II . Pada gambar dibawah ini terlihat bahwa bila sebuah konduktor yang berada dalam medan magnet. PRINSIP KERJA ALTERNATOR. PT Pamapersada Nusantara .10 . digerakkan memootong medan magnet tersebut. “ Kaidah Tangan Kanan Fleming “ menyatakan bahwa : 8Jari telunjuk menunjukkan arah medan magnet.

4 DC generator ( dynamo ). Prinsip generator.11 . Mechanic Development.garis gaya magnet yang memotong coil menjadi tenaga listrik. Perbedaan konstruksi inilah yang pada akhirnya generator dibagi atas dua jenis yaitu : 4 AC generator ( alternator ).22. Prinsip dasar dari keduanya ini adalah sama namun dengan konstruksi yang berbeda. 3. Generator adalah sebuah alat yang merubah garis . PT Pamapersada Nusantara . Kaidah Tangan Kanan Fleming.13 Gbr II .MAGNET II .

Ketika rotor diputar searah jarum ham.23.13 Alternator. dengan demikian alternator harus diberikan arus listrik awal agar tercipta medan magnet. DC gernartor ( Dynamo ).MAGNET II . Armature coil inilah yang kemudian akan mengeluarkan arus listrik bila field coil berputar.12 . Bagian yang berputar pada alternator disebut rotor coil atau field coil yang sekaligus sebagai pembangkit medan magnet bila coil tersebut dialiri arus. pada alkternator ditandai dengan tidak adanya magnet tetap. Induksi gaya gerak listrik alternator.balik atau Alternating Current. PT Pamapersada Nusantara . Pada shaft armature terdapat comutator ( cincin yang terbelah belah ). dengan demikian arus listrik selalu berbeda polaritas setiap 180°. Akibatnya terjadilah pemotongan garis gaya magnet oleh armature coil sehingga pada armature coil akan ada arus listrik. Mechanic Development. maka induksi gaya gerak listrikk akan maksimum pada 90° dan 270° serta akan minumum pada 180° dan 360°. Sedangkan bagian yang diam disebut Stator coil atau armature coil. ditandai dengan adanya medan tetap sedangkan armature coilnya berputar didalam magnet tersebut. Polaritas yang demikian ini disebut dengan arus bolak . Pada DC generator. Flux yang melalui stator coil akan berubah perlahan – lahan seperti berikut : Gbr II .

13 Adanya cincin ini menyebabkan ini menyebabkan arus yang berbalik polaritasnya selalu diarahkan ke tempat yang sama. Mechanic Development.13 . Arus yang polaritasnya tetap ini dinamakan arus searah. PT Pamapersada Nusantara . Dengan demikian biarpun pada armature coil terjadi polaritas bolak balik.MAGNET II . tetapi keluarannya setelah melewati comutator memiliki polaritas yang selalu tetap .

KOMPONEN – KOMPONEN LISTRIK BAB III Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara .

Power rating adalah hal yang diperlukan agar resistor dapat bekerja tanpa panas yang berlebihan karena bisa merusak resistor itu sendiri. Dalam rangkaian. Resistor dapat digolongkan menjadi 3 ( tiga ) jenis : 8Resitor tetap. 1.38 Resistor merupakan salah satu parameter dasar yang paling sering dipakai dalam rangkaian .1. apabila pada badan resistor tidak ditulisjkan harga resistansinya. PT Pamapersada Nusantara . III . 8Resitor variable. Resistor tersedia dengan harga resistansi yang cukup banyak.gelang berwarna. 8Resitor non linier.KOMPONEN – KOMPONEN LISTRIK A. selain harga resistansinya. Resistor Tetap.1 . Mechanic Development. yang perlu diketahui adalah power ratingnya. Pada umumnya resistor dibuat dari kawat yang dililit atau dari karbon dan dibentuk seperti contoh berikut ini. Namun demikian. Adapun untuk mengidentifikasi besarnya harga resistansi sebuah resistor tetap. diperlukan resistor dengan harga yang tepat agar rangkaian dapat berfungsi sesuai dengan yang diharapkan. mulai dari beberapa ohm sampai dengan beberapa mega ohm. Gbr V . Contoh bentuk resistor tetap. Yang dimaksud dengan resistor adalah resistor yang sengaja dibuat dengan harga resistansi ( ohm = Ω ) tertentu. RESISTOR. Adapun power ratingnya mulai dari 0. maka pada badan resistor dibuat gelang .1 watt sampai dengan beberapa ratus watt.rangkaian listrik.

Nu band Co mbe rin g co lou de r 1st band Resistance no 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 - 2nd band Resistance no 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 - 3rd band No of zeros 4th band Error rate of resist Black Brown Red Orange Yellow Green Blue Purple Grey White Golden Silver Colourless 0 00 000 0.38 Tabel berikut ini dapat dipergunakan untuk menghitung harga resistansi sebuah resistor.01 - 1% 2% 5% 10% 20% Gbr III . PT Pamapersada Nusantara .000.000. Co l.2.000 0.KOMPONEN – KOMPONEN LISTRIK III .000 00.000 000.000.1 x 0. Mechanic Development.000 x 0. Tabel harga resistansi resistor.000 000.2 .000 00.

Gbr III .3 . Mechanic Development. Gbr III . Wirewound Potentiometer. Semua resistor variable diatas mempunyai terminal tetap dan terminal tidak tetap yang dapat digeser sepanjang elemen resistor tersebut. Contoh gelang warna dan harga resistansi. 2. Sebuah lengan yang digeser . Potentiometer ini terbuat dari lilitan kawat yang berbentuk lingkaran. Resistor variable yang digunakan di dalam peralatan elektronik dikenal dalam 3 jenis yaitu : 8 Potentiometer. 8Potentiometer.38 22000 = 5 % ohm 3900 + 10 %. a.KOMPONEN – KOMPONEN LISTRIK Contoh : III . PT Pamapersada Nusantara . Resistor Variable.geser dibuat berhubungan dengan elemen resistor yang bisa digeser yang akan menghasilkan harga resistansi berbeda.3. 8 Trimmer.4. Wirewound potentiometer.

maka lengan variablenya akan menggerakkan wiper dan membuat hubungan pada beberapa terminal. Carbon potentiometer ini tersedia dengan harga resistansi 50 sampai 10M dengan rating daya 0. PT Pamapersada Nusantara .6. Lengan variablenya berhubungan dengan elemen resistor oleh suatu pemutar. Potentiometer jenis trimmer. Contoh berbagai macam bentuk trimer adalah sebagai berikut : Gbr III .Apabila sumbu pemutar diputar. Potentiometer ini mempunyai elemen resistor daklam suatu jalur yang berbentuk lingkaran.KOMPONEN – KOMPONEN LISTRIK III .4 .38 Pada umumnya potentiometer ini tersedia dengan harga resistansi 50 sampai 50 K dengan rating ½ sampai 8 watt.1 sampai 2.25 watt. Contoh konstruksi dan bentuk carbon potentiometer ini adalah sebagai berikut : Gbr III . b. Carbon potentiometer. Bahan yang digunakan adalah karbon. Potensio jenis ini biasanya dipasang pada PCB dimana dibutuhkan suatu pengkalibrasian. 8Trimmer.5. Carbon Potentiometer. Mechanic Development.

Thermistor adalah salah satu jenis resistor yang mempunyai koeffisien temperatur yang sangat tinggi.ubah ( tidak sesuai dengan hukum ohm ). Harga nominal biasanya ditetapkan pada temperaur 25ºC. NTC ( Negative Thermal Coefficient ). a.KOMPONEN – KOMPONEN LISTRIK 3.5 . 8 Themistor.7. Resistor non linier ada 3 jenis yaitu : 8 Thermistor. resistansinya juga akan berubah. Terdapat 2 jenis termistor yaitu : a. Resistor Non Linier.alat besar. PTC ( Positive Thermal Coefficient ). Co O atau Fe2 O3. tegangan dan cahaya yang jatuh terserap. Hubungan resistansi dan temperatur pada thermistor NTC. 8 Light Dependent Resistor. dimana dengan adanya perubahan temperatur. Perubahan resistansinya yang diakibatkan dalam bentuk non liniernya ditunjukkan dalam bentuk diagram resistansi dengan temperatur. Thermistor NTC merupakan resistor dengan koefiisien temperatur negatif yang sangat tinggi. tetapi merupakan fungsi dari temperatur. PT Pamapersada Nusantara . Selanjutnya pada buku ini hjanya dibahas mengenai thermistor yang banyak digunakan dalam sistem kelistrikan alat . 8 Voltage Dependent Resistor. Thermistor jenis ini pada umumnya dibuat dari Ni O. III . b. Thermistor NTC. Mechanic Development. RΩ HARGA NOMINAL 40 20 10 8 4 2 1 0 25 50 75 100 t ºC Gbr III .38 Ketiga jenis resistor diatas harganya berubah .

Pada gambar berikut ini diperlihatkan bahwa kapasitor terbuat dari 2 ( dua ) buah plat. Kapasitor adalah suatu komponen elektronika yang mempunyai sifat . Plat konduktor tersebuit dibuat sejajar dan dipisahkan oleh bahan dielektrika. 1.38 Thermistor PTC merupakan resistor dengan temperatur positif yang sangat tinggi. Dalam pemakaian.6 . Thermistor jenis ini pada umumnya dibuat dari Ba Ti O3.sifat : 8Dapat menyimpan muatan listrik.8. Konstruksi. PT Pamapersada Nusantara . Berikut ini adalh contoh diagram resistansi dengan temperatur untuk thermistor PTC. kapasitor dapat diisi muatan dan dikosongkan kembali yang sangat tergantung pada sirkuit yang memakainya. III .KOMPONEN – KOMPONEN LISTRIK b. 8Dapat menahan arus searah ( DC ). Hubungan resistansi dan temperatur pada thermistor PTC. B. 8Dapat melewatkan arus bolak . Mechanic Development.balik ( AC ). Gbr III . KAPASITOR. Skala resistansinya berubah mulai dari beberepa ratus ohm pada temperatur 75º dan beberapa kilo ohm pada temperatur 150ºC. Thermistor PTC.

Yang dimaksud bahan dielektrika adalah bahan yang mempunyai kemampuan menerima medan listrik.00006 2-3 4-7 6 80. PT Pamapersada Nusantara .KOMPONEN – KOMPONEN LISTRIK III .854 x 10 -12 farad/meter Mechanic Development.7 . Contoh . Konstruksi dasar kapasitor. III .38 Gbr. Besarnya permitivitas ruang hampa udara adalah : εo = 8. Bahan dielektrika tersebut mempunyai faktor dielektrika atau permitivitas yang berlainan dengan satuan farad / meter.contoh bahan dilelektrika adalah sebagai berikut : BAHAN Ruang Hampa Udara Kertas.0 Adapun yang dimaksud dengan permitivitas ( Er ) adalah suatu konstanta pembanding antara permitivitas suatu bahan dielektrika dengan permitivitas ruang hampa udara.00 1.9. Parafin Mika Porselin Air suling r 1.

Prinsip pengisian kapasitor. Gbr III . Mechanic Development. Prinsip pengosongan kapasitor. Prinsip kerja kapasitor dapat dijelaskan sebagai berikut : 8Charge : Sumber atau battery akan menolak elektron . Gbr III . 8 Memperbesar kemampuan kedua plat dalam menerima tegangan 8 Memperbesar nilai kapasitansi.10.38 8 Memisahkan kedua plat secara mekanis sehingga jaraknya sangat dekat tetapi bersinggungan. PT Pamapersada Nusantara .elektron ke salah satu plat dan menarik elektron dari plat yang lainya. 8Discharge : Elektron .elektron yang terkumpul pada salah satu plat akan bergerak untuk mengisi elektron yang hilang pada plat yang lainnya.11.KOMPONEN – KOMPONEN LISTRIK Adapun fungsi bahan dielektrika tersebut adalah untuk : III .8 .

pada bahan dielektrika yang sama. maka : Luas efektif = ( n . berarti makin besar kemabnpuan kapasitor menyimpan muatan listrik. Adapun untuk kapasitor yang mempunyai jumlah plat lebih dari dua ( umumnya digunakan untuk kapasitor variable ). III .KOMPONEN – KOMPONEN LISTRIK 2.28 x 1018 elektron ).854 x 10 -12 F/m ). Sebaliknya bila jarak antara kedua plat semakin jauh maka kapasitas kapasitor akan semakin kecil. = Permitivitas relatif bahan dielektrika.1 ) A Sehingga : C = Eo . = Permitivitas ruang hampa udara ( 8.1 ) A/d 3. Rumus kapasitansi dari suatu kapasitor dapat dituliskan sebagai berikut : C C Eo Er A d = Eo . Er . = Luas penampang plat ( m2 ). Selanjutnya sebuah kapasitor dikatakan mempunyai kapasitas 1 Farrad bila diberi tegangan 1 volt dapat menyimpan muatan sebesar 1 coulomb ( 6. Dengan demikian. Pada dasarnya kapasitas kapasitor tergantung dari beberapa faktor. Kapasitas Kapasitor. PT Pamapersada Nusantara . Pengisian Dan Pengosongan Kapasitor. 8 Jarak antara kedua plat konduktor. Er ( n .38 Yang dimaksud dengan kapasitor adalah kemampuan suatu kapasitor di dalam menyimpan muatan listrik. yaitu : 8 Bahan dielektrika yang digunakan. Untuk menjelaskan pengisian dan pengosongan kapasitor dapat dipergunakan gambar berikut ini : Mechanic Development. A/d = Kapasitansi dalam Farad ( F ). = Jarak antara kedua plat ( m ). 8 Luas penampang plat konduktor.9 . bila luas penampang plat makin besar. bila n adalah jumlah plat.

Hal ini dapat dilihat pada gambar berikut ini : Gbr III . Grafik arus dan tegangan pada pengisian kapasitor. PT Pamapersada Nusantara .38 Gbr III . arus akan berhenti. Perbedaannya potensial pada kapasitor akan mulai naik bersamaan dengan menurunnya arus.12. hambatan R dan capasitor C. Prinsip pengisian kapasitor.KOMPONEN – KOMPONEN LISTRIK Untuk menjelaskan pengisian dan pengosongan kapasitor dapat dipergunakan gambar berikut ini : III .10 . Mechanic Development. switch S. maka arus akan mengalir dari battery. sedemikian rupa sehingga saat perbedaan potensial pada kapasitor maksimum.13. Pada saat switch s dihubungkan keposisi 1.

swijtch S dihubungkan ke posisi 2. Kapasitor akan mengeluarkan energi yang disimpannya dan kemudian disisipkan ke ham. terjadilah proses pengosongan kapasitor.KOMPONEN – KOMPONEN LISTRIK III . Tegangan pada kapasitor akan menurun dan arus pada hambatan R pun akan menurun hingga tegangan pada kapasitor nol dan aruspun berhenti mengalir seperti dijelaskan pada gambar berikut ini : Gbr III . Mechanic Development. Perhatikan bahwa arus yang mengalir adalah berlawanan arah dengan arus saat pengisian. PT Pamapersada Nusantara .14.38 Selanjutnya setelah perbedaan potensial pada kapasitor maksimum.11 . ternyata waktu yang diperlukan untuk pengisian kapasitor tergantung dari besarnya kapasitansi kapasitor dan hambatan yang dipasang secara serie debngan kapasitasnya. Grafik arus dan tegangan pada pengosongan kapasitor.abatn R.. Didalam penyelidikan.

KOMPONEN – KOMPONEN LISTRIK 4. Hubungan serie. Rangkaian kapasitor serie. Gbr III . Pada hubungan serie adalah : Harga kapasitor dari dapat diperoleh dengan cara sama seperti memperoleh tahanan total dari tahanan yang dihubungkan parallel. Rangkaian kapasitor parallel.16.38 a. Mechanic Development.15. Gbr III . Pada hubungan parallel adalah : Harga total dari kapasitansi pengganti dari beberapa kapasitor diperoleh dengan cara sama seperti memperoleh tahanan total pada rangkaian serie. Hubungan parallel. III . PT Pamapersada Nusantara . Pada contoh gambar diatas.12 . Hubungan serie dan parallel pada kapasitor. maka : 1/Ct = 1/C1 + 1/C2 = 1/1000 + 1/1000 = 2/1000 Ct = 1000/2 = 500 µ F b.

13 .38 = 1000/2 = 500 µ F. Lihat gambar : Mechanic Development. daya besar dan tegangan tinggi ) 8Peka terhadap temperatur. maka : Ct = C1 + C2 = 1000 + 1000 = 2000 µ F Ct III . 1. Bahan semi konduktor yang banyak dipergunakan dalam pembuatan komponen semi konduktor adalah silikon ( Si ) dan Germanium ( Ge ). Material Semi Konduktor. 8Effisiensi yang tinggi dengan konsumsi daya yang rendah. 8Pada jenis . 8Tahan terhadap goncangan. Pada umumnya Si dipergunakan untuk komponen dengan kapasitas besar. Keuntungan penggunaan semikonductor adalah : 8Kecil dan ringan. SEMI CONDUKTOR. Kerugiannya adalah : 8Pembuatan tidak mudah ( terutama untuk frekwensi tinggi. C. Semi Konduktor memiliki jumlah elektron terluar 4 (ingat teori elektron). 8Kebisingan suara rendah. Dimana elektron terluar saling mengisi sehingga jumlah elektron terluar pada ikatan tersebut adalah 8. Dalam material atom.jenis tertentu sangat mahal. 8Tahan lama.KOMPONEN – KOMPONEN LISTRIK Pada contoh gambar diatas. PT Pamapersada Nusantara . Si atau Ge terikat dalam bentuk ikatan covalent. sedangkan Ge untuk kapasitas kecil karena Ge mempunyai sifat lebih buruk dari Si.

untuk membuat material N dapat juga digunakan materal Arsenic ( As ) atau Antimony ( Sb ). 2. Struktur kristal silikon.38 Gbr III .KOMPONEN – KOMPONEN LISTRIK III .18.N.17. Gbr III . Selain material P ( phosphorus ). Material N. PT Pamapersada Nusantara . Selanjutnya material tersebut dinamakan Material .N ( material donor ). Bila kristal Si atau Ge ditambah ( di-doping ) dengan material P ( phosphorus ) yang mempunyai 5 elektron di-outer ring. Kristal material . Salah satu elektron dari material P tersebut dapat bergerak bebas ke seluruh kristal sehingga menjadi elektron bebas ( free electron ).14 . maka akan terjadi salah satu elektron P yang tidak saling mengikat dengan kristal Si atau Ge. Mechanic Development.

38 Bila kristal Si atau Ge ditambah ( di-doping ) dengan material Al ( Alumunium ) yang mempunyai 3 elektron di-outer ring.19. Bila material N dihubungkan dengan sebuah sumber. III . PT Pamapersada Nusantara . Gbr III .KOMPONEN – KOMPONEN LISTRIK 3. Material P. Selain material Al ( aluminium ). Dengan sifat yang demikian. untuk membuat material P dapat juga digunakan materal B ( boron ). maka kristal Si atau Ge yang didoping dengan Al disebut dengan Material . Arus pada Material N atau P.elektron bebas seperti halnya pada sebuah kabel tembaga. Mechanic Development.20.P. Kristal material . Arus ini adalah gerakan dari elektron . 4.P ( material akseptor ). Gbr III . Gerak elektron pada material N.15 . maka arus elektron akan mengalir disirkuit. maka untuk membentuk ikatan kristal / covalent bonding akan kekurangan elektron yang disebut dengan hole.

Dioda terdiri dari gabungan material N dan material P.38 Bila material P dihubungkan dengan sebuah sumber.menerus dari terminal positif ke negatif inilah yang merupakan dasar pengoperasian komponen semi konduktor ( misalnya diode dan transistor ).21.KOMPONEN – KOMPONEN LISTRIK III .16 . Konstruksi Dasar Diode. Mechanic Development. maka arus yang terjadi adalah gerakan “ postive Charged Holes “ seperti terlihat berikut ini : Gbr III . Gerakkan hole yang secara terus . D I O D E.22. Konstruksi dasar dioda. Gerak hole material P. Gbr III . PT Pamapersada Nusantara . 1. D. Diode adalah suatu komponen elektronika dua kutub Anoda dan Katoda.

PT Pamapersada Nusantara .23. Prinsip kerja diode. Mechanic Development. Karakteristik Diode. Untuk menelaah karakteristik sebuah diode. Gbr III .17 . 3. Arus listrik hanya bisa mengalir apabila diode mendapat Forward Bias atau arus hanya mengalir dari anode ke cathode saja.38 Diode dikatakan mendapat arus forward Bias apabila anode ( A ) lebih positif dari Cathode ( K ) dan dikatakan mendapat reverse Bias apabila Cathode (K) lebih positif dari anode ( A ).KOMPONEN – KOMPONEN LISTRIK 2. III . Prinsip Kerja Diode. maka pada gambar berikut ini diberikan suatu contoh karakteristik sebuah diode.

untuk mengidentifikasi sebuah diode.bentuk diode.25. 4.24.bentuk Diode. Berikut ini contoh bentuk .KOMPONEN – KOMPONEN LISTRIK III . paad umumnya terminal cathode diberi tanda / warna atau pada badan diode digambarkan simbol diode. Gbr III .18 . Selanjutnya.38 Gbr III . Bentuk . Contoh karakteristik diode. Bentuk . PT Pamapersada Nusantara .bentuk diode pada umumnya. Mechanic Development.

sebuah zener diode tidak mengalirkan arus bila reverse bias voltage lebih rendah dari 6 volt.19 . Suatu contoh . yang disisipkan suatu lapisan tipis P atau N. maka zener diode dengan sekonyong . 1. Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara . adalah dua buah lapisan P yang disisipkan ditengahnya satu lapisan tipis N. III . Adapun dalam penggunaannya transistor dapat berfungsi sebagai electric switch dan sebagai penguat.38 Zener diode adalah sebuah diode yang dirancang khusus untuk menghantarkan arus reverse tanpa merusaknya. Transistor adalah suatu komponen elektronika yang dibuat dengan penggabungan dari material P dan N. Simbol dan contoh karakter Zener diode dapat dilihat pada gambar berikut ini : Gbr III . Simbol dan contoh karakteristik Zener Diode. Dalam pembuatannya transisitor PNP. E.konyong mengalirkan arus reverse.26.KOMPONEN – KOMPONEN LISTRIK 5. Transistor PNP. Zener Diode. TRANSISTOR. Tetapi bila reverse bias voltage menjadi 6 volt atau lebih. Dengan demikian terdapat dua kemungkinan transistor yaitu PNP atau NPN.

28. le = arus emitter.27. lc = arus collector. Dan bila : lb = arus base. Prinsip kerja transistor PNP dapat dijelaskan sebagai berikut : Gbr.KOMPONEN – KOMPONEN LISTRIK III . Prinsip kerja transistor PNP. le = lb + lc maka : Mechanic Development. III .38 Gbr. Pada prinsipnya akan ada arus mengalir dari emitter ( E ) ke collector ( C ) bila sudah ada arus dari emitter ( E ) ke base ( B ). Konstruksi dan simbol transistor PNP. PT Pamapersada Nusantara . III .20 .

le = arus emitter.29. diantara lapisan N disisipkan satu lapisan P. Konstruksi dan simbol transistor NPN.KOMPONEN – KOMPONEN LISTRIK 2. Dengan demikian konstruksi dasar transistor NPN dan simbolnya dapat digambarkan sebagai berikut : Gbr.38 Dalam pembuatan transisitor NPN. Dan bila : lb = arus base. III . Prinsip kerja transistor NPN. Transistor NPN. lc = arus collector. PT Pamapersada Nusantara . Pada prinsipnya akan ada arus mengalir dari collector ( C ) ke emitter ( E ) bila sudah ada arus dari base ( B ) ke emitter ( E ). le = lb + lc maka : Mechanic Development. Prinsip kerja transistor NPN dapat dijelaskan sebagai berikut : Gbr. III .21 .30. III .

Mechanic Development. Dasar polaritas transistor. Cathode ( K ) dan Gate ( G ). III . Hal tersebut diatas dapat dilihat pada gambar berikut ini. III . Contoh bentuk . 4.KOMPONEN – KOMPONEN LISTRIK 3. transistor harus diberi polaritas sebagai berikut : 8Pertemuan emitter base diberi polaritas dalam arah maju. Konstruksi dasar thyristor. + + PNP + + NPN - Gbr. Bentuk . Konstruksi dasar sebuah SCR adalah merupakan susunan empat lapisan bahan semi konduktor P N P N atau N P N P dengan tiga terminal keluaran yaitu Anode ( A ).32.38 Dalam keadaan mkerja normal. F. 8Pertemuan base collector diberi polaritas dalam arah mundur. Karakteristik NPN. III .bentuk transistor pada umumnya : Gbr. 1. PT Pamapersada Nusantara . Berikut ini adalah contoh bentuk .31.bentuk transistor . THYRISTOR ( SCR = SILICON CONTROLLED RECTIFIER ).22 .bentuk transistor.

III .KOMPONEN – KOMPONEN LISTRIK III .23 . 2.33. Pada dasarnya sebuah thyristor sama dengan dua buah transistor yang dihubungkan seperti pada gambar diatas. Bila base current ( 1 ) sudah mengalir ke Tr1. Mechanic Development. Selanjutya untuk meng-OFF-kan thyristor dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu : 8 Memperkecil arus mengalir hingga nol. PT Pamapersada Nusantara . Hal ini dapat dilihat dari gambar berikut. 8 Diberikan hubung singkat dengan kapasitor yang sudah diberi charge. Konstruksi dasar dan simbol SCR. Prinsip kerja thyristor.38 Gbr.34. maka arus akan mengalir arus base ( 2 ) pada Tr2. III . Prinsip kerja sebuah thyristor dapat dijelaskan sebagai berikut : Gbr. Prinsip Kerja thyristor. arus collector ( 3 ) pada Tr2 akan mengalir yang juga merupakan arus base ( 1 ) ditiadakan ( thyristor tetap ON ). Akibatnya.

PT Pamapersada Nusantara . Dari hal tersebut thyristor tidak akan ON kecuali berikan arus gate ( thyristor diberi forward bias ).36. III . maka thyristor akan ONM setelah ada arus gate. maka tiba .24 . Jika thyristor diberi forward bias ( anode diberi tegangan positif dan cathode diberi tegangan negatif ).38 Gbr. Mechanic Development. Contoh karakteristik sebuah thyristor. 3. Tegangan ini disebut “ break over voltage “ yang dapat merusak thyristor. III . Dalam kondisi diatas ( forward bias ) tegangan dinaikkan sampai tegangan tertentu.KOMPONEN – KOMPONEN LISTRIK III . Gbr. Karakteristik thyristor.tiba thyristor akan ON. Meng-Off-kan thyristor. Pada gambar berikut ini diperlihatkan contoh karakteristik sebuah thyristor.35.

Mechanic Development. Dengan demikia. Bentuk . maka pada tegangan tertentu thyristor akan “ break down “. Selanjutnya bila tegangan dinaikkan ( diberi reverse voltage ). 5.bentuk thyristor.bentuk thyristor. Contoh bentuk . Contoh bentuk .37.KOMPONEN – KOMPONEN LISTRIK III . maka thyristor mempunyai karkteristik seperti diode biasa. Hal inipun dapat merusak thyristor. thyristor akan tetap OFF.25 .bentuk thyristor dapat dilihat pada gambar berikut ini : Gbr. bila thyristor diberi reverse bias ( anode diberi tegangan negatif dan cathode diberi tegangan negatif ). PT Pamapersada Nusantara . III .38 Selanjutnya.

Battery dapat dibedakan berdasarkan konstruksi dan tipenya ada 2 macam yaitu : a.38. B A T T E R Y III . Battery ini antara sel yang satu dengan yang alin dihubungkan dengan lead bar di dalam case.26 . 1. Konstruksi Solid. PT Pamapersada Nusantara .38 Fungsi battery adalah sebagai alat perubah energi kimia menjadi energi listrik untuk menyediakan listrik bagi sistem kelistrikan pada unit. b. seperti pada gambar berikut ini : Gbr III .selnya berdiri sendiri .KOMPONEN – KOMPONEN LISTRIK G. Terminal yang kelihatan hanya dua buah hasil hubungan seri dari sel . Battery jenis Coumpound.selnya seperti gambar berikut ini.sendiri dan antara sel yang satu dengan yang lain dihubungkan dengan lead bar ( connector ) di luar case. Mechanic Development. Konstruksi. Konstruksi compound. Battery ini sel .

KOMPONEN – KOMPONEN LISTRIK

III - 27 - 38

Gbr III - 39. Battery jenis Solid. 2. Tipe Battery. Battery menurut tipenya ada 2 macam yaitu : a. Tipe Basah ( Wet Type ). Battery tipe basah ( Wet Type ) terdiri dari elemen - elemen yang telah diisi penuh dengan muatan listrik ( full charged ) dan dalam penyimpanannya telah diisi dengan elektrolit. Battery ini tidak bisa dipertahankan tetap dalam kondisi full charge. Sehingga harus diisi ( charge ) secara periodik. Selama battery tidak digunakan dalam penyimpanan, akan terjadi reaksi kimia secara lambat yang menyebabkan berkurangnya kapasitas battery, reaksi ini disebut “ Self Discharge “. b. Tipe Kering ( Dry Type ). Battery tipe kering ( Dry Type ) terdiri dari plate - plate ( postif & negatif ) yang telah diisi penuh dengan muatan listrik, tapi dalam penyimpanannya tidak diisi dengan elektrolit. Jadi keluar dari pabrik dalam kondisi kering. Setelah battery tersebut diaktif ( diisi elektrolit ), battery dry tipe ini pada dasarnya sama seperti dengan battery tipe basah ( Wet Type ).Elemen elemen battery ini diisi secara khusus dengan cara memberikan arus DC pada plat yang direndamkan ke dalam larutan elektrolit lemah. Setelah plat - plat itu terisi penuh dengan muatan listrik, kemudian di angkat dari larutan elektrolit kemudian dicuci dengan air dan dikeringkan. Kemudian plat -plat tersebut diassembling dalam case battery.Sehingga bila battery tersebut akan dipakai, cukup diisi elektrolit dan langsung bisa digunakan tanpa charge kembali.
Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

KOMPONEN – KOMPONEN LISTRIK

III - 28 - 38

Cara pengisian elektrolit dapat dilihat pada gambar berikut ini :

Gbr III - 40. Pengaktifan Dry Charged Batteries. 3. Vent Plug . Vent plug terdapat ( menjadi satu ) pada tutup di setiap sel. Fungsi tutup itu itu adalah untuk mencegah masuknya debu dan kotoran ke dalam sel. Fungsi yang lebih penting lagi adalah agar tersedia saluran ( lubang ) untuk membebaskan gas dan memungkinkan terbentuknya lagi asam sulfat yang terkandung di dalam uap asam yang terbentuk pada saat pengisian battery ( lihat bentuk saluran vent plug ). Membiarkan tutup sel itu terbuka menyebabkan kotornya sekitar lubang oleh karena adanya uap asam.

Gbr III - 41. Vent Plug.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

KOMPONEN – KOMPONEN LISTRIK
4. Plat Positif Dan Plat Negatif. a. Plat Positif.

III - 29 - 38

Plat positif terbuat dari material PbO2 ( Lead Peroxide ) yang berwarna coklat tua. b. Plat Negatif. Plat negatif terbuat dari material Pb ( spongy lead ) yang berwarna kelabu. Untuk mencegah plat positif dan plat negatif bersinggungan, dipasang separator yang terbuat dari polyvinyl chloride ( PVC ) yang berpori - pori. 5. Elektrolit ( H2SO4 ). Standard berat jenis ( specific gravity ) elektrolit battery pada temperature standard ( 20 ° C ) adalah 1.280. Apabila temperature larutan elektrolit berubah, maka standard berat jenis elektrolit battery dapat dicari dengan rumus : S 20 = St + 0,007 ( t – 20 ) Dimana : S 20 = Berat jenis pada temperatur 20 ° C. St = Berat jenis pada temperatur pengukuran t = Teperature elektrolit pada saat pengukuran

Berat jenis akan turun pada saat battery dipakai ( discharge ). Pada kondisi standard ( 20° C ), bila berat jenis elektrolit turun mencapai 1.200, maka battery harus diisi kembali ( charging ). Bila jumlah elektrolit di dalam battery berkurang, maka harus ditambah dengan air aki ( air suling saja ). Perubahan berat jenis elektrolit tergantung oleh : 8Discharge rate. 8Charge rate. 8Temperature. 8Jumlah asam sulfat yang terkandung dalam elektrolit.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

KOMPONEN – KOMPONEN LISTRIK III .8º .13º . Gbr III .42.140 1. Larutan elektrolit dapat membeku pada temoeratur tertentu.gambar berjkut ini : Gbr III . Oleh karena itu kalau menyimpan battery boleh ditempat sedingin mungkin asalkan tidak sampai larutan elektrolitnya membeku. Perubahan berat jenis elektrolit saat battery digunakan. Perubahan berat jenis elektrolit saat pengisian battery.100 1.6º .43.220 1. ( ºF ) ( ºC ) +18º + 8º .31º -75º .21 .38 Perubahan berat jenis ini dapat dilihat pada gambar .30 .180 1.charged Gbr III . Seperti terlihat pada tabel berikut ini : Condition of Battery Discharged Specific Grafity of Electrolyte 1.59º Fully . PT Pamapersada Nusantara .35º .44. Pembekuan elektrolit pada berat jeis denngan temperatur tertentu.260 When Electrolyte Frerzes ( temp ). Mechanic Development.

Larutan Elektrolit. pl. Larutan elektrolit ini terdiri dari pencampuran antara Asam Sulfat (H2SO4) yang berat jenisnya 1.38 Battery pada saat discharging maupun re . = 1.charging akan terjadi reaksi kimia. = 1.KOMPONEN – KOMPONEN LISTRIK 6.at positif kembali menjadi PbO2 dan plat negatifnya Pb.31 .GR.GR. Hasil campuran 36 Asam sulfat dan 64 %air ajkan menghasilkan elektrolit yang berat jenisnya 1.270 Gbr III . Reaksi Kimia Pada Saat Recharging. III .000 36 % ACID SP.835 ELECTROLYTE SP. PT Pamapersada Nusantara . Mechanic Development. Rekasi kimia yang terjadi ialah : PbO2 + 2 H2SO4 + Pb ----------> PbSO4 + 2 H2O + PbSO4 Pada akhir discharging.GR. Komposisi elektrolit battery. Reaskis kimia terjadi ialah : PbSO2 + 2 H2SO4 + PbSO4 ----------> PbO2 + 2 H2O + Pb Akhir dari proses recharging ini. b.270 pada 80º F ( 27ºC ). c. sedangkan elektrolit kembali terbentuk menjadi H2SO4. = 1. a.835 dan air ( H2O ) yang berat jenisnya 1 dengan komposisi tertentui seperi gambar berikut ini : H2O H2SO4 64 % WATER SP. plat positif dan plat negatif akan menjadi Pb SO4 dan elektrolitnya akan menjadi H2O.45. Reaksi Kimia Pada Saat Discharging. Reaksi Kimia. Yang dimaksud discharging adalah penggunaan isi ( kapasitas ) battery. Recharging adalah proses pengisiah battery.

ketika recharging apabila sudah mencapai terminal voltage. Ketika battery dipakai degan arus besar. III . maka tahanannya dalam battery akan naik. akan timbul gelembing . PT Pamapersada Nusantara .plat dan elektrolit ). Pada saat recharging tersebut.38 Terminal voltage adalah batas tegangan battery yuang diijinkan pada saat discharging dan recharging. Pada saat recharging ( arus pengisian kurang lebih sepersepuluh dari arus discharging rata .gelembung karena peritiwa elektolisa ( penguraian ) H2O. a.gelembung tersebut dapat menyebabkan umur battery pendek. Oleh karena itu. Saat Recharging. tetapi juga akibat polarisasi battery itu. Final terminal voltage untuk 1 sel battery saat discharge. maka recharging dihentikan. Saat Dicharging. Hal ini tidak hanya disebabkan berkurangnya asam sulfat ( yang semestinya untuk mempertahankan kecepatan reaksi kimia antara plat . Terminal Voltage. Terminal volatge battery dalam satu sel yang dipakai selama 20 jam ( untuk battery N 200 ) dan arus yang digunakan 10A adalah seperti pada kurva berikut ini : Gbr III . Gelembungf .KOMPONEN – KOMPONEN LISTRIK d.46.32 . Lihat kurva berikut ini : Mechanic Development. 2.rata ) maka akan menghasilkan naiknya perbedaaan potensial antara terminal positif dan negatif. sebagai contoh digunakan untuk memutar engine waktu start.

Hal . Hal ini disebabkan setelah battery diisi elektrolit. Hubungan singkat antara plat positif dan plat negatif melalui endapan dari material aktif. Mechanic Development. Jika suhu dan konsentrasi elektrolit tidak merata disekitar plat posiitf dan negatif akan terjadi reaksi elektrokimia lokal. Kehilangan muatan listrik yang tersimpan tanpa pemakaian melalui rangkaian luar disebut “ Self Discharge “. Self Discharge Suatu battery yang telah diisi elektrolit.47. maka battery mulai mengalami suatu reaksi kimia.hal seperti diatas ini yang menyebabkan muatan battery akan berkurang meskipun tidak dipakai. Hal ini juga berarti “ Self Discharge “ akan bertambah cepat jika suhu lebih tinggi. Sebab . 7. Reaksi kimia yang terjadi dalam battery akan lebih cepat dengan kenaikan suhu elektrolit.KOMPONEN – KOMPONEN LISTRIK III .. Plat negatif beraksi langsung dengan asam sulfat dari elektrolit membentuk timbal sulfat ( PbSO4 ). Sifat seperti ini tidak dapat dihindarkan pada semua battery. c. terminal voltage pada saat recharging untuk 1 sel. jika didiamkan ( tidak dipakai ) akan kehilangan muatan listriknya.sebab self discharge sebagai berikut : a. PT Pamapersada Nusantara .38 Gbr III .33 . b. meskipun battery tersebut dipakai atau tidak.

Kapasitas Battery. Sedang battery yang sanggup melepaskan muatan sebesar 5 ampere selama 20 jam disebut battery mempunyai kapasitas 100 AH untuk laju arus 20 jam. karena akan menimbulkan reaksi lokal. Tapi tidak berarti sanggup melepaskan muatan sebesar 10 ampere selama 10 jam. Kapasitas battery adalah jumlah listrik yang dapat dihasilkan dengan melepaskan arus tetap. Ini berarti battery tersebut sanggup melepaskan muatan sebesar 5 ampere selama 20 jam. Jadi untuk menyatakan kapasitas battery.34 . Misalnya suatu battery mempunyai kapasitas 100 AH untuk laju arus 20 jam. sampai dicapai voltage akhir ( final terminal voltage ). Suatu battery yang sanggup melepaskan muatan sebesar 10 ampere selama 10 jam disebut mempunyai kapasitas 100 AH untuk laju arus 10 jam. Jadi penyimpanan battery pada suhu rendah lebih effektif dalam memperkecil kecepatan “ Self Discharge “ seperti terlihat pada kurva berikut ini : Gbr. Besarnya ditentukan dengan mengalikan besar arus pelepasan dengan waktu pelepasan dan dinyatakan dalam AH ( Ampere Hour ).KOMPONEN – KOMPONEN LISTRIK III . 8.38 Reaksi kimia yang terjadi dalam battery akan lebih cepat dengan kenaikan suhu elektrolit. PT Pamapersada Nusantara . Mechanic Development. Karena kapasitas battery tergantung dari kuat arus pelepasan. Faktor lain yang mempercepat “ Self Discharge “ adalah bila elektrolit atau air suling yang disiikan ke dalam battery mengandung material – material pengetes. Self Discharge terhadap temperatur elektrolit. Hal ini juga berarti “ Self Discharge “ akan bertambah cepat jika suhu lebih tinggi. III – 48. perlu ditentukan laju arus pelepasan.

Selain arus pelepasan dan laju arus pelepasan. Makin besar arus pelepasan. Hubungan antara laju arus pelepasan kapasitas battery ( untuk battery 120 AH / 20 H ) dapat dilihat pada kurva berikut ini : Gbr.49.35 . Standard suhu untuk menentukan kapasitas battery adalah 25ºC. Hubungan temperatur elektrolit dan kapasitas battery. Hubungan antara kapasitas battery dan laju arus pelepasan.50. suhu elektrolit juga mempengaruhi kapasitas battery. Pengaruh suhu elektrolit terhadap kapasitas battery dapat dilihat pada kurva berikut ini : Gbr. III . akan sampai pada final terminal voltage selama laju arus 20 jam pada suhu elektrolit 25ºC. Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara . III .KOMPONEN – KOMPONEN LISTRIK III . makin kecil laju arus pelepasan.38 Jadi jika ingin membandingkan kapasitas battery perlu disamakan dahulu laju arus pelepasan muatan listriknya. Misalnya suatu battery yang dinyatakan mempunyai kapsitas 200 AH untuk laju arus 20 jam adalah bila battery tersebut dipakai ( Discharge ) dengan arus konstan 10 A.

0007 tiap penurunan 1ºC. 8.294 + 0.20 ) = 1. Alat untuk mengukur berat jenis elektrolit disebut “ Hydrometer “ dan dilengkapi dengan thermometer elektrolit. Pengetesan Battery.0007 ( t . suhu elektrolit pada saat pengukueran 0ºC ( 32ºF ) berat jenis elektrolit terbaca 1.294. Oleh karena itu. Salah satu cara yang paling sederhana dan lebih dipercaya adalah dengan mengukur berat jenis dari larutan elektrolit.20 ) = 1.2597 + 0. Sehingga pembacaan berat jenis yang benar adalah : S20 = St + 0.0203 = 1. Dimana pengukuran ini suhu elektrolitnya 29ºC diatas standard yang ditetapkan yaitu 20ºC ( 68ºF ) JIS. Pada contoh yang lain. PT Pamapersada Nusantara .28 setelah dikoreksi dengan temperatur elektrolitnya. kalau kita mengukur berat jenis elektrolit harus dikoreksi dengan temperatur elektrolitnya. Sehingga pembacaan berat jenis yang sebenarnya dihitung dengan rumus sebagai berikut : S20 = St + 0. 8 Bila suhu dibawah 20ºC ( 68ºF ).20 ) = 1.2597. Untuk menemukan pembacaan berat jenis yag benar adalah sebagai berikut : 8 Bila suhu diatas 20ºC ( 68ºF ). Sebagai contoh.KOMPONEN – KOMPONEN LISTRIK III . Sebaliknya reaksi kimia terjadi dengan cepat pada temperatur tinggi. Hydrometer dikalibrasi untuk mengukur berat jenis elektrolit pada temperatur standard ( JIS ) 20ºC ( 68ºF ).28 Jadi pembacaan yang benar setelah dikoreksi dengan temperatur adalah 1. Mechanic Development.28. ditambah 0.36 . menyebabkan kapasiats battery naik.294 + 0. pada suhu 49ºC ( 68ºF ) didapatkan pembacaan berat jenis elektrolit 1.28 Jadi pembacaan yang benar adalah 1.0007 ( t . Dimana temperatur elektrolit 20ºC (68º F) dibawah standard ( JIS ).20 ) = 1.0007 ( 0 .38 Jika temperatur elektrolit rendah kecepatan reaksi kimia di dalam battery lambat yang menyebabkan berkurangnya kapasitas battery. Kondisi dari sebuah battery yang ditunjukkan oleh berat jenis larutan elektrolitnya.0007 ( 49 . ditambah 0.0007 tiap kenaikan 1ºC.

Jika rusak.28 berarti battery tersebut perlu recharging kembali. Salah satu faktor agar suatu battery dapat mencapai umur sesuai pabrik maka di dalam menggunakan battery perlu diperhatikan hal .hal berikut ini : a.kabelnya.37 . Mechanic Development. Jika level elektrolit terlalu rendah. Cara pembacaan hydrometer.kabel penghubung.51. Hal .hal yang perlu diperhatikan dalam Discharging. Bersihkan terminal battery dan terminal kabel dengan sikat kawat dan bubuhkan sedikit gemuk / vaselin. karena dapat memperpendek umur dari battery. kemudian kencangkan hubungan kabel . III . tambahkan air suling ditiap . dan kita luruskan mata kita dengan permukaan zat cair untuk mendapatkan pembacaan yang tepat. 9.tiap sel dan battery recharging beberapa lama untuk memastikan percampuran antara air dan elektrolit. sedangkan untuk 12 volt tidak boleh lebih dari 3 x kapasitasnya. • • • Periksa kabel . Kemudian check dengan hydrometer.38 Pembacaan skala pada hydrometer harus dipastikan bahwa hydrometer floatnya benar .KOMPONEN – KOMPONEN LISTRIK III .benar bebas. ganti yang baru. PT Pamapersada Nusantara . Pemakaian arus battery untuk 6 volt tidak boleh lebih dari 2x kapasitasnya. Perawatan Battery. Pembacaan yang dengan menyudut akan didapatkan hasil yang kurang tepat lihat gambar berikut ini : Gbr. Apabila dalam pengetesan berat jenis elektrolit lebih kecil dari 1.

Untuk battery tipe basah.38 Pembebanan battery tidak boleh melebihi batas terminal voltage ( final terminal voltage ) yang diijinkan. perlu adanya pengisian secara periodik. Hal . Hal . 8 Untuk slow charging : Kurang lebih 7 % dari AH . karena bisa mempercepat reaksi kimia ( self discharge ). Untuk menjaga agar battery tetap full charge dan tidak cepat rusak. • • • • Saat pengisian. Kencangkan kabel .kali menambahkan larutan asam sulfat ( H2SO4 ). • • • • Battery yang tidak dipakai harus disimpan di tempat yang kering. yaitu minimal sebulan sekali. sebab bila kabel kendor akan terjadi loncatan bunga api. harus ada fan untuk membuang gas gas yang terjadi dan harus dicegah supaya tidak terjadi bunga api yang bisa menyebabkan kebakaran. yang akan mengurangi umur battery dan tidak memungkinkan untuk mengukur keadaan muatan listrik battery melalui berat jenis. b.kabel penghubung.70 Ampere. Pada waktu dikeluarkan dari kemasan. karen bisa menyebabkan battery meledak. Jangan sekali . Bila air battery kurang. • • Sebelum Recharging harus diperiksa jumlah elektrolit dalam battery.nya.hal yang perlu diperhatikan pada saat penyimpanan battery.KOMPONEN – KOMPONEN LISTRIK • • • III . Arus pengisian dianjurkan sebagai berikut : 8 Untuk fast charging : 40 . periksalah dengan teliti apakah ada kerusakan luar.75 volt.hal yang perlu diperhatikan pada saat Recharging. Temperatur Elektrolit tidak boleh melebihi 55 0C. Jika ada kerusakan perbaiki. Mechanic Development. karena akan mengakibatkan berat jenis elektrolit terlalu tinggi. Battery yang diterima lebih dahulu sebaiknya didahulukan pemakaiannya. Tutup battery terutam vent plugnya tidak boleh tersumbat. PT Pamapersada Nusantara . Bila memakai battery charger. sejuk dan tidak kena sinar matahari langsung. c.38 . Untuk tiap sel final terminal voltagenya 1. harus ditambah dengan air suling. Bila kurang tambahkan air suling. Gas yang terjadi pada proses recharging harus segera dibebaskan ( Perhatikan vent plugnya atau buka tutup jika perlu ).

STARTING SYSTEM BAB IV Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara .

masing komponen tersebut adalah sebagai berikut : Gbr IV .STARTING SYSTEM IV .1 .komponen dalam sistem start. PT Pamapersada Nusantara . Battery relay switch.1. Hubungan masing . Starting switch.Komponen Sistem Start. A. Dalam kondisi tertentu.komponen sistem lain. Hubungan Komponen . Fungsi starting switch adalah untuk memutuskan atau menghubungkan komponen .11 Fungsi sistem start adalah untuk menghidupkan engine. Komponen . Safety relay. starting switch juga memutuskan atau menghubungkan komponen . Starting motor. STARTING SWITCH.komponen utama yang termasuk dalam sistem start ini adalah : • • • • • Battery. Mechanic Development.

battery relay switch berfungsi untuk memutuskan atau menghubungkan positif battery dengan starting motor.3. B. Konstruksi Battery Relay Switch 3 Terminal. PT Pamapersada Nusantara . Konstruksi Dan Hubungan terminal Starting Switch.nya. Mechanic Development.2. Kontruksi battery relay switch 3 terminal adalah sebagai berikut : Gbr IV . Battery Relay Switch 3 Terminal. • Battery relay switch 4 terminal. Pada umumnya hubungan terminal .masing terminalnya adalah sebagai berikut : Gbr X . Terdapat 2 ( dua ) jenis battery relay switch yaitu : • Battery relay switch 3 terminal.2 .11 Adapun konstruksi dan hubungan masing . Fungsi battery relay switch adalah untuk memutuskan atau menghubungkan negatif battery dengan body / chasis. 1. Pada unit -unit tertentu.STARTING SYSTEM IV . BATTERY RELAY SWITCH.terminal pada starting switch ini dicantumkan pada sirkuit SISTEM LISTRIK .

( -b ) dan E berhubungan P3 terbuka BR C1 .3 .P3 .C2 . Skematik Diagram Battery Relay Switch 3 Terminal.P2 terhubung. Mechanic Development. maka jalannya arus adalah : BR .b magnet P1 . PT Pamapersada Nusantara .11 Prinsip kerja battery relay switch 3 terminal adalah sebagai berikut : Gbr IV .P2. Pada saat starting switch posisi ON.4. sedangkan arus meleweati C1 dan C2 diperlukan untuk menahan kontraktor P1 dan P2.C1 .(-) b Arus melewati C1 diperlukan untuk menarik kontraktor P1 .STARTING SYSTEM IV .

) b Mechanic Development. Base.5. Skematik Diagram Battery Relay Switch 4 Terminal. Sub switch. 5. Plate. 6.C . Terminal. Case. Battery Relay Switch 4 Terminal.11 Konstruksi battery relay switch 4 terminal adalah sebagai berikut : 1.) b dan E berhubungan Bila engine sudah hidup dan tegangan pengisian battery mencapai 28 .D2 .29 volt.P2 terhubung. 4. 2. Konstruksi Battery Relay Switch 4 Terminal. Prinsip kerja battery relay switch 4 terminal adalah sebagai berikut : Gbr IV .6. 3.D3 .( . arus dari alternator ke : R . Pada saat starting switch posisi ON.STARTING SYSTEM 2.b magnet Sub switch dan P1 . PT Pamapersada Nusantara . Gbr IV .C . Cover. maka jalannya arus adalah : BR .Sub switch .4 . ( . IV .

D2 untuk mencegah terbaliknya polaritas terminal BR dan ( . P1 .P2 dan sub switch tidak terbuka secara mengejut hingga tegangan dari alternator turun menjadi 9 volt. D3 untuk mencegah arus menuju altenator ketika sub switch terhubung. 2. Battery relay ini menghubungkan terminal postif battery dengan starting motor. Fungsi starting motor adalah untuk menghidupkan engine dengan prinsip merubah energi listrik menjadi energi mekanis. Mechanic Development.11 Dengan demikian.STARTING SYSTEM IV . jika engine hidup dan starting switch di-OFF-kan. STARTING MOTOR.5 . Gbr IV . Konstruksi starting motor menjadi energi mekanis. Battery Relay Postif. PT Pamapersada Nusantara . C.) b. Battery Relay Positif.7. D1 yang dihubungkan parallel dengan coil C adalah flywheel diode yang digunakan untuk mengalirkan tegangan yang timbul pada coil C ketika sirkuit ground terputus.

Konstruksi Starting Motor.11 Gbr IV . maka jalannya arus adalah : Hold in coil 1 .ground Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara .8.ground C Pull in coil 2 . Skematik Diagram Starting Motor. Ketika starting switch posisikan START.9.armature .STARTING SYSTEM IV .6 . Prinsip kerja motor adalah sebagai berikut : Gbr IV .field coil .

Sedangkan pada field coil timbul medan magnet sehingga saat armature mendapat arus akan di dapat gerakkan berputar ( kopel ) untuk memutar engine. Dengan adanya mekanisme shift lever. maka saat plunger bergerak pada pinion gear akan bergerak maju. Pada produk Komatsu.11 Kemagnetan yang terjadi mampu melawan spring 4. Konstruksi safety relay old model. Adapun fungsi safety relay selain sebagai relay ( penghubung ) antara starting switch dan starting motor. alat . Safety Relay ( Old Model ). 1. menarik plunger 3 sehingga terminal B .STARTING SYSTEM IV . D.M berhubungan pull in coil 2 tidak bekerja.M berhubungan. Konstruksi safety relay ( old model ) adalah sebagai berikut : Gbr. pada sistem start terdapat komponen safety relay. ~ Mencegah arus mengalir ke starting motor jika starting switch diputar ke posisi start ketika starting motor masih berputar karena gagal menghidupkan engine ( untuk safety relay model lama ). ~ Secara otomatis memutus arus ke starting motor sehingga starting motor lepas ( disengaged ) dari engine flywheel ( setelah engine hidup ) sementara starting switch masih di posisi START. sedangkan hold in coil bekerja untuk mempertahankan agar terminal B . Saat terminal B . Mechanic Development. SAFETY RELAY.M tetap berhubungan.10.7 . IV .alat besar. juga berfungsi untuk : ~ Mencegah mengalirnya arus ke starting motor jika starting switch diputar ke posisi START sementara engine sudah hidup. PT Pamapersada Nusantara .

11 Adapun bekerjanya safety relay ini dapat dijelaskan sebagai berikut: Gbr. 8 Menghidupkan engine : Bila starting switch diposisikan START. PT Pamapersada Nusantara .11. IV .C1 .8 . Skematik diagram safety relay old model.C2 R2 magnet E terbuka sehingga kemagnetan C1 hilang.F .D A .A . E Mechanic Development.E Magnet Contact point D . starting switch diposisikan START : Arus dari generator atau alternator masuk ke terminal A dan jalannya arus adalah : R1 --. maka jalannya arus adalah : S .B terhubung.STARTING SYSTEM IV . 8 Setelah engine hidup. contact point C terbuka.

8 Starting motor berputar karena gagal menghidupkan engine : Starting motor bersifat sebagai generator.C3 .E Magnet F terbuka Dengan demikian meskipun starting switch diposisikan START. Mechanic Development. meskipun starting switch diposisikan START. 2. PT Pamapersada Nusantara .STARTING SYSTEM IV . starting motor tidak akan bekerja. Semi Conductor Safety Relay ( New Model ).12.9 . arus keluar dari terminal C. Konstruksi Safety Relay New Model. starting motor tidak bekerja.C4 . Konstruksi semi conductor safety relay adalah sebagai berikut : Gbr IV .11 Pada kondisi ini. Jalannya arus adalah C .

10 .Collector / emitter Q2 magnet E T tertutup.C berhubungan dan starting motor bekerja.STARTING SYSTEM IV .13.E Q1 ON. 8 Menghidupkan engine : Saat starting switch diposisikan START. Mechanic Development. 8 Setelah engine hidup.11 Prinsip kerja safety relay new model ini dapat dijelaskan sebagai berikut : Gbr IV . maka starting motor tidak bekerja.D2 . maka jalannya arus adalah : R4 . starting switch diposisikan START : Alternator mengeluarkan arus.base Q1 .Z . Skematik Diagram Safety Relay New Model. dan jalannya arus adalah : R1 .base Q2 S E L . Q2 OFF T tetap terbuka Karena kontaktor T terbuka.E S .R2 .Collector / emitter Q1 . PT Pamapersada Nusantara .R4 . B .

PT Pamapersada Nusantara .11 .11 R2 dan C1 digunakan sebagai pengaman agar arus ke starting motor tidak bekerja segera terputus ketika altenator mulai menghasilkan arus / tegangan.STARTING SYSTEM IV . Zener diode Z digunakan untuk mencegah transistor Q1 ON sebelum tegangan yang dihasilkan alternator sesuai spesifikasi yang ditentukan. Mechanic Development.

PT Pamapersada Nusantara .CHARGING SYSTEM BAB V Mechanic Development.

1. Field coil ( rotor coil ) mendapat arus penguat sehingga pada rotor coil timbul medan magnet. dengan alternator Brushless dan Semi Conductor Regulator. Prinsip kerjanya adalah : a. Alternator Konstruksi dan prisnsip kerja alternator jenis ini dapat dijelaskan sebagai berikut : Gbr. Adapun arus yang masuk ke battery ( sebagai arus pengisian ) dapat dimonitor melalui A meter atau charging lamp yang dihubungkan serie dengan terminal R alternator dan terminal ACC starting switch. Konstruksi dan wiiring alternator. A. Hal ini disebabkan kapasitas battery tidak mungkin digunakan secara terus – menerus. yaitu : • • • • Sistem pengisian Sistem pengisian Sistem pengisian Sistem pengisian dengan DC Generator dan Tirril Regulator. maka medan magnet pada rotor coil akan dipotong oleh konduktort pada staror coil. Sehingga pada stator coil akan timbul arus listrik. Tegangan yang dihasilkan alternator diatur oleh regulator sehingga sesuai dengan karakteristik sistem kelistrikannya pada unitnya. 1.CHARGING SYSTEM V-1-6 Charging System digunkan untuk mengembalikan kondisi battery agar selalu siap digunakan. Bila alterantor diputar oleh engine. b.produk Komatsu dapat diklasifikasikan menjadi 3 ( tiga ). ALTERNATOR DENGAN SEMI KONDUKTOR REGULATOR. pada produk . PT Pamapersada Nusantara . Mechanic Development. V . dengan alternator dan Tirril Regulator. dengan alternator dan Semi Conductor Regulator. Sistim pengisian ( charging system ) ini.

maka dari alternator akan menghasilkan tegangan. Tegangan bolak – balik yang keluar dari stator kemudian diserahkan oleh diode sehingga menjadi arus searah. Bila out put voltage dari alternator masih kecil amka arus yang keluar dari alternator akan memperkuat medan magnet pada rotor coil.5 s/d 29. Bila starting switch posisi ON. Prinsip kerja regulator adalah sebagai berikut : Gbr. Out put voltage dari alternator adalah sebanding dengan putaran dan kekuatan medan magnetnya. Jalannya arus penguat adalah : Battery B R rotor coil F T1 E. a. Mechanic Development.5 volt. PT Pamapersada Nusantara . c. Setelah rotor coil menjadi magnet dan alternator diputar oleh engine.V . b. Skematik Diagram alternator Dan Semi Conductor Regulator. Fungsi semi conductor regulator adalah mengontrol arus penguat ke field coil ( rotor coil ) sehingga tegangan yang dihasilkan alternator antara 27. maka arus dari battery akan mengalir ke rotor coil. sehingga out put voltage dari alternator naik. 2.CHARGING SYSTEM V-2-6 c.2. Semi Conductor Regulator.

Gbr. Dengan demikian arus yang keluar dari alternator akan dijaga selalu pada tengangan regulating yaitu 27.29. Mechanic Development.voltage sehingga T2 akan ON dan T1 akan OFF. Adapun perbedaannya terletak pada konstruksi alternator yang tidak menggunakannya brush serta adanya sistem penguat yang disebut dengan Darlington pada regulatornya. B. Tegangan reverse voltage pada zener diode e. maka T2 akan OFF dan T1 kembali ON ( bekerja ) dan field coil mendapat arus penguat kembali dan out put voltage alternator naik kembali. ALTERNATOR BRUSHLESS DENGAN SEMI KONDUKTOR REGULATOR.V .5 volt . Dengan demikian arus penguat ke rotor coil tidak mendapat ground dan kemagnetan akan berkurang sehingga tegangan yang dihasilkan alternator akan turun. Bila out put voltage turun mencapai 27. PT Pamapersada Nusantara .CHARGING SYSTEM V-3-6 d.5 volt.5 volt. Saat tegangan mencapai 29. Pada prinsipnya sistem pengisian ini sama dengan seperti yang telah dijelaskan diatas.3.5 volt maka voltage drop di V3 akan menyebabkan zener diode mendapat reverse .

4.V . Mechanic Development.CHARGING SYSTEM V-4-6 Gbr. Alternator Brushless dan skematik diagram regulator. PT Pamapersada Nusantara .

Bushing 15. Bearing.5. Regulator ass’y 16. O-ring 17. Cover 27. Bearing. Condenser 12. Insulator 14. Bolt 6. Bracket rear 3. Oil 24. Bushing 9. Coil ass’y 21. Bushing 11. Insulator 8. Komponen Brushless Alternator Mechanic Development. Ball 25. Stator ass’y Rear bracket ass’y 2. Support 7.V . Seal. Cover 20. Insulator 10. Ball 19. O-ring 26. Cover 18.CHARGING SYSTEM Komponen – Komponen Utamanya Adalah : V-5-6 1. Heat sink ass’y (+) 5. Rotor ass’y Front bracket ass’y 22. Bolt 13. Bracket 23. Bolt Gbr. Heat sink ass’y (+) 4. PT Pamapersada Nusantara .

PT Pamapersada Nusantara . Jadi : V-6-6 IB2 = IB1 + IC1 Misal hfe Tr1 = Tr2 = 20 hfe = nilai penguatan ( berarti penguatan yang terjadi adalah 20 kali ) Bila : IB1 = 1mA IC1 = 20 mA Berarti : IB2 = IB1 + IC1 = 1 + 20 = 21 mA Dengan demikian : IC1 = 21 x 20 = 420 mA Jadi dengan adany arangakaian Darlington maka penguatan yang terjadi dari arus sumber yang 1 mA menjadi 420 mA.6. Gbr.V .CHARGING SYSTEM Darlington Connection Bila switch ON. Ilustrasi Darlington Mechanic Development. Tr1 ON dengan demikian akan ada arus B2 – E2. sehingga Tr2 akan ON.

PREHEATING SYSTEM BAB VI Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara .

PT Pamapersada Nusantara .11 Fungsi sistem pemanasan awal adalah untuk memanaskan udara yang akan masuk ke ruang bakar dengan tujuan mempermudah menghidupkan engine pada waktu udara sekeliling engine masih dingin.komponen pada sistem pemanasan awal ini adalah sebagai berikut : Gbr VI .. Sistem pemanasan awal dengan APS ( Auto Priming System ). Pada waktu produk .1. Sistem pemanasan awal dengan Ribbon Heater. Mechanic Development. Hubungan Komponen . A. SISTEM PEMANASAN AWAL DENGAN GLOW PLUG. Hubungan komponen . Sistem pemanasan awal dengan Thermostat.1 . Pada sistem pemanasan awal ini. udara dipanaskan dengan jalan membakar bahan bakar atau udara dengan menggunakan glow plug.PREHEATING SYSTEM VI .Komponen Sistem Pemanasan Awal Dengan Glow Plug.produk Komatsu terdapat beberapa jenis sistem pemanasan awal yaitu : Sistem pemanasan awal dengan Glow Plug.

Skematik Diagram Sisitem Pemanasan Awal Dengan Glow Plug. Konstruksi glow plug adalah sebagai berikut : Gbr VI . 1.komponen lain akan memanaskan udara untuk pembakaran pada engine.3.PREHEATING SYSTEM VI . maka resistor R1 dan R2 berfungsi untuk menurunkan tegagan battery sehingga tegangan yang masuk glow plug 6 volt. Karena glow plug yang dipakai 6 volt. Glow plug adalah sebuah alat pemanas yang dengan komponen .11 Prinsip kerja sistem pemanasan awal dengan glow plug adalah sebagai berikut : Gbr VI .2 . Glow Plug. PT Pamapersada Nusantara . Mechanic Development. Konstruksi Glow Plug.2.

Konstruksi Glow Plug Indicator. Fungsi circuit breaker adalah mencegah kerusakan kerusakan komponen komponen dan kabel .kabel pada sistem pemanasan awal yang dikarenakan arus berlebihan ( short circuit ). Konstruksi circuit breaker dapat dilihat seperti berikut ini : Gbr VI . Konstruksi Circuit Breaker.5.3 . Mechanic Development.11 Pada prinsipnya apabila Glow Plug akan membara dan proses pemanas pun berlangsung. PT Pamapersada Nusantara .PREHEATING SYSTEM VI .4. Untuk mengetahui bahwa glow plug sudah membara maka dipasang glow plug indicator. 2. Gbr VI . Circuit Breaker.

7. Konstruksi Ribbon Heater. Gbr VI .A Section B . Mechanic Development.4 . SISTEM PEMANASAN AWAL DENGAN RIBBON HEATER.6.11 Hubungan komponen dan prinsip kerja sistem pemanasan awal dengan ribbon heater. VI . PT Pamapersada Nusantara . Adapun konstruksi ribbon heater yang digunakan adalah sebagai berikut ini : Section A .PREHEATING SYSTEM B. Skematik Diagram Sistem Pemanasan Awal Dengan Ribbon Heater.B Gbr VI .

SISTEM PEMANASAN AWAL DENGAN THERMOSTAT. Konstruksi Dan Skematik Diagram Sistem Pemanasan Awal Dengan Thermostart. Mechanic Development.8.PREHEATING SYSTEM C.11 Pada sistem pemanasan awal ini bahan bakar dibakar dengan igniter yang konstruksinya sebagai berikut : Gbr VI .5 . PT Pamapersada Nusantara . VI .

4. Fuel injection pump 16.komponen APS. Glow plug. 6. SISTEM PEMANASAN AWAL DENGAN APS ( AUTO PRIMING SYSTEM ).11 D. Mechanic Development.off solenoid valve 16A. 7. prinsipnya sama dengan yang menggunakan glow plug atau thermostat yaitu dengan membakar bahan bakar di dalam intake manifold. Fuel cut . Vehicle monitor After heating monitor Preheating monitor Heater switch Starting switch Fuel cut . Bimetal timer 10. PT Pamapersada Nusantara . Adapun hubungan komponen .9. 3. 2. Fuel tank 15. APS hold relay 12.PREHEATING SYSTEM VI . Bracket 19. APS relay 14. 5. T .off switch APS controller APS water temperature sensor 9. APS fuel injection nozzle 21. Fuel filter 18. Gbr VI .6 . Engine stop motor 17.Joint 20. 8. Pada sistem pemanasan awal ini. Battery 13. Hubungan Komponen .komponennya adalah sebagai berikut : 1. APS resistor 11.

a. 2. intake air heated APS stops completely Starting switch Pre heater switch APS water temperature sensor Hold relay APS relay Glow plug Bimetal timer Preheat monitor display Fuel injection nozzle After heating monitor display Out OFF OFF OFF OFF ON ON START AUTO ON ( Below 20 ºC ) ON ON ON ON OFF OFF OFF OFF OFF OFF ON On No injection Out Out Intermittent injection Flashes No injection Out Gbr VI .7 .off switch ( 6 ) OFF.10. 8 Bahan bakar dari tanki dipompakan oleh feed pump ( FIP ) ( 15 ). Fuel cut . Posisikan preheat switch ( 4 ) ON. starting switch ( 5 ) diposisikan START selama 10 detik ( starting motor bekerja ). Garis besar APS. Buka kran APS fuel valve ( 18 ). 8 Perlakuan ini utnuk mensirkulasikan oli ke seluruh engine. APS starts Passage of time Glow plug preheat Starting motor is cranked Engine starts. e. PT Pamapersada Nusantara . 8 Jika fuel cut .off switch ( 6 ) OFF. c. bracket ( 19 ) yang membagi fuel. posisikan preheat switch ( 4 ) ke AUTO. maka preheat monitor lamp ( 3 ) menyala dan glow plug bekerja. 8 Sewaktu preheat monitor lamp ( 3 ) menyala.PREHEATING SYSTEM VI .11 1. fuel cut . ke fuel filter ( 17 ). menuju APS fuel circuit.off switch ( 6 ) ON. Starting switch ( 5 ) diposisikan ON. Starts dengan APS. Posisikan fuel cut . injection nozzle ( 20 ) yang dengan menggunakan APS controller ( 7 ) secara otomatis mengatur jumlah bahan bakar yang disemprotkan. 8 APS fuel circuit terdiri dari fuel valve ( 18 ).off solenoid OFF dan FIP pada posisi tidak injeksi. 8 Switch akan kembali secara otomatis bila lepas. b. d. Start Dengan APS. Mechanic Development.

preheat switch ( 2 ) ON. i. preheat monitor lamp ( 3 ) akan mati. Setelah engine hidup. Tekan accelerator pedal setengah langkahnya. 3. kembalikan posisi starting switch ( 5 ) ON. Jika engine sudah hidup. Putar starting switch ( 5 ) START untuk menghidupkan engine. glow plug akan basah dan tidak panas. Mechanic Development. 8 Jika starting switch ( 1 ) ON. kemudian putar preheat switch ( 4 ) OFF. tunggulah putaran engine hingga normal dan warna gas buang normal. PT Pamapersada Nusantara . maka APS hold relay ( 3 ) dan APS relay ( 4 ) akan bekerja. Pengoperasian APS a. Gbr VI . Preheat Monitor Lamp ( 3 ) Pada Vehicle Monitor ON. 8 Jika starting switch ( 5 ) diputar ke posisi START ketika preheat monitor lamp ( 3 ) sedang menyala. Wiring diagram APS. jika temperatur sistem pendingin engine dibawah 13 0C. h.PREHEATING SYSTEM VI . Pada kondisi ini. Setelah pemanasan kurang lebih 80 detik ( Periode bi-metal timer bekerja ).11. g.11 f.8 . water temperature sensor ( 5 ) akan ON.

metal timer ( 8 ). b. Wiring diagram APS. Jika temepratur sensor 20 0C terminal 3 dan 5 pada APS hold relay ( 3 ) akan OFF.9 .PREHEATING SYSTEM VI . Hal ini menunjukkan bahwa glow plug ( 7 ) telah selesai memanaskan APS system. terminal 3 dan % pada APS hold relay ( 3 ) akan terhubung. 8Setelah kurang lebih 80 detik. arus akan mengalir dari terminal 2 .metal timer ( 8 ) terbuka dan preheat monitor lamp ( 10 ) akan mati. arus akan mengalir dari terminal 2 ke terminal 3 pada bi .1 resistor ( 9 ) ground. PT Pamapersada Nusantara . Mechanic Development. 8Ketika glow plug ( 7 ) menyala. Dengan demikian resistor ( 9 ) diberi tegangan 24 volt dan dari preheat monitor ( 10 ) pada vehicle monitor akan menyala. Glow plug akan menyala dengan rated voltage glow plug adalah 18 volt. glow plug akan menyala. untuk itu digunakan APS resistor ( 6 ) untuk menurunkan tegangan battery.11 8Ketika preheat switch ( 2 ) ON atau AUTO.12. Gbr VI . kontak pada bi . After heating Monitor. 8Pada waktu yag sama. 8Arus akan mengalir dari terminal “ A “ APS relay ( 4 ) ke terminal R4 dan R3 APS resistor ( 6 ) menuju terminal 3 dan 4 pada preheat switch ( 2 ).

starting motor akan bekerja dan pada waktu yang sama APS controller ( 12 ) bekerja. 8Untuk menghindari voltage drop ketika start. signal dari altenator akan menuju injection nozzle. sehingga akan terjadi asap hitam dan engine kurang tenaga.11 8Setelah preheat monitor lamp ( 10 ) mati dan jika starting switch ( 2 ) diposisikan START. tegangan antara preheat switch ( 2 ) dan glow plug ( 7 ) akan dideteksi dan after heating monitor ( 13 ) berkedip.10 . maka oksigen pda intake system akan kurang. Mechanic Development. Pada waktu yang sama. 8Sirkuit ke glow plug ( 7 ) dan APS controller ( 12 ) terputus. Bila hal ini terjadi. preheating monitor ( 10 ) akan mati. 8Jika beroperasi dengan preheating system bekerja.PREHEATING SYSTEM VI . APS water temperature sensor ( 5 ) terbuka ( OFF ) dan APS hold relay ( 3 ) OFF. 8Setelah temperatur air pendingin engine diatas 20 derajat celcius. PT Pamapersada Nusantara . dengan demikian APS berhenti bekerja. dengan demikian APS relay ( 4 ) juga akan OFF. APS fuel injection nozzle ( 11 ) pada intake manifold akan ON dan OFF ( 10 kali / detik ) menyemprotkan fuel ke glow plug ( 7 ). tegangan dari battery dihubungkan ke terminal R2 starting switch ( 1 ) langsung ke APS controller ( 12 ) dan glow plug ( 7 ). 8Setelah engine hidup.

VI .Komponen APS. Mechanic Development.Komponen APS. Konstruksi Dan Komponen .13.PREHEATING SYSTEM c.11 .11 Konstruksi komponen -komponen APS anatra lain sebagai berikut : Gbr VI . Konstruksi Komponen . PT Pamapersada Nusantara .

1 .CIRCUIT DIAGRAM A.P . PT Pamapersada Nusantara .8 VII .2 Mechanic Development.65 A. WIRING DIGRAM D60 .

2 VII .2 Mechanic Development. WIRING DIGRAM D155 A .2 .CIRCUIT DIAGRAM B. PT Pamapersada Nusantara .

PT Pamapersada Nusantara .TROUBLE SHOOTING BAB VIII Mechanic Development.

Apakah motor berputar ? X B O C Check voltage pada terminal B X D Mechanic Development.14 Starting motor ( dengan safety relay ) tidak berputar ketika starting switch posisi “ start “. VIII . PT Pamapersada Nusantara .1 . Apakah motor berputar ? A Hubungkan terminal B & C starting motor . Trouble shooting pada posisi start dan gear shift lever posisi netral.TROUBLE SHOOTING 1. O Hubungkan terminal B & C safety relay .

14 O A Hubungan terminal B & C starting switch. PT Pamapersada Nusantara .2 .TROUBLE SHOOTING VIII . Apakah motor berputar ? X O Hubungan terminal B & C safety relay. Apakah motor berputar ? X O Apakah brush contact baik Check voltage pada terminal M starting motor X O Check voltage pada magnet switch teminal M X E F G B H I J K C L O Check voltage pada terminal ( + ) battery X M D N Mechanic Development.

Bagian starting motor atau groundnya. VIII . J K Brush contact yang jelek. PT Pamapersada Nusantara . L Magnetic switch starting motor. Hubungan yang jelek pada bar penghubung starting motor. Mechanic Development.3 . Safety relay atau groundnya.14 F G Pengawatan diantara safety relay S dan starting switch C.TROUBLE SHOOTING E Starting switch. Pengawatan antara sisi ( + ) battery dan terminal B starting motor. H I Pengawatan antara starting motor C dan saftey relay C. M N Battery atau groundnya.

Check voltage pada terminal motor.14 Starting motor ( with safety relay and battery relay switch ) tidak berputar ketika starting switch posisi “ start “. Hubungkan terminal .4 . VIII . X A X B O C D Mechanic Development.TROUBLE SHOOTING 2.B & E battery relay. O Hubungkan terminal B & C starting motor. PT Pamapersada Nusantara . Apakah motor berputar ? Lampu menyala ketika lampu switch ditarik ke posisi “ ON “. Jika tidak starting putar ke posisi preheat dan check indicatornya.

PT Pamapersada Nusantara T . Apakah motor berputar ? X O Apakah brush starting motor terhubung ? H I F G B Check voltage motor pada starting motor ass’y Check voltage teminal M dari magnet switch X O J K X C Check voltage pada terminal M starting motor Check terus enerus voltage antara B & BR starting switch Check voltage battery relay terminal O L M N X O P D Check voltage pada B starting switch motor dengan ( .) battery di hubungkan ke ground Hubungkan terminal E battery relay switch ke ( . Apakah motor berputar ? Hubungkan terminal B & C starting switch.) battery dan check voltage pada terminal B starting motor O Q X O R S Check voltage pada terminal ( . Apakah motor berputar ? X O Hubungkan terminal B & C safety relay.) battery X Mechanic Development.14 O E A Hubungan terminal B & S safety relay.TROUBLE SHOOTING VIII .5 .

battery. VIII . Pengawatan antara S safety relay dan C starting switch.6 .) battery dan -b battery relay switch. M Battery relay switch. I J Starting motor ass’y atau groundnya. Battery atau pengawatan antara battery . Ground battery relay switch. K L Hubungan pada bar penghubung starting motor. PT Pamapersada Nusantara . N O Pengawatan antara BR starting switch dan BR battery relay switch.TROUBLE SHOOTING E F Starting switch.14 G H Safety relay atau groundnya. Magnetic switch starting motor. Pengawatan antara ( + ) battery dan B starting motor. P Q R S T Mechanic Development. ( . Brush contact. Pengawatan antara BR starting switch dan B battery relay dan B starting switch. Starting switch. Pengawatan antara starting motor C dan saftey relay.

TROUBLE SHOOTING
3.

VIII - 7 - 14

Starting motor berputar, tapi terlalu lemah untuk start engine ( with safety relay dan battery relay switch ).

O Apakah panel starting motor terhubung ? X O

A

O

O

Check volatge pada M starting motor voltage > 18 V

B C

C

Hubungkan terminal B & C starting motor . Check voltage pada B.

X

Check voltage pada magnetic switch terminal M >18 v

X Hubungkan battery ke ground . Check voltage pada B starting motor voltage = 24 volt

D E

O X Check spesifik gravity air battery > 1,16

F

X

G

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

TROUBLE SHOOTING

VIII - 8 - 14

A

Starting motor atau groundnya.

B C

Brush contact. Pengawatan pada bar penghubung starting motor.

D

Magnetic switch.

E

Hubungkan -B -E battery relay, check ( + ) battery ( =24V )

O

Battery relay switch.

X Hubungkan -B -E battery relay, check ( + ) battery ( =24V ) O

Battery relay switch grounded. Pengawatan antara battery dan starting motor. Pengawatan diantara battery battery

E

X

G

Battery habis / kurang catatan : check charging circuit.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

TROUBLE SHOOTING
4.

VIII - 9 - 14

Ketika starting switch diposisikan “ start “, terdengar suara click tapi starting motor tidak berputar.

O

Pinion atau ring gear rusak

O Hubungkan terminal B & C starting motor . Check voltage pada B. Check gerakan pinion clutch ( tarik dengan tangan ) X

Magnetic switch

shift lever atau plunger staring motor

X

Check battery spesific gravity > 1,16 X

Kapasitas battery turun

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

Lakukan pemeriksaan terhadap tension V – belt dan pengawatannya terlebih dahulu.5 . Cacat pada ammeter atau pengawatan yang salah antara ( + ) battery & B alternator O Lepas kabel pada R alternator atau N safety relay.29. a. Built in type voltage regulator. * 27.10 .29. VIII .14 Jarum ammeter menunjuk arus negatif atau tidak bergerak meskipun putaran engine naik.TROUBLE SHOOTING 5.5 (semi conductor ).5 tirril. Set jarum indicator ammeter O Mechanic Development. Set relay. Cacat pada safety atau short pada pengawatan diantara safety relay dan alternator O Operasikan engine pada putaran tinggi ukur tegangan antara B & E alternator * 28 . PT Pamapersada Nusantara X X X X Ukur tegangan antara B & E terminal alternator ( > 24 V ) O Cacat pada alternator Cacat pada voltage regulator Cacat pada ammeter atau putusnya hubungan antara ( + ) battery dan B alternator .

VIII . * 27.14 O Lepas kabel pada R alternator atau N safety relay dan set jarum indicator ammeter A O O Operasikan engine pada putaran tinggi ukur tegangan antara B & E alternator * 28 . PT Pamapersada Nusantara X X X Ukur voltage antara B & E terminal alternator ( > 24 V ) C D .TROUBLE SHOOTING b. B Mechanic Development.29 (semi conductor ).5 .29 tirril.11 . Separate type voltage regulator.

Ukur volatge antara N & E terminal ( >12 ). B N alternator dan hubungkan B dengan F.12 . X Cacat pada regulator atau pengawatan yang salah antara voltage regulator dan alternator C Lepas kabel F.TROUBLE SHOOTING VIII . PT Pamapersada Nusantara .14 A Cacat pada safety relay atau short pada pengawatan antara safety relay dan alternator B Cacat pada ammeter atau putusnya kabel antara ( + ) battery dan B battery O Operasikan engine pada low speed. O Cacat pada alternator X Cacat pada alternator Cacat pada ammeter atau putusnya kabel antara ( + ) battery dan alternator D Mechanic Development. set gerakan jarum ammeter dengan mengoperasikan engine pada low sampai middle speed.

VIII . 3. Voltmeter menunjuk 24 V dan antara BR dan E. Pengetesan battery relay switch 4 terminal. 2.1.E. 1.E. 2. 2.E. Starting switch kontaknya sudah rusak. 1. Berarti diode D3 rusak menjadi konduktor. 3. Voltmeter menunjuk 24 V antara R E. VIII . Analisa Rangkaian dari battery yang melalui starting switch ke battery relay switch dalam kondisi baik. Kabel penghubung ke ground ( E ) terputus.14 Gbr. 1. Tidak ada tegangan antara terminal Br . 5. Kontak yang tidak batal pada Starting switch yang menghubungkan terminal B dan Br. Kabel penghubung antara starting switch dan battery relay switch putus. Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara . Pengetesan terhadap battery relay 4 Terminal. Tidak ada tegangan pada terminal Br . 1. Kabel dari terminal C starting switch putus / lepas. ON – kan starting switch Hasil Pengukuran 1. 1. 3.TROUBLE SHOOTING 6. Rangkaian yang salah antara starting switch & battery switch. Tidak ada tegangan antara R . 4.13 . D3 dalam keadaan baik.

Maka tegangan C – E yang 24 volt harus segera hilang. 4. ON – kan starting switch Lepaskan pengawatan yang menuju terminal C dari safety relay pada starting motor.2. tegangan antara terminal S safety relay dan E ( ground ) harus 24 volt. 1. 3. berarti fungsi safet relay untuk memutuskan arus ke starting motor saat engine hidup adalah baik. Tegangann antara terminal B safety relay dan E ( ground ) menunjukkan 24 volt Posiskan startingswitch ke posisi start. VIII .14 Pengetesan terhadap safety relay ( Untuk menguji kemampuan safety relay dalam melindungi starting motor saat engine telah hidup ) Gbr. Bial ya. Mechanic Development. Lanjutkan dengan melakukan pengukuran besarnya tegangan antara terminal C safet relay dengan E ( ground ) hasil pengukuran adalah 24 Volt Lanjutkan dengan memberikan arus listrik 24 volt ke terminal S ( new model ) atau A/N ( old model ). ( karena yang akan dites adalah safety relay dengan maksud agar engine tidak berputar saat starting switch di posisikan start ) Hasil Pengukuran 1. VIII . Pengetesan terhadap safety relay . berarti kontrator yang menghubungkan terminal B dan C di dalam safety relay berfungsi dengan baik.TROUBLE SHOOTING 7. Bila ya. pengawatan antara terminal S safety relay dengan starting switch baik. Kondisi pengawatan dari battery ke safety relay baik. 1. . 1. 2.14 . PT Pamapersada Nusantara Analisa 1. Bila ya.

PT Pamapersada Nusantara .SUPPLEMENT BAB IX Mechanic Development.

IX .. 1.SUPPLEMENT A. Sirkuit head lamp. SISTEM PENERANGAN ( LIGHTING SYSTEM ). 8Parking lamp circuit. maka selain head lamp dan panel lamp. IX . Mechanic Development. bila switch posisi 1. PT Pamapersada Nusantara . 8Back-up lamp circuit. Sistem penerangan dapat dibagi menajdi 6 jenis sirkuit yaitu : 8Head lamp circuit. Sirkuit Head Lamp. 8Turn signal circuit.1 .1. Sedangkan bila switch posisi 2.38 Sirkuit untuk head lamp circuit ini dapat digambarkan sebagai berikut : Gbr. Dari gambar diatas. 8Electric luminescence ( EL ) circuit. maak work lama akan menyala. maka head lamo dan panel lamp akan menyala. 8Stop lamp circuit.

pilot lamp.2 .SUPPLEMENT IX . PT Pamapersada Nusantara . Sirkuit turn signal. Turn signal circuit terdiri dari turn signal lamp.38 Pada unit -unit tertentu untuk head lamp dilengkapi dengan low dan high beam ( lampu dekat dan lampu jauh ) dengan sirkuit sebagai berikut : Gbr. IX . Mechanic Development. Sirkuit Turn Signal. Sirkuit low beam dan high beam. 2. turn signal switch dan flashing unit yang dapat dilihat pada sirkuit diagram berikut ini : Gbr. Dengan memposisikan lighting switch ke posisi 1 atau 2 maka akan di dapat low atau high beam yang menyala. IX .2.3.

SUPPLEMENT IX .terminal turn signal switch tersebut adalah sebagai berikut : Gbr.3 .4.5. Konstruksi dan skematik diagram flashing unit Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara . Hubungan terminal . IX . Turn signal switch dan hubungan terminalnya.38 Turn signal switch. Fungsi flasing unit adalah untuk membuat hidup ( ON ) dan mati ( OFF ) pada turn signal lamp ketika turn signal switch diposisijkan ON. IX . Konstruksi dan skematik diagram flashing unit adalah sebagai berikut : Gbr. Flashing Unit. Turn signal berfungsi untuk menghubungkan power supply ke turnsignal lamp kiri atau kanan.

Sirkuit Back .turn signal lamp . ~ Bila power rating diperkecil maka kecepatan berkedip akan berkurang. 3.SUPPLEMENT IX .38 Pada prinsip flashing unit tresebut dapat dijelaskan sebagai berikut : ~ Pada saat trun signal switch diposisikan ke R atau L maka jalannya arus adalah : Capasitor .Ground B .ground Dengan demikian trun signal lamp akan mulai berkedip. Sirkuit diagram back .up lamp adalah sebagai berikut : Gbr.L . maka akan didapat turn signal lamp berkedip.4 . Sirkuit back . IX .ground Akibatnya. Fungsi circuit ini adalah untuk menyalakan lampu ( bagian belakang ) ketikla travelling control lever diposisikan reverse (mundur ).Ground B-C Realy coil .6. Selanjutnya apabila turn signal lamp putus dan lampunya diganti tetapi tidak sesuai standard akan berakibat : ~ Bila power rating dipebesar maka kecepatan berkedip akan bertambah. akan tertutup kembali dan lampu kembali menyala. Dengan penghulangan tersebut diatas.Up Lamp.turn signal lamp . Mechanic Development. kemagnetan yang timbul akan mampu menarik C hingga terbuka.up lamp. ~ Dengan berkurangnya arus C.L . PT Pamapersada Nusantara . ~ Bila arus yang ke kapasitor dan coil sudah mencukupi. arus ke turn signal lamp berkurang dan lampu mati. Jalannya arus adalah : Capasitor .Resistor Realy coil .

up lamp switch. maka stop lamp switch akan ON dan stop lamp akan meyala.5 . Sirkuit Stop Lamp.SUPPLEMENT IX . PT Pamapersada Nusantara . Sirkuit diagram stop lamp adalah sebagai berikut : Gbr. Ketika brake pedal ditekan. IX . IX .7. Mechanic Development. Konstruksi back .38 Apabila travelling control lever diposisikan reverse ( mundur ). 4.up lamp switch dapat dilihat pada gambar berikut ini : Gbr.8.up lamp akan menyala. Adapun konstruksi back . maka back up lamp switch akan ON dan back . Sirkuit stop lamp. Fungsi sirkuit ini adalah untuk menyalakan lampu stop ketika brake pedal ditekan.

SUPPLEMENT
5. Sirkuit Parking Lamp.

IX - 6 - 38

Fungsi parking lamp adalah sebagai petunjuk bagi operator bahwa bila parking lamp menyala, brake sedang bekerja. Sirkuit diagram parking lamp adalah sebagai berikut :

Gbr. IX - 9. Sirkuit parking lamp. Bila parking lamp switch bekerja ( ON ) maka parking lampa akan menyala. 6. Sirkuit Electric Luminescence ( EL ). Sistem EL terdiri dari inverter, EL gauges dan lamp switch dengan sirkuit diagram sebagai berikut :

Gbr. IX - 10. Sirkuit electric luminescence. Bila lamp switch diposisikan ON ( B dan T berhubungan ) maka EL gauge akan meyala.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

SUPPLEMENT

IX - 7 - 38

EL gauge. EL gauge adalah sebuah plate electric luminescence yang digunakan sebagai pengganti lampu - lampu panel. Plate EL ini dibuat dengan meyisipkan luminous body sejajar dengan electrode seperti gambar berikut ini :

Gbr. IX - 11. Konstruksi EL gauge. Plate El ini akan menyala jika padaa elektroda diberikan tegangan AC 200 Hz. Untuk mendapatkan tegangan AC dengan 200 Hz digunakan kompenen Inverter.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

SUPPLEMENT

IX - 8 - 38

I n v e r t e r. Fungsi inverter adalah merubah tegangan DC menjadi tegangan AC, untuk menyalakan El gauge. Skematik diagram dari inverter ditunjukkan oada gambar berikut ini :

Gbr. IX - 12. Skematik diagram inverter.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

SISTEM LAMPU PERINGATAN ( CAUTION LAMP SYSTEM ). Sirkuit lampu peringatan tangki udara bertekanan rendah. Sirkuit Lampu Peringatan Tangki Udara Bertekanan Rendah. Selain menggunakan lampu juga digunakan buzzer seperti terlihat pada sirkuit dibawah ini : Gbr.9 .13. Sistem lampu peringatan dapat dibagi menjadi 3 jenis sirkuit : 8Sirkuit lampu peringatan tangki udara bertekanan rendah. maka low pressure switch akan ON. Apabila tekanan pada tangki udara rendah.38 Fungsi sirkuit ini adalah untuk memberikan peringatan kepada operator pada tangki udara tekanannya mencukupi atau tidak ( kurang ).SUPPLEMENT B. PT Pamapersada Nusantara . 1. pilot lamp akan meyala dan buzzer akan berbunyi. IX . 8Sirkuit lampu peringatan filter oli engine. IX . Mechanic Development. 8Sirkuit lampu peringatan tekanan oli engine rendah.

Konstruksi magnetic buzzer. IX .10 . Konstruksi electronic buzzer.15. Gbr. Terdapat 2 ( dua ) macam buzzer yaitu magnetic buzzer dan electronic buzzer yang konstruksinya dapat dilihat pada gambar berikut ini Gbr.14. IX .38 B u z z e r. Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara .SUPPLEMENT IX .

17. 2. Mechanic Development. IX .pressure switch.38 Low . Konstruksi low pressure switch. IX . low . Low pressure switch mempunyai dua terminal ( positif dan negatif ). Berikut ini adalah sirkuit lampu peringatan engine oil filter. Fungsi sirkuit ini adalah untuk memberikan peringatan kepada operator bahwa engine oil filter buntu. Sirkuit Lampu Peringatan Engine Oil Filter. Apabila tekanan pada tangki udara mencukupi. Konstruksi low pressure switch dapat dilihat pada gambar berikut ini : Gbr.SUPPLEMENT IX .11 . PT Pamapersada Nusantara . low pressure switch akan ON. Gbr.16.pressure switch akan OFF dan apabila tekanan pada tangki udara tidak mencukupi. Sirkuit lampu peringatan engine oil filter.

IX .SUPPLEMENT IX . 3. Konstruksi pressure switch. Mechanic Development. Sirkuit lampu peringatan oli engine rendah. Berikut ini adalah sirkuit lampu peringatan tekanan oli engine rendah : Gbr.12 . Sirkuit Lampu Peringatan Tekanan Oli Engine Rendah. IX . Fungsi sirkuit ini adalah untuk memberikan peringatan kepada operator bahwa oli engine rendah.18.19.38 Selanjutnya konstruksi pressure switch yang digunakan pada sirkuit lampu peringatan engine oil filter dapat dilihat pada gambar berikut ini : Gbr. PT Pamapersada Nusantara .

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara . Konstruksi pressure switch. IX . Sirkuit Fuel Gauge.38 Selanjutnya konstruksi dari pressure switch yang digunakan pada sirkuit lampu peringatan tekanan oli engine rendah dapat dilihat pada gambar berikut ini : Gbr. 8Sirkuit temperature gauge ( temperatur air pendingin dan temperatur oli torque converter ). 1. GAUGE SYSTEM.SUPPLEMENT IX .20. Gauge system dapat dibagi menjadi 3 jenis sirkuit yaitu : 8Sirkuit fuel gauge.13 . Fungsi sirjkuit ini adalah untuk memberikan petunjuk kepada operator tentang banyaknya fuel ( bahan bakar ) di fuel tank. C.

Sirkuit fuel gauge.21. Adapun sebagai fungsi masing . Fungsi tank unit adalah untuk mendeteksi jumlah bahan bakar yang ada di fuel tank dan merubahnya ke harga resistance ( Ohm ). Tank unit. Dari gambar diatas. Mechanic Development. Load balancer ini diperlukan karena fuel gauge bekerja pada tegangan 12 v. Fungsi load balancer adalah untuk menurunkan tegangan dari 24 volt menjadi 12 v. PT Pamapersada Nusantara .masing komponen pada sirkuit fuel gauge adalah sebagai berikut : Load Balancer. IX .38 Gbr. banyaknya bahan bakar akan dideteksi oleh tank unit ( variable resistor ) dan akan ditunjukkan oleh fuel gauge.14 .SUPPLEMENT Sirkuit untuk fuel gauge ini dapat digambarkan sebagai berikut : IX .

IX .38 Gbr.22.SUPPLEMENT Konstruksi tank unit dapat dilihat pada gambar berikut ini : IX . Mechanic Development.15 . Konstruksi tank unit. PT Pamapersada Nusantara .

PT Pamapersada Nusantara .23. IX . Konstruksi fuel gauge.16 .SUPPLEMENT IX . Fungsi fuel gauge adalah sebagai indikator banyaknya fuel pada fuel tank. Konstruksi fuel gauge dapat dilihat pada gambar berikut ini : Gbr. Mechanic Development.38 Fuel gauge.

38 Gbr. PT Pamapersada Nusantara .24. Konstruksi indikator dan voltage regulator pada fuel gauge.SUPPLEMENT IX . Mechanic Development. IX .17 .

Load balancer ini diperlukan karena fuel gauge bekerja pada tegangan 12 volt. temperatur yang terjadi dideteksi oleh thermistor sensor dan akan ditunjukkan oleh temperatur gauge. Dari gambar diatas. PT Pamapersada Nusantara . Fungsi load balancer adalah untuk menurunkan tegangan dari 24 volt menjadi 12 volt. Adapun fugsi masing . Penjelasan lebih dalam dilihat pada bab . Thermistor sensor.SUPPLEMENT 2.bab sebelumnya . Sirkuit Temperature Gauge.18 . Sirkuit temperatur gauge. Mechanic Development. IX . Yang menggunakan sirkuit ini contohnya adalah pada air pendingin engine dan oli torque converter seperti berikut ini : Gbr.25.38 Fungsi sirjkuit ini adalah untuk memberikan petunjuk kepada operator tentang temperatur yang terjadi pada sistem. Adapun thermistor yang digunakan adalah jenis NTC. Harga resistansi thermistor ini adaah bervariasi sesuai dengan temperatur yang dideteksi. IX .masing komponen pada sirkuit temperatur gauge adalah sebagai berikut : Load balancer.

27. Konstruksi temperatur gauge dapat dilihat pada gambar berikut ini : Gbr. Fungsi temperatur gauge adalah sebagai indikator temperatur yang terjadi pada sistem ( air pendigin engine dan torque converter ). Konstruksi thermistor. IX .19 . Konstruksi temperature gauge Mechanic Development.26.38 Gbr. PT Pamapersada Nusantara . IX .SUPPLEMENT Konstruksi thermistor ini dapat dilihat pada gambar berikut ini : IX . Temperatur gauge.

SUPPLEMENT IX . IX . D. ALARM HORN SYSTEM. Konstruksi temperatur gauge. Alarm horn system ada 2 macam yaitu alarm horn system tanpa horn relay dan alarm horn system dengan horn relay seperti berikut ini : Gbr. XII .28. PT Pamapersada Nusantara .27. Mechanic Development. Alarm horn system.38 Gbr.20 .

Gbr.38 Horn Switch dapat terletak ditengah . Horn Switch.tengah steering wheel atau bisa dipisah yang letaknya tergantung model unitnya. Konstruksi electromagnetic horn adalah seperti gambar berikut ini : Gbr. Mechanic Development.30. Electromagnetic horn. PT Pamapersada Nusantara .SUPPLEMENT 1.21 . Konstruksi electromagnetic horn. IX .tengah steering wheel. IX . Horn switch. Horn.29. 2. Berikut ini adalah horn switch yang terletak di tengah . IX .

Dengan berulang .SUPPLEMENT Prinsip kerja electromagnetic horn : IX . akan menggetarkan diaphragma sehingga timbul bunyi. PT Pamapersada Nusantara . maka kemagnetan yang terjadi akan menarik moving plate. IX . Mechanic Development. dipasang kapasitor yang dipasang parallel dengan kontak point. Pada saat yang sama kontak point terbuka sehingga arus listrik ke magnetic coil terputus. Apabila hal ini terjadi. Electro buzzer.38 ~ Jika arus listrik masuk ke magnetic coil. Pada umumnya untuk menghindari rusaknya kontak point. ~ Akibatnya kemagnetan hilang dan moving plate akan kembali ke posisinya. Konstruksi electro buzzer adalah seperti berikut ini : Gbr.ulangnya proses 1) dan 2) maka kontak point. proses 1) akan terulang lagi.31.22 . Konstruksi electro buzzer.

32. PT Pamapersada Nusantara . Pada saat tersebut diatas.23 . Prinsip kerja buzzer. Dengan demikian arus akan mengalir ke buzzer coil ( high voltage ).SUPPLEMENT Prinsip kerja electro buzzer : IX . Mechanic Development.38 ~ Ketika horn switch di-on-kan maka arus listrik akan mengalir dengan urutan seperti gambar berikut ini : Gbr.33. Pada saat yang sama Tr2 akan ON ( C2 discharge ). Seperti ditunjukkan pada gambar berikut ini : Gbr. IX . ~ Ketika C3 full charge Tr1 akan OFF. Dengan demikian arus mengalir ke buzzer coil ( low voltage ). IX . Prinsip kerja buzzer. C2 dan C3 akan diberi charge dan Tr1 akan ON.

Gbr. Sirkuit buzzer untuk tekanan udara.34. IX .ulang. Spesifikasi buzzer. 2 dan 3 berulang . IX .38 ~ Ketika C2 full charge. PT Pamapersada Nusantara . Dengan demikian buzzer akan berbunyi kapasitor C1 dan flywheel diode D1 berfungsi untuk menyerap tegangan kejut pada sirkuit.35. Adapun salah satu jenis buzzer mempuyai karakteristik sebagai berikut ini : Voltage ( V ) Sound pressure ( phon ) Frequency ( Hz ) 24 Exceeding 90 at distance of 1 m 800 Gbr.SUPPLEMENT IX . Electro buzzer dalam penggunaannya dapat dihubungkan dengan tekanan udara. duhubungkan dengan handle untuk transimisi mundur.24 . Mechanic Development. Berikut ini adalah contoh sirkuit untuk electro buzzer yang dihubungkan dengan tekanan udara. Untuk selanjutnya prinsip kerja buzzer berulang ke 1. Tr2 akan OFF.

Bila starting switch diposiskan ON.off valve cut away.away dari shut off valve dapat dilihat pada gambar berikut ini : Gbr. Adapun cut . Shut valve digunakan pada fuel system Cummins Engine untuk menghubungkan atau memutuskan aliran bahan bakar ke engine. Shut . Mechanic Development.36. coil pada shut off valve akan menjadi magnet akan membuka saluran fuel system. Sirkuit Shut . IX .38 Gbr.off valve.37. IX .OFF VALVE SYSTEM.SUPPLEMENT E.25.off valve dapat digambarkan sebagai berikut ini : IX . Sirkuit shut . PT Pamapersada Nusantara . SHUT .

IX . 3. 2. Fuel cut solenoid Mechanic Development. FUEL CUT SOLENOID. Kemudian selama engine hidup jumlah fuel akan dikontrol oleh control lever.38 Bekerjanya komponen ini adalah pada saat menghentikan engine. Pada saat itu solenoid bekerja. solenoid akan tertarik. 7. 6. Cara kerja : Pada saat starting.38.in . PT Pamapersada Nusantara . Stop lever Return spring Solenoid Fuel control lever Gbr. 8. maka solenoid tidak bekerja sehingga secara otomatis injection pump stop lever akan ditarik oleh solenoid ke posisi non injection position. Dan stop lever dari injection pump bekerja ke stop ( non Injection Position ) sehingga fuel di stop dan engine menjadi berhenti. 4.coil C2 : Holding coil 1.26 . IX .SUPPLEMENT F. Shaft Case Piston Coil 5. Pada saat engine stop. solenoid bekerja dan menarik injection pump stop lever ke posisi run. C1 : Pull .

3. 3. 8. 2. Gear cover assembly Slider assembly Armature shaft Contactor assembly Roller Worm wheel assembly Motor assembly Gear case assembly Gbr. 4. 5. 6.SUPPLEMENT G. IX . Structural Drawing : IX . Mechanic Development. Gear cover assembly Motor assembly Cable clamp Cable assembly Gear case assembly 1.39. 2. PT Pamapersada Nusantara . Structural engine stop motor.27 . 4. 5. 7. ENGINE STOP MOTOR.38 1.

Kontak plate dari P2 berhubugan dengan ground sedangkan P1 berhubungan dengan positif battery atau kontak positif sehingga motor berhenti berputar.SUPPLEMENT Cara Kerja : 1. Ketika worm wheel telah berputar sejauh 180° dari posisi awal. maka mengalirlah arus dari battery ke terminal B terus kontak plate terus ke P2 terus ke Motor terus ke ground sehingga motor berputar. kondisi dimana FIP berada pada keadaan tidak injeksi.38 Gbr. Gerakan roller tersebut akan membawa slider ass’y. IX .41. IX . 2. IX . Mechanic Development.28 . Kontaktor plate P1 berhubungan dengan ground sedangkan P2 berhubungan dengan Positif atau berhubungan dengan B. Berputarnya motor menyebabkan Worm wheel berputar sehinbgga roller akan ikut bergerak mengikuti putaran worm wheel. Karena kondisi P2 yang berhubungan dengan B melalui kontak plate. Kondisi ini adalah kondisi dimana FIP pada posisi injeksi. sehingga slider ass’y akan bergerak searah panah. Starting switch ON.40. Kondisi awal Gambar diatas menunjukkkan posisi stop. Dalam keadaan ini posisi slider bergerak full searah panah ke kanan. Ketika starting switch ON berarti sekaligus menghubungkan switch dari kondisi P1 dan P2. Posisi injeksi. Kondisi stop ( 0° atau 360° ). starting switch OFF. Gbr. PT Pamapersada Nusantara .

kontak plate dari P1 berhubugan dengan ground sedangkan P2 berhubungan dengan positif battery atau kontak positif sehingga motor berhenti berputar. Gbr. Berputarnya motor menyebabkan Worm wheel berputar sehinbgga roller akan ikut bergerak mengikuti putaran worm wheel.29 .38 Mengoffkan starting switch berarti juga menghubungkan switch dari P2 ke P1. IX . sehingga slider ass’y akan bergerak. Gerakan roller tersebut akan membawa slider ass’y. Mechanic Development. Dalam keadaan ini posisi slider telah bergerak full searah panah ke kiri. Posisi non injeksi. IX .SUPPLEMENT 3. Karena kondisi P1 telah berhubungan dengan plate positif. maka akan ada arus mengalir ke motor sehingga motor berputar. Kondisi ini adalah kondisi dimana FIP pada posisi non injeksi.42. Ketika starting switch di posisikan OFF. PT Pamapersada Nusantara . Ketika worm wheel telah berputar sejauh 360° dari posisi semula 0°.

30 . IX .43.SUPPLEMENT H. IX . Sirkuit flicker digambarkan sebagai berikut : Gbr. pada saat truck berjalan mundur.38 Dump truck . Sirkuit Flicker. PT Pamapersada Nusantara . Mechanic Development.dump truck ukuran besar dilengkapi dengan “ Flicker System “ dimana menghasilkan signal untuk menghidupkan back-up horn. FLICKER SYSTEM.

SUPPLEMENT Prinsip kerja flicker : IX . Setelah C1 diisi penuh maka Tr1 akan off.44. maka arus listrik akan mengalir dengan urutan seperti gambar berikut ini : Gbr. Kapasitor C1 diisi ( charge ). IX . Tahap pertama prinsip kerja flicker.31 .38 ~ Ketika flicker back . Tahap kedua prinsip kerja flicker. R2 dan C1 menuju ke ground lewat Tr1.up switch di-on-kan.45. Mechanic Development. IX . Pada saat ini arus mengalir melalui R3 dan D1 untuk membuat Tr1 on. Seperti terlihat pada gambar berikut ini : Gbr. Dengan demikian arus mengalir melalui R1. PT Pamapersada Nusantara .

Arus yang lewat R3 dan C2 mengalir ke luar ke ground. Tahap ketiga prinsip kerja flicker. Pada saat itu arus besar mengalir ke buzzer relay coil menuju ke gorund lewat Tr2 sehingga buzzer akan berbunyi. Mechanic Development. IX . Arus dari D2 masuk melalui basis Tr2 dan mengalir menuju ground dan Tr2 akan on. ~ Kemudian arus discharge dari C2 dan arus yang lewat R3 akan membuka Tr1 ( Tr1 on ) dan akan terulang lagi proses mulai dari langkah 1. Lihat gambar berikut ini : Gbr. Sehingga buzzer berhenti berbunyi. Dan arus sisa didalam buzzer rel.38 ~ Ketika Tr1 off tegangan yang melalui R2 ditambah dari discharge C1. ~ Setelah C2 discharge Tr2 akan off dan memutuskan buzzer relay coil.ay coil lewat melalui flywheel diode dan berputar terus sampai berhenti ( lemah ).32 . Dengan demikian fungsi kerja flicker ini akan membuat buzzer berbunyi dan mati secara periodik.SUPPLEMENT IX .46. PT Pamapersada Nusantara .

Struktur mechatronics. IX . Suatu sistem mechatronics terdiri dari : 1. Wiring Harness. 4.47. 3.38 Istilah mechatronic berasal dari gabungan kata “ Mechanism “ dan Electronic “ Jadi mechatronics dapat didefinisikan sebagai suatu konsep baru dalam teknologi untuk meningkatkan hubungan organik antara teknik mesin dan teknik listrik. Actuator. IX .SUPPLEMENT I. 2. Mechanic Development. Struktur mechatronics adalah sebagai berikut : Gbr. PT Pamapersada Nusantara . 5.33 . Indicator. Sensor. Controller. MECHATRONIC.

48.34 . Mechanic Development. IX . PT Pamapersada Nusantara .SUPPLEMENT IX .38 Gbr. Susunan Mechatronics.

Mechanic Development. Karena pengontrolan mesin dilakukan secara lektronik. Jadi sensor adalah alat untuk mendeteksi kondisi suatu alat ( misal : temperatur. Meningkatkan Kemampuan Gerak. Produksi yang didapat lebih banyak ( high produktivity ).38 1. 3. Meningkatkan Fkator Keselamatan. Keuntungan penggunaan mechatronics. Dengan pengontyrolan operasi secara mudah atau otomatis. 3. sehingga hasilnya biaya operasi dapat ditekan. dari pengontrolan pembebanan yang optimal dari power train maupun pompa. 2. PT Pamapersada Nusantara . IX . putaran dsb ).SUPPLEMENT Tujuan penggunaan mechatronics. Mengurangi Biaya Operasi. Pekerjaan dapat dilakukan dengan aman pada kondisi kerja yang kurang baik atau lingkungan kerja yang tidak baik ( contoh : pekerjaan yang dilakukan didasar laut atau pekerjaan yang dilakukan di daerah panas ). Pemakaian bahan bakar tidak boros ( fuel economy ). Pengontrolan operasi alat optimal akan meningkatkan effisiensi kerja pengontrolan otomatis dapat mempersingkat waktu operasi persiklus. oerator yang barupun dapat mendapatkan hasil produksi yang sama dengan operator pengalaman. Dan akan dirubahnya hasil pendeteksian menjadi sinyal listrik dan dikirim ke Controller. meningkatkan effisiensi perbaikan dan perawatan. Sensor fungsinya dapatdisamakan dengan panca indra manusia dan dapat diklasifikasikan seperti dalam tabel berikut ini. tekanan. Pengoperasian mudah dan menyenangkan ( pleasant operation dan operator comfort ). Sensor. Menghemat Energi.35 . 2. maka akan didapat keuntungan keuntungan : 1. Dengan menggunakan mechatronics. 4. setrta kombinasi keduanya dapat menghemat energi yang dikeluarkan mesin.

38 Example Solar cell Photo transistor Photentiometer potentiometer Piezo electric effect (Ba Tio ) Strain gauge Magnetic resistant element Conductive rubber Piezo electric Element Conductive rubber Thermistor Collector sensor (infrared ray) Humadity sensor.36 . Gas sensor o sensor Sense of hearing ( ear ) Pressure sensor Magnetic sensor Piezo electric effect Strain resistant effect Magnetic effect Hall effect Piezo electric effect Strain resistant effect Thermal resistant effect Photoelectric effect Absorbing effect Chemical resistant effect Sense of touch ( skin ) Pressure sensor Temperature sensor Sense of smell ( nose ) Sense of smell ( nose ) Gas sensor Not developerd yet Mechanic Development. Human sense Sense of vision ( eyes ) Sensor Photo sensor Length sensor Angle sensor Effect of symptom Photovoltaic power IX .SUPPLEMENT Sensor . PT Pamapersada Nusantara .sensor yang sesuai dengan panca indra.

37 . etc Level sensor ( Laser photo receiver ) etc Automatic gear shifting service Laser leveling device Electronic fuel control device Revolution sensor Throttle sensor.38 Sensor . etc Electronic display panel ( monitor alarm ) Bulldozer Wheel loader Hydraulic excavator Dump truck Motor grader Dump truck Auto.SUPPLEMENT IX . etc Pressure sensor Position sensor. Mechatronics System Radion Control System Construction Machine Bulldozer Hydraulic Excavator Amphibious bulldozer Dump truck Motor scraper Bulldozer Motor grader Asphalt finisher Ditcher Dump truck Major Sensor Temperature sensor Pressure sensor etc Revolution sensor Throttle sensor. fan control device Auto retarder control device Dump truck PPM electronic .sensor sistem mechatronic yag digunakan pada alat . hydro static transmission Hydraulic excavator Bulldozer Mechanic Development.control system Bucket tilt control Blade loading control device Hydraulic excavator. etc Level sensor Speed sensor Pressure sensor Temperature sensor etc Temperature sensor Throttle sensor. etc Temperature sensor Throttle sensor. etc Angle sensor Ground machine speed sensor Agnle sensor.alat berat. PT Pamapersada Nusantara .

SUPPLEMENT Controller. Fungsi indikator adalah menerima perintah dari controller dan merubahnya menjadi sinyal lampu atau suara atau angka – angka digital. peliharalah wiring harness sungguh . Fungsi wiring harness dalam mechatronic dapat dibandingkan dengan urat syaraf tubuh manusia. maka alat elektronik tersebut berfungsi sebagai otak manusia ( controller ). Wirring Harness. Bila salah satu kawat putus. hal tersebut dapat dikatakan bahwa orang tersebut mengontrol unit itu. Oleh karena itu. sensor .komponen peralatan mechatronic. Misalnya electric display panel bazzer dan lainnya. Wiring harness dibuat sedemikian rupa sehingga memudahkan pemeliharaan. IX . Dalam sistem mechatronic suatu mekanisme yang menggerakkan alat dengan mengubah suatu sinyal listrik dalam tenaga disebut actuator. solenoid valve. Dalam hal pertimbanagan. governor motor. perbandingan dan memberikan perintah yang didasari informasi dari mata. Pada umumnya semua mekanisme yang menggerakkan suatu alat dengan penggunaan tenaga listrik. dan perbaikan karena setiap kabel memiliki warna dan kode tertentu. Indikator.38 . Bila beberapa pekerjaan yang dilakukan menggunakan alat elektronik. tenaga ( tekanan ) hidrolik atau tekaan udara sebagai sumber tebaga dinamakan actuator. Wiring harness terdiri dari kabel . Mechanic Development. Digunakan untuk menghubungkan controller. motor listrik. pemeriksaan.38 Bila seseorang mengoperasikan suatu unit untuk mengerjakan pekerjaan yang diharapkan.sungguh. seluruh sistem mechatronic akan tidak dapat bekerja normal. dan lain sebaginya. Misalnya. Dengan cara demikian sinyal . telinga.sinyal listrik dan tenaga listrik dapat diteruskan ke antara komponen . PT Pamapersada Nusantara .kabel listrik yang dibungkus menjadi satu. Actuator.sensor dan actuator satu sama lain. valve servo dan sebagainya.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->