Anda di halaman 1dari 13

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.M DENGAN MASALAH KEPERAWATAN UTAMA PERUBAHAN PERSEPSI : HALUSINASI DI RUANG P.14 RSJ Dr.

SOEROYO MAGELANG A.PENGKAJIAN Tanggal pengkajian Tanggal masuk No. Register IDENTITAS KLIEN Nama Umur Jenis kelamin Suku Agama Status perkawinan Pekerjaan Alamat Nama Pekerjaan Alamat Hubungan dengan klien ALASAN MASUK Klien dibawa anaknya dengan keluhan utama : marah-marah,mengamuk, ceramah sendiri di mushola dengan pengeras suara sejak 1 minggu yang lalu. : Tn. M : 61 Tahun : Laki-laki : Jawa : Islam : Sudah menikah : Buruh : Plumbon Suruh-salatiga : Tn. N : Swasta : Plumbon Suruh-salatiga : Anak : 6 juni 2012 : 3 Juni 2012 : 21494

IDENTITAS PENANGGUNG JAWAB

IV. dan di rawat di RSJ solo dan magelang.

FAKTOR PREDISPOSISI Klien pernah mengalami gangguan jiwa sebelumnya sejak umur 20 tahun Riwayat pengobatan sebelumnya : Tidak ada riwayat putus obat Riwayat penyakit Fisik : pasien pernah jatuh dari pohon kelapa dan patah tulang punggung. Ada anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa yaitu ayah klien. Trauma fisik : Klien tidak mempunyai trauma kepala dan tidak pernah kejang tapi klien pernah jatuh dari pohon kelapa dan patah tulang punggung. Trauma psikis : Klien merasa puas dengan pekerjaannya sekarang. FAKTOR PRESIPITASI 1. Riwayat Penyakit Sekarang

klien Merasa dirasuki arwah-arwah kyai/wali Kluyuran dan tidak bisa tidur

Klien tidak pernah mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan. I. PEMERIKSAAN FISIK Tanda-tanda Vital : Td : 120/80 mmHg N : 80 x / menit S : 37 0 C BB :40 Kg TB : 160 Cm RR : 20 x/menit

I. a. Genogram

PSIKOSOSIAL

Keterangan : pernah menderita Gangguan jiwa : serumah : laki-laki :perempuan : klien

Klien adalah seorang anak kedua dari tiga bersaudara dan klien tinggal bersama anak terkhirnya. b. 1. Konsep Diri Identitas diri Klien bernama M umur 61 tahun yang berjenis kelamin laki-laki dan merasa puas dengan jenis kelaminnya. Klien merasa puas dengan pekerjaannya sekarang 2. Peran diri Klien kadang sulit untuk bergaul dengan orang lain. Dirumah menjadi kepala keluarga dan bisa menjalankan perannya sebagai kepala keluarga. Klien aktif dalam kegiatan masyarakat. 3. Ideal diri Harapan klien setelah pulang ingin bekerja lagi disawah dan jika tidak tercapai maka klien menyadari bahwa dia sedang sakit.

4.

Harga diri

Klien kadang merasa malu kepada siapapun karena dirinya mengalami patah tulang punggung 5. Gambaran diri Klien pernah patah tulang punggung dan kadang merasa malu jika berkumpul dengan orang-orang yang normal c. Hubungan Sosial Klien dekat dengan semua orang yang dia kenal dan juga keluarganya,sedangkan yang paling dekat dengan klien adalah anak pertamanya.Peran klien dalam kegiatan kelompok klien tidak begitu akif. Klien. Klien kadang menyendiri dan suka melamun. d. Spiritual Klien mempunyai pandangan bahwa gangguan jiwa adalah penyakit yang berasal dari tuhannya dalam bentuk cobaan. Pasien adalah seorang yang beragama islam taat beribadah, setelah sakit pasien menurun dalam beribadah karena dirinya merasa sedang sakit. II. Penampilan Kebersihan dan kondisi klien dari rambut sampai kuku dan kulit baik tapi cara berpakaian klien kurang rapi. b. Pembicaraan Klien nyambung jika diajak bicara, tidak bicara sendiri, fokus pada topik pembicaraan.klien berbicara lambat c. d. Klien terlihat murung. Aktivitas motorik Alam perasaan Klien tidak mondar-mandir, klien tenang, tidak gelisah, tangan klien tremor. Klien merasa sedih ketika teringat keluaga dirumah. STATUS MENTAL

Afek Apropiate : klien dapat mengungkapkan ekspresi perasaannya dengan tepat f. Persepsi Klien mengatakan sering melihat sesosok kyai/wali yang kadang-kadang menghapirinya dan menyuruh untuk menyiarkan agama.muncul kadangkadang, respon pasien takut dan mengikuti perintah. g. ( sirkumtansial). Isi Pikir Klien tidak mengalami gangguan isi pikir i. orang. j. Memori Ingatan jangka panjang klien daan jangka pendek klien masih baik karena klien dapat menceritakan masa lalunya dan mengingat kenapa dia bias masuk di RSJ. k. Tingkat konsentrasi dan berhitung Konsentrasi klien masih cukup baik dan mampu berhitung dengan hitunghitungan sederhana mengguanakan mata uang. l. Daya tilik diri Klien mengetahui bahwa sekarang dia berada di RSJ untuk perwatan pengobatan dirinya yang sedang mengalami gangguan jiwa. II. PERSIAPAN PULANG 1. Makan 2. BAK/BAB 3. Mandi 4. Berpakaian 5. Istirahat & tidur : mandiri : mandiri : mandiri : mandiri : mandiri KEBUTUHAN Tingkat kesadaran Pasien tampak bingung dan kacau, pasien mengerti orientasi waktu,tempat dan Proses pikir Klien saat diwawancarai pembicaraan berbelit-belit tapi sampai pada tujuan.

6. Penggunaan obat

: dengan pengawasan

7. Pemeliharaan kesehatan : tidak memerlukan fasilitas kesehatan 8. Aktivitas di dalam rumah : mandiri 9. Aktivitas di luar rumah : bantuan minimal III. KOPING Ketika menghadapi masalah klien cenderung mengungkapkan perasaanya dengan marah-marah dan mengamuk. IV. PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN Tidak ada penolakan dari keluarga,tempat bekerja dan lingkungan tempat klien terhadap keberadaan klien,klien merasa puas dengan kondisinya. III. Diagnosa medik : F 20. 3 (Skizofrenia tak terinci) Terapi medik : CLORILEX LODOMER V. Resiko Perilaku Kekerasan 2X25 mg 1 amp POHON MASALAH ASPEK MEDIK MASALAH MEKANISME

Halusinasi pendengaran dan penglihatan

Menarik Diri

VI. NO 1. DATA FOKUS S:

ANALISA DATA MASALAH Halusinasi pendengaran dan penglihatan

- Keluarga mengatakan klien sering melamun sendiri dan suka ngomong sendiri - pasien mengatakan sering mendengar suara-suara yang belum tentu ada orangnya. - Klien mengatakan sering melihat sesosok kyai/wali yang kadang-kadang menghapirinya dan menyuruh untuk menyiarkan agama O: Klien tampak gelisah dan berbicara sendiri. Kontak mata tidak fokus

2.

S: - klien mengatakan sebelum di bawa dirumah sakit klien mengamuk dan merusak alat perabotan O: Ekspresi klien tampak tegang Kontak mata tajam

Resiko kekerasan

perilaku

3.

S: klien mengatakan pengen sendiri dan tidak mau bergabung dengan teman-temannya

Menarik Diri

O: Klien tidak memperdulikan lingkungan sekitar

Klien jarang bersemangat saat mengikuti kegiatan yang diadakan oleh perawat setempat. XII.CATATAN TINDAKAN KEPERAWATAN & PERKEMBANGAN Diagnosa Kep./SP Gangguan persepsi sensori : Halusinasi SP 1 p

No. 1

Tgl/Jam 06/06/12 11.20

Implementasi 1. Membina hubungan saling percaya dengan prinsip komunikasi teraupetik 2. Mengidentifi kasi jenis halusinasi pasien

Evaluasi S: Klien menjawab salam dan perkenalan, klien mengatakan senang ketika diajak ngobrol perawat, pasien mengatakan mendengar bisikan dan melihat bayangan seperti kyai O: Klien tampak kooperatif, mau diajak interaksi, ekspresi wajah sedikit tegang. A: Bina hubungan saling percaya tercapai, identifikasi jenis halusinasi tercapai P: Lanjutkan intervensi SP 1p point mengidentifikasi isi,waktu, frekuensi, situasi yang mendukung dan respon pasien.

TTD

7/6/12 09.00

Gangguan persepsi sensori : Halusinasi SP 1 p

1. Mengidentifi kasi isi halusinasi pasien 2. Mengidentifi kasi waktu halusinasi pasien 3. Mengidentifi kasi frekuensi halusinasi pasien 4. Mengidentifi kasi situasi yang menimbulkan halusinasi dan respon pasien terhadap halusinasi

S: Klien kadang mendengar suarasuara aneh dan waktunya tidak pasti, suara tersebut adalah suara pria dan berbisik kata sebarkan agama islam. Tetapi klien mengatakan bahwa hal ini sudah jarang terjadi. Klien juga sering melihat bayangan manusia berwarna putih kadang juga berwarna hitam, klien melihatnya ketika bangun tidur selama 5 menitan, pasien biasanya hanya diam saja. O: Klien tampak kooperatif, mau diajak interaksi, klien tampak lebih tenang, kontak mata baik. A: mengidentifikasi isi,waktu, frekuensi, situasi yang

mendukung halusinasi dan respon pasien tercapai P: lanjutkan intervensi SP 1p untuk melatih pasien cara kontrol halusinasi dengan menghardik

8/6/12 09.00

Gangguan persepsi sensori : Halusinasi SP 1 p

1. Melatih pasien cara kontrol halusinasi dengan menghardik

S: pasien mengatakan sudah pernah diajarkan cara menghardik, pasien mengatakan senang diajarkan cara menghardik lagi O: klien tampak lebih tenang, klien mampu mempraktekan cara menghardik A: intervensi melatih pasien cara mengontrol halusinasi dengan menghardik tercapai P: lanjutkan intervensi SP Ip membimbing pasien memasukan dalam jadwal kegiatan

10/6/2012

Gangguan Halusinasi SP 1 p

1.

Membimbing pasien memasukan dalam jadwal kegiatan harian

S : pasien mengatakan senang mengikuti kegiatan di rumah sakit, pasien mengatakan melaksanakan latihan menghardik ketika halusinasi datang O : Pasien kooperatif, pasien tampak semangat mengikuti kegiatan harian A : Membimbing pasien memasukan dalam jadwal kegiatan harian tercapai P : Lanjutkan intervensi SP Iip melatih pasien cara kontrol halusinasi dengan berbincang dengan orang lain

10.00WIB persepsi sensori :

LAPORAN KASUS
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. M DENGAN MASALAH KEPERAWATAN UTAMA GANGGUAN PERSEPSI SENSORI : HALUSINASI DI RUANG P.14 RSJ Prof. Dr. SOEROYO MAGELANG

Disusun Oleh DENI RISTANTO P.17420110042

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN SEMARANG JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN SEMARANG

2012