Anda di halaman 1dari 39

BAB 2 TINJAUAN UMUM

2. 1 Tinjauan Tentang Perpustakaan

2.1.1 Definisi Perpustakaan Dalam bahasa Indonesia istilah perpustakaan dibentuk dari kata dasar pustaka ditambah awalan per dan akhiran an. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia perpustakaan diartikan sebagai kumpulan buku-buku (bahan bacaan, dsb). Dalam bahasa Inggris disebut library yang berarti perpustakaan.

Menurut

Undang-Undang

Nomor

43

Tahun

2007

Tentang

Perpustakaan, Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka.

Menurut IFIA (International Federation of Library Associationsand Institutions) Perpustakaan merupakan kumpulan bahan tercetak dan non tercetak dan atau sumber informasi dalam komputer yang tersusun secara sistematis untuk kepentingan pengguna. Menurut Sutarno NS, M. Si Perpustakaan adalah suatu ruangan, bagian dari gedung/bangunan atau gedung itu sendiri, yang berisi buku-buku koleksi, yang disusun dan diatur sedemikian rupa sehingga mudah dicari dan dipergunkan apabila sewaktu-waktu diperlukan untuk pembaca.

Menurut C. Larasati Milburga, dkk Perpustakaan adalah suatu unit kerja yang berupa tempat menyimpan koleksi bahan pustaka yang diatur secara sistematis dengan cara tertentu untuk digunakan secara berkesinambungan oleh penggunanya sebagai sumber informasi.

Menurut UU Perpustakaan pada Bab I pasal 1 menyatakan Perpustakaan adalah institusi yang mengumpulkan pengetahuan tercetak dan terekam, mengelolanya dengan cara khusus guna memenuhi kebutuhan intelektualitas para penggunanya melalui beragam cara interaksi pengetahuan.

Dalam arti tradisional, perpustakaan adalah sebuah koleksi buku dan majalah. Walaupun dapat diartikan sebagai koleksi pribadi perseorangan, namun perpustakaan lebih umum dikenal sebagai sebuah koleksi besar yang dibiayai dan dioperasikan oleh sebuah kota atau institusi, dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang rata-rata tidak mampu membeli sekian banyak buku atas biaya sendiri.

Tetapi, dengan koleksi dan penemuan media baru selain buku untuk menyimpan informasi, banyak perpustakaan kini juga merupakan tempat penimpanan dan/atau akses ke map, cetak atau hasil seni lainnya, mikrofilm, mikrofiche, tape audio, CD, LP, tape video dan DVD, dan menyediakan fasilitas umum untuk mengakses gudang data CD-ROM dan internet.

Perpustakaan dapat juga diartikan sebagai kumpulan informasi yang bersifat ilmu pengetahuan, hiburan, rekreasi, dan ibadah yang merupakan kebutuhan hakiki manusia.

Dari beberapa pengertian di atas dapat ditarik suatu kesimpulan pengertian perpustakaan secara umum adalah suatu unit kerja yang berupa tempat mengumpulkan, menyimpan dan memelihara koleksi pustaka baik buku-buku ataupun bacaan lainnya yang diatur, diorganisasikan dan diadministrasikan dengan cara tertentu untuk memberi kemudahan dan digunakan secara kontinu oleh penggunanya sebagai informasi.

10

Perpustakaan modern telah didefinisikan kembali sebagai tempat untuk mengakses informasi dalam format apa pun, apakah informasi itu disimpan dalam gedung perpustakaan tersebut atau tidak. Dalam perpustakaan modern ini selain kumpulan buku tercetak, sebagian buku dan koleksinya ada

dalam perpustakaan digital (dalam bentuk data yang bisa diakses lewat jaringan komputer).

2.1.2 Peran Perpustakaan

Perpustakaan merupakan upaya untuk memelihara dan meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses belajar-mengajar. Perpustakaan yang terorganisir secara baik dan sisitematis, secara langsung atau pun tidak langsung dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar di sekolah tempat perpustakaan tersebut berada. Hal ini, terkait dengan kemajuan bidang pendidikan dan dengan adanya perbaikan metode belajar-mengajar yang dirasakan tidak bisa dipisahkan dari masalah penyediaan fasilitas dan sarana pendidikan.[1]

2.1.3 Tujuan Perpustakaan

Tujuan perpustakaan adalah untuk membantu masyarakat dalam segala umur dengan memberikan kesempatan dengan dorongan melelui jasa pelayanan perpustakaan agar mereka: a. Dapat mendidik dirinya sendiri secara berkesimbungan; b. Dapat tanggap dalam kemajuan pada berbagai lapangan ilmu pengetahuan, kehidupan sosial dan politik; c. Dapat memelihara kemerdekaan berfikir yang konstruktif untuk menjadi anggota keluarga dan masyarakat yang lebih baik; d. Dapat mengembangkan kemampuan berfikir kreatif, membina rohani dan dapat menggunakan kemempuannya untuk dapat menghargai hasil seni dan budaya manusia; e. Dapat meningkatkan tarap kehidupan seharihari dan lapangan pekerjaannya;

11

f. Dapat menjadi warga negara yang baik dan dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan nasional dan dalam membina saling pengertian antar bangsa; g. Dapat menggunakan waktu senggang dengan baik yang bermanfaat bagi kehidupan pribadi dan sosial.[2]

sumber : 1. Sinaga, Dian Mengelola Perpustakaan Sekolah (Jakarta: Kreasi Media Utama, 2007) hlm. 15 2. Muchyidin, Suherlan. Mihardja, Iwa D Sasmita Perpustakaan (Bandung: PT Puri Pustaka 2008) hlm 41,42

2.1.4 Jenis-jenis Perpustakaan

Dalam lampiran keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tertanggal 11 Maret No. 0103/0/1981 jenis-jenis perpustakaan meliputi:

a. Perpustakaan Nasional Berkedudukan di ibukota negara, berfungsi sebagai perpustakaan defosit nasional dan terbitan asing dalam ilmu pengetahuan sebagai koleksi nasional, menjadi pusat bibiografi nasional, pusat informasi dan referensi serta penelitian, pusat kerjasama antar perpustakaan di dalam dan di luar negeri.

b. Perpustakan Wilayah Berkedudukan di ibukota provinsi, sebagi pusat kerja sama antar perpustakaan di wilayah provinsi, menyimpan koleksi bahan pustaka yang menyangkut provinsi,semua terbitan di wilayah, pusat penyelenggaraan pelayanan referensi, informasi dan penelitian dalam wilayah provinsi menjadi unit pelaksana teknis pusat pembinaan perpustakaan.

c. Perpustakaan Umum Menjadi pusat kegiatan belajar, pelayanan informasi, penelitian dan rekreasi bagi seluruh lapisan maysrakat.

12

d. Perpustakaan Keliling Berfungsi sebagai perpustakaan umum yang melayani masyarakat yang tidak terjangkau oleh pelayanan perpustakaan umum.

e.

Perpustakaan Sekolah Berfungsi sebagi pusat kegiatan kegiatan belajar-

mengajar, pusat penelitian sederhana, pusat baca, guna menambah ilmu pengetahuan dan rekreasi.

f.

Perpustakaan Perguruan Tinggi Berfungsi sebagai sarana kegiatan belajar-

mengajar, penelitian dan pengabdian masyarakat dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

g. Perpustakaan Khusus/Dinas Berfungsi sebagai pusat referensi dan penelitian serta sarana untuk memperlancar tugas pelaksanaan instansi/lembaga yang bersangkutan.

2.1.5 Pengertian Ilmu Perpustakaan (library science)

Ilmu perpustakaan adalah bidang interdisipliner yang menggabungkan ilmu sosial, ilmu hukum, dan ilmu terapan untuk mempelajari topik yang berkaitan dengan perpustakaan. Ilmu perpustakaan ini mempelajari mengenai cara pengumpulan, pengorganisasian, pengawetan, dan penyebarluasan sumber informasi yang ada di suatu perpustakaan, serta berkaitan dengan nilai ekonomi dan politis dari informasi pada umumnya.

Pada mulanya ilmu perpustakaan lebih membahas mengenai ilmu pengarsipan. Hal ini berkaitan dengan cara penataan sumber informasi dengan sistem klasifikasi perpustakaan dan teknologi untuk mendukung maksud ini. Topik ini juga berkaitan dengan bagaimana pengguna jasa informasi ini mengakses, menelusuri, dan memanfaatkan informasi. Dan satu aspek lagi yang tidak kalah penting adalah etika dalam penataan dan pelayanan informasi, serta status legal dari suatu perpustakaan sebagai sumber informasi.

13

2.1.6 Pengertian Perpustakaan Digital (digital library atau electronic library atau virtual library)

Perpustakaan digital adalah perpustakaan yang mempunyai koleksi buku sebagian besar dalam bentuk format digital dan yang bisa diakses dengan komputer. Jenis perpustakaan ini berbeda dengan jenis perpustakaan konvensional yang berupa kumpulan buku tercetak, film mikro (microform dan microfiche), ataupun kumpulan kaset audio, video, dll. Isi dari perpustakaan digital berada dalam suatu komputer server yang bisa ditempatkan secara lokal, maupun di lokasi yang jauh, namun dapat diakses dengan cepat dan mudah lewat jaringan computer. Istilah perpustakaan digital pertama kali diperkenalkan lewat proyek NSF/DARPA/NASA: Digital Libraries Initiative pada tahun 1994.

Sedangkan mengenai perpustakaan digital atau digital library, seperti yang dikatakan oleh Zainal A. Hasibuan (2005), digital library atau sistem perpustakaan digital merupakan konsep menggunakan internet dan teknologi informasi dalam menajemen perpustakaan. Sedangkan menurut Ismail Fahmi (2004) mengatakan bahwa perpustakaan digital adalah sebuah sistem yang terdiri dari perangkat hardware dan software, koleksi elektronik, staff pengelola, pengguna, organisasi, mekanisme kerja, serta layanan dengan memanfaatkan berbagai jenis teknologi informasi. Pengembangan perpustakaan digital atau elibrary bagi tenaga pengelola perpustakaan dapat membantu pekerjaan di perpustakaan melalui fungsi sistem otomasi perpustakaan, sehingga proses pengelolaan perpustakaan lebih efektif dan efisien. Fungsi sistem otomasi perpustakaan menitikberatkan pada bagaimana mengontrol sistem administrasi layanan secara otomatis/terkomputerisasi. Sedangkan bagi pengguna perpustakaan dapat membantu mencari sumber-sumber informasi yang diinginkan dengan menggunakan catalog on-line yang dapat diakses melalui intranet maupun internet, sehingga pencarian informasi dapat dilakukan kapan pun dan di mana pun ia berada.

14

Menurut

Zainal

A.

Hasibuan

(2005)

dalam

makalahnya

Pengembangan Perpustakaan Digital, metodologi untuk membangun sistem perpustakaan digital mengikuti langkah-langkah yang disebut dengan istilah Fast Methodology yang meliputi 6 (enam) fase yaitu :

- Requirement analysis phase - Decision analysis phase - Design phase - Construction phase - Implementation phase, dan - Operation and support phase. Sedangkan menurut Ikhwan Arif (2004) dalam makalahnya Konsep dan Perancangan dalam Otomasi Perpustakaan, tahapan membangun sistem otomasi perpustakaan terbagi dalam 7 (tujuh) tahap, yaitu :

- Persiapan - Survei - Desain - Pembangunan - Uji coba - Training, dan - Operasional.

2.1.7 Staff Perpustakaan

Staff perpustakaan harus memberikan layanan yang baik kepada para pengguna. Sangat dibutuhkan kecakapan, ketangkasan (skill), sikap bersahabat dan menyenangkan (layanan dengan iringan senyum) dari staff dalam menyambut dan memberikan bantuan kepada client perpustakaan. Profesionalisme staff perpustakaan harus diarahkan pada standar kompetensi yang dimiliki atau yang disyaratkan oleh perpustakaan universitas yang telah memiliki standar

15

internasional . Karena, staff perpustakaan yang akan menyediakan dan melakukan tugas-tugas pelayanan dan menyediakan bahan pustaka untuk digunakan oleh pengguna perpustakaan. Keterampilan terhadap teknologi (technology skills), keterampilan antar-perseorangan (interpersonal skills), dan kepemimpinan (leadership).

Pengelolaan perpustakaan haruslah dilengkapi minimal tiga orang, yang terdiri dari satu tenaga adminstrasi dan dua pustakawan. Hal ini penting diterapkan sekaligus berbagi peran, administrasi mengurusi segala kelengkapan buku, pendaftaran anggota, dan inventaris. Sedangkan pustakawan lebih fokus melayani pengunjung.

16

2.1.8 Kajian Ilmu Perpustakaan : Literatur Primer, Sekunder, Tersier

Koleksi perpustakaan dapat dikelompokkan menjadi koleksi primer, koleksi sekunder, dan koleksi tersier. Koleksi sekunder sering disebut dengan bahan rujukan umum, sedangkan koleksi tersier disebut dengan sarana bibliografi dari bibliografi. Dalam perpustakaan, ketiga jenis koleksi ini ditempatkan dalam ruang referens. Dan pustakawan yang melayaninya disebut dengan pustakawan rujukan.

Bahan rujukan umum atau reference source disebut juga koleksi referensi. Dalam American Library Assocation Glossary of Library Terms disebutkan disebutkan dua definisi untuk bahan rujukan, yaitu : (a) sebuah buku yang disusun dan diolah sedemikian rupa untuk digunakan sebagai sumber menemukan informasi tertentu dan tidak untuk dibaca secara keseluruhan ; dan (b) sebuah buku yang penggunaannya terbatas dalam gedung perpustakaan. Sementara itu dalam Harrods Librarians Glossary memberikan pengertian sebagai berikut : (a) buku rujukan adalah buku-buku yang di susun untuk memberikan informasi seperti kamus, ensiklopedia, kamus ilmu bumi, buku tahunan, buku petunjuk, bibliografi, dan abstrak. Kesemuanya disusun guna memberikan informasi tertentu dan lebih dimaksudkan sebagai sekedar sumber acuan dari pada untuk dibaca secara keseluruhan ; (b) buku rujukan adalah buku yang disimpan unuk dijadikan sumber informasi yang digunakan di dalam gedung perpustakaan saja.

Irawati Singarimbun menambahkan bahwa fakta-fakta dalam bahan rujukan dikumpulkan dari berbagai sumber dengan susunan khusus sehingga dapat digunakan dengan mudah dan cepat. Kemudian dia mengelompokkan bahan rujukan umum menjadi dua jenis, yaitu : (a) jenis bahan rujukan yang memberikan informasi langsung seperti ensiklopedi, kamus, direktori, alamak, sumber biografi, sumber geografi atau peta, buku statistik, sedangkan (b) jenis bahan rujukan yang memberikan petunjuk kepada suatu sumber informasi seperti

17

katalog, bibliografi, indeks, dan abstrak. Bagian ini disebut dengan istilah sarana bibliografi.

Sarana bibliografi atau bibliographic tools adalah alat atau sarana untuk menemukan bibliografi. Bibliografi adalah semua daftar terbitan, baik yang tercetak atau yang terekam. Semua karya tulis secara konseptual dimaksudkan untuk dibaca oleh orang lain. Kumpulan dari karya tulis yang terbaca tersebut dapat membentuk akumulasi suatu pengetahuan. Karena itu, semakin banyak karya tulis yag terbaca, akan semakin kuat pula akumulasi pengetahuan itu. Pengetahuan itupun semakin tersebar sejalan dengan tersebarnya karya tulis.

Sarana bibliografi berusaha untuk mencatat semua bahan pustaka yang pernah diterbitkan. Di manapun penerbitan dilakukan, dalam bentuk apapun diterbitkan, hendaknya ada catatan tertulis mengenai sesuatu karya yang pernah diterbitkan. Seorang yang bekerja dalam bidang bibliografi akan berkutat dengan berbagai jenis terbitan dan tidak boleh membedakan kapan bahan pustaka itu diterbitkan.

Ada sarana bibliografi yang mencatat bahan-bahan pustaka kuno, sebaliknya ada pula sarana bibliografi yang hanya mencatat bahan-bahan pustaka yang baru diterbitkan. Ada pula pembatasan bibliografi berdasarkan wilayah atau daerah dan ada pula bibliografi yang membatasi pada tahun terbit.

18

Manfaat yang dapat diperoleh dengan menggunakan koleksi sekunder dan koleksi tersier adalah : memberikan keterangan atau penjelasan langsung dan mendasar tentang suatu hal yang ingin diketahui untuk menghilangkan keragu-raguan terhadap pengertian masalah tertentu, menambahkan perbendaharaan kata yang dimiliki ; bukan hanya mengetahui suatu kata atau istilah, bahkan dapat mengetahui keterangan dasarnya, baik mengenai asal kata/istilah, penggunaannya, pengucapannya, sejarah, padanan kata, lawan kata dan sebagainya, dapat digunakan untuk mengetahui seluk beluk serta keadaan suatu negara atau tempat lain di dunia, bahkan mengenai tempat yang belum pernah dikunjungi, menggambarkan riwayat hidup tokoh-tokoh terkemuka dan terkenal, termasuk karyakarya, penghargaan yang diterima, pengalaman mereka kiat-kiat suksesnya, meningkatkan ketrampilan dan kemampuan dalam menggunakan sumber informasi dasar, menunjang kegiatan penelitian, membantu para pustakawan dan juga pemakai lain dalam melakukan penelusuran informasi.

19

Jenis-jenis Koleksi Primer

1. Ensiklopedi Ensiklopedi dapat didefinisikan sebagai: Sebuah karya ilmiah berisi informasi yang sangat luas, dalam berbagai bidang pengetahuan, dan biasanya disusun secara alphabetis subyek atau nama. Istilah sangat luas bukan berarti semuanya. Istilah tersebut hanyalah menggambarkan sebagai sesuatu yang sangat luar biasa, seperti dengan istilah yang digunakan oleh Diderot, bahwa sebuah ensiklopedi memiliki nilai yang bersifat mistisius. Bukan mistik yang berarti tidak nyata, namun mendekati itu karena sangat luar biasa.

Setiap ensiklopedi yang diterbitkan, biasanya menguraikan banyak artikel secara detail, seringkali pula disertai daftar bacaan pada setiap bagian atau subbagiannya; ada uraian singkat dan ada uraian yang panjang disertai informasi tentang berbagai data seperti tanggal lahir dan kematian para ilmuwan terkenal, lokasi geografis dan peristiwa-peristiwa bersejarah. Cakupan ini menyebabkan ensiklopedi sangat ideal untuk dikatakan sebagai bahan rujukan. Dan ensiklopedi yang besar seringkali menjadi tumpuan pustakawan untuk memberikan jawaban terhadap berbagai pertanyaan yang diajukan oleh para pemakai perpustakaan ataupun pencari informasi lainnya.

Bahan pustaka yang tertulis pada bagian bawah artikel membantu pembaca untuk dapat menemukan informasi tambahan yang diperlukan untuk memperkaya wawasan keilmuan atau khazanah keilmuan, ataupun untuk memperoleh penjelasan yang dianggap kurang komplit ketika membaca artikel yang ada dalam sebuah ensiklopedi. Artikel dalam ensiklopedi merupakan sebuah rangkuman dari konsep yang sangat panjang, bukan hanya sekedar sebuah potongan atau bagian dari konsep tersebut.

Hugh Kenner secara cerdik meringkas isi dan tujuan ensiklopedi sebagai berikut: Ensiklopedi membuat kita seperti melompat dari suatu masa yang sangat

20

panjang, dan ensiklopedi merupakan suatu yang tak mungkin ditulis hanya oleh seseorang, dan setiap orang hendaknya membacanya.

Bukannya tidak mungkin terjadi kritikan terhadap sebuah ensiklopedi. Jika ini ada mungkin disebabkan karena penyusunan sebuah ensiklopedi memerlukan waktu yang cukup lama sehingga begitu selesai penyusunannya, mungkin pengetahuan yang dicakupnya sudah bergerak maju dan berkembang, sehingga apa yang diuraikan dalam ensiklopedi dapat dikatakan ketinggalan.

Saat ini berbagai ensiklopedi disusun dengan bebagai tujuan pula. Tetapi intinya adalah untuk mengumpulkan dan mengorganisir pengetahuan yang tersebar di berbagai belahan dunia, atau untuk memenuhi kebutuhan informasi para pembaca. Hampir semua bidang pengetahuan dan informasi dikupas, dirinci dan dijelaskan melalui berbagai artikel yang disusun secara detail dan didukung oleh fakta-fakta yang akurat.

2. Kamus

Kamus berisi daftar kata dasar suatu bahasa yang disusun menurut abjad. Kamus yang baik disertai dengan keterangan mengenai bentuk, tanda baca, fungsi, asalusul atau sejarah kata,arti, sinonim, antonim, sintaksis dan ungkapan tiap kata. Ada kamus yang memuat semua keterangan tersebut secara lengkap, dan ada kamus yang hanya memuat beberapa bagian saja. Istilah lain dari kamus adalah; daftar kata/istilah, takarir, glosari, leksikon, dan mujam.

3. Almanak Dan Buku Tahunan

Almanak adalah buku yang memuat informasi tentang data atau statistik yang berkaitan dengan negara, kejadian, pejabat, subjek dan kehidupannya. Banyak almanak subyek yang diterbitkan secara tahunan atau tengah tahunan, yang kadang-kadang disebut dengan Yearbook atau Annuals atau buku tahunan.

21

Biasanya almanak memiliki bahasan yang lebih umum dibanding dengan buku tahunan.

Ada almanak yang disusun secara kronologis, berdasarkan waktu yang umumnya memuat informasi mengenai ramalan-ramalan cuaca, data statistik organisasi atau lembaga, dan catatan-catatan mengenai kejadian atau peristiwa yang nyata dan bersifat mutakhir. Yang termasuk dalam kategori ini antara lain; The Hammond Almanac, The Peoples Almanac, The Readers Digest Almanac and yearbook, Whitakers Almanac, The World Almanac and book of facts, The Guinness book of world records terbitan Bantam books di New York, berisi hal-hal yang bersifat paling. Seperti paling besar dan paling kecil, paling tinggi dan paling rendah, paling panjang dan paling pendek, dsb. Dari berbagai almanak tersebut yang paling banyak digunakan adalah The World Almanac and book of facts, kemudian Information Please Almanac, dan kemudian Whitakers Almanac.

Buku tahunan adalah bahan rujukan yang memuat informasi mengenai catatan kejadian, perkembangan suatu masalah atau subjek dalam satu tahun terakhir. Buku ini banyak digunakan di perpustakaan untuk menjawab pertanyaan rujukan.

Ada buku tahunan yang cakupannya sangat luas dan umum, yang bertujuan untuk memberikan informasi mutakhir yang dimuat oleh ensiklopedi. Jenis ini sering disebut dengan suplemen ensiklopedi. Dan ada pula buku tahunan yang membatasi muatannya pada informasi dan fakta yang berkembang dan terjadi dalam kurun waktu satu tahun, membatasi subjeknya, atau tempat kejadiannya. Buku tahunan sangat berguna untuk penelitian sejarah karena disajikan secara lengkap dan diterbitkan segera setelah terjadi suatu peristiwa tertentu.

Buku yang berjudul Fact on file yearbook, The annual register of world events masuk dalam kategori buku tahunan umum. Buku jenis ini juga dapat menjadi bahan rujukan cepat. Kedua buku tersebut sering digunakan untuk meneliti data, peristiwa, dan orang-orang terkenal dalam tahun penerbitannya. Fact on file yearbook merupakan kumpulan data dari Fact on file yang tebit secara mingguan.

22

Di Indonesia kita mengenal adanya Almanak Polri yang diterbitkan oleh Kepolisian Negara RI. Almanak ini berisi informasi mengenai kejadian, peningkatan kedisiplinan dan kinerja yang berkaitan dengan Polri dalam menjalankan tugasnya dan pengabdiannya kepada masyarakat. Juga buku Rekaman Peristiwa yang diterbikan oleh penerbit Sinar Harapan. Buku ini berisi peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di Indonesia yang sebelumnya telah dimuat dalam harian Sinar Harapan yang sekarang berubah nama menjadi Suara Pembaharuan.

4. Buku Pegangan Dan Manual

Antara buku pegangan dan manual sulit untuk dibedakan, keduanya seringkali dianggap sebagai sinonim, atau karena kesulitan untuk memberikan difinisi sehingga keduanya disebut kompendium.

Buku pegangan (handbook) berisi informasi mengenai petunjuk dan identifikasi suatu masalah secara mendasar. Buku ini banyak memuat keterangan dan informasi yang berupa tabel-tabel, simbol, formula dan istilah yang berkaitan dengan suatu subjek yang dibahasnya. Tujuan utama dari penulisan buku pegangan dan manual adalah sebagai bahan rujukan cepat dalam satu bidang atau cabang pengetahuan. Penekanannya lebih berat pada keberadaan pengetahuan dibanding perkembangan baru. Buku pegangan ilmiah didukung oleh batang tubuh pengetahuan pada subjek yang berkaitan.

5. Biografi

The Concise Oxford Dictionary dengan ringkas memberikan definisi biografi sebagai penulisan tentang kehidupan seseorang. Lebih lengkap lagi biografi dapat dijelaskan sebagai penulisan kehidupan seseorang yang diperoleh dari ingatan, dari bahan tertulis atau secara lisan.

23

Sementara itu Harold Nicolson memberikan definisi yang dapat diterapkan bagi karya rujukan; biografi dapat menjadi bahan sejarah, dalam pandangan ini biografi harus disusun dengan teliti dan mampu menggambarkan seseorang dalam hubungannya dengan situasi yang ada saat orang itu hidup. Biografi harus menggambarkan seseorang atau individu, semua karakter kemanusiaan yang dimiliki, tidak hanya menyajikan kebaikannya saja tetapi juga kejelekannya. Biografi hendaknya ditulis dalam bahasa yang baik dan dengan gaya tuturan yang menyentuh perasaan.

Tujuan penulisan biografi menurut Sir Sydney Lee, editor dari Dictionary of National Biography, adalah untuk menguraikan kehidupan pribadi seseorang yang dihormati atau yang dapat diteladani. Karena itu biografi yang ideal dapat mengungkapkan berbagai kejadian yang dialami seseorang secara langsung atau tidak langsung. Demikian juga dengan sisi-sisi kepribadiannya dan hasil-hasil yang dicapainya dalam kehidupannya. Biografi hendaknya disusun secara obyektif, tepat dan seimbang. Virginia Wolf, seorang penulis biografi terkenal menyatakan bahwa pada dasarnya penulis biografi menulis dan memilih serta mengorganisir informasi yang diperolehnya kemudian menguraikannya dengan sedemikian rupa sehingga terasa hidup.

Ada dua daya tarik biografi bagi pengguna, yaitu untuk memenuhi rasa ingin tahu kita terhadap pribadi seseorang dan untuk mendapatkan pengetahuan secara riil melalui orang lain. Dengan kata lain untuk mengetahui apa yang sesungguhnya telah terjadi melalui pengalaman orang lain.

6. Sumber Geografi

Sumber geografi adalah bahan pustaka yang memuat informasi mengenai tempat, gunung, sungai, batas negara, batas wilayah, dan sebagainya yang berkaitan dengan lokasi. Berbagai jenis bahan pustaka yang termasuk dalam kelompok sumber geografi adalah sebagai berikut :

24

Peta, seperti Peta Kotamadya Malang; Atlas seperti Atlas Indonesia. Bandung, 1977; Globe; Gazetir, seperti Daftar nama-nama pulau di Indonesia (List Island Names). Disusun oleh Dinas Hidrologi Angkatan Laut. Diterbitkan oleh Pusat Dokumentasi Ilmiah Nasional - LIPI, 1975; Buku petunjuk perjalanan , seperti Business and pleasure in Jakarta: an official tourist guide book for metropolitan city of Jakarta. Jakarta, 1973.

Jenis-jenis Koleksi Sekunder

1. Bibliografi

Bibliografi adalah daftar buku-buku dalam bidang atau subyek tertentu, di mana hakekat keberadaan (lokasi) buku-buku tersebut tidak dibatasi pada satu perpustakaan tertentu. Bibliografi biasanya disusun menurud abjad pengarang atau kronologis atau subyek. Kadang-kadang bibliografi disertai dengan anotasi dan disebut dengan bibliografi beranotasi.

Tujuan bibliografi adalah membantu pemakai mengetahui eksistensi sebuah dokumen atau mengidentifikasi sebuah dokumen atau bahan pustaka lain sesuai dengan keperluannya.

2. Katalog

Katalog dalam istilah perpustakaan adalah sarana yang mendaftar seluruh koleksi perpustakaan.

25

3. Indeks

Indeks adalah sarana fisik yang mengacu ke bagian koleksi dokumen yang secara potensial relevan dengan permintaan informasi. Ada indeks yang menyatu dengan sebuah buku dan ada indeks yang terpisah dengan bahan pustaka yang diindeksnya.

4. Abstrak

Yang dimaksud dengan abstrak disini adalah majalah abstrak, yaitu terbitan berseri dengan frekuensi teratur yang berisi sari karangan atau abstrak dari artikel penting dalam subyek tertentu yang terbit dalam majalah primer. Dapat juga abstrak ini berasal dari sari karangan monograf berisi hasil penelitian, laporan penelitian, paten, serta sumber primer lain dalam bidang tertentu.

Majalah abstrak berfungsi juga sebagai indeks sehingga dapat digunakan sebagai sarana temu balik informasi serta memberikan gambaran singkat mengenai penelitian yang sedang berlangsung.

26

Jenis-jenis Koleksi Tersier

1. Bibliografi Dari Bibliografi

Tujuan literatur tersier untuk mengetahui atau menelusur informasi sekunder: Contoh: Leeson, Ida. 1954. A Bliography of Bibliographies of the South Pacific. London: Oxford University Press, 1954.

Kemp, Herman C. Annotated bibliography of bibliographies on Indonesia. Leiden: KITLV Press, 1990.

Indonesia. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Bibliografi tentang bibliografi Indonesia. Jakarta: Proyek Pengembangan Perpustakaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1977.

2. Direktori

Direktori berasal dari kata direct yang berarti menunjuk. Direktori adalah suatu bahan rujukan yang memuat daftar organisasi atau perorangan, disusun secara alphabetis atau kadang-kadang secara sistematis. Jadi direktori hanya memberi informasi penunjukan, bukan memberi informasi secara langsung.

Ada direktori perseorangan yang memuat alamat, profesi, kantor atau informasi penting lainnya yang menyangkut orang tersebut. Dan ada juga direktori lembaga atau organisasi biasanya memuat informasi seperti alamat, pejabat-pejabatnya, fungsi dan keterangan lain yang berkaitan dengan organisasi itu. Dengan demikian direktori adalah semua bahan pustaka atau dokumen yang

memungkinkan kita untuk menemukan dan mengetahui informasi tentang organisasi atau perorangan.

27

2.1.9 SARANA DAN PRASARANA

1. Gedung dan ruang

- Perpustakaan harus memiliki gedung sendiri, atau sekurangkurangnya memiliki ruangan sendiri secara terpisah dari ruang kegiatan non Perpustakaan.

- Perpustakaan harus memiliki ruangan yang sekurang-kurangnya dapat menampung koleksi bahan perpustakaan, ruang baca yang berkapasitas minimal 10 orang pembaca, ruang jasa/sirkulasi dan ruang kegiatan operasional stat perpustakaan.

- Lokasi dan posisi ruang perpustakaan harus mudah diketahui dan dijangkau penggunanya serta memperoleh pencahayaan dan sirkulasi udara yang cukup efektif dan nyaman.

- Ruang perpustakaan harus memiliki lantai yang mampu mendukung beban minimal 300kg per meter persegi.

- Perpustakaan perlu memiliki ruangan khusus untuk menunjang operasional teknologi.

- Denah tata ruang (layout) perpustakaan perlu dipaparkan pada tempat yang mudah terlihat oleh pengunjung perpustakaan.

2. Perlengkapan

- Perpustakaan harus memiliki perlengkapan meja dan kursi kerja, meja dan kursi baca, rak untuk buku, rak majalah dan surat kabar, lemari buku serta meja pejasa yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan. Semua perlengkapan di atas harus memenuhi standar baik konstruksi maupun jumlahnya.

28

- Fasilitas rak harus mengikuti standar dan dapat menampung jumlah dan jenis koleksi yang dimiiiki.

- Perpustakaan juga harus memiliki perlengkapan pendukung minimal 1 buah zice (kursi tamu), alat pengolah data mesin ketik atau komputer dan kendaraan operasional.

- Fasilitas baca harus dapat menampung jumlah pengunjung rata-rata perhari dan memenuhi standar yang berlaku.

3. Alat Komunikasi

- Perpustakaan harus memiliki alat komunikasi minimal pesawat telephon, faximile.

- Bagi perpustakaan yang sudah berkembang minimal mempunyai jaringan internet.

29

2.1.10 Koleksi Dan Pengolahan

- Jumlah koleksi perpustakaan diacu pada SK Menpan 33 tahun 1998 yaitu 1000 judul/2000 eksemplar.

- Perpustakaan harus mempunyai program pengembangan koleksi tahunan yang menunjang "isi dan misi, tugas pokok dan fungsi, program serta pemakai potensialnya.

- Koleksi perpustakaan minimal 10 % dari jumlah koleksinya merupakan koleksi mutakhir yang sesuai dengan perkembangan dan tuntutan yang di layani bidang perpustakaan.

- Perpustakaan harus memiliki program penyiangan untuk seluruh koleksi perpustakaan yang minimal disiangi setiap 5 tahun sekali.

- Perpustakaan minimal harus melanggan 1 (satu) judul majalah yang berkaitan dengan kekhususan misinya untuk setiap tahunnya.

- Setiap koleksi yang ada di perpustakaan harus dideskripsikan untuk memenuhi system simpan dan temu kembali, minimal menggunakan AACRII.

- Setiap koleksi diklasifikasi menggunakan Dewey Decimal Classification (DOC) atau klasifikasi lain yang berlaku internasional, regional atau nasional sesuai kebutuhan perpustakaan.

- Katalog subyek minimal menggunakan salah satu dari acuan tersebut dibawah ini: -Daftar tajuk Subyek -Library of Congress Subyect Heading (LCSH) -Tesaurus yang berlaku secara internasional, regional atau nasional sesuai cakupan bidang perpustakaan atau jenis

30

perpustakaan khusus

- Dalam hal perpustakaan berkehendak melakukan kerjasama jasa secara one line (terpasang) wajib merujuk pada standar INDOMARC atau standar MARC yang berlaku ditingkat internasional atau regional sesuai kebutuhan sistem kerjasama jaringan yang dibangun.

- Perpustakaan harus mempunyai program pelestarian bahan perpustakaan minimal satu kali setahun

- Penempatan buku di rak dijajar secara sistematis dengan memperhatikan kenyamanan dan kesehatan pengguna dan kemudahan akses dalam upaya pemeliharaan bahan pustaka.

- Koleksi perpustakaan juga mencakup dokumen/literature/bahan perpustakaan cetak, multimedia dan digital.

31

2. 2 Tinjauan Tentang Cafe

Kafe berasal dari bahasa Perancis caf. Arti harafiahnya sebetulnya adalah (minuman) kopi, tetapi kemudian menjadi tempat di mana seseorang bisa minumminum, tidak hanya kopi, tetapi juga minuman lainnya. Di Indonesia, kafe berarti semacam tempat sederhana, tetapi cukup menarik di mana seseorang bisa makanmakanan ringan. Dengan ini kafe berbeda dengan warung.

Caf adalah semacam restoran cukupan yang sifatnya tidak resmi dengan pelayanan cepat, di mana para tamu mengumpulkan makananya di atas baki yang diambil di atas counter dan kemudian membawanya ke meja makan. (Marsum, 2000:8-11).

Caf dikaitkan dengan kepariwisataan termasuk salah satu jenis restoran, artinya usaha komersial yang ruang lingkup dan kegiatannya menyediakan hidangan makanan dan minuman. ( Peraturan pemerintah RI No. 34/PP/DPR RI/1997, hal 2)

Caf menurut Dictionary of English Language and Culture oleh Longman adalah restaurant kecil yang melayani/ menjual makanan ringan dan minuman, caf biasanya digunakan oleh orang- orang untuk menghabiskan waktu/ istirahat sejenak.

Caf adalah tempat yang paling menyenangkan, dan yang mana satu menemukan segala macam orang karakter yang berbeda. (Broudy, E. 1986:43)

2.2.1

Sejarah Singkat Cafe

Caf pertama kali didirikan di Constantinopel pada tahun 1950, kemudian pada tahun 1672 seorang yang bernama Pascal menjual minuman kopi dalam sebuah kedai pameran Saint-Germani, Paris. Dari situ ia memperkenalkan dan

32

meneruskan usahanya ke berbagai negara di Eropa. Eksistensi cafe terus berkembang sehingga pengertian caf menjadi berubah. Palais-Royal, Grands Boulevard, Left Bank dan Bougant adalah cafe-cafe yang dibuat dalam nafas modern mengikuti perkembangan jaman. (Cole, 1998:71).

Caf selanjutnya berkembang di Eropa terutama di Paris. Cafe terletak di pinggir jalan biasanya berada di luar ruangan. Seiring perkembangan jaman, cafe akhirnya memperhatikan interior dalam sistem pelayanannya.

Caf dengan cepat menjadi bagian integral dari budaya Perancis dari pemunculan pertamanya, berawal dari pembukaan Caf Procope di tepi kiri tahun 1689 dan caf Rgence di Palais Royal setahun kemudian. Caf di kebun beberapa distrik menjadi populer pada abad ke-18, dan dapat dianggap sebagai caf teras pertama di Perancis, ini tidak akan terkenal hingga trotoar dan jalan boulevard mulai muncul pada pertengahan abad ke-19. Caf adalah perhentian penting dalam perjalanan menuju atau dari kantor bagi banyak warga Perancis, dan khususnya saat makan siang. (Porter, 2010:144).

2.2.2

Macam-macam Tipe Cafe

Industri pelayanan makanan di Perancis terus berkembang dengan pesat seiring kebutuhan serta tingkatan hidup masyarakatnya yang semakin meningkat. Bermacam-macam jenis restoran dan cafe bermunculan dari yang paling sederhana sampai mewah. Kesemuanya dibedakan menurut jenis makanan yang dijualnya atau cara pelayanannya.

a. Boulangerie pattiserie adalah menyediakan berbagai macam jenis roti dan kuekue manis.

33

b. Brassserie adalah suatu restoran kecil yang mengutamakan penjualan cake (kue-kue), sandwich (roti isi), kopi dan teh. Pilihan makanan terbatas dan tidak menjual minuman yang beralkohol.

c. Bistro Seringkali lebih kecil dari sebuah restoran dan sering kali menggunakan papan kapur atau menu verbal. Banyak fitur masakan daerah. hidangan terkenal dan menawarkan berbagai jenis minuman beralkohol.

d. Bouchon Ditemukan di Lyon , mereka menghasilkan Lyonnaise masakan tradisional, seperti sosis, pate bebek atau babi panggang. Sangat berorientasi pada daging. Ada sekitar dua puluh tradisional bouchons bersertifikat resmi.

e. Salon de the adalah mirip dengan kafe di seluruh dunia. Seringkali disebut Tearooms ini sering menawarkan pilihan kue dan tidak menawarkan minuman beralkohol. Banyak menawarkan makanan ringan sederhana seperti salad dan sandwich, teh, cokelat panas, dan chocolat l'ancienne (minuman cokelat populer) yang ditawarkan juga. tempat ini sering bersebelahan dan menjadi satu dengan toko roti buka hanya sebelum tengah hari untuk makan siang dan kemudian tutup sore hari.

f. Estaminet adalah restoran yang digunakan untuk menjadi tempat pusat bagi petani, pekerja tambang, atau tekstil untuk bertemu dan bersosialisasi. Bersamaan dengan minuman biasa (bir dan minuman keras), orang bisa memesan masakan daerah dasar, serta bermain game berbagai indoor. Estaminets ini hampir hilang, tetapi sekarang dianggap sebagai bagian dari sejarah Nord-Pas-de-Calais, dan karena itu harus dijaga dan dikembangkan. (Porter, 2010:25).

2.2.3 Sistem Pelayanan Pada Cafe

Pelayanan harus mampu memberikan servis kepada konsumen dengan baik sehingga konsumen merasa puas secara fisik dan psikologis yang berbeda dengan

34

cafe lain. Hal yang paling terpenting dalam pemberian kepuasan bagi para tamu yaitu pelayanan. Adapun sistem yang dapat diberikan adalah sebagai berikut.

a. Table Service Table Service adalah sistem pelayanan , dimana para tamu duduk di kursi menghadap meja makan dan kemudian makanan maupun minuman diantarkan, disajikan kepada para tamu tadi. Dalam hal ini yang menyajikan makanan dan minuman adalah waiter/waitress.

b. Counter Service Counter Service adalah suatu sistem pelayanan restoran bagi para tamu yang datang langsung menuju ke counter. Apabila makanan dan minuman yang dipesannya sudah siap maka akan disajikan kepada tamu tadi di atas counter. Petugas yang menyajikan makanan dan minuman bisa waiter/ waitress atau langsung oleh juru masaknya. Pelayanan model ini lebih praktis, hemat tenaga dan waktu. Counter di sini memiliki pengertian meja panjang yang membatasi dua ruangan ruang dapur dengan ruangan restoran.

c. Carry Out Service Carry Out Service kadang-kadang juga disebut Take Out Service yaitu pelayanan restoran kepada para tamu yang datang untuk membeli makanan yang telah siap atau yang disiapkan terlebih dahulu, dibungkus dalam boks atau kotak untuk dibawa pergi, jadi makanan dan minuman tidak dinikmati.

d. Self Service Self Service atau kadang-kadang disebut juga Buffet Service ialah suatu sistem pelayanan restoran yang menghidangkan semua makanan secara lengkap (dari hidangan pembuka, hidangan utama, hidangan penutup dan sebagainya) telah ditata dan diatur dengan rapi di atas meja hidang atau meja prasmanan. Para tamu secara bebas mengambil sendiri hidangannya sesuai dengan selera maupun kesukaannya. Sedangkan untuk minuman panas, seperti teh atau kopi, pada umumnya disajikan kepada para tamu oleh petugas.

35

2.2.4 Program Ruang Cafe Secara Umum

Menurut Fred Lawson, dalam bukunya yang berjudul Restaurant Planning & Design, (1994:45) menjelaskan bahwa tata ruang restoran tentunya dirancang dan dibangun dengan pertimbangan siklus kegiatan operasional dimulai dari ruangan sebagai tempat melakukan kegiatan awal yakni penerimaan bahan mentah kemudian diproses sampai dengan penyajiannya. Semua tahapan tersebut memerlukan ruangan yang memadai. Oleh karena itu, persyaratan ruangan Caf dibedakan menjadi dua yaitu ;

a. Ruangan depan (Front Area), yaitu ruangan-ruangan yang mempunyai fungsi dan kegunaan diperuntukkan bagi pelanggan restoran sebagai daerah pelayanan, seperti ruang makan, bar, cocktail lounge, ruang parker tempat ibadah dan lain sebagainya. Persyaratan ruangan Cafe :

1) Luas area memenuhi standar 2) Penyekat antara Caf dan dapur harus tahan terhadap api 3) Tersedianya pintu darurat dan tangga darurat 4) Selalu terpasang alat deteksi kebakaran 5) Pintu keluar masuk pelanggan dan pegawai harus terpisah 6) Cukup penerangan 7) Sirkulasi udara memadai dan tersedianya pengatur suhu udara 8) Bersih, rapi dan sanitasi (memenuhi syarat kesehatan) 9) Kualitas bahan bangunan memenuhi standar 10) Lay out ruangan yang tercipta mudah dirubah 11) Mudah untuk dibersihkan dan dirawat.

b. Ruangan Belakang (Back Area), yaitu ruangan-ruangan yang mempunyai fungsi dan kegunaan sebagai area penyimpanan, persiapan, pengolahan produk makanan dan minuman yang mana sebagai tempat aktivitas kerja bagi karyawan cafe dan sebagai daerah terlarang bagi pelanggan untuk masuk ke dalamnya

36

seperti dapur, gudang, tempat penumpukan sampah, steaward area dan lain sebagainya. Sehingga syarat-syarat back area ;

1) Cukup Penerangan 2) Gudang penyimpanan bahan makanan terpisah sesuai jenisnya 3) Lantai tidak licin dan dibuatkan selokan-selokan saluran pembuangan air yang memadai dan lancar 4) Terpasangnya alat penghisap dan saluran pembuangan asap dapur saluran air bersih lancar dan mencukupi

37

2.3

Tinjauan Tentang Library Cafe

Dari pembahasan di atas dapat di simpulkan bahwa Library caf adalah suatu caf yang menyediakan menu berisi makanan dan minuman, tata ruang dan interior yang di tata sedemikian rupa, nyaman, aman, sejuk, fasilitas free WI-FI dan menyediakan berbagai macam buku-buku yang bebas dibaca oleh para pengunjung.

Ide perpustakaan dengan atmosfir kafe ternyata sudah mulai sejak beberapa tahun yang lalu, entah di daerah tertentu di Indonesia juga di luar negri. Suasana kafe ternyata memang menarik orang untuk datang dan merasa nyaman. Budaya perpustakaan yang harus sunyi senyap tanpa minuman dan makanan sudah selayaknya ditinjau ulang sesuai dengan kebutuhan. Berdirinya perpustakaan perpustakaan kafe yang marak di kota-kota besar di Indonesia seperti di Bandung ini dapat dianggap sebagai upaya kepedulian terhadap literasi informasi di masyarakat. Modifikasi layanan dengan menghadirkan menu-menu makanan dan minuman khas kafe di perpustakaan kafe ini, juga dapat dianggap sebagai upaya membangun kesenangan kenyamanan dan rasa santai dalam belajar untuk menambah pengetahuan.

Ada banyak orang yang mendapati belajar dengan iringan musik membantunya lebih cepat mengerti. Beberapa yang lain menikmati snack ringan dan belajar adalah gaya belajarnya. Sementara yang lain lebih suka belajar dengan rekanrekannya dalam sebuah diskusi. Dalam suatu artikel tentang konsep

perpustakaan yang modern, juga disebutkan bahwa salah satu infrastruktur yang menunjang layanan perpustakaan adalah adanya cafe di perpustakaan. Dengan demikian layaklah jika perpustakaan melengkapi diri dengan berbagai fasilitas untuk sebisa mungkin mengakomodasi gaya belajar para penggunanya.

38

2.3.1

Klasifikasi Restoran Menurut Marsum (2000, p. 7-11)

Ada tujuh tipe klasifikasi restoran :

1. A La Carte Restaurant Adalah restoran yang telah mendapatkan ijin penuh untuk menjual makanan, lengkap dengan banyak variasi. Dimana konsumen bebas memilih makan yang mereka kehendaki. Tiap-tiap makanan yang tersedia di restoran jenis ini memiliki harga tersendiri. 2. Table Dhote Restaurant Adalah restoran yang khusus menjual menu yang lengkap (dari hidangan pembuka sampai hidangan penutup), dan tertentu, dengan harga yang telah di tentukan pula.

3. Cafetaria atau cafe Adalah restoran kecil yang mengutamakan penjualan kue, roti isi, kopi dan teh. Pilihan makanan terbatas dan tidak menjual minuman ber alkohol.

4. Inn Tavern Adalah restoran dengan harga yang relatif cukup terjangkau, yang di kelola oleh perorangan di tepi kota. Suasana dibuat sangat dekat dan ramah dengan konsumennya serta menyediakan hidangan yang lezat.

5. Snack Bar atau Milk Bar Adalah restoran dengan tempat yang tidak terlalu luas yang sifatnya tidak resmi dengan pelayanan yang cepat, dimana konsumen mengumpulkan makanan mereka diatas baki yang diambil dari atas counter (meja panjang yang membatasi dua ruangan) kemudian membawanya sendiri ke meja makan. Konsumen bebas memilih makanan yang di sukai, disini lebih dikenal dengan nama restoran cepat sajii (fast food). Makanan yang

39

tersedia umumnya hamburger, roti isi, kentang goreng, ayam goreng, nasi dan mie.

6. Specialty Restaurant Adalah restoran yang suasana dan dekorasi seluruhnya disesaikan dengan tipe khas makanan yang di sajikan atau temanya. Restoran-restoran semacam ini menyediakan masakan Eropa, China, Jepang, India dan sebagainya. Pelayanan sedikit banyak berdasarkan tata cara negara asal makanan spesial tersebut.

7. Family Type Restaurant Adalah restoran sederhana yang menghidangkan makanan dan minuman dengan harga yang relatif murah dan terjangkau. Terutama disediakan untuk tamu-tamu keluarga maupun rombongan.

Dari keterangan di atas Library Cafe dapat di golongkan sebagai Cafetaria atau cafe.

40

2.4 Tinjauan Penggayaan Mediterania

Mediterania adalah sebutan bagi wilayahwilayah yang mengelilingi Laut Tengah. Wilayah-wilayah yang mengelilingi laut yang cukup luas ini meliputi tiga benua sekaligus. Mediterania sendiri merupakan sebutan bagi kawasan yang berada di sekitar untaian pantai yang bercuaca panas. Dari benua Eropah yang termasuk wilayah Mediterania adalah Spanyol, Perancis Selatan, Italia dan Yunani, sedangkan dari benua Asia adalah Turki dan Timur Tengah. Dari benua Afrika yang termasuk dalam wilayah Mediterania adalah Mesir dan seluruh negara di Afrika Utara yang memiliki pantai yang menghadap ke Laut Tengah; mereka umumnya disebut sebagai negara-negara Maghribi yaitu Marokko, Aljazair, Tunisia dan Libya.

Dengan demikian, arsitektur di sekitar kawasan Mediterania sangat beragam coraknya. Kata Mediterania memberi kesan suasana langit yang biru dengan kehangatan sinar matahari (Speck 1985:5). Ciri-ciri bangunan Mediterania memang sesuai bagi daerah-daerah yang beriklim panas (Medial Syukur 1995, Sukada 1995 Cerwinske 1990:1,33-34, Speck 1985:5); iklim di kawasan Mediterania sendiri memang cenderung bersifat demikian. (Sumber : DIMENSI TEKNIK ARSITEKTUR Vol. 27, No. 1, Juli 1999 : 48 55)

2.4.1 Ciri Gaya Arsitektur Mediterania Menurut Catherine Haig dalam buku Mediterranean Style

Sulit menunjuk satu bentuk baku arsitekturnya. Setiap wilayah di Mediterania, mempunyai perjalanan sejarah dan keunikan budaya lokal tersendiri. Namun ada beberapa hal yang kerap dijumpai, sehingga dapat dianggap karakter umum arsitektur Mediterania, seperti :

41

Kolom Kolom dan unsur lengkung yang berakar pada arsitektur klasik Yunani- Romawi pada jendela, pintu dan portico. Spanyol, dengan mixed-history-nya, memilki sejumlah bentuk kolom dan penyangga (pier). Kolom pendukung yang sering digunakan adalah kolom yang terbuat dari batubata, sebagai bagian dari kolonade biasanya mengelilingi patio, kolom satu dengan yang lain dihubungkan dengan balok berbentuk semi sirkular (arches) dilengkapi dengan mahkota dan alas kolom sederhana.

Teras Teras, selasar lebar ataupun court yard yang dilengkapi fountain menjadi cara untuk membuat suhu tetap nyaman. Ruang luar merupakan perluasan dari ruang dalam. Dimanfaatkan sebagai ruang duduk atau ruang makan. Kehadiran unsur air dan taman dalam Arsitektur Mediterania merupakan pengaruh Bangsa Moor ketika menguasai Spanyol. Bagi bangsa Moor taman merupakan earthy paradise.

Atap Bangunan yang berarsitektur Mediterania menggunalan atap miring. Kuda-kuda kayu dengan penutup genteng "mission" yang berwarna merah digunakan saat gaya arsitektur ini berkembang didaerah California. Bentuk atap yang biasa digunakan adalah bentuk atap pelana, meskipun disana-sini ditemukan bentuk atap perisai. Dan kebanyakan bangunan menggunakan tritisan yang dalam (deep eaves). Genteng yang menutup bagian atas listplank masih menyisakan listplank dibagian bawahnya.

Dinding Bahan dinding yang menjadi ciri khas bangunan Mediterania adalah tanah liat yang dibakar (adobe), yang tiap kali disegarkan kembali dengan dicampur cat kapur (whitewasher). Di Amerika dinding batubata yang dibakar merupakan bahan bangunan pilihan dan penggunaan batu alam lebih banyak dipakai (terutama Mexico, Texas, California, dan juga NewYork). Penggunaan bahan-

42

bahan alam diselesaikan tanpa finishing. Apabila dinding tersebut diselesaikan, maka plesteran dibuat tidak rata sehingga menimbulkan karakter tekstur yang kasar. Karakter dinding yang berat hadir dengan adanya konstruksi dinding tebal. Pada awalnya bangunan bergaya arsitektur Mediterania, memiliki citra polos dan sederhana. Ada yang menyebut bangunan asal Spanyol ini berwajah bleak and blare, kemudian terpengaruh warna-warna cerah Karibia. Kesan hangat bahkan panas akhirnya dihadirkan pula pada dinding bangunan dengan gaya arsitektur Mediterania ini. Permainan warna menghadirkan perbedaan pada rumah kalangan atas (yang cenderung memilih warna-warna pastel) dan kalangan bawah (yang lebih berani bermain-main dengan komposisi warna).

Jendela Jendela-jendela biasanya berukuran relatif kecil dan berbentuk persegi panjang atau kotak-kotak kecil. Kadang-kadang dengan ujung bagian atas berbentuk lengkungan. Jendela biasanya dilengkapi dengan kisi-kisi yang terbuat dari kayu atau besi tempa. Angin-angin yang berbentuk lingkaran banyak juga menjadi bagian dari penampilan wajah bangunan berarsitektur Mediterania. Lubang pada dinding untuk keperluan jendela biasanya berupa bukaan relatif lebar, dihadirkan kotak-kotak persegi kecil sebagai pembagi. Angin-angin yang berbentuk lingkaran sering digunakan sebagai penghawaan pada atap dipasang pada bagian geuvel dekat dengan ujung atap bagian atas.

Pintu Masuk Utama pintu masuk utama (doorway) memiliki bentukan terutama karena pengaruhpengaruh Bizantium, Spanish Gotthic dan bentuk pintu masuk yang paling sering digunakan adalah bentuk Spanish Renaissance. Perkembangan selanjutnya

menunjukkan bahwa pintu masuk utama berbentuk persegi empat biasa dengan angin-angin berbentuk semi-sirkular atau persegi empat. Pertemuan antar dinding dengan kusen, atau bagian akhir dari dinding yang bertemu dengan kusen, merupakan penebalan dari dinding sekeliling batasan dinding dengan kusen. Bentuk penebalan ini seperti sebuah bingkai pada lukisan. Bingkai atau frame

43

pada lubang pintu ini tidak hanya pada pintu masuk utama saja, tetapi berlaku untuk semua pintu dan bahkan jendela.

Balkon Balkon tipe continous biasanya ditemukan pada bagian patios atau courts, balkon ini biasanya digunakan untuk koridor terbuka yang menghubungkan dua sayap bangunan.

Alam Alam menjadi inspirasi pemilihan material finishing lantai, dinding dan plafon. Dinding dibuat dengan tesktur kasar, terkesan alami. Iklim panas ,kering, sering tanpa hujan membuat penggunaan atap datar atau atap miring nyaris tanpa teritis. Sinar matahari kuat di kawasan Laut Mediterania diimbangi dengan penggunaan warna tegas. Yunani, mempunyai ciri paduan biru dan putih. Terinspirasi dari birunya laut Mediterania, dan putihnya awan diatasnya. Afrika Utara, mempunyai ciri warna yang terinspirasi dari warna padang pasir ataupun warna tanah di Delta Sungai Nil. Dan ada wilayah yang terinspirasi oleh warna landscape di Mediterania, seperti merahnya anggur, kuningnya bunga matahari, dan hijaunya pohon cypress. Bertemunya aneka budaya membuat wilayah ini memberi pengaruh estetis pada arsitektur dan interior. Diantaranya, Spanyol yang kaya akan hasil besi, sangat menonjol kreasi decorative metal nya pada railing balkon, lampu, teralis ataupun furniture. Demikian juga halnya dengan seni keramik. Dipengaruhi budaya Islam, warna, pola penataan dan motif keramik di Spanyol pun sangat menarik. Sedangkan, Maroko, sangat terkenal dengan rugs. (Sumber : Haig, Catherine, Mediterranean Style Relaxed Living Inspired by Strong Colour and Natural Material, Conran Octopus, London, 1999)

44

2.5

Study Banding : Reading Lights

Nama Perusahaan

: Reading Lights

Alamat

: Jl. Siliwangi No. 16, Bandung.

Waktu Operasional

: Selasa, Rabu, Minggu : 12.00-20.00 Kamis, Jumat, Sabtu : 10.00-21.00 Senin : Tutup : Didirikan pada tahun 2006, dengan keyword coffee corner & books. Buku tidak di pinjamkan, hanya menjual buku bekas berbahasa Inggris, namun di perbolehkan membaca di tempat. Apabila ingin membaca di tempat harus membeli makanan atau minuman.

Profile Perusahaan

Struktur Organisasi

: - Manager in chief (1 orang) Book Division - Store Manager (1 orang) - Book Assistant (1 orang) Kitchen Division - Chef (1 orang) - Chef Assistant (1 orang) - Waiter (2 orang) Staff - Administration (1 orang) - Cashier (1 orang) House Keeper - Chief House Keeper (1 orang) - Assistant House Keeper (1 orang)

45

Tipe Manajerial

: Casual

Produk

: - Buku - Berbagai minuman berbahan dasar kopi asal Indonesia - Berbagai makanan ringan (snack) - Accessories

Fasilitas

: - Area Baca - Area Koleksi - Bar - Lounge - Toilet

Jumlah Koleksi

: 7000 Buah Buku

Genre Koleksi

: Fiksi dan Non Fiksi

Fiksi

: - Action, Thriller, Suspense - Romance, Drama, Chicklit - Fantasy, Scifi - Classic Litteratur

Non Fiksi

: - Hobby - Self Help - Medical, Psichology - History - Economy & Management - City & Nation, Travel - General Science, Design & Architecture

Koleksi Lainnya

: Favorit, New Arrival, Recommended, Children.

46

Ukuran Koleksi Terkecil : 7x5cm

Ukuran Koleksi Terbesar : 32x21cm

Perawatan Buku

: Di bersihkan dengan cara di lap menggunakan lap kering

Sistem Peminjaman

: Tidak ada peminjaman selain membaca di tempat. Apabila ingin di bawa pulang harus di lakukan pembelian

47