Anda di halaman 1dari 17

Kata Pengantar

Alhamdulillah dan puji syukur kehadirat Allah SWT. Kami ucapkan atas terwujudnya makalah anatomi ini. Tanpa Ridho dan kasih sayang serta petunjuk dari-nya mustahil makalah ini dapat dirampungkan. Makalah ini disusun sebagai panduan untuk para mahasiswa atau umum. Besar harapan kami makalah ini dapat digunakan oleh para mahasiswa dan mahasiswi sebagai panduan dan pegangan dalam mempelajari tentang sistem mata . juga merupakan harapan kami bahwa dengan hadirnya buku ini akan mempermudah para mahasiswa dalam proses belajar. Akhirnya sesuai dengan kata pepatah tiada gading yang tak retak kami mengharapkan saran kritik khususnya dari teman-teman mahasiswa dan bapak/ibu dosen kami. Kami juga berterimakasih kepada semua pihak yang turut membantu rampungnya makalah ini.

Bangkalan 30 Mei 2010

Penyusun

Page | 1

Daftar isi
BAB I
1.1 1.2 1.3 1.4

Pendahuluan....3 Latar Belakang3 Batasan Masalah.4 Rumusan Masalah..4 Tujuan dan manfaat4

BAB II Pembahasan5 BAB III Penutup..17


3.1 3.2 3.3

Kesimpulan17 Saran..17 Daftar pustaka18

Page | 2

Bab I Pendahuluan
1.1 Latar belakang Pada hakikatnya bola mata berdiameter 2,5 cm dimana 5/6 bagiannya terbenam dalam rongga mata, dan hanya 1/6 bagiannya saja yang tampak pada bagian luar. menunjukan bagian-bagian yang termasuk ke dalam bola mata, bagian-bagian tersebut memiliki fungsi berbeda, secara rinci.bagian mata antara lain,sclera,otot-otot mata,kornea,pupil,iris,retina,lensa,badan siliaris,bintik buta,bintik kuning,vitreous humour,aquous humour yang mempunyai beberapa fungsi berbeda dalam pengaturan cahaya melalui mata.fungsi mata antara lain,melihat.bagian-bagian lain dari mata sebagai pelindung ialah bulu mata dan kelopak mata,hal ini agar mata terhindar dari bendabenda asing yang dapat masuk ke dalam mata.

Page | 3

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimanakah Konsep dan Teori tentang sistem mata?

2. Bagaimanakah Anatomi dan fisiologi mata? 3. Bagaimanakah fungsi-fungsi mata dalam tubuh Manusia ?
1.3 Batasan Masalah

Berdasarkan rumusan masalah diatas maka batasan masalah pada makalah ini adalah tentang anatomi dan fisiologi mata serta fungsi-fungsinya. 1.4 Tujuan dan Manfaat 1. Dapat mengetahui Konsep dan Teori sistem mata 2. Memberikan pengajaran pada mahasiswa untuk mempelajari konsep mata

Page | 4

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Struktur dan Anatomi Mata

a. Bola Mata

Gambar 2.1 Penampang bola mata Bola mata berdiameter 2,5 cm dimana 5/6 bagiannya terbenam dalam rongga mata, dan hanya 1/6 bagiannya saja yang tampak pada bagian luar. Gambar 2.1 menunjukan bagian-bagian yang termasuk ke dalam bola mata, bagian-bagian tersebut memiliki fungsi berbeda, secara rinci diuraikan sebagai berikut :
1. Sklera : Melindungi bola mata dari kerusakan mekanis dan menjadi tempat melekatnya

bola mata: merupakan lapisan luar mata yang berwarna putih dan relatif kuat. Konjungtiva : selaput tipis yang melapisi bagian dalam kelopak mata dan bagian luar sklera

Page | 5

2. Otot-otot : Otot-otot yang melekat pada mata

a. muskulus rektus superior : menggerakan mata ke atas b. muskulus rektus inferior : mengerakan mata ke bawah
3. Kornea : memungkinkan lewatnya cahaya dan merefraksikan cahaya

struktur transparan yang menyerupai kubah, merupakan pembungkus dari iris, pupil dan bilik anterior serta membantu memfokuskan cahaya
4. Pupil : daerah hitam di tengah-tengah iris. 5. Badan Siliaris : Menyokong lensa dan mengandung otot yang memungkinkan lensa

untuk beroakomodasi, kemudian berfungsijuga untuk mengsekreskan aqueus humor


6. Iris : Mengendalikan cahaya yang masuk ke mata melalui pupil, mengandung pigmen. 7. Retina : lapisan jaringan peka cahaya yang terletak di bagian belakang bola mata; berfun

gsi mengirimkan pesan visuil melalui saraf optikus ke otak.


8. Lensa :Memfokuskan pandangan dengan mengubah bentuk lensa: struktur cembung

ganda yang tergantung diantara humor aqueus dan vitreus; berfungsi membantu memfokuskan cahaya ke retina.
9. Bintik kuning (Fovea) : Bagian retina yang mengandung sel kerucut 10. Bintik buta : Daerah syaraf optic meninggalkan bagian dalam bola mata 11. Vitreous humor : Menyokong lensa dan menjaga bentuk bola mata: gel transparan yang

terdapat di belakang lensa dan di depan retina (mengisi posterior mata


12. Aquous humor : Menjaga bentuk kantong bola mata cairan jernih dan encer yang menga

lir diantara lensa dan kornea (mengisi segmen anterior mata), serta mer upakan sumber makanan bagi lensa dan kornea; dihasilkan oleh prosesu siliaris. s

Page | 6

Bola mata dibagi menjadi 3 lapisan, dari luar ke dalam yaitu tunica fibrosa, tunica vasculos a, dan tunica nervosa 1) Tunica Vibrosa Tunica vibrosa terdiri dari sklera, sclera merupakan lapisan luar yang sangat kuat. Skler ber warna putih putih, kecuali didepan. Pada lapisan ini terdapat kornea, yaitu lapisan yang berwarna b ening dan berfungsi untuk menerima cahaya masuk kemudian memfokuskannya. Untuk melindung i kornea ini, maka disekresikan air mata sehingga keadaannya selalu basah dan dapat membersihka n dari debu. Pada batas cornea dan sclera terdapat canalis schlemm yaitu suatu sinus venosus yang menyerap kembali cairan aquaus humor bola mata. 2) Tunica Vasculosa Tunica vasculosa merupakan bagian tengah bola mata, urutan dari depan ke belakang terdiri dari iris, corpus ciliaris dan koroid. Koroid merupakan lapisan tengah yang kaya akan pembuluh d arah, lapisan ini juga kaya akan pigmen warna. Daerah ini disebut Iris. Coba Anda perhatik-an mat a orang Indonesia dengan orang-orang dari Negara barat! Apakah perbedaannya? Tentunya pada w arna. Orang Indonesia biasanya bermata hitam atau coklat, miliki pigmen warna. adapun orang barat biasanya berwarna biru atau hijau. Nah, di bagian irislah terdapatnya perbedaan ini karena di tempat ini me

Bagian depan dari lapisan iris ini disebut Pupil yang terletak dibelakang kornea tengah. Pen garuh kerja ototnya yaitu melebar dan menyempitnya bagian ini. Coba Anda masuk ke dalam suatu kamar yang gelap gulita, maka Anda akan berusaha melihat dengan melebarkan mata agar cahaya yang masuk cukup. Pada kondisi ini disebut dengan dilatasi, demikian sebaliknya jika Anda berada pada ruangan yang terlalu terang maka Anda akan berusaha untuk menyempitkan mata karena silau untuk mengurangi cahaya yang masuk yang disebut dengan konstriksi. Pada sebuah kamera, pupil ini diibaratkan seperti diafragma yang dapat mengatur jumlah cahaya yang masuk.
Page | 7

Cara cahaya masuk ke dalam mata a. Cahaya yang masuk melalui kornea diteruskan ke pupil. Iris mengatur jumlah cahaya yang masuk dengan cara membuka dan menutup, seperti halnya celah pada lensa kamera. Jika lingkungan di sekitar gelap, maka cahaya yang masuk akan lebih banyak; jika lingkungan disekitar terang, maka cahaya yang masuk menjadi lebih sedikit. Uk uran pupil dikontrol oleh otot sfingter pupil, yang membuka dan menutup iris. b. Lensa terdapat di belakang iris. Dengan merubah bentuknya, lensa memfokuskan cahaya ke retina. Jika mata memfokuskan pada objek yang dekat, maka otot silier akan berkontraksi, sehingga lensa menjadi lebih tebal dan lebih kuat. Jika mata memfokuskan pada objek yang jauh, maka otot silier akan mengendur dan lensa menjadi lebih tipis dan lebih lemah. Sejalan dengan pertambahan usia, lensa menjadi kurang lentur, kemampuannya untuk menebal menjadi berkurang sehingga kemampuannya untu-k memfokuskan objek yang dekat juga berkurang. Keadaan ini disebut presbiopia. c. Retina mengandung saraf-saraf cahaya dan pembuluh darah. Bagian retina yang paling sensitif adalah makula, yang memiliki ratusan ujung saraf. Banyaknya ujung saraf ini menyebabkan gambaran visual yang tajam. Retina mengubah gambaran tersebut menjadi gelombang listrik yang oleh saraf optikus dibawa ke otak. d. Saraf optikus menghubungkan retina dengan cara membelah jalurnya. Sebagian serat saraf menyilang ke sisi yang berlawanan pada kiasma optikus (suatu daerah yang berada tepat di bawah otak bagian de pan). Kemudian sebelum sampai ke otak bagian belakang, berkas saraf tersebut akan bergab-ung k embali. Bola mata terbagi menjadi 2 bagian, masing-masing terisi oleh cairan:

Segmen anterior : mulai dari kornea sampai lensa. Segmen posterior : mulai dari tepi lensa bagian belakang sampai ke retina.
Page | 8

Segmen anterior berisi humor aqueus yang merupakan sumber energi bagi struktur mata di dalamnya. Segmen posterior berisi humor vitreus. Cairan tersebut membantu menjaga bentuk bola mata. Segmen anterior sendiri terbagi menjadi 2 bagian:

Bilik anterior : mulai dari kornea sampai iris Bilik posterior : mulai dari iris sampai lensa.

Dalam keadaan normal, humor aqueus dihasilkan di bilik posterior, lalu melewati pupil masuk ke bilik anterior kemudian keluar dari bola mata melalui saluran yang terletak ujung iris.

OTOT, SARAF & PEMBULUH DARAH Otot Penggerak Bola Mata Otot ini menggerakan mata dengan fungsi ganda dan untuk pergerakan mata tergantung pada letak dan sumbu penglihatan sewaktu aksi otot. Otot pe nggerak bola mata terdiri enam otot yaitu: 1. Muskulus oblik inferior memiliki aksi primer eksotorsi dalam abduksi, dan memiliki aksi sekunder elevasi dalam adduksi, abduksi dalam elevasi. 2. Muskulus oblik superior memiliki aksi primer intorsi dalam aduksi, dan aksi sekunder berupa depresi dalam aduksi, dan abduksi dalam depresi. 3. Muskulus rektus inferior memiliki aksi primer berupa gerakan depresi pada abduksi, dan memiliki aksi sekunder berupa gerakan ekstorsi pada abduksi, dan aduksi dalam depresi. 4. Muskulus rektus lateral memiliki aksi gerakan abduksi. 5. Muskulus rektus medius memiliki aksi gerakan aduksi
Page | 9

6. Muskulus rektus superior memiliki aksi primer yaitu elevasi dalam abduksi dan aksi sekunder berupa intorsi dalam aduksi serta aduksi dalam elevasi. Beberapa otot bekerja sama menggerakkan mata. Setiap otot dirangsang oleh saraf kranial tertentu. Tulang orbita yang melindungi mata juga mengandung berbagai saraf lainnya.

Saraf optikus membawa gelombang saraf yang dihasilkan di dalam retina ke otak Saraf lakrimalis merangsang pembentukan air mata oleh kelenjar air mata Saraf lainnya menghantarkan sensasi ke bagian mata yang lain dan merangsang otot pada tulang orbita. Arteri oftalmika dan arteri retinalis menyalurkan darah ke mata kiri dan mata kanan, sedang

kan darah dari mata dibawa oleh vena oftalmika dan vena retinalis. Pembuluh darah ini masuk dan keluar melalui mata bagian belakang. STRUKTUR PELINDUNG Struktur di sekitar mata melindungi dan memungkinkan mata bergerak secara bebas ke segala arah. Struktur tersebut melindungi mata terhadap debu, angin, bakteri, virus, jamur dan bahan-bahan berbahaya lainnya, tetapi juga memungkinkan mata tetap terbuka sehingga cahaya masih bisa masuk.

Orbita adalah rongga bertulang yang mengandung bola mata, otot-otot, saraf, pembuluh darah, lemak dan struktur yang menghasilkan dan mengalirkan air mata.

Kelopak mata merupakan lipatan kulit tipis yang melindungi mata. Kelopak mata secara refleks segera menutup untuk melindungi mata dari benda asing, angin, debu dan cahaya yang sangat terang. Ketika berkedip, kelopak mata membantu menyebarkan cairan ke seluruh permukaan mata

dan ketika tertutup, kelopak mata mempertahankan kelembaban permukaan mata. Tanpa kelembab an tersebut, kornea bisa menjadi kering, terluka dan tidak tembus cahaya. Bagian dalam mata adalah selaput tipis (konjungtiva) yang juga membungkus permukaan mata. kelopak

Page | 10

Bulu mata merupakan rambut pendek yang tumbuh di ujung kelopak mata dan berfungsi membantu melindungi mata dengan bertindak sebagai barrier (penghalang).

Kelenjar kecil di ujung kelopak mata menghasilkan bahan berminyak yang mencegah penguapan air mata.

Kelenjar lakrimalis terletak di puncak tepi luar dari mata kiri dan kanan dan menghasilkan air mata yang encer. Air mata mengalir dari mata ke dalam hidung melalui 2 duktus lakrimalis; setiap duktus

memiliki lubang di ujung kelopak mata atas dan bawah, di dekat hidung. Air mata berfungsi menja ga kelembaban dan kesehatan mata, juga menjerat dan membuang partikel-partikel kecil yang masuk ke mata. Selain itu, air mata kaya akan antibodi yang membantu mencegah terjadinya infeksi. Bola mata mempunyai 3 lapis dinding yang mengelilingi rongga bola mata. Ketiga lapis dinding ini dari luar ke dalam adalah sebagai berikut:

Sklera Sklera merupakan jaringan ikat dengan serat yang kuat; berwarna putih buram (tidak tembu s cahaya), kecuali di bagian depan bersifat transparan, disebut kornea. Konjungtiva adalah l apisan transparan yang melapisi kornea dan kelopak mata. Lapisan ini berfungsi melindungi bola mata dari gangguan.

Koroid Koroid berwarna coklat kehitaman sampai hitam merupakan lapisan yang berisi banyak pembuluh darah yang memberi nutrisi dan oksigen terutama untuk retina. Warna gelap pada koroid berfungsi untuk mencegah refleksi (pemantulan sinar). Di bagian depan, koroid membentuk badan siliaris yang berlanjut ke depan membentuk iris yang berwarna. Di bagian depan iris bercelah membentuk pupil (anak mata). Melalui pupil sinar masuk. Iris berfungsi sebagai diafragma, yaitu pengontrol ukuran pupil untuk mengatur sinar yang masuk. Badan siliaris membentuk ligamentum yang berfungsi mengikat lensa mata. Kontraksi dan relaksasi dari otot badan siliaris akan mengatur cembung pipihnya lensa.
Page | 11

Retina

Lapisan ini peka terhadap sinar. Pada seluruh bagian retina berhubungan dengan badan selsel saraf yang serabutnya membentuk urat saraf optik yang memanjang sampai ke otak. Bagian yang dilewati urat saraf optik tidak peka terhadap sinar dan daerah ini disebut bintik buta. Adanya lensa dan ligamentum pengikatnya menyebabkan rongga bola mata terbagi dua, yaitu bagian depan terletak di depan lensa berisi carian yang disebut aqueous humor dan bagian belakang terletak di belakang lensa berisi vitreous humor. Kedua cairan tersebut berfungsi menjaga lensa agar selalu dalam bentuk yang benar. Kotak mata pada tengkorak berfungsi melindungi bola mata dari kerusakan. Selaput transparan yang melapisi kornea dan bagian dalam kelopak mata disebut konjungtiva. Selaput ini peka terhadap iritasi. Konjungtiva penuh dengan pembuluh darah dan serabut saraf. Radang konjungtiva disebut konjungtivitis. Untuk mencegah kekeringan, konjungtiva dibasahi dengan cairan yang keluar dari kelenjar air mata (kelenjar lakrimal) yang terdapat di bawah alis. Air mata mengandung lendir, garam, dan antiseptik dalam jumlah kecil. Air mata berfungsi sebagai alat pelumas dan pencegah masuknya mikroorganisme ke dalam mata. Normalnya, sinarsinar sejajar yang masuk ke dalam bola mata akan dibiaskan oleh sistem optis bolamata dan terfokus dalam satu titik yang jatuh tepat pada retina. Kondisi ini disebut emmetropia. Sayang, tidak semua orang memiliki kondisi mata yang ideal seperti itu. Pada beberapa orang, titik fokus dari sinar sinar tersebut justru jatuh di depan retina, atau di belakang retina. Bahkan, dapat terjadi sistem optis bolamata membiaskannya tidak saja menjadi satu titik fokus, tetapi malah dua atau bahkan lebih. Kondisi inilah yang disebut ammetropia, dan menyebabkan mata tidak dapat melihat dengan sempurna, bahkan kabur sama sekali. Ammetropia ini terdiri dari beberapa jenis, diantaranya yaitu myopia.

Page | 12

2.2 Fisiologi mata


Mata memiliki fungsi sebagai berikut: 1. Sklera (bagian putih mata) : merupakan lapisan luar mata yang berwarna putih dan relatif kuat. 2. Konjungtiva : selaput tipis yang melapisi bagian dalam kelopak mata dan bagian luar sklera. 3. Kornea : struktur transparan yang menyerupai kubah, merupakan pembungkus dari iris, pupil dan bilik anterior serta membantu memfokuskan cahaya. 4. Pupil : daerah hitam di tengah-tengah iris. 5. Iris : jaringan berwarna yang berbentuk cincin, menggantung di belakang kornea dan di depan 6. lensa; berfungsi mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata dengan cara merubah ukuran pupil. 7. Lensa : struktur cembung ganda yang tergantung diantara humor aqueus dan vitreus; berfungsi membantu memfokuskan cahaya ke retina. 8.Retina : lapisan jaringan peka cahaya yang terletak di bagian belakang bola mata; berfungsi mengirimkan pesan visual melalui saraf optikus ke otak. 9. Saraf optikus : kumpulan jutaan serat saraf yang membawa pesan visuil dari retina ke otak. 10.Humor aqueus : cairan jernih dan encer yang mengalir diantara lensa dan kornea (mengisi segmen anterior mata), serta merupakan sumber makanan bagi lensa dan kornea; dihasilkan oleh prosesus siliaris. 11. Humor vitreus : gel transparan yang terdapat di belakang lensa dan di depan retina (mengisi segmen posterior mata). Beberapa otot bekerja sama menggerakkan mata. Setiap otot dirangsang oleh saraf kranialte rtentu. Tulang orbita yang melindungi mata juga mengandung berbagai saraf lainnya. 1. Saraf optikus membawa gelombang saraf yang dihasilkan di dalam retina ke otak 2. Saraf lakrimalis merangsang pembentukan air mata oleh kelenjar air mata 3. Saraf lainnya menghantarkan sensasi ke bagian mata yang lain dan merangsang otot pada tulang orbita. Arteri oftalmika dan arteri retinalis menyalurkan darah ke mata kiri dan mata kanan, sedang kan darah dari mata dibawa oleh vena oftalmika dan vena retinalis. Pembuluh darah ini masuk dan keluar melalui mata bagian belakang.

Page | 13

Cara-cara kerja bagian-bagian mata berdasarkan intensitas cahaya


Untuk mengetahui cara kerja pupil berdasarkan intensitas cahaya
Di sebelah dalam pupilterdapat lensa yang berbentuk cakram otot yang disebut Musculus Siliaris. Otot ini sangat kuat dalam mendukung fungsi lensa mata, yang selalu bekerja untuk memfokuskan penglihatan. Seseorang yang melihat benda dengan jarak yang jauh tidak mengakiba tkan otot lensa mata bekerja, tetapi apabila seseorang melihat benda dengan jarak yang dekat maka akan memaksa otot lensa bekerja lebih berat karena otot lensa harus menegang untuk membuat lensa mata lebih tebal sehingga dapat memfokuskan penglihatan pada benda-benda tersebut. Sekarang Anda tahu mengapa aktivitas seseorang yang membaca buku akan membuat mata terasa cepat lelah?

Untuk mengetahui cara kerja otot lensa Pada bagian depan dan belakang lensa ini terdapat rongga yang berisi caira bening yang masing-masing disebut Aqueous Humor dan Vitreous Humor. Adanya cairan ini dapat memperko koh kedudukan bola mata 1) Tunica Nervosa Tunica nervosa (retina) merupakan reseptor pada mata yang terletak pada bagian belakang koroid. Bagian ini merupakan bagian terdalam dari mata. Lapisan ini lunak, namun tipis, hampir menyerupai lapisan pada kulit bawang. Retina tersusun dari sekitar 103 juta sel-sel yang berfungsi
Page | 14

untuk menerima cahaya. Di antara sel-sel tersebut sekitar 100 juta sel merupakan sel-sel batang yang berbentuk seperti tongkat pendek dan 3 juta lainnya adalah sel konus (kerucut). Sel-sel ini berfungsi untuk penglihatan hitam dan putih, dan sangat peka pada sedikit cahaya. 1. SEL BATANG tidak dapat membedakan warna, tetapi lebih sensitif terhadap cahaya sehingga sel ini lebih berfungsi pada saat melihat ditempat gelap. Sel batang ini mengandung suatu pigmen yang fotosensitif disebut rhodopsin. Cahaya lemah seperti cahaya bulan pun dapat mengenai rhodopsin. Sehingga sel batang ini diperlukan untuk penglihatan pada cahaya remang-remang. 2. SEL KERUCUT atau cone cell mengandung jenis pigmen yang berbeda, yaitu iodopsin yang terdiri dari retinen. Terdapat 3 jenis iodopsin yang masing-masing sensitive terhadap cahaya merah , hijau dan biru. Masing-masing disebut iodopsin merah, hijau dan biru. Segala warna yang ada didunia ini dapat dibentuk dengan mencamputkan ketiga warna tersebut. Sel kerucut diperluka n untuk penglihatan ketika cahaya terang. Signal listrik dari sel batang dan sel kerucut ini akan di teruskan melalui sinap ke neuron bipolar, kemudian ke neuron ganglion yang akan membentuk satu bundel syaraf yaitu syaraf otak ke II yang menembus coroid dan sclera menuju otak. Bagian yang menembus ini disebut dengan discus opticus, dimana discus opticus ini tidak mengandung sel batang dan sel kerucut, maka cahaya yang jatuh ke discus opticus tidak akan terlihat apa-apa sehingga disebut dengan bintik buta. b. Alat-alat Tambahan Mata Alat-alat tambahan mata terdiri dari alis mata, kelopak mata, bulu mata dan aparatus lakrimalis. 1)Alis : terdiri dari rambut kasar yang terletak melintang di atas mata, fungsinya untuk melindun gi mata dari cahaya dan keringat juga untuk kecantikan. 2)Kelopak mata : ada 2, yaitu atas dan bawah. Kelopak mata atas lebih banyak bergerak dari kelopak yang bawah dan mengandung musculus levator pepebrae untuk menarik kelopak mata ke atas (membuka mata). Untuk menutup mata dilakukan oleh otot otot yang lain yang melingkari kelopak mata atas dan bawah yaitu musculus orbicularis oculi. Ruang antara ke-2 kelopak disebut celah mata (fissura pelpebrae), celah ini menentukan melotot atau sipit nya seseorang. Pada sudut dalam mata terdapat tonjolan disebut caruncula
Page | 15

lakrimalis yang mengandung kelenjar sebacea (minyak) dan sudorifera 3)Bulu mata : ialah barisan bulu-bulu terletak di sebelah anterior dari kelenjar Meibow. Kelenjar sroacea yang terletak pada akar bulu-bulu mata disebut kelenjar Zeis. Infeksi kelen jar ini disebut Lordholum (bintit). 4)Apparatus lacrimalis : terdiri dari kelenjar lacrimal, ductus lacrimalis, canalis lacrimalis, dan ductus nassolacrimalis.

Bab III Penutup


3.1Kesimpulan
Page | 16

Berdasarkan pembahasan makalah diatas maka dapat di simpulkan sitem mata fungsinya sangat mempengaruhi kehidupan manusia.beberapa bagian mata antara lain,retina kornea,pupil, lensa merupaka salah satu bagian terpenting dalam pengaturan cahaya masuk ke dalam mata. Untuk menghindari penyakit infeksi mata hendaklah selalu menjaga kebersihan bagian mata dari kotoran.dan selalu menjaga pola makan teratur yang mengandung banyak vitamin A.

3.2 Saran 1. Diharapkan perawat bisa memahami dan mempelajari tentang Sistem Kulit 2. Perawat bisa dapat mengetahui penjelasan dan fungsi-fungsi dari Anatomi danFisiol o gi dari Sistem Kulit

Daftar pustaka
http.//www.google.com,Hari Jumat,tanggal 28 Mei 2010.Pukul 11.00 wib http.//www.wikipedia.com.Hari Jumat,tanggal 28 Mei 2010.Pukul 11.00 wib

Page | 17