Anda di halaman 1dari 13

a. Tembaga 1.

Karakteristik Bahan Gambar Bahan

Struktur Kimia

Karakteristik Fisika - Bentuk - Warna - Bau : kristal : kemerahan : ringan bau

Karakteristik Kimia - Rumus molekul: Cu - Nomor atom: 29 - Massa molar: 63,546 gram/mol - Golongan, periode, blok: 11, 4, d - Konfigurasi elektron kulit: 2 8 18 1

- Titik lebur: 1083 C - Titik didih: 2595 C - Berat jenis: 8,94 - Kelarutan dalam air: larut - Jari-jari atom: 128 pm - Elektronegatifan: 1,90 (skala pauling) 2. Identifikasi Bahaya - Menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, mata, selaput lendir dan kulit jika kontak dengan bahan. - Jika tertelan, mengakibatkan rasa mual, muntah dan lidah berasa logam. - Jika terjadi kontak kulit yang berkepanjangan atau berulang, dapat menyebabkan dermatitis. 3. Penanggulangan - Kontak Mata: periksa dan lepaskan jika ada lensa kontak. Segera basuh mata dengan air yang mengalir sedikitnya selama 15 menit, dengan kelopak mata tetap terbuka. Air dingin dapat digunakan. Dapatkan perawatan medis. - Kontak Kulit: dalam kasus kontak, segera cuci dengan air dan sabun desinfektan serta tutupi kulit terkontaminasi dengan krim anti-bakteri. Carilah perhatian medis. - Terhirup: jika terhirup, pindahkan ke udara segar. Jika tidak bernapas, berikan pernapasan buatan. Jika sulit bernapas, berikan oksigen. Dapatkan bantuan medis jika gejala muncul. - Tertelan: berikan beberapa gelas susu dan air. Dapat dimuntahkan secara spontan tetapi tidak dipaksakan. Jangan memberikan apapun melalui mulut ketika korban tidak sadar. Longgarkan pakaian yang ketat.

b. Seng 1. Karekteristik Bahan Gambar Bahan

Struktur Kimia

Karakteristik Fisika - Bentuk : kristal / padatan - Warna : abu-abu - Bau : berbau logam

Karakteristik Kimia - Rumus kimia: Zn - Nomor atom: 30 - Titik lebur: 419 C - Titik didih: 907 C - Massa molar: 65,38 g/mol - Berat Jenis: 7,14

- Kelarutan dalam air: tidak larut 2. Identifikasi Bahaya - Dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, mata, selaput lendir dan kulit jika kontak dengan bahan. - Berbahaya, dapat merusak paru-paru dan saluran pernapasan. 3. Penanggulangan - Kontak Mata: Periksa dan lepaskan lensa kontak. Segera basuh mata dengan air yang mengalir sedikitnya selama 15 menit, dengan kelopak mata tetap terbuka. Air dingin dapat digunakan. Harus gunakan air hangat. Dapatkan perawatan medis. - Kontak Kulit: Dalam kasus kontak, segera siram kulit dengan banyak air. Cuci kulit yang terkena dengan menggunakan sabun. Dapatkan perawatan medis. - Terhirup: Jika terhirup, pindahkan ke udara segar. Jika tidak bernapas, berikan pernapasan buatan. Jika sulit bernapas, berikan oksigen. Dapatkan bantuan medis jika gejala muncul. - Tertelan: segera muntahkan setelah diberikan beberapa gelas susu dan air. Jangan memberikan apapun melalui mulut ketika korban tidak sadar. c. Tembaga(II) Sulfat 1. Karakteristik Bahan Gambar Bahan

Struktur Kimia

Karakteristik Fisika - Bentuk - Warna - Bau : padat : abu-abu putih : tidak berbau

Karakteristik Kimia - Rumus molekul: CuSO4 - Massa molar: 159,63 gram/mol - Titik lebur: 110 C - Densitas: 3,603 g/cm3 - Kelarutan dalam air: larut - Tidak larut dalam alkohol - Beracun, iritan dan berbahaya bagi lingkungan 2. Identifikasi Bahaya - Menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, mata, dan kulit jika kontak dengan bahan. - Jika tertelan, dapat menyebabkan rasa terbakar di mulut, kerongkongan dan perut. Dapat menyebabkan kerusakan serius pada hati dan ginjal. - Jika terjadi kontak kulit, dapat menyebabkan iritasi dan rasa gatal. - Kontak dengan mata dapat menyebabkan iritasi, ulerasi dan kebutaan.

3. Penanggulangan - Kontak Mata: Periksa dan lepaskan jika ada lensa kontak. Segera basuh mata dengan air yang mengalir sedikitnya selama 15 menit, dengan kelopak mata tetap terbuka. Air dingin dapat digunakan. Dapatkan perawatan medis. - Kontak Kulit: Dalam kasus kontak, segera siram kulit dengan banyak air selama 15 menit. Cuci pakaian dan sepatu yang terkontaminas. Cuci sebelum digunakan

kembali. Bersihkan sepatu sebelum digunakan kembali. Dapatkan bantuan medis. - Terhirup: Jika terhirup, pindahkan ke udara segar. Jika tidak bernapas, berikan pernapasan buatan. Jika sulit bernapas, berikan oksigen. Dapatkan bantuan medis jika gejala muncul. - Tertelan: segera muntahkan. Jangan memberikan apapun melalui mulut ketika korban tidak sadar. Dapatkan bantuan medis segera. d. Amonium Nitrat 1. Karekteristik Bahan Gambar Bahan

Karakteristik Fisika - Bentuk : padatan - Warna : putih - Bau : tidak berbau

Karakteristik Kimia - Rumus kimia: NH4NO3 - Titik lebur: 170 C - Titik didih: 210 C - Berat Molekul: 80.38 g/mol - Tekanan uap: 1,4198 mmHg - pH: ~5,4 - Densitas: 1,73 g/cm3 - Kapasitas panas: 1,74 J/g.K - Kelarutan dalam air: larut - Bersifat iritasi dan oksidator 2. Identifikasi Bahaya - Dapat menyebabkan iritasi pada kulit, mata, dan gangguan pernapasan. - Berbahaya, merupakan oksidator kuat, dapat menyebabkan kebakaran dan ledakan. - Jika tertelan dapat menyebabkan pusing, mual, muntah, diare dan pingsan. 3. Penanggulangan - Kontak Mata: Periksa dan lepaskan lensa kontak. Segera basuh mata dengan air yang mengalir sedikitnya selama 15 menit, dengan kelopak mata tetap terbuka. Air dingin dapat digunakan. Harus gunakan air hangat. Dapatkan perawatan medis. - Kontak Kulit: Dalam kasus kontak, segera siram kulit dengan banyak air selama 15 menit. Cuci pakaian dan sepatu yang terkontaminas. Cuci sebelum digunakan

kembali. Bersihkan sepatu sebelum digunakan kembali. Dapatkan bantuan medis. - Terhirup: Jika terhirup, pindahkan ke udara segar. Jika tidak bernapas, berikan pernapasan buatan. Jika sulit bernapas, berikan oksigen. Dapatkan bantuan medis.

- Tertelan: usahakan jangan muntah kecuali bila diarahkan berbuat demikian oleh personel medis. Berikan sejumlah air. Jangan memberikan apapun melalui mulut ketika korban tidak sadar. Dapatkan bantuan medis segera. e. Kalium Nitrat 1. Karakteristik Bahan Gambar Bahan

Struktur Kimia

Karakteristik Fisika - Bentuk - Warna - Bau : padatan : putih : ringan bau

Karakteristik Kimia - Rumus molekul: KNO3 - Massa molar: 101,103 gram/mol - Titik lebur: 334 C - Titik didih: 400 C - pH: ~7

- Kelarutan dalam air: larut - Bersifat iritasi dan oksidator 2. Identifikasi Bahaya - Dapat menyebabkan iritasi pada kulit, mata, dan gangguan pernapasan. - Berbahaya, merupakan oksidator kuat, dapat menyebabkan kebakaran dan ledakan. - Jika tertelan dapat menyebabkan pusing, mual, muntah, diare dan pingsan. 3. Penanggulangan - Kontak Mata: Periksa dan lepaskan lensa kontak. Segera basuh mata dengan air yang mengalir sedikitnya selama 15 menit, dengan kelopak mata tetap terbuka. Air dingin dapat digunakan. Harus gunakan air hangat. Dapatkan perawatan medis. - Kontak Kulit: Dalam kasus kontak, segera siram kulit dengan banyak air selama 15 menit. Cuci pakaian dan sepatu yang terkontaminas. Cuci sebelum digunakan

kembali. Bersihkan sepatu sebelum digunakan kembali. Dapatkan bantuan medis. - Terhirup: Jika terhirup, pindahkan ke udara segar. Jika tidak bernapas, berikan pernapasan buatan. Jika sulit bernapas, berikan oksigen. Dapatkan bantuan medis. - Tertelan: usahakan jangan muntah kecuali bila diarahkan berbuat demikian oleh personel medis. Berikan sejumlah air. Jangan memberikan apapun melalui mulut ketika korban tidak sadar. Dapatkan bantuan medis segera. f. Seng Sulfat 1. Karekteristik Bahan Gambar Bahan

Struktur Kimia

Karakteristik Fisika - Bentuk : padatan - Warna : putih - Bau : tidak berbau

Karakteristik Kimia - Rumus kimia: ZnSO4 - Massa molar: 161 g/mol - Titik lebur: 600 C - Titik didih: 740 C - Densitas: 3,54 g/cm3 - Kelarutan dalam air: larut - Larut dalam alkohol - Berbahaya dan dapat merusak lingkungan 2. Identifikasi Bahaya - Menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, mata, selaput lendir dan kulit jika kontak dengan bahan. - Jika tertelan, mengakibatkan rasa mual, muntah dan lidah berasa logam. Dapat menyebabkan kerusakan ginjal, hati, paru-paru dan pancreas. - Jika terjadi kontak kulit yang berkepanjangan atau berulang, dapat menyebabkan dermatitis.

3. Penanggulangan - Kontak Mata: Periksa dan lepaskan lensa kontak. Segera basuh mata dengan air yang mengalir sedikitnya selama 15 menit. Dapatkan perawatan medis. - Kontak Kulit: Dalam kasus kontak, segera siram kulit dengan banyak air. Lepaskan pakaian dan sepatu yang terkontaminasi. Cuci pakaian sebelum digunakan kembali. Bersihkan sepatu sebelum digunakan kembali. Dapatkan perawatan medis. - Terhirup: Jika terhirup, pindahkan ke udara segar. Jika tidak bernapas, berikan pernapasan buatan. Jika sulit bernapas, berikan oksigen. Dapatkan bantuan medis. - Tertelan: berikan beberapa gelas susu dan air. Dapat dimuntahkan secara spontan tetapi tidak dipaksakan. Jangan memberikan apapun melalui mulut ketika korban tidak sadar. Longgarkan pakaian yang ketat . g. Amonium Klorida 1. Karekteristik Bahan Gambar Bahan

Struktur Kimia

Karakteristik Fisika - Bentuk : padatan - Warna : putih - Bau : tidak berbau

Karakteristik Kimia - Rumus kimia: NH4Cl - Massa molar: 53,491 g/mol - Titik lebur: 338 C - Titik didih: 580 C - Densitas: 1,5274 g/cm3 - Kelarutan dalam air: larut - Bersifat iritasi dan berbahaya 2. Identifikasi Bahaya - Menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, mata, selaput lendir dan kulit jika kontak dengan bahan. - Jika tertelan, mengakibatkan rasa mual, muntah dan iritasi saluran pencernaan. Dapat menyebabkan kerusakan ginjal, hati, paru-paru dan pancreas. - Jika terjadi kontak kulit yang berkepanjangan atau berulang, dapat menyebabkan dermatitis. - Jika terhirup dapat menyebabkan asma, dan kanker. 3. Penanggulangan - Kontak Kulit: Dalam kasus kontak, segera siram kulit dengan banyak air. Lepaskan pakaian dan sepatu yang terkontaminasi. Cuci pakaian sebelum digunakan kembali. Bersihkan sepatu sebelum digunakan kembali. Dapatkan perawatan medis

- Kontak Mata: Periksa dan lepaskan lensa kontak. Segera basuh mata dengan air yang mengalir sedikitnya selama 15 menit. Dapatkan perawatan medis. - Terhirup: Jika terhirup, pindahkan ke udara segar. Jika tidak bernapas, berikan pernapasan buatan. Jika sulit bernapas, berikan oksigen. Dapatkan bantuan medis. - Tertelan: Dapat dimuntahkan secara spontan tetapi tidak dipaksakan. Jangan memberikan apapun melalui mulut ketika korban tidak sadar. Longgarkan pakaian yang ketat, seperti kerah.

Makassar, 19 Maret 2012 Asisten Praktikan

RAYMOND KWANGDINATA NIM : H311 09 270

FAUZI ABDILAH NIM : H311 10 010