Anda di halaman 1dari 17

STUDI KASUS ( CASE STUDY ) LAPORAN STUDI KASUS

Laporan Ini Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Studi Kasus

Dosen Pengampu : Dra. Ni Made Setuti, M.Erg., Kons. Disusun Oleh : I Made Sumadiyasa ( 1011011103 )

JURUSAN BIMBINGAN KONSELING FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA 2013

KATA PENGANTAR

Puja dan puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat beliaulah kami dapat menyelesaikan laporan ini. Terselesaikannya laporan ini tidak lepas dari bantuan dan dorongan dari pihak-pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam proses penyusunan dan pembuatan laporan ini. Rasa terima kasih kami sampaikan kepada Ibu dosen pembimbing Dra. Ni Made Setuti, M.Erg., Kons. yang telah bersedia menuntun dan membantu penulis dalam pembuatan laporan ini serta narasumber dan pihak-pihak lainnya yang turut serta membantu demi terselesaikannya laporan ini sesuai dengan apa yang telah diharapkan sebelumnya. Penulis sebagai manusia yang banyak memiliki kekurangan menyadari bahwa apa yang penulis sampaikan dalam laporan ini masih jauh dari kesempurnaan baik dalam proses penyampaiannya maupun isi atau hal-hal yang terkandung di dalamnya. Maka dari itu penulis laporan ini sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca yang penulis banggakan yang bersifat membangun sehingga dapat membantu penulis untuk dapat lebih

menyempurnakan lagi laporan ini. penulis sangat berharap apa yang dalam laporan ini dapat memberikan manfaat-manfaat yang sedianya dapat berguna pagi pembaca pada umumnya dan para calon konselor pada khususnya sehingga apa yang menjadi tujuan pendidikan di Indonesia serta tujuan Bangsa Indonesia dapat tercapai sebagaimana yang diharapkan.

Singaraja, 10 Januari 2013

Penulis,

ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................... DAFTAR ISI .................................................................................... BAB I PENDAHULUAN ............................................................... 1.1 Identitas Konseli ............................................................ 1.2 Gambaran Masalah ........................................................ 1.3 Kemungkinan Sebab ...................................................... 1.4 Kemungkinan Akibat ..................................................... BAB II PENGUMPULAN DATA ................................................. 2.1 Data Pribadi ................................................................... 2.2 Sumber Data .................................................................. 2.3 Teknik Pengumpulan Data ............................................ BAB III ANALISIS DATA ............................................................ 3.1 Menentukan Masalah ..................................................... 3.2 Menentukan Jenis Bantuan yang Diberikan .................. BAB IV TINDAK LANJUT ........................................................... 4.1 Bantuan yang Sudah Dilaksanakan ............................... 4.2 Bantuan yang Belum Dilaksanakan ............................... 4.3 Penyebab Bantuan yang Belum Dilaksanakan .............. BAB V PENUTUP .......................................................................... 5.1 Kesimpulan .................................................................... 5.2 Saran-saran ....................................................................

ii iii 1 1 2 2 2 4 4 5 5 9 9 9 11 11 12 12 13 13 13

iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Identitas Konseli Nama konseli Jenis kelamin Alamat : IB ( nama samaran ) : Laki-laki : Jl. Antap, Br. Antap Kaja, Ds. Antap, Kec. Selemadeg, Kab. Tabanan Tempat/tanggal lahir Umur Sekolah Kelas Keadaan jasmani : Tabanan, 4 Agustus 1999 : 13 tahun : SMP N 1 Selemadeg : VIII D : - Berbadan agak kurus - Tinggi badan 170 cm - Warna kulit sawo matang - Warna rambut hitam Keadaan kesehatan : - Penglihatan - Pendengaran - Pembicaraan - Potensi jasmani Hubungan keluarga : Normal : Normal : Normal : Normal

: - IB kurang mendapatkan perhatian orang tuanya - IB tinggal bersama kedua orang tuanya dan adik kandungnya

Anak Keadaan orang tua

: Pertama dari dua bersaudara : - Nama ayah : AW - Pekerjaan : Petani - Nama ibu : SA

- Pekerjaan : Petani - Alamat : Jl. Antap, Br. Antap Kaja, Ds. Antap, Kec. Selemadeg, Kab. Tabanan Perumahan : - Sederhana dan agak berantakan
1

- Tidak ada tempat belajar khusus untuk IB Sosial ekonomi : Pas-pasan dalam arti hanya cukup untuk seharihari di rumah Sekolah : SMP Negeri 1 Selemadeg

1.2. Gambaran Masalah IB merupakan siswa SMP Negeri 1 Selemadeg yang duduk di kelas VIII. Selama seminggu ini IB tidak pernah hadir dalam kelas, ia sudah 7 kali tidak hadir dan tanpa keterangan. Berdasarkan interview diketahui bahwa IB tidak masuk ke sekolah selama 7 hari berturut-turut disebabkan karena : - IB merasa belajar bukanlah sesuatu yang penting dibandingkan dengan bekerja. - IB kurang mendapatkan perhatian dari kedua orang tuanya yang disebabkan kedua orang tuanya sibuk bekerja. Jadi jelaslah dilihat dari hasil interview IB memiliki masalah yang berupa kegiatan membolos menghambatnya dalam menempuh pendidikan. Oleh sebab itulah maka IB perlu mendapatkan bantuan agar ia berhasil dalam menempuh pendidikannya tersebut.

1.3. Kemungkinan Sebab Sebab-sebab yang kemungkinan mempengaruhi keinginan IB untuk belajar ke sekolah : - Kurang perhatiannya orang tua IB terhadap IB sehingga dia merasa malas untuk belajar dan tidak hadir ke sekolah untuk mengikuti pelajaran di kelasnya. - Adanya pemikiran IB bahwa belajar bukanlah sesuatu yang penting untuk dilakukan.

1.4. Kemungkinan Akibat Apabila masalah ini dibiarkan berlarut-larut maka akan berakibat bagi IB yaitu IB akan ketinggalan dalam semua mata pelajaran karena IB

sudah 7 hari berturut-turut tidak masuk sekolah, semua mata pelajaran yang tidak diikutinya itu tidak akan dipahaminya dan IB tidak akan mendapatkan nilai harian sebagai nilai tambahan, hal ini akan berpengaruh terhadap penguasaan materi berikutnya dan hal ini akan tentu saja akan berpengaruh terhadap prestasi IB, jika hal ini terus di biarkan kemungkinan IB akan tidak naik kelas dan karirnya sebagai siswa akan buruk serta masa depannya akan semakin tidak jelas, sikap IB yang memilih untuk tidak masuk sekolah secara berturut-turut ini akan dapat berubah menjadi kebiasaan yang buruk dan akan mengganggu dan menghalangi IB dalam menempuh pendidikan yang sedang IB jalani.

BAB II PENGUMPULAN DATA

2.1. Data Pribadi IB telah mengisi daftar pribadi sebagai berikut : IB tinggal dengan ayah, ibu dan adiknya di Jl. Antap, Br. Antap Kaja, Ds. Antap, Kec. Selemadeg, Kab. Tabanan. - Jumlah orang yang tinggal dengan IB ada 4 orang. - IB anak pertama dari dua bersaudara. - Disiplin yang berlaku di rumah IB adalah disiplin liberal. - Penerangan sewaktu belajar cukup. - Suasana rumahnya tenang. - Kondisi rumah agak berantakan. - Perhatian orang tua terhadap pendidikannya kurang diperhatikan. - Pendidikan di SD IB tidak pernah tidak naik kelas. - Mata pelajaran yang paling disukai : SD : Menggambar

SMP : Olah raga - Mata pelajaran yang tidak disukai : SD : Matematika

SMP : Matematika - Kursus yang diikuti oleh IB yaitu PKS dan olah raga. - Kesehatan IB baik begitu pula dengan kesehatan kedua orang tua dan adiknya. - Cita-citanya : Sesudah tamat SMP ingin melanjutkan ke SMK. Pekerjaan yang ingin digelutinya yaitu sebagai wirausahawan. - Hobi bermain sepak bola. - Pekerjaan sehari-hari di rumah : Menolong orang tua bekerja, membersihkan rumah dan belajar.

2.2. Sumber data Dari Guru Menurut para guru IB sudah seminggu tidak mengikuti pelajaran di kelas, padahal sebelumnya IB tidak pernah sampai seminggu tidak hadir dan tanpa keterangan, serta baru kali ini IB tidak hadir 7 hari berturut-turut.

Dari IB Sendiri Berdasarkan pengakuan IB, ia merasa ke sekolah untuk belajar

bukanlah merupakan hal yang penting. Ia melihat bahwa bekerja lebih penting dari pada belajar ke sekolah yang hanya menghabiskan uang dan lebih pada akhirnya setelah bersekolah juga akan bekerja, dan lebih dari pada itu IB kurang mendapatkan perhatian dari orang tuanya.

2.3. Teknik Pengumpulan Data Data yang diperoleh dengan menggunakan berbagai teknik pengumpulan data, yaitu sebagai berikut :

2.3.1. Observasi Data yang diperoleh mengenai IB melalui observasi / pengamatan langsung ke SMP Negeri 1 Selemadeg. Observasi merupakan teknik pengumpulan data dengan melakukan pengamatan langsung baik dari luar maupun dari dalam kelas. Penulis mencatat hal-hal yang berhubungan dengan prilaku IB terutama dalam mengikuti pelajaran di kelas. Pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses belajar IB di dalam kelas. Adapun hasil dari pengamatan pada saat proses belajar mengajar diketahui, bahwa: 1. IB sudah 7 hari berturut-turut tidak mengikuti pelajaran di kelas. 2. 3. IB duduk di bangku paling belakang di kelasnya. IB termasuk anak yang mudah bergaul dengan temantemannya.

4. 5.

Ketika menerima pelajaran IB kurang begitu aktif di kelas. Alat tulisnya cukup lengkap sesuai kebutuhan belajarnya.

2.3.2. Wawancara Wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan cara pembicaraan langsung dengan IB maupun orang lain yang mengerti keadaan IB dengan tujuan memperoleh data secara lisan. Dengan wawancara, situasi kejiwaan IB akan terungkap. Saat wawancara, pewawancara harus menciptakan suasana akrab, terbuka, dan saling mempercayai. Berdasarkan hasil wawancara dari salah satu guru mata pelajaran : - Memang benar dalam 7 hari belakangan ini IB tidak hadir dan tanpa keterangan. - Di kelas IB kurang begitu aktif menerima pelajaran. Berdasarkan hasil wawancara dengan wali kelas IB diperoleh data sebagai berikut : - IB memang benar tidak masuk sekolah 7 hari belakangan ini. - IB tidak masuk tanpa memberikan keterangan. Dan berdasarkan hasil wawancara dari IB sendiri dapat diketahui penyebab IB tidak hadir dalam seminggu ini yakni : Wawancara pada sesi pertama : IB masih tertutup dan belum mau mengungkapkan masalahnya. Wawancara pada sesi kedua : IB merasa malas untuk belajar dan tidak hadir ke sekolah, karena ia merasa tidak ada gunanya sekolah karena bekerja lebih penting dan tidak menghabiskan namun justru menghasilkan uang apalagi setelah sekolah juga akan bekerja.

IB juga kurang mendapatkan kasih sayang atau perhatian dari orang tuanya.

2.3.3. Studi Dokumentasi. Studi dokumentasi adalah pengumpulan bukti dan keterangan yang terkait dengan data siswa. Adapun studi dokumentasi yang dipelajari penulis meliputi : Buku Raport.
Nama siswa Sekolah Kelas/Semester Tahun Pelajaran
No

Raport. Absen kelas.

: IB : SMP N 1 Selemadeg : VII/Gasal : 2011/2012


Nilai Hasil Belajar Pengetahuan dan Pemahaman Konsep 71 70 70 66 68 66 67 70 67 68 70 75 71 73 79

Mata Pelajaran

KKM

Praktik 69 68 66 69 70 80 75 -

Sikap B B B B B B B B B B B B B B B

1 2 3 4 5 6 7 9 10 11 12 14 15 17 18

Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Fisika Biologi Sejarah Geografi Ekonomi Sosiologi Pendidikan Jasmani TIK Bahasa Bali Budi Pekerti

70 70 68 65 67 66 65 65 65 65 65 70 70 70 75

Nilai yang tidak memenuhi KKM : -

Nama siswa Sekolah Kelas/Semester Tahun Pelajaran

: IB : SMP N 1 Selemadeg : VII/Genap : 2011/2012


Nilai Hasil Belajar Pengetahuan dan Pemahaman Konsep 70 70 73 69 68 66 69 72 66 68 70 79 75 75 79

No.

Mata Pelajaran

KKM

Praktik 68 70 66 66 70 80 75 -

Sikap B B B B B B B B B B B B B B B

1 2 3 4 5 6 7 9 10 11 12 14 15 17 18

Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Fisika Biologi Sejarah Geografi Ekonomi Sosiologi Pendidikan Jasmani TIK Bahasa Bali Budi Pekerti

70 70 68 65 67 66 65 65 65 65 65 70 70 70 75

Nilai yang tidak memnuhi KKM : Keterangan Absensi : Sakit Ijin Tanpa Keterangan :2 :3 :7

BAB III ANALISIS DATA

3.1. Menentukan Masalah Berdasarkan data-data di atas dapat calon analisa sebagai berikut : Berdasarkan hasil observasi dan wawancara IB sudah 7 hari berturutturut tidak mengikuti pelajaran dan tanpa keterangan. Dari hasil wawancara, saat mengikuti pelajaran IB juga terlihat kurang serius dan lebih sering bermain-main. Dari hasil studi dokumentasi bahwa IB pada semester sebelumnya tidak memiliki masalah dalam pendidikannya, ini dilihat dari nilai rapor yang diterimanya. Dari studi dokumentasi diketahui bahwa IB 7 hari belakangan tidak hadir di kelas tanpa keterangan. Dan berdasarkan hasil wawancara dari IB sendiri dapat diketahui penyebab IB tidak hadir dalam 7 hari ini yakni IB merasa malas untuk belajar, dan tidak hadir ke sekolah karena ia merasa tidak ada gunanya sekolah apalagi orang tua IB jarang memperhatikan IB dalam kesehariannya. Berdasarkan hasil analisis maka dapat ditentukan permasalahan IB yakni kurangnya perhatian orang tua IB terhadap keseharian dan pola belajar IB yang disebabkan kedua orang tua IB sibuk mencari nafkah untuk keluarga dengan bekerja ke sawah dan ke kebun sehingga membuat IB malas untuk belajar dan menganggap belajar itu bukanlah sesuatu yang penting dibandingkan dengan bekerja sehingga mendorong IB untuk tidak masuk sekolah menerima pelajaran selama 7 hari ini. 3.2. Menentukan Jenis Bantuan yang Diberikan Bantuan yang dapat diberikan untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh IB adalah :

1.

Mengadakan interview konseling dengan IB : Saat calon melakukan interview dengan IB calon

memberikan bimbingan belajar meliputi : Menumbuhkan kembali motivasi belajar IB. Menjelaskan tentang bagaimana cara belajar yang baik dan efektif. Memberikan bimbingan kepada IB serta menjelaskan tentang : Kerugian-kerugian yang ditimbulkan oleh perbuatan yang telah dilakukannya yaitu berupa kelakuan membolos. Memberikan pengertian terhadap IB bahwa perbuatannya itu melanggar peraturan sekolah. 2. Interview dengan guru yang mengajar di kelas IB : Calon memberi masukan kepada guru yang mengajar di kelas IB untuk memberi IB kesempatan untuk mengejar ketinggalannya pada semua mata pelajaran yang tidak diikuti selama ia tidak datang ke sekolah. 3. Interview dengan wali kelas IB : Calon mengusulkan kepada wali kelas IB untuk memberi orang tua IB surat pemberitahuan tentang perilaku IB selama seminggu ( 7 hari ini ) ini tidak hadir serta permohonan kepada orang tua IB untuk lebih memperhatikan pola belajar, dan memotivasi IB dalam belajar. 4. Melakukan home visit untuk memberikan pengertian kepada orang tua IB agar memberikan perhatian terhadap pendidikan IB.

10

BAB IV TINDAK LANJUT

4.1. Bantuan yang Sudah Dilaksanakan Adapun bantuan yang telah dilaksanakan yaitu bimbingan belajar serta menumbuhkan kembali motivasi belajar IB dengan cara memberikan pemahaman tentang manfaat belajar bagi IB, kerugian-kerugian bagi IB di masa yang akan datang jika dia malas belajar, serta menumbuhkan keinginan dari dalam diri IB sendiri untuk belajar tanpa adanya paksaan dari pihak lain. Kesempatan untuk mengejar ketinggalannya pada semua mata pelajaran yang tidak diikuti selama IB tidak masuk sekolah dengan cara memintanya untuk meminjam catatan dari teman dan belajar berkelompok serta pemberian tugas kepada IB pada semua mata pelajaran yang tidak ia ikuti selama membolos. Memberikan bimbingan kepada IB serta menjelaskan dampak negatif dari tingkah laku yang dilakukannya yang berupa membolos tersebut. Memberikan pengertian terhadap IB bahwa perbuatannya itu melanggar peraturan sekolah dan selama 1 bulan ke depan IB akan mendapatkan pengawasan dengan maksud mengawasi IB apakah akan mengulangi perbuatannya tersebut selama 1 bulan ke depan dan jika seandainya IB mengulangi perbuatan buruknya tersebut makan akan dilakukan pemanggilan terhadap orang tua IB yang nantinya memungkinkan IB untuk dikeluarkan dari sekolah atau sanksi lainnya. Memberi orang tua IB surat pemberitahuan tentang perilaku IB selama 7 hari ini tidak hadir serta permohonan kepada orang tua IB untuk lebih memperhatikan pola belajar dan keseharian IB dan memotivasi IB dalam belajar. Dalam usaha-usaha yang telah calon laksanakan tentunya masih belum sempurna, oleh karena itu agar lebih sempurna calon berusaha dengan beberapa cara yaitu : Melakukan follow up terhadap IB mengenai bantuan yang telah diberikan kepada IB. Melihat hasil belajar yang dicapai IB seperti nilai ulangan harian, dsb.

11

Mencari keterangan apakah IB telah mendapatkan perhatian dari orang tuanya di rumah. Demikianlah sedikit saran-saran bantuan yang calon berikan kepada

anak yang bersangkutan. 4.2. Bantuan yang belum dilaksanakan Adapun bantuan yang belum dilaksanakan yakni melakukan home visit untuk memberikan pengertian kepada orang tua BA agar memberikan perhatian terhadap pendidikan BA. 4.3. Penyebab bantuan yang belum dilaksanakan Adapun penyebab belum terlaksananya bantuan yakni terbatasnya waktu untuk melakukan observasi, sehingga bantuan tersebut tidak dapat dilaksanakan Dan karena calon masih belum menjadi seorang konselor sekolah atau guru BK yang disebabkan karena calon masih menempuh pendidikan.

12

BAB V PENUTUP

5.1. Kesimpulan Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa: Masalah-masalah yang dialami IB adalah kurangnya perhatian orang tua IB terhadap keseharian dan pola belajar IB sehingga membuat IB malas untuk belajar sehingga mendorongnya untuk tidak masuk sekolah selama 7 hari ini. Adapun bantuan yang telah dilaksanakan yaitu memberikan bimbingan belajar serta menumbuhkan kembali motivasi belajar IB. Memberi IB kesempatan untuk mengejar ketinggalannya pada semua mata pelajaran yang tidak diikuti selama IB membolos. Memberikan bimbingan kepada IB serta menjelaskan kerugian-kerugian yang ditimbulkan oleh perbuatan yang dilakukannya itu yaitu membolos sekolah. Memberikan pengertian terhadap IB bahwa perbuatannya itu melanggar peraturan sekolah tempat dia mengenyam pendidikan saat ini. Astungkara, segala bantuan yang calon berikan dapat membantu IB kedepannya. Namun segala bentuk pertolongan tersebut berdasarkan pengalaman yang dangkal dan masih jauh dari sempurna, calon

mengharapkan masukan-masukan dari para pembaca sekalian untuk lebih menyempurnakannya lagi.

5.2. Saran-Saran Sebagai calon konselor, kita tidak hanya duduk diam menunggu masalah tetapi mencari tahu permasalahan yang dialami oleh peserta didik agar masalah yang dialami oleh peserta didik dapat teratasi dan proses belajar mengajarnya tidak terganggu. Sebagai calon konselor sebisa mungkin kita sering melakukan bimbingan agar dapat meminimalisir masalah yang dialami oleh peserta didik. Dengan memberikan bimbingan yang lebih bersifat preventif atau

13

mencegah akan lebih bermanfaat dalam mengurangi permasalahan yang dialami oleh peserta didik.

14