Anda di halaman 1dari 24

PERTEMUAN 5

Penyambungan Serat optik dan Permasalahanya


Tipe kedua serat harus saling kompatibel
Harus menyisakan sekecil mungkin celah diantara

keduanya Posisi kedua serat harus saling bersesuaian seakurat mungkin di titik persambungan

Penyambungan Serat optik dan Permasalahanya: Tipe kedua serat harus saling kompatibel
Garis tengah inti Jika cahaya masuk dari inti serat yang lebih besar menuju yang lebih kecil maka akan terdapat rugi-rugi daya Jika cahaya masuk dari inti serat yang lebih kecil menuju yang lebih besar maka tidak akan ada rugi-rugi daya inti serat yang kecil akan menyebabkan permasalahan / kesulitan dalam penyambungan yaitu membutuhkan presisi yang tinggi Jika garis tengah inti yang keluar lebih besar dari garis tengah

inti yang masuk maka Besar ukuran rugi-rugi = -10 log (diameter inti masuk/diameter inti keluar)2 dB

Penyambungan Serat optik dan Permasalahanya: Tipe kedua serat harus saling kompatibel
Apertur Numerik (AN) Jika serat yang dimasuki memiliki AN yang sama atau lebih besar dari AN serat yang ditinggalkan maka rugi-rugi daya tidak terjadi NA kerucut penerimaan Serat 1 : NA 0,2 kerucut penerimaan = 11,5 ; Serat 2 : NA 0,25 kerucut penerimaan = 14,5 ; Jika cahaya dari serat 1 ke serat 2 maka dapat diterima dengan baik tetapi dari serat 2 ke serat 1 akan ada daya yang hilang Rumus untuk menghitung rugi daya = - 10 log (NA masuk/NA
2 keluar)

dB

Contoh soal
Diketahui :
Serat 1 memiliki garis tengah inti 100m, indeks bias

core 1,55 dan indeks bias cladding 1,4 Serat 2 memiliki garis tengah inti 62,5 m, indeks bias core 1,5 dan indeks bias cladding 1,4 Berapa rugi-rugi daya yang terjadi dititik penyambungan dari serat 1 ke serat 2? Berapa rugi-rugi daya yang terjadi dititik penyambungan dari serat 2 ke serat 1?

Penyambungan Serat optik dan Permasalahanya: Rugi Celah


Karena ujung-ujung serat yang disambungkan tidak dapat

menempel sepenuhnya
Cahaya yang keluar akan menyebar di celah dan sebagian akan

hilang menjadi rugi daya


Besar rugi daya kurang signifikan, < 0,5 dB jika kedua ujung serat

dipisahkan oleh celah selebar garis tengah inti


Solusi diberi gel yang sama dengan indeks bias inti, dengan tujuan : Mengurangi efek pemantulan fresnel Memperkecil rugi daya dititik persambungan Rugi celah bertambah secara linier dengan semakin lebar celah

Penyambungan Serat optik dan Permasalahanya: Posisi kedua serat harus saling bersesuaian seakurat mungkin di titik persambungan
Selisih posisi sumbu daerah inti kedua serat tidak sepenuhnya

tersambung rugi-rugi daya cukup besar > rugi celah rugirugi bertambah secara eksponensial terhadap selisih sumbu ke dua serat optik

Selisih posisi karena cacat inti jika posisi inti tidak tepat

berada di tengah (pusat) didalam serat optik


Selisih posisi angular karena pemotongan yg tidak tepat

semakin besar selisih angular maka akan semakin banyak sinar yang tidak dapat mengenai inti serat yang didepannya rugi daya naik secara eksponensial terhadap kenaikan sudut selisih pemberian gel menambah rugi-rugi

Pengkopelan dapat dilakukan untuk dua tujuan; Membagi sinyal splitter Menggabungkan sinyal-sinyal combiner
Pengkopelan dengan sebuah serat optik tunggal dan dua buah serat

PENGKOPELAN

optik diujung yang lain disebut pengkopelan 1 x 2

Sering kali orang merujuk satu serat optik sebagai input splitter

Rasio kopling / splitting ratio : seberapa besar bagian (proporsi) dari

daya input yang muncul di masing0masing ujung output


Contoh 9 :1 ; 1:1

Port yang menerima daya lebih besar port throughput (port Toleransi kopling : 1 % sampai 5 %

keluaran utama) dan Port yang menerima daya lebih kecil port tap

PENGKOPELAN : rugi-rugi daya


Rugi ekses Rugi daya yang bersifat nyata Energi cahay yang masuk mengalami scattering dan absorbing saat merambat didalam pengkopelan sehingga sebagiannya tidak muncul di ujung output Membandingkan daya total output terhadap daya total input Rugi ekses : 10 log (daya output /daya input) Daya output = total daya bsemua port keluaran

PENGKOPELAN : rugi-rugi daya


Rugi direksionalitas atau direktivitas Yaitu sinyal mengalami backscatter didalam pengkopel sehingga sebagian daya terpancar kembali ke arah input Rugi direksionalitas = 10 log (daya backscatter/daya input) dB Nilai tipikal untuk rugi daya ini adalah -40 dB Rugi direktivitas memberikan informasi yang sama dengan direksionalitas tapi dengan sudut pandang yang berkebalikan Rugi direktivitas = 10 log (daya input / daya backscatter)

PENGKOPELAN : rugi-rugi daya


Rugi insersi atau rugi port ke port atau rugi throughput atau rugi tap
Perbandingan antara daya salah satu port output terhadap daya port input Rugi insersi : 10 log (P port output/ P port Input) dB Contoh : rugi insersi port 2 = 10 log (daya port 2/ daya input(port1) )

Rugi throughput = rugi insersi yang dilihat untuk port throughput


Rugi tap = rugi insersi yang dilihat untuk port tap

Rugi kopling

Seringkali diabaikan
Untuk melakuka pengkoplingan dibutuhkan konektor dan splice ditiap-tiap

ujung alat. Rugi yang ditimbulan oleh konektor dan splice

Latihan soal :PENGKOPELAN rugi-rugi daya

P1 PENGKOPELAN 2 x 2 P4

P2 P3

Jika diketahui : Daya input 80 W Rugi ekses 0,8 dB Rasio pembagian 3: 1 Rugi direksionalitas -40 dB Berapakan rugi throughput dan rugi tap

Latihan soal :PENGKOPELAN rugi-rugi daya

Jika diketahui : Daya input 10 mW Rasio pembagian tiap pengkopelan 9 : 1 Rugi ekses pada tiap kopel = 0,5 dB Rugi konektor = 0,3 dB Tentukan berapa daya throughput dan daya tap pada ujung sistem ?

Jenis-jenis pengkopelan
Pengkopelan T
Pengkopelan 1x2 untuk menyalurkan sinyal tunggal ke beberapa terminal

yang berbeda Keunggulan : kesederhanaan, jaringan dapat dibentuk dengan mudah dan cepat, Kelemahan : daya sinyal akan hilang dengan cepat, daya yang diterima terminal paling belakang akan sangat kecil terutama jikan terminal yang disambungkan cukup banyak, kesalahan data meningkat dan output terminal menjadi sangat buruk.
Pengkopelan Bintang
Alternatif bagi pengkopela T jika jumlah terminal yang disambungkan

cukup banyak 1x32 hingga 32 x 32 Keunggulan ; rugi-rugi daya lebih kecil Kelemahan : membutuhkan kuantitas kabel yang jauh lebih banyak

Metoda pengkopelan
Pengkoplean Fusi
Sejumlah serat ditempelkan dengan satu sama lainnya dan

kemudian disatukan melalui proses fusi, cahaya yang adtang akan memasuki daerah inti serat yang secara efektif lebih lebar dan menyebar secara merata didalamnya, diakhir bagian yang disatukan cahaya akan terpecah memasuki cabang-cabang serat yang terpisah menuju port output
Pengkopelan buluh penyampur Pengkopelan variabel

Desain Sistem : latihan 1


konektor Sambungan fusi TX 30 m 100 m

konektor Rx 30 m

4 km

Loss patchcord 2,8 dB/ km loss kabel Serat optik 4 dB/km Sensitivitas penerima (daya minimum yang dapat diterima) = -20 dBm Loss konektor 0,8 dB Loss fusi = 0,5 dB Loss aging : kabel 0,001 dB/km, konektor= 0,2 dB, pemancar 1 dB Loss perbaikan 1 dB Loss cadangan 6 dB Berapa daya yang harus dipancarkan

Desain Sistem : latihan 2


Spesifikasi kabel : loss 2,7 dB/Km, aging loss 0,001

dB/km Loss konektor 1,2 dB, dengan aging loss 0,3 dB

Desain Sistem : latihan 1


konektor Sambungan fusi TX 30 m 100 m

konektor Rx 30 m

4 km

Loss patchcord 2,8 dB/ km loss kabel Serat optik 4 dB/km Sensitivitas penerima (daya minimum yang dapat diterima) = -20 dBm Loss konektor 0,8 dB Loss fusi = 0,5 dB Loss aging : kabel 0,001 dB/km, konektor= 0,2 dB, pemancar 1 dB Loss perbaikan 1 dB Loss cadangan 6 dB Berapa daya yang harus dipancarkan

Desain Sistem : latihan 1


konektor Sambungan fusi TX 40 m

konektor Rx 30 m

???? km

Loss patchcord 2,2 dB/ km loss kabel Serat optik 3 dB/km Sensitivitas penerima (daya minimum yang dapat diterima) = -23 dBm Loss konektor = 0,75 dB Loss fusi = 0,3dB Loss aging : kabel diabaikan, konektor= 0,1 dB, pemancar 1,2 dB Loss perbaikan 1,5 dB Loss cadangan 3 dB Berapa jarak yang dapat ditempuh jika daya yang dipancarkan -15 dBm

Bandwidth sistem multimode


Bandwidth sesuai transfer data memuaskan
Graded indeks multimode memiliki bandwidth 300

Mhz 3 Ghz, single mode 500 Mhz 10 Ghz Dispersi menghamburkan pulsa cahaya pulsa akan melebar hingga informasi hilang Magnitudo dispersi membesar seiring pertambahan panjag kabel dan laju transmisi bandiwidth akan mengecil dengan semakin panjang fiber

Bandwidth sistem multimode


Waktu naik fiber = 0,35/bandwidth fiber
Waktu naik sistem = (waktu naik fiber 2 + waktu naik

penerima(detekttor optik)2 +waktu naik pemancar(sumber cahaya)2 )1/2 Bandwidth sistem = 0,35/ waktu naik sistem

Latihan :
Carilah bandwidth yang dapat digunakan dalam

sistem fiber optik yang ditunjukan oleh gambar Waktu naik untuk pemancar 3 ns Waktu naik penerima 4 ns Fiber multimode sepanjang 3 km, bandwidth 500 Mhz Berapa bandwidth system pada jarak 3km? Berapa jarak maksimum, agar bandwith masih bernilai 300 Mhz

Bandwidth single mode


Bandwidth fiber = 0,44/figur dispersi
Figur dispersi = spesifikasi dispersi fiber x lebar

spektrum sumber cahaya x panjang fiber Waktu naik sistem = (waktu naik fiber 2 + waktu naik penerima(detekttor optik)2 +waktu naik pemancar(sumber cahaya)2 )1/2 Bandwidth sistem = 0,35/ waktu naik sistem

Latihan :
Kabel single mode : dengan koefisien dispersi 4 ps/nm

km. Waktu naik pemancar 1 ns dengan lebar spektrum 1 nm Waktu naik penerima 2 ns Berapa bandwidth fiber pada jarak 10 km ? Berapa jarak maksimum, sehingga bandwidth sistem bernilai 3 Ghz