Anda di halaman 1dari 5

.

Karena iman maka Rahab, perempuan sundal itu, tidak turut binasa bersamasama dengan orang-orang durhaka, karena ia telah menyambut pengintaipengintai itu dengan baik. (Ibrani 11:31) Bandingkan dengan nama-nama lainnya dalam daftar tersebut: Habel, Henokh, Nuh, Abraham, Sara, Ishak, Yakub, Yusuf, Musa, Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud dan Samuel. Bahkan Yosua sendiri tidak tercatat dalam daftar itu. Surat Yakobus hanya memberikan dua nama dalam daftar pahlawan iman yaitu Abraham dan Rahab si pelacur! Tidak hanya dalam daftar pahlawan iman. Nama Rahab juga muncul dalam daftar silsilah Yesus. Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria. (Matius 1:5-6) Bayangkan, Yesus, Pencipta Langit dan Bumi, sang Juruselamat umat manusia, mempunyai nenek moyang seorang perempuan sundal! Bagaimanakah perempuan sundal yang berasal dari Yerikho ini bisa muncul dalam sebagai pahlawan dalam Alkitab?

Misi rahasia
Cerita mengenai Rahab dimulai dengan dikirimnya dua orang pengintai oleh Yosua. Yosua bin Nun dengan diam-diam melepas dari Sitim dua orang pengintai, katanya: "Pergilah, amat-amatilah negeri itu dan kota Yerikho." (Yosua 2:1a) Pada tema minggu pertama kita sudah melihat bagaimana Tuhan sudah berjanji kepada Yosua untuk memimpin bangsa Israel masuk ke Tanah Perjanjian. Dan Yosua sadar dan sangat percaya akan hal ini (Yosua 1:10-11).

Setelah Tuhan meruntuhkan tembok kota Yerikho orang Israel tetap harus masuk ke dalam kota dan berperang.
Jika memang Yosua sudah yakin bahwa Tuhan akan memberikan Tanah Perjanjian, mengapakah Yosua tetap mengirim mata-mata? Apakah Yosua tidak percaya kepada Tuhan? Sama sekali tidak! Walaupun Tuhan sudah memberikan janji-Nya, tidak berarti Yosua dapat duduk-duduk santai dan melihat Tuhan bekerja. Bahkan setelah Tuhan meruntuhkan tembok kota Yerikho dalam pasal 6 orang Israel tetap harus masuk ke dalam kota dan berperang melawan tentara Yerikho.

Jumlah pengintai yang dikirim juga hanya 2. Dibandingkan dengan Musa yang mengirim 12 orang pengintai termasuk Yosua, 40 tahun sebelumnya (Bilangan 13). Sebanyak 10 dari 12 pengintai yang dikirim Musa kembali dengan membawa kabar negatif yang hampir membuat bangsa Israel tidak jadi masuk tanah Kanaan. Hanya dua pengintai, yaitu Yosua dan Kaleb, yang membawa kabar baik. Yosua mengirim para pengintai ini sec ara rahasia. Hal ini juga tidak sama dibandingkan dengan apa yang dilakukan oleh Musa, di mana segenap bangsa Israel mengetahuinya. Sedangkan kedua pengintai ini hanya akan melaporkan hasil pengintaian mereka kepada Yosua. Yosua memerintahkan mereka untuk mengintai negeri Tanah Perjanjian dan terutama kota Yerikho. Dari perintah ini terbukti bahwa Yosua adalah seorang ahli militer yang handal karena Yerikho adalah kota pintu masuk ke Tanah Perjanjian. Dari Yerikho, tentara Israel dapat melebarkan penaklukan mereka ke arah Utara, Barat dan ke Selatan dari Tanah Perjanjian.

Dosa Rahab
Maka pergilah mereka dan sampailah mereka ke rumah seorang perempuan sundal, yang bernama Rahab, lalu tidur di situ. (Yosua 2:1b) Selanjutnya dicatat bahwa kedua pengintai ini kemudian tiba di rumah Rahab dan menginap di situ. Kemungkinan besar alasan mereka menginap di rumah Rahab adalah karena ditempat itu orang asing sering menginap sehingga tidak terlalu menarik perhatian. Alasan lain adalah karena lokasi rumah Rahab yang menempel dengan tembok kota Yerikho. Tetapi satu hal yang pasti, Tuhan menuntun mereka untuk datang ke rumah Rahab. Namun dari Yosua 2:2-3 kita mendapati bahwa misi rahasia kedua pengintai ini ternyata diketahui oleh raja Yerikho. Raja Yerikho kemudian menyuruh orang ke rumah Rahab, untuk meminta agar kedua pengintai itu diserahkan. Tetapi Rahab sudah menyembunyikan mereka di atap rumahnya. Mengapa Rahab menyembunyikan orang tidak dikenal bahkan merupakan musuh dari bangsanya sendiri? Tetapi perempuan itu telah membawa dan menyembunyikan kedua orang itu. Berkatalah ia: "Memang, orang-orang itu telah datang kepadaku, tetapi aku tidak tahu dari mana mereka, dan ketika pintu gerbang hendak ditutup menjelang malam, maka keluarlah orang-orang itu; aku tidak tahu, ke mana orang-orang itu pergi. Segeralah kejar mereka, tentulah kamu dapat menyusul mereka."(Yosua 2:4-5)

Tidak dapat dipungkiri bahwa Rahab berbohong kepada utusan raja Yerikho untuk melindungi para pengintai tersebut. Perkataan Rahab ini sering menjadi kontroversi. Di satu sisi Rahab mempunyai tugas untuk melindungi nyawa para pengintai tersebut, di sisi lain berkata tidak jujur adalah sebuah dosa.

Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi TUHANAmsal 12:22a


Apakah kebohongan Rahab dibenarkan karena ia melindungi nyawa orang lain? Jika demikian, apakah kita boleh memiliki prinsip Yang penting hasilnya, tidak peduli caranya?

Prinsip #1 Bohong adalah dosa


Banyak ayat dalam Alkitab, baik perjanjian lama maupun baru yang melarang kita untuk berbohong (Keluaran 20:16; Lukas 18:20; Yohanes 8:44; Efesus 4:25). Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi orang yang berlaku setia dikenan-Nya. (Amsal 12:22)

Prinsip #2 Tuhan Maha Kuasa


Tuhan dapat saja melindungi para pengintai walaupun Rahab berkata jujur. Sadrakh, Mesakh, dan Abednego mendapat perlindungan Tuhan dari nyala api setelah mereka menolak menyembah berhala (Daniel 3).

Prinsip #3 Selalu ada jalan keluar


Jika kita ada dalam situasi di mana konflik antara prinsip-prinsip Alkitab, pasti ada jalan keluar yang memungkinkan kita tidak melanggar prinsip-prinsip itu. Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. (I Korintus 10:13) Jadi seharusnya Rahab tidak perlu berbohong, seharusnya Rahab mengandalkan Tuhan dan berkata sejujurnya.

Iman Rahab
Alkitab menghormati Rahab bukan karena kebohongannya, namun karena imannya. Dalam kitab Ibrani, Rahab dihormati karena menerima para pengintai dengan baik (Ibrani 11:31), dalam kitab Yakobus Rahab dihormati karena perbuatannya menyembunyikan para pengintai (Yakobus 2:25). Jadi Rahab dihormati bukan karena

kebohongannya, melainkan karena imannya. Rahab selamat dari serangan orang Israel, walaupun ia berbohong. Iman seperti apakah yang dimiliki Rahab? Tetapi sebelum kedua orang itu tidur, naiklah perempuan itu mendapatkan mereka di atas sotoh dan berkata kepada orang-orang itu: "Aku tahu.. (Yosua 2:8-9a)

Keyakinan Iman Rahab


Akan tujuan Allah Akan kuasa Allah Akan kedaulatan Allah Akan belas kasihan Allah Perhatikan bahwa Rahab berkata Aku tahu Hal ini menunjukkan keyakinannya terhadap hal-hal berikut:

#1 Keyakinan akan tujuan Allah


Salah satu tujuan lain bangsa Israel keluar dari Mesir adalah untuk membuat bangsabangsa lain menghormati Israel dan Allahnya (Keluaran 15:14-17; Ulangan 2:25). "Aku tahu, bahwa TUHAN telah memberikan negeri ini kepada kamu (Yosua 2:9) Rahab adalah satu-satunya orang Yerikho yang mengerti akan hal ini. Jadi dengan penuh iman Rahab mengambil tindakan untuk berpihak kepada Tuhan.

#2 Keyakinan akan kuasa Allah


Sebab kami mendengar, bahwa TUHAN telah mengeringkan air Laut Teberau di depan kamu, ketika kamu berjalan keluar dari Mesir, dan apa yang kamu lakukan kepada kedua raja orang Amori yang di seberang sungai Yordan itu, yakni kepada Sihon dan Og, yang telah kamu tumpas. (Yosua 2:10) Ternyata orang Yerikho sudah mendengar kabar mengenai bangsa Israel dan Allahnya orang Israel yang maha kuasa. Bahkan Rahab menyebut bahwa orang Israel menumpas habis Sihon dan Og. Hal ini sangat menggemparkan penduduk Yerikho. bahwa kengerian terhadap kamu telah menghinggapi kami dan segala penduduk negeri ini gemetar menghadapi kamu. (Yosua 2:9b) Ketika kami mendengar itu, tawarlah hati kami dan jatuhlah semangat setiap orang menghadapi kamu. (Yosua 2:11a)

#3 Keyakinan akan kedaulatan Allah

Sebab TUHAN, Allahmu, ialah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah. (Yosua 2:11b) Sungguh sangat luar biasa mendengar kata-kata tersebut muncul dari seorang wanita penyembah berhala. Perhatikan bahwa Rahab menyebut Tuhan dengan namanya: TUHAN (YHWH).

#4 Keyakinan akan belas kasihan Allah


Maka sekarang, bersumpahlah kiranya demi TUHAN, bahwa karena aku telah berlaku ramah terhadapmu, kamu juga akan berlaku ramah terhadap kaum keluargaku; dan berikanlah kepadaku suatu tanda yang dapat dipercaya, bahwa kamu akan membiarkan hidup ayah dan ibuku, saudara-saudaraku yang lakilaki dan yang perempuan dan semua orang-orang mereka dan bahwa kamu akan menyelamatkan nyawa kami dari maut." (Yosua 2:12-13) Iman yang benar tidak berhenti pada keyakinan akan adanya Allah yang Maha Kuasa saja, tetapi dilanjutkan dengan mencari cara agar dapat berkenan kepada Allah tersebut dan berlindung dalam belas kasihan-Nya.