Anda di halaman 1dari 47

PENGENDALIAN MUTU TERPADU

Untuk Lingkungan Sendiri

MECHANIC DEVELOPMENT PT PAMAPERSADA NUSANTARA 2004

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Sehingga dapat tersusun buku PENGENDALIAN MUTU TERPADU Buku ini disusun untuk melengkapi bahan pelatihan di lingkungan PT Pamapersada Nusantara khususnya Plant Departement. Buku ini disajikan dalam bentuk yang sederhana, dengan harapan dalam pemahamannya akan lebih mudah, khususnya bagi Calon Mekanik atau Junior Mekanik dibidang Alat-alat Berat. Dengan segala kerendahan hati penyusun menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna, maka dengan keterbatasan yang ada penyusun sangat mengharap kritik dan saran dari para pembaca untuk meningkatkan kesempurnaan buku ini sehingga tidak terjadi salah persepsi untuk pemahaman dari isi dan makna terhadap buku ini. Akhirnya penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga terselesaikannya buku ini.

Jakarta, Januari 2004

Penyusun Mechanic Development

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

DAFTAR ISI
PENDAHULUAN DAFTAR ISI GENERAL KNOWLEDGE I. PENGENDALIAN MUTU TERPADU A. SEJARAH TQC I B. SEJARAH MANAJEMEN QUALITAS. I C. KOMPETISI DALAM MUTU.... I D. DEFENISI GKM.. I 1 - 44 2 - 44 3 - 44 18 - 44

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU


A. SEJARAH TQC 1920. QC 1924. 1940. SOC

I - 1 - 44

TQC ( CWOC )

1955. MBO

QCC TCS/ TOC

1960. 1978.

QUALITY CONTROL dimulai di Amerika Serikat & terbatas untuk Produk Pabrik. CONTROL CHART diperkenalkan oleh WA SHEWART QUALITY CONTROL yang menggunakan metode - metode Statistik. Mulai diterapkan di AS dengan DR J.M. JURAN sebagai pelopornya. Di Jepang dimulai diterapkan TOTAL QUALITY CONTROL. ( COMPANY WIDE QUALITY CONTROL ), disini Quality Control diterapkan oleh semua karyawan dan terhadap semua macam produk / hasil karya dalam Perusahaan. Pada tahapan ini TQC dianggap sebagai Alat ( TOOL ) manajemen dalam pengendalian mutu semua Produk. Tokoh-tokoh TQC tercatat : DR. W.E. DEMING ( 1950 ) DR. A.V. FEIGENBAUM ( 1951 ) DR. J.M. JURAN. ( 1954 ) PETER DRUKER mulai memperkenalkan konsepsi baru mengenai Sistem Manajemen yang disebut Management By Objectives yang memberikan penekanan pada Strategic Planning & Management Development. Ide tersebut kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh : JOHN HUMBLE ( 1960 ), G. ORDIORNE ( 1985 ) DSB. Jepang mulai memperkenalkan Quality Control Circle atau GUGUS PENGENDALIAN MUTU. Di Jepang mulai diperkenalkan sistem manajemen yang dinamakan TOTAL CONTROL SYSTEM ( TCS ) yang menekankan dilaksanakannya proses PDCS diseluruh tingkatan Organisasi, mulai perumusan Policies s/d Evaluasi hasil kegiatan. Sebagai Sistem Manajemen, sistem ini sangat mirip dengan MBO, hanya saja di TCS ada QCC yang diterapkan ditingkat bawah. Di Jepang sendiri ada yang memakai nama lain untuk yang sama, misalnya TOTAL QUALITY CONTROL, NEW XEROX MOVEMENT DSB.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU


B. SEJARAH MANAJEMEN KUALITAS DIJEPANG SESUDAH PERANG DUNIA KEDUA 1945-

I 2 - 44

Industri di Jepang hampir sepenuhnya hancur, 6 juta manusia kembali dari luar Negeri kekurangan makan. Hampir tanpa sumber alam. 100 juta manusia ditanah yang sempit. REFORMASI (PERUBAHAN) YANG DIPAKSAKAN OLEH PASUKAN SEKUTU. Penyingkiran dari mereka yang bertanggung jawab mencetuskan perang. Menciptakan sistem Politik Demokrasi Organisasi Serikat Buruh Pekerja. Liberalisasi Pendidikan. Persamaan Hak antara Lelaki & Wanita.Penghapusan Autokrasi - Demokrasi dan Ekonomi. Informasi dari Markas Besar Pasukan Sekutu.AWS (AMERICAN WAR STANDARD) z1, 1-3. Z1, 1-1941. Pedoman Pengendalian Mutu Terpadu. Z1, 2-1941. Metode bagan Pengendalian dari Data Analisa. Z1, 3-1942. Metode bagan Pengendalian dari Pengendalian. Mutu ketika sedang dalam Proses Produksi. KURSUS PENDIDIKAN & LATIHAN TENTANG METODE STATISTIK. Kursus 8 hari tentang Pengendalian Kualitas dengan mempergunakan Statistik oleh DR. W.E. DEMING. Penetapan hadiah Deming pada Konferensi Pengendalian Kualitas. Seksi Jepang dari ASQC ( Associantion Of Stastistic Quality Control = Asosiasi Pengendalian Mutu dengan Statistik ). Kursus tentang Operation Research ( JUSE ). Seminar tentang Manajemen QC ( Pengendalian Mutu.) oleh DR. JURAN. Pengorganisasian Aktivitas QC ( Pengendalian Mutu.) pada perusahaan J P C ( Japan Productivity Centre ) di mulai. Seminar tentang rekayasa ( Engineering ) Industri oleh pakar - pakar dari Amerika Serikat. Team pertama untuk mempelajari Pengendalian Mutu diberangkatkan ke Amerika Serikat. Konferensi Standardisasi ( JSA = Japan Standard Association). W.A SHEWART : Pengendalian ekonomis dari Kualitas Produk yang dihasilkan. E.S. PEARSON : Applikasi metode Statistik pada Standardisasi Industri dan Pengendalian Mutu. Pengamatan dan Penelitian tentang Teknik Manajemen Baru. ( Khususnya Pengendalian Mutu )

1947-

19501951195219531954195519561957-

1958-

1945-1950.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU


194619481949-

I - 3 - 44

1950-1955. 19591955-1960. 1960-1965. 19601962-

196319641965-1970. 19651967196919701971-

197719831970-1980.

Pendirian JSA ( JAPAN STANDARD ASSOSIATION ). Pendirian JUSE ( JAPAN UNION OF SCIENTIST & ENGINEERS ). Kursus Latihan oleh Seksi Komunikasi Sipil dari Markas Besar Tentara Sekutu ( G H Q ). Pendirian dari QCRG ( QC Research Group = Kelompok Penelitian Pengendalian Mutu ). Mulai Pendidikan dan Seminar Latihan Kursus Dasar Pengendalian Mutu diseponsori oleh JUSE dan JSA. Disahkan Undang-undang Standardisasi Industri ( Sistem Merek JIS ). Introduksi dan implementasi dari Pengendalian Mutu di Perusahaan. Introduksi / Memperkenalkan dari Metode Statistik. Pendirian dari JIIE ( Japanese Institute of Industrial Engineering = Institute Jepang untuk Rekayasa Industri ). Mengorganisir Aktivitas Pengendalian Mutu. Introduksi TQC ( Pengendalian Mutu Terpadu ). Aktivitas Pengendalian Mutu pada bengkel kerja.( QC Circle Activity = Aktivitas Gugus Kendali Mutu). Aktivitas Pengendalian Mutu secara Nasional. Bulan Kualitas ( November pada Tiap Tahun ). Pendidikan dan Kursus Latihan untuk para Mandor & Penyelia. Publikasi dari Buku pelajaran Pengendalian Mutu untuk Mandor. Aktivitas Gugus Kendali Mutu dimulai. Konferensi Pengendalian Mutu untuk Mandor. ( Konferensi Pengendalian Mutu untuk Manager Tertinggi, Mandor & Konsumen ). Konferensi Gugus Kendali Mutu yang pertama. Pendirian Cabang-cabang Gugus Kendali Mutu. Pengendalian Mutu GayaJepang. Simposium pengendalian Mutu ( Dua kali setahun oleh JUSE ). Sepuluh pokok2 dasar Pengendalian Mutu antara pemberi Pekerjaan dan Penerima Pekerjaan. Pengendalian Mutu Gaya Jepang. Pemberian dari Medali Pengendalian Mutu Jepang. Seminar Penjelajah Gugus Kendali Mutu. Penerbitan Buku QC Circle Koryo = Prinsip-prinsip umum Gugus Kendali Mutu. Pendirian dari JSQC ( Japanese Assoc. Of QC ). Asosiasi Pengendalian Mutu Bangsa Jepang. Bagimana mengoperasikan kegiatan Gugus Kendali Mutu Aktivitas Pengendalian Mutu pada Industri Konstruksi, Industri Jasa. Konferensi yang ke 1400 Gugus Kendali Mutu diadakan. Periode perubahan : Situasi tidak stabil Perkembangan Ekonomi yang jenuh.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU


1970-1983.

I - 4 - 44

Kejenuhan Perkembangan Ekonomi. Waktu Perubahan.Krisis Tenaga. Fluktasi dan tidak stabilnya nilai Uang. Perubahan pada Ekonomi International. Habisnya Sumber-sumber Alam. Pelestarian Alam. Factor Manusia. Perhubungan International.

C. KOMPETISI DALAM MUTU

M U T U P R O D U K

BARAT
ANG JEP

1950

1960

1970

1980

1990

SELAMA AWAL TAHUN 1950-AN, MUTU PRODUK BARAT DIANGGAP YANG TERBAIK DAN PRODUK JEPANG JELEK. JEPANG MELAKSANAKAN PROGRAM PENINGKATAN MUTU. BARAT SECARA REVOLUSIONER TELAH BERHASIL MENINGKATKAN MUTU PRODUKNYA. SEKITAR TAHUN 1975, JEPANG TELAH MENYAMAI BARAT. TAHUN 1980-AN JEPANG TELAH MELAMPAUI BARAT DALAM BANYAK PRODUK.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU


PERKEMBANGAN PRODUKTIVITAS KARYAWAN

I - 5 - 44

PERKEMBANGAN PRODUKTIVITAS KARYAWAN HARGA DAN GAJI.

Sumber

: Produktivitas karyawan ( Industri Manufaktur ) dari Jepang Productivity Centre, Gaji Nominal ( Industri Manufaktur ) dfari Labor Ministry, dan harga barang barang konsumen ( Rata rata nasional ) dari Berau of Statistic, The Prime Minister Office

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU


JEPANG MEMIMPIN DALAM HAL HASIL MANUFAKTURING PERJAM

I - 6 - 44

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU


KONTRAS ORGANISASI JEPANG PENGKARYAAN SEUMUR HIDUP EVALUASI & PROMOSI LAMBAT JENJANG KARIER BUKAN SPESIALIS MEKANISME KONTROL TERMASUK VS

I - 7 - 44

ORGANISASI AMERIKA PENGKARYAAN JANGKA PENDEK EVALUASI & PROMOSI CEPAT JENJANG KARIER SPESIALIS MEKANISME KONTROL TIDAK TERMASUK.

PENGAMBILAN KEPUTUSAN SECARA PENGAMBILAN KEPUTUSAN KOLEKTIF. SECARA INDIVIDU TANGGUNG JAWAB KOLEKTIF PERHATIAN MENYELURUH TANGGUNG JAWAB INDIVIDU PERHATIAN SEPOTONG 2.

ASTRA

PERUSAHAAN Z TEORI Z KEBERHASILAN PERUSAHAAN PERUSAHAAN AMERIKA YANG MENGGUNAKAN PRAKTEK MANAJEMENJEPANG DENGAN NAMA LAIN.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU


PENGENDALIAN MUTU TERPADU ( TOTAL QUALITY CONTROL )

I - 8 - 44

SISTEM MANAJEMEN YANG DINAMIS YANG MENGIKUT SERTAKAN SELURUH ANGGOTA ORGANISASI DENGAN PENERAPAN KONSEPSI DAN TEKNIK PENGENDALIAN MUTU UNTUK TERCAPAINYA KEPUASAN PELANGGAN DAN YANG MENGERJAKANNYA.

TUJUAN :

1. 2. 3.

TERLAKSANANYA KEBIJAKSANAAN DAN SASARAN PERUSAHAAN PENINGKATAN KERJASAMA DAN SEMANGAT KARYAWAN. PENGEMBANGAN KEMAMPUAN KARYAWAN

PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN PERBAIKAN TITIK IMPAS

KEMAJUAN 3K KEMAKMURAN KEBAHAGIAN

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU

I - 9 - 44

MUTU PERBEDAAN ANTARA PENGETAHUAN UMUM DAN KONSEP TQC PENGERTIAN MUTU SECARA UMUM. Berdasarkan Standard / Katalog yang mencerminkan Tanggung Jawab PEMBUAT / PABRIK / PRODUSEN. MUTU hanya dijamin pada AKHIR PEMBUATAN melalui PENGAWASAN Selebihnya menjadi TANGGUNG JAWAB SENDIRI. PENGERTIAN MUTU MENURUT KONSEP TQC. STANDARD saja tidak cukup tetapi harus dapat Memuaskan Selera Pemakai. MUTU harus dicapai pada TIAP TAHAP, termasuk dalam PELAYANAN PURNA JUAL

MUTU

MUTU DALAM SEGALA BENTUK KARYA

HASIL KARYA BIAYA WAKTU KESELAMATAN SEMANGAT KERJA

QUALITY OF PRODUCT ( Q ) COST. (C)

DELEVERY TIME ( D ) SAFETY MORALE (S) (M)

MUTU ADALAH TANGGUNG JAWAB SETIAP ORANG

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU


SISTEM DAN PRAKTEK MANAGEMENT ASTRA MENTALITAS DASAR KESADARAN BERKUALITAS Kualitas berarti kepuasaan Kualitas adalah QCDSM Konsep Pasar Proses berikutnya adalah PELANGGAN kita. PUTARAN PDCA Kontrol adalah PDCA Kontrol dilakukan selama proses berlangsung sampai Akhir Tindakan Penanggulangan vs Pencegahan. KONTROL BERDASARKAN FAKTA Berbicara dengan Data Prinsip prinsip prioritas Kontrol dimulai dengan menentukan sasaran yang dapat diukur ( Kuantitatif ) Prosedur tertulis dan Standardisasi ASPEK ASPEK MANUSIA Saling menghargai sesama. Jangan menyalahkan orang lain. Kerjasama kelompok Partisipasi Total. SISTEM MANAGEMENT POLICY MANAGEMENT Falsafah Apa bidang usaha kita Cita - cita Misi Bidang hasil pokok Kebijakan Usaha jangka panjang ( 5 tahun ) Kebijakan Usaha jangka pendek ( 1 tahun ) ACTIVITY MANAGEMENT Kegiatan kegiatan Prioritas yang didasari oleh Kebijakan jangka pendek Rencana Aktivitas Daftar Control Point dan Management Graph QCC/SS MANAGEMENT QCC Management. Suggestion System ( SS ) Management. Risalah QCC. DIAGNOSIS DAN REVIEW Calender Of Event ( COE )

I - 10 - 44

SARANA BRAINSTORMING 8 LANGKAH UNTUK PENINGKATAN Menentukan Persoalan / Tema Menemukan Sebab dari Persoalan Mempelajari faktor yang Paling Berpengaruh Merencanakan penanggulangan Melaksanakan Memeriksa hasil rencana Standardisasi Rencana berikutnya SEVEN TOOLS Check Sheet Stratification Histogram Diagram Pareto Diagram Sebab Akibat Diagram Pencar Grafik dan Bagan Pengendalian SEVEN MANAGEMENT TOOLS Delation Diagram KJ Diagram Tree Diagram Matrik Data Analysis PDPC Arrow Diagram

PENDEKATAN PENERAPAN DAN PENGEMBANGAN Program Pelatihan & pengembangan ( Menyeluruh dan Konsisten ) Komitmen Atasan dan Kepemimpinan Informasi dan Administrasi Organisasi ( Steering Komite, BPPH, Facilitator ) Program Pemeliharaan Prosedur Operasi Standar ( S O P )
Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU


BASIC MENTALITY MENTALITAS DASAR

I - 11 - 44

MERUPAKAN PRINSIP DASAR YANG MENJADI LANDASAN BAGI PENGENDALIAN MUTU SECARA TERPADU DI DALAM ORGANISASI DENGAN LANDASAN INI KITA INGIN MEMBANGUN SISTEM DAN PRAKTEK MANAJEMEN ASTRA BASIC MENTALITY MENTALITAS DASAR

1. QUALITY MEANS USER SATISFACTION ( KUALITAS BERARTI KEPUASAN PEMAKAI ) 2. P D C A CIRCLE ( PUTARAN P D C A ) 3. CONTROL BY FACT ( KONTROL BERDASARKAN FAKTA ) 4. HUMAN ASPECT ( ASPEK ASPEK MANUSIA )

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU


1. QUALITY MEANS USER SATISFACTION ( KUALITAS BERARTI KEPUASAN PEMAKAI ) A. KONSEP PASAR ( MARKET IN CONCEPT ) Selalu berpegang pada." Market in Concept" Bukan "Product Out." Tentukan keinginan dan penuhilah. Buatlah apa yang menjadi keinginan konsumen, Jangan mencoba menjual apa yang dapat anda buat. Cintailah konsumen dan bukan produk. B. NEXT PROCESS IS A CUSTOMER. Proses berikutnya dari pekerjaan kita adalah pelanggan kita. 2. PDCA CIRCLE. ( PUTARAN PDCA)

I - 12 - 44

A. Control adalah suatu siklus tindakan yang berkesinambungan dari Plan - Do - Check - Action ( PDCA ). B. Control harus di lakukan bukan pada hasil, tetapi selama proses berlangsung sampai pada hasil ahkir. C. Setiap Tindakan harus di lihat dari dua sisi, yaitu : Tindakan perbaikan segera dan tindakan pencegahan terulangnya kembali. 3. CONTROL BY FACT LAKUKAN KONTROLDENGAN MENGGUNAKANFAKTA / DATA A. Berbicaralah dengan data / fakta yang terukur. B. Bertindaklah berdasarkan konsep: yang sedikit tetapi penting Vital View bukan yang banyak tetapi remeh Trivial Many prinsip Pareto / Prioritas. C. Control selalu di awali dengan menentukan sasaran yang kuantitatif / bisa diukur. D. Prosedur yang tertulis dan standardisasi adalah konsep dasar Quality Control. Catatlah setiap tindakan pada Formulir Tertulis.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU

I - 13 - 44

A. GOAL SETTING ( P ) SASARAN DITETAPKAN BERSAMA SAMA ( COLLABORATIVE ) BUKAN BERDASARKAN PERINTAH ( ORDER ) ATASAN PENDEKATAN TIDAK LAGI DENGAN PERINTAH ( ORDER ). REKOMENDASI MELALUI KESADARAN AKAN APA YANG HENDAK DICAPAI. BAWAHAN MERUBAH CARA MENUNGGU PERINTAH MENJADI BERPARTISIPASI SECARA SUKARELA. MENYUSUN, DISKUSIKAN DAN MENYARING SASARAN DIDASARKAN ATAS REKOMENDASI

PROYEK BERSAMA ( JOINT PROJECT )

SASARAN B. GOAL ACCOMPLISHMENT( D ) PENCAPAIAN SASARAN BUKAN DENGAN PENGAWASAN ( CONTROL ) MELAINKAN DENGAN KERJASAMA ( COOPERATION ) ATASAN BERALIH DARI KONTROL ORIENTED KE SUPPORT ORIENTED. SALING PERCAYA MEMBANTU DAN MEMBERI SEMANGAT. MENDELEGASIKAN WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB. BAWAHAN BERALIH DARI MENUNGGU PERINTAH KE SELF CONTROL SALING PERCAYA MEMBANTU DAN MEMBERI SEMANGAT. BERKEINGINAN UNTUK MENERIMA WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB.

SALING TUKAR MENUKAR INFORMASI HUBUNGAN ANTARA AJAKAN DAN TANGGAPAN

GOAL ACCOMPLESHMENT
Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU


C. EVALUATING PROCCES ( C ) ATASAN BERALIH DARI PENILAIAN SEPIHAK KEPENILAIAN BERSAMA MENGUTAMAKAN PENGEMBANGAN YANG SALING MENGUNTUNGKAN.

I - 14 - 44

BAWAHAN BERALIH DARI PENILAIAN HAK ( ALIENATION) KE SELF EVALUATION MENGUTAMAKAN PENGEMBANGAN YANG SALING MENGUNTUNGKAN.

EVALUASI YANG JUJUR DAN TERBUKA ( OPEN AND FAIR EVALUATION ) AKAN BERHASIL GUNA JIKA : BERSAMA SAMA MENGKONFIRMASIKAN FAKTA APRESIASI BERSAMA SAMA MEMPERBAIKI KESALAHAN - KESALAHAN SALING MEMBERI SEMANGAT DI DALAM MENINGKATKAN HASIL KERJA YANG AKAN DATANG D. COUNTER ACTION ( A ) ATASAN KEPERCAYAAN ( CONFIDENCE ) BERALIH DARI ORIENTASI PADA PEMECAHAN MASALAH BAWAHAN PATUH PADA INISIATIF SENDIRI ( SELF MOTIVATED ) SALING BERHUBUNGAN KETULUSAN HATI DAN TANGGUNG JAWAB

PEMECAHAN MASALAH ( JOINT PROBLEM SOLVING )

PENINGKATAN ( IMPROVEMENT )

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU


SYSTEM MANAGEMENT CORPORATE AIM :

I - 15 - 44

SEJAHTERA BERSAMA BANGSA ( PROPER WITH THE NATION )

CORPORATE PHILOSOPHI : ( CATUR DHARMA ASTRA )

1. BERMANFAAT BAGI BANGSA DAN NEGARA ( TO BE AN ASSET TO THE NATION ) 2. PELAYANAN YANG TERBAIK BAGI PELANGGAN ( BEST SERVICE TO CUSTOMER ) 3. SALING MENGHARGAI DAN MEMBINA KERJASAMA ( RESPECT FOR THE INDIVIDUAL AND DEVELOPMENT TO TEAM WORK ) 4. BERUSAHA MENCAPAI YANG TERBAIK ( STRIVE FOR EXECELLENCE )

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU


RENCANA LIMA TAHUN KEBIJAKAN PRESIDENT

I - 16 - 44

HASIL KEGIATAN DIVISI

KEBIJAKSANAAN DIVISI

KONCEK DIVIS

GRAFIK

HASIL KEGIATAN DEP / CAB

RENCANA KEGIATAN DEP / CAB

KONCEK DEP / CAB

GRAFIK

HASIL KEGIATAN SEKSI/ DEP CAB

RENCANA KEGIATAN SEKSI/ DEP CAB

KONCEK SEKSI/ DEP CAB

GRAFIK

REGISTRASI GUGUS MUTU

RENCANA KEGIATAN GUGUS MUTU

HASIL KEGIATAN GUGUS MUTU

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU


OPERATIONAL =============

I - 17 - 44

ORGANISASI PMT ================

DIREKSI

STERING COM BADAN PEMBINA PMT

KA. DIT.

ORG COM KA BAG 1. 2. 3. 4. PROMOSI TRAINING QCC STANDARD

KA SUBDIT / BIRO

KA BAGIAN

KA BAGIAN

FASILI TATOR

FASILITATOR

KA SEKSI / REGU

QCC LEADER

QCC LEADER

KARYAWAN

ANGGOTA QCC

ANGGOTA CIRCLE

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU


D. DEFENISI GKM

I - 18 - 44

Kelompok kecil dari lingkup kerja yang sama yang dengan sukarela melakukan kegiatan control & improvement secara berkesinambungan dengan menggunakan QC technique. Pertemuan ini merupakan bagian dari TQC ( PMT) yang memerlukan partisipasi setiap anggota yang berguna untuk pengembangan diri dan bersama. 1. POINT YANG PERLU DIPERHATIKAN Kelompok kecil ( 5 - 10 orang ). Sukarela Control dan improvement. Lingkup kerja yang sama Berkesinambungan. Partisipasi setiap anggota. Pengembangan diri dan bersama. Memakai QC technique. Bagian dari TQC ( PMT ).

2. FILSAFAT YANG MENDASARI AKTIFITAS GKM. Karyawan punya pikiran, kebijaksanaan dan kreatifitas. Karyawan mengetahui benar pekerjaanya. Karyawan tak boleh diperlakukan sebagai bagian dari mesin. Keinginan manusia selalu berubah. Pembentukan karyawan secara utuh dalam tempat kerjanya.

3. CIRI - CIRI TEAM YANG EFFEKTIP. ( Mc Gregor ). 1. SUASANA TIDAK TEGANG DAN MENYENANGKAN. 2. SETIAP ANGGOTA BERPARTISIPASI. 3. SASARAN KELOMPOK DIMENGERTI DAN DITERIMA. 4. SALING MENDENGARKAN. 5. MEMUNGKINKAN KETIDAK-KESEPAKATAN. 6. KEPUTUSAN DICAPAI SECARA KONSENSUS. 7. KETERBUKAAN TERHADAP KRITIK. 8. MERASA AMAN DI DALAM MENYATAKAN IDE DAN PERASAAN. 9. PENUGASAAN YANG JELAS DAN DITERIMA. 10.PEMIMPIN TIDAK MENDOMINASI KELOMPOK. 11.MENGADAKAN EVALUASI YANG TERUS MENERUS.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU


GROUP BEHAVIOURS EFFEKTIV ( PROBLEM SOLVING ACTIVITY ) 1. SALING MENCOBA MASING MASING IDE. 2. MENDENGARKAN UNTUK DIMENGERTI 3. KEINGINAN UNTUK MERUBAH SUATU KEADAAN. 4. ANGGOTA KELOMPOK PADA UMUMNYA BERPARTISIPASI DALAM DISKUSI. 5. MENDORONG AGAR DIPEROLEH KESIMPULAN APABILA TERJADI PERSELISIHAN PAHAM 6. ANGGOTA KELOMPOK SALING BERINTERAKSI DAN MENCAPAI KONSENSUS.

I - 19 - 44

TIDAK EFFEKTIV ( PERSUASION ) 1. MENJUAL OPINI YANG SUDAH DIBENTUK SEBELUMNYA. 2. MENDENGARKAN UNTUK ME NYALAHKAN, ATAU TIDAK MEN DENGARKAN SEPENUHNYA. 3. MEMPERTAHANKAN SUATU KEADAAN SAMPAI AKHIR. 4. SEBAGIAN KECIL ANGGOTA KELOMPOK MENDOMINASI DALAM DISKUSI. 5. BEREAKSI SECARA TIDAK BAIK TERHADAP PERSELISIHAN PAHAM. 6. MENGGUNAKAN INTERAKSI INDIVIDUAL UNTUK MERUBAH PENDAPAT SESEORANG.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU


TEKNIK KENDALI MUTU

I - 20 - 44

TUJUH ALAT ( 7 TOOLS )

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

LEMBAR PEMERIKSAAN HISTOGRAM DIAGRAM PARETO DIAGRAM SEBAB AKIBAT STRATIFIKASI ` DIAGRAM PENCAR GRAFIK / BAGAN PENGENDALI.

SUMBANG

SARAN

DELAPAN LANGKAH PENYELESAIAN PERSOALAN ( 8 STEP ) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. KETAHUI DULU, APA PROBLEMNYA. CARI FAKTOR- FAKTOR PENYEBABNYA PELAJARI FAKTOR YANG PALING BERPENGARUH RENCANAKAN LANGKAH-LANGKAH PERBAIKAN LAKSANAKAN LANGKAH-LANGKAH PERBAIKAN TELITI HASILNYA CEGAH TERULANGNYA PERSOALAN YANG ADA CATAT PERSOALAN YANG BELUM TERPECAHKAN.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU


7 TUJUH ALAT

I - 21 - 44

1. LEMBAR PENGUMPULAN DATA ( CHECK SHEET )

TANGGAL PABRIK UNIT CATATAN GORESAN RETAK GELEMBUNG

: 18 08 92 : A : 3 : Pemeriksa Total

NOMOR LOT : 10819 JUMLAH DIPERIKSA : 3000 NAMA PEMERIKSA : Murcahyono

JENIS CACAT

SUB JUMLAH 30 3 53 2 9 JUMLAH : 97 29

KELENGKAPAN LAIN - LAIN

JUMLAH RUSAK

LEMBAR PENGUMPULAN DATA CACAT, KERUSAKAN Lembar pengumpulan data merupakan alat bantu untuk memudahkan pengumpulan data. Bentuk dan isinya disesuaikan dengan kebutuhan maupun kondisi kerja yang ada. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat lembar pengumpulan data: A. Maksud pembuat harus jelas. Apa yang akan diketahui ? Apakah data yang di dapat sudah cukup lengkap sebagai dasar bertindak. ? B. Stratifikasi dengan baik. Mudah dipahami dan diisi Memberikan data yang lengkap tentang apa yang ingin diketahui. C. Dapat diisi dengan cepat dan mudah, kalau perlu gunakanlah Gambar.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU


2. HISTOGRAM HISTOGRAM KONDISI UKURAN FISIK KARYAWAN

I - 22 - 44

Kegunaan dari histogram adalah untuk mengetahui distribusi / penyebaran data yang ada 3. DIAGRAM PARETO

GUNA DARI DIAGRAM PARETO : 1. Menunjukkan persoalan utama. 2. Menyatakan perbandingan masing masing persoalan terhadap keseluruhan. 3. Menunjukkan tingkat perbaikan setelah tindakan perbaikan pada daerah yang terbatas. 4. Menunjukkan perbandingan masing masing persoalan sebelum & sesudah perbaikan.
Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU

I - 23 - 44

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU


4. DIAGRAM SEBAB AKIBAT

I - 24 - 44

Diagram ini disebut juga diagram Tulang Ikan ( Fish Bone ) dan berguna untuk menemukan faktor faktor yang berpengaruh pada karakteristik kualitas Prinsip yang dipakai untuk membuat diagram sebab akibat ini adalah sumbang saran / BRAINSTORMING

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU


5. STRATIFIKASI Grouping of element Minimize misinterpretation

I - 25 - 44

Guna stratifikasi adalah agar dapat melihat dengan terperinci karakteristik kualitas dan juga akibat dari pelaksanaan karakateristik kualitas tersebut. 6. DIAGRAM PENCAR ( SCATTER DIAGRAM )

Diagram pencar dipakai untuk melihat korelasi ( hubungan ) dari suau penyebab / faktor yang kontinue terhadap suatu karakteristik kualitas atau faktor yang lain.
Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU

I - 26 - 44

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU


6. BAGAN PENGENDALI

I - 27 - 44

1. Ciri ciri Bagan pengendali ( Control Chart ) Untuk menunjukkan Transisi data sepanjang waktu yang berjalan. Untuk mengontrol Limit ( secara umum Upper & Lower Control Limit ) 2. Contoh : Kontrol Lembur ( Overtime Control ) Untuk mengontrol rata rata jam lembur harian Karyawan Gudang dalam menerima dan mengirimkan barang.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU


SUMBANG SARAN ( BRAINSTORMING )

I - 28 - 44

*) TEKNIK UNTUK MENGUMPULKAN IDE IDE YANG SEBANYAK BANYAKNYA DARI SEKELOMPOK ORANG

PRINSIP : 1. TIDAK MENGHALANGI SESEORANG BERBICARA 2. TIDAK MENGKRITIK UCAPAN ORANG LAIN 3. LEBIH BANYAK IDE, LEBIH BAIK. 4. MENGAMBIL MANFAAT DARI IDE ORANG LAIN 5. SETIAP ORANG BERTANGGUNG JAWAB ATAS IDENYA.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU


BRAINSTORMING DIKEMBANGKAN OLEH : ALEX F. OSBORN ( 1930 )

I - 29 - 44

DIDEFINISIKAN SEBAGAI : SUATU CARA UNTUK MENDAPATKAN BANYAK IDE DARI SEKELOMPOK MANUSIA DALAM WAKTU YANG SANGAT SINGKAT.

TAHAPAN BRAINSTORMING 1. MENJELASKAN PERSOALAN. 2. MERUMUSKAN KEMBALI PERSOALAN DENGAN LEBIH JELAS 3. MENGEMBANGKAN IDE 4. MENGEVALUASI IDE YANG DIHASILKAN

PENGGUNAAN TEKNIK BRAINSTORMING 1. MEMILIH NAMA TEAM 2. MENGEMBANGKAN TATA TERTIB 3. MENGIDENTIFIKASI PROYEK YANG MUNGKIN 4. MENGIDENTIFIKASI CARA-CARA UNTUK VERIVIKASI APABILA DIKETEMUKAN SEBAB YANG SEBENARNYA. 5. MENGIDENTIFIKASI CARA-CARA PEMECAHAN YANG DAPAT DIIMPLEMENTASIKAN. 6. MENGIDENTIFIKASIKAN CARA UNTUK MENGUMPULKAN DATA.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU


PROSEDUR BRAINSTORMING 1. TULISKAN IDE-IDE TERSEBUT 2. NOMORILAH IDE-IDE TERSEBUT 3. KETAWALAH, JANGAN MENTERTAWAKAN 4. PELIHARALAH SUPAYA TETAP IMPERSONAL 5. BERI KESEMPATAN DAN SAMBUTLAH AGAR IDE-IDE ANEH MUNCUL.

I - 30 - 44

6. PELIHARALAH AGAR SUASANA TETAP GEMBIRA, BEBAS, TIDAK SERIUS DAN TIDAK MURAM 7. BERPEGANGLAH PADA PEDOMAN POKOK BERPIKIR KREATIF SYARAT-SYARAT BRAINSTORMING 1. JUMLAH, 6 - 20 ( IDEAL - 12 ) 2. TIDAK PERLU MEMPUNYAI PENGALAMAN SEBELUMNYA 3. KEDUDUKAN ANGGOTA KELOMPOK HARUS BENAR-BENAR SAMA 4. DIHINDARI ADANYA PENINJAU 5. PEMPINAN HARUS MENDORONG PARTISIPASI DAN IKUT MENDORONG

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU


PERANAN ANGGOTA UNTUK MELAKUKAN BRAINSTORMING 1. SEPENUH HATI YAKIN AKAN TEKNIK TERSEBUT 2. MENGUTAMAKAN PRODUKSI IDE 3. MEMBIARKAN TIMBULNYA IDE YANG ANEH 4. MENYADARIKETERBATASAN-KETERBATASANNYA 5. MEMANFATKAN SEBAGAI SARANA UNTUK MERANGSANG PARTISIPASI KELOMPOK

I - 31 - 44

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM SUMBANG SARAN ( BRAINSTORMING ) 1. JANGAN MELARANG SESEORANG UNTUK BERBICARA 2. JANGAN MENGKRITIK PENDAPAT ORANG LAIN 3. SEMAKIN BANYAK PENDAPAT SEMAKIN BAIK HASILNYA. 4. AMBIL MANFAAT DARI PENDAPAT ORANG LAIN. Catatan : Setiap orang harus konsekuen dengan apa yang di ucapkannya. TATA TERTIB SUMBANG SARAN ( BRAINSTORMING ) 1. PENGUMPULAN IDE DILAKUKAN SECARA BERPUTAR, (BERGILIRAN). 2. SETIAP ORANG , SATU IDE SETIAP KALI PUTARAN 3. KEMUKAKAN IDE PADA SAAT MENDAPAT GILIRAN 4. BILANG PASS JIKA MEMANG BELUM ADA IDE 5. SELAMA SUMBANG SARAN BERLANGSUNG TIDAK DIBENARKAN MEMBERI KOMENTAR,MEMOTONG ATAU MENGKRITIK IDE YANG MASUK. 6. SEMUA IDE YANG MASUK DICATAT PADA KERTAS NOTULEN UNTUK DI FILE.
Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU


PERTEMUAN PENDAHULUAN A. TUJUAN:

I - 32 - 44

1. Mengalihkan perhatian anggota kelompok dari suasana ke suasana bebas. 2. Membantu Mengalir nya ide secara lancar. B. CONTOH: 1. Andaikata kita bangun besok pagi dengan tinggi mereka 2 kali seperti tinggi sekarang ini, persoalan apa saja yang dapat timbul ? 2. Persoalan-persoalan apa yang mungkin timbul apabila musim berubah menjadi 6 bulan terang terus-menerus, dan 6 bulan gelap terus menerus 3. Penggunaan baru akan Meja makan Asbak gelas yang besar Pensil kayu Ikat pinggang laki-laki Batu bata Pembuka botol

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU


2 ( DUA ) JENIS BERPIKIR A. BERPIKIR ANALISTIS.

I - 33 - 44

1. Mencari jawaban yang tidak dapat dibantah lagi deduksi yang logis atau berdasarkan fakta yang telah diketahui sebelumnya. 2. Berlaku peraturan-peraturan yang memungkinkan sesuatu pendekatan logis menuju ke jawaban tunggal ( Konvergen ) yang dapat diramalkan sebelumnya. B. BERPIKIR KREATIF. 1. Menghubungkan ide atau hal-hal yang sebelumnya tidak berhubungan. 2. Memerlukan imajinasi dan memberikan lebih dari pada suatu jawaban ( Divergen ) yang tidak dapat diramalkan sebelumnya. PERSOALAN ANALISTIS. Seorang laki-laki mengatakan bahwa saudara laki-lakinya sama banyaknya dengan saudara perempuannya. Saudara perempuannya mengatakan bahwa ia mempunyai saudara laki-laki dua kali banyaknya saudara perempuannya. Berapakah jumlah laki-laki dan perempuannya. ? PERSOALAN KREATIF. Bagaimana caranya kita dapat membujuk supaya orang-orang mau mempergunakan hari liburnya untuk tamasya ke Bali ?

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU


DELAPAN LANGKAH PENYELESAIAN PERSOALAN

I - 34 - 44

TEKNIK PENYELESAIAN PERSOALAN MERUPAKAN PENJABARAN DARI SIKLUS DEMING DI SEBUT DENGAN 8 LANGKAH PENYELESAIAN PERSOALAN ADALAH SEBAGAI BERIKUT : KETAHUI APA PROBLEM NYA CATAT PERSOALAN YANG BELUM TERPECAHKAN

CARI FAKTOR FAKTOR PENYEBABNYA

STANDAR DISASI

PELAJARI FAKTOR YANG PALING BER PENGARUH

TELITI HASILNYA

LAKSANAKAN LANGKAH LANGKAH PERBAIKAN

RENCANAKAN LANGKAH LANGKAH PERBAIKAN

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU

I - 35 - 44

LANGKAH PEMECAHAN MASALAH DAN PENGGUNAAN TEKNIK DASAR KENDALI MUTU NO. 1. LANGKAH - LANGKAH Ketahui dulu, apa permasalahannya ( Apa yang mau ditingkatkan TEKNIK DASAR PARETO DIAGRAM

2.

Cari faktor faktor penyebab

DIAGRAM SEBAB AKIBAT

3.

Pelajari faktor yang paling berpengaruh

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU


NO. 4. LANGKAH - LANGKAH Buatlah rencana langkah langkah perbaikan. Target sebaiknya di buat langkah ini.

I - 36 - 44

TEKNIK DASAR 5W 1H WHY WHAT WHERE WHEN WHO HOW ( Mengapa )... Pentingnya ( Apa )Sasarannya ( Dimana )..Tempat ( Kapan )Batas waktu ( Siapa ). Orangnya ( Bagaimana ) Caranya

2.

Laksanakan langkah langkah perbaikan Rencana harus dilaksanakan sebagai mana mestinya. Langkah perbaikan harus diketahui oleh yang bersangkutan. Teliti hasilnya

6.

DIAGRAM SEBAB AKIBAT

7. 8.

Cegah terulangnya persoalan yang sama. Catat persoalan yang belum terpecahkan

Standardisasi tetapkan / revisi Standard operasi standard inspeksi dan peraturan Masukkan dalam rencana berikut dan mulai lagi dengan langkah No. 1

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU

I - 37 - 44

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU

I - 38 - 44

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU

I - 39 - 44

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU

I - 40 - 44

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU

I - 41 - 44

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU

I - 42 - 44

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU

I - 43 - 44

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PENGENDALIAN MUTU TERPADU

I - 44 - 44

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

Anda mungkin juga menyukai