Anda di halaman 1dari 8

SMGR Kembali Meraih Penghargaan

http://www.semengresik.com/ina/post/SMGR-Kembali-Meraih-Penghargaan.aspx
Setelah sukses menyelenggarakan event Wealth Added Creator Awards 2009 yang bekerja sama dengan lembaga peringkat internasional Stern Steward & Co beberapa waktu yang lalu, majalah SWA kali ini menyelenggarakan ajang HR Excellence Award 2009 yang bertujuan menjaring perusahaan yang mempunyai komitmen tinggi dan dipandang excellence dalam mengelola Sumber Daya Manusia (SDM). Bekerjasama dengan Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LMFEUI) dan Human Resources Indonesia (HRI), penilaian ini difokuskan kepada kinerja manejemen SDM yang terkait dengan kategori Performance Management serta Employee Engagement. Kategori Performance Management didasarkan pada penilaian kinerja, pengembangan, serta rekruitmen dan suksesi SDM, sementara penilaian kategori Employee Engagement difokuskan pada bagaimana pegawai terlibat secara penuh pada aktivitas perusahaan. Sejumlah perusahaan terkemuka di Indonesia kami jaring, namun pada tahap berikutnya hanya 13 perusahaan yang lolos seleksi, ujar Pemimpin Redaksi majalah SWA Sembada, Kemal Gani. Lalu bagaimana hasilnya? SMGR berada di peringkat ke-4 untuk kategori Overall Employee Engagement, di bawah PT Smart, Microsoft Indonesia dan Adira Dinamika Multifinance. Sementara untuk kategori Performance Management, Microsoft Indonesia berada di peringkat teratas diikuti oleh Smart, Wika Realty dan Indosat. Dari hasil penilaian, yang antara lain meliputi pengamatan lapangan, wawancara dan juga penyebaran kuesioner, kami mendapatkan data bahwa SMGR cukup kuat di konsep dan aplikasi Human Capital, mulai dari perencanaan & suksesi SDM, pengembangan, penelusuran talenta pegawai, sistem remunerasi hingga kebutuhan ke depan. Kami juga mendapati bahwa perusahaan juga mampu menumbuhkan rasa bangga pegawai kepada perusahaan. Tak heran jika SMGR masuk dalam jajaran perusahaan yang dapat dikategorikan excellence dalam pengelolaan SDM, kata Budi W. Soetjipto, Direktur LMFEUI. Namun demikian, Kabag Pengembangan Organisasi & SDM, Guntoro, mengingatkan bahwa sebagian besar rencana yang tertuang dalam Human Capital Master Plan (HCMP) SGG yang menjadi dasar penilaian tersebut masih berupa konsep. Tahun depan terdapat beberapa item strategis yang harus kita terapkan dan akan diuji oleh para assessor HR Excellence Awards. Kita harus buktikan bahwa kita memang layak menerima penghargaan tersebut, lanjut Guntoro. Kabag Hubungan Investor, Agung Wiharto mewakili perusahaan menerima penghargaan tersebut yang diserahkan pada tanggal 14 Juli 2009 di hotel Shangri La Jakarta. Ternyata SMGR juga mendapatkan Awards sebagai the Best BUMN dalam pengelolaan SDM pada ajang HR Excellence Award 2009 ini, ujar Agung.

Sejarah Perusahaan Semen Gresik


http://csrsemengresik.com/index.php/2012-05-25-11-40-38/2012-05-25-18-23-26/sejarahperusahaan PT Semen Gresik (Persero) Tbk. merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri semen. Diresmikan di Gresik pada tanggal 7 agustus 1957 oleh Presiden RI pertama dengan kapasitas terpasang 250.000 ton semen per tahun. Pad atanggal 8 Juli 1991 Semen Gresik tercatat di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya serta merupakan BUMN pertama yang go public dengan menjual 40 juta lembar saham kepada masyarakat. Komposisi pemegang sahamnya adalah Negara RI 73% dan masyarakat 27%. Pada bulan September 1995 Perseroan melakukan Penawaran Umum Terbatas I (Right Issue I), yang mengubah komposisi kepemilikan saham menjadi Negara RI 65% dan masyarakat 35%. PT Semen Padang merupakan pabrik semen tertua di Indonesia yang didirikan pada tanggal 18 Maret 1910 dengan nama NV Nederlandsch Indische Portland Cement Maatschappi (NV NIPCM). Pabrik mulai berproduksi pada tahun 1913 dengan kapasitas 22.900 ton per tahun, dan pernah mencapai produksi sebesar 170.000 ton pada tahun 1939 yang merupakan produksi tertinggi pada waktu itu. Ketika Jepang menguasai Indonesia tahun 1942-1945, pabrik diambil alih dengan menajemen Asano Cement, Jepang. Pada waktu kemerdekaan tahun 1945 pabrik diambil alih oleh karyawan dan selanjutnya diserahkan kepada pemerintah Republik Indonesia dengan nama Kilang Semen Indarung. Pada agresi militer 1 tahun 1947, pabrik dikuasai kembali oleh Belanda dan namanya diganti menjadi NV Padang Portland Cement Maatschappij (NV PPCM). Berdasarkan PP No. 50 tanggal 5 Juli 1958, tentang penentuan perusahaan perindustrian dan pertambangan milik Belanda dikenakan nasionalisasi, maka NV Padang Portland Cement Maatschappij dinasionalisasikan dan selanjutnya ditangani oleh Badan Pengelola Perusahaan Industri dan Tambang (BAPPIT) Pusat. Setelah tiga tahun dikelola oleh BAPPIT Pusat, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 135 tahun 1961 status perusahaan diubah menjadi PN (Perusahaan Negara). Akhirnya pada tahun 1971 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 7 menetapkan status Semen Padang menjadi PT Persero dengan Akta Notaris No. 5 tanggal 4 Juli 1972. PT Semen Tonasa didirikan di Desa Tonasa, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, sekitar 54 km sebelah utara MakasarSulawesi Selatan, berdasarkan keputusan MPRS No. II/MPRS/1960 tanggal 5 Desember 1960. Pabrik Semen Tonasa Unit I merupakan proyek di bawah Departemen Perindustrian dan merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Cekoslowakia yang dimulai sejak tahun 1960 dan diresmikan pada 2 November 1968. Pabrik ini menggunakan proses basah dengan kapasitas terpasang 110.000 ton semen/tahun. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 54 tahun 1971 tanggal 8 September 1971, Pabrik Semen Tonasa ditetapkan sebagai Badan Usaha Milik Negara yang berbentuk Perusahaan Umum (Perum). Kemudian, dengan Peraturan Pemerintah Republik

Indonesia No. 1 tahun 1975 tanggal 9 Januari 1975 bentuk Perum tersebut diubah menjadi Perusahaan Perseroan (Persero). Dalam rangka memenuhi kebutuhan semen yang semakin meningkat, berdasarkan persetujuan Bappenas No. 032/XC-LC/B.V/76 dan No. 2854/D.1/IX/76 tanggal 2 September 1976 dibangun pabrik Semen Tonasa Unit II. Pabrik yang merupakan hasil kerjasama Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Kanada ini beroperasi pada 1980 dengan kapasitas 510.000 ton semen/tahun dan dioptimalisasi menjadi 590.000 ton semen/tahun pada 1991. Pabrik Semen Tonasa Unit II terletak di Desa Biringere, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, yang berjarak sekitar 23 km dari Pabrik Semen Tonasa Unit I yang dihentikan pengoperasiannya pada tahun 1984 karena tidak ekonomis lagi. Pada tahun 1982 Pemerintah membangun Pabrik Semen Tonasa Unit III berkapasitas 590.000 ton semen/tahun. Selanjutnya pada 1990 dilakukan pembangunan Pabrik Semen Tonasa Unit IV yang berkapasitas 2.300.000 ton semen/tahun. Konsolidasi Tiga Perusahaan Semen Tanggal 15 September 1995 PT Semen Gresik berkonsolidasi dengan PT Semen Padang dan PT Semen Tonasa, yang kemudian dikenal dengan nama Semen Gresik Group (SGG). Total kapasitas terpasang SGG sebesar 8.5 juta ton semen per tahun. Pada tanggal 17 September 1998. Pemerintah melepas kepemilikan sahamnya di SGG sebesar 14% melalui penawaan terbuka yang dimenangkan oleh Cemex S.A. de C.V. perusahaan semen global yang berpusat di Mexico. Komposisi kepemilikan saham kembali menjadi Negara RI 51%, masyarakat 35%,dan Cemex 14%. Pada tanggal 30 September 1999, komposisi kepemilikan saham kembali berubah menjadi Negara RI 51%, masyarakat 23.5% dan Cemex 25.5%. Pada tanggal 27 Juli 2006 terjadi transaksi penjualan saham Cemex S.A. de C.V. pada Blue Valley Holdings PTE Ltd. sehingga komposisi kepemilikan saham sampai saat ini berubah menjadi Negara RI 51.01%, Blue Valley Holdings PTE Ltd. 24.90% dan masyarakat 24.09%. Di akhir bulan Maret 2010, Blue Valley Holdong menjual 24.9 % sahamnya melalui private placement. dengan demikian komposisi pemegang saham berubah menjadi Pemerintah RI 51.01 % dan publik 48.99 %. Saat ini, kapasitas terpasang riil SGG sebesar 19 juta ton semen per tahun (2010), dan menguasai 43.3% pangsa pasar semen domestik.

SEMEN GRESIK: Inovasi Teknologi Diharapkan Hemat Biaya Operasional Rp1,3 Triliun
http://www.bisnis-jatim.com/index.php/2012/02/27/semen-gresik-inovasi-teknologi-diharapkanhemat-biaya-operasional-rp13-triliun/

Oleh: ADAM A CHEVNY - 27 February 2012 | 10:09 am SURABAYA: PT Semen Gresik (Persero) Tbk hingga 2017 menargetkan penghematan biaya operasional pabrik semen senilai Rp1,3 triliun, melalui inovasi teknologi dalam proses produksi dan proses bisnis. Upaya tersebut dilakukan dengan menumbuhkan budaya serta semangat inovasi di kalangan karyawan Semen Gresik Group (PT Semen Gresik, PT Semen Padang, dan PT Semen Tonasa), dengan menggelar even Semen Gresik Group Award on Innovation 2011 sebagai kegiatan tahunan. Direktur Utama PT Semen Gresik (persero) Dwi Soetjipto mengatakan budaya inovasi akan diimplementasikan secara berkelanjutan, sebagai upaya meningkatkan daya saing perseroan di bidang industri semen. Kreasi inovatif dari para karyawan yang mencakup bidang operasional dan produksi berdampak positif terhadap efisiensi biaya, hingga 5 tahun ke depan ditargetkan dapat menghemat biaya hingga Rp1,3 triliun, ujarnya saat penyelenggaraan Semen Gresik Group Award on Innovation (SGGAI) 2011, Senin 27 Februari 2012. SGGAI telah dilaksanakan 3 tahun terakhir, dimana para karyawan dari Semen Gresik, Semen Padang dan Semen Tonasa peserta even tersebut diwajibkan menyerahkan proposal tentang inovasi yang diajukannya. Pada tahun ini terdaftar 125 proposal dalam 3 kategori setiap inovasi bahan baku dan produk, inovasi dan proses produksi serta inovasi proses bisnis. Beberapa inovasi dari karyawan SG Group antara lain berupa sistem kontrol deviasi pembuatan mixed pile, meningkatkan produksi raw mill dengan penambahan roll crusher pada reject raw mill, dolomit sevagai bahan baku untuk semen PPC dengan proses injeksi. Seleksi dilakukan 4 tahap, di antaranya tahap verifikasi dan evaluasi proposal berdasarkan aspek teknik, prototipe/model, analisa nilai, perencanaan proyek, finansial dan risiko. Sebagai bagian dari even SGGAI 2011 juga diberikan penghargaan kepada tukang bangunan. SG tahun ini memberikan pelatihan terhadap 4.000 tukang, di antaranya 3.000 tukang telah disertifikasi.(bas)

Minggu, 09 Desember 2012 , 16:02:00

Inovasi Tinggi, Semen Gresik Raih Dua Penghargaan Penting


http://www.jpnn.com/read/2012/12/09/149807/Inovasi-Tinggi,-Semen-Gresik-Raih-DuaPenghargaan-Penting-

JAKARTA PT Semen Gresik (persero) Tbk menutup tahun 2012 ini dengan dua penghargaan penting dan bergengsi. Rintisan Teknologi dan Industri Hijau dari Kemetrian Perindustrian serta Proper Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono kepada Dirut SMGR, Dwi Soetjipto di Istana Negara, Kamis (7/12) lalu. "Kerja keras kami berbuah manis. Ini untuk semua karyawan Semen Gresik yang tidak kenal lelah dalam bekerja, berkarya dan berinovasi, kata Dwi Sutjipto kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (11/12). Teknologi yang dikembangkan SG tersebut adalah Konservasi Energi dan Teknologi Penurunan Emisi Gas CO2 Melalui Pemanfaatan Biomass dan Limbah B3 sebagai Bahan Bakar Alternatif. Penghargaan Rintisan Teknologi 2012 ini melanjutkan sukses SG yang pada tahun sebelumnya juga meraih penghargaan yang sama. Dikatakan, Industri semen mempunyai karakteristik padat teknologi, sehingga mengharuskan pemain di industri ini untuk selalu mengembangkan inovasi. Teknologi unggul akan mampu mengefisienkan perusahaan sekaligus mengoptimalkan kinerja. tegas Dwi. Dwi menekankan bahwa pengembangan teknologi yang dilakukan oleh SG dilakukan dengan prinsip low cost high impact. Pengembangan teknologi tidak selalu berhubungan dengan pengadaan atau pembelian mesin-mesin. Pengembangan teknologi bukan berarti "shopping list". Justru teknologi harus berperan menghemat biaya perusahaan. Contoh sederhana dalam hal optimalisasi energi alternatif yang sudah dalam beberapa tahun terakhir ini dikembangkan SG," tambah Dwi. Untuk memacunya, setiap tahun perseroan menggelar Semen Gresik Group Award on Innovation, sebuah ajang penghargaan bagi inovator-inovator terbaik di lingkungan perusahaan. Sejumlah inovasi teknologi dikembangkan melalui ajang tersebut, mulai dari optimalisasi energi alternatif hingga peningkatan kinerja mesin. Dari inovasi teknologi tersebut, perseroan berhasil menghasilkan efisiensi sekitar Rp300 miliar per tahun. Ini menjadi bukti bahwa perhatian khusus ke teknologi tidak akan membebani perusahaan dengan bermacam-macam biaya, tapi justru menghasilkan efisiensi, kata dia. Seperti diketahui, Rintisan Teknologi adalah sebuah ajang penghargaan yang diinisiasi Kementerian Perindustrian untuk mengapresiasi industri/perusahaan yang telah merintis dan berhasil mengembangkan inovasi teknologi. Sedangkan raihan penghargaan Proper Emas (Proper = Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan) adalah program rutin yang diselenggarakan KLH untuk mendorong penaatan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan. Emas merupakan peringkat tertinggi yang diberikan kepada perusahaan yang pengelolaan lingkungan serta melaksanakan Corporate Social Responsibility (CSR). Indikator penilaian kinerjanya beragam, mulai dari pengendalian pencemaran air dan udara, pengelolaan dan pemanfaatan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), efisiensi energi, konservasi air, perlindungan keanekaragaman

hayati, pemberdayaan masyarakat, hingga penanggulangan kerusakan lingkungan. Penilaian Proper periode 2011-2012 dilakukan terhadap 1.317 perusahaan, mulai dari perusahaan sektor pertambangan, energi, manufaktur, agroindustri, kawasan, hingga jasa. Jumlah perusahaan yang dinilai pada periode kali ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya 1.002 perusahaan. Dari 1.317 perusahaan tersebut, terdapat 12 perusahaan yang meraih Proper Emas, termasuk Semen Gresik.(fuz/jpnn)

Semen Gresik Efisiensi Biaya Rp1,3 Triliun dari Inovasi


http://www.antarajatim.com/lihat/berita/83231/semen-gresik-efisiensi-biaya-rp13-triliun-dariinovasi 27 Peb 2012 16:11:08| Ekonomi | Penulis : Didik Kusbiantoro

Surabaya - PT Semen Gresik (Persero) Tbk menargetkan mampu melakukan efisiensi biaya operasional dan produksi hingga mencapai Rp1,3 triliun dalam lima tahun ke depan melalui berbagai kreasi inovasi yang diciptakan para karyawannya. Direktur Utama PT Semen Gresik Tbk Dwi Soetjipto di Surabaya, Senin, mengemukakan, penciptaan inovasi merupakan salah satu budaya baru bagi karyawan dalam mendukung upaya perusahaan untuk menjadi terdepan dan memiliki daya saing tinggi dalam menjalankan bisnis. "Hingga saat ini sudah banyak kreasi inovasi dari karyawan yang dimanfaatkan perusahaan, baik inovasi dalam bidang bahan baku, produksi maupun proses bisnis," katanya saat acara "Semen Gresik Group Award of Innovation 2011" (SGGAI). Menurut ia, sejak program SGGAI diluncurkan pada 2009, sudah ratusan inovasi dari berbagai bidang yang diciptakan karyawan dan sebagian di antaranya mampu memberikan sumbangan positif bagi perusahaan. "Kami juga berharap Semen Gresik Group mampu menjadi pelopor penciptaan budaya inovasi bagi industri lainnya. Inovasi yang sudah digunakan harus terus dimonitor dan diperbarui," tambahnya. Dwi Soetjipto menambahkan, salah satu kunci bagi perusahaan untuk bertahan di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat saat ini adalah mampu melakukan efisiensi biaya. "Tahun ini kami akan fokus pada penguatan inovasi di segala lini dan meningkatkan sinergi operasional pada lingkup Semen Gresik Group serta anak perusahaan," ujarnya. Sementara itu, Ketua Panitia SGGAI Enggun Purwoko menjelaskan, pada 2011 tercatat 125 proposal inovasi yang didaftarkan oleh karyawan atau lebih banyak dibanding 2010 yang tercatat sebanyak 123 proposal.

Dari jumlah tersebut, 19 proposal berasal dari karyawan PT Semen Tonasa, 49 proposal dari PT Semen Padang dan 57 proposal dari PT Semen Gresik. "Terdapat tiga kategori yang dilombakan, yakni inovasi bahan baku dan produk, inovasi proses produksi, dan inovasi proses bisnis. Masing-masing kategori diambil tiga finalis untuk memberikan presentasi di depan dewan juri," katanya. Selain penghargaan inovasi, pada kesempatan itu Semen Gresik juga memberikan penghargaan kepada empat orang tukang yang menjadi binaan, atas prestasinya merebut juara di tingkat daerah maupun nasional. Sekretaris Perusahaan PT Semen Gresik Sunardi Prionomurti mengatakan, hingga Januari 2012, pihaknya telah memberikan pelatihan kepada 4.000 orang tukang yang tersebar di Pulau Jawa dan Bali. "Dari jumlah tersebut, lebih kurang 3.000 orang tukang telah mengantongi sertifikat yang bisa menjadi jaminan untuk melamar pekerjaan," katanya. (*)

Semen Gresik Dorong Pengembangan UKM


http://perumperhutani.com/2012/01/semen-gresik-dorong-pengembangan-ukm/

PT Semen Gresik berencana akan terus membina usaha kecil dan menengah (UKM) hingga bisa terus berkembang maju. Dengan 10.000 UKM binaan di berbagai daerah, Semen Gresik berusaha mendorong pengembangan UKM yang salah satunya dengan memberikan penghargaan (award) secara rutin bertajuk UKM Award. Menurut Direktur Utama Semen Gresik Dwi Soetjipto, seluruh UKM binaan yang kini memiliki omzet hingga Rp 700 miliar per tahun ini ikut berperan membantu menekan angka pengangguran karena sudah menyerap hingga 20.000 tenaga kerja. Kami selenggarakan UKM Award agar daya saing UKM makin terdongkrak dan ikut membantu meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi, ujarnya di sela acara pemberian UKM Award di Surabaya, Rabu (25/1). Dari 10.000 unit UKM binaan tersebut, terbanyak berada di Tuban 4.500 UKM binaan dan di Gresik ada 3.000 UKM binaan. Semen Gresik sendiri memiliki kepentingan di 2 wilayah yang menjadi lokasi pabrik semen. Seleksi UKM Award juga diikuti oleh 21 UKM binaan BUMN lain di Jawa Timur. Dari 120 UKM yang tersaring, sebanyak 18 UKM dinyatakan lolos sebagai nominator. Antara UKM binaan FT PLN, PT Pelindo III, PTPN X, PTPN XI, PT Petrokimia Gresik, Perhutani, BRI, PN Garam, PT POS, PT SIER, PT PAL, Bank Mandiri, PT Telkom, Pertamina serta Sucofindo dipilih juara pertama hingga ketiga untuk enam kategori, mulai dari kategori lingkungan hingga kepatuhan membayar angsuran dan wirausaha.

Kategori penilaian dalam UKM Award meliputi kepatuhan pengelolaan keuangan, kepatuhan kewajiban angsuran dan kewirausaha an, kepedulian terhadap lingkungan, pertumbuhan penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan perdagangan dalam negeri dan ekspor serta wirausaha muda. Dewan juri yang melakukan penilaian, antara lain berasal dari perwakilan pemerintah, akademisi, media massa, dan kalangan pengusaha. Peraih UKM Award kali ini diraih oleh Family Food, UKM produsen makanan olahan ikan dari Driyorejo, Gresik. Penghargaan seperti ini bisa memicu UKM lain di Jawa Timur untuk terus tumbuh, ujar Deputi Bidang Pengembangan dan Rekonstrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Choirul Djamhari pada acara tersebut. Menurut dia, sektor UKM masih menjadi penyangga perekonomian nasional. Memang di sisi lain sektor ini juga kerap tidak masuk dalam penghitungan produk domestik bruto (PDB). Atau dikategorikan dalam underground economy, sehingga keberadaannya sering dia baikan. Padahal kontribusi UKM terhadap perekonomian nasional tergolong besar. Apalagi jumlah UKM di Indonesia mencapai 53,7 juta unit, sehingga menjadi pemain penting dalam struktur perekonomian nasional. (Andira)