Anda di halaman 1dari 8

Partikel Dasar Penyusun Materi

Dapat berupa :
1) Atom
Atom adalah partikel terkecil dari suatu unsur yang masih mempunyai sifat-sifat unsur itu
Atom suatu unsur diberi lambang sama dengan lambang unsur tersebut
Contoh : Na, Mg, Ba, Ca, Fe
2) Molekul
Molekul adalah partikel netral yang terdiri dari 2 atau lebih atom, baik atom sejenis maupun atom yang
berbeda.
Molekul yang terdiri dari sejenis atom disebut Molekul Unsur
Molekul yang terdiri dari atom-atom yang berbeda disebut Molekul Senyawa
Contoh : H
2
O; CO
2
; H
2
SO
4

3) Ion
Ion adalah atom atau kumpulan atom yang bermuatan listrik
Ion yang bermuatan positif disebut Kation, sedangkan ion yang bermuatan negatif disebut Anion
Ion yang terdiri dari 1 atom disebut Ion Tunggal ( monoatom ), sedangkan ion yang terdiri dari 2 atau
lebih atom disebut Ion Poliatom
Contoh :
Kation Tunggal : Na
+
, K
+

Kation Poliatom : NH
4
+
, H
3
O
+

Anion Tunggal : Cl
-
, S
2-

Anion Poliatom : NO
3
-
, OH
-

Partikel Unsur ( bisa berupa atom ; bisa berupa molekul )
a. Pada umumnya, setiap unsur termasuk unsur logam mempunyai partikel berupa Atom
b. Hanya beberapa unsur non logam yang partikelnya berupa Molekul ( contoh hidrogen H
2
; fosforus P
4
)
c. Molekul yang terdiri atas 2 atom disebut Molekul Diatomik ( contoh molekul hidrogen, nitrogen )
d. Molekul yang terdiri atas lebih dari 2 atom disebut Molekul Poliatomik ( contoh molekul fosforus, belerang )
Partikel Senyawa ( bisa berupa molekul ; bisa berupa ion )
o Dapat berupa Molekul ( disebut Senyawa Molekul ) atau Ion ( disebut Senyawa Ion )
o Senyawa dari unsur logam termasuk senyawa ion, sedangkan senyawa dari unsur non logam termasuk
senyawa molekul.
Contoh senyawa molekul : air ( H
2
O ) ; senyawa ion : Kalsium karbonat ( CaCO
3
)
Rumus Kimia
Menyatakan jenis dan jumlah relatif atom yang menyusun suatu zat.
Dibedakan menjadi 3 :
a. Rumus Molekul
Menyatakan jenis dan jumlah atom yang menyusun molekul suatu zat
Contoh : rumus molekul air ( H
2
O )
b. Rumus Kimia Senyawa Ion
Menyatakan jenis dan jumlah atom yang menyusun suatu senyawa ion
Ciri khas senyawa ion adalah salah satu atom penyusun senyawa tersebut bersifat logam ( letaknya di depan )
Contoh : Mg(NO
3
)
2
; BaCl
2
; CuSO
4
; NaCl
c. Rumus Empiris
Disebut juga Rumus Perbandingan; menyatakan jenis dan perbandingan paling sederhana dari atom-atom
dalam suatu senyawa
Contoh : Etuna dengan rumus molekul C
2
H
2
dan mempunyai rumus empiris CH
Rumus kimia senyawa ion adalah rumus empiris Contoh : garam dapur ( NaCl )

Hukum Dasar Kimia

1). Hukum Kekekalan Massa ( Hukum Lavoisier ).
Yaitu : Dalam sistem tertutup, massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.
Contoh :
40 gram Ca + 16 gram O
2
56 gram CaO
12 gram C + 32 gram O
2
44 gram CO
2

Contoh soal :
Pada wadah tertutup, 4 gram logam kalsium dibakar dengan oksigen, menghasilkan kalsium oksida. Jika massa
kalsium oksida yang dihasilkan adalah 5,6 gram, maka berapa massa oksigen yang diperlukan?
Jawab :
m Ca = 4 gram
m CaO = 5,6 gram
m O
2
= ..?
Berdasarkan hukum kekekalan massa :
Massa sebelum reaksi = massa sesudah reaksi
m Ca + m O
2
= m CaO
m O
2
= m CaO - m Ca
= (5,6 4,0) gram
= 1,6 gram
Jadi massa oksigen yang diperlukan adalah 1,6 gram.
2). Hukum Perbandingan Tetap ( Hukum Proust ).
Yaitu : Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa adalah tertentu dan tetap.
Contoh:
Air tersusun oleh unsur-unsur hidrogen (H
2
) dan oksigen (O
2
) dengan perbandingan yang selalu tetap yaitu :
11,91 % : 88,81 % = 1 : 8
Massa H
2

(gram)
Massa O
2

(gram)
Massa H
2
O
(gram)
Massa zat sisa
1 8 9 -
2 16 18 -
3 16 18 1 gram H
2

3 25 27 1 gram O
2

4 25 28,125 0,875 gram H
2

Contoh soal :Jika diketahui perbandingan massa besi (Fe) dan belerang (S) dalam pembentukan senyawa besi
(II) sulfida (FeS) adalah 7 : 4 maka tentukan :
a) Massa besi yang dibutuhkan untuk bereaksi dengan 8 gram belerang!
b) Massa belerang yang tersisa, jika sebanyak 21 gram Fe direaksikan dengan 15 gram S!
c) Massa S dan massa Fe yang dibutuhkan untuk menghasilkan 22 gram senyawa FeS!
Jawab :Reaksi : FeS S Fe +
7 4 11
Massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama, sehingga 7 gram Fe akan bereaksi dengan 4 gram S
membentuk 11 gram FeS.
a) Massa S = 8 gram
Massa Fe = ?
Massa Fe = gram 14 gram 8 x
4
7
=
Jadi massa Fe yang dibutuhkan adalah 14 gram.

b) 21 gram Fe direaksikan dengan 15 gram S, berarti :
Fe : S = 21 : 15 = 7 : 5
Belerang berlebih, berarti seluruh Fe habis bereaksi.
Massa Fe yang bereaksi = 21 gram
Massa S yang bereaksi = gram 12 gram 21 x
7
4
=
Massa S yang tersisa = ( 15-12 ) gram = 3 gram
Jadi massa S yang tersisa adalah 3 gram.
c) Untuk membentuk 22 gram FeS :
m Fe = gram 14 gram 22 x
11
7
= m S = gram 8 gram 22 x
11
4
=
Jadi massa Fe dan S yang dibutuhkan adalah 14 gram dan 8 gram.
3). Hukum Kelipatan Perbandingan / Hukum Perbandingan Berganda ( Hukum Dalton ).
Yaitu : Jika dua jenis unsur dapat membentuk lebih dari satu macam senyawa, maka perbandingan massa salah
satu unsur yang terikat pada massa unsur lain yang sama, merupakan bilangan bulat dan sederhana.
Contoh :
C dan O dapat membentuk dua jenis senyawa, yaitu CO dan CO
2
. Jika massa C dalam kedua senyawa itu sama
(berarti jumlah C sama), maka :
Massa O dalam CO : massa O dalam CO
2
akan merupakan bilangan bulat dan sederhana (yaitu = 1:2 ).
Contoh soal :Karbon dapat bergabung dengan hidrogen dengan perbandingan 3 : 1, membentuk gas metana.
Berapa massa hidrogen yang diperlukan untuk bereaksi dengan 900 gram C pada metana?
Jawab :
C : H = 3 : 1 sehingga :
900 : m H = 3 : 1
m H = gram 300 gram 900 x
3
1
= ; Jadi, massa H yang diperlukan adalah 300 gram.
4). Hukum Perbandingan Volum ( Hukum Gay Lussac ).
Yaitu : Pada suhu dan tekanan yang sama, perbandingan volum gas-gas yang bereaksi dan hasil reaksi merupakan
bilangan bulat dan sederhana.
Contoh :Dua volum gas hidrogen bereaksi dengan satu volum gas oksigen membentuk dua volum uap air.
gas hidrogen + gas oksigen uap air
2 V 1 V 2 V
Perbandingan volumenya = 2 : 1 : 2
5). Hukum Avogadro.
Yaitu : Pada suhu dan tekanan yang sama, gas-gas yang volumnya sama mengandung jumlah partikel yang sama
pula.
Contoh :
Pada pembentukan molekul H
2
O
2L H
2
(g) + 1L O
2
(g) 2L H
2
O(g)

H H
H H
+ O O
O O
H
H H H

2 molekul H
2
1 molekul O
2
2 molekul H
2
O
Catatan :
Jika volume dan jumlah molekul salah 1 zat diketahui, maka volume dan jumlah molekul zat lain dapat ditentukan
dengan menggunakan persamaan :


diketahui yang
V x
diketahui yang
koefisien
dicari yang
koefisien
dicari yang
V =
dan
diketahui yang
X x
diketahui yang
koefisien
dicari yang
koefisien
dicari yang
X =
Keterangan :
V = volume molekul ( L )
X = jumlah partikel ( molekul )
Contoh soal :
Pada suhu dan tekanan yang sama, sebanyak 2 L gas nitrogen (N
2
) tepat bereaksi dengan gas H
2
membentuk gas
NH
3
(amonia).
Tentukan :
a) Persamaan reaksinya!
b) Volume gas H
2
yang diperlukan!
c) Volume gas NH
3
yang dihasilkan!
Jawab :
a) Persamaan reaksinya :
(g) NH 2 (g) H 3 (g) N
3 2 2
+
b) V H
2
=
2
N V x
2
N koef.
2
H koef.

= L 2 x
1
3
= 6 L
Jadi volume gas H
2
yang diperlukan dalam reaksi adalah 6 L.
c) V NH
3
=
2
N V x
2
N koef.
3
NH koef.

= L 2 x
1
2
= 4 L
Jadi volume gas NH
3
yang dihasilkan oleh reaksi tersebut adalah 4 L.

Persamaan Reaksi

Menggambarkan reaksi kimia yang terdiri atas rumus kimia pereaksi dan hasil reaksi disertai dengan
koefisiennya masing-masing.
1). Menuliskan Persamaan Reaksi.
o Reaksi kimia mengubah zat-zat asal (pereaksi = reaktan) menjadi zat baru (produk).
o Jenis dan jumlah atom yang terlibat dalam reaksi tidak berubah, tetapi ikatan kimia di antaranya
berubah.
o Ikatan kimia dalam pereaksi diputuskan dan terbentuk ikatan baru dalam produknya.
o Atom-atom ditata ulang membentuk produk reaksi.
Contoh :
) ( O
2
H 2 ) (
2
O ) (
2
H 2 l g g +



Keterangan :
- Tanda panah menunjukkan arah reaksi (artinya = membentuk atau bereaksi menjadi).
- Huruf kecil dalam tanda kurung menunjukkan wujud atau keadaan zat yang bersangkutan (g = gass, l =
liquid, s = solid dan aq = aqueous / larutan berair).
- Bilangan yang mendahului rumus kimia zat disebut koefisien reaksi (untuk menyetarakan atom-atom
sebelum dan sesudah reaksi).
- Koefisien reaksi juga menyatakan perbandingan paling sederhana dari partikel zat yang terlibat dalam
reaksi.
Penulisan persamaan reaksi dapat dilakukan dengan 2 langkah :
1). Menuliskan rumus kimia zat pereaksi dan produk, lengkap dengan keterangan wujudnya.
2). Penyetaraan, yaitu memberi koefisien yang sesuai sehingga jumlah atom setiap unsur sama pada kedua
ruas (cara sederhana).
Contoh :
Langkah 1 : ) (
2
H ) (
3
)
4
(SO
2
Al ) (
4
SO
2
H ) Al( g aq aq s + + (belum setara)
Langkah 2 : ) (
2
H 3 ) (
3
)
4
(SO
2
Al ) (
4
SO
2
H 3 ) Al( 2 g aq aq s + + (sudah setara)

2). Menyetarakan Persamaan Reaksi.
Langkah-langkahnya (cara matematis) :
a). Tetapkan koefisien salah satu zat, biasanya zat yang rumusnya paling kompleks = 1, sedangkan zat lain
diberikan koefisien sementara dengan huruf.
b). Setarakan terlebih dahulu unsur yang terkait langsung dengan zat yang diberi koefisien 1 itu.
c). Setarakan unsur lainnya. Biasanya akan membantu jika atom O disetarakan paling akhir.
Contoh :
Langkah 1 :
Persamaan reaksi yang belum setara.
O H CO O H C
2 2 2 6 2
+ +
Langkah 2 :
Menetapkan koefisien C
2
H
6
= 1 sedangkan koefisien yang lain ditulis dengan huruf.
O H c CO b O a H C 1
2 2 2 6 2
+ +
Langkah 3 :
Jumlah atom di ruas kiri dan kanan :
Atom Ruas kiri Ruas kanan
C 2 b
H 6 2c
O 2a 2b+c
Langkah 4 :
Jumlah atom di ruas kiri = jumlah atom di ruas kanan.
Dari langkah 3, diperoleh
b = 2 . (i)
2c = 6 . (ii)
2a = (2b + c) .. (iii)


Dari persamaan (ii),
2c = 6
c = 3
2
6
= . (iv)

Persamaan (i) dan (iv)
disubstitusikan ke (iii) :
2a = (2b + c) .. (iii)
2a = {(2).(2) + 3} = 7
a =
2
7
... (v)



Langkah 5 :
Nilai-nilai a, b dan c disubstitusikan ke persamaan reaksi :
O H 3 CO 2 O
2
7
H C 1
2 2 2 6 2
+ + ..(x 2)
O H 6 CO 4 O 7 H C 2
2 2 2 6 2
+ +
Langkah 6 :
Memeriksa kembali jumlah atom di ruas kiri dan kanan, serta melengkapi wujud zatnya.
O(g) H 6 (g) CO 4 (g) O 7 (g) H C 2
2 2 2 6 2
+ +

Konsep Mol

a) Definisi Mol
o Satu mol adalah banyaknya zat yang mengandung jumlah partikel yang = jumlah atom yang terdapat dalam 12
gram C-12.
o Mol merupakan satuan jumlah (seperti lusin,gros), tetapi ukurannya jauh lebih besar.
o Mol menghubungkan massa dengan jumlah partikel zat.
o Jumlah partikel dalam 1 mol (dalam 12 gram C-12) yang ditetapkan melalui berbagai metode eksperimen dan
sekarang ini kita terima adalah 6,02 x 10
23
(disebut tetapan Avogadro, dinyatakan dengan L).
Contoh :
1 mol air artinya : sekian gram air yang mengandung 6,02 x 10
23
molekul air.
1 mol besi artinya : sekian gram besi yang mengandung 6,02 x 10
23
atom besi.
1 mol asam sulfat artinya : sekian gram asam sulfat yang mengandung 6,02 x 10
23
molekul H
2
SO
4
.


b) Hubungan Mol dengan Jumlah Partikel
Dirumuskan :


Keterangan :
n = jumlah mol
X = jumlah partikel
Contoh soal :
Perhatikan Buku Paket 1A halaman 174!
c) Massa Molar (m
m
)
o Massa molar menyatakan massa 1 mol zat.
o Satuannya adalah gram mol
-1
.
o Massa molar zat berkaitan dengan Ar atau Mr zat itu, karena Ar atau Mr zat merupakan perbandingan massa
antara partikel zat itu dengan atom C-12.
Contoh :
Ar Fe = 56, artinya : massa 1 atom Fe : massa 1 atom C-12 = 56 : 12
Mr H
2
O = 18, artinya : massa 1 molekul air : massa 1 atom C-12 = 18 : 12
Karena :
1 mol C-12 = 12 gram (standar mol), maka :
1 mol = 6,02 x 10
23
partikel
L = 6,02 x 10
23


|
.
|

\
|
=
23
10 x 6,02 x n X


Massa 1 mol atom Fe = gram 56 gram 12 x
12
56
=
Massa 1 mol molekul air = gram 18 gram 12 x
12
18
=
Kesimpulan :
Massa 1 mol suatu zat = Ar atau Mr zat tersebut (dinyatakan dalam gram).



d) Hubungan Jumlah Mol (n) dengan Massa Zat (m)
Dirumuskan :


dengan :
m = massa
n = jumlah mol
m
m = massa molar
Contoh soal :
Perhatikan Buku Paket 1A halaman 177!
e) Volum Molar Gas (V
m
)
o Adalah volum 1 mol gas.
o Menurut Avogadro, pada suhu dan tekanan yang sama, gas-gas bervolum sama akan mengandung jumlah
molekul yang sama pula.
o Artinya, pada suhu dan tekanan yang sama, gas-gas dengan jumlah molekul yang sama akan mempunyai volum
yang sama pula.
o Oleh karena 1 mol setiap gas mempunyai jumlah molekul sama yaitu 6,02 x 10
23
molekul, maka pada suhu dan
tekanan yang sama, 1 mol setiap gas mempunyai volum yang sama.
o Jadi : pada suhu dan tekanan yang sama, volum gas hanya bergantung pada jumlah molnya.
Dirumuskan :

dengan :
V = volum gas
n = jumlah mol
m
V = volum molar
Beberapa kondisi / keadaan yang biasa dijadikan acuan :
1) Keadaan Standar
Adalah suatu keadaan dengan suhu 0
o
C dan tekanan 1 atm.
Dinyatakan dengan istilah STP (Standard Temperature and Pressure).


2) Keadaan Kamar
Adalah suatu keadaan dengan suhu 25
o
C dan tekanan 1 atm.
Dinyatakan dengan istilah RTP (Room Temperature and Pressure).



m
m x n m =
m
V x n V =
Pada keadaan STP, volum molar gas (Vm ) = 22,4 liter/mol

Pada keadaan RTP, volum molar gas (Vm) = 24 liter/mol

Untuk unsur yang partikelnya berupa atom : mm = Ar gram mol
-1

Untuk zat lainnya : mm = Mr gram mol
-1



3) Keadaan Tertentu dengan Suhu dan Tekanan yang Diketahui
Digunakan rumus Persamaan Gas Ideal :



P = tekanan gas (atm); 1 atm = 76 cmHg = 760 mmHg
V = volum gas (L)
n = jumlah mol gas
R = tetapan gas (0,082 L atm/mol K)
T = suhu mutlak gas (dalam Kelvin = 273 + suhu Celcius)
4) Keadaan yang Mengacu pada Keadaan Gas Lain
Misalkan :
Gas A dengan jumlah mol = n
1
dan volum = V
1

Gas B dengan jumlah mol = n
2
dan volum = V
2

Maka pada suhu dan tekanan yang sama :




f) Kemolaran Larutan (M)
Kemolaran adalah suatu cara untuk menyatakan konsentrasi (kepekatan) larutan.
Menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam tiap liter larutan, atau jumlah mmol zat terlarut dalam tiap
mL larutan.
Dirumuskan :



dengan :
M = kemolaran larutan n = jumlah mol zat terlarut V = volum larutan
Misalnya : larutan NaCl 0,2 M artinya, dalam tiap liter larutan terdapat 0,2 mol (= 11,7 gram) NaCl atau
dalam tiap mL larutan terdapat 0,2 mmol (= 11,7 mg) NaCl.
Rangkuman :











T R n V P =

P
T R n
V =
V
n
M =
Jumlah Mol ( n )
Massa ( m ) Volum Gas ( V )
Jumlah Partikel ( X )
Kemolaran ( M )

V
n
M =
|
.
|

\
|
=
23
10 x 6,02 x n X
m
m x n m =
m
V x n V =

B gas
V
n
A gas
V
n
atau
2
V
2
n
1
V
1
n
atau
2
n
1
n
2
V
1
V
|
.
|

\
|
|
.
|

\
|
= = =