DISAMPAIKAN PADA KELAS ETIKA BISNIS-PROGRAM S1 FAKULTAS EKONOMIKA & BISNIS UNIVERSITAS GAJAH MADA

EDI PRASETYO NUGROHO

1984 . dunia tidak pernah bisa menghentikan proses industrialisasi. Prof KOENTJORONINGRAT. Demikian.Untuk alasan apapun. dunia tidak bisa meniadakan dampak negatif dari sekian banyak manfaat di balik proses industrialisasi itu sendiri. apakah semua resiko dan manfaat industrialisasi itu sudah dikalkulasikan dengan baik ? Kita tidak boleh sekedar berteori bahwa semua masalah pasti selalu ada jalan keluarnya. Masalahnya adalah. Selalu saja ada yang terpinggirkan sebagai biaya sosial-ekonomi yang harus ditanggung sekelompok masyarakat atas sekelompok lain anggota masyarakat yang mendapatkan kemanfaatan dari kegiatan industrialisasi itu sendiri. juga dengan kekuatan apapun.

Setiap dampak terhadap tingkat kesejahteraan pihak ke tiga yang diakibatkan oleh tindakan seseorang tanpa yang bersangkutan dipungut kompensasi atau pembayaran KOMPONEN LINGKUNGAN adalah bagian penting dari mekanisme pasar yang perlu diakomodasi melalui pengaturan langsung dan sistem insentif ekonomi .

We also have to make decision TO GO or NOT TO GO in what ever the conditions.have to assume for. While you work for SUCCESS. But exploiting the resources careleslly will change the resources becoming liabilities rather than assets. That’s why environmental entrepreneurship and intrapreneurship will drive the long run benefit on potential environmental Costs attached to . There’s no Free Lunch. you have to ready even with the WORST What beyond RESOURCES OWNER mind Our resources is not automatically provide us with some economic benefit when we have no willingness to exploit it. We must concern to the future benefit which be influenced by scarcity because of potential imbalance between Supply and Demand.POTENSI KONFLIK ORIENTASI NILAI What beyond INVESTOR mind Our Investment is related to Direct Risk that we –personaly.

MORALITY AND ETHICAL ISSUES BEYOND BUSINESS ACTIVITY RETURN ON INVESTMENT RETURN ON ASSETS SHORT RUN vs LONG RUN ORIENTATION .

Redifinisi konsep keuntungan (PROFIT) atas kebutuhan eksistensial untuk bertahan hidup (TO GROW) The concept of VALUE ADDED for ALL (People + Environmet) Orientasi pada MULTIPLIER EFFECT dari pada OPPORTUNITY COSTS .

DAMPAK KERUSAKAN PHISIK DAMPAK KIMIAWI ENVIRONMENTAL IMPACT DAMPAK BIOLOGIS DAMPAK SOSIAL-BUDAYA DAMPAK EKONOMIS DAMPAK KESEHATAN DAMPAK POLITIS CA-CONSUMPTION ACTIVITIES .

Disharmoni SOSIAL Dampak KOMPETISI BERLEBIHAN PURCHASING POWER Gaya Hidup Boros Dampak KONSUMSI BERLEBIHAN PRODUCT AVAILABILITY RESOURCES ENDOWEMENT Masalah Etika dan Moralitas DAMPAK EKSPLOITASI BERLEBIHAN Sense of Urgen rendah .

Banyak komponen lain yang terkena dampak. Intensitas dampak cukup tinggi. Dampak berlangsung cukup lama. Wilayah penyebarannya luas. Dampak bersifat kumulatif. Dampak mengakibatkan kerusakan permanen/Kondisi yang terkena dampak tidak dapat dikembalikan dalam bentuk semula .SUATU DAMPAK DIKATAKAN PENTING apabila memenuhi ciri-ciri : Manusia yang terkena dampak besar jumlahnya.

34 0.68 0. 2007 .54 0.31 0.27 0.22 0.KOMPONEN TINGKAT PEMAHAMAN DIRI KOTA DESA Kemampuan mengenali kebutuhan diri sendiri 0.23 0.44 0.30 0.52 Kemampuan mengekspresikan kebutuhan Kemampuan menganalisis pilihan cara untuk memenuhi kebutuhan Persepsi kepemilikan Sumberdaya untuk memenuhi kebutuhan Tingkat ketergantungan pada pihak lain dalam memenuhi kebutuhan Keinginan untuk mencari cara dan sumber lain penyedia kebutuhan apabila tidak puas 0.20 0.40 Survey Dampak Industrialisasi pada Masyarakat Perkotaan dan Pedesaan.

Harsono. if specifically asked to do so. exceeds legal minimum in its commitments to groups and individuals in its social environment PROACTIVE STANCE Approach to social responsibility by which a company actively seeks opportunities to contribute to well-being of groups & Dr. in PPM FEindividuals M.Dampak Aktivitas Bisnis dan permasalahan SOCIAL RESPONSIBILITY dunia industri ACCOMODATIVE STANCE Approach to social responsibility by which a company.social environment UGM @ 07.01 11 .Sc -its .

.

STAKEHOLDERS Konsep SUSTAINABILITY harus diterjemahkan dari keseimbangan PROFITABILITY – SOCIAL RESPONSIBILITY melalui kemampuan menerapkan prinsip GOOD CORPORATE GOVERNANCE 13 .Doing business is not only getting money from public by sell our products. but its mainly creating the benefit to all people that affecting and affected to all business efforts it self Keseimbangan antara HAK – KEWAJIBAN BUSINESS .

3% MAJALAH SWA – JAN 2006 .7% 10.PROGRAM CSR BIDANG LINGKUNGAN Pembinaan & kampanye lingkungan hidup Pengelolaan keindahan lingkungan fisik Pengelolaan limbah 18.9% Pembangunan sarana air bersih Penghijauan Pertanian anorganik 10.3% Lain-lain 27.2% 16.1% 7.9% 9.

Must start from the Top management commitment Need to be positioned as a part of strategic planning Appointment of a directors for special concern SOCIAL AUDIT program must be implemented continuously 15 .

3% MAJALAH SWA – JAN 2006 16 .7% 11.5% 5.7% 24.5% 13.2% Pengembangan agrobisnis Pemberdayaan –pengembangan TK lokal Lain-lain 7.PROGRAM CSR BIDANG EKONOMI Pembinaan-pemberdayaan UKM Kemiytaan dengan suplier Kredit pembiayaan & bantuan modal 37.

9% Beasiswa Pendidikan Pembangunan/renovasi sarana sekolah Pembangunan/renovasi sarana nonsekolah Sumbangan sosial bencana alam Sekolah binaan Lain-lain MAJALAH SWA – JAN 2006 12.PROGRAM CSR BIDANG SOSIAL Pelayanan dan kampanye kesehatan 17.5% 8.3% 9.7% 17 .4% 8.7% 38.5% 4.

profit is what happens when you do everything else right “ Yvon Chouinard. Founder & CEO of Patagonia. For me. . Inc.“Businesspeople who focus on profits wind up in the hole.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful