P. 1
pemeriksaan golongan darah

pemeriksaan golongan darah

|Views: 64|Likes:
Dipublikasikan oleh ningshofie
golongan darah
golongan darah

More info:

Published by: ningshofie on Feb 10, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/07/2013

pdf

text

original

DASAR-DASAR PENGGOLONGAN DARAH A.

GOLONGAN DARAH O-A-B Dua jenis antigen berbeda tetapi berhubungan - tipe A dan tipe B – terdapat pada permukaan eritrosit berbagai orang. Antigen ini diturunkan, seseorang dapat tidak mempunyai salah satu dari antigen ini, atau ia dapat mempunyai salah satu atau keduanya. Antigen tipe A dan tipe B dalam sel membuat sel peka terhadap aglutinasi, sehingga dinamakan aglutinogen. Golongan darah dengan genotip dan unsur aglutinogen serta aglutininnya Genotip Golongan Aglutinogen Aglutinin OO O Anti-A dan anti-B OA atau A A Anti-B AA OB atau B B Anti-A BB AB AB A dan B Bila aglutinogen tipe A tidak terdapat dalam sel darah merah seseorang dalam plasmanya terbentuk antibody yang dikenal sebagai aglutinin anti-A. juga, bila tidak terdapat aglutinogen tipe B dalam sel darah merah, dalam plasma terbentuk antibody yang dikenal sebagai aglutinin anti-B. Bila darah tidak cocok sehingga aglutinin anti-A atau anti-B tercampur dengan sel darah merah yang masing – masing mengandung aglutinogen A atau B, sel darah merah diaglutinasi dengan proses sebagai berikut: Aglutinin melekatkan dirinya pada sel darah merah. Karena aglutinin bivalen atau polivalen, satu aglutinin pada saat yang sama dapat mengikat dua sel darah merah, karena itu menyebabkan sel melekat satu sama lainnya. Hal ini menyebabkan sel menggumpal. Kemudian gumpalan menyumbat pembuluh darah di seluruh sistem sirkulasi. Selama beberapa jam sampai beberapa hari sel darah putih fagositik dan sistem retikuloendotelial merusak sel yang teraglutinasi, mengeluarkan hemoglobin ke dalam plasma. Sebelum melakuakn transfusi, perlu menentukan golongan darah resipien dan darah donor sehingga darah akan cocok. Penentuan golongan darah dilakukan sebagai berikut : setetes darah atau lebih diambil dari orang yang akan ditentukan golongan darahnya. Darah ini diencerkan kira – kira 50 kali dengan larutan NaCl fisiologis sehingga pembekuan tidak akan terjadi. Dua tetes

orang dengan Rh negatif akhirnya ”tersensitisasi” kuat terhadap faktor Rh. sebelum ia akan membentuk cukup aglutinin untuk menyebabkan reaksi transfusi yang bermakna. konsentrasi maksimal aglutinin terjadi kira – kira dua atau empat bulan kemudian. GOLONGAN DARAH Rh Pada sistem O-A-B. Penggolongan darah – menunjukkan aglutinasi sel berbagai golongan darah dengan aglutinin anti . dilihat di bawah mikroskop untuk menentukan apakah sel menggumpal atau tidak.A dan anti . yang masing – masingnya dinamai faktor Rh.Rh yang sanggup menyebabkan rekasi transfusi. atau E dikatakan negatif Rh. dapat timbul reaksi transfusi dan dapat separah reaksi yang timbul dengan darah golongan A dan B. tetapi hanya tiga diantaranya – yang dikenal sebagai antigen Rh C. Sehingga seseorang yang mempunyai salah satu dari ketiga antigen ini atau hanay kombinasinya dikatakan positif Rh. Pada transfusi darah positif Rh berikutnya ke orang serupa. atau hasi pemecahan sel sepeerti ini disuntikkan ke dalam orang dengan Rh negatif. aglutinin bertanggung jawab pada timbulnya reaksi transfusi yang terjadi secara spontan. . Sebagai gantinya.E – biasanya cukup antigenik untuk menyebabkan pengembangan bermakana antibodi anti. yang sekarang diimunisasi terhadap faktor Rh. dan setetes serum aglutinin anti A dicampurkan dengan salah satu tetes suspensi sel sedangkan setetes serum aglutinin anti B dicampur dengan suspensi sel yang kedua. Bila sel darah merah yang mengandung satu faktor Rh atau lebih. Terdapat enam jenis antigen Rh yang lazim. sedangkan pada sistem Rh agglutinin spontan hamper tidak pernah terajdi. dengan perlahan – lahan akan terbentuk aglutinin anti Rh. Orang yang tidak mempunyai antigen C. Bila terpapar faktor Rh berulang kali.B Sel darah merah Anti-A Anti-B O A + B + AB + + B. Bila sel telah menggumpal. diketahui bahwa telah terjadi reaksi imun antara serum dan sel.D. biasanya dengan transfusi darah kepada orang tersebut. orang pertama kali harus terpapar secara masif ke antigen Rh.D. Setelah dibiarkan beberapa menit agar berlangsung proses aglutinasi.suspensi ini diletakkan pada secara terpisah pada kaca mikroskop.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->