Anda di halaman 1dari 19

Kunjungi kutukuliah.blogspot.

com

PENDAHULUAN Latar Belakang Reproduksi merupakan suatu proses biologis di mana individu organisme baru diproduksi . Dasar mempertahankan diri yang dilakukan oleh semua bentuk kehidupan, setiap individu organisme ada sebagai hasil dari suatu proses reproduksi oleh pendahulunya. Cara reproduksi secara umum dibagi menjadi dua jenis: seksual dan aseksual. Dalam reproduksi aseksual, suatu individu dapat melakukan reproduksi tanpa keterlibatan individu lain dari spesies yang sama. Reproduksi seksual membutuhkan keterlibatan dua individu, biasanya dari jenis kelamin yang berbeda. Secara umum, organisme yang lebih kompleks melakukan reproduksi secara seksual, sedangkan organisme yang lebih sederhana, biasanya satu sel, melakukan reproduksi secara aseksual. Fungsi alamiah esensial seekor hewan jantan adalah menghasilkan sel-sel kelamin jantan atau spermatozoa yang hidup aktif dan potensial fertile serta secara sempurna meletakkannya ke dalam saluran hewan jantan, baik secara langsung maupun tidak langsung, menunjang produksi dan kelangsungan hidup spermatozoa. Alan tetapi pusat kegiatan keduanya terletak pada organ reproduksi hewan jantan itu sendiri. Organ kelamin pada jantan terdiri dari organ kelamin primer, sekunder, luar dan kelenjar pelengkap. Organ-organ tersebut memiliki bentuk, ukuran dan fungsi yang berbeda-beda. Untuk mengetahui hal itu perlu pembelajaran yang lebih lanjut. Hal inilah yang melatar belakangi pembuatan makalah ini.

Kunjungi kutukuliah.blogspot.com

Rumusan Masalah 1. Mengetahui ukuran dan bentuk anatomis dari bagian-bagian organ kelamin jantan serta 2. Mengetahui fungsi dari masing-masing bagian tersebut

Kunjungi kutukuliah.blogspot.com

BAB II PEMBAHASAN Organ reproduksi hewan jantan dapat dibagi atas tiga komponen; (a) organ kelamin primer, yaitu gonad jantan, dinamakan testis testiculus (jamak: testes atau testiculae), disebut juga orchis didymos, (b) sekelompok kelenjarkelenjar kelamin pelengkap kelenjar-kelenjar vesikularis, prostata dan cowper, dan saluran-saluran yang terdiri dari epididimis dan vas deferens, dan (c) alat kelamin luar atau organ kopulatoris yaitu penis (Toelihere, 1979 dan Marawali 2001). 1. Organ Kelamin Primer Testis Testes merupakan organ kelamin jantan yang sangat penting karena

memiliki fungsi yaitu menghasilkan sel kelamin jantan (sperma) dan hormon androgen, hal ini sesuai dengan pendapat Partodihardjo (1985), yang menyatakan bahwa Fungsi testes ada 2 yaitu

menghasilkan sel benih jantan atau spermatozoa dan hormon - hormon jantan atau androgen. Testis terletak pada daerah prepubis, terbungkus dalam

kantong scrotum dan digantung oleh

Kunjungi kutukuliah.blogspot.com

funiculus spermaticus yang mengandung unsur-unsur yang terbawa oleh testis dalam perpindahannya dari cavum abdominalis melaui canalis inguinalis ke dalam scrotum (Toelihere, 1979). Pada sapi jantan testis berbentuk oval memanjang dan terletak dengan sumbu panjangnya vertikal di dalam scrotum. Pada sapi dewasa panjangnya mencapai 12 sampai 16 cm dan diameter 6 sampai 8 cm. Tiap testis (termasuk epididymis) berukuran berat 300 sampai 500 g tergantung pada umur, berat badan dan bangsa sapi. Pada keadaan normal, kedua testes adalah sama besar, mempunyai konsistensi ketat tetapi tidak keras (Toelihere, 1979) Pada semua ternak, testis ditutupi oleh tunica vaginalis, sebuah jaringan serous perluasan yang dari merupakan peritoneum.

Lapisan ini diperoleh ketika testis turun masuk ke dalam scrotum dari tempat asalnya dalam ruang abdominal yang melekat sepanjang garis

epididymis. Lapisan luar dari testis adalah tunica albuginea testis, merupakan membrane jaringan ikat elastis berwarna putih. Pembuluh darah dalam jumlah besar dijumpai tepat di bawah permukaan lapisan ini. Lapisan fungsional dari testis, yaitu parenchyma terletak di bawah

Kunjungi kutukuliah.blogspot.com

lapisan tunica albuginea. Parenchyma ini berwarna kekuningan, terbagi-bagi oleh septa yang tidak sempurna menjadi segmen-segmen. Parenchyma mempunyai pipa-pipa kecil didalamnya yang disebut tubulus seminiferous (tunggal), tubuli seminiferi (jamak) (Anonima, 2010). Fungsi testis lainnya yang penting selain menghasilkan sperma adalah sekresi hormone seks jantan. Bukti-bukti yang ada dan yang terbaik menunjukkan bahwa hanya sel Leydig yang terdapat pada jaringan interstisial mensekresi hormone androgen, tetapi belum dapat mengenyampingkan sama sekali adanya sedikit kemungkinan bahwa komponenp-komponen tubulus seminiferus mungkin berperan serta pada fungsi ini. Di antara spesies dan di dalam satu spesies terdapa perbedaan perkembangan yang besar pada sel Leydignya. Pada ayam jantan muda, sel-sel Leydignya jauh lebih banyak dibandingkan pada ayam jantan yang lebih tua dan pada kenyataannya sukar untuk menemukan sel Leydignya pada jaringan interstisial ayam jantan dewasa. Pada manusia dan sapi, sel-sel Leydig jauh lebih sedikit dan tidak membentuk sarang-sarang yang besar seperti yang terjadi pada spesies lain. Sekresi androgen oleh sel Leydig dikontrol hormonehormon pituitary, dan tingkat sekresinya tergantung pada tingkat fungsional kelenjar pituitary (Anonima, 2010). Kriptorkismus adalah terhentinya proses penurunan satu atau kedua testis di suatu tempat antara rongga perut dengan kantung zakar (Pulungan, 2012). 2. Organ Kelamin Sekunder 1. Epididymis

Kunjungi kutukuliah.blogspot.com

Epididimis, pembuluh yang timbul

suatu dari

bagian dorsal testis berasal dari duktus efferensia, terdiri dari 3 bagian: kepala, badan dan ekor (Salisbury, 1985). Kepala (caput epididymis) membentuk suatu penonjolan dasar dan agak

berbentuk mangkok yang dimulai pada ujung proximal testis. Umumnya berbentuk U, berbeda-beda dalam ukurannya dan menutupi seluas satu pertiga dari bagian-bagian testis (Toelihere, 1979). Corpus epididimis (badan epididimis): bagian badan terentang lurus ke bawah, sejajar dengan jalannya vasdeferens, menjalar terus hampir melewati testes, dibagian bawah testes epididimis membelok ke atas. Cauda epididimis (ekor epididimis): merupakan bagian epididimis yang terletak pada bagian bawah testes yang membelok ke atas. Pada hewan hidup cauda epididimis terlihat berupa benjolan di bagian ujung bawah testes dan dapat diraba (Marawali, 2001). Spermatozoa tertimbun di dalam pembuluh epididimis, yang panjangnya sampai 33 35 m. Pada sapi jantan dan lebih panjang pada babi atau kuda jantan. Di dalam epididimis spermatozoa menjadi masak terhadap kemampuannya untuk membuahi ovum. Bila spermatozoa melajutkan proses kedewasaannya selam

dalam perjalanan di dalam epididimis, massa protoplasma yang berupa butiranbutiran cytoplasma, yang biasanya berada di sekitar leher spermatozoa akan

Kunjungi kutukuliah.blogspot.com

bergerak menuju ke bagian ekor dan secara normal akan terlepas sebelum diejakulasikan, pada waktu spermatozoa itu berada di dalam epididimis kepala. Namun demikian dapat terjadi bahwa butiran protoplasma masih tetap tinggal dispermatozoasesudah diejakulasikan dan spermatozoa yang masih mengandung butiran sitoplasma itu dapat dikatakan bahwa spermatozoa yang tidak sempurna proses kedewasaannya (Salisbury, 1985). Epididimis mempunyai 4 fungsi utama yaitu transport, konsentreasi maturasi dan penyimpana sperma. Fungsi epithelium epididimis adalah sebagian untuk absorpsi, dan sebagian sekretori (Toelihere, 1979). Pengangkutan. Spermatozoa diangkut dari rete testis ke ductuli efferents testis oleh tekanan cairan di dalam testis. Perjalanannya melalui ductuli efferents testis dibantu oleh cilia yang bergerak aktif memukul kearah luar pada sel-sel bercilia dan oleh gerakan-gerakan peristaltic muscular dindingnya. Pengangkutan sperma dari epithel kecambah sampai ke cauda epididimis memakan waktu 7 sampai 9 hari pada sapiu jantan tergantung pada frekuensi ejakulasi (Toelihere, 1979). Konsentrasi. Dari suspensi sperma encer yang berasal dari testes dengan konsentrasi 25.000 sampai 350.000 sel per mm3, air diresorbsi ke dalam sel-sel epithel selama perjalanannya melalui epididimis, terutama pada caput, dan ketika mencapai cauda konsentrasi suspense sperma menjadi 4.000.000 sel atau lebih per mm3 atau 4 x 109 sel per ml (Toelihere, 1979) Maturasi. Sperma menjadi matang di dalam epididimis dan sisa cytoplasma (cytoplasmic droplet) berpindah dari pangkal kepala (proximal droplet) ke ujung bawah bagian tengah sperma (distal droplet). Pematangan atau maturasi sperma mungkin dicapai atas pengaruh

Kunjungi kutukuliah.blogspot.com

sekresi dari sel-sel epithel. Pada sapi jantan perpindahan butiran cytoplasma hanya terjadi di dalam caput epididimis, sehingga di dalam cauda praktis semua sperma mempunyai butiran cytoplasma pada posisi distal (Toelihere, 1979). Cauda epididimis merupakan tempat penyimpanan sperma. Konsentrasi sperma sangat tinggi dan lumen ductus tersebut relative lebih luas. Oleh karena itu tidaklah mengherankan bahwa kira-kira setengah dari jumlah spermatozoa disimpan di dalam cauda yang membentuk hanya seperempat dari panjang saluran epididimis. Kondisi di dalam cauda epididimis adalah optimal untuk mempertahankan kehidupan

sperma yang berada dalam keadaan metabolisme sangat minim.

Apabila epididimis sapi diikat, sperma akan tetap hidup dan fertile di dalam epididimis sampai 60 hari. Sebaliknya sesudah istirahat kelamin yang sangat lama,

ejakulat-ejakulat pertama mungkin mengandung sperma yang tidak fertile. Pelepasan selubung

acrosoma (galea capitis) adalah salah satu dari perubahan-perubahan pertama yang terlihat pada sperma sesudah suatu periode istirahat kelamin yang lama. Pada keadaan lain tempat penyimpanan sperma dapat dikosongkan sewaktu

Kunjungi kutukuliah.blogspot.com

mastrubasi atau pada hewan-hewan jantan yang belum berpengalaman sewaktu urinasi (Toelihere, 1979). Volume semen tergantung pada spesies ternak, sapi dan domba umumnya mempunyai volume ejakulat rendah, sedangkan semen babi dan kuda mempunyai volume ejakulat yang lebih tinggi. Dari jenis ternak tersebut, volume semen juga dipengaruhi oleh bangsa, umur, ukuran badan, pakan dan frekwensi penampungan. Volume semen sapi bervariasi antara 1 - 15 ml, semen domba antara 0,8 - 1,2 ml, kambing antara 0,5 1,5 ml, babi, 150 200 ml, kuda 60 100 ml dan ayam antara 0,2 0,5 ml (Rasad, 2012). 2. Vas deferens Vas deferens merupakan organ reproduksi yang menghubungkan epididymis dengan uretra, sehingga sel sperma yang sudah matang dapat diteruskan ke uretra. Tekstur vas deferens terasa padat, hal ini sesuai dengan pendapat Wodzicka et al., (1991) yang menyatakan bahwa Vas deferens merupakan sambungan langsung dari bagian ekor epididymis. Saluran ini lewat secara pararel menuju testis masuk ke spermatic cord dibagian tengah dan mesorchium dan melalui lubang inguinal terus ke lipatan genital peritoneum. Dinding vas deferent tebal dan berotot dengan lubang kecil sehingga terasa padat dan dapat diraba (lewat kulit) dibagian leher skrotum dan dapat diikat atau dipotong untuk membuat pejantan vasektomi. Ditambahkan oleh Toelihere (1979) tang menyatakan bahwa Vas deferens merupakan saluran yang menghubungkan cauda epididymis dengan uretra.

Kunjungi kutukuliah.blogspot.com

Vas deferens atau ductus deferens mengangkut sperma dari ekor epididimis ke urethra. Dindingnya mengandung otot-otot licin yang penting dalam mekanisme pengangkutan semen waktu ejakulasi. Diameternya mencapai 2 mm dan konsistensinya seperti tali (Toelihere, 1979. Marawali, 2001). Sperma diangkut dari ekor epididimis ke ampula di bantu dengan gerakan peristaltik vas deferens. Kelenjar-kelenjar vesikularis mengahasilkan fruktosa dan asam sitrat. Ampula dapat diurut secara manual untuk memperoleh semen (Toelihere 1979, Marawali 2001). 3. Uretra Uretra merupakan organ reproduksi, yang berfungsi untuk jalannya semen menuju penis, dan sebagai jalannya urine, hal ini sesuai dengan pendapat Wodzicka et al., (1991), yang menyatakan bahwa ureter berfungsi sekaligus sebagai saluran reproduksi dan saluran air kencing , dan lumennya dilapisi oleh sel epitel peralihan. Ditambahkan oleh Toelihere (1979), yang menyatakan bahwa uretra merupakan saluran ekskretori bersama untuk urin dan semen. Uretra membentang dari daerah pelvis ke penis dan berakhir pada ujung glans sebagai orificum uretra eksternal. Uretra dapat dibedakan menjadi tiga bagian yaitu, bagian pelvis, bulbus uretra, dan penis. 3. Kelenjar Asesoris Pelengkap Yang termasuk kelenjar pelengkap adalah sepasang vesikula seminalis, prostate (yang pada tikus terdiri atas tiga lobi, sedangkan pada mamalia berupa bangunan tunggal), dan sepasang kelenjar bulbo uretra atau kelenjar cowper (Anonimb, 2010).

10

Kunjungi kutukuliah.blogspot.com

1. Kelenjar vesikulares Kelenjar-kelenjar vesikulares (glandulae vesikulares) dahuli disebut vesikula seminalis karena disangka merupakan reservoir semen. Pada sapi ia terdapat sepasang, jelas lobulasinya dan berada di dalam lipatan urogenital lateral dari ampula. Kelenjar-kelenjar vesikulares berbeda-beda dalam ukuran dan Pada sapi kelenjar-kelenjar tersebut

lobulasi antara individu-individu hewan.

berukuran panjang 10 sampai 15 cm dan diameter 2 sampai 4 cm. Saluran-saluran sekretoris dari lobuli membentuk satu saluran ekskretoris utama yang terletak pada pertengahan kelenjar dan membentang ke caudal di bawah kelenjar prostate. Setiap saluran ekskretoris bersatu dengan vas deferens pada jalan keluarnya ke urethra membentuk dua ostia ejaculatoria. Sekresi kelenjar vesikula juga mengandung dua larutan buffer, yaitu phosphate dan carbonate buffer yang penting sekali dalam mempertahankan pH semen agar tidak berubah, karena jika terjadi perubahan pH semen, hal ini dapat berakibat jelek bagi spermatozoa (Toelihere, 1979). 2. Kelenjar Prostata Cairan yang berasal dari kelenjar prostate sapi jantan tidak bnayak diketahui orang mengenai komposisi kimiawinya. Kelenjarnya terdiri dari 2 bagian yang bersambungan. Tempat dari kelenjar ini berada di sisi dorsal pada tempat pertemuan urethra pelvis dengan kandung air kencing, penjangnya kirakira 3, 75 cm, lebar 1,25 cm dan tebal 1,25 cm. Tempat muara pembuluhpembuluh kecil dari kelenjar prostat dilingkari oleh urat daging urethra, tetapi dinding

11

Kunjungi kutukuliah.blogspot.com

pembuluh itu sendiri terdiri dari jaringan kelenjar yang diperkuat oleh serabut urat daging licin di bagian lapisan luar dan lapisan dalam. Banyaknya produksi cairan yang dihasilkan relative sedikit dan bila akan dikumpulkan cairan itu dengan susah payah akan dapat berhasil bila potongan kelenjar tadi diperas (Salisbury, 1985). 3. Kelenjar Cowper Kelenjar-kelenjar Cowper terdapat sepasang berbentuk bundar, kompak, berselubung tebal dan pada sapi sedikit lebih kecil daripada kelenjar Cowper kuda yang berukuran tebal 2,3 sampai 5 cm. Kelenjar-kelenjar tersebut terletak di atas urethra dekat jalan keluarnya dari cavum pelvis. Saluran-saluran sekretori dari setiap kelenjar bergabung membentuk satu saluran ekskretoris yang panjangnya 2 sampai 3 cm. Kedua saluran terpisah di tepi lipatan mucosa urethra (Toelihere, 1979). Sekresi kelenjar-kelenjar kelamin pelengkap bersifat apocrine, artinyaa bagian tengah cytoplasma sel ditransformasikan menjadi sekresi. Cairan yang menetes dari preputium sapi sebelum penunggangan adalah sekresi kelenjar Cowper, kemungkinan besar fungsinya adalah untuk membersihkan dan menetralisir urethra dari bekas urine dan kotoran-kotoran lainnya sebelum ejakulasi. Cairan yang jernih dan bebas sperma ini dengan sekresi yanmg tertampung dengan vagina buatan jika pengumpulan semen dilakukan terlampau cepat tanpa persiapan dan stimulasi yang cukup (Toelihere, 1979). 4. Organ Kelamin Luar 1. Skrotum

12

Kunjungi kutukuliah.blogspot.com

Scrotum, adalah sebuah kantung dengan dua lobus pembungkus testes, terletak di daerah inguinalis, pada kebanyakan ternak yaitu terletak di antara dua paha kaki belakang. Tersusun atas lapisan luar kulit yang tebal yang mempunyai banyak kelenjar keringat dan kelenjar sebaceae, dilapisi selapis otot yang licin, tunica dartos yang bercampur dengan tenunan ikat. Tunica dartos membagi scrotum menjadi dua kantung dan melekat pada tunica vaginalis yang terletak pada dasar kantong tersebut (Anonima, 2010). Pada semua mamalia yang hidup di laut dan pakidermis (binatang berkulit tebal) testis mengalami penurunan. Kearah stratum pada unggas, testis tidak mengalami penurunan, tetapi tetap tinggal disekitar ginjal. Fungsi utama skrotum adalah untuk memberikan kepada testis suatu lingkungan yang memiliki suhu 1 sampai 80C lebih dingin dibandingkan temperatur rongga tubuh. Fungsi ini dapat terlaksana disebabkan adanya pengaturan oleh system otot rangkap yang menarik testis mendekati dinding tubuh untuk memanasi testis atau membiarkan testis atau membiarkan testis menjauhi dinding tubuh agar lebih dingin (Anonima, 2010). Sapi, jika fluktuasi temperature berayun dari 5-120 C, maka suhu dalam testes menjadi 4-70 C di bawah suhu tubuhnya. Jika suhu luar mencapai 380 C, maka perbedaan suhu testes dansuhu tubuhnya menjadi separuhnya, yaitu 2-30 C di bawah suhu tubuh. Namun demikian,rendahnya suhu luar tidak diikuti dengan rendahnya fertilitas (Anonimc, 2012). 2. Penis

13

Kunjungi kutukuliah.blogspot.com

Penis merupakan organ kopulasi, yang berfungsi untuk menyemprotkan semen dan urine, hal ini sesuai dengan pendapat Partodihardjo (1985) yang menyatakan bahwa penis mempunyai 2 fungsi yaitu menyemprotkan semen kedalam alat reproduksi betina, untuk lewatnya urin. Ditambahkan oleh Toelihere (1979) yang menyatakan bahwa penis merupakan organ kopulatoris. Penis terdiri dari tiga bagian, yakni bagian akar (crush penis), bagian badan ( corpus penis), dan bagian kepala (gland penis). Pada penisnya kuda glans

tipe

vascular,

mengandung lebih banyak jaringan erectile

dibandingkan dengan glans penis pada domba, kambing, sapi dan babi. Jaringan erectile adalah jaringan cavernous (sponge) terletak dalam dua daerah penis, yaitu pada corpus spongiosum penis yang merupakan jaringan cavernouse yang terletak di sekitar urethra, ditutupi oleh musculus

bulbospongiosum pada pangkal penis. Kemudian pada corpus cavernosum penis, merupakan sebuah daerah jaringan cavernouse yang lebih besar, terletak di bagian dorsal dari corpus spongiosum penis. Pada mulanya kedua cavernouse tersebut berasal dari musculus ischlocavernouse. Kedua musculus bulbospongiosum dan musculus ischlocavernous adalah otot daging seran lintang yang merupakan musculus skeletal bukan otot daging licin sebagaimana halnya dengan otot-otot daging licin yang pada umumnya ada pada saluran reproduksi ternak jantan

14

Kunjungi kutukuliah.blogspot.com

maupun betina. Pada saat ereksi penis dari type fibroelastic, diameternya tidak banyak berbeda dengan pada saat releks, tetapi pada penis type vascular, diameternya menjadi lebih besar dibandingkan ketika tidak ereksi (Anonima, 2010). Ereksi penis kuda dan anjing berereksi, terjadi penambahan diameter maupun panjang sebab spesies ini mempunyai jumlah jaringan erektil (jaringan kavernosus) yang relatif besar dibandingkan dengan jumlah tunika albuginea dan jaringan ikat. Sedangkan ereksi penis pada ruminansia dan babi terutama terjadi dengan meluruskan flexura sigmoidea. Walaupun turgiditas bertambah, panjang dan diameternya tetap hampir sama dengan kondisi relaksasi, sebab jumlah jaringan erektil lebih sedikit jika dibanding dengan jumlah jaringan (Frandson, 1992). 3. Preputium Preputium terdiri atas dua bagian yakni : Bagian exsternal yang merupakan kelanjutan dari kulit abdomen disebut : Pars parietalis dan pars viseralis, keduanya bertemu pada orifisium preputi. Pars parietalis terlipat

kedalam dan ke muka pada forniks dan menutup ujung penis sebagai pars viseralis (Anonimb, 2009). Pars eksterna mempunyai struktur sama dengan kulit, banyaknya rambut bervariasi tergantung spesies hewannya. Pars parietalis

dihubungkan dengan lapisan luar dengan jaringan ikat yang banyak mengandung pembuluh darah dan otot polos yang berasal dari tunika dartos skroti dan berkas otot serat lintang (kecuali kuda dan anjing) (Anonimb, 2010) .

15

Kunjungi kutukuliah.blogspot.com

Gland penis pada ujung testes menjadi pusat saraf pada penis, karena gland penis ini dialiri oleh banyak pembulus saraf dan merupakan tempat ujung saraf yang mendukung proses ejakulasi. Sedangkan penis merupakan organ kopulasi yang berfungsi untuk menyemprotkan semen ke dalam alat reproduksi betina serta sebagai tempat keluarnya urine. Hal ini sesuai dengan pendapat Partodihardjo (1985), yang menyatakan bahwa penis mempunyai dua fungsi utama yaitu menyemprotkan semen ke dalam alat reproduksi betina dan sebagai tempat keluarnya urine karena berhubungan langsung dengan ureter/uretra sedangkan diujung penis dimana terdapat gland penis yang dialiri banyak pembuluh saraf dan merupakan tempat ujung saraf.

16

Kunjungi kutukuliah.blogspot.com

BAB III PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan pembahasan yang didapatkan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa: 1. Organ reproduksi hewan jantan dapat dibagi atas tiga komponen; (a) organ kelamin primer, yaitu gonad jantan, dinamakan testis testiculus (jamak: testes atau testiculae), (b) sekelompok kelenjar-kelenjar kelamin pelengkap kelenjar-kelenjar vesikularis, prostata dan cowper, dan saluran-saluran yang terdiri dari epididimis dan vas deferens, dan (c) alat kelamin luar atau organ kopulatoris yaitu penis 2. Testes pada hewan jantan berebentuk lonjong dan berwarna putih pucat sampai kekuningan. Testes berfungsi sebagai penghasil sperma dan hormon kelamin jantan (testosterone). 3. Vas deferens berfungsi untuk menyalurkan semen dari epididymis menuju ke ampula pada saat terjadi ejakulasi. 4. Epididymis berfungsi sebagai tempat maturasi, konsentrasi, transportasi serta penimbunan sperma sebelum diejakulasikan. 5. Scrotum merupakan lapisan terluar dari testes atau biasa disebut sebagai pembungkus testes yang memiliki struktur kulit yang tipis serta banyak mengandung kelenjar keringat sehingga dapat berfungsi untuk melindungi testes serta mempertahankan suhu testes. 6. Penis secara umum berfungsi sebagai orga kopulasi pada jantan.

17

Kunjungi kutukuliah.blogspot.com

7.

Preputium merupakan kulit tipis atau kalup yang merupakan kelanjutan dari kulit abdomen berfungsi untuk yang membungkus atau menutup ujung penis.

8.

Kelenjar vesikuler befungsi untuk menghasilkan cairan yang mengandung protein yang tinggi yang digunakan sebagai sumber energi bagi sperma.

9.

Kelenjar prostat berdekatan dengan kelenjar vesikuler, berbentuk lonjong serta memiliki warna yang kuning kemerah-merahan. Berfungsi untuk memberikan bau yang khas terhadap semen dan serta mengandung mineral yang tinggi yang digunakan sebagai bahan makanan untuk sperma di dalam semen.

10. Kelenjar Cowpers berfungsi untuk menghasilkan cairan yang akan membersihkan ureter dari sisa-sisa sekresi kedua kelenjar pelengkap yang lainnya serta dari sisa-sisa urine, Kelenjar cowpers berbentuk lonjong dan berwarna kemerah-merahan.

18

Kunjungi kutukuliah.blogspot.com

DAFTAR PUSTAKA Anonima. 2010. "http://id.deliveri.org/wiki/scrotum". Tanggal akses : September 2012. ______b. 2009. http://changes-theworld.blogspot.com/2009/05/anatomi-organ reproduksi-jantan.htm. ". Diakses : September 2012.

Anonimc.2012. Suhu Scrotum Hewan Jantan. http://www.scribd.com/doc/38668716/Repro-Jantan-File. Diakses : September 2012. Frandson. 1992. Anatomi dan Fisiologi Ternak. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta Frandson, R.D. 1993. Anatomi dan Fisiologi Ternak. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. Marawali, A. 2001. Dasar-Dasar Ilmu reproduksi Ternak. Departemen Pendidikan Nasional Dirjen Pendidikan Tinggi Badan Kerjasama Pergiruan Tinggi Negeri Indonesia Timur, Kupang. Partodihardjo, S. 1985. Ilmu Produksi Hewan. Produksi Mutiara, Jakarta. Pulungan, A.B. 2012. Kriptorkismus (Testis tak turun). http://www.idai.or.id/kesehatananak/artikel.asp?q=196841514725. Diakses : September 2012. Rasad, S.D. 2012. Inseminasi Buatan Lab. Reproduksi Ternak Fak. Peternakan UNPAD. Salisbury, G.M. 1985. Fisiologi Reproduksi dan Inseminasi Buatan pada Sapi. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. Toelihere, M.R. 1979. Fisiologi Reproduksi Pada Ternak. Penerbit Angkasa, Bandung. Wodzicka, M, I.K. Sutama, I. G. Putu, T.G. Chaniago. 1991. Reproduksi, Tingkah laku dan Produksi Ternak Di Indonesia. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

19