Anda di halaman 1dari 28

BAB III TINJAUAN KASUS DAN PEMBAHASAN

A. TINJAUAN KASUS 1. a. 1) a) Nama Umur Jenis Kelamin Agama Pendidikan Pekerjaan Suku / Bangsa Status Marital Tanggal Masuk RS Tanggal pengkajian Diagnosa Medik No. Medrec Alamat : Tn. S : 66 tahun : Laki-laki : Islam : SD : Tidak bekerja : Sunda / Indonesia : Menikah : 13 Juni 2006 Pukul. 14.54 WIB : : 0000497217 : Komplek Kampus IKIP RT.09 RW.05 Kecamatan Karang sari Ledeng Bandung b) jawab Nama Umur Jenis Kelamin Agama Pendidikan Pekerjaan Hubungan dgn Klien : Anak : Ny. A : 22 tahun : Perempuan : Islam : SMP : Wiraswasta Identitas Penanggung Pukul. 07.35 WIB : Benigna Prostat Hiperplasia. Pengkajian Pengumpulan Data Data Biografi Identitas Klien

2 Alamat : Kp. Peundeuy Raweuy Rt. 01 Rw. 02 Karang 2) a) Tengah Babakan Caringin Kabupaten Cianjur. Riwayat Kesehatan Sekarang Riwayat Kesehatan Sekarang (1) Keluhan utama saat masuk Rumah Sakit Sejak 1 bulan yang lalu klien merasakan BAKnya tidak lancar dan klien merasakan nyeri dan panas pada daerah sekitar kandung kemihnya, lalu klien berobat ke pengobatan alternatif tetapi tidak memperoleh hasil, kemudian klien berobat ke dokter umum tetapi rasa nyeri dan panas pada daerah sekitar kandung kemihnya tetap tidak berkurang, kemudian klien dibawa keruang UGD RS Hasan sadikin Bandung dan dilakukan katerisasi. Sejak saat itu klien berobat jalan ke Poliklinik Urologi. Sejak + 1 minggu sebelum masuk RS klien mengeluh tidak dapat BAK dan merasakan nyeri pada daerah kandung kemihnya, kemudian pada tanggal 13 Juni 2006 klien dibawa ke RS Hasan Sadikin Bandung dan dianjurkan untuk dirawat, klien ditempatkan di ruangan RC II Bedah Umum dengan diagnosa medis Benigna Prostat Hiperplasia. (2) Keluhan Utama saat Pengkajian Pada saat dikaji tanggal Agustus 2005, klien mengeluh nyeri pada kandung kemihnya, nyeri dirasakan klien bertambah jika daerah tersebut ditekan dan berkurang jika klien tiduran dan beristirahat, nyeri dirasakan klien seperti ditusuk-tusuk benda tajam dan terasa panas, nyeri tersebut dirasakan klien sewaktu-waktu dan menjalar ke daerah perut, pinggang dan daerah kemaluan, skala nyeri 3 dari 0-5. b) Riwayat Kesehatan Dahulu Menurut pengakuan klien dan keluarga (anak klien), sejak + 10 tahun yang lalu klien sering merasa bila buang air kecil tidak lampias, bila sudah BAK masih ada keinginan untuk BAK lagi, klien juga mengatakan tidurnya kadang terganggu karena harus bangun untuk BAK. Klien mengatakan saat itu tidak memeriksakan diri ke dokter ataupun rumah sakit. Pengobatan yang klien jalani saat itu yaitu dengan pengobatan alternative yaitu dengan meminum jamu-jamuan, namun penyakit klien hanya sembuh beberapa

3 bulan saja dan kemudian sering kambuh lagi. Klien tidak mempunyai riwayat mengkonsumsi obat-obatan dan juga alkohol. c) Riwayat Kesehatan Keluarga Menurut pengakuan klien dan keluarga bahwa didalam anggota keluarganya tidak ada yang mempunyai dan tidak pernah ada yang mengalami penyakit keturunan maupun penyakit menular. 3)
No 1 1.

Pola Aktifitas Sehari-hari


Jenis Aktifitas 2 Pola Aktifitas a. Makan Sebelum Sakit 3 Nasi, lauk pauk dan sayur, kadang klien makan buahbuahan. Tidak ada pantangan makanan dan klien biasa makan 2-3 porsi/hari dan tidak ada keluhan. Klien minum + 7-8 gelas / hari (+ 1400-1600 cc / hari) dengan jenis air yang diminum yaitu air putih dan air teh dan kopi. Kebiasaan klien BAB 1-2 kali/hari dengan konsistensi lembek dan berwarna kuning serta tidak ada keluhan BAB. Klien mengatakan BAK + 7-8 x/hari dengan warna kuning jernih dan merasa tidak lampias. Klien mengatakan bila sudah BAK masih ada keinginan untuk BAK lagi. Klien biasa mandi dengan cara diguyur 1-2 x/hari dengan menggunakan sabun, gosok gigi setiap 1-2X/hari (tiap mandi) dengan menggunakan pasta gigi, keramas 1x/ minggu dengan menggunakan shampo dan gunting kuku kalau sudah panjang saja. Dalam melakukan personal hygiene klien melakukannya sendiri. Klien biasa tidur malam mulai jam 21.00-05.00 WIB. Klien mengatakan tidurnya kadang terganggu karena ada keinginan utnuk BAK. Saat Sakit 4 Nasi, lauk pauk, sayur dan buah-buahan. Klien makan 3x/hari dengan porsi makan habis 1 porsi. Jumlah minum klien + 1 botol Aqua besar / hari (+2000-2500 cc / hari), jenis air yang diminum klien hanya air putih. Klien BAB 1 x/hari dengan konsistensi lembek dan berwarna kuning. BAB klien dibantu oleh keluarga. Pada saat dikaji klien terpasang dower kateter dan bertanya apakah BAKnya bisa kembali normal. Jumlah urine klien saat dikaji sekitar + 1000cc / 8 jam (tgl 8 Agustus 2005 pukul 06.00 sampai 8 Agustus 2005 pukul 14.00). Selama di rumah sakit klien mengatakan belum pernah dimandikan, belum pernah gosok gigi, dan juga belum pernah keramas serta gunting kuku. Dalam memenuhi personal hygiene klien dibantu oleh keluarga.

b.

Minum

2.

Eliminasi a. BAB

b.

BAK

3.

Personal Hygiene (mandi, gosok gigi, keramas, gunting kuku)

4.

Pola istirahat tidur

Klien mengatakan tidurnya tidak nyenyak dan sering terbangun karena merasakan nyeri pada kandung kemihnya. Pada saat dikaji klien mengatakan bahwa semalam klien hanya tidur +

4
1 2 3 4 2 jam saja. Terdapat lingkaran hitam pada daerah periorbital. Klien tidur siang mulai jam 14.0015.30 WIB. Klien tampak hanya berbaring di tempat tidur dan kadang-kadang klien tampak terduduk.

5.

Kegiatan/Aktifitas sehari-hari

Klien jarang berolah raga dan menghabiskan waktunya di rumah saja bersama cucucucunya.

4) a) Pernafasan

Pemeriksaan Fisik Sistem Bentuk hidung simetris, tidak terdapat deviasi septum nasi, tidak terdapat sianosis pada bibir, jari tangan ataupun jari kaki, tidak terdapat pernafasan cuping hidung, mukosa hidung lembab, tidak terdapat sekret, tidak terdapat penggunaan otot-otot bantu pernafasan, bentuk dada simetris, perbandingan antara diameter anteroposterior dengan diameter transversal 1:2, tidak terdapat adanya retraksi dada ataupun retraksi epigastrium, tidak terdapat adanya nyeri tekan pada dada, ekspansi paru simetris, pengembangan maksimal, getaran vokal fremitus seimbang kanan dan kiri, suara perkusi paru terdengar resonan, pada auskultasi terdengar suara vesikuler di semua area paru, frekuensi nafas 18 x/menit. b) Kardiovaskuler Konjungtiva palpebra warna merah muda, Jugular Venous Pressure(JVP) tidak meningkat, tidak ditemukan adanya clubbing finger, CRT (Capilarry Refilling Time) kembali dalam 2 detik, akral teraba hangat, iktus kordis teraba pada ICS V garis midklavikula kiri. Pulsasi denyut nadi teraba kuat, irama denyut nadi teratur, denyut nadi 76 kali/menit. Tekanan darah 120/70 mmHg. Suara perkusi jantung terdengar dullness, S1 dan S2 terdengar murni reguler. c) Perkemihan Tidak terdapat adanya oedem pada palpebra dan juga daerah ekstremitas atas dan bawah, tidak terdengar adanya bruits sign pada percabangan aorta abdominalis (arteri renalis kiri dan kanan), tidak terdapat adanya nyeri tekan ataupun nyeri lepas saat palpasi ginjal, dan pada saat Sistem Sistem

5 palpasi ginjal, tidak teraba. Tidak terdapat adanya nyeri ketuk pada saat perkusi ginjal pada daerah Costae Vertebral Angel, terdapat distensi kandung kemih dan klien mengeluh nyeri saat kandung kemih ditekan. Klien mengatakan terpasang dower kateter sejak masuk RS (tgl 5 Agustus 2005), klien mengatakan sekarang BAKnya melalui selang dan klien mengatakan merasa tidak nyaman dengan dipasangnya selang kateter. Jumlah urine klien saat dikaji sekitar + 1000 cc / 8 jam (tgl 8 Agustus 2005 pukul 06.00 sampai 8 Agustus 2005 pukul 14.00). Daerah tempat pemasangan dower kateter dan selang kateter tampak kotor. d) Tidak terdapat eksofthalmus, tidak tampak Sistem Endokrin adanya hiper /

hipopigmentasi kulit, tidak tampak adanya keringat yang berlebihan (diaforesis), tidak teraba adanya massa, nyeri tekan, dan pembesaran saat palpasi kelenjar tiroid dan paratiroid. Klien mengatakan tidak pernah mempunyai riwayat penyakit kencing manis. e) Pencernaan Warna bibir kecoklatan, mukosa bibir kering, gigi tampak kotor, jumlah 22- - - -22 gigi tidak lengkap (20 buah), tidak ada keluhan nyeri 2112 2121 mengunyah dan menelan, tidak ada pembesaran tonsil, tidak terdapat halitosis, sklera tidak ikterik, lidah berwarna merah muda dan tampak bersih. Abdomen datar dengan kontur lembut, tidak terdapat ascites, bising usus 8 x/menit, tidak teraba adanya pembesaran hati dan limpa, tidak terdapat adanya nyeri tekan dan lepas pada daerah abdomen, pada anus tidak terdapat haemorroid. f) Integumen Rambut dan kulit kepala klien tampak bersih, rambut klien tidak mudah dicabut, kulit tubuh klien tampak kotor dan kering, tidak terlihat lesi pada permukaan kulit klien, turgor kulit kembali dalam waktu < 2 detik, kulit teraba hangat, suhu 36,7 0C. g) Persyarafan (1) Test Fungsi Serebral Sistem Sistem Sistem

6 (a) (i) Status mental Orientasi : orientasi klien terhadap waktu, orang, dan tempat baik, terbukti klien dapat menyebutkan bahwa ia sekarang berada di rumah sakit, ditunggui oleh anaknya, dan dapat menyebutkan hari ini dengan benar. Nilai : 5. (ii) Daya ingat Jangka panjang : klien dapat mengingat tahun anaknya yang terakhir lahir yaitu pada tahun 1982. Jangka pendek : klien dapat menyebutkan tiga buah benda yang ditunjukan pada klien, dan klien dapat mengulanginya dengan tepat yaitu, arloji, senter, dan ballpoint. Nilai : 6. (iii) Perhatian dan perhitungan : klien dapat menghitung dengan pengurangan serial tiga yaitu, 20-3 = 17, 17-3 =14, 14-3 = 11, 11-3 = 8, dan 8-3 = 5. Nilai : 5. (iv)Fungsi bahasa : klien dapat menyebutkan nama benda yang ditunjukan oleh perawat, seperti arloji, senter, dan ballpoint. Klien dapat mengulangi kata-kata akan tetapi atau jika tidak dan klien mengerti perintah saat klien diminta untuk menyebutkan benda yang berada didekatnya yaitu, handuk, bantal. Nilai : 9 Jumlah total nilai tes fungsi cerebral yaitu 25 (normal). (b) kesadaran (i) Kualitas : compos mentis. (ii) Kuantitas : nilai GCS 15 (E4, V5, M6). (c) bicara : proses bicara klien lancar. (2) (a) (Olfaktorius) Fungsi penciuman klien baik, terbukti klien dapat membedakan dua bau-bauan familier seperti bau kopi dan kayu putih. (b) (Optikus) Nervus II Test Fungsi Nervus Kranial Nervus I Pengkajian Tingkat

7 Fungsi ketajaman penglihatan klien baik yang ditandai dengan klien dapat membaca papan nama perawat pada jarak 30 cm. (c) (Okulomotorius), IV (Trochlearis), VI (Abducen) Klien mampu menggerakan bola matanya kesegala arah yaitu kearah bawah, atas, dan samping. Pupil kontriksi saat diberi cahaya, bentuk pupil isokor, klien dapat membuka dan menutup matanya, lapang pandang klien tidak mengalami penyempitan. (d) (Trigeminus) Fungsi mengunyah klien baik, pergerakan otot masetter dan temporalis saat mengunyah simetris. Klien dapat merasakan sentuhan pilinan kapas yang diusapkan pada daerah maksilaris dan mandibula dengan kedua mata tertutup, klien mengedip secara spontan saat diberi rangsangan dengan pilinan kapas pada kedua kelopak mata tanpa diketahui oleh klien. Klien dapat menggerakan rahangnya kearah belakang, depan, samping kiri, dan kanan. (e) (Facialis) Klien dapat mengerutkan dahi dan tersenyum dengan kedua bibir simetris. Klien dapat membedakan rasa manis dan asin pada 2/3 anterior lidah. (f) (auditorius) Fungsi pendengaran klien tidak terganggu yang ditandai dengan klien dapat mendengar gesekan rambutnya sendiri dan klien dapat menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan perawat secara spontan tanpa harus minta diulang. (g) (Glosofaringeus) Klien dapat merasakan rasa pahit pada kopi di 1/3 posterior lidah, terdapat refleks muntah saat pangkal lidah ditekan dengan menggunakan tongue spatel. Nervus IX Nervus VIII Nervus VII Nervus V Nervus III

8 (h) (Vagus) Refleks menelan klien baik, uvula terletak ditengah antara palatum mole dengan arkus faring, dan bergerak saat klien bilang ach. (i) (Assesorius) Klien dapat mengangkat bahu kanan dan kiri, serta dapat melawannya ketika diberikan tahanan ringan pada kedua bahu. (j) (Hipoglosus) Klien dapat menggerakan lidah dan menjulurkannya kearah samping kiri, kanan, belakang, dan depan. (3) (a) dan kaki dengan menggunakan sensasi tajam. (b) kedua mata tertutup. (c) (i) Stereognosis Klien dapat menebak ballpoint dan arloji yang digenggam kan pada telapak tangannya dengan kedua mata tertutup. (ii) Graphestesia Klien dapat menebak huruf O yang dituliskan ditelapak tangannya dengan kedua mata tertutup. (iii) Two point stimulation Klien dapat menebak 2 buah titik yang dibuat ditelapak tangannya dengan kedua mata tertutup. h) Reproduksi Sistem Diskriminasi Sentuhan Klien dapat merasakan sentuhan kapas pada lengannya dengan Test Fungsi Sensoris Rasa sakit Klien merasa sakit saat ditusuk didaerah bahu, lengan, badan, Nervus XII Nervus XI Nervus X

9 Bentuk penis normal, skrotum tampak membesar, bentuk testis kanan tampak lebih besar, tampak adanya saluran sperma (vasdeferens) berwarna kemerahan. Klien dan istrinya mengatakan semenjak klien sakit sudah jarang melakukan hubungan seksual karena melihat kondisi klien yang kurang baik. Namun klien dan istrinya menerima keadaan tersebut sepenuhnya dan tidak akan menjadikan beban bagi dirinya. i) Muskuloskeletal a) Ekstremitas atas Bentuk dan ukuran kedua ekstremitas atas simetris, pergerakan (ROM) kedua ekstremitas atas bebas ke segala arah, tidak terdapat adanya nyeri pada daerah persendian dan tulang, tidak terdapat adanya deformitas tulang ataupun sendi, tidak terdapat kontraktur sendi, tidak terdapat adanya atrofi otot, tonisitas otot baik, tidak terdapat oedem pada kedua ekstremitas, klien terpasang infus NaCl 0,9 % 20 gtt/mnt pada lengan kiri, kekuatan otot ektremitas atas 5/5, refleks biceps ++/+ +, triceps ++/++, brakhioradialis ++/++. b) Ekstremitas bawah Bentuk dan ukuran kedua ekstrimitas bawah simetris, pergerakan (ROM) kedua ekstrimitas bawah terbatas, tidak terdapat adanya nyeri pada daerah persendian dan tulang, tidak terdapat adanya deformitas tulang ataupun sendi, tidak terdapat kontraktur sendi, tidak terdapat adanya atrofi otot, tonisitas otot baik, tidak terdapat oedem pada kedua ekstremitas, kekuatan otot kedua ekstremitas bawah 5/5, refleks patela + +/++, achiles ++/++. 5) a) dengan perawat. b) a) diri Klien mengatakan tidak ada yang istimewa dari anggota tubuhnya klien memperlakukannya dengan sama. Klien mengatakan bahwa semua Konsep diri Body image / gambaran Data Psikologis Status emosi Emosi klien stabil, klien tampak tenang saat dilakukan wawancara Sistem

10 anggota tubuhnya merupakan pemberian dari Allah SWT yang patut di syukuri. b) Identitas diri Klien adalah seorang laki-laki dan merasa puas karena dapat memberikan keturunan dan dapat menjadi kepala rumah tangga untuk mendidik anak dan istrinya dengan baik. c) Ideal diri Harapan klien terhadap penyakitnya adalah ingin cepat sembuh, serta dapat berkumpul kembali dengan keluarganya dirumah. d) Peran diri Klien seorang ayah bagi anaknya, sebagai seorang suami bagi istrinya dan sebagai seorang kakek bagi cucunya. Klien tidak merasa perannya terganggu karena klien yakin semua keluarga dapat menerima keadaan klien sekarang. e) Harga diri Klien tidak merasa malu ataupun rendah diri terhadap penyakit yang dideritanya sekarang. Klien menerima keadaan dirinya sekarang baik sehat maupun sakit. c) Pola koping Klien mengatakan jika dirinya mempunyai masalah, klien selalu menceritakannya kepada istrinya, karena menurut klien itu lebih baik daripada memendam sendiri masalahnya.

d) komunikasi

Gaya Klien berbicara cukup jelas, volume suara klien cukup keras, klien

sehari-hari menggunakan bahasa sunda. Klien mampu berkomunikasi dengan baik secara verbal maupun non verbal. e) Kecemasan Klien tidak tampak gelisah walaupun saat ini sedang sakit. Klien menerima keadaannya dan menyerahkan semuanya kepada Allah SWT. 6) Data Sosial

11 Hubungan klien dengan keluarganya baik, terbukti klien selalu ditunggui oleh istri dan anaknya secara bergantian. Klien sangat kooperatif dalam proses perawatan dan pengobatan penyakitnya. 7) a) Data Spiritual Falsafah hidup Klien percaya terhadap adanya sakit dan sehat, karena itu sudah merupakan ketentuan yang telah diatur oleh Yang Maha Kuasa. b) transendense Klien merasa optimis bahwa penyakit yang dideritanya sekarang akan sembuh dengan perawatan dan pengobatan, serta dibarengi dengan berdoa kepada Allah untuk kesembuhan penyakitnya. c) ketuhanan Klien percaya adanya Tuhan dan segala sesuatu yang tidak dapat dilihat oleh dirinya. Sebelum dirawat klien mengatakan selalu melaksanakan ibadah sholat 5 waktu, tetapi saat ini klien mengatakan tidak menjalankannya karena kondisinya yang sedang sakit, namun klien mengatakan tetap selalu berdoa untuk kesembuhan penyakitnya. 8) a) Laboratorium Hasil pemeriksaan laboratorium.
Tanggal 26 Juli 2005 Jenis Pemeriksaan I. Hematologi HB Leukosit Hematokrit Trombosit II. Kimia Klinik Ureum Kreatinin Natrium Kalium III. Urine Bj Ph Protein Bilirubin Urobilinogen Leuko IV. Immunologi / Hasil 9,3 14.800 29 520.000 58 1,9 143 4,0 1.015 6,0 Positif Negatif 0,2 Banyak sekali Nilai Normal 13 18 3,810,6 40-52 150-440 1550 0,61,1 135145 3,65,5 1.002-1.030 4,8-7,5 Negatif Negatif 0,2-1,0 < 6 lpb Satuan gr/dl ribu/mm3 % ribu/mm3 mg/dl mg/dl Meq/L Meq/L

Sense

of

Konsep

Data Penunjang Data

mg/dl

12
Tanggal Jenis Pemeriksaan Serologi PSA total I. Hematologi HB Leukosit Hematokrit Trombosit II. Kimia Klinik Ureum Kreatinin Natrium Kalium Glukosa sewaktu Hasil 4,18 9,4 8500 14 413000 65 1,60 141 4,9 90 Nilai Normal <4 13 18 3,810,6 40 52 150-440 1550 0,61,1 135145 3,65,5 < 140 Satuan ng/ml gr/dl ribu/mm3 % ribu/mm3 mg/dl mg/dl Meq/L Meq/L mg/dl

05 Agustus 2005

b) Tanggal 2 Agustus 2005 Klinis : Benign Prostat Hiperplasi. (1) Kesan : (2) Kesan : c) (1) (2) (3) Infus NaCl 0,9 % 20 gtt/menit. Ceftriaxon 1 x 1 gram Tradosik folat 2 x 1 ampul USG Thorax foto

Radiologi

Tidak tampak pembesaran jantung Tidak tampak TB paru aktif Sinus dan diafragma (N)

Volume prostat 44,37 cc PSA 4,18 PSAD 0,09 Terdapat pembesaran prostat. Therapy per IV per IM

b.
Data 1

Analisa Data
Kemungkinan Penyebab dan Dampak 2 BPH Masalah 3 Gangguan rasa nyaman : nyeri

DS : Klien mengatakan masih

13
1 merasa nyeri pada daerah kandung kemih Klien mengatakan nyeri bertambah jika ditekan dan berkurang jika klien tiduran dan beristirahat Klien mengatakan nyeri seperti ditusuk-tusuk benda tajam dan terasa panas Klien mengatakan nyeri tersebut menjalar ke daerah perut, pinggang dan daerah kemaluan. DO : Klien tampak meringis jika daerah kandung kemihnya ditekan Terdapat distensi kandung kemih Skala nyeri 3 (dari 0-5) 2 Pembesaran prostat menyebabkan tersumbatnya saluran perkemihan Terakumulasinya urine di vesika urinaria Mendesak sel-sel syaraf di vesika urinaria Merangsang noci reseptor sebagai reseptor nyeri Dihantarkan oleh serabut delta A dan C Dilairkan dalam bentuk elektrokimia, impuls ganglia radiks menuju dorsal horn dimedulla spinalis bagian posterior Ditransfer melalui traktus spinothalamikus Thalamus Cortex cerebri lobus parietalis Nyeri dipersepsikan Gangguan rasa nyaman : nyeri BPH 3

DS : Keluarga dan mengatakan infus kateter telah terpasang klien masuk RS 05/08/2005)

klien dan sejak (tgl.

Resiko tinggi terjadinya infeksi

Anemia Penurunan Imunoglobulin

Dilakukan pemasangan kateter dan infus

DO : Klien terpasang kateter Klien terpasang infus NaCl 0,9 % Daerah pemasangan dower kateter dan selang kateter tampak kotor. Hb : 9, 4 gr/dl Leukosit : 8500/mm3

Adanya benda asing yang masuk ke tubuh

Daya tahan tubuh Media yang baik untuk menurun masuknya mikroorganisme Resiko tinggi terjadinya infeksi

DS : Klien mengatakan merasa tidak nyaman dengan terpasangnya kateter. Klien mengatakan sekarang BAK-nya tidak melalui genetalia lagi melainkan melalui selang. Klien bertanya kepada perawat apakah BAKnya akan kembali normal.

BPH Tersumbatnya saluran perkemihan Akumulasi urine di vesika urinaria Dilakukan pemasangan dower kateter Urine keluar melalui selang kateter Klien tidak bisa BAK secara normal

Perubahan pola eliminasi: BAK

14
1 DO : Klien terpasang dower kateter Jumlah keluaran urine klien saat dikaji yaitu : 1000cc / 8 jam (tgl 8 Agustus 2005 pukul 06.00 sampai 8 Agustus 2005 pukul 14.00) dengan karakteristik kuning jernih. DS : Klien mengatakan kebutuhan sehari-harinya dibantu keluarga. Klien mengatakan belum pernah dimandikan sejak masuk RS. Klien mengatakan belum pernah gosok gigi sejak masuk RS. Klien mengatakan belum pernah keramas sejak masuk RS. DO : Rambut dan kulit kepala klien bersih Gigi klien kotor Kulit tubuh klien kotor dan kering. Kebutuhan sehari-hari klien terlihat dibantu oleh keluarga. DS : Klien mengatakan tidurnya tidak nyenyak dan sering terbangun karena merasa nyeri. Klien mengatakan semalam hanya tidur selama + 2 jam saja, sedangkan tidur siangnya mulai jam 14.00 15.30 WIB. DO : Terdapat lingkaran hitam pada daerah periorbital. Tanda-tanda vital : TD : 120/70 mmHg R : 18 x/menit N : 76 x/menit S : 36,7oC. 2 Perubahan pola eliminasi: BAK 3

BPH Tersumbatnya saluran kemih sehingga terakumulasinya urine di kandung kemih dan mendesak sel-sel syaraf sekitar Nyeri Keterbatasan aktivitas Pemenuhan kebutuhan sehari-hari klien dibantu Gangguan pemenuhan ADL : Personal Hygiene

Gangguan pemenuhan ADL : Personal Hygiene

BPH Tersumbatnya saluran kemih sehingga terakumulasinya urine di kandung kemih dan mendesak sel-sel syaraf sekitar Nyeri Merangsang aktivasinya RAS (Reticulo Activity System) sebagai pusat jaga di formatio retikularis Klien sering terjaga Pemenuhan istirahat tidur klien terganggu

Gangguan pemenuhan kebutuhan istirahat tidur

15
1 DS : Klien dan keluarga mengatakan khawatir dengan kondisi klien. Klien dan keluarga mengatakan tidak tahu tentang prosedur perawatan dan pengobatan yang dilakukan terhadap klien. DO : Klien dan keluarga tampak sering bertanya pada perawat tentang keadaan klien. 2 BPH + Epididimitis Kompleksnya perawatan dan pengobatan yang diperlukan Kurangnya informasi bagi klien dan keluarga Kurangnya pengetahuan klien dan keluarga tentang prosedur pengobatan dan atau perawatan Stressor Stress psikologik Gangguan rasa aman : cemas sedang 3 Gangguan rasa aman : cemas sedang

c.
No 1.

Diagnosa Keperawatan Berdasarkan Prioritas


Diagnosa Keperawatan Ditemukan Tanggal Paraf 08 Agustus 2005 08 Agustus 2005 08 Agustus 2005 08 Agustus 2005 08 Agustus 2005 08 Agustus 2005 Wildan Dipecahkan Tanggal Paraf 11 Agustus 2005 12 Agustus 2005 09 Agustus 2005 10 Agustus 2005 11 Agustus 2005 09 Agustus 2005 Wildan

2.

3. 4. 5. 6.

Gangguan rasa nyaman : nyeri berhubungan dengan adanya pendesakan sel-sel syaraf oleh urine pada daerah vesika urinaria akibat BPH. Resiko tinggi terjadinya infeksi berhubungan dengan adanya port de entry mikroorganisme akibat dari pemasangan kateter dan infus. Gangguan pemenuhan kebutuhan ADL : personal hygiene berhubungan dengan adanya keterbatasan aktivitas. Gangguan pemenuhan kebutuhan istirahat tidur berhubungan dengan teraktivasinya RAS diformatio retikularis. Perubahan pola eliminasi BAK berhubungan dengan pemasangan kateter. Gangguan rasa aman : cemas sedang berhubungan dengan kurangnya pengetahuan klien dan keluarga terhadap penyakit klien.

Wildan

Wildan

Wildan Wildan Wildan

Wildan Wildan Wildan

Wildan

Wildan

16

2.
No 1 1.

Perencanaan
Diagnosa Keperawatan 2 Gangguan rasa nyaman : nyeri berhubungan dengan adanya pendesakan selsel syaraf oleh urine pada daerah vesika urinaria akibat BPH. Tujuan 3 Tupan Rasa nyaman terpenuhi klien Perencanaan Intervensi 4 1. Atur posisi tidur yang nyaman sesuai dengan keinginan klien. 2. Observasi tanda-tanda vital. 3. Anjurkan klien untuk melakukan teknik relaksasi : nafas dalam ketika rasa nyeri timbul. 4. Lakukan teknik distraksi dengan cara mengajak klien ngobrol ketika klien merasa nyeri. Rasional 5 1. Memberikan rasa kenyamanan bagi klien. 2. Untuk mengetahui perkembangan dan keadaan klien. Teknik relaksasi akan menghambat reseptor nyeri di dorsal horn sehingga nyeri berkurang. Distraksi bekerja di corteks cerebri dengan cara mengalihkan perhatian persepsi nyeri kepada persepsi dengar. Dengan memberi-kan obat analgetik, efek obat akan menekan reseptor nyeri di dorsal horn. Dengan mengkaji tingkat nyeri klien, dapat diketahui dan ditentukan langkah selanjutnya. Observasi tanda-tanda peradangan dapat mengenal lebih dini bila terjadi infeksi. Mengetahui fluktuasi tanda-tanda vital bila terjadi infeksi. Tranfusi membantu meningkatkan Hb sehingga diharapkan daya tahan tubuh meningkat. Kateter yang sudah terpasang lama dan kotor merupakan media yang baik untuk perkembangan mikroorganisme. Dengan

Tupen Setelah dilakukan perawatan selama 3 hari diharapkan nyeri berkurang, dengan kriteria evaluasi : Klien mengatakan nyerinya berkurang Klien dapat beradaptasi dengan nyerinya Skala nyeri men-jadi 1 (dari 0-5)

3.

4.

5. Lanjutkan pemberian
obat analgetik : Tradosik 2 x 1 ampul per IM. 6. Kaji ulang nyeri klien. tingkat

5.

6.

2.

Resiko tinggi terjadinya infeksi berhubungan dengan dengan adanya port de entry mikro organisme akibat dari pemasangan kateter dan infus.

Tupan : Infeksi tidak terjadi

1. Monitor tanda-tanda peradangan dan infeksi.

1.

Tupen : Setelah dilakukan 2. Observasi tanda-tanda tindakan keperawatan vital tiap shif. selama 5 hari tidak terdapat tanda-tanda 3. Kolaborasi untuk infeksi, dengan pemberian tranfusi kriteria evaluasi :

2.

3.

Tidak terdapat tanda4. Lakukan perawatan tanda infeksi dari kateter dengan tempat menggunakan teknik pemasangan aseptic dan anti septic. kateter dan infus. Tandatanda vital dalam 5. Ganti alat tenun setiap batas normal hari. Daerah genetalia dan

4.

5.

17
1 2 selang dalam bersih. 3 4 kateter 6. Lanjutkan pemberian kedaan analgetik sesuai order yaitu Ceftriaxon 1 x 1 gr per IV. 6. 5 mengganti alat tenun diharapkan dapat meminimalkan terjadinya infeksi. Ceftriaxon berfungsi sebagai bakterisida sehingga kuman yang ada dapat terbunuh/ diminimalisasi. Bantuan yang diberi-kan dapat memudah-kan terpenuhinya kebutuhan personal hygiene tanpa membuat klien lemah. Keluarga merupakan support system bagi klien sehingga klien termotivasi untuk melakukan personal hygine. Tanda-tanda vital merupakan indikator terjadinya perubahan status kesehatan. Reinforcment positif dapat meningkatkan harga diri klien dan memotivasi klien untuk melakukan kembali aktivitas sehari-harinya.

3.

Gangguan peme nuhan kebutuhan sehari-hari : personal hygiene berhubungan dgn adanya keterbatasan aktivitas.

Tupan : 1. Bantu klien dalam Kebutuhan sehari-hari memenuhi kebutuhan klien terpenuhi. personal hygiene yaitu: Mandi seka Tupen : Gosok gigi Setelah dilakukan tindakan keperawatan 2. Libatkan keluarga selama 1 hari personal untuk membantu hygiene klien memenuhi kebutuhan terpenuhi dengan personal hygiene klien kriteria evaluasi: Kulit klien dalam 3. Observasi tanda-tanda keadaan bersih. vital klien setelah Gigi melakukan aktivitas klien dalam personal hygiene. keadaan bersih. 4. Beri reinforcement positif bila klien Keluar mampu melakukan ga terlibat dalam personal hygiennya pemenuhan secara mandiri sesuai personal hygiene dengan kemampuanklien. nya. Tupan : Kebutuhan istirahat tidur klien terpenuhi. Tupen : Klien dapat tidur cukup dalam waktu 3 x 24 jam, dengan kriteria : Tidak tampak lingkaran hitam pada daerah periorbital. Klien dapat tidur dengan nyenyak. Klien tidak sering terbangun dari tidurnya. Jumlah jam tidur klien cukup 7-8 jam/hari. Lingkungan sekitar klien tenang, aman, dan nyaman untuk klien tidur.

1.

2.

3.

4.

4.

Gangguan peme nuhan kebutuhan istirahat tidur berhubungan dengan teraktivasinya RAS diformatio retikularis.

1.

Jelask an pada klien tentang pentingnya istirahat tidur bagi klien.

1.

2.

Kura ngi stimulus yang dapat menyebabkan klien sulit tidur dengan menciptakan lingkungan yang tenang, aman, dan nyaman untuk klien tidur.

Mena mbah wawasan pengetahuan kepada klien tentang pentingnya istirahat tidur bagi kesembuhan klien. 2. Deng an lingkungan tenang, aman, dan nyaman akan merangsang aktivasi BSR (bulbar synchronizing region) sebagai pusat tidur sehingga klien terstimulasi untuk tidur dan lingkungan yang tenang, aman,

18
1 2 3 4 5 dan nyaman akan mendukung klien untuk tidur 3. Posisi yang nyaman dapat menstimulasi klien untuk tidur. 4.

3.

Atur posisi klien yang nyaman untuk tidur dgn berikan posisi semifowler 30450. 4. Anjur kan klien untuk minum susu hangat sebelum klien tidur.

Susu mengandung triptofan yang dapat merangsang BSR sebagai pusat tidur sehingga 5. Anjur klien terstimulasi kan dan bimbing untuk tidur. klien untuk berdoa 5. Deng sebelum tidur. an berdoa dapat menenangkan klien secara psiko-logis dan spiritual saat akan menjelang tidur. 5. Perubahan pola eliminasi BAK berhubungan dengan pemasangan kateter. Tupan : Pola eliminasi BAK klien kembali normal. Tupen : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 hari klien dapat beradaptasi dengan pemasangan kateter, dengan criteria evaluasi : 1. Berikan penjelasan kepada klien tentang indikasi dilakukan pemasangan selang kateter. Posisikan selang kateter sehingga memungkinkan tidak terhambatnya aliran urine. Observasi keluaran urine pada urine bag 1. Pengetahuan klien tentang indikasi dipasangnya kateter akan mendorong penerimaan perubahan pola berkemih.

2.

2. Hambatan

Klien mengung-kapkan secara verbal dapat beradaptasi dengan terpasangnya selang kateter. Aliran urine dari kateter lancar

3.

4.

Selang kateter tidak terlipat/dalam keadaan terfiksasi dengan baik. 1. klien

Jelaskan klien pemasangan tidak selamanya.

kepada bahwa kateter untuk

aliran memungkinkan urine tertahan dalam kandung kemih sehingga menyebabkan klien merasa lebih tidak nyaman. 3. Diharapkan dapat diketahui kelancaran aliran urine dan dapat diketahui ada atau tidaknya gangguan pada fungsi filtrasi.

4. Diharapkan

klien dapat beradaptasi dengan terpasangnya selang kateter.

6.

Gangguan rasa aman : cemas sedang berhubungan dengan kurangnya

Tupan: Rasa aman terpenuhi Tupen: Setelah

Bina hubungan saling percaya antara perawat dengan klien dan keluarga.

1.

dilakukan

Dengan adanya hubungan saling percaya klien mau mengungkapkan masalah dan perasaannya pada

19
1 2 pengetahuan klien dan keluarga terhadap penyakit klien. 3 tindakan keperawatan selama 2 hari, diharapkan pengetahuan klien dan keluarga tentang keadaan klien bertambah, dengan kriteria: Kl ien dan keluarga tidak mengeluh merasa khawatir tentang penyakit klien. Kl ien dan keluarga secara verbal mengatakan mengerti tentang penjelasan dari perawat. Ek spresi wajah klien tenang. 4 2. Bantu klien untuk menyesuaikan dirinya dengan kehidupan di RS. 5 perawat. 2. Dengan penyesuaian kehidupan di RS klien akan terbiasa dengan keadaan lingkungan di RS demi kesembuhannya. 3. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman klien dan keluarga sehingga mengurangi kecemasan. 4. Diharapkan dapat menambah pengetahuan klien dan keluarga tentang keadaan klien dan dapat membantu mengurangi kecemasan pada klien. 5. Dapat diketahui sejauh mana pemahaman klien dan keluarga sehingga dapat menentukan intervensi selanjutnya. 6. Diharapkan dapat diketahui tingkat kecemasan klien setelah diberikan penjelasan tentang keadaan penyakit, prosedur pengobatan dan perawatan. 7. Diharapkan motivasi klien bertambah dan meningkatkan semangat klien sehingga mengurangi kecemasan.

3.

Diskusikan bersama klien dan keluarga mengenai kondisi penyakit, proses penyembuhan dan perawatan klien. 4. Beri penjelasan pada klien dan keluarga tentang keadaan penyakit, prosedur pengobatan dan perawatan selama klien dirawat di RS. 5. Kaji pemahaman klien dan keluarga mengenai keadaan penyakit, prosedur pengobatan dan perawatan. Kaji ulang tingkat kecemasan klien.

6.

7.

Beri reinforcement positif bila klien dan keluarga mampu mengungkapkan pemahamannya tentang keadaan penyakit, prosedur pengobatan dan perawatan.

20

3.
Tanggal 1 8 Agustus 2005

Pelaksanaan
Waktu 2 07.45 Pelaksanaan dan Eevaluasi 3 Membina hubungan saling percaya antara perawat dengan klien dan keluarga dengan cara perawat memperkenalkan diri, menjelaskan maksud dan tujuan. Hasil : Perawat memperkenalkan diri, klien dan keluarganya tampak mau berinteraksi dengan perawat seta mau menerima kehadiran perawat. Merapikan tempat tidur dan alat tenun klien Hasil : Tempat tidur dan alat tenun klien tampak lebih rapi. Mempertahankan posisi semi fowler Hasil : Klien berada dalam posisi semi fowler 30-45o. Mengkaji tingkat nyeri klien Hasil : Tingkat nyeri klien pada skala 3 (0-5). Mengukur tanda-tanda vital klien Hasil : No.DP 4 Paraf 5

Wildan

07.55 08.00 08.10 08.15

2 1 1 1&2

Wildan Wildan Wildan Wildan

TD : 120/70 mmHg Nadi 76 x/mnt R : 18 x/mnt S : 36,7oC

21
1 2 09.00 3 Melanjutkan pemberian therapi antibiotik : Ceftriaxon 1 x 1 gr per IV. Hasil : Telah diberikan therapi Ceftriaxon sebanyak 1 gr per IV, tidak ada keluhan dari klien setelah pemberian obat. Melanjutkan pemberian therapi analgetik : Tradosik 1 ampul per IM. Hasil : Telah diberikan therapi Tradosik sebanyak 1 ampul per IM, tidak ada keluhan dari klien setelah pemberian obat. Memonitor tanda-tanda peradangan dan infeksi pada daerah pemasangan infus dan kateter. Hasil : Tidak terdapat tanda-tanda peradangan dan infeksi pada daerah pemasangan kateter dan infus seperti bengkak, kemerahan, dll. Melakukan teknik distraksi dengan cara mengajak klien ngobrol ketika klien mengeluh nyeri pada daerah kandung kemihnya. Hasil : Klien mau diajak ngobrol oleh perawat dan rasa nyeri teralihkan karena klien terfokus dengan topik yang sedang dibicarakan antara klien dan perawat. Memposisikan selang kateter sehingga memungkinkan tidak terhambatnya aliran urine, yaitu dengan cara membereskan selang kateter sehingga tidak terlipat. Hasil : Selang kateter dalam posisi tidak terlipat dan aliran urine lancar. Membantu klien untuk menyesuaikan dirinya dengan lingkungan rumah sakit. Hasil : Perawat mengorientasikan pada klien tentang keadaan lingkungan sekitar & keadaan lingkungan rumah sakit. Melakukan diskusi kecil antara perawat, klien dan keluarga untuk membahas pengetahuan klien dan keluarga mengenai keadaan penyakit, prosedur pengobatan dan perawatan pada klien. Hasil : Klien dan keluarga mengatakan tidak begitu mengetahui tentang penyakit, prosedur pengobatan dan perawatan bagi klien. Memberikan penjelasan pada klien dan keluarga tentang keadaan penyakit, prosedur pengobatan dan perawatan selama klien dirawat dirumah sakit. Hasil : Klien dan keluarga tampak menyimak penjelasan dari perawat tentang keadaan penyakit, prosedur pengobatan dan pearwatan. Mengkaji pemahaman klien dan keluarga mengenai keadaan penyakit, prosedur pengobatan dan perawatan pada klien. Hasil : Klien dan keluarga mengatakan sudah megetahui tentang keadaan penyakit, prosedur pengobatan dan perawatan pada klien. 4 5

Wildan

09.05

Wildan

10.00

Wildan

10.25

Wildan

11.10

Wildan

13.05

Wildan

13.10

Wildan

13.20

Wildan

13.25

Wildan

22
1 2 13.30 3 Mengkaji ulang tingkat kecemasan klien. Hasil : Klien terlihat tampak tenang dan exspresi muka terlihat lebih bahagia. Memberikan reinforcement positif pada klien dan keluarga setelah klien dan keluarga mengungkapkan kembali pemahamannya tentang keadaan klien. Hasil : Klien dan keluarga mengungkapkan kembali tentang keadaaan klien seperti yang telah dijelaskan oleh perawat. Mengobservasi keluaran urine pada urine bag. Hasil : Urine dalam urine bag berwarna kuning jernih, pengeluaran urine sebanyak + 2400 cc / 24 jam (tgl. 8-8-2005 jam 07.00 s/d tgl. 9-8-2005 jam 07.00 WIB). Merapikan tempat tidur dan alat tenun klien Hasil : Tempat tidur dan alat tenun klien tampak lebih rapi. Memenuhi kebutuhan personal hygiene klien yaitu : Memfasilitasi klien untuk menggosok gigi Membantu klien untuk mandi seka diatas tempat tidur dengan menggunakan sabun. Hasil : Klien mengatakan badannya lebih segar setelah mandi seka, tubuh klien bersih dan tercium harum, gigi klien bersih dan tidak tercium bau mulut. Memberikan reinforcement positif pada klien karena telah memenuhi kebutuhan personal hygienenya meskipun dibantu oleh perawat. Hasil : Klien tampak tersenyum dan mengatakan akan selalu menjaga kebersihan dirinya sendiri. Anjurkan keluarga agar selalu menjaga kebersihan tubuh klien. Hasil : Keluarga mengatakan akan selalu menjaga kebersihan tubuh klien. Mempertahankan posisi semi fowler Hasil : Klien berada dalam posisi semi fowler 30-45o. Mengkaji tingkat nyeri klien Hasil : Tingkat nyeri klien pada skala 3 (0-5). Memonitor tanda-tanda peradangan dan infeksi pada daerah pemasangan infus dan kateter. Hasil : Daerah tempat pemasangan infus terdapat bengkak dan kemerahan serta saat ditekan klien mengeluh nyeri, sementara pada daerah tempat pemasangan kateter tidak terdapat tanda-tanda peradangan dan infeksi. Mengukur tanda-tanda vital klien Hasil : 4 6 5 Wildan

13.35

Wildan

9 Agustus 2005

07.10

Wildan

07.15 07.30

Wildan

Wildan

08.00

Wildan

08.05

Wildan

08.10 08.20 08.30

1 1

Wildan Wildan

Wildan

08.40

1, 2 dan 3

Wildan

TD : 120/80 mmHg Nadi 82 x/mnt R : 22 x/mnt S : 37,8oC

23
1 2 08.55 3 Meng-aff infus pada lengan kiri klien yang mengalami phlebitis Hasil : Infus pada lengan kiri klien telah dilepas dan daerah tempat pemasangan difiksasi dengan kapas alkohol dan plester. Memasang infus pada klien dilengan sebelah kanan. Hasil : Infus telah terpasang dilengan sebelah kanan klien, terfiksasi dengan baik, tetesan infus lancar dan tidak ada keluhan apapun dari klien setelah pemasangan. Mengompres dengan kassa alkohol pada lengan sebelah kiri klien yang bengkak akibat pemasangan infus. Hasil : Klien mengatakan merasa lebih nyaman dan nyerinya berkurang. Mengajarkan pada klien teknik relaksasi nafas dalam yang dapat dipergunakan apabila klien merasa nyeri Hasil : Klien dapat mengerti penjelasan perawat dan dapat memperagakan teknik relaksasi nafas dalam. Melanjutkan pemberian therapi antibiotik : Ceftriaxon 1 x 1 gr per IV. Hasil : Telah diberikan therapi Ceftriaxon sebanyak 1 gr per IV, tidak ada keluhan dari klien setelah pemberian obat. Melanjutkan pemberian therapi analgetik : Tradosik 1 ampul per IM. Hasil : Telah diberikan therapi Tradosik sebanyak 1 ampul per IM, tidak ada keluhan dari klien setelah pemberian obat. Memberikan penjelasan kepada klien dan keluarga mengenai tujuan dari pemasangan selang kateter yaitu untuk mengeluarkan cairan yang berada didalam kandung kemih. Hasil : Klien dan keluarga mengerti mengenai tujuan pemasangan selang kateter. Menjelaskan kepada klien dan keluarga bahwa pemasangan selang kateter tidak untuk selamanya. Hasil : Keluarga dan klien tampak mendengarkan penjelasan dari perawat. Melakukan perawatan pada daerah genetalia dan selang kateter dengan teknik aseptik dan antiseptik. Hasil : Daerah genetalia telah dilakukan perawatan, begitupun dengan selang kateter. Tempat pemasangan kateter terbungkus kassa bethadine. Memposisikan selang kateter sehingga memungkinkan tidak terhambatnya aliran urine yaitu dengan cara membereskan selang kateter sehingga tidak terlipat. Hasil : Selang kateter dalam posisi tidak terlipat dan aliran urine lancar. 4 5

Wildan

09.05

Wildan

09.20

Wildan

09.40

Wildan

10.00

Wildan

10.05

Wildan

10.20

Wildan

10.25

Wildan

11.00

Wildan

11.10

Wildan

24
1 2 12.20 3 Berkolaborasi untuk memberikan tranfusi pada klien. Hasil : Klien mendapatkan tranfusi sebanyak 1 labu dan selama tranfusi klien tidak tampak menggigil. Menjelaskan kepada klien tentang pentingnya tidur bagi klien. Hasil: klien mengerti dan faham terhadap pentingnya tidur bagi klien. Menganjurkan pada klien untuk meminum susu hangat sebelum tidur. Hasil : Klien mengatakan saat ini tidak mempunyai susu dan akan membelinya nanti. Kurangi stimulus yang dapat menyebabkan klien sulit tidur dengan menciptakan lingkungan yang tenang, aman, dan nyaman untuk klien tidur, seperti; menganjurkan klien dan anggota keluarga lainnya untuk tenang selama diruang perawatan, menjauhkan klien dari kemungkinan terjadinya injury, dan mengatur posisi tidur klien semifowler untuk klien tidur. Hasil: Lingkungan perawatan klien tenang, klien terhindar dari kemungkinan jatuh dari tempat tidur, dan posisi klien saat akan tidur berada pada posisi semifowler. Mengatur posisi klien dengan posisi semi fowler. Hasil : Klien tampak dalam posisi semi fowler 30-45o. Membimbing dan menemani klien berdoa sebelum tidur. Hasil: klien berdoa sebelum dirinya tidur. 4 2 5 Wildan

13.05

Wildan

13.10

Wildan

13.15

Wildan

13.18 13.20

1&4 4

Wildan Wildan

4.
Tanggal 1 9 Agustus 2005

Evaluasi
DP 2 3 Catatan Perkembangan 3 S: Paraf 4 Wildan

Klien dan keluarga mengatakan mengerti dan memahami

pentingnya perawatan diri bagi klien. Klien mengatakan merasa lebih segar setelah hari ini menggosok gigi dan dimandikan dengan cara dilap oleh perawat. Klien mengatakan kukunya telah digunting dengan gunting kuku. Klien dan keluarga mengatakan akan selalu menjaga kebersihan diri klien. O: Klien mampu melakukan aktifitas sendiri diatas tempat tidur. Kuku klien pendek dan bersih. Badan klien tampak bersih dan tercium harum. Gigi klien tampak bersih dan tidak tercium bau mulut. Rambut klien tampak rapih. A: Masalah teratasi.

25
1 9 Agustus 2005 2 6 S: 3 4

Klien dan keluarga mengatakan sudah megetahui tentang

keadaan penyakit, prosedur pengobatan dan perawatan pada klien. Klien dan keluarga mengatakan secara verbal sudah tidak terlalu khawatir lagi dengan kondisi klien setelah diberi penjelasan oleh perawat. O: Ekspresi wajah klien tampak tenang Klien dan keluarga sudah tidak bertanya-tanya lagi kepada perawat tentang kondisi atau keadaan klien. A: Masalah teratasi 10 Agustus 2005 1 S: Klien mengatakan nyerinya masih terasa meskipun saat ini sudah terasa berkurang. Klien mengatakan masih merasa nyeri apabila kandung kemihnya ditekan. O: Klien dapat melakukan perubahan posisi dengan merasakan sedikit nyeri. Klien dapat mendemonstrasikan teknik relaksasi nafas dalam dan distraksi saat mengeluh nyeri. Skala nyeri turun dari skala 3 menjadi skala 2 (skala 0-5). A: Masalah teratasi sebagian. P: Lanjutkan intervensi No. 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 I: Menganjurkan klien untuk tetap melakukan teknik relaksasi nafas dalam apabila nyeri timbul Melakukan teknik distraksi dengan cara mengajak klien ngobrol saat nyeri timbul Melanjutkan pemberian obat analgetik : Tradosik 2 x 1 ampul per IM. E: Klien tampak melakukan teknik relaksasi nafas dalam saat nyeri timbul Klien mau diajak ngobrol oleh perawat dan rasa nyeri klien teralihkan. 10 Agustus 2005 4 S: Klien mengatakan semalam tidurnya nyenyak dan tidak sering terbangun karena nyeri. Klien dan keluarga mengatakan jumlah tidurnya 8-9 jam sehari. O: Klien tampak segar dan tidak sayu. Tidak terdapat lingkaran hitam pada daerah periorbital. Klien tampak tidur siang dengan nyenyak. Lingkungan ruang perawatan klien tenang. A: Masalah teratasi. S:

Wildan

Wildan

Wildan

10 Agustus

Wildan

26
1 2005 2 3 4

Klien mengatakan merasa lebih nyaman karena daerah

10 Agustus 2005

pemasangan kateter dan selang kateter telah dibersihkan oleh perawat Klien mengatakan daerah bekas pemasangan infus pada lengan kiri masih terasa nyeri jika ditekan. O: Daerah pemasangan kateter dan selang kateter tampak bersih Daerah bekas pemasangan infus pada lengan kiri klien masih terlihat bengkak walaupun sudah berkurang dibandingkan hari sebelumnya Tidak tampak adanya tanda-tanda peradangan dan infeksi pada daerah tempat pemasangan kateter dan tempat pemasangan infus dilengan sebelah kanan klien. A: Masalah teratasi sebagian P: Lanjutkan intervensi no 1, 2, 4, 5 dan 6 I: Memonitor tanda-tanda peradangan dan infeksi Mengobservasi tanda-tanda vital klien Mengompres daerah bekas pemasangan infus pada lengan sebelah kiri dengan kassa alkohol Melanjutkan pemberian therapy Ceftriaxon 1 x 1 gr per IV Melakukan kolaborasi untuk pemeriksaan Hb E: Klien mengatakan merasa lebih nyaman setelah daerah bekas pemasangan infus dikompres dengan kassa alkohol. Tanda-tanda vital klien : Tekanan Darah : 110/70 mmhg Nadi : 80 kali/menit - Respirasi : 20 kali/menit - Suhu : 37,2 0 C Hasil laboratorium tanggal 10 Agustus 2005 : - Hb : 10,2 gr/dl - Ht : 31 % - Leuko : 9.900 /mm3 - Trombo : 299.000 /mm3 Hari ini klien telah mendapat therapy Ceftrizxon 1 x 1 gr per IV yang diberikan pada jam 10.00 WIB. S: Secara verbal klien mengatakan telah menerima perubahan pola berkemihnya. Klien mengatakan sudah bisa bergerak/merubah posisi walaupun selang kateter masih terpasang. Klien mengatakan masih merasa tidak nyaman dengan terpasangnya selang kateter. O: Selang kateter masih terpasang. Tidak terdapat rembesan urine dari selang kateter klien. Urine dalam urine bag berwarna kuning jernih, pengeluaran urine + 2300 cc / 24 jam (tgl. 9-8-2005 jam 07.00 WIB s/d tgl. 10-8-2005 jam 07.00 WIB). A: Masalah teratasi sebagian P:

Wildan

27
1 2 3 Lanjutkan intervensi no 2 I: Memposisikan selang kateter agar tidak terlipat dan memfiksasinya dengan baik. E: Posisi selang kateter tidak terlipat dan terfiksasi dengan baik. Tidak tampak adanya rembesan urine dari selang kateter. Aliran keluaran urine dari kateter lancar. S: 4

11 Agustus 2005

Klien mengatakan nyerinya sudah terasa berkurang


dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Klien mengatakan sudah dapat beradaptasi dengan nyerinya.

O: Klien dapat melakukan perubahan posisi dengan tidak merasa nyeri. Klien tidak mengeluh nyeri saat daerah kandung kemihnya ditekan. Tidak terdapat distensi kandung kemih Klien dapat mendemonstrasikan teknik relaksasi nafas dalam dan distraksi saat mengeluh nyeri. Skala nyeri turun menjadi skala 1 (skala 0-5). A: Masalah teratasi. 11 Agustus 2005 2 S:

Wildan

Wildan pemasangan kateter belum diganti

Klien mengatakan hari ini kassa bethadine ditempat Klien mengatakan daerah bekas pemasangan infus pada
lengan kiri bengkak dan nyerinya sudah berkurang. O: Kassa bethadine pada tempat pemasangan kateter belum diganti Daerah bekas pemasangan infus pada lengan kiri klien bengkaknya tampak berkurang dibanding hari sebelumnya Tidak tampak adanya tanda-tanda peradangan dan infeksi pada daerah tempat pemasangan kateter dan tempat pemasangan infus dilengan sebelah kanan klien. A: Masalah teratasi sebagian P: Lanjutkan intervensi no 1, 2, 4, 5 dan 6 I: Melakukan perawatan kateter dgn teknik aseptik & antiseptik Mengompres daerah bekas pemasangan infus dengan alkohol Mengobservasi tanda-tanda vital klien Melanjutkan pemberian therapy Ceftriaxon 1 x 1 gr per IV E: Klien merasa nyaman setelah dilakukan perawatan kateter Klien merasa lebih baikan pada lengan sebelah kiri setelah perawat mengompresnya dengan kassa alkohol Hari ini klien telah mendapat therapy Ceftriaxon 1 x 1 gr per IV yang diberikan pada jam 09.30 Tanda-tanda vital klien : - Tekanan Darah : 120/70 mmhg - Nadi : 76 kali/menit

28
1 2 3 Respirasi : 18 kali/menit Suhu : 37 0 C 4

11 Agustus 2005 5 S:

Secara verbal klien mengatakan sudah dapat beradaptasi

dengan pemasangan selang kateter dan perubahan pola berkemihnya. Klien mengatakan sudah merasa tidak terganggu dengan terpasangnya selang kateter. Urine dalam urine bag berwarna kuning jernih, pengeluaran urine + 2500 cc / 24 jam (tgl. 10-8-2005 jam 07.00 WIB s/d tgl. 11-8-2005 jam 07.00 WIB). O: Posisi selang kateter tidak terlipat dan terfiksasi dengan baik. Tidak terdapat rembesan urine dari selang kateter klien. Aliran keluaran urine dari kateter lancar. A: Masalah teratasi. 12 Agustus 2005 2 S: Klien mengatakan daerah bekas pemasangan infus pada lengan kirinya sudah tidak tidak lagi nyeri dan tidak bengkak. O: Daerah pemasangan kateter dan selang kateter tampak bersih dan tertutup kassa bethadine. Daerah bekas pemasangan infus pada lengan kiri klien sudah tidak terlihat bengkak. Tidak tampak adanya tanda-tanda peradangan dan infeksi pada daerah tempat pemasangan kateter dan tempat pemasangan infus dilengan sebelah kanan klien. Tanda-tanda vital klien : - Tekanan Darah : 120/80 mmhg - Nadi : 80 kali/menit - Respirasi : 20 kali/menit - Suhu : 36,7 0 C A: Masalah teratasi.

Wildan

Wildan

Anda mungkin juga menyukai