P. 1
ABSES PARU

ABSES PARU

|Views: 54|Likes:
Dipublikasikan oleh Itha Maghfirah
ooo
ooo

More info:

Published by: Itha Maghfirah on Feb 07, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/31/2013

pdf

text

original

ABSES PARU DEFINISI Abses paru adalah infeksi destruktif berupa lesi nekrotik pada jaringan paru yang

terlokalisir dan membentuk kavitas yang berisi nanah(pus) dalam parenkim paru pada satu lobus atau lebih sehingga membentuk gambaran radiologis Air fluid level. Kavitas pada pasien abses paru berbeda dengan kavitas pada tuberculosis paru. Sehingga abses paru harus dapat dibedakan dengan pasien tuberculosis paru. Terbagi atas:  Abses paru primer dikarenakan oleh akibat pneumonia aspirasi atau bronkogenik  Abses paru sekunder dikarenakan oleh akibat penyebaran infeksi dari tempat lain secara hematogen, limfogen, maupun perkontinuitatum.[1,10] EPIDEMIOLOGI Prevalensi penyakit paru-paru sangat besar. Diperkirakan bahwa lebih dari 80.000 orang di Amerika Serikat meninggal setiap tahun karena penyakit paru yang menahun, lebih dari 5 juta orang menderita gangguan fungsi paru-paru, dan lebih 20 juta orang mempunyai gejala penyakit paru-paru.[13]

Angka kejadian Abses Paru berdasarkan penelitian Asher et al tahun 1982 adalah 0,7 dari 100.000 penderita yang masuk rumah sakit hampir sama dengan angka yang dimiliki oleh The Children’s Hospital of eastern ontario Kanada sebesar 0,67 tiap 100.000 penderita anak-anak yang MRS. Dengan rasio jenis
Page

1

1

kelamin laki-laki banding wanita adalah 1,6 : 1. Abses paru juga umumnya terjadi pada umur tua karena terdapat peningkatan insidens penyakit periodontal dan peningkatan prevalensi aspirasi. Dan seiring dengan kemajuan ilmu kedokteran saat ini menyebabkan kejadian abses paru menurun karena adanya perbaikan resiko terjadinya abses paru seperti teknik operasi dan anastesi yang lebih baik dan penggunaan antibiotic lebih dini. Sehingga, angka kematian yang disebabkan oleh Abses paru terjadi penurunan dari 30 – 40 % pada era preantibiotika sampai 15 – 20 % pada era sekarang. Kecuali pada kondisi-kondisi yang memudahkan untuk terjadinya aspirasi dan pada populasi dengan immunocompromised. Oleh karena angka harapan hidup yang lebih baik pada pasien HIV maka pada tahuntahun belakangan ini kasus abses paru tampak mengalami peningkatan lagi. [1] Pada masa sebelum antibiotic ditemukan, abses paru merupakan penyakit yang sangat mematikan, dimana sepertiga dari pasien meninggal, sepertiga lainnya sembuh, dan sisanya menyebabkan morbiditas berupa abses berulang, empiema kronik, bronkiektasis dan konsekuensi lainnya dari infeksi piogenik kronik. Pada masa awal antibiotic ditemukan, sulfonamide tidak menyebabkan banyak perbaikan pada pasien dengan abses paru hingga saat ditemukannya penisilin dan tetrasiklin. Walaupun di masa lampau bedah reseksi sering dianggap sebagai penanganan abses paru, peran bedah telah banyak berkurang karena kebanyakan pasien dengan abses paru tanpa komplikasi dapat member respon yang baik dengan terapi antibiotic jangka panjang.[2]

2

Page

2

Dikutip dari kepustakaan 7 Traktus respiratorius atau yang lazim disebut dengan saluran napas secara garis besar mempunyai dua fungsi utama.ANATOMI Gambar 1. yakni sebagai saluran (konduksi) dan alat pertukaran gas (respirasi). System traktus resopiratorius dimulai dari hidung atau mulut dan berakhir pada alveoli (unit fungsional) yang merupakan tempat pertukaran gas dari atmosfer dengan gas yang yang berasal dari proses 3 Page 3 metabolism tubuh.[6] . Anatomi pulmo.

Mulai dari trakea sampai membentuk alveoli akan menjalani 23 percabangan. [6] 4 Page 4 . Paru kanan terdiri atas 3 lobus dan paru kiri terdiri atas 2 lobus dan selanjutnya masing-masing lobus pada kedua paru terbagi lagi menjadi beberapa segmen. Dikutip dari kepustakaan 7 Secara anatomi paru terbagi atas dua bagian besar. Lobus.Gambar 2.lobus paru. yaitu paru kanan dan paru kiri.

[8]  Tiap paru memiliki : apeks yang mencapai ujung sterna kosta ke-1. basis yang terletak di atas diafragma dan permukaan mediastinal yang menempel dan membentuk struktur mediastinal di sebelahnya.[8]  Struktur: paru kanan terbagi menjadi lobus atas. Paru-paru memiliki permukaan alveolar kurang lebih seluas 40 m2 untuk pertukaran udara. tengah dan bawah oleh fisura oblikus dan horizontal.[8] 5 Page 5 Gambar 2b. Paru kiri hanya memiliki fisura oblikus sehingga tidak ada lobus tengah. Lobus dan fissura paru. permukaan kostovertebral yang melapisi dinding dada. Namun. Dikutip dari kepustakaan 13 . Segmen lingular merupakan sisi kiri yang ekuivalen dengan lobus tengah kanan. secara anatomis lingual merupakan bagian dari lobus kiri atas.

[8]  yang Pasokan darah: bronki dan jaringan parenkim paru-paru mendapat pasokan darah dari a. mengalirkan darah ke v. Alveoli mendapat darah deoksigenasi dari cabang-cabang terminal a. Lobus bawah kiri terletak di bawah fissure obliq kiri. Fissura horizontal hanya ada di bagian kanan dan memisahkan lobus atas kanan dan lobus tengah kanan. V. lobus atas dan tengah kanan terletak di atas fissure obliq kanan. Dua vena pulmonalis mengalirkan darah kembali ke tiap paru ke atrium kiri jantung. lobus atas kiri terletak di atas fissure obliq kiri. yang juga berhubungan dengan v.[8] Page 6 6 . pulmonalis. hemiazigos. azigos dan v. bronkialis. pulmonalis dan darah yang teroksigenasi mengalir kembali melalui cabang-cabang v.[8]  Drainase limfatik paru-paru: limfe mengalir kembali dari perifer menuju kelompok getah bening trakeobronkial hilar dan dari sini menuju trunkus limfatikus mediastinal. pulmonalis. Fissura memanjang dari iga keempat pada tepi sternum ke iga kelima pada garis aksillaris media. bronkialis_cabang-cabang dari aorta torakalis descendens. berakhir pada dada posterior pada prosessus spinosus T3. Lobus bawah kanan terletak di bawah fissure obliq kanan.Fissura interlobaris yang diperlihatkan pada gambar di atas ini terletak di antara lobus paru-paru. Paru-paru kanan dan kiri mempunyai fissure obliq yang dimulai pada dada anterior setinggi iga keenam pada garis midclavicula dan memanjang lateral atas ke iga kelima di garis aksillaris media.[13] Struktur yang masuk dan keluar dari paru-paru melewati hilus paru diselubungi oleh kantong pleura yang longgar.

vagus). Persarafan paru-paru: pleksus pulmonalis terletak di pangkal tiap paru. 3(b) normal foto thorax posisi lateral. Pleksus ini terdiri dari serabut simpatis (dari trunkus simpatikus) dan serabut parasimpatis (dari n. Dikutip dari kepustakaan 14. 7 Page 7 . Serabut eferen dari pleksus mempersarafi otototot bronkus dan serabut aferen diterima dari membrane mukosa bronkioli dan alveoli.[8] GAMBARAN NORMAL FOTO THORAX Gambar 3. 3(a) normal foto thorax posisi PA.

Dikutip dari kepustakaan 15 Beberapa perhatian yang berkaitan dengan bagian radiologi: 1. walau kadang-kadang dapat terjadi sebaliknya. Page 8 8 . 4. hilus kiri lebih kecil dan sedikit lebih tinggi dibandingkan hilus kanan. Batas inferior dibentuk oleh ventrikel kanan dan batas kiri oleh ventrikel kiri. Bayangan jantung: Atrium kanan terlihat sedikit di sebelah kanan tulang belakang torakal. 3. Tampak anatomi dari foto thorax AP dan lateral. 2. Diafragma: diafragma kanan biasanya lebih tinggi dibandingkan sisi kiri. Fissura horizontal: suatu bayangan ‘garis rambut’ berwarna putih yang memisahkan lobus kanan atas dan tengah dan meluas sampai hilus kanan: fissure ini tidak selalu terlihat. Bayangan hilus: secara dominan dibentuk oleh arteri pulmonalis.Gambar 4.

Ada sumber infeksi di saluran pernapasan Infeksi mulut. Bakteri anaerob ini ditemukan terutama pada saluran napas atas dan paling banyak terdapat pada penyakit oral dan ginggiva. 6.5. Studi yang dilakukan Barlett et al. dan kanker paru yang terinfeksi. sedangkan 43% campuran bakteri anaerob dan aerob. Trakea: berada pada garis tengah dengan bifurkasio setinggi T6.3] Beberapa factor predisposisi yang dapat menyebabkan abses paru: 1.[1. Bakteri anaerob merupakan penyebab terbanyak yang ditemukan. Paru kiri memiliki 2 lobus. Trakea mengalami deviasi sedikit ke kanan setinggi tonjolan aorta. Paru kanan dibagi menjadi 3 lobus: lobus atas. bagian atas (termasuk lingula) dan bagian bawah. bronchitis. tumor laring yang terinfeksi. (1974) mendapatkan 46% abses paru disebabkan hanys oleh bakteri anaerob. Daya tahan saluran pernapasan yang terganggu 9 Page 9 . Lapangan paru: arteri intrapulmunal menyebar dari hilus pulmonal dan mengecil menuju perifer memberikan sebagian besar gambaran paru.[16] ETIOLOGI Berbagai infeksi dapat menyebabkan terjadinya abses paru. lobus tengah yang kecil. 2. bronkiektasis. dan lobus bawah. dengan komponen yang lebih kecil dari vena pulmonalis.

bagian gigi yang menyumbat. Lokalisasi abses tergantung pada posisi pada saat terjadi aspirasi. hanya kadang-kadang saja aspirat dapat mengalir ke paru kiri.Pada paralisa laring. gangguan ekspektorasi. maka akan timbul pneumonia. akalasia. makanan dan tumor bronkus. Dalam keadaan posisi tegak. dan gangguan pergerakan silia. Bila yang masuk kuman saja. Abses paru baru akan timbul bila mikroorganisme yang masuk ke paru bersama-sama dengan material terhirup.[5] Mikroorganisme yang diduga penyebab abses paru:  Mikroorganisme antara lain: anaerob  Organisme yang bekerja sama dengan abses paru pada host immunocompromised Fusobacterium nucleatum Peptopstreptococcus species Prevotella melaninogenica Bacteroides species 10 Page 10 (terutama HIV): . kanker eosophagus. tetapi dalam keadaan berbaring aspirat akan menuju ke segmen apical lobus superior atau segmen superior lobus inferior paru kanan. pus. Obstruksi mekanik saluran pernapasan karena aspirasi bekuan darah. 3. aspirasi cairan lambung karena tidak sadar. bahan aspirasi akan mengalir menuju ke lobus medius atau segmen posterior lobus inferior paru kanan. Material yang erhirup akan menymbat saluran pernapasan dengan akibat timbul atelektasis yang disertai dengan infeksi.

Clostridium species Eubacterium species Lactobacillus Propionibacteria Aeorobic organisms (common) Staphylococcus aureus Streptococcus pyogenes Klebsiella pneumoniae Pseudomonas aeruginosa  Mikroorganisme aerob antara lain: Escherichia coli Haemophilus influenzae type B Other pathogens (rare) Nocardia asteroids Paragonimus westermani Legionella species Burkholdaria pseudomallei Burkholdaria mallei (glanders) Mycobacterium tuberculosis Mucoraceae species Aspergillus species Entameoba histolytica Pseudomonas aeruginosa Streptococcus pneumonia Pneumocystis jiroveci Klebsiella pneumoniae Staphylococcus aureus Haemophilus influenzae Stenotrophomonoas maltophilia Legionella species (nonpneumophilia) Enterobacter species Streptococcus milleri Proteus mirabilis Cryptococcus neoformans Aspergillus species Mycobacteria (nontuberculous) Nocardia Rhodococcus Zygomycetes[4] 11 Page 11 .

[1. Pada perokok usia lanjut keganasan bronkogenik bisa merupakan dasar untuk terjadinya abses paru.PATOFISIOLOGI Gambar 5.Infeksi dapat terjadi disebabkan oleh aspirasi isi lambung atau mulut. tumor dan striktur nronkial. benda asing. Keadaan ini menyebabkan obstruksi bronkus dan terbawanya organisme virulen yang akan menyebabkan terjadinya infeksi pada daerah distal obstruksi tersebut. stasis sekresi. Abses jenis ini banyak terjadi pada pasien bronchitis kronik karena banyaknya mucus pada saluran napas bawahnya yang merupakan kultur media yang sangat baik bagi organisme yang teraspirasi. Patofisiologi pembentukan abses paru.[1] 12 Page 12 . tetapi juga dapat melalui penyebaran hematogen (misalnya: endokarditis) atau penyebaran alveolar (misalnya pneumonia yang didapat dari komunitas).11] Yang paling sering dijumpai adalah kelompok abses paru bronkogenik yang termasuk akibat aspirasi. Dikutip dari kepustakaan 4 Bermacam-macam factor yang berinteraksi dalam terjadinya abses paru seperti daya tahan tubuh dan tipe dari mikroorganisme pathogen yang menjadi penyebab.

[1] Gambar 6. Patologi anatomi abses paru. paling sering terjadi adalah akibat septikemi atau sebagai fenomena septic emboli.[1] 13 aureus. Penyebaran hematogen ini umumnya akan berbentuk abses multiple dan biasanya disebabkan oleh stafilokokus. sekunder dari focus infeksi dari bagian lain tubuhnya seperti tricuspid valve endocarditis. Abses yang terjadi . Klebsiella pneumonia dan grup Pseudomonas. dengan organisme penyebabnya paling sering ialah Staphylococcus 13 Page biasanya multiple dan berukuran kecil-kecil (<2 cm). [1] Disebut abses primer bila infeksi diakibatkan aspirasi atau pneumonia yang terjadi pada orang normal.Secara hematogen. sedangkan abses sekunder bila infeksi terjadi pada orang yang sebelumnya sudah mempunyai kondisi seperti obstruksi. Dikutip dari kepustakaan 2 Selain itu abses paru dapat terjadi akibat necrotizing pneumonia yang menyebabkan terjadinya nekrosis dan pencairan pada daerah yang mengalami konsolidasi. bronkiektasis dan gangguan imunitas.

dan keringat malam. batuk produktif.[3] Abses paru primer yang terjadi pneumonia supuratif berikut staphylococcal Page pada bayi dan anak kekurangan saja berulang malas khas dari infeksi 14 14 . sebagian besar pasien dirawat di rumah sakit dengan diagnose abses paru memiliki gejala selama minimal 2 minggu. expectorasi dahak yang berbau cukup lazim ditemukan. Hemoptisis kadang-kadang muncul bersamaan dengan dahak yang berbau. [12] DIAGNOSIS 1.[1] Abses bisa mengalami ruptur ke dalam bronkus.Bulla atau kista yang sudah ada bisa berkembang menjadi abses paru. Awalnya. Kista bronkogenik yang berisi cairan dan elemen sekresi epitel merupakan media kultur untuk tumbuhnya mikroorganisme. dengan isinya diekspektorasikan keluar dengan meninggalkan kavitas yang berisi air dan udara. Bau napas dan dahak dari pasien dengan abses paru anaerob seringkali cukup jelas dan dapat memberikan petunjuk untuk diagnosis.[1] Factor resiko abses abses paru adalah penderita epilepsy. orang yang mempunyai reflex tekak (gag reflex) yang buruk. Bila kkista tersebut mengalami infeksi oleh mikroorganisme yang virulensi maka akan terjadilah abses paru. Gambaran Klinik Umumnya. malaise. penurunan berat badan. Namun. Kadang-kadang abses ruptur ke rongga pleura sehingga terjadi empiema yang bisa diikuti dengan terjadinya fistula bronkopleura. setelah terjadi kavitasi. Pasien-pasien ini biasanya memiliki riwayat demam intermitten. tidak ditemukan dahak yang berbau dalam perjalanan infeksi. pemabuk.

[1] Page 15 15 . Sputum yang berbau amis dan berwarna anchovy menunjukkan penyebabnya bakteri anaerob dan disebut puirid abscesses. Dahak yang dikeluarkan jarang tanpa bau karena infeksi anaerobik tidak saja lamban. dengan atau tanpa efusi pleura. biasanya ringan tetapi ada yang massif.postaspiration lebih umum. Auskultasi dapat mengungkapkan ronki kasar dan suara napas tidak ada. keringat malam.[3] Onset penyakit bisa berjalan lambat atau mendadak/akut.[1] Kadang-kadang kita belum curiga adanya abses paru sampai dengan abses tersebut menembus bronkus dan mengeluarkan banyak sputum dalam beberapa jam sampai dengan beberapa hari yang bisa mengandung jaringan paru yang mengalami ganggren. demam intermitten bisa disertai menggigil dengan suhu tubuh mencapai 39. tdk nafsu makan. Batuk darah bisa dijumpai. takipnea. Umumnya pasien mempunyai riwayat penyakit 1-3 minggu dengan gejala awal adalah berat badan terasa lemah. takikardia. penurunan berat badan.4oC atau lebih. Tidak ada demam tidak menyingkirkan abses paru. dan produksi dahak yang berbau tak henti-hentinya. demam. Setelah beberapa hari dahak bisa menjadi purulen dan bisa mengandung darah. memberikan gejala klinis seperti menggigil. batuk kering. Bila terdapat nyeri dada menunjukkan keterlibatan pleura. Clubbing jari-jari kadang-kadang ditemukan. Temuan fisik mirip dengan pneumonia. tetapi tidak didapatkannya sputum dengan ciri di atas tidak menyingkirkan infeksi anaerob. Onset cenderung mendadak dan lebih mengancam. Disebut abses akut bila terjadinya kurang dari 4-6 minggu.

Pada beberapa kasus penyakit berjalan sangat akut dengan mengeluarkan sputum yang berjumlah banyak dengan lokasi abses biasanya di segmen apical lobus atas. abses sudah bisa timbul hanya dalam waktu 2-3 hari. Suara nafas bronchial atau amforik terjadi bila kavitasnya besar dan karena bronkus masih tetap dalam keadaan terbuka disertai oleh adanya konsolidasi sekitar abses dan drainase abses yang baik. [1] Bila abses paru letaknya dekat pleura dan pecah akan terjadi piothorax (empiema thoracis) sehingga pada pemeriksaan fisik ditemukan pergerakan dinding dada tertinggal pada tempat lesi. bunyi napas mengilang dan terdapat tanda-tanda pendorongan mediastinum terutama pendorongan jantung ke arah kontra lateral tempat lesi. Bila abses yang luas dan letaknya dekat dengan dinding dada kadang-kadang tedengar suara amforik. pada paru ditemukan kelainan seperti nyeri tekan local.[1] 2.00030. Biasanya juga akan terdengar suara ronkhi. fremitus fokal menghilang.000/mm3 dengan laju endap darah ditemukan meningkat >58 mm/ 1 jam. pada daerah terbatas perkusi terdengar redup dengan suara napas bronchial. yang proses terjadinya berlangsung cepat. Sedangkan abses paru sekunder seperti yang disebabkan oleh septic emboli paru dengan infark. Pada hitung jenis sel darah putih didapatkan pergeseran ke kiri dan sel Page 16 16 . Pemeriksaan Laboratorium Pada pemeriksaan darah rutin ditemukan leukositosis berkisar 10. perkusi redup/pekak.[1] Pemeriksaan fisis yang ditemukan adalah suhu badan meningkat sampai 40oC.[1] Pada abses paru bisa dijumpai jari tabuh.

2] Pemeriksaan sputum dapat membantu dalam menemukan mikroorganisme penyebab abses. anaerob. Pemeriksaan Radiologik o Foto Thorax PA Gambar 7.[1. kultur mikroorganisme aerob. jamur. Nocardia.[1] 3. Dikutip dari kepustakaan 16 17 Page 17 . basil Mycobacterium tuberculosis. Pemeriksaan yang dapat dilakukan yaitu pewarnaan gram. dan mikroorganisme lainnya. Abses paru: lesi kavitasi pada zona tengah kanan disertai batas cairan(tanda panah).polimorfonuklear(PMN) yang banyak terutama neutrofil yang immature. Bila abses berlangsung lama sering ditemukan adanya anemia.

Potongan aksial dari CT-Scan thorax. Dikutip dari kepustakaan 4 18 Page 18 . tampak adanya cavitas dengan air-fluid level yang merupakan karakteristik dari abses paru.Foto Thorax Posisi Lateral. menggambarkan multi lokular abses dengan double-air fluid level pada pasien pria 39 tahun dengan abses paru yang di rawat inap selama 14 hari dan dengan penanganan antimikroba yang tidak berhasil.o Foto Thorax Lateral Gambar 8. Dikutip dari kepustakaan 2 o CT-Scan Gambar 9.

Karsinoma: karsinoma bronkus primer merupakan penyebab yang paling sering. berupa kavitas soliter yang merupakan deposit sekunder. Karsinoma paru dengan lymphangitis carcinomatosis PA thorax.DIAGNOSIS BANDING 1. Dikutip dari kepustakaan 17 19 Page 19 . Kavitas yang jinak berlokasi di sentral dan memiliki dinding yang regular sedangkan yang ganas memiliki kavitas eksentrik dengan dinding irregular.[16] Gambar 10.

Tuberculosis paru. yang akan menarik hilus di sisi yang terkena. Dikutip dari kepustakaan 18 Gambar 12. penyembuhan dan fibrosis akan terjadi. Gambar 11. 20 Page 20 dan bawah paru kanan. Seiring waktu.2. Pada foto thorax tampak konsolidasi disertai kavitasi di dalamnya(panah). Dikutip dari kepustakaan 19. Mirip dengan gambaran abses paru. Tuberculosis: penyakit menular granulomatosa kronik yang telah dikenal sejak berabad-abad yang lalu dan paling sering disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Gambaran ini sesuai dengan TB paru lesi luas . yang letaknya di lapangan tengah aktif. Tampilan klasik TB yang tereaktivasi.

PENATALAKSANAAN Tujuan utama pengobatan pasien abses paru adalah eradikasi secepatnya dari pathogen penyebab dengan pengobatan yang cukup.[1] Penyembuhan sempurna abses paru tergantung dari pengobatan antibiotic yang adekuat dan diberikan sedini mungkin segera setelah sampel dahak dan darah diambiluntuk kultur dan tes sensitivitas. Kebanyakan pasien mengalami perbaikan hanya dengan antibiotic dan postural drainage. drainase yang adekuat dari empiema dan pencegahan komplikasi yang terjadi. Kebanyakan kasus abses paru yang disebabkan bakteri anaerob kumannya tidak dapat ditentukan dengan pasti.[1] Antibiotic yang paling baik adalah klindamisin oleh karena mempunyai spectrum yang lebih baik pada bakteri anaerob.[1] Bronkoskopy juga mempunyai peranan penting dalam penanganan abses paru seperti pada kasus yang dicurigai karsinoma bronkus atau lesi obstruksi. serta dapat diberikan larutan antibiotic melewati bronkus langsung ke lokasi abses. sedangkan kira-kira 10% harus dilakukan tindakan operatif. diberikan bila abses paru tersebut diduga disebabkan infeksi polimikrobial. sehingga pengobatan diberikan secara empiric.[1] Page 21 21 . aktif terhadap bakteri gram positif. pengeluaran benda asing dan untuk melebarkan striktur. Di samping ini dengan bronkoskopy dapat dilakukan aspirasi dan pengosonga abses yang tidak mengalami drainase yang adekuat. gram negative resisten penisilinase dan bakteri anaerob. Pengobatan terhadap penyebab pathogen aerobic kebanyakan dipakai klindamisin+sefalosporin.

hemoptisis massif. dan amiloidosis. bisa mengalami rupture ke segmen laindengan kecendrungan penyebaran infeksi staphylococcus. yaitu yang resisten dengan pengobatan selama 6 minggu. Abses paru yang drainasenya kurang baik. Komplikasi sering lainnya berupa abses otak. malnutrisi. kakeksia.KOMPLIKASI Komplikasi local meliputi penyebaran infeksi melalui aspirasi lewat bronkus atau penyebaran langsung melalui jaringan sekitarnya.[1] 22 Page 22 . rupture pleura visceralis sehingga terjadi piopneumothoraks dan fistula bronkopleura. gangguan scairan dan elektrolitserta gagal jantung terutama pada manula. akan menyebabkan kerusakan paru yang permanen dan mungkin akan menyisakan suatu bronkiektasis.[1] Abses paru yang resisten (kronik). sedang yang rupture ke rongga pleura menjadi piotoraks (empiema). korpulmonal. Abses paru kronik bisa menyebabkan anemia.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->