Anda di halaman 1dari 8

Latihan fisik

Latihan fisik merupakan aktivitas yang dilakukan seseorang untuk meningkatkan atau memelihara kebugaran tubuh. Latihan fisik umumnya dikelompokkan ke dalam beberapa kategori, tergantung pada pengaruh yang ditimbulkannya pada tubuh manusia. Latihan fleksibilitas seperti regang memperbaiki kisaran gerakan otot dan sendi. Latihan aerobik seperti berjalan dan berlari berpusat pada penambahan daya tahan kardiovaskular. Latihan anaerobik seperti angkat besi menambah kekuatan otot jangka pendek. Latihan bisa menjadi bagian penting terapi fisik, kehilangan berat badan atau kemampuan olahraga. Latihan fisik yang sering dan teratur memperbaiki kinerja sistem kekebalan tubuh, dan membantu mencegah penyakit kekayaan seperti jantung, penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2 dan obesitas.

[sunting] Jenis latihan fisik


Lihat juga: olahraga berjalan berlari yoga aerobik binaraga senam

[sunting] Sejarah
Keuntungan latihan fisik telah dikenal sejak zaman kuno. Marcus Cicero di tahun 65 SM, menyatakan: "Latihan sendirilah yang membantu jiwa, dan menjaga akal tetap giat berpikir".

[sunting] Latihan fisik dan fungsi otak


Dalam jangka panjang, latihan fisik berguna untuk otak dengan:

menambah aliran darah dan oksigen ke otak menambah faktor pertumbuhan yang membantu menciptakan sel saraf yang baru dan memperbaiki keliatan sinaps menambah bahan kimia di otak yang membantu kognisi, seperti dopamin, glutamat, norepinefrin, dan serotonin

Serotonin (bahasa Inggris: 5-hydroxytryptamine, 5-HT) adalah suatu neurotransmiter monoamino yang disintesiskan pada neuron-neuron serotonergis dalam sistem saraf pusat dan sel-sel enterokromafin dalam saluran pencernaan.

Latihan fisik dengan berlari


with 7 comments Sudah lama sekali saya ingin menulis masalah olahraga. Dulu pada saat penulisan karya ilmiah di GPA Perhimpunan Penjelajah dan Pecinta Alam SMAN 2 Bandung, saya menulis tentang latihan fisik untuk Usia latihan pada umuran anak2 sma, saya sudah lupa lagi judulnya apa, tapi kurang lebih seperti itu. Program latihan ini penting untuk rekan-rekan baik yang tidak berkegiatan berat ataupun yang memiliki tujuan tertentu. Dalam persiapan naik gunung RInjani yang saya lakukan bulan Juni lalu, saya melakukan latihan dengan berlari. Latihan sendiri sebenarnya sudah dimulai dari januari, tetapi belum intensif, memasuki bulan april kegiatan latihan ditambah hingga dua kali seminggu, masing-masing latihan sekitar 30 menit. Tempat latihan berbeda-beda, kadang di sekitar rumah, kadang juga di Jatinangor kampus UNPAD, kebetulan sekali disini ada track lari yang lumayan lah masih kelihatan track tanah liatnya, walau sebagian besar telah tertutup rumput ( kapan ya lapangan UNPAD

bisa terpelihara dengan baik, Pak Ganjar mohon perhatiannya, kami warga UNPAD akan senang sekali klo lapangan kita itu diperhatikan). Tetapi saya lebih suka untuk latihan berlari di tempat yang naik turun atau cross country, tidak monoton di track lari. Selain tidak bosan juga menambah beban latihan, karena dengan ada perbedaan tinggi maka akan menambah berat latihan. Pernah satu ketika, diajak untuk ikut jogging di sekitar situlembang oleh Pa Cece anggota GPA yang juga secara rutin latihan lari tiap pagi di lapangan gasibu. Jalur menempuh waktu sekitar 4 jam, jalurnya sendiri dari daerah Cijanggel tempat bangunan PDAM berdiri Lawang Angin - sebelum tiba di situlembang ada pertigaan lurus dan kekanan (dari sini naek kekiri ) - punggungan sebelah barat Barak puncak Leumeungan Cicaruk Barak Situ lembang. Jalur jogging di rumah menempuh jarak sekitar 5 km, entah lah belum pernah dites pake motor yang ada pengukur jaraknya, hanya berdasar Google Earth. Jalur yang dilalui dari komplek Pasir Honje Perumahan ITB Bukit Mas Bojongkoneng Pasir Leutik Komplek DU muter2 sedikit di komplek. Waktu yang dibutuhkan untuk jalur ini sekitar 20 menit hinga 27 menit. Berbeda beda tiap kali, tergantung moodnya ingin ngebut atau santai. Memang untuk sebagian orang mungkin terlalu berlebihan, tetapi sebaiknya kita melihat saja apa yang dianjurkan oleh para ahlinya. Saya menemukan beberapa buku-buku olahraga milik orangtua saya yang dapat mendukung penulisan kembali pengetahuan tentang latihan fisik. Adapun tulisan saya ini berdasar pada tulisan yang disusun oleh dr. Hasnan Said tahun 1976 pada buku Erobika dan juga buku Manusia dan Olahraga karya gabungan dari para pakar olahraga. Daripada berlama-lama membaca pendahuluan maka kita mulai saja. Latihan fisik adalah latihan yang bertujuan untuk meningkatkan kondisi fisik, yaitu faktor yang amat penting bagi setiap atlet. Tanpa kondisi fisik yang baik atlet tidak akan dapat mengikuti latihan-latihan, apalagi bertanding dengan sempurna. Beberapa kemampuan fisik dasar yang perlu dikembangkan antara lain adalah kekuatan, daya tahan, kelentukan, kelincahan, dan kecepatan. Selain latihan fisik, bagi seseorang yang hendak meningkatkan penguasaan ketrampilan gerak dalam suatu cabang olahraga, perlu melakukan latihan teknik, latihan taktik dan latihan mental. Latihan atau training adalah suatu proses berlatih yang sistematis yang dilakukan secara berulang-ulang dan yang kian hari jumlah beban latihannya kian bertambah. Sistematis berarti pelatihan dilaksanakan secara teratur, berencana, menurut jadwal, menurut pola dan sistem tertentu, metodis, bersinambung dari yang sederhana ke yang lebih kompleks. Apabila ada latihan yang tidak memenuhi salah satu atau lebih bukanlah latihan yang sist ematis. Berulang-ulang berarti bahwa gerakan yang dipelajari harus dilatih secara berulang kali (mungkin berpuluh atau beratus kali) agar gerakan yang semula sukar dilakukan dan koordinasi gerakan yang masih kaku menjadi kian mudah, otomatis dan

reflektif pelaksanaannya. Demikian pula agar pola serta koordinasi gerak menjadi lebih halus sehingga semakin menghemat energi atau gerakan menjadi efisien. Beban kian hari kian bertambah berarti secara berkala beban latihan harus ditingkatkan manakala sudah tiba saatnya untuk ditingkatkan. Kalau beban latihan tidak pernah bertambah prestasi pun tidak akan meningkat. Contohnya dalam latihan beban, latihan dengan beban yang ringan tidak akan mungkin meningkatkan kekuatan otot untuk itu perlu beban semakin lama semakin berat. Setiap kita melakukan kegiatan tentu ada tujuan dan sasarannya, untuk sasaran olahraga kesehatan terdiri dari tiga tahap Sasaran minimal : dimaksud untuk mempertahankan dan memelihara kemampuan gerak yang masih ada dan mengusahakan meningkatkannya melalui latihanlatihan peregangan dan pelemasan untuk memperluas pergerakan persendian. Sasaran Antara : untuk memelihara dan meningkatkan kekuatan dan daya tahan otototot untuk dapat meningkatkan kemampuan gerak lebih lanjut. Seperti halnya sasaran minimal, dimulai dengan pemanasan dan pelemasan kemudian dilanjutkan dengan latihan untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot, yaitu dengna melakukan gerakangerakan antagonistik atau berlawanan (nanti kita cari arti sebenarnya) cepat berulangulang disertai dengan sentakan-sentakan untuk lebih mengisi gerakan tersebut. Manusia yang tergolong muda usia dapat mempunyai persoalan dalam melakukan tahapan ini, khususnya yang secara fisik tidak aktif dan tidak melakukan olahraga. Sasaran utama : yaitu memelihara dan atau meningkatkan kapasitas aerobik. Setiap orang yang tidak teratur berolahraga akan memiliki kapasitas aerobik yang rendah. Nilai kapasitas aerobik mencerminkan derajat sehat seseorang (sepertinya kapasitas aerobik ini perlu dijelaskan lebih lanjut). Cara pengukurannya ternyata tidak begitu sulit. Tes lari yang biasa digunakan untuk tes masuk AKMIL, olahraga di sekolah yaitu tes lari 12 menit (dikembangkan oleh Cooper) dapat digunakan untuk mengukur derajat kebugaran seseorang. Pelaksanaannya mudah, murah dapat dilakukan secara massal. Bila kita menggunakan uji aerobik Cooper, sasaran yang ingin kita capai sekurang-kurangnya kategori rata-rata/sedang. Akan lebih baik bila mampu mencapai katagori baik. Daftar katagori uji aerobikdengan lari 12 menit, akan ditunjukkan kemudian . Latihan dengan berlari untuk program erobika merupakan latihan yang paling efisien, karena melatih lengan dan tungkai serta mempunyai efek menguatan kelompok otot sepanjang badan. termasuk otot perut. Latihan ini boleh saja dilakukan setiap orang tanpa memperhitungkan tingkat usia, asal saja tidak mempunyai kelainan fisik. Bagi mereka yang kondisi fisiknya masih tergolong kurang baik, dianjurkan untuk menempuh program permulaan dengan berjalan kaki. Program Permulaan dengan berlari <30 tahun

Minggu ke 1 2 3 4 5 6

Jarak (km) 1,6 1,6 1,6 1,6 1,6 1,6

Waktu (menit) Berapa kali/minggu Nilai/minggu 13,5 5 10 13 5 10 12 5 10 11 5 15 11 5 15 10,5 5 15

Program kondisi dengan berlari untuk umur <30.

Progran kondisi dengan berlari (<30 tahun)

http://kamissore.blogspot.com/2009/05/tips-latihanfitness.html
Tak dapat dipungkiri kalau kebanyakan dari kita tak dapat menikmati fitness atau latihan dengan Alat Fitness. Juga sebuah kebenaran kalau setiap orang di dunia ini dapat keuntungan dari fitness dan program nutrisi yang tepat. Berikut 10 tips untuk mendapatkan latihan rutin Anda mulai hari ini. 1. Rancang Tujuan Ralistis Dan Nyata Merancang tujuan sederhana seperti ingin mengurangi berat badan tidaklah efektif. Buat yang lebih spesifik. Sebagai contoh, 'Aku ingin mengurangi 10 kg hingga 5 September. Lihat Alat Fitness dan Peralatan Fitness. 2. Ukur Peningkatan Anda Ukur setiap peningkatan dan lakukan secara rutin. Anda tak dapat mengukur seberapa besar berat badan Anda berkurang saat Anda tak mengukurnya pada permulaan. 3. Buat Data Untuk Tiap Latihan Masing-masing dan tiap sesi latihan harusnya di data. Pertahankan ukuran latihan Anda dan ciptakan jurnal sukses Anda sendiri/Peralatan Fitnes. 4. Padukan Kardio Anda Buat sesi kardio/Alat Fitnes beragam secara intensitas dan panjangnya. Coba kardio baru dan pertahankan tetap segar. 5. Latihan Keras Bukan Hanya Untuk Pria Setiap orang boleh berlatih dengan keras. Latihan keras membangun otot dan meningkatkan kepadatan tulang. Latih semua grup otot utama setiap 1-3 kali per minggu. 6. Istirahat Cukup tidur selama 7 hingga 9 jam tiap malam. Begitu pula istirahatkan otot Anda dengan tidak melakukan latihan selama 1 hingga 2 hari setiap minggu. 7. Pemanasan Lakukan pemanasan selama 5 hingga 10 menit sebelum Anda melakukan latihan inti (Jual Alat Fitnes). Anda harus mengawali dengan menaikan suhu tubuh terlebih dahulu. 8. Pendinginan Lakukan pendinginan dengan perenggangan pada keseluruhan tubuh. Ini akan membantu meningkatkan flesibelitas dan mengurangi sakit pada otot di hari berikutnya.

9. Nutrisi Merupakan Setengah Dari Pertempuran Konsumsi makanan dengan layak sebagai imbangan dari latihan rutin Anda. Makan makanan sehat dan tinggalkan diet ketat selamanya dalam kehidupan Anda. Lihat Peralatan Fitnes dan Toko Fitnes 10. Terus Beri Motivasi Ajak teman untuk ikut berlatih atau lakukan latihan dengan pelatih pribadi. Lakukan apapun untuk membuat Anda berkomitmen. Jika Anda mulai kendor, usir rasa bersalah dan lakukan kembali latihan rutin Anda secepat mungkin (Toko Alat Fitness). (articlebiz/erl)
Sumber:KapanLagi.com

Temukan informasi mengenai Alat Fitness - Toko Alat Fitness - Jual Alat Fitness Peralatan Fitnes - Toko Fitness - Jual Fitness - Alat Fitnes - Peralatan Fitness - Toko Alat Fitnes - Jual Alat Fitnes - Toko Fitnes - Jual Fitnes dan Alat Fitness: Toko Alat Fitness-Jual Alat Fitness&Peralatan Fitnes Depok Jawa Barat pada 88db.com