P. 1
Buku kerja pengawas sekolah

Buku kerja pengawas sekolah

|Views: 258|Likes:
Dipublikasikan oleh Nuni Nurhayati
buku kerja untuk pengawas sekolah
buku kerja untuk pengawas sekolah

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Nuni Nurhayati on Feb 08, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/27/2015

pdf

text

original

Pu sat Pen gembangan Tenaga Kependidikan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan

Kementerian Pendidikan Nasional Tahun 2011

B U K U K E R JA PEN G A W AS SEKO LAH
Cetakan II, April 2011 Kementerian Pendidikan Nasional

oleh : bangan Tenaga Kependidikan, Badan PSDM dan PMP

Pendidikan Nasional Gedung D Lantai 17 Pintu I, Senayan-Jakarta Telp. 021-579461 10 Fax. 021-57946110

Website :

ngarah : f. Dr. Syawal Gultom, M.Pd Dr. Abi Sujak, M.Sc

gung Jawab ftah,M.Pd udi Supriyatno, M.Si Drs. Johan Maulana, M.Pd

Daliman Sofyan i, Dedy Kustawan, Yayat Ibayati, Sambawiyana,

Gunawan Ginting, Agustinus Dwi Nugroho, Agus Mulyadi, Yeyet, Mahnuri

adi, M. Noer Solichin, Abdul Ghafur,

Widya Kersana, Darmawan Affandi, Fahrial Hamdi, M.Yusuf Wibisono, Ratikun, Nina U

iii

Buku Kerja Pengawas Sekola

SAM BUTAN Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan Dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan Nasional Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas sangat terkait erat dengan keberhasilan peningkatan kompetensi dan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) tanpa menafikan faktor-faktor lainnya seperti sarana dan prasarana dan pembiayaan. Pengawas sekolah merupakan salah satu pendidik dan tenaga kependidikan yang posisinya memegang peran yang signifikan dan strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pendidikan di sekolah. Kegiatan pengawasan adalah kegiatan pengawas sekolah dalam menyusun program pengawasan, melaksanakan program pengawasan, evaluasi hasil pelaksanaan program, dan melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru. Peraturan Pemerintah nomor 74 tahun 2008 tentang guru pada pasal 15 ayat 4 dijelaskan bahwa pengawas sekolah harus melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial. Dengan demikian pengawas sekolah dituntut mempunyai kuailifikasi dan kompetensi yang memadai untuk dapat menjalankan tugas kepengawasannya. Pengawas profesional adalah pengawas sekolah yang melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial serta kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dengan optimal. Selain itu untuk meningkatkan profesionalisme pengawas sekolah maka perlu dilaksanakan pengembangan profesi secara berkelanjutan dengan tujuan untuk menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks dan untuk lebih mengarahkan sekolah ke arah pencapaian tujuan pendidikan nasional yang efektif, efisien dan produktif. Begitu pentingnya peran pengawas sekolah dalam memajukan mutu pendidikan nasional hingga tak terasa tuntutan dan tanggungjawab yang harus dipikul pengawas sekolah juga menjadi besar pula.

dan agar dapat melakukan pembimbingan dan pelatihan peningkatan profesionalisme guru. Dengan demikian. April 2011 Prof. melaksanakan tugasnya sebagai supervisor akademik dan manajerial di sekolah yang dibinanya. Dr. dan kemampuan berkomunikasi yang baik dengan setiap individu di sekolah. pengawas sekolah dalam tugas pengawasan dapat memiliki kecermatan melihat kondisi sekolah.Pd 196202031987031002 NIP . Jakarta.Buku Kerja Pengawas Sekolah iv Saya menyambut baik Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan untuk menyusun buku kerja pengawas sekolah sebagai penyempurnaan buku kerja sesudahnya. ketajaman analisis dan sintesis. Kami harapkan buku ini dapat dipakai sebagai salah satu pegangan atau acuan bagi pengawas sekolah agar dapat meningkatkan kinerjanya. agar melaksanakan tugas kepengawasannya dapat berjalan secara efektif dan efisien. M. ketepatan dan kreatifitas dalam memberikan treatment yang diperlukan. Syawal Gultom.

Tugas pengawasan yang dimaksud adalah melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial. evaluasi pendidikan. maka Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan berusaha memfasilitasi buku kerja yang berisi hal-hal pokok yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas kepengawasan. penelitian pengembangan. Untuk melaksanakan kegiatan tersebut. menyebutkan bahwa seorang pengawas sekolah wajib mempunyai enam dimensi kompetensi minimal yaitu kompetensi kepribadian. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah. supervisi akademik. supervisi manajerial. . Untuk implementasi tugas tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 21 tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya. Buku kerja ini merupakan penyempurnaan dari Buku Kerja Pengawas Sekolah yang telah disusun pada tahun 2010 yang diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu acuan dalam melaksanakan tugas kepengawasan.v Buku Kerja Pengawas Sekolah KATA PENGANTAR Peraturan Pemerintah no 74 tahun 2008 tentang Guru pada pasal 15 ayat 4 menyatakan bahwa guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan melakukan tugas pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan tugas pengawasan. Untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial yang didukung oleh dimensi kompetensi pengawas sebagaimana tercantum dalam Permendiknas Nomor 12 Tahun 2007 tersebut. serta dilengkapi beberapa contoh format kegiatan kepengawasan yang dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing daerah. dan kompetensi sosial.

M. April 2011 Kepala Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan.Dalam kesempatan ini. Abi Sujak. 196210111986011001 . Dr.Sc NIP. Jakarta. kami mengucapkan terima kasih atas peran aktif semua pihak yang dapat memberikan kontribusi dalam penyusunan buku ini sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Penyusunan Program Pengawasan B.Jenjang Jabatan Pengawas Sekolah B.Kepengawasan Akademik B.Pengawas dan Pengawasan B.Dasar Hukum E.vii Buku Kerja Pengawas Sekolah DAFTAR ISI Kata Sambutan Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Lampiran Bab I Pendahuluan A.Ruang Lingkup iii v vii ix 1 1 2 2 3 3 Bab II Pengawas Sekolah Profesional A.Kepengawasan Manajerial 19 19 21 Bab V Tahapan Kegiatan Kepengawasan A.Pelaporan 25 25 28 28 .Bidang Pengawasan C.Pengawas sebagai Tenaga Profesional 5 5 5 5 Bab III Jenjang Jabatan.Tugas Pokok Pengawas Sekolah D.Latar Belakang B.Beban Kerja Pengawas Sekolah dan Sasaran Pengawasan E.Peran Pengawas Sekolah C. Bidang Kepengawasan dan Tugas Pokok Pengawas Sekolah A.Manfaat D.Pelaksanaan 0.Organisasi Kepengawasan 15 7 7 7 8 10 Bab IV Ruang Lingkup Kepengawasan A.Tujuan C.

.

RKA dan RKM 78 84 Lampiran 7 Contoh Jadwal Pengawasan Tatap Muka pada Sekolah Binaan 93 Lampiran 8 Contoh Format Pemantauan Delapan SNP dan Contoh Instrumen Supervisinya 95 Lampiran 9 Contoh Format Pembinaan Guru dalam Teknik Penilaian dan Analisis SKL Lampiran 10 Lampiran 11 125 135 144 Contoh Instrumen Validasi / Varifikasi Dokumen KTSP Contoh Supervisi Pembinaan Guru dan Kepala Sekolah Keterlaksanaan Program Kegiatan Pengawasan 150 152 Lampiran 12 Contoh Hasil Evaluasi / Penilaian dan Evaluasi Lampiran 13 Contoh Format yang digunakan dalam Laporan Hasil . Judul Lampiran 1 Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. Penilaian Kinerja. Pembimbingan dan Pelatihan 69 Lampiran 5 Contoh Rencana Program Tahunan Pembinaan Guru dan atau Kepala Sekolah Lampiran 6 Contoh Program Semester.21 Tahun 2010 Lampiran 2 Lampiran 3 Kode Etik Pengawas Sekolah 31 67 68 Contoh Format Evaluasi Program Tahun Sebelumnya Lampiran 4 Contoh Program Pembinaan. Pemantauan.ix Buku Kerja Pengawas Sekolah Daftar Lampiran No.

.

terarah. Pemerintah Republik Indonesia melalui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan telah menetapkan delapan standar nasional pendidikan. dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal. dan standar penilaian pendidikan. standar kompetensi lulusan. baik dalam keterlaksanaan prosedur peningkatan dan produk mutu yang dapat iwuj ud ka n. Peraturan Pemerintah no. Pelaksanaannya diatur secara bertahap dan berkelanjutan melalui terencana. Tugas pengawasan yang dimaksud adalah d . nasional. standar proses.Buku Kerja Pengawas Sekolah BAB I PENDAHULUAN A. Pengawas sekolah merupakan salah satu tenaga kependidikan yang memegang peran strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pendidikan di sekolah. yaitu standar isi. standar pembiayaan. LATAR BELAKANG Penerapan standar nasional pendidikan merupakan serangkaian proses meningkatkan penjaminan mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat serta memenuhi hak tiap warga negara mendapat pendidikan yang bermutu. Standar-standar tersebut di atas merupakan acuan dan sebagai kriteria dalam menetapkan keberhasilan penyelenggaraan pendidikan. 74 tahun 2008 tentang Guru pada pasal 15 ayat 4 menyatakan bahwa guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan melakukan tugas pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan tugas pengawasan. standar pendidik dan tenaga kependidikan. standar sarana dan prasarana. Dalam proses pemenuhan standar diperlukan indikator dan target. dan global. standar pengelolaan. Salah satu standar yang memegang peran penting dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah adalah standar pendidik dan tenaga kependidikan.

Acuan bagi pengawas sekolah dalam melakukan pembimbingan dan pelatihan peningkatan profesional guru 3. Pegangan bagi pengawas sekolah dalam melaksanakan tugasnya sebagai supervisor akademik dan supervisor manajerial di sekolah yang di bina nya. Acuan bagi pengawas sekolah agar dalam melaksanakan tugas kepengawasannya berjalan secara efektif dan efisien. Direktorat Tenaga Kependidikan.Buku Kerja Pengawas Sekolah melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial. Dengan demikian. MAN FAAT Buku Kerja pengawas sekolah ini diharapkan dapat: 1. Hal ini senada dengan bunyi Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 21 tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya Bab V pasal 12. membantu pengawas dalam meningkatkan kinerjanya . . pengawas sekolah dituntut mempunyai kualifikasi dan kompetensi yang memadai untuk dapat menjalankan tugas kepengawasannya. 0. memudahkan dan mengarahkan pengawas sekolah dalam melaksanakan tugas kepengawasannya. Buku ini diharapkan dapat dipakai sebagai salah satu pegangan atau acuan bagi pengawas sekolah dalam melaksanakan tugasnya. C. TUJUAN Buku Kerja pengawas sekolah disusun untuk menjadi: 1. Berdasarkan hal-hal di atas. B. Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan memberikan perhatian terhadap peningkatan kinerja pengawas sekolah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan melalui pengadaan buku kerja pengawas sekola h. 2.

DASAR HUKUM Dasar hukum penyusunan Buku Kerja pengawas sekolah adalah: 1. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. 5. E. (4) ruang lingkup kepengawasan. 4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2009 tentang Beban Kerja Guru dan Pengawas. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2010 tentang Program Induksi Guru Pemula. 7. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 21 tahun 2010 tentang Jabatan fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya. . (2) profesionalisme pengawas. dan (5) tahapan kegiatan kepengawasan. (3) Jenjang jabatan. 3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.Buku Kerja Pengawas Sekolah D. RUANG LINGKUP Ruang lingkup Buku Kerja pengawas sekolah ini meliputi: (1) pengertian pengawasan. 6. bidang kepengawasan dan tugas pokok pengawas. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah.

.

Buku Kerja Pengawas Sekolah

BAB II PENGAWAS SEKOLAH PROFESIONAL A. PENGAWAS DAN PENGAWASAN

Pengawas sekolah adalah guru pegawai negeri sipil yang diangkat dalam jabatan pengawas sekolah (PP 74 tahun 2008). Pengawasan adalah kegiatan pengawas sekolah dalam menyusun program pengawasan, melaksanakan program pengawasan, evaluasi hasil pelaksanaan program, dan melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru.
B. PERAN PENGAWAS SEKOLAH

Pengawas sekolah memiliki peran yang signifikan dan strategis dalam proses dan hasil pendidikan yang bermutu di sekolah. Dalam konteks ini peran pengawas sekolah meliputi pemantauan, supervisi, evaluasi, pelaporan, dan tindak lanjut pengawas yang harus dilakukan secara teratur dan berkesinambungan (PP 19 Tahun 2005, pasal 55). Peran tersebut berkaitan dengan tugas pokok pengawas dalam melakukan supervisi manajerial dan akademik serta pembinaan peran pembinaan, pemantauan dan penilaian. Peran pengawas sekolah dalam pembinaan setidaknya sebagai teladan bagi sekolah dan sebagai rekan kerja yang serasi dengan pihak sekolah dalam memajukan sekolah binaannya. Peran pengawasan tersebut dilaksanakan dengan pendekatan supervisi yang bersifat ilmiah, klinis, manusiawi, kolaboratif, artistik, interpretatif, dan berbasis kondisi sosial budaya. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan mutu pembelajaran.
C.PENGAWAS SEBAGAI TENAGA PROFESIONAL

Pengawas profesional adalah pengawas sekolah yang melaksanakan tugas pokok kepengawasan yang terdiri dari melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial serta kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dengan optimal yang didukung oleh standar dimensi kompetensi prasyarat yang dibutuhkan yang berkaitan dengan (1)

Buku Kerja Pengawas Sekolah

pengawasan sekolah, (2) pengembangan profesi, (3) teknis operasional, dan wawasan kependidikan. Selain itu untuk meningkatkan profesionalisme pengawas sekolah melakukan pengembangan profesi secara berkelanjutan dengan tujuan untuk menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin komplek dan untuk lebih mengarahkan sekolah ke arah pencapaian tujuan pendidikan nasional yang efektif, efisien dan produktif. Seorang pengawas profesional dalam melakukan tugas pengawasan harus memiliki (1) kecermatan melihat kondisi sekolah, (2) ketajaman analisis dan sintesis, (3) ketepatan dan kreatifitas dalam memberikan treatment yang diperlukan, serta (4) kemampuan berkomunikasi yang baik dengan setiap individu di sekolah. Karakteristik yang harus dimiliki oleh pengawas sekolah yang profesional diantaranya:
1. menampilkan kemampuan pengawasan dalam bentuk kinerja 2. 3. 4. 5.

memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme melaksanakan tugas kepengawasan secara efektif dan efisien memberikan layanan prima untuk semua pemangku kepentingan. memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan

6. mengembangkan metode dan strategi kerja kepengawasan secara

terus menerus
7. memiliki kapasitas untuk bekerja secara mandiri 8. memiliki tanggungjawab profesi 9. mematuhi kode etik profesi pengawas (Lihat Lampiran 2) 0. memiliki komitmen dan menjadi anggota organisasi profesi kepengawasan sekolah

Buku Kerja Pengawas Sekolah

BAB III JENJANG JABATAN, BIDANG PENGAWASAN DAN TUGAS POKOK PENGAWAS SEKOLAH A.Jenjang Jabatan Pengawas Sekolah Menurut Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 21 tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya pasal 13, disebutkan bahwa jenjang jabatan pengawas sekolah dibagi menjadi tiga, mulai dari jenjang yang terendah sampai dengan jenjang yang tertinggi yaitu pengawas muda (Golongan III/c-III/d), pengawas madya (Golongan IV/a-IV/c), dan pengawas utama (Golongan IV/d-IVe). 0. Bidang Pengawasan 1. Pengawas Taman Kanak-kanak , adalah pengawas sekolah yang mempunyai tugas, tanggungjawab, wewenang dan hak secara penuh dalam melaksanakan tugas pengawasan pada Pendidikan Usia Dini Formal baik negeri maupun swasta dalam teknis penyelenggaraan dan pengembangan program pembelajaran di taman kanak-kanak. 2. Pengawas Sekolah Dasar , adalah pengawas sekolah yang mempunyai tugas, tanggungjawab, wewenang dan hak secara penuh dalam melaksanakan tugas pengawasan pada sejumlah sekolah baik negeri maupun swasta baik pengelolaan sekolah maupun seluruh mata pelajaran Sekolah Dasar kecuali mata pelajaran pendidikan agama dan pendidikan jasmani dan kesehatan. 0. Pengawas mata pelajaran/rumpun mata pelajaran, adalah pengawas sekolah yang mempunyai tugas, tanggungjawab, wewenang dan hak secara penuh dalam melaksanakan tugas pengawasan mata pelajaran atau rumpun mata pelajaran tertentu pada sejumlah sekolah baik negeri maupun swasta.

standar kompetensi lulusan. melaksanakan penilaian kinerja Guru. dan pelaksanaan tugas kepengawasan di daerah khusus. standar penilaian. Pengawas pendidikan luar biasa. 5. 6. Pengawas Sekolah Muda: 1. tugas pokok Pengawas Sekolah adalah melaksanakan tugas pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan yang meliputi penyusunan program pengawasan. 2. penilaian. dan 0. wewenang dan hak secara penuh dalam melaksanakan tugas pengawasan pada sejumlah sekolah baik negeri maupun swasta pada kegiatan bimbingan dan konseling. pelaksanaan pembinaan.Buku Kerja Pengawas Sekolah 4. melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan pada sekolah binaan. menyusun program pengawasan. . adalah pengawas sekolah yang mempunyai tugas. C. 3. tanggungjawab. 7. wewenang dan hak secara penuh dalam melaksanakan tugas pengawasan pada sejumlah sekolah baik negeri maupun swasta pada sekolah luar biasa di lingkungan Kementerian Pendidikan Nasional untuk seluruh mata pelajaran. standar proses. memantau pelaksanaan standar isi. Tugas Pokok Pengawas Sekolah Menurut Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 21 tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya. 5. pembimbingan dan pelatihan professional Guru. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional Guru. menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional Guru di KKG/MGMP/MGP dan sejenisnya. adalah pengawas sekolah yang mempunyai tugas. evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan. mengevaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional Guru. melaksanakan pembinaan Guru. 4. a. Rincian tugas pokok diatas sesuai dengan jabatan pengawas sekolah adalah sebagai berikut. tanggungjawab. Pengawas bimbingan dan konseling. pemantauan pelaksanaan 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan.

. melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan pada sekolah binaan.Buku Kerja Pengawas Sekolah b. standar pengelolaan. 9. dan sistem informasi dan man ajemen. mengevaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan/atau kepala sekolah. melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan pada sekolah binaan. melaksanakan penilaian kinerja Guru dan kepala sekolah. 8. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan kepala sekolah dalam menyusun program sekolah. 3. standar kompetensi lulusan. standar pembiayaan dan standar penilaian pendidikan. c. 3. standar sarana dan prasarana. menyusun program pengawasan. 2. melaksanakan pembinaan Guru dan/atau kepala sekolah. 5. 5. standar proses. 4. standar proses. standar pembiayaan dan standar penilaian pendidikan. standar pengelolaan. 6. memantau pelaksanaan standar isi. melaksanakan penilaian kinerja Guru dan/atau kepala sekolah. 2. standar pendidik dan tenaga kependidikan. melaksanakan pembinaan Guru dan kepala sekolah. menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan/atau kepala sekolah di KKG/MGMP/MGP dan/atau KKKS/MKKS dan sejenisnya. 7. Pengawas Sekolah Utama: 1.membimbing pengawas sekolah muda dalam melaksanakan tugas pokok. rencana kerja. 4. Pengawas Sekolah Madya: 1. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan/atau kepala sekolah. standar kompetensi lulusan. memantau pelaksanaan standar isi. standar pendidik dan tenaga kependidikan. menyusun program pengawasan. pengawasan dan evaluasi. dan 10. standar sarana dan prasarana. kepemimpinan sekolah.

mengevaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan tingkat kabupaten/kota atau provinsi. dan sistem informasi dan man ajemen. kepemimpinan sekolah. penilaian. menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan kepala sekolah di KKG/MGMP/MGP dan/atau KKKS/MKKS dan sejen isnya. D. dan 12. pemantauan. 8. mengevaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan kepala sekolah. 7. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan kepala sekolah dalam menyusun program sekolah.Buku Kerja Pengawas Sekolah 6. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan kepala sekolah dalam pelaksanaan penelitian tindakan. rencana kerja. pengawasan dan evaluasi. Beban kerja pengawas sekolah untuk mencapai 37. 10. . melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan kepala sekolah. 9.5 (tiga puluh tujuh koma lima) jam kerja (@60 menit) dalam 1 (satu) minggu melaksanakan kegiatan pembinaan. dan pembimbingan di sekolah binaan. 11.5 jam per minggu dapat dipenuhi melalui kegiatan tatap muka dan non tatap muka. Beban Kerja Pengawas Sekolah dan Sasaran Pengawasan 1. membimbing pengawas sekolah muda dan pengawas sekolah madya dalam melaksanakan tugas pokok. seperti contoh tabel berikut ini. Beban Kerja Beban kerja pengawas sekolah merupakan bagian dari jam kerja sebagai pegawai yang secara keseluruhan paling sedikit 37.

5 Catatan: Jumlah yang dikunjungi minimal 2 sekolah per minggu.5 Mengevaluasi hasil 8 pembimbingan dan JUMLAH JAM 37.1 Contoh Pengaturan Distribusi Beban Kerja Berdasarkan Kegiatan Tatap Muka dan Non Tatap Muka untuk pengawas NON DISTRIBUSI TUGAS POKOK TATAP TATAP JAM/MINGGU NO (Pengawas Muda) MUKA MUKA 1 2 3 4 Menyusun program Pengawasaan Malaksanakan pembinaan guru Memantau pemenuhan SNP Melaksanakan penilaian kinerja guru Melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan pada Menyusun program pembimbingan dan Melaksanakan V V V V V 4 4 4 4 6 5 V 6 6 V 4 pembimbingan dan pelatihan profesional V 5. 7 .Buku Kerja Pengawas Sekolah Tabel 3.

5 Bulan ke1 Minggu ke-2 - - 8 8 - - 37.Buku Kerja Pengawas Sekolah Tabel 3.5 jam 21.5 jam 8 8 - - - - 37.. Pembinaan (Pengawasan Manajerial dan Pengawasan Akademik) Membina kepala Bulan ke1 Minggu ke-1 sekolah dalam pengelolaan dan administrasi sekolah: Penyusunan Program Sekolah /Rencana Mengerjakan laporan hasil pe m bi naa n Membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi sekolah: Penyusunan Program Sekolah /Rencana Mengerjakan laporan hasil pe m b i naa n Membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi sekolah: Penyusunan Program Sekolah /Rencana Mengerjakan laporan hasil pe m b i naa n 37.5 jam 21.5 . program Minggu kepengawasan A..2 Contoh Pengaturan Distribusi Beban Kerja dengan 6 (enam) Sekolah Binaan Bulan/ Komponen Kunjungan Sekolah dan Alokasi Waktu A B C D E F (3) (4) (5) (6) (7) (8) Non Tatap (9) Jml (1) (2) (10) A.5 37.5 jam 21. Penyusunan Program Menyusun dan Bulan mengembangkan ke-.5 Bulan ke1 Minggu ke-3 - - - - 8 8 37.

5 37.5 jam 21.5 Bulan ke-2 Minggu ke-2 - - 8 8 - 21. Proses.5 jam laporan pemantauan C.5 jam Bulan ke2 Minggu ke-4 Bulan ke-3 Minggu ke-1 - 8 - 8 - 8 13.5 jam . Pemantauan (Manajerial dan Akademik) Bulan keMenyusun 1 Minggu laporan ke-4 kepengawasa Bulan ke2 Minggu ke-1 Pemantauan pelaksanaan pembelajaran (Standar Isi. Penilaian Mengolah hasil Pengawasa Pembimbingan guru di sekolah binaan sebagai refleksi dan feedback hasil penilaian kinerja Mengevaluasi hasil dan meyususun laporan pembimbingan dan pelatihan profesional 37.5 37. Model- 20 Jam (3 sekolah) 20 jam (3 sekolah) 40 Jam model pembelajaran yang inovatif. Penyusunan Laporan Pemantauan pelaksanaan pembelajaran (Standar Isi.5 37.Buku Kerja Pengawas Sekolah Bulan/ Komponen Kunjungan Sekolah dan Alokasi Waktu A B C D E F (3) (4) (5) (6) (7) (8) Non Tatap (9) Jml (1) (2) B.5 jam 8 8 - - - - 37. Penyusunan (10) 21. Proses. PTK di D. Pembimbingan dan Pelatihan Profesional guru: Bulan ke-2 Minggu ke-3 Pelatihan Pembelajaran berbasis ICT.

.. Sasaran Pengawasan Sasaran pengawasan bagi pengawas sekolah dengan beban kerja 37. 37. Dan seterusnya (Diisi Kegiatan Tatap Muka dan Non Tatap muka lainnya) (10) 37. c. pengawas bimbingan dan konseling dapat melakukan supervisi manajerial.. daerah perbatasan dengan negara lain. Pengawas Sekolah Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar paling sedikit 10 (sepuluh) satuan pendidikan dan/atau 60 (enam puluh) guru. Minggu ke-. b. Pengawas Bimbingan dan Konseling paling sedikit 40 (empat puluh) guru Bimbingan dan Konseling. bencana .. Untuk daerah khusus (daerah yang terpencil atau terbelakang. Pengawas Sekolah Luar Biasa paling sedikit 5 (lima) satuan pendidikan dan/atau 40 (empat puluh) guru.5 Bulan ke -. d. Pada kondisi tertentu. 2. 0. daerah dengan kondisi masyarakat adat yang terpencil. pemantauan dan bimbingan di sekolah.5 jam 13. Pengawas Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan paling sedikit 7 (tujuh) satuan pendidikan dan/atau 40 (empat puluh) guru mata pelajaran/kelompok mata pelajaran.Buku Kerja Pengawas Sekolah Bulan/ Komponen Kunjungan Sekolah dan Alokasi Waktu A B C D E F (3) 8 (4) (5) 8 (6) (7) 8 (8) - Non Tatap (9) Jml (1) Bulan ke3 Minggu ke-2 (2) Me la ksa na ka n pendampin gan Mengevaluasi hasil pe nda m pi nga n. daerah yang mengalami bencana alam. yang diuraikan sebagai berikut: a.5 per minggu termasuk pelaksanaan pembinaan.5 jam Catatan: Pen gaturan waktu disesuaikan den gan jumlah sekolah binaan dan kondisi geografis setem pat serta kondisi lainnya.

Masa bakti Koordinator Pengawas Sekolah setiap Kabupaten/Kota adalah 4 (empat) tahun masa bakti dan dapat dipilih kembali untuk periode berikutnya.Buku Kerja Pengawas Sekolah sosial. beban kerja pengawas sekolah sebagaimana dimaksud paling sedikit 5 (lima) satuan pendidikan secara lintas jenis dan jenjang satuan pendidikan. E. mengatur pembagian tugas pengawas sekolah b. mengkoordinasikan seluruh kegiatan pengawas sekolah c. menghimpun dan menyampaikan hasil penilaian pelaksanaan kinerja para pengawas sekolah kepada Kepala Dinas Kabupaten/Kota/Provinsi. dipilih seorang koordinator yang disebut dengan koordinator pengawas sekolah. ORGANISASI KEPENGAWASAN 1. mengkoordinasikan kegiatan pengembangan profesional pengawas d. Koordinator Pengawas (Korwas) Untuk memudahkan koordinasi antar sesama pengawas sekolah dan antara pengawas sekolah dengan dinas pendidikan. . Koordinator pengawas sekolah adalah pengawas sekolah yang dipilih oleh para pengawas seluruh jenis dan jenjang pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Dinas Pendidikan Provinsi untuk SLB dan dikukuhkan melalui Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Provinsi. koordinator pengawas dibantu oleh pengurus Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS)/Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS) dari setiap jenis dan jenjang pendidikan. Tugas dan wewenang korwas meliputi: a. Untuk efektifitas pelaksanaan tugas dan wewenangnya. melaporkan hasil kegiatan pengawasan sekolah kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Provinsi e. atau daerah yang berada dalam keadaan darurat lain). menyusulkan penetapan angka kredit pengawas f.

Buku Kerja Pengawas Sekolah

3. Organisasi dan Asosiasi Pengawas Sekolah Untuk meningkatkan kemampuan profesional secara berkelanjutan, pengawas sekolah bergabung dalam organisasi profesi yang disebut Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) sebagai organisasi independen yang memiliki struktur organisasi mulai dari kabupaten/kota, provinsi dan nasional. Disamping melalui organisasi profesi secara kedinasan pengembangan kemampuan profesional pengawas melalui wadah Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS) dan Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS). 4. Kedudukan Pengawas Sekolah dalam Sistem Peningkatan dan Penjaminan Mutu Peran pengawas sebagai komponen sistem penjaminan mutu ditempatkan dalam model struktur seperti diagram dibawah ini:

Buku Kerja Pengawas Sekolah

Diagram 3.1. Sistem Peningkatan dan Penjaminan Mutu

Evaluasi hasil program pengawasan dimulai dari tingkat sekolah binaan dan tingkat kabupaten/kota dan tingkat propinsi untuk pengawas PLB. 1. Penyusunan program pengawasan difokuskan pada peningkatan pemenuhan standar nasional pendidikan. (3) evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan. (3) menilai hasil pembelajaran. dan (5) melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan kegiatan pokok sesuai dengan beban kerja guru (PP 74/2008). pemahaman KTSP). A.BAB IV RUANG LINGKUP KEPENGAWASAN Ruang lingkup kepengawasan meliputi kepengawasan akademik dan manajerial. (2) melaksanakan pembelajaran. Standar Kompetensi Kelulusan dan Standar Penilaian (pola pembelajaran KTSP. Tujuan: 1) Meningkatkan pemahaman kompetensi guru terutama kompetensi pedagogik dan kompetensi profesionalisme (Tupoksi guru. penilaian dan pelatihan profesional guru dalam (1) merencanakan pembelajaran. (2) memantau delapan standar nasional pendidikan. Kepengawasan Akademik Supervisi akademik atau pengawasan akademik adalah fungsi pengawas yang berkenaan dengan aspek pelaksanaan tugas pembinaan. (2) pelaksanaan program pengawasan. dan (3) melaksanakan penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah. 0) Meningkatkan kemampuan guru dalam pengimplementasian Standar Isi. Standar Proses. Kepengawasan akademik dan manajerial tersebut tercakup dalam kegiatan (1) penyusunan program pengawasan. Pelaksanaan program pengawasan meliputi (1) melaksanakan pembinaan guru dan atau kepala sekolah. Hal tersebut dapat dilaksanakan melalui kegiatan tatap muka atau non tatap muka. Pembinaan: a. (4) membimbing dan melatih peserta didik. pengembangan 29 Buku Kerja Pengawas Sekolah . Kompetensi guru. (4) membimbing dan melatih profesional guru dan/atau kepala sekolah. pemantauan.

silabus dan RPP. pengembangan penilaian. 4) Melakukan pendampingan dalam meningkatkan kemampuan guru menggunakan media dan sumber belajar 5) Memberikan masukan kepada guru dalam memanfaatkan lingkungan dan sumber belajar 6) Memberikan rekomendasi kepada guru mengenai tugas membimbing dan melatih peserta didik. 4) membimbing dan melatih peserta didik. 9) Memberikan bimbingan kepada guru untuk melakukan refleksi hasil-hasil yang dicapainya. b. Ruang Lingkup 1) Melakukan pendampingan dalam meningkatkan kemampuan guru menyusun administrasi perencanaan pembelajaran/program b im bi nga n. 3) menilai hasil pembelajaran. Pemantauan : Pelaksanaan standar isi. 2. dan 5) melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan kegiatan pokok sesuai dengan beban kerja guru 30 Buku Kerja Pengawas Sekolah .Penilaian ( Kinerja Guru) : 1) merencanakan pembelajaran. 3. 2) Melakukan pendampingan dalam meningkatkan kemampuan guru dalam proses pelaksanaan pembelajaran/bimbingan 3) Melakukan pendampingan membimbing guru dalam meningkatkan kemampuan melaksanakan penilaian hasil belajar peserta didik. pengembangan bahan ajar dan penulisan butir soal) 3) Meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ). standar kompetensi lulusan. 7) Memberi bimbingan kepada guru dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk pembelajaran 8) Memberi bimbingan kepada guru dalam pemanfaatan hasil penilaian untuk perbaikan mutu pendidikan dan pembelajaran/pembimbingan. 2) melaksanakan pembelajaran. dan standar penilaian. standar proses.

d. standar kompetensi lulusan/standar tingkat pencapaian perkembangan (bagi TK).Untuk meningkatkan profesionalisme guru dalam melaksanakan tugasnya ditindaklanjuti dengan kegiatan bimbingan dan pelatihan guru dengan tahapan sebagai berikut: 1. yang meliputi: a. 1. dan (4) evaluator terhadap hasil pengawasan. Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM) termasuk penggunaan media yang relevan. pengembangan bahan ajar. Pembinaan: a. penelitian tindakan kelas untuk perbaikan/pengembangan metode pem bel ajara n. koordinasi. kemampuan guru dalam melaksanakan standar isi. penilaian proses dan hasil belajar e.Tujuan: Tujuan pembinaan kepala sekolah yaitu peningkatan pemahaman dan pengimplementasian kompetensi yang dimilik oleh kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya sehari. Inovatif. mengevaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional guru 4. dalam kerangka pengembangan KTSP. Kreatif. c. (3) informan pengembangan mutu sekolah. menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional guru di KKG/MGMP/MGP dan sejenisnya 2. penilaian. koordinasi. Dalam melaksanakan fungsi manajerial. b. pengembangan kompetensi sumber daya tenaga pendidik dan kependidikan. B.hari untuk mencapai Standar Nasional Pendidikan ( SNP ) b. (2) asesor dalam mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan serta menganalisis potensi sekolah. pengawas sekolah berperan sebagai: (1) fasilitator dalam proses perencanaan.Ruang Lingkup: 1) Pengelolaan sekolah yang meliputi penyusunan program sekolah 31 Buku Kerja Pengawas Sekolah . pelaksanaan. pengembangan manajemen sekolah. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru 3. pembelajaran yang Pembelajaran Aktif. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas Bidang peningkatan kemampuan profesional guru difokuskan pada pelaksanaan standar nasional pendidikan. standar proses. Kepengawasan Manajerial Supervisi manajerial atau pengawasan manajerial merupakan fungsi supervisi yang berkenaan dengan aspek pengelolaan sekolah yang terkait langsung dengan peningkatan efisiensi dan efektivitas sekolah yang mencakup perencanaan.

pelaksanaan program. 3. 4) Kemampuan kepala sekolah dalam membimbing pengembangan program bimbingan konseling di sekolah. kepemimpinan sekolah dan Sistem Informasi Manajemen (SIM). baik rencana kerja tahunan maupun rencana kerja 4 tahunan. yang meliputi: a) Memberikan masukan dalam pengelolaan dan administrasi kepala sekolah berdasarkan manajemen peningkatan mutu pendidikan di sekolah b) Melakukan pendampingan dalam melaksanakan bimbingan konseling di sekolah. Penilaian: Penilaian kinerja kepala sekolah tentang pengelolaan sekolah sesuai dengan standar nasional pendidikan. c) Memberikan bimbingan kepada kepala sekolah untuk melakukan refleksi hasil-hasil yang dicapainya. 2.Buku Kerja Pengawas Sekolah berdasarkan SNP. 2) Membantu Kepala Sekolah melakukan evaluasi diri sekolah (EDS) dan merefleksikan hasil-hasilnya dalam upaya penjaminan mutu pendidikan. Pemantauan: pelaksanaan standar nasional pendidikan di sekolah dan memanfaatkan hasil hasilnya untuk membantu kepala sekolah mempersiapkan akreditasi sekolah. 3) Mengembangkan perpustakaan dan laboratorium serta sumber-sumber belajar lainnya. - . pengawasan dan evaluasi internal. 5) Melakukan pendampingan terhadap kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi sekolah (supervisi manajerial).

Metode kerja yang dilakukan pengawas sekolah antara lain observasi, kunjungan atau pemantauan, pengecekan/klarifikasi data, kunjungan kelas, rapat dengan kepala sekolah dan guru-guru dalam pembinaan. Untuk meningkatkan profesionalisme kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya ditindaklanjuti dengan kegiatan bimbingan dan pelatihan kepala sekolah dengan tahapan sebagai berikut: 1. menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional kepala sekolah di KKKS/MKKS dan sejenisnya. 2. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional kepala sekolah. 3. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan kepala sekolah dalam menyusun program sekolah, rencana kerja, pengawasan dan evaluasi, kepemimpinan sekolah, dan sistem informasi dan manajemen 4. mengevaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional kepala sekolah 5. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional kepala sekolah dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas/sekolah Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan/atau masuk kepala sekolah oleh setiap pengawas sekolah dilaksanakan paling sedikit 3 (tiga) kali dalam satu semester secara berkelompok dalam kegiatan di sekolah binaan KKG/MGMP/MGP/KKKS/MKKS/K3SK. Kegiatan ini dilaksanakan terjadwal baik waktu maupun jumlah jam yang diperlukan untuk setiap kegiatan sesuai dengan tema atau jenis keterampilan dan kompetensi guru yang akan ditingkatkan. Dalam pelatihan ini diperkenalkan kepada guru hal-hal yang inovatif sesuai dengan tugas pokok guru dalam pembelajaran/pembimbingan. Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesionalisme guru ini dapat berupa bimbingan teknis, pendampingan, workshop, seminar, dan group conference , yang ditindaklanjuti dengan kunjungan kelas melalui supervisi akademik.
Selain melaksanakan tugas kepengawasan sesuai dengan ruang lingkup di atas, setiap pengawas harus melakukan pengembangan profesi yang meliputi:

1. pembuatan karya tukis dan/atau karya ilmiah dibidang pendidikan forma l/pengawasa n. 2. penerjemahan/penyaduran buku dan/atau karya ilmiah dibidang pendidikan forma l/pengawasa n. 0. pembuatan karya inovatif.

33

Buku Kerja Pengawas Sekolah

Buku Kerja Pengawas Sekolah

Kegiatan penunjang tugas pengawas sekolah dapat dilakukan melalui: 1. peran serta dalam seminar/lokakarya di bidang formal/kepengawasan sekolah. 2. keanggotaan dalam organisasi profesi.

pendidikan

3. keanggotaan dalam tim penilai angka kredit jabatan fungsional Pengawas Sekolah.

BAB V TAHAPAN KEGIATAN KEPENGAWASAN

Pengawas sekolah merupakan salah satu unsur penjamin mutu pendidikan. Pelaksanaannya terbagi beberapa tahapan, yaitu: (a) penyusunan program pengawasan, (b) pelaksanaan program pengawasan, (c) evaluasi program pengawasan, dan (d) pelaporan program pengawasan. Salah satu model penjaminan mutu pendidikan dapat digambarkan dalam diagram berikut: Diagram 6.1. Model pentahapan prosedur penjaminan mutu. A.
PENYUSU NAN PROGRAM PENGAWASAN

Setiap pengawas sekolah menyusun program pengawasan, yang terdiri atas program tahunan untuk seluruh sekolah binaan, dan program semester untuk masing-masing sekolah binaan. 1. Penyusunan program tahunan yang terdiri dari 2 (dua) program semester meliputi langkah-langkah kegiatan-kegiatan berikut.
Instrumen Instrumen Telaahan

35

Buku Kerja Pengawas Sekolah

Perumusan rancangan program pengawasan tahunan Perumusan rancangan program pengawasan tahunan dilandasi oleh informasi yang diperoleh atas dasar identifikasi serta analisis hasil pengawasan pada tahun sebelumnya. Pemantapan dan penyempurnaan rancangan program pengawasan tahunan. Hasil pengawasan yang dianggap kurang/lemah harus lebih ditingkatkan. b. Output pengolahan dan analisis hasil pengawasan harus mampu memberikan gambaran mengenai kondisi sekolah binaan baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Hasil pengawasan yang dianggap sudah baik harus dipertahankan atau standarnya ditingkatkan (Lihat Lampiran 3). Identifikasi hasil pengawasan pada tahun sebelumnya Identifikasi hasil pengawasan yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya melalui analisis kesenjangan dengan mengacu pada kebijakan di bidang pendidikan yang digunakan. Program pengawasan tahunan yang telah dimantapkan dan disempurnakan adalah rumusan akhir yang akan dijadikan sebagai acuan oleh pengawas dalam penyusunan program pengawasan semester pada setiap sekolah binaannya dan seluruh sekolah tingkat . c.Buku Kerja Pengawas Sekolah a. sasaran. Identifikasi hasil pengawasan menggambarkan sejauhmana ketercapaian tujuan pengawasan yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya. Pengolahan dan analisis hasil dan evaluasi pengawasan tahun sebelumnya Pengolahan dan analisis hasil pengawasan yang telah dilakukan tahun sebelumnya diarahkan untuk menetapkan prioritas tujuan. Sebagai acuan penyusunan program pengawasan. metode kerja serta langkah-langkah kegiatan dalam program pengawasan tahun berikutnya. dirumuskan rancangan program pengawasan tahunan untuk semua sekolah binaan. dikemukakan pula berbagai kebijaksanaan di bidang pendidikan. d. Identifikasi dilakukan untuk menjaga kesinambungan kegiatan pengawasan. Hasil identifikasi tersebut merupakan titik tolak dalam menentukan tujuan serta tindakan yang harus dilakukan pengawas sekolah tahun berikutnya.

Secara garis besar. tujuan.Latar belakang B. sumberdaya yang diperlukan. Penyusunan program semester pengawasan pada setiap sekolah binaan. Identifikasi Hasil Pengawasan (tahun sebelumnya) B. Analisis dan Evaluasi Hasil Pengawasan (tahun sebelumnya) C. Sistematika Program Pengawasan Sekolah adalah sebagai berikut: HALAMAN JUDUL (SAMPUL) HALAMAN PENGESAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. strategi/metode kerja (teknik supervisi). 4. rencana program pengawasan pada sekolah binaan disebut Rencana Kepengawasan Akademik (RKA) dan Rencana Kepengawasan Manajerial (RKM).Tujuan dan Sasaran Pengawasan D. Contoh-contoh instrumen pengawasan akademik dan pengawasan manajerial terlampir.Sasaran dan Target Pengawasan F.Landasan (Dasar Hukum) C.Ruang Lingkup Pengawasan BAB II IDENTIFIKASI DAN ANALISIS HASIL PENGAWASAN A. penilaian dan instrumen pengawasan (Lihat Lampiran 6). untuk memudahkan pelaksanaan pengawasan. indikator keberhasilan. Berdasarkan program tahunan dan program semester yang telah disusun.Visi. skenario kegiatan. Komponen RKA/RKM sekurang kurangnya memuat materi/aspek/fokus masalah. 2. 3. Misi dan Strategi Pengawasan E. maka setiap pengawas menyiapkan instrumen-instrumen yang dibutuhkan sesuai dengan materi/aspek/fokus masalah yang akan disupervisi.kabupaten/kota pada setiap jenjang dan satuan pendidikan (Lihat Lampiran 4 dan 5). Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Sebagai Acuan dalam Penyusunan Program - 37 Buku Kerja Pengawas Sekolah .

Tujuan Penyusunan Laporan Hasil Pengawasan Penyusunan laporan oleh setiap pengawas sekolah bertujuan untuk: a. RKA/RKM/RKBK Matriks program semester dan jadwal Surat tugas kepengawasan Contoh-contoh I nstru men Kepengawasan. pemantauan.Matriks Program Penilaian Kinerja Guru dan/atau Kepala Sekolah D. PELAPORAN 1. 2. 0. 10 dan 11) C. 0. . melaksanakan penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah. dan penilaian.Matriks Program Pembinaan Guru dan/atau Kepala Sekolah B.Matriks Program Evaluasi dan Pelaporan Hasil Kepengawasan BAB IV PENUTUP LAM PI RAN-LAM PI RAN 1. 4. 3. (Lihat Lampiran 8.Matriks Program Pembimbingan dan Pelatihan Profesional Guru E. Menginformasikan berbagai faktor pendukung dan penghambat/kendala dalam pelaksanaan setiap butir kegiatan pengawasan sekolah. PELAKSANAAN Tahapan pelaksanaan pengawasan meliputi kegiatan-kegiatan berikut: 1. b. melaksanaan pembinaan guru dan/atau kepala sekolah 2. 9. B.Buku Kerja Pengawas Sekolah BAB III RENCANA PROGRAM TAHUNAN PENGAWASAN A. Memberikan gambaran mengenai keterlaksanaan setiap butir kegiatan yang menjadi tugas pokok pengawas sekolah.Matriks Program Pemantauan Pelaksanaan 8 SNP C. Memberikan gambaran mengenai kondisi sekolah binaan berdasarkan hasil pengawasan akademik maupun manajerial berupa hasil pembinaan. memantau pelaksanaan delapan standar nasional pendidikan 3.

Menyusun Laporan hasil pengawasan sesuai sistematika yang ditetapkan. Menganalisis data hasil pemantauan dan pembinaan c. Menyampaikan Laporan Semester dan Tahunan kepada Dinas Pendidikan Provinsi atau Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota.Hasil Penilaian Kinerja Guru dan/atau Kepala Sekolah D. pemantauan dan penilaian.Tujuan dan Sasaran Pengawasan D.2. E. Sistematika Pelaporan Hasil Pengawasan Sistematika pelaporan pelaksanaan program pembinaan. Tahapan pelaporan meliputi kegitan-kegiatan berikut. B.Tugas Pokok /Ruang Lingkup Pengawasan BAB II KERANGKA PIKIR PEMECAHAN MASALAH PENDEKATAN DAN METODE BAB IV HASIL PENGAWASAN PADA SEKOLAH BINAAN A.Fokus Masalah Pengawasan C.Hasil Pemantauan Pelaksanaan 8 SNP C.Pembahasan Hasil Pengawasan BAB III 39 Buku Kerja Pengawas Sekolah . Mengkompilasi dan mengklasifikasi data hasil pemantauan dan pembinaan b. serta pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan/atau kepala sekolah adalah sebagai berikut: HALAMAN JUDUL (SAMPUL) HALAMAN PENGESAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A.Hasil Pembimbingan dan Pelatihan Profesional Guru. d.Hasil Pelaksanaan Pembinaan Guru dan/atau kepala sekolah.Latar Belakang B. serta sekolah yang dibinanya. a. 3.

Daftar Hadir guru atau kepala sekolah pada saat pembinaan/pemantauan/penilaian kinerja.Buku Kerja Pengawas Sekolah BAB V PENUTUP A. penilaian kinerja. Surat Keterangan telah melaksanakan tugas pembinaan. pembimbingan dan pelatihan profesional guru dari sekolah binaan 3. Contoh-contoh instrumen pengawasan yang telah diisi/ diolah. pemantauan. 4. Surat tugas Pengawasan 2.Simpulan B. 5. Rekomendasi LAM PI RAN: 1. dan lain-lain (Lihat Lampiran 13) .

jabatan fungsional Sekolah dan Angka perkembangan profesi dan tuntutan dengan Peraturan Menteri Negara Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia 1999 Nomor 169. Menimbang : a. Tambahan Lembaran Negara Republik 41 Lampiran 1 . Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 55.PAN/10/2001 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Kreditnya sudah tidak sesuai dengan kompetensi Pengawas Sekolah. b. sebagaimana telah diubah dengan Indonesia Nomor 3890). Tambahan Tahun Nomor 3041). bahwa sehubungan dengan hal tersebut perlu mengatur kembali Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.Lampiran 1 MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATU RAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR: 21 TAHUN 2010 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS SEKOLAH DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI. bahwa Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Negara Nomor 91/KEP/M. Mengingat : 1.

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4586). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4017). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301). terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 11. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5121). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547). 7. 4. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 32. 6. sebagaimana telah dua kali diubah. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4193). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3098).2. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2010 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 51. 8. sebagaimana telah dua belas kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2010 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 31). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 6. 5. Lampiran 1 42 . 3. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966 tentang Pemberhentian/Pemberhentian Sementara Pegawai Negeri (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1966 Nomor 7. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2797). Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 196. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844). Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22.

Nasional Pendidikan Nomor 4263). Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 mengenai Indonesia Bersatu II. 10. dan Organisasi Jabatan Fungsional pengangkatan Kabinet 10124/F/LL/2010 tanggal Nomor 87/SK/TU/XI/1 0 43 Lampiran 1 . Tambahan Lembaran (Lembaran Negara Tambahan Lembaran Negara Republik Disiplin Pegawai Indonesia Tahun 2010 Nomor 74. 15. dan Pelatihan Jabatan Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 198. Usul Menteri Pendidikan Nasional dengan surat Nomor 6 Juli 2010. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 164). Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 194. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Pegawai Negeri Sipil. Pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat tanggal 16 November 2010. 16. 2. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan Kementerian Negara. dan Pemberhentian Pegawai Negeri Indonesia Tahun 2003 Nomor Pengangkatan. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar (Lembaran Negara Republik Indonesia Negara Republik Indonesia Nomor 4496). Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4019). Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Peraturan Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5135). 12. 13. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Tahun 2009 (Lembaran Negara Republik Indonesia 11. Tahun 2005 Nomor 41. Sipil (Lembaran Negara Republik Nomor 63 15. 14. Memperhatikan : 1. Indonesia Nomor 4941). Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pemindahan.9.

2. Tim Penilai jabatan fungsional Pengawas Sekolah adalah tim yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dan bertugas menilai prestasi kerja Pengawas Sekolah. sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah. Pengawas Sekolah adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diberi tugas. 3. tanggung jawab dan wewenang secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan. sekolah menengah atas/madrasah aliyah. Satuan pendidikan adalah taman kanak-kanak/raudhatul athfal. Reformasi Birokrasi ini FUNGSIONAL Jabatan fungsional Pengawas Sekolah adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup tugas. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan yang dimaksud dengan: 1. tanggung jawab dan wewenang untuk melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan. Kegiatan pengawasan adalah kegiatan pengawas sekolah dalam menyusun program pengawasan. evaluasi hasil pelaksanaan program.MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI TENTANG JABATAN PENGAWAS SEKOLAH DAN ANGKA KREDITNYA. dan melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional Guru. sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah. 5. melaksanakan program pengawasan. sikap dan keterampilan untuk peningkatan profesionalisme maupun dalam rangka menghasilkan sesuatu bermanfaat bagi pendidikan sekolah. Pengembangan profesi adalah kegiatan yang dirancang dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan. teknologi. pendidikan luar biasa atau bentuk lain yang sederajat. sekolah menengah kejuruan/madrasah aliyah kejuruan. 0. 4. Lampiran 1 44 .

BIDANG PENGAWASAN. Angka kredit adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan/atau akumulasi nilai butirbutir kegiatan yang harus dicapai oleh seorang Pengawas Sekolah dalam rangka pembinaan karier kepangkatan dan jabatannya. sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah. atau daerah yang berada dalam keadaan darurat lain. KEDUDUKAN. BAB II RUMPUN JABATAN. Pasal 5 Tugas pokok Pengawas Sekolah adalah melaksanakan tugas pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan yang meliputi penyusunan program pengawasan. Daerah khusus adalah daerah yang terpencil atau terbelakang. Pengawas Sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah jabatan karier yang hanya dapat diduduki oleh Guru yang berstatus sebagai PNS. DAN BEBAN KERJA Pasal 2 8. Jabatan fungsional Pengawas Sekolah adalah jabatan fungsional yang termasuk dalam rumpun pendidikan lainnya. pengawasan rumpun mata pelajaran/mata pelajaran. pemantauan pelaksanaan 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan. bencana sosial. daerah yang mengalami bencana alam. penilaian. pelaksanaan pembinaan. 45 Lampiran 1 . pembimbingan dan pelatihan professional Guru. dan bimbingan konseling. Standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pasal 4 1) 2) Pengawas Sekolah berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional di bidang pengawasan akademik dan manajerial pada sejumlah satuan pendidikan yang ditetapkan. pendidikan luar biasa.7. daerah perbatasan dengan negara lain. 9. dan pelaksanaan tugas kepengawasan di daerah khusus. evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan. daerah dengan kondisi masyarakat adat yang terpencil. Pasal 3 Bidang pengawasan meliputi pengawasan taman kanakkanak/raudhatul athfal. TUGAS POKOK.

c. untuk taman kanak-kanak/raudathul athfal dan sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah paling sedikit 10 satuan pendidikan dan/atau 60 (enam puluh) Guru. melaksanakan program pengawasan. dan pembimbingan di sekolah binaan. (2) Sasaran pengawasan bagi setiap Pengawas Sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut: a.5 (tiga puluh tujuh setengah) jam perminggu di dalamnya termasuk pelaksanaan pembinaan. 0. Lampiran 1 46 . b. menyusun program pengawasan. untuk pengawas bimbingan dan konseling paling sedikit 40 (empat puluh) Guru bimbingan dan konseling. (3 ) Unt u k da e ra h kh u su s. b. melaksakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan dan membimbing dan melatih profesional Guru. meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. pemantauan. dan memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa. TANGGUNGJAWAB DAN WEWENANG Pasal 7 Kewajiban Pengawas Sekolah dalam melaksanakan tugas adalah: a. dan seni. untuk sekolah luar biasa paling sedikit 5 satuan pendidikan dan/atau 40 (empat puluh) Guru. penilaian. teknologi. be ba n ke rja p en ga wa s se ko la h sebagaimana dimaksud pada ayat (2) paling sedikit 5 (lima) satuan pendidikan secara lintas tingkat satuan dan jenjang pendidikan.Pasal 6 (1) Beban kerja Pengawas Sekolah adalah 37. untuk sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah dan sekolah menengah atas/madrasah aliyah/sekolah menengah kejuruan/madrasah aliyah kejuruan paling sedikit 7 satuan p e n d id ik a n d a n / a t a u 4 0 (e m p a t p u lu h ) G u ru m a t a pelajaran/kelompok mata pelajaran. BAB III KEWAJI BAN. nilai agama dan etika. hukum. menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan. 0. dan d.

b. e. c. Pasal 11 Instansi pembina sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 wajib melakukan tugas pembinaan. yang antara lain meliputi: a. penyusunan petunjuk teknis pelaksanaan jabatan fungsional Pengawas Sekolah. BAB IV INSTANSI PEMBINA DAN TUGAS INSTANSI PEMBINA Pasal 10 Instansi pembina jabatan fungsional Pengawas Sekolah adalah Kementerian Pendidikan Nasional. f. sosialisasi jabatan fungsional Pengawas Sekolah serta petunjuk pelaksanaannya. pengembangan sistem informasi jabatan fungsional Pengawas Sekolah. d. b. fasilitasi pembentukan organisasi profesi dan penyusunan kode etik jabatan fungsional Pengawas Sekolah.Pasal 8 Pengawas Sekolah bertanggungjawab melaksanakan tugas pokok dan kewajiban sesuai dengan yang dibebankan kepadanya. penyusunan kurikulum pendidikan dan pelatihan fungsional/teknis fungsional Pengawas Sekolah. 0. menilai kinerja Guru dan kepala sekolah. menentukan dan/atau mengusulkan program pembinaan serta melakukan pembinaan. a. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan fungsional/teknis fungsional Pengawas Sekolah. penyusunan pedoman formasi jabatan fungsional Pengawas Sekolah penetapan standar kompetensi jabatan fungsional Pengawas Sekolah. pengusulan tunjangan jabatan fungsional Pengawas Sekolah. 0. fasilitasi pelaksanaan jabatan fungsional Pengawas Sekolah. 47 Lampiran 1 . Pasal 9 Pengawas Sekolah berwenang memilih dan menentukan metode kerja.

2. dan 3. d. 2. dan 5.evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan.membimbing dan melatih profesional Guru. 2. BAB V UNSUR DAN SUB UNSUR KEGIATAN Pasal 12 Unsur dan sub unsur kegiatan Pengawas Sekolah yang dinilai angka kreditnya adalah: a. b. 4. 3. Penunjang tugas Pengawas Sekolah. mengikuti diklat fungsional Pengawas Sekolah serta memperoleh STTPP.membuat karya inovatif.k. keanggotaan dalam organisasi profesi. c. mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan memperoleh gelar/ijazah. meliputi: 1. pendidikan dan pelatihan (diklat) fungsional calon Pengawas Sekolah dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP). Pengembangan profesi. meliputi: 1. l. meliputi: 1. Pendidikan. peran serta dalam seminar/lokakarya di bidang pendidikan formal/kepengawasan sekolah. keanggotaan dalam tim penilai angka kredit jabatan fungsional Pengawas Sekolah. melakukan koordinasi antara instansi pembina dengan instansi pengguna dalam pelaksanaan berbagai pedoman dan petunjuk teknis. Lampiran 1 48 . dan melakukan pemantauan dan evaluasi jabatan fungsional Pengawas Sekolah. dan 2. meliputi: 1. 3.menyusun karya tulis ilmiah.penyusunan program.pelaksanaan program.pelaksanaan tugas kepengawasan di daerah khusus. Pengawasan akademik dan manajerial.

49 Lampiran 1 . yaitu: a. 2. adalah jenjang pangkat dan jabatan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimiliki untuk masing-masing jenjang jabatan. b.Penata Tingkat I. yaitu: a. Pengawas Sekolah Muda: 1. dan 2.Penata. melaksanakan kegiatan pendukung pengawasan sekolah. golongan ruang IV/b. dan 2. c. mendapat penghargaan/tanda jasa. dan 6. 5. sesuai dengan jenjang jabatannya. (2) Jenjang pangkat Pengawas Sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pengawas Sekolah Muda. sampai dengan yang yang diampunya. golongan ruang IV/a. golongan ruang IV/c. (3) Jenjang pangkat untuk masing-masing jabatan fungsional Pengawas Sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (2). golongan ruang III/d. golongan ruang IV/e.Pembina Tingkat I. memperoleh gelar/ijazah yang tidak sesuai dengan bidang BAB VI JENJANG JABATAN DAN PANGKAT Pasal 13 (1) Jenjang jabatan fungsional Pengawas Sekolah dari yang terendah tertinggi.Pengawas Sekolah Utama.Pembina Utama Madya.4.Pembina Utama Muda. dan 3.Pembina.Pengawas Sekolah Madya. golongan ruang IV/d. Pengawas Sekolah Madya: 1. golongan ruang III/c. dan c. Pengawas Sekolah Utama: 1.Pembina Utama. (4) Penetapan jenjang jabatan fungsional Pengawas Sekolah ditetapkan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimiliki setelah ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit sehingga dimungkinkan pangkat dan jabatan tidak sesuai dengan pangkat dan jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2). b.

Lampiran 1 50 . melaksanakan evaluasi hasil pengawasan pada sekolah binaan. 4. standar proses. standar kompetensi lulusan. standar proses. pelaksanaan program 6. memantau pelaksanaan standar isi. menyusun program pengawasan. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan/atau kepala sekolah. menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional Guru di KKG/MGMP/MGP dan sejenisnya. 3. 7. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional Guru. Pengawas Sekolah Muda: 1. 2. dan 8. melaksanakan penilaian kinerja Guru. mengevaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional Guru. Pengawas Sekolah Madya sebagai berikut: 1. 2. melaksanakan pembinaan Guru dan/atau kepala sekolah. standar pendidik dan tenaga kependidikan. melaksanakan pembinaan Guru. melaksanakan evaluasi hasil pengawasan pada sekolah binaan. menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan/atau kepala sekolah di KKG/MGMP/MGP dan/atau KKKS/MKKS dan sejenisnya. 5. standar penilaian. 3. standar pengelolaan. 7. melaksanakan penilaian kinerja Guru dan/atau kepala sekolah. standar kompetensi lulusan. memantau pelaksanaan standar isi. 4. pelaksanaan program 6. menyusun program pengawasan.BAB VII RINCIAN KEGIATAN DAN UNSUR YANG DINILAI Pasal 14 Rincian kegiatan Pengawas Sekolah sesuai dengan jenjang jabatan. 5. standar sarana dan prasarana. b. standar pembiayaan dan standar penilaian pendidikan. sebagai berikut: a.

mengevaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan kepala sekolah. melaksanakan pembinaan Guru dan kepala sekolah. standar pembiayaan dan standar penilaian pendidikan.membimbing pengawas sekolah muda dalam melaksanakan tugas pokok. pengawasan dan evaluasi. re ncana kerja . melaksanakan penilaian kinerja Guru dan kepala sekolah. 2. pengawasan dan evaluasi. dan sistem informasi dan manajemen. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan kepala sekolah. memantau pelaksanaan standar isi. 3. 9.8. dan 12. dan 10. 11. 4. menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan kepala sekolah di KKG/MGMP/MGP dan/atau KKKS/MKKS dan sejenisnya. standar sarana dan prasarana. menyusun program pengawasan. 8. kepemimpinan sekolah. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan kepala sekolah dalam men yu sun p rogra m se kola h. mengevaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan tingkat kabupaten/kota atau provinsi. dan sistem informasi dan manajemen. kepemimpinan sekolah. standar pengelolaan. 10. melaksanakan evaluasi hasil pengawasan pada sekolah binaan. re ncana kerja . melaksanakan pembimbingan dan pelatihan kepala sekolah dalam men yu sun p rogra m se kola h. c. Pengawas Sekolah Utama sebagai berikut: 1. mengevaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan/atau kepala sekolah. standar proses. membimbing pengawas sekolah muda dan pengawas sekolah madya dalam melaksanakan tugas pokok. 7.melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan kepala sekolah dalam pelaksanaan penelitian tindakan. standar kompetensi lulusan. pelaksanaan program 6. standar pendidik dan tenaga kependidikan. 51 Lampiran 1 . 5. 9.

dan b. b.pengembangan profesi. (2) Unsur utama. (3) Unsur penunjang adalah kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas Pengawas Sekolah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 huruf d. Pengawas Sekolah dengan pendidikan Magister (S2) adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran III Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ini. Pasal 16 Pengawas Sekolah yang dijatuhi hukuman disiplin berat berupa pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah.pendidikan. Pasal 17 (1) Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap PNS untuk dapat diangkat dalam jabatan dan kenaikan jabatan/pangkat Pengawas Sekolah untuk: a. 0.unsur penunjang. dan ayat (3) adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran I Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ini. dan c. Pengawas Sekolah dengan pendidikan Doktor (S3) adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran IV Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ini. ayat (2). Pengawas Sekolah dengan pendidikan Sarjana (S1)/Diploma IV adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran II Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ini. terdiri atas: a. melaksanakan tugas pokok sesuai dengan jabatan baru yang didudukinya.Pasal 15 (1) Unsur kegiatan yang dinilai dalam memberikan angka kredit. terdiri atas: a.pengawasan akademik dan manajerial. b. (4) Rincian kegiatan dan angka kredit masing-masing kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Lampiran 1 52 .unsur utama.

maka pada tahun kedua wajib mengumpulkan paling kurang 20 % (dua puluh persen) angka kredit dari jumlah angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi yang berasal dari tugas pokok Pengawas Sekolah. golongan ruang IV/a yang akan naik pangkat menjadi Pembina Tingkat I. (3) Untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi dari Pengawas Sekolah Muda. pangkat Pembina Utama. dan b. paling rendah 80% (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama. Pasal 19 1) Pengawas Sekolah Muda. Pengawas Sekolah pada tahun pertama telah memenuhi atau melebihi angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat dalam masa pangkat yang didudukinya. pangkat Pembina. golongan ruang IV/a angka kredit kumulatif yang dipersyaratkan paling sedikit 8 (delapan) angka kredit harus berasal dari kegiatan pengembangan profesi. Pengawas Sekolah Madya. 2) 2) 3) 53 Lampiran 1 . pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang IV/e wajib melakukan kegiatan pengembangan profesi. pangkat Penata Tingkat I. paling tinggi 20% (dua persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang. golongan ruang III/c yang akan naik pangkat menjadi Pengawas Sekolah Muda. tidak termasuk unsur pendidikan. golongan ruang III/d yang akan naik jabatan/pangkat menjadi Pengawas Sekolah Madya. Pengawas Sekolah Muda.(2) Jumlah angka kredit kumulatif minimal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah: a. pangkat Penata. golongan ruang III/d angka kredit kumulatif yang dipersyaratkan paling sedikit 6 (enam) angka kredit harus berasal dari kegiatan pengembangan profesi. kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan jabatan/pangkat berikutnya. golongan ruang IV/b angka kredit kumulatif yang dipersyaratkan paling sedikit 10 (sepuluh) angka kredit harus berasal dari kegiatan pengembangan profesi. golongan ruang III/c sampai dengan Pengawas Sekolah Utama. pangkat Penata. pangkat Pembina. Pasal 18 1) Pengawas Sekolah yang memiliki angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi.

Pengawas Sekolah Madya. Lampiran 1 54 . golongan ruang IV/e setiap tahun sejak menduduki jenjang jabatan/pangkatnya wajib mengumpulkan paling kurang 25 (dua puluh lima) angka kredit yang berasal dari tugas pokok. (1) paling banyak 3 (2) Jumlah penulis pembantu sebagaimana dimaksud pada ayat (tiga) orang. b. pangkat Pembina Utama Madya. apabila terdiri dari 2 (dua) orang penulis maka pembagian angka kreditnya adalah 60% (enam puluh persen) untuk penulis utama dan 40% (empat puluh persen) untuk penulis pembantu. Pengawas Sekolah Utama. golongan ruang IV/e angka kredit kumulatif yang dipersyaratkan paling sedikit 16 (enam belas) angka kredit harus berasal dari kegiatan pengembangan profesi. c. golongan ruang IV/d angka kredit kumulatif yang dipersyaratkan paling sedikit 14 (empat belas) angka kredit harus berasal dari kegiatan pengembangan profesi. golongan ruang IV/b yang akan naik pangkat menjadi Pembina Utama Muda. apabila terdiri dari 4 (empat) orang penulis maka pembagian angka kreditnya adalah 40% (empat puluh persen) untuk penulis utama dan masing-masing 20% (dua puluh persen) untuk penulis pembantu. pangkat Pembina Utama Muda. Pasal 20 5) 6) Pengawas Sekolah Utama. pangkat Pembina Tingkat I. golongan ruang IV/d yang akan naik pangkat menjadi Pembina Utama. golongan ruang IV/c angka kredit kumulatif yang dipersyaratkan paling sedikit 12 (dua belas) angka kredit harus berasal dari kegiatan pengembangan profesi.4) Pengawas Sekolah Madya. Pasal 21 (1) Pengawas Sekolah yang secara bersama membuat karya tulis/ilmiah di bidang pendidikan/pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan diberikan angka kredit dengan ketentuan sebagai berikut: a. pangkat Pembina Utama Madya. pangkat Pembina Utama. golongan ruang IV/c yang akan naik jabatan/pangkat menjadi Pengawas Sekolah Utama. apabila terdiri dari 3 (tiga) orang penulis maka pembagian angka kreditnya adalah 50% (lima puluh persen) untuk penulis utama dan masing-masing 25% (dua puluh lima persen) untuk penulis pembantu.

adalah: a. golongan ruang III/c dan pangkat Penata Tingkat I. Penilaian dan penetapan angka kredit bagi Pengawas Sekolah yang akan dipertimbangkan untuk naik pangkat dilakukan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun yaitu 3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat PNS. Bupati/Walikota atau Kepala Dinas yang membidangi pendidikan bagi Pengawas Sekolah Muda.BAB VIII PEN ILAIAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT Pasal 22 1) 2) 3) Untuk kelancaran penilaian dan penetapan angka kredit setiap Pengawas Sekolah wajib mencatat dan menginventarisasi seluruh kegiatan yang dilakukan. golongan ruang IV/a di lingkungan Kementerian Agama. golongan ruang IV/a di lingkungan Kabupaten/Kota. d. pangkat Pembina. pangkat Pembina Tingkat I. pangkat Penata. golongan ruang III/c sampai dengan Pengawas Sekolah Madya. e. golongan ruang III/d di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama. pangkat Pembina. Penilaian dan penetapan angka kredit terhadap setiap kegiatan Pengawas Sekolah dilakukan paling sedikit 1 (satu) kali dalam setahun. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi bagi Pengawas Sekolah Muda. Menteri Pendidikan Nasional atau pejabat lain yang ditunjuk setingkat eselon I bagi Pengawas Sekolah Madya. pangkat Penata. golongan ruang IV/a di lingkungan Provinsi. c. b. golongan ruang III/c sampai dengan Pengawas Sekolah Madya. pangkat Pembina Utama. Gubernur atau Kepala Dinas yang membidangi pendidikan bagi Pengawas Sekolah Muda. Direktur Jenderal Kementerian Agama yang membidangi pendidikan bagi Pengawas Sekolah Madya. Pasal 23 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. pangkat Pembina. 55 Lampiran 1 . golongan ruang IV/e di lingkungan instansi pusat dan daerah. pangkat Penata. golongan ruang IV/b sampai dengan Pengawas Sekolah Utama.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Lampiran 1 56 . (2) Dalam menjalankan kewenangannya. d. Kementerian Agama. c. Tim penilai Kabupaten/Kota bagi Bupati/Walikota atau Kepala Dinas yang membidangi pendidikan yang selanjutnya disebut tim penilai Kabupaten/Kota. dan Badan Kepegawaian Negara. Tim penilai Provinsi bagi Gubernur atau Kepala Dinas yang membidangi pendidikan yang selanjutnya disebut tim penilai Provinsi. pangkat Penata. (3) Tim penilai pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a terdiri dari unsur Kementerian Pendidikan Nasional. dan pejabat fungsional Pengawas Sekolah. yang selanjutnya disebut tim penilai Instansi. Pasal 24 (1) Tim penilai angka kredit jabatan fungsional Pengawas Sekolah terdiri dari unsur teknis. pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1).f. b. Tim penilai Kantor Wilayah Kementerian Agama bagi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama yang selanjutnya tim penilai Kantor Wilayah. unsur kepegawaian. f. e. Tim penilai Kementerian Pendidikan Nasional atau pejabat lain yang ditunjuk setingkat eselon I bagi Menteri Pendidikan Nasional yang selanjutnya disebut tim penilai Pusat. Pimpinan instansi pusat atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Pengawas Sekolah Muda. golongan ruang III/c sampai dengan Pengawas Sekolah Madya. Tim penilai Direktorat Jenderal Kementerian Agama bagi Direktur Jenderal Kementerian Agama yang membidangi pendidikan yang selanjutnya disebut tim penilai Kementerian Agama. pangkat Pembina. dibantu oleh: a. Tim penilai Instansi Pusat di luar Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Agama bagi pimpinan instansi pusat atau pejabat lain yang ditunjuk. golongan ruang IV/a di lingkungan instansi pusat di luar Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Agama.

(4) Anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d. (3) Syarat anggota tim penilai adalah: a. penilaian angka kredit Pengawas Sekolah dapat dimintakan kepada tim penilai Kantor Wilayah terdekat atau tim penilai Kementerian Agama. Seorang Ketua merangkap anggota dari unsur teknis.(2) Susunan anggota tim penilai adalah sebagai berikut: a. menduduki jabatan/pangkat paling rendah sama dengan jabatan/pangkat Pengawas Sekolah yang dinilai. 3) 4) 57 Lampiran 1 . Seorang Sekretaris merangkap anggota dari unsur kepegawaian. Seorang Wakil Ketua merangkap anggota. b. Apabila tim penilai Provinsi belum dibentuk. Pasal 25 1) 2) Apabila tim penilai instansi belum dibentuk. c. Apabila tim penilai Kabupaten/Kota belum dibentuk. penilaian angka kredit Pengawas Sekolah dapat dimintakan kepada tim penilai Pusat. memiliki keahlian serta mampu untuk menilai prestasi kerja Pengawas Sekolah. Paling kurang 4 (empat) orang anggota. penilaian angka kredit Pengawas Sekolah dapat dimintakan kepada tim penilai Kabupaten/Kota lain terdekat atau tim penilai Provinsi yang bersangkutan atau tim penilai Pusat. paling kurang 1 (satu) orang dari unsur BKD Provinsi/ Kabupaten/Kota. (5) Anggota Tim Penilai Provinsi/Kabupaten/Kota pada ayat (2) huruf d. penilaian angka kredit Pengawas Sekolah dapat dimintakan kepada tim penilai Provinsi lain terdekat atau tim penilai Pusat. dan c. (6) Anggota tim penilai jabatan fungsional Pengawas Sekolah harus lulus pendidikan dan pelatihan calon tim penilai dan mendapat sertifikat dari Menteri Pendidikan Nasional. paling kurang 2 (dua) orang dari pejabat fungsional Pengawas Sekolah. dapat aktif melakukan penilaian. Apabila tim penilai Kantor Wilayah belum dibentuk. dan d. b.

Bupati/Walikota atau Kepala Dinas yang membidangi pendidikan. Bupati/Walikota atau Kepala Dinas yang membidangi pendidikan untuk tim penilai Kabupaten/Kota. pangkat Pembina Utama. pangkat Pembina Tingkat I. Lampiran 1 58 . e. Gubernur atau Kepala Dinas yang membidangi pendidikan. Direktur Jenderal Kementerian Agama yang membidangi pendidikan untuk tim penilai Kementerian Agama. Pasal 26 1) 2) 3) Masa jabatan anggota tim penilai adalah 3 (tiga) tahun dan dapat diangkat kembali untuk masa jabatan berikutnya. Pasal 28 Usul penetapan angka kredit Pengawas Sekolah diajukan oleh: a. Pimpinan Instansi Pusat di luar Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Agama atau pejabat lain yang ditunjuk kepada Menteri Pendidikan Nasional atau pejabat lain yang ditunjuk setingkat eselon I untuk angka kredit Pengawas Sekolah Madya. d.(5) Pembentukan dan susunan anggota tim penilai ditetapkan oleh: a. dapat diangkat kembali setelah melampui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. dan Pimpinan instansi pusat atau pejabat lain yang ditunjuk di luar Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Agama untuk tim penilai instansi. golongan ruang IV/b sampai dengan Pengawas Sekolah Utama. PNS yang telah menjadi anggota tim penilai dalam 2 (dua) masa jabatan berturut-turut. b. golongan ruang IV/e di lingkungan instansi pusat dan daerah. Pasal 27 Tata kerja tim penilai dan tata cara penilaian angka kredit jabatan fungsional Pengawas Sekolah ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional selaku Pimpinan Instasi Pembina jabatan fungsional Pengawas Sekolah. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi untuk tim pen ilai Kantor Wilayah. maka Ketua tim penilai dapat mengangkat anggota tim penilai pengganti. Sekretaris Jenderal Kementerian Agama. Gubernur atau Kepala Dinas yang membidangi pendidikan untuk tim penilai Provinsi. Dalam hal terdapat anggota tim penilai yang ikut dinilai. Menteri Pendidikan Nasional atau pejabat lain yang ditunjuk setingkat eselon I untuk tim penilai Pusat. c. f.

pangkat Pembina. Pejabat eselon III yang membidangi kepegawaian kepada pimpinan instansi pusat atau pejabat lain yang ditunjuk untuk angka kredit Pengawas Sekolah Muda. pangkat Pembina. pangkat Pembina. Pasal 29 1) Angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. pangkat Penata. 0. golongan ruang III/c sampai dengan Pengawas Sekolah Madya. pangkat Penata. golongan ruang IV/a di lingkungan Kabupaten/Kota. c. golongan ruang IV/a di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi. pangkat Penata. golongan ruang III/c dan pangkat Penata Tingkat I. Pejabat eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Gubernur atau Kepala Dinas yang membidangi pendidikan untuk angka kredit Pengawas Sekolah Muda. golongan ruang IV/a di lingkungan instansi pusat di luar Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Agama. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Agama untuk angka kredit Pengawas Sekolah Madya. d. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi untuk angka kredit Pengawas Sekolah Muda. pangkat Penata. golongan ruang IV/a di lingkungan Provinsi.b. tidak dapat diajukan keberatan oleh Pengawas Sekolah yang bersangkutan. 59 Lampiran 1 . digunakan untuk mempertimbangkan kenaikan jabatan/pangkat Pengawas Sekolah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. golongan ruang III/c sampai dengan Pengawas Sekolah Madya. e. Pejabat eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Bupati/Walikota atau Kepala Dinas yang membidangi pendidikan untuk angka kredit Pengawas Sekolah Muda. golongan ruang III/c sampai dengan Pengawas Sekolah Madya. pangkat Pembina. golongan ruang III/d di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota. 2) Keputusan pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit.

memiliki keterampilan dan keahlian yang sesuai dengan bidang pengawasan. (2) Untuk menentukan angka kredit dan jenjang jabatan fungsional Pengawas Sekolah digunakan angka kredit yang berasal dari angka kredit jabatan fungsional Guru. c. Lampiran 1 60 . d. telah mengikuti pendidikan dan pelatihan fungsional calon Pengawas Sekolah dan memperoleh STTPP. f. masih berstatus sebagai Guru dan memiliki sertifikat pendidik dengan pengalaman mengajar paling sedikit 8 (delapan) tahun atau Guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah paling sedikit 4 (empat) tahun sesuai dengan satuan pendidikannya masing-masing. b. setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) paling rendah bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir.BAB IX PENGANGKATAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS SEKOLAH Pasal 30 Pejabat yang berwenang mengangkat Guru PNS dalam jabatan fungsional Pengawas Sekolah adalah pejabat yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. lulus seleksi calon Pengawas Sekolah. Pasal 31 (1) PNS yang diangkat dalam jabatan Pengawas Sekolah harus memenuhi syarat sebagai berikut: a. usia paling tinggi 55 (lima puluh lima) tahun. dan h. e. golongan ruang III/c. berijazah paling rendah Sarjana (S1)/Diploma IV bidang Pendidikan. memiliki pangkat paling rendah Penata. g.

DAN PEMBERHENTIAN DALAM DAN DARI JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS SEKOLAH Pasal 33 Pejabat yang berwenang membebaskan sementara. Pengangkatan PNS Pusat dalam jabatan fungsional Pengawas Sekolah dilaksanakan sesuai dengan formasi jabatan fungsional Pengawas Sekolah yang ditetapkan oleh Menteri yang bertanggungjawab di bidang pendayagunaan aparatur negara setelah mendapat pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara. jumlah seluruh satuan pendidikan di provinsi/kabupaten/kota dibagi jumlah sasaran pengawasan. Guru yang dibina. dan memberhentikan PNS dalam dan dari jabatan fungsional Pengawas Sekolah adalah pejabat yang berwenang sesuai peraturan perundang-undangan. berdasarkan beban kerja Pengawas Sekolah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2) diatur sebagai berikut: a. mengangkat kembali. Pengangkatan PNS Daerah dalam jabatan fungsional Pengawas Sekolah dilaksanakan sesuai formasi jabatan fungsional Pengawas Sekolah yang ditetapkan oleh Kepala Daerah masing-masing setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggungjawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan berdasarkan pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara. (2) Formasi jabatan fungsional Pengawas Sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pengangkatan PNS dalam jabatan fungsional Pengawas Sekolah dilaksanakan sesuai formasi jabatan fungsional Pengawas Sekolah dengan ketentuan sebagai berikut: a. jumlah seluruh Guru di provinsi/kabupaten/kota dibagi sasaran BAB XI PEMBEBASAN SEMENTARA. b.BAB X FORMASI JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS SEKOLAH Pasal 32 (1) Di samping persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. 61 Lampiran 1 . PENGANGKATAN KEMBALI. atau b.

Pengawas Sekolah yang dibebaskan sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (3) huruf a dapat diangkat kembali dalam jabatan fungsional Pengawas Sekolah paling kurang 1 (satu) tahun setelah pembebasan sementara. pangkat Pembina Utama. dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan paling kurang 25 (dua puluh lima) angka kredit dari kegiatan tugas pokok.Bagian Pertama Pembebasan Sementara Pasal 34 1) Pengawas Sekolah Muda. 2) 3) 0) Lampiran 1 62 . pangkat Penata. c. golongan ruang III/c sampai dengan Pengawas Sekolah Utama. d. dan e. melaksanakan tugas belajar selama 6 bulan atau lebih. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun atau pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah. b. diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. golongan ruang IV/d dibebaskan sementara dari jabatannya apabila dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak menduduki jenjang jabatan/pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. pangkat Pembina Utama Madya. golongan ruang IV/e. Pengawas Sekolah Utama. menjalani cuti di luar tanggungan negara. Di samping pembebasan sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2). diangkat kembali dalam jabatan fungsional Pengawas Sekolah. Pengawas Sekolah dibebaskan sementara dari jabatannya apabila: a. Bagian Kedua Pengangkatan Kembali Pasal 35 1) Pengawas Sekolah yang telah selesai menjalani pembebasan sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (1) dan ayat (2) apabila telah mengumpulkan angka kredit yang ditentukan. ditugaskan secara penuh di luar jabatan Pengawas Sekolah.

Pengawas Sekolah yang dibebaskan sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (3) huruf c. Bagian Ketiga Pemberhentian Pasal 36 4) 5) 6) Pengawas Sekolah diberhentikan dari jabatannya apabila: a. ayat (3).3) Pengawas Sekolah yang dibebaskan sementara sebagaimana dimaksud dalam pasal 34 ayat (3) huruf b. BAB XII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 37 Prestasi kerja yang telah dilakukan Pengawas Sekolah sampai dengan ditetapkannya petunjuk pelaksanaan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ini. dinilai berdasarkan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 91/KEP/M. dan dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (1) dan ayat (2) tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan. dan ayat (4) dengan menggunakan angka kredit terakhir yang dimiliki dan dapat ditambah angka kredit dari tugas pokok Pengawas Sekolah yang diperoleh selama pembebasan sementara. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun atau pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah. ayat (2). dapat diangkat kembali dalam jabatan fungsional Pengawas Sekolah apabila berusia paling tinggi 55 (lima puluh lima) tahun. dapat diangkat kembali dalam jabatan fungsional Pengawas Sekolah apabila berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana percobaan. Pengangkatan kembali dalam jabatan Pengawas Sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pengawas Sekolah yang telah selesai menjalani pembebasan sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (3) huruf d dan e dapat diangkat kembali dalam jabatan fungsional Pengawas Sekolah. 0. 63 Lampiran 1 .PAN/10/2001.

Pen ga wa s Sekolah yan g be rija za h Diploma II I ada lah sebagaimana tersebut dalam Lampiran VII Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ini. golongan ruang III/d atau pangkat terakhir yang dimiliki wajib mengumpulkan paling sedikit 15 (lima belas) angka kredit dari kegiatan tugas pokok. Pengawas Sekolah yang berijazah Diploma II adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran VI Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ini. Pengawas Sekolah yang masih memiliki pangkat Penata Muda. 0. golongan ruang III/b melaksanakan tugas sebagai Pengawas Sekolah Muda dan jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi untuk kenaikan pangkat Pengawas Sekolah. Pasal 39 1) Pengawas Sekolah yang belum memiliki ijazah S1/DIV pada saat berlakunya Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ini diwajibkan untuk memperoleh ijazah S1/DIV di bidang pendidikan. setiap tahun sejak menduduki pangkat Penata Tingkat I. 2) Pengawas Sekolah yang belum memiliki ijazah Sarjana (S1)/Diploma IV sebagaimana dimaksud pada ayat (1). golongan ruang III/a dan pangkat Penata Muda Tingkat I. yaitu: a. Lampiran 1 64 . golongan ruang III/d atau pangkat terakhir yang dimiliki pada saat Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ini ditetapkan. Pasal 40 Pengawas Sekolah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. kenaikan pangkatnya paling tinggi Penata Tingkat I. Pengawas Sekolah yang berijazah SLTA/Diploma I adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran V Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ini. b.Pasal 38 Pada saat Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ini ditetapkan.

MANGINDAAN 65 Lampiran 1 .BAB XIII KETENTUAN PENUTUP Pasal 41 Ketentuan pelaksanaan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ini diatur lebih lanjut oleh Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara. ttd E.E. Keputusan Menteri N e g a r a P e n d a y a g u n a a n A p a r a t u r N e g a r a N o m o r 91 /KEP/M. Pasal 42 Dengan berlakunya Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ini. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 30 Desember 2010 MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI. Pasal 43 Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.PAN/1 0/2001 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya dinyatakan tidak berlaku.

Lampiran 1 66 .

67 Lampiran 1 .

Lampiran 1 68 .

69 Lampiran 1 .

Lampiran 1 70 .

71 Lampiran 1 .

Lampiran 1 72 .

73 Lampiran 1 .

Lampiran 1 74 .

75 Lampiran 1 .

Lampiran 1 76 .

MEMILIKI DISIPLIN YANG TINGGI DALAM MELAKSANAKAN TUGAS PROFESI SEBAGAI PENGAWAS SEKOLAH 7. SIGAP DAN TERAMPIL UNTUK MENAGGAPI DAN MEMBANTU MEMECAHKAN MASALAH-MASALAH YANG DIHADAPI APARAT BINAANNYA 9. BEKERJA DENGAN PENUH RASA TANGGUNG JAWAB DALAM TUGASNYA SEBAGAI PENGAWAS SEKOLAH 5. SENANTIASA BERLANDASKAN IMAN DAN TAQWA. DALAM MELAKSANAKAN TUGAS.Lampiran 2 LAM PIRAN 2 KODE ETIK PENGAWAS SEKOLAH 1. MERASA BANGGA MENGEM BAN TUGAS SEBAGAI PENGAWAS SEKOLAH 3. MAMPU MENAMPILKAN KEBERADAANNYA SEBAGAI APARAT DAN TOKOH YANG DITELADANI 8. MENJAGA CITRA DAN NAMA BAIK SELAKU PEMBINA DALAM MELAKSANAKAN TUGAS SEBAGAI PENGAWAS SEKOLAH 6. SERTA MENGIKUTI PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI 2. MEMILIKI RASA KESETIAKAWANAN SOSIAL YANG TINGGI. BAIK TERHADAP APARAT BINAAN MAUPUN TERHADAP SESAMA PENGAWAS SEKOLAH . MEMILIKI PENGABDIAN YANG TINGGI DALAM MENEKUNI TUGAS SEBAGAI PENGAWAS SEKOLAH 4.

Lampiran 3 78 .

Lampiran 4 .

Lampiran 4 .

Lampiran 4 .

Lampiran 4 .

Lampiran 4 .

Lampiran 4 .

Lampiran 4 .

Lampiran 4 .

Lampiran 4 .

Lampiran 5 88 .

Lampiran 5 89 .

Lampiran 5 90 .

Lampiran 5 91 .

Lampiran 5 92 .

Lampiran 5 .

Lampiran 6 94 .

Lampiran 6 95 .

Membimbing guru dalam melaksanakan PTK Lampiran 6 96 .

97 Lampiran 6 .

Lampiran 6 98 .

Pertemuan Inti (4 x 60 menit) Kepala Sekolah membuka acara dan menjelaskan tujuan IHT (15 menit) Pengawas sekolah melakukan refleksi/reviu/evaluasi hasil kinerja guru (15 menit) Pengawas sekolah melakukan diskusi tentang skenario merevisi/membuat silabus dan RPP melalui MGMP sekolah (15 menit) - - - Pengawas refleksi implementasi standar nasional pendidikan (15 menit) Guru berkelompok berdasarkan MGMP untuk melakukan Focused Group Discussion. Focused Group Discussion.. Tempat : SMA . Refleksi. E. 25 Agustus 2009.00 F. CONTOH RKA NARATIF SUPERVISI AKADEMIK RENCANA KEPENGAWASAN A. tentang revisi/membuat silabus dan RPP sesuai rambu-rambu ( 75 menit) 99 Lampiran 6 . Skenario Kegiatan : 1. (15 orang guru) Strategi/Metode Kerja /Teknik Supervisi : IHT. Pertemuan Awal (dilakukan 1 minggu sebelumnya : 60 menit) : Menanyakan informasi perkembangan terakhir tentang program tahunan sekolah Menyampaikan hasil kinerja guru /reviu kinerja yang telah dilakukan pengawas Menyepakati agenda/skenario pertemuan inti untuk pembinaan 2. B.00 – 15. metode Delphi. dan RPP) sesuai rambu-rambu Tujuan : Memberikan bimbingan/arahan/contoh merevisi / membuat KTSP dokumen 2 (Silabus dan RPP) melalui MGMP sekolah Indikator : Guru-guru memiliki KTSP dokumen 2 (Silabus dan RPP) sesuai rambu-rambu Waktu : Selasa. Pukul 09. G. D.. Aspek/Masalah : Pembinaan penyusunan KTSP dokumen 2 (Silabus. Panel Discussion C.3.

Pertemuan Akhir (60 menit) Refleksi dari kegiatan IHT Penguatan dan pemberian motivasi kepada guru pemanfaatan silabus dan RPP Menyepakati agenda berikutnya untuk melihat tindak lanjut dari program - H.- Panel Discussion hasil revisi/membuat silabus dan RPP setiap MGMP (75 menit)Pengawas mengadakan konfirmasi/penguatan tentang silabus dan RPP hasil karya MGMP (30 men it) (Apakah silabus dan RPP sudah sesuai rambu-rambu? Apa yang akan bapak/ibu lakukan setelah membuat Silabus dan RPP ? ) 3. Model pembelajaran yang efektif LCD Komputer - 0. Penilaian dan Instrumen Penilaian : produck hasil revisi/membuat silabus dan RPP Instrumen : Format evaluasi silabus dan RPP A. Sumber daya yang diperlukan : dan KD mata pelajaran SKL - - SK - Standar proses. Standar Penilaian. Rencana Tindak Lanjut Implementasi silabus dan RPP di sekolah (selama sebulan dilakukan pemantauan) : Mengetahui Korwas/Kepala Dinas Pendidikan Pengawas Sekolah Lampiran 6 100 .

.30 WI B Tempat : SMA . Pukul 13. F.. Skenario Kegiatan : - B. 10 Feb 2009. 1. (Pengawas membagi kelompok - - - berdasarkan kata kunci pada visi) Masing-masing kelompok mengkaji keterkaitan misi. indikator dan tujuan serta analisis swot (20 menit) Peserta bekerja dalam kelompok. (jumlah guru 15 org. ( 20 men it) Masing-masing kelompok memaparkan hasil kajiannya (20 menit) Masing –masing kelompok melakukan analisis swot berdasarkan aspek analisis swot (30 menit) Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kajiannya (20 menit) - 101 Lampiran 6 . D. Refleksi. jumlah siswa 60 org) Strategi/Metode kerja /Teknik Supervisi : metode Delphi. G. CONTOH RKM NARATIF RENCANA KEPENGAWASAN SUPERVISI MANAJERIAL A. C. Aspek/Masalah : Pembinaan Pengelolaan Sekolah tentang Program Jangka Menengah/Renstra Tujuan : Memberikan bimbingan dalam penyusunan program jangka menengah/Renstra Indikator : Memiliki program jangka menengah yang benar dan tuntas Waktu Pelaksanaan Pembinaan : Selasa.Pertemuan Awal (20 menit): Menanyakan informasi perkembangan terakhir sekolah Menyampaikan hasil reviu renstra yang telah dilakukan pengawas Menyepakati agenda/skenario pertemuan inti untuk pembinaan 2.guru dan komite sekolah / yayasan. E. misi.4.00 – 16. Focused Group Discussion dalam rapat guru . indikator dan tujuan yang ada dengan kata kunci visi sekolah sekaligus merevisinya..Pertemuan Inti (150 menit) - - - Kepala Sekolah membuka acara dan menjelaskan tujuan pertemuan (15 menit) Pengawas memberikan arahan tentang pentingnya keterkaitan - antara visi.

Pertemuan Akhir (10 menit) Penguatan dan pemberian motivasi pengawas kepada kepala sekolah. dll 3. Sumber daya yang diperlukan sekolah - :- Profil - Renstra sekolah LCD - I. guru-guru dan komite sekolah/yayasan Menyepakati agenda berikutnya untuk melihat tindak lanjut dari program jangka menengah ke program tahunan dan KTSP serta perkembangan dan kemajuan yang dicapai sekolah - H.- Pengawas mengadakan konfirmasi/penguatan dan refleksi sebagai penutup (25 menit) (Apakah manfaat yang bapak/ibu rasakan setelah mengkaji keterkaitan antara visi. selama sebulan dilakukan pemantauan : Mengetahui Korwas/Kepala Dinas Pendidikan Pengawas Sekolah Lampiran 6 102 . misi. indikator dan tujuan? Kira-kira apa yang akan bapak/ibu lakukan setelah mengkaji dan merevisi renstra ?). Rencana Tindak Lanjut Implementasi dan tindak lanjut Renstra . Komputer Penilaian dan Instrumen Penilaian : produck renstra Instru men: Format observasi doku men renstra J.

Lampiran 7 .

Lampiran 7 .

DST. CONTOH FORMAT PEMANTAUAN DELAPAN SNP DAN CONTOH INSTRUMEN SUPERVISI NYA PROGRAM PEMANTAUAN No PROGRAM 1 PEMANTAU AN 8 MATERI PEMANTAUAN 1.STANDAR PROSES 3.SKL TARGET YANG DIHARAPKAN KETERANGAN SNP 4. . STANDAR ISI 2.Lampiran 8 LAMPIRAN 8.

..... : .Lampiran 8 INSTRUMEN SUPERVISI 8 STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN STANDAR ISI DAN STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN Nama Sekolah Nama Kepala Sekolah Alamat Sekolah/Kota : ..... : ... dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik...tuntuan pembangunan daerah dan nasional e... No Aspek Kepemilik an Dokumen No 1.Kondisi sosial .Kes etara an jend er l.....peningkatan potensi..Keragaman potensi dan karakterisitik daerah dan lingkungan ..persatuan nasional dan nilai kebangsaan d. membentuk tim KTSP disertai uraian tugas masi ng-masi ng b....Tuntutan dunia kerja k......... f...Perkembangan ilmu pengetahuan............ g.Dinamika perekembangan global 2.kecerdasan....... menyusun program dan jadwal kerja tim penyusun .. agama b...Karakteristik satuan pendidikan Proses Penyusunan Dokumen: a...peningkatan iman dan taqwa serta ahlak mulia c....budaya masyarakat setempat j.. teknologi dan seni h.. i........ Indikator dan Sub Indikator Skor 0 1 2 3 4 Dokumen KTSP berlaku dengan disahkan Kepala Sekolah dengan pertimbangan Komite dan diketahui Dinas Pendidikan Propinsi/Ka budengan KTSP disusun paten/Kota memperhatikan acuan operasional yang terdiri atas: a... 1 3...

mengkaji substansi SK/KD pada standar isi c.Kegiatan pengembangan diri d.Ketuntasan belajar dengan dilengkapi dgn rencana pencapaian ketuntasan ideal. Kalender pendidikan 4.Lampiran 8 No Aspek No 4. 4.Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global 4.3 .4 .Ketuntasan belajar dengan mempertimbangka n PD f. yang didukung suasana belajar dan suasana sekolah yang kondusif.Kriteria kelulusan diatas rata-rata standar nasional Kriteria penjurusan dengan mempertimbangkan bakat dan minat. Guru mampu menerapkan berbagai model pembelajaran untuk mencapai kompetensi No Aspek No Skor 0 1 2 3 4 .Pendidikan kecakapan hidup j.1. Guru mampu merancang berbagai model pembelajaran untuk mencapai kompetensi tertentu. Indikator dan Sub Indikator Skor 0 1 2 3 4 4. kemampuan peserta didik.2. Visi. Misi dan Tujuan Satuan Pendidikan dan Strategi yang mencerminkan upaya untuk meningkatkan kualitas peserta didik.melakukan pemetaan standar isi untuk analisi SK/KD Indikator dan Sub Indikator h.Mata pelajaran dan alokasi waktu b. g.Ketentuan mutasi peserta didik i. Struktur dan Muatan KTSP mencakup: a.disusun /dikembngkan secara mandiri b. Penyusunan pengembangan silabus a.Program muatan lokal c. i.Pengaturan beban belajar e. h.

b.....85 % Baik 55 ... Program Kegiatan peningkatan mutu lulusan Pendidikan Kewargaan Negara dan Kepribadian yang minimal diikuti 90 % jumlah siswa.100 % Baik Sekali 71 . Program Kegiatan peningkatan mutu lulusan Mata Pelajaran Ahlak Mulia yang minimal diikuti 90 % jumlah siswa.70 % Cukup >55 % Kurang Pengawas Pembina .....Lampiran 8 4.. Ada program peningkatan mutu lulusan untuk : a...... Nilai : Jumlah Skor x 100 % Skor Maximum Keterangan : Skor 86 .. Program Kegiatan peningkatan mutu lulusan mata pelajaran IPTEK yang minimal diikuti 90 % jumlah siswa...5.. KRITERIA : .....NILAI : ............................... c.. Jumlah Skor : ... Program kegiatan peningkatan mutu lulusan mata pelajaran seni budaya dan estetika yang minimal diikuti oleh 90 % jumlah siswa..... d...........

...... : .. 3.kurangnya memuat Tujuan... Penugasan Terstrukur dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur )..... 2. Menerapkan 4 persyaratan yaitu : Perencanaan.... Pelaksanaan . metode .... CD inter aktif dan computer based... Penyusunan RPP sudah menggunakan prinsip perbedaan individu peserta didik dan menerapkan TI dan Komunikasi........... Proses Pembelaja ran 6. lks. PT dan KMTT eksplorasi...multimedia. dll) Ada pengembangan bahan ajar dalam bentuk Audio.. 8. Ada pengembangan bahan ajar dalam bentuk berbasis TIK.. 7....... 5. Substansi RPP sekurang...... Perangkat Pembelaja ran 1..... materi.... 2... Skor 0 1 2 3 4 1. No Indikator dan Sub Indikator Ada rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dikembangkan dari silabus oleh setiap guru yang sesuai dengan standar proses....Visual dan Audio Visual.. ...kegiatan pembelajaran(tatap muka...Penilaian dan Tindak Lanjut... : .......... sumber belajar dan penilaian hasil belajar( Tes .. Ada pengembangan bahan ajar dalam bentuk cetakan(modiul... 4.. hand out..elaborasi dan konfirmasi).Lampiran 8 INSTRUMEN SUPERVISI 8 STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN STANDAR PROSES Nama Sekolah Nama Kepala Sekolah Alamat Sekolah/Kota No Aspek : ...

Lampiran 8 No Aspek No Indikator dan Sub Indikator Skor 0 1 2 3 4 9. Pindah ruang kelas (moving kelas ). PT dan KMTT. Ada program remedial sepanjang semester. Guru menyediakan jadwal untuk konsultasi mata pelajaran. memotivasi peserta didik untuk aktif. 15. rasio buku. Proses pembelajaran mendorong prakarsa kreatifitas dan kemandirian sesuai dengan bakat. 16. inspiratif. menyenangkan . elaborasi dan konfirmasi ) dan Penutup. 19. 10. Menggunakan pembelajaran berbasis TIK Diselenggarakan secara interaktif. Ada penasehat akademik yang dapat mendeteksi potensi peserta didik. Dilakukan guru melalui langkahlangkah pembelajaran yang meliputi Pembukaan. Setiap pembelajaran dikembangkan dengan budaya membaca dan menulis. Pelaksanaan proses pembelajaran mempertimbangkan jumlah maximal peserta didik perkelas. 11. dan beban mengajar maximal perpendidik. Tersusunnya jadwal pemanfaatan kegiatan laboratorium. minat dan perkembangan pisik serta psikologis peserta didik. 20. 18. 12. sehingga diperlukan kelas mata pelajaran. menantang. No Aspek No Indikator dan Sub Indikator Skor 0 1 2 3 4 . 13. 17. 14. Kegiatan inti (eksplorasi . rasio jumlah peserta didik perpendidik. Ada Kegiatan Tatap Muka .

...70 % Cukup >55 % Kurang Pengawas Pembina ....... supervisi................. Nilai : Jumlah Skor x 100 % Skor Maximum Keterangan : Skor 86 ..100 % Baik Sekali 71 ...... Jumlah Skor : ..Lampiran 8 21................ dan pelaporan dan pengambilan langkah tindak lanjut yang diperl u ka n..... Proses pembelajaran dilakukan secara terprogram dan intensif melalui pemantauan.NILAI : ............ 22..85 % Baik 55 ...... Setiap pendidik menerapkan aspek keteladanan dalam setiap proses pembelajaran. KRITERIA : .... evaluasi..

..... Adanya doku men laporaan hasil belajar siswa..Lampiran 8 INSTRUMEN SUPERVISI 8 STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN STANDAR PENILAIAN Nama Sekolah Nama Kepala Sekolah Alamat Sekolah/Kota No Aspek : . dapat berupa tes tertulis. 4. Adanya perangkat penilaian berupa format penilaian.. Adanya bahan ujian/ulangan (berupa kumpulan soal )...ulanagan tengah semester. Penilaiaan dilakukaan sepenjang semester..tes praktek dan penugasan terstruktur atau kegiatan mandiri tidak Setiap guru mata pelajaran melakukan penilaian ahlak mulia dan kepribadian minimal satu kali dalam satu semester... 9. Teknik penilaian sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa... ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas.. Penerbitan sertifikat kelulusan pada mata pelajaran dilakukan melalui ujian nasional dan ujian sekolah... Adanya hasil analisis terhadap perangkat penilaian. : .. 3.. : .. Seluruh pendidik telah melakukan hasil belajar untuk memantau proses .. jadwal pelaksanaan penilaian dan remedial Adanya rancangan jadwal pelaksanaan penilaian dan program pengayaan.. No Indikator dan Sub Indikator Skor 0 1 2 3 4 1 Perang kat penilai 1.... Hasil penilai an 10.. .. 11. observasi(pengamatan )......... 2.. 8....kemajuan dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian.. 7..... Setiap guru mata pelajaran melakukan penilaian pengamatan mata pelajaran iptek minimal satu kali salam satu semester.. Adanya rancangan.... 3....... 12........ 2 Pelaksan aan penilaian 6.. 5........

.....NILAI : ...... Prosentase kelulusan UN> 90 % untuk tiga tahun terakhir........... 15..................00.......100 % Baik Sekali 71 ....... Peserta didik minimal mencapai batas KKM. Rata-rata nilai UN tiga tahun terakhir minimum 7... 14......Lampiran 8 No Aspek No Indikator dan Sub Indikator Skor 0 1 2 3 4 13...70 % Cukup >55 % Kurang Pengawas Pembina ... KRITERIA : ... Nilai : Jumlah Skor x 100 % Skor Maximum Keterangan : Skor 86 ......85 % Baik 55 ... Jumlah Skor : ....

Lampiran 8 SUPERVISI ADMINISTRASI PERENCANAAN PEMBELAJARAN (Berdasarkan Standar Proses ) Nama Sekolah Nama Guru Pangkat Golongan Mata Pelajaran Sertifikasi No Pembelajaran 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Program Tahunan Program Semester Silabus RPP Kalender Pendidikan Jadwal Tatap Muka Agenda Harian Daftar Nilai KKM Absensi Siswa Jumlah Skor Keteranga n: Skor Perolehan X 100% Nilai Akhir Skor maximal = Ketercapai 86 % .100 =Baik Sekali an: % 70% .69 = Cukup % Dibawah =Kurang 55% TIN DAK LANJUT: : : : : : kondisi ya tidak Skor 4 3 Nilai 2 1 Keterangan Kesesuaian 4= Baik Sekali 3= Jumlah Jam Tatap Muka: Komponen Administrasi NILAI AKHIR Pengawas Guru Mata Pelajaran .85 = Baik % 55% .

Kesi m pu lan: Guru. 20. . 5. 7.. ASPEK PRA SUPERVISI Masalah yang dihadapi guru Masalah yang dihadapi siswa Kompetensi yang ingin dicapai siswa Materi pokok pembelajaran Tujuan Pembelajaran Langkah-langkah pembelajaran Media yang akan digunakan Sistem Penilaian yang akan digunakan Tindak lanjut CATATAN 2. 4. 1. 3. . 9. NIP . Pengawas Sekolah.Lampiran 8 FORMAT PRA OBSERVASI SUPERVISI KLIN IS Nama Sekolah : : : : : : : : NO . 6. 8.

. dan atau yang lainnya) . . motivasi. No A Aspek Guru Kegiatan Pendahuluan Mengkondisikan siswa (apersepsi. .Menyampaikan Kegiatan Inti (Bagaimana siswa belajar) Aktivitas Siswa Keteranga n B .Lampiran 8 FORMAT OBSERVASI PROSES PEMBELAJARAN SISWA (SUPERVISI KLINIS) Nama Sekolah : : : : : : : : Dokumen/Alat Peraga/Media yang digunakan oleh guru : .

..... ..... ......................................Lampiran 8 No C Aspek Guru Kegiatan... Kepala Sekolah ... Penutup •Refleksi •Membuat Aktivitas Siswa Keteranga n rangkuman /kesimpulan •Post tes •MenentukanTi ndak la njut Kesimpulan : Mengetahui Guru Mata Pelajaran ........... Pengawas Sekolah ............

Lampiran 8 FORMAT POST SUPERVISI KLINIS Nama Sekolah : : : : : : : : NO TEMUAN REKOMENDASI/BALIKA N KETERANGAN 1.Siswa: 3. Pelaksanaan Pembelajaran: a. Persiapan Pembelajaran: 2. Lainnya: .Guru: b.

2 NI P.Lampiran 8 Kesi m pu lan: Guru . Pengawas Sekolah. . NI P.

Melakukan Apersepsi c. dalam berbagai kegiatan 5.Menyiapkan peserta didik b. Melibatkan siswa dalam mencari informasi dan belajar dari aneka sumber dgn menerapkan prinsip jadi 2.Lampiran 8 SUPERVISI KEG IATAN PEMBELAJARAN (Sesuai Dengan Standar Proses ) Nama Sekolah Nama Guru Pangkat Golongan Mata Pelajaran Sertifikasi No 1 : : : : : Jumlah Jam Tatap Muka: Kondisi Skor Nilai ya Tidak 4 3 2 1 Keterang an 4= Baik Sekali 3= Sub Komponen dan Butir komponen Kegiatan Pendahuluan a. Memfasilitasi terjadinya interaksi antar siswa serta antar siswa dengan guru. ELABORASI 1. 3.Membiasakan siswa membaca dan menulis yang beragam 2 .Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus/kesiapan e. lingkungan dan sumber 4.studio atau lapangan B. alam takambang beragam Menggunakan pendekatan pembelajaran.Menjelaskan KD dan tujuan yang ingin dicapai d. EKSPLORASI 1. pembelajaransiswa Memfasilitasi melakukan percobaan di laboratorium.Penampilan gurubahan ajar Kegiatan Inti Pembelajaran A. belajar lain siswa secara aktif Melibatkan nya. Media pembelajaran dan sumber belajar lainnya.

yang telah di la ku ka n Berfungsi sebagai nara sumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan siswa yang Keteranga n No Kondisi Skor Nilai ya Tidak 4 3 2 1 . KONFIRMASI 1. Memfasilitasi siswa melakukan pa mera n. Memfasilitasi siswa melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar 4.4. maupun 2. Memberikan konfirmasi terhadap hasil eskplorasi dan elaborasi siswa melalui 3.Memfasilitasi siswa untuk menyajikan hasilkerja secara individual maupun kelompok. menganalisis. tulisan.festiva l serta produk yang siswa 9.tu rna men. 7. isyarat. Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan.3. Memfasilitasi dihasilkan melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri siswa C.menyelesaikan masalah dan bertindak tanpa 4. diskusi dan lainlain untuk memunculkan 3. berbagai sumber.Memberi kesempatan untuk berfikir.7. 8.Lampiran 8 Sub Komponen dan Butir komponen 2.Memfasilitasi siswa melalui pemberian tugas. boratif. Memfasilitasi siswa berkompetensi secara sehat untuk meninhgkatkan prestasi belajar 6. Memfasilitasi siswa membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis secara individual atau kelompok.Memfasilitasi siswa dalam pembelajaran kooperatif dan kola 5.

100 =Baik Sekali an: % 70% .Memberi tugas (PT) dan kegiatan mandiri tidak terstruktur(KMTT) e.85 = Baik % 55% .Membuat rangkuman/simpulan b. c. Membantu menyelesaikan masalah siswa dalam melakukan pengecekan hasil 6.Melakukan penilaian dan /atau refleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan.69 = Cukup % Dibawah =Kurang 55% TIN DAK LANJUT: NILAI AKHIR Pengawas Guru Mata Pelajaran .Memberikan umpan balik terhadap proses hasil pembelajaran terstruktur d.Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya Kondisi Skor Nilai ya Tidak 4 3 2 1 Keteranga n 3 JUMLAH SKOR Keteranga n: Skor Perolehan X 100% Nilai Akhir Skor maximal = Ketercapai 86 % . eksplorasi Memberikan motivasi kepada siswa yang kurang aktif dan memberikan informasi untuk bereksplorasi lebih ja u h.Lampiran 8 N o Sub Komponen dan Butir komponen 5. Penutup a.

Audio f. Bimbingan Klasikal f. Kegiatan/ Komponen 4 PROGRAM 1 Program tahunan. C. Konseli ng AKTIFITAS PELAYANAN BIMBINGAN & 1 PEMAHAMAN a. semester. Sosiometri b. Referal PELAYANAN TIDAK LANGSUNG a. Papan Bimbingan b. Konseling Kelompok c. Kotak Masalah c. buku saku) 2 3 D. Agenda Kerja Konselor dan jadwal kegiatan konselor KEG IATAN PELAYANAN 1 2 Daftar Konseling Data Kebutuhan danPermasalahan Skor 3 2 1 Ket. Konferensi Kasus PELAYANAN LANGSUNG a.Lampiran 8 SUPERVISI BIMBINGAN DAN KONSELING 1 Nama Sekolah : 2 Alamat 3 Hari/tanggal : : Konselor yang disupervisi : N o A. PELAPORAN 1 Laporan Bulanan 2 Laporan Semesteran / Tahunan . Konsultasi d. Bimbingan Kelompok e. bulanan. 0 B. Bibliokonseling d. Konseling Individual b. Kunjungan Rumah c. Audiovisual e. Media Cetak (liflet. Catatan Anekdot d.

............ ... Proses dan produk BK serta tindak lanjutnya JUMLAH SKOR : : 3 Skor 2 1 Ket...... .... Kegiatan/ Komponen 4 EVALUASI 1 Laporan Hasil Evaluasi Program.. 0 Kesimpulan .. Kepala Sekolah Pengawas....................................... Saran : Mengetahui....................... NIP....... NIP...........................................Lampiran 8 No E.......... ...................

........ 3... ... Tahun : .............. d..... 3... pengamatan... 3.. 4. ..... ASPEK / DIMENSI SUPERVISI / INDIKATOR SOSIALISASI DAN INSTRUMEN PENILAIAN SKOR PEROLEHAN 0 1 234 KETERANGAN 1.. 4.. Tahun : . 0. 5..... 5... 5................... Guru mengolah hasil penilaian Guru mengembalikan hasil pekerjaan siswa disertai saran Guru melaksanakan penilaian akhlak mulia. g.. Tahun : .... Tahun : . PENGOLAHAN NILAI 1.kepribadian.. 5... Ada tim quality assurance dan tim quality control Tim melakukan verifikasi proses belajar dan penilaian Peserta didik menyimpan bukti hasil belajar Sekolah mengisi laporan hasil belajar/raport Sekolah memiliki sistem data base penilaian .. konstruksi dan bahasa B.. Tahun : .Hari / Tanggal NO A.. . Guru mensosialisasikan rancangan dan kriteria penilaian Penilaian sesuai dengan indikator pencapaian SKKD Guru mengembangkan instrumen dan kriteria penilaian Guru menggunakan teknik penilaian sesuai karakteristik mata pelajaran Instrumen penilaian memenuhi subtansi. 2. Tahun : . Guru memiliki format analisis hasil belajar Guru membuat analisis ketuntasan belajar dan analisis soal ulangan Guru membuat program dan jadual remedial Guru melaksanakan remedial Guru membuat laporan hasil remedial E.. 3.... KENDALI MUTU 1... 3.. e.... PELAPORAN NILAI 1. 5. .............. Tahun : ..... : Akreditasi : Akreditasi : Akreditasi : Akreditasi : Akreditasi : Akreditasi : Akreditasi : : : : ................ Nama Sekolah 2......... : ... 4. 2. 4..... c...Alamat Sekolah 0.. 2. ... 2.. ..... Guru melaporkan hasil penilaian kepada ketua program/wakil kurikulum Guru melaporkan penilaian kepribadian & akhlak kpd guru PPKN &Agama Sekolah memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pemelajaran Sekolah melaporkan hasil penilaian kepada orang tua secara berkala Sekolah melaporkan hasil penilaian ke Dinas Pendidikan/Bidang SMK D ANALISIS DAN TINDAK LANJUT 1. penugasan dan remedial Guru mengisi buku nilai secara lengkap C.......Lampiran 8 SUPERVISI STANDAR PENILAIAN 01 1.... 2............estetika dan kesegaran jasmani Guru melaksanakan tes.......Kompetensi Keahlian a........ 3.....Kecamatan / Kota Adm... f..... b.. 4....

Lampiran 8 126 . 86 .100 = A 71 . NIP.85 = B 56 .70 = C < 56 =D Pengawas Sekolah.Kepala Sekolah. NIP.

.............. Hari/Tanggal : N O 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 KOMPONEN STANDAR PROSES : SKOR PEROLEHAN A B C 90-100 76-89 60-75 KET D <60 Guru memiliki SKH yang sesuai dengan PBM Kesesuaian materi dengan waktu Penguasaan Materi Penggunaan/ penguasaan Metode Penggunaan strategi kegiatan pembelajaran yang bervariasi Penggunaan / penguasaan alat peraga PBM mengarah ke pembentukan perilaku PBM mengarah ke pencapaian Kemampuan Dasar Ketrampilan membuka kegiatan mengarah pada kegiatan sesuai dengan tema Ketrampilan bertanya dasar Ketrampilan menjelaskan Ketrampilan memberi penguatan/ motivasi..... Sikap guru Respon siswa Penguasaan kelas Pelaksanaan Penilaian Ketrampilan Menutup Kegiatan Jumlah Skor Perolehan Nilai Akhir = Jlh Skor Perolehan = 18 ................Lampiran 8 INSTRUMEN SUPERVISI STANDAR PROSES (PBM) TK Nama Guru TK ................. : Kecamatan Nama TK : ................. Kab/Kota : Mengajar Kel : ..........

...................... .....Lampiran 8 b.......... . . Pengawas TK NIP.......... Kelemahan : SARAN PEMBINAAN : ....... NIP.. Guru Kelompok....................

85 55% .100 an: % 70% .Lampiran 8 SUPERVISI ADMINISTRASI PENILAIAN PEMBELAJARAN (Berdasarkan Standar Proses ) Nama Sekolah Nama Guru Pangkat Golongan Mata Pelajaran Sertifikasi N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 : : : : : Jumlah Jam Tatap Muka: kondisi ya tida k Skor Nilai Keterang an 4 3 2 1 4= BaikSekal Komponen Penilaian Pembelajaran Ada buku Nilai/Daftar Nilai Melaksanakan Tes (Penilaian Kognitif)UH.MIDSEM.69 % Dibawah 55% NILAI AKHIR .U Penugasan Terstruktur Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur(KMTT) Melaksanakan Penilaian Ketrampilan Melaksanakan Penilaian Afektif Ahlak Mulia Melaksanakan Penilaian Afektif Kepribadian Program dan Pelaksanaan Remedial Analisis Hasil Ulangan Bank Soal/Instrumen Tes Jumlah Skor Keteranga n: Skor Perolehan X 100% Nilai Akhir Skor maximal = =Baik Sekali = Baik = Cukup =Kurang Ketercapai 86 % .

Lampiran 8 TIN DAK LANJUT: Pengawas Guru Mata Pelajaran .

Lampiran 8 .

Lampiran 8 132 .

Lampiran 8 .

Lampiran 8 134 .

Lampiran 9 .

Lampiran 9 136 .

Lampiran 9

Lampiran 9

138

Lampiran 9

Lampiran 9 140 .

Lampiran 9 .

Lampiran 9 142 .

Lampiran 9 .

Lampiran 9 144 .

nama kepala sekolah.... 4..................... :. : ......... Tuliskan identitas sekolah.............. : .... : ........................................ 2.... ...... Catatan petugas validasi/verifikasi diisi dengan temuan......... komentar dan saran berdasarkan hasil validasi/verifikasi.................................... Perhatikan dokumen KTSP yang akan divalidasi/diverifikasi............. NAMA SEKOLAH ALAMAT NAMA KEPALA SEKOLAH TANGGAL VALIDASI/VERIFIKASI PETU GAS VALIDASI/VERIFIKASI JABATAN PETUGAS VALIDASI/VERIFIKASI :.................Lampiran 10 LAM PIRAN 10 CONTOH INSTRUMEN VALIDASI/VERIFIKASI DOKUMEN KTSP INSTRUMEN VALIDASI/VERIFIKASI DOKUMEN KTSP KABUPATEN/KOTA/PROVINSI: ........................... PETUNJUK PENGISIAN 1..................................... Ditulis dengan singkat namun jelas....... PROVINSI: ............................ alamat... Bubuhkan tanda cek (v) pada kolom ”Ada” atau ”Tidak” sesuai keberadaan butir-butir pernyataan....... nama dan jabatan petugas validasi/Verifikasi....................... 3. :...

....kondisi ideal .. Nama Kepala SekolahSekolah Ala mat Kabupaten/Kota : : .... Tahun pelajaran 4.....Lampiran 10 CONTOH INSTRUMEN VALIDASI/VERIFI KASI DOKUMEN KTSP Nama Sekolah : ..Undang-undang No 20 thn 2003 ....PP No 19 thn 2005 .....Rumusan kalimat pengesahan 2..Potensi dan karakteristik satuan pendidikan 2...............Tanda tangan ketua komite sekolah dan stempel/cap Komite Sekolah 4....Judul: Kurikulum SD/SMP/SMA*) 3...........kondisi nyata ..Tanda tangan kepala sekolah dan stempel/cap sekolah 3. Latar belakang memuat: ..Mencantumkan dasar hukum yang relevan .Logo sekolah dan atau daerah 2.... : ..... Alamat sekolah Penilaia n Ya Tdk Catatan LEMBAR PENGESAHAN 1. DOKUMEN I No Komponen KTSP/Indikator COVER/HALAMAN JUDUL 1........Tempat untuk tanda tangan kepala/ pejabat dinas pendidikan provinsi DAFTAR ISI Kesesuaian dengan halaman I A PENDAHULUAN Rasional 1...

teknologi dan seni. 23. C strategis yang konsisten dengan penjabaran misi satuan pendidikan. dan 24 thn 2006 . Memberi inspirasi dan tantangan dalam meningkatkan 6.Berorientasi pada potensi. Misi Satuan Pendidikan Menjabarkan pencapaian visi dalam bentuk pernyataan yang terukur dan dapat dicapai sesuai dengan skala prioritas.Mengarahkan langkah-langkah 0.sebagaimana tercantum pada Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 3. pengetahuan. mencakup: 1.Seluruh indikator misi 2Sebagian dari indikator misi . 5.Permendiknas No 22.Ringkas dan mudah dipahami Mengacu pada tujuan pendidikan menengah yaitu untuk meningkatkan kecerdasan.Lampiran 10 No Komponen KTSP/Indikator .satuan pendidikan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pendidikan 8.Permendiknas No 6 thn 2007 .Sebagian dari indikator visi D Tujuan Satuan Pendidikan Menjabarkan pencapaian misi dalam bentuk pernyataan yang terukur dan dapat dicapai sesuai dengan skala prioritas. 4. 2.Peraturan Daerah yang relevan Penilaia n Ya Tdk Catatan B Visi Satuan Pendidikan 1.Seluruh indikator visi 2. nasional dan internasional. mencakup: 1. Mengacu tuntutan SKL Satuan Pendidikan.prestasi secara berkelanjutan untuk mencapai keu nggu komitmen seluruh Mendorong semangat dan lan warga 7. perkembangan.Berorientasi pada perkembangan ilmu pengetahuan.Berorientasi pada kepentingan daerah. kebutuhan dan kepentingan peserta didik .

kebutuhan peserta 2 Pengaturan alokasi waktu per mata pelajaran disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan 3 Program M uatan Lokal. mencantumkan: 1. Uraian tentang jenis dan strategi pelaksanaan program muatan lokal Uraian tentang jenis dan strategi pelaksanaan program layanan konseling dan atau layanan akademik/belajar. 40% SD) dari jumlah waktu kegiatan tatap muka pada mata pelajaran tertentu. untuk penugasan terstruktur (PT) dan kegiatan mandiri tidak program terstruktur Uraian tentang pelaksanaan percepatan bagi siswa yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa (bila ada). sosial dan pengembangan karier peserta didik Uraian tentang jenis dan strategi pelaksanaan program pengembangan bakat. jumlah Uraian tentang pemanfaatan (60%:SMA. dikembangkan oleh sekolah 5.Lampiran 10 Penilaia n Ya Tdk No II Komponen KTSP/Indikator STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN Catatan Struktur Kurikulum Satuan Pendidikan. 50% SMP. Kegiatan Pengembangan Diri. jumlah jam pelajaran per minggu. 2. Pengaturan Beban Belajar. mencantumkan: 1. 4. memuat: 1 . 2. . Jenis dan strategi pelaksanaan muatan lokal yang dilaksanakan sesuai dengan strategi pelaksanaan muatan Jenis dankebijakan daerah lokal yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan peserta didik KD Muatan Lokal yang Daftar SK dan dan karakteristik sekolah. Uraian tentang rasionalisasi pemanfaatan tambahan 4 (empat) jam pelajaran per minggu tentang pengaturan alokasi Uraian waktu pembelajaran per jam tatap muka. 2. minat dan prestasi peserta didik. 3. mencantumkan: 1.Daftar mata pelajaran dan muatan lokal sesuai Pengaturan alokasi waktu per mata pelajaran disesuaikan dengan standar isi. 4.

mencantumkan: 1 . Kriteria kelulusan berdasar pada ketentuan PP 19/2005 Pasal 72 ayat 1 tentang pelaksanaan ujian Uraian nasional dan ujian sekolah Target kelulusan yang akan dicapai oleh sekolah Uraian tentang program-program sekolah dalam meningkatkan kualitas lulusan. Penjurusan. Uraian tentang penerapan pendidikan kecakapan . ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas). Uraian tentang program pasca ujian nasional sebagai antisipasi bagi siswa yang belum lulus ujian akhir. 2. Kriteria kenaikan kelas sesuai dengan kebutuhan sekolah dg. 3. mempertimbangkan ketentuan pada SK Dirjen Mandikdasmen No. 4. ulangan tengah semester. Pendidikan Kecakapan Hidup dan Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global. prosedur Uraian tentang mekanisme dan penentuan KKM Uraian tentang upaya sekolah dalam meningkatkan KKM untuk mencapai KKM ideal (100%) Kenaikan Kelas mencantumkan: 1. 3. 12/C/ Uraian tentang program penelusuran bakat. 2. sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Standar Penilaian Uraian tentang mekanisme dan prosedur pelaporan hasil belajar peserta didik Uraian tentang pelaksanaan program remedial dan pengayaan Penilaia n Ya Tdk Catatan 2. mencantumkan 1. Kelulusan. mencantumkan: 1. minat dan prestasi peserta didik Uraian tentang mekanisme dan proses pelaksanaan penjurusan.Lampiran 10 No Komponen KTSP/Indikator Ketuntasan Belajar. 4. Kriteria penjurusan sesuai dengan kebutuhan sekolah dg mempertimbangkan ketentuan yang diatur pada SK Dirjen Mandikdasmen No. 2. 3. mencantumkan: 1. 5. 3. 12/C/ Uraian tentang pelaksanaan penilaian hasil belajar siswa (ulangan harian. Daftar kriteria ketuntasan minimal (KKM) untuk semua mata pelajaran pada setiap tingkatan kelas.

......... Catatan III KALENDER PENDIDIKAN.... 2 3 Laporan Hasil analisis Konteks Contoh hasil penentuan KKM (satu mata pelajaran) Rekomendasi Petugas Validasi/Verifikasi untuk Dokumen I: ...... : .... 3. antar semester. 3. hari libur nasional dan hari libur LAMPIRAN 1................... Komponen KTSP/Indikator Uraian tentang penyelenggaraan pendidikan berbasis keunggulan lokal Uraian tentang upaya sekolah dalam menuju pendidikan berwawasan global........ 2... Silabus seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal Silabus semua mata pelajaran kelas : .Lampiran 10 Penilaia n Ya Tdk No 2. Pengawas Sekolah........ •dst •Silabus muatan lokal kelas • ... libur keagamaan.......... libur akhir tahun pelajaran.... .. ...... • . Mencantumkan: 1. Pengaturan tentang permulaan tahun pelajaran............ .. Jumlah minggu efektif belajar satu tahun pelajaran Jadwal waktu libur (jeda tengah semester.........

3 Mengintegrasikan potensi. Materi Pembelajaran (MP). konsep dan prosedur). kelas. Kegiatan Pembelajaran (KP). keunggulan dan budaya daerah setempat Rumusan Kegiatan Pembelajaran Menjabarkan aktifitas peserta didik dalam proses pembelajaran sesuai dengan IPK Dikembangkan mengacu pada tingkatan kompetensi pada IPK (hasil pemetaan SK/KD) Urutan kegiatan pembelajaran sesuai dengan urutan tingkatan kompetensi pada IPK Mengimplementasikan inovasi pembelajaran (metode/ model) sesuai dengan pembelajaran Mencantumkantututan KD TM. efektif (sikap/perilaku) dan psikhomotor (keterampilan) pada setiap KD. semester. Urutan materi pembelajaran dikembangkan sesuai IPK. Alokasi Waktu (AW) dan Sumber Rumusan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) Mencakup seluruh SK dan KD untuk kelas B C D 1 2 Rumusan Materi Pembelajaran Dikembangkan sesuai dengan tingkatan ranah kognitif (fakta. PT dan KMTT sesuai dengan tuntutan KD E 1 2 3 4 . mata pelajaran. dengan memperhatikan pendekatan prosedural dan hirarkis.Lampiran 10 DOKUMEN II No Komponen KTSP/Indikator Penilaia n Ya Tdk Catatan I Silabus A Identitas Sila bus Mencantumkan: nama sekolah. Indikator Pencapaian Kompetensi (KP). Penilaian (P). standar Kompetensi dan alokasi waktu. Komponen Silabus Silabus mencakup komponen: Kompetensi dasar (KD).

lingkungan. kajian pakar bidang studi. Rumusan Penilaian Mencantumkan bentuk dan jenis penilaian yang dikembangkan berdasarkan IPK. kognitif dan psikhomotor. •dst •Silabus muatan lokal kelas • : . 2Laporan Hasil analisis Konteks 3Contoh hasil penentuan KKM (satu mata pelajaran) ..Lampiran 10 No Komponen KTSP/Indikator Penilaian Ya Tdk Catatan F 1 2 3 4 G 1 2 H 1 2 I 1 Rumusan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) IPK sesuai dengan hasil pemetaan SK/KD pada Standar Isi Kata Kerja Operasional (KKO) pada IPK tidak melebihi tingkatan KKO dalam KD Setiap KD dikembangkan menjadi ш 3 KKO KKO mencakup ranah kompetensi afektif.. jurnal.. sesuaiWaktu KD...penilaian mencakup ranah Bentuk dan jenis kompetensi afektif..... hasil pemetaan SK/KD. situssitus internet. dan narasumber...... multimedia.... majalah ilmiah.. Rumusan Alokasi tuntutan Mencantumkan alokasi KD untuk setiap KD sesuai dengan hasil pemetaan SK/KD pada standar isi Mengacu pada jumlah minggu efektif belajar dan alokasi yang tercantum dalam struktur kurikulum. sesuai tuntutan KD..... laporan hasil penelitian. Sumber Belajar Rumusan Mencantumkan berbagai jenis sumber belajar (buku.. kognitif dan psikhomotor... materi Mengacu pada pembelajaran dan kegiatan pembelajaran 2 II LAMPIRAN 1Silabus seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal Silabus seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal •Silabus semua mata pelajaran kelas: • ..

.. Pengawas Sekolah.... .. .... *) Coret yang tidak perlu.......Lampiran 10 Rekomendasi Petugas Validasi/Verifikasi untuk Dokumen II dan Lampiran: ...

. : ........ : .... : ....... Remedial dll Ada bukti melaksanakan bimbingan Ada evaluasi hasil bimbingan Ada analisis hasil bimbingan Ada program tindak lanjut Melaksanakan Tugas Tambahan Menjadi Kepala Sekolah Menjadi Wakil Kepala Sekolah Menjadi ketua Program Studi atau perpustakaan.. pengayaan... laboratorium................. :. SUPERVISI GURU DALAM MELAKSANAKAN BIMBINGAN Nama Guru Pangkat Golongan Mata Pelajaran Jumlah Jam TatapMuka Sertifikasi No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 : .............. bengkel atau program khusus Menjadi wali Kelas Menyusun kurikulum pada satuan pendidikan Menjadi pengawas Penilaian dan Evaluasi terhadap proses dan hasil belajar Membimbing guru pemula Membimbing siswa dalam kegiatan ekstra kurikuler Menjadi pembimbing pada penyusunan publikasi ilmiah dan Karya inovatif 12 13 14 .Lampiran 11 LAM PIRAN 11 CONTOH SUPERVISI PEMBINAAN GURU DAN KEPALA SEKOLAH 1.... Kondisi ya tidak Komponen BIMBINGAN Ada Program Perencanaan BK..........

Guru Mata Pelajaran NIP: NIP: Mengetahui Kepala Sekolah NIP: .Lampiran 11 TIN DAK LANJUT: Pengawas Sekolah. .

.......Program Standar Proses 6.........Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP)..... yang berisi : 3.......Program Standar Pengelolaan 0.. : ..... : ....... : ... : .... SUPERVISI PEMBINAAN KEPALA SEKOLAH Nama Sekolah Nama Kepala Sekolah Golongan Pangkat Mata Pelajaran Jumlah Jam Tatap Muka: Sertifikasi :.Ada pedoman Sekolah.... Kondisi Skor Nilai Keteran gan 4= Baik Sekali 3= Baik No Sub Komponen dan Butir komponen I Program Perencanaan Kerja Sekolah 1.Lampiran 11 2..Program Standar Penilaian PELAKSANAAN RENCANA KERJA 2.Program Standar Isi 5...Program Standar Pembiayaan 1....Ada Tujuan Sekolah 3.....Ada Rencana Kerja jangka pendek (1 tahun ) dan Rencana Kerja Jangka Menengah (4 tahun ) yang mencakup 8 Standar Nasional 4..Program Standar Kompetensi Sarana P rasa ra na 8......... :....Program Standar Tenaga Pendidik dan Kependidika n 9..Program Standar Kompetensi Lulusan 7.... ya tidak 4 3 2 1 .....Ada visi dan misi sekolah 2.

33. sistem penghargaan .promosi dan. melaksanakan kegiatan ekstra kurikuler.Ada rencana kerja Kesiswaan mencakup: Seleksi penerimaan peserta didik. 21.Pembagian tugas di antara guru.Ada kalender Akademik sekolah 29.pengembangan Kondisi ya tidak 4 3 2 1 Skor Nilai Keterang an No Sub Komponen dan Butir komponen 32. skala prioritas.Lampiran 11 No Sub Komponen dan Butir komponen 14.Pembagian tugas di antara tenaga 18.Struktur organisasi sekolah/madrasah.Biaya operasional sekolah/madrasah.Ada penyusunan KTSP TPK yang melalui 7 tahap beserta dokumen KTSP 28.Kode etik sekolah/madrasah. dan fasilitas 23.Ada pelaksanaan kegiatan sekolah Sesuai denganpelaksanaan Kegiatan 25.memberikan layanan konseling. penempatan.Standar Proses dan Standar penilaian Hasil 30.Tata tertib sekolah/madrasah.Kalender pendidikan/akademik. Pengelolaan Sarana dan Prasarana mencakup program Perencanaan. evaluasi program.Ada Penilaian Belajar Peserta didik 31.Pelaksanaan Bidang kurikulum ada 27.Penggunaan laboratorium.Peraturan akademik 19. program pemeliharaan Ada RKAS yang berdasarkan 8 SNP Kondisi ya tidak 4 3 2 1 Skor Nilai Keterang an .SKL. melakukan pembinaan prestasi 26. 20. 16.Ada Struktur Organisasi Sekolah 24. 17. fasilitas pembelajaran. perpustakaan. 22.Ada pengelolaan Tenaga pendidik dan KependidikanMeliputi ( pembagian tugas. 15.Ada program pengelolaan pembelajaran yang didasarkan pada standar isi.

35. Ada evaluasi pendayagunaan Pendidik dan tenaga kependidikan mencakup kesesuaian penugasan. Akreditasi sekolah 41. Ada peran serta masyarakat dan komite 36.kinerja pendidik/tenga pendidik 40.pelapor 38. Evaluasi pengawasan berisi Program program supervisi (guru dan tendik ). lingkungan pendidikan yang kondusif. sekolah Ada Program Pengawasan dan 37.an dan tindak lanjut Ada Evaluasi diri Kinerja sekolah dalam melaksanakan 8 SNP melalui 39.Lampiran 11 34.evaluasi. dan mampu membangun III .manajemen yang efektif dan professional. Kepemimpinan sekolah yang dapat meningkatkan SDM kependidikan yang professional.program pemantauan.keseimbangan beban kerja. Memelihara budaya dan lingkungan sekolah serta pendidikan karakter bangsa.

.. .... partisipasi dalam kegiatan masyarakat dan pen ggunaan website atau blog .. Sub Komponen dan Butir 42..... home visit..... Kepala Sekolah NIP: NIP: . JUMLAH SKOR Skor Max = 100 : Keteranga Skor Perolehan X 100% Skor maximal =Baik Sekali = Baik = Cukup NILAI AKHIR TIN DAK LANJUT: Pengawas Pembina ........... dialog lan gsung....... efektif dan mudah diakses Mengembangkan komunikasi antar warga sekolah dilingkungannya secara efisien dan efektif dengan menggunakan media dan teknik komunikasial siaran .....TV lokal......leaflet. efisien dan akuntabel Menyediakan fasilitas Kondisi ya tidak 4 3 2 1 Skor Nilai Keterang an • • informasi yang efisien. Sistem Informasi Manajemen • Mengelola sistem informasi manajemen yang memadai untuk mendukung administrasi pendidikan yang efektif...Lampiran 11 No V.. Stiker dan radio.....

Lampiran 12 160 .

Lampiran 12 .

mengolah hasil pemantauan pelaksanaan f.mengolah hasil pemantauan pelaksanaan standar praoses c.mengolah hasil pemantauan pelaksanaan standar penilaian Melaksanakan penilaian kinerja 5. Lingkup Kerja Penyusunan Program Pengawasan Mata Pelajaran program tahunan a. Melaksanakan Pembinaan 3 a.Lampiran 13 LAM PIRAN 13 CONTOH FORMAT YANG DIGUNAKAN DALAM LAPORAN HASIL PENGAWASAN Lingkup kerja pengawas mata pelajaran (Supervisi Akademik) berdasarkan pedoman tugas guru dan pengawas adalah sbb : No 1.mengolah hasil pemantauan pelaksanaan standar kompetensi e.melaksanakan dan menilai proses pembelajaran/bimbingan Melaksanakan Pemantauan Standar Nasional Pendidikan standar isi a.menyusun program semester c.menyusun b. membina guru dalam merencanakan. melaksanakan.mengolah hasil pelaksanaan pemantauan standar isi a. a. 0. menilai kinerja guru dalam merencanakan.Menyusun laporan pelaksanaan penilaian kinerja v v v .memantau pelaksanaan standar tenaga pendidik.memantau pelaksanaan b.memantau pelaksanaan standar proses b. menilai hasil pembelajaran/bimbingan Menyusun Laporan Pelaksanaan Program Pengawasan a. c.menyusun rencana kepengawasan Akademik (RKA) tatap Bukan muka tatapmu ka v v v v 2.Menyusun laporan pelaksanaan program pemantauan standar nasional pendidikan.memantau pelaksanaan standar penilaian standar tenaga pendidik.memantau pelaksanaan standar kompetensi kelulusan d. g. v v v v v v v v v v v 4.Menyusun laporan pelaksanaan program pembinaan b.

Melaksanakan Pembinaan a. c.Lampiran 13 Lingkup kerja pengawas satuan pendidikan (Supervisi Manajerial) berdasarkan pedoman tugas guru dan pengawas adalah sbb : No 1.Menyusun laporan pelaksanaan program pembinaan b.tenaga laboratorium.memantau pelaksanaan standar pengelolaan d. membina tenaga kependidikan lainnya (tenaga administrasi.menyusun rencana kepengawasan manajerial (RKM) tatap Bukan muka tatapmu ka v v v v v 2. 5. membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi sekolah b. Melaksanakan penilaian kinerja a. Nasional Pendidikan a.mengolah hasil pemantauan pelaksanaan standar pengelolaan e.memantau pelaksanaan standar sarana dan prasarana b. mengolah hasil pemantauan pelaksanaan standar pe m biayaa n f. Menyusun Laporan Pelaksanaan Program Pengawasan a.memantau pelaksanaan standar pembiayaan 0.tenaga perpustakaan ) dalam melakanakan Pemantauan Melaksanakan tugas pokoknya.menyusun program b. menilai kinerja kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi sekolah.Menyusun laporan pelaksanaan program pemantauan standar nasional pendidikan.mengolah hasil pemantauan pelaksanaan standar sarana prasarana c.Menyusun laporan pelaksanaan penilaian kinerja b.memantau pelaksanaan standar isi g.mengolah hasil pemantauan pelaksanaan standar isi v v v v v v v v v v v v v 4.menyusun program semester c. menilai kinerja sekolah untuk persiapan akreditasi sekolah . Lingkup Kerja Penyusunan Program Pengawasan Satuan Pendidikantahunan a.Standar 3.

Lampiran 13 .

Lampiran 13 .

Lampiran 13 .

Lampiran 13 .

Lampiran 13 .

Lampiran 13 .

Lampiran 13 .

Lampiran 13 .

Lampiran 13 .

Lampiran 13 S S R K J S S SR K JS 27 28 29 135 246 .

Mengikuti rakor pengawas dengan dinas dalam penyusunan program tahunan . membimbing dan melatih guru di MGMP tentang peningkatan dan penjaminan mutu akademik .Mengevaluasi kegiatan pengawasan bulan Juli 2011 29 Juni .adwal Kegiatan Juni 2011 28 Juni 2011 Juli 2011 29 Juni-1 Juli 10 2 Kalender Pengawas Sekolah 2011-2012 11 4 12 5 13 6 15 7 MODEL KALENDER PENGAWAS SEKOLAH 16 8 TAHUN PELAJARAN 2011-2012 17 9 18 11 JULI 2011 AGUSTUS 2011 19 12 Dasar hukum: 20 13 Permendiknas 22 14 12/2007.Menyusun laporan kinerja pengawas tahun 2010-2011 .1 Juli 2011 .Melaksanakan pembinaan kepala sekolah melalui KKKS/MKKS .Mengikuti Rakor Pengawas dan Dinas dalam menetapkan program tahunan dan semester .Memperbaiki Rencana Pelaksanaan Pengawasan (RPP) Agustus 2011 .Mensosialiasikan program pengawasan .Menetapkan metode pelaksanaan tugas .engu raor peraan program pemnaan epaa seoa an guru M ik ti k b ik bi k l klhd .Mengikuti rakor peningkatan dan penjaminan mutu APSI Provinsi (Bulan Juli 2011) Mengikuti seminar evaluasi kinerja peningkatan mutu dan penjaminan mutu . 23 15 Permenpan 24 16 21/2010.Memperbaiki Rencana Pelaksanaan Pengawasan (Laporan Bulan Agustus) . .30-31 Idul Fitri 1432H .Melaksanakan SS rapat kerja evaluasi dan penyusunan laporan pengawasan bulan Agustus.Membina. 25 18 Pemendiknas 26 19 2763/2009 20 20 21 30 22 31 23 25 26 27 28 29 30 - 17 Hari Kemerdekaan . SS R R K K J J S S SS R K 135 24 123 7 5 JS .Melaksanakan pembinaan kepala sekolah dan guru pada tingkat satuan pendidikan Membina.Memantau dan membimbing review program akdemik ( standar isi ) .Menyusun program pembinaan kepala sekolah dan guru .Melaksanakan tatap muka di sekolah untuk menilai kinerja perencanaan pembelajaran (standar proses) . membimbing dan melatih kepsek tentang program peningkatan dan penjaminan mutu .Membahas dan mengelola bukti fisik pelaksanaan tugas pengawas .Membimbing Kepala Sekolah dalam penyusunan program sekolah (standar pengelolaan) .Memantau dan melatih guru dalam pemberdayaan teknologi dan alat peraga (standar sarana) .Mengikuti pembahasan dan diskusi ilmiah dalam pengembangan karya ilmiah dan karya inovatif.

bimbingan dan pelatihan profesional guru 20 29 . 25 26 27 .Menyajikan dan membahas karya ilmiah hasil penelitian tindakan sekolah 28 17 26 29 18 27 . bimbingan dan pelatihan profesional kepala sekolah 21 30 22 September 2011 .Memantau pelaksanaan penilaian kinerja kepala sekolah . 25 14 23 .Mengikuti rakor perencanaan kegiatan MSPD dan EDS 18 6 7 8 9 10 5 16 . .Melaksanakan tugas sebagai asesor dalam akreditasi 26 15 24 . 28 .Memantau pelaksanaan penilaian kinerja guru (Bermutu) .Melaksanakan rapat kerja evaluasi dan penyusunan laporan pengawasan 24 13 22 bulan September.Mengikuti rakor perencanaan kegiatan penilaian kinerja guru dan kepala sekolah 30 19 28 Melaksanakan pembinaan.Membimbing guru dan kepala sekolah dalam penyusunan karya ilmiah (PTK/PTS) 29 NOVEMBER 2011 DESEMBER 2011 - Oktober 2012 . 1 2 3 17 15 .Melaksanakan rapat kerja evaluasi dan penyusunan laporan pengawasan bulan Nopember.Melaksanakan pembinaan.Melaksanakan bimbingan peningkatan kinerja kepala sekolah dan guru.MelaksanakanJ pembinaan kepala sekolah dan guru pada tingkat satuan S 16 R K S S 14 3 5 7 468 pendidikan.Berpartisipasi dalam pelaksanaan akreditasi sekolah 23 12 31 21 . .Mengevaluasi hasil bimbingan kepala sekolah dan guru berdasarkan target mutu dalam perencanaan.Memantau pemenuhan standar penilaian .Melaksanakan rapat kerja evaluasi dan penyusunan laporan pengawasan 31 24 bulan Oktober.Melaksanakan rapat kerja evaluasi dan penyusunan laporan pengawasan R K bulan Desember. S .Memantau pemenuhan standar dalam pembelajaran (Standar Proses) 22 11 26 27 28 29 30 20 .Menindaklanjuti16 17 19 12 13 14 15 pengembangan rencana pelaksanaan pengawasan bidang 17 ma najeria l 22 23 24 21 19 20 21 10 19 .7 10 Kalender1 Pengawas Sekolah 2011-2012 8 11 9 12 10 14 12 15 SEPTEMBER 2011 OKTOBER 2011 13 .Mengevaluasi hasil bimbingan dan pelatihan profesional tingkat kabupaten kota Mengevaluasi hasil pengawasan pada akhir semester SS SR . K J JS S - 246 357 1234 6 7 8 9 10 11 13 14 15 16 17 18 20 21 22 23 24 25 27 28 9 10 11 12 13 14 16 17 18 19 20 21 23 24 25 26 27 28 30 31 .

bimbingan akademik pad 23 28 evaluasi dan penyusunan laporan pengawasan bulan April. 5 10 6 11 MARET 2012 APRIL 2012 7 12 8 13 9 14 10 16 12 17 13 18 14 19 15 20 16 21 17 23 19 24 20 25 21 26 ersiapan EDS 22 27 evaluasi dan penyusunan laporan pengawasan bulan Maret .Kalender Pengawas Sekolah 2011-2012 JANUARI 2012 FEBRUARI 2012 SS R K S SS R K J S J mpersiapkan UN mbimbing dan melatih guru dalam pengembangan instrumen penilaian dalam memenuhi standar penilaian 246 357 mbina dan membing guru dalam perbaikan program kerja akademik semester genap Januari.Mengevaluasi hasil pengawasan pada akhir semester bu 135 24 12 7 8 9 10 11 12 8 15 16 17 18 19 21 22 23 468 579 11 12 13 14 15 16 18 . MEI 2012 JUNI 2012 24 30 26 27 28 29 30 SS SS R sekolah dan guru berdasarkan target mutu dalam perencanaan.Melaksanakan rapat kerja evaluasi dan penyusunan laporan pengawasan elatihan profesional tingkat kabupaten kota .Melaksanakan pembinaan. laksanakan rapat kerja evaluasi 123 penyusunan laporan pengawasan bulan dan 9 aksanakan rapat kerja evaluasi dan penyusunan laporan pengawasan bulan Pebruari. . R K K erja guru (Bermutu) Juni 2013 J J erja kepala sekolah S S gkatan kinerja guru mata pelajaran.

27.Mengolah hasil MSPD 28 .Seminar hasil MSPD dan mensosialisasikan produk pengawasan 29 . 18. dan diklat fungsional pengawas. 17. meliputi: menyusun karya tulis ilmiah dan membuat karya inovatif. 9. 20. Melaksanakan tugas penyiapan akreditasi Melaksanakan kegiatan EDS Melaksanakan kegiatan MSPD Melaksanakan tugas asesor dalam keg iatan akreditasi. 5. 2. dan melatih guru membina. 8. membimbing. Indikator pelaksanaan tugas pengawas akademik dan manajerial. Menerapkan peraturan perundangan-undangan. Mengembangkan kompetensi secara berkelanjutan sesuai perkembangan ilmu pengetahuan. 16. diklat. kepala sekolah. 13. mengevaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan.Melaksanakan kegiatan MSPD 27 . 23. 1. Menjadi penilai angka kredit jabatan fungsional pengawas. 0. Melaksanakan tugas penunjang meliputi mengikuti seminar 4. Memupuk persatuan dan kesatuan bangsa. Mei 2012 Menyusun laporan dan rekomendasi kegiatn MSPD Menilai kinerja kepala sekolah Menyusun administrasi penilaian bahan penilaian kinerja pengawas Mendokumentasikan hasil penilaian kinerja pengawas Mengevaluasi hasil hasil pelaksanaan pendidikan kabupaten/kota dan/atau provinsi . Melaksanakan perintah agama. 14. Pelaksanaan tugas pengawas meliputi indikator operasional sebagai berikut: Meningkatkan kualifikasi akademik.Melaksanakan rapat kerja evaluasi dan penyusunan laporan pengawasan bulan Juli. memantau pelaksanaan delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP) menilai kinerja guru menilai kinerja kepala sekolah. Indikator Menunjang Pengembangan Pilar Penjaminan Mutu Pendidikan 26. 15. 21. mengevaluasi hasil bimbingan dan pelatihan profesional mengevaluasi hasil bimbingan pada sekolah binaan. . membimbing dan melatih guru. 12.Melaksanakan rapat kerja evaluasi dan penyusunan laporan pengawasan 30 bulan Mei. 25. 29. membina. 10. 3. 28. Mengevaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan tingkat kabupaten/kota/provinsi (pengawas utama). 7. 11.Melaksanakan kegiatan EDS 26 31 . Menyusun program tahunan pengawasan Menyusun progaram pembinaan kepala sekolah Menyusun program pembinaan guru Merumuskan metode kerja Menyusun program semesteran Menyusun rencana pelaksanaan pengawasan (RPP) Mengusulkan program pembinaan. 24.Mengikuti rakor penyusunan program untuk tahun pelajaran 2012-2013 . 22. 6. meliputi: menempuh pendidikan bergelar. meliputi. 19. membimbing kepala sekolah dalam menyusun program membimbing pengawas sekolah muda dan madya (pengawas utama) melaksanakan bimbingan dan pelatihan profesional guru dalam pelaksanaan penelitian tindakan (pengawas utama). teknologi dan seni.25 Kalender21 Pengawas Sekolah 2011-2012 26 22 28 23 29 25 30 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->