P. 1
MODUL 3 ( Sambungan Keling ) .

MODUL 3 ( Sambungan Keling ) .

|Views: 1,166|Likes:
Dipublikasikan oleh fitomoto
modul sambungan keling
modul sambungan keling

More info:

Published by: fitomoto on Feb 07, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/28/2014

pdf

text

original

MODUL

DTO

Sambungan .
Sambungan dibuat dengan maksud :

1. Membentuk konstruksi sesuai dengan yang dikehendaki terutama bila sulit atau kurang ekonomis bila dibentuk dari satu macam bahan . 2. Memudahkan dalam pemasangan , pemeliharaan dan penggantian bagian-bagian yang rusak . 3. Memungkinkan membentuk konstruksi dari bermacam bahan , ukuran dengan harga yang lebih murah . 4. Memudahkan bagian-bagian yang bergerak atau diam untuk dapat dibuka .
Konstruksi Sambungan .

1. Sambungan tetap .
Sambungan dimana bagian - bagian yang disambung tidak dapat dibuka kecuali dengan dirusak dinamakan sambungan tetap . Sambungan tetap seperti sambungan paku keling , sambungan las , sambungan solder , sambungan susut dan sambungan dengan bahan perekat . Sambungan tetap dibuat untuk bagian-bagian yang tidak perlu dibuka pasang .

2. Sambungan tidak tetap .
Sambungan dimana bagian - bagian yang disambung dapat dibuka ( dilepas ) disebut sambungan tidak tetap . Sambungan tidak tetap seperti sambungan ulir dan sambungan pasak atau sambung an pen . Sambungan tidak tetap dibuat untuk memudahkan penggantian bagian – bagian yang ru sak dan kepentingan perakitan ( asembling ) . A. Sambungan paku keling . Sambungan yang menggunakan kelingan paku sebagai bahan pengikat sambungan dina makan sambungan paku keling . Sambungan paku keling umumnya dipakai untuk menyambung pelat atau besi profil .

1. Syarat sambungan paku keling :
a. Sambungan rapat dan kuat , seperti sambungan pada ketel uap dan badan kapal . b. Sambungan rapat . Seperti pada tangki da bejana tekanan rendah . c. Sambungan kuat , misalnya pada konstruksi bangunan , jembatan dan mesin .

Komponen Mesin

1

MODUL 2. Jumlah baris paku keling dibedakan :
a. Sambungan dikeling tunggal . Sambungan yang dikeling satu baris paku : b. Sambungan dikeling ganda . Sambungan yang dikeling dua baris paku : c. Sambungan dikeling triple . Sambungan yang dikeling tiga baris paku :

DTO

3. Bentuk sambungan paku keling . 3.1 Sambungan kampuh berimpit .
Cara menyambung dengan menghimpitkan dua plat yang diikat dengan paku keling dinamakan sambungan kampuh berimpit . a. Kampuh berimpit dikeling tunggal : Adalah kampuh yang diikat oleh satu baris paku keling . Contoh :  Kampuh berimpit dikeling tunggal dengan tiga paku keling :

e

d

s

d = diameter paku keling . s = tebal pelat t = jarak antara paku . e = jarak pusat paku kepinggir pelat . syarat sambungan : t <8s e = 1,5.d atau e = ½ t .

t

b. Kampuh berimpit dikeling ganda : Adalah kampuh yang diikat oleh dua baris paku keling . Contoh :  Kampuh berimpit dikeling ganda dengan empat paku : e a = jarak antara baris paku . syarat sambungan : t = 2,6. d + 10 mm e = 1,5 d a = 0,8 t t a

Komponen Mesin

2

MODUL

Kampuh berimpit dikeling ganda dengan tiga paku sistim berliku ( zig-zaq ) :

DTO

e syarat sambungan : t = 2,6 d + 15 mm e = 1,5 d a = 0,6 t a = jarak antara baris paku t a

c. Kampuh berimpit dikeling triple . Adalah kampuh yang diikat oleh tiga baris paku keling . Contoh :  Kampuh berimpit dikeling triple dengan lima paku keling sistim berliku : e syarat sambungan : t = 3.d + 22 mm e = 1,5.d a = 0,5 .t .

t

a

a

yang

Berdasarkan percobaan e = 1,5.d , sambungan akan aman terhadap kerusakan disebabkan oleh sobek atau tergesernya pinggir plat . Sambungan ini dibuat untuk kekuatan kecil atau sedang atau untuk sambungan yang hanya memerlukan kerapatan .

3.2 Sambungan kampuh bilah . Sambungan kampuh bilah adalah cara menyambung plat yang menggunakan satu atau dua lembar bilah sebagai alat penyambung , kemudian diikat oleh paku keling . a. Kampuh bilah tunggal .
Cara menyambung dengan menggunakan satu bilah kemudian diikat oleh paku keling dinamakan kampuh bilah tunggal .

Komponen Mesin MODUL
Contoh :  Kampuh bilah tunggal dengan tiga paku : s' s

3 DTO

Syarat sambungan : s = tebal kampuh . s’ = tebal bilah . s’ = 0,6 – 0,8.s

Kampuh bilah tunggal dibuat untuk sambungan yang tidak memerlukan kekuatan tarik yang terlalu besar .

b. Kampuh bilah ganda .
Cara menyambung dengan menggunakan dua bilah kemudian diikat oleh paku keling di namakan kampuh bilah ganda . Sambungan bilah ganda banyak digunakan untuk sambungan yang memerlukan kekua tan dan kerapatan pada tekanan tinggi . Sambungan yang paling baik dan kuat adalah kampuh bilah ganda . Contoh :  Sambungan bilah ganda dengan empat paku paralel :

s’ s

s’ = Tebal bilah s = Tebal plat

Syarat sambungan : t tt t = 2,6.d + 10 mm a = 0,5.t s' teoritis = 0,5.s s' praktis = ( 0,6 – 0,7 ).s

t
a

d b 4.e = 1. Bahan paku keling terbuat dari logam yang mudah dibentuk dan dilepas dengan cara me rusak seperti baja yang ulet . Dari segi ekonomis sambungan paku keling lebih murah . tembaga dan perunggu .6. aluminium . Paku keling adalah sejenis pasak atau paku yang digunakan untuk mengikat sambungan yang sifatnya permanen tidak bergerak dan dilepas .Komponen Mesin MODUL 3 Sambungan bilah ganda dikeling ganda dengan enam paku zig-zaq : e 4 PDTM  t p Syarat sambungan : .d Sebelum dikeling d = diameter paku L = panjang batang paku keling Sesudah dikeling . d 1.1 Dimensi paku keling .b = 1.6. 4.5.d L kepala 0.d 1.t = 3.p = 0. Paku Keling .5.d .5.5.t . sederhana dan lebih ringan konstruksinya .d + 15 mm .5.

tangki minyak dll . misalnya uap .8 d . ketel dll .5. tangki ketel 0. bangunan .8 d Dipakai pada konstruksi-konstruksi / sambung an yang tidak boleh bocor.d 1. untuk yang le lbih kuat misalnya pada kapal . kepala persing( countersunk ) 750 0. kepala radius lebih tinggi 0.7.8. kepala konis lebih tinggi . yang 1. L d D.d Dipakai pada sambungan jenis C .6 PDTM Penggunaan Dipakai pada konstruksi – konstruksi jembatan .5 d L d C. kepala konis .6 d 0.d 1.d Dipakai untuk keperluan-keperluan khusus konstruksi seperti jenis A . tetapi kepala keling pa da jenis E rata dengan permukaan bagian disambung ( terbenam ) .8.d Dipakai seperti jenis A .8. pada 1.L = Σ s + 1. d L B.d Σ s = jumlah tebal plat .8 d 3.2 Bentuk dan ukuran kepala paku keling : Kepala paku A. Komponen Mesin 1 MODUL 3 4.6. 1. kepala radius ( bulat ) 0. L d E.

d L Komponen Mesin 1 MODUL 3 5. 3.1 Kerusakan pada sambungan paku keling . Paku keling putus oleh tegangan geser : paku bergeser ( putus ) F F d. Kerusakan lubang paku karena tekanan bidang paku : kerusakan lubang paku F F e. Robeknya plat diantara paku-paku karena tarikan : plat robek F F c. Kekuatan Sambungan Paku Keling .7 PDTM Kerusakan pada sambungan paku keling karena adanya beban yang bekerja pada sam bungan dan menyebabkan : a. Plat melengkung : F F F = Beban b. 5. Robeknya plat bagian pinggir karena plat melengkung : F F .

s . σt [ kgf .5 d τg = 0. Kampuh berimpit dikeling tunggal : • Kekuatan plat yang berlubang : 3. Kampuh berimpit . d = diameter paku . d τg . N ] ……………………… ( 2 ) τg dari bahan paku = ( 0.1) . σt n = jumlah paku yang menerima geseran .6 – 0.2 Kekuatan sambungan paku keling . [ kgf . Komponen Mesin 1 MODUL 3 a). π 4 2 . d = diameter paku . • Kekuatan paku menahan geseran : τg ( tegangan geser ) F F F F≤ n.8 ) . Kekuatan sambungan paku keling perlu diperhitungkan untuk mencegah / menahan ke kerusakan yang terjadi pada sambungan . s = tebal plat t = jarak antara paku . ( 1 ) σt dari bahan plat . Tegangan geser (τg ) tergantung pada jarak antara sumbu paku dengan pinggir plat : e = 1.8 . 5. a.Plat robek .d ) t F F ≤ ( t – d ).8 PDTM F ( t. N ] …………………. σt • Kekuatan plat menahan takanan bidang paku : σo F d F .

s ...s.. τ2 d = 2..... N ] ……………………. d 2 . Komponen Mesin 1 MODUL 3 Tekanan bidang tergantung :  e = 1.6 σt σo = 2 σt Kekuatan plat terhadap beban tarik : F F d F ≤ ( b – n.. Efisiensi plat ( φ plat ) . • Prosen Kekuatan ( Efisiensi ) .s.. didapat nilai : = σt π 4 .. • Dari persamaan 2 dan 3 jika σo plat = 1.s = d... d. N ] . s .6 σo τg dapat nilai : di π 4 .. t = 2..d ) ... dg. • Dari persamaan 1 dan 2 jika τg σt dan d = 2 s . ( 3 ) σo = Tekanan bidang plat yang diijinkan .6 .9 PDTM σo = 1... σt [ kg . . d t = jarak antara paku keling .F ≤ n. ( 4 ) n = jumlah paku sejajar . 1). b = lebar plat . σo [ kgf ....5 d  e=2d • 3.. d = diameter paku keling .. σt dari bahan plat .τg =(t-d)..

St 34 5 3500 = 5 = 0. 3.7 . Gambarkan konstruksi sambungannya .7σt paku . Secara matematis ditulis : φ plat = Kekuatan plat berlubang Kekuatan plat utuh x 100 % Komponen Mesin 1 MODUL 3 (t–d). Efisiensi paku ( φ paku ) . Solusi : σt St 35 plat =5 = 0. Rencanakan : a. bahan paku dari bahan St 34 . t (%) Perhitungan : Diketahui sambungan kampuh berimpit dikeling tunggal : sambungan dipasang dengan empat buah paku . = 700 kgf cm -2 τ g 3400 = 476 kgf cm -2 5 . Hasil bagi kekuatan plat yang dilubangi dengan plat utuh ( tidak dilubangi ) dinamakan efi siensi plat ( prosen kekuatan plat ) .Plat yang disambung dengan paku keling tidak sekuat plat yang utuh . bahan plat dari bahan St 35 . tebal kampuh ( plat ) 16 mm .10 PDTM φ plat = σt σt x 100 % φ plat = (t -d) x 100 % t 2). d.τg = 0.s.d 2 . g τ 4 x 100 % t.s σ . Besar gaya F pada tiap paku yang mengalami geseran .7.diamter paku 20 mm . t. c. b. π φ paku = . Efisiensi paku didefinisikan sebagai : φ paku = kekuatan paku pada geseran x 100 % kekuatan plat utuh n . faktor keamanan sambungan ditetapkan 5 . Jarak antara paku Efisiensi plat .s.

56 kgf . t = 2.11 PDTM π . d = 2. Konstruksi sambungan : F F a.a. 476 4 F ≤ 5978. Gaya tiap paku yang menerima geseran ( Fo ) : Fo = F 5978 . Kekuatan paku terhadap geseran : F≤n.56 = = 1494. 3.2 ) .6 . 20 = 52 mm .5 % Komponen Mesin 1 MODUL 3 c. Kampuh berimpit dikeling ganda . b.64 kgf . 3. 4 n d.τg 4 ≤ 4 . Efisiensi plat : φ plat = = (t − d ) t (52 − 20 ) 20 x 100% x 100 % = 61.6 t . d 2. F F (t–d) t 0. ( 2 ) 2 .14 .6 .

σt plat 750 kgf cm -2 - σo τg paku 500 kgf cm-2 plat 600 kgf cm -2 Ditanya : Gaya maksimum yang diijinkan pada sambungan . Perhiutngan : Diketahui konstruksi sambungan seperti gambar : - Diameter paku keling 13 mm Tebal plat 7 mm . Gaya maksimum yang diijinkan pada sambungan 945 kgf .7 ) . Kampuh Bilah . 4 . ( 0. Dari pemeriksaan diatas bagian yang terlemah pada kekuatan plat terhadap beban ta rik dengan gaya maksimum 945 kgf . d. s . (1.Kekuatan paku menahan geseran : F ≤ n.3 kgf .3 ) . 750 ≤ 945 kgf . 600 ≤ 2184 kgf .3)2 . ( 1. τg 4 3.d ) . d 2.Kekuatan plat terhadap beban tarik : F ≤ ( b – n. .7 .0. b). 500 ≤ 2653. Solusi : .14 .12 PDTM Perhitungan kekuatan sambungan berimpit dikeling ganda sama dengan sambungan berimpit dikeling tunggal .Kekuatan plat menahan takanan bidang paku : F ≤ n.1. s . π . σo F ≤ 4 . σt F ≤ ( 7 – 4.3 ) . F ≤ 4. 70 mm .Komponen Mesin 1 MODUL 3 t 3.

1). d τ. d. σo bahan plat . g [ kgf . n = jumlah paku . σt dari bahan bilah . s Bilah tunggal dikeling tunggal Komponen Mesin 1 MODUL 3 • Kekuatan bilah yang berlubang : bilah 3. s’ s’ = tebal bilah s = tebal plat . Kampuh bilah tunggal .b. Kekuatan paku terhadap geseran : F ≤ n. Perhitungan : Konstruksi sambungan seperti gambar : I F t F I -Beban tiap paku F = 4800 kgf . N ] . s’ . • σt [ kgf . σo [ kgf . π 4 2 . -Bahan plat dan bilah St 34 -Bahan paku keling St 35 . N ] . • Tekanan bidang pada lubang bilah : F ≤ n . s’ . N ] .13 PDTM F (t–d) t F Plat F ≤ ( t – d ) .

Ditanya kekuatan pada penampang I – I : a. b. F0 ≤ ( t – d ) .-Faktor keamanan sambungan ( v ) = 6 -Tegangan geser paku ( τg= 0. d τg . b. Diameter paku ( d ) : 3 F0 ≤ n . s .7 σt ) -Tebal plat ( s ) = 12 mm -Tebal bilah ( s’ ) = 0.8. s’ s s’ s’ = tebal bilah s = tebal plat .2 . 583 = 408 kgf cm-2 σt plat = St 34 = 567 kgf cm-2 . Gambarkan penampang konstruksi sambungan tersebut .56 cm dibulatkan 48 mm . Konstruksi penampang sambungan bilah tunggal dikeling ganda : b. nilai t ditetapkan ≥ 48 mm . σt plat = σt bilah 6 π 4 2 . Jarak antara paku ( t ) : Jarak t pada penampang I . maka diameter paku ( d ) ditetapkan ≥ 16 mm . Diameter paku ( d ) Jarak antara paku ( t ) c. 567 t ≥ 2. 2400 ≤ 3 .14 . Komponen Mesin 1 MODUL 3 Solusi : 3. s’ . 0.58 dibulatkan 16 mm . paku 3.14 PDTM σt paku = S 3 t 5 v = 3500 6 = 583 kgf cm-2 τg paku = 0.6 t ≥ 4.96 + 1. . σt bilah 1600 ≤ ( t – 1.6 ) .8 .7.I : 2. 1. e. 408 4 d ≥ 1. d 2 . Kampuh bilah ganda .2 ). a.

Lebar plat ( bilah ) . σo bahan plat ( paku ) atau dari bahan terlemah . 1400 d≥ 4. t bahan plat . σt Tegangan tarik ijin bahan ( ) = 1400 kgf cm-2 τg σt Tegangan geser paku ( ) = 0.3.1400 ≥ 1. s [ kgf . τg paku 4 [ kgf . π .• Kekuatan plat : F ≤ ( t – d ) . Sambungan menggunakan enam paku . N ]σ. π .8.2.10 3 6.s.8 . • Kekuatan paku terhadap geseran : F≤n.15 cm dibulatkan 12 mm .d.2. Diameter paku ( d ) : F≤ n.14 4 . d 2. Besar diameter paku keling . Tekanan bidang pada lubang ( σo ) = 2 .14 . Perhitungan : Konstruksi sambungan seperti gambar : - Beban pada sambungan ( F ) = 14 ton .15 PDTM σo [ kgf . 2 . 3. c. . 0. σt Solusi : a. d 2 . Tebal plat dan tebal bilah . N ] Komponen Mesin 1 MODUL 3 • Kekuatan lubang plat terhadap tekanan bidang : F ≤ n. 3. ( n = 6 ) Tebal bilah ( s’ ) = 0. σt.8.103 ≤ 6 . d 2.2.0. τg paku 4 14. b. N ] .14 .5 s Rencanakan : a.

σt b≥ F + 3. b.σ 0 s ≥ 0. ( 1.10 3 b≥ 0.d ) .1400 ≥ 17. Lebar plat ( b ) : F ≤ ( b – 3. Lebar plat ditetapkan ( b ) = 180 mm .2).10 3 ≥ 6.7 cm ( 7 mm ) Komponen Mesin 1 MODUL 3 3.s . 0.s.16 PDTM .Tebal plat ( s ) : F≤ n.35 cm .d. .2 ) 14 .σ t + 3. s ≥ σo F 14 .7 = 0.1400 n. Tebal bilah ditetapkan s’ ≥ 4 mm .89 cm dibulatkan 18 cm .d s. 2.Ditetapkan d ≥ 12 mm .(1.69 cm dibulatkan 0.d .7. .5.Tebal bilah ( s’ ) : s’ = 0. c.

.....d c.. a... Konstruksi sambungan berikut adalah . Rapat a. Tegangan geser yang diperbolehkan dari sambungan berikut adalah .. Sambungan paku keling pada konstruksi jembatan adalah sambungan ...... Sambungan dikeling tunggal ...F n...F π .. Sambungan las a..17 PDTM A..... Rapat dan kuat c... Kuat b..Komponen Mesin 1 MODUL 3 3...... 4. c.d 2 7...F n... Sambungan ulir c.. Kekuatan plat menahan tekanan bidang paku dari sambungan berikut : .. τg ≥ 4.. d... a. 6.π .π ...... a........... 1....... Sambungan dikeling ganda b. 3... Sambungan dikeling triple 5... τg ≤ 4. Yang tidak termasuk sambungan tetap adalah .. Sambungan dikeling paralel d..d d... Rapat dan berat .. Berat c. Sambungan solder d..d 2 b.. Sambungan keling pada ketel uap termasuk sambungan .. Rapat c. Sambungan keling b.. τg ≤ 2.. Kuat 2. τg ≥ 2... b. d.... F F a. d .. dikeling ganda bilah bilah tunggal .F n....π ... Pilihan Ganda ... Rapat dan kuat ... d. Sambungan yang diikat oleh satu baris paku dinamakan .. Kampuh Kampuh Kampuh Kampuh dikeling tunggal . b......

d. beban F . F ≥ 4 .. d. σo Komponen Mesin 1 MODUL 3 8. τg 4 c.. σo 3 . φ plat B. s .. φ plat = d...σt 9.. d 2. Jelaskan yang dimaksud dengan sambungan keling ? Jelaskan macam-macam sambungan keling ? Jelaskan keuntungan sambungan keling ? . Kekuatan paku terhadap geseran dari sambungan seperti gambar .Essay . τg 4 π d.d s.. d 2. d .. b≤ b ≥ F + n. 4 ..d s. d 2. 3... b ≥ F + 2.. d .. 2 10.. 2.18 PDTM a. c.d s.. s . F F π .. φ plat = = (t + d ) x 100 % t (t − d ) x 100 % d c.F F a. F F F F ≥ ≥ ≤ ≤ 3 ... F ≤ n . s .σt F + 3. φ plat = (t ± d ) x 100 % t (t − d ) x 100 % t b. d F b F 3. F ≤ 4 . d 2 . Prosen kekuatan plat pada sambungan kampuh berimpit dikeling ganda secara mate matis ditulis : a. F ≥ n . τg 4 a.σt F + 2. σo n . d . Lebar plat ( b ) dari konstruksi sambungan berikut adalah ... s . b.σt b.d s.. 4 π .... 1. τg 4 π b. d . 2 . b ≤ c. σo n .

Gambarkan konstruksi sambungan kampuh berimpit : a. Tebal kampuh 10 mm .103 kgf . Hitung tebal platnya . b. Dua paku dengan diameter 15 mm dipakai untuk menahan beban 1. Rencanakan : a. 9. 7. dikeling tunggal dengan empat paku . Tiga buah paku keling dengan diameter 16 mm dipakai pada kampuh berimpit dike ling ganda . Diameter paku keling . Jika tegangan tarik ijin bahan paku 1200 kgf cm-2 . b. b. Paku keling yang dipakai enam buah . kampuh bilah tunggal dikeling ganda dengan enam paku keling . σ t = 1400 kgf cm-2 τg = 0. 5. Tebal plat dan bilah .4.103 kgf . σt Rencanakan : a. 8. Diameter paku keling .8.s τg = 0.5. b.5. Konstruksi sambungan seperti gambar : F F Tabal plat 12 mm F = 3 ton . kampuh bilah ganda dikeling tunggal dengan empat paku keling . 6. c. Lebar dari plat . Hitung : a. b. gaya maksimum yang diijinkan . Gambarkan konstruksi sambungannya .7 σ t Rencanakan diameter paku . bila σt = 1400 kgf cm-2 . Lebar plat .19 PDTM F F F = 1.2. Gambarkan konstruksi sambungan berikut : a. . 10. dikeling ganda dengan tiga paku . Konstruksi sambungan seperti gambar : Komponen Mesin 1 MODUL 3 3. Konstruksi sambungan seperti gambar : 14 t 14 t σt = 1400 kgf cm-2 tebal bilah ( s’ )= 0.

Komponen Mesin 1 MODUL 3 3.dikeling ganda paralel .20 PDTM Sambungan yang menggunakan kelingan paku sebagai bahan pengikat sambungan di namakan sambungan paku keling . Konstruksi sambungan paku keling : Kampuh berimpit dikeling tunggal Kampuh berimpit dikeling ganda Kampuh berimpit .bilah tunggal dikeling tunggal .bilah ganda dikeling ganda .bilah ganda dikeling tunggal .dikeling ganda zig-zaq (berliku) Kampuh berimpit dikeling triple Sambungan paku keling Kampuh bilah tunggal Kampuh bilah . Sambungan paku keling umumnya dipakai untuk menyambung pelat atau besi profil .bilah tunggal dikeling ganda Kampuh bilah ganda .

Kekuatan plat menahan geseran e. Prosen kekuatan sambungan ( Efisiensi ) .21 PDTM . b.Kekuatan Sambungan Paku Keling . Kekuatan pada plat . Robeknya plat antara paku karena tarikan . b. • Kerusakan pada sambungan paku keling : a. e. Melengkungnya plat . Kekuatan paku terhadap geseran . Paku keling putus karena geseran . d. Robeknya plat bagian pinggir karena melengkungnya plat . c. c. Tekanan bidang pada lubang paku . Kerusakan lubang paku karena tekanan bidang paku . Komponen Mesin 1 MODUL 3 • Perhitungan kekuatan sambungan paku keling : a. d. 3.

Jarak antara paku keling Prosen kekuatan plat .8 σt ) . c. - Bahan kampuh St 35 Bahan paku keling St 34 Faktor keamanan sambungan ditetapkan 5 Tegangan geser yang diperbolehkan pada paku 0.Jarak antara paku 90 mm . .5 t 1. Tiga buah paku keling dipakai pada konstruksi sambungan seperti gambar : 2t 2t σt = 1400 kgf cm-2 τg = 0.7. Prosen kekuatan paku keling . Kampuh berimpit dikeling ganda diikat oleh empat paku keling 20 mm dan tebal kampuh 12 mm .( τg = 0. b. s Faktor keamanan ( v ) 5 1.8 σt Rencanakan a.8. Konstruksi sambungan seperti gambar : Bahan plat dan bilah St 35 Bahan paku St 34 Tebal plat ( s ) 12 mm Tebal bilah ( s’ ) 0.Komponen Mesin 1 MODUL 3 3. : Diameter paku keling . . Besar diameter paku keling . Gambarkan konstruksi sambungannya .22 PDTM 1. 3. σt Hitung : a. b.5 t Hitung : a. c. Gaya maksimum yang diijinkan pada paku . 2.

3. 4. . Jarak antara paku . c. Konstruksi sambungan seperti gambar : 13 t 13 t Komponen Mesin 1 MODUL 3 Paku keling yang dipakai empat buah dengan diameter 20 mm Tegangan tarik ijin bahan 1300 kgf cm-2 .Tebal plat batang 12 mm .s ) . b.b. 0 0 F3 F2 F1 12 t Buatlah rencana perhitungan sambungan diatas : . Tebal plat dan bilah ( s’= 0. Prosen kekuatan plat . Tegangan geser yang diperbolehkan tiap paku keling .6.6.Bahan konstruksi dari St 37 .faktor keamanan 4 .23 PDTM Hitung : a. .8 σt . 5.τg = 0. Tiga buah batang dari suatu konstruksi seperti tampak dalam gambar berikut : .Tekanan bidang pada lubang paku 1.tegangan tarik ijin bahan .

80 % . Petunjuk penggunaan modul . Cocokan jawaban test formatif dengan kunci jawaban yang terdapat dibagian be lakang modul ini .100 % = baik sekali . Prasyarat .a. Komponen Mesin 1 MODUL 3 PENDAHULUAN . Tujuan Umum Pemelajaran . b. Memiliki kemampuan dalam pemahaman tentang sambungan .70 % . Diameter paku keling dari tiap batang .79 % = sedang . d. c. Luas tiap batang yang menahan beban tarik .24 PDTM Standar kompetensi komponen mesin adalah pengetahuan yang mempelajarai tentang dasar – dasar perencanaan dan pemilihan elemen mesin atau bagian . rem dan roda gigi . Komponen mesin 1 : • • • • • Sambungan keling Sambungan las Sambungan ulir . kopling . A. D. antara lain sambungan . • • • Bacalah isi modul ini secara berurutan dan pahami dengan benar dari setiap ba han ajarnya . alat transmisi ( penerus daya ) . poros .89 % = baik . Besar beban F2 dan F3 .bagain dari me sin . Deskripsi Bahan Ajar . macam–macam sam bungan dan menghitung kekuatan sambungan . .90 % . Kemudian gunakan rumus berikut ini : Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar Jumlah soal x 100 % • Arti Tingkat Penguasaan Bahan Ajar : . C. Besar beban tiap paku keling dari setiap batang . kerjakan test formatif untuk mengukur dan mengetahui tingkat penguasaan bahan ajar . Setelah menyelesaikan bahan ajar . Peserta diklat telah menyelesaikan dan mengusai modul 1 dan 2 Setiap latihan soal harus dikerjakan untuk meningkatkan pemahaman terhadap bahan ajar yang dipelajari . B. 3.

Tingkat penguasaan bahan 80% ke atas anda dapat meneruskan ke bahan ajar berikutnya . Tingkat penguasaan bahan di bawah 80% anda harus mengulang la gi pemelajaran tersebut . 3 Memiliki pengetahuan tentang menghitung kekuatan sambu ngan paku keling . 2. Memiliki pemahaman dan pengertian tentang sambungan pa ku keling .• < 70 % = kurang . Untuk menambah wawasan penguasaan bahan modul dapat menggunakan buku referensi lainnya . • • MODUL 3 iv PDTM Sambungan Paku Keling Setelah mempelajari bahan ajar ini peserta diklat : 1. Bila mendapatkan kesulitan dalam mempelajari bahan modul konsultasikan deng an guru pembimbing . Memiliki pengetahauan tentang macam – macam sambung an paku keling .

1. Komponen Mesin ( B ) disampaikan dalam tiga modul dengan tujuan agar siswa dapat lebih mudah mempelajari dan memahami isi dari materi komonen mesin tersebut .1 PDTM KATA PENGANTAR Standar kompetensi “ Komponen Mesin “ ini disusun berdasarkan silabus KTSP edisi 2006 dan acuan kerangka penulisan modul yang dikeluarkan oleh Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional .Komponen Mesin 1 MODUL 3 3. Modul 5 ( B4 – B5 ) : Komponen Mesin 3 Dengan adanya media modul ini diharapkan dapat membantu membimbing dan melatih kegiatan pemelajaran peserta diklat supaya lebih mandiri dan kreatif . Media Juli 2006 Penyusun . Baleendah . Modul 4 ( B2 – B3 ) : Komponen Mesin 2 3. . Kritik dan saran yang konstruktif untuk kesempurnaan modul ini kedepan sangat diharapkan dari rekan . Semoga modul yang sederhana ini dapat memberikan kontribusi dalam usaha me ngatasi dan memenuhi bahan ajar yang dituntut oleh KTSP edisi 2006 .rekan pengajar khususnya DTM . Modul 3 ( B1 ) : Komponen Mesin 1 2.

π . .8.7.6 . F = 2 t ( 2. 0. φplat = (t -d) ( 1. c. τ Solusi : a).π. d 2. d = 20 mm s = 12 mm . 1. σt = 1400 kgf cm-2 g = 0. d = 2. . 0.60 cm . d 2.6 = 1. v = 5 St 35 bahan kampuh St 34 bahan paku g= 0.103 ≤ 3 . τ g 4 π 2.8.i MODUL 3 Pembahasan dan Jawaban Test Formatif 1 .6 2.5% t 1. 22 . Diketahui data kampuh berimpit dikeling tunggal : n= 3 buah .0.8.60 cm .σt dan t = 90 mm . 0.2.6 .1400 ≥ 0.10 3 3. d 2 .56 cm dibilatkan 1.575 cm d di bulatkan 0.0.56 kgf . π . τ g 4 . 1400 4 d≥ 4.7. 3400 F ≤ 4 . 5 4 F ≤ 5978. 3. Diketahui data kampuh berimpit dikeling ganda : n = 4 buah . Kekuatan paku menahan geseran : F≤n. t = 2. Solusi : F≤n.σt Pembahasan & Jawaban Test Formatif τ a.6 .14 .103 kg ) . b.6 ) x100 % = x100 % = 62.

14 . 2 . 700 = 79 % . Prosen kekuatan paku : φpaku = n. s . d . τg 4 x 100% t . c). Gambar konstruksi sambungan : Komponen Mesin 1 1 .2 ) . 476 x 100% 4 9 .σt 2 φpaku = 4 . φpaku 3. π 2 . ( 1.b).

Diameter paku keling : π F≤ n. 1. St 34 bahan paku . s . Jarak antara paku : F ≤ ( t – d ) . v=5 g = 0.95 ≥ 3.σt . .MODUL 3 KOMPONEN MESIN 1 12 mm F t F - 3. s' .8 .5.6.23 + 0. τ Solusi : a.2 .F ≥ n . ( 0. d = 20 mm Pembahasan & Jawaban Test Formatif 2 . σt= 1300 kgf cm-2 n = 4 buah .0.8.3 % 4.8 .5 t dan n = 4 buah .5 mm ( dibulatkan ) b. Diket data konstruksi sambungan bilah ganda : F = 13 t . 3.5 .103 4 . 1. d 2. τg 4 .8. 700 = 58. 680 d ≥ 9.0.95 ) . 700 x 100 % 3.2 ) .2 ) .5 .18 cm t ≥ dibulatkan 35 mm .1. Diket konstruksi sambungan bilah tunggal : St 35 bahan plat dan bilah . σt bilah x 100 % t .95 ) . σt plat ( 3. σo= 1. s’ .14 . s = 12 mm dan s’ = 0.d ) . t ≥ 2.1. π . ( 0. σt 1. c. Prosen kekuatan plat : φplat = = 3500 5 ( t .8 s .5. g 4 τ d≥ 4.σt F = 1.103 ≤ ( t – 0.

Σ FV = 0 (.τ g 4 τ 517..( 22 ) . 8 = 4.. ( 1 ) ..τ g 4 3. .. .. v = 4 g t τ 0... Tebal plat dan bilah : F ≤ n .8 ...tebal bilah s’ = 0.σ = Bahan konstruksi St 37 F1 Solusi : a.. 1.. d . 5.1300 n .14 13. 2 .103 ≤ 4..2 b.2 ..6 . d . s ... s = 0. ( 2 ) 3 KOMPONEN MESIN 1 Pembahasan & Jawaban Test Formatif MODUL 3 ..F1 ) + F2 sin 45 + F3 sin45 = 0 .σ o .6 .. Tegangan geser pada tiap paku keling : KOMPONEN MESIN 1 π .6 .σ0 s≥ F 13 .MODUL 3 a. Diketahui konstruksi batang seperti gambar : F3 F2 F1 = 12 t ... d 2.8 mm dibulatkan 5 mm .F3 cos 45 ) = 0 3 F2 = F cos 45 45 12 t 0 cos 45 F3 cos 450 F2 cos 450 F2 = F3 ....10 3 ≥ 4. Besar beban F2 dan F3 : F3 F sin45 2 sin45 F2 F 3 45 0 Σ FH = 0 F2 cos 45 + ( ....5 kgf cm-2 g ≤ F≤ n...tebal plat s ≥ 8 mm ( dibulatkan ) .

7 40 d2 ≥ 20 mm ( dibulatkan ) .Batang 3 : 3700 4 A1 = 13 cm2 ( dibulatkan ) 3700 4 A2 = 9. 2 d2 ≥ π .Batang 3 ( F3 ) = 3 = 4.Batang 2 : F2 ≤ n . .10 3 3. b. F 1 n .2. τg 4 4. sin45 2.F2 = F3 = 8.2.Batang 1 : F1 ≤ n .25 t 2 F .3. 2 d1 ≥ π . .10 3 2.14. 2 . 1/2 2 .5.Batang 1 : F1 = A1 .103 = A2 .5 t . τg 4 ≥ 4.740 d1 ≥ 20 mm ( dibulatkan ) .3.F3 = 8.14. d22.25 t 2 c.12.103 = A1 . F3 sin 45 = F1 F3 = F2 = F3 F1 12 = 2.Batang 3 : d3 = d2 ≥ 20 mm d.20 cm2 4 KOMPONEN MESIN 1 Pembahasan & Jawaban Test Formatif MODUL 3 .Subsitusikan pers ( 1 ) ke pers ( 2 ) : F2 sin 45 + F3 sin 45 = F1 F3 sin 45 + F3 sin 45 = F1 2. π .20 cm2 ( dibulatkan ) A3 = A2 = 9. σt 12. d12. σt 8. . τg 4.5 t ( dibulatkan ) . Luas batang yang menahan beban tarik : . .Batang 2 ( F2 ) = F 1 =4t 3 F 2 = 4.5. Beban tiap paku : .Batang 1 ( F1 ) = .Batang 2 : F2 = A2 . Diameter paku tiap batang : .8.

Diketahui konstruksi las sbb : D = 100 mm . Diketahui sambungan las dengan data : F = 1. σt 33912 34.1200 a ≥ 0. Tebal pengelasan ( a ) .10 2 6. σl 45 F k = π . σt s≥ 18. Besar beban tarik ( F ) : F ≤ A .54 .54 cm α = 450 a≥ a≥ σl = 0. σt ≤ b.14 . Beban F b.35 . σt ≤ F≤ 3.14 ( 102 . Solusi : F ≤ A . b = 2½” = 6. lingkaran las = 3.Pembahasan dan Jawaban Test Formatif 2 1. a .8 t .96 cm .36 cm . σt F ≤ 33912 kgf .s . 11 = 34.4 mm ( dibulatkan ) . d D F Solusi : a. σl ≤ k . 1200 s ≥ 2. b.85 ( Tabel 1 ) .85 . Pembahasan & Jawaban Test Formatif MODUL 3 5 KOMPONEN MESIN 1 . 2. d = 80 mm lingkaran las 110 mm dan σt pipa =1200 kgf cm-2 Hitung : a. Tebal pengelasan ( a ) : a F ≤ A . σt = 1200 kgf cm-2. 0. 0. 1200 4 π 4 ( D2 – d2 ) . σt F k .85 .82 ) .

1400 F ≤ 16800 kgf .3. 1400 1. σl A=2. 1400 L ≥ 11. σl Pembahasan & Jawaban Test Formatif MODUL 3 a2 = 4 mm  6 KOMPONEN MESIN 1 .75 . a1 ) . Diketahui konstruksi sambungan las sbb : a1 = 8 mm 60.4142 . σl L ≥ σl = 0.5 ) .4142 . L ) . 0. 4. F ≤ A . σt ≤ ( 8 x 1. σl ≤ 2. ( L1 .4142 .60.L = 1.a. σl ≤ ( 1.75 . 0.7071 α = 00 ( F // penampang las ) F ≤ A .4142 . Panjang pengelasan ( L ) . Solusi : Panjang pengelasan L1 : F1 ≤ 2 .6 11 t L1 z 17 60mm L2 σt besi siku 800 kgf cm-2 . A . Besar beban F : F ≤ A . Solusi : a. Diketahui konstruksi sambungan las sebagai berikut : a F 80 mm L 15 mm Bahan kedua plat St 37 dengan σt = 1400 kgf cm-2 . L a = ½ 2 = 0.75 ( Tabel 1 ) σt 16800 F ≥ 1. b.75 . 0.32 cm .

6 = F ( 6 – 1.1 mm . σl ≤ 2. - α = 0 ( F // penampang las ) : σl = 0. σl 3116 F2 ≥ 2 . φ = 80% .L1 ≥ F1 2 . σb 10 . a2 ) . 150 . V1 +1 2 . Solusi : t pada kampuh memanjang : t ≥ t ≥  p .4 . 37 t ≥ 2. Diketahui sebuah ketel dengan ukuran : D = 1500 mm .σl L2 ≥ 6.ϕ .3 = 7884 kgf ( dibulatkan ) .  Panjang pengelasan L2 : F2 ≤ 2 . 37 t ≥ 2.21 cm .75.14 cm ( 21. ( L2 . V1 = 4.4 mm ) .8 . 9 +1 4 .4 mm ) .  t pada kampuh melintang : t ≥ t ≥ p . a .75 . A .Besar beban F : F = F1 + F2 F2 = F – F1 = 3116 kgf .5 dan V2 = 9 . 800 2 . σl . Bahan ketel St 37 . 0. D . 4. σb 10 . a . 80 .75 ( Tabel 1 ) σt L1 ≥ 7884 ≥ 8. 2 . p = 10 kgf cm-2 .5 +1 2 .14 cm ( 21. D .50 cm ( dibulatkan ) L2 ≥ Panjang pengelasan L2 ≥ 65 mm . Pembahasan & Jawaban Test Formatif 7 . 0. 800 Panjang pengelasan L1≥ 82. 5. 0. 4.10 3 ) . 0.Besar beban F1 : F1 .7 ) F1 = ( 11. 6 . 150 . V2 +1 4 . ϕ . 80 .

p = 10 kg cm-2 .Panjang baut 100 mm . Tegangan pada baut 103 kg cm-2 p D Solusi : a. FS ≤ 3. . Gaya pengencang dengan kunci momen : FV ≤ c .FV ≥ 4 .99 mm & s = 2. D = 50 mm . 15 mm 30 m 15 mm m 30 t . b. FS ≤ p x π 2 3.Panjang ulir baut 40 mm . Tinggi mur bila H = 0.5 ≤ 628 kgf .D . FS c = 3. b. D1 = 9. Rencanakan : a. Gaya pengencang bila baut menggunakan kunci momen . b.6σt Rencanakan : a.14 . Ukuran ulir baut jika menggunakan ulir metrik dan whitwort .75 mm ) . Diketahui konstruksi tutup selinder seperti gambar diikat oleh empat baut . Besar gaya pengencang pada baut dengan kunci momen adalah 628 kgf .D ≤ 10 x .D1 x 103 4 4.12 mm ) 2. 103 π 2 D1 ≥ 9 mm ( dibulatkan ) . 628 π . Ukuran ulir baut : FV ≤ A x σt ≤ D1 ≥ .2 ( Tabel 6 ) . Beban yang bekerja kombinasi statis dan dinamis . . Ukuran ulir baut jika menggunakan ulir whit wort.( 5 ) 4 4 FS ≤ 196.8.σt = 103 kgf cm-2 . FV ≤ c .τg = 0.2 . D1 = 9.MODUL 3 Pembahasan dan Jawaban Test Formatif 3 . KOMPONEN MESIN 1 1.5 kgf . 196.Ulir Whitwort : W ½ “ ( D 12.Bahan baut St 34 .Ulir Metrik : M 12 ( D = 12 mm . Diketahui konstruksi sambungan ulir seperti gambar : .85 mm & s = 1.σt 3.14 2 . .70 mm .

14 . Diketahui sebuah ulir whitwort : . D1= 49.6 mm dan p = 12 mm .6 mm .103 ≥ 56.8 .menahan beban ( F ) = 6 t .Tegangan σt = 500 kgf cm-2 . Solusi : π F≤ . Ukuran ulir whitwort yang digunakan adalah W 1½“ ( D= 38. Tinggi mur ( H ) : H = 0. F ≤ 2 D . 6.menerima beban ( F ) = 400 kgf .F p ½p D1 b. Solusi : a.π . . 4. σt 4 4.25 mm ) Tabel 3 .D = 0.15 mm .σt = 800 kgf cm-2 Solusi : π F≤ . b. 3.σt ≥ 4 .43 mm ulir whit wort yang digunakan adalah W 2¼“ ( D = 57. 800 D1 ≥ 31 mm ( dibulatkan ) . D1=32.τg 8 KOMPONEN MESIN 1 4 D ≥ 2.σt .68 mm dan s = 4.43 mm H = 45 mm . D12 . Diketahui ukuran ulir trapesium : D1 = 45. Diketahui poros ulir trapesium kepala senter mesin bubut : . 56.F D1 ≥ π .Pembahasan & Jawaban Test Formatif MODUL 3 Solusi : π 2 a.F π . Diameter luar ulir ( D ) : D = D1 + ½ p = 45.6.0.02 mm dan s = 6. σt 4 D1 ≥ 4.6 + 6 = 51.103 3.8. D12 . Gambar penampang ulir : D 4.35 mm ) .10 mm . 5.

Pembahasan & Jawaban Test Formatif 9 .

700 D1 ≥ 15 mm ( dibulatkan ) Ukuran untuk baut UNC adalah ¾” – 10 UNC ( D = 19. Diketahui baut UNC : .14 . D1 = 11. Pembahasan & Jawaban Test Formatif 10 .MODUL 3 D1 ≥ KOMPONEN MESIN 1 4 . σt 4 D1 ≥ 4.F π . D1 = 15. 400 3.Baut menahan beban 1.5 mm dan s = 4 mm ) .103 3. 6.σt ≥ 4 .93 mm dan s = 2.14 .2 t Solusi : π F≤ .10 mm .faktor keamanan 6 . 1. 500 D1 ≥ 10 mm Ulir trapesium yang digunakan pada kepala senter mesin bubut : T 16 x 4 ( D = 16 mm .Bahan baut St 42 .54 mm ) .2. D12 .

SMK Negeri 8 Bandung . Drs .Wijaya .PEMBAHASAN DAN JAWABAN TEST FORMATIF MODUL 3 . .S.5 Oleh : T.

Komponen tentang kompetensi “ Komponen Mesin “ ( B ) Mesin 1 ( B1 ) Mesin 2 ( B2 – B3 ) Mesin 3 ( B4 – B5 ) Dengan adanya media modul ini diharapkan dapat membantu membim bing kegiatan pemelajaran dan aktivitas belajar peserta diklat lebih mandiri dan kreatif sehingga pemahaman terhadap bahan ajar dapat lebih mendalam dan mantap . Media Juli 2004 Penyusun . Semoga modul yang sederhana ini dapat memberikan kontribusi dalam usaha mengatasi dan memenuhi bahan ajar yang dituntut oleh kurikulum edisi 2004 .MODUL 3 – 5 PDTM KATA PENGANTAR Materi bahan ajar yang tersaji dalam modul 3 – 5 ini disusun berdasarkan deskripsi pemelajaran program diklat PDTM kurikulum SMK edisi 2004 kelompok Teknologi dan Industri . Modul 3 . Komponen 3. i . Baleendah . Kritik dan saran yang konstruktif untuk kesempurnaan modul ini kedepan sangat dinantikan dari rekan-rekan pengajar khususnya PDTM . Komponen 2.5 ini membahas yang terdiri dari : 1.

5 PDTM DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi Peta Kedudukan Modul Pendahuluan : A. Petunjuk Penggunaan Modul MODUL 3 ( B 1 ) : Pemelajaran 1 : Sambungan paku keling Latihan 1 Rangkuman Test Formatif 1 Pemelajaran 2 : Sambungan Las Latihan 2 Rangkuman Test Formatif 2 Pemelajaran 3 : Sambungan Ulir Latihan 3 Rangkuman Test Formatif 3 Kunci Jawaban Test Formatif DAFTAR PUSTAKA i ii iii iv iv iv iv iv 3.42 3.61 3.64 3.25 3.47 3.1 3.63 3.45 3.MODUL 3 .22 3.2 3.2 3. Deskripsi Bahan Ajar B.27 3.39 3.59 3.Tujuan Umum Pemelajaran D.66 ii .19 3.27 3.47 3. Prasyarat C.

D2 M8 F1-F2 M1 A1 . 1 ( Sub kompetensi ) . PDTM M3 B1 M2 A3-A4 M4 B2-B3 M5 B4 – B5 M7 E1-E2 M6 C1.MODUL 3 – 5 PETA KEDUDUKAN MODUL PDTM Program Keahlian : Teknik Mekanik Otomotif . A1 = A ( Kode kompetensi ) . M 14 L1-L2 M 15 M1-M2 iii .C2 D1.A2 M 10 H1 M 11 I1 M9 G1-G2-G3 M 13 K1-K2 M 12 J1-J2 M 16 N1-N2 M 17 O1-O2-O3 Keterangan : M 1 = Modul nomor 1 .

3 Memiliki pengetahuan tentang menghitung kekuatan sambu ngan paku keling Komponen Mesin 1 3. 2.MODUL 3 PDTM Sambungan Paku Keling Setelah mempelajari bahan ajar ini peserta diklat : 1.1 . Memiliki pemahaman dan pengertian tentang sambungan pa ku keling . Memiliki pengetahauan tentang macam – macam sambung an paku keling .

. Tujuan Pemelajaran : Setelah mempelajari bahan ajar ini . peserta diklat dapat :  Memahami dan menjelaskan pengertian sambungan paku keling  Memahami dan menjelaskan macam-macam sambungan paku keling  Menghitung kekuatan sambungan paku keling .Pemelajaran 1 Sambungan Paku Keling .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->