Anda di halaman 1dari 7

IBU HAMIL PADA KEHAMILAN PREMATUR

DI SUSUN OLEH : MAHDALENA 105010094

PENGERTIAN
Defenisi
Bayi prematur adalah Bayi baru lahir dengan umur kehamilan 37 minggu atau kurang saat kelahiran. Walaupun kecil, bayi prematur ukurannya sesuai dengan masa kehamilan tetapi perkembangan intrauterin yang belum sempurna dapat menimbulkan komplikasi pada saat post natal. Bayi baru lahir yang mempunyai berat 2500 gram atau kurang dengan umur kehamilan lebih dari 37 minggu disebut dengan kecil masa kehamilan, ini berbeda dengan prematur, walaupun 75% dari neonatus yang mempunyai berat dibawah 2500 gram lahir prematur.

Etiologi
Faktor faktor yang mempengaruhi persalinan preterm Menurut Manuaba (1998 : 221) : 1.Kondisi umum 2. Keadaan sosial ekonomi rendah 3. Kurang gizi 4. Anemia.

GEJALA
Gambaran fisik bayi prematur: Ukuran kecil Berat badan lahir rendah (kurang dari 2,5 kg) Kulitnya tipis, terang dan berwarna pink (tembus cahaya) Vena di bawah kulit terlihat (kulitnya transparan) Lemak bawah kulitnya sedikit sehingga kulitnya tampak keriput Rambut yang jarang Telinga tipis dan lembek Tangisannya lemah Kepala relatif besar

PENDOKUMENTASIAN
S : usia kehamilan

28 minggu dan merasa nyeri pada pinggang

:-

K/U : BB, TB, LILA tidak perlu dikaji lagi, tanyakan BB terakhir pada ibu atau lihat KMS Kesadaran : TD : N : RR : S :

Inspeksi bekas SC, striae, linea Palpasi L1 : mengetahui TFU, TBJ L2 : mengetahui letak punggung janin L3 : Mengetahui bagian terendah janin (presentasi) L4 : mengetahui seberapa besar bagian terendah janin yang masuk PAP Pemeiksaan DJJ : memantau kesejahteraan janin Pemeriksaan TBJ : Pemeriksaan HIS : memantau kemajuan persalinan Pemeriksaan panggul luar (jika masih memungkinkan)

Kehamilan prematur

: 1. Beritahu keadaan ibu dan janinnya serta lakukan pendekatan dengan pasien. R/ Terjalin hubungan baik dengan pasien sehingga pasien lebih kooperatif terhadap setiap tindakan yang kita lakukan. 2. Berikan Ibu asupan cairan per oral R/ Asupan cairan yang diberikan dapat digunakan sebagai persiapan tenaga Ibu saat meneran 3. Berikan dukungan psikologis pada pasien. R/ Ibu lebih tenang dan dapat menerima keadaannya 4. Observasi TTV. R/ Deteksi dini adanya komplikasi 5. Anjurkan ibu untuk miring ke kiri. R/ dengan ibu miring ke kiri tidak akan menekan vena cava inferior karena pembesaran uterus dan mempercepat turunnya kepala. 6. Anjurkan ibu melakukan teknik destraksi dan relaksasi R/ teknik destraksi dan relaksasi yang tepat bisa memberikan ketenagan pada ibu dan meredakan nyeri 7. Ajari ibu cara meneran yang benar dan efektif R/ cara meneran yang benar dan efektif akan membantu proses persalinan dan mencegah pengeluaran tenaga yang sia-sia

REFERENSI
Ai yeyeh rukiyah S.Si.T & Lia yulianti, Am.keb,MKM (asuhan kebidanan IV patologi kebidanan) jakarta : TIM