Anda di halaman 1dari 59

PERAWATAN

Untuk Lingkungan Sendiri

MECHANIC DEVELOPMENT PT PAMAPERSADA NUSANTARA 2004

KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Sehingga dapat tersusun buku PERAWATAN Buku ini disusun untuk melengkapi bahan pelatihan di lingkungan PT Pamapersada Nusantara khususnya Plant Departement. Buku ini disajikan dalam bentuk yang sederhana, dengan harapan dalam pemahamannya akan lebih mudah, khususnya bagi Calon Mekanik atau Junior Mekanik dibidang Alat-alat Berat. Dengan segala kerendahan hati penyusun menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna, maka dengan keterbatasan yang ada penyusun sangat mengharap kritik dan saran dari para pembaca untuk meningkatkan kesempurnaan buku ini sehingga tidak terjadi salah persepsi untuk pemahaman dari isi dan makna terhadap buku ini. Akhirnya penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga terselesaikannya buku ini.

Jakarta, Januari 2004

Penyusun Mechanic Development

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I. MAINTENANCE A. Maintenance Philosophies.................................................... I 1. Preventive maintenance ...................................................I 2. Corrective maintenance ...................................................I B. Maintenance......................................................................I 1. Peringatan secara umum untuk keselamatan dalam pelaksanaan perawatan .................................................... I 2. Tabel perawatan................................................... I 3. Panduan perawatan...................................................I 1 3 11 12 45 45 45 45

- 12 - 45 - 16 - 45 - 18 - 45

BAB II. SAFETY OPERATION MAINTENANCE A. Perhatian Saat Perawatan..................................................... II - 1 - 11 1. Sebelum melaksanakan perawatan....................................... II - 1 - 11 2. Selama perawatan..................................... II - 3 - 11

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE
A. MAINTENANCE PHILOSOPHIES

I - 1 - 45

Secara umum, perawatan dapat didefinisikan sebagai usaha tindakan tindakan reparasi yang dilakukan untuk menjaga agar kondisi dan performance dari sebuah mesin selalu seperti kondisi dan performance dari mesin tersebut waktu masih baru, tetapi dengan biaya perawatan yang serendah rendahnya. Untuk menjaga agar kondisi dan performance dari mesin tidak menurun adalah usaha usaha teknis, sedang menekan biaya perewatan sampai serendah mungkin menyangkut soal soal management. Sebagai alat , alat alat besar harus diperlakuakln sebagai layaknya sebuah alat produksi, yaitu agar selalu ada dalam kondisi yang prima dan dapat bekerja secara terus menerus dengan down time yang seminimum mungkin. Hal hal tersebut dapat dicapai dengan perawatan atau pemeliharaan yang baik. Perawatan yang dinilai baik adalah perawatan yang menghasilkan down time yang seminimum mungkin tetapi tentu saja dengan biaya perawatan yang serendah mungkin. Berikut ini dapat dilihat beberapa kasus yang menajdi penyebab terjadinya kerusakan. Kerusakan akibat kesalahan / kelainan maintenance menduduki porsi tertinggi yaitu : 41 % : Kelainan dalam Periodic Maintenance. 31 % : Kelainan dalam Daily Inspection Dengan demikian kesalahan dalam maintenance memiliki porsi 72 %. Ini tidak cukup besar.

Sumber : Inspection and Maintenance Of Bulldozer Komatsu (Ref : PEPA 1034) Dengan demikian perawatan / maintenace dapat diartikan secara definitive adalah : Suatu kegiatan service untuk mecegah timbulnya keausan tidak normal ( kerusakaan ) sehingga umur alat dapat mencapai atau sesuai umur yang direkomendasikan oleh pabrik. Kegiatan service meliputi pekerjaan berupa : Pengontrolan Penggantian Penyetelan Perbaikan Pengetesan

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE

I - 2 - 45

Kesemuanya itu merupakan aktivitas secara total. Masih banyak mekanik yang beranggapan bahwa maintennce / perawatan adalah pekerjaan ringan seperti, ganti oli, ganti filter, membersihkan filter udara, mengganti air pendingin dan beberapa pekerjaan rutin sehari hari. Kadang - kadang seperti overhaul, machine inspection, tidak dianggap sebagai aktivitas maintenace. Dengan demikian, mainetanace diadakan bertujuan untuk : 1. Agar suatu alat selalu dalam keadaan siaga siap pakai ( High availability = berdaya guna physic yang tinggi ). 2. Agar suatu alat selalu dengan kemampuan prima, berdaya guna mekanis yang paling baik ( Best Performance ). 3. Agar biaya perbaikan alat menajdi lebih hemat ( Reduce repair cost ) Agar tujuan tersebut tercapai maka maintenance perlu diorganisir sedemikian rupa. Berikut adalah managemen organisasi yang dilakukan : MAINTENANCE CHART

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE
1. Preventive Maintenance.

I - 3 - 45

Perawatan yang dilakukan dengan tujuan untuk mencegah / memindahkan kemungkinan munculnya gangguan / kerusakan pada machine. Preventive Maintenance dilakukan tanpa perlu menunggu adanya tanda tanda kerusakan atau rusak Untuk demikian ini, preventive maintenance dibagi atas tiga model maintenance : a. Periodic Maintenance b. Schedule Overhaul c. Condition Basa Maintenance a. Periodic maintenance Periodic maintenance adalah pelaksanaan service yang harus dilakukan setelah peralatan bekerja untuk jumlah jam operasi tertentu. Jumlah jam kerja ini adalah sesuai dengan jumlah yang ditunjukan oleh pencatat jam operasi ( service meter ) yang ada pada alat tersebut. Untuk melaksanakan periodic maintenance ini, meliputi : Periodic inspection Pemeriksaan atau inspeksi harian sebelum unit dioperasikan dan pemeriksaan mingguan, hal ini untuk mengetahui kedaan machine apakah aman untuk dioperasikan. Dalam melaksanakan periodic inspection terutama dalam pelaksanaan perawatan harian ( daily maintenance ), bisa menggunakan beberapa alat bantu, antara lain : ~ Check sheet : Suatu form ( daftar ) yang dipergunakan untuk mencatat hasil operasi dari tiap tiap machine dalam satu hari operasi ~ Daily check : Suatu form ( daftar ) seperti halnya check sheet, perbedaannya hanya pada ukurannya yaitu pocket size sehinggga operator atau service-man akan dengan mudah mencatatnya. Periodic service Perawatan machine / unit yang teratuir adalah sangat penting demi menjamin pengoperasian yang bebas dari kerusakan dan memperpanjang umur unit. Waktu dan uang yang dikeluarkan untuk melaksanakan periodic service ( perawatan berkala ) akan dikompensasi dengan secukupnya dengan memperpanjang umur unit dan berkurangnya ongkos operasi unit. Semua angka yang menunjukkan jumlah jam kerja pada keterangan yang tertera pada check sheet adalah didasarkan pada angka angka yang dilihat pada service meter. Tetapi dalam praktek sangat dianjurkan pelaksanaan perawatan lebih memudahkan dan meyenangkan. Pada Lapangan pekerjaan berat atau kondisi operasi yang berarti, maka perlu mempersingkat jadwal waktu perawatan yang ditentukan pada buku petunjuk. Jadi Periodic service adalah suatu usaha untuk mencegah timbulnya kerusakan yang dilakukan secara kontinyu dengan interval pelaksanaan yang telah tertentu berdasarkan hour meter ( HM ).
Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE
Dalam pelaksanaan lihat bagan berikut : HM 250 500 750 1000 1250 1500 2000 HM PS 250 + ( ada tambahan bila machine baru ) PS 500, PS 250 PS 250 PS 1000, PS 500, PS 250 PS 250 PS 500, PS 250 PS 2000, PS 1000, PS 500, PS 250

I - 4 - 45

dst

Lakukan PS sesuai dengan perulangannya

Untuk PS 250 yang pertama bila machine masih baru maka perlu di perlakukan secara khusus. Dalam hal ini ada beberapa item yang mesti diganti walaupun usia pakainya belum selesai. Dengan melakukan hal ini berarti biaya yang di keluarkan memang lebih besar di awal kepemilikan alat ( baru total overhaul ). Penjelasannya adalah sebagai berikut : Setelah mesin telah di stel dan di-set dengan hati - hati sekali sebelum dikapalkan. Tetapi, walau demikian suatu mesin yang barn membutuhkan pengoperasian yang hati - hati pada 100 jam pertama, hal ini untuk mendudukkan bagian-bagian yang bergerak dari mesin. Mesin baru hares dioperasikan dengan hati - hati, terutama mengenai hal - hal berikut ini. ~ Setelah start, hidupkanlah engine kira - kira 5 menit pada putaran rendah untuk memanaskannya sebelum beroperasi yang sesungguhnya. ~ Hindari menjalankan engine dengan putaran engine yang tinggi. ~ Hindari menjalankan atau menambah kecepatan mesin secara tiba - tiba, mengerem dengan tiba- tiba serta membelok dengan tajam jika tidak diperlukan. ~ Pada pengoperasian 250 jam kerja pertama, oli dan elemen saringannya harus diganti seluruhnya dengan oil dan elemen saringan yang baru dan asli. ~ Ingatlah selalu untuk melakukan perawatan dan pemeriksaan berkala seperti yang ditunjukan pada buku petunjuk ~ Ingatlah selalu untuk mempergunakan baban bakar dan minyak pelumas yang dianjurkan oleh pabrik.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE
B I A Y A Bath Up Curve ( Kurva Bak Mandi )

I - 5 - 45

UMUR Selama periode indreyen, perlu perhatian lebih khusus. Agar pada periode B dapat diperpanjang, perawatan pada periode B perlu diperhatikan agar kenaikan biaya periode C menjadi rendah. Secara keseluruhan apa yang dilakukan pada periodik service dapat dilihat pada buku OMM ( Operation & Maintenance Manual )

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE

I - 6 - 45

b. Schedule overhaul. Jenis perawatan yang dilakukan dengan interval tertentu sesuai dengan standard overhaul di lakukan yang telah ditemukan terhadap masing - masing komponen yang ada. Schedule overhaul dilaksanakan untuk merekondisi machine atau komponen agar kembali ke kondisi standard sesuai dengan Standard Factory. Interval waktu yang telah di tentukan dipengaruhi oleh kondisi yang beraneka ragam seperti kondisi medan operasi, periodic service, skill operator dan sebagainya. Contoh beberapa lift time komponen :

Overhaul di laksanakan secara terjadwal tanpa menunggu machine / komponen tersebut rusak Dalam pelaksanaannya kadang kala terjadi sesuatu yang merubah jadwal schedule. Macam - macam overhaul : Engine overhaul Transmission overhaul Final drive overhaul General overhaul. Dan sebagainya. c. Condition Base Maintenance Jenis perawatan yang bertujuan untuk mengembalikan kondisi unit seperti semula ( standard ), dengan cara melakukan pekerjaan service Seperti: PPM, PPU yang hasil pengukurannya disesuaikan dengan standard yang terbaru ( service news dan modification program ).
Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE

I - 7 - 45

Program Pemeriksaan Mesin secara mendetail tersedia oleh United Tractors Group dan merupakan bagian dari program Total Service. Tujuan dari pemeriksaan mesin secara teratur dan terencana adalah untuk mendapatkan data yang akurat atas kondisi unit. Caranya dengan memakai Metode Pengukuran dan Instrument Diagnostik. Berdasarkan data yang didapat, rekomendasi yang diperlukan dapat diberikan untuk memperbaiki keadaan mesin menuju kondisi operasi yang optimum Data yang telah terkumpul kemudian dimasukkan dalam Sistem Manajemen Mesin untuk mencatat umur pernakaian mesin, biaya perbaikan dan membantu jadwal penggantian mesin, dan sebagai historical dari mesin. Pemeriksaan. ~ Terhadap motor penggerak ( engine ) dan tenaga bergerak ( driveline ) yang lengkap. ~ Sistem Hydraulics ~ Sistem pengontrol elektronilk dan sistem listrik ~ Pemeriksaan track ( rantai roda ) ~ Kerangka Mesin ( chassis frame ), Boom Arm, dan Bucket Penyetelan dan penyesuaian. Selama pemeriksaan mesin, dilakukan penyetelan dan penyesuaian yang perlu untuk meningkatkan penampilan sistem mesinnya agar lebih sempuma. Analisa. Seluruh data dan hasil penyetelan tadi kemudian dibuatkan analisanya dan dilaporkan kepada pemilik Unit, dalam bentuk: ~ Laporan kondisi mesin ~ Laporan pemeriksaan undercarriage ~ Laporan Chasis Frame, Boom, Arm, Bucket ~ Memeberikan daftar suku cadang yang direkomendasikan atau diperlukan untuk meningkatkan kondisi unit yang siap pakai. Semua pemeriksaan dan penyetelan dilakukan oleh tenaga ahli mesin yang telah berpengalaman dan mendapatkan latihan khusus untuk program ini. Data yang didapat disimpan dalam Bank Data UT dan dianalisa oleh tenaga ahli di pabrik dan didukung oleh pans ahli di lapangan.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE

I - 8 - 45

Analisa minyak pelumas dan keausan adalah mempakan suatu sistem perawatan yang dilakukan secara ilmiah. Hal ini untuk mengetahui sendiri mungkin keausan dan gejala kerusakan pada komponen yang disebabkan oteh keausan yang tidak wajar tanpa harus membongkar komponen tersebut. Program ini akan mengambil contoh minyak pelumas pada alat - alat besar Anda dan dilakukan secara berkala Setiap contoh minyak pelumas yang diambll akan dianalisa di Laboratorium untuk mengetahui jenis serta kadar logam yang terdapat didalam minyak pelumas, sehingga dapat diketahui kerusakan yang akan timbul. Sebagai contoh dapat diketahui keausan yang tidak wajar pada: Roller-Bearing, Ball-Bearing, Piston Ring, Crankshaft, Sleeve, Bearing, Hydraulic pump dan Valve. Dengan Program Analisa Pelumas dapat diketahui juga gejala penurunan kemampuan engine, masalah - masalah pembakaran, kebocoran air pendinginan atau bahan anti freeze dan kotoran - kotoran yang bercampur dengan oil. Dengan demikian kerusakan yang berakibat fatal dapat diketahui secepatnya, disamping itu membantu rencana perawatan yang lebih ekonomis, untuk dapat meningkatkan produktivitas.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE

I - 9 - 45

Dengan pengalaman serta data bertahun - tahun memungkinkan Service Division PT United Tractors memiliki kemampuan yang baik dalam pelaksanaan Program Pemeliharaan dan Peremajaan Undercarriage. Program Pemelihaman Undercarriage ini adalah merupakan bagian dari konsep Service Total PT United Tractors. Tujuan Program ini adalah mengurangi biaya pemeliharaan Undercarriage dan ditunjukkan kepada para pemilik Tractor. Kenapa membuang 90% dari Undercarriage bila hanya 10% yang aus. Dengan mengikuti Program Pemeliharaan Undercarriage PT United Tractors, melalui proses peremajaan, bisa dihemat sebesar 60% dari harga komponen baru dengan kualitas yang dijamin 80% dari jangka waktu pakai komponen baru. Program ini terdiri dari 2 (dua) bagian yaitu : Inspeksi keausan secara berkala atas komponen-komponen Undercarriage seperti : Track Link, Track Roller, Carrier Roller, Front Idler, Sprocket. Analisa keausan komponen Undercarriage berupa Track Inspection Report yang memberikan rekomendasi secara terperinci mengenai langkah-langkah yang sebaiknya diambil untuk pemeliharaan Undercarriage agar dapat mencapai jangka waktu pakai maksimal. PEREMAJAAN : Dalam banyak hat peremajaan merupakan cara pemeliharaan yang paling tepat. Dengan menghemat sampai 60% dari biaya pemasangan komponen baru, dan dengan kualitas yang dijamin 80% dari jangka waktu pakai komponen baru tergantung dari kondisi keausan komponen undercarriage yang bersangkutan.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE

I - 10 - 45

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE
2. Corrective Maintenance.

I - 11 - 45

Perawatan yang dilakukan untuk mengembalikan machine ke kondisi standard bisa berupa repair atau penyetelan berbeda dengan preventive maintenance yang pelaksanaannya teratur tanpa menunggu adanya kerusakan, pada corrective maintenance justru perbaikan dilakukan setelah komponen / machine tersebut telah menunjukan adanya gejala kerusakan atau rusak sama sekali. Corrective maintenance di bagi 2 macam yaitu: a. Repair dan adjustment b. Break Down Maintenance a. Repair dan Adjustment Perawatan yang sifatnya memperbaiki kerusakan yang belum parah. Atau machine belum break down ( tidak bisa digunakan ). b. Break Down Maintenance Perawatan yang dilaksanakan setelah machine tersebut betul -betul rusak Hal ini biasanya terjadi karena adanya kerusakan yang diabaikan / diabaikan terus tanpa ada usaha untuk memperbaiki. Sehingga kerusakan tersebut makin lama- makin parah. Bila Machine Break Down seperti ini, umumnya kerusakan kecil tadi menjadi besar dan menyebabkan komponen lain ikut - ikut menjadi rusak juga. Perawatan yang demikian ini Am menyebabkan biaya perbaikan yang melambung tinggi. Untuk menghindari ini, lakukardah Preventive Maintenance dengan baik dan segera perbaiki bila ada gejala kerusakan agar kerusakan yang lebih besar dapat dihindari.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE
B. MAINTENANCE.

I - 12 - 45

1. Peringatan Secara Umum Untuk Keselamatan Dalam Pelaksanaan Perawatan a. Umum : Pergunakanlah topi ( helm ), sepatu dan sarung pengaman. Pergunakanlah kaca mata pengaman andaikata pekerjaan inspeksi yang ada dilakukan memerlukannya. Ketika bekerja dalam suatu team yang terdiri dari dua orang, aturlah suatu abaaba sebelumnya dan koordinasilah pekerjaan demi keselamatan. Cegahlah orang - orang yang tidak berkepentingan untuk mendekati mesin atau unit ketika pekerjaan inspeksi dan perawatan dilakukan. Pergunakan suku cadang atau spare part Komatsu asli ketika melakukan penggantian part. Pergunakanlah minyak gemuk atau grease dan oli komatsu asli atau minyak gemuk atau grease dan oli yang dianjurkan oleh komatsu. Tergantung dari temperatur setempat, pergunakanlah grease dan oil kekentalannya atau viscositas sesuai yang dianjurkan pada buku standard. Gunakan hanya grease dan oli yang bersih. Dan juga pergunakanlah kaleng pengisi yang bersih untuk minyak pelumas untuk mencegah kotoran memasuki oli. Pemeriksaan atau grand oli pada tempat yang tidak berdebu dengan demikian debu dapat dicegah masuk kedalam oli. PERINGATAN MENGENAI PERAWATAN KETIKA SEDANG DALAM PERAWATAN

Parkirlah mesinnya ditanah yang keras atau tanah yang datar. Turunkanlah pisau dozer dan garu diatas tanah dan stop motomya Kembalikanlah tongkat transmissi keposisi NETRAL ( NEUTRAL ) , dan pasanglah kunci rem dan letakanlah semua tongkat pengontrol keposisi MENGUNCI ( HOLD ). Ketika perawatan sudah dilakukan dengan pisau dozer dan ripper dalam keadaan terangkat, maka keduanya harus diganjal dengan kuat dengan mempergunakan balok.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE

I - 13 - 45

Hindarilah mempergunakan obor sebagai pengganti lampu. Hindarilah memakai api menyala untuk memeriksa kebocoran atau ketinggian - permukaan minyak pelumas, bahan bakar, zat anti karat atau accu zuur ( electrolyte )nya.

Bersihkanlah segera semua minyak pelumas atau minyak gemuk yang jatuh / terdapat pada tempat duduk operator, atau pada tempat pegangan (handrail) dimesin. Adalah sangat berbahaya jika seseorang jatuh ketika berada di atas mesin. Berhati - hatilah ketika membuka tutup (cap) radiator dan permukaan minyak pelumas harus pada ketinggian yang tepat. Segera setelah selesai mempergunakan mesin, kemungkinan ada bahaya air atau minyak mendidih menyembur keluar. Setelah penggantian minyak pelumas, elemen saringan atau saringan kawat, buanglah udara dad sirkuitnya Jika saringan kawatnya terletak pada lubang saluran pengisi, maka saringan kawatnya tidak bolch, dibuka ketika penambahan minyak pelumas dilakukan. Ketika menambah minyak pelumas atau memeriksa ketinggian permukaan minyak pelumas, periksalah selalu ketinggian permukaan minyak pelumas harus pada ketinggian yang tepat. Cucilah mesin seluruhnya Perhatian khusus harus diberikan untuk membersihkan tutup saluran pengisi, pentil / nipel minyak dan daerah disekitar tongkat pengukur. Berhati - hatilah untuk tidak membiarkan kotoran atau debu masuk kedalam sistem yang bersangkutan.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE

I - 14 - 45

Sangkutkanlah tanda peringatan pada tempat duduk operator contoh "AWAS TIDAK BOLEH DISTART(DO NOT START)" atau PERAWATAN SEDANG DILAKSANAKAN (MAINTENANCE INPROGRESS)". Hal ini akan mencegah orang lain menyetart atau menjalankan mesin dengan tidak sengaja.

Ketika memeriksa dan membuka Wk rods gigi ada kemungkinan bahaya jatuhnya sesuatu benda kedalamnya. Sebelum membuka tutupnya periksalah hal tersebut, keluarkanlah semua yang ada kantong anda Berilah perhatian khusus pada kunci dobel dan umur. Sebelum membuang minyak pelumas, panaskan dahulu sampai mencapai temperatur 30 sampai 40 C. Setelah menggemuki bersihkanlah selalu minyak gemuk bekas yang dipaksakan keluar. Ketika mengganti minyak pelumas atau saringannya, periksalah minyak pelumas yang dibuang dan saringannya untuk melihat apakah ada tanda terdapat banyak serbuk logam atau potongan -potongan logam atau benda asing lainnya. Ketika membuka bagian - bagian mesin yang terdapat O ring, gasket atau seals, bersihkanlah permukaan tempat duduknya dan gantilah dengan seal yang baru. Ketika rantai /track dibuka, hindarilah meletakan iari anda diantara sepatu rantai.

Ketika melayani mata pisau (Cutting edges).pergunakanlah selalu wrung tangan.

Alat pengukur khusus diperlukan untuk mentest tekanan sistem hydraulic.


Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE

I - 15 - 45

Ketika melakukan pemwatan yang sukar, dan melakukannya dengan sembrono dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan yang tidak dihampkan. Jika anda rasa perawatanya sangat sukar, maka mintalah selalu pada distributor Komatsu untuk melakukannya

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE
2. Tabel Perawatan.
NO a b c d e f g h I j k PERINCIANNYA

I - 16 - 45

PERAWATAN YANG HARUS DILAKUKAN PEMERIKSAAN SEBELUM START Periksalah Periksa dan ikat kembali Periksa dan ikat kembali Periksa dan tambahlah Periksa dan tambahlah Periksa dan tambahlah Periksa dan tambahlah Periksa dan tambahlah Periksalah Periksalah langkahnya Periksalah posisi pelampungnya

HAL 37 37 37 38 38 38 39 40 40 40 41

Kebocoran minyak pelumas dan air baut dan mur Kawat sistem listrik Air sistem pendingin Tangki bahan bakar Panci minyak pelumas Bak transmisi (termasuk bak pengubah torsi Bak kopling stir Penunjuk debu Pedal rem Pemisah air (jika diperlengkapi)

NO a a b c d e f a -1

PERINCIANNYA PERAWATAN YANG HARUS DILAKSANAKAN HAL PERAWATAN SETIAP 50 JAM KERJA Tangki bahan bakar Buanglah air dan endapan kotorannya 90 PERAWATAN SETIAP 250 JAM KERJA Saringan bahan bakar Gantilah catridgenya 91 Panci minyak pelumas motor dan saringannya Gantilah minyak pelumas dan tukarlah catridgenya 91 Bak kopling stir dan saringannya Gantilah minyak pelumas dan tukarlah elemennya 91 Bak transmisi dan saringan (termasuk pengubah torsi) Gantilah minyak pelumas dan tukarlah elemennya 91 Tangki hidrolik dan saringannya Gantilah minyak pelumas dan tukarlah elemennya 91 Bak penggerak akhir Gantilah minyak pelumasnya 91 PERAWATAN SETIAP 250 JAM KERJA Lumasilah 91 Pena batang perata Lumasilah pada 1 nipelnya 91

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE

I - 17 - 45

NO a b c c d e f a a b c d -1 -2 -3 -4 -5 -6 e f

PERINCIANNYA PERAWATAN YANG HARUS DILAKSANAKAN PERAWATAN SETIAP 2000 JAM KERJA Bak peredam getaran (dampet) Periksa dan tambahlah minyak pelumasnya Bak penggerak akhir (final drive) Gantilah minyak pelumasnya Tangki hidrolik Gantilah minyaknya Bak kopling stir Gantilah minyak pelumas dan bersihkan saringannya Saringan pernapasan motor Bersihkan elemennya Alternator dan motor starter Periksa Celah bebas motornya Periksa dan setel-lah PERAWATAN SETIAP 4000 JAM KERJA Pompa air Periksalah PERAWATAN KETIKA DIPERLUKAN Pembersih udara Periksalaah, bersihkan atau gantilah jika diperlukan Air pendingin Gantilah airnya dan bersihkan dua kali setahun rantai (Track) Periksa kelonggarannya Lumasilah Poros tongkat pengontrol pisau dozer Lumasilah pada 2 nipelnya Poros pedal kopling stir Lumasilah pada 4 nipelnya Poros tongkat pengunci rem Lumasilah pada 1 nipelnya Poros tongkat transmisi Lumasilah pada 1 nipelnya Poros pedal pemerlambat (deselerator) Lumasilah pada 4 nipelnya Poros tongkat pengontrol bahan bakar Lumasilah pada 1 nipelnya Pemanas listrik udara masuk Periksalah Pemisah air (jika diperlengkapi) Buanglah airnya

HAL 106 106 107 108 109 109 110 111 112 116 118 119 119 119 119 119 120 120 120 121

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE
3. Panduan Perawatan

I - 18 - 45

Garis Besar Service. Gunakan parts Komatsu yang asli untuk penggantiannya Ketika menambah atau menggand oli, jangan menggunakan oli yang berbeda. Kecuali yang ada pads spesifikasi lain, di bawah adalah Label oli dan pendingin yang digunakan saat mesin dikapalkan.
Bagian Engine oil pan Swing Machinery case Final drive case Damper case Hydraulic tank Fuel tank SAE 10W - 30 API classification CD SAE 30 API classification CD SAE 10W API classification CD ASTM D975 No.2 (However, ASTM D975 No.1 is used for the winter season (October to March) Komatsu super coolant (AF _ACL) 41% added to water Jenis Oli

Radiator

a. Garis besar oli, bahan bakar, pendingin. ~ OLI Oli di gunakan dalam engine dan pemlatan keda dalam beberapa kondisi yang ekstrem ( temperatur tinggi dan tekanan tinggi ), dan oli itu sendiri akan rusak oleh karena penggunaan. Selalu gunakan oli yang tempemtur dan derajatnya cocok dengan penggunaan yang dibefkan di dalam Buku Pedoman Operasi dan Pemwatan. Bahkan meskipun oli tidak kotor, gantilah selalu oli setelah waktu penggantiannya tiba. ON seperti juga darah dalam tubuh manusia, maka hati-hatilah selalu ketika mengganti agar tidak ada kotoran yang masuk ( air, partikel logam, kotoran, dll ). Umumnya masalah di dalam mesin disebabkan oleh masuknya kotoran. Dalam menangani oli usahakan jangan sampai kotoran masuk ketika menyimpan atau menambah oli Jangan mencampur atau menambah oli. Selalu tambahkan jumlah oli yang sesuai saat menambah Oli yang terlalu banyak atau tedalu sedikit di dalam engine juga akan mengakibatkan problem. Jika oli dalam perlengkapan keda tidak jeraih, kemungkinan oli telah tercampur air atau udam masuk didalam sirkuit Dalam kasus ini, hubungi distributor Komatsu anda , Ketika menggand oli, gantilah selalu filter yang berhubungan pada waktu yang sama Kami menganjurkan anda untuk membuat analisa mengenai oli secam periodic untuk memeriksa kondisi mesin. Bagi mereka yang menginginkan menggunakan fasilitas service lni, hubungi distributor Komatsu
Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE

I - 19 - 45

~ Bahan Bakar Pompa bahan bakar adalah instrument adalah yang paling presisi, jika bahan bakar yang mengandung air atau kotoran digunakan, pompanya tidak akan bekerja dengan sempuma. Lebih berhati-hati untuk tidak membiarkan kotoran masuk ke dalam bahan bakar ketika menvimpan atau menambah. Selalu gunakan bahan bakar khusus seperti dianjurkan dalam Buku Pedoman Operasi dan Perawatan. Bahan bakar mungkin bisa menjadi kental karena pengaruh temperatur ketika di gunakan ( khususnya dalam temperatur di bawah 15 C ), sehingga perlu untuk mengganti dengan bahan bakar yang sesuai dengan temperatur sekitar. Untuk mencegah kelembaban udara dari pengembunan dan pembentukan air di dalam tangki bahan bakar, isilah selalu tangki sampai penuh setelah selesai bekerja. Sebelum menghidupkan engine, atau ketika telah lewat 10-menit pengisian bahan bakar, buanglah sedimen dan air dari tangki. Jika engine kehabisan bahan bakar, atau jika filter telah diganti, perlu untuk membuang udara dari circuit. ~ Air pendingin Air sungai sangat banyak mengandung kalsium dan kotoran lain, jadi jika air ini digunakan, kerak akan menempel pada engine dan radiator, dan bal ini akan menyebabkan pembahan ketahanan dan overheating. Jangan menggunakan air yang tidak bisa diminum untuk pengisian radiator. Apabila menggunakan zat antibeku asli Komatsu di dalam air pendinginnya ketika mesin dikapalkan. Zat antibeku ini efektif untuk mencegah karat pada sistem pendingin, Zat in! dapat digunakan secara continue selama 2 tahun atau 400 jam. Oleh karenanya, dapat juga dipakai di daerah panas. Zat anti beku adalah zat bisa terbakar, jadi hati-hati untuk tidak membuangnya ke dalam api atau benda yang sedang terbakar. Perbandingan antara zat antibeku dengan air berbeda-beda tergantung pada temperatur disekitarnya. Rincian mengenai perbandingan campuran. Jika engine overheat, tunggu beberapa saat agar temperatur engine turun sebelum menambah air pendingin. Jika air pendinginnya rendah, akan menyebabkan overheating dan juga akan menyebabkan problem dengan timbulnya karat dari gelembung udam di dalam air pendingin. ~ Grease Grease di gunakan untuk mencegah puntiran dan bunyi pada sambungan ( joints ). Nipple tidak tennasuk dalam bagian perawatan, nipple hanya untuk memeriksa, sehingga tidak perlu di grease. Jika beberapa bagian menjadi kaku setelah digunakan dalam waken yang lama, berikan grease.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE

I - 20 - 45

Selalu bersihkan grease yang lama dengan menekan keluar pada saat melakukan penggeseran. Hati-hati pada saat membersihkan grease yang lama di tempat yang lama debu dan kotoran dalam grease akan menyebabkan keausan pada bagian yang berputar. ~ Menyimpan oli dan bahan bakar Simpan dalam nrangan untuk mencegah dari air, debu dan kotoran lain masuk ke dalamnya. Pada saat menyimpan drum terletak disamping ( untuk mencegah tejadinya embun ). Jikaa drum harus disimpan di luar, tutup drum dengan kain anti air atau peralatan lainnya untuk melindungi. Untuk mencegah perubahan kualitas selanta penyimpanan, pastikan untuk menggunakan sesuai urutan ( gunakan o1i yang lama atau bahan bakar yang pertama ). ~ Filter ( penyaring ) Filter mempakan bagian pengaman yang sangat penting, mencegah kotoran didalam sirkuit bahan bakar dan sirkuit udara masuk kedalam peralatan dan menyebabkan masalah. Ganti semua filter secara berkala Untuk detailnya, lihat Buku Pengoperasian dan Perawatan. Tetapi, jika bekerja pada kondisi berat, adalah penting untuk menentukan penggantian filter pada interval yang lebih pendek sesuai dengan jenis dan bahan bakar ( kandungan belerang ) yang digunakan Jangan membersihkan filter ( Catridge type ) dan menggunakannya lagi. Selalu ganti dengan filter baru. Pada saat mengganti filter oli, cek apakah anda serbuk logam yang terjebak pada filter bebas. Jika ada serbuk logam, silahkan hubungi distributor Komatsu. Jangan membuka bungkusan filter selama belum digunakan. Selalu gunakan filter asli Komatsu. b. Garis besar sistem electric Jika wiring basah atau penyekat msak, sistem listrik bocor dan ini dapat menyebabkan tidak berfungsinya mesin. Perbaiki yang berhubungan dengan sistem listrik yaitu ( 1 ) periksa kekencangan fan belt, ( 2 ) periksa kerusakan atau keausan pada fan belt, dan ( 3 ) periksa level air battery. Jangan melepas atau membongkar komponen listrik lain yang terpasang pada mesin. Jangan memasang beberapa komponen listrik lain dart yang dianjurkan oleh Komatsu Hati-hati, jaga agar sistem listrik bebas dari air pada saat mencuci mesin atau pada saat hujan.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE

I - 21 - 45

Kontroler untuk sistem pengontrol bisa menyebabkan tidak berfungsi dikarenakan gangguan gelombang dart luar, sebelum memasang radio receiver dan walkie - talkie atau citizen band, konsultasikan dengan distributor Komatsu anda. Pada saat operasi didaerah pantai, bersihkan sistem listrik untuk mencegah korosi. Ketika memasang car cooler atau periengkapan elektrik yang lain, hubungkan peralatan tadi kesambungan sumber tenaga tersendiri, Penambahan tenaga tidak boleh dihubungkan ke fuse, starting switch atau battery relay. c. Garis besar sistem hydraulic Selama beroperasi dan segera setelah operasi berakhir, suhu pada sistem hidrolik masih tinggi. Ditambah lagi dengan tekanan hidrolik yang tinggi digunakan dalam sistem. Berhati-hatilah ketika memeriksa dan merawat sistem hidrolik. Matikan mesin pada permukaan tanah yang rata, turunkan bucket ke tanah, kemudian atur sehingga tidak ada tekanan digunakan ke sirkuit silinder. Selalu mematikan engine. Segera setelah operasi, oli hidrolik dan.oli pelumas pada temperatur tinggi dan tekanan tinggi, maka tunggu agar sistem oli turun sebelum mulai melakukan perawatan Ketika suhu turun, di sirkuit mungkin masih ada tekanan di dalamnya, sehingga ketika mendorongkan plug atau screw, atau sambungan hose, jangan berdiri di depan komponen, kendorkan pelan-pelan untuk membuang tekanan di dalamnya sebelum melepaskannya. Ketika melaksanakan pemeriksaan atau perawatan pada sirkuit hidrolik, buanglah selalu udara dari tangki hidrolik untuk menghilangkan tekanan didalamnya. Perawatan berkala meliputi pemeriksaaa tinggi di hidrolik, penggantian filter dan mengisi off hidrolik Apabila hose bertekanan tinggi, dll, dibuka, periksa O-ring dari kerusakan, bila perlu diganti. Setelah elemen filter hidrolik dan strainer dibersihkan atau diganti, atau sistem hidrolik diperbaiki atau diganti atau pipa hidrolik dibuka, buang udara dari sirkuit hidrolik Accumulator diisi dengan gas nitrogen bertekanan thiggi. Salah dalam penanganan bisa berbahaya Untuk prosedur penanganan

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE
PEMILIHAN BAHAN BAKAR DAN PENDINGIN DAN PELUMAS

I - 22 - 45

ASTM D975 No.1 Tabel Capacity diatas untuk machine PC 300-6

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE

I - 23 - 45

Keterangan Jika kandungan belerang lebih kecil dari 0,5%, penggantian oli setiap jam perawatan berkala digambarkan dalam buku ini. Gantilah oli sesuai tabel jika kandungan belerang di alas 0,5%.
Kandungan Sulfur dalam bahan bakar 0,5 - 1,0% Diatas 1,0% Jarak waktu mengganti oli di engine oil pan dari jarak waktu yang biasa dari jarak waktu yang biasa

Pada saat menghidupkan engine dalam temperatur di bawah 0 C, pastikan menggunakan oil engine SAE IOW-30 dan SAE 15W40, meskipun temperatur naik sampai 10 C lebih atau di siang hari. Gunakan API klasifikasi CD untuk oil engine dan jika API klasifikasi CC, turunkan interval penggantian oli menjadi setengahnya. Tidak jadi masalah jika oli single grade dicampur dengan oli multigrade ( SAE IOW30, 15W-40 ) tetapi pastikan penambahan oil single grade sesuai dengan temperatur di dalam label. Kami menganjurkan oli asli Komatsu yang telah diformulasikan dengan spesifik dan disetujui untuk digunakan pada engine dan perlengkapan kerja hidrolik. Kapasitas yang sesuai : Jumlah total oli temasuk oli untuk komponen dan oli didalam pipa Kapasitas pengisian : Jumlah oli yang dibutuhkan untuk pengisian sistem selama pemeriksaan dan perawatan yang normal. ASTM : American Society of testing and Material SAE : Society Automotive Engineers API : American Petroleum Institute

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE
JENIS JENIS PELUMAS.

I - 24 - 45

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE

I - 25 - 45

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE

I - 26 - 45

PENGGANTIAN BERKALA DARI SUKU CADAN - SUKU CADANG PENGAMAN. Untuk menjamin keselamatan sepanjang waktu ketika mengoperasikan atau menjalankan mesin, pemakaian mesin harus selalu dipelihara secara berkala. Sebagai tambahan, untuk meningkatkan, pemakai harus melakukan penggantian suku cadang secara berkala, seperti yang ditunjukkan dalam tabel pada halaman berikut. Suku cadang - suku cadang ini, terutama yang berhubungan dekat dengan keamanan dan pencegahan kebakaran. Akan tetapi sulit menentukan kondisi suku hanya dengan perawatan berkala, jadi semua harus diganti, setelah tiba waktu yang telah ditentukan, tanpa memperdulikan kondisi suku cadang suku cadang tersebut. Ini diperlukan untuk menjamin bahwa semuanya tetap berfungsi dengan sempuma. Akan tetapi, jika suku cadang -suku cadang ini memperlihatkan suatu keabnormalan sebelum waktu penggantian tiba, semua harus diperbaiki atau segera. Jika penjepit penjepit slang menunjukan suatu keburukan seperti cacat atau retak, ganti penjepit yang sama dengan yang digunakan pada slang. Lakukan pemeriksaan berikut pada slang hydraulic sebagai tambahan pada daftar penggantian berkala suku cadang berikut ini. Jika suatu keabnormalan ditemukan, kencangkan, ganti atau lakukan tindakan lain yang diperlukan.
Kategori pemeriksaan Periksa sebelum motor dihidupkan Periksalah berkala (pemeriksaan bulanan) Pemeriksaan berkala (pemeriksaan bulanan) Bagian yang diperiksa Kebocoran dari sambungan - sambungan atau bagian penutup celah bahan bakar atau selang - selang Kebocoran dari sambungan - sambungan atau bagian penutup celah bahan bakar atau selang - selang hydraulic. Kerusakan (retak, aus dan robek) pada bahan bakar atau selang hydraulic Kebocoran dari sambungan - sambungan atau bagian penutup celah bahan bakar atau selang - selang hydraulic. Gangguan, keburukan, melintir, rusak (retak, aus dan robek) pada bahan bakar atau selang hydraulic

Pemeriksaan berkala (pemeriksaan bulanan)

D85ESS - 2
Item Power train filter Engine oil filter Fuel filter Corrosion resistor Hydraulic oil filter Air cleaner Electrical intake air heater Blade (Angledozer) Part No. 07063-01054 (07000-72100) 600-211-1230 600-311-8292 611-411-1150 07063-01100 (07000-02135) 6125-81-70321 600-181-4300 6150-11-4820 184-70-11314 150-70-21356 150-70-21346 (02090-11270) (02290-11219) Part Name Element (O-ring) Cartridge Cartridge Cartridge Element (O-ring) Element ass'y Outer element ass'y Gasket Cutting edge End bit (left) End bit (right) (Bolt) (Nut) Weight 52.9 Kg 26.2 Kg 26.2 Kg --Q'ty Replacement Frequency 1 Every 250 hours service (1) 1 Every 500 hours service 1 Every 500 hours service 1 1 (1) 1 1 2 3 1 1 (36) (36) Every 1000 hours service Every 2000 hours service -

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE

I - 27 - 45

MEMBERSIHKAN BAGIAN SISTEM PENDINGIN. Peringatan Begitu engine dimatikan, air dalam sistem pendingin masih panas dan bisa mengakibatkan luka-luka. Tunggu beberapa saat hingga engine dingin sebelum mengerikan atau membuang air. Selama mengerikan air dengan engine hidup, adalah sangat berbahaya bila anda berada di bawah mesin karena mungkin secara tiba-tiba mesin bergerak. Jadi selama enginenya hidup, jangan berada di bawah kolong mesin. Jangan melepas tutup radiator pada saat engine berada pada suhu kerja Pada suhu operasi, air pendingin akan bertekanan. Gelembung dan uap pangs akan keluar dari radiator dan dapat menyebabkan luka. Tunggulah sampai engine dingin dan tutup radiator cukup dingin jika disentuh tangan. Lepaskan tutup secara perlahan - lahan sampai tekanan udara turun Bersihkan bagian dalam sistem pendingin dengan mengganti air pendingin dan corrosion resistor tabel di bawah ini :
Jenis Pendingin Antibeku type permanen (Type untuk semua cuaca) Membersihkan bagian dalam sistem pendingin dan penggantian air pendingin Setiap tahun (autumn) atau setiap 2000 jam, mana yang lebih dulu tercapai Penggantian corrosion resistor Setiap 1000 jam dan pada saat membersihkan bagian dalam sistem pendingin dan pada saat penggantian

Antibeku type non permanen Setiap 6 bulan (spring, autumn) (buang antibeku saat yang mengandung Ethylene glycol musim spring dan tambahkan antibeku saat autmn (winter, type satu cuaca) Jika tidak mengandung anti freeze Setiap 6 bulan atau setiap 2000 jam, mana yang lebih dulu tercapai

Hentikan mesin pada tempat yang rata bila hendak membersihkan atau mengganti air pendingin. Gunakan cairan antibeku tipe permanen Jika untuk beberapa alasan tidak memungkinkan menggunakan antibeku type pemanasan, gunakanlah antibeku yang berisi ethylene glycol. Super coolant (AF-ACL) mempunyai efek anti karat sebaik efek anti freeze. Perbandingan anti freeze dengan air tergantung pada suhu udara sekitar, tetapi untuk menghasilkan efek anti karat, perbandingan minimum 30 % dengan volume yang diperlukan. Pada saat menentukan perbandingan anti beku dengan air, periksa suhu terendah yang terjadi dan tentukan tabel nilai percampuran yang diberikan dibawah ini. Ketika menentukan nilai pencampuran sebaiknya memperkirakan temperatur l00 C lebih rendah dari aktualnya Campuran air dan anti beku

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE

I - 28 - 45

Peringatan Antibeku mudah terbakar, jadi jauhkan dari sumber api. Gunakan air minum sebagai pendingin. Jika sungai, air sumur atau air yang lain yang harus digunakan, hubungi distributor Komatsu Kami menganjurkan untuk menggunakan alat pengukur density antibeku untuk mengontrol pencampuran yang sesuai Peringatan Ketika membuka drain plug, hindari penyemprotan pendingin ke diri anda

Siapkan kontainer untuk menampung buangan air pendingin dengan kapasitas : Min 32 (8.5 US gal,7.1 UK gal). 1. Bila cartridge corrosion resistor dipasang, tutup valve (1). 2. Putar radiator cap (2) pelan pelan untuk membukanya. 3. Buka tutup bagian bawah, kemudian atur kontainer untuk menampung air pendingin di bawah drain valve (3). Buka drain valve (3) pada bagian dasar radiator untuk membuang air. 4. Setelah mebuka air, tutup drain valve (3) dan isi dengan air PAM 5. Buka drain valve (3) putar engine pada low idling, dan cuci air melewati sistem selama 10 menit. Ketika mengerjakan ini, atur kecepatan mengisi dan membuang air sehingga radiator selalu penuh. Disaat mencuci dengan air melewati sistem, awasi dengan hati hati sehinggga hose tempat air masuk tidak keluar dari lubang pengisian air pada radiator. 6. Setelah mencuci, matikan engine, buka drain valve (3), kemudian tutup lagi setelah semua air keluar. 7. Setelah membuang air , bersihkan dengan zat pembersih. Kami menganjurkan menggunakan zat pembersih asli Komatsu. Untuk detail metode pembersih, lihat intsruksi yang diberikan oleh zat pembersih. 8. Setelah bersih, buka drain valve (3) untuk membuang semua air pendingin, kemudian tutup drain valve dan pelan pelan isi dengan air bersih. 9. Ketika air keluar mendekati tempat pengisi air, buka drain valve (3), hidupkan engine pada low idling, dan lanjutkan untuk mengalihkan air melewati sistem sampai bersih tanpa warna keluar. Ketika mengerjakan ini, atur kecepatan pengisian dan pembuang air sehingga radiator selalu penuh.

10.Ketika air benar benar bersih, matikan engine, tutup drain valve (3)
Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE

I - 29 - 45

9. Ketika air keluar mendekati tempat pengisi air, buka drain valve (3), hidupkan engine pada low idling, dan lanjutkan untuk mengalihkan air melewati sistem sampai bersih tanpa warna keluar. Ketika mengerjakan ini, atur kecepatan pengisian dan pembuang air sehingga radiator selalu penuh. 11. Ganti cartridge corrosion resistor dan buka valve (1).Untuk detail penggantian corrosion resistor, (Iihat SERVICES SETIAP 1000 JAM). 12. Pasang mtup di bagian bawah 13. Tambahkan airpendingin sanipai air melebihi dari pengisi air. Buka valve (4) pembuang udam pada after cooler dan tambahkan air pendingin sampai air melebihi dari pengisi air. Ketika air naik mendekati lubang pengisi air, tutup valve pembuang udara pada after cooler. 14. Untuk membuka udara di dalam air pendingin, putar engine selama 5 (lima) menit pada low idling, kemudian 5 (lima) menit berikutnya pada high idling. 15. Setelah membuang air pendingin pada receiver tank (5), bersihkan didalam receiver tank dan isi air pada ketinggian antaia FULL dan LOW. 16. Matikan engine, tunggu kira - kira 3 (tiga) menit, tambahkan air pendingin sampai mendekati lubang pengisi air radiator, kemudian kencangkan cap (2). AKIBAT YANG DI SEBABKAN KUALITAS AIR PENDINGIN BURUKKAVITASI (CAVITATION) PADA DINDING LUAR CYLINDER Sebagian dari air pendingin di sekeliling cylinder menerima getaran (vibration) akibat proses pembakaran yang terjadi pada ruang bakar. Pertama-tama, pada phase tekanan rendah dari vibrasi, uap jenuh dari air membentuk gelembung udara. Pada phase tekanan tinggi, gelembung tadi kolaps dan pecah. Dengan pecahnya gelembung tadi, air dengan cepat mengisi kekosongan tersebut, menimbulkan gelombang kejut yang memukul dan mengikis permukaan metal. Kerusakan yang ditimbulkannya berupa lubang-lubang kecil (pitting) pada dinding luar cylinder yang bersinggungan dengan air pendingin. Lubang-lubang kecil ini membesar dan semakin dalam hingga akhimya mengakibatkan keretakan pada cylinder. Sisi dukung piston (thrust side piston) dan liner adalah bagian yang paling banyak mengalami kavitasi ini, terutama pada bagian atas dan bawahnya.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE

I - 30 - 45

PENYEBAB KAVITASI Vibrasi yang berlebihan dan abnormal dari cylinder liner. Air pendingin yang ads bercampur dengan udara akibat jumlah yang tidak cukup. Menggunakan air pendingin yang tidak cocok. Banyak kotoran dan benda - benda asing terikut di dalam air pendingin. Kerusakan yang lebih lanjut dari kavitasi ini adalah erosi (pengikisan) yang berkembang pada daerah dimana aliran air pendingin terhambat. Sampah dan kerak air yang dihasilkan oleh proses pengikisan ini membuat aliran air pendingin semakin terhambat dan pads akhimya semakin mempercepat terjadinya kavitasi erosi.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE
PENYEBAB KERUSAKAN Vibrasi yang abnormal dari Cyl.Liner Menggunakan air pendingin yang tidak cocok Gelembung udara pada air pendingin Corrosion Resistor tidak berfungsi

I - 31 - 45

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE

I - 32 - 45

PEMERIKSAAN, PEMBERSIHAN DAN PENGGANTIAN AIR CLEANER Peringatan Jangan membersihkan atau mengganti saringan udara dalam engine keadaan hidup. Dengan menggunakan udara bertekanan, bersihkan saringan, gunakan kacamata untuk melindungi mata. Pemeriksaan Bila saringan udara buntu, monitor (1) menyala, bersihkan saringan udara Membersihkan saringan bagian luar 1. Buka engine hood, kendorkan wing nut (2), kemudian lepas cover (6). Lepas wing nut (5), kemudian keluarkan saringan (6). 2. Buka saringan (3), kemudian hindarkan kotoran atau debu masuk, gunakan perban atau kain bersih untuk menutup ujung penghubung udara pada saringan udara 3. Bersihkan body bagian dalam saringan udara dan tutupnya 4. Semprotkan udam kering bertekanan secara langsung (karang dari 700 kpa (7 kg/cm2 100 psi) ke saringan (3) dari dalam sepanjang lipatan, kemudian arahkan semprotan itu dari luar sepanjang lipatan dan lagi dari dalam. a. Lepas satu sticker di saringan bagan luar ketika saringan bagian luar dibersihkan. b. Ganti saringan bagian luar yang telah dibersihkan 6 kali berulang-ulang atau telah digunakan setahun. Ganti saringan bagian dalam pada waktu yang sama c. Ganti saringan bagian luar dan dalam ketika monitor lamp (1) menyala dengan segera tanpa harus menunggu saringan bagian luar telah dibersihkan sebanyak 6 kali. d. Periksa nut/mur pengikat saringan bagian dalam dari kendorkan dan bila perlu kencangkan kembali. e. Bila lubang kecil atau tipis pada komponen terdapat pada saringan ketika dicheck dengan cahaya lampu setelah dibersihkan, ganti saringan.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE

I - 33 - 45

CATATAN : Jangan gunakan saringan yang lipatan atau gasket atau sealnya rusak. Ketika membersihkan saringan, jangan memukul atau menghentak dengan benda keens. f. Lepas kain atau perban yang digunakan untuk menutup pada step 1. g. Pasang saringan udara yang bersih dan ikat dengan wing nut h. Bila seal washer (4) rusak atau ulir pada wing nut (2) rusak, ganti, dengan part yang baru. i. Buka vacuator valve (5) dan bersihkan dengan udara bertekanan, setelah bersih, pasang lagi. Mengganti saringan bagian dalam 1. Pertama lepas saringan bagian luar, kemudian buka saringan bagian dalam. 2. Tempatkan cover pada air intake untuk mencegah debu masuk. 3. Bersihkan body dalam saringan udara, kemudian buka cover dari air intake part pada step 2. 4. Pasang saringan bagian dalam baru dan kencangkan dengan nut. 5. Atur saringan bagian luar dengan baik dan ikat wing nut. CARA MERAWAT AIR CLEANER 1. Air Cleaner Mempunyai Andil Yang Sangat Besar Dalam Pencegahan Penyakit Pernafasan Pada Engine. Apakah yang dimaksud dengan penyakit pernapasan pada engine ? Ini adalah gangguan pada engine untuk mesin-mesin konstruksi yang beroperasi pada daerah berdebu. Jika engine mendapat gangguan ini silinder dan piston akan mengalami keausan secara cepat. Akibataya tenaga yang diharapkan tidak dapat diperoleh sedangkan pemakaian bahan bakar menjadi boros, gas buang berwarna hitam, dan pemakaian oli pun menjadi tinggi. Kerusakan ini akhimya akan menyebabkan engine tersebut harus dibawa ke workshop untuk dioverhaul 2. Konstruksi Air Clear.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE

I - 34 - 45

3. Mencegah Engine Dari Debu Pasir Air cleaner dilengkapi untuk menghisap hanya udara saja dan menyingkirkan kotoran dan debu.

AKIBAT YANG DISEBABKAN ADANYA KERUSAKAN PADA AIR CLEANER


LECET (SCUFFING) PADA CYL. LINER DAN PISTON Karena berhubungan langsung dengan gas pembakaran, piston dan liner harus memulai selaras dengan kenaikan temperatur gas, dan sebaliknya juga harus menyusut ketika didinginkan oleh oil pelumas. Karena pada saat engine hidup, piston dan liner harus selalu ikut membesar dan mengecil. Jika, oleh karena satu sebab, film oli yang melapisi dinding cylinder rusak, kontak langsung metal dengan metal antara piston dan liner akan terjadi dan akan mengakibatkan lecet (scuffing) juga gerusan (seizure) pada dinding-dindingnya. Kerusakan yang berupa gerusan memanjang ini biasanya terjadi pada bagian sudut kanan dari piston pin

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE

I - 35 - 45

Penyebab kerusakan Pemuaian yang berlebihan akibat overheating. Dibebani secara penuh dengan mengejut dan dimatikan tiba-tiba tanpa langkah pendinginan. Menggunakan oli yang tidak cocok Oli engine kurang atau tekanannya rendah. Kenaikan abnormal dari tempemtur oli resin. Celah bebas piston yang tidak memadai. Debu dan kotoran masuk lewat sister pemasukan udar KERUSAKAN PADA KOMPONEN-KOMPONEN ENGINE DAN PENYEBABNYA Engine-engine pada peralatan konstruksi pada biasanya selalu dioperasikan pada tingkat kecepatan tinggi dan beban yang berat. Panas dan gas pembakaran, kondisi oli pelumas dan kualitas bahan bakar serta air pendingin yang dipakai sangat berpengaruh terhadap kerusakan yang terjadi. Part - part pada ruang pembakaran (Combustion Chamber) seperti, bagian bawah cylinder head, valve, valve seats, piston dan liner, akan menerima suhu tinggi hingga 700 C dan tekanan pembakaran hingga 30 atm terutama pada saat engine dibebani secara penuh. Kerusakan yang terjadi pada bagian-bagian ini biasanya disebabkan oleh beberapa hal yang saling terkait dengan rumit. Di sisi lain, crankshaft, connecting rod dan bearing-bearing metalnya akan mengalami keausan secara perlahan. Problemnya adalah, apakah telah terjadi keausan abnormal yang berlebihan atau tidak Walaupun demikian, pada umumnya kerusakan - kerusakan. yang ada, banyak disebabkan oleh faktor perawatan yang kurang memadai serta teknik pengoperasian yang keliru. Unsur-unsur perawatan yang berpengaruh langsung terhadap keruskaan yang terjadi diantaranya adalah: Oli Pelumas Bagian-bagian engine yang saling bergesekan dilumasi, dibilas dan disekat oleh oli pelumas. Dalam kondisi normalpun akibat suhu tinggi yang harus diterima, oli pelumas akan mengalami proses oksidasi, sedang blow by dari gas pembakaran akan membuat oli menjadi kotor. Selain itu, kebocoran minyak solar akan menurunkan viskositas dan kualitas dari oli sendiri, sementar kebocoran air pendingin akan membuat oli menjadi teremulsi. Yang lebih penting lagi adalah, pemilihan jenis oli pelumas umuk engine haruslah disesuaikan dengan temperatur sekeliling. Jika kekentalan (viskositas) oli terlalu tinggi akan menimbulkan kesulitan pada saat starting dan mempertinggi kerugian gesek yang terjadi. Sementara jika kekentalan (viskositas) oli terlalu rendah, film oli akan pecah dan kontak langsung metal dengan metal akan terjadi. Air Pendingin Bagian luar pada cylinder liner dan bagian dalam dari cylinder head, dikelilingi oleh water jacket yang mendinginkan dan mencegah kenaikan suhu secara abnormal dari ruang pembakaran. Jika jenis air yang tidak tepat, jumlah air yang ada tidak mencukupi atau corrosion resistor yang tidak berfungsi secara memadai, kerak air dan kerak akan timbul sehingga menyebabkan penyumbatan - penyumbatan pada aliran air pendingin serta kavitasi yang mengakibatkan timbulnya pitting pada dinding luar cylinder liner.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE

I - 36 - 45

Udara (Debu) Peralatan konstruksi, biasanya dioperasikan pada kondisi udara yang sangat berdebu. Oleh sebab itu, menyaring udara yang dibutuhkan engine dari debu-debu yang ada dengan menggunakan sebuah air cleaner atau filter, mutlak harus dilakukan. Element filter yang sobek, kerusakan gasket pada sistem pemasukan udara atau clamp pengikat yang kendor akan menyebabkan ikut tersedotnya debu ke dalam ruang pembakaran dan merusak oli film pada bagian yang saling bergesekan sehingga menimbulkan gerusan pada liner dan piston serta kemacetan pada piston ring. Cara Mengoperasikan Didalam pengoperasian suatu peralatan, tindakan pemanasan (warming up) ndalah hal yang tidak boleh dilakukan. Perhatian khusus hares selalu kita berikan terhadap tekanan dan suhu oli pelumas, serta temperatur air pendingin melalui meter-meter dan gauges yang ada pada panel kontrol. Pembebanan berlebihan, akselarasi mengejut dan kasar serta mematikan mesin secara mendadak harus dipindahkan. Membebani engine secara berlebihan, membebani engine pada tingkat kecepatan tinggi tanpa pemanasan lebih dahulu, dan akselarasi secara kasar dan mengejut, akan membuat komponen - komponen putar utama dari engine dipaksa berputar dalam putaran tinggi dengan pleumas dan celah bebas antar parts yang tidak memadai. Gerusan dan goresan akan terjadi karena ini.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE

I - 37 - 45

Air Cleaner Jika air cleaner menjadi buntu atau rusak dibawah ini adalah problem-problem yang akan terjadi

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE

I - 38 - 45

Engine Oil Filter Jika oil filter tersumbat atau buntu, berikut ini adalah beberapa problem yang mungkin terjadi

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE

I - 39 - 45

Fuel Filter Jika fuel filter buntu atau rusak, berikut ini adalah beberapa problem yang mungkin terjadi

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE

I - 40 - 45

Hydraulic Filter Jika hidrolik filter buntu atau rusak, berikut ini adalah beberapa problem yang mungkin terjadi

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE
PEMERIKSAAN LEVEL DARI ELECTROLYTE BATTERY

I - 41 - 45

Peringatan Untuk mencegah gas meledak, jangan mendekatkan membakar atau menyalakan api dekat battery. Electrolyte battery adalah berbahaya, jika mengenai mata atau kulit anda, cucilah dengan air banyak dan konsultasikan ke dokter. Lakukan pemeriksaan sebelum mengoperasikan mesin. 1. Buka tutup kotak battery samping kanan mesin 2. Buka tutup (1), dan periksa batas electrolyte sesuai ketentuan 10 sampai 12 mm (0,40 sampai 0,47 in) diatas plate). Jika batas elektrolit adalah rendah, tambahkan air suling sampai batas yang diperlukam Jika elektrolit sampai tumpah, tambahkanlah larutan asam sulfat 3. Bersihkan lubang udara pada tutup battery dan kencangkan tutup dengan rapat. Ketika menambahkan air suling dalam cuaca dingin, tambahkan sebelum memulai operasi ketika di pagi hari untuk mencegah elektrolit dari kebekuan.

Battery Ketika suhu disekitar menunur, kapasitas battery juga akan menurun dan kadang-kadang electrolyte akan membeku jika isi battery rendah.Jaga agar kapasitas isi battery tetap 100 % dan lindungi dari suhu yang dingin, dengan demikian mesin siap distart pada pagi berikutnya. Ukur berat jenis dari electrolyte dan dapatkan angka pengisian dari tabel berikut :
Kadar Pengisian 100% 90% 80% 75% 20 C 1.38 1.26 1.24 1.23 Suhu Cairan 0C -10 C 1.29 1.30 1.27 1.28 1.25 1.26 1.24 1.25 -20 C 1.31 1.29 1.27 1.26

Jika tinggi permukaan electrolyte rendah, tambahkan air soling pada pagi hari sebelum memulai pekerjaan, sebagai pengganti setelah selesai bekerja setiap hari. Hal ini untuk mencegah electrolyte membeku pada malam hari. ! Untuk menghindari ledakan gas, jangan membawa api atau percik bunga api didekat battery. ! Jika electrolyte mengenai kulit atau pakaian anda, segera cuci dengan air bersih
Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE

I - 42 - 45

PEMERIKSAAN KETEGANGAN FAN BELT DAN BELT ALTERNATOR Pemeriksaan Kondisi normal belt mempunyai defleksi kira-kira 3 mm ( 0.12 in ) ketika ditekan dengan ibu jari dengan gaya kira-kira 6 kg ( 13 Ib ) pada titik tengah antara pulley alternator dan Pulley fan. Gaya tekan ketika menggunakan tension gauge : 60 - 65 kg (132.3-143.3 lb) Penyetelan 1. Kendorkan lock nut ( 1 ) dan baut ( 2 ) dan ( 3 ), kemudian stel ketegangan dengan bolt penyetel ( 4 ). 2. Setelah penyetelan, kencangkan baut ( 2 ) dan ( 3 ), putar baut penyetel ( 4 ) kembali putaran, kemudian kencangkan lock nut (1). Pengencangan Torque Lock nut (1) : 6.75 0.75 kgm (48.8 + 5.4 Ibft) Baut (2), (3) : 11.25 1. 25 kgm (81.4 9,0 lbft)

3. Periksa kerusakan pulley, dan keausan alur dan belt. Yakinkan pemeriksaan belt tidak bersentuhan dengan bagian bawah groove. 4. Jika belt kendor dan tidak bisa di stel, atau jika putus atau terkoyak, ganti belt. 5. Setelah pergantian belt, operasikan 1 jam, kemudian stel kembali.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE
PENYETELAN KETEGANGAN TRACK BULLDOZER

I - 43 - 45

Prosedur Inspeksi a. Parkir unit pada tempat yang datar ( transmissi posisi netral, tanpa di Brake) b. Letakan mistar / balok yang rata dan lums diatas shoe antara carrier roller dan idler. c. Ukur jarak mistar / balok dengan grouser shoe pada bagian tengah antara carrier roller dan idler. d. Apabila jaraknya 20 - 30 mm, berarti ketegangan track tidak pada nilai standard, maka ketegangan track perlu di stel / adjust kembali. Prosedur Penyetelan Ketegangan Track a. Dengan menggunakan grease pump, injeksikan grease pada fitting grease. b. Periksa ketegangan track apakah sudah sesuai dengan standard atau belum. c. Perhatikan jarak S ( seperti pada gambar ) apabila mencapai 0 mm berarti keausan link ass'y sudah maksimal.

Cara mengurangi ketegangan track

a. b. c. d. e. f

Keluarkan grease dengan mendorongkan lubricator no .1, Putar lubricator no. 1 maksimum satu putaran. Apabila grease tidak keluar, gerakan unit maju dan mundur. Kencangkan lubricator no. 1 Periksa ketegangan track, apakah sudah mencapai nilai standard atau belum. Periksa ketegangan track, apabila belum mencapai nilai standard, lakukan lagi langkah a - e.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE

I - 44 - 45

PEMERIKSAAN DAN PENYETELAN KETEGANGAN TRACK EXCAVATOR Peringatan Laksanakan pengoperasian ini dengan dua pekerja Operator harus menggerakan masih sesuai dengan tanda dari pekerja lainnya. Kekencangan track diperiksa dengan chassis dinaikkan, sehingga sangat berbahaya bila mesin diturunkan dengan salah selama pemeriksaan. Jangan menggerakan mesin pada saat seseorang melaksanakan pengukuran. Keausan pin dan bushing pada undercarriage akan berubah dengan kondisi kerja dan jenis tanah. Maka dari itu pemeriksaan yang terus menerus pada ketegangan track sehingga akan menjaga ketegangan track tetap standard. Laksanakan pemeiksaan dan penyetelan di bawah kondisi yang sama ketika operasi (pada jobsite dimana track beroperasi di lumpur). Pemeriksaan 1. Naikkan chassis dengan boom dan arm.Ketika mengerjakan ini, operasikan lever secara perlahan. 2. Ukur celah antara dasar track frame dan permukaan bagian atas track shoe, ambil posisi yang aman bila terjadi chassis tunm ke bawah. Celah standard : 331 + 20 mm (13.0 0.8 in) Posisi pengukuran. PC 300, 350 : Track roller ke empat dari sprocket PC 300LC, 350LC : Ditengah - tengah diantara track roller ke empat dan ke lima dari sprocket. Bila kekencangan track tidak sesuai standard, stel sesuai cara berikut ini. Penyetelan PERINGATAN Grease di dalam mekanisme penyetelan di bawah tekanan yang tinggi. Grease yang berasal dari plug (1) yang bertekanan dapat menembus tubuh yang bisa menyebabkan luka atau kematian. Untuk alasan ini, jangan mengendorkan plug (1) lebih dari satu putaran. Jangan mengendorkan komponen selain dari pada plug (1). Maka dari itu, jangan menghadapkan wajah anda ke plug (1). Bila kekencangan track tdak tercapai dengan prosedur ini, silahkan hubrmgi distributor Komatsu anda
Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

MAINTENANCE
Ketika menambahkan ketegangan Siapkan grease gun. 1. Pumpkin grease melewati grease fitting (2) dengan grease gun. 2. Untuk memeriksa kekencangan yang benar telah tercapapai, gerakan mesin maju dan mundur. 3. Periksa kekencaugan track lagi, dan bila kekencangan tidak benar stel lagi. 4. Lanjutkan memompa grease sampai S menjadi O mm. Bila kekencangan masih kendor, pin dan bushing mengalami keausan yang berlebihan, maka mereka harus diputar atau diganti. Silahkan hubungi distributor Komatsu anda. Ketika mengendorkan ketegangan PERINGATAN Sangatlah berbahaya mengeluarkan grease dengan metode yang lain kecuali prosedur yang diberikan di bawah ini. Bila kekencangan track tidak tercapai dengan prosedur ini, seilahkan menghubungi distributor Komatsu anda. 1. Kendorkan plug ( 1 ) secara perlahan untuk melepas grease. 2. Putar plug ( 1 ) maksimum 1 putaran. 3. Bila grease tidak keluar secara halus, gerakan mesin maju dan mundur pada jarak yang pendek.. 4. Kencangkan plug ( 1 ). 5. Untuk memeriksa bahwa ketegangan telah tercapai, gerakan mesin maju dan mundur. 6. Periksa ketegangan track plug lagi, dan bila ketegangan tidak benar, stel lagi.

I - 45 - 45

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

SAFETY OPERATION MAINTENANCE


A. PERHATIAN SAAT PERAWATAN 1.Sebelum Melaksanakan Perawatan LABEL PERINGATAN

II - 1 - 11

Jika ada orang lain menstart engine atau mengoperasikan control sementara anda sedang melakukan perbaikan atau pelumasan, bisa berakibat luka yang serius atau kematian Pasang SELALU LABEL PERINGATAN pada control lever didalam kabin operator untuk memperingatkan kepada orang lain bahwa anda sedang memperbaiki mesin Bila perlu pasang label tambahan disekitar mesin. Label -label dibawah ini disediakan oleh distributor Komatsu anda (Part No. 0996303000).

TOOLS YANG LAYAK Gunakan selalu tools yang sesuai dengan tugas. Penggunaan peralatan yang rusak kualitas rendah atau tidak tepat dapat mengakibatkan luka pada diri anda.

PENGGANTIAN SECARA BERKALA UNTUK KEAMANAN PARTS YANG KRITIS Gantilah komponen-komponen yang berhubungan dengan kebakaran berikut ini secara berkala Fuel system : fuel hose, hose return dan tutup tabung bahan bakar. Hydraulic system : pump outlet hose dan semua cabang hose untuk pompa depan dan belakang. Gantilah semua komponen itu secara berkala dengan yang baru, dengan mengabaikan apakah komponen tersebut nampak tidak cacat. Komponen komponen tersebut setiap saat mengalami gangguan. Ganti atau perbaiki tiap-tiap komponen jika telah ditemukan rusak, meskipun mereka tidak mencapai waktu yang telah ditemukan.
Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

SAFETY OPERATION MAINTENANCE


MATIKAN ENGINE SEBELUM MELAKSANAKAN PEMERIKSAAN PERAWATAN

II - 2 - 11

Ketika melaksanakan pemeriksaan dan perawatan, hentikan dan parkir mesin ditempat yang rata dan keras. Apabila sedang melakukan perawatan perlu untuk menghidupkan engine seperti ketika membersihkan bagian dalam radiator, tempatkan tuas safety lock ke posisi LOCK dan lakukan berdua. Salah satu dari kedua orang harus duduk ditempat duduk operator agar waktu dapat mematikan engine segera bila perlu. Ia juga harus berhati - hati untuk tidak menggerakan tuas karena kesalahan. Sentuhlah tuas hanya ketika memang harus dioperasikan.

ATURAN YANG HARUS DIIKUTI KETIKA MENGISI BAHAN BAKAR ATAU OLI Bahan bakar atau oli yang tumpah bisa menyebabkan anda tergelincir. Bersihkan segera jika anda melihat ada oli atau bahan bakar yang tumpah. Kencangkan selalu tutup pengisian oli bahan bakar dengan baik Jangan sekali - kali menggerakan bahan bakar untuk membersihkan parts. Tambahkan bahan bakar dan oli ditempat yang berventilasi baik

LEVEL AIR RADIATOR Jika perlu menambah air radiator, matikan terlebih dahulu engine dan biarkan engine dan rediatomya dingin sebelum menambahkan air. Kendorkan dengan perlahan-bahan tutup untuk memberaskan tekanan sebelum membuka tutup.
Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

SAFETY OPERATION MAINTENANCE


PENGGUNAAN PENERANGAN Ketika memeriksa bahan bakar, oli, poendingin, atau cairan battery, gunakan selalu penerangan yuang anti meledak. Jika tidak menggunakan peralatan penerangan, bisa menimbulkan bahaya ledakan

II - 3 - 11

2. Selama Perawatan. PERSONIL Hanya personil yang berwewenang yang dapat memperbaiki dan menservis mesin. Pencegahan secara extra harus dilakukan ketika mengerinda, mengelas dan penggunaan palu godam PERALATAN KERJA Tempatkan peralatan yang telah dilepas dari mesin ke tempat yang aman. Jika peralatan tersebut terjatuh dan menimpa anda atau orang lain, dapat mengakibatkan luka serius. BEKERJA DI BAWAH MESIN Turunkan selalu alat perlengkapan kerja yang dapat bergerak ke tanah atau ke posisi yang paling rendah sebelum melaksanakan perbaikan atau penggantian di bawah mesin.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

SAFETY OPERATION MAINTENANCE


JAGA AGAR TEMPAT MESIN SELALU BERSIH Tumpahan oli, grease atau alat lain yang tergeletak berserakan ditempat kersa sangat membahayakan terhadap keselamatan anda karena benda tersebut dapat membuat anda tergelincir atau jauh. Jaga agar mesin anda selalu bersih dan rapih. Jika terdapat air yang masuk kedalam sistem listrik, bisa menimbutkan bahaya karena mungkin mesin mungkin akan tidak mau bergerak dengan tiba-tiba. Jangan gunakan air atau uap air untuk membersihkan sensor, konektor, atau bagian dalam mangan operator. PERHAT1AN TERHADAP BATTERY Ketika sedang memperbaiki sistem listrik atau ketika melakukan pengelasan, lepaskan terminal (-) (negatif) battery untuk menghentikan aliran arus. MENANGANI HOSE BERTEKANAN TINGGI

II - 4 - 11

Jangan membengkokkan hose bertekanan tinggi atau memukul dengan benda keras. Jangan menggunakan pipa, tabung atau hose yang bengkok atau retak. Perbaikilah selalu hose bahan bakar atau oli hose yang kendor atau rusak Jika bahan bakar atau oli bocor, bisa menyebabkan kebakaran. PERHATIAN TERHADAP OLI BERTEKANAN TINGGI Jangan lupa bawa sirkuit peralatan kerja Jangan menambahkan, menguras oli atau melakukan perawatan atau inspeksi sebelum benar-benar membebaskan tekanan dari dalam. Jika kebocoran oli dari hose yang kecil bertekanan tinggi, sangat berbahaya jika semburan oli yang bertekanan tinggi mengenai kulit atau mata anda. Kenakanlah selalu kacamata safety dan sarung tangan tebal dan gunakan potongan papan tebal atau lembaran kayu untuk memeriksa kebocoran oli. Jika anda terkena oleh semburan oil bertekanan tinggi, segera konsultasikan dengan dokter untuk pengobatan yang sesuai.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

SAFETY OPERATION MAINTENANCE


PERHATIAN KETIKA MELAKUKAN PERAWATAN PADA TEMPERATUR ATAU TEKANAN YANG TINGGI Segera setelah berhend operasi, air pendingin engine dan oli pada semua bagian bertemperatur dan bertekanan tinggi. Pada kondisi ini, jika tutup dilepas atau oli atau air dikuras, atau filter diganti, bisa mengakibatkan kulit terbakar atau luka lainnya. Tunggu agar temperatur turun, kemudian lakukan inspeksi dan perawatan seperti yang telah dijelaskan dalam buku pedoman ini. PERHATIAN KETIKA NIENGGUNAKAN GREASE BERTEKANAN TINGGI SAAT MENYETEL KEKENCANGAN TRACK Grease yang dipompakan kedalam sistem penyetelan kekencangan track adalah bertekanan tinggi. Jika prosedur yang spesifik untuk perawatan tidak diikuti ketika melakukan penyetelan, plug atau fitting bisa terlempar keluar dan menyebabkan kerusakan atau luka - luka. Ketika mendorongkan plug pengiring grease, jangan sekali - kali mengendorkan lebih dari satu putaran. Jangan sekali - kali menghadapkan muka, tangan, kaki atau bagian badan anda lainnya secara langsung dimuka plug pengering grease atau valve. FAN DAN BELT YANG SEDANG BERPUTAR Menjauhkan dari bagian yang sedang berputar dan berhati - hati agar tidak membiarkan apapun terperangkap olehnya Jika badan anda atau tools menyentuh kipas atau lain fan belt, badan atau tool bisa terpotong terbang, untuk itu jangan menyentuh bagian yang sedang berputar. MATERIAL BEKAS Jangan sekali kali membuang oli bekas kedalam sistem sekolah, sungai dan sebagainya Tampunglah selalu oli yang dikuras dari mesin kedalam wadah. Jangan sekali kali membuang oli langsung ke kanan. Patuhi peraturan dan hukum yang berlaku ketika membuang benda yang tidak berguna seperti oli, bahan bakar, pendingin, cairan pembersih, filter battery dan lain lain.
Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

II - 5 - 11

SAFETY OPERATION MAINTENANCE


POSISI UNTUKMENEMPATKAN LABEL PENAHAN

II - 6 - 11

Jagalah selalu label tetap bersih. Jika hilang atau rusak, pasanglah atau ganti dengan yang baru. Terhadap label lain sebagai tambahan dari label yangterdaftar di bawah, jadi perlakukanlah dengan cara yang lama. Label pengaman mungkin tersedia selain dalam bahas Inggris. Untuk mendapatkan label yang tersedia, hubungi distributor Komatsu anda Posisi Untuk Memasang Label Pengaman

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

SAFETY OPERATION MAINTENANCE


1. Warning for leaving operators seat (203-00-61270)

II - 7 - 11

1. Peringatan ketika meninggalkan tempat duduk operator (203-00-61270)

2. Warnings before operating machine (203-00-61291)

1. Peringatan sebelum mengopearsikan mesin (203-00-61270)

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

SAFETY OPERATION MAINTENANCE


3. Warning for operation, inspection and maintenance (14X-98-11580)

II - 8 - 11

3. Peringatan pengoperasian, pemeriksaan dan perawatan (14X-98-11580)

4. Warnings for high voltage (203-00-61310)

4. Peringatan pada tegangan tinggi (203-00-61310)

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

SAFETY OPERATION MAINTENANCE


5. Warning when adjusting track tension (14X-98-11551)

II - 9 - 11

5. Peringatan ketika menyetel track (14X-98-11551)

6. Warnings for hot oil (203-00- 61260)

6. Peringatan untuk oli panas (203-00-61260)

7. Warnings for handing accumulator (14X-98-11551)

7. Peringatan ketika menyetel kekencangan track (14X-98-11551)

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

SAFETY OPERATION MAINTENANCE


8. Keep off swing area (20Y-00-21270)

II - 10 - 11

8. Menjauh dari area swing (20Y-00-21270)

9. Warnings for hot water (14X-98-11531)

9. Peringatan dari air panas (14X-98-11531)

10. Warnings when opening front window (202-00-61280)

10.Peringatan ketika membuka jendela depan (203-00-61280)

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

SAFETY OPERATION MAINTENANCE

II - 11 - 11

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara