Anda di halaman 1dari 14

1.

Kunjungan rumah

korban kekerasan 2. Pendampingan korban

kekerasan 3. Penyuluhan

Salbiyah 10. Upaya kesehatan reproduksi remaja

1.

Penyuluhan, seperti

NAPZA dan alkohol 2. Pendampingan

kelompok remaja 3. Kunjungan rumah

remaja dengan risiko Presti Sulasih Upaya Imunisasi 1 Pelayanan Imunisasi

1. 2. 3.

Pendataan Pelayanan di Posyandu Pelayanan di sekolah

(Bulan Imunisasi Anak Sekolah) 4. Sweeping/kunjungan

rumah/Backlog Fighting 5. 6. Penyuluhan Pengambilan vaksin

dan logistik lainnya

7.

Pelacakan kasus

diduga KIPI Juminah Upaya Perbaikan Gizi 1 Pelayanan gizi

1.

Operasional Posyandu

(pemantauan penimbangan balita, pemberian vitamin A Balita) 2. Surveilans dan

pelacakan gizi buruk 3. rumah 4. 5. Penyuluhan gizi Pemantauan garam Sweeping/kunjungan

beryodium 6. 7. 8. PMT penyuluhan Penggerakan Kadarzi Penggerakan ASI

eksklusif 9. Perbaikan

Gizi Rindiawati, AMG 2.Penanggulangan gizi kurang dan gizi buruk serta ibu hamil KEK

1.

Kunjungan/pendampingan

Rindiawati, AMG Upaya Pengendalian Penyakit 1 Penemuan kasus penyakit dan tata laksana,

termasuk kasus pasung penderita gangguan jiwa

1. 2. 3. 4. obat 5. 6.

Pelayanan di Posyandu Kunjungan rumah Pelacakan di lapangan Kunjungan drop out

Penyuluhan Pengendalian Penyakit

Pratiwi Handayani 2 Penyelidikan epidemiologi/ penanggulangan KLB

1. 2. 3.

Kunjunganrumah/lapangan Penemuan kasus nonPolio AFP Pengambilan spesimen

Pratiwi Handayani 3.Pelacakan kasus kontak

1. 2.

Kunjungan rumah Pengambilan spesimen

Pratiwi Handayani 4.Penyelidikan vektor

1.

Kunjungan lapangan

Pratiwi Handayani 5.Pemberantasan vektor

1.

Kunjungan lapangan

dalam rangka pemberantasan vektor Pratiwi Handayani Upaya Kesehatan Lingkungan 1 Pemeriksaan air bersih dan kualitas air minum

1. 2. 3. 4. 5.

Pendataan Penyuluhan Pemantauan Kunjungan lapangan Kesehatan

lingkungan Dani Fitriayadi, Amd KL 2 Pemeriksaan sanitasi dasar - Jamban sehat - Rumah sehat - TempatTempat Umum (TTU) - Tempat Pengolah Makanan - Sekolah

1. 2. 3. 4.

Pendataan Kunjungan lapangan Penyuluhan Pemantauan

Dani Fitriayadi, Amd KL Upaya Promosi Kesehatan 1 Rumah tangga ber-PHBS

1. 2. 3. 4.

Pendataan Penyuluhan kelompok Kunjungan rumah Pembinaan Gerakan

Masyarakat

5. 6.

Pemantauan Promosi Kesehatan

Faridha Ariyani, AMKL 2. Pembinaan Desa Siaga dan UKBM, seperti Desa Siaga Sehat Jiwa

1. 2. 3. 4.

Pendataan Penyuluhan kelompok Pembinaan/penyelenggaraan Forum Masyarakat Desa (menjamin terlaksananya SMD dan MMD) Pembinaan UKBM

(Poskesdes, Posyandu) 5. Pemantauan

Faridha Ariyani, AMKL Upaya Pengobatan Puskesmas Induk 1. 2. 3. 4. 5. Pelayanan Rawat Jalan Umum Pelayanan Rawat Jalan ASKES Pelayanan Rawat Jalan Jamkesmas Pelayanan Kesehatan Haji PPPK/Posko Kesehatan

Dwi Arti Tri Sahana Poli MTBS 1. Pelayanan penanganan kunjungan Balita Sakit

Pratiwi Handayani, Amd Kep Poli Gigi 1. 2. 3. 4. 5. Pelayanan pengobatan Gigi Cabut gigi tetap Tambal gigi permanen Tambal gigi sementara Pembersihan karang gigi

Drg. Maria Mirza Pustu Karangsari

2. 3. 4.

Pelayanan Rawat Jalan Umum Pelayanan Rawat Jalan ASKES Pelayanan Rawat Jalan Jamkesmas

Endah Lestari Klinik Bumirejo 1. 2. 3. Pelayanan Rawat Jalan Umum Pelayanan Rawat Jalan ASKES Pelayanan Rawat Jalan Jamkesmas

Eni Setyoningsih Klinik Pasar Tumenggunggan 1. 2. 3. Pelayanan Rawat Jalan Umum Pelayanan Rawat Jalan ASKES Pelayanan Rawat Jalan Jamkesmas

Martiningsih Klinik Setda 1. 2. 3. Pelayanan Rawat Jalan Umum Pelayanan Rawat Jalan ASKES Pelayanan Rawat Jalan Jamkesmas

Nelly Puspita Pelayanan Obat dan Farmasi 1. 2. LPLPO Pelayanan dan stok obat Puskesmas, Pustu, Klinik

Adhika Wahyuningtyas, Amd.Farm Pemeriksaan Laboratorium 1. 2. 3. 4. 5. 6. Pemeriksaan hemoglobin pada IH/Umum Pemeriksaan darah trombosit pada tersangka DBD Pemeriksaan sediaan darah malaria Pemeriksaan test kehamilan Pemeriksaan sputum TB Pemeriksaan urine protein ibu hamil

Siti Sutaryatun Loket Pendaftaran 1. 2. Pelayanan pendaftaran pasien kunjungan rawat jalan umum Pelayanan pendaftaran pasien kunjungan rawat jalan gigi

Puji Astuti UPAYA KESEHATAN PENGEMBANGAN

Upaya Kesehatan Usia Lanjut

1. 2.

Pembinaan Kelompok Pemantauan Kesehatan

Salbiyah Upaya Kesehatan Mata dan Pencegahan Kebutaan

1. 2. 3. 4. 5.

Penemuan kasus di Puskesmas Penemuan Kasus di Masyarakat Pemeriksaan visus/refraksi Penemuan kasus buta katarak Pelayanan operasi katarak

Dwi Arti Tri Sahana Upaya Kesehatan Telinga

1. 2. 3. 4.

Penemuan kasus di Puskesmas Rujukan kasus ke spesialis melalui pemeriksaan fungsi pendengaran Pelayanan spesialis di Puskesmasa Penanganan Kejadian komplikasi operasi

Dwi Arti Tri Sahana Upaya Kesehatan Jiwa

1. 2. 3. 4.

Pemberdayaan kelompok dalam mpenemuan kasus ganngguan jiwa Penemuan dan penaganan kasus Rujukan kasus ke spesialis Deteksi dini kasus kesehatan jiwa

Salbiyah Upaya Kesehatan Olah Raga

1. 2. 3. 4.

Pelatihan Kader Pembinaan kelompok potensial/klub Pemeriksaan kesegaran jasmani anak sekolah Pemeriksaan kesegaran jasmani atlit

Dwi Arti Tri Sahana Upaya Pencegahan dan penanggulangan penyakit gigi Pencegahan dan penanggulangan penyakit gigi masyarakat 1. 2. Pembinaan kesehatan gigi di Posyandu Pembinaan kesehatan gigi di TK

3. 4.

Perawatan kesehatan gigi di SD/MI Pembinaan kesehatan gigi massal di SD/MI

Dasitah Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat Perawatan Kesehatan Masyarakat 1. 2. 3. 4. Asuhan keperawatan pada keluarga Asuhan keperawatan pada kelompok Pemberdayaan keluarga lepas asuh Pemberdayaan kelompok lepas asuh

Pratiwi Handayani Upaya Bina Kesehatan Tradisional Bina Kesehatan Tradisional 1. 2. 3. Pembinaan TOGA di masyarakat Pembinaan pengobat tradisional yg menggunakan tanaman obat Pembinaan pengobat tradisional dengan ketrampilan pengobatan tanaman obat

Adhika Wahyuningtyas Upaya Bina Kesehatan Kerja Bina Kesehatan Kerja 1. 2. 3. Pembinaan Pos UKK Pembinaan Pos UKK menuju Simasker Pelayanan kesehatan di Pos UKK

Dwi Arti Tri Sahana UPAYA MANAJEMEN PUSKESMAS

Manajemen Operasional Puskesmas Perencanaan Kegiatan Puskesmas 1. 2. 3. 4. 5. 6. Penyusunan data cakupan kegiatan bulanan Penyusunan data cakupan tahunan (Profil dan Laporan Kinerja) Penyusunan RUK melalui analisis dan perumusan masalah berdasarkan prioritas Penyusunan RPK Penyelenggaraan Minilokakarya bulanan Penyelenggaraan Minilokakarya Tribulanan (Lintas Sektor)

Dhani Fitriyadi Eni Setyoningsih Sudarman, Amd

Sudarman, Amd Sudarman, Amd Sudarman, Amd

Pelayanan Umum 1. 2. 3. Pelayanan Surat dan arsip Kebersihan dan perawatan kantor Penerimaan tamu dan penyelenggaraan rapat-rapat

Indarwati Pencatatan dan Pelaporan 4. 5. 6. Mengagenda penyusunan Laporan Bulanan Mengirim Laporan Bulanan ke Ke Kabupaten Membuat data 10 besar penyakit setiap bulan

Indarwati Indarwati Nelly Puspita Manajemen Alat dan Obat Pengelolaan Alat 1. 2. Membuat Kartu Inventaris Barang Ruangan Melakukan up-dating daftar inventaris alat

Prihyadi Pengelolaan obat 1. 2. 3. Mencatat penerimaan dan pengeluaran obat di setiap unit (Puskesmas, Pustu, Puskesling, Posyandu, Klinik) Membuat kartu stok setiap jenis obat dan bahan gudang secara rutin Menerapkan konsep FIFO dan FEFO dalam pengelolaan obat

Sutiyah Manajemen Keuangan Pengelolaan keuangan 1. 2. 3. Membuat catatan bulanan uang masuk-keluar Pemeriksaan berkala Kepala Puskesmas Membuat laporan keuangan secara vertikal

Bendahara Manajemen Ketenagaan Pengelolaan administrasi kepegawaian 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Menyusun daftar absensi Membuat daftar/catatan harian tugas pegawai Membuat uraian tugas dan tanggungjawab setiap ptrugas Membuat rencana kerja bulanan setiap petugas Menyusun kelengkapan penilaian DP3 pegawai Menyusun kelengkapan berkas kenaikan gaji berkala (KGB), Kenaikan pangkat, kenaikan tingkat Membuat daftar urut kepangkatan Menyusun kelengkapan berkas cuti pegawai I. PENDAHULUAN

8.

A. Latar Belakang Tujuan pembangunan kesehatan yang telah tercantum pada Sistem Kesehatan Nasional adalah suatu upaya penyelenggaraan kesehatan yang dilaksanakan oleh bangsa Indonesia guna mendapatkan kemampuan hidup sehat bagi setiap masyarakat agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal yang mana dikatakan bahwa peningkatan derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu lingkungan, pelayanan kesehatan, tindakan serta bawaan (congenital). Hidup sehat merupakan hak yang dimilki oleh setiap manusia yang ada didunia ini, akan tetapi diperlukan berbagai cara untuk mendapatkannya (Anonim, 2007). Sebagai upaya untuk mewujudkan visi Indonesia sehat 2010, pemerintah telah menyusun berbagai program pembangunan dalam bidang kesehatan antara lain kegiatan pemberantasan Penyakit Menular (P2M) baik yang bersifat promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif di semua aspek lingkungan kegiatan pelayanan kesehatan. Untuk dapat mengukur derajat kesehatan masyarakat digunakan beberapa indikator, salah satunya adalah angka kesakitan dan kematian balita. Angka kematian balita yang telah berhasil diturunkan dari 45 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2003 menjadi 44 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2007 2008). World Health Organization (WHO) memperkirakan insidens Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di negara berkembang dengan angka kematian balita di atas 40 per 1000 kelahiran hidup adalah 15%-20% (Anonim,

pertahun pada golongan usia balita. Menurut WHO 13 juta anak balita di dunia meninggal setiap tahun dan sebagian besar kematian tersebut terdapat di Negara berkembang, dimana pneumonia merupakan salah satu penyebab utama kematian dengan membunuh 4 juta anak balita setiap tahun (Depkes, 2000 dalam Asrun, 2006). Di Indonesia, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selalu menempati urutan pertama penyebab kematian pada kelompok bayi dan balita. Selain itu ISPA juga sering berada pada daftar 10 penyakit terbanyak di rumah sakit. Survei mortalitas yang dilakukan oleh Subdit ISPA tahun 2005 menempatkan ISPA/Pneumonia sebagai penyebab kematian bayi terbesar di Indonesia dengan persentase 22,30% dari seluruh kematian balita (Anonim, 2008). Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah proses infeksi akut berlangsung selama 14 hari, yang disebabkan oleh mikroorganisme dan menyerang salah satu bagian, dan atau lebih dari saluran napas, mulai dari hidung (saluran atas) hingga alveoli (saluran bawah), termasuk jaringan adneksanya, seperti sinus, rongga telinga tengah dan pleura (Anonim, 2007). Gejala awal yang timbul biasanya berupa batuk pilek, yang kemudian diikuti dengan napas cepat dan napas sesak. Pada tingkat yang lebih berat terjadi kesukaran bernapas, tidak dapat minum, kejang, kesadaran menurun dan meninggal bila tidak segera diobati. Usia Balita adalah kelompok yang paling rentan dengan infeksi saluran pernapasan. Kenyataannya bahwa angka morbiditas dan mortalitas akibat ISPA, masih tinggi pada balita di negara berkembang. Penemuan penderita ISPA pada balita di Sulawesi Tenggara, sejak tahun 2006 hingga 2008, berturut turut adalah 74.278 kasus (36,26 %), 62.126 kasus (31,45%), 72.537 kasus (35,94%) (Anonim, 2008).

Sedangkan penemuan penderita ISPA pada balita di Kabupaten Konawe dari tahun 2006 hingga 2008, berturut-turut adalah 8.291 kasus (23,63%), 7.671 kasus (28,09%) dan 7.289 kasus (24,63%). Data kesakitan yang dilaporkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe tiga tahun terakhir (tahun 2006 sampai dengan tahun 2008), Puskesmas Sampara menduduki urutan kedua tertinggi ISPA dari 24 Puskesmas di Wilayah Kabupaten Konawe. Atas dasar tersebut maka penulis memilih Puskesmas Sampara sebagai lokasi penelitian (Anonim, 2008).

Di Wilayah Kerja Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sampara, penemuan penderita ISPA pada balita tahun 2006 sebanyak 1.471 kasus (20,29%) dan sebanyak 415 (28,2%) kasus peneumonia. Tahun 2007 sebanyak 1.059 kasus (24,62%) dengan 258 (24,4%) kasus pneumonia. Kasus ISPA pada balita di Puskesmas Sampara pada tahun 2008 ditemukan sebanyak 1.149 dengan 383 (33,3%) kasus pneumonia (Anonim, 2007). Berdasarkan uraian di atas, penyakit ISPA merupakan salah satu penyakit dengan angka kesakitan dan angka kematian yang cukup tinggi, sehingga dalam penanganannya diperlukan kesadaran yang tinggi baik dari masyarakat maupun petugas, terutama tentang beberapa faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan. Menurut Hendrik Blum dalam Notoatmodjo, 1996, faktor-faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan antara lain faktor lingkungan seperti asap dapur, faktor prilaku seperti kebiasaan merokok keluarga dalam rumah, faktor pelayanan kesehatan seperti status imunisasi, ASI Ekslusif dan BBLR dan faktor keturunan. Asap dapur dan faktor prilaku seperti kebiasaan merokok keluarga dalam rumah sangat berpengaruh karena semakin banyak penderita gangguan kesehatan akibat merokok ataupun menghirup asap rokok (bagi perokok pasif) yang umumnya adalah perempuan dan anak-anak, sedangkan faktor pelayanan kesehatan seperti status imunisasi, ASI Ekslusif dan BBLR merupakan faktor yang dapat membantu mencegah terjadinya penyakit infeksi seperti gangguan pernapasan sehingga tidak mudah menjadi parah (Anonim, 2007). Banyak faktor yang berpengaruh terhadap kejadian ISPA, yang dapat meningkatkan angka kesakitan dan angka kematian akibat pneumonia. Hal inilah yang mendasari penulis untuk meneliti faktor-faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sampara Kabupaten Konawe.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian dalam latar belakang maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Bagaimanakah faktor resiko kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sampara Kabupaten Konawe Tahun 2009 ?

C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum Untuk mengetahui faktor resiko kejadian ISPA pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sampara Kabupaten Konawe. 2. Tujuan Khusus a. Untuk mengetahui hubungan asap dapur dengan kejadian ISPA pada balita. b. Untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok dalam rumah dengan kejadian ISPA pada balita. c. Untuk mengetahui hubungan ASI Ekslusif dengan kejadian ISPA pada balita.

d. Untuk mengetahui hubungan status imunisasi dengan kejadian ISPA pada balita. e. Untuk mengetahui hubungan BBLR dengan kejadian ISPA pada balita.

D. Manfaat Penelitian 1. Sebagai bahan masukan bagi pemerintah khususnya bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe dan Puskesmas dalam penentuan arah kebijakan program penanggulangan penyakit menular khususnya ISPA. 2. Diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan, disamping itu hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan rujukan bagi penelitian selanjutnya. 3. Bagi penulis merupakan suatu pengalaman yang sangat berharga dalam mengaplikasikan ilmu yang telah didapat dan menambah wawasan pengetahuan.