P. 1
SOLUSIO PLASENTA

SOLUSIO PLASENTA

|Views: 108|Likes:
Dipublikasikan oleh Fachryh Konduwes

More info:

Published by: Fachryh Konduwes on Feb 06, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/06/2013

pdf

text

original

MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PATOLOGI ANTENATAL CARE DENGAN SOLUSIO PLASENTA

Di Susun Oleh JURANA 105010089

PENGERTIAN SOLUSIO PLASENTA
Solusio plasenta ialah pelepasan placenta sebelum waktunya dari tempat implantasinya yang normal pada uterus, sebelum janin dilahirkan. Definisi ini berlaku pada kehamilan dengan masa gestasi diatas 22 minggu atau berat janin di atas 500 gram. Proses solusito plasenta dimulai dengan terjadinya perdarahan dalam disidua basalis yang menyebabkan hematoma retroplsenter. Hematoma dapat semakin membersar kearah pinggir plasenta sehingga jika amniok horion sampai terlepas, perdarahan akan keluar melalui ostium uteri (perdarahan keluar), sebaiknya apabila amniokhorion tidak terlepas. Perdarahan tertampung dalam uterus (perdarahan tersembunyi). Perdarahan keluar Perdarahan tersembunyi kadaan umum penderita relatif lebih baik penderita lebih jelak plasenta terlepas sebagaian atau inkomplit plasenta terlepas luar uterus,uterus keras/kejang jarang berhubungan dengan hipertensisering berkaitan dengan hipertensi merupakan 80% dari solusio plasenta hanya merupakan 20% dari solusio plasenta sering disertai toxaemia pelepasan biasanya komplit

NEXT.
2.Etiologi Penyebab utama dari solusio plasenta ,masih belum di ketahui dengan jelas beberapa hal yang merupakan factor-faktor yang berpengaruh pada kejadian antara lain : Hipertensi esensialis atau preeklamsia Tali pusat yang pendek Trauma Tekanan oleh rahim yang membesar pada vena kava inferior

Uterus yang sangat mengecil(hidramnion)pada waktu ketuban pecah,kehamilan ganda pada waktu anak pertama lahir.

(Sastra winata sulaiman Dkk,Obsterti ilmu kesehatan reproduksi edisi II penerbit buku kedokteran EGC,2003 hal.92) Dekrompresi uterus mendadak Anomali atau tumor uterus Defisiensi gizi Merokok Konsumsi alcohol Penyalagunaan kokain Obstruksi venakava inferior dan vena ovarikal (Manjoer Ariff dkk,Kapita selekta kedokteran edisi II, jilid I penerbit Media Aesculapius FKUI 2001 hal.279).

3.Patofisiologi

TERJADINYA SOLUSIO PLASENTA DI PICU OLEH PERDARAHAN KE DALAM DESIDUABASALIS.YANG KEMUDIAN TERBELAH DAN MENINGAGALKAN LAPISAN TIPIS
YANG MELEKAT PADA MIOMETRIUM SEHINGGA TERBENTUK HEMATOMA DESISUAL YANG MENYEBABKAN PELEPASAN,KOMPRESI,DAN AKHIRNYA PENGHANCURAN PLASENTA YANG BERDEKATAN DENGAN BAGIAN TERSEBUT RUPTUR PEMBULUH ARTERI SPIRALIS DESIDUA MENYEBABKAN

HEMATOMA,RETROPLASENTA YANG AKAN MEMUTUSKAN LEBIH BANYAK PEMBULUH DARAH,HINGGA PELEPASAN PLASENTA MAKIN LUAS DAN MENCAPAI TEPI PLASENTA.KAREN UTERUS TETAP BERDISTENSI DENGAN ADAYA JANIN,UTERUS TIDAK MAMPU BERKONTRAKSI OPTIMAL UNTUK MENEKAN PEMBULUH DARAH TERSEBUT.SELANJUTNYA DARAH YANG MENGALIR KELUAR DAPAT MELEPASKAN SELAPUT KETUBAN.

4.MANIFESTASI KLINIS
  


    

Perdarahan yang di sertai nyeri,juga di luar his Anemi dan syok,beratnya anemi dan syok.sering tidak sesuai dengan banyak darah yang keluar Rahim keras seperti papan dan nyeri di pegang karena isi rahim bertambah dengan darah yang berkumpul di belakang placenta hingga rahim teregang Palpasi sukar karena rahim keras Vundus uteri makin lama makin naik Bunyi jantung biasanya tidak ada Pada toucher teraba ketuban yang tegang terus menerus (karena isi rahim bertambah) Sering ada proteinuri karena di sertai preeklamsia (Sastra winata sulaiman Dkk,Obsterti ilmu kesehatan reproduksi edisi II penerbit buku kedokteran EGC,2003 hal.94)

5.PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan laboratorium darah: Hemoglobin,Hematokrit,Trombosit, waktuprotrombin,waktu pembekuan,waktu tromboplastin parsial,kadar fibrinogen dan elektrolit plasma,  KTG untuk menilai kesejahteraan janin  USG untuk menilai letak plasenta,usia gestasi,dan keadaan janin  (Manjoer Ariff dkk,Kapita selekta kedokteran edisi II, jilid I penerbit Media Aesculapius FKUI 2001 hal.279).

6. KOMPLIKASI
Oliguria  Gagal ginjal  Gawat janin  Kematian janin  Apoplesia uteroplasenta(Uterus couvelaire)

Bila janin dapat di selamatkan,dapat terjadi komlikasi afiksia,Bblr dan sindrom gagal nafas.

(Manjoer Ariff dkk,Kapita selekta kedokteran edisi II, jilid I penerbit Media Aesculapius FKUI 2001 hal.279).

S : identits ibu Riwayat persalinan yang lalu  Terjadinya perdarahan disertai sakit yang tiba-tiba di perut  Pergerakan janin mulai hebat terasa pelan dan akhirnya berhenti (tidak bergerak lagi  Kepala tersa pusing,lemas muntah, pucat, pandangan berkunang-kunang.  Ibu kelihatan anemis tidak sesuai dengan banyaknya darahyang keluar.
Hpht : .......... Tp : ...........

O : ku: ibu lemah, pucat, sianosis dan berkeringat dingin pengeluaran darah keluar pervaginam. Palpasi : di dapatkan hasil uterus tidak sesui umur kehamilan Uterus teraba tengang dan keras seperti papapan Nyeri tekan terutama di tempat plasenta Askultasi ; sulit karena uterus tengang bila denyut jantung janin terdengar biasanya diatas 140*/menit lalu turun dibawah 100*/menit pemeriksaan dalam : teraba serviks terbuka, maka ketuban dapat teraba menonjol dan tengang baik waktu his maupun di luar his pemeriksaaan laboratorium : urine protein (-) dan reduksi (-) albumin (+) HB Anemi Pemeriksaaan Golongan Darah Kalu Bisa.

LANJUT

A : dengan solusio plasenta.

PENATALAKSANAAN
Penanganan Penanganan pada pasien yang mengalami solusio plasenta dari berat ringannnya kejadian. a. Pada kondisi solusio plasenta ringan, jika keadaan janin masih baik dapat di lakukan penanganan secara konservatif kemudian setengah duduk, mengobservasi tanda-tanda vital setiap 15 menit memantau buyi jantung janin. b. Inspeksi tempat perdarahan, menganjurkan ibu untuk melakukan pemeriksaan cardiotopograf (CTG) untuk memonitoring keadaan janin, baik pada kehamilan prematur, menganjurkan ibu untuk di rawat inap bila ada perbaikan (perdarahan berhenti kontraksi uterus tidak ada dan janin hidup) menganjurkan ibu melakukan pemeriksaan USG dan KTG lalu tunggu persalinan spontan bila ada perburukan. usahakan partus pervaginam dengan amniotomi atau oksitosin bila pembukaan >6 cm. Jika terjadi perdarahan, skor pleviks kurang dari 5 atau persalinan masih lama.

LANJUT
solusio plasenta sedang : lakukan pemasangan infu RL tetes/ menit dan transufusi darah, melakukan pemecahan ketuban, melakukan induksi persalinan atau di lakukan secsio secaria  Solusia plasenta berat: melakukan rujukan di rumah skait, sebelumnya melakukan: mempertbaiki keadaaan umum ibu, melakukan pemasangan infu RL 20 tetes / menit, tidak diperbolehkan melakukan pemeriksaan dalam saat merujuk diantarnya oleh petugas kesehatan yang dapat pertolongan, mempersiapkan donor darah dari masyarakat atau keluarganya.

REFERENSI

Ai yeyeh rukiyah, S.Si.T dan lia yulianti Am,keb.Askeb IV Patologi kebidanan. Jakarta TIM.  Manjoer Ariff dkk,Kapita selekta kedokteran edisi II, jilid I penerbit Media Aesculapius FKUI 2001 hal.279).  Sastra winata sulaiman Dkk,Obsterti ilmu kesehatan reproduksi edisi II penerbit buku kedokteran EGC,2003 hal.94)

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->