Anda di halaman 1dari 6

AKUNTANSI/EKONOMI/UNHAS

RINGKASAN MATERI KULIAH


MANAJEMEN STRATEGI
Ahmad Syakir (A31110006)

12

RMK-Manajemen Strategi

Ahmad Syakir-A311 10 006

RINGKASAN MATERI KULIAH Manajemen Strategi Manajemen Strategi : Manajemen Strategi dapat didefenisikan sebagai ilmu tentang perumusan, pelaksanaan dan evaluasi keputusan-keputusan lintas fungsi yang memungkinkan organisasi mencapai tujuannya. (Fred R. David - 2005) Sebagaimana tersirat dalam definisi tersebut, manajemen strategis terfokus pada upaya memadukan manajemen, pemasaran, keuangan/akuntansi, produksi/operasi, penelitian dan pengembangan, serta system informasi computer untuk mencapai keberhasilan organisasi. Visi : Menurut Wibisono (2006, p. 43), visi merupakan rangkaian kalimat yang menyatakan cita-cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan. Atau dapat dikatakan bahwa visi merupakan pernyataan want to be dari organisasi atau perusahaan. Visi juga merupakan hal yang sangat krusial bagi perusahaan untuk menjamin kelestarian dan kesuksesan jangka panjang. Dalam visi suatu organisasi terdapat juga nilai-nilai, aspirasi serta kebutuhan organisasi di masa depan seperti yang diungkapkan oleh Kotler yang dikutip oleh Nawawi (2000:122), Visi adalah pernyataan tentang tujuan organisasi yang diekspresikan dalam produk dan pelayanan yang ditawarkan, kebutuhan yang dapat ditanggulangi, kelompok masyarakat yang dilayani, nilai-nilai yang diperoleh serta aspirasi dan cita-cita masa depan. Jadi dapat disimpulakan bahwa visi adalah cita - cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan untuk menjamin kelestarian dan kesuksesan jangka panjang.

RMK-Manajemen Strategi

Ahmad Syakir-A311 10 006

Misi : Misi (mission) adalah apa sebabnya kita ada (why we exist / what we believe we can do). Menurut Prasetyo dan Benedicta (2004:8), Di dalam misi produk dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan, pasar yang dilayani dan teknologi yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dalam pasar tersebut. Pernyataan misi harus mampu menentukan kebutuhan apa yang dipuasi oleh perusahaan, siapa yang memiliki kebutuhan tersebut, dimana mereka berada dan bagaimana pemuasan tersebut dilakukan. Menurut Drucker (2000:87), Pada dasarnya misi merupakan alasan mendasar eksistensi suatu organisasi. Pernyataan misi organisasi, terutama di tingkat unit bisnis menentukan batas dan maksud aktivitas bisnis perusahaan. Jadi perumusan misi merupakan realisasi yang akan menjadikan suatu organisasi mampu menghasilkan produk dan jasa berkualitas yang memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan pelanggannya (Prasetyo dan Benedicta,2004:8) Menurut Wheelen sebagaimana dikutip oleh Wibisono (2006, p. 4647) Misi merupakan rangkaian kalimat yang menyatakan tujuan atau alasan eksistensi organisasi yang memuat apa yang disediakan oleh perusahaan kepada masyarakat, baik berupa produk ataupun jasa. Jadi dapat disimpulkan bahwa Misi adalah pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh lembaga dalam usahanya mewujudkan Visi. Dalam operasionalnya orang berpedoman pada pernyataan misi yang merupakan hasil kompromi intepretasi Visi. Misi merupakan sesuatu yang nyata untuk dituju serta dapat pula memberikan petunjuk garis besar cara pencapaian Visi. 9 komponen penting dalam misi menurut Fred R. David : 1. Pelanggan : Organisasi berusaha memberi penekanan pada kepuasan pelanggan yang menjadi senjata utama untuk meningkatkan citra perusahaan. 2. Produk : Inovasi dan peningkatan mutu bahan bangunan dan tata ruang perumahan yang baik dan selaras dengan alam. 3. Pasar : Terus berjalan bersama selera konsumen yang selalu berubah-ubah yangmembuat Organisasi dikejar dalam pasar konstruksi perumahan.

RMK-Manajemen Strategi

Ahmad Syakir-A311 10 006

4. Teknologi : Organisasi berjalan dengan memanfaatkan teknologi, baik dalam segi pemasaran ataupun dalam segi pengerjaan konstruksinya. 5. Perhatian terhadap keberlangsungan hidup, pertumbuhan, dan keuntungan : Organisasi akan berkomitmen pada keuangan yang stabil. 6. Filosofi : Menanamkan sikap tepat waktu dan tepat sasaran yang menampilkan nilai ketegasan dalam bekerja. 7. Konsep diri : Unggul dalam sikap jujur saat bekerja, dan handal dan teliti dalam pengerjaan konstruksi perumahan. 8. Perhatian terhadap citra publik : Organisasi selalu memikirkan dampak-dampak yang akan berpengaruh pada publik. 9. Perhatian terhadap karyawan : Memperhatikan kesehatan, kesejahteraan, dan keselamatan karyawan saat bekerja serta memperlakukannya selayaknya keluarga.

Lingkungan Eksternal : Lingkungan Eksternal adalah Faktor-Faktor diluar kendali perusahaan yang dapat mempengaruhi pilihan arah dan tindakan, struktur organisasi, dan proses internal perusahaan. Lingkungan Eksternal dapat dibagi menjadi Lingkungan Jauh, Lingkungan Industri dan Lingkungan operasi Lingkungan Jauh adalah lingkungan atas faktor-faktor yang berasal dari luar biasanya tidak terkait dengan situasi operasi suatu perusahaan. Lingkungan Jauh terdiri dari faktor

RMK-Manajemen Strategi

Ahmad Syakir-A311 10 006

ekonomi, hukum, politik, sosial budaya, dan demografi. Faktor Ekonomi berkaitan dengan sifat dan arah perekonomian dimana suatu perusahaan beroperasi. Lingkungan operasi adalah faktor-faktor dalam situasi kompetitif langsung yang mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan dalam memperoleh sumber daya yang dibutuhkan. Lingkungan Operasi biasanya lebih dipengaruhi oleh pengaruh atau pengendalian perusahaan dibandingkan dengan lingkungan jauh. Dengan demikian perusahaan dapat lebih proaktif dalam menangani lingkungan operasi dibandingkan dengan menangani lingkungan yang jauh. Tipe-Tipe Strategi Perusahaan : Tipe strategi perusahaan dibagi menjadi 2 yaitu large company dan small company. Perbedaan dari large company dan small company terletak pada tingkatannya sendiri. Pada large company, dibagi menjadi 3 level yaitu Divisional level, Functional level, dan Operational level. Sedangkan pada small company hanya dibedakan atas 2 level yaitu Functional level dan Operational level Competitive Advantage : Suatu perusahaan memiliki daya saing atau keunggulan kompetitif (competitive advantage) ketika perusahaan tersebut mempunyai sesuatu yang tidak dimiliki pesaing, melakukan sesuatu lebih baik dari perusahaan lain, atau mampu melakukan sesuatu yang tidak mampu dilakukan oleh perusahaan lain. Menurut Michael Porter terdapat dua tipe dasar dari keunggulan kompetitif, yaitu: cost advantage dan differentiation advantage. Suatu keunggulan kompetitif muncul ketika sebuah perusahaan dapat menghasilkan produk yang sama dengan yang dihasilkan pesaingnya dengan biaya yang lebih rendah (cost advantage), atau menghasilkan produk/jasa yang berbeda dan lebih baik dari yang dihasilkan pesaingnya (differentiation advantage). Keunggulan kompetitif akan memungkinkan perusahaan untuk menciptakan nilai lebih untuk pelanggannya dan perusahaan dapat memperoleh keuntungan yang lebih tinggi. Cost advantage dan Differentiation advantage dikenal sebagai positional advantage karena dapat menjelaskan posisi perusahaan dalam industri sebagai pemimpin dalam hal biaya (cost) ataupun dalam keunikannya (differentiation).

RMK-Manajemen Strategi

Ahmad Syakir-A311 10 006

Sumber : http://sarilovely.blogspot.com/2010/02/pengertian-visi-dan-misi-serta-beberapa_26.html http://managementdaily.co.id/journal/index/category/strategic_management/3/220 Chapter 2 - The Business Vision & Mission. ppt