Anda di halaman 1dari 27

Tia nuryani

G1A211065

Pembimbing : dr. Hj. Fridayati Dewi Mustikawati, Sp.B

BSK: terbentuknya batu karena pengendapan substansi pada air kemih yang jumlahnya >> atau karena faktor lain yang mempengaruhi daya larut substansi. Masalah kesehatan Prevalensi : 13% , 7% . Amerika ~ ras, gender , lokasi geografis. usia puncak dekade 3-4 Negara yang mulai berkembang >> BSK bawah terutama anak. Negara sedang berkembang insidensi relatif rendah Negara yang telah berkembang >> BSK atas terutama dewasa Indonesia tahun 2002 37.636 kasus baru. Rawat jalan 58.959 orang. Rawat inap 19.018. kematian 378 orang Asimptomatik, nyeri ringan sampai berat , komplikasi gangguan fungsi ginjal, kematian Angka kekambuhan 1 tahun15-17% ; 4-5 tahun 50%, ; 10 tahun 75% ; 20-25 tahun 95-100%. Beban ekonomi . Tahun 2000, Amerika Serikat diperkirakan $ 2,1 milyar = $ 971 juta (rawat inap) + $ 607 juta (rawat jalan + kunjungan praktik dokter) + $ 490 juta (pelayanan gawat darurat). kenaikan 50% dari $ 1,34 milyar tahun 1994. Dalam memilih pendekatan terapi optimal untuk pasien urolitiasis, berbagai faktor harus dipertimbangkan. faktor batu, faktor anatomi ginjal dan faktor pasien

Nama : Tn. A Umur : 53 Tahun Jenis kelamin : Laki- laki Pekerjaan : Serabutan Alamat : Pamijen 01/02 Sokaraja Datang di poli : tanggal 5 November 2012 Tanggal periksa: tanggal 4 Desember 2012 No.CM : 783689

Keluhan Utama : Nyeri pinggang kiri Keluhan Tambahan : kencing berwarna merah, sering buang air kecil Riwayat Penyakit Sekarang Pasien mengeluh pinggang kiri terasa nyeri sejak 3 bulan yang lalu. Nyeri pinggang dirasakan sampai mengganggu tidur dan hilang timbul.Pada saat nyeri pasien meminum obat maag dan obat cap kupu-kupu untuk sakit perut tetapi sakit tidak berkurang. Saat nyeri pasien tidur miring tertelungkup dan perut diganjal dengan bantal tetapi nyeri tidak berkurang

RPD Riwayat penyakit hipertensi disangkal Riwayat penyakit DM disangkal Riwayat penyakit jantung disangkal Riwayat penyakit ginjal disangkal Riwayat penyakit paru disangkal Riwayat sosial Pasien bekerja serabutan. Suka menahan kencing Sering minum teh

RPK Tidak ada keluarga yang menderita keluhan yang sama. Riwayat operasi Disangkal Riwayat pemakaian obat Pasien meninum obat maag dan obat cap kupu-kupu untuk sakit perut

Pemeriksaan fisik (bikin hipelink aja bocil) Pemeriksaan lab (ini jg hiperlink aja)

Non operatif Inj.Ceftriaxon 2x1 Inj.Ketorolac 2x30 mg Inj.Furosemid 1x1 Inj.Kalnex 3x500mg Operatif Bivalve

Prognosis Pada staghorn calculi yang disebabkan oleh batu struvit atau batu infeksi memiliki resiko tinggi untuk rekuren walaupun telah diterapi secara tepat karena fragmen batu sisa dapat tumbuh dan menjadi sumber infeksi traktus urinarius yang berulang. Bila tidak diterapi hidronefrosis , kerusakan ginjal. Semakin dini ditemukan dan diterapi dengan tepat maka prognosisnya semakin baik

terletak di rongga retroperitoneal bagian atas. kapsula fibrosa (true capsule) , lemak perirenal, glandula adrenl / suprarenal, fasiia gerota. lemak pararenal.
Darah - difiltrasi reabsorbsi - sekresi urine. 180 L/hari cairan tubuh difiltrasi urine 1-2 L.

Fungsi ginjal : Membuang sisa metabolisme tubuh melalui urin mengontrol sekresi hormon hormon aldosteron dan ADH dalam mengatur jumlah cairan tubuh. Mengatur metabolisme ion kalsium dan vitamin D Menghasilkan beberapa kormon, yaitu eritropoetin yang berperan dalam pembentukan sel darah merah, rennin yang berperan mengatur tekanan darah ; dan prostaglandin

1. ETIOLOGI Faktor intrinsik : Hereditary (keturunan) , Umur (30-50th), Jenis kelamin ( 3X > ), Penyakit lain Faktor ekstrinsik : Geografi , Iklim dan temperature, Asupan air, Diet 2. JENIS BATU kalsium oksalat monohidrat, kalsium oksalat dihidrat dan kalsium fosfat. Tipe lain yang tidak sering : batu asam urat dan batu struvit, jarang : batu sistin. Batu fosfat amonium magnesium. Batu asam urin,Batu uraT

3. PATOGENESIS teori pembentukan batu :


A. Teori Nukleasi B. Teori Matriks C. Penghambatan kristalisasi (magnesium, sitrat, pirofosfat, mukoprotein dan beberapa peptida) D. Teori Supersaturasi E. Teori Presipitasi-kristalisasi

Faktor LAIN : Infeksi Obsruksi dan Statis Urin Jenis Kelamin Ras

Keturunan Air minum Pekerjaan Makanan Suhu

Batu staghorn : Batu yang mengisi pielum dan lebih dari dua kaliks ginjal memberikan gambaran menyerupai tanduk rusa sehingga Batu yang tidak terlalu besar didorong oleh peristaltic otot otot pelvikalises - turun ke ureter menjadi batu ureter. Batu di sistem pelvikalises menimbulkan obstruksi saluran kemih dan menimbulkan kelainan struktur saluran kemih bagian atas.

Matrix component

protein dengan hexose dan hexosamine : matrix calculus infeksi

Matrix calculi : Mucoid mengental dengan sangat sedikit komponen kristal. tekstur gelatinous , mengisi seluruh pelvis , menyediakan nidus untuk agregasi Kristal

Batu tidak menyumbat total dan tidak menutup seluruh Uretero Pelvico Junction. Urin masih dapat keluar melalui pinggirpinggirnya (tepinya) bisa tidak bergejala dan tidak hidronefrosis

pH Urin basa : bakteri hidrolisis urea menjadi amoniak memudahkan garam-garam magnesium, ammonium, fosfat, dan karbonat membentuk batu MAP komponen mengeras

75 %. batu staghorn : batu struvite / batu triple fosfat/ batu infeksi / batu urease.komposisi lain : sistin dan asam urat, jarang : kalsium oksalat dan batu fosfat Batu struvit (1) ph urin alkali (2) ammonia pada urin kristalisasi magnesium ammonium phosphate dan carbonate apatite Bakteri pemecah urea menghasilkan enzim urease hidrolisis urea menjadi amonia pH basa . Konversi urea menjadi ammonia, ammonia menjadi ammonium : H2 NCONH2 + H2 O 2NH3 + CO2 2NH3 + H2 O 2NH4+ + 2OH- (increase pH >7.2) CO2 + H2 O H+ + HCO3 2H+ + CO32pH urin normal 5,85. pH basa memudahkan garam-garam magnesium, ammonium, fosfat, dan karbonat membentuk batu MAP atau (Mg NH4 PO4. H2O) dan karbonat apatit (Ca10[PO4]6CO3). Bakteri : Proteus spp, Klebsiella, Serratia, Enterobacter, Pseudomonas, dan Stafilokokus. Gastro intestinal?

nyeri pinggang >> , dapat kolik atau tidak kolik Nyeri kolik : aktiovitas peristaltic otot polis sistem kalises / ureter meningkat dalam usaha mengeluarkan batu dari saluran kemih. tekanan tekanan intralumilal meningkat peregangan dari terminal syaraf yang memberikan sensasi nyeri. Nyeri non kolik : peregangan kapsul ginjal karena hidronefrosis atau infeksi pada ginjal. Muntah Riwayat BSK . Hematuria : trauma pada mukosa saluran kemih Demam , waspada urosepsis Tentukan letak kelainan anatomi urologis, drainase, antibiotik. PF : nyeri ketok kostovertebra, teraba ginjal bila hidronefrosis, terlihat tanda tanda gagal ginjal, retensi urine dan jika disertai infeksi didapatkan demam.

leukosituria, hematuria, dijumpai kristal kristal pembentuk batu. pH urin Renal function test Kultur urin serta kadar nitrit mungkin menunjukkan adanya pertumbuhan kuman pemecah urea. Elektrolit kalsium, oksalat, fosfat, urat dalam darah atau urin.

Foto Polos Abdomen Intra Vena Pielografi Ultrasonografi CT scan

Indikasi untuk melaukan tindakan pada batu saluran kemih adalah jika batu telah menimbulkan : obstruksi, infeksi atau indikasi sosial. Batu dapat dikeluarkan dengan cara medikamentosa, dipecahkan denhgan ESWL Tatalaksana optimal untuk batu ini perlu mempertimbangkan tiga faktor utama : Beban batu keseluruhan Lokasi beban batu (kaliks mana dan berapa banyak kaliks yang terlibat) Anatomi sistem pengumpul

Alat ini dapat memecah batu ginjal. Batu dipecah menjadi fragmen fragmen kecil sehingga mudah dieluarkan melalui saluran kemih. Tidak jarang pecahan pecahan batu yang sedang keluar menimbulkan perasaan nyeri kolik dan menyebabkan hematuria

tindakan invasive minimal untuk mengeluarkan batu : memecah batu dan kemudian mengeluarkannya dari saluran kemih melalui alat yang dimasukkan langsung ke dalam saluran kemih. Alat itu dimasukkan melalui uretra atau melalui insisi kecil pada kulit ( perkutan).

1. PNL (percutaneous nephro litholapaxy) : mengeluarkan batu dalam ginjal dengan memasukkan alat endoskopi ke sistem kalises melalui insisi pada kulit.batu dikeluarkan atau dipecah terlebih dahulu menjadi fragmen fragmen kecil

2. Ureteroskopi atau ureterorenoskopi : memasukkan alat ureteroskopi peruretram guna melihat keadaan ureter atau sistem pielo-kaliks ginja. Dengan energi tertentu, batu dalam pelvikalises dapat dipecah melalui tuntunan ureteriskopi / ureterenoskopi.

pilihan terapi yang potensial utuk batu staghorn : karena dapat membersihkan sebagian besar batu melalui sekali prosedur dan menghasilkan angka bebas batu yang sebanding.

kerugian : fungsi ginjal setelah pembedahan Angka residu batu setelah operasi terbuka adalah 15%, dengan rekurensi 30% setelah 6 tahun dan risiko infeksi saluran kemih 40%.

Rassweiler membatasi indikasi : pasien dengan beban batu masif yang tidak dapat dicapai secara endoskopik atau dengan beberapa kali tindakan ESWL, atau bila dibutuhkan operasi rekonstruktif tambahan (misalnya kaliko-ureterostomi, pieloplasti).

Rekurensi rata rata 7%/tahun atau 50% dalam 10 tahun. Pencegahan berdasarkan kandungan penyusun batu saluran kemih dari analisis batu. menghindari dehidrasi ; diet ; aktivitas harian yang cukup ; dan pemberian medikamentosa. Beberapa diet yang dianjurkan untuk mengurangi kekambuhan adalah : rendah protein karena protein akan memacu ekskresi kalsium urin dan menyebabkan suasa urin menjadi lebih asam ; rendah oksalat ; rendah garam karena natriuresis akan memacu timbulnya hiperkalsiuri dan rendah purin. Diet rendah kalsium tidak dianjurkan kecuali pada pasien yang menderita hiperkalsiuri absorbtif