Anda di halaman 1dari 20

Rangkaian Listrik

Rangkaian listrik adalah Gabungan dari komponen arus listrik. Listrik : Tegangan ( potesial ), kumpulan electron yan dapat mungkin perpindahan elektron tegangan tinggi ke rendah. Arus, perpindahan elektron yang terjadi. Hambatan (resistor), dalam perpindahan terjadi hambatan yang sehinngga terjadi hokum ohm. Rangkaian Ohm dengan rumus V I R : V : Tegangan dengan satuan volt I : Arus denga satuan Ampere R : Hambatan dengan satuan Ohm

Pengertian Rangkaian Listrik Rangkaian Gabungan komponen yang berfungsi untuk tujuan tertentu. Listrik Elektron untuk energy

RL Berfungsi untuk menhasilkan energy. Sumber enrgi listrik : PLN, Uap, Air, Matahari, Angin, Nuklir Accumulator Nuklir Energi Diesel/Turbin Dinamo/Generator Listrik Sumber arus : Arus searah (DC) Arus bolak balik (AC)

DC AC (dikonversi dengan adaptor) AC DC (dikonversi dengan adaptor) Komponen aktif : Sumber arus (i) Sumber tegangan (v) Sumber daya (watt)

Komponen pasif : Resistor Capacitor

Induktor InduKtor : Dikenal degan arus sesaat (diferensial) L : Lilitan

Resistor :

( )

(Integral)

Capacitor :

( )

Contoh soal : 1. Sebuah rangkaian memilki tegangan 25 volt. Rangkaian terdiri dari resistor, inductor das umber tegangan. Bila besar resistor 10 ohm dan inductor 0,4 henry. Tentukan besar arus? Jawab : Diketahui : V = 25 Volt R = 10 L = 0,4 H Ditanya: I ? Jawab : + 25 = I.10 + 0,4.0 I = 10 ampere

Hubungan Arus dan Tegangan pada rangkaian RLC

Arus bolak balik pada resistor Hukum ohm V = I.R I arus bolak balik

I (t) = Im sin t V (t) = Im R sin t V sefase I Vt = Vm sin t

Arus AC pada L

I(t) = Im cos t Vt =? V (t) =

=
= L Imax sin t = -x. Imax sin t = -Vmax sin t = Vmax sin (-t)

T dari 0 samapai 4 persamaannya adalah

=
Jika I = 2 t = sama

( ) = = . ( )

Contoh soal : 1. Diketahui frekuensi sebuah inductor 200 Hz, I maksimal 2 Ma, L 0,5 H. Tentukan vt induktor tersebut ! Diket : f = 200 Hz L= 0,5 H

Im = 2Ma = 2 x Jawab : I(t) =

Im cos t = cos 2 200.t

V(t) =

( ( ) V0lt

Hukum kirchhoff

merupakan salah satu teori elektronika untuk menganalisa lebih lanjut tentang rangkaian elektronika. Dengan hukum kirchhoff kita dapat menganalisa lebih lanjut tentang arus yang mengalir dalam rangkaian dan tegangan yang terdapat pada titik-titik rangkaian elektronika. Hukum kirchhoff ini berlaku untuk analisis rangkaian loop tertutup seperti pada contoh rangkaian berikut.

Dalam hukum kirchhoff dikenal 2 teori yang dapat digunakan untuk analisis rangkaian elektronika yaitu Hukum Kirchhoff Arus (KCL, Kirchhoff Current Law) dan Hukum Kirchhoff

Tegangan (KVL, Kirchhoff Voltage Law). Hukum Kirchhoff Arus (KCL, Kirchhoff Current Law) Hukum kirchhoff arus merupakan hukum kirchhof pertama (1) yang menyatakan bahwa Arus total yang masuk pada suatu titik sambungan atau percabangan adalah nol. Hukum kirchhoff arus ini dapat dinyatakan dalam persamaan matematika sebagai berikut. Arah setiap arus ditunjukkan dengan anak panah, jika arus berharga positif maka arus mengalir searah dengan anak panah, demikian sebaliknya. Dengan demikian untuk rangkaian seperti pada gambar diatas dapat dituliskan persamaan matematik berdasarkan hukum kirchhoff arus sebagai berikut:

Tanda negatif pada I1 menunjukkan bahwa arus keluar dari titik cabang dan jika arus masuk titik cabang diberi tanda positif Hukum Kirchhoff Tegangan (KVL, Kirchhoff Voltage Law) Pada hukum kirchhoff tegangan atau yang sering disebut hukum kirchhoff ke II ini menyatakan Pada setiap rangkaian tertutup (loop), jumlah penurunan tegangan adalah nol . Hukum kirchhoff tegangan ini dapat juga dinyatakan dengan persamaan matematika sebagai berikut.

Dari contoh rangkaian pada gambar diatas dengan hukum kirchhoff dapat dituliskan beberapa persamaan matematis untuk menyatakan hukum kirchhoff tegangan sesuai loop sebagai berikut.

Loop kiri Loop kanan Loop luar


Semua komponen pada contoh gambar rangkaian diatas dilewati arus sehingga sesuai hukum kirchhoff tegangan berlaku persamaan sebagai berikut.

Dengan r adalah resistansi internal baterai maka besarnya arus yang mengalir dapat dituliskan sebagai berikut.

Persamaan diatas memperlihatkan bahwa tegangan V merupakan hasil penurunan tegangan akibat adanya beban yang dialiri arus. Terlihat dalam hukum kirchhoff tegangan bahwa V merupakan bagian dari E.

Contoh soal :

1. Hitunglah i dan tegangan pada resistor 8

karena ada sumber dependen, kita tentukan dulu nilai sumber ini vx = (5A) (10) = 50 V Resistor 8 dan 12 adalah paralel Rp = 12 ||8 = 4.8 gunakan KVL pada loop yang sebelah kanan v = 0

-3vx + i(20 + Rp) = 0

-3(50) + i(20+4.8) = 0

-150 + 24.8 i = 0

i = 150/24.8 = 6.05 A

pembagi arus untuk mencari i8 i = i (12)/(12+8) = (6.05) (12) /(20) = 3.63 A

v8 = (3.63 A) (8 ) = 29.03 V 2. Hitunglah dissipasi daya pada resistor resistor 20 ohm dan drop tegangan pada semua resistor

karena ada sumber dependen, tentukan dulu nilai sumber ini

vy = -(i) (25) = -25i Gunakan KVL pada loop i

v = 0

ikuti arah i (berlawanan arah jarum jam) dan perhatikan polaritas masing-masing komponen i (20+25+10) 5 2.5vy+ 20 = 0 55i + 15 2.5(-25i) = 0

55i + 15 + 62.5i = 0

117.5i = -15 i = 15/117.5 = -0.13 A

Karena rangkaian ini seri, maka arus yang mengaliri semua komponen adalah sama, maka dissipasi daya pada resistor 20 ohm P20 = i2 (20) = (0.13)2 (20) = 0.338 W = 338 mW v20 = (-0.13A) (20 ) = -2.6 V v25 = (-0.13 A) (25 ) = -3.25 V v10 = (-0.13 A) (10 ) = -1.3 V maka rangkaiannya seperti ini (perhatikan polaritas tegangan tiap komponen dan arah arus)

RANGKAIAN SERI DAN PARALEL

1. RANGKAIAN SERI Rangkaian seri terdiri dari dua atau lebih beban listrik yang dihubungkan ke catu daya lewat satu rangkaian. Rangkaian seri dapat berisi banyak beban listrik dalam satu rangkaian. Contoh yang baik dari beberapa beban rangkaian dihubung seri adalah lampu pohon Natal. ( kurang lebih 20 lampu dalam rangkaian seri ). Dua buah elemen berada dalam susunan seri jika mereka hanya memiliki sebuah titik utama yang tidak terhubung menuju elemen pembawa arus pada suatu jaringan.

Karena semua elemen disusun seri, maka jaringan tersebut disebut rangkaian seri. Dalam rangkaian seri, arus yang lewat sama besar pada masing-masing elemen yang tersusun seri.

Sifat-sifat Rangkaian Seri Arus yang mengalir pada masing beban adalah sama. Tegangan sumber akan dibagi dengan jumlah tahanan seri jika besar tahanan sama. Jumlah penurunan tegangan dalam rangkaian seri dari masing-masing tahanan seri adalah sama dengan tegangan total sumber tegangan. Banyak beban listrik yang dihubungkan dalam rangkaian seri, tahanan total rangkaian menyebabkan naiknya penurunan arus yang mengalir dalam rangkaian. Arus yang mengalir tergantung pada jumlah besar tahanan beban dalam rangkaian. Jika salah satu beban atau bagian dari rangkaian tidak terhubung atau putus, aliran arus terhenti. Contoh paling sederhana penerapan rangkaian listrik seri dalam kehidupan seharihari (di rumah) : 1) Lampu hias pohon Natal model lama (yang baru pakai rangkaian elektronik & lampu LED) merupakan rangkaian seri beberapa lampu (12V di-seri 20 pcs) sehingga dapat menerima tegangan sesuai dengan jala-jala (220V). 2) Lampu TL (tube Lamp) atau orang bilang lampu neon, model lama yang masih memakai ballast, di dalam box nya memakai rangkaian seri antara jala-jala dengan ballastnya. 3) Di dalam setrika listrik ada rangkaian seri dengan bimetal (temperatur kontrol), demikian juga kulkas. 4) Sakelar/switch merupakan penerapan rangkaian seri dengan beban.

Sambungan seri/deret yaitu sambungan ujung kaki yang satu Disambung dengan lain secara beruntun

2. RANGKAIAN PARALEL Rangkaian Paralel merupakan salah satu yang memiliki lebih dari satu bagian garis edar untuk mengalirkan arus. Dalam kendaraan bermotor, sebagian besar beban listrik

dihubungkan secara parallel. Masing-masing rangkaian dapat dihubung-putuskan tanpa mempengaruhi rangkaian yang lain. Sifat-sifat Rangkaian Paralel Tegangan pada masing-masing beban listrik sama dengan tegangan sumber. Masing-masing cabang dalam rangkaian parallel adalah rangkaian individu. Arus masing-masing cabang adalah tergantung besar tahanan cabang. Sebagaian besar tahanan dirangkai dalam rangkaian parallel, tahanan total rangkaian mengecil, oleh karena itu arus total lebih besar. (Tahanan total dari rangkaian parallel adalah lebih kecil dari tahanan yang terkecil dalam rangkaian.) Jika terjadi salah satu cabang tahanan parallel terputus, arus akan terputus hanya pada rangkaian tahanan tersebut. Rangkaian cabang yang lain tetap bekerja tanpa terganggu oleh rangkaian cabang yang terputus tersebut. Contoh paling sederhana penerapan rangkaian listrik paralel dalam kehidupan seharihari (di rumah) : 1) Distribusi Listrik PLN kerumah-rumah adalah paralel. 2) Stop contact merupakan rangkaian paralel dengan jala-jala.

Sambungan Paralel/ Jajar yaitu sambungan ujung kaki satu sama lain disambung dengan lainnya saling disatukan

Teorema Superposisi
Pada teorema ini hanya berlaku untuk rangkaian yang bersifat linier, dimana rangkaian linier adalah suatu rangkaian dimana persamaan yang muncul akan memenuhi jika y = kx, dimana k = konstanta dan x = variabel. Dalam setiap rangkaian linier dengan beberapa buah sumber tegangan/ sumber arus dapat dihitung dengan cara : Menjumlah aljabarkan tegangan/ arus yang disebabkan tiap sumber independent/ bebas yang bekerja sendiri, dengan semua sumber tegangan/ arus independent/ bebas lainnya diganti dengan tahanan dalamnya. Pengertian dari teorema diatas bahwa jika terdapat n buah sumber bebas maka dengan teorema superposisi samadengan n buah keadaan rangkaian yang dianalisis, dimana nantinya n buah keadaan tersebut akan dijumlahkan. Jika terdapat beberapa buah sumber tak bebas maka tetap saja teorema superposisi menghitung untuk n buah keadaan dari n buah sumber yang bebasnya. Rangkaian linier tentu tidak terlepas dari gabungan rangkaian yang mempunyai sumber independent atau sumber bebas, sumber dependent / sumber tak bebas linier (sumber dependent arus/ tegangan sebanding dengan pangkat satu dari tegangan/ arus lain, atau sebanding dengan jumlah pangkat satu besaran-besaran tersebut) dan elemen resistor ( R ), induktor ( L ), dan kapasitor ( C ).

Menyatakan bahwa besar tegangan disuatu titik adalah penjumlahan dari tegangantegangan yang berasal dari sumber yang berbeda. Cara menggunakan teorema superposisi: 1. Apabila menggunakan sumber tegangan/sumber arus lebih dari satu, maka sumber tegangan yang lain di hubungkan singkat atau di short dan sumber arus diputus atau di cut off. 2. Dengan menggunakan sebuah sumber arus atau sumber tegangan, hitungan besar tegangan dititik tadi. 3. Besar tegangan dititik tersebut adalah penjumlahan dari semua tegangan yang diperoleh dari titik tersebut. misal:

1). Tegangan Vab pertama kita ukur dengan menggunakan sumber tegangan 5V. Pada saat itu sumber arus diputus atau di cut off, sehingga bentuk rangkaiannya menjadi:

Besar tegangan Vab diukur menggunakan prinsip pembagi tegangan Vab=2ohm/(2ohm+5ohm)x5V Vab= 2/7 x 5V = 1,43V 2). Tegangan Vab diukur dengan menggunakan sumber arus 1A. pada saat itu, sumber tegangan dihubungkan singkat. Sehingga gambar rangkaian menjadi:

maka pada rangkaian ini kita menggunakan prinsip pembagi arus. Ia-b= 5/(2+5) x 1A= 0,72A sehingga Vab= Ia-b x Rab= 0,72 x 2 =1,44V 3). Jadi besar tegangan Vab adalah tegangan yang berasal dari sumber tegangan ditambah tegangan berasal sumber arus, yaitu 1,43V + 1,44V = 2,87V .

Teorema Thevenin
Sama dengan tegangan pada jepitan-jepitan terbuka dari rangkaian dan impedansi itu sama dengan impedansi yang di ukur antara jepitan-jepitan terbuka dari rangkaian dengan semua sumber-sumber dalam rangkaian tidak bekerja, yaitu sumber tegangan di hubung singkat, sumber arus terbuka. Untuk membuat rangkaian pengganti tersebut, maka terdapat dua aturan yang digunakan untuk mencari tegangan dan hambatan pengganti. Aturan I : tegangan pengganti adalah hambatan yang terdapat pada titik-titik yang dikehendaki dengan beban dianggaptidak ada atau merupakan rangkaian terbuka (open circuit) Aturan II : hambatan pengganti adalah hambatan yang terjadi pada titik-titik rangkaian dengan sumber tegangan diaggap sebagai rangkaian tertutup (close crcuit) dan sumber arus dianggap sebagai rangkaian terbuka (open circuit)

Teorema Thevenin menyatakan bahwa sembarang jaringan linier yang terdiri atas sumber tegangan dan resistansi, jika dipandang dari sembarang 2 simpul dalam jaringan tersebut dapat digantikan oleh resistansi ekivalen RTH yang diserikan dengan sumber tegangan ekivalen VTH.

a RTH VTH b

RTH

Jaringan Linear
-

Jaringan Esternal
b -

VTH

Gambar Rangkaian Ekuivalen Thevenin

Analisa rangkaian thevenin ditunjukan melaluigambar berikut ini :

R1 a

RTH a

Vin

R2

VTh

Dari analisa gambar di atas, dapat tentukan resistansi Thevenin (RTH) sebesar,

RTh

R1 R2 R1 R2

VTh

R2 x Vin R1 R2

Contoh soal Teorema Thevenin :

Tentukan nilai Arusnya dengan menggunakan Teorema Thevenin!

Mencari Rth tidak perlu menghitung, lihat berapa niai hambatan yang tepat berhadapan dengan Vth yaitu 4Ohm.