Anda di halaman 1dari 2

DEFINISI BIAYA TRANSAKSI Biaya pencarian informasi, biaya negosiasi dan biaya pengawasan, pemaksaan (enforcement) serta biaya

pelaksanaan (Mburu, 2002) Tiga Jenis Biaya Transaksi (Richter dan Furubotn, 2000) 1. Market Transaction Cost Seluruh biaya yang dikeluarkan agar barang/jasa bisa sampai ke pasar, mencakup : a. Biaya persiapan kontrak (biaya pencarian/pengadaan informasi) b. Biaya pembuatan kontrak (biaya bargaining/negosiasi dan pembuatan keputusan); c. Biaya monitoring dan penegakan kontrak (biaya supervisi dan penegakan kesepakatan) d. Biaya informasi (mencari atau menyediakan informasi) : biaya iklan, mendatangi calon customer, mengikuti pameran biaya komunikasi (post, telepon, dll) biaya pengujian kualitas, biaya mencari pegawai yang berkualitas e. Bargaining and decision cost meliputi: biaya yang dikeluarkan agar informasi yang dikumpulkan bermanfaat, biaya konsultan, dll. f. Supervision and enforcement cost : biaya yang dikeluarkan untuk mengawasi pengiriman barang agar sampai tepat waktu, mengukur kualitas dan jumlah produk yang ditransaksikan, biaya penegakan kontrak agar berjalan sesuai kesepakatan, 2. Managerial Transaction Cost Biaya terkait dengan upaya menciptakan keteraturan, a.l.: a. biaya membuat, mempertahankan atau mengubah rancangan/struktur organisasi, meliputi : biaya personal management, IT, mempertahankan kemungkinan pengambilalihan pihak lain, public relation, dan lobby Biaya pembuatan keputusan pengawasan pelaksanaan perintah sesuai keputusan mengukur kinerja pegawai biaya agen manajemen informasi biaya pemindahan barang intra perusahaan b. Biaya menjalankan organisasi, meliputi: 3. Political Transaction cost Biaya terkait pembuatan tata aturan/kelembagaan (public goods) sehingga transaksi pasar dan manajerial bisa berlangsung dengan baik. Meliputi : a. Biaya pembuatan (setting up), pemeliharaan, pengubahan organisasi politik formal dan informal, seperti : biaya penetapan kerangka hukum, struktur administrasi pemerintahan, militer, sistem pendidikan, pengadilan dll. biaya legislasi, pertahanan, administrasi hukum, pendidikan, termasuk didalamnya semua biaya pencarian/pengumpulan dan pengolahan informasi yang diperlukan agar tata pemerintahan dapat berjalan. Biaya upaya pelibatan masyarakat dalam proses politik termasuk ke dalam transaksi politik b. Biaya menjalankan bentuk pemerintahan, peraturan pemerintah atau masyarakat yang bertata negara, seperti : biaya legislasi, pertahanan, administrasi hukum, pendidikan, termasuk didalamnya semua biaya pencarian/pengumpulan dan pengolahan informasi yang diperlukan agar tata pemerintahan dapat berjalan. Biaya upaya pelibatan masyarakat dalam proses politik termasuk ke dalam transaksi politik

KEMITRAAN Kemitraan adalah suatu pola hubungan (kerjsama) antara dua pihak atau lebih, berdasarkan kesetaraan, keterbukaan dan saling menguntungkan (memberikan manfaat). Kemitraan adalah sikap menjalankan bisnis yang berorientasi pada hubungan kerjasama yang solid (kokoh & mendalam), berjangka panjang, saling percaya dan dalam kedudukan yang setara. Kemitraan merupakan suatu rangkaian proses yang dimulai dengan mengenal calon mitranya, mengetahui posisi keunggulan dan kelemahan usahanya, memulai membangun strategi, melaksanakan, memonitor, dan mengevaluasi sampai target tercapai. Berdasarkan pengamatan empirik, kemitraan antarpelaku bisnis bukan sesuatu hal yang baru dan hanya dikembangkan di Indonesia. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa keunggulan bersaing dapat dikembangkan melalui keterkaitan usaha dengan saling ketergantungan antarpelaku bisnis, bukan dependency, dan bukan juga mengandalkan independency masing-masing pelaku. Dengan demikian, persaingan pasar merupakan motor penggerak dan pendorong kemitraan usaha Unsur kemitraan adalah : 1. adanya hubungan (kerjasama) antara dua pihak atau lebih 2. adanya kesetaraan antara pihak-pihak tersebut 3. adanya keterbukaan atau kepercayaan (trust relationship) antara pihak-pihak tersebut 4. adanya hubungan timbal balik yang saling menguntungkan atau memberi manfaat. Maksud dan tujuan pola kemitraan (Kusnaedi,1984) adalah sebagai berikut: 1. mengatur kerjasama yang seimbang dan saling menguntungkan antara pengusaha besar dengan pengusaha kecil atau peternak. 2.Memberikan iklim usaha yang lebih baik pada peternakan kecil. 3. Mendorong terciptanya pemerataan berusaha dan peningkatan pendapatan semua pihak. Pola-Pola Kemitraan Pola kemitraan pada dasarnya merupakan suatu pola kerjasama antara pengusaha atau pemilik modal sebagai inti dengan peternak sebagai plasma dalam upaya pengelolaan usaha peternakan. Pola kemitraan merupakan salah satu bentuk pengembangan wilayah melalui pembangunan ekonomi lokal yang berbasis ekonomi kerakyatan yang pelaksanaannya lebih ditekankan pada pembangunan yang berpihak pada rakyat (Marindo, 2008). 1. Kerjasama keterkaitan antar hulu-hilir (forward linkage) Forward linkage adalah sistem kemitraan yang didalamnya UB yang biasa disebut usaha center atau induk berada di upstream atau midstream yang menghasilkan barang intermediate yang memerlukan proses berikutnya di usaha kecil downstream. 2. Kerjasama Keterkaitan Antar Hilir-Hulu (Backward Linkage) Backward linkage adalah sistem kemitraan yang didalamnya perusahaan center atau inti atau induk yang biasanya UB bergerak dalam produksi barang akhir atau sebagai assembler (downstream), sedangkan UK sebagai pemasok komponen kepada UB berada baik yang di-upstream maupun midstream. 3. Kerjasama dalam bentuk bapak-anak angkat Bapak angkat Anak angkat merupakan hubungan antara pengusaha besar yang bersedia membantu perkembangan pengusaha kecil. Dibutuhkan kesadaran tinggi bagi bapak angkat untuk membantu anak angkatnya. Salah satu contohnya adalah BUMN yang memperoleh profit besar memberikan modal tanpa bunga kepada peternak di daerah miskin. 4. Inti Plasma Inti plasma merupakan hubungan kemitraan antara UKM dan UB sebagai inti membina dan mengembangkan UKM yang menjadi plasmanya dalam menyediakan lahan, penyediaan sarana produksi, pemberian bimbingan teknis manajemen usaha dan produksi, perolehan, penguasaan dan peningkatan teknologi yang diperlukan bagi peningkatan efisiensi dan produktivitas usaha 5. Waralaba Waralaba merupakan hubungan kemitraan, yang di dalamnya pemberi waralaba memberikan hak penggunaan lisensi, merek dagang, dan saluran distribusi perusahaannya kepada penerima waralaba dengan disertai bantuan bimbingan manajemen. Dalam pola ini UB yang bertindak sebagai pemberi waralaba menyediakan penjaminan yang diajukan oleh UKM sebagai penerima waralaba kepada pihak ketiga.