Anda di halaman 1dari 4

Bagi yang ingin mendapatkan makalah ini secara lengkap, silahkan hubungi: wiyadnya@yahoo.

com

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Modernisasi yang merambah seluruh penjuru dunia, tak terkecuali Indonesia telah memberikan akibat yaitu berubahnya sendi-sendi kehidupan masyarakat di Indonesia, termasuk sendi-sendi sosio-kultural. Perubahanperubahan itu acapkali mengakibatkan sekurang-kurangnya krisis orientasi nilai, termasuk nilai moralitas. Dalam suasana semacam itu, tidak jarang terdapat sebagian orang yang hidup tanpa kejelasan nilai moralitas, sebagian lagi terlarut dengan nilai baru moralitas yang dipahami menurut versinya masing-masing. Banyak orang mengartikan Niti Sastra sebagai sebuah ilmu politik, tetapi sesungguhnya Niti Sastra adalah sebuah pustaka yang berisikan pemikiranpemikiran tinggi tentang moralitas, pergaulan sehari-hari dan juga tentang bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sebagai sebuah pustaka yang memberikan ajaran moral dan etika dan merupakan dasar tingkah laku yang baik, ajaran-ajaran Niti Sastra sesuai untuk dapat dijadikan acuan bagi manusia dalam menjalani hidup di dunia modernisasi saat ini. Srila Prabhupada, Acarya dan pendiri sampradaya Hare Kresna (International Society for Krishna Consciousness ISKCON) sering mengutip sloka-sloka Canakya Niti Sastra dalam ceramah-ceramah rohaninya. Pelajaranpelajaran moral yang terdapat dalam Canakya Niti Sastra adalah relevan dan dapat

I Gde Wiyadnya

Hal | 1

Bagi yang ingin mendapatkan makalah ini secara lengkap, silahkan hubungi: wiyadnya@yahoo.com

diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti bagaimana menjadi sopan, bagaimana menjadi bermoral, merupakan tema yang kuat yang menggerakkan seluruh sloka-sloka dalam Canakya Niti Sastra. Ungkapan-ungkapan sloka Canakya Niti Sastra dan penjelasan dengan ajaran dari Srila Prabhupada kemudian dikumpulkan oleh murid-murid rohani beliau menjadi sebuah buku, yang menarik untuk dikaji dan dipahami.

1.2. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang disajikan, rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah apa topik dan ide utama ungkapanungkapan dari Canakya Nitisastra dan Hitopadesa yang dikutip Srila Prabhupada, dalam kutipan sepuluh dan sebelas ?

1.3. Sistematika Penulisan Untuk mempermudah penjabaran masalah serta pembahasan, tulisan ini disusun dengan sistematika sebagai berikut: Bab I Pendahuluan. Bab ini menggambarkan latar belakang penulisan, rumusan masalah, dan sistematika penulisan. Bab II Landasan Teori dan Definisi Istilah. Bab ini menyajikan latar belakang teori dan definisi istilah yang mendukung uraian pembahasan. Bab III Ungkapan-ungkapan dari Canakya dan Hitopadesa yang Dikutip Srila Prabhupada. Bab ini membahas topik dan ide utama kutipan sepuluh dan sebelas dalam ungkapan-ungkapan Canakya Niti Sastra dan Hitopadesa yang dikutip Srila Prabhupada.

I Gde Wiyadnya

Hal | 2

Bagi yang ingin mendapatkan makalah ini secara lengkap, silahkan hubungi: wiyadnya@yahoo.com

BAB IV Kesimpulan. Bab ini merupakan bagian penutup yang menyajikan kesimpulan singkat dari tulisan.

I Gde Wiyadnya

Hal | 3

Bagi yang ingin mendapatkan makalah ini secara lengkap, silahkan hubungi: wiyadnya@yahoo.com

BAB II LANDASAN TEORI DAN DEFINISI ISTILAH

2.1. Canakya Niti Sastra Niti Sastra adalah sebuah pustaka yang mengajarkan ilmu pengetahuan tetnang moralitas dan budi pekerti, tata cara pergaulan setiap hari, dengan sesama mahluk, sesama umat manusia, dan bagaiaman memusatkan perhatian, memusatkan pelayanan bakti kepada Tuhan Yang Maha Esa. Penulis pustaka Niti Sastra adalah Canakya, juga terkenal dengan nama lain Visnugupta dan Kautilya. Canakya adalah brahmana hebat, tokoh terkemuka dalam sejarah besar India dan penghancur raja Nanda sedinasti. Niti Sastra serting diartikan sebagai ilmu politik, karena kitab Artha Sastra penulisnya adalah Rsi Canakya. Dalam kamus, Niti lebih didahuluan pengertiannya sebagai ilmu etik, moralitas, sopan santun dan akhirnya juga diartikan sebagai ilmu politik. Menurut Dr. Rajendra Mishra (Darmayasa, 1995), pengetahuan Niti Sastra adalah didactic poem atau Upadesa Kavya, yaitu karya sastra yang bersifat mendidik. Penjelasan ini beliau terangkan bahwa anggapan orang terhaap Niti Sastra sebagai ilmu politik adalah tidak benar. Niti Sastra harus dibedakan dari Raja Niti. Raja Niti adalah ilmu politik, ilmu pemerintahan. Niti Sastra adalah Upadesa Kavya. Asal katanya Niti adalah ni dan ktin, yang artinya to lead, memimpin, membimbing, mendidik orang bagaiman bergaul dan bertindak setiap hari terhadap diri sendiri, terhadap binatang, tumbuh-

I Gde Wiyadnya

Hal | 4