Anda di halaman 1dari 54

ORAL HABITS

Kebiasaan Buruk )
Oleh : Niken Probosari

Kebiasaan buruk yang melibatkan gigi dan mulut

m mempengaruhi

Kontraksi dari otot otot muka

Macam kebiasaan buruk antara lain :


1. Menghisap jari atau jempol atau menggigit bibir
2. Menggigit kuku

3. Bernafas melalui mulut


4. Cara menelan yang salah 5. Bruxism

6. Dan lain - lain

Prevalensi kebiasaan buruk (Kharbanda, dkk. Tahun 2003 ): Menghisap jempol 3 % Menggigit bibir 0,14 % Bernafas lewat mulut 26 % Menjulurkan lidah 71 % Lain-lain 0,34 %

Penelitian yang dilakukan Gildasya ,dkk (2006) : Pada anak usia 6-12 tahun dilaporkan bahwa sekitar 50% anak memiliki kebiasaan buruk oral dengan proporsi : 1. kebiasaan menghisap ibu jari 43,8% 2. menggigit dan menghisap bibir 34,8% 3. tongue thrusting 8,7%

menurut (Trasti, 2007) : * menggigit kuku serta mouth breathing masing-masing 6,52%

Timbulnya :
* Tidak disadari * Berulang ulang *Pada saat tertentu Usia 3 sampai 6 tahun

Sifat :

1. Non Compulsive ( kebiasaan jelek yg dapat berhenti setelah dewasa/ seiring pertambahan usia )
2. Compulsive ( kebiasaan yg berulang lagi dan berhubungan dgn keadaan emosi atau keamanan terancam)

Penyebab :

- Naluri - Kecemasan - Meniru orang lain - Kelainan fisik

Akibat : - MAL OKLUSI

- Kelainan wajah tergantung : 1. intensitas (tekanan) 2. durasi (waktu) 3. frekuensi (jumlah kebiasaan dilakukan )

Perawatan Oral Habits


Dipertimbangkan beberapa faktor antara lain : Umur pasien Kematangan berfikir dari pasien Kooperative dari pasien Pertimbangan psikologi yang perlu diperhatikan Penilaian kemungkinan terjadinya kerusakan

1. Menghisap Jari / Jempol / Bibir


Prevalensi

: Normal = bayi refleks waktu lahir * gerakan menghisap * menyusu pada ibu * tertidur

*Kebiasaan

menghisap jari atau jempol pada bayi : - terjadi hampir 80% - terjadi sampai bayi berusia 18 bulan tetapi kadang masih dijumpai sampai usia 6 tahun

Penglihatan dan Pendengaran

berkembang : - benda benda - enak

Mulut

dimakan ( introjection )

- tidak enak

dibuang ( projection )

- tidak puas / kurang aman timbul kebiasaan buruk

Kebiasaan yang timbul karena kebiasaan buruk menghisap Jari


Bervariasi tergantung dari : 1.Posisi jari saat menghisap 2.Kontraksi otot orofacial 3.Posisi mandibula sewaktu menghisap 4.Pola pertumbuhan tulang facial 5.Menghisap dan lamanya tekanan yang terjadi waktu menghisap

1.

2.
3. 4. 5.

Akibat :

berhenti sebelum gigi permanen tumbuh tdk ada kelainan

* fase geligi pergantian ( 6 12 th)

kelainan tergantung : 1. intensitas 2. durasi 3. frekuensi

Kelainan :

1. Anterior open bite 2. Labioversi 1 dan intrusi 1 3. Palatum tinggi dan sempit

overjet besar

4. Jari / jempol : - bentuk berubah - kapalen - paling bersih


5. Bibir : membesar

Penanganan :
Anak harus diberi kesadaran menghentikan kebiasaannya sebelum erupsi gigi permanen usia 4 6 th

Ada 3 pendekatan :
1. Metode pendekatan psikologi - beri penjelasan orang tua tentang akibat kebiasaan buruk - berhasil bila ada kemauan dari anak ex : perjanjian dengan hadiah

2. Metode extra oral


* Unpleased stimuli ( metode

mengingat ) ex : - memberi rasa pahit pada ibu jari / jempol

- jari / jempol diperban

3. Metode intra oral terapi alat : - bila metode 1 dan 2 tidak berhasil
- anak tidak kooperatif

Gbr.menghisap jempol, jari

Gbr.menghisap jempol, jari

Gbr.gigitan terbuka

Menghisap bibir :
- dapat displacement anterior - usia sekolah

Terapi : * memanjangkan bibir atas melewati incisal insisive rahang atas


* menempatkan bibir bawah dg.sedikit paksaan diatas bibir atas

Gbr. Menghisap bibir bawah

2. Menggigit kuku ( nail biting )


Kebiasaan berkembang setelah kebiasaan menggigit jari Bila terjadi : usia 3 6 tahun berkembang sampai remaja

* kebiasaan diatas tdk menyebabkan maloklusi, tetapi pada kasus berat : atrisi gigi anterior

Anak dg kebiasaan menggigit kuku

3. Bernafas Melalui Mulut


Dibedakan 3 macam : 1. obstruksi

2. habitual 3. anatomical
Cara memeriksa :

Pasien tutup mata Kapas / kaca mulut diletakan di depan hidung

1. Tipe Obstruksi
Anak dg pertumbuhan terhambat

(adanya pembuntuan saluran nafas) akibat : bernafas melalui mulut

Dijumpai pada anak ektomorpik (kurus) :

- btk wajah panjang dan sempit - nasopharingeal lebar

2. tipe Habitual 2. tipe Habitual


*

kebiasaan yg dilakukan terus menerus , walaupun obstruksi sudah dihilangkan.

3. tipe Anatomical
* Tjd pada anak dg. bibir atas pendek Shg. tidak dapat mengatup bibir dg.sempurna

Tanda seseorang bernafas melalui mulut

Subyektif : - mulut terbuka - bangun tidur mulut kering haus ( tjd. malam hari) Obyektif : Gangguan saluran nafas : Polip hidung Pembesaran tonsil Deviasi septumnasi Hipotonus bibir

Ciri ciri :

(anterior)

- wajah sempit - palatum tinggi - protusi Rahang Atas

- gigitan terbuka

Terapi : alat Oral Screen

syarat : * saluran nafas baik * pasien dg kebiasaan jelek (habitual) * dipakai malam hari

kegunaan Oral Screen :


1. mencegah bernafas melalui mulut 2. memaksa bernafas melalui hidung 3. mencegah kebiasaan menggigit bibir bawah, menghisap jari, jempol, dan menjulurkan lidah kedepan

4. Cara menelan yang salah (Tounge thrusting)


Terjadi pada masa kanak-kanak dan

peralihan

Merupakan karakteristik dari cara

menelan yang salah

Cara memeriksa :

Pasien disuruh menelan

dilihat benar salah

Akibat :
* gigitan terbuka anterior
* protusi rahang atas & bawah * diastema multiple rahang atas & bawah * letak lidah antara gigi anterior RA & RB * bibir tidak dapat menutup dengan baik

Penelitian (Johnson,2009). Membuktikan menjulurkan lidah : 1. menyebabkan open bite, tetapi tdk dpt menciptakan kelainan yang lain.
2. Berhubungan dengan open bite, cross bite, overjet, maloklusi klas II

Penanganan :

1. melatih pasien cara menelan yang benar - latihan lidah agar tdk mendorong gigi ke depan / samping, ujung lidah harus pada palatum durum - latihan berbicara dengan baik dan menelan yang benar 2. penggunaan alat : vertical Crib / tongue crib

gbr.alat vertical crib

5. BRUXISM
Kebiasaan jelek menggeser

geserkan gigi, shg gigi berbunyi / gemerutuk terjadi malam hari saat tidur gigi posterior sering

Akibat : - abrasi / atrisi gigi

- nyeri TMJ saat bangun tidur

- gigi akan terus aus - Waktu makan gigi terasa nyeri/linu

Anamnesa : * orang tua

* pasien

Penyebab belum diketahui secara

pasti, di duga : 1. lokal : - tekanan oklusal yang besar - high restoration

2. sistemik : - defisiensi nutrisi - gangguan pencernaan, endokrin 3. psikologi : - stress / emosi - cemas

1. Psikiater

Penanganan :

2. perbaikan restorasi
3. occlusal adjusment 4. rujuk internist utk sistemik problem 5. melindungi gigi dengan night guard atau rubber splint

6. Membuka Jepit Rambut ( Bubby Pin Opening ) Merupakan kebiasaan remaja putri : buka jepit dengan gigi insisive
Akibatnya :

gigi insisive berlekuk,shg enamel akan hilang

7. Mosochitis Habit Melukai / merusak jaringan gingiva pada daerah caninus Rahang Bawah dengan kuku
Akibatnya marginal gingiva

terbuka

Perawatan :

- membalut jari - psikiater

8. Kebiasaan menghisap dot

Akibat :
1. hampir sama dg. Kebiasaan menghisap jempol

2. perubahan dental yang terjadi : - Open bite anterior - Pengecilan lengkung rahang - Pergerakan insisive kearah labiolingual

catt : tidak ada perawatan khusus karena kebiasaan ini mudah dihentikan.
waspada : dpt

beralih menghisap jari

Solusi yg dpt diberikan : 1. tukar dg mainan baru 2. memberikan reward 3. bertahap 4. membuang ketempat sampah

Tujuan Terapi Alat :

Bukan merupakan suatu hukuman, hanya bersifat sementara Supaya anak sulit melakukan kebiasaan buruk

Perlu Diperhatikan :
Pengertian / kesadaran anak. - anak paham ia butuh alat intra oral - anak punya keinginan untuk dirawat Kerja sama orang tua orang tua mengerti dan mau bekerja sama dengan baik

Drg sebagai sahabat melakukan hubungan baik dan ramah dengan pasien

Kedewasaan anak cukup dewasa untuk menghadapi periode latihan yang mengakibatkan kecemasan

SEKIAN
DAN

TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai