Anda di halaman 1dari 38

ASSESMENT TEKNIK NON-TES MOTIVASI BELAJAR Laporan Ini Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Teknik Non

- Tes

Dosen Pengampu : Prof. Dr. Ni Ketut Suarni, M.S., Kons.

Disusun Oleh : I Made Sumadiyasa ( 1011011103 )

JURUSAN BIMBINGAN KONSELING FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA 2013

KATA PENGANTAR

Puja dan puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat beliaulah kami dapat menyelesaikan laporan ini. Terselesaikannya laporan ini tidak lepas dari bantuan dan dorongan dari pihak-pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam proses penyusunan dan pembuatan makalah ini. Rasa terima kasih kami sampaikan kepada Ibu dosen pembimbing Prof. Dr. Ni Ketut Suarni, M.S., Kons. yang telah bersedia menuntun dan membantu penulis dalam pembuatan makalah ini serta narasumber dan pihak-pihak lainnya yang turut serta membantu demi terselesaikannya makalah ini sesuai dengan apa yang telah diharapkan sebelumnya. Penulis sebagai manusia yang banyak memiliki kekurangan menyadari bahwa apa yang penulis sampaikan dalam laporan ini masih jauh dari kesempurnaan baik dalam proses penyampaiannya maupun isi atau hal-hal yang terkandung di dalamnya. Maka dari itu penulis laporan ini sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca yang penulis banggakan yang bersifat membangun sehingga dapat membantu penulis untuk dapat lebih

menyempurnakan lagi laporan ini. Penulis sangat berharap apa yang dalam laporan ini dapat memberikan manfaat-manfaat yang sedianya dapat berguna pagi pembaca pada umumnya dan para calon konselor pada khususnya sehingga apa yang menjadi tujuan pendidikan di Indonesia serta tujuan Bangsa Indonesia dapat tercapai sebagaimana yang diharapkan.

Singaraja, 28 Desember 2012

Penulis,

ii

DAFTAR ISI

Halaman Kata Pengantar .......................................................................................... Daftar Isi ................................................................................................... Daftar Tabel............................................................................................... BAB I PENDAHULUAN ........................................................................ 1.1 Latar Belakang Masalah ......................................................... 1.2 Rumusan Masalah .................................................................. 1.3 Tujuan .................................................................................... 1.3 Manfaat ................................................................................... BAB II MOTIVASI BELAJAR ............................................................... 2.1 Definisi Motivasi Belajar ........................................................ 2.2 Aspek-aspek Motivasi ............................................................. 2.3 Indikator Motivasi ................................................................... Kisi-kisi Instrumen Motivasi Belajar ............................................ Menyusun Perangkat Instrumen ................................................... BAB III UJI PAKAR/PROSES PENGEMBANGAN INSTRUMEN ..... ii iii iv 1 1 1 2 2 3 3 5 11 12 12 16

3.1 Uji Pakar .................................................................................. 16 3.2 Analisis Uji Pakar Dengan Menggunakan Rumus Gregory .... 19 3.3 Analisis Butir Menggunakan Analisis Product Moment ......... 22 BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan .............................................................................. 32 4.2 Saran-saran .............................................................................. Lampiran 32

iii

DAFTAR TABEL

Tabel : Kisi kisi Instrumen Motivasi Belajar ................................................... Butir-Butir Instrumen Motivasi Berprestasi ........................................... Rekapan Hasil Penilaian Judges ............................................................. Tabel Uji Judges ..................................................................................... Tabel Koefisien Validitas ....................................................................... Tabel Analisis Butir Soal ........................................................................ Tabel Validitas Soal 1 ............................................................................ Tabel Validitas Soal 2 ............................................................................ Tabel Validitas Soal 3 ............................................................................ Tabel Validitas Soal 4 ............................................................................ Tabel Validitas Soal 5 ............................................................................ 12 13 19 21 22 23 23 24 25 26 27

iv

BAB I PENDAHULUAN

1.1

LATAR BELAKANG Motivasi merupakan dorongan yang dapat berasal dari luar maupun dari dalam diri individu, motivasi ini dapat mendorong individu untuk melakukan sesuatu hal dari yang positif maupun negatif karena ia terdorong untuk melakukannya. Motivasi juga dapat mendorong seseorang untuk belajar yang disebut dengan motivasi belajar. Motivasi belajar ini sama seperti motivasi lainnya dapat bersumber dari berbagai sumber baik dari sumber internal atau dari dalam individu dan dapat pula dari sumber eksternal yaitu dari luar diri individu. Pengaruh besar kecilnya motivasi ini dalam mendorong individu untuk belajar. motivasi belajar yg tinggi ini akan sangat membantu individu dalam menempuh pendidikan yang dijalaninya saat ini dan akan mempengaruhi keberhasilannya di masa yang akan datang, karena orang yang sukses kemungkinan besar juga akan sukses dalam pekerjaan yang digelutinya. Jika dilihat pada masa saat ini banyak sekali para siswa atau pelajar yang memiliki motivasi belajar yang rendah, rendahnya motivasi belajar ini disebabkan oleh banyak hal seperti ang dijelaskan sebelumnya yaitu motivasi seseorang dapat dipengaruhi oleh faktor internal atau eksternal. Berdasarkan hal tersebutlah laporan ini dibuat.

1.2. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan apa yang terdapat pada latar belakang masalah, maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut : 1. Apakah yang termasuk ke dalam motivasi belajar ? 2. Apa sajakah yang menjadi aspek-aspek dalam motivasi belajar? 3. Apakah yang menjadi indikator motivasi belajar ?

1.3. TUJUAN Sesuai dengan apa yang terdapat pada latar belakang masalah dan rumusan masalah, maka tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Memberikan definisi mengenai motivasi belajar. 2. Menjelaskan aspek-aspek motivasi belajar. 3. Untuk menyelesaikan tugas mata kuliah teknik non-tes.

1.4. MANFAAT Manfaat penulisan makalah ini sesuai dengan hal-hal yang terdapat dalam latar belakang masalah, rumusan masalah dan tujuan, maka manfaat yang dapat diperolehdari pembuatan makalah ini adalah : 1. Terselesaikannya tugas mata kuliah teknik non-tes. 2. Dipahaminya tentang definisi tentang motivasi belajar. 3. Diperolehnya pemahaman tentang aspek-aspek motivasi belajar. 4. Pahamnya pembaca tentang indikator motivasi belajar.

BAB II MOTIVASI BELAJAR

2.1. Definisi Motivasi Belajar. Motivasi adalah suatu kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu, dan memberi arah dan ketahanan (persistence) pada tingkah laku tersebut ( Wlodkowski : 1985 ). Berdasarkan rumusan tersebut motif merupakan faktor dinamis, penyebab seseorang melakukan perbuatan. Suatu perbuatan dapat ditimbulkan oleh sesuatu motif. Namun juga bisa disebabkan oleh beberapa motif. Dalam belajar, motivasi punya peranan yang penting. Dalam membicarakan macam-macam motivasi belajar, ada dua macam sudut pandang, yakni motivasi yang berasal dari dalam pribadi seseorang yang biasa disebut motivasi intrinsik dan motivasi yang berasal dari luar diri seseorang yang biasa disebut motivasi ekstrinsik. Setiap anak harus memiliki motivasi belajar agar dapat tercapainya sesuatu atau hasil sesuai yang diharapkan. Motivasi berasal dari bahasa Latin, movere yang berarti bergerak atau bahasa Inggrisnya to move. Motif diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri organisme yang mendorong untuk berbuat ( driving force ). Motif tidak berdiri sendiri, tetapi saling berkaitan dengan faktor lain, baik faktor eksternal, maupun faktor internal. Hal-hal yang mempengaruhi motif disebut motivasi. Jadi motivasi adalah keadaan dalam diri individu atau organisme yang mendorong perilaku kea rah tujuan ( Walgito, 2004 : 220 ). Sedang menurut Plotnik ( 2005 : 328 ), motivasi mengacu pada berbagai factor fisiologi dan psikologi yang menyebabkan seseorang melakukan aktivitas dengan cara yang spesifik pada waktu tertentu. Berikut adalah pengertian motivasi menurut beberapa ahli yang penulis peroleh dari berbagai literatur : a. Mc. Donald yang dikutip oleh Sardiman mengemukakan, motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya feeling dan didahulu dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.

b. Tabrani Rusyan berpendapat, bahwa motivasi merupakan kekuatan yang mendorong seseorang melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan. c. Heinz Kock memberikan pengertian, motivasi adalah mengembangkan keinginan untuk melakukan sesuatu. d. Dr. Wayan Ardhan menjelaskan, bahwa motivasi dapat dipadang sebagai suatu istilah umum yang menunjukkan kepada pengaturan tingkah laku individu dimana kebutuhan-kebutuhan atau dorongan-dorongan dari dalam dan insentif dari lingkungan mendorong individu untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhannya atau untuk berusaha menuju tercapainya tujuan yang diharapkan. e. Gleitman dan Reiber yang dikutip oleh Muhibbin Syah berpendapat, bahwa motivasi berarti pemasok daya (energizer) untuk bertingkah laku secara terarah. f. Menurut Siti Sumarni ( 2005 ), Thomas L. Good dan Jere B. Braphy (1986) mendefinisikan motivasi sebagai suatu energi penggerak dan pengarah, yang dapat memperkuat dan mendorong seseorang untuk bertingkah laku. Ini berarti perbuatan seseorang tergantung motivasi yang mendasarinya. g. Dalam A.M. Sardiman ( 2005 : 75 ) motivasi belajar dapat juga diartikan sebagai serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang mau dan ingin melakukan sesuatu, dan bila ia tidak suka, maka akan berusaha untuk meniadakan atau mengelak perasaan tidak suka itu. Dari berbagai definisi yang dikemukakan oleh para ahli tersebut diatas, dapat dikatakan bahwa motivasi adalah sesuatu yang kompleks, karena motivasi dapat menyebabkan terjadinya perubahan energi dalam diri individu untuk melakukan sesuatu yang didorong karena adanya tujuan, kebutuhan atau keinginan. Pengertian belajar menurut Morgan, mengatakan bahwa belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai

suatu hasil dari latihan atau pengalaman ( Wisnubrata, 1983 : 3 ). Sedangkan menurut Moh. Surya ( 1981 : 32 ), belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan. Kesimpulan yang bisa diambil dari kedua pengertian di atas, bahwa pada prinsipnya, belajar adalah perubahan dari diri seseorang. Ciri kegiatan belajar adalah sebagai berikut : Belajar merupakan suatu aktivitas yang menghasilkan perubahan tingkah Laku, baik secara actual maupun potensial, baik maupun buruk. Perubahan yang terjadi bersifat positif dan berlaku dalam waktu yang relatif lama. Perubahan tersebut terjadi karena adanya usaha (termasuk didalamnya latihan dan pengalaman). Perubahan karena efek perkembangan dan kematangan tidak termasuk dalam proses belajar. Dari uraian yang tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak baik dari dalam diri maupun dari luar siswa ( dengan menciptakan serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu ) yang menjamin kelangsungan dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai.

2.2. Aspek-aspek Motivasi. Berikut akan dijelaskan sedikit mengenai aspek motivasi, aspek motivasi menurut Walgito, yaitu : 1. Keadaan yang mendorong dan kesiapan bergerak dalam diri organisme yang timbul karena kebutuhan jasmani, keadaan lingkungan, keadaan mental (berpikir dan ingatan). 2. Perilaku yang timbul dan terarah karena keadaan tersebut. 3. Sasaran atau tujuan yang dikejar oleh perilaku tersebut.

Motivasi diri timbul dan berkembang terdapat dalam dua dasar utama yakni : motivasi intrinsik dan ekstrinsik. a. Motivasi Intrinsik Menurut Sadirman A. M., motivasi intrinsik adalah : motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsi tidak perlu di rangsang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu.Dengan demikian motivasi intrinsik dapat pula dikatakan sebagai bentuk motivasi yang didalamnya aktivitas belajar dimulai dan diteruskan berdasarkan pada suatu dorongan dalam diri dan secara mutlak terkait dengan aktivitas belajar. Sedangkan menurut Chalijah Hasan motivasi intrinik adalah : Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dan dorongan dari orang lain Menurut Syaiful Bahri ( 2002 : 115 ) motivasi intrinsik yaitu motifmotif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak memerlukan rangsangan dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Sejalan dengan pendapat diatas, dalam artikelnya Siti Sumarni (2005) menyebutkan bahwa motivasi intrinsik adalah motivasi yang muncul dari dalam diri seseorang. Sedangkan Sobry Sutikno ( 2007 ) mengartikan motivasi intrinsik sebagai motivasi yang timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain, tetapi atas dasar kemauan sendiri. Dari beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan, motivasi intrinsik adalah motivasi yang muncul dari dalam diri seseorang tanpa memerlukan rangsangan dari luar. Ada beberapa macam terbentuknya motivasi intrinsik dalam kegiatan belajar, antara lain : Adanya kebutuhan. Menurut Ngalim Purwanto : Tindakan yang dilakukan oleh manusia pada hakikatnya adalah untuk memenuhi kebutuhannya, baik kebutuhan fisik maupun psikis.Dari pendapat tersebut, bagi keluarga

sakinah yang bermaksud memberikan motivasi kepada anak, maka harus berusaha mengetahui terlebih dahulu apa kebutuhan-kebutuhan anak yang akan dimotivasi.Menurut Yaumil Agoes : memahami kebutuhan anak adalah semata-mata untuk memberi peluang pada anak memilih berbagai alternatif yang tersedia dalam suatu lingkungan yang kaya stimulasi.Berdasarkan kepada pendapat tersebut dapat dipahami bahwa orang tua harus mengetahui kebutuhan anak. Adanya cita-cita. Selanjutnya pendorong yang mempunyai pengaruh besar adalah adanya cita-cita. Cita-cita merupakan pusat bermacam-macam kebutuhan-kebutuhan, artinya kebutuhan-kebutuhan itu biasanya direalisasikan di sekitar cita-cita itu. Sehingga cita-cita tersebut mampu memberikan energi kepada anak untuk melakukan sesuatu aktifitas belajar. Jadi seseorang anak harus mempunyai cita-cita dan dengan citacita tersebut dapat meraih apa saja yang diinginkan. Selanjutnya Zakiah Daradjad menjelaskan bahwa : Manfaat sikap-sikap cita-cita dan rasa ingin tahu anak. Pada umumnya anak-anak preadolescent dan permulaan adolesent memiliki cita-cita yang tinggi dan sering mereka memberi respon dalam bentuk kerja sama permainan, kejujuran dan karajinan. Dari pendapat tersebut, dapat dipahami bahwa perlu pemberian motivasi yang tepat terhadap anak yang belum mengetahui pentingnya belajar yang menunjang terhadap pencapaian cita-citanya. Disinilah peranan dan kontribusi keluarga di tuntut untuk memberikan motivasi, agar anak dapat melakukan perbuatan yang dapat menunjang pencapaian cita-citanya dan dalam hal ini, kontribusi keluarga sakinah pencapaian cita-cita dan dalam hal ini, kontribusi keluarga sakinah diwujudkan dengan cara menerangkan manfaat belajar, sehingga anak

merasa terpanggil untuk tetap belajar secara efektif dan efisien agar dapat menggapai cita-citanya. Keinginan tentang kemajuan dirinya. Di dalam proses belajar, motivasi memang memegang peranan penting. Menurut Sadirman bahwa : melalui aktualisasi diri pengembangan kompetensi akan meningkatkan kemajuan diri

seseorang. Keinginan dan kemajuan diri ini menjadi salah satu keinginan diri seseorang. Keinginan dan kemajuan diri ini menjadi salah satu keinginan bagi setiap individu. Minat. Motivasi muncul karena ada kebutuhan, begitu juga minat sehingga tepatlah kalau minat merupakan alat motivasi yang pokok. Proses belajar itu akan berjalan kalau disertai dengan minat.

b. Motivasi Ekstrinsik Menurut Chalijah Hasan motivasi ekstrinsik adalah jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar. Sedangkan Sadirman menyebutkan : motivasi ekstrinsik itu adalah motifmotif yang aktif dan fungsinya karena adanya perangsang dari luar. Menurut A.M. Sardiman ( 2005 : 90 ) motivasi ekstrinsik adalah motifmotif yang aktif dan berfungsinya karena adanya perangsang dari luar. Sedangkan Rosjidan, et al ( 2001 : 51 ) menganggap motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang tujuan-tujuannya terletak diluar pengetahuan, yakni tidak terkandung didalam perbuatan itu sendiri. Sobry Sutikno berpendapat bahwa motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena ajakan, suruhan atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian seseorang mau melakukan sesuatu. Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan, motivasi ekstrinsik

adalah motivasi yang timbul dan berfungsi karena adanya pengaruh dari luar. Motif ekstrinsik dapat pula dikatakan sebagai suatu bentuk motivasi yang di dalamnya aktivitas belajar yang diteruskan berdasarkan dorongan dari luar yang tidak secara mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar. Berdasarkan pada pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi ekstrinsik itu aktif jika di rangsang dari luar dan mempunyai kontribusi besar dalam menumbuhkan motivasi ini adalah keluarga sakinah, sebagai tempat yang pertama dan utama dalam proses pendidikan. Dengan berbagai cara keluarga sakinah dapat melakukan rangsangan untuk motivasi belajar anak. Anak didalam melakukan sesuatu aktifitas belajar seringkali mengalami kesulitan dan untuk mengatasi kesulitan tersebut keluarga sebagai pilar utama harus membantu anak dalam mengatasi kesulitan tersebut. Dengan pemberian dan penanaman motivasi kepada anak dapat menjadikan anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, lepas dari ketergantungan serta tidak mudah putus asa. Ada beberapa cara untuk menumbuhkan dan membangkitkan anak agar melakukan aktifitas belajar, diantaranya adalah : Pemberian hadiah. Hadiah merupakan alat pendidikan yang bersifat positif dan fungsinya sebagai alat pendidik represif positif. Hadiah juga merupakan alat pendorong untuk belajar lebih aktif. Keluarga sakinah dapat memilih macam-macam hadiah dengan disesuaikan dengan sutuasi dan kondisi tertentu. Motivasi dalam bentuk hadiah ini dapat membuahkan semangat belajar dalam mempelajari materi-materi pelajaran. Dan sebuah keluarga yang sakinah harus memilih waktu yang tepat, yaitu kapan hadiah tersebut akan diberikan untuk mendatangkan pengaruh positif terhadap anak.

Kompetensi Saingan atau kompetensi dapat digunakan sebagai alat untuk mendorong belajar anak, baik persaingan individu maupun kelompok dalam rangka meningkatkan prestasi belajar anak. Memang unsur persaingan itu banyak digunakan dalam dunia industri dan

perdagangan, tetapi sangat baik jika digunakan untuk meningkatkan kegiatan belajar anak. Hukuman Hukuman merupakan pendidikan yang tidak menyenangkan, alat pendidikan yang bersifat negatif, namun demikian dapat menjadi alat motivasi atau pendorong untuk mempergiat belajar anak. Anak akan berusaha untuk mendapatkan tugas yang menjadi tanggung jawanya, agar terhindar dari hukuman. Ishom Ahmadi menyebutkan, Hukuman adalah termasuk alat pendidikan represif yang bertujuan menyadarkan anak didik agar melakukan hal-hal yang baik dan sesuai dengan tata aturan yang berlaku. Sebelum hukuman diberikan, hendaknya pendidikan atau orang tua mengetahui tahapan-tahapan seperti yang disebutkan oleh Ishom Ahmadi, antara lain : a. Pemberitahuan.

b. Teguran c. Peringatan

d. Hukuman. Pujian Menurut Sadirman adalah Bentuk reinforcement yang positif dan sekaligus merupakan motivasi yang baik.[16] Apabila anak berhasil dalam kegiatan belajar, pihak keluarga perlu memberikan pujian pada anak. Positifnya pojian tersebut dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan prestasi, akan tetapi pujian yang diberikan kepada anak tidak berlebihan. Karena apabila terlalu sering, maka anak akan

10

menjadi besar kepala dan manja. Oleh karena itu pujian hendaknya diberikan secara wajar saja agar menjadi motivasi bagi anak.

2.3. Indikator Motivasi. Adapun indikator dari motivasi itu sendiri yaitu: Kuatnya kemauan untuk berbuat. Jumlah waktu yang disediakan untuk belajar. Kerelaan meninggalkan kewajiban atau tugas yang lain. Ketekunan dalam mengerjakan tugas. Ulet menghadapi kesulitan ( tidak lekas putus asa ). Menunjukkan minat terhadap bermacam macam masalah orang dewasa. Lebih senang bekerja mandiri. Dapat mempertahankan pendapatnya. Tekun menghadapi tugas. Cepat bosan menghadapi tugas-tugas rutin. Adapun secara umum indikator individu atau siswa yang memilki motivasi belajar yang tinggi adalah Konsisten. Focus pada kegiatan yang dilakukan. Serius. Bertanggung jawab. Menyukai tantangan. Menyukai kompetisi. Cekatan/tidak suka menunda-nunda pekerjaan. Pantang menyerah. Selalu berorientasi pada masa depan yang lebih baik. Mandiri.

11

A.

Kisi-kisi Instrumen Motivasi Belajar. Tabel 1. Kisi-kisi Instrumen Motivasi Belajar. Variabel Dimensi 1. Intrinsik Indikator Konsisten Fokus pada kegiatan yang dilakukan Serius Motivasi Belajar Bertanggung jawab Selalu berorientasi pada masa depan yang lebih baik Mandiri 2. Ekstrinsik Menyukai tantangan Menyukai kompetisi Pantang menyerah 6,9 2,30 1,4,28 11 10,27 5,16,26,24,29 12,15,19,23,25 3,7,8 21 Jenis Butir Positif Negatif

14

17,18,20 13

21 22

B.

Menyusun Perangkat Instrumen. Kuesioner Motivasi Belajar A. Identitas Responden 1. 2. 3. Nama Jenis Kelamin Kelas : : :

B. Petunjuk Dibawah ini disajikan sejumlah pernyataan tentang motivasi berprestasi. Anda diminta membaca setiap pernyataan dengan teliti dan cermat, kemudian jawablah sesuai dengan pandangan atau perasaan anda mengenai diri anda sendiri yang sebenarnya dengan jalan memberi tanda silang ( X ) pada salah satu alternatif jawaban pada kolom yang telah tersedia.

12

SS = Sangat setuju S = Setuju KS = Kurang Setuju TS = Tidak Setuju STS= Sangat tidak setuju Pada kuesioner ini tidak ada jawaban benar atau salah untuk setiap pertanyaan. Semua jawaban yang akan anda berikan tidak akan mempengaruhi nilai anda serta akan dirahasiakan. Butir Pernyataan Tabel 02. Butir-Butir Instrumen Motivasi Belajar No 1 Pernyataan Ketika proses belajar mengajar di kelas berlangsung saya sering mengantuk Saya 2 selalu berusaha dalam SS S KS TS STS

mendengarkan dan bisa menerima materi dengan maksimal. Saya kurang begitu menyukai pemberian

tugas berupa PR oleh guru untuk dikerjakan di rumah Saya mengikuti pembelajaran di kelas

dengan serius dan saya duduk di bangku bagian depan. Saya mandiri dalam mengerjakan tugas-

tugas yang diberikan oleh guru apapun bentuk tugas yang diberikan. Saya lebih bangga dengan tugas yang

saya kerjakan sendiri daripada hasil menyontek.

Saya akan mengabaikan tugas-tugas yang

13

diberikan oleh guru, apabila tugas itu kurang saya mengerti. 8 Saya selalu mengerjakan tugas tanpa menundanya. Saya lebih suka belajar ketika ulangan daripada sejak jauh hari sebelum ulangan. Saya ingin agar tugas-tugas yang saya kerjakan benar. Saya lebih suka mengerjakan tugas dengan segera. Saya memandang tugas yang diberikan 12 oleh guru adalah suatu kewajiban yang harus dikerjakan. Apabila saya salah dalam mengerjakan 13 tugas, saya selalu untuk ingin diberikan

10

11

kesempatan kembali.

memperbaikinya

14

Tugas rumah yang diberikan sangat membebani saya. Saya suka dengan hal-hal yang baru terkait jurusan yang saya tekuni. Saya lebih suka belajar hanya dari penjelasan guru di kelas saja. Saya ingin lebih baik dari teman saya. Saya ingin memperoleh nilai akhir yang lebih baik dari sebelumnya. Apabila diberikan tugas oleh guru saya,

15

16 17 18

19

saya

akan

mengerjakannya

dengan

maksimal.

14

Saya ingin tugas saya menjadi tugas yang 20 terbaik dibandingkan dengan teman saya di kelas. Saya tidak suka debat dikelas dengan 21 teman-teman apabila diberikan persoalan oleh guru saya. Saya 22 tidak terlalu menuntut untuk

mendapat nilai yang bagus, yang penting saya lulus. Saya suka diberikan tugas rumah oleh

23

guru saya dan tugas itu tidak membebani saya.

24 25 26

Ketika saya mengalami hambatan saya akan bertanya dengan teman/guru. Saya suka bertanya dalam diskusi. Saya lebih suka tugas yang dikerjakan berkelompok dari pada tugas individu. Saya membuat jadwal kegiatan belajar

27

untuk mengatur kegiatan belajar di rumah.

28

Saya suka membawa buku rujukan untuk materi yang ada dikelas. Saya lebih suka bantuan orang lain dalam

29

mengerjakan tugas daripada mengerjakan sendiri.

30

Saya kurang begitu aktif di dalam kelas

15

BAB III UJI PAKAR / PROSES PENGEMBANGAN INSTRUMEN

3.1. Uji Pakar A. PAKAR 1 Nama Penguji NIM Kelas : Wayan Handika : 1011011088 : VB

NO POINT 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

RELEVAN

TIDAK RELEVAN

KETERANGAN

16

19 20

Kalimat yang digunakan rancu antara pernyataan negative atau positif Kalimat yang digunakan rancu antara pernyataan negative atau positif Kurang mengacu pada penegas kalimat adanya kompetisi

21 22 23 24 25 26 27 28 29

30

B. PAKAR 2 Nama Penguji NIM Kelas : Putu Aryawan : 1011011116 : VB

NO POINT 1 2 3 4 5 6

RELEVAN

TIDAK RELEVAN

KETERANGAN

17

7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

Sebaiknya dalam pernyataan tidak menggunakan kata apabila

20

Terlalu banyak menggunakan kata saya dalam pernyataan

21

Terlalu banyak menggunakan kata saya dalam pernyataan

22 23 24 25 26 27 28 29 30

18

3.2. Analisis Uji Pakar dengan Formula Gregory UJI VALIDITAS INSTRUMEN 1. Formula Gregory

C (-+)

D (++)

B (+-) =

A (--) + + + sangat tinggi tinggi sedang rendah sangat rendah

- Koefisien bergerak dari + s/d 1, dengan kriteria : 0,9 1,0 0,6 0,89 0,4 0,59 0,2 0,39 0,0 0,19

A. Rekap Hasil Penilaian Jugges

Tabel 03. Hasil Penilaian Jugges NO BUTIR 1 2 3 4 5 6 7 JUGGES JUGGES I R R R R R R R JUGGES II R R R R R R R

19

8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

R R R R R R R R R R R R T R R R R R R R R T T

R R R R R R R R R R R T T T R T R R R R R R R

Koefisien validitas isi dapat dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif oleh beberapa orang pakar (Gregory , 2000 dalam Koyan, 2002). Untuk menentukan koefisien validitas isi, hasil penilaian dari dua pakar dimasukkan kedalam tabulasi 2 X 2 yang tediri dari kolom A, B,C, dan D. Kolom A adalah sel yang menunjukkan ketidaksetujuan kedua penilai. Kolom B dan C adalah sel yang menunjukkan perbedaan pandangan antara penilai pertama dan kedua ( penilai pertama setuju penilai kedua tidak setuju, atau sebaliknya ). Kolom D adalah sel yang menunjukkan persetujuan antara kedua penilai. Validitas isi adalah banyaknyabutur soal pada kolom D dibagi dengan banyaknya butir A + B + C +D.

20

Setelah butir soal divalidasi kedua penilai, selanjutnya dianalisis menggunakan perhitungan menurut Gregory sebagai berikut.

Tabel 04. Uji Judges Judges I Penilaian Judges Kurang Relevan Kurang Relevan Judges II Sangat Relevan 2 24 1 Sangat Relevan 3

Dari tabel diatas dapat dicari validitas isi (content validity) dengan menggunakan rumus Gregory : = Keterangan: V A B : Validitas isi : Sel yang menunjukkkan ketidak setujuan kedua penilai : Sel yang menunjukkan pandangan kedua pakar. Penilai pertama setuju ( sangat relevan ), penilai kedua tidak setuju ( kurang relevan ) C : Sel yang menunjukkan perbedaan antara kedua pakar. Penilai pertama tidak setuju (kurang relevan), penilai kedua setuju (sangat relevan) D : Sel yang menunjukkan persetujuan valid antara kedua penilai. Nilai validitas isi yang diperoleh mencerminkan keseluruhan butir tes yang dihasilkan. Untuk mengklasifikasikan di kategori mana koefisien validitas itu berada, maka diketahui berdasarkan tabel berikut. + + +

21

Tabel 05. Koefisien Validitas KOEFISIEN 0,80 - 1,00 0,60 - 0,79 0,40 - 0,59 0,20 - 0,39 0,00 - 0,19 VALIDITAS Validitas isi sangat tinggi Validitas isi tinggi Validitas isi sedang Validitas isi rendah Validitas isi sangat rendah

B. Analisa

C(2)

D ( 24 )

B(3)

A(1) = = , + + +

Jadi berdasarkan kriteria dapat disimpulkan validitasnya adalah Sangat Tinggi. ( )( )

3.3. Analisis Butir Menggunakan Analisis Product Moment. 1 =

Interpretasi : db = N nr

{ 2 ( )2 }{ 2 ( ) 2 }

22

1.

Hasil Penyebaran Instrumen ( Terlampir ) Penyebaran instrument dilakukan pada lima responden yaitu: a. Kadek Budi Artawan b. Putu Edi Sutarjo c. Made Agus Santi Purnama d. I Wayan Andika Sari Putra e. I Kadek Jeri Sastrawan

2. Analisis Hasil Penyebaran Instrumen Menggunakan Analisis Product Moment TABEL 06. ANALISIS BUTIR SOAL NO 1 2 3 RESPONDEN Kadek Budi Artawan Putu Edi Sutarjo Made Agus Santi Purnama I Wayan Andika Sari Putra I Kadek Jeri Sastrawan 1 3 3 5 2 5 5 4 NO BUTIR 3 5 3 2 4 5 3 3 5 5 5 5 Y 23 19 19 Y2 529 361 361

4 5

3 5

4 5

5 2

2 2

4 3

18 17

324 289

ANALISIS BUTIR SOAL Tabel 07. Validitas Soal 1 BUTIR NO RESPONDEN SOAL NO 1 (X) 1 2 3 Kadek Budi Artawan Putu Edi Sutarjo Made Agus Santi 3 3 5 SKOR TOTAL (Y) 23 19 19 9 9 25 529 361 361 69 57 95 X2 Y2 XY

23

Purnama 4 I Wayan Andika Sari Putra I Kadek Jeri Sastrawan 3 18 9 324 54

5 19 5 ( 360 ) ( 19 )( 96 )

17 96

25 77

289 1864

85 360

JUMLAH 1 =

{5 ( 77 ) ( 19 )2 }{5( 1864 ) ( 96 )2 } 1800 1824 24 49,96 { 24 }{104}

= 0,480

db = 5 2 = 3, didapatkan rtabel = 0,878 pada taraf signifikansi 5% Karena rhitung < rtabel maka soal no. 1 dinyatakan Tidak Valid Tabel 08. Validitas Soal 2 BUTIR NO RESPONDEN SOAL NO 2 (X) 1 2 3 Kadek Budi Artawan Putu Edi Sutarjo Made Agus Santi Purnama 4 I Wayan Andika Sari 5 5 4 4 SKOR TOTAL (Y) 23 19 19 18 25 25 16 529 361 361 115 95 76 X2 Y2 XY

16

324

72

24

Putra 5 I Kadek Jeri Sastrawan JUMLAH 1 = 5 23 17 96 25 289 85

107

1864

443

= =

{5 ( 107 ) ( 23 )2 }{5( 1864 ) ( 96 )2 } 2215 2208 7 24,98 { 6 }{104}

5 ( 443 ) ( 23 )( 96 )

= 0,280

db = 5 2 = 3, didapatkan rtabel = 0,878 pada taraf signifikansi 5% Karena rhitung < rtabel maka soal no. 2 dinyatakan Tidak Valid

Tabel 09. Validitas soal 3 BUTIR NO RESPONDEN SOAL NO 3 (X) 1 2 3 Kadek Budi Artawan Putu Edi Sutarjo Made Agus Santi Purnama 4 I Wayan Andika Sari Putra 5 3 2 SKOR TOTAL (Y) 23 19 19 25 9 4 529 361 361 115 57 38 X2 Y2 XY

18

25

324

90

25

I Kadek Jeri Sastrawan JUMLAH

2 17

17 96

289

34

67

1864

334

1 =

{5 ( 67 ) ( 17 )2 }{5( 1864 ) ( 96 )2 } 1670 1632 38 69,17 { 46 }{104}

5 ( 334 ) ( 17 )( 96 )

= 0,549 db = 5 2 = 3, didapatkan rtabel = 0,878 pada taraf signifikansi 5%

Karena rhitung < rtabel maka soal no. 3 dinyatakan Tidak Valid

Tabel 10. Validitas soal 4 BUTIR NO RESPONDEN SOAL NO 4 (X) 1 2 3 Kadek Budi Artawan Putu Edi Sutarjo Made Agus Santi Purnama 4 I Wayan Andika Sari Putra 5 I Kadek Jeri 5 3 3 SKOR TOTAL (Y) 23 19 19 25 9 9 529 361 361 115 57 57 X2 Y2 XY

2 2

18 17

324

36

289

34

26

Sastrawan JUMLAH 1 = 15 96 51 1864 299 5 ( 229 ) ( 15 )( 96 )

{5 ( 51 ) ( 15 )2 }{5( 1864 ) ( 96 )2 } 1495 1440 { 30 }{104}

= 0,549 db = 5 2 = 3, didapatkan rtabel = 0,878 pada taraf signifikansi 5%

55 55,86

Karena rhitung > rtabel maka soal no. 4 dinyatakan Valid Tabel 11. Validitas soal 5

BUTIR NO RESPONDEN SOAL NO 5 (X) 1 2 3 Kadek Budi Artawan Putu Edi Sutarjo Made Agus Santi Purnama 4 I Wayan Andika Sari Putra 5 I Kadek Jeri 5 5 5

SKOR TOTAL (Y) 23 19 19 25 25 25 529 361 361 115 95 95 X2 Y2 XY

4 3

18 17

16

324

72

289

51

27

Sastrawan JUMLAH 1 = 22 5 ( 428 ) ( 22 )( 96 ) 96 100 1864 428

{5 ( 100 ) ( 22 )2 }{5( 1864 ) ( 96 )2 } 2140 2112 28 40,79 { 16 }{104}

= 0,686 db = 5 2 = 3, didapatkan rtabel = 0,878 pada taraf signifikansi 5% Karena rhitung < rtabel maka soal no. 5 dinyatakan Tidak Valid v UJI RELIABILITAS INSTRUMEN Reliabilitas tes mengacu kepada keajegan hasil pengukuran ( Anwar, S : 2000 ) yang berarti bahwa hasil pengukuran akan relatif tetap sama walaupun dilakukan pengukuran yang berulang-ulang terhadap subyek yang sama. Analisa reliabilitas kuesioner motivasi belajar dilakukan hanya untuk kuesioner yang valid. Untuk menentukan reliabilitas kuesioner digunakan rumus alpha Cronbach: = 2 2 1 2

( Aplikasi Komputer UNJ, 2003 )

28

Keterangan : k
2

= banyaknya butir tes yang valid

SD t = varian skor total SD2i = varian skor butir ke i ( ) ( )

Analisis Reliabilitas. =

a. Soal 4 = =

= 1,2 = =

51 45 5

51

51 45 5

( 15 )2 5 5

( )

29

= 1,2 Uji Reabilitas = =

6 5

= =

1888

( ) ( 96 )2 5

1888 1843,2 5 44,8 5

= 8,96 Jadi : k

=1 = 8,96 = 1,2

SDt2 SDi2 =

1 8,96 1,2 11 8,96

= ( 0 ) ( 0,8660 )

= 0

30

Dengan koefisien reliabilitas (r) sebesar 0 maka dapat dikatakan bawah tes motivasi belajar yang dibuat tersebut sudah memiliki reliabilitas tes yang tinggi ( r lebih besar dari 0,70 ) dan memiliki kualitas yang baik.

31

BAB IV PENUTUP

4.1. Kesimpulan. Dari paparan diatas dapat disimpulakan bahwa motivasi adalah kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu, dan memberi arah dan ketahanan (persistence) pada tingkah laku tersebut. Aspek-aspek motivasi ada dua yaitu motivasi instrinsik dan motovasi ekstrinsik. Motivasi instrinsik merupakan suatu dorongan yang berasal dari dalam diri individu. Dan motivasi ekstrinsik merupakan dorongan yang berasal dari luar individu.

4.2. Saran. Saran yang dapat penulis sampaikan adalah agar apa yang telah disampaikan laporan ini dapat diterapkan pada bidang pendidikan untuk membantu dalam memahami peserta didik terutama dalam motivasi belajar yang dimiliki oleh peserta didik.

32

DAFTAR PUSTAKA

Ibrahim. 2012. Makalah Motivasi Belajar. Diakses pada 2 Januari 2013 dari http://makalahmajannaii.blogspot.com/2012/07/makalah-motivasi-belajar.html Haryanto. 2012. Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Anak. Diakses pada 28 Desember 2012 dari http://belajarpsikologi.com/cara-meningkatkan-motivasibelajar-anak/ Haryanto. 2010. Pengertian Motivasi Belajar. Diakses pada 28 Desember 2012 dari http://belajarpsikologi.com/pengertian-motivasi-belajar/

33

34