Anda di halaman 1dari 9

Peran Administrasi Publik Dalam Upaya Menarik Investor Asing Untuk Berinvestasi Di Indonesia

Oleh : Muhammad Isnaeni Setiawan

Latar Belakang Investasi merupakan unsur utama dalam pembangunan ekonomi suatu bangsa. Untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang dikehendaki, maka diperlukan suatu jumlah investasi tertentu, yang di biayai oleh tabungan nasional. Di negara berkembang termasuk Indonesia yang pada umumnya tidak memiliki tabungan nasional yang cukup guna membiayai pembangunan, maka diperlukan pemasukan modal dari luar. Motif utama pemerintah mengundang masuknya modal asing ke Indonesia adalah, keinginan untuk menggali potensi kekayaan alam dan sumberdaya manusia yang dimiliki agar bisa memperkuat perekonomian nasional. Melalui penanaman modal asing, proses industrialisasi diharapkan bisa berkembang bersama-sama dengan proses alih teknologi, alih kepemilikan, perluasan kesempatan kerja yang disertai dengan peningkatan keahlian dan ketrampilan. Namun demikian ternyata masih banyak kendala yang dihadapi dalam penanaman modal asing di Indonesia. Beberapa kendala yang dihadapi untuk memberdayakan penanaman modal telah dalam Laporan buku Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2004-2009 antara lain: 1. Persaingan kebijakan investasi yang dilakukan oleh negara pesaing seperti China, Vietnam, Thailand dan Malaysia. 2. Masih rendahnya kepastian hukum. 3. Lemahnya insentif investasi. 4. Kualitas SDM yang rendah dan terbatasnya infrastruktur. 5. Tidak adanya kebijakan yang jelas untuk mendorong pengalihan teknologi dari PMA. 6. Masih tingginya biaya ekonomi, karena tingginya kasus korupsi, keamanan dan penyalah gunaan wewenang 7. Meningkatnya nilai tukar riil efektif rupiah. 8. Belum optimalnya pemberian insentif dan fasilitasi.
1 BKPM-Indonesia/ BPPHT/Internship Task/ Peran Administrasi Publik Dalam Upaya Menarik
Investor Asing Untuk Berinvestasi Di Indonesia /Isnaeni Setiawan/ Januari 2013

Oleh sebab itu diperlukan peran pemerintah segabai administrator publik untuk dapat mengatasi berbagai kendala mengenai penanaman modal asing di Indonesia. Fungsifingsi administrasi perlu diterapkan untuk menciptakan administrasi publik yang efektif dan efisien agar menunjang iklim investasi dan penanaman modal asing.

Rumusan Masalah Dari latar belakang tersebut didapatkan rumusan masalah yaitu bagaimana peran administrasi publik dalam upaya menarik investor asing untuk berinvestasi di Indonesia?

Tinjauan Pustaka 1. Menurut Sukirno (1996), investasi dapat diartikan sebagai pengeluaran atau perbelanjaan penanaman modal atau perusahaan untuk membeli barang-barang modal dan perlengkapanperlengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi barangbarang dan jasa-jasa yang tersedia dalam perekonomian. Besar kecilnya investasi dalam suatu kegiatan ekonomi ditentukan oleh tingkat suku bunga, tingkat pendapatan, kemajuan teknologi, ramalan kondisi ekonomi ke depan, dan faktorfaktor lainnya. Dilihat dari sudut pandang ekonomi yang memandang investasi sebagai salah satu faktor produksi, investasi dapat diartikan sebagai suatu tindakan untuk membeli saham, obligasi, atau suatu penyertaan lainnya; suatu tindakan membeli barang modal; dan pemanfaatan dana yang tersedia untuk produksi dengan pendapatan di masa datang (Harjono, 2007). Pengertian penanaman modal asing menurut Hulman Panjaitan dalam Harjono (2007) adalah suatu kegiatan penanaman modal yang didalamnya terdapat unsur asing (foreign element) yang ditentukan oleh adanya kewarganegaraan yang berbeda, asal modal, dan sebagainya. Dalam penanaman modal asing, modal yang ditanam merupakan modal milik asing maupun modal patungan antara modal milik asing dengan modal dalam negeri.

2 BKPM-Indonesia/ BPPHT/Internship Task/ Peran Administrasi Publik Dalam Upaya Menarik


Investor Asing Untuk Berinvestasi Di Indonesia /Isnaeni Setiawan/ Januari 2013

Menurut Sumantoro (1989), penanaman modal asing harus diarahkan menurut bidang-bidang yang telah ditetapkan prioritasnya oleh pemerintah yaitu untuk sektorsektor sebagai berikut : 1. Usaha yang membutuhkan modal swasta sangat besar dan teknologi tinggi; 2. Usaha yang mengolah bahan baku menjadi bahan jadi; 3. Usaha pendirian industri-industri dasar; 4. Usaha yang sifatnya menciptakan lapangan pekerjaan; 5. Usaha yang menunjang peningkatan penerimaan negara; 6. Usaha yang menunjang penghematan devisa atau pengganti impor; 7. Usaha yang menunjang penyebaran pembangunan daerah. Pada saat ini baik negara yang sedang berkembang maupun negara maju telah menyadari dan mengusahakan hubungan kerjasama antara pemerintah dan swasta. Hal ini ditujukan untuk meningkatkan penanaman modal dari negara maju ke negara sedang berkembang. Bagi negara maju, motif mencari untung dari kegiatan penanaman modal akan selalu diutamakan, sedangkan bagi negara sedang berkembang menganggap kegiatan penanaman modal asing tersebut sebagai suatu perluasan untuk mendapatkan perkembangan perdagangan dalam negeri. 2. Administrasi Publik Administrasi Publik adalah suatu bahasan ilmu sosial yang mempelajari tiga elemen penting kehidupan bernegara yang meliputi lembaga legislatif, yudikatif, dan eksekutif serta hal- hal yang berkaitan dengan publik yang meliputi kebijakan publik, tujuan negara, dan etika yang mengatur penyelenggara negara.. Ada beberapa tokoh yang memiliki definisi tentang administrasi publik. Menurut John M. Piffner dan Robert V. Presthus ( dalam Inu Kencana, 2006 ) mereka mendefinisikan administrasi publik sebagai berikut: 1. Administrasi Publik meliputi implementasi kebijaksanaan pemerintah yang telah ditetapkan oleh badan-badan perwakilan politik. 2. Administrasi Publik dapat didefinisikan koordinasi usaha-usaha perorangan dan kelompok untuk melaksanakan kebijaksanaan pemerintah. Hal ini terutama meliputi pekerjaan sehari-hari pemerintah.

3 BKPM-Indonesia/ BPPHT/Internship Task/ Peran Administrasi Publik Dalam Upaya Menarik


Investor Asing Untuk Berinvestasi Di Indonesia /Isnaeni Setiawan/ Januari 2013

3. Secara global, administrasi publik adalah suatu proses yang bersangkutan dengan pelaksanaan kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah, pengarahan kecakapan, dan teknik-teknik yang tidak terhingga jumlahnya, memberikan arah dan maksud terhadap usaha sejumlah orang. Felix A. Nigro dan Llyod G. Nigro ( dalam Inu Kencana, 2006 ) berpendapat tentang administrasi publik adalah sebagai berikut : 1. (Administrasi Publik) adalah suatu kerjasama sekelompok dalam lingkungan pemerintahan. 2. (Administrasi Publik) meliputi ketiga cabang pemerintahan : eksekutif, legislative, dan yudikatif serta hubungan di antara mereka. 3. (Administrasi Publik) mempunyai peranan penting dalam perumusan

kebijaksanaan pemerintah, dan karenannya merupakan merupakan sebagian dari proses politik. 4. (Administrasi Publik) sangaat erat berkaitan dengan berbagai macam kelompok swasta dan perorangan dalam menyajikan pelayanan kepada masyarakat. 5. (Administrasi Publik) dalam beberapa hal berbeda pada penempatan pengertian dengan administrasi perorangan. Adapun Kajian Administrasi Publik antara lain: 1. Kebijakan Publik 2. Keuangan negara 3. Administrasi Pembangunan 4. Otonomi Daerah 5. Hubungan Eksekutif dan Legislatif 6. Etika Administrasi Publik 7. Pelayanan Publik 8. Manajemen Sumber Daya Manusia Sektor Publik 9. Organisasi dan Manajemen Publik

Pembahasan Terciptanya iklim investasi yang baik tidak lepas dari administrasi publik. Semua urusan penanaman modal asing bersentuhan langsung dengan administrasi yang
4 BKPM-Indonesia/ BPPHT/Internship Task/ Peran Administrasi Publik Dalam Upaya Menarik
Investor Asing Untuk Berinvestasi Di Indonesia /Isnaeni Setiawan/ Januari 2013

dijalankan oleh pemerintah. Administrasi publik yang lebih dikenal di Indonesia dengan istilah administrasi negara, adalah salah satu aspek dari kegiatan pemerintah. Salah satu peranan administrasi publik adalah mewujudkan kebijakan-kebijakan publik serta mewujudkan rasa aman dan kesejahteraan masyarakat, melalui kegiatan yang bersifat rutin maupun pembangunan. Hal ini dapat diwujudkan pula melalui kegiatan investasi dan penanaman modal asing yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah memerlukan administrasi negara yang berdaya guna dan berhasil guna. Peran administrasi negara atau administrasi politik merupakan proses dalam perumusan kebijakan sebagaimana pendapat Nigro (2007:18) yaitu administrasi negara mempunyai peran penting dalam perumusan kebijakan pemerintah dan karenanya merupakan sebagian dari proses politik. Tak hanya berkaitan dengan kebijakan publik, administrasi publik juga mempunyai fungsi-fungsi yang berkaitan erat dengan pelayanan, pemberdayaan, serta pembangunan. Peran dan fungsi administrasi publik harus diterapkan dengan baik untuk menunjang penanaman modal asing di Indonesia. administrasi yang menunjang penanaman modal asing di Indonesia dapat diwujudkan melalui: 1. Pelayanan publik yang efektif dan efisien Pada dasarnya pelayanan investasi merupakan bagian dari pelayanan publik yang sangat luas. Dalam kehidupan bernegara, pemerintah memiliki fungsi memberikan berbagai pelayanan publik, mulai dari pelayanan dalam bentuk pengaturan ataupun pelayanan dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dalam berbagai bidang, termasuk bidang investasi. Dalam upaya memperbaiki pelayanan publik, Pemerintah telah mengeluarkan antara lain Inpres No. 1 Tahun 1995 tentang Perbaikan dan Peningkatan Mutu Pelayanan Aparatur Pemerintah Kepada Masyarakat, Keputusan Menpan No. 63/Kep/M.Pan/7/2003 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik, sampai diberlakukannya Undang-Undang No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Konsep ini lebih didasari atas banyaknya permasalahan yang dihadapi investor yang harus berinteraksi dengan berbagai agen pemerintah untuk memperoleh bermacam perizininan yang diperlukan, license, pembebasan.

5 BKPM-Indonesia/ BPPHT/Internship Task/ Peran Administrasi Publik Dalam Upaya Menarik


Investor Asing Untuk Berinvestasi Di Indonesia /Isnaeni Setiawan/ Januari 2013

Sebagai langkah pertama, calon investor asing, misalnya, memerlukan visa untuk menjelajahi suatu negara dan mencari daerah calon investasi. Setelah

mengembangkan proyek investasi yang menarik, perizinan investasi asing dan atau perizininan industri umum diperlukan. Perizinan sektoral atau industri spesifik umumnya diperlukan sebelum operasi dapat dimulai. Perusahaan baru diperlukan untuk didaftarkan. Modal yang dibayarkan perlu dinilai dalam sertifikasi. Otoritas perpajakan perlu mendaftarkan perusahan. Prosedur pendaftaran dan perizinan perlu dilengkapi dengan otoritas keuangan, perbankan dan perdagangan dalam kasus yang meliputi pertukaran asing dan transaksi ekspor/impor. Otoritas pusat, regional dan lokal perlu memiliki akses langsung terhadap tanah dan memberi perizinan tehadap konstruksi dan pemberlakuan fasilitas produksi. Untuk merekrut pekerja domestik maupun asing, perizinan perlu diperoleh dari kantor tenaga kerja dan imigrasi. Perizinan dan Pemeriksaan diperlukan dari berbagai otoritas, termasuk lingkungan, kesehatan, keamanan dan tenaga kerja. Secara singkat, investor harus tetap berhubungan langsung dengan berbagai macam otoritas pemerintahan yang berbeda dan melewati prosedur administrasi mereka sebelum operasi dapat dimulai. Penundaan dalam langkah-langkah ini dapat diartikan sebagai tambahan biaya dan pendapatan yang hilang, dan perizinan apa pun, perizinan yang tidak dapat dihasilkan dalam waktu singkat dapat membatalkan semua rencana proyek. Melihat kompleksitas proses ini, konsep OSS (One-Stop Service) sangat menjanjikan. Ide dasarnya adalah investor hanya akan berhadapan dengan satu entitas/lembaga untuk memperoleh semua administrasi yang diperlukan, di dalam suatu proses yang terkoordinasi dan efektif (streamlined), dibanding harus melalui berbagai badan pemerintah yang berbeda. 2. Regulasi penanaman modal yang jelas Iklim investasi yang kondusif memerlukan peran serta pemerintah, tidak hanya melalui pengendalian indikator ekonomi makro namun juga melalui peraturan perundangan berupa insentif fiscal dan non fiscal. Salah satu peraturan yang diterbitkan oleh pemerintah untuk menarik investasi adalah PP 52 Tahun 2011 tentang Fasilitas Pajak Penghasilan untuk Penanaman Modal Bidang Usaha Tertentu
6 BKPM-Indonesia/ BPPHT/Internship Task/ Peran Administrasi Publik Dalam Upaya Menarik
Investor Asing Untuk Berinvestasi Di Indonesia /Isnaeni Setiawan/ Januari 2013

Dan/Atau Daerah Tertentu. Melalui peraturan ini, Pemerintah memberikan insentif fiskal berupa fasilitas pajak penghasilan badan yang meliputi: (1) Tambahan pengurangan penghasilan neto sebesar 30% dari jumlah Penanaman Modal; (2) penyusutan dan amortisasi yang dipercepat; (3) Pengurangan tarif Pajak Penghasilan atas penghasilan dividen yang dibayarkan kepada subjek pajak luar negeri; (4) Perpanjangan masa kompensasi kerugian. Selain itu, Pemerintah juga memberikan insentif berupa tax holiday bagi industri pionir untuk mendorong aliran investasi pada sektor-sektor prioritas. Insentif ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan nomor PMK-130/PMK.011/2011. Penerbitan peraturan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kuantitas investasi, namun juga kualitas investasi dalam bentuk mengarahkan investasi pada sektor-sektor prioritas yang dipandang strategis bagi penguatan struktur industri nasional. 3. Kepastian hukum para investor asing Kepentingan para penanam modal asing perlu didukung oleh adanya ketentuanketentuan dan perlakuan yang tidak diskriminatif, yang diberikan pada para pengusaha lokal atau domestik dalam arena memperebutkan pangsa pasar. Sudah selayaknya jika para pemilik modal asing menginginkan adanya perlindungan dan jaminan investasi atas ancaman terjadinya resiko nasionalisasi dan eksproriasi. Merekapun menginginkan adanya jaminan dalam hak untuk dapat mentransfer laba maupun deviden, dan hak untuk melakukan penyelesaian hukum melalui arbitrase internasional. 4. Infrastruktur dan fasilitas yang memadai Berikutnya ketersediaan fasilitas prasarana industri seperti pergudangan, jalur transportasi untuk logistik barang, pelabuhan, terminal serta hub-hub intra moda transportasi, sumber energi, air bersih, saluran irigasi lintas-desa, lembaga-lembaga ekonomi dan finansial pedesaan, serta pos-pos kolektor dan penyimpanan produkproduk hasil pertanian perlu dibangun secara memadai dan berkualitas. Rentetan investasi tersebut perlu ditrigger oleh inisiatif para gubernur dan para bupati dengan mengundang para investor masyarakat lokal. Dalam literatur perekonomian daerah jenis penanaman modal yang demikian dimasukkan kedalam kelompok social overhead capital (SOC). Ketersediaan SOC
7 BKPM-Indonesia/ BPPHT/Internship Task/ Peran Administrasi Publik Dalam Upaya Menarik
Investor Asing Untuk Berinvestasi Di Indonesia /Isnaeni Setiawan/ Januari 2013

akan memberikan rangsangan pada para investor di luar daerah untuk segera berkunjung dan menetap, karena mereka akan mendapatkan apa yang dinamakan dengan penghematan-penghematan urbanisasi (urbanization economies) dan

agglomerasi (agglomeration economies). Kesimpulan Penanaman modal asing dimaksudkan untuk meningkatkan perekonomian negara sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Masih banyak kendala yang dihadapi dalam penanaman modal di Indonesia. Oleh sebab itu diperlukan upaya-upaya untuk menangani kendala tersebut. Kendala-kendala tersebut dapat ditangani dengan mewujudkan administrasi publik yang baik karena administrasi publik sangat mempengaruhi iklim investasi di Indonesia. Peran administrasi publik sebagai pembuat dan pelaksana kebijakan serta sebagai pelayan publik yang menunjang penanaman modal asing di Indonesia antara lain dapat diwujudkan melalui: 1. Pelayanan publik yang efektif dan efisien 2. Regulasi penanaman modal yang jelas 3. Kepastian hukum para investor asing 4. Infrastruktur dan fasilitas yang memadai Saran Perwujudan peran dan fungsi administrasi publik dalam menunjang penanaman modal asing di Indonesia memerlukan loyalitas aparatur negara. Kedisiplinan dan konsistensi aparatur negara dalam membuat regulasi maupun dalam melaksanakan pelayanan publik sangat diperlukan. Oleh sebab itu, perlu adanya sumber daya manusia yang berkualitas dalam birokrasi pemerintahan.

8 BKPM-Indonesia/ BPPHT/Internship Task/ Peran Administrasi Publik Dalam Upaya Menarik


Investor Asing Untuk Berinvestasi Di Indonesia /Isnaeni Setiawan/ Januari 2013

Daftar Pustaka BUKU Harjono, D. K. 2007. Hukum Penanaman Modal. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta. Sukirno, S. 1996. Ekonomi Pembangunan. Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia, Jakarta. Sumantoro. 1989. Aspek-aspek Pengembangan Dunia Usaha Indonesia. Binacipta, Jakarta. Syafiie, Inu kencana., 2006. Ilmu Administrasi Publik, Jakarta : Asdi Mahasatya PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Undang-Undang No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Inpres No. 1 Tahun 1995 tentang Perbaikan dan Peningkatan Mutu Pelayanan Aparatur Pemerintah Kepada Masyarakat Keputusan Menpan No. 63/Kep/M.Pan/7/2003 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik PP 52 Tahun 2011 tentang Fasilitas Pajak Penghasilan untuk Penanaman Modal Bidang Usaha Tertentu Dan/Atau Daerah Tertentu. Peraturan Menteri Keuangan nomor PMK-130/PMK.011/2011 tentang Insentif Tax Holiday

9 BKPM-Indonesia/ BPPHT/Internship Task/ Peran Administrasi Publik Dalam Upaya Menarik


Investor Asing Untuk Berinvestasi Di Indonesia /Isnaeni Setiawan/ Januari 2013