Anda di halaman 1dari 17

Cut Amelia Putri Anna (0707101010071)

R. Ega Suharno (0707101010030)

Pembimbing :dr. Tgk Puspa Dewi, Sp.OG

Penyakit

Trofoblastik Gestasional (PTG) wanita hamil Salah satu PTG >> mola hidatidosa - Indonesia 1:80 persalinan N >> USA sebesar 1: 2000 - Wanita Asia >> negara barat - <20 thn atau > 35/> 45 tahun thn resiko 10 kali >> mola hidatidosa - >> wanita sosial ekonomi rendah

80%

mola bersifat jinak kemungkinan keganasan diperhatikan karena komplikasi dampak negatif terhadap morbiditas dan mortalitas ibu >> usaha << keganasan pasca mola hidatidosa > baik

Sitostatika

Pencegahan
Retinol Palmitat

Keganasan

Mola hidatidosa adalah kehamilan abnormal, dengan ciri-ciri stroma villus korialis langka vaskularisasi, dan edematus dengan jaringan trofoblast berproliferasi mengeluarkan Human Chorionic Gonadotrophin (HCG) dalam jumlah yang lebih besar daripada kehamilan biasa

Kehamilan di bawah 20 thn dan di atas 34 thn Paritas tinggi Keadaan sosioekonomi rendah Penurunan kadar Retinol Palmitat

Mola hidatidosa konseptus jaringan trofoblastik hiperplastik yang tertanam pada plasenta tidak memiliki inner cell mass. Saat ini, mola hidatidosa dianggap berasal dari trofoblas ekstraembrionik. Meskipun begitu, gambaran patologi hasil histerektomi pembentukan mola hidatidosa sebagai transformasi dari embryonic inner cell mass sesaat sebelum pembentukan endoderm. saat ini, embryonic inner cell mass berpotensi berdiferensiasi ekto, meso, dan endoderm gagal trofoblast (berasal dari embryonic inner cell mass) sitotrofoblas dan sinsitiotrofoblas + ekstraembrionik mesoderm vesikel dari mola dengan mesoderem yang longgar pada inti villinya.

Mola Hidatidosa Komplet Mola Hidatidosa Parsial

Gejala klinik
-

Perdarahan Pembesaran uterus Tidak adanya aktifitas janin Eklampsia dan preeklampsia Hiperemesis Tirotoksikosis Embolisasi Mola hidatidosa sering disertai dengan kista lutein, baik unilateral maupun bilateral.

Kehamilan normal Kehamilan dengan mioma uteri Hidramnion Gemelli Abortus KET

Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan Lab USG Foto Rontgen Uji Sonde Amniografi

Perforasi Usus Perdarahan dan syok Anemia DIC Insufisiensi Pernafasan Akut Infeksi Sekunder Keganasan

Perbaikan Keadaan Umum Pengeluaran Jaringan Mola Kuret Hisap Histerektomi Terapi Profilaksis dengan Sitostatika Terapi Pemberian Vitamin A

Mola Hidatidosa proliferasi trofoblas yg berlebihan Aktivitas proliferasi, apoptosis, dan degenerasi sel dipengaruhi oleh nutrisi, salah satunya Vit A Reseptor Retinol Binding Protein (RBP) pada sel trofoblas MH berikatan dengan As. Retinoat Aktivitas Asam Retinoat Vit A merangsang pengistirahatan siklus sel dan merangsang apoptosis Vit. A mengontrol proliferasi sel trofoblas pada MH vitamin A dapat meningkatkan proses kesembuhan dan mencegah terjadinya kanker yang disebabkan oleh sel mola yang tumbuh berlebihan serta kemungkinan MH berulang

Sesuai dengan sistem Skoring WHO yaitu :


0 < 39 th Mola 1 > 39 th Aborsi Aterm 2 3

Faktor Prognosis 1. Usia 2. Kehamilan sebelumnya

3. Interval
4. -HCG 5. ABO maternalpaternal

< 4 bl
< 1000

4-6 bl
< 10.000 OxA, AxO

7-12 bln
< 100.000 B, AB

> 12 bln
> 100.000

6. Ukuran tumor terbesar


7. Lokasi metastase 8. Angka 0-4 : risiko rendah metastase 9. Kemoterapi > 8 : risiko tinggi terdahulu Total skor :

3-5
Limpa, ginjal 1\-4

>5
GIT, hati 4-8 Tunggal Otak >8 Multipel

5-7 : risiko sedang


0-4 resiko rendah 5-7 resiko sedang

> 8 resiko tinggi

Beberapa keadaan dapat memicu terjadinya mola hidatidosa, salah satunya adalah kondisi kekurangan nutrisi, terutama vitamin A yang telah dibuktikan berdasarkan penelitian ilmiah. Hal ini menjadi poin penting dalam penatalaksanaan terbaru dalam mencegah dan mengatasi keadaan mola hidatidosa pasca evakuasi.