Anda di halaman 1dari 8

PID OMRON CJ1M

Maret 13, 2012

Filed under: PLC Omron plctutor @ 3:27 am

PID merupakan kontroler untuk menentukan presisi suatu sistem instrumentasidengan karakteristik adanya umpan balik pada sistem tesebut. Komponen kontrol PID ini terdiri dari tiga jenis yaitu Proportional, Integratif dan Derivatif. Ketiganya dapat dipakai bersamaan maupun sendiri-sendiri tergantung dari respon yang kita inginkan terhadap suatu plant. 1.Kontrol Proporsional Kontrol P jika G(s) = kp, dengan k adalah konstanta. Jika u = G(s) e maka u = Kp e dengan Kp adalah Konstanta Proporsional. Kp berlaku sebagai Gain (penguat) saja tanpa memberikan efek dinamik kepada kinerja kontroler. Penggunaan kontrol P memiliki berbagai keterbatasan karena sifat kontrol yang tidak dinamik ini. Walaupun demikian dalam aplikasi-aplikasi dasar yang sederhana kontrol P ini cukup mampu untuk memperbaiki respon transien khususnya rise time dan settling time. 2.Kontrol Integratif Jika G(s) adalah kontrol I maka u dapat dinyatakan sebagai dengan Ki adalah konstanta Integral, dan dari Jika e(T)

persamaan di atas, G(s) dapat dinyatakan sebagai

mendekati konstan (bukan nol) maka u(t) akan menjadi sangat besar sehingga diharapkan dapat memperbaiki error. Jika e(T) mendekati nol maka efek kontrol I ini semakin kecil. Kontrol I dapat memperbaiki sekaligus menghilangkan respon steady-state, namun pemilihan Ki yang tidak tepat dapat menyebabkan respon transien yang tinggi sehingga dapat menyebabkan ketidakstabilan sistem. Pemilihan Ki yang sangat tinggi justru dapat menyebabkan output berosilasi karena menambah orde sistem 3.Kontrol Derivatif Sinyal kontrol u yang dihasilkan oleh kontrol D dapat dinyatakan sebagai dari error. Dengan sifat ini ia dapat digunakan untuk memperbaiki respon transien dengan memprediksi error yang akan terjadi. Kontrol Derivative hanya berubah saat ada perubahan error sehingga saat error statis kontrol ini tidak akan bereaksi, hal ini pula yang menyebabkan kontroler Derivative tidak dapat dipakai sendiri Dari

persamaan di atas, nampak bahwa sifat dari kontrol D ini dalam konteks "kecepatan" atau rate

Begitulah Pengertian dari PID,tapi jangan di buat pusing,karena dalam penerapanya pada suatu proses, kita tidak membuat perhitungan yang rumit, tetapi bagaimana memasukan nilai PID yang tepat untuk mendapatkan proses yang cepat dengan error yang kecil Disini sy memakai contoh PLC Omron CJ1M, pada PLC CJ1m terdapat intruksi auto tuning sehingga program tersebut dapat menyusaikan nilai kontanta PID yang sesuai berdasarkan sample yang diambil setiap detiknya,sehingga di peroleh respon yang cepat dan error yang kecil. Instruksi PID Omron tidak dapat dijalankan pada program simulator,penggunaan intruksi tidah semudah intruksi yang lain,di butuhkan ketelitian input source (PV) dan setpoint value (SV), hal ini pernah sy alami,karena salah memasukan nilai PV dan SV maka output hanya menunjukan angka 0, oleh karena itu sy tidak mau hal ini terjadi oleh para pemula yang ingin mempelajari PLC, kesulitan oleh instruksi ini. Contoh project :Input source dari analog input Analayzer cunductivty, Setting Value dari Touch screen, input dan setting value untuk memproses control valve agar sesuai nilai input dengan setting value. Proses kerja yaitu sinyal dari sensor conductivty mengirim sinyal ke analayzer untuk di proses menjadi sinyal 4-20mA lalu di kirim ke analog input PLC, hasil dari analyzer akan di bandingkan dengan setting di HMI apabila nilai sensor lebih kecil dari setpoint maka CR valve akan membuka untuk mendapatkan nilai mendekati setpoint.

Langkah-langkah pembuatan program 1. Scaling semua nilai analog dan touchscreen mempunyai nilai scaling yang sama 2. Membuat program PID PLC 3. Membuat program HMI

1. Scaling

2. Untuk membuat PID omron kita harus mengetahui alamat mana saja parameter parameter PID

3. Membuat program HMI untuk setting PID

masukan alamat hmi sesuai dengan program plc, pada tampilan ini terdapat setting P,I dan D pemasukan nilai ini untuk membantu start awal PID auto tunning pengambilan sample,akan

tetapi perlu di ingat pemasukan setting PID pada posisi manual karena pada posisi auto PIDAT akan mempunyai nilai paramter sendiri

Anda mungkin juga menyukai