Anda di halaman 1dari 1

KERANGKA KONSEP SKENARIO 1 10 hari sebelumnya palu menembus kulitnya cukup dalam terluka dan berdarah tdk mencari

pertolongan medis Kelainan Psikiatrik (Histeria) Trismus inkonstan, relaksasi komplet di antara kejang
Tetanus (CSF normal dan pemeriksaan darah rutin normal atau sedikit meninggi, sedangkan SGOT, CPK dan SERUM aldolase sedikit meninggi karena kekakuan otot-otot tubuh)

Rahang kaku dan tdk bs membuka mulut lebih lebar dari 2 cm (trismus)3 hari

Kepala Leher opisthothonus dan risus sardonicus

Saat kecil menerima serangkaian imunisasi tetanus tp tdk ingat menjalani booster

Abdomen opisthothonus

Demam (temp rektal 38,5 C, temp aksiler 37,8 C)

Meningitis (tanpa trismus, abnormal CSF)

TERAPI TETANUS
-Menghilangkan kuman penyebab (merawat luka yg dicurigai sbg sumber infeksidebridement utk menghilangkan suasana an aerob) (Peniciline 1,2juta unit / hari selama 10 hari, IM, Bila tersedia Peniciline intravena, dapat digunakan dengan dosis 200.000 unit /kgBB/24 jam, dibagi 6 dosis selama 10 hari) -Netralisasi Toksin (Human Tetanus Immunoglobulin/TIG dosis tunggal 3000-6000 U, satu kali pemberian saja IM) (tetanus antitoksin, yang berawal dari hewan, dengan dosis 40.000 U 20.000 IU dimasukkan kedalam 200 cc cairan NaC1 fisiologis i.v, pemberian harus sudah diselesaikan dalam waktu 30-45 menit. Setengah dosis yang tersisa (20.000 U) diberikan secara IM pada daerah pada sebelah luar ) (Tetanus Toksoid (TT)yang pertama,dilakukan bersamaan dengan pemberian antitoksin tetapi pada sisi yang berbeda dengan alat suntik yang berbeda. Pemberian dilakukan secara I.M -Mengatasi kaku otot (Diazepam 0,5 1,0 mg/kg/Bera t badan / 4 jam (IM)

Diet TKTP (per sonde/parenteral o/k trismus) Ruangan tenang