Anda di halaman 1dari 1

PANGLIMA SAKAI 01

Penduduk desa tengah dicengkeram oleh rasa takut. Semua pintu dan jendela rumah sejak pagi sudah ditutup ra-pat dan dipalang dengan kukuh dari dalam. Tak seorang pun yang kelihatan di tepian maupun di halaaman. Hari ini adalah hari dimana pasukan Kerajaan Gasib yang terletak nun jauh di hilir desa, akan datang. Mereka akan memaksa penduduk untuk kembali ke Gasib, menjadi hamba sahaya. Atau mereka harus hambus sejauh dua purnama perjalanan dari batas kerajaan. Mereka memutuskan untuk bertahan, karena tatkala mereka kalah berperang, kampung halaman mereka sudah diambil untuk mendirikan pusat kerajaan. Saat itu, sebagian dari mereka melarikan diri dan memilih pindah jauh ke hulu ini daripada harus menjadi hamba sahaya raja yang datang dari tanah Arab tersebut. Sementara sebagian lagi dari penduduk memang memilih tinggal dan menjadi hamba sahaya kerajaan. Kekuatan pasukan Raja Gasib yang akan datang itu dibandingkan dengan kekuatan mereka yang kini mencoba untuk bertahan, yang hanya terdiri dari 30-an lelaki dan belasan wanita, ibarat raksasa melawan liliput. Amat tak sebanding, kendati semua mereka mahir mempergunakan senjata dan mahir berperang. Namun mereka telah memutuskan untuk bertahan. Bahkan jika perlu berperang sampai tetes darah terakhir, jika mereka tetap dipaksa menjadi budak atau hambus dari negeri ini. Sebab, di tanah yang dialiri Sungai Gasib inilah nenek moyang mereka dilahirkan. Tanah, embun, air dan hutan ini merupakan sumber kehidupan mereka turun temurun. Kini, haruskah mereka berlutut dan rela dijadikan budak ketika datang orang lain, entah dari sudut dunia yang mana, membawa pasukan yang tidak hanya campur aduk suku dan bangsanya, tapi juga amat bengis kepada penduduk, akan menguasai negeri mereka? Tidak, mereka takkan menyerah! Tidak juga bersedia untuk hambus sejauh dua purnama perjalanan dari tanah nenek moyang mereka ini. Karena ke ujung dunia pun mereka pindah, mereka akan tetap diburu dan dipaksa untuk menjadi budak. Begitu memang ketentuan yang diberlakukan raja-raja yang datang dari Arab, negeri yang masih memberlakukan perbudakan atas manusia, kendati Agama Islam yang berkembang di sana amat melarangnya.
Bersambung