PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA GURU TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

(SMP) NEGERI DI KECAMATAN KOTABUMI KOTA KABUPATEN LAMPUNG UTARA

Oleh YUNIAR

Tesis Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar MAGISTER MANAJEMEN PENDIDIKAN

PROGRAM PASCA SARJANA MAGISTER MANAJEMEN PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2011

kemampuan kerja. ketrampilan. fasilitas kerja. semuanya menuntut agar pendidikan dan pengajaran dilaksanakan secara profesional artinya dilaksanakan secara sungguhsungguh dan didukung oleh para guru yang mempunyai kinerja yang baik. guru pada prinsipnya memiliki potensi yang cukup tinggi untuk berkreasi guna meningkatkan kinerjanya. Guru dituntut memiliki kinerja yang mampu memberikan dan merealisasikan harapan dan keinginan semua pihak terutama masyarakat umum yang telah mempercayai sekolah dan guru dalam membina anak didik. PENDAHULUAN Guru merupakan ujung tombak yang berada pada garis terdepan yang langsung berhadapan dengan siswa melalui kegiatan pembelajaran di kelas ataupun di luar kelas. etos kerja dan teknologi. Menurut Muhlisin (2008:8). Secara umum mutu pendidikan yang baik menjadi tolok ukur bagi keberhasilan kinerja yang ditunjukkan guru.PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA GURU TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI DI KECAMATAN KOTABUMI KOTA KABUPATEN LAMPUNG UTARA Yuniar (Tesis) Magister Manajemen Pendidikan KIP Universitas Lampung I. Para guru jelas dituntut pula dapat melaksanakan seluruh fungsi profesionalnya secara efektif dan efisien. motivasi kerja. Apakah terdapat pengaruh yang positif dan signifikan gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara? . Namun potensi yang dimiliki guru untuk berkreasi sebagai upaya meningkatkan kinerjanya tidak selalu berkembang secara wajar dan lancar disebabkan adanya pengaruh dari berbagai faktor baik yang muncul dalam pribadi guru itu sendiri maupun yang terdapat diluar pribadi guru. Baik dari kepentingan pendidikan nasional maupun tugas fungsional guru. Sekolah sebagai organisasi. kepemimpinan. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah maka peneliti perlu membatasi masalah guna menghindari salah penafsiran dan menyesuaikan dengan kemampuan peneliti. Simanjuntak (2005:30) menyatakan bahwa kinerja seseorang dapat dipengaruhi oleh hubungan industrial. Adapun batasan masalah dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. pada umumnya kinerja guru sangat ditentukan oleh efektivitas kepemimpinan.

yang dapat diamati dan dinilai oleh orang lain. Pengaruh motivasi kerja guru terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara. Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Gaya kepemimpinan adalah pola perilaku konsisten yang diterapkan pemimpin melalui orang lain yaitu melalui perilaku yang diperlihatkan pemimpin pada saat . Pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah. Pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara. dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan organisasi tersebut. Sulistyorini (2001:62). dan motivasi kerja secara bersama-sama terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara? Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah tersebut di atas. dan motivasi kerja guru secara bersama-sama terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara. Apakah terdapat pengaruh yang positif dan signifikan gaya kepemimpinan kepala sekolah. Apakah terdapat pengaruh yang positif dan signifikan motivasi kerja guru terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara? 3. Pengertian tersebut memberikan pemahaman bahwa kinerja merupakan suatu perbuatan atau perilaku seseorang dalam pelaksanaan tugasnya. Dari pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah suatu hasil atau taraf kesuksesan yang dicapai oleh pekerja dalam bidang pekerjaannya. II. TINJAUAN PUSTAKA. menurut kriteria yang diberlakukan untuk pekerjaan tersebut. KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS Kinerja Guru Secara etimologi. 2. kinerja berasal dari kata prestasi kerja (performance). mendefinisikan kinerja adalah tingkat keberhasilan seseorang atau kelompok orang dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya serta kemampuan untuk mencapai tujuan dan standar yang telah ditetapkan. sesuai dengan wewenang dan tanggungjawabnya masing-masing. Sebagaimana dikemukakan oleh Mangkunegara (2005:67) bahwa istilah kinerja berasal dari kata job performance atau actual performance (prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai seseorang) yaitu hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Pengertian tersebut menunjukkan bahwa kinerja itu bisa berupa hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam organisasi. maka tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah untuk mengetahui: 1.2. 3. Dengan demikian kinerja guru dapat dinyatakan sebagai tingkat keberhasilan guru dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik guna mencapai tujuan institusi pendidikan.

kebutuhan untuk kekuasaan. selling. baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi intrinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik). Menurut Hersey dan Blanchard (1992) dalam Dharma dan Husaini (2008:10) ada empat gaya kepemimpinan yang efektif. Ciri-ciri selling (penawaran atau penjualan): tinggi tugas dan tinggi hubungan. Pandangan-pandangan di atas dapat penulis simpulkan bahwa motivasi erat kaitannya dengan munculnya suatu kecendrungan untuk berbuat sesuatu guna mencapai tujuan. Motivasi Motivasi menurut Sudrajat. Akhmad (2008). dapat menjalankan organisasi sekolah dengan baik. yaitu kebutuhan untuk berprestasi. pemimpin menawarkan gagasannya dan bawahan diberikan kesempatan berkomentar. kapan harus selesai. Ciri-ciri participating (pelibatan bawahan): tinggi hubungan dan rendah tugas. participating. Ada tiga jenis kebutuhan manusia menurut McClelland. pemimpin dan bawahan sama-sama membuat keputusan.mempengaruhi orang lain.Cheng (2009). Pemimpin yang efektif. bawahan mendapat wewenang membuat keputusan sendiri. adalah telling. Seberapa kuat motivasi yang dimiliki individu akan banyak menentukan terhadap kualitas perilaku yang ditampilkannya. Ciri-ciri telling (pemberitahuan): tinggi tugas dan rendah hubungan. pemimpin memberikan instruksi atau keterangan bagaimana cara mengerjakan. Ciri-ciri delegating (pendelegasian): rendah hubungan dan rendah tugas. komunikasi biasanya satu arah. dimana pekerjaan dilaksanakan dan pengawasan. baik dalam konteks belajar. dan kebutuhan untuk berafiliasi. bekerja maupun dalam kehidupan lainnya. pemimpin dan bawahan saling memberikan gagasan. dan delegating. komunikasi sudah dua arah. pola komunikasi dapat berlangsung dengan lancar. pemimpin masih banyak melakukan pengarahan. dapat diartikan sebagai kekuatan (energi) seseorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi dan antusiasmenya dalam melaksanakan suatu kegiatan. Usman. pemimpin melimpahkan wewenangnya kepada bawahan. Menurut McClelland dalam Prudjung. seperti dipersepsikan orang lain. seseorang dianggap memiliki motivasi untuk berprestasi jika ia mempunyai keinginan untuk melakukan suatu karya berprestasi lebih baik dari prestasi karya orang lain. Husaini (2009:250) mendefinisikan motivasi adalah keinginan yang terdapat pada seseorang individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakantindakan atau sesuatu yang menjadi dasar atau alas an seseorang berperilaku. memiliki metode dan prosedur yang jelas. Gaya bukanlah soal bagaimana pendapat pimpinan tentang perilaku mereka sendiri dalam memimpin tetapi bagaimana persepsi orang lain terutama bawahannya tentang perilaku pimpinannya. dan seluruh personalia sekolah dapat diorganisasikan . Kerangka Berpikir Kepala sekolah sebagai pemimpin (leader) pada suatu sekolah harus mengusahakan dengan maksimal agar keefektifan perilaku kepemimpinannya dapat terwujud.

Usaha peningkatan motivasi ini penting dilakukan sebagai usaha untuk terus meningkatkan kinerja seseorang. dan motivasi kerja guru (X2) terhadap kinerja guru (Y). dan (3) kemampuan melaksanakan evaluasi. 2. maka dapat diduga terdapat ketergantungan yang nyata dari kinerja guru sebagai variabel terikatnya terhadap variabel bebasnya (kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja guru). tujuan penelitian. Hubungan ketergantungan antara variabel terikat terhadap variabel bebasnya disajikan pada kerangka berpikir di bawah ini. Jika kinerja adalah kuantitas dan mutu pekerjaan yang diselesaikan oleh individu. dan kerangka pikir yang telah dikemukakan. Hal ini menunjukkan bahwa hal penting yang harus dilakukan adalah mengusahakan agar tingkat motivasi seseorang itu selalu mengalami peningkatan. tinjauan pustaka. 3. akan berdampak pada meningkatnya tingkat kinerja seseorang. Semakin tinggi tingkat motivasi seseorang.Pelaksanaan kegiatan pembelajaran 3. maka hipotesis penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Disamping itu tingkat kinerja seseorang itu dipengaruhi oleh tingkat motivasi seseorang. (2) kemampuan melaksanakan rencana pembelajaran.Evaluasi/Penilaian pembelajaran X1 : Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah X2 : Motivasi Kerja Guru Gambar 2. Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara. Kinerja untuk guru umumnya dapat diukur melalui: (1) kemampuan membuat rencana pembelajaran. Berdasarkan uraian diatas. Y : Kinerja Guru Dengan tiga dimensi: 1. Hipotesis Berdasarkan rumusan masalah.Perencanaan program kegiatan pembelajaran 2. Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan .dengan baik untuk menjalankan tugasnya masing-masing dalam mewujudkan tujuan organisasi yang telah disepakati bersama.1: Model teoritis pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah (X1). Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara. maka kinerja merupakan output pelaksanaan tugas.

. METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Tempat pelaksanaan penelitian ini adalah di seluruh SMP Negeri yang ada di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah: Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1). Variabel Kinerja Guru (Y) Kinerja guru yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil kerja/tingkat keberhasilan guru dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik guna mencapai tujuan institusi pendidikan. 1.kepala sekolah dan motivasi kerja secara bersama-sama terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara. yaitu variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel terikat. Jumlah tersebut diperoleh dengan menggunakan rumus Slovin pada taraf signifikansi 5%. Variabel bebas. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMP Negeri di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara yang berjumlah 189 orang yang tersebar di 5 (lima) Sekolah Menengah Pertama. dan Motivasi Kerja Guru (X2). Adapun yang menjadi variabel terikat (Y) adalah Kinerja Guru. karena adanya variabel bebas. Untuk menentukan jumlah sampel di tiap-tiap sekolah digunakan teknik proportional random sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret tahun 2011. Dari populasi tersebut yang akan dijadikan sampel sebanyak 128 orang. Daftar jumlah guru dan jumlah sampel penelitian pada SMP Negeri di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara No Nama Sekolah Jumlah Guru Jumlah Sampel 1 2 3 4 5. Variabel Terikat. 2. SMP Negeri 1 Kotabumi SMP Negeri 2 Kotabumi SMP Negeri 4 Kotabumi SMP Negeri 9 Kotabumi SMP Negeri 12 Kotabumi Jumlah 60 43 41 15 30 189 41 29 28 10 20 128 Sumber: Data diolah dari Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara Tahun 2010 Variabel Penelitian Variabel penelitian dalam penelitian ini meliputi variabel bebas dan variabel terikat. yaitu variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat. III.

mengarahkan. dilakukan dengan uji t untuk persamaan regresi linear sederhana dan uji F untuk persamaan regresi linear ganda.267 . dan studi dokumentasi. Varians Sumber: Data primer diolah (2011) Hasil Perhitungan 25 125 43 123 95. Langkah berikutnya adalah melaksanakan uji persyaratan analisis data yang meliputi uji normalitas. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Berdasarkan analisis data. Skor Maksimal 5. Modus 8. IV. dan menggerakkan guru dengan melakukan pendekatan sesuai situasi tertentu dan tingkat kematangan (kedewasaan) para bawahan (guru) yang dipimpinnya. yaitu angket (kuesioner). dan grafik. Variabel Motivasi Kerja Guru (X2) Motivasi kerja guru yang dimaksud dalam penelitian ini adalah semangat atau dorongan dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas kerja guna mencapai suatu tujuan yang dapat berpengaruh positif dalam mencapai kinerja yang lebih baik. Standar Deviasi 9. Mean 6. Uji Signifikansi Regresi Pengujian tingkat keberartian regresi yang didapat. Teknik Analisis Data Analisis data dimaksudkan untuk menguji kebenaran hipotesis.470 271. membimbing. uji lineritas dan dilanjutkan dengan pengujian hipotesis. Teknik analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear sederhana dan regresi linear ganda. Skor Minimal 4. Teknik Pengumpulan Data Penelitian ini menggunakan dua teknik pengumpulan data.Variabel Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Gaya kepemimpinan kepala sekolah yang dimaksud dalam penelitian ini adalah persepsi guru terhadap perilaku kepala sekolah dalam usahanya untuk mempengaruhi. terlebih dahulu dilakukan deskripsi data penelitian yang terdiri dari 2 (dua) variabel bebas dan 1 (satu) variabel terikat dalam bentuk tabel data. Median 7. Sebelum analisis data dilaksanakan. distribusi frekuensi.844 97 98 16. diperoleh deskripsi data hasil pengukuran variabel kinerja guru yang ditunjukkan pada tabel berikut: Tabel 4. Jumlah Butir 2. mendorong. uji homogenitas.1 Deskripsi Data Variabel Kinerja Guru No Statistik Deskriptif 1. Skor Ideal 3.

. Modus 8. Skor Minimal 4.844. Median 7.2 Distribusi skor variabel kinerja guru No.00 Tabel di atas menunjukkan bahwa pengelompokan skor untuk variabel kinerja guru diperoleh 8. dapat diketahui bahwa kinerja guru pada umumnya berada pada kelompok sedang. 58. sampai skor maksimal 123. 3. Standar Deviasi 9. Berdasarkan analisis data. Varians Sumber: Data primer diolah (2011) Hasil Perhitungan 12 60 18 59 42. diperoleh deskripsi data hasil pengukuran variabel gaya kepemimpinan kepala sekolah yang ditunjukkan pada tabel berikut: Tabel 4.470. Tingkat Kinerja Rendah Sedang Tinggi Jumlah Rentang 43 – 70 71 – 98 99 – 126 Frekuensi 11 75 42 128 Prosentase 8. Perolehan skor penelitian variabel kinerja guru setelah dikelompokkan dalam 3 (tiga) skala (rendah. Berdasarkan perhitungan statistika dasar diperoleh angka sebagai berikut: mean = 95.836 Perolehan skor penelitian variabel gaya kepemimpinan kepala sekolah setelah dikelompokkan dalam 3 (tiga) skala (lemah. Mean 6. dan tinggi) dapat dilihat pada tabel di bawah ini.Dari tabel di atas dapat diketahui skor variabel kinerja guru bervariasi dari skor terendah 43.81 100. Perhitungan ini menunjukkan mean dan median yang tidak jauh berbeda.534 72. median = 97. kinerja guru sudah cukup baik tapi belum optimal dan masih perlu ditingkatkan lagi. berarti mengindikasikan bahwa skor variabel kinerja guru cenderung berdistribusi normal.59 58.81 % atau 42 orang kelompok tinggi. Skor Maksimal 5.60 32. 1.3 Deskripsi Data Variabel Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah No Statistik Deskriptif 1. sedang. dan kuat) dapat dilihat pada tabel di bawah ini.59 % atau 11 orang kelompok rendah. Jumlah Butir 2. Tabel 4. Artinya.60 % atau 75 orang kelompok sedang. Skor Ideal 3. sedang. Berdasarkan data tersebut. modus = 98. dan 32. dan standar deviasi 16.172 44 46 8. 2.

Jumlah Butir 2. Varians Sumber: Data primer diolah (2011) Hasil Perhitungan 10 50 21 47 33. Tingkat Gaya Kepemimpinan Lemah Sedang Kuat Jumlah Rentang 18 – 32 33 – 47 48 – 62 Frekuensi 20 77 31 128 Prosentase 15. 1.00 Pengujian Hipotesis Berdasarkan hasil analisis regresi linear sederhana didapatkan informasi sebagai berikut: diperoleh nilai konstanta a = 67. Modus 8.663.895 dan koefisien b = 0. Skor Ideal 3.16 24.22 100.00 Berdasarkan analisis data. 3. dan tinggi) dapat dilihat pada tabel di bawah ini.Tabel 4. 2. Tingkat Motivasi Rendah Sedang Tinggi Jumlah Rentang 21 – 30 31 – 40 41 – 50 Frekuensi 24 96 8 128 Prosentase 18. 3. Tabel 4. 2.7 Distribusi skor variabel motivasi kerja guru No. Mean 6. .75 75.6 Deskripsi Data Variabel Motivasi Kerja Guru No Statistik Deskriptif 1.00 6. Skor Maksimal 5. Standar Deviasi 9.398 33 32 4. diperoleh deskripsi data hasil pengukuran variabel motivasi kerja guru yang ditunjukkan pada tabel berikut: Tabel 4. Dengan demikian dapat dirumuskan persamaan regresi linear sederhana pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah (X1) terhadap kinerja guru (Y) dengan persamaan: Y = 67.774 22.793 Perolehan skor penelitian variabel motivasi kerja guru setelah dikelompokkan dalam 3 (tiga) skala (rendah. Skor Minimal 4.25 100.4 Distribusi skor variabel gaya kepemimpinan kepala sekolah No. Median 7.895 + 0. sedang. 1.663X1.63 60.

406.721 .488 dengan signifikansi = 0. artinya makin tinggi persepsi guru atas gaya kepemimpinan kepala sekolah maka makin tinggi kinerja guru.228 + 1. Berdasarkan hasil analisis regresi linier ganda diperoleh nilai konstanta a = 21.9 % terhadap kinerja guru di SMP Negeri Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara.05.901 dan koefisien b = 1. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi kerja memberikan kontribusi sebesar 30. b2 = 0. Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara.118. V.349.Berdasarkan hasil analisis regresi linear sederhana didapatkan informasi sebagai berikut: diperoleh nilai konstanta a = 31. 2.05. KESIMPULAN DAN SARAN 5.8 % terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara. yang ditunjukkan dari dari nilai thitung sebesar 4. Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan motivasi kerja guru terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil beberapa kesimpulan. Dengan demikian dapat dirumuskan persamaan regresi linear sederhana pengaruh motivasi kerja guru (X2) terhadap kinerja guru (Y) dengan persamaan: Y = 31.8 % terhadap kinerja guru di SMP Negeri Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara. Berdasarkan analisis statistik regresi antara gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru diperoleh koefisien derajat determinasi (r2) = 0. yang ditunjukkan dari dari nilai thitung sebesar 7.104 dengan signifikansi = 0. Kedua variabel dapat berjalan seiring. sehingga hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini .228 dan koefisien b1 = 1. dan motivasi kerja guru (X2) terhadap kinerja guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di kecamatan Kotabumi Kota kabupaten Lampung Utara (Y) dengan persamaan: Y = 21. Hal ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja guru memberikan kontribusi secara bersama-sama sebesar 34.406X2 Pembahasan Berdasarkan analisis statistik regresi antara gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru diperoleh koefisien derajat determinasi (r2) = 0.000 < 0. antara lain: 1.915.721X1 + 0. Berdasarkan analisis statistik regresi antara gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru diperoleh koefisien derajat determinasi (r2) = 0.000 < 0. Dengan demikian dapat dirumuskan persamaan regresi linier ganda pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah (X1). Hal ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah memberikan kontribusi sebesar 11.8 % terhadap kinerja guru di SMP Negeri kecamatan Kotabumi Kota kabupaten Lampung Utara.915X2.308. Variabel gaya kepemimpinan kepala sekolah memberikan kontribusi 11.901 + 1. sehingga hipotesis kerja yang diajukan dalam penelitian ini diterima.

motivasi kerja guru.3 Saran Berdasarkan hasil penelitian. Dinas pendidikan dalam merekrut kepala sekolah kiranya dapat memilih orang-orang . Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan gaya kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja guru secara bersama-sama terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara. diantara variabel gaya kepemimpinan kepala sekolah.1 % kinerja guru dipengaruhi variabel lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini. dan motivasi kerja guru dapat diketahui bahwa variabel motivasi kerja guru memberikan kontribusi paling besar dalam upaya meningkatkan kinerja guru. 5. serta kinerja guru. 5. sedangkan sisanya sebesar 65. Kepala sekolah dan guru perlu mengembangkan pengetahuan mengenai gaya kepemimpinan kepala sekolah. yaitu sebesar 30. Kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara masih belum memuaskan. Variabel gaya kepemimpinan kepala sekolah. Berdasarkan hasil penelitian.9 % terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara. artinya makin tinggi motivasi kerja guru maka makin tinggi kinerja guru. kesimpulan dan implikasinya maka penulis mengajukan saran sebagai berikut: 1.000 < 0. Kepala sekolah dan guru perlu mengembangkan wawasan mengenai gaya kepemimpinan kepala sekolah. Variabel motivasi kerja guru memberikan kontribusi 30. serta kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara.8 % terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara. Upaya kepala sekolah dan guru untuk mengembangkan pengetahuan bisa dilakukan dengan melanjutkan pendidikan. 3.8 %. 2. yang ditunjukkan dari dari nilai Fhitung sebesar 33. 4. artinya makin tinggi persepsi guru atas gaya kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja guru maka makin tinggi kinerja guru. 4. dan motivasi kerja guru memberikan kontribusi 34. Hal ini mengisyaratkan perlunya diupayakan usaha-usaha guna meningkatkan kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara. Kedua variabel X yaitu gaya kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja guru dapat berjalan seiring dengan variabel Y yaitu kinerja guru.2 Implikasi Berdasarkan kesimpulan di atas diketahui bahwa variabel bebas yang diteliti baik secara terpisah atau secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikatnya. dan motivasi kerja guru. sehingga hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima. motivasi kerja guru. Bagi Dinas Pendidikan. Hal ini mengisyaratkan bahwa untuk meningkatkan kinerja guru dapat dilakukan dengan meningkatkan gaya kepemimpinan kepala sekolah.05. penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumbangsih pemikiran dalam upaya mewujudkan pendidikan yang lebih baik.530 dengan signifikansi = 0. Kedua variabel dapat berjalan seiring. karena dari hasil penelitian diketahui bahwa kinerja guru rata-rata dalam kategori sedang.diterima. 3.

(Online) Diakses tanggal 3 Maret 2011. Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan. 2010.googleusercontent. Arikunto. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.doc. Muhlisin. dan teori-teori kepemimpinan (paradigma kepemimpinan). Anwar Prabu. Bandung: Remaja Rosda Karya. Jurnal Tenaga Kependidikan Vol 3 No.P. Pengantar Manajemen. Download Tabel t Lengkap.com/search?q=cache:fMZLL8hgEgJ:m uhlis.2 Agustus. Jakarta: Bumi Aksara. Diakses tanggal 2 Agustus 2010. Prosedur Penelitian.wordpress. 2002. Suatu Pendekatan Praktis. E. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Surakarta: Tesis Program MM-UMS. Reaktualisasi Fungsi dan Peranan Kepala Sekolah. jujur. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. 2010.com/2008/05/profesionalisme-kinerja-guru-masadepan. Penilaian Kinerja Guru. Mangkunegara. 2004.com/2010/04/21/download-tabelt-untuk-d-f-1-200/ Junaidi. Amirullah. Pengertian. kreatif dan inovatif. S. Edisi Revisi. Darma. (Online). Jakarta: Rineka Cipta. amanah.wordpress. Made. http://junaidichaniago.wordpress. 2008.com/2010/04/21/download-tabelf-lengkap/ Kumpulan Makalah. memiliki pandangan ke depan. Husaini. Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan. 2001. Jumadi. modelmodel kepemimpinan. tipologi kepemimpinan. dan Hanafi. Melayu. Manajemen Pendidikan Indonesia.A. Pidarta. 2005. Bandung: PT.html. Haedar. http://junaidichaniago. 2008. Mulyasa. serta memiliki integritas yang baik) DAFTAR PUSTAKA Akib. Suharsimi. Surya dan Usman. Kepemimpinan Kepala Sekolah/Madrasah Yang Efektif. 2010. Gaya Kepemimpinan. Rosada Karya. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. 2003. http://mgtabersaudara.blogspotcom/2010/07/gaya-kepemimpinan-tipologikepemimpinan. Rindyah. A. Direktorat Tenaga Kependidikan. 2004. Pengaruh Motivasi Berprestasi dan Komunikasi Terhadap Kinerja Guru. Profesionalisme Kinerja Guru Menyongsong Masa Depan. http://webcache.yang tepat. dan Makalah. Diakses tanggal 7 November 2010. 2002. (Online) Diakses tanggal 3 Maret 2011. Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta. 2008. Jakarta: Rineka Cipta.files. bertanggung jawab . Manajemen Dasar.2 Agustus. Manajemen Berbasis Sekolah. Hasibuan. Yogyakarta: Graha Ilmu. Direktorat Tenaga Kependidikan. Junaidi. (Online). Jurnal Tenaga Kependidikan Vol 3 No. . Download Tabel F Lengkap. memilih kepala sekolah yang berkualitas (memiliki wawasan yang luas. Lembaran Negara. 2008.

Refleksi dan Reformasi Pendidikan Indonesia Memasuki Millenium III. 2000. Education Management. 2001. Sumanto. Bandung:Alfabeta Winardi. Kepemimpinan dan Motivasi. Yogyakarta: Adi Cita. Jakarta: PT. 2002. Wahjosumidjo. Sulistyorini.Prudjung. Metode Penelitian Kuantitatif untuk Administrasi Publik dan Masalah-masalah Sosial. Sunaryo. Teori Motivasi dan Pengukurannya.pmiiumm. Cheng. 2009. 2005. Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru di MTs N Plupuh Kabupaten Sragen. (Online).com/2009/11/mc-clelland-dan-teori-motivasi. Perilaku Organisasi. Surakarta: Tesis Program MM-UMS. Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Organisasi Pembelajar. B. D. http://www. Suyanto dan Djihad Hisyam. http://akhmadsudrajat. Bandung: Mandar Maju. Usman. Surakarta: Tesis Program MMUMS. Thoha. Bandung: Alfabeta. Mandar Maju. Sudjarwo dan Basrowi. 2009. 2001. Hamzah. Manajemen dan Evaluasi Kinerja.html. 2001. Agus. Uno. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Wahyudi. RajaGrafindo Persada. SDM dan Produktivitas Kerja. 2008. Pengaruh Motivasi Kerja. Manajemen Penelitian Sosial. (Online). 2003. Jakarta: Ghalia Indonesia. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada . Sylviana. 2005. dan Riset Pendidikan. Praktik. Yogyakarta: Gaya Media. 2007. Hubungan antara Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah dan Iklim Organisasi dengan Kinerja Guru. Perilaku Organisasi. 2009. Bandung : Pustaka Setia. Sudrajat. 2009. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Akhmad. 2005. 2009. Teori-teori Motivasi. Simanjuntak Payaman. Robbins. Stephen. Miftah. Metode Penelitian Pendidikan. Pengaruh Kemampuan Manajerial. Mc Clelland dan Teori Motivasi Berprestasi. et all. Motivasi dan Pemotivasian dalam Manajemen. Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Guru (Suatu Studi Berdasarkan Persepsi Guru SMK Negeri Kota Tegal). Jakarta. Ilmu Pendidikan: 28 (1) 62-70.wordpress. Sudarwan Danim. 2002. Husaini. 2008. Veithzal dan Murni. Jakarta: Bumi Aksara. 2009. Jakarta: Gramedia. 2002. Manajemen Teori. Rivai.com/2008/02/06/teoriteori motivasi/ Sugiyono. Bandung: CV. Inovasi Pendidikan : Dalam Upaya Meningkatkan Profesionalisme Tenaga Kependidikan. Diakses tanggal 2 Agustus 2010. Sedarmayanti. Purwanto. Jakarta: Bumi Aksara.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful