Anda di halaman 1dari 3

Gigi tiruan sebagian lepasan /Partial denture 3.

Perbaikan dan (removable) pengunyahan

Fungsi gigitiruan sebagian lepasan Dengan maksud menghindari akibatakibat yang tak diinginkan, biasanya dibuat suatu alat tiruan sebagai pengganti gigi yang sudah hilang. Fungsi geligi tiruan sebagian lepasan adalah memperbaiki fungsi mastikasi, memulihkan fungsi estetik, meningkatkan fungsi fonetik, serta mempertahankan jaringan mulut yang masih ada agar tetap sehat. 1.Pemulihan fungsi estetik Alasan utama seorang pasien mencari perawatan prosrodintik biasanya karena masalah estetik, baik yang disebabkan hilangnya, berubah bentuk, susunan, warna maupun berjejalnya gigi-geligi. Nampaknya banyak sekali pasien yang dapat menerima kenyataan hilangnya gigi, dalam jumlah besar sekalipun, sepanjang penampilan wajahnya tidak terganggu. 2.Peningkatan fungsi bicara Alat bicara yang tidak lengkap dan kurang sempurna dapat mempengaruhi suara penderita. Dalam hal ini geligi tiruan dapat meningkatkan dan memulihkan kemampuan bicara, artinya ia mampu kembali mengucapkan kata-kata dan berbicara dengan jelas, terutama bagi lawan bicaranya.

fungsi Hilangnya sejumlah besar gigi mengakibatkan bertambah beratnya Pola kunyah penderita yang sudah beban oklusal pada gigi yang masih kehilangan sebagian gigi biasanya tertinggal. Keadaan ini akan memperburuk mengalami perubahan. Jika kehilangan kondisi periodontal, apa lagi bila beberapa gigi terjadi pada ke dua rahang, sebelumnya sudah ada penyakit tetapi pada sisi sama, maka pengunyahan periodontal. akan dilakukan semaksimal mungkin oleh gigi asli pada sisi lainnya. Setelah pasien Pada pasien edentulous sebagian, kondisi memakai protesa, ternyata ia merasakan rongga mulut dan gigi geligi sangat perbaikan. Perbaikan ini terjadi karena bervariasi pada setiap individu. Disatu sisi, sekarang tekanan kunyah dapat disalurkan prinsip perawatan gigitiruan sebagian secara lebih merata keseluruh bagian lepasan (GTSL) adalah mempertahankan jaringan pendukung. Dengan demikian struktur rongga mulut semaksimal gigitiruan ini berhasil mempertahankan mungkin. Disisi lain diperlukan evaluasi atau meningkatkan efisiensi kunyah. yang teliti terhadap gigi geligi yang tinggal 4.Pelestarian jaringan mulut yang masih untuk mempersiapkan rongga mulut tinggal dalam menerima GTSL. Pemakaian geligi tiruan sebagian berperan dalam mencegah atau mengurangi efek Indikasi pembuatan gigi tiruan sebagian lepasan adalah sebagai berikut : yang timbul karena hilangnya gigi. 1.Hilangnya satu gigi atau lebih. 5. Pencegahan migrasi gigi Membiarkan ruang bekas gigi begitu saja 2.Gigi yang masih tertinggal dalam keadaan akan mengakibatkan terjadinya overerupsi baik dan memenuhi syarat sebagai gigi abutment. gigi antagonis dengan akibat serupa. Bila 3.Keadaan processus alveolaris masih baik. overerupsi ini sudah demikian hebat 4.Oral hygiene pasien baik. sehingga menyentuh tulang alveolar pada 5.Pasien mau dibuatkan gigi tiruan sebagian rahang lawannya, maka akan terjadi lepasan. kesulitan untuk pembutan protesa di kemudian hari. GTSL dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam berdasarkan beberapa hal, yaitu : 6. Peningkatan distribusi beban kunyah
1.Berdasarkan jaringan pendukungnya

peningkatan

a.GT dukungan mukosa, yaitu gigi tiruan yang hanya mendapat dukungan dari jaringan mukosa. b.GT dukungan gigi, yaitu gigi tiruan yang hanya mendapat dukungan dari gigi asli. c.GT dukungan mukosa dan gigi, yaitu gigi tiruan yang mendapat dukungan dari mukosa dari gigi asli. 2.Berdasarkan saat pemasangannya : a.Immediate prothesa, dipasang segera setelah pencabutan b.Conventional prothesa, dibuat setelah gigi lama dicabut 3.Berdasarkan ada tidaknya wing a.Open face denture, tanpa wing pada bagian bukal dan labial, biasanya untuk anterior. b.Close face denture, memakai wing pada bagian bukal, biasanya untuk posterior. Beberapa tahapan sebelum pemasangan gigi tiruan adalah: dilakukan

dilakukan tahapan selanjutnya pemeriksaan tulang rahang.

Pemeriksaan kesehatan gigi. Gigi yang rusak tidak bisa langsung diganti dengan gigi tiruan. Dokter akan memeriksa jenis kerusakan yang terjadi pada gigi. Apabila gigi yang rusak masih bisa ditambal, dokter akan melakukan penambalan. Apabila masih memungkinkan, dokter akan melakukan perawatan saluran akar gigi serta pembersihan karang gigi jika ada. Jika sempat terjadi trauma oklusi, dokter akan memperbaiki susunan gigi secara benar. Apabila kesehatan gigi sudah baik, barulah

yaitu Gigi tiruan berdasarkan bahan yang digunakan : 1. All porcelain bridge Pemeriksaan tulang rahang. Bahan porselen adalah bahan yang sangat Apabila kondisi tulang rahang menyempit populer saat ini. Kelebihannya adalah pilihan ataupun ketebalannya berkurang, gradasi warna yang sangat estetis dan pemasangan dental implant akan tidak permukaannya mengkilat. Bahan porselen memungkinkan. Keanehan ini bisa disebabkan sulit dibedakan dengan gigi yang asli. oleh pencabutan gigi atau kecelakaan. Yang Kekuatannya lebih besar daripada akrilik menyebabkan bentuk tulang rahang berubah tetapi tidak sekuat logam. Kekurangan dari atau hilang. Keanehan ini dapat diatasi dengan bahan porselen ini bersifat rapuh dan cara rekonstruksi rahang. Apabila kedua hal sehingga tidak dapat diasah dan tidak dapat diatas sudah memenuhi syarat, langkah diletakkan pada permukaan kunyah gigi selanjutnya adalah pemasangan dental belakang. Biasaya juga digunakan untuk gigi implant. yang memerlukan estetik tinggi. Bahan porselen ini tidak cocok digunakan pada Dental implant. pasien dengan kebiasaan buruk bruxism Dental implant adalah pemasangan tiang karena gesekan yang terus menerus dengan penyangga yang ditanam pada gusi yang gigi antagonisnya akan menyebabkan merekat erat pada tulang rahang. Dental porcelain cepat pecah. implant terdiri dari 2 bagian utama yaitu: Base, berupa alat seperti mur yang 2. All acrylic bridge ditancapkan pada tulang rahang dan Bahan akrilik biasanya digunakan untuk perekatannya sangat maksimal. pembuatan mahkota jaket sementara Post, berupa alat seperi sekrup yang dipasang (menunggu mahkota jaket permanen). Bahan setelah mur atau base merekat kuat pada akrilik biasanya dikombinasikan dengan logam rahang. karena sifat bahan akrilik tidak kuat menahan beban kunyah. Kelebihan dari bahan akrilik Pemasangan Crown/gigi tiruan. warnanya dapat disesuaikan dengan gigi asli, Pemasangan crown atau mahkota gigi tiruan namun mudah berubah warnanya. Harganya bisa maksimal, apabila pemasangan base dan pun murah tetapi tampilan menarik. post terpasang dengan benar. Crown yang di Kontraindikasi dari bahn ini adalah tidak pasang memiliki warna sesuai dengan gigi asli. digunakan pada gigi yang memiliki beban kunyah yang besar karena kekerasan akrilik

hanya 1/16 kekerasan dentin. Gigi tiruan yang menggunakan bahan ini juga tidak cocok digunakan pada penderita dengan bruxism. 3. All metal bridge Gigi tiruan permanen yang terbuat dari logam atau emas mempunyai kekuatan yang sangat bagus bahkan dapat bertahan sampai bertahun-tahun, keuntungan yang lain adalah logam dan emas tidak korosif dan tidak berkarat. Tetapi gigi tiruan dari bahan logam dan emas tampilan warnanya sangat berbeda dengan gigi asli. Biasanya diindikasikan pada gigi posterior dan kontraindikasinya adalah gigi abutmen yang digunakan mempunyai ketebalan dentin yang kecil. Gold Crowns Keuntungan: - metode simple karena struktur gigi yang dkurangin lebih minimal. - Lebih tahan lama pada saat tekanan berat seperti menggigit dan mengunyah. - Mudah menyesuaikan sesuai daerah di mana gigi dan mahkota memenuhi - Sehat lingkungan untuk jaringan gusi Kerugian: - estetik kurang karena warna gigi tidak seperti gigi asli. 4. Kombinasi (porselen dan metal) Porcelain fuse to metal adalah jenis hibrida antara mahkota logam dan mahkota porselen. Mereka terutama dipilih untuk gigi depan tetapi tidak menutup kemungkinan juga digunakan pada gigi posterior. Porcelen fuse

to metal ini lebih kuat daripada all porselen bridge. Meskipun porcelen fuse to metal dipilih untuk penampilan yang sangat baik karena keestetikannya, ada beberapa kelemahan utama yang terkait dengan logam menyatu di dalamnya. Berikut adalah beberapa kelemahan dicatat oleh pengguna dan dokter gigi mahkota ini: Ketidaknyamanan-gigi mungkin sensitif setelah prosedur. Jika gigi dimahkotai masih mengandung beberapa saraf, saraf yang akan sensitif terhadap panas dan dingin. Ada beberapa kasus di mana permukaan mahkota menciptakan keausan pada gigi antagonisnya. Hal ini kadang-kadang menjadi begitu menonjol sehingga tidak dapat diawasi. Bagian porselen bisa terkelupas mati dan logam yang mendasari dapat terlihat sebagai garis gelap 5. In Ceram (keramik bridge) Terbuat dari porselen alumina yang sangat tangguh. Memiliki estetika yang sangat baik dan cukup kuat untuk dapat disemen dengan semen gigi tradisional. SPINELL - untuk kasus anterior unit tunggal yang memerlukan estetika unggul dan tembus. ALUMINA - untuk posterior unit tunggal dan kasus anterior, dan sampai restorasi 3-unit jembatan. Zirkonia - untuk posterior unit tunggal dan kasus anterior, dan sampai restorasi 5-unit jembatan.

Akibat-akibat yang timbul karena hilangnya gigi dalam jangka waktu yang lama dan tidak segera dibuatkan gigi tiruan pengganti adalah : 1.Pada gigi asli yang hilang dapat terjadi penurunan efisiensi kunyah, gangguan fungsi bicara, memperburuk penampilan. 2.Pada gigi asli yang masih tertinggal dapat terjadi drifting yaitu bergeraknya gigi tetangga ke daerah yang tak bergigi, erupsi gigi antagonis yang berlebihan. 3.Gangguan pada sendi temporomandibular 4.Terbentuknya poket gingiva pada gigi miring dan berlanjut menjadi poket periodontal. 5.Resesi gingiva akibat kurang stimulasi 6.Beban berlebihan pada jaringan pendukung 7.Terjadi ketidaksesuaian oklusi dan terbentuk ruang yang memudahkan terjadinya impaksi makanan 8.Kebersihan mulut terganggu 9.Trauma periodontal akibat gigi yang miring 10.Efek terhadap jaringan lunak di dalam mulut 11.Bila gigi yang hilang cukup banyak dapat mengakibatkan perubahan TMJ 12.Pada kasus kehilangan gigi anterior dapat menimbulkan rasa malu dan rendah diri karena estetis menjadi berkurang serta kurang sempurnanya pengucapan beberapa huruf.