Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN TUTORIAL BLOK 2.

2 INFEKSI

Tutor: dr. Ifdelia Suryadi Kelompok 14 B Ketua : 1010313063 Sektretaris 1 : 1010312089 Sekretaris 2 : 1010313101 Anggota: 1010312008 1010312019 1010312058 1010312083 1010312100 1010313047 1010314006 Bagus Sedayu Eka Putri Dewi Oktavia Larissa Ardelia Ulva Yosantara Putra Akbara Pradana Ghunaselaan Letchumanan Reza Ekatama Rajasa Nisha Anggia Shabrina Izzati

Pendidikan Dokter - Fakultas Kedokteran Universitas Andalas 2011

JUMP 1 TERMINOLOGI 1. Myalgia: suatu keadaan nyeri otot yang membuat badan terasa pegal. 2. Luka lecet: luka yang disebabkan gesekan kulit dengan benda lain yang permukaan yang tumpul. 3. Pemeriksaan urine lapangan gelap: pemeriksaan urine dengan mikroskop hanya dengan sedikit cahaya, sehingga komponen sel bakteri dapat terlihat. 4. Hematokrit: persentase eritrosit dalam darah. 5. Hook: ujung yang melengkung atau bengkok seperti mata kail 6. Disentri: peradangan usus besar yang ditandai dengan BAB yang sering, berlendir dan berspora, serta nyeri perut dan nyeri mengedan (tenesmus). 7. Bloody and mucopurulent diarrhea: diare yang di dalamnya ditemukan darah dan lender atau pus, biasanya disebabkan bakteri shigella. 8. Enterotoksin: toksin yang dihasilakan oleh bakteri yang menyerang sel-sel mukosa usus, dan biasanya stabil terhadap panas. 9. Bakteri batang gram negative: bakteri basil yang dinding selnya tipis, membrane lipopolisakaridanya tidak menyerap warna violet ketika diberi pewarnaan gram, sehingga terlihat berwarna merah dan bias didekolorisasi. 10. Bakteri pathogen: adalah bakteri yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia. 11. Bakteri penghuni normal: bakteri yang normalnya berada pada tubuh manusia dengan jumlah dan tempat tertentu tidak menyebabkan penyakit. JUMP 2 IDENTIFIKASI MASALAH 1. Mengapa Pak Amat mengeluh sakit kepala, demam, dan myalgia? 2. Apa hubungan penyakit Pak Amat dengan pekerjaannya di sawah dan kakinya sering lecet? 3. Apa maksud leukosit 8000/L, hematokrit 46% dan hasil urine lapangan gelap ditemukan bakteri spiral berujung hook? 4. Mengapa dokter melakukan pemeriksaan urine lapangan gelap? 5. Apa penyebab diare? 6. Apa penyebab disentri? 7. Apa hubungannya menggunakan sungai sebagai tempat MCK dengan wabah diare?

8. Mengapa pada disentri ada gejala bloody dan mucopurulent diarrhea? 9. Bagaiamana terjadinya infeksi kedua bakteri tersebut? Bagaimana pencegahannya? 10. Apa beda bakteri pathogen dengan normal? JUMP 3 BRAINSTORMING 1. Mengapa Pak Amat mengeluh sakit kepala, demam, dan myalgia? Karena Pak Amat terserang bakteri invasive sehingga terjadi inflamasi, yang menyebabkan terjadinya demam sebagai respon imun. Kemungkinan besar Pak Amat terserang penyakit leptospirosis yang disebabkan bakteri leptospira, karena gejalanya mirip.

2. Apa hubungan penyakit Pak Amat dengan pekerjaannya di sawah dan kakinya sering lecet? Bekerja di sawah, biasanya banyak hama tikus, urine dari tikus yang terinfeksi leptospira mengkontaminasi air di sawah. Dengan keadaan luka lecet di kaki Pak Amat, bakteri bisa masuk, dan menginfeksi.

3. Apa maksud leukosit 8000/L, hematokrit 46% dan hasil urine lapangan gelap ditemukan bakteri spiral berujung hook? Dari hasil pemeriksaan, jumlah leukosit masih normal, dan hematokrit juga masih normal. Bakteri yang ditemukan menyerupai bakteri leptospira.

4. Mengapa dokter melakukan pemeriksaan urine lapangan gelap? Untuk menemikan mikroba kecil agar terlihat lebih jelas. Urine diperiksa karena jika terinfeksi bakteri leptospira, akan dieksresikan melalui urine.

5. Apa penyebab diare? Diare bisa disebabkan oleh bakteri E. coli jenis ETEC, karena bisa menghasilkan toxin yang labil.

Enterotoxin ini meningkatkan gerakan peristaltik dan penarikan air sehingga menyebabkan muntah-muntah dan diare.

6. Apa penyebab disentri? Disentri bisa disebabkan oleh bakteri Shigella yang masuk melalui makanan dan air yang terkontaminasi. Gejalanya adalah diare berdarah dan berlendir. Selain itu bisa juga karena bakteri EIEC, Campybacterium jejunii, Salmonella, dsb.

7. Apa hubungannya menggunakan sungai sebagai tempat MCK dengan wabah diare? Air yang terkontaminasi feses yang mengandung bakteri-bakteri penyebab diare, kemudian masuk ke cucian baju, dan alat-alat makanan, kemudian masuk ke tubuh warga desa, dan menyebabkan wabah diare.

8. Mengapa pada disentri ada gejala bloody dan mucopurulent diarrhea? Bakteri shigella menghasilkan shiga dan shiga like toxin, yang menyebabkan terjadinya ulkus dan ulserasi sehingga terjadi pendarahan. Toxin ini merusak sel usus, sehingga terbentuk lendir dan nanah.

9. Bagaiamana terjadinya infeksi kedua bakteri tersebut? Bagaimana pencegahannya? Leptospira: lewat kulit yang terluka, masuk ke tubuh. Shigella: lewat makanan atau air yang terkontaminasi. Pencegahannya dengan menghindari transmisi kuman-kuman tersebut, seperti dengan menggunakan boot, dan tidak mengkonsumsi air atau makanan yang terkontaminasi.

10. Apa beda bakteri pathogen dengan normal? Bakteri normal dapat meragi laktosa, sedangkan bakteri patogen tidak. Bakteri normal itu fisiologis, namun bisa abnormal jika jumlah atau tempatnya berubah. Sedangkan bakteri patogen, seharusnya tidak ada.

JUMP 4 SISTEMATIKA

JUMP 5 LEARNING OBJECTIVE 1. Mahasiswa mampu menjelaskan mengenai bakteri normal dalam tubuh. 2. Mahasiswa mampu menjelaskan mengenai bakteri spiral patogen (patogenesis, macammacam penyakit yang ditimbulkan, pemeriksaan laboratorium penunjang, pencegahan dan terapi). 3. Mahasiswa mampu menjelaskan mengenai bakteri gram negatif (patogenesis, macammacam penyakit yang ditimbulkan, pemeriksaan laboratorium penunjang, pencegahan dan terapi).

1. Bakteri flora normal tubuh Pengertian flora normal Manusia secara konstan berhubungan dengan beribu-ribu mikroorganisme. Mikrobe tidak hanya terdapat dilingkungan, tetapi juga menghuni tubuh manusia. Mikrobe yang secara alamiah menhuni tubuh manusia disebut flora normal, atau mikrobiota. Selain itu juga disebutkan bahwa flora normal adalah kumpulan mikroorganismeyang secara alami terdapat pada tubuh manusia normal dan sehat. Kebanyakan flora normal yang terdapat

pada tubuh manusia adalah dari jenis bakteri. Namun beberapa virus, jamur, dan protozoa juga dapat ditemukan pada orang sehat. Untuk dapat menyebabkan penyakit, mikroorganisme patogen harus dapat masuk ke tubuh inang, namun tidak semua pertumbuhan mikroorganisme dalam tubuh inang dapat memyebabkan penyakit. Banyak mikroorganisme tumbuh pada permukaan tubuh inang tanpa menyerang jaringan tubuh dan merusak fungsi normal tubuh. Flora normal dalam tubuh umumnya tidak patogen, namun pada kondisi tertentu dapat menjadi patogen oportunistik. Penyakit timbul bila infeksi menghasilkan perubahan pada fisiologi normal tubuh. Mikroorganisme tidak saja terdapat dan hidup di lingkungan, akan tetapi juga di tubuh manusia. Tubuh manusia tidaklah steril atau bebas dari mikroorganisme, begitu manusia dilahirkan ia langsung berhubungan dengan mikroorganisme. Mikroorganisme yang secara alamiah terdapat di tubuh manusia disebut flora normal atau mikrobiota. Faktor-faktor yang mempengaruhi kehadiran flora normal pada tubuh manusia adalah 1.nutrisi 2.kebersihan seseorang (berapa seringnya dibersihkan) 3.kondisi hidup 4.penerapan prinsip-prinsip kesehatan Mikroflora pada tubuh berdasarkan bentuk dan sifat kehadirannya dapat digolongkan menjadi 2 yaitu : 1. Mikroorganisme tetap/normal (resident flora/indigenous) yaitu mikroorganisme jenis tertentu yang biasanya ditemukan pada bagian tubuh tertentu dan pada usia tertentu dan pada usia tertentu. Keberadaan mikroorganismenya akan selalu tetap, baik jenis ataupun jumlahnya, jika ada perubahan akan kembali seperti semula. Flora normal/tetap yang terdapat pada tubuh merupakan organisme komensal. Flora normal yang lainnya bersifat mutualisme. Flora normal ini akan mendapatkan makanan dari sekresi dan produk-

produk buangan tubuh manusia, dan tubuh memperoleh vitamin atau zat hasil sintesis dari flora normal. Mikroorganisme ini umumnya dapat lebih bertahan pada kondisi buruk dari lingkungannya. Contohnya : Streptococcus viridans, S. faecalis,Pityrosporum ovale,Candida albicans. 2. Mikroorganisme sementara (transient flora) yaitu mikroorganisme nonpatogen atau potensial patogen yang berada di kulit dan selaput lendir/mukosa selama kurun waktu beberapa jam, hari, atau minggu. Keberadaan mikroorganisme ini ada secara tiba-tiba (tidak tetap) dapat disebabkan oleh pengaruh lingkungan, tidak menimbulkan penyakit dan tidak menetap. Flora sementara biasanya sedikit asalkan flora tetap masih utuh, jika flora tetap berubah, maka flora normal akan melakukan kolonisasi, berbiak dan menimbulkan penyakit.

PERAN FLORA TETAP Mikroorganisme ini bersifat komensal dimana pertumbuhan pada bagian-bagian tubuh tertentu bergantung kepada factor fisiologis seperti suhu, kelembaban dan ada tidaknya nutrisi tertentu serta beberapa zat penghambat. Beberapa anggota flora tetap di saluran pencernaan mensintesis vitamin K dan penyerapan berbagai zat makanan. Flora yang menetap di selaput lender dan kulit dapat mencegah kolonisasi oleh bakteri pathogen dan mencegah penyakit akibat gangguan bekteri. Flora normal ini dapat menimbulkan penyakit pada manusia yaitu pada kondisi tertentu. Contohnya, streptococcus dari kelompok viridians merupakan kelompok organisme yang biasa menghuni saluran nafas atas. Apabila masuk ke aliran darah dalam jumlah banyak, maka mereka akan hidup di katup jantung yang rusak atau katup prostetik dan menimbulkan endokarditis infektif.

Namun demikian flora normal ini tidak berbahayajika tidak berada pada lokasi asing dalam jumlah banyak dan adanya factor-factor predisposisi dan dapat pula bermanfaat bagi tubuh inang pada tempat yang seharusnya atau tidak ada kelainan yang menyertainya. FLORA NORMAL PADA KULIT Mikroorganisme utama pada kulit adalah difteroid aerobic dan anaerobic (misalnya corynebacterium, propionibacterium), stafilokokkus aerobic dan anaerobic non hemolitikus (Staphylococcus epidermidis, kadang-kadang S. aureus dan golongan peptostreptococcus), basil gram postif aerobic, bakteri pembentuk spora yang banyak terdapat di udara, air, tanah; streptococcus alfa hemoliticus (S. viridians) dan enterococcus; dan basil coliform gram negative serta acitenobacter. Jamur dan ragi sering terdapat pada lipatan-lipatan kulit; micro bacteria tahan asam nonpatogen terdapat pada daerah-daerah yang kaya sekresilemak/sebum (genital, telingan bagian luar). Factor-faktor yang berperan menghilangkan flora sementara pada kulit adalah pH rendah, asam lemak pada sekresi sebasea danadanya lisozim. Jumlah mikroorganisme pada permukaan kulit mungkin bias berkurang dengan jalan menggosok-gosoknya dengan sabun yang mengandung heksaklorofen atau desinfektan lain, namun flora secara cepat muncul kembali dari kelenjar sebasea dan keringat. FLORA NORMAL PADA MULUT DAN SALURAN NAFAS BAGIAN ATAS Pada hidung terdapat flora normal utama yaitu dari Corinebacteria, stafilococcus (S. epidermidids, S. aureus) dan streptococcus. Saat lahir, selaput lendir(mukosa) pada mulut dan faring akan terkontaminasi oleh flora. Kemudian setelah 4 12 jam setelah lahir flora seperti Streptococcus viridians menjadi flora tetap yang utama sepanjang hidup. Ketika gigi mulai tumbuh, akan muncul spirochaeta anaerob, spesies prevotella (terutama P. melaninogenica), spesies fusobakterium, spesies rothia dan spesies

capnocytophaga muncul secara bersamaan dengan vibrio anaerob dan lactobasili. Spesies Actinomyces secara normal terdapat pada jaringan tonsil dan pada gingival orang dewasa, begitu pula dengan beberapa protozoa. Begitu pula dengan ragi (spesies Candida) terdapat pada mulut. Faring dan Trakhea Pada daerah ini juga terdapat flora normal yang sama. Organism normal pada saluran nafas bagian atas, teruatama pada faring adalah streptococcus non hemoliticus dan alfa hemoliticus serta Neisseria. FLORA NORMAL PADA SALURAN PENCERNAAN Saat lahir, kondisi usus steril namun organism akan segera masuk bersamaan dengan makanan yang dimakan oleh bayi. Saat menyusui, usus akan mengandung flora seperti Strptocokokki asam laktat dan lactobacilli dalam jumlah besar. Organisme aerob dan anaerob, gram positif, non motil ini menghasilkan asam dari karbohidrat dan tahan pada pH 5,0. Pada orang dewasa, esophagus terdiri atas mikroorganisme yang masuk bersama dengan saliva dan makanan. pH asam lambung yang di hasilkan akan melindungi terhadap infeksi bakteri pathogen usus seperti cholera. Pada duodenum terdapat 105 108 bakteri/gram. Pada usus halus bagian atas, lactobacillus dan enterococcus mendominasi dan pada usus halus bagian bawah yang mendominasi adalah flora tinja. Pada kolon sigmoid dan dan rectum, terdapat sekitar 1011bakteri/gram isi kolon. FLORA NORMAL PADA URETRA Uretra anterior baik itu pada wanita ataupun pria mengandung sedikit mikroorganisme yang berjenis sama seperti pada kulit dan perineum. Mikroorganisme ini terdapat dalam air kemih normal dengan jumlah 102 104/ ml. FLORA NORMAL PADA VAGINA

Saat lahir, lactobacil aerob muncul dalam vagina dan menetap selama pH tetap asam. Apabila pH ini menjadi netral akan terdapat flora campuran yaitu coccus dan bacil. Saat Pubertas, lactobacil aerob dan anaerob ditemukan kembali dalam jumlah yang besar dan akan mempertahankan keasaman pH melalui pembentukan asam dari karbohidrat khususnya glikogen. Keuntungan pembentukan asam ini yaitu untuk mencegah bakteri yang bersifat pathogen dalam vagina. Setelah Monopause, lactobacil akan berkurang jumlahnnya dan flora campuran coccus dan bacil akan muncul kembali. FLORA NORMAL PADA MATA (konjungtiva) Mikroorganisme yang terdapat pada mata yang paling utama adalah difteroid (Corynebacterium xerosis), S. epidermidis dan streptococcus non hemolitik. Flora normal ini dikendalikan oleh lisozim yang terdapat pada air mata.

2. Bakteri spiral patogen (macam2nya, patogenesis, penyakit yang ditimbulkan, pemeriksaan penunjang, dan Pencegahan penyakit). Spirochaetales Gram-negative spirochetes Panjang Bergerak aktif walau tidak punya flagel Mempunyai fibril aksial Nonvenereal Treponemal Diseases Bejel, Yaws & Pinta Daerah tropik dan subtropik Terutama pada anak-anak

Treponema pallidum ssp. pertenue Yaws: granulomatous disease, sering pada tungkai bawah, Kontak langsung ekstra

genital, Terutama mengenai anak- anak dibawah 12 tahun Treponema carateum

Pinta: Masa inkubasi 1-3 minggu Initial lesions: papula merah kecil Secondary: 5 bulan sampai satu tahun kemudian berupa lesi yang lebih besar Late:Pigmentasi setempat dan depigmentasi

Mengenai semua golongan umur Transmitted by direct contact with skin lesions Tropical areas (Mexico, Central & South America) Venereal Treponemal Disease Syphilis Primarily sexually transmitted disease (STD) May be transmitted congenitally Treponema pallidum Dapat dilihat dengan mikroskop lapangan gelap imunofluoresensi berupa spiral, halus Bergerak dengan aktif atau dengan tenik

Dapat diwarnai dengan anti-treponemal antibodies Bersifat intraselluler Tidak bisa dikultur pada perbenihan biasa Transmisi kontak seksual atau dari ibu ke janin PATOGENESIS Selaput mucosa atau memasuki kulit yang luka Terlokalisasi pada tempat masuknya Setelah itu memasuki aliran darah dan pembuluh limfe dan tersebar ke jaringan lainya Dapat mengeluarkan hialuronidase Leptospira Mikroskopisya : Berbentuk ulir yang rapat, tipis dan fleksibel,

berbentuk spiral, bakteri motil yang aktif Kultur : Tumbuh baik pada kondisi aerob pada media Fletcher atau Stuart PATOGENESIS Leptospirosis disebut juga Weils disease Konsumasi makanan atau air yang tercemar

Masa inkubasi 1-2 minggu Berkembang dalam organ parenkimatous (khusunya hati dan ginjal) Menyebabkan hemarragia dan nekrosis jaringan Manisfestasinya sering berupa meningitis, nefritis dan Pencegahan dengna menghindari kontaminasi atau profilak bagi yang beresiko tinggi dengn Doxycyclin 200 mg sekali seminggu

3. Bakteri batang garam negatif / Enterobacteriaceae (macam2nya, patogenesis, penyakit yang ditimbulkan, pemeriksaan penunjang, dan Pencegahan penyakit) Struktur antigen Antigen o (bagian trluar dari lipopolisakarida dinding sel, resisten thd panas dan alkohol, antibodi yang diaktifkan terutama IgM) E. Coli Merupakan flora normal usus. Faktor patogenisitas : 1. Antigen permukaan 2. Enterotoksin : Toksin termolabil yang merangsang adenil siklase yang terdapat pada epitel mukosa usus halus yang meningkatkan permeabilitas usus, dan Toksin termostabil yang aktifkan guanilat siklase yang menghasilkan guanosin monofosfat menyebabkan gangguan absorbsi Na Cl dan Turunkan motilitas usus E. Coli dihubungkan dengan penyakit usus seperti diare Antigen K (Terletak di luar antigen O, Berhubungan dengan virulensi) Antigen H ( Terdapat di flagel didenaturasi dan dirusak oleh panas dan alkohol)

1. Enteropathic E.Coli 2. Enterotoksik E.Coli 3. Enterovasive E.Coli (Diare seperti infeksi Shigella, diare berdarah, mengandung mukus) 4. Kolitis Hemoragic disebabkan E.Coli ( Toksin rusak endotel dan pem. Darah diare mengandung banyak darah) Penyakit lain Karena E. Coli

1. Infeksi sal kemih 2. Sepsis 3. Meningitis Diagnosa Laboratorium : Sulit dilakukan seccara rutin, pemeriksaan serologi sering tidak mendeteksi adanya kuman, metode baru berupa tes imunologi, dan teknik hibridasi DNA seperti tes Elisa Shigella Merupakan kuman patogen usus Shigellashigellosismenyebabkan 3 bentuk diare

1. Diare klasik, tinja konsistensi lembek disertai darah, mukus, dan pus 2. Watery diarrea 3. Kombinasi keduanya Shigella ditularkan melalui makanan , jari, feces, Kuman masuk berada di usus halus, menuju ileum terminal dan kolon, melekat dan menembus epitel mukosa usus dan berkembang bbiak Terjadi peradangan, sel mati dan lepastukak Juga terjadi demam, nyeri abdommen dan tenesmus ani Diagnosa Laboratorium :Bahan ynag paling baik adalah usap dubur, bahan lain tinja segardilakukan identifikasi kuman secara biokimia dan serologi Salmonella Typhi Demam tifoid Organisme masuk ke usus, melakukan penetrasi ke dinding mukosa sampai ke kel getah bening mesenterialTerjadi bakterimia kuman menuju hari, limpa, sum-sum tulang, dan ginjalkuman di fagosit di mononukleus organmultiplikasi intrasel

organisme dilepaskanterjadi bakterimia kembali, penderita panas tinggibakteri masuk ke empeduradang hebatnekrosisperdarahan