BERITA DAERAH PROVINSI JAWA BARAT NOMOR 24 SERI E

PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR 33 TAHUN 2006 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2007

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

DAFTAR ISI
Halaman DAFTAR ISI ------------------------------------------------------------------DAFTAR TABEL ---------------------------------------------------------------BAB I. PENDAHULUAN ---------------------------------------------------1.1. Latar Belakang ----------------------------------------------------------1.2. Tujuan, Sasaran dan Fungsi ------------------------------------------1.3. Prinsip dan Proses Penyusunan RKPD ------------------------------1.4. Sistematika --------------------------------------------------------------BAB II. ISU STRATEGIS PEMBANGUNAN DAERAH ---------------------2.1 2.2 2.3 Perkembangan Pembangunan Daerah ------------------------------Kondisi Terkini ----------------------------------------------------------Isu Strategis -------------------------------------------------------------i- ii I–1 I–1 I–4 I–5 I–7 II – 1 II – 1 II – 7 II – 8

BAB III. PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH --------------------------- III – 1 3.1 3.2 BAB IV. Kerangka Ekonomi Daerah -------------------------------------------Prioritas Pembangunan Daerah --------------------------------------III – 1 III – 6 IV – 1 IV - 1 IV - 14 V–1 V–1 V – 10 V – 13 VI – 1

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN TAHUN 2007 --------------4.1 4.2 Matriks Rencana Kerja Prioritas Pembangunan Tahun 2007 ----Matriks Rencana Kerja Penunjang Pembangunan Tahun 2007 --

BAB V.

ANGGARAN PEMBANGUNAN DAERAH --------------------------5.1 5.2 5.3 Kerangka Anggaran Daerah ------------------------------------------Kebijakan Anggaran ---------------------------------------------------Alokasi Anggaran Indikatif Tahun 2007 -----------------------------

BAB VI.

PENUTUP -----------------------------------------------------------

LAMPIRAN - LAMPIRAN

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007

- i -

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

DAFTAR TABEL
Halaman Tabel Tabel Tabel Tabel Tabel Tabel Tabel Tabel Tabel Tabel Tabel Tabel Tabel Tabel 2.1 Perkembangan Indikator Makro Pembangunan Jawa Barat Tahun 2003 s.d. 2005 ------------------------------------------------------------2.2 Indikator Ketenagakerjaan di Jawa Barat Tahun 2005 -------------3.1 Perkiraan PDRB Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000 (Rp. Triliun) -------------------------------------3.2 Perkiraan PDRB Jawa Barat Berdasarkan Sektor Produksi Tahun 2007 (Harga Konstan 2007) --------------------------------------------3.3 Proyeksi Ekonomi dan Sosial Makro Tahun 2007 --------------------5.1 Perkembangan Dana Pembangunan Berbagai Sumber Dana di Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 s.d 2006 ----------------------------5.2 Perkembangan Pendapatan Asli Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 s.d 2006 -------------------------------------------------------------5.3 Perkembangan Rincian Dana Perimbangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 s.d 2006 ----------------------------------------------------5.4 Perkembangan Total Dana Perimbangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 s.d 2006 ----------------------------------------------------5.5 Perkembangan Total Pendapatan Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 s.d 2006 --------------------------------------------------------------------5.6 Perkembangan Alokasi Belanja Tahun 2003 s.d 2006 --------------5.7 Perkembangan Rincian Belanja Tahun 2003 s.d 2006 --------------5.8 Perkembangan Pembiayaan Tahun 2003 s.d 2005 ------------------5.9 Jumlah Dana APBN tahun 2003 – 2006 -------------------------------Fungsi Pembangunan dalam ribu rupiah ------------------------------Tabel 5.11 Alokasi Dana Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan (APBN/BLN) Per SKPD di Provinsi Jawa Barat --------------------------------------------Tabel 5.12 Perkiraan Plafon Indikatif Per Program Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2007 --------------------V – 13 V – 10 V–4 V–5 V–7 V–8 V–9 V–9 V–4 V–4 V–3 V–2 III – 5 III – 6 III – 3 II – 2 II – 5

Tabel 5.10 Rekapitulasi Dana APBN/BLN Tahun Anggaran 2005 Berdasarkan

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007

- ii -

Undangundang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Perpu No. RKPD Provinsi merupakan pedoman atau acuan untuk penyusunan RKPD kabupaten/kota. Hal tersebut memiliki konsekuensi bahwa rencana kerja. Rencana Kerja Pemerintah Daerah Provinsi (RKPD Provinsi) merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi (RPJMD Provinsi) atau Rencana Strategis Daerah (Renstrada) yang mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) serta hasil evaluasi pembangunan tahun yang lalu. Berkaitan dengan perencanaan tahunan kabupaten/kota. 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-undang No. Berdasarkan Pasal 25 ayat (1) Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004. RKPD merupakan pedoman untuk penyusunan Rancangan APBD. mewajibkan Pemerintah Daerah untuk Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) sebagai dokumen Rencana perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun.1 LATAR BELAKANG menyusun U ndang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BAB I PENDAHULUAN 1. rancangan kerangka ekonomi. Pasal 69 ayat (2) Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 dan Pasal 17 ayat (2) Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003. program dan kegiatan yang termuat dalam RKPD harus terukur dan dapat dilaksanakan dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran. Hal ini sejalan dengan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 yang menyatakan bahwa Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 I . dan Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. prioritas pembangunan.1 . Hal tersebut sejalan dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. yang telah ditetapkan dengan Undang–undang Nomor 8 Tahun 2005. rencana kerja dan pendanaan indikatif. baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat. RKPD tersebut memuat isu strategis. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Dalam rangka mewujudkan visi akselerasi tersebut ditetapkan lima misi Pemerintah Provinsi Jawa Barat yaitu : Pertama. Meningkatkan Implementasi Pembangunan Berkelanjutan. 2.2 . Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki tekad yang kuat untuk mewujudkan hal tersebut sehingga untuk tahun 2003 – 2008 ditetapkan visi “Akselerasi Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Guna Mendukung Pencapaian Visi Jawa Barat 2010”.1. Kelima. keuangan. Meningkatkan Kualitas dan Produktivitas Sumber Daya Manusia Jawa Barat. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara.1. Meningkatkan Kualitas Kehidupan Sosial yang Berlandaskan Agama dan Budaya Daerah. Kedua. Ketiga. Mengembangkan Tangguh. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara. Memantapkan Kinerja Pemerintahan Daerah. 1. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 I . 1. yaitu “Dengan Iman dan Taqwa Jawa Barat sebagai Provinsi Termaju di Indonesia dan Mitra Terdepan Ibukota Negara Tahun 2010”. Struktur Perekonomian Regional yang Keempat. pelayanan umum. pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya lainnya.2 Landasan Hukum Peraturan perundang-undangan yang melatarbelakangi penyusunan RKPD Provinsi adalah sebagai berikut : 1. RKPD Provinsi juga merupakan pedoman perencanaan untuk Kabupaten dan Kota dalam rangka pembinaan dan pengawasan yang dikoordinasikan oleh Gubernur.1 Visi dan Misi Pemerintah Daerah Visi Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak terlepas dari visi Jawa Barat yang telah ditetapkan dengan Perda Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pola Dasar Pembangunan Daerah Jawa Barat.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT daerah kabupaten dan daerah kota merupakan bagian dari daerah provinsi serta mempunyai hubungan wewenang.

9. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah. 3 Tahun 2005 Jo Undang – undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Pemerintahan Daerah. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. 14. 13. 15. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah Kepada Daerah. 4.3 . Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2004 Tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 Tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. 5. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. 8. 16. 11. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009. Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2006 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2007. 12. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah Jo Perpu No. 10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 16 Tahun 2006 tentang Prosedur Penyusunan Produk Hukum Daerah. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 I . Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 3. 7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. 6.

Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2003 Tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah Provinsi Jawa Barat 2010.2 Sasaran Sasaran RKPD adalah menjadi acuan dan pedoman pembangunan daerah provinsi Jawa Barat. 1.2 TUJUAN. 19. 2. SKPD Provinsi Jawa Barat dalam menyusun Rencana Kerja SKPD (Renja SKPD).3 Fungsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat berfungsi sebagai pedoman bagi : 1.2. antarsektor pembangunan. 1.4 .2. penganggaran. dan antartingkat pemerintahan serta mewujudkan efisiensi alokasi sumber daya dalam pembangunan daerah. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 I .1 Tujuan Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) bertujuan untuk mewujudkan sinergitas antara perencanaan. 1. Penyusunan RAPBD Provinsi Jawa Barat.2. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 3 Tahun 2003 Tentang Program Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2003-2007. 3. 20. 21. SASARAN DAN FUNGSI 1. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 72 Tahun 2005 tentang Tata Cara Perencanaan Pembangunan Tahunan Daerah. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 1 Tahun 2003 Tentang Pola Dasar Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 20032007.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 17. 18. pelaksanaan dan pengawasan pembangunan antarwilayah. Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam menyusun RKPD Kabupaten/Kota. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Rencana Strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2003-2008.

dan lintas pelaku. c. d. Penyampaian secara resmi dokumen Rancangan Awal RKPD kepada masingmasing Kepala SKPD untuk ditindaklanjuti dengan penyusunan Rancangan Renja SKPD serta kepada Kabupaten/Kota untuk penyusunan Rancangan Awal RKPD Kabupaten/Kota. yaitu pendekatan yang melibatkan semua pihak yang berkepentingan terhadap pembangunan. Bapeda melaksanakan penyusunan Rancangan RKPD dengan bahan-bahan hasil evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan tahun 2005. Kepala SKPD melakukan evaluasi kinerja pelaksanaan rencana pembangunan SKPD periode tahun 2005. Pendekatan partisipatif. terdapat beberapa pendekatan yang digunakan. 4. kewilayahan. 2. Pendekatan atas-bawah (top down). dan bawah-atas (bottom up) yaitu dilaksanakan menurut jenjang pemerintahan melalui musyawarah. Kepala Bapeda menyusun evaluasi rencana pembangunan berdasarkan hasil evaluasi Kepala SKPD. yaitu merupakan penjabaran agenda-agenda pembangunan yang berdasarkan kebijakan kepala daerah maupun aspirasi masyarakat melalui DPRD. Pendekatan teknokratik. 3. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 I . yaitu pendekatan yang menggunakan metode dan kerangka ilmiah yang dilaksanakan secara fungsional.3 PRINSIP DAN PROSES PENYUSUNAN RKPD Dalam penyusunan RKPD Provinsi Jawa Barat. Pendekatan politik. Rencana Strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2003-2008. Pembahasan Rancangan Awal RKPD dengan para Kepala SKPD guna disepakati sebagai pedoman penyusunan Rancangan Renja SKPD. Proses penyusunan RKPD Provinsi dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 1. 5. Peraturan Presiden No. b. yaitu: a.5 . lintas sektor. 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009 serta Rancangan Awal RKP.

Tujuannya adalah untuk merinci kegiatan prioritas pembangunan. Penyusunan SKPD serta Rancangan capaian Renja SKPD dan oleh Kepala SKPD dengan memperhatikan Rancangan Awal RKPD. Kepala Bapeda menyelenggarakan Musrenbangprov untuk mendapatkan program masukan bagi penyempurnaan RKPD Rancangan RKPD.6 .PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 6. Rancangan Renja KL (hasil Musrenbangpus). tugas dan fungsi keberhasilan permasalahan dalam periode sebelumnya. Gubernur (u.p Kepala Bapeda Provinsi) sebagai peserta mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan Tingkat Pusat (Musrenbangpus). Rancangan Kabupaten/Kota melakukan penjaringan aspirasi masyarakat. 8. Kepala SKPD melaksanakan Forum SKPD untuk mendapatkan susunan prioritas kegiatan dan program serta menampung rencana kerja tambahan ke dalam Rancangan Renja SKPD yang telah disusun. arah kebijakan fiskal dan Rancangan Renja Kementerian/Lembaga (KL) serta indikasi kebijakan dana perimbangan. Penyusunan Rancangan Akhir RKPD dan penyusunan naskah Rancangan Peraturan Gubernur tentang RKPD Provinsi. Hasil Musrenbangpus menjadi masukan untuk penyusunan Rancangan Akhir RKPD. Renstra SKPD. yaitu mengintegrasikan Rancangan Awal RKPD dengan Rancangan Renja SKPD yang diterima resmi dari Kepala SKPD. menyampaikan aspirasi Daerah Provinsi terhadap agenda dan program prioritas nasional yang memerlukan dukungan pendanaan dekonsentrasi dan/atau tugas pembantuan pada tahun 2007. rancangan awal RKA SKPD dan rancangan awal kerangka regulasi menurut SKPD. 9. kerangka ekonomi makro. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 I . serta dengan mensinergikan dokumen Rancangan RKP. 11. 10. 7. Bapeda melaksanakan penyusunan Rancangan RKPD. mensinkronkan agenda dan program prioritas pembangunan nasional dalam Rancangan RKP serta mensinkronkan Rancangan Renja KL untuk pendanaan dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Hasil Musrenbangpus adalah Rancangan RKP yang memuat prioritas pembangunan nasional.

7 . Tujuan.1 Visi dan Misi Pemerintah Daerah. 1. 14. Latar belakang 1. Mendeskripsikan visi dan misi jangka menengah daerah dan kaitannya dengan rencana kerja pada tahun rencana. Kepala SKPD melaksanakan penyempurnaan Rancangan Akhir Renja SKPD serta menetapkan dengan Peraturan Kepala SKPD menjadi Peraturan Kepala SKPD.1. disusun dengan sistematika sebagai berikut : BAB I. PENDAHULUAN 1.4 SISTEMATIKA Rencana Kerja Pemerintah Daerah Provinsi (RKPD Provinsi) Jawa Barat Tahun 2007.1. memperhatikan naskah RKP khususnya kegiatan dan program Kementrian/Lembaga yang dialokasikan di Provinsi.2 Landasan Hukum Mencantumkan peraturan perundang-undangan yang melatarbelakangi penyusunan RKPD.1. 12.2. 13. Sasaran dan Fungsi Menjelaskan tujuan. 1. tugas pokok dan fungsi SKPD serta Peraturan Gubernur tentang RKPD/Rancangan AKhir RKPD. Dokumen Rancangan Akhir Renja SKPD disampaikan resmi kepada Kepala Bapeda untuk ditelaah kesesuaiannya dengan Renstra SKPD. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 I . 15. Peraturan Gubernur tentang RKPD Provinsi atau Rancangan Akhir RKPD menjadi bahan bagi Kepala SKPD untuk menyusun Rancangan Akhir Renja SKPD dan menjadi pedoman untuk penyusunan RAPBD. Penetapan Rancangan Peraturan Gubernur tentang RKPD Provinsi menjadi Peraturan Gubernur tentang RKPD Provinsi.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Menyusun Rancangan Akhir RKPD dengan memuat hasil Musrenbangprov. 1. sasaran dan fungsi RKPD.

BAB III. hasil musrenbang sampai dengan penetapan peraturan kepala daerah.8 . KERANGKA ANGGARAN PEMBANGUNAN DAERAH Menjelaskan kondisi keuangan daerah dari berbagai sumber dana dan peran pemerintah daerah yang diperlukan dalam hal pendapatan.3.4. indikasi kegiatan. sasaran program. BAB V. rancangan RKPD. kerangka ekonomi daerah.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 1. evaluasi pembangunan tahunan. BAB IV. BAB VI. Prinsip dan Proses Penyusunan RKPD Menjelaskan proses penyusunan RKPD sejak penyusunan rancangan awal RKPD. RENCANA KERJA PEMBANGUNAN TAHUN 2007 Menjelaskan rumusan prioritas pembangunan. sumber dana dan pelaksana kegiatan. ISU STRATEGIS PEMBANGUNAN DAERAH Menjelaskan rumusan evaluasi umum pembangunan daerah pada tahun sebelumnya dan isu strategis pembangunan daerah. 1. lokasi. belanja. program. serta aspirasi masyarakat yang disepakati dalam musrenbang. capaian kinerja yang direncanakan dalam RPJMD/Renstrada. dan pembiayaan pemerintah daerah yang dituangkan dalam kebijakan umum anggaran pendapatan dan belanja daerah serta perkiraan pagu indikatif per program dari berbagai sumber dana. PENUTUP Memuat kaidah pelaksanaan dan penegasan dalam menerapkan RKPD serta tindak lanjut yang perlu dilaksanakan oleh pembangunan lainnya. SKPD dan pelaku Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 I . PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH Menjelaskan prioritas pembangunan daerah berdasarkan isu strategis pembangunan daerah. Sistematika Menjelaskan isi bahasan tiap bab dalam RKPD. BAB II.

pengendalian hingga evaluasi pelaksanaannya. industri manufaktur dan jasa yang kemudian didukung oleh penataan ruang yang mantap dan tersedianya infrastruktur yang memadai. Perubahan perilaku tersebut diawali dari peningkatan etos kerja. Indeks Kesehatan. dan reformasi sistem politik yang secara komprehensif diarahkan untuk mendorong pengembangan 6 (enam) core bussiness Jawa Barat yaitu pengembangan sumber daya manusia. Laju Pertumbuhan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 II . pelaksanaan. harus didukung oleh perubahan bussiness ini. wujud komitmen akselerasi pembangunan daerah. 2. Berdasarkan identifikasi awal yang dilakukan melalui dialog pembangunan. Indeks Daya Beli. pengembangan pusat keunggulan ilmu pengetahuan. Keberhasilan dalam pengembangan core S ebagaimana pernyataan visi dan misi pada Bab I. profesionalisme dan keteladanan aparatur pemerintah. pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sinergitas perlu dilakukan secara simultan mulai dari perencanaan. Jawa Barat telah menetapkan 12 (dua belas) driving forces sebagai energi dalam proses pembangunan daerah. pengembangan good governance dan clean government. Indeks Pendidikan. pada seluruh level pemerintahan. yang meliputi : Indeks Pembangunan Manusia (IPM). yaitu : pengamalan ajaran agama dan nilai-nilai luhur budaya Jawa Barat.1 PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN DAERAH Skenario kebijakan pembangunan Jawa Barat yang ditetapkan dalam kerangka kinerja pembangunan daerah. Selain itu sinergitas dilakukan oleh pelaku pembangunan. pada gilirannya diharapkan dapat menjadi pendorong terhadap proses pembangunan dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat di tahun 2010. agribisnis.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BAB II ISU STRATEGIS PEMBANGUNAN DAERAH perilaku secara konstruktif dan meningkatkan sinergitas pembangunan dari segenap pelaku pembangunan. masyarakat maupun dunia usaha. Adapun representasi ketercapaian tujuan pembangunan daerah tersebut dituangkan dalam indikator makro pembangunan daerah. bisnis kelautan. serta menumbuhkembangkan kesadaran dan peran serta aktif masyarakat. harus dapat menginformasikan seberapa berdayanya kebijakan tersebut dalam mendukung tujuan pembangunan itu sendiri. pariwisata.1 . peningkatan kemampuan keuangan.

39 36.69 4.20 66.63 65. Tabel 2.00 2.18 Purchasing Power Parity (Rp) Laju Pertumbuhan Penduduk (%) Penduduk Miskin Pengangguran (%) Laju Pertumbuhan Ekonomi (%) Jumlah Investasi (Trilyun Rp) 553. IPM Jawa Barat masih berada pada posisi di bawah IPM Nasional.36 79.2 . Rendahnya perkembangan IPM Jawa Barat lebih disebabkan oleh perkembangan Indeks Daya Beli yang masih rendah.99 poin.44 Sumber : BPS Provinsi Jawa Barat. 2005 NO 1 2 IPM **) Indeks Pendidikan INDIKATOR TAHUN 2003 67. merupakan nilai rata-rata dari variabel Angka Melek Huruf (AMH) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS).87 78.51 554. Pada periode 2003-2005. Indeks Pendidikan (IP) sebagai salah satu komponen utama IPM. Perkembangan indikator makro pembangunan Jawa Barat sampai dengan tahun 2005.100.29 11.34 58. diolah Bapeda Provinsi Jawa Barat Keterangan : **) Angka Regional Jawa Barat (tidak dapat dibandingkan dengan Provinsi lain.35 79. dengan tanpa mengesampingkan indeks pendidikan dan indeks kesehatan sebagai satu kesatuan dalam pembangunan manusia.25 5.51 12.d.91 5.59 Angka Melek Huruf (%) Rata-rata Lama Sekolah (tahun) Indeks Kesehatan 93.699.00 2. IP Jawa Barat cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 II . Persentase Penduduk Miskin.02 2005 69.1.46 69.57 59.96 7. yaitu sebesar 69. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE).28 3 4 5 6 7 8 9 Angka Harapan Hidup (tahun) Indeks Daya Beli 64. Perkembangan Indikator Makro Pembangunan Jawa Barat Tahun 2003 s.08 40. hal ini menunjukan bahwa persoalan daya beli dalam kerangka IPM perlu menjadi perhatian.31 61. Kondisi tahun 2003.40 2004 68.81 12.570.23 94.52 556.52 7.64 27. dan Jumlah Investasi.70.37 67. Pada periode tahun 2003-2004 terjadi peningkatan sebesar 0. Persentase Pengangguran. karena asumsi Purchasing Power Parity yang berbeda) Indeks Pembangunan Manusia sampai dengan tahun 2005 menunjukkan adanya peningkatan realisasi yang cukup signifikan. dapat disajikan dalam tabel berikut.94 58.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Penduduk (LPP).25 27.60 7.00 2.83 66.57 93.49 poin dan periode tahun 2004-2005 menjadi sebesar 0.10 28.

46 tahun. Sampai dengan tahun 2005.62 poin. maka rata-rata tingkat pendidikan penduduk Jawa Barat adalah tidak tamat SLTP atau baru mencapai kelas 1 SLTP. RLS Jawa Barat masih sebesar 7.40 berada di bawah angka nasional (81. yang diukur melalui Angka Harapan Hidup waktu lahir (AHHe0). seperti kebijakan fiskal.57 tahun. namun pada periode tahun 2004-2005 hanya meningkat sebesar 0.00). selama periode tahun 2003–2005 mengalami peningkatan. Pada periode 2004-2005. pada perode tahun 2003-2005 mengalami peningkatan yang signifikan.57 poin. sebab indeks ini sangat dipengaruhi oleh kondisi eksternal Jawa Barat. Akan tetapi jika diperhatikan angka perkembangan tahunannya. jika dikonversikan pada tingkat kelulusan. Periode tahun 2003-2004 meningkat sebesar 0. Indeks Kesehatan merepresentasikan derajat kesehatan masyarakat suatu wilayah pada periode waktu tertentu. Oleh karena itu untuk mencapai tujuan RLS maksimal 15 tahun. Kondisi ini memberikan gambaran bahwa sampai dengan tahun 2005.66 poin. Rata-rata Lama Sekolah (RLS) yang menggambarkan lamanya penduduk usia 15 tahun ke atas yang bersekolah (dalam tahun).PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT tahun. Indeks Kesehatan Jawa Barat mengalami peningkatan sebesar 2. Angka Melek Huruf (AMH) yang menggambarkan proporsi penduduk usia 15 tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis (latin dan huruf lainnya) sebagai salah satu variabel dari indeks pendidikan di samping variabel Rata-rata Lama Sekolah (RLS).05 poin dari periode sebelumnya yaitu sebesar 0. Gambaran tersebut mengindikasikan kinerja pembangunan kesehatan di tahun 2005 cukup berhasil dalam meningkatkan angka harapan hidup masyarakat Jawa Barat yang mencapai 66. namun demikian peningkatan tersebut masih relatif kecil (masih di bawah 1 tahun). moneter dan kenaikan harga BBM. masih memerlukan rentang waktu yang cukup lama dan biaya yang besar. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 II . merupakan indikator dengan fluktuasi perubahan yang dinamis. telah terjadi peningkatan yang signifikan terhadap kemampuan baca masyarakat Jawa Barat. Bila dibandingkan dengan kondisi nasional tahun 2003. Indeks Daya Beli sebagai komponen utama IPM. kondisi Indeks Pendidikan Jawa Barat yang sebesar 78. Hal ini menunjukan bahwa secara kuantitatif kondisi pendidikan Jawa Barat pada tahun 2003 tersebut masih berada di bawah angka nasional.3 . menunjukan trend penurunan.

sektor angkutan sebesar 2.00. Tingginya LPP Jawa Barat tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh tingginya pertumbuhan penduduk alami dibandingkan dengan migrasi masuk. Hal ini mengindikasikan bahwa kemiskinan menjadi persoalan yang krusial untuk ditangani oleh Jawa Barat melalui berbagai kebijakan yang komprehensif.72%. indeks daya beli Jawa Barat sebesar 58. Pada tahun 2003.99%.84%. kepala Rumah tangga miskin yang bekerja di sub sektor pertanian sebesar 33.64% pada tahun 2004.29% dari total keluarga di Jawa Barat.15 pada tahun 2003.25% menjadi sebesar 2.3%. Berdasarkan hasil Pendataan Sosial Ekonomi (PSE) Tahun 2005 di Jawa Barat. maka persentase penduduk miskin Jawa Barat masih besar.12 pada tahun 2004. Indeks Daya Beli dihitung melalui Purchasing Power Parity (PPP). Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menunjukkan proporsi jumlah penduduk yang mencari pekerjaan secara aktif terhadap jumlah seluruh angkatan kerja.40%. dan kembali menurun pada tahun 2005 menjadi sebesar 2. indeks daya beli meningkat sebesar 0.35 poin.79%. Penduduk Miskin pada periode 2003-2005.63 telah berada pada posisi yang hampir sama dengan Indeks Daya Beli Nasional yaitu sebesar 59.06%. karena tingkat daya beli masyarakat sangat dipengaruhi oleh kondisi eksternal Jawa Barat. Namun yang perlu dicermati bahwa kondisi ini masih belum menunjukkan kualitas kemampuan ekonomi masyarakat secara riil.20 poin dan periode tahun 2004-2005 sebesar 0.4 . Periode tahun 2003-2004.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Terdapat beberapa faktor yang sangat berpengaruh terhadap dinamika naik turunnya kekuatan daya beli masyarakat. Tahun 2003 sebesar 2. LPP Jawa Barat tahun 2003 sangat tinggi bila dibandingkan dengan LPP Nasional yang mencapai 1. Bila dibandingkan dengan rata-rata nasional yang sekitar 17%.10%.81% pada tahun 2003 menjadi 27. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 II . yaitu pada tahun 2002 sebesar 2. sektor perdagangan sebesar 6. sektor industri sebesar 2. Laju Pertumbuhan Penduduk Jawa Barat pada periode 2003-2005 mengalami fluktuasi. proporsinya memiliki trend yang terus menurun dari 27. yaitu faktor pendapatan dan inflasi (tingginya harga barang dan jasa). sedangkan kepala rumah tangga miskin yang tidak bekerja mencapai 24. dan 2.20 menjadi 2. Meskipun angka fertilitas Provinsi Jawa Barat pada periode 2002-2004 cenderung menurun. sektor jasa sebesar 12. pada periode tahun 2003 – 2005 mengalami peningkatan rata-rata 18%.51% pada tahun 2004 dan pada tahun 2005 sebesar 28.

Hasil Suseda 2005 menggambarkan bahwa TPT Jawa Barat mencapai 11. secara proporsional tampak adanya transformasi dari sektor pertanian ke Sektor Industri Manufaktur dan Jasa.38 11.008 % 52.758.011. Berusaha sendiri 4. Status Pekerjaan 4.743. 1.2 Indikator Ketenagakerjaan di Jawa Barat Tahun 2005 INDIKATOR 1.65 18. 29.333 1.91 9.28% di sektor Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 II . Tingginya angka pengangguran akan memiliki implikasi terhadap keamanan dan stabilitas regional. Pekerja keluarga 5.002 4.53 45.45 17. sebagai akibat lapangan pekerjaan yang kurang dan tingkat kompetensi angkatan kerja yang rendah. 4.25%.50 14.329 530.082 1.859 4.39 12.084 15. Pada tahun 2005. 5.38% dan TPT penduduk perempuan sebesar 18. 22.108.450. 2.868.074 895.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Tinggi rendahnya TPT memiliki kepekaan terhadap dinamika pasar kerja dan tingkat kesejahteraan masyarakat.663 2.56 3.28 22.695 2.602 3. Lainnya 4. 1.849 1. Pertanian 3. TPT penduduk laki-laki sebesar 9. Jasa-jasa 3.360.029. Berusaha dengan Buruh Tetap 4.040.108 2. Buruh/karyawan 4. Tabel 2. 4.186. struktur ketenagakerjaan di Jawa Barat masih didominasi oleh sektor pertanian. 3.23 29. Perdagangan 3. 18. Jumlah Angkatan Kerja 2. 3.77 88.09 29. 2.65% ditampung oleh sektor pertanian.5 .134.91% menurun dari tahun 2004 sebesar 12.586. Jumlah yang Bekerja 3. Namun demikian.997 2. Industri 3.08%. dari sekitar 15 juta penduduk Jawa Barat yang bekerja.02 7.38 18.08 Sumber : BPS Propinsi Jawa Barat & Bapeda Propinsi Jawa Barat ( Hasil Suseda 2005) Sebagai konsekuensi dari rendahnya kualitas SDM. Hal ini mengindikasikan bahwa angkatan kerja yang begitu besar di Jawa Barat belum terserap secara optimal oleh sektor-sektor produksi. Pola Distribusi Sektoral 3.39% di sektor perdagangan.569 6. Pengangguran Total Laki-laki Perempuan 2005 Jumlah 17. Berusaha dgn dibantu Buruh tdk tetap 4. 5.427.

dan Rp. 29. Gambaran ini menunjukkan terjadinya kecenderungan peningkatan investasi di Jawa Barat sebagai dampak membaiknya iklim investasi. menunjukkan bahwa realisasi telah melampaui target.39%. sedangkan pada tahun 2004 menjadi 5. dari Rp. Hal ini juga terlihat dari Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 II .6 . angkutan.24% dibanding PDRB tahun 2004. dan sisanya tersebar di berbagai sektor seperti keuangan.51 pada tahun 2005.56% berusaha dengan dibantu buruh tidak tetap. 3. sehingga kinerja perekonomian di Jawa Barat pada tahun 2005 sedikit mengalami perlambatan.53% berusaha dengan dibantu buruh tetap dan sisanya merupakan pekerja dengan status sebagai pekerja keluarga/pekerja tak dibayar dengan persentase sebesar 7. Besarnya LPE Jawa Barat cenderung berada pada posisi yang tidak signifikan yaitu sekitar 5% per tahun bila dibandingkan dengan rata-rata LPE nasional.38%. konstruksi dan lain-lain.31% pada tahun 2005.800. Berdasarkan data gabungan dari tujuh kota di Jawa Barat. 36.15 pada tahun 2005.50% berusaha sendiri.08%. Bila dibandingkan dengan angka nasional PDRB per Kapita. sebesar 45. Dilihat dari status pekerjaan. 61. Akan tetapi. LPE Jawa Barat pada tahun 2003 sebesar 4.56 di tahun 2004 menjadi 18.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT industri. maka kondisi Jawa Barat masih berada di bawah rata-rata nasional.54 juta atau meningkat sebesar 22. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Barat yang menggambarkan produksi barang dan jasa masyarakat Jawa Barat. dan menjadi 5.45% di sektor jasa. dari inflasi sebesar 7. pada periode tahun 2005 atas dasar harga berlaku (angka sangat sementara) sebesar Rp 373.02% dari sekitar 15 juta penduduk Jawa Barat yang bekerja merupakan pekerja dengan status pekerjaan sebagai buruh/karyawan. Tingginya inflasi ini terutama disebabkan oleh kebijakan kenaikan BBM pada bulan Maret dan Oktober 2005 yang memicu kenaikan harga seluruh kelompok pengeluaran. bahkan jika diperhatikan berdasarkan skenario target yang telah ditetapkan.602.193. hal ini salah satunya disebabkan oleh tingginya jumlah penduduk Jawa Barat. Rp. Sementara itu PDRB perkapita Tahun 2004 sebesar Rp 7.73% menjadi Rp 9. 40. Laju Pertumbuhan Ekonomi periode 2003-2005 mengalami kenaikan yang signifikan. meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi tersebut diiringi dengan meningkatnya inflasi. 12. 14.185. Jumlah Investasi Jawa Barat berdasarkan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) selama periode 2003 – 2005 terus mengalami pertumbuhan.44 trilyun pada tahun 2005.976.51 trilyun pada tahun 2003.81 meningkat 19.338.52 trilyun pada tahun 2004.

Kejadian dan kasus yang dimaksud adalah sebagai berikut : 1.7 . dan memiliki peran yang cukup besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi selama periode 2003 – 2005. Pada tahun 2005 terdapat kasus di 7 kabupaten/kota dengan jumlah suspect 28 orang. Kota Cimahi. 2. Kasus gizi buruk pada balita yang merebak di wilayah Provinsi Jawa Barat dengan jumlah kasus sebanyak 6.2. dan Bekasi. konfirmasi 3 orang dan meninggal 7 orang. Indramayu. Kota Banjar.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT besaran persentase investasi Jawa Barat sebesar 10% per tahun terhadap besaran investasi nasional. mengindikasikan tingkat kepercayaan yang cukup tinggi dari masyarakat untuk menanamkan modalnya di Jawa Barat. negara bahkan benua dan telah menjadi global concern. Keberadaan lahan kritis pada setiap DAS telah memunculkan persoalan-persoalan erosi yang berdampak pada sedimentasi di Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 II . Berkaitan dengan kualitas lahan. Subang. Sumedang. Penurunan daya dukung lingkungan juga terjadi pada Cekungan Air Tanah (CAT) yang ada di Jawa Barat. Pada tahun 2006 sampai bulan Pebruari telah ditemukan kasus sebanyak 22 orang. konfirmasi 7 orang dan meninggal 8 orang di 11 kabupaten/kota. Kasus flu burung yang disebabkan oleh virus Avian influenza tipe A (H5N1) yang ditularkan melalui unggas merupakan trans boundary disease yaitu penyakit yang dapat menular secara luas tanpa dibatasi oleh batas-batas administrasi suatu daerah.354 balita (per Januari 2006). 3. Adapun daerah yang unggasnya tertular flu burung sebanyak 83 desa. Kuningan. Kota Depok. terutama Sungai Citarum. yang terjadi di Kabupaten Karawang. Cirebon. Ciamis. provinsi. Bogor. KONDISI TERKINI Sepanjang tahun 2005 dan di awal tahun 2006. luas lahan kritis yang belum tertangani sampai dengan tahun 2005 mencapai sekitar 400. Pencemaran dan kerusakan lingkungan dalam empat tahun terakhir menunjukkan kondisi beberapa sungai di Jawa Barat cenderung masih tercemar oleh limbah industri dan domestik. Jumlah investasi yang terus berkembang ini. 2. dan Kota Bandung.000 Ha. antara lain CAT Bandung-Soreang. 64 kecamatan dan 16 kabupaten/kota. terdapat beberapa kejadian dan kasus yang perlu mendapat perhatian dan penanganan optimal pada rencana kerja pembangunan daerah yang akan dilaksanakan pada tahun 2007. Purwakarta.

khususnya di daerah perkotaan. maka dapat disampaikan 8 (Delapan) Isu Strategis sebagai berikut: 1. Pembangunan di wilayah perbatasan masih belum optimal. Pencemaran lingkungan juga terjadi pada lingkungan udara. 2.3. khususnya dalam hal pelayanan dari pemerintah baik untuk wilayah perbatasan antar kabupaten/kota maupun antar provinsi. bencana alam gerakan tanah diantaranya terjadi di wilayah Jawa Barat Selatan. Kondisi fisik dasar Jawa Barat dengan struktur geologi yang kompleks disertai dengan tingginya curah hujan telah menjadikan wilayah Jawa Barat sangat rentan terhadap berbagai ancaman bencana alam geologi yang dapat ditimbulkan. meningkatkan sinergitas di bidang perencanaan baik antar SKPD maupun antar tingkat pemerintahan. sebagaimana telah terjadi pada DAS Citanduy yang berdampak pada sedimentasi di muara sungainya. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 II . beberapa wilayah pantai utara Jawa Barat dilanda banjir besar yang berdampak pada kerusakan lahan pertanian serta sebagian infrastruktur wilayah yang ada. 4. kecamatan dan desa/kelurahan. banjir. ISU STRATEGIS Berdasarkan perkembangan situasi dan kondisi sebagaimana dikemukakan sebelumnya. akan mempunyai dampak yang sangat signifikan dalam upaya mendorong perkembangan di daerah perbatasan. seperti bencana alam gerakan tanah. Meningkatnya aktivitas industri dan transportasi menjadi salah satu penyebab dari gejala penurunan kualitas udara di beberapa wilayah Jawa Barat. serta memfasilitasi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten/Kota. Optimalisasi Manajemen Pemerintahan Daerah dan Konsolidasi Hukum dan HAM Optimalisasi manajemen pemerintahan daerah dapat dilakukan melalui penataan kembali baik sisi kelembagaan maupun sumber daya manusia yang bebas KKN.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT daerah hilirnya. Pada tahun 2005. Demikian pula pada awal tahun 2006. dan letusan gunung berapi.8 . Koordinasi pembangunan dalam rangka mensinergikan berbagai bidang pembangunan yang akan dilaksanakan di wilayah perbatasan. 5.

Selain itu masih diperlukan juga upaya penambahan lokal sekolah. Kelas Jauh. filosofis maupun sosiologis. yang berimplikasi pada rendahnya tingkat daya beli dan kesejahteraan masyarakat. 3. Aksesibilitas dan Kualitas Pendidikan dan Kesehatan Angka drop out (DO) dan kekurangan daya tampung masih menjadi perhatian. Paket B dan Paket C.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Penerapan dan penegakan hukum daerah yang belum optimal di berbagai aspek kehidupan masyarakat perlu dilakukan perbaikan secara komprehensif. kemudahan akses usaha dan bantuan modal usaha merupakan langkah yang harus ditempuh. 2. Keaksaraan Fungsional. seperti program PAUD. Serta melakukan pengendalian pertumbuhan penduduk terutama untuk migrasi masuk.9 . penjaringan aspirasi masyarakat hingga proses penegakan hukumnya (law enforcement) serta evaluasi hukum sehingga relevan dari berbagai dimensi baik itu secara yuridis. kesehatan. mulai dari perencanaan hukum dengan proses legal drafting. serta usaha peningkatan kompetensi. Kejar Paket A. merupakan penyebab tingginya jumlah keluarga miskin dan pengangguran serta meningkatnya jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). serta pengembangan berbagai sekolah alternatif seperti SLTP Terbuka. Oleh karena itu upaya pemberdayaan keluarga miskin dan pengangguran serta PMKS melalui kemudahan akses terhadap pendidikan. Oleh karena itu diperlukan optimalisasi penyelenggaraan pendidikan non formal khususnya di Kabupaten yang memiliki Indeks Pendidikan di bawah rata-rata Jawa Barat. oleh karena itu upaya penanganan siswa usia sekolah yang DO atau yang terancam DO agar dapat tetap bersekolah harus ditingkatkan. dll. Kebijakan program yang diarahkan untuk meningkatkan kemampuan baca serta mengakomodasi penduduk usia sekolah yang tidak tertampung pada pendidikan formal dilaksanakan melalui pendidikan non formal. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 II . Juga perlindungan terhadap Hak Asasi Manusia sebagai hak dasar manusia yang paling hakiki diperlukan upaya yang sinergis di daerah terhadap Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RAN-HAM). dan infrastruktur dasar. Pemberdayaan Keluarga Miskin dan Penanganan Pengangguran Besarnya jumlah penduduk dan masih tingginya laju pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi dengan tingkat kompetensi (pendidikan dan keterampilan) yang memadai dan terbatasnya lapangan kerja.

4. Kebutuhan pangan untuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 II . Pemantapan Ketahanan Pangan Pangan merupakan kebutuhan dasar yang paling esensial bagi manusia untuk mempertahankan bertanggung hidup dan kehidupan. mewujudkan Pemerintah ketahanan bersama pangan. pembinaan.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Semakin lunturnya pengamalan nilai-nilai agama serta budaya daerah menyebabkan semakin menurunnya kondisi moral masyarakat. baik aspek pendidikan. pengendalian dan pengawasan terhadap ketersediaan pangan yang cukup. untuk itu diperlukan upaya-upaya dalam meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai agama dan budaya daerah. sumber daya air dan irigasi. serta permukiman. Memperhatikan kondisi dan permasalahan tersebut diperlukan upaya optimalisasi pelayanan kesehatan bagi keluarga miskin baik yang ada di perdesaan maupun di perkotaan. kondisi ekonomi keluarga dan rendahnya pemahaman masyarakat terhadap perilaku hidup sehat pada daerah perkotaan. beragam. aman bergizi. listrik dan energi. dan bagi penduduk dengan kondisi geografis yang sulit untuk dijangkau. yang meliputi : transportasi. masyarakat Pemerintah jawab dalam menyelenggarakan pengaturan. Oleh karena itu perlu diupayakan peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur wilayah. maupun ekonomi masyarakat. baik jumlah dan mutunya. masyarakat berperan dalam menyelenggarakan produksi penyediaan. kesehatan. dilihat dari cakupan layanan kesehatan. Pembangunan daerah dari aspek kesehatan. menunjukan kondisi yang belum optimal. Hal-hal yang menjadi penyebabnya adalah jarak dan kondisi geografis terutama pada daerah perdesaan. 5. pengolahan sampah dan limbah. Tingginya laju pertumbuhan penduduk akan berimplikasi pada meningkatnya konversi lahan dan meningkatnya kebutuhan pangan. telekomunikasi.10 . Rendahnya Cakupan Pelayanan Infrastruktur Wilayah Rendahnya cakupan pelayanan infrastruktur wilayah baik dari segi kualitas maupun kuantitas masih merupakan persoalan besar di Jawa Barat yang harus segera diatasi karena dapat menghambat laju pembangunan. merata dan terjangkau oleh daya beli masyarakat. perdagangan dan distribusi serta sebagai konsumen yang berhak memperoleh pangan yang aman dan bergizi. Selanjutnya.

Persoalan tersebut diantaranya diakibatkan oleh masih belum efektifnya fungsi pengendalian mulai dari perizinan. serta masih banyaknya lahan kritis yang belum tertangani. Degradasi lahan jelas mengakibatkan penurunan tingkat pendapatan petani. Di sektor energi listrik. Dari sisi konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM). deplesi muka air bawah tanah di pusat-pusat kegiatan nasional.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT masyarakat menunjukkan peningkatan sesuai dengan peningkatan jumlah penduduk. Kondisi ini akan memberikan tekanan pada sumberdaya alam dan lingkungan. Disisi lain. Selain itu. partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan belum merata pada semua lapisan masyarakat. Dengan demikian keberadaan kawasan lindung sesuai dengan tuntuan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 II . masih dihadapkan pada persoalan-persoalan semakin menurunnya daya dukung lingkungan sungai. sehingga berdampak pada menurunnya kualitas hidup masyarakatnya. Pada bidang lingkungan hidup.355 MW. Penjabaran kebijakan kawasan lindung belum secara optimal dilakukan oleh kabupaten/kota. demikian juga dengan konversi kawasan budidaya menjadi kawasan lindung di kawasan hutan dan perkebunan. pencemaran kualitas udara perkotaan. kemampuan penyediaan hanya sebesar 4.11 . 7. beban puncak pemakaian listrik pada tahun 2007 diperkirakan mencapai 4. Penanganan Kerusakan dan Pencemaran Lingkungan Kerusakan dan pencemaran lingkungan yang telah terjadi di Jawa Barat dalam beberapa tahun kebelakang cenderung masih belum dapat ditangani secara tuntas. Oleh karena itu perlu diupayakan intensifikasi lahan dan diversifikasi pangan. pelaksanaan sampai dengan penegakan hukum. Krisis Ketersediaan Energi Konsumsi energi di Jawa Barat cenderung mengalami peningkatan seiring dengan pertumbuhan penduduk Jawa Barat dari tahun ke tahun. Pergeseran tersebut perlu diantisipasi sejak dini dalam rangka menjamin terpenuhinya kebutuhan energi bagi masyarakat secara berkelanjutan. Sementara kegiatan penataan batas kawasan lindung di lahan milik baru mulai dilakukan dengan pembuatan jaring geodesi. kenaikan harga BBM internasional dan nasional telah berimplikasi terhadap pergeseran konsumsi jenis BBM ke sumber energi alternatif.288 MW sehingga pada tahun 2007 diperkirakan Jawa Barat akan mengalami shortage (kekurangan pasokan listrik). 6.

2 Tahun 2003 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Barat Tahun 2010. langkah-langkah yang telah ditempuh dihadapkan pada keterbatasan data dan informasi yang berkaitan dengan tingkat kerentanan wilayah terhadap bencana. masih memerlukan upaya yang lebih keras terutama untuk mendorong terjadinya paduserasi dengan RTRW Kabupaten/Kota dan penataan batas di lapangan.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT perda No. seperti gerakan tanah di wilayah Jawa Barat Selatan. seperti lemahnya koordinasi dalam upaya pencegahan dan meminimalkan resiko bencana. 8. serta belum optimalnya peran dan fungsi sistem peringatan dini didalam meminimalisir resiko bencana alam. Kondisi ini menjadikan wilayah Jawa Barat sangat rentan terhadap berbagai ancaman bencana.12 . Disamping hal tersebut. Resiko yang ditimbulkan oleh ancaman bencana tersebut relatif masih tinggi sehubungan dengan kurangnya kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana. serta ancaman letusan gunung berapi di beberapa wilayah Jawa Barat. Mitigasi Bencana Alam Kondisi fisik dasar wilayah Jawa Barat pada dasarnya terbentuk dari struktur geologi yang bersifat kompleks. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 II . banjir di Cekungan Bandung dan wilayah pantai utara.

1. kebijakan lintas sektor. serta kebijakan-kebijakan sektoral yang akan menciptakan iklim usaha yang sehat sehingga menciptakan kepastian hukum bagi peningkatan kegiatan ekonomi. serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap berbagai pelaksanaan program pembangunan yang pada gilirannya akan meningkatkan partisipasi masyarakat. adanya kemungkinan melambatnya pertumbuhan ekonomi negara-negara industri maju (terutama Amerika Serikat dan Jepang). tetapi di lain pihak juga menuntut daya saing perekonomian nasional yang lebih tinggi. yang ditunjukkan dengan berkurangnya pengangguran terbuka dari 9.7% dari total angkatan kerja pada tahun 2005 menjadi 5. Peningkatan penciptaan lapangan kerja yang cukup besar diharapkan terjadi di sektor industri pengolahan serta sektor yang meliputi bangunan.4 juta selama periode 2004-2009 serta menurunnya K ondisi ekonomi Indonesia tahun 2004-2009 akan dipengaruhi oleh perkembangan lingkungan eksternal. Perkiraan Ekonomi Nasional Tahun 2004 – 2009 integrasi perekonomian dunia yang pada satu pihak akan menciptakan peluang yang lebih besar bagi perekonomian nasional. yaitu masing-masing sebesar 2.1. meningkatnya konsistensi pelaksanaan penegakan hukum. Prospek ekonomi nasional berdasarkan RPJM Nasional tahun 2004-2009 adalah sebagai berikut : Membaiknya kesejahteraan rakyat melalui pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.1% dari total angkatan kerja pada tahun 2009.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BAB III PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH 3. KERANGKA EKONOMI DAERAH 3. percepatan penyelesaian konflik kebijakan antara Pusat dan Daerah.4 juta dan 5. hotel dan restoran.1. yaitu semakin meningkatnya Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 III . jasa perdagangan.1 . Adapun lingkungan internal yang diperkirakan berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia selama kurun waktu tersebut adalah pelaksanaan Pemilihan Umum serta Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang berlangsung dengan tertib dan aman.

meningkatkan kepastian hukum terhadap usaha.6% per tahun.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT jumlah penduduk miskin menjadi 18. serta membangun hubungan industrial yang harmonis antara perusahaan dan tenaga kerja. akan terus terjaga. serta meningkatkan fungsi intermediasi perbankan dalam menyalurkan kredit kepada sektor usaha. Peningkatan iklim usaha untuk mendorong investasi dan daya saing ekspor dilakukan dengan mengurangi hambatan-hambatan yang ada melalui penyederhanaan prosedur perijinan.6% pertahun. meningkatkan penyediaan infrastruktur. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 III . Sementara itu sektor pertanian dalam arti luas diperkirakan tumbuh rata-rata 3. Arah kebijakan ekonomi makro nasional tahun 2007 adalah mendorong pertumbuhan ekonomi agar mampu memecahkan masalah-masalah sosial yang mendasar terutama pengangguran dan kemiskinan dengan tetap mempertahankan stabilitas ekonomi.2 . menghilangkan atau menghapus biaya-biaya tidak produktif di luar standar upah minimum yang berlaku.6% pada tahun 2009.2% dari jumlah penduduk pada tahun 2009. mengurangi tumpang tindih kebijakan antara pusat dan daerah serta antar sektor. Pertumbuhan ekonomi nasional didorong dari sektor industri pengolahan non-migas yang diperkirakan tumbuh rata-rata 8.5% pada tahun 2005 menjadi 7.9 juta pada tahun 2009.9 juta pada tahun 2005 dan Rp.5% pertahun. menyehatkan iklim ketenagakerjaan. menyederhanakan prosedur perpajakan dan kepabeanan. Selanjutnya. Tercapainya pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara bertahap dari 5. 9.2%. 7. Tercapainya stabilitas ekonomi yang mantap selama periode 2004-2009 sebagai prasyarat penting untuk tercapainya pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkesinambungan. peningkatan kualitas pertumbuhan ekonomi dilakukan antara lain dengan menciptakan iklim ketenagakerjaan yang mampu meningkatkan penciptaan lapangan kerja dengan memastikan biaya-biaya non-UMP mengarah pada peningkatan produktivitas tenaga kerja. pendapatan riil perkapita (dengan tahun dasar 2000) mencapai Rp. Kualitas pertumbuhan juga didorong dengan meningkatkan akses usaha kecil. Dengan pertumbuhan penduduk rata-rata 1. atau tumbuh dengan rata-rata 6. Pertumbuhan ekonomi diarahkan pada peningkatan investasi dan ekspor non–migas.8 juta jiwa atau 8.

56 2.583 15.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT menengah. Tabel 3.35 6.790 4.14 5.289 43. Hotel dan Restoran Tahun 2004 30.00%.525 100.387 93.602 41. dan koperasi terhadap sumber daya pembangunan dan berbagai kebijakan lintas sektor mengarah pada penciptaan kesempatan usaha bagi masyarakat miskin. Stabilitas ekonomi dalam tahun mendatang juga akan didukung dengan ketahanan sektor keuangan melalui penguatan dan pengaturan jasa keuangan. serta peningkatan koordinasi berbagai otoritas keuangan melalui jaring pengaman sistem keuangan secara bertahap. Triliun) No 1 2 3 4 5 6 Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.05 -5. Stabilitas ekonomi dijaga melalui pelaksanaan kebijakan moneter yang berhati-hati serta pelaksanaan kebijakan fiskal yang mengarah pada kesinambungan fiskal dengan tetap memberi ruang gerak bagi peningkatan kegiatan ekonomi.91 Perkiraan 2006 30. Gas dan Air Bersih Bangunan/Kontruksi Perdagangan. sektor industri pengolahan sebesar 5.24 5.391 105.00 5.798 2005 30. Peningkatan LPE tersebut didorong oleh penciptaan nilai investasi dalam bentuk Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) berkisar antara Rp. 70 triliun. perlindungan dana masyarakat.76 Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 III .26 7.49%. 3.449 9.3 .98 1.153 8.1 Perkiraan PDRB Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000 (Rp. Tabel berikut ini menyajikan perkembangan PDRB berdasarkan lapangan usaha sampai tahun 2005 dan perkiraan tahun 2006. 68 triliun – Rp.1.257 LP (%) 2.5% dengan laju pertumbuhan di sektor pertanian sebesar 2.911 5.832 6.059 14.65 25. Laju pertumbuhan ekonomi Jawa Barat tahun 2006 diharapkan meningkat sebesar 5.25%.49 0.267 45. Perkiraan Kondisi Ekonomi Regional Tahun 2006 Pada tahun 2006 diperkirakan kondisi perekonomian Jawa Barat tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. hotel dan restoran sebesar 5. Dengan pertumbuhan ekonomi tersebut diharapkan adanya penurunan jumlah penggangguran terbuka sebesar 0.76%.2.14 Laju Pertumbuhan (%) -1.906 16. serta sektor perdagangan.685 5.

Sampai tahun 2005 jumlah tenaga kerja pada sektor pertanian tetap lebih dominan.3. Perkiraan Ekonomi Regional Tahun 2007 Seiring dengan perjalanan waktu. Belum bergesernya struktur tenaga kerja untuk mengikuti perubahan struktur produksi berpotensi menyebabkan semakin timpangnya kesejahteraan dan pendapatan antar tenaga kerja pada sektor yang berbeda.390 244.423 257.247 20. Sampai saat ini perubahan struktur ekonomi dari sisi produksi tersebut tidak diikuti oleh perubahan struktur ketenagakerjaan.345 232.397 Laju Pertumbuhan (%) 0. Dalam upaya perwujudan visi Provinsi Jawa Barat.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No 7 8 Lapangan Usaha Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan. Persewaan dan Jasa Perusahaan Tahun 2004 10.782 8.15 4.747 2005 10. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 III .4 . Pembangunan ekonomi usaha kecil dan menengah. Penumbuhan daya saing tersebut bertujuan agar masyarakat Jawa Barat memperoleh manfaat ekonomi yang sebesar-besarnya.84 5. diikuti sektor perdagangan. dan dapat mengganggu stabilitas keamanan wilayah. peningkatan daya saing daerah menjadi faktor penting bagi perekonomian Jawa Barat mendatang.31 6.76 11.47 14.405 27.1.80 10.50 9 Jasa-Jasa PDRB dengan Minyak dan Gas Bumi PDRB tanpa Minyak dan Gas Bumi Sumber : BPS Provinsi Jawa Barat Hasil analisis Bapeda Provisi Jawa Barat 3. hotel dan restoran serta sektor pertanian. urbanisasi.503 227.97 5. perekonomian Jawa Barat mengalami perubahan struktur produksi yang mengarah pada semakin signifikannya peranan sektor industri manufaktur dalam perekonomian regional diikuti oleh sektor perdagangan hotel dan restoran dan sektor pertanian. mengurangi kemiskinan.291 7. Kondisi tersebut tampaknya akan tetap terjadi pada tahun 2007 seiring dengan rendahnya investasi yang dilakukan pada sektor pertanian dibandingkan dengan sektor industri manufaktur dan sektor perdagangan. tetapi juga seluruh sistem pendukungnya seperti sistem pemasaran dan perbankan. Upaya menembus pasar dan memenangkan persaingan dilakukan tidak hanya dari sisi produksi saja.275 7. hotel dan restoran. khususnya dalam mengembangkan 6 (enam) core business Jawa Barat.185 213.571 23.39 Perkiraan 2006 11. dan mendorong kemajuan wilayah-wilayah tertinggal menjadi sangat strategis guna mengurangi terjadinya kesenjangan yang semakin melebar yang dapat melahirkan kecemburuan sosial.950 LP (%) 12.

427 Kontribusi (%) 13.46 8. Hotel.427 triliun (harga konstan 2000) dengan sektor ekonomi yang memberikan kontribusi terbesar diperkirakan masih sektor industri manufaktur.20 3.91 2.418 12.506 47. dan Air Minum Bangunan Perdagangan.20 -2.819 10. Berdasarkan pencermatan terhadap kondisi perekonomian regional terkini serta analisis terhadap lingkungan internal dan eksternal. laju pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada tahun 2007 diperkirakan akan mencapai 6%. jumlah penduduk Jawa Barat pada tahun 2007 diperkirakan sebanyak 41. Berdasarkan perkiraan tersebut PDRB Jawa Barat tahun 2007 akan mencapai Rp. diharapkan jumlah keluarga miskin akan bekisar sebanyak 24% dari jumlah penduduk.23 5.24 7.5 .42 12. 273. Gas. Nilai tersebut diperkirakan akan lebih rendah dari tingkat inflasi pada tahun 2006 yang diprediksi mencapai 10%.664 112.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Peran sektor swasta perlu dikembangkan dengan optimal untuk menciptakan struktur perekonomian daerah yang tangguh terutama dalam upaya meningkatkan investasi.51 6.879 13.24 40. Berdasarkan proyeksi penduduk yang di lakukan oleh BPS. Dengan proyeksi tersebut. dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan Jasa Total PDRB (trilyun) 30.00 LPE (%) 2.86 4.08 6.67 juta jiwa.80 8. Tingkat inflasi tahun 2007 diperkirakan akan berada pada 8%.879 31. Selain itu.410 5. Pada Laju investasi pada tahun 2006 diperkirakan sebesar 12% dengan proporsi terbesar pada investasi rumah tangga. Tabel berikut menjelaskan perkiraan ekonomi dan sosial makro Jawa Barat pada tahun 2007 : Tabel 3. peran infrastruktur wilayah dalam menunjang perekonomian regional sangat strategis.70 6.00 Sumber : Hasil Analisis Bapeda Provinsi Jawa Barat 2005 Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 III .2 Perkiraan PDRB Jawa Barat Berdasarkan Sektor Produksi Tahun 2007 (Harga Konstan 2000) No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Sektor Pertanian Pertambangan dan Galian Industri Manufaktur Listrik. pemasaran dan promosi.692 8.07 2.93 17.92 10.46 100.09 8.155 273.

6 juta jiwa 2. Penegakan Hukum dan HAM. 275 triliun 26% . dan Ekspor. 6.1% . Pemberantasan Korupsi. Optimalisasi Mitigasi dan Penanggulangan Bencana Alam. dan Reformasi Birokrasi.6% 8% .PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 3. 5. Peningkatan Aksesibilitas dan Kualitas Pendidikan dan Kesehatan. Investasi. Percepatan Pembangunan Infrastruktur. INDIKATOR Jumlah Penduduk Laju Pertumbuhan Penduduk Laju Pertumbuhan Ekonomi Inflasi PDRB berdasarkan harga konstan tahun 2000 Jumlah Keluarga Miskin Laju Pertumbuhan Investasi Tahun 2007 41.2.3 Proyeksi Ekonomi dan Sosial Makro Tahun 2007 No 1. Peningkatan Kesempatan Kerja. Ada 9 (Sembilan ) prioritas Pembangunan Nasional 2007 yaitu : 1. 260 triliun – Rp. Penguatan Kemampuan Pertahanan.6 . 4. Revitalisasi Pertanian. 2.12% Sumber : Hasil Analisis Bapeda Provinsi Jawa Barat 2005 Upaya pengendalian pertambahan jumlah penduduk dilakukan dengan meningkatkan pengendalian migrasi masuk melalui perbaikan sistem administrasi kependudukan terutama pada kabupaten dan kota yang berada pada Pusat Kegiatan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 III . 9. 6. 4. Sasaran-sasaran pembangunan daerah tahun 2007 dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3. Penanggulangan Kemiskinan.27% 10% . serta prioritas pembangunan Nasional sebagaimana terdapat dalam rancangan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2007. PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH Pembangunan daerah di Provinsi Jawa Barat tahun 2007 merupakan penjabaran dari Rencana Strategis Pemerintah Daerah 2003-2008 dengan memperhatikan pula isu strategis yang telah diidentifikasi di atas. Pembangunan Daerah Perbatasan dan Wilayah Terisolir. Pemantapan Keamanan dan Ketertiban serta Penyelesaian Konflik.2. 5. 2. Perikanan.10% Rp. Kehutanan. 7.8% . 8. dan Perdesaan.2% 5. 3. 3.

Upaya pengurangan jumlah keluarga miskin dilakukan melalui pendekatan pada sisi pendapatan dan pengeluaran masyarakat. Untuk itu prioritas pembangunan harus merupakan upaya terpilih Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 III . Dengan memperhatikan tema pembangunan di atas penyusunan prioritas pembangunan perlu dilakukan mengingat upaya mengatasi permasalahan pembangunan daerah berdasarkan masing-masing isu strategis tersebut tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya antara lain karena kendala keterbatasan dana pembangunan. biaya serta jumlah perizinan yang diperlukan. Peningkatan investasi tersebut perlu didukung dengan penyederhanaan prosedur investasi yang akan berakibat pada pengurangan waktu. Selain itu peningkatan laju pertumbuhan ekonomi harus dilakukan dengan peningkatan investasi masuk di sektor-sektor unggulan Jawa Barat terutama yang bersifat padat karya (Selain itu peningkatan laju pertumbuhan ekonomi harus dilakukan dengan meningkatkan investasi di sektor-sektor unggulan Jawa Barat [6 Core Business]). Pada aspek pengeluaran dilakukan dengan pengurangan pengeluaran rumah tangga terutama bagi keperluan pendidikan dan kesehatan. Selain itu perlu juga ditingkatkan upaya pengendalian pertumbuhan penduduk alami terutama pada akses masyarakat terhadap alat kontrasepsi baik diperkotaan maupun perdesaan serta menghindari terjadinya perkawinan pada usia muda. bisnis kelautan. jasa dan sumberdaya manusia. Peningkatan produktivitas tersebut dapat dilakukan dengan peningkatan kemampuan sumberdaya manusia serta peningkatan implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Upaya peningkatan laju pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat dilakukan dengan peningkatan produktivitas sektor-sektor ekonomi pada 6 core business Jawa Barat yaitu agribisnis. Pada sisi pendapatan dilakukan dengan meningkatkan kesempatan kerja dan pemberdayaan keluarga miskin melalui Bantuan Modal Usaha. Metropolitan Bandung dan Metropolitan Cirebon. Upaya peningkatan Indeks Pendidikan dan Indeks Kesehatan dilakukan dengan upaya peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan pendidikan dan kesehatan melalui peningkatan kualitas dan cakupan pelayanan pada aspek sarana/prasarana dan tenaga kesehatan maupun pendidikan.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Nasional di Metropolitan Bodebek. industri manufaktur. waktu dan sumberdaya manusia. serta penyesuaian upah dengan pertimbangan pemenuhan kebutuhan fisik minimal dan inflasi yang terjadi.7 . pariwisata.

Dari sisi kewilayahan. program-program prioritas pembangunan tersebut akan dilaksanakan pada wilayah sasaran yang terdiri dari: Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 III . 6. Usaha Kecil dan Menengah serta Industri Kecil dan Menengah Prioritas ini merupakan upaya untuk mendukung pencapaian Misi 2 4. 2. dan 4 Revitalisasi Agribisnis. 5. 9.8 . Industri dan Pariwisata Prioritas ini merupakan upaya untuk mendukung pencapaian Misi 2 Peningkatan Ketahanan Energi Prioritas ini merupakan upaya untuk mendukung pencapaian Misi 4 Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Prioritas ini merupakan upaya untuk mendukung pencapaian Misi 4 Peningkatan Mitigasi Bencana Alam Prioritas ini merupakan upaya untuk mendukung pencapaian Misi 4 Prioritas pembangunan daerah tahun 2007 tersebut harus dilaksanakan secara sinergis baik antarsektor pembangunan. antarpelaku pembangunan maupun antarwilayah. Peningkatan Akses dan Kualitas Pendidikan Masyarakat Prioritas ini merupakan upaya untuk mendukung pencapaian Misi 1 Peningkatan Akses dan Kualitas Kesehatan Masyarakat Prioritas ini merupakan upaya untuk mendukung pencapaian Misi 1 Peningkatan Pemahaman dan Pengamalan Nilai-nilai Agama dan Budaya Daerah Prioritas ini merupakan upaya untuk mendukung pencapaian Misi 5 Peningkatan Kualitas dan Cakupan Pelayanan Infrastruktur Wilayah Prioritas ini merupakan upaya untuk mendukung pencapaian Misi 1. 2. 8. 3. Pemantapan Manajemen Pemerintahan Daerah Prioritas ini merupakan upaya untuk mendukung pencapaian Misi 3 Peningkatan Investasi Untuk Perluasan Lapangan Pekerjaan Prioritas ini merupakan upaya untuk mendukung pencapaian Misi 2 Peningkatan Peran Koperasi. 7. 10. Dengan mempertimbangkan aspek wilayah maka prioritas pembangunan daerah pada tahun 2007 adalah sebagai berikut : 1.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT yang diproyeksikan dapat mengatasi permasalahan pada masing-masing isu secara optimal pada tahun 2007. 11.

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 1. 1. Usaha Kecil dan Menengah serta Industri Kecil dan Menengah Fokus : Fasilitasi Permodalan dan Pemasaran Produk Unggulan KUKM dan IKM Pengembangan KUKM dan IKM Perdesaan berbasis pendekatan klaster Peningkatan kemampuan daya saing KUKM dan IKM dalam menghadapi persaingan global Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 III . Pemantapan Manajemen Pemerintahan Daerah Fokus : Penataan kelembagaan dan ketatalaksanaan Peningkatan kualitas pelayanan publik Penataan dan penegakan hukum daerah dan HAM serta Bantuan Hukum Peningkatan kerjasama antarprovinsi di daerah perbatasan 2. Kawasan Andalan 7.9 . Desa Budaya Jawa Barat 3. berikut ini disajikan fokus-fokus yang harus dilaksanakan pada masing-masing prioritas. Desa Tertinggal 4. Daerah Perbatasan Dengan Provinsi Lain 6. Peningkatan Peran Koperasi. Peningkatan Investasi Untuk Perluasan Lapangan Pekerjaan Fokus : Penyederhanaan prosedur perizinan investasi di daerah Peningkatan investasi berbahan baku lokal dengan orientasi pasar ekspor Peningkatan peran dan fungsi LKS Tripartit Peningkatan keterampilan ketenagakerjaan 3. Daerah Rawan Bencana Untuk memberikan arahan yang lebih jelas dalam penentuan kegiatan yang perlu dilaksanakan pada tahun 2007. Kota Pusat Pertumbuhan 5. Desa Pusat Pertumbuhan 2.

Peningkatan Pemahaman dan Pengamalan Nilai-nilai Agama dan Budaya Daerah Fokus : Pelestarian dan pengembangan budaya daerah Peningkatan budaya hidup bersih dan lingkungan sehat Peningkatan pendidikan budi pekerti Pendidikan Lingkungan Hidup Berbasis Sekolah Peningkatan implementasi nilai-nilai agama Pelestarian Desa Budaya 7. Peningkatan Akses dan Kualitas Kesehatan Masyarakat Fokus : Peningkatan sarana dan prasarana dasar kesehatan Penyediaan Tenaga Bidan Desa di Daerah Terpencil Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular Penanganan gizi kurang dan gizi buruk pada ibu hamil. Peningkatan Akses dan Kualitas Pendidikan Masyarakat Fokus : Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan Peningkatan ketersediaan dan kualitas guru. anak-anak dan lanjut usia Peningkatan ketersediaan air bersih dan sanitasi di wilayah rawan air bersih 6.10 .PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 4. Peningkatan Kualitas dan Cakupan Pelayanan Infrastruktur Wilayah Fokus : Penanganan persampahan di Metropolitan Bandung Peningkatan Infrastruktur jalan dan jembatan di Jabar selatan Persiapan pembangunan Bandara Internasional Peningkatan infrastruktur penyedia air baku di Metropolitan Bandung dan Bodebek Peningkatan infrastruktur pengendali banjir dan daya rusak air di Pantura dan Metropolitan Bandung dan Bodebek Pembangunan Waduk Jatigede Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 III . serta mutu lulusan pendidikan Pengembangan pendidikan alternatif dan pendidikan non formal Beasiswa bagi siswa yang tidak mampu dan siswa yang berprestasi 5.

distribusi serta diversifikasi pangan Peningkatan upaya pengendalian hama dan penyakit tanaman. produksi.11 . Industri dan Pariwisata Peningkatan peran dan fungsi penyuluh pertanian Peningkatan produktivitas. Peningkatan Ketahanan Energi Fokus : Pengembangan dan pendayagunaan energi terbarukan sebagai sumber energi Pengembangan sumber energi panas bumi sebagai sumber energi Pengembangan sumberdaya alam hayati sebagai sumber energi 10. Peningkatan Mitigasi Bencana Alam Fokus : Peningkatan kesiapan dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana alam Optimalisasi pemanfaatan informasi kebencanaan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 III . Revitalisasi Agribisnis.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Peningkatan Infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah perbatasan Jabar-Jateng. ternak dan ikan Pengembangan klaster industri manufaktur Pengembangan objek dan daya tarik wisata di kawasan wisata unggulan 9. Jabar-Banten dan Jabar-DKI Jakarta Pembangunan Jalan Tol Perluasan jaringan listrik di Jawa Barat bagian Selatan 8. Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Fokus : Pengendalian pencemaran industri di DAS Citarum Peningkatan pengelolaan dan pengendalian pengambilan air tanah di Cekungan Air Tanah (CAT) kritis Penanganan lahan kritis di kawasan lindung dan daerah resapan air Pengendalian kerusakan pesisir di pantai utara Penanganan pencemaran udara oleh timbal di perkotaan 11.

RKPD sebagai pedoman penyusunan RAPBD dan sebagai langkah awal proses penyusunan RAPBD melalui tahapan penyusunan Kebijakan Umum APBD berpedoman pada Ketetapan Mendagri tentang Pedoman Penyusunan APBD serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara yang dikukuhkan melalui Nota Kesepakatan antara Pimpinan DPRD dengan Gubernur. Dalam upaya sinkronisasi dan sinergitas pelaksanaan setiap program dan kegiatan yang pendanaannya bersumber dari APBD maupun dari APBN/BLN. 2.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BAB VI PENUTUP Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009. isu strategis rencana pembangunan tahun 2007. RKPD Provinsi merupakan dokumen perencanaan pembangunan tahunan/provinsi. Untuk itu ditetapkan kaidahkaidah pelaksanaannya sebagai berikut: 1. prioritas pembangunan. memuat rancangan kerangka ekonomi. 3. pelaku pembangunan berkewajiban untuk melaksanakan proramprogram/kegiatan-kegiatan yang terkait dengan RKPD tahun 2007. Partisipasi masyarakat dalam proses penyusunan rencana pembangunan melalui Forum SKPD serta forum penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk mengakomodasi aspirasi dan kepentingan masyarakat. 4. Rencana Kerja SKPD dan pendanaan indikatif.1 . Satuan Kerja Perangkat Daerah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten dan Kota serta seluruh baiknya. RKPD Kabupaten dan Kota serta pedoman penyusunan RAPBD Provinsi tahun 2007. dengan sebaik- R encana Kerja Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2007 merupakan penjabaran dari Renstra Pemerintah Provinsi Jawa Barat. berdasarkan prioritas dan plafon anggaran sementara RAPBD. Rencana Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 VI . menjadi pedoman dalam penyusunan Renja SKPD Provinsi. setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah harus membuat Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) Tahun 2007.

setiap Kepala SKPD wajib melakukan evaluasi Kinerja Pelaksanaan Rencana Pembangunan/Kegiatan Tahun 2006. prioritas pembangunan sebagai penjabaran dari visi dan misi akselerasi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta arah kebijakan pembangunan perwilayahan yang memperhatikan status fungsi dan beban yang diemban oleh Kabupaten/Kota sebagai bagian dari wilayah Jawa Barat. Berkaitan dengan pendanaan pembangunan. 7. terintegrasi dan sinergis dalam pencapaian sasaran yang telah ditetapkan.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 5. setiap Kepala SKPD wajib melakukan pengendalian pelaksanaan rencana pembangunan/kegiatan. Pada akhir tahun anggaran 2007. Penyelenggaraan Musrenbang telah dilaksanakan melalui tahapan menurut tingkat pemerintahan. Tata Cara penyusunan RKPD Tahun 2007 dan penyelenggaraan Musrenbang serta forum SKPD. Kepala Bapeda menyusun evaluasi rencana pembangunan berdasarkan hasil evaluasi Kepala SKPD. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 VI . 6.2 . mulai dari Desa sampai Pusat. serta forum-forum SKPD Provinsi dan Kabupaten/Kota. akan lebih terkoordinasi. Dengan adanya RKPD Provinsi. mengikuti Peraturan Gubernur Nomor 72/2005 tentang Tata Cara Perencanaan Pembanguan Tahunan Daerah. masyarakat dan dunia usaha dapat berperanserta dalam pembangunan dan sekaligus sebagai pengawas pelaksanaan kebijakan serta program/kegiatan. Musrenbang dan Forum SKPD menghasilkan kesepakatan terutama sinkronisasi rencana kegiatan dan penyelarasan program dan kegiatan yang tercantum dalam agenda nasional. 8. 9. guna melakukan koreksi yang diperlukan dan melaporkannya secara berkala 3 (tiga) bulanan kepada Gubernur melalui Kepala Bapeda. dan hasil evaluasi ini menjadi bahan bagi penyusunan Rencana Pembangunan Daerah untuk periode tahun 2008. Kepala Bapeda menghimpun dan menganalisis hasil pemantauan pelaksanaan rencana pembangunan/kegiatan dari masing-masing Kepala SKPD. Untuk menjaga efisiensi dan efetivitas pelaksanaan program.

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

RKPD Tahun 2007 berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai dengan 31 Desember 2007. Langkah-langkah persiapan dimulai dari sejak tanggal ditetapkan hingga pelaksanaan.

GUBERNUR JAWA BARAT

DANNY SETIAWAN

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007

VI - 3

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

BAB IV RENCANA KERJA PEMBANGUNAN TAHUN 2007
Berdasarkan isu strategis dan prioritas pembangunan daerah yang telah dijelaskan sebelumnya, disusun Rencana Kerja Pembangunan Daerah Tahun 2007 dalam bentuk matrik yang terdiri dari Rencana Kerja Prioritas Pembangunan Tahun 2007 dan Rencana Kerja Penunjang Pembangunan Tahun 2007. Untuk rencana kerja prioritas pembangunan tahun 2007 dituangkan berdasarkan fokus-fokus dari prioritas pembangunan, sedangkan untuk rencana kerja penunjang pembangunan tahun 2007 diuraikan berdasarkan Misi dan Program Pembangunan Jawa Barat. Matrik rencana kerja pembangunan yang akan dipaparkan berikut ini, juga telah mengakomodasi Bidang Urusan Pemerintahan Daerah yang terdiri dari Urusan Wajib dan Urusan Pilihan yang dimuat dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Kedua bidang urusan tersebut dijabarkan ke dalam 49 program pembangunan yang terdapat dalam rencana kerja prioritas maupun rencana kerja penunjang. Urusan Wajib Bidang Urusan Pemerintahan Daerah terdiri dari : pendidikan; kesehatan; pekerjaan umum; perumahan rakyat; panataan ruang; perencanaan pembangunan; perhubungan; lingkungan hidup; pertanahan; kependudukan dan catatan sipil; pemberdayaan perempuan; keluarga berencana dan keluarga sejahtera; sosial; tenaga kerja; koperasi dan usaha kecil menengah; penanaman modal; kebudayaan; pemuda dan olah raga; kesatuan bangsa dan politik dalam negeri; pemerintahan umum; kepegawaian; pemberdayaan masyarakat dan desa; statistik; kearsipan; serta komunikasi dan informatika. Sedangkan Urusan Pilihan Bidang Urusan Pemerintahan Daerah terdiri dari : pertanian; kehutanan; energi dan sumber daya mineral; pariwisata; kelautan dan perikanan; perdagangan; perindustrian; dan transmigrasi.

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007

IV - 1

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

4.1 MATRIKS RENCANA KERJA PRIORITAS PEMBANGUNAN TAHUN 2007 1. Pemantapan Manajemen Pemerintahan Daerah
No 1. Fokus Penataan kelembagaan dan ketatalaksanaan Program Pembangunan Pemantapan Otonomi Daerah dan Kerjasama Antar Daerah Sasaran Program Meningkatnya kapasitas kelembagaan dan ketatalaksanaan organisasi perangkat daerah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Indikasi Kegiatan • Peningkatan kemampuan dan penataan kelembagaan, ketatalaksanaan dan aparatur dalam melaksanakan otonomi daerah • Fasilitasi dan evaluasi kelembagaan dan ketatalaksanaan di Kabupaten/Kota • Fasilitasi pelaksanaan SPM pada SKPD Provinsi dan pembinaan penerapan SPM untuk Kabupaten/Kota berdasarkan Juknis/SPM yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat • Penyederhanaan Prosedur Pelayanan • Revitalisasi dan optimalisasi pelayanan satu atap Pengembangan sarana dan prasarana pelayanan masyarakat khususnya perbaikan Kantor Kecamatan, Desa/Kelurahan di wilayah perbatasan antar provinsi dan Kabupaten dengan IPM rendah. Diklat dan Bintek yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat Fasilitasi peningkatan kinerja aparat Kabupaten/Kota di Kecamatan dan Perangkat Desa • Sosialisasi Produk Hukum dan HAM • Kerjasama antara penegak hukum di daerah dalam menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran hukum, HAM dan lingkungan • Optimalisasi pemberian bantuan hukum kepada aparat dan masyarakat • Penyusunan dan revisi produk hukum daerah • Evaluasi produk hukum kabupaten/kota yang berkaitan dengan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD, Tata Jawa Barat Lokasi Pelaksana Biro Organisasi Sumber Dana APBN APBD Prov APBD Kab/Kota

25 Kabupaten/Kota

Biro Organisasi

APBN APBD Prov APBD Kab/Kota APBD Prov APBD Kab/Kota

2.

Peningkatan kualitas pelayanan publik

1. Pemantapan Otonomi Daerah dan Kerjasama Antar Daerah

Meningkatnya kapasitas kelembagaan dan ketatalaksanaan organisasi perangkat daerah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat

Jawa Barat 25 Kabupaten/Kota

Biro Organisasi Dispenda Biro Desentralisasi Biro Dekonsentrasi Biro Yansos

2. Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

Meningkatnya sarana, prasarana aparatur

Kabupaten/Kota yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat serta Kabupaten yang IPM nya terendah

Biro Perlengkapan Biro Desentralisasi Biro Dekonsentrasi Dinas Tarkim SKPD lainnya

APBN APBD Prov APBD Kab/Kota

3. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Aparatur 4. Pemantapan Pemerintahan dan Pembangunan Desa 3. Penataan dan penegakan hukum daerah dan HAM serta Bantuan Hukum 1. Penataan dan pembentukkan Hukum daerah serta kesadaran hukum dan HAM

Meningkatnya kualitas aparatur yang memberikan pelayanan Meningkatnya kinerja aparat Kecamatan dan Desa 1. Terwujudnya perlindungan hak azasi manusia

Jawa Barat

25 Kabupaten/Kota

25 Kabupaten/Kota

Bandiklatda Biro Kepegawaian SKPD lainnya Biro Desentralisasi Biro Dekonsentrasi BPMD Biro Hukum Dinas Pol PP

APBN APBD Prov APBD Kab/Kota APBN APBD Prov APBD Kab/Kota APBD Prov APBD Kab/Kota

2. Terwujudnya keserasian produk hukum antara Kabupaten/Kota dengan Provinsi dan Pemerintah

Jawa Barat 25 Kabupaten/Kota

Biro Hukum Bawasda Dispol PP

APBD Prov APBD Kab/Kota

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007

IV - 2

Pemeliharaan Ketentraman dan Ketertiban Umum 4. 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan KKN • Peningkatan kualitas aparat penyusun dan penegak hukum • Penegakkan Perda Provinsi Jawa Barat • Optimalisasi pelayanan dasar di daerah perbatasan • Fasilitasi kerjasama antar kelompok masyarakat di daerah perbatasan Revitalisasi BKSP Jabodetabekjur Perbaikan tugu batas dan penataan batas-batas wilayah perbatasan • Dilklat dan Bintek Kerjasama antar Daerah • Diklat substantif. Peningkatan kerjasama antarprovinsi di daerah perbatasan 1. Peningkatan investasi berbahan baku lokal dengan orientasi pasar ekspor Peningkatan Penanaman Modal di Daerah Untuk Menciptakan Perluasan Kesempatan Kerja Meningkatnya Investasi yang berbasis bahan baku lokal dengan orientasi pasar ekspor Jawa Barat Perindustrian dan Perdagangan Biro Sarana Perekonomian Badan Promosi dan Penanaman Modal Daerah APBN APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 IV . Pemantapan Otonomi Daerah dan Kerjasama Antar Daerah Terwujudnya Keamanan Ketertiban Umum dan Jawa Barat Kabupaten/Kota yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat Dispol PP BKSP Jabodetabekjur Bakorwil SKPD Lainnya APBD Prov APBD Kab/Kota APBN APBD Prov APBD Kab/Kota 1. Terwujudnya kelembagaan yang capable dalam melakukan kerjasama antardaerah perbatasan 3. struktural dan fungsional bagi aparatur di daerah perbatasan • Sinergitas perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di daerah perbatasan Lokasi Pelaksana Sumber Dana 2. • Memfasilitasi terbentuknya lemabaga/forum lintas pelaku dalam bidang investasi • Meningkatkan jejaring dan kerjasama dalam bidang investasi dan pengusahaan • Peningkatan Promosi Industri Pengolahan berbahan baku lokal • Identifikasi jenis-jenis Investasi berbasis bahan baku lokal dengan orientasi pasar ekspor Lokasi Provinsi Jawa Barat Pelaksana Badan Promosi dan Penanaman Modal Daerah Biro Sarana Perekonomian Sumber Dana APBN APBD Provinsi 2. Terwujudnya tugu batas dan kejelasan batas daerah 2.3 . Fokus Penyederhanaan prosedur perizinan investasi di daerah Program Pembangunan Peningkatan Penanaman Modal di Daerah Untuk Menciptakan Perluasan Kesempatan Kerja Sasaran Program Terwujudnya Penyederhanaan Regulasi dan Mekanisme Pelayanan Investasi yang terkoordinasi dan efektif Indikasi Kegiatan • Menciptakan penyederhanaan prosedur perizinan investasi melalui One Stop Services (OSS) pelayanan investasi. Pajak dan Retribusi Daerah • Implementasi Inpres No. Terwujudnya pengembangan kerjasama antar daerah khususnya di daerah perbatasan 2. Peningkatan Investasi Untuk Perluasan Lapangan Pekerjaan No 1. Perencanaan. Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan Terwujudnya sinergitas perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di daerah perbatasan provinsi Jawa Barat BKSP Bakorwil Biro Desentralisasi Biro Dekonsentrasi Bandiklatda Biro kepegawaian Bapeda Bawasda Biro Dalprog APBN APBD Prov APBD Kab/Kota APBN APBD Prov APBD Kab/Kota APBN APBD Prov APBD Kab/Kota APBD Prov 2. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Aparatur Terwujudnya profesionalitas aparatur pengelola kerjasama antar daerah dan aparatur di daerah perbatasan Kabupaten/Kota yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat Kabupaten/Kota yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat Kabupaten/Kota yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat BKSP Jabodetabekjur Biro Organisasi Biro Dekonsentrasi 3.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No Fokus Program Pembangunan Sasaran Program Indikasi Kegiatan Ruang.

Peningkatan keterampilan ketenagakerjaan 1. pembinaan. Kadipaten-Kab.4 . perlindungan dan pengawasan tenaga kerja Meningkatnya perlindungan serta pengawasan melalui pembinaan hubungan industrial terhadap 1000 perusahaan dan 1040 orang. Kota Tasikmalaya. Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Tenaga Kerja • Perlindungan serta Pengawasan Tenaga Kerja • Pelatihan Ketrampilan Tenaga Kerja • Pelatihan Kewirausahaan • Penyuluhan dan Penyebaran Informasi • Pelatihan institusional dan Non institusional Lokasi Pelaksana Sumber Dana 3. Peningkatan Peran Koperasi. Majalengka. Fokus Fasilitasi Permodalan dan Pemasaran Produk Unggulan KUKM dan IKM Program Pembangunan 1. Indikasi Kegiatan • Pembangunan SENBIK • Peningkatan mediasi permodalan dengan lembaga keuangan Bank dan Non Bank Lokasi 25 kab/kota Pelaksana Din Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Biro Sarana Perekonomian Din Pertanian Tanaman Pangan Din Perikanan Din Peternakan Din Perkebunan Din Perindustrian dan Perdagangan Din Perindustrian dan Perdagangan Agro Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumber Dana 2. Peningkatan kompetensi. Usaha Kecil dan Menengah serta Industri Kecil dan Menengah No 1. Pengembangan Industri Manufaktur Peningkatan potensi industri unggulan. Pengembangan dan Penguatan Koperasi. penempatan. Peningkatan peran dan fungsi LKS Tripartit Peningkatan kompetensi. UKM. BUMD dan Lembaga Keuangan Daerah Sasaran Program Meningkatnya akses pasar dan permodalan bagi KUKM. • Optimalisasi sarana sentra industri kecil dan menengah • Peningkatan dan fasilitas skema pembiayaan industri kecil dan menengah. pengawasan dan perlindungan terhadap 960 orang dan 27 paket pembinaan ketenagakerjaan serta pengembangan Lembaga Tenaga Kerja sebanyak 25 paket Meningkatnya tingkat kompetensi tenaga kerja melalui sertifikasi dan pelatihan sebanyak 1578 orang serta 12 paket. Sumedang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 IV . pembinaan institusional di 12 BLK/LKK dan 50 perusahaan Jawa Barat Disnakertrans Biro Bangsos APBN APBD Provinsi Jawa Barat Disnakertrans Biro Bangsos APBN APBD Provinsi 3. perluasan. perluasan. perlindungan dan pengawasan tenaga kerja 4. penempatan.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No Fokus Program Pembangunan Sasaran Program Indikasi Kegiatan • Peningkatan partisipasi masyarakat dalam mengembangkan perdagangan industri dan dunia usaha • Identifikasi Potensi dan Peluang Investasi dengan orientasi pasar ekspor • Pembenahan Regulasi khusus bagi investasi bahan baku lokal dengan orientasi pasar ekspor • Pembinaan hubungan Industrial • Pembinaan dan Pengawasan Ketenagakerjaan.

Pengembangan KUKM dan IKM Perdesaan berbasis pendekatan klaster 1. dan SMP/MTs • Penambahan RKB SMP/MTs • Pembangunan USB SMP • peningkatan kualitas dan kuantitas PAUD Lokasi • 25 Kabupaten/Kota • 25 Kabupaten/Kota • Kabupaten/Kota terpilih Pelaksana Dinas Pendidikan Kanwil Depag Sumber Dana APBN APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 IV . Meningkatnya layanan PAUD Indikasi Kegiatan • Rehabilitasi Gedung SD/MI. Pengembangan dan Penguatan Koperasi. • Pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan serta TTG untuk pengembangan usaha rakyat skala kecil dan menengah & stakeholder lainnya • Penyelenggaraan kegiatan penelitian dan pengembangan • Peningkatan kapasitas informasi KUKM • Peningkatan sarana dan prasarana serta teknologi tepat guna bagi KUKM Kab.. Kab/Kota Bandung. • Peningkatan kontinyuitas bahan baku industri.466 lokal dan SMP/MTs sebanyak 3. BUMD dan Lembaga Keuangan Daerah 25 kab/kota Din Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Biro Sarana Perekonomian 4. Pengembangan dan Penguatan Koperasi.109 lokal b. Pengembangan Industri Manufaktur Pengembangan KUKM perdesaan berorientasi pemenuhan bahan baku bagi industri Meningkatnya kualitas produk industri kecil manufaktur. Meningkatnya daya tampung sarana prasaran SMP/MTs sebanyak 2. Bogor. UKM. Fokus Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan Program Pembangunan 1.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No Fokus Program Pembangunan 3. Pengembangan Industri unggulan berbahan baku lokal. Sukabumi. Pangandaran-Ciamis. • Peningkatan informasi dan sarana prasarana perdagangan Lokasi Jawa Barat. 3. Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana SD/MI sebanyak 16. luar Provinsi dan Luar Negeri Pelaksana Dinas Perindustrian dan Perdagangan Din Perindustrian dan Perdagangan Agro Biro Sarana Perekonomian Badan Promosi dan Penanaman Modal Daerah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Din Perindustrian dan Perdagangan Agro Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Biro Sarana Perekonomian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Din Perindustrian dan Perdagangan Agro Sumber Dana APBN APBD Provinsi 2. Pengembangan UKM di Desa Pusat Pertumbuhan • Pengembangan diversifikasi dan inovasi produk industri. sarana dan prasarana lembaga KUKM 25 Kabupaten/Kota Balitbangda Dinas KUKM BPMD SKPD Terkait APBN APBD Provinsi 3. Peningkatan kemampuan daya saing KUKM dan IKM dalam menghadapi persaingan global 2. Kab/Kota Cirebon 75 desa pusat perrtumbuhan 25 kab/kota 2. Pengembangan Industri Manufaktur Pemberdayaan Industri Kecil dan Menengah. • Pengembangan dan peningkatan penguasaan teknologi industri manufaktur. UKM. Pengembangan dan Pemanfaatan Hasil Penelitian Dan IPTEK a. Peningkatan Pendidikan Dasar Dan Pra Sekolah Sasaran Program a. Bekasi. Meningkatnya kegiatan penelitian dan pengembangan Meningkatnya peran kelembagaan. Indikasi Kegiatan • Peningkatan dan fasilitasi promosi Produk Jawa Barat di dalam dan luar negeri. • Peningkatan dan fasilitas skema pembiayaan industri kecil dan menengah. Pengembangan Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Sasaran Program Meningkatnya peluang pasar produk unggulan Jawa Barat.373 lokal c. Peningkatan akses dan kualitas pendidikan masyarakat No 1.5 . Meningkatnya pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan serta Teknologi Tepat Guna (TTG) dalam program pembangunan b. BUMD dan Lembaga Keuangan Daerah 1.

Pemerataan kesempatan diklat bagi guru SD/MI dan SMP/MTs 2. Kab. Bogor. Fokus Peningkatan sarana dan prasarana dasar kesehatan Program Pembangunan 1. Peningkatan ketersediaan dan kualitas guru. Meningkatnya kompetensi dan meningkatnya kesejahteraan guru b. Kuningan. dan C di komunitas dan lokasi yang sulit mengakses pendidikan • Pengembangan keaksaraan fungsional • Peningkatan kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik non formal • Pembinaan dan pengembangan lembaga kursus • Peningkatan kapasitas PKBM • Bantuan beasiswa bagi siswa yang tidak mampu dan siswa berprestasi • Bantuan beasiswa bagi siswa yang tidak mampu dan siswa berprestasi Lokasi 25 Kabupaten/Kota Kabupaten dengan Indeks Pendidikan lebih rendah dari angka Provinsi Jawa Barat (Ciamis. Pengembangan pendidikan alternatif dan pendidikan non formal 1. Sukabumi. Bekasi. Cirebon. serta mutu lulusan pendidikan 3. Indikasi Kegiatan Pengembangan sarana dan prasarana kesehatan dan balai pengembangan laboratorium kesehatan Lokasi 25 Kabupaten/Kota Dinkes Pelaksana Sumber Dana APBN APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 IV . Sumber Daya Kesehatan Sasaran Program Meningkatnya sarana dan prasarana kesehatan yang dapat diakses masyarakat dengan cepat dan murah. Meningkatnya kualitas lulusan pendidikan Indikasi Kegiatan Rehabilitasi dan penambahan Ruang Kelas Baru SMA/SMK 1. Sertifikasi guru 5. Beasiswa bagi siswa yang tidak mampu dan siswa yang berprestasi 1. Kab. Majalengka. Cianjur. Peningkatan Pendidikan Menengah dan Tinggi Peningkatan Pendidikan Dasar Dan Pra Sekolah Sasaran Program Meningkatnya daya tampung SMA/SMK sebanyak 500 lokal a. Kab. Peningkatan Pendidikan Luar Sekolah Meningkatnya kualitas dan kuantitas pendidikan non formal Dinas Pendidikan Biro Yansosdas Kanwil Depag Disnakertrans BAPUSDA APBN APBD Provinsi 4. Penyelenggaraan Ujian Nasional yang akuntabel di 25 Kabupaten/Kota • Penyelenggaraan SD-SMP Satu Atap • Penyelenggaraan kelas jauh SMP 64 lokal • Pengembangan Induk SMP Terbuka 195 kecamatan • Pengembangan Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) • Pengembangan Pendidikan Teknologi Dasar (PTD) • Pengembangan kejar paket A. Pemerataan distribusi guru 3. Peningkatan Pendidikan Menengah dan Tinggi Meningkatnya angka melanjutkan dan menurunnya angka DO Meningkatnya angka melanjutkan dan menurunnya angka DO Jawa Barat Dinas Pendidikan APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN Jawa Barat Dinas Pendidikan 5. Peningkatan kesejahteraan guru di daerah terpencil 4. B. Peningkatan akses dan kualitas kesehatan masyarakat No 1. Peningkatan Pendidikan Dasar dan Pra Sekolah 2.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No Fokus Program Pembangunan 2. Peningkatan Pendidikan Dasar dan Pra Sekolah Meningkatnya kualitas lulusan dan daya tampung SMP/MTs Dinas Pendidikan Kanwil Depag APBN APBD Provinsi 2. Karawang. Subang dan Indramayu) dan Kabupaten/Kota yang kekurangan guru 16 Kabupaten/Kota 16 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota Daerah terpencil di 16 Kabupaten Pelaksana Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan Kanwil Depag Sumber Dana APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 2.6 .

se Jawa Barat Distarkim Distamben Distarkim Biro Yansos Distamben APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 IV .5%. cakupan Ibu Hamil mendapat 90 tablet Fe 82. Peningkatan ketersediaan air bersih dan sanitasi di wilayah rawan air bersih Pengembangan sarana dan prasarana perumahan dan permukiman Memfasilitasi penyediaan air bersih Memfasilitasi penyediaan prasarana perumahan di kawasan kumuh Survey potensi air tanah di daerah rawan air bersih Desa rawan penyakit menular dan rawan air bersih Desa Nelayan Kawasan kumuh perkotaan 16 kab. anak-anak dan lanjut usia. Tersedianya data potensi air tanah di daerah rawan air bersih Indikasi Kegiatan Meningkatkan pelayanan kesehatan keluarga Lokasi Pelaksana Sumber Dana 2. Kusta. cakupan balita mendapat kapsul vitamin A 2x per tahun 82. kesembuhan penderita TBC-BTA Positif >70%. Meningkatnya upaya pencegahan.5%. penderita DBD yang diobati 70%. 1. penanganan dan pemberantasan penyakit • Sosialisasi lingkungan perumahan sehat Daerah Terpencil Dinkes APBN APBD Provinsi 25 Kab/kota Dinkes RSJ Cimahi RSJ Bandung KP4 Cirebon RSP Sidawangi Distarkim Biro Yansos APBN APBD Provinsi Surveilance penyakit 25 kab/kota Dinkes APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 4. dan Balita Gizi Buruk mendapat Perawatan 85%). cakupan balita dengan Pnemonia yang ditangani 90%.7 . API penderita Malaria < 1/1000. dan pengendalian penyakit menular dan tidak menular (Desa/Kelurahan mengalami KLB yang dapat ditangani < 24 jam 100%. kewaspadaan dini dan penanggulangan terhadap penderita Polio.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No Fokus Program Pembangunan 2. Diabetes Mellitus dan Kanker. pemberantasan. Meningkatnya kondisi lingkungan perumahan 3. bagi seluruh penduduk (Kecamatan Bebas Rawan Gizi 65%. Meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan (Linakes 80%) 2. klien yang mendapat pelayanan HIV/AIDS 90%. kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan (Dokter di Puskesmas 70% dan Bidan di Desa Terpencil 80%) 1.5%. AFP Rate/100. Jantung dan gangguan sirkulasi.000 penduduk <15 tahun <1%. Meningkatnya cakupan pelayanan air bersih 2. Penanganan gizi kurang dan gizi buruk pada ibu hamil. Meningkatnya surveilance penyakit &penanggulangan KLB/bencana serta imunisasi Meningkatnya upaya perbaikan gizi. balita diare yang ditangani 70%. Infeksi menular seksual yang diobati 90%. Upaya Kesehatan Perbaikan gizi masyarakat melalui kewaspadaan pangan 25 kab/kota Dinkes 5. Penyediaan Tenaga Bidan di Puskesmas dan daerah Terpencil Sumber Daya Kesehatan 3. dan rumah bebas jentik 85%). 2. Meningkatnya rujukan ibu hamil risiko tinggi & bayi (Rujukan Bumil Risti 70% dan Neonatal Risti 70%) Meningkatnya pemerataan. Upaya Kesehatan Sasaran Program 1. Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular Upaya Kesehatan • Pengembangan dan pendayagunaan tenaga kesehatan • Pengembangan balai pelatihan tenaga kesehatan masyarakat • Pencegahan. cakupan pemberian makanan pendamping ASI bayi Gakin 92.

Fokus Pelestarian dan pengembangan budaya daerah 1. pemberdayaan koleksi perpustakaan tentang Jawa Barat a. Pengembangan kurikulum muatan lokal tentang etika dan budi pekerti 3. Pembinaan terhadap lembagalembaga kesenian d. pendidikan dan masyarakat. Meningkatnya pengetahuan tentang lingkungan hidup sehat bagi siswa sekolah Meningkatnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai ajaran agama sebagai dasar bagi pendidikan budi pekerti Promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat Pendidikan lingkungan hidup berbasis sekolah 1. 25 Kabupaten/Kota Dinas Pendidikan Kanwil Depag APBN APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 IV . Peningkatan kemampuan guru bahasa daerah a. Pelestarian nilai dan budaya daerah Jawa Barat melalui penghimpunan pengelolaan. Peningkatan Pemahaman dan Pengamalan Nilai-nilai Agama dan Budaya Daerah No 1. Upaya Kesehatan 2. Penanaman nilai-nilai budaya daerah di masyarakat b. Meningkatnya promosi dan penyebarluasan informasi kesehatan serta pemberdayaan masyarakat. Peningkatan Pendidikan Dasar Dan Pra Sekolah Meningkatnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai tentang etika dan budi pekerti di lingkungan pendidikan dasar dan pra sekolah. Program Penelusuran Sejarah dan Pelestarian Nilai-nilai Tradisional Termanfaatkannya nilai-nilai tradisional dan nilai-nilai luhur budaya daerah. Mengoptimalkan fungsi kader juru dakwah dan DKM dalam pengembangan pendidikan budi pekerti di lingkungan RT/RW 1. Peningkatan pendidikan budi pekerti 1. Peningkatan Pemahaman Dan Pengamalan Agama 2. Meningkatnya mutu kesehatan lingkungan perumahan Jawa Barat Disbudpar Dinas Pendidikan Biro Yansos Distarkim Dinas Kesehatan BPMD Dinkes APBD 2. Kreativitas seni dan budaya daerah oleh masyarakat melalui berbagai media b. Pengembangan Nilai-nilai ajaran agama di sekolah 2. masyarakat dan swasta Kabupaten/Kota se-Jawa Barat Disbudpar Bapusda Biro Yansos APBD 3. Peningkatan apresiasi masyarakat terhadap bahasa daerah c. Aksara Dan Sastra Daerah Sasaran Program Meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap bahasa daerah Indikasi Kegiatan a. Implementasi nilai-nilai ajaran agama 3.8 . Peningkatan Apresiasi Seni Meningkatnya frekuensi apresiasi seni dan budaya daerah dikalangan pemerintah. Penggunaan bahasa daerah di lembaga pemerintahan. Mengembangkan kearifan lokal dan nilai-nilai budaya daerah di Sekolah 4. Pelatihan pendidikan budi pekerti bagi guru SDMI dan SLTP/MTs Kabupaten/Kota dengan indeks kesehatan lebih rendah dari rata-rata Jawa Barat 25 Kab. peninggalan sejarah kepurbakalaan. Pengembangan pendidikan berbasis nilai 2. 1. Pergelaran dan Apresiasi seni tradisional dan kontemporer c./Kota APBD APBN APBD Provinsi APBD Jawa Barat Dinas Pendidikan BPLHD Dinas Pendidikan Kanwil Depag 25 Kabupaten/Kota APBN APBD 2. Pendidikan Dasar dan Pra Sekolah 3. Peningkatan budaya lingkungan sehat hidup bersih dan 1.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 6. b. Program Pembangunan Pelestarian Dan Pengembangan Bahasa. Pengembangan kearifan lokal dalam kehidupan masyarakat Melakukan sosialisasi lingkungan sehat Lokasi Kabupaten/Kota se-Jawa Barat Pelaksana Disbudpar Dinas Pendidikan Biro Yansos Sumber Dana APBD 2.

Pendidikan Sekolah Fokus Lingkungan Hidup Berbasis Program Pembangunan Peningkatan Pendidikan Dasar Dan Pra Sekolah Sasaran Program 1.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No 4.9 . Persiapan pembangunan bandara internasional Terlaksananya pembangunan jalan sepanjang 25. SLTP/MTs dan pra sekolah. Terciptanya suasana kehidupan keagamaan yang kondusif di Jawa Barat Kabupaten/Kota se-Jawa Barat Biro Yansosdas Kanwil Depag APBD 2. Pelaksanaan kurikulum lingkungan hidup di tingkat pendidikan dasar dan pra sekolah 4. Majalengka Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 IV . Terlaksananya pendidikan lingkungan hidup bagi siswa SD/MI. Sosialisasi kepada guru TK/RA. Jawa Barat Disbudpar APBD 7. Kertajati Kab. kepurbakalaan dan museum bagi pengembangan budaya daerah. Pengembangan Sekolah hijau • Mengembangkan dialog antar pemuka agama • Meningkatkan kemampuan para juru da’wah.1 km dan jembatan sepanjang 260 m Terlaksananya persiapan pembangunan bandara internasional di Jawa Barat Kab. Terwujudnya pengetahuan dan pemahaman siswa tentang lingkungan hidup Indikasi Kegiatan 1. Garut Dinas Bina Marga Departemen PU Dinas Perhubungan Departemen Perhubungan APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN Kec. Kabupaten/Kota se-Jawa Barat Kabupaten/Kota se-Jawa Barat Biro Yansosdas Kanwil Depag Biro Yansosdas Kanwil Depag APBD APBD 6. Peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan di Jabar Selatan Pengembangan Infrastruktur Transportasi dan Telekomunikasi Pengembangan Infrastruktur Transportasi dan Telekomunikasi 3. Peningkatan Kualitas dan Cakupan Pelayanan Infrastruktur Wilayah No 1. Cianjur dan Kab. Fokus Penanganan persampahan di Metropolitan Bandung Program Pembangunan Pengembangan sarana dan prasarana perumahan dan permukiman Sasaran Program Meningkatnya cakupan pelayanan persampahan Indikasi Kegiatan Memfasilitasi pembangunan TPS dan TPA regional Memfasilitasi penyediaan sarana prasarana permukiman sekitar TPA Regional Pembangunan jalan dan jembatan Fasilitasi dan koordinasi pembangunan bandara internasional di Jawa Barat Lokasi Metro Bandung Metro Bandung Pelaksana Distarkim Distarkim Sumber Dana APBD Provinsi APBD Provinsi 2. Peningkatan implementasi nilai-nilai agama 1. • Pertemuan intensif antara para pemuka agama • Pembinaan. Meningkatnya pemahaman dan pengamalan agama dalam kehidupan bermasyarakat Terfasilitasinya kegiatan intern dan kegiatan antar umat beragama. pelestarian. Peningkatan Kerukunan Hidup Intern Dan Antar Umat Beragama 2. • Implementasi kesalehan sosial oleh aparatur Pemda • Pembinaan kerukunan hidup umat beragama. Peningkatan Pemahaman Dan Pengamalan Agama 1. 2. Pelestarian Desa Budaya Penelusuran Sejarah dan Nilai –nilai Tradisional Termanfaatkannya nilai-nilai tradisional peninggalan sejarah. Pengembangan kurikulum lingkungan hidup di tingkat pendidikan dasar dan pra sekolah 3. dan pengembangan Desa Budaya • Penataan lingkungan Desa Budaya • Pembinaan dan Pengembangan kearifan lokal • Pengembangan Desa Budaya sebagai potensi Pariwisata Lokasi 25 Kabupaten/Kota Pelaksana Dinas Pendidikan Kanwil Depag Sumber Dana APBN APBD 5. SD/MI dan SLTP/MTs tentang kurikulum lingkungan hidup 2.

waduk. Meningkatnya cakupan dan akses pelayanan listrik terhadap masyarakat Dinas Bina Marga Biro Sarek Departemen PU APBD Provinsi APBN Pengembangan listrik perdesaan / masyarakat di daerah melalui perluasan jaringan PLN Jawa Barat Selatan Distamben APBD Provinsi APBN 8. Cikampek-Cirebon (Cikacir). distribusi serta diversivikasi pangan Pengembangan Agribisnis Meningkatnya produktivitas produksi agribisnis Jawa Barat Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 IV .10 . sungai dan pantai dalam rangka pengendalian banjir dan pengamanan pantai 6. waduk. Cikacir dan Soroja APBN APBD Provinsi APBN 8. Pengendalian pemanfaatan air permukaan Penunjang pengembangan infrastruktur sumber daya air dan irigasi Pengelolaan situ.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No 4. dan Soreang-Pasirkoja (Soroja) 1. dan Jabar-DKI Jakarta Pengembangan Infrastruktur Transportasi dan Telekomunikasi Meningkatnya aksesibilitas jaringan jalan Kabupaten Sumedang Jalan dan jembatan di wilayah perbatasan JabarJateng . Peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah perbatasan Jabar-Jateng. JabarBanten. industri dan pariwisata No 1. Fokus Peningkatan peran dan fungsi penyuluh pertanian Program Pembangunan Pengembangan Agribisnis Sasaran Program Meningkatnya kapasitas kelembagaan dan pemberdayaan sumberdaya penyuluh pertanian Indikasi Kegiatan • Peningkatan kinerja penyuluh pertanian • Pengembangan penyuluh swakarsa • Pengembangan agribisnis berbasis komoditas unggulan • Pengawasan dan pengendalian peredaran input produksi Jawa Barat Lokasi Pelaksana Dinas Pertanian Dinas Perkebunan Dinas Peternakan Dinas Peikanan Biro Bina Produksi Dinas Pertanian Dinas Perkebunan Dinas Peternakan Dinas Peikanan Biro Bina Produksi Sumber Dana .APBD Provinsi .APBD Kabupaten/ Kota 2.APBN . rehabilitasi. Metropolitan Bandung & Bodebek Pantura. Perluasan jaringan listrik di wilayah Jawa Barat Selatan Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur Listrik dan Energi Terlaksananya persiapan dan pembangunan Jalan Tol CileunyiSumedang-Dawuan (Cisumdawu).APBD Kabupaten/ Kota . dan embung Pengelolaan jaringan air baku. Pembangunan jalan tol Pengembangan Infrastruktur Transportasi dan Telekomunikasi 9. PU Dinas PSDA Departemen PU Dinas PSDA Departemen PU Dinas PSDA Biro Sarek Departemen PU Departemen PU Dinas Bina Marga Departemen PU Sumber Dana APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN 5. Metropolitan Bandung & Bodebek Pantura. sungai dan pantai Pembangunan dan perbaikan tanggul banjir Pengelolaan jaringan hidrologi a. Peningkatan infrastruktur pengendali banjir dan daya rusak air di Pantura.APBD Provinsi . Fasilitasi dan koordinasi pembangunan Waduk Jatigede Pembangunan Waduk Jatigede Pemeliharaan. waduk dan embung dalam rangka penyediaan air baku Indikasi Kegiatan Persiapan pembangunan wadukwaduk kecil Pengelolaan situ. Jabar-Banten dan Jabar-DKI Jakarta Jalan Tol Cisumdawu. Metropolitan Bandung & Bodebek Pantura. Pembangunan Waduk Jatigede Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur Sumber Daya Air dan Irigasi Terlaksananya persiapan dan pembangunan Waduk Jatigede 7. peningkatan jalan dan penggantian jembatan Fasilitasi dan koordinasi pembangunan jalan tol Lokasi Metropolitan Bandung & Bodebek Metropolitan Bandung & Bodebek Metropolitan Bandung & Bodebek Metropolitan Bandung & Bodebek Pantura. Pembebasan tanah dan pemindahan penduduk b. Metropolitan Bandung dan Bodebek Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur Sumber Daya Air dan Irigasi Meningkatnya kondisi dan fungsi situ. waduk. Revitalisasi agribisnis. embung.APBN . Meningkatnya kualitas pasokan listrik 2. Fokus Peningkatan infrastruktur penyedia air baku di Metropolitan Bandung dan Bodebek Program Pembangunan Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur Sumber Daya Air dan Irigasi Sasaran Program Meningkatnya kondisi dan fungsi situ. Metropolitan Bandung & Bodebek Kabupaten Sumedang Pelaksana Dinas PSDA Dep PU Dinas PSDA Departemen PU Dinas PSDA Departemen PU Dinas PSDA Departemen PU Dinas PSDA Departemen PU Dinas PSDA Departemen . Peningkatan produktivitas produksi. embung.

Ciayumajakuning dan Bodebek Jawa Barat KWU Agro Puncak KWU Kriya Priangan KWU Cirebon Luar Provinsi Jawa Barat Dinas Pertanian Dinas Perkebunan Dinas Peternakan Dinas Perikanan Biro Bina Produksi Dinas Industri dan Perdagangan Dinas Industri dan Perdagangan Agro .APBD Provinsi . Termanfaatkannya energi angin 15 KTA Termanfaatkannya panas bumi sebagai pembangkit listrik Indikasi Kegiatan • Peningkatan akses listrik dan energi masyarakat melalui pengembangan energi alternatif : PLTS. Pengembangan sumber energi panas bumi sebagai sumber energi Pengembangan Sumber Daya Mineral Dan Panas Bumi Gunung Talaga Bodas.11 .APBN .APBD Provinsi .APBD Provinsi .PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No Fokus Program Pembangunan Pengembangan Usaha dan Pemanfaatan sumberdaya Kelautan Sasaran Program Meningkatnya produktivitas usaha perikanan laut Indikasi Kegiatan • Pengembangan budidaya laut dan payau • Pengembangan usaha perikanan tangkap • Pengembangan sistem logistik dan distribusi pangan • Peningkatan pengelolaan cadangan pangan • Pengembangan sistem isyarat dini serta sistem pemantauan dan pendataan kondisi pangan yang handal dan aktual • Pengendalian hama dan penyakit tanaman. Tekstil. Gunung Papandayan.APBN .APBN . ternak dan ikan • Pengembangan Klaster Industri Alas Kaki. ternak dan ikan Jawa Barat 4. Pengembangan klaster industri manufaktur Pengembangan Industri Manufaktur Meningkatnya daya saing industri manufaktur Kawasan Andalan Cekungan Bandung.APBN . Pengembangan objek dan daya tarik wisata di kawasan wisata unggulan Pengembangan Kepariwisataan Meningkatnya daya saing pariwisata Jawa Barat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata . Gunung Galunggung.APBD Provinsi . Terbangunnya 5 unit mikro hidro 2. dan Mikro/Minihidro • Survey pendahuluan pengembangan panas bumi • Optimalisasi pemanfaatan panas bumi Fasilitasi rencana pengembangan instalasi panas bumi Lokasi 16 Kabupaten dan 3 Kota Pelaksana Distamben Sumber Dana APBN APBD Provinsi 2. Suku Cadang dan Rotan • Peningkatan produktivitas dan efisiensi industri • Penataan objek wisata di kawasan wisata unggulan (KWU) • Fasilitasi promosi kawasan wisata unggulan (KWU) Lokasi Pantai Utara dan Pantai Selatan Jawa Barat Pelaksana Dinas Perikanan Sumber Dana .APBD Kabupaten/ Kota . Peningkatan Ketahanan Energi No 1.APBD Kabupaten/ Kota 5.APBD Provinsi .APBD Kabupaten/ Kota 9.APBD Kabupaten/ Kota .APBD Kabupaten/ Kota . Peningkatan upaya pengendalian hama dan penyakit tanaman.APBD Provinsi .APBN . Termanfaatkannya potensi energi matahari 300 PLTS 3. Fokus Pengembangan dan pendayagunaan energi terbarukan sebagai sumber energi Program Pembangunan Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur Listrik dan Energi Sasaran Program 1.APBN . ternak dan ikan Peningkatan Ketahanan Pangan Terkendalinya hama dan penyakit tanaman. Kincir Angin.APBD Kabupaten/ Kota Peningkatan Ketahanan Pangan Terkendalinya tingkat kerawanan pangan masyarakat Jawa Barat Dinas Pertanian Dinas Peternakan Dinas Peikanan Biro Bina Produksi 3. Sangkan Hurip Kabupaten Tasikmalaya Distamben APBN APBD Provinsi Distamben APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 IV .

12 . dan biofuel Indikasi Kegiatan Penyediaan energi alternatif bagi masyarakat melalui pengembangan energi Bioenergi Lokasi Kabupaten Sukabumi dan Sumedang Pelaksana Distamben Sumber Dana APBN APBD Provinsi sebagai sumber energi 10. Bogor. Meningkatnya kesadaran ketaatan industri dalam pengendalian pencemaran air Indikasi Kegiatan • Fasilitasi implementasi EPCM • Pelaksanaan Superkasih dan Proper • Pemantauan dan pengawasan pelaksanaan superkasih dan Proper • Fasilitasi Penegakan Hukum Penetapan Perda Kelas Air dan Baku Mutu Sungai Citarum Pengukuran dan pemantauan zona deplesi air tanah di CAT kritis Pengendalian dan penertiban pengambilan air bawah tanah Pembuatan sumur resapan • Revitalisasi dan pembuatan sumur pantau di CAT kritis • Penyusunan formula kebijakan pengelolaan air tanah Rehabilitasi lahan di DAS Prioritas Lokasi DAS Citarum Pelaksana BPLHD Biro Yansos Sumber Dana APBN APBD Provinsi 2. Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan No 1.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No 3. CAT Bogor. Pengembangan Fokus sumberdaya alam hayati Program Pembangunan Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur Listrik dan Energi Sasaran Program 1. Bekasi dan Cirebon Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 IV . Tersedianya sistem pemantauan muka air tanah 2. DAS Cimanuk. Tersusunnya instrumen kebijakan pengelolaan air bawah tanah DAS Citarum BPLHD APBD Provinsi CAT Bandung Distamben APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi CAT Bandung. Meningkatnya ketersediaan air tanah 4. biokerosin. Peningkatan pengelolaan dan pengendalian pengambilan air tanah di Cekungan Air Tanah (CAT) kritis Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan 2. Terkendalinya kegiatan pemanfaatan air tanah 3. DAS Kali Bekasi Pantai Utara Jawa Barat Dishut Kabupaten/Kota APBN APBD Provinsi BPLHD Dinas PSDA BPLHD APBN APBD Provinsi APBD Kota Bandung.000 ha Terkendalikannya pencemaran dan kerusakan pantai Terkendalinya pencemaran timbal di udara 4. Penanganan lahan kritis di kawasan lindung dan daerah resapan air Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Terehabilitasinya lahan kritis di kawasan lindung dan daerah resapan air seluas 80. Tersedianya fasilitasi pengembangan energi biodiesel. DAS Cisadane. DAS Citanduy. Fokus Pengendalian pencemaran industri di DAS Citarum Program Pembangunan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Sasaran Program 1. Tersedianya energi alternatif Biogas sebanyak 500 unit 2. Tersusunnya kerangka hukum pengendalian pencemaran sungai Citarum 1. Penanganan pencemaran udara oleh timbal di perkotaan Rehabilitasi kerusakan pesisir/pantai secara vegetatif dan sipil teknis Penerapan Bensin bebas timbal DAS Ciliwung. dan CAT Cirebon CAT Bandung dan CAT Bogor CAT Bandung Distamben Distamben Distamben 3. Pengendalian kerusakan pesisir di pantai utara Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan 5.

Bandung Distamben Distamben APBN APBD Provinsi APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 IV . Tasikmalaya dan Garut Jawa Barat Pelaksana Distamben. Terwujudnya perlindungan masyarakat dari bencana Indikasi Kegiatan Pelatihan dan sosialisasi penanggulangan bencana Lokasi Kabupaten Kuningan. sistem peringatan dini. Cianjur. • Inventarisasi objek/infrastruktur vital terhadap bencana geologi • Sosialisasi informasi kebencanaan kepada masyarakat • Penyiapan data daerah rawan bencana • Penyusunan rancangan teknis penataan lahan akibat bencana longsor Jawa Barat APBN 12 Kabupaten Kab. Peningkatan Mitigasi Bencana Alam No 1. dalam penanggulangan bencana alam. Bakesbanglinmasda Dinas Sosial Biro Bangsos Distamben Bapeda Biro Bangsos Distamben Sumber Dana APBN APBD Provinsi APBD Provinsi masyarakat dalam menghadapi bencana alam 2. Peningkatan Fokus kesiapan dan kemampuan Program Pembangunan Pemeliharaan Ketentraman dan Ketertiban Umum Serta Perlindungan Masyarakat Sasaran Program 1.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 11. Meningkatnya kemampuan tanggap darurat dalam menghadapi bencana alam 2. Optimalisasi kebencanaan pemanfaatan informasi Peningkatan efektivitas pengelolaan dan konservasi SDA dan lingkungan Terintegrasi dan tersosialisasikannya informasi kebencanaan kepada masyarakat Pengembangan Standar Operasional dan Prosedur (SOP).13 .

Meningkatnyan kualitas guru dan lulusan pendidikan. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pendidikan non formal Pengembangan Taman Pustaka Masyarakat dan Perpustakaan Desa / Kelurahan Penyelenggaraan lembaga kursus oleh masyarakat 25 Kab/Kota Dinas Pendidikan Biro Yansosdas Disnakertrans BAPUSDA 25 Kab/Kota 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota Dinas Pendidikan Biro Yansosdas Kanwil Depag Disnakertrans KADIN Dinas Pendidikan Biro Yansos Depdiknas Perguruan Tinggi Dinas Pendidikan Biro Yansosdas Kanwil Depag APBN APBD Provinsi 25 Kabupaten/Kota Dinas Kesehatan Dinas Pendidikan APBN APBD Provinsi LOKASI Jawa Barat PELAKSANA Dinas Pendidikan Biro Yansosdas SUMBER DANA APBD Provinsi 2. Meningkatnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 IV . PROGRAM Program Peningkatan Pendidikan Dasar dan Pra Sekolah SASARAN PROGRAM Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan dasar INDIKASI KEGIATAN • Optimalisasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) • Mendorong gerakan masyarakat peduli pendidikan Meningkatnya kesadaran masyarakat sejak dini dan tersedianya kader-kader peduli kesehatan di masyarakat • Pembinaan dan pengembangan UKS • Intensifikasi program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS) • Penyuluhan kesehatan 2.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT B.14 . Program Peningkatan Pendidikan Luar Sekolah 1. Meningkatnya kualitas dan kuantitas penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) • Pengembangan metode pembelajaran PAUD • Peningkatan mutu tenaga pendidik dan tenaga kependidikan PAUD • Peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik PAUD • Sosialisasi PAUD • Peningkatan kapasitas kelembagaan PAUD 2. Program Peningkatan Pendidikan Menengah dan Tinggi 1. MATRIKS RENCANA KERJA PENUNJANG PEMBANGUNAN TAHUN 2007 MISI 1 : MENINGKATKAN KUALITAS DAN PRODUKTIVITAS SUMBERDAYA MANUSIA NO 1. • Diklat bagi guru SMA/SMK • Penyelenggaraan Ujian Nasional yang akuntabel • Lomba Keterampilan Siswa (LKS) SMA/SMK • Pengembangan SMA/SMK berbasis kompetensi • Pembentukan jaringan kerjasama dengan pihak swasta dan dunia industri • Kerjasama dengan Perguruan Tinggi 3.

alat kesehatan) dan NAPZA dari tingkat produksi sampai tingkat konsumsi (ketersediaan obat 80%. Menyiapkan masyarakat yang memiliki jiwa kewirausahaan INDIKASI KEGIATAN • Pengembangan Kelompok Belajar Usaha (KBU) • Pengembangan Kelompok Usaha Pemuda Produktif (KUPP) • Pengembangan KP dan KPM • Peningkatan kapasitas PKBM sebagai sentra dan agen pemasaran produk industri kecil LOKASI Jawa Barat PELAKSANA Dinas Pendidikan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Agro Biro Yansos Dinas Pendidikan SUMBER DANA APBN APBD Provinsi 4.5% dan cakupan pemeliharaan kesehatan GAKIN dan masyarakat rentan 100%) 3. Kosalkes (kosmetik. pengadaan obat esensial 90% dan generik 80%) Peningkatan pelayanan kesehatan bagi keluarga dan jaringannya • Peningkatan ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan • Peningkatan keterjangkauan harga obat dan perbekalan kesehatan terutama untuk penduduk miskin • Pencegahan penyalahgunaan NAPZA • Pelayanan rehabilitasi penyalahgunaan NAPZA Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 IV . Meningkatnya kebijakan dan manajemen pembangunan kesehatan • Pengkajian dan penyusunan perencanaan kesehatan • Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Kesehatan • Peningkatan evaluasi program pengembangan manajemen kesehatan • Pengembangan Litbang Kesehatan 25 Kab/Kota Din Kesehatan Biro Yansos RSJ Cimahi RSJ Bandung KP4 Cirebon RSP Sidawangi Biro Bangsos APBN APBD Provinsi 2. Program Peningkatan Pendidikan Luar Biasa 1. Meningkatnya jaminan pembiayaan kesehatan (cakupan JPK pra bayar 32.15 . Program Sumber Daya Kesehatan 1. Meningkatnya pengawasan dan pengendalian obat. Meningkatnya kualitas sarana prasarana SLB 2.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM 3. Meningkatnya kualitas guru SLB 5. Meningkatnya kemampuan siswa dalam mengikuti pembelajaran Rehabilitasi dan penambahan sarana prasarana SLB • Pengembangan dan penerapan metode pembelajaran terkini • Pengembangan sekolah inklusi • Diklat bagi guru SLB • Pemberian kesempatan mengikuti pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi bagi guru SLB 25 Kabupaten/Kota APBN APBD Provinsi 3.

Meningkatnya tertib pengelolaan gedung negara/daerah 3. Meningkatnya pelayanan pemeriksaan labkes masyarakat dan sarana penunjang diagnosis penyakit untuk pengelolaan medis. jiwa termasuk kegawatdaruratan medis. Meningkatnya koordinasi dan fasilitasi dalam pelayanan kesehatan INDIKASI KEGIATAN • Koordinasi dan fasilitasi Sumberdaya Kesehatan (SDK) • Pengembangan basis data SDK • Menyusun manajemen SDK berbasis pemerataan dan mutu LOKASI PELAKSANA SUMBER DANA 6. industri & tempat-tempat lain yang mempengaruhi kesehatan. institusi yang dibina 40% dan cakupan air bersih 80%) 2. Meningkatnya mutu kesehatan lingkungan perumahan dan permukiman termasuk pengungsian. Kes masyarakat dan sarana penunjang diagnosis.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM 4. 3. Program Pengembangan Sarana dan Prasarana Perumahan dan Permukiman 1. cakupan deteksi dini tumbuh kembang anak balita 60%. (Pelayanan kesehatan ibu hamil risti yang di rujuk 90%. Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan melalui pengenalan hidup sehat di sekolah • Peningkatan kesehatan lingkungan • Fasilitasi perbaikan sanitasi lingkungan masyarakat 25 Kab. khusus. Program Upaya Kesehatan 1. sanitasi dasar. gizi buruk balita < 1%). dan hygiene sanitasi di tempat-tempat umum. Jawa Barat Balai Latihan Kesehatan (BLK) APBN APBD Provinsi Pembinaan dan pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) • Memfasilitasi pembangunan rumah susun • Fasilitasi pelaksanaan pembangunan bidang permukiman • Memfasilitasi pengelolaan gedung negara/ daerah dan rumah negara Memfasilitasi penyediaan instalasi sanitasi regional di perkotaan 25 Kabupaten/Kota Dinas Kesehatan Dinas Pendidikan Distarkim Biro Yansos Distarkim Distarkim APBD Provinsi 7.16 . Meningkatnya akses kualitas dan citra masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dasar./Kota Din Kesehatan Biro Yansos RSJ Cimahi RSJ Bandung KP4 Cirebon RSP Sidawangi APBN APBD Provinsi Peningkatan cakupan dan mutu pelayanan kesehatan Peningkatan pelayanan pemeriksaan lab. Meningkatnya kapasitas daya dukung perumahan di perkotaan Wilayah perkotaan APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN 2. UCI Desa 90%. tempat umum yang memenuhi syarat 70%. pengamatan penyakit dan penanggulangan KLB 4. pelayanan gangguan jiwa 60%. (rumah/bangunan bebas jentik 85%. rujukan. Meningkatnya cakupan pelayanan sanitasi (air limbah dan drainase) Jawa Barat Metro Bandung Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 IV .

Meningkatnya perluasan melalui pemberdayaan tenaga kerja terhadap 740 orang dan 72 kelompok serta peningkatan usaha produktif terhadap 300 orang serta 2 paket 9. dan keterampilan • Pembinaan Marching Band • Penyelenggaraan Gita Bahana Nusantara • Penyelenggaraan Bahana Suara Pelajar • Pemberian penghargaan terhadap pemuda berprestasi dan berdedikasi kepeloporan dalam berbagai bidang 25 Kabupaten/Kota BPMD Dinas Pendidikan Disnakertrans Biro Bangsos Dinas Sosial APBN APBD Provinsi 2.17 . Penempatan. kewirausahaan. sosialisasi PTKLN serta penyebaran pendataan • Penempatan Tenaga Kerja melalui pemberian kerja sementara dan penempatan dalam/luar negeri • Penyusunan pola kebijakan pendayagunaan informasi pasar kerja • Penyusunan pola standar pengukuran produktivitas tenaga kerja di Jawa Barat • Penyusunan pedoman peningkatan fungsi pengawasan ketenagakerjaan di Jabar • Pemberdayaan Tenaga Kerja • Peningkatan Usaha Produktif dan Bursa Kerja Jawa Barat Disnakertrans Biro Bangsos APBN APBD Provinsi 2. Meningkatnya peranserta pemuda dalam pembangunan 3.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM 4. Meningkatnya aktivitas dan kreativitas kepemudaan di berbagai bidang pembangunan • Diklat kepemudaan. Tersedianya prasarana dasar perumahan bagi pengungsi dan transmigran lokal INDIKASI KEGIATAN • Memfasilitasi penyediaan prasarana dasar perumahan bagi transmigran lokal dan pengungsi • Memfasilitasi perbaikan sarana dan prasarana permukiman akibat bencana alam LOKASI Wilayah transmigrasi lokal dan pengungsi Pantura Jawa Barat PELAKSANA Distarkim SUMBER DANA APBD Provinsi Distarkim Disnakertrans Biro Bangsos APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 8.610 orang • Penempatan Tenaga kerja melalui penyuluhan. Program Peningkatan Kompetensi. Meningkatnya penempatan tenaga kerja melalui pemberian kerja sementara serta penempatan dalam dan luar negeri terhadap 11. Meningkatnya peran dan partisipasi pemuda dalam pencegahan dan penanggulangan Narkoba Keikutsertaan lembaga pemuda dalam tahapan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan Penguatan kemitraan antara Pemerintah Daerah dengan Organisasi Pelajar dan Mahasiswa Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 IV . Perlindungan dan Pengawasan Tenaga Kerja 1. Kreativitas dan Kelembagaan Pemuda 1. Perluasan.720 orang. pembinaan. Program Peningkatan Aktivitas. sosialisasi dan penyebaran informasi serta pendataan calon pekerja untuk 2.

Menunrunnya jumlah kebijakan yang bias gender 5. Meningkatnya peran perempuan dan pengarusutamaan gender pada setiap aspek kehidupan 4. Bertambahnya jumlah perempuan yang menjadi pengurus lembaga masyarakat dan organisasi kemasyarakatan 3. Menurunnya jumlah peristiwa/kasus pelanggaran terhadap hak-hak perempuan INDIKASI KEGIATAN Peningkatan kelembagaan perempuan dalam aktivitas politik Peningkatan aktivitas perempuan dalam pembangunan Peningkatan peran gender dalam kelembagaan Pos Yandu Peningkatan pemahaman aparat dan masyarakat terhadap peraturan perundang-undangan yang mengatur kebijakan publik • Peningkatan pemahaman dan perlindungan hak-hak perempuan serta pengarusutamaan gender • Perlindungan dari tindak kekerasan dan perdagangan perempuan dan anak (Traficking) • Pemahaman tentang tindak kekerasan Traficking terhadap perempuan dan anak • Pemberian pemahaman kepada SKPD Provinsi dan Kabupaten/Kota tentang program rensponsif gender • Penajaman sinergitas pemberdayaan perempuan antar stakeholder LOKASI 25 kab/kota PELAKSANA BPMD Biro Bangsos Disnakertrans Dinas Sosial Dinas Pendidikan SUMBER DANA APBN APBD Provinsi 11. Tersedianya sarana prasarana olahraga yang memadai Memfasilitasi persiapan pembangunan stadion olahraga bertaraf nasional/internasional Kabupaten/Kota Bandung APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 IV .18 . Program Peningkatan Olahraga 1.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT NO 10. Bertambahnya jumlah perempuan yang berperan dalam lembaga publik 2. Meningkatnya usaha pengembangan olahraga tradisional 3. Meningkatnya prestasi olahraga dalam event nasional • Pembentukan dan pemusatan pelatihan kontingan PON 2008 • Pemberian uang kadeudeuh pada atlet berprestasi 25 kabupaten/Kota BPMD Biro Bangsos Dinas Pendidikan Distarkim APBN APBD Provims 2. PROGRAM Program Peningkatan Pemberdayaan Perempuan SASARAN PROGRAM 1. Tersedianya sarana dan prasarana olahraga bagi masyarakat Pelatihan instruktur dan tenaga penggerak olahraga masyarakat dan olahraga tradisional Memfasilitasi pembangunan sarana prasarana olah raga masyarakat Jawa Barat Distarkim BPMD Biro Bangsos Distarkim Biro Bangsos APBD Provinsi 4.

Meningkatnya koordinasi dan manajemen pembangunan agribisnis • Penyelarasan. Meningkatnya inovasi dan diseminasi teknologi agribisnis INDIKASI KEGIATAN • Pengembangan teknologi pembenihan/bibit dan pembudidayan pertanian. Meningkatnya sarana dan prasarana pelayanan Perpustakaan • Pengembangan Perpustakaan Daerah di Jawa Barat • Optimalisasi Perpustakaan melalui e-libary • Peningkatan dan pemberdayaan perpustakaan sekolah 25 Kabupaten/Kota APBD Provinsi 3. Program Pengembangan dan Pemanfaatan Hasil Penelitian dan IPTEK 1. • Pengembangan teknologi agribisnis tepat guna dan spesifik lokasi. pengawasan dan pengendalian manajemen pembangunan agribisnis antar sektor dan antar wilayah. Meningkatnya aktivitas dan prestasi olahraga pelajar dan mahasiswa INDIKASI KEGIATAN • Penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) dan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) • Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Olahraga Pelajar • Pembinaan Atlet Mahasiswa LOKASI 25 kabupaten/Kota PELAKSANA Dinas Pendidikan SUMBER DANA APBN APBD Provims 12. Meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan kearsipan Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Kearsipan (SIMKA) Bandung BASIPDA APBD Provinsi MISI 2 : MENGEMBANGKAN STRUKTUR PEREKONOMIAN REGIONAL YANG TANGGUH NO 13. Meningkatnya pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan serta Teknologi Tepat Guna (TTG) dalam program pembangunan • Pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan serta TTG untuk pengembangan usaha rakyat skala kecil dan menengah • Pengembangan TTG dalam Diversifikasi pemanfaatan Energi 25 Kabupaten/Kota Balitbangda Dinas KUKM BPMD Distamben SKPD Terkait BAPUSDA Biro Organisasi Dinas Pendidikan APBN APBD Provinsi 2. LOKASI Jawa Barat PELAKSANA Din Pertanian Din Perkebunan Din Peternakan Din Perikanan Din Kehutanan Biro Binprod Din Indag Agro Biro Binprod Din Petanian Din Perkebunan Din Peternakan Din Perikanan SUMBER DANA APBD Provinsi APBN 2. PROGRAM Program Pengembangan Agribisnis SASARAN PROGRAM 1. • Peningkatan koordinasi pengembangan agribisnis Jawa Barat Jawa Barat APBD Provinsi APBN Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 IV .PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM 5.19 . perikanan dan kehutanan.

Indramayu dan Bandung Jawa Barat 7. Ciamis. Meningkatnya kesempatan kerja dengan penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian • Pengembangan usaha masyarakat perkebunan dan sekitar hutan • Diversifikasi agribisnis • Pengembangan kawasan agropolitan Jawa Barat APBD Provinsi APBN Kab. Meningkatnya kapasitas kelembagaan dan pemberdayaan sumberdaya manusia agribisnis. Gianjur. Purwakarta. Garut. Meningkatnya ketersediaan dan kualitas sarana prasarana pendukung agribisnis • Peningkatan dan pengembangan sarana dan prasarana agribisnis • Pengelolaan pasca panen dan pengolahan hasil • Optimalisasi Terminal/ Sub Terminal Agribisnis (TA/STA) • Pengembangan Pasar Ikan Jawa Barat APBN APBD Provinsi 6.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM INDIKASI KEGIATAN • Pembinaan dan pengendalian pengusahaan lahan LOKASI PELAKSANA Din Kehutanan Din Indag Agro Din Petanian Din Perkebunan Din Peternakan Din Perikanan Din Kehutanan Din Indag Agro Biro Binprod Din Petanian Din Perkebunan Din Peternakan Din Perikanan Din Kehutanan Biro Binprod Din Petanian Din Perkebunan Din Peternakan Din Perikanan Din Kehutanan Din Indag Agro Distarkim Biro Binprod Din Petanian Din Perkebunan Din Peternakan Din Perikanan Din Kehutanan SUMBER DANA 3. Bogor. • Peningkatan kualitas/kompetensi sumber daya manusia aparatur dan petani.20 . Meningkatnya akses petani terhadap faktor produksi • Peningkatan akses petani terhadap sumberdaya produktif serta permodalan • Peningkatan akses petani terhadap pasar Jawa Barat APBD Provinsi APBN 4. • Pengembangan kelembagaan layanan agribisnis Jawa Barat APBD Provinsi APBN 5. Mempromosikan dan memproteksi komoditas agribisnis • Peningkatan ekspor dan pengendalian impor sektor pertanian • Penguatan sistem usaha dan perlindungan usaha • Pengembangan promosi produk agribisnis Biro Binprod Din Petanian Din Perkebunan Din Peternakan Din Perikanan Din Kehutanan Din Indag Agro APBD Provinsi APBN Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 IV .

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT NO 14. kualitas dan menurunnya ketergantungan pada pangan pokok beras serta ketersediaannya sepanjang tahun INDIKASI KEGIATAN • Pengembangan diversifikasi produk. Din Perikanan APBD Provinsi APBN 3. Cianjur. Sukabumi. • Peningkatan produktivitas pangan melalui peningkatan mutu intensifikasi serta perbaikan mutu benih/bibit • Peningkatan pemanfaatan dan pelestarian perairan umum untuk peningkatan produksi ikan • Antisipasi terhadap perubahan cuaca dan ketersediaan sumberdaya air • Pengawasan dan pengendalian peredaran serta ketersediaan pupuk. Ciamis. Cianjur Bekasi. PROGRAM Program Peningkatan Ketahanan Pangan SASARAN PROGRAM 1. Bekasi. Meningkatnya keanekaragaman konsumsi. bergizi dan berimbang. konsumsi komoditas pangan beragam. Tasikmalaya. Sukabumi. Indramayu. Meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam mengkonsumsi pangan yang beragam. Ciamis. bergizi dan berimbang • Pengembangan pangan lokal • Peningkatan penerapan pola konsumsi pangan beragam. Karawang. bergizi dan berimbang • Peningkatan kualitas/kompetensi SDM dan kelembagaan usaha kelautan • Pengembangan input produksi berbahan baku lokal • Peningkatan efisensi usaha kelautan • Pengembangan pengelolaan hasil perikanan dan kelautan • Pengembangan pengelolaan kawasan pesisir dan laut • Pengembangan kawasan industri pengolahan hasil perikanan Jawa Barat Din Petanian Din Peternakan Din Perikanan Biro Bina Produksi Din Indag Agro Din Perikanan Din Indag Agro APBD Provinsi APBN 15. benih/bibit dan pakan LOKASI 16 Kabupaten PELAKSANA Biro Binprod Din Petanian Din Peternakan Din Perikanan Din Indag Agro SUMBER DANA APBD Provinsi APBN 2. Ciamis. Meningkatnya usaha dan kesempatan kerja Bisnis Kelautan Kabupaten Garut. Subang. Cirebon dan Kota Cirebon Kabupaten Garut. Tasikmalaya. Subang. Program Pengembangan Usaha dan Pemanfaatan Sumberdaya Kelautan 1. Sukabumi. Indramayu dan Cirebon APBD Provinsi APBN 2. Meningkatnya akses petani dan nelayan terhadap faktor produksi • Peningkatan akses petani dan nelayan terhadap sumberdaya produktif dan permodalan • Pengembangan teknologi perbenihan dan pembudidayaan ikan laut dan payau Kabupaten Garut. Tasikmalaya. Cianjur. Meningkatnya cakupan pemasaran • Fasilitasi kemitraan dan pemasaran dalam dan luar negeri Din Perikanan Din Indag Agro APBD Provinsi APBN Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 IV . Karawang.21 . Cirebon.

Cirebon Jawa Barat Din Perikanan Din Perindustrian dan Perdagangan Din Perindustrian dan Perdagangan Agro Biro Sarana Perekonomian Disnakertrans APBD Provinsi APBN APBN APBD Provinsi 2. Jawa Barat dan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Din Perindustrian dan Perdagangan Agro Biro Sarana Perekonomian Badan Promosi dan Penanaman Modal Daerah Disnakertrans APBN APBD Provinsi 3. Jawa Barat. Meningkatnya sarana dan prasarana perdagangan • Pengembangan distribusi komoditi unggulan. Pengembangan Industri Manufaktur 1. Pengembangan Perdagangan Dalam dan Luar Negeri 1. Meningkatnya akses dan sistem perdagangan luar negeri. • Peningkatan SDM dibidang perdagangan. • Peningkatan akses terhadap pasar dan informasi bisnis kelautan LOKASI Karawang. • Optimalisasi pemanfaatan kawasan industri. Garut Kab. 17. • Peningkatan akses dan sistem informasi perdaganan luar negeri. Sukabumi Kota Depok Kab. • Peningkatan industri berbasis Clean Production. Meningkatnya ketersediaan dan kualitas sarana dan prasarana usaha kelautan 16. Indramayu Kab. Pemantapan struktur industri manufaktur. • Pemantapan dan pengawasan peredaran produk. • Peningkatan informasi perdagangan dalam negeri. Luar Provinsi 2. Pengembangan industri yang berkelanjutan. Ciamis. • Peningkatan ekspor komoditi agro. • Peningkatan sarana prasarana usaha kelautan • Pengembangan kemitraan usaha dan jaringan kerja industri.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM INDIKASI KEGIATAN • Pemberdayaan pelaku usaha dan simpulsimpul distribusi usaha kelautan. Ciamis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Agro Disperindag Disperindag Agro APBD Provinsi APBN APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 IV . Kabupaten Sukabumi. Subang dan Kota Cirebon PELAKSANA SUMBER DANA 4. • Pengembangan komoditi unggulan industri yang berbahan baku lokal. • Peningkatan sarana dan prasarana perdagangan dalam negeri. • Pengembangan pasar produk Jawa Barat Jawa Barat Kab. Indramayu. • Peningkatan SDM dibidang perdagangan luar negeri. Meningkatnya efektivitas perdagangan produk agro 4.22 . • Peningkatan sarana dan prasarana perdagangan luar negeri. • Peningkatan industri melalui pengembangan energi alternatif. Meningkatnya sistem perdagangan dalam negeri.

LOKASI 9 kawasan wisata unggulan PELAKSANA Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Biro Sarana Perekonomian SUMBER DANA • APBD Provinsi • APBN 19. Keterampilan dan Kemampuan Wirausaha Sumberdaya Manusia UKM 2. • Pertumbuhan desa melalui kooperative. Meningkatnya pengetahuan. Garut Bopuncur Bodebek Purwasuka Ciayumajakuning • APBN • APBD Provinsi IV . Meningkatnya akses terhadap permodalan dan teknologi bagi KUKM Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 • Fasilitasi akses permodalan dan teknologi KUKM Kab. Meningkatnya kualitas produk.23 . UKM. Pengembangan dan Penguatan Koperasi.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT NO 18. • Peningkatan kualitas dan standarisasi produk. • Peningkatan pelayanan instalasi industri kecil menengah. Peningkatan Mutu produk dan Pelayanan Jasa 1. 25 kab/kota 25 kab/kota 3. Sukabumi Kab. • Peningkatan kapasitas kelembagaan KUKM. • Peningkatan pelayanan jasa konstruksi. Meningkatnya Pengetahuan. • Peningkatan kemitrausahaan di bidang kepariwisataan Jawa Barat. Meningkatnya kualitas dan pemanfaatan informasi bagi KUKM. BUMD dan Lembaga Keuangan Daerah 1. Peningkatan Kapasitas Informasi KUKM 25 kab/kota Din Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Biro Sarana Perekonomian Din Pertanian Tanaman Pangan Din Perikanan Din Peternakan Din Perkebunan Perindustrian dan Perdagangan Din Perindustrian dan Perdagangan Agro Din Pariwisata Din Pertambangan dan Energi Dinas KUKM APBN APBD Provinsi 4. sarana dan prasarana lembaga KUKM • Peningkatan Kapasitas Sumberdaya manusia (SDM) KUKM • Peningkatan akses pasar produk KUKM. Optimalnya informasi KUKM Peningkatan Kapasitas SDM KUKM • Peningkatan kapasitas informasi KUKM • Pembangunan pusat promosi dan pemasaran produksi industri kecil 6. Jawa Barat Din Perindustrian dan Perdagangan Din Tata Ruang dan Pemukiman Din Indag Agro APBN APBD Provinsi 20. Meningkatnya pelayanan jasa terhadap masyarakat. • Peningkatan sarana dan pelayanan kemetrologian. Meningkatnya peran kelembagaan. PROGRAM Program Pengembangan Kepariwisataan SASARAN PROGRAM Tertatanya kawasan obyek wisata dan daya tarik wisata INDIKASI KEGIATAN • Peningkatan apresiasi masyarakat lokal dalam pengelolaan dan pengembangan obyek wisata • Peningkatan kualitas sumber daya manusia pariwisata. 2. keterampilan & kemampuan Wirausaha SDM KUKM 5.

• Eksplorasi kelayakan mineral unggul • Standarisasi kualitas produk mineral • Fasilitasi peningkatan pengusahaan pertambangan skala kecil • Substitusi BBM (minyak tanah) dengan Batubara • Pengendalian pemanfaatan batubara dan sosialisasi pemanfaatan briket batubara 25 kab/kota 3. Terwujudnya data dan informasi yang akurat untuk meningkatkan minat investasi 4. Tersedianya informasi hasil eksplorasi dan kelayakan pemanfaatan mineral unggulan 2. Terwujudnya Penyederhanaan Regulasi dan Mekanisme Pelayanan Investasi yang terkoordinasi dan efektif • Membangun mekanisme pelayanan investasi yang terkoordinasi dan efektif • Menciptakan penyederhanaan prosedur perizinan investasi. Terkordinasinya penyelenggaraan promosi investasi secara efektif dan efisien. Meningkatnya pengusahaan dan produksi sumberdaya mineral (5 kelompok) Bopuncur Bodebek APBD Provinsi 16 Kabupaten Kota Bandung Cianjur. • Menyusun data dan informasi yang akurat untuk mendukung peningkatan investasi • Tersusunnya basis data dan investasi di Kabupaten/Kota • Menyempurnakan regulasi • Menyiapkan proposal kelayakan usaha komoditass ungulan kawasan. peningkatan jalan sepanjang 100 km dan penggantian jembatan sepanjang 180 m • Kegiatan penunjang pengembangan jaringan jalan dan pemanfaatan jalan • Pemeliharaan dan rehabilitasi jaringan jalan • Peningkatan jalan dan penggantian jembatan Jawa Barat Dinas Bina Marga APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 IV . Termanfaatkan dan terkendalinya penggunaan batubara oleh industri Distamben APBD Provinsi APBN 23. • Mengadakan promosi wilayah andalan. Program Pengembangan Infrastruktur Transportasi dan Telekomunikasi 1. Terwujudnya kerjasama yang sinergis antar stakeholder pembangunan INDIKASI KEGIATAN • Memfasilitasi terbentuknya lembaga/forum lintas pelaku dalam bidang investasi • Meningkatkan jejaring dan kerjasama dalam bidang investasi dan pengusahaan LOKASI Provinsi Jawa Barat PELAKSANA Badan Promosi dan Penanaman Modal Daerah Biro Sarana Perekonomian Distamben Badan Promosi dan Penanaman Modal Daerah Biro Sarana Perekonomian Badan Promosi dan Penanaman Modal Daerah Biro Sarana Perekonomian Distamben BPPMD SUMBER DANA • APBN • APBD Provinsi • APBN • APBD Provinsi • APBN • APBD Provinsi Provinsi Jawa Barat 2.200 km.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT NO 21. Program Pengembangan Sumberdaya Mineral dan Panas Bumi 1. tumbuhnya minat investasi di Kawasan Andalan. Meningkatnya kondisi kemantapan jalan (kondisi baik dan sedang) ruas-ruas jalan Provinsi menjadi 90% melalui pemeliharaan dan rehabilitasi jaringan jalan sepanjang 2.24 . 22. Tasikmalaya 8 kab/kota Distamben Distamben APBD Provinsi APBD Provinsi 3. PROGRAM Program Peningkatan Penanaman Modal di Daerah Untuk Menciptakan Perluasan Kesempatan Kerja SASARAN PROGRAM 1.

peningkatan jalan dan penggantian jembatan pada jaringan jalan non status sepanjang 200 km serta pembangunan jalan sepanjang 17 km dan jembatan sepanjang 240 m 3. Terwujudnya pengembangan angkutan massal • Persiapan pembangunan angkutan massal • Lanjutan pembangunan jalur ganda KA • Persiapan revitalisasi jalur KA. peningkatan jalan dan penggantian jembatan pada jaringan jalan non status • Pembangunan jalan dan jembatan LOKASI Jawa Barat PELAKSANA Dinas Bina Marga Departemen PU SUMBER DANA APBD Provinsi APBN • Peningkatan kondisi fasilitas perlengkapan jalan provinsi • Relokasi jembatan timbang • Peningkatan sarana dan prasarana jembatan timbang • Fasilitasi dan pembangunan terminal • Fasilitasi penetapan jaringan trayek angkutan jalan di Jawa Barat Jawa Barat Kab. Perhubungan Dinas Perhubungan Dept. Perhubungan APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBN Pelabuhan Cirebon Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 IV . rehabilitasi. keamanan dan ketertiban berlalu lintas serta meningkatnya mobilitas manusia. Perhubungan Dinas Perhubungan Dep. BODEBEK Jalur ganda CikampekPadalarang Jalur KA BandungSoreang. Perhubungan Dinas Perhubungan Biro Sarek Dep. Perhubungan Dep.25 .PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM 2. Meningkatnya peran pelabuhan laut dan ASDP untuk melayani angkutan barang maupun penumpang • Peningkatan sarana dan prasarana operasi penerbangan • Perluasan dermaga dan pengerukan kolam pelabuhan regional serta melengkapi sarana bongkar muat • Pengembangan pelabuhan laut nasional dan peningkatan kapasitas pelayanan pelabuhan sebagai pelabuhan utama sekunder Dep. Cianjur dan Cirebon Jawa Barat Jawa Barat Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dep. Meningkatnya aksesibilitas jaringan jalan melalui pemeliharaan. Perhubungan Dinas Perhubungan Dep. dan penambahan jalur • Peningkatan jalur KA 5. Ciamis. Perhubungan Dinas Perhubungan Dept. Perhubungan APBN APBD Provinsi APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN Jawa Barat Metropolitan Bandung. Bogor. barang dan jasa INDIKASI KEGIATAN • Pemeliharaan. Meningkatnya kenyamanan. Perhubungan Dinas Perhubungan Dep. rehabilitasi. penambahan jalur Bdg-Cicalengka Jalur KA BdgSukabumi Bandara Husein Sastranegara dan Nusawiru Pelabuhan Cirebon 4. RancaekekJatinangor. Meningkatnya peran bandar udara untuk melayani angkutan barang maupun penumpang 6. Perhubungan Dinas Perhubungan Dep.

waduk.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM INDIKASI KEGIATAN • Penentuan DLKP dan DLKR se Jawa Barat • Pengadaan fasilitas pelabuhan laut dan ASDP LOKASI Jawa Barat Kab. Program Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur Sumber Daya Air dan Irigasi 1. embung. Meningkatnya cakupan layanan telekomunikasi pedesaan 9. Perhubungan Dinas Perhubungan Depkoinfo Bapeda SUMBER DANA APBD Provinsi APBN APBN APBD Provinsi APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 7. PU Dinas PSDA Dept. Meningkatknya fungsi lembaga pengelola infrastruktur sumberdaya air dan irigasi Pengelolaan jaringan irigasi Penataan pengelolaan database Fasilitasi. PU APBD Provinsi Jabar Jabar Jabar Jabar Jabar Jabar Jabar APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBD Provinsi APBN 2. koordinasi dan pelaksanaan pengelolaan irigasi partisipatif Jabar Jabar Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 IV . sungai dan pantai dalam rangka penyediaan air baku dan pengendalian banjir serta pengamanan pantai Peningkatan fasilitas pengendalian frekuensi Pembangunan fasilitas telekomunikasi pedesaan Persiapan uji coba Road Fund • Fasilitasi dan koordinasi aspek kebinamargaan • Fasilitasi dan koordinasi aspek perhubungan • Penunjang pengembangan infrastruktur sumber daya air dan irigasi • Pengelolaan situ. Meningkatnya intensitas tanam padi pada daerah irigasi teknis yang dikelola oleh pemerintah dari 187% menjadi 190%. Purwakarta. Ciamis. waduk. Kab. Kab. PU Dinas PSDA Dinas PSDA Bapeda Dep. embung. Kab. Cirebon. Meningkatnya fasilitas pengendalian frekuensi 8.26 . Terfasilitasi dan terkoordinasinya pengelolaan infrastruktur transportasi dan telekomunikasi 24. Perhubungan Dept. Bandung Jabar Jabar Jabar PELAKSANA Dinas Perhubungan Dep. • Pembangunan dan perbaikan tanggul banjir • Pengendalian pemanfaatan air permukaan • Pengelolaan jaringan hidrologi Jabar Bapeda Biro SAREK Dinas PSDA Dep PU Dinas PSDA Dept. sungai dan pantai • Pengelolaan jaringan air baku. Meningkatnya keterse-diaan data dan informasi. 4. PU Dinas PSDA Dept. Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dept. 3. Terealisasinya konsep rumusan tentang struktur kelembagaan pembiayaan dan sistem distribusi biaya pemeliharaan jalan 10. Meningkatnya kondisi dan fungsi situ. PU Dinas PSDA Dinas PSDA Dinas PSDA Dept.

Terfasilitasi dan terkoordinasinya pengembangan dan pengelolaan infrastruktur sumber daya air dan irigasi INDIKASI KEGIATAN Fasilitasi dan koordinasi pengelolaan sumber daya air dan irigasi Pengembangan listrik pedesaan/ masyarakat di daerah melalui perluasan jaringan PLN Pembangunan jaringan listrik dan sambungan rumah atau instalasi rumah Pengendalian kegiatan usaha di sektor migas hilir Fasilitasi dan Koordinasi pengelolaan infrastruktur listrik dan energi Jabar LOKASI PELAKSANA Bapeda Biro SAREK Distamben SUMBER DANA APBD Provinsi 25. Serta Kesadaran Hukum dan HAM Program Perencanaan. Tersusunnya dan terkoordinasikannya perencanaan regional dan sektoral didukung dengan basis data yang akurat 2. Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan SASARAN PROGRAM 1. Terpantaunya operasi. Terwujudnya landasan hukum dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah INDIKASI KEGIATAN Penyusunan dan revisi produk hukum daerah LOKASI Jawa Barat PELAKSANA Biro Hukum SUMBER DANA APBN APBD Provinsi APBD/APBN APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 27. Program Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur Listrik dan Energi 1.000 SR/IR) 2. distribusi dan niaga BBM (200 Agen. Terfasilitasi dan terkoordinasinya pengembangan dan pengelolaan infrastruktur listrik dan energi 5. Tersedianya rancangan pengembangan sumur migas Jabar APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBD Provinsi Jabar Jabar Jabar Distamben Distamben Bapeda Biro Binprod Distamben Distamben Penyiapan pengembangan pemanfaatan sumur migas sebagai sumber energi Kabupaten penghasil migas APBD Provinsi MISI 3 : MEMANTAPKAN KINERJA PEMERINTAHAN DAERAH NO 26. Meningkatnya rasio elektrifikasi menjadi 60%. PROGRAM Program Penataan dan Pembentukan Hukum Daerah. 300 SPBU) 4.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM 5.27 . 3. Terpadunya dan terkendalinya pelaksanaan program-program pembangunan daerah Penyusunan perencanaan yang terpadu dengan didukung data dan informasi yang akurat • Memantapkan fungsi pengendalian pembangunan daerah • Fasilitasi dan koordinasi pelaksanaan kegiatan pembangunan bidang lingkungan dan pertambangan • Fasilitasi dan koordinasi pelaksanaan kegiatan pembangunan bidang infrastruktur wilayah 25 Kabupaten/Kota BAPEDA SKPD terkait BAPEDA Biro Dalprog 25 Kabupaten/Kota Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 IV . 1. Meningkatnya cakupan dan akses masyarakat terhadap pelayanan jaringan listrik dan energi (3.

28 . Mewujudkan sarana dan prasarana aparatur yang memadai • Meningkatkan sarana dan prasarana pemerintahan termasuk Teknologi Informasi (TI) • Pengembangan infrastruktur dan mekanisme lintas data dan informasi guna kebutuhan perencanaan. • Pengembangan sarana dan prasarana pelayanan masyarakat • Pengadaan sarana dan prasarana kantor berikut dengan pemeliharaannya • Pengembangan sarana dan prasarana penunjang pelayanan masyarakat LOKASI 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota PELAKSANA BAWASDA Biro Umum Biro Perlengkapan SKPD Terkait SUMBER DANA APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 28. lembaga profesi dalam dan luar negeri. pelaksanaan dan pengendalian kegiatan SKPD dan kabupaten/kota • Pembangunan pusat pemerintahan Jawa Barat 25 Kabupaten/Kota Biro Umum Biro Perlengkapan BAPESITELDA SKPD Terkait Pelabuan Ratu Kab. INDIKASI KEGIATAN pengawasan pembangunan daerah. Terwujudnya birokrasi pemerintahan yang akuntabel dan efisien. Meningkatnya sarana prasarana aparatur berikut dengan pemeliharaannya 2.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM 3. Sukabumi Basipda Dispenda BANDIKLATDA BAPESITELDA BIRO KEPEG. Sukabumi Jawa Barat Jawa Barat 25 Kabupaten/Kota Pemda Kab. perguruan tinggi dalam diklat aparatur • Penyusunan manajemen sumber daya aparatur yang berbasis kompetensi dan komprehensif • Peningkatan profesionalisme pegawai melalui penataan jabatan fungsional dan Diklat berbasis kompetensi • Peningkatan sistem informasi manajemen Diklat • Bimbingan teknis pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) untuk aparatur • Penyusunan mekanisme pengelolaan SITEL berbasis kompetensi dan kapasitas SDM TI Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 IV . Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 1. Meningkatnya pengembangan kearsipan di Jawa Bara 29. • Kerjasama kemitraan antara lembaga diklat daerah dengan pusat. Program Peningkatan Kualitas Sumberdaya Aparatur Pemerintah Terwujudnya peningkatan keahlian dan kinerja aparatur Pengembangan Kearsipan • Pengembangan basis data dan jaringan dokumentasi serta informasi kepegawaian. BAPEDA SKPD Terkait Diro Organisasi BASIPDA APBN APBD Provinsi 3.

Program Pemantapan Otonomi Daerah dan Kerjasama Antar Daerah 1. Kota Depok.29 . Kab. 4.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM INDIKASI KEGIATAN • Penyusunan bahan kebijakan dan regulasi tentang penyelenggaraan TI sebagai bahan penetapan kebijakan daerah • Penataan sistem jabatan aparatur daerah • Pengembangan sumberdaya manusia kearsipan LOKASI PELAKSANA SUMBER DANA 30. Pemantapan Program Pendanaan Kompetisi Terwujudnya pengembangan kerjasama antar daerah Pelaksanaan dan evaluasi pelaksanaan program pendanaan kompetisi • Kerjasama daerah dalam upaya percepatan pembangunan daerah • Penyusunan instrumen hukum pengelolaan kerjasama daerah • Koordinasi. Terselenggaranya Otonomi Daerah secara efektif • Akselerasi penyelenggaraan kebijakan Otda • Fasilitasi pelaksanaan Otda Kabupaten/Kota di Kecamatan • Fasilitasi dan evaluasi penataan daerah otonomi dan kawasan khusus Biro Organisasi SATLAK PPK TPA BKSP Jabodetabekjur Bakorwil Biro Desentralisasi Biro Dekonsentrasi Biro Organisasi Dispenda Kantor Perwakilan APBD Provinsi APBD Provinsi APBN APBD Provinsi Jawa Barat Biro Desentralisasi Bapeda APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 IV . Sukabumi Ciamis. 2.Bekasi Kab. Cirebon. Pemantapan pelaksanaan Otda Pembinaan penyelenggaraan Dekonsentrasi dan tugas pembantuan. fasilitasi dan pengendalian pembangunan bidang pemerintahan. • Pelaksanaan Bantuan Kecamatan untuk meningkatkan kinerja Camat 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota Kabupaten Bogor. • Fasilitasi pelaksanaan Otda dan pengembangan daerah otonom. Kota Banjar Jawa Barat 9 Kab/Kota pemenang PPK Jawa Barat Biro Dekonsentrasi Biro Desentralisasi Biro Desentralisasi Biro Keuangan APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBD Provinsi • Revitalisasi pelayanan publik di Jawa Barat 3. kesejahteraan sosial dan perekonomian • Pemantapan Standar pelayamam minimal provinsi dan kabupaten/kota • Pemantapan tata hubungan kerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat • Kerjasama Provinsi dan Kabupaten/Kota serta Desa dalam pendataan dan penggalian potensipotensi pendapatan 5. Kuningan. Terwujudnya administrasi pemerintahan daerah yang efektif dan efisien.

31. Terselenggaranya tugas pembantuan dari Provinsi ke desa 2. Program Pemantapan Pemerintahan dan Pembangunan Desa Terselenggaranya tertib administrasi pertanahan • Koordinasi dan fasilitasi administrasi pertanahan • Tugas Pembantuan dari Provinsi ke desa. Pemantapan penyelenggaraan Pemerintahan Desa 25 Kabupaten/Kota 3. Meningkatnya jumlah kegiatan yang dilaksanakan berdasarkan asas tugas pembantuan. • Mengembangan model-model pengolahan kegiatan pembangunan berasaskan tugas pembantuan • Menyusun pedoman umum tata penyelenggaraan asas tugas pembantuan sara 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota BPMD Bawasda BPMD Bawasda Biro Dekonsentrasi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi • Melaksanakan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan kegiatan yang berasaskan tugas pembantuan • Fasilitasi pelaksanaan kegiatan pembangunan yang berasaskan tugas pembantuan • Identifikasi urusan-urusan pemerintahan yang dapat dilaksanakan berdasarkan asas tugas pembantuan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 IV .PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM INDIKASI KEGIATAN • Faslitasi dan evaluasi pelaksanaan otonomi daerah • Fasilitasi program SCBDP untuk Kantor Koordinasi Proyek Provinsi LOKASI PELAKSANA SUMBER DANA 6. Pelaksanaan dan evaluasi Raksa Desa di 16 kabupaten dan 1 kota • Sosialisasi atau fasilitasi peraturan perundangan yang berkaitan dengan penylenggaraan azas tugas pembantuan. • Dukungan terhadap kegiatan TNI Manunggal Masuk Desa • Evaluasi Implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 mengenai Desa • Peningkatan wawasan bagi aparat pemerintah desa dan BPD • Penyediaan sarana dan prasarana pemerintah desa • Penguatan/pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) • Fasilitasi pemantapan tata laksana pelayanan publik di tingkat desa/kelurahan Jawa Barat 25 Kabupaten/Kota Biro Dekonsentrasi Biro Dekonsentrasi BPMD Biro Dekonsentrasi Biro Organisasi BPMD Bandiklatda APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 1.30 . Pemantapan program Raksa Desa 4.

Jawa Barat Kota Bandung APBN APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 IV . Meningkatnya peran dan fungsi masyarakat dan kelembagaan masyarakat dalam pembangunan • Peningkatan kelembagaan masyarakat • Peningkatan peran serta masyarakat dalam penyusunan tata ruang desa dan penerapan profil desa/kelurahan. Terwujudnya sinergitas pengelolaan keuangan dan kekayaan daerah • Fasilitasi pengembangan sumber PAD kabupaten/kota se Jawa Barat • Penilaian pengelolaan sumber PAD kabupaten/kota se Jawa Barat • Evaluasi pengelolaan sumber PAD Dinas/Instansi penghasil & lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat • Penataan aset daerah • Penataan dan penerapan manajemen pengelolaan keuangan daerah berdasarkan PP 58 Tahun 2005 • Penerapan akuntabilitas bidang pendapatan dan belanja. Meningkatnya Dana Perimbangan Secara Proposrional Jawa Barat Biro Keuangan Biro Desentralisasi Biro Dalprog BAPEDA APBN APBD Provinsi 33. penganggaran dan pengawasan • Penataan dan pemantapan efektivitas fungsi kelembagaan pengelola keuangan daerah yang akuntabel • Peningkatan kinerja pengelolaan keuangan daerah • Peningkatan PAD. Program Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah 1.31 . swasta dan masyarakat dalam pemberdayaan masyarakat Jawa Barat Kota Bandung BPMD Biro Bangsos Dinas Sosial Distarkim Bapusda SKPD terkait BPMD Biro Bangsos Dinas Sosial Distarkim Bapusda SKPD terkait APBN APBD Provinsi 2. • Penggerakan partisipasi masyarakat dalam pemugaran perumahan dan lingkungan permukiman serta pemanfaatan dan pengelolaan sarana air bersih • Pembentukan dan pengembangan perpustakaan desa/kelurahan Jawa Barat Biro Desentralisasi Dispenda Biro Perlengkapan Biro Keuangan APBD Provinsi 2.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM INDIKASI KEGIATAN • Mengefektifkan peran dan fungsi forum kordinasi dan komunikasi penyelenggaraan tugas pembantuan • Fasilitasi pelaksanaan penyelenggaraan Asas Tugas Pembantuan bagi SKPD Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota dan atau Desa se Jawa Barat LOKASI PELAKSANA SUMBER DANA 32. • Penertiban administrasi Penggunaan Anggaran. Meningkatnya kerjasama kemitraan. Program Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat Desa 1. Dana Perimbangan dan Dana Dekonsentrasi serta Dana Tugas Pembantuan. pemerintah.

167 akseptor (72.012 akseptor INDIKASI KEGIATAN • Penyediaan alat dan obat kontrasepsi terutama bagi Gakin. jaminan sarana/fasilitas pelayanan KB dan jaminan biaya pelayanan KB bagi keluarga miskin.779. Terbinanya peserta KB aktif sebanyak 5. • Penggarapan khusus KB Pria. • Peningkatan akses pelayanan KB melalui pelayanan berbasis masyarakat. Cimahi dan Bandung Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 IV . Meningkatnya keterpaduan penanganan kemiskinan Peningkatan usaha ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan ekonomi umat. Bekasi.959. Pemanfaatan teknologi tepat guna dalam pembangunan 5. 25 Kabupaten/Kota LOKASI 25 Kabupaten/Kota PELAKSANA Disnakertrans BKKBN Biro Bangsos SUMBER DANA APBN APBD Provinsi Bogor. Meningkatnya rata-rata usia perkawinan pertama wanita menjadi 18.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM INDIKASI KEGIATAN • Peningkatan peran serta masyarakat dalam perencanaan pembangunan • Peningkatan peranserta masyarakat dalam pembangunan melalui pemberdayaan perpustakaan desa. Meningkatnya kelembaga-an dalam pelaksanaan fungsi Posyandu 4.25 Tahun Peningkatan kualitas Pelayanan KB melalui kompetensi tenaga medis teknis.189 3. Penguatan jaringan sosial ekonomi masyarakat Peningkatan usaha ekonomi kerakyatan Kota Bandung MISI 4 : MENINGKATKAN IMPLEMENTASI PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN NO 34.101. LOKASI PELAKSANA SUMBER DANA 3. PROGRAM Program Pengendalian Pertumbuhan Penduduk SASARAN PROGRAM 1. Peningkatan pelayanan informasi dan konsultasi pendewasaan usia perkawinan (PUP) dan kesehatan reproduksi sehat (KRR) bagi remaja/siswa SLTP/SLTA. 2. Tercapainya peserta KB baru sebanyak 1.32 . pemerintah. Pemasyarakatan dan penerapan teknologi tepat guna dan pengembangan usaha berbasis kelompok Pengembangan pemberdayaan masyarakat dan keluarga miskin Kota Bandung Kota Bandung BPMD Biro Bangsos BPMD Biro Bangsos BPMD Biro Bangsos Dinas Sosial BPMD Biro Bangsos APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi Kota Bandung 6. Depok.61%) dari Pasangan Usia Subur sebanyak 7. swasta/LSOM dan pelayanan KB keliling.

PKN. Kali Bekasi. Terbinanya masyarakat translok di 21 UPT Jawa Barat 6. Program Penataan Ruang 1. Meningkatnya kinerja koordinasi penataan ruang 3. Meningkatnya kinerja penataan ruang • Melakukan sinkronisasi rencana pembangunan nfrastruktur wilayah dalam mewujudkan struktur ruang Jawa Barat • Melakukan sosialisasi pemanfaatan ruang di kawasan lindung non hutan dan lahan sawah irigasi teknis kepada seluruh stakeholder pembangunan PKW. penempatan transmigrasi serta kerjasama antar daerah • Menyusun standar penyediaan dan pengelolaan data spasial Jabar • Mengoperasionalisasikan pengelolaan IDSD • Menyediakan data spasial Jabar LOKASI Jawa Barat PELAKSANA SUMBER DANA 21 UPT Translok dan Trans antar Provinsi Jawa Barat 35. Distarkim Distarkim APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBD Provinsi 2. Meningkatnya kesadaran ketaatan industri dalam pengendalian pencemaran air • Melaksanakan monitoring dan evaluasi pemanfaatan ruang Kawasan Lindung dan lahan sawah irigasi teknis • Pelaksanaan Superkasih dan Proper • Pemantauan dan pengawasan pelaksanaan superkasih dan Proper • Fasilitasi Penegakan Hukum Seluruh Jawa Barat Distarkim APBD Provinsi DAS Ciliwung. Meningkatnya kinerja pengendalian pemanfaatan ruang 36.33 . 5. Meningkatnya kinerja Rencana Tata Ruang Melaksanakan fasilitasi dan koordinasi penataan ruang • Memfasilitasi penataan ruang di PKN • Mengevaluasi RTRW Jawa Barat • Melakukan sosialisasi dan fasilitasi pelaksanaan petunjuk operasional Bandung Utara Bapeda Distarkim APBD Provinsi APBD Provinsi 4.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM 4. Tersedianya acuan dalam penyediaan data spasial Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Metro Bandung Bodebek Jawa Barat Bandung Utara Bapeda SKPD terkait SKPD terkait Bapeda. DAS Cisadane.5% melalui pelaksanaan sistem administrasi kependudukan. Bodebek Distarkim APBD Provinsi Jawa Barat Distarkim APBD Provinsi 5. Terkendalinya tingkat pertumbuhan migrasi di bawah 0. Terselenggaranya kerjasama bidang transmigrasi antar provinsi penempatan dan kabupaten/kota se-Jawa Barat INDIKASI KEGIATAN Pengendalian pertumbuhan migrasi dan persebaran penduduk Pembinaan dan pemberdayaan masyarakat transmigrasi lokal Pengerahan. DAS Cimanuk BPLHD Bapeda APBN APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 IV . Program Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan 1.

Meningkatnya kerjasama antar stake holder pengelolaan pencemaran udara • Fasilitasi pelaksanaan rencana tindak peningkatan kualitas udara Jawa Barat Jabar APBD Provinsi APBN APBD Provinsi • Pemantauan. pengendalian dan penataan usaha pertambangan dan pasca pertambangan • Inventarisasi pemetaan kerusakan lahan penambangan • Integrasi dan evaluasi kegiatan pertambangan • Penyusunan pedoman rancangan teknis penataan dan rehabilitasi lahan pertambangan yang kritis Jabar LOKASI PELAKSANA BPLHD Distamben Distamben SUMBER DANA APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBN 16 kabupaten Jawa Barat 4. inventori emisi dan pengendalian pencemaran udara Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 Kota Bandung. DAS Kali Bekasi Bandung Bapeda Dishut Binprod APBN APBD Provinsi 2. Program Peningkatan Efektifitas Pengelolaan dan Konservasi SDA dan LH 1. Cirebon APBN APBD Provinsi IV . Terkendalinya kerusakan lingkungan dari kegiatan pertambangan 150 lokasi INDIKASI KEGIATAN Pemantauan kualitas udara dan air • Pembinaan.34 .PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM 2. Terfasilitasinya pengendalian kerusakan keanekaragaman hayati • Fasilitasi pengendalian kerusakan keanekaragaman hayati • Koordinasi pelaksanaan program Environmental Polution Control Manager (EPCM) • Fasilitasi peringatan hari-hari Lingkungan Hidup Jawa Barat BPLHD Biro Yansos APBD Provinsi 37. Meningkatnya peran serta masyarakat dalam pelestarian lingkungan hidup • Pengembangan ecoschool/greenschool di Jawa Barat • Mengembangkan dan memfasilitasi kerjasama masyarakat. DAS Cisadane. Terwujudnya pola penanganan lahan yang terpadu Fasilitasi Kooridnasi Pelaksanaan Rehabilitasi Lahan Kritis DAS Ciliwung. pemerintah dan dunia usaha dalam pengelolaan lingkungan BPLHD APBD Provinsi Jawa Barat Bapeda BPLHD Dishut Distamben Biro Yansos Bapeda BPLHD Dishub Dinkes BPLHD APBN APBD Provinsi • Fasilitasi pengembangan pendidikan lingkungan sejak dini 3. Bekasi. Terpantaunya kualitas air dan udara 3. Bogor. DAS Cimanuk. Depok. DAS Citanduy.

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM 4. Tercapainya penataan batas kawasan konservasi sepanjang 30 km 2. Terfasilitasinya penerapan teknologi tepat guna dalam perencanaan dan pengendalian kerusakan lingkungan hidup 6. Pemantapan Kawasan Lindung 1. mineral. Kuningan. Meningkatnya efektivitas pengelolaan dan konservasi sumberdaya geologi. Terwujudnya peningkatan AMDAL dan instrumen bantu lain sebagai alat pengelolaan lingkungan yang efektif 5. mineral. Bandung • Pemeliharaan tanaman penghijauan dan reboisasi • Pengawasan dan pengamanan 4. Terbangunnya tanda batas kawasan lindung wilayah 3.35 . Terjaganya kesinambungan kegiatan rehabilitasi dan pengamanan kawasan Fasilitasi perlindungan dan pengamanan hutan di Jawa Barat Pengukuhan dan penatagunaan kawasan lindung Jawa Barat Penandaan batas kawasan lindung 300 titik Kab. Terjaganya kelestarian hutan Jawa Barat 38. air tanah dan energi • Pengembangan pemanfaatan cagar alam geologi sebagai kawasan wisata • Peningkatan usaha konservasi dan efisiensi energi Jawa Barat Jawa Barat Distamben APBN APBD Provinsi Jawa Barat Jawa Barat Distamben Dinas Kehutanan Dinas Kehutanan APBD Provinsi APBD APBN APBD Provinsi 7. Majalengka dan Sumedang Kabupaten karawang. Tercapainya optimalisasi pengelolaan Tahura Djuanda Optimalisasi pengelolaan Tahura Djuanda Kab/Kota Bandung APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 IV . pertambangan dan energi INDIKASI KEGIATAN Pemantauan dan pengendalian operasionalisasi AMDAL di Jawa Barat LOKASI Jawa Barat PELAKSANA BPLHD Dishut Distamben BPLHD SUMBER DANA APBN APBD Provinsi APBD • Fasilitasi penerapan teknologi tepat guna dalam pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup • Penyusunan basis data konservasi sumber daya geologi. air tanah dan energi • Sosialisasi/penyebarluasan informasi konservasi geologi.

Tokoh Masyarakat. kepurbakalaan dan museum bagi pengembangan budaya daerah. permuseuman. ekonomi bisnis. politik. Meningkatnya kesadaran masyarakat dalam politik • • PILKADA Gabungan di provinsi dan 25 kab/kota Fasilitasi penjaringan aspirasi masyarakat di 25 Kab/Kota Sosialisasi peraturan perundang-undangan kepada pengurus partai politik khususnya yang berkaitan dengan Pemilihan Kepala Daerah secara Langsung (Pilkada) dan Pilkada Gabungan Pendidikan politik bagi pengurus Ormas/LSM serta Tokoh Agama. partai politik dan organisasi kemasyarakatan di Jawa Barat Sosialisasi PILKADA dan PILKADA GABUNGAN kepada masyarakat Bakesbanglinmasda KPUD APBN APBD Provinsi 25 Kabupaten/Kota dan Provinsi Bakesbanglinmasda dan Majelis Kode Etik APBN APBD Provinsi APBD Kab/Kota 2. Terwujudnya peran dan fungsi organisasi/lembaga non pemerintah dalam partisipasi pembangunan politik 3. penegak hukum. IV . kabupaten/kota serta ditetapkannya kode etik oleh organisasi kebangsaan dan tersusunya fakta integritas Jawa Barat dan Kab/Kota. pemerintahan. seminar antar kelompok organisasi kebangsaan di Jawa Barat.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT MISI 5 : MENINGKATKAN KUALITAS KEHIDUPAN SOSIAL YANG BERLANDASKAN AGAMA DAN BUDAYA DAERAH NO 39. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 Peningkatan peran dan fungsi organisasi/ lembaga non pemerintah dalam perencanaan pembangunan politik Terbentuknya majelis kode etik. sejarah dan nilai tradisional Jawa Barat. Kab dan kota. PROGRAM Program Penelusuran Sejarah dan Pelestarian Nilainilai Tradisional SASARAN PROGRAM Termanfaatkannya nilai-nilai tradisional peninggalan sejarah. terlenggaranya konvensi dialog. pelestarian. Program Pemberdayaan Infrastruktur dan Suprastruktur Politik Terwujudnya peran dan fungsi partai politik dalam mewujudkan sistem politik yang demokratis 25 Kabupaten/Kota • • • 41. dan LOKASI Kabupaten/Kota seJawa Barat PELAKSANA Disbudpar Bapusda Biro Yansos Dinas Pendidikan SUMBER DANA APBD Provinsi pengembangan kepurbakalaan. INDIKASI KEGIATAN • Pembinaan. dan Tokoh Pemuda di Jawa Barat. Terlaksananya penerapan kode etik berbangsa oleh organisasi sosial budaya.36 . • Penataan lingkungan dan situs kepurbakalaan • Pengembangan Permuseuman • Fasilitasi penyelenggaraan PILKADA dan 40. Program Peningkatan Kesadaran Politik 1. keilmuan dan lingkungan serta terbentuknya majelis kode etik berbangsa tingkat provinsi. Peningkatan wawasan kebangsaan kepada generasi muda.

Direktorat Mitigasi Bencana Geologi Distamben Distamben APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 5. Meningkatnya sistem manajemen penanggulangan bencana di Jawa Barat Dinas Sosial Biro Bangsos APBN APBD Provimsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 IV . Terwujudnya pemeliharaan ketentraman & ketertiban umum di daerah perbatasan antar provinsi dan antar kab/kota 4. Dept. Pemulihan eks korban bencana Peningkatan kesejahteraan sosial eks korban bencana melalui bantuan darurat dan bantuan bahan bangunan rumah Peningkatan koordinasi dan peranserta masyarakat serta aparat dalam mengantisipasi dan menanggulangi bencana APBD Provinsi 2. Kesbanglinmas. PROGRAM Program Pemeliharaan Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat SASARAN PROGRAM 1. mekanisme mitigasi dan penanggulangan bencana alam geologi • Mengembangkan kesiapan masyarakat menghadapi ancaman bencana 43. Sumedang 25 Kabupaten/Kota Kesbanglinmas Distamben Dinas Sosial Biro Bangsos APBN Program Peningkatan Kesejahteraan Sosial 1. Kuningan. Indramayu. Garut. Terpeliharanya/terciptanya ketentraman dan ketertiban umum masyarakat INDIKASI KEGIATAN Pelatihan dan sosialisasi penanggulangan bencana • Pelatihan dan sosialisasi pemeliharaan LOKASI 25 Kabupaten/Kota PELAKSANA Bakesbanglinmasda Biro Desentralisasi Biro Bangsos Dinas Satpol PP SUMBER DANA APBN APBD Provinsi dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat melalui kerjasama kemitraan • Fasilitasi kebijakan dan koordinasi pemeliharaan ketentraman dan ketertiban umum di Jawa Barat Kerjasama operasional dalam pemeliharaan ketentraman dan ketertiban umum di daerah perbatasan Pelatihan dan sosialisasi penanggulangan bencana • Sosialisasi daerah rawan bencana geologi 3.37 . Sukabumi. Ciamis. Kab.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT NO 42. Terwujudnya perlindungan masyarakat dari bencana 2. Garut dan Cianjur Kabupaten Garut. Terwujudnya perlindungan masyarakat dari bencana Jawa Barat Bakesbanglinmasda Dinas Sosial Biro Bangsos Distamben. Tasikmalaya. Bandung. Meningkatnya kemampuan tanggap darurat masyarakat dalam menghadapi bencana alam di Jawa Barat Kasb. ESDM. Cianjur dan Bogor • Inventarisasi objek/infrastruktur vital Jawa Barat Jawa Barat APBN APBD Provinsi terhadap bencana geologi • Pengembangan sistem peringatan dini.

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM 3. kepahlawanan dan kejuangan 6. Din Sosial Disnakertrans Biro Bangsos APBN APBD Provinsi 2. penyuluhan dan bantuan sosial bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial dalam meningkatkan keterampilan dan kemampuan berusaha sehingga mampu melaksanakan fungsi sosialnya kembali secara wajar sebagai SDM yang berkualitas dan produktif 4. Meningkatnya peran lembaga dan pemulihan sosial serta penanggulangan anak korban narkoba Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 IV . Meningkatnya pemahaman tentang hak dan kewajiban anak dan remaja serta reproduksi remaja 2 Kabupaten/Kota tentang hak-hak anak dan perlindungan sosial anak dan remaja • Meningkatkan pelayanan dan penanggulangan anak jalanan dan anak terlantar Fasilitasi. Menurunnya jumlah penduduk miskin 8. Meningkatkan kesadaran untuk melestarikan nilai-nilai eperintisan. Pemberian modal usaha kepada keluarga miskin Koordinsai dan fasilitasi penanganan masalah kesejahteraan sosialk • Melakukan penyebaran informasi Program Perlindungan Perkembangan Sosial Anak dan Remaja 1.38 . kejuangan. keperintisan. Terpenuhinya pengadaan sarana dan prasarana sosial INDIKASI KEGIATAN • Meningkatkan pelayanan kesejahteraan LOKASI PELAKSANA SUMBER DANA sosial bagi PMKS • Meningkatkan kualitas manajemen dan profesionalisme dalam pelayanan Kesos • Meningkatkan pelayanan sosial di komunitas adat • Peningkatan penanggulangan korban bencana alam Mengembangkan potensi dan partisipasi sosial masyarakat Menumbuhkembangkan nilai-nilai kepahlawanan. Terlaksananya pembinaan. Meningkatkan peranserta masyarakat dan menggali sumber-sumber potensi masyarakat dalam penanggulangan masalah kesejahteraan sosial 5. serta kesetiakawanan sosial • Pengembangan sistem informasi masalah sosial • Penyediaan sarana dan prasarana Balai/Panti Sosial 7. pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi korban penyalahgunaan NAPZA. Meningkatkan koordinasi dan fasilitasi dalam penanganan masalah Kesos 44.

• Memberikan subsidi dan imbal swadaya pembangunan & rehabilitasi sarana serta prasarana kepada lembaga sosial keagamaan dan lembaga pendidikan keagamaan. Badan Amil Zakat. Kabupaten/Kota seJawa Barat Biro Yansos Kanwil Depag APBN APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 IV . organisasi keagamaan. Program Pembinaan Lembaga Sosial Keagamaan Meningkatnya peran lembaga-lembaga sosial keagamaan dan lembaga pendidikan keagamaan dalam pembangunan keagamaan. Penanggulangan. Baitul Mal wa Tamwil (BMT). majelis ta’lim. Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Fasilitasi penanganan masalah anak di Jawa Barat • Pemberdayaan lembaga-lembaga sosial LOKASI PELAKSANA SUMBER DANA 45. dan petugas wakaf.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM 3. • Peningkatan kualitas tenaga pengelola lembaga-lembaga sosial keagamaan dan lembaga pendidikan keagamaan. meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba 4. seperti kelompok jemaah keagamaan.39 . mendorong pertumbuhan anak dengan terlindunginya hak-hak anak INDIKASI KEGIATAN Peningkatan koordinasi dan fasilitasi Pencegahan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful