P. 1
1 Reformasi Birokrasi DJP

1 Reformasi Birokrasi DJP

|Views: 77|Likes:
Dipublikasikan oleh Didit Adit

More info:

Published by: Didit Adit on Feb 06, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/06/2013

pdf

text

original

01

ORGANISASI

05

VISI DIREKTORAT JENDERAL PAJAK

“menjadi model pelayanan masyarakat yang menyelenggara sistem dan manajemen perpajakan kelas dunia, yang dipercaya dan dibanggakan masyarakat.”

05

VISI DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
Dalam pernyataan visi Direktorat Jenderal Pajak terkandung tiga cita-cita utama yang ingin dituju yaitu: • Menjadi model pelayanan masyarakat yang merefleksikan cita-cita untuk menjadi contoh pelayanan masyarakat bagi unit-unit instansi pemerintah lainnya. • Berkelas dunia yang merefleksikan cita-cita untuk mencapai tingkatan standar dunia atau standar internasional baik untuk kualitas aparatnya maupun kualitas kinerja dan hasil-hasilnya. • Dipercaya dan dibanggakan masyarakat yang merefleksikan cita-cita untuk mendapatkan pengakuan dari masyarakat bahwa eksistensi dan kinerjanya memang benar-benar berkualitas tinggi dan akurat, mampu memenuhi harapan masyarakat serta memiliki citra yang bersih dan baik.

05

MISI DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
• Misi Fiskal “menghimpun penerimaan dalam negeri dari sektor pajak yang mampu menunjang kemandirian pembiayaan pemerintah berdasarkan undangundang perpajakan dengan tingkat efektivitas dan efisiensi yang tinggi.” • Misi Ekonomi “mendukung kebijaksanaan pemerintah dalam mengatasi permasalahan ekonomi bangsa dengan kebijaksanaan perpajakan yang minimizing distortion.” • Misi Politik “mendukung proses demokratisasi bangsa.” • Misi Kelembagaan “senantiasa memperbaharui diri selaras dengan aspirasi masyarakat dan teknokrasi perpajakan serta administrasi perpajakan mutakhir.”
05

STRATEGI DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
• Strategi Menunjang Kemandirian Pembiayaan Pemerintah (Misi Fiskal) • Strategi Mengatasi Permasalahan Ekonomi Bangsa (Misi Ekonomi) • Strategi Mendukung Proses Demokratisasi Bangsa (Misi Politik) • Strategi Senantiasa Memperbaharui Diri (Reinventing Direktorat Jenderal Pajak)

05

TUJUAN DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
• • • • Tujuan Bidang Fiskal Tujuan Bidang Ekonomi Tujuan Bidang Politik Tujuan Bidang Kelembagaan

05

SASARAN DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
• Tercapainya target tax ratio 16 % pada tahun 2004, dan meningkatkan penerimaan dalam negeri. • Terwujudnya perundang-undangan dan peraturan perpajakan yang adil, sederhana, menjamin kepastian hukum, efisien dan kompetitif.

05

KEBIJAKSANAAN DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
• Memperluas cakupan basis pajak (tax base) melalui penyempurnaan perundang-undangan, sistem, prosedur, dan administrasi perpajakan, serta intensifikasi dan ekstensifikasi. • Revaluasi peraturan perundang-undangan perpajakan beserta peraturan pelaksanaannya. • Melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak terkait guna mempercepat pelayanan dan meningkatkan kuantitas dan kualitas pemberian pertimbangan, tanggapan, informasi kepada pihak yang membutuhkan sehubungan dengan masalah perpajakan internasional. • Peningkatan sumber daya manusia

05

PROGRAM DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
• • • • • • • • • • Membuat penghitungan rencana dan analisis penerimaan yang lebih baik. Meningkatkan kualitas penghitungan potensi pajak. Meningkatkan administrasi penerimaan pajak. Menyempurnakan sistem, prosedur, formulir dan laporan perpajakan. Intensifikasi penerimaan pajak. Ekstensifikasi penerimaan. Peningkatan volume penyuluhan perpajakan secara nasional dengan efektif. Peningkatan volume pelayanan perpajakan secara nasional dengan efektif. Perubahan peraturan perundang-undangan perpajakan beserta peraturan pelaksanaannya. Meningkatkan pelayanan, kuantitas dan kualitas pemberian pertimbangan, tanggapan, informasi kepada pihak yang membutuhkan sehubungan dengan masalah perpajakan internasional. Peningkatan angka kredit fungsional dan pemberian bantuan tenaga pengajar. Penyelenggaraan pendidikan/kursus penunjang.
05

• •

KEGIATAN DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
• • • • • • • • • • • • Program membuat penghitungan rencana dan analisis penerimaan yang lebih baik Program meningkatkan kualitas penghitungan pajak Program meningkatkan administrasi penerimaan pajak Program menyempurnakan sistem, prosedur, formulir dan laporan perpajakan Program intensifikasi penerimaan pajak Program ekstensifikasi penerimaan Program peningkatan volume penyuluhan perpajakan secara nasional dengan efektif. Program peningkatan volume pelayanan perpajakan secara nasional dengan efektif Program perubahan peraturan perundang-undangan perpajakan beserta peraturan pelaksanaannya. Program meningkatkan pelayanan, kuantitas dan kualitas pemberian pertimbangan, tanggapan, informasi kepada pihak yang membutuhkan sehubungan dengan masalah perpajakan internasional. Program peningkatan angka kredit fungsional dan pemberian bantuan tenaga pengajar Program penyelenggaraan pendidikan/kursus penunjang
05

SEJARAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
• Direktorat Jenderal Pajak merupakan instansi pemerintah di lingkungan Departemen Keuangan yang mengemban tugas untuk mengamankan penerimaan negara dari sektor perpajakan. • Berdasarkan Staatsblad 1924 Nomor 576 Artikel 3, kedudukan Direktorat Jenderal Pajak berada di bawah Department van Financien. Pada saat itu namanya adalah Djawatan Padjak. • Pada masa penjajahan Jepang, Department van Financien diubah namanya menjadi Zaimubu dengan Djawatan Padjak sebagai salah satu jawatan yang ada di bawahnya. Bersama Djawatan Bea dan Cukai dan Djawatan Padjak Hasil Bumi, Djawatan Padjak digabungkan dan berada di bawah seorang pimpinan dengan nama Syuseikatjo.

05

Masa Kemerdekaan
• Berdasar Peraturan Pemerintah 1948 Nomor 51 tanggal 23 Oktober 1948, terdapat 3 (tiga) organisasi yang menangani masalah perpajakan yaitu Djawatan Padjak, Kantor Accountant Padjak, dan Djawatan Padjak Bumi. Penggabungan beberapa unit organisasi turut mewarnai sejarah Direktorat Jenderal Pajak, yaitu penggabungan Jawatan Pajak, Jawatan Lelang dan Jawatan Akuntan Pajak. • Pada 1976 Direktorat Iuran Pembangunan Daerah, atau yang leih dikenal dengan Direktorat Ipeda, yang pada awalnya berada di bawah Direktorat Jenderal Moneter dialihkan kepada Direktorat Jenderal Pajak
05

SEJARAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
• Kantor Jawatan Pajak & Kantor Jawatan Akuntan Pajak yang merupakan unit operasional Direktorat Jenderal Pajak di daerah berganti menjadi Kantor Inspeksi Pajak. Kantor Jawatan Lelang berganti menjadi Kantor Lelang Negara yang berada di bawah Kantor Inspeksi Pajak. Pada daerahdaerah yang tidak terdapat kantor Inspeksi Pajak, dibentuklah Kantor Dinas Luar yang pada saat itu lebih dikenal dengan KDL yag secara struktural berada di bawah Kantor Inspeksi Pajak. • Kantor Inspeksi Pajak berubah nama menjadi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) sedangkan Kantor Dinas Luar berubah menjadi Kantor Penyuluhan Pajak (KAPENPA). Dalam perkembangan selanjutnya KAPENPA berganti nama menjadi Kantor Penyuluhan dan Pengamatan Potensi Pajak (KP4). Selain itu, dibentuk suatu unit organisasi baru yaitu Unit Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak (KARIKPA).

05

SEJARAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
• Perubahan juga terjadi pada Direktorat Iuran Pembangunan Daerah yang telah berubah nama menjadi Direktorat Pajak Bumi dan Bangunan. • Kantornya di daerah yaitu Kantor Inspeksi Ipeda berubah menjadi Kantor Inspeksi Pajak Bumi dan Bangunan dan kemudian berubah lagi menjadi Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan (KPPBB) • Kantor Lelang Negara dipisahkan dari Direktorat Jenderal Pajak untuk selanjutnya diserahkan kepada Badan Urusan Piutang dan Lelang Negara (BUPLN) yang merupakan organisasi setingkat eselon I di lingkungan Departemen Keuangan
05

SEJARAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
• Dalam rangka mengefektifkan koordinasi pelaksanaan tugas di daerah, dibentuk beberapa Kantor Inspeksi Daerah atau Irda, yaitu di Jakarta dan beberapa daerah di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Indonesia Timur. Inspektorat Daerah inilah yang kemudian menjadi cikal bakal kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak.

05

EVALUASI TERHADAP PERANGKAT STRATEJIK
1. 2. 3. 4. 5. 6. Analisis Strategi Analisis Tujuan Analisis Sasaran Analisis Kebijakan Analisis Program Analisis Kegiatan

05

SRUKTUR ORGANISASI DJP

05

PROSES BISNIS

05

TUGAS POKOK DAN FUNGSI • KMK 94/KMK.01/1994 • KMK 443/KMK.01/2001
– Kantor Pusat – Kantor Wilayah – KPP, KPPBB, Karikpa, KP4, Kelompok Jabatan Fungsional

05

KELEMAHAN DALAM STRUKTUR ORGANISASI

• Pemisahan Wewenang • Konsultasi dan Pengawasan • Pengajuan dan Penyelesaian Keberatan

05

SOP DAN PERMASALAHANNYA • Ketentuan Peraturan Perpajakan • Pendaftaran NPWP dan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak • Pelaporan SPT • Dokumen Perpajakan dan Gudang Arsip

05

DJP IT Milestone
Over years constant innovation & growth
-Rightsizing dalam menghadapi Y2K -Pengenalan aplikasi WEB dan pertama kali aplikasi WEB di publikasikan -Pembangunan aplikasi PKPM -Blueprint Architecture Sistem Informasi Teknologi DJP

-Penerapan Sistem Otomasi Adm. KARIKPA -Pembangunan aplikasi SIP yang bersifat : Local, Automation, Redundant Activity

2000

1998

1994

1980 - 1993

-Pengenalan WAN, Satelite, terbatas pada beberapa Kanwil & KPP: -Aplikasi terbatas pada STKDeO (menggantikan Sistem Transfer Data 520)

-NPWP Nasional -Pengenalan komputer -Perekaman SPT tertentu -NPCS (New Payment Control System) -Otomatisasi Sistem Administrasi Pajak -Penggunaan Computerized Audit

DJP IT Milestone
Over years constant innovation & growth
-Renc. -Renc. -Renc. -Renc. -Pencapaian Tax Coverage Ratio Pengembangan Processing Engine Implementasi Replikasi SIDJP ke-3 Pengembangan eRequest Pengembangan eTaxPayer Account

2009

-Pembangunan eReg -Pembangunan eSPT -Pembangunan eFilling -Implementasi RLTO/LTO/eSPT/ eMP3 dan PORTAL intranet

-Pembangunan ODS -Pembangunan Bisnis Inteligent -Pengembangan sistem report, DSS, dan OLAP -Sentralisasi SIDJP -Implementasi replikasi SIDJP -Sipeta

2008

2007
-Renc. Modernisasi Seluruh Ind. -Renc. Mobile Access -Establishment 1. Transparansi Data (one and the only one data) 2. Standarisasi Pelayanan/Pekerjaan 3. Information Driven

2006 2005

2002

2003

2004

-Pembangunan BCP, SIDJP -Pembangunan Server & Storage -Pembangunan eMP3 consolidation, DRC -Pembangunan Intranet DJP -Pembangunan Integrated -Pembangunan Data Center -Pembangunan RLTO, LTO, dan Database & IT infrastructure -Mobile Access, e-Bank Data SAPT -SAFE (Secure Architecture for -Seluruh DJP terhubungkan Enterprise) --e-TR

-Renc. -Renc. -Renc. -Renc. -Renc. -Renc.

Pembangunan DPC Pengembangan Retrieval Engine Implementasi Replikasi SIDJP ke-2 Pengembangan eData Implementasi eSPN Penggabungan Server Dit. PBB dgn Data Center DJP

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI DJP
• Pengembangan teknologi informasi di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dimulai awal 90-an, yaitu dengan penerapan aplikasi New Payment Control System (NPCS) yang berfungsi untuk mengawasi dan mengevaluasi pembayaran pajak. • Pada awal 1994, mulai diperkenalkan Sistem Informasi Perpajakan (SIP) untuk menggantikan NPCS yang berfungsi sebagai sarana pengawasan Surat Pemberitahuan (SPT) Wajib Pajak sekaligus untuk mengawasi dan mengevaluasi pembayaran pajak, serta dapat juga berperan sebagai sarana pendukung pengambilan keputusan. • Di bidang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) diperkenalkan Sistem Manajemen Informasi Objek Pajak (SISMIOP) yang mengkomputerisasi obyek PBB yang dilengkapi dengan citra.

05

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI DJP
• Sejalan dengan pembenahan sistem tersebut, sistem penomoran NPWP juga dibenahi, yang tadinya 12 digit menjadi 15 digit untuk menampung WP cabang. Dengan makin terotomasinya pekerjaan manual klerikal di DJP, kebutuhan terhadap sistem yang mendukung DSS (Decision Supporting System) semakin mendesak. • Daya tampung database juga semakin membesar seiring dengan pertambahan jumlah WP setiap tahun. • Pada tahun 2002, DJP mengimplementasikan penggunaan Sistem Administrasi Perpajakan Terpadu (SAPT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Wajib Pajak Besar, atau biasa disebut LTO (Large Taxpayer Officer).

05

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI DJP
• Situs Internet DJP (http://www.pajak.go.id). • Pengembangan knowledge base di beberapa Kantor Wilayah (Kanwil. • Situs Intranet DJP yang merupakan sarana komunikasi internal Ditjen Pajak dan sekaligus pintu masuk menuju berbagai program aplikasi. • Program aplikasi e-registration, e-filing, e-SPT. • Sistem Informasi Geografis (SIG) yang telah dikembangkan menjadi suatu "smart map" sehingga dapat memuat info rinci yang terkait dengan suatu Nomor Objek Pajak (NOP).

05

PERMASALAHAN SISTEM INFORMASI PERPAJAKAN
• SIP ini berbasis Oracle Unix dan belum web based (masih bersifat client-server) dengan tampilan seperti aplikasi kasir pada pusat-pusat perbelanjaan. • Terdapat celah yang sangat besar untuk mempermainkan data perpajakan yaitu data SIP yang dapat diubah baik itu tampilan untuk dicetak maupun substansi isi dari database perpajakan KPP itu sendiri oleh Operator Console sebagai super user/administrator. • User id pun belum berdasarkan id pegawai melainkan id per jabatan per seksi sehingga pertanggungjawaban atas pekerjaan tidak dapat dimonitor. • Aplikasi belum terintegrasi.

05

SUMBER DAYA MANUSIA

05

Rincian Pegawai Ditjen Pajak Berdasarkan Tingkat Pendidikan Formal Tahun 2010
No 1 2 3 4 5 6 7 Tingkat Pendidikan Sekolah Dasar (SD) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Sekolah Menengah Atas (SMA) Diploma I dan III Sarjana (S1) Master (S2) Doktor (S3) Jumlah Jumlah Pegawai 1.118 1.165 12.789 6.612 5.627 210 8 27.599 Persentase 4,30 4,22 46,34 23,96 20,39 0,76 0,03 100

Rincian Pegawai Ditjen Pajak Berdasarkan Golongan Tahun 2010
No
1 2 3

Golongan
IV III II

Jumlah Pegawai
623 11.242 15.269

Persentase
2,26 40,73 55,32

4
Jumlah

I

465
27.599

1,69
100

PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN • Analisis Kebutuhan • Sasaran Pelatihan dan Pengebangan • Proses penyaringan dalam pelatihan dan pengembangan • Metode Pelatihan dan Pengembangan

05

PENILAIAN PRESTASI KERJA Penilaian prestasi kerja dilakukan dengan penilaian DP3 oleh atasan langsung yang bersifat  Kuantitaif  Subjektif  Absolute

05

KOMPENSASI Kompensasi yang diperoleh pegawai Pajak:  Gaji  Tunjangan Khusus Depkeu  Insentif Pegawai Pajak

05

MUTASI DAN PENGANGKATAN PEGAWAI • Sistem pemindahan pegawai masih banyak terjadi praktek pengaturan derah tujuan idola dan daerah tempat pengasingan. • Masih terdapat pegawai honorer yang proses perekrutannya melibatkan nepotisme atau sistem titipan dari orang yang memiliki kedudukan tertentu

05

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->