Kasus Pembunuhan Mahasiswa UIN

http://www.tempo.co/read/news/2012/08/05/064421504/Kasus-Pembunuhan-Mahasiswa-UIN-SegeraDisidangkan TEMPO.CO, Tangerang - Kepolisian Resor Kota Tangerang menyatakan gugatan praperadilan yang dilayangkan keluarga empat tersangka kasus pemerkosaan dan pembunuhan berencana mahasiswi Universitas Islam Negeri Syarif (UIN) Hidayatullah, Izzun Nahdliyah, sama sekali tidak mempengaruhi proses hukum kasus pidana tersebut. ”Sama sekali tidak terpengaruh. Bahkan proses penyidikan telah selesai dengan sempurna,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kota Tangerang Komisaris Shinto Silitonga, Sabtu, 4 Agustus 2012. Menurut Shinto, Kejaksaan Negeri Tangerang telah menyatakan berkas perkara kasus pemerkosaan dan pembunuhan berencana mahasiswi UIN itu sudah sempurna alias P21. Kasusnya akan segera disidangkan di Pengadilan Negeri Tangerang pekan depan. "Makanya siap dilakukan persidangan,”katanya. Keenam tersangka yaitu Muhamad Sholeh alias Oleng, Noriv Juandi, Endang bin Rasta, Jasrip, Sandra Susanto, dan Orek dijerat Pasal 340 (pembunuhan berencana) dan Pasal 285 (pemerkosaan) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Menurut Shinto, pembunuhan yang dilakukan para tersangka bukan pembunuhan biasa. Sebab, kata dia, perencanaan pembunuhan terjadi saat korban dalam kondisi tidak berdaya akibat pengaruh obat yang diminumkan kepada korban. “Kemudian para tersangka memperkosa korban, lalu membunuh korban, dan membuang mayatnya,” kata Shinto. Sebelumnya, empat tersangka kasus pembunuhan dan pemerkosaan mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Izzun Nahdliyah, mengajukan gugatan praperadilan terhadap Kepala Polresta Tangerang di Pengadilan Negeri Tangerang. Sidang perdana praperadilan digelar sejak Rabu, 1 Agustus 2012. Keempat tersangka itu adalah Noriv Juandi, Sandra Susanto, Endang bin Rasta dan Jasrip. Ferdinand Montororing, kuasa hukum para tersangka, menganggap kepolisian telah salah tangkap dan merekayasa penetapan kliennya sebagai tersangka. Ferdinand mengklaim sejumlah fakta yang mengindikasikan adanya unsur rekayasa dalam pengungkapan kasus pembunuhan berencana itu. Shinto membantah tudingan keempat tersangka ini. “Sangat mustahil bagi kami untuk menekan para tersangka guna menyamakan skenario tentang peristiwa pembunuhan itu," katanya. Menurut Shinto,

”Kami juga akan buka administrasi penyidikan. ”Bahkan saat itu mereka didampingi pengacara. Kabupaten Tangerang. Indra menyuruhnya menjual laptop yang kemudian dijual kepada teman Oleng. Izzun Nahdiiyah (24). Bukannya memberikan laptop kepada korban. Legok. Izzun bermaksud mengambil laptop miliknya yang dibawa Oleng. Terdakwa lalu diseret anggota polisi yang berjaga agar turun dari Alquran. saya tidak melakukan pemerkosaan. lalu diinjak dengan dua kakinya dan mengucapkan sumpah. tetapi Oleng nekat dan menaruh Alquran itu di lantai. tersangka kasus pembunuhan dan pemerkosaan mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah. 6 Agustus 2012. di Kampung Garedok. “Saya memang membunuh. kata Shinto. Ngomong ke kuasa hukum. pihaknya akan mengajukan satu saksi kunci. Saat itu. Desa Ciangir. tetapi tidak memperkosa. bukan seperti itu caranya.” kata Mahri Hendra. bahwa dirinya kesal karena tidak ada yang percaya kalau dia tidak memperkosa. Pembunuhan Izzun terjadi pada Jumat. mahasiswi semester ke-12 Jurusan Hubungan Internasional UIN ini mendatangi rumah Muhammad Sholeh alias Oleng." ucapnya. “Demi Allah dan Rasullullah. Desa Ranca Buaya. Belakangan diketahui Oleng menggelapkan laptop itu untuk memeras korban.saat rekonstruksi para tersangka mengakui peran masing-masing dan menjalankan tiap adegan tanpa tekanan. kemudian curhat kepada . Tak disangka. dalam sidang lanjutan gugatan praperadilan yang akan digelar Senin besok. Menurut Shinto. laptop itu milik Izzun. Ciputat. “Makanya oleh pengadilan disuruh mengajukan pembelaan. Izzun kenal dengan dia.” ujarnya. Sementara saat dibawa ke tahanan PN Tangerang. Mereka adalah korban fitnah. Oleng lalu mengambil kitab suci Alquran yang ada di meja hakim. Namun. kini tersangka. dicegah oleh Hakim. Korban yang mengenal Oleng dengan nama Jerry itu. Jenazah korban ditemukan di Jalan Pemda DKI. Oleng dan para tersangka malah diduga memperkosa dan membunuh korban. Menurut Oleng. lantaran pacarnya bernama Indra adalah tetangga mertuanya. Para tersangka. tidak dengan teman-teman saya.” terangnya.” ujar Oleng. VONIS Muhammad Soleh alias Oleng. Kemudian. kemudian duduk kembali di kursi pesakitan. Kabupaten Tangerang. dengan bingung Oleng ingin bersumpah. Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Rupanya. Oleng menjawab pertanyaan wartawan. Kecamatan Jambe. telah mengakui peran masing-masing dalam peristiwa itu dan semuanya sudah sesuai dengan gelar perkara. keesokan harinya. Bahkan saya juga membunuh sendirian. Kami akan buktikan bahwa kami bertindak sesuai prosedur. terkejut mendengar tuntutan hukuman mati yang diajukan jaksa penuntut umum. 6 April 2012.

dia tak tahu kalau saya yang menjual. Sedangkan soal sperma. tidak seperti apa yang dia rasakan. ya karena bertemu Riko itu dengan maksud menyelesaikan skripsinya. Sampai saat itu.Oleng mengenai hal tersebut. Oleng menginjak Alquran karena merasa apa yang dia lakukan.” terang Ferdinan. tapi hakim merasa sudah cukup karena tidak terbukti itu sperma para terdakwa. Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengar pembelaan enam terdakwa.” aku Oleng. aku tak butuh lagi laptop.” terangnya. tetapi baru datang Izzun sekitar pukul 20. . “Mari mencari kebenaran sesungguhnya. “Sampai dia bilang. Pemukulan itu terungkap dan diakui penyidik. Ferdinan juga mengatakan. Oleng yang merasa bersalah setelah mengetahui laptop yang dijualnya adalah milik Izzun. di situ terungkap nama saya Oleng. dengan apa yang didapatkan oleh JPU. Majelis Hakim PN Tangerang tak cermat dalam menjatuhkan vonis. Sementara itu. termasuk menghubungi kawannya yang juga terdakwa Noriv yang kerja di Columbia untuk kredit laptop. di tengah jalan dia meminjam telepon genggam saya. Izzun tetap marah. Oleng kemudian membelokan kendaraannya ke lokasi pembunuhan.COM: Kuasa hukum terpidana mati kasus pembunuhan berencana dan pemerkosaan Izzun Nahdliyah mahasiswi UIN Jakarta. UPAYA HUKUM LENSAINDONESIA. mencoba mencari kredit untuk menggantinya. Lalu saya diminta antar oleh korban ke Stasiun Parung Panjang. “Dia mengungkapkan perasaannya sebagai ekspresionis.00 WIB. justru itu yang harus diungkap. nama Oleng jadi Jerry. “Nah. ketika hari itu saya janjian dengan Izzun sekitar pukul 14. Meski sempat dibujuk agar tidak melaporkan ke polisi. kenapa kamu tipu saya. Kita sudah minta.” ujar Ferdinan. Lalu sperma siapa yang ada di dalam kemaluan korban.” jelasnya. saya tak berhasil. Aku ingin kamu bertanggung jawab. untuk mencari ganti laptopnya. “Kenapa dia terlambat.” kata Oleng.00 WIB. dia marah besar dan akan laporkan saya ke polisi. Tetapi Izzun tidak tahu kalau Oleng yang menjual laptop miliknya. menurut Oleng sebelum meninggal Izzun mengaku bertemu seseorang bernama Riko. kuasa hukum para terdakwa Ferdinan Montororing mengatakan. Mohamed Sholeh alias Oleng mengatakan. para pelaku mengakui dalam BAP karena disetrum dan dipukuli. “Tetapi karena saya pernah menunggak motor. apakah benar pelakunya enam orang ini.

Putusan tersebut sama seperti tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Ia divonis melanggar pasal 340 dan pasal 285 KUHP dan dijatuhi hukuman mati. Terdakwa divonis hukuman mati oleh Majelis Pengadilan Negeri (PN) Tangerang.” tegas Ferdinand. . Sementara kelima temannya. Menurutnya.Menurut Ferdinand Montororing. Selama persidangan. Pekan ketiga bulan Desember 2012 menjadi penutup dari drama pembunuhan mahasiswi UIN Jakarta yang dibunuh oleh Muhammad Soleh alias Oleng. Terdakwa terbukti melakukan pembunuhan berencana dan pemerkosaan secara bersama-sama seusai dakwaan primer Pasal 340 tentang pembunuhan berencana dan Pasal 285 tentang pemerkosaan. ia menyatakan banding. tak ada keterangan saksi dan alat bukti tambahan yang menguatkan bahwa kliennya telah melakukan pemerkosaan terhadap korban. pada 18 Desember lalu. ada hal-hal yang mestinya diperiksa hakim. Akhir dari drama sidang kasus pembunuhan mahasiswi UIN Jakarta Izzun Nahdliyah yang diakhiri dengan vonis hukuman mati kepada terdakwa Muhammad Soleh alias Oleng beserta rekan-rekannya yang dijatuhi vonis penjara selama 20 tahun. Oleng dinyatakan terbukti bersalah melakukan pembunuhan berencana dan pemerkosaan. Seperti diketahui. hakim hanya berpegang pada Berita Acara Pemeriksaan dari Kepolisian. seperti keterangan terdakwa dan fakta-fakta yang terungkap di persidangan. “Ia (Oleng) memang mengakui tindak pembunuhan terhadap korban Izzun Nahdiyah tetapi pelaku tidak mengakui adanya tindakan pemerkosaan. dijatuhi hukuman 20 tahun penjara. lanjutnya. Kuasa hukum Oleng juga menyatakan akan mengadukan majelis hakim ke Pengadilan Tinggi Banten atas hal-hal yang dianggap memberatkan kliennya itu. Atas putusan Majelis Hakim PN Tangerang itu. Selasa (05/02/13). Sementara terdakwa lainnya divonis 20 tahun penjara.