Anda di halaman 1dari 8

Lampiran Materi PENGUMPULAN DATA PADA BAYI BARU LAHIR

1.

PENGUMPULAN DATA BAYI BARU LAHIR Pemeriksaan fisik baru lahir adalah pemeriksaan awal terhadap bayi setelah berada di dunia luar yang bertujuan untuk mendeteksi adanya kelainan fisik dan ketiadaan refleks primitif. Pemeriksaan ini dilakukan setelah kondisi bayi stabil, biasanya 6 jam setelah lahir. Pemeriksaan fisik bayi baru lahir memerlukan pengetahuan dan ketrampilan yang adekuat sehingga tidak akan menimbulkan risiko yang dapat membahayakan bayi. Pada pemeriksaan ini hal terpenting yang perlu menjadi perhatian adalah menjaga bayi agar tidak mengalami hipotermia dan tidak mengalami trauma karena tindakan yang dilakukan. Hal lain yang tidak kalah pentingnya dan perlu diingat adalah melakukan informed consent terlebih dahulu apabila bayi telah dirawatgabungkan dengan ibunya.

Pengertian Pengkajian fisik adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi tentang anak dan keluarganya dengan menggunakan semua pancaindera, baik subjektif maupun objektif. Pengkajian fisik bayi baru lahir dan perkembangannya dilakukan bersamaan ketika melakukan pemeriksaan secara inspeksi maupun observasi. Tujuan Pengkajian Pengkajian yang dilakukan pada bayi dan balita ditujukan untuk : 1. Mendapatkan hasil yang valid 2. Mengetahui keadaan fisik secara umum 3. Mengetahui kondisi normal/abnormal

Aspek yang Perlu Dikaji 1. Menilai keadaan umum bayi a. Nilailah secara keseluruhan apakah perbandingan bagian tubuh bayi proporsional atau tidak? b. Periksa bagian kepala, badan, dan ekstremitas akan adanya kelainan. c. Periksa tonus otot dan tingkat aktivitas bayi, apakah gerakan bayi aktif atau tidak? d. Periksa warna kulit dan bibir, apakah warnanya kemerahan/kebiruan? e. Periksa tangisan bayi, apakah melengkung, merintih, atau normal? 2. Tanda-tanda vital

a. Periksa laju napas dengan melihat tarikan napas pada dada dan gunakan petunjuk waktu. Status pernafasan yang baik adalah napas dengan laju normal 40-60 kali per menit, tidak ada wheezing, dan ronki. b. Periksa laju jantung dengan menggunakan stetoskop dan petunjuk waktu. Denyut jantung normal adalah 100-120 kali per menit dan tidak terdengar bunyi murmur. c. Periksa suhu dengan menggunakan termometer aksila. Suhu normal adalah 36,5 37,2oC. Pemeriksaan Fisik (Head to Toe) a. Kepala Ubun-ubun besar, ubun-ubun kecil, sutura, moulase, caput succedaneum, cephal haematoma, hidrosefalus, rambut meliputi : jumlah, warna dan adanya lanugo pada bahu dan punggung. b. Muka Tanda-tanda paralisis. c. Mata Ukuran, bentuk (strabismus, pelebaran epicanthus) dan kesimetrisan, kekeruhan korena, katarak congenital, trauma, keluar nanah, bengkak pada kelopak mata, perdarahan subkonjungtiva. d. Telinga Jumlah, bentuk, posisi, kesimetrisan letak dihubungkan dengan mata dan kepala serta adanya gangguan pendengaran. e. Hidung Bentuk dan lebar hidung, pola pernafasan, kebersihan. f. Mulut Bentuk simetris/tidak, mukosa mulut kering/basah, lidah, palatum, bercak putih pada gusi, refleks menghisap, adakah labio/palatokisis, trush, sianosis. g. Leher Bentuk simetris/tidak, adakah pembengkakan dan benjolan, kelainan tiroid, hemangioma, tanda abnormalitas kromosom dan lain-lain. h. Klavikula dan lengan tangan Adakah fraktur klavikula, gerakan, jumlah jari. i. Dada Bentuk dan kelainan bentuk dada, puting susu, gangguan pernafasan, auskultasi bunyi jantung dan pernafasan.

j. Abdomen Penonjolan sekitar tali pusat pada saat menangis, perdarahan tali pusat, jumlah pembuluh darah pada tali pusat, dinding perut dan adanya benjolan, distensi, gastroskisis, omfalokel, bentuk simetris/tidak, palpasi, hati, ginjal. k. Genetalia Kelamin laki-laki: panjang penis, testis sudah turun berada dalam skrotum, orifisium uretrae di ujung penis, kelainan (fimosis, hipospadia/epispada). Kelamin Perempuan: labia mayora dan labia minora, klitoris, orifisium vagina, orifisium uretra, secret, dan lain-lain. l. Tungkai dan kaki Gerakan, bentuk simetris/tidak, jumlah jari, pergerakan, pes equinovarus/pes equinovalgus. m. Anus Berlubang/tidak, posisi, fungsi spingter ani, adanya atresia ani, mekonium plug syndrome, megacolon. n. Punggung Bayi tengkurap, raba kurvatura kolumna vertebralis, scoliosis, pembengkakan, spina bifida, mielomeningokel, lesung/bercak berambut, dan lain-lain. o. Pemeriksaan kulit Verniks caseosa, lanugo, warna, udem, bercak, tanda lahir, memar. p. Refleks Berkedip, babinski, merangkak, menari/melangkah, eksrusi, galants, moros, neck righting, palmar grasp, rooting, startle, menghisap, tonic neck. q. Antropometri BB, PB, LK, LD, LP, LLA. r. Eliminasi Kaji kepatenan fungsi ginjal dan saluran gastrointestinal bagian bawah. Bayi baru lahir normal biasanya kencing lebih dari enam kali perhari. Bayi baru lahir normal biasanya berak cair enam sampai delapan kali perhari. Dicurigai diare apabila frekuensi meningkat, tinja hijau atau mengandung lendir atau darah. Perdarahan vagina pada bayi baru lahir dapat terjadi selama beberapa hari pada minggu pertama kehidupan dan hal ini dianggap normal. Pemeriksaan Laboratorium a. Nilai Laboratorium Darah Neonatus Normal

Antara lain hemoglobin 14-22 g/dl (kadar Hb-F tinggi, menurun dengan pertambahan usia), hematokrit 43-63%, eritrosit 4,2-6 juta/mm3, retikulosit 3-7%, leukosit 5.00030.000/mm3, jika ada Infeksi < 5000/mm3, trombosit: 150.000 350.000/mm3, volume darah 85 cc/kgBB. b. Nilai Laboratorium Cairan Otak Neonatus Normal Meliputi warna 90-94% xantochrome (kekuning-kuningan jernih), Nonne/Pandy (+) pada usia di atas 3 bulan harus sudah negatif, protein 200-220 mg/dl, glukosa 70-80 mg/dl, eritrosit 1000 2000/LPB, leukosit: 10-20/LPB menunjukkan fungsi BBB (blood-brain barrier) masih belum sempurna. 2. PENAMPILAN DAN PERILAKU BAYI BARU LAHIR Kriteria fisik bayi baru lahir (neonatus) normal, antara lain sebagai berikut. Lahir cukup bulan dengan usia kehamilan 37-42 minggu, berat badan lahir 2500 4000 gram atau sesuai masa kehamilan, panjang badan antara 44-53 cm, lingkar kepala melalui diameter biparietal 31-36 cm, skor APGAR antara 7-10, tanpa kelainan congenital atau trauma persalinan. Dilihat dari kriteria neurologik neonatus normal mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : posisi bayi frog position (fleksi pada ekstremitas atas dan bawah), refleks moro/kejutan positif (+) dan harus simetris, refleks hisap positif (+) pada sentuhan palatum molle, refleks menggenggam positif (+), refleks rooting positif (+). Bayi baru lahir mempunyai variasi penampilan yang normal. Beberapa variasi ini bersifat sementara dan akan menghilang sesuai dengan pertumbuhan fisik. Tapi ada juga beberapa yang menetap dan disebut sebagai tanda lahir. Berikut ini variasi penampilan yang normal pada bayi baru lahir : a. Kulit Warna kulit bayi sangat bervariasi tergantung ras, usia, suhu dan keadaan bayi. Saat bayi lahir, warna kulit mungkin berwarna keunguan, lalu berubah menjadi kemerahan setelah bayi menangis keras dan dapat bernafas. Beberapa kulit bayi berwarna kekuningan. Hal ini dapat merupakan respons normal tubuh terhadap jumlah sel darah merah yang banyak, tapi dapat pula pertanda serius, terutama bila warna kekuningan bertambah dan menetap selama beberapa hari. b. Kepala Bentuk kepala di hari-hari pertama tidak benar-benar bulat akibat posisi dalam rahim ataupun proses persalinan yang dialami, tapi akan kembali ke bentuk normal dalam seminggu pertama. Bayi juga bisa mengalami cephal hematoma yaitu benjolan di kepala bagian samping akibat adanya darah yang terkumpul di antara kulit dan tulang tengkorak.

Hal ini bisa terjadi karena adanya kesulitan proses persalinan, bisanya terjadi 24 48 jam pasca persalinan. Tapi tidak mempengaruhi otak bayi dan bisa menghilang beberapa minggu. Keadaan ini tidak membutuhkan perawatan khusus. c. Telinga Bentuknya bisa tidak sama antara kanan dan kiri, kadang terlipat, dan kadang berbulu. Tapi hal ini tidak akan menetap, melainkan akan menuju ke bentuk sempurna. Rambut di sekitar telinga pun akan rontok. d. Bibir Bibir bayi akan kering untuk sementara waktu, yang disebut sucking blister. Hal ini terjadi akibat gesekan antara bibir bayi dengan puting atau areola. Kulit bibir yang kering akan segera tergantikan dengan lapisan baru. e. Payudara Pembesaran dada dapat terjadi ada bayi baru lahir baik laki-laki maupun Perempuan dalam tiga hari pertama kehidupannya. Hal ini disebut newborn breast swelling, yang dihubungkan dengan hormon ibu dan menghilang dalam beberapa hari sampai beberapa minggu. f. Alat kelamin Alat kelamin dapat terlihat membengkak atau mengeluarkan cairan. Tampilannya dapat berbeda sesuai usia kehamilan. Bayi prematur mempunyai klitoris menonjol dengan labia/bibir vagina yang dalam. Semakin cukup bulan labia Semakin ke sisi luar. Bayi Perempuan dapat mengeluarkan cairan atau mukus kemerahan dari vagina dalam minggu pertama kehidupan. Kejadian normal ini dihubungkan dengan hormon ibu. Bayi prematur laki-laki mempunyai skrotum yang rata dan halus dengan testis yang belum turun (sebaiknya testis turun sebelum usia 6 bulan). Bayi lebih bulan menampakkan garis-garis pada skortum dengan testis yang sudah turun. g. Tanda lahir Tanda lahir seringkali mencemaskan orang tua. Biasanya ditemui di punggung bagian bawah hingga bokong, Meskipun dapat juga dijumpai di bagian lain. Beberapa jenis tanda lahir berikut ini dapat membantu memastikan apakah tanda lahir tersebut normal: Vernix Caseosa Vernix caseosa adalah substansi berwarna putih, licin, seperti keju melapisi kulit bayi baru lahir. Fungsinya melindungi bayi dari cairan Ketuban dalam rahim. Vernix dapat tidak terlihat pada bayi yang lebih bulan. Tidak perlu dibersihkan dan biasanya diserap kulit.

Lanugo Lanugo adalah rambut halus pada tubuh bayi, terutama di punggung, dahi dan pipi. Lanugo lebih terlihat pada bayi prematur. Biasanya tidak terlihat lagi pada bayi lebih bulan. Milia Milia adalah bercak putih kecil dan keras seperti jerawat pada hidung bayi baru lahir. Dapat pula muncul di dagu dan dahi. Milia berasal dari sumbatan kelenjar minyak dan dapat menghilang sendiri. Bila terdapat di mulut dan gusi disebut Epstein pearls. Stork bites atau salmon patches Adalah bercak merah atau pink kecil yang ditemukan di kelopak mata, di antara mata, bibir atas dan belakang leher. Bercak ini terlihat jelas ketika bayi menangis dan akan menghilang dengan sendirinya.

Mongolian spots Mongolian spots adalah bercak biru keunguan seperti memar pada bagian bawah belakang bayi dan bokong. Penyebabnya adalah penumpukan sel pigmen dan biasanya menghilang pada usia 4 tahun. Caf au lait spots Tanda lahir berwarna coklat muda ini bersifat permanen dan muncul pada saat lahir atau beberapa hari kemudian. Erythema toxicum Erythema toxicum adalah bercak kemerahan pada bayi baru lahir. Sering terdapat di dada dan punggung atau hingga seluruh tubuh. Setengah dari bayi baru lahir mengalami kejadian ini pada hari pertama. Tapi jarang terjadi pada bayi prematur. Penyebabnya tidak diketahui. Keadaan ini tidak membutuhkan pengobatan dan menghilang sendiri dalam beberapa hari. Acne neonatorum Sekitar 1/5 bayi baru lahir mempunyai jerawat pada bulan pertama. Biasanya di pipi dan dahi. Hal ini disebabkan oleh hormon ibu dan akan menghilang dalam beberapa bulan. Jerawat tidak boleh dipencet karena dapat menyebabkan infeksi. Strawberry hemangioma Adalah area menonjol, sembab, berwarna merah tua atau terang seperti strawberry yang dibentuk oleh penumpukan pembuluh darah prematur. Strawberry hemangioma

sering terlihat di kepala. Umumnya tidak muncul pada saat lahir tetapi baru terlihat pada usia 2 bulan. Tanda lahir ini dapat membesar untuk beberapa bulan, dan secara bertahap menghilang, dan biasanya menghilang sempurna saat usia 9 tahun. Port wine stain Port wine stain adalah tanda lahir berupa bercak tidak menonjol berwarna pink, merah, ungu. Tanda lahir ini berasal dari penumpukan kapiler dan biasanya muncul di kepala dan leher. Ukurannya dapat kecil atau menutupi seluruh permukaan tubuh. Cirinya tidak berubah warna atau menghilang bila ditekan.

3. PENANGANAN DAN PERILAKU BAYI BARU LAHIR 1. Refleks a. Refleks kedipan (glabelar reflex) Merupakan respon terhadap cahaya terang yang mengindikasikan normalnya saraf optik. b. Refleks menghisap (rooting reflex) Merupakan refleks bayi yang membuka mulut atau mencari puting saat akan menyusui. c. Sucking reflex, yang dilihat pada waktu bayi menyusu. d. Tonick neck reflex Letakkan bayi dalam posisi telentang, putar kepala ke satu sisi dengan badan ditahan, ekstermitas terekstensi pada sisi kepala yang diputar, tetapi ekstremitas pada sisi lain fleksi. Pada keadaan normal, bayi akan berusaha untuk mengembalikan kepala ketika diputar ke sisi pengujian saraf asesori. e. Grasping reflex Normalnya bayi akan menggenggam dengan kuat saat pemeriksa meletakkan jari telunjuk pada palmar yang ditekan dengan kuat. f. Refleks moro Tangan pemeriksa menyangga pada punggung dengan posisi 45 derajat dalam keadaan rileks kepala dijatuhkan 10 derajat. Normalnya akan terjadi abduksi sendi bahu dan ekstensi lengan. g. Walking reflex Bayi akan menunjukkan respons berupa gerakan berjalan dan kaki akan bergantian dari fleksi ke ekstensi. h. Babinsky reflex

Dengan menggores telapak kaki, dimulai dari tumit lalu gores pada sisi lateral telapak kaki ke arah atas kemudian gerakan jari sepanjang telapak kaki. 2. Menangis paling banyak dilakukan bayi baru lahir, seperti ketika bayi mengantuk, lapar, kesepian, merasa tidak nyaman, atau bisa juga menangis tanpa alasan. 3. Pola tidur Bayi baru lahir biasanya akan tidur pada sebagian besar waktu di antara waktu makan, namun akan waspada dan beraksi ketika terjaga, ini adalah hal yang normal dalam 2 minggu pertama. Perlahan bayi sering terjaga diantara waktu menyusui.

Kesimpulan 1. Pengkajian fisik yang dilakukan pada bayi adalah dengan menilai keadaan umum bayi, melakukan pemeriksaan tanda vital, memeriksa bagian kepala, serta memeriksa telinga, mata, hidung, dan mulut. Selain itu, juga memeriksa keadaan leher, dada, bahu, perut, alat kelamin, tungkai dan kaki, serta punggung dan anus. 2. Penanganan dan perilaku bayi baru lahir adalah penanganan terhadap refleks, menangis, dan pola tidur.

Anda mungkin juga menyukai