P. 1
JURNALTESISYUNIAR09.docx

JURNALTESISYUNIAR09.docx

|Views: 23|Likes:
Dipublikasikan oleh Willwizard Will
sdfdsfs
sdfdsfs

More info:

Published by: Willwizard Will on Feb 08, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/14/2014

pdf

text

original

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA GURU TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

(SMP) NEGERI DI KECAMATAN KOTABUMI KOTA KABUPATEN LAMPUNG UTARA

Oleh YUNIAR

Tesis Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar MAGISTER MANAJEMEN PENDIDIKAN

PROGRAM PASCA SARJANA MAGISTER MANAJEMEN PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2011

Guru dituntut memiliki kinerja yang mampu memberikan dan merealisasikan harapan dan keinginan semua pihak terutama masyarakat umum yang telah mempercayai sekolah dan guru dalam membina anak didik. ketrampilan. fasilitas kerja. pada umumnya kinerja guru sangat ditentukan oleh efektivitas kepemimpinan. kepemimpinan. Baik dari kepentingan pendidikan nasional maupun tugas fungsional guru. Adapun batasan masalah dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. PENDAHULUAN Guru merupakan ujung tombak yang berada pada garis terdepan yang langsung berhadapan dengan siswa melalui kegiatan pembelajaran di kelas ataupun di luar kelas. motivasi kerja. Simanjuntak (2005:30) menyatakan bahwa kinerja seseorang dapat dipengaruhi oleh hubungan industrial. Menurut Muhlisin (2008:8). guru pada prinsipnya memiliki potensi yang cukup tinggi untuk berkreasi guna meningkatkan kinerjanya. Secara umum mutu pendidikan yang baik menjadi tolok ukur bagi keberhasilan kinerja yang ditunjukkan guru. etos kerja dan teknologi. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah maka peneliti perlu membatasi masalah guna menghindari salah penafsiran dan menyesuaikan dengan kemampuan peneliti. Sekolah sebagai organisasi. Para guru jelas dituntut pula dapat melaksanakan seluruh fungsi profesionalnya secara efektif dan efisien. Apakah terdapat pengaruh yang positif dan signifikan gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara? .PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA GURU TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI DI KECAMATAN KOTABUMI KOTA KABUPATEN LAMPUNG UTARA Yuniar (Tesis) Magister Manajemen Pendidikan KIP Universitas Lampung I. Namun potensi yang dimiliki guru untuk berkreasi sebagai upaya meningkatkan kinerjanya tidak selalu berkembang secara wajar dan lancar disebabkan adanya pengaruh dari berbagai faktor baik yang muncul dalam pribadi guru itu sendiri maupun yang terdapat diluar pribadi guru. kemampuan kerja. semuanya menuntut agar pendidikan dan pengajaran dilaksanakan secara profesional artinya dilaksanakan secara sungguhsungguh dan didukung oleh para guru yang mempunyai kinerja yang baik.

Pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah. Pengaruh motivasi kerja guru terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara. sesuai dengan wewenang dan tanggungjawabnya masing-masing. Dengan demikian kinerja guru dapat dinyatakan sebagai tingkat keberhasilan guru dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik guna mencapai tujuan institusi pendidikan. TINJAUAN PUSTAKA. mendefinisikan kinerja adalah tingkat keberhasilan seseorang atau kelompok orang dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya serta kemampuan untuk mencapai tujuan dan standar yang telah ditetapkan. Sebagaimana dikemukakan oleh Mangkunegara (2005:67) bahwa istilah kinerja berasal dari kata job performance atau actual performance (prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai seseorang) yaitu hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Apakah terdapat pengaruh yang positif dan signifikan gaya kepemimpinan kepala sekolah. Pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara. 2. dan motivasi kerja guru secara bersama-sama terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara. menurut kriteria yang diberlakukan untuk pekerjaan tersebut. Pengertian tersebut menunjukkan bahwa kinerja itu bisa berupa hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam organisasi. 3. Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Gaya kepemimpinan adalah pola perilaku konsisten yang diterapkan pemimpin melalui orang lain yaitu melalui perilaku yang diperlihatkan pemimpin pada saat . dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan organisasi tersebut. II. kinerja berasal dari kata prestasi kerja (performance).2. Pengertian tersebut memberikan pemahaman bahwa kinerja merupakan suatu perbuatan atau perilaku seseorang dalam pelaksanaan tugasnya. dan motivasi kerja secara bersama-sama terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara? Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah tersebut di atas. Apakah terdapat pengaruh yang positif dan signifikan motivasi kerja guru terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara? 3. maka tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah untuk mengetahui: 1. yang dapat diamati dan dinilai oleh orang lain. Dari pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah suatu hasil atau taraf kesuksesan yang dicapai oleh pekerja dalam bidang pekerjaannya. Sulistyorini (2001:62). KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS Kinerja Guru Secara etimologi.

selling. Gaya bukanlah soal bagaimana pendapat pimpinan tentang perilaku mereka sendiri dalam memimpin tetapi bagaimana persepsi orang lain terutama bawahannya tentang perilaku pimpinannya. Ciri-ciri selling (penawaran atau penjualan): tinggi tugas dan tinggi hubungan.Cheng (2009). Husaini (2009:250) mendefinisikan motivasi adalah keinginan yang terdapat pada seseorang individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakantindakan atau sesuatu yang menjadi dasar atau alas an seseorang berperilaku. Pandangan-pandangan di atas dapat penulis simpulkan bahwa motivasi erat kaitannya dengan munculnya suatu kecendrungan untuk berbuat sesuatu guna mencapai tujuan. Kerangka Berpikir Kepala sekolah sebagai pemimpin (leader) pada suatu sekolah harus mengusahakan dengan maksimal agar keefektifan perilaku kepemimpinannya dapat terwujud. dan seluruh personalia sekolah dapat diorganisasikan . pemimpin dan bawahan sama-sama membuat keputusan. Motivasi Motivasi menurut Sudrajat. Ciri-ciri telling (pemberitahuan): tinggi tugas dan rendah hubungan. memiliki metode dan prosedur yang jelas. baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi intrinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik). kebutuhan untuk kekuasaan. dan kebutuhan untuk berafiliasi. baik dalam konteks belajar. komunikasi sudah dua arah. seseorang dianggap memiliki motivasi untuk berprestasi jika ia mempunyai keinginan untuk melakukan suatu karya berprestasi lebih baik dari prestasi karya orang lain. seperti dipersepsikan orang lain. Ciri-ciri delegating (pendelegasian): rendah hubungan dan rendah tugas. Ada tiga jenis kebutuhan manusia menurut McClelland. dimana pekerjaan dilaksanakan dan pengawasan. yaitu kebutuhan untuk berprestasi. dapat diartikan sebagai kekuatan (energi) seseorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi dan antusiasmenya dalam melaksanakan suatu kegiatan. pemimpin melimpahkan wewenangnya kepada bawahan. pemimpin masih banyak melakukan pengarahan. Ciri-ciri participating (pelibatan bawahan): tinggi hubungan dan rendah tugas. Menurut Hersey dan Blanchard (1992) dalam Dharma dan Husaini (2008:10) ada empat gaya kepemimpinan yang efektif. pemimpin dan bawahan saling memberikan gagasan. komunikasi biasanya satu arah. adalah telling. dan delegating. Pemimpin yang efektif. bekerja maupun dalam kehidupan lainnya. pemimpin menawarkan gagasannya dan bawahan diberikan kesempatan berkomentar. Akhmad (2008). pola komunikasi dapat berlangsung dengan lancar.mempengaruhi orang lain. dapat menjalankan organisasi sekolah dengan baik. participating. bawahan mendapat wewenang membuat keputusan sendiri. kapan harus selesai. Seberapa kuat motivasi yang dimiliki individu akan banyak menentukan terhadap kualitas perilaku yang ditampilkannya. Usman. pemimpin memberikan instruksi atau keterangan bagaimana cara mengerjakan. Menurut McClelland dalam Prudjung.

dan motivasi kerja guru (X2) terhadap kinerja guru (Y).1: Model teoritis pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah (X1). Semakin tinggi tingkat motivasi seseorang. Y : Kinerja Guru Dengan tiga dimensi: 1. Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan . Jika kinerja adalah kuantitas dan mutu pekerjaan yang diselesaikan oleh individu. maka hipotesis penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Berdasarkan uraian diatas. tujuan penelitian. tinjauan pustaka. dan kerangka pikir yang telah dikemukakan. akan berdampak pada meningkatnya tingkat kinerja seseorang. Kinerja untuk guru umumnya dapat diukur melalui: (1) kemampuan membuat rencana pembelajaran.dengan baik untuk menjalankan tugasnya masing-masing dalam mewujudkan tujuan organisasi yang telah disepakati bersama. (2) kemampuan melaksanakan rencana pembelajaran. maka kinerja merupakan output pelaksanaan tugas. dan (3) kemampuan melaksanakan evaluasi.Pelaksanaan kegiatan pembelajaran 3. Hipotesis Berdasarkan rumusan masalah. Disamping itu tingkat kinerja seseorang itu dipengaruhi oleh tingkat motivasi seseorang.Perencanaan program kegiatan pembelajaran 2. 3.Evaluasi/Penilaian pembelajaran X1 : Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah X2 : Motivasi Kerja Guru Gambar 2. Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara. 2. Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara. Usaha peningkatan motivasi ini penting dilakukan sebagai usaha untuk terus meningkatkan kinerja seseorang. maka dapat diduga terdapat ketergantungan yang nyata dari kinerja guru sebagai variabel terikatnya terhadap variabel bebasnya (kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja guru). Hubungan ketergantungan antara variabel terikat terhadap variabel bebasnya disajikan pada kerangka berpikir di bawah ini. Hal ini menunjukkan bahwa hal penting yang harus dilakukan adalah mengusahakan agar tingkat motivasi seseorang itu selalu mengalami peningkatan.

kepala sekolah dan motivasi kerja secara bersama-sama terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara. Variabel Kinerja Guru (Y) Kinerja guru yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil kerja/tingkat keberhasilan guru dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik guna mencapai tujuan institusi pendidikan. Dari populasi tersebut yang akan dijadikan sampel sebanyak 128 orang. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah: Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1). METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Tempat pelaksanaan penelitian ini adalah di seluruh SMP Negeri yang ada di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret tahun 2011. 2. . Untuk menentukan jumlah sampel di tiap-tiap sekolah digunakan teknik proportional random sampling. karena adanya variabel bebas. SMP Negeri 1 Kotabumi SMP Negeri 2 Kotabumi SMP Negeri 4 Kotabumi SMP Negeri 9 Kotabumi SMP Negeri 12 Kotabumi Jumlah 60 43 41 15 30 189 41 29 28 10 20 128 Sumber: Data diolah dari Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara Tahun 2010 Variabel Penelitian Variabel penelitian dalam penelitian ini meliputi variabel bebas dan variabel terikat. Adapun yang menjadi variabel terikat (Y) adalah Kinerja Guru. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMP Negeri di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara yang berjumlah 189 orang yang tersebar di 5 (lima) Sekolah Menengah Pertama. Daftar jumlah guru dan jumlah sampel penelitian pada SMP Negeri di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara No Nama Sekolah Jumlah Guru Jumlah Sampel 1 2 3 4 5. III. Jumlah tersebut diperoleh dengan menggunakan rumus Slovin pada taraf signifikansi 5%. yaitu variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel terikat. Variabel bebas. 1. Variabel Terikat. yaitu variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat. dan Motivasi Kerja Guru (X2).

uji lineritas dan dilanjutkan dengan pengujian hipotesis. Uji Signifikansi Regresi Pengujian tingkat keberartian regresi yang didapat. dan menggerakkan guru dengan melakukan pendekatan sesuai situasi tertentu dan tingkat kematangan (kedewasaan) para bawahan (guru) yang dipimpinnya. Mean 6. dan grafik. dilakukan dengan uji t untuk persamaan regresi linear sederhana dan uji F untuk persamaan regresi linear ganda. dan studi dokumentasi. IV. Sebelum analisis data dilaksanakan. Teknik analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear sederhana dan regresi linear ganda.Variabel Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Gaya kepemimpinan kepala sekolah yang dimaksud dalam penelitian ini adalah persepsi guru terhadap perilaku kepala sekolah dalam usahanya untuk mempengaruhi. terlebih dahulu dilakukan deskripsi data penelitian yang terdiri dari 2 (dua) variabel bebas dan 1 (satu) variabel terikat dalam bentuk tabel data. Skor Maksimal 5. Variabel Motivasi Kerja Guru (X2) Motivasi kerja guru yang dimaksud dalam penelitian ini adalah semangat atau dorongan dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas kerja guna mencapai suatu tujuan yang dapat berpengaruh positif dalam mencapai kinerja yang lebih baik. membimbing. mendorong. Skor Ideal 3. diperoleh deskripsi data hasil pengukuran variabel kinerja guru yang ditunjukkan pada tabel berikut: Tabel 4.470 271. Skor Minimal 4. Varians Sumber: Data primer diolah (2011) Hasil Perhitungan 25 125 43 123 95. Jumlah Butir 2. Teknik Analisis Data Analisis data dimaksudkan untuk menguji kebenaran hipotesis.267 . distribusi frekuensi. Teknik Pengumpulan Data Penelitian ini menggunakan dua teknik pengumpulan data. Median 7. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Berdasarkan analisis data. uji homogenitas. Langkah berikutnya adalah melaksanakan uji persyaratan analisis data yang meliputi uji normalitas. yaitu angket (kuesioner). Modus 8. mengarahkan. Standar Deviasi 9.1 Deskripsi Data Variabel Kinerja Guru No Statistik Deskriptif 1.844 97 98 16.

Modus 8.00 Tabel di atas menunjukkan bahwa pengelompokan skor untuk variabel kinerja guru diperoleh 8.59 % atau 11 orang kelompok rendah.81 % atau 42 orang kelompok tinggi.836 Perolehan skor penelitian variabel gaya kepemimpinan kepala sekolah setelah dikelompokkan dalam 3 (tiga) skala (lemah. Berdasarkan perhitungan statistika dasar diperoleh angka sebagai berikut: mean = 95. berarti mengindikasikan bahwa skor variabel kinerja guru cenderung berdistribusi normal. 3. Mean 6. sedang.844. Berdasarkan data tersebut. Jumlah Butir 2. kinerja guru sudah cukup baik tapi belum optimal dan masih perlu ditingkatkan lagi. dan kuat) dapat dilihat pada tabel di bawah ini.470. Skor Ideal 3. 2. dan 32. dapat diketahui bahwa kinerja guru pada umumnya berada pada kelompok sedang.60 32.81 100. Skor Minimal 4.59 58. Standar Deviasi 9. Tingkat Kinerja Rendah Sedang Tinggi Jumlah Rentang 43 – 70 71 – 98 99 – 126 Frekuensi 11 75 42 128 Prosentase 8. Varians Sumber: Data primer diolah (2011) Hasil Perhitungan 12 60 18 59 42. sampai skor maksimal 123. Perhitungan ini menunjukkan mean dan median yang tidak jauh berbeda. sedang. . Skor Maksimal 5. median = 97.172 44 46 8. Tabel 4. 1. 58.Dari tabel di atas dapat diketahui skor variabel kinerja guru bervariasi dari skor terendah 43. Perolehan skor penelitian variabel kinerja guru setelah dikelompokkan dalam 3 (tiga) skala (rendah. Artinya.534 72. Median 7. dan standar deviasi 16.3 Deskripsi Data Variabel Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah No Statistik Deskriptif 1. diperoleh deskripsi data hasil pengukuran variabel gaya kepemimpinan kepala sekolah yang ditunjukkan pada tabel berikut: Tabel 4.60 % atau 75 orang kelompok sedang. dan tinggi) dapat dilihat pada tabel di bawah ini. modus = 98. Berdasarkan analisis data.2 Distribusi skor variabel kinerja guru No.

Median 7.22 100.6 Deskripsi Data Variabel Motivasi Kerja Guru No Statistik Deskriptif 1.895 + 0. . Skor Minimal 4.Tabel 4. Dengan demikian dapat dirumuskan persamaan regresi linear sederhana pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah (X1) terhadap kinerja guru (Y) dengan persamaan: Y = 67.774 22. 2.663.16 24. Skor Ideal 3.4 Distribusi skor variabel gaya kepemimpinan kepala sekolah No. 2.398 33 32 4.793 Perolehan skor penelitian variabel motivasi kerja guru setelah dikelompokkan dalam 3 (tiga) skala (rendah. Mean 6. sedang. Skor Maksimal 5.25 100. Modus 8. 3.663X1. diperoleh deskripsi data hasil pengukuran variabel motivasi kerja guru yang ditunjukkan pada tabel berikut: Tabel 4.75 75. 1. dan tinggi) dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Jumlah Butir 2. 1.00 Berdasarkan analisis data. Tingkat Gaya Kepemimpinan Lemah Sedang Kuat Jumlah Rentang 18 – 32 33 – 47 48 – 62 Frekuensi 20 77 31 128 Prosentase 15.00 Pengujian Hipotesis Berdasarkan hasil analisis regresi linear sederhana didapatkan informasi sebagai berikut: diperoleh nilai konstanta a = 67. Tabel 4.00 6.7 Distribusi skor variabel motivasi kerja guru No. 3.895 dan koefisien b = 0.63 60. Varians Sumber: Data primer diolah (2011) Hasil Perhitungan 10 50 21 47 33. Standar Deviasi 9. Tingkat Motivasi Rendah Sedang Tinggi Jumlah Rentang 21 – 30 31 – 40 41 – 50 Frekuensi 24 96 8 128 Prosentase 18.

05.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil beberapa kesimpulan. yang ditunjukkan dari dari nilai thitung sebesar 4.915X2. artinya makin tinggi persepsi guru atas gaya kepemimpinan kepala sekolah maka makin tinggi kinerja guru. dan motivasi kerja guru (X2) terhadap kinerja guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di kecamatan Kotabumi Kota kabupaten Lampung Utara (Y) dengan persamaan: Y = 21. Berdasarkan analisis statistik regresi antara gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru diperoleh koefisien derajat determinasi (r2) = 0. sehingga hipotesis kerja yang diajukan dalam penelitian ini diterima. Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara.8 % terhadap kinerja guru di SMP Negeri Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi kerja memberikan kontribusi sebesar 30.118.721 . Berdasarkan analisis statistik regresi antara gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru diperoleh koefisien derajat determinasi (r2) = 0. antara lain: 1. KESIMPULAN DAN SARAN 5. V. sehingga hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini .8 % terhadap kinerja guru di SMP Negeri kecamatan Kotabumi Kota kabupaten Lampung Utara.000 < 0.901 dan koefisien b = 1. Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan motivasi kerja guru terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara. 2. Berdasarkan hasil analisis regresi linier ganda diperoleh nilai konstanta a = 21. Hal ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah memberikan kontribusi sebesar 11.406.000 < 0. b2 = 0.721X1 + 0.9 % terhadap kinerja guru di SMP Negeri Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara.901 + 1.Berdasarkan hasil analisis regresi linear sederhana didapatkan informasi sebagai berikut: diperoleh nilai konstanta a = 31. Dengan demikian dapat dirumuskan persamaan regresi linier ganda pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah (X1).406X2 Pembahasan Berdasarkan analisis statistik regresi antara gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru diperoleh koefisien derajat determinasi (r2) = 0. Hal ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja guru memberikan kontribusi secara bersama-sama sebesar 34.05.488 dengan signifikansi = 0.104 dengan signifikansi = 0. Dengan demikian dapat dirumuskan persamaan regresi linear sederhana pengaruh motivasi kerja guru (X2) terhadap kinerja guru (Y) dengan persamaan: Y = 31.228 dan koefisien b1 = 1.228 + 1. Kedua variabel dapat berjalan seiring.349. Variabel gaya kepemimpinan kepala sekolah memberikan kontribusi 11.915. yang ditunjukkan dari dari nilai thitung sebesar 7.308.8 % terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara.

530 dengan signifikansi = 0.2 Implikasi Berdasarkan kesimpulan di atas diketahui bahwa variabel bebas yang diteliti baik secara terpisah atau secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikatnya. Hal ini mengisyaratkan bahwa untuk meningkatkan kinerja guru dapat dilakukan dengan meningkatkan gaya kepemimpinan kepala sekolah.000 < 0. 2.05. Berdasarkan hasil penelitian. kesimpulan dan implikasinya maka penulis mengajukan saran sebagai berikut: 1. sedangkan sisanya sebesar 65.8 % terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara. dan motivasi kerja guru memberikan kontribusi 34. serta kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara. Kepala sekolah dan guru perlu mengembangkan wawasan mengenai gaya kepemimpinan kepala sekolah. 4. serta kinerja guru. diantara variabel gaya kepemimpinan kepala sekolah. motivasi kerja guru. dan motivasi kerja guru. Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan gaya kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja guru secara bersama-sama terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara.diterima. motivasi kerja guru. Variabel gaya kepemimpinan kepala sekolah. 3. dan motivasi kerja guru dapat diketahui bahwa variabel motivasi kerja guru memberikan kontribusi paling besar dalam upaya meningkatkan kinerja guru. Upaya kepala sekolah dan guru untuk mengembangkan pengetahuan bisa dilakukan dengan melanjutkan pendidikan. artinya makin tinggi persepsi guru atas gaya kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja guru maka makin tinggi kinerja guru. artinya makin tinggi motivasi kerja guru maka makin tinggi kinerja guru. Kepala sekolah dan guru perlu mengembangkan pengetahuan mengenai gaya kepemimpinan kepala sekolah. Kedua variabel X yaitu gaya kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja guru dapat berjalan seiring dengan variabel Y yaitu kinerja guru. penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumbangsih pemikiran dalam upaya mewujudkan pendidikan yang lebih baik. Variabel motivasi kerja guru memberikan kontribusi 30.1 % kinerja guru dipengaruhi variabel lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini. 5. yang ditunjukkan dari dari nilai Fhitung sebesar 33. Dinas pendidikan dalam merekrut kepala sekolah kiranya dapat memilih orang-orang .8 %.9 % terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara. Hal ini mengisyaratkan perlunya diupayakan usaha-usaha guna meningkatkan kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara. karena dari hasil penelitian diketahui bahwa kinerja guru rata-rata dalam kategori sedang. 3. Bagi Dinas Pendidikan. Kedua variabel dapat berjalan seiring. yaitu sebesar 30. 5. Kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara masih belum memuaskan. 4. sehingga hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima.3 Saran Berdasarkan hasil penelitian.

Suatu Pendekatan Praktis. Bandung: Remaja Rosda Karya. A.2 Agustus.files. Mulyasa.A. http://junaidichaniago.doc. 2002. 2003. modelmodel kepemimpinan.wordpress. Jurnal Tenaga Kependidikan Vol 3 No.blogspotcom/2010/07/gaya-kepemimpinan-tipologikepemimpinan. Penilaian Kinerja Guru. Prosedur Penelitian. 2010. 2008. memilih kepala sekolah yang berkualitas (memiliki wawasan yang luas. Lembaran Negara. memiliki pandangan ke depan. Reaktualisasi Fungsi dan Peranan Kepala Sekolah. 2001. Haedar. Surya dan Usman. Jakarta: Rineka Cipta. dan Hanafi. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. tipologi kepemimpinan.com/2010/04/21/download-tabelf-lengkap/ Kumpulan Makalah. Junaidi. http://mgtabersaudara. Amirullah. kreatif dan inovatif. Rindyah.yang tepat. Download Tabel F Lengkap. E. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Arikunto. Jakarta: Rineka Cipta. Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan. S.googleusercontent. http://junaidichaniago. 2008. serta memiliki integritas yang baik) DAFTAR PUSTAKA Akib. http://webcache. 2004. Jakarta: Bumi Aksara. Manajemen Dasar. Surakarta: Tesis Program MM-UMS. Mangkunegara. Melayu.2 Agustus. amanah. dan teori-teori kepemimpinan (paradigma kepemimpinan). Rosada Karya. Pidarta. 2010. Hasibuan.wordpress. Profesionalisme Kinerja Guru Menyongsong Masa Depan.com/2010/04/21/download-tabelt-untuk-d-f-1-200/ Junaidi.P. Edisi Revisi. Pengaruh Motivasi Berprestasi dan Komunikasi Terhadap Kinerja Guru. Made. Diakses tanggal 7 November 2010. Suharsimi. Bandung: PT. Pengertian. (Online). Husaini. dan Makalah. Anwar Prabu. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Manajemen Pendidikan Indonesia. bertanggung jawab . 2004. Diakses tanggal 2 Agustus 2010.com/search?q=cache:fMZLL8hgEgJ:m uhlis. Jurnal Tenaga Kependidikan Vol 3 No. 2010. (Online) Diakses tanggal 3 Maret 2011.wordpress. Kepemimpinan Kepala Sekolah/Madrasah Yang Efektif.html. Gaya Kepemimpinan. jujur. Yogyakarta: Graha Ilmu. (Online). Pengantar Manajemen. Jakarta. Manajemen Berbasis Sekolah. Jumadi.com/2008/05/profesionalisme-kinerja-guru-masadepan. 2002. (Online) Diakses tanggal 3 Maret 2011. Direktorat Tenaga Kependidikan. 2008. Download Tabel t Lengkap. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. 2005. 2008. Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional. Darma. Muhlisin. . Direktorat Tenaga Kependidikan.

http://akhmadsudrajat. Veithzal dan Murni. Sudrajat. 2001. Mandar Maju. Bandung : Pustaka Setia.Prudjung. Sedarmayanti. Jakarta: Bumi Aksara. Hubungan antara Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah dan Iklim Organisasi dengan Kinerja Guru. 2008. Hamzah. Bandung: Mandar Maju. 2009. SDM dan Produktivitas Kerja.wordpress. Wahyudi. Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Guru (Suatu Studi Berdasarkan Persepsi Guru SMK Negeri Kota Tegal). 2001. Surakarta: Tesis Program MM-UMS. Metode Penelitian Kuantitatif untuk Administrasi Publik dan Masalah-masalah Sosial. Thoha. Cheng. Wahjosumidjo. 2005. http://www. Jakarta: Bumi Aksara. Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru di MTs N Plupuh Kabupaten Sragen. Perilaku Organisasi.com/2009/11/mc-clelland-dan-teori-motivasi. Rivai. 2001. Bandung: Alfabeta. Education Management. Manajemen Penelitian Sosial.com/2008/02/06/teoriteori motivasi/ Sugiyono. Refleksi dan Reformasi Pendidikan Indonesia Memasuki Millenium III. Motivasi dan Pemotivasian dalam Manajemen. Manajemen Teori. Sudjarwo dan Basrowi. Manajemen dan Evaluasi Kinerja. Teori-teori Motivasi. Metode Penelitian Pendidikan. Perilaku Organisasi. Jakarta: Ghalia Indonesia.html. Mc Clelland dan Teori Motivasi Berprestasi. Husaini. Sylviana. Agus. Jakarta: PT. 2000. Sulistyorini. B. dan Riset Pendidikan. 2009. Jakarta. 2009. Suyanto dan Djihad Hisyam. 2005. 2008. Akhmad. Usman. Purwanto. Sumanto. 2005. 2009. et all. 2003. Simanjuntak Payaman. Bandung: CV. Kepemimpinan dan Motivasi. Bandung:Alfabeta Winardi. RajaGrafindo Persada. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Miftah. Ilmu Pendidikan: 28 (1) 62-70. (Online). D.pmiiumm. 2009. Surakarta: Tesis Program MMUMS. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada . Yogyakarta: Gaya Media. Yogyakarta: Adi Cita. 2007. 2009. Pengaruh Motivasi Kerja. Inovasi Pendidikan : Dalam Upaya Meningkatkan Profesionalisme Tenaga Kependidikan. Praktik. Sudarwan Danim. Stephen. 2002. Uno. (Online). Jakarta: Raja Grafindo Persada. Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Organisasi Pembelajar. Robbins. Sunaryo. Jakarta: Gramedia. 2002. 2002. Pengaruh Kemampuan Manajerial. Diakses tanggal 2 Agustus 2010. Teori Motivasi dan Pengukurannya.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->