Anda di halaman 1dari 1

Polip Hidung Oleh : Muhammad al-Fatih II Polip hidung adalah kelainan mukosa hidung dan sinus paranasal terutama

kompleks osteomeatal (KOM) di meatus nasi medius berupa massa lunak yang bertangkai, bentuk bulat atau lonjong, berwarna putih keabu-abuan. Permukaannya licin dan agak bening karena banyak mengandung cairan. Sering bilateral dan multipel. Polip merupakan manifestasi dari berbagai penyakit dan sering dihubungkan dengan sinusitis, rinitis alergi, asma, dan lain-lain. Etiologi Polip Hidung Etiologi polip hidung belum diketahui secara pasti. Namun ada 3 faktor yang berperan dalam terjadinya polip nasi, yaitu :

Peradangan. Peradangan mukosa hidung dan sinus paranasal yang kronik dan berulang. Vasomotor. Gangguan keseimbangan vasomotor. Edema. Peningkatan tekanan cairan interstitial sehin

gga timbul edema mukosa hidung. Terjadinya edema ini dapat dijelaskan oleh fenomena Bernoulli. Fenomena Bernoulli merupakan penjelasan dari hukum sunnatullah yaitu udara yang mengalir melalui tempat yang sempit akan menimbulkan tekanan negatif pada daerah sekitarnya sehingga jaringan yang lemah ikatannya akan terisap oleh tekanan negatif tersebut. Akibatnya timbullah edema mukosa. Keadaan ini terus berlangsung hingga terjadilah polip hidung. Ada juga bentuk variasi polip hidung yang disebut polip koana (polip antrum koana). Polip koana (polip antrum koana) adalah polip yang besar dalam nasofaring dan berasal dari antrum sinus maksila. Polip ini keluar melalui ostium sinus maksila dan ostium asesorisnya lalu masuk ke dalam rongga hidung kemudian lanjut ke koana dan membesar dalam nasofaring. Diagnosis Polip Hidung Cara menegakkan diagnosa polip hidung, yaitu :

Anamnesis. Pemeriksaan fisik. Terlihat deformitas hidung luar. Rinoskopi anterior. Mudah melihat polip yang sudah masuk ke dalam rongga hidung. Endoskopi. Untuk melihat polip yang masih kecil dan belum keluar dari kompleks osteomeatal. Foto polos rontgen & CT-scan. Untuk mendeteksi sinusitis. Biopsi. Kita anjurkan jika terdapat massa unilat

eral pada pasien berusia lanjut, menyerupai keganasan pada penampakan makroskopis dan ada gambaran erosi tulang pada foto polos rontgen. Anamnesis untuk diagnosis polip hidung :